PDA

View Full Version : Antara jiwa besar dan kepicikan: Gramedia bakar buku



purba
13-06-2012, 06:28 PM
Penerbit Gramedia membakar buku yg berjudul "5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia" karena ada surat pembaca Republika dan FPI yg memprotes sebagian isi buku tersebut yg dianggap menjurus ke penghinaan Nabi Muhammad. Lucunya mereka juga protes kalo Madinah gak dimasukin sbg kota yg berpengaruh juga. :))

http://news.detik.com/read/2012/06/11/160353/1938210/10/fpi-adukan-penerbit-5-kota-paling-berpengaruh-di-dunia-ke-polisi?nd992203605

Penerbit Gramedia sepertinya tidak mau ribut2 dgn pihak2 yg berjuluk "kaum di jalan yg lurus" ini. Karena itu penerbit segera membakar buku2 tsb. Negara2 lain sedang melangkah maju dan makin cepat. Tapi Indonesia cenderung jalan mundur ke abad pertengahan dulu.

Jadi pengen beli tuh buku... :)

E = mc˛
13-06-2012, 06:34 PM
Buku "Hidup itu Indah" juga ditarik (belum dibakar sih) Gramed dg alasan sama :D

Ronggolawe
13-06-2012, 06:35 PM
apalah gunanya dibakar, Pur..
Disengaja atau tidak, Gramedia lewat editornya te
lah membiarkan terjadinya penistaan kepada Nabi
Muhammad SAW...

forgiven, but not forgotten :)

ul.malik
13-06-2012, 06:45 PM
ada kutipan kalimatnya ga.?
di link beritanya cuma disebut menghina. ::ungg::

etca
13-06-2012, 06:58 PM
member ::KM:: yang jadi pegawe-nya Gramed, ambilin satu bukunya buat gw donkkkkk ;D
*sambil ngelirik ke (-edited-) ::hihi::

spears
13-06-2012, 07:08 PM
TEMPO.CO, Jakarta - PT Gramedia berencana memusnahkan buku Lima Kota Paling Berpengaruh. Rencana tersebut dibuat setelah ada pengaduan dari organisasi masyarakat ke kepolisian bahwa buku melecehkan agama Islam.

"Benar akan ada pemusnahan, tapi tim kami masih melakukan persiapan," kata juru bicara Kelompok Kompas Gramedia, Wijayandaru, Rabu, 13 Juni 2012.

Saat ini pihak Gramedia menunggu konfirmasi kehadiran dari Majelis Ulama Indonesia. Informasi yang didapatkan Tempo, pemusnahan akan digelar di depan Gedung Kompas Jalan Palmerah Selatan. Informasi tersebut juga dibenarkan oleh Ketua DPP Front Pembela Islam, Selon, yang turut diundang oleh pihak Gramedia.

Buku Lima Kota Paling Berpengaruh dilaporkan anggota FPI, Iwan Arsidi, ke Kepolisian Daerah Metro Jaya karena dianggap melecehkan agama Islam. Dalam halaman 24 buku karya Douglas Wilson ini terdapat pernyataan "Nabi Muhammad adalah perampok dan perampok yang memerintahkan penyerangan terhadap karavan-karavan di Mekah".

Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan apabila benar terdapat pelanggaran dalam buku itu, maka pasal yang dikenakan adalah Pasal 156, 157 Ayat 1 dan Pasal 484 Ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penodaan agama, penyebar kebencian serta permusuhan dan tentang penulisan yang merupakan tindakan pidana. Ancaman hukumannya adalah lima tahun penjara.



------------------------

si Purba Fitnah.
alasannya adalah spt yg dimuat di TEMPO

oya, kalo ada komen2 geje lagi mari rame2 di forward ke FPI dan Polda Metro Jaya terkait pasal yang di Bold ::bye::::hohoho::

E = mc˛
13-06-2012, 07:16 PM
setahu saya, Douglas Wilson (yg ngarang buku 5 Cities that Ruled the World) emang penulis buku Kristen. Judul buku-bukunya yg lain ada God Is: How Christianity Explains Everything, Repairing The Ruins: The Classical and Christian Challenge to Modern Education, Angels in the Architecture: A Protestant Vision for Middle Earth, dll. Jadi tentu saja saat dia nulis buku "5 Kota yg berpengaruh" dia menggunakan sudut pandang ke-kristen-annya. Jadi jangan ngarep kota Medinah bakal masuk daftar itu ::hihi::

Hasil skimming sekilas, ternyata isi bukunya gak fokus di sejarah kotanya sendiri, bukan fokus thp sejarah bangsa/negara/warga/budaya kotanya, tetapi fokus pada agama di kota tersebut. Nih kalimat terakhir di bagian epilognya

"When people as God for their daily bread, as He instructs in His Word, and as He liberally gives to them accordingly, they should also thank Him for the role of that particular city."

nih kalau mau baca yg edisi enggresnya yg "dianggap menghina" Muhammad:
http://books.google.co.id/books?id=Xb2Dllh286EC&lpg=PP1&hl=id&pg=PA25#v=onepage&q&f=false


Saya pikir, ini buku "internal" ya, jadi wajar jika "gesekan-gesekan" semacam itu terjadi. toh di agama seberang, juga sering lakuin hal yg kurang lebih sama :ninja:

BundaNa
13-06-2012, 07:34 PM
Biasanya kalo buku yang emang untuk agama tertentu ada di rak khusus agama, semestinya sih yang lain agama ga usah keisengan baca buku yang untuk kalangan terbatas. Juga masalah buku terjemahan, mestinya yg nerjemahin harus hati2 menterjemahkan agar ga jadi rame. Cuma kalo terang2an bilang Nabi Muhammad SAW perampok, sebelum terbit, editor gramed mestinya mikir sebelum masuk ke percetakan.

Btw pur, minta link dong kalo FPI protes madinah ga masuk daftar 5 kota terpengaruh, biar lu ga dianggep fitnah dan ga OMDO

Buat gw sih ga ngaruh madinah ato makkah ga masuk di list, emang efeknya apa? Like I think vatican not special for me -_-

E = mc˛
13-06-2012, 07:37 PM
kalau di link postingan pertama, ada tulisan gini, Bun


Menurut Novel, pada halaman ke-24 dalam buku tersebut, si pengarang menuliskan kata-kata yang menjurus ke penghinaan terhadap Nabi Muhammad. Buku tersebut disadur ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit.

"Yang isinya itu menghina Nabi Muhammad seolah-olah Nabi Muhammad perompak, perampok dan melakukan serangkaian pembunuhan atas pemenangan Kota Madinah," katanya.

Padahal, kata dia, tulisan si pengarang itu sangat jauh menyimpang dari judul buku. Pada halaman 24, si pengarang hanya menyinggung era muslim.

"Ternyata Madinah tidak dimasukkan di situ (sebagai salah satu kota yang paling berpengaruh di dunia), itu hanya cuplikan disebutkan para saat era muslim dicontohkan di Madinah," ujarnya.

::managuetahu::

purba
13-06-2012, 07:41 PM
apalah gunanya dibakar, Pur..
Disengaja atau tidak, Gramedia lewat editornya te
lah membiarkan terjadinya penistaan kepada Nabi
Muhammad SAW...

forgiven, but not forgotten :)

Yg dilakukan oleh Gramedia adalah jiwa besar. Sementara merasa dinista adalah kepicikan. Menurut ente, perlu gak tuh buku dibakar? Perlu gak penistaan agama dijadikan hukum positif? Ini memberikan preseden yg jelek. Lama2 orang jadi segan menulis buku, tidak bisa mengungkapkan ideanya dgn bebas, mandeg. Mosok setiap hari orang cuman boleh baca Quran doang?

Ane kira, Gramedia membakar karena hukum positif tsb dan mungkin juga perhitungan bisnis, sementara penistaan sifatnya subyektif. Bisa jadi bagi editor bukan penistaan, tetapi bagi ente atau FPI atau pembaca Republika, itu adalah penistaan. Inilah yg jadi masalah kalo sensitifitas dijadikan landasan bertindak.

Dulu yg dilarang adalah buku2 komunisme dan kritikan2 thd rezim Soeharto. Sekarang buku2 yg bikin golongan semacam FPI ternista yg dilarang. Mungkin jika suatu saat nanti golongannya AsLan menguasai Indonesia, tidak ada lagi pelajaran biologi di sekolah2. Mental sama, cuman ganti kulit doang.

:))

BundaNa
13-06-2012, 07:44 PM
Ini gw ga tau mus, gw yang geblek apa purba yg kecepetan bacanya sampe esensi reportase ga ditangkep sama dia ya...

FPI ga protes masalah Madinah ga dimasukkan sbg daftar kota berpengaruh di dunia

FPI justru melihat terjemahan di halaman 24 ga sesuai dengan tulisan asli bukunya

Yang dituntut FPI itu pihak gramed dan penterjemah, jadi udah tepat karena pengarangnya sendiri ga nulis spt yang diterjemahkan

Purba, merhatiin ga lo? -_-

E = mc˛
13-06-2012, 07:46 PM
Biasanya kalo buku yang emang untuk agama tertentu ada di rak khusus agama, semestinya sih yang lain agama ga usah keisengan baca buku yang untuk kalangan terbatas. Juga masalah buku terjemahan, mestinya yg nerjemahin harus hati2 menterjemahkan agar ga jadi rame. Cuma kalo terang2an bilang Nabi Muhammad SAW perampok, sebelum terbit, editor gramed mestinya mikir sebelum masuk ke percetakan.

biasanya sih Gramed emang nempatin buku internal spt itu di rak khusus, tapi utk buku2 baru, ada juga yg dipajang di display "new release". dengan judul buku yg lumayan eye-catching, pembaca yg tak waspada bakal langsung baca buku di bagian "new release" tsb tanpa melihat segmentasi pembacanya.

mengenai terjemahan, ya susah yah, di buku aslinya, dengan jelas ditulis, ..."He (muhammad) became a marauder and pirate, ordering attacks on Meccan caravan."... Nah, yg gituan mau diterjemahin apaan? masa didelete? ;D

BundaNa
13-06-2012, 07:53 PM
Ini sih bukan masalah kebesaran hati, itu memang seharusnya dilakukan pihak penerbit yang merusak tulisan asli itu buku

TS tolong tanggung jawab sama isi thread dan tolong barista, sbg warga saya minta, kalo isi postingan TS sudah menjuruh kepada tuduhan ga berdasar, thread ini seharusnya dipertimbangkan untuk dikunci, kog melihara postingan bernada provokasi dan salah mentrjemahkan isi sumber berita.


Terima kasih

- - - Updated - - -

Wow, baru liat postingan rumus. Biasanya buku yg segmented bukannya ada tulisan, untuk kalangan terbatas ya?

Eniwei, kalo keberatan, bikin class action pur, saingi itu FPI. Jangan jago kandang -_-

purba
13-06-2012, 08:01 PM
Btw pur, minta link dong kalo FPI protes madinah ga masuk daftar 5 kota terpengaruh, biar lu ga dianggep fitnah dan ga OMDO


Ente ikut forum beginian udah lama apa masih baru? Link dari Detik.com udeh ane kasih di postingan pertama. Juga usaha sedikitlah utk membaca link tsb, jgn maunya disuapin terus.

:))

Fere
13-06-2012, 08:06 PM
Berdasarkan link-nya rumus :

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

He became a marauder and pirate, ordering attacks on Meccan caravan. Two years later Muhammad ordered
assassination in order to gain control of Medina, and in AD 630 he conquered Mecca. Tribes in all over that
area submitted to his authority. He died a fever just a few years later, around the age of sixty-three.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

perasaan gw belum pernah denger Muhammad memerintahkan pembunuhan buat menguasai Madinah,
entahlah, mungkin selama ini tarikh yang gw pelajarin salah, dan si Douglas Wilson ini yang bener.

o ya, di situ juga tidak disebutkan bahwa penaklukan Mekkah tanpa ada pertumpahan darah sama sekali..

purba
13-06-2012, 08:26 PM
Berdasarkan link-nya rumus :

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

He became a marauder and pirate, ordering attacks on Meccan caravan. Two years later Muhammad ordered
assassination in order to gain control of Medina, and in AD 630 he conquered Mecca. Tribes in all over that
area submitted to his authority. He died a fever just a few years later, around the age of sixty-three.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

perasaan gw belum pernah denger Muhammad memerintahkan pembunuhan buat menguasai Madinah,
entahlah, mungkin selama ini tarikh yang gw pelajarin salah, dan si Douglas Wilson ini yang bener.

o ya, di situ juga tidak disebutkan bahwa penaklukan Mekkah tanpa ada pertumpahan darah sama sekali..

Makanya baca begituan perlu kebesaran hati. Umat Islam melihat Muhammad sbg orang suci, sedangkan yg lain belum tentu, bisa saja Muhammad dilihat sebagai tokoh lain dlm sejarah. Kalo tidak setuju dgn itu, tuntut bukti atau tunjukkan bukti sebaliknya, jangan menuntut dgn dalih penistaan. Bagi ente penistaan, tapi bagi orang lain bisa jadi itu fakta.

Tapi yg lebih mengkhawatirkan adalah pembungkaman idea dgn dalih penistaan. Kalau saja umat Islam mengerti bahwa Nabi-nya dulu pun mengalami pembungkaman juga di awal2 fase kenabiannya, tentunya mereka tidak perlu mengulangi apa yg dialami oleh Nabi mereka tsb. Mengapa umat Islam lebih berkembang di Barat ketimbang di negeri asalnya? Karena di Barat-lah mereka merasakan kebebasan ber-idea. Jadi kebebasan mengeluarkan pendapat baik lisan maupun tulisan yg susah payah diperoleh lewat Reformasi jangan kembali dibungkam dgn dalih penistaan agama. Apa kita mau jalan di tempat terus?

:))

kandalf
13-06-2012, 09:00 PM
perasaan gw belum pernah denger Muhammad memerintahkan pembunuhan buat menguasai Madinah,
entahlah, mungkin selama ini tarikh yang gw pelajarin salah, dan si Douglas Wilson ini yang bener.


Belum pernah?
Um Fere dulu zaman Ajangkita gak pernah ikut DAA yah?

Ngomong2, silakan googling "Ka'ab ibn Ashraf". Catatan, salah satu orang Hizbut Tahrir waktu diwawancara di TV tahun 2006 untuk kasus kartun Denmark percaya ama kisah tentang Ka'ab ibn Ahsraf.

Silakan cari juga tentang Bani Qurayza.

E = mc˛
13-06-2012, 09:14 PM
perasaan gw belum pernah denger Muhammad memerintahkan pembunuhan buat menguasai Madinah,
entahlah, mungkin selama ini tarikh yang gw pelajarin salah, dan si Douglas Wilson ini yang bener.

o ya, di situ juga tidak disebutkan bahwa penaklukan Mekkah tanpa ada pertumpahan darah sama sekali..
mungkin yg dijadikan referensi Wilson, itu yg kasus "pembantaian" kabilah yahudi Bani Quraizhah/pengusiran Bani Nadhir. Bagi kaum muslim, hal ini dipandang sbg tindakan heroisme agung. Bagi pihak lain, memandang hal ini sbg hal yg berbeda.

Sama seperti Santo Paulus, bagi yg mengimaninya, beliau adalah sosok suci dan agung. bagi yg tidak percaya, beliau adalah seorang tukang makar, pembelot, pembohong, dll.


*setelah ngecek akun forum buku, ternyata Douglas Wilson ada friendlist saya, kalau saya kasih tau kasus pembakaran ini, gimana yah reaksinya :mikir:

BundaNa
13-06-2012, 10:45 PM
@purba: lu keberatan buku itu dimusnahkan, silahkan tuntut fpi ato class action, jgn NATO. o ya lupa, emang bisanya gt

- - - Updated - - -

sebenernya gampang si, ga usah dibeli n dibaca itu buku. spt kata rumus, masing2 punya sudut pandang dlm menilai sesuatu

- - - Updated - - -

tp oke nih kerja sama fpi-gramed. gara2 berita ini, org jadi penasaran n nyari2. harganya jd naik krn limited edition-_-

kandalf
13-06-2012, 11:02 PM
Saya menunggu ada yang menggugat buku-buku kristologi.

:ngopi:

choodee
13-06-2012, 11:59 PM
Buku kayak gini sebelas dua belas sama buku2 islam yg isinya ngehujat dan ngebandingin agama lain dengan islam. Kalau memang bersebrangan, mending ga usah dibaca.

ndableg
14-06-2012, 12:04 AM
Membakar buku... ud gila pada kali yak..

Fere
14-06-2012, 12:15 AM
Belum pernah?
Um Fere dulu zaman Ajangkita gak pernah ikut DAA yah?

Ngomong2, silakan googling "Ka'ab ibn Ashraf". Catatan, salah satu orang Hizbut Tahrir waktu diwawancara di TV tahun 2006 untuk kasus kartun Denmark percaya ama kisah tentang Ka'ab ibn Ahsraf.

Silakan cari juga tentang Bani Qurayza.
sori gw tadi bacanya Muhammad menginvasi Madinah dengan cara membantai dulu orang2 disono..

soal bani quraizhah, seperti kata rumus, selalu ada 2 sisi dalam setiap peristiwa, dan sampai sekarang
gw masih percaya kalo mereka pengkhianat dan setau gw untuk keputusan thd bani quraizhah ini Nabi
sudah menunjuk seorang hakim (sori gw lupa namanya..), jadi itu bukan keputusan Rasulullah pribadi..

o ya, seinget gw, gw dulu gak pernah ikut diskusi di DAA AK

ishaputra
14-06-2012, 12:39 AM
apalah gunanya dibakar, Pur..
Disengaja atau tidak, Gramedia lewat editornya te
lah membiarkan terjadinya penistaan kepada Nabi
Muhammad SAW...

forgiven, but not forgotten :)

Penistaan dalam bentuk apa nih?

- - - Updated - - -


Pasal 156, 157 Ayat 1 dan Pasal 484 Ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penodaan agama, penyebar kebencian serta permusuhan dan tentang penulisan yang merupakan tindakan pidana. Ancaman hukumannya adalah lima tahun penjara.



------------------------

si Purba Fitnah.
alasannya adalah spt yg dimuat di TEMPO

oya, kalo ada komen2 geje lagi mari rame2 di forward ke FPI dan Polda Metro Jaya terkait pasal yang di Bold ::bye::::hohoho::

Dakwah-dakwah di masjid juga bisa kena pasal tersebut dong?

Problemnya itu kan, muslim suka double standart. Kalo ngomongin kejelekan agama orang paling kenceng. Tapi giliran ada yang ngomongin kejelekan agama Islam, langsung protes.

- - - Updated - - -

Lihat aja di Gunung Agung, berapa banyak buku-buku Islam yang menjelek-jelekkan agama Kristen? Tapi giliran ada buku yang menjelek-jelekkan Islam, langsung marah dan menuduh itu "penistaan agama".

Ronggolawe
14-06-2012, 01:09 AM
Yg dilakukan oleh Gramedia adalah jiwa besar. Sementara merasa dinista adalah kepicikan. Menurut ente, perlu gak tuh buku dibakar? Perlu gak penistaan agama dijadikan hukum positif? Ini memberikan preseden yg jelek. Lama2 orang jadi segan menulis buku, tidak bisa mengungkapkan ideanya dgn bebas, mandeg. Mosok setiap hari orang cuman boleh baca Quran doang?

Ane kira, Gramedia membakar karena hukum positif tsb dan mungkin juga perhitungan bisnis, sementara penistaan sifatnya subyektif. Bisa jadi bagi editor bukan penistaan, tetapi bagi ente atau FPI atau pembaca Republika, itu adalah penistaan. Inilah yg jadi masalah kalo sensitifitas dijadikan landasan bertindak.

Dulu yg dilarang adalah buku2 komunisme dan kritikan2 thd rezim Soeharto. Sekarang buku2 yg bikin golongan semacam FPI ternista yg dilarang. Mungkin jika suatu saat nanti golongannya AsLan menguasai Indonesia, tidak ada lagi pelajaran biologi di sekolah2. Mental sama, cuman ganti kulit doang.

:))
alasan klasik itu sih :)
Balap F1 dan MotoGP saban tahun diregulasi agar
pabrikan/tim utama tidak terlalu ngacir di depan da
lam rangka pemerataan teknologi, sehingga skill pa
ra pembalap yang lebih menentukan...

Tapi dasar teknisinya memang kreatif bin jenius, ma
kin diperketar regulasinya, saban tahun tetap saja
diukir rekor fastest lap baru...

Seniman/penulis kelas kacangan memang begitu, me
nuntut kebebasan ini itu untuk berkarya... Padahal
penulis sekelas Pram, ditengah hukuman di Pulau Bu
ru justru menelurkan karya-karya besarnya :)

- - - Updated - - -


mungkin yg dijadikan referensi Wilson, itu yg kasus "pembantaian" kabilah yahudi Bani Quraizhah/pengusiran Bani Nadhir. Bagi kaum muslim, hal ini dipandang sbg tindakan heroisme agung. Bagi pihak lain, memandang hal ini sbg hal yg berbeda.
pembantaian?
bukannya Bani Quraidzah yang melanggar perjanji
an dengan berkomplot ama pasukan Mekkah dalam
perang Khandaq/Ahzab?

Hukuman bagi Yahudi Bani Quraidzah akibat peng
khianatan mereka ditetapkan oleh yahudi lain dari
bani Auz, Sa'ad bin Muaz



Sama seperti Santo Paulus, bagi yg mengimaninya, beliau adalah sosok suci dan agung. bagi yg tidak percaya, beliau adalah seorang tukang makar, pembelot, pembohong, dll.

ngga penting banget bagi gw ngurusin Paulus
Tarsus...

purba
14-06-2012, 02:41 AM
Seniman/penulis kelas kacangan memang begitu, me
nuntut kebebasan ini itu untuk berkarya... Padahal
penulis sekelas Pram, ditengah hukuman di Pulau Bu
ru justru menelurkan karya-karya besarnya :)


Karya2 Pram berkembangnya di luar Indonesia karena di luar-lah terdapat kebebasan tersebut dan Pram tahu itu. Quran pun berkembangnya di Madinah, bukan di Makkah. Kalo Muhammad gak hijrah ke Madinah, gak kelar tuh Quran. Bahkan studi ttg Quran lebih berkembang di Barat, bukan di negeri asalnya. Karena apa? Di Arab tidak ada kebebasan. Lihat juga ke toko2 buku misalnya Gramedia ataupun Gunung Agung, tema2 buku sekarang lebih beragam dibandingkan zaman Orba dulu karena sekarang lebih bebas dari pada zaman Soeharto dulu. Tapi ancaman mulai datang dari orang2 macam ente yg mengandalkan dalih penistaan agama utk membungkam pihak2 yg tidak sepemahaman dgn ente. Kalo mau mundur ke zaman kegelapan silakan, tapi jgn bawa2 orang lain.

:))

- - - Updated - - -


@purba: lu keberatan buku itu dimusnahkan, silahkan tuntut fpi ato class action, jgn NATO. o ya lupa, emang bisanya gt

Ngomong ape ente? Kalo di KM ya bisanya cuman NATO, terutama buat buka mata ente supaya bisa melihat masalah2 kayak gini dgn lebih jernih. Jgn dikit2 minta topik dikunci, nuduh provokasi, dlsb.

:))

BundaNa
14-06-2012, 07:49 AM
Lho apa namanya ga provokasi ya bilang orang islam picik? Ga pernah gw nemu lo sama kompatriot lo bilang agama lain picik tuh

Yang gw heran kalo islam di indonesia marah "dinista" trus sukses tuh marahnya, ribut deh purba dan kompatriotnya, padahal ada hukum positifnya

Giliran agama islam dinista di negara lain dan gantian muslim sini prihatin, dibilang orang islam manja dsb dll

Kalo mau komplen islam melakukan penistaan agama, bawa aja tuh peraturan yg dikasih tau spears ke polisi, tuntut dengan hal yg sama.

Kalau ga suka sama aturan itu bisa ke MK

Berimbang? Nonsen. 11-12

::ngakak2::

Ronggolawe
14-06-2012, 08:55 AM
Karya2 Pram berkembangnya di luar Indonesia karena di luar-lah terdapat kebebasan tersebut dan Pram tahu itu. Quran pun berkembangnya di Madinah, bukan di Makkah. Kalo Muhammad gak hijrah ke Madinah, gak kelar tuh Quran. Bahkan studi ttg Quran lebih berkembang di Barat, bukan di negeri asalnya. Karena apa? Di Arab tidak ada kebebasan. Lihat juga ke toko2 buku misalnya Gramedia ataupun Gunung Agung, tema2 buku sekarang lebih beragam dibandingkan zaman Orba dulu karena sekarang lebih bebas dari pada zaman Soeharto dulu. Tapi ancaman mulai datang dari orang2 macam ente yg mengandalkan dalih penistaan agama utk membungkam pihak2 yg tidak sepemahaman dgn ente. Kalo mau mundur ke zaman kegelapan silakan, tapi jgn bawa2 orang lain.

:))
hahaha...
jelas jadinya... Kehebatan seseorang dalam berkar
ya harus diuji dengan berbagai cabaran dan ujian,
kalau cuma dilarang ini itu terus ngambek, bilang
ngga ada kebebasan... itu cuma kelas picisan :)

purba
14-06-2012, 10:44 AM
hahaha...
jelas jadinya... Kehebatan seseorang dalam berkar
ya harus diuji dengan berbagai cabaran dan ujian,
kalau cuma dilarang ini itu terus ngambek, bilang
ngga ada kebebasan... itu cuma kelas picisan :)

Lha di Arab sono mana ada kemajuan? Mana ada kehebatan? Kenapa gak ada kemajuan dan kehebatan? Karena kebebasan dilarang, diancam, dipancung. Apa ente mau bikin Indonesia jadi Arab juga, gak ada kebebasan, gak ada kemajuan, mundur ke abad kegelapan?

Pram hebatnya bukan di Indonesia, tapi di Barat. Muhammad hebatnya bukan di Mekah, tapi di Madinah. Umat Islam berkembang menjadi umat yg maju bukan di Arab, tapi di Barat. Ini yg baiknya.

Yg jeleknya. Teroris Azahari (kebangsaan Malaysia) hebatnya bukan di Malaysia, tapi di Indonesia. Ajaran fundamentalis (orang2nya lulusan Malaysia dan Arab) hebatnya bukan di negeri asalnya, tapi di Indonesia. Mungkin resiko buruk dari sebuah kebebasan adalah berkembangnya anti-kebebasan itu sendiri, misalnya golongan2 fundamentalis tadi (bisa dari agama apa saja) yg dikit2 minta topik dikunci, nuduh provokator, minta buku dibakar, ngancam bikin rusuh, dlsb.

:))

- - - Updated - - -


Lho apa namanya ga provokasi ya bilang orang islam picik? Ga pernah gw nemu lo sama kompatriot lo bilang agama lain picik tuh


Ente ikut KM udah lama atau masih baru? Dimana ane bilang umat Islam picik? Di KM juga banyak umat Islam dan gak semuanya picik. Yg picik adalah yg dikit2 merasa dinista, bikin kacau topik, minta topik dikunci, ngancam ini itu, dlsb.

Juga ane gak ngerespon khusus umat Islam doang, umat lain pun ane respon juga, selama ane lihat itu sbg kepicikan. Lihat debat evolusi, itu antara ane (ateis) dan rumus (muslim) yg pro-evolusi dan AsLan (kristian) yg anti-evolusi. Jadi ane ngerespon gak lihat agamanya, tapi apa topiknya.

Cukup ye dgn ente... :))

spears
14-06-2012, 11:09 AM
apapun katanya Purba.. yang penting bukunya sudah dibakar dan sudah terbakar.

poor you , Purba :))

lo boleh koar2 di forum.

tapi di lapangan, majority always WIN!!


:))

*senangnya ^^

Ronggolawe
14-06-2012, 11:26 AM
Lha di Arab sono mana ada kemajuan? Mana ada kehebatan? Kenapa gak ada kemajuan dan kehebatan? Karena kebebasan dilarang, diancam, dipancung. Apa ente mau bikin Indonesia jadi Arab juga, gak ada kebebasan, gak ada kemajuan, mundur ke abad kegelapan?
hahaha... tumben loe dangkal gini argumennya :)




Pram hebatnya bukan di Indonesia, tapi di Barat. Muhammad hebatnya bukan di Mekah, tapi di Madinah. Umat Islam berkembang menjadi umat yg maju bukan di Arab, tapi di Barat. Ini yg baiknya.
emangnya Pulau Buru dimana Pur?
Sejak kapan Pulau Buru jadi bagian dari peradab
an barat?



Yg jeleknya. Teroris Azahari (kebangsaan Malaysia) hebatnya bukan di Malaysia, tapi di Indonesia. Ajaran fundamentalis (orang2nya lulusan Malaysia dan Arab) hebatnya bukan di negeri asalnya, tapi di Indonesia. Mungkin resiko buruk dari sebuah kebebasan adalah berkembangnya anti-kebebasan itu sendiri, misalnya golongan2 fundamentalis tadi (bisa dari agama apa saja) yg dikit2 minta topik dikunci, nuduh provokator, minta buku dibakar, ngancam bikin rusuh, dlsb.

:))


ini sih jaka sembung bawa golok :)

- - - Updated - - -

Seniman/Penulis yang banyak mengeluh soal keter
kekangan, harusnya belajar dari semangat Pram,
Hamka atau bahkan de Sade yang menulis bertinta
kan kotorannya sendiri...

E = mc˛
14-06-2012, 11:43 AM
pembantaian?
bukannya Bani Quraidzah yang melanggar perjanji
an dengan berkomplot ama pasukan Mekkah dalam
perang Khandaq/Ahzab?

Hukuman bagi Yahudi Bani Quraidzah akibat peng
khianatan mereka ditetapkan oleh yahudi lain dari
bani Auz, Sa'ad bin Muaz

ngga penting banget bagi gw ngurusin Paulus
Tarsus...
nah itu kan dr sudut pandang situh (dan muslim yg mengagungkan Nabi), bagi orang di luar islam, pandangannya jadi beda, tidak seperti itu.

terus si Douglas Wilson ngambil pendapatnya dari sudut pandang yg berbeda itu :D

jangan jauh-jauh ke tokoh suci agama yg suka dicela ma penganut fanatis agama lain deh, dimulai dari Sebeye, Mega, Habibie, Soeharto, hingga Seokarno, banyak yg memuja (bahkan mengkultuskan) mereka. Yang mencibir juga banyak. Beda pihak, beda pendapat.

Ronggolawe
14-06-2012, 11:47 AM
nah itu kan dr sudut pandang situh (dan muslim yg mengagungkan Nabi), bagi orang di luar islam, pandangannya jadi beda, tidak seperti itu.


dimana-mana yang namanya pengkhianat ya dihu
kum bunuh :)

atau menurut pandangan loe (dan non-muslim yang
memang gatel) memandang Yahudi Bani Quraidzah
tidak berkhianat?

beastmen85
14-06-2012, 12:25 PM
btw. siapa benar siapa salah itu subjektif. tergantung isi kepala si empunya.

bagi saya pribadi, benar-salah, baik-buruk dst itu nilainya sama tidak ada yg lebih baik ato lebih buruk.

terkadang. memang org sulit sadar betapa kerasnya kepalanya seorang manusia.

arogan? ego? pendapat tidak bisa dipaksakan.
bhinneka tunggal ika.
mungkin orang perlu bercermin mengapa negara kita rusak hanya krn perbedaan pendapat dan perbedaan golongan yg punya pendapat berbeda.

spt kata patrick star. pemujaan berlebihan itu tdk baik ::hihi::

- - - Updated - - -

btw. siapa benar siapa salah itu subjektif. tergantung isi kepala si empunya.

bagi saya pribadi, benar-salah, baik-buruk dst itu nilainya sama tidak ada yg lebih baik ato lebih buruk.

terkadang. memang org sulit sadar betapa kerasnya kepalanya seorang manusia.

arogan? ego? pendapat tidak bisa dipaksakan.
bhinneka tunggal ika.
mungkin orang perlu bercermin mengapa negara kita rusak hanya krn perbedaan pendapat dan perbedaan golongan yg punya pendapat berbeda.

spt kata patrick star. pemujaan berlebihan itu tdk baik ::hihi::

E = mc˛
14-06-2012, 12:29 PM
poin saya bukan di sana (biar gak OOT), tapi perbedaan penafsiran yg bertolak belakang atas perbuatan seorang tokoh terlebih oleh pihak yg berbeda, sangat tidak bisa dihindarkan :)

beastmen85
14-06-2012, 12:54 PM
^ sampai dimana toleransi atas "perbedaan penafsiran, yg tidak bisa dihindari" itu, mus?

itu pertanyaan jadi "kembali ke pribadi masing2"

lagian hal2 tak terhindarkan macam perbedaan penafsiran itu udah "kehendak Tuhan"
manusia mana punya kuasa? ::ngakak2::

spears
14-06-2012, 01:07 PM
bla bla bla guk guk guk kaing kaing kaing

Kunderemp:
PERSONAL ATTACK! Ini peringatan tanpa kartu pertama dariku.

- - - Updated - - -

@ kunderemp : like hell i care.. :ngopi:

beastmen85
14-06-2012, 01:12 PM
btw. yg di lembaran2 dakwah (hizbut tahrir ya namanya?) waktu jumatan itu... emg seringnya koar2 masalah penerapan aturan, syariat islam dlm politik ekonomi bangsa.

imo. scr ga lsg emg brainwash para jemaat untuk merubah negara ini jd negara islam. dgn aturan islam.

- - - Updated - - -

lol this thread ::ngakak2::
*ngeliat spir vs isha yg saking napsunya ampe kena peringatan

kandalf
14-06-2012, 01:36 PM
@ kunderemp : like hell i care.. :ngopi:

Lu boleh kagak perduli ama Kund,
tapi KM jelas perduli kalau tulisan lo yang barusan disunting itu muncul lagi.

Apa yang lo lakukan tadi sudah jelas tergolong 'penistaan agama'.
Lo boleh bilang Kund atau KM kagak asyik tapi kalau cara lo seperti itu, kagak usah heran kalo suatu hari lo digugat dengan cara lo seperti itu.

spears
14-06-2012, 01:42 PM
btw. yg di lembaran2 dakwah (hizbut tahrir ya namanya?) waktu jumatan itu... emg seringnya koar2 masalah penerapan aturan, syariat islam dlm politik ekonomi bangsa.

imo. scr ga lsg emg brainwash para jemaat untuk merubah negara ini jd negara islam. dgn aturan islam.

- - - Updated - - -

lol this thread ::ngakak2::
*ngeliat spir vs isha yg saking napsunya ampe kena peringatan

ho oh. ::oops::
bener2 tuh berat sebelah dan nggak netral. mang di forum barista gw udah usul supaya lighterheaven aja yg jadi mod sini..tp tau deh, kok bs ya org yg nggak netral kayak gitu yg jadi mod nya. nggak pantes bgt. ah lupakanlah, biarin aja. nggak ngaruh. i can say whatever i want, and if you want to sensored it ya i dont care e e...e...e e...ee eee...(nyanyi lagu 2NE1)..

oke bismen..lanjut dgn pemikiran2 lu aja ah..lebih asik drpd membahas mod gak netral.
eh Bismen, tumben sih pemikiran lu skrg rada2 out of the box?baru kali ini aku melihat sisi lain seorang Bismen. ::oops::

etca
14-06-2012, 01:45 PM
ck ck ck ck ck ::grrr::

Ronggolawe
14-06-2012, 03:38 PM
poin saya bukan di sana (biar gak OOT), tapi perbedaan penafsiran yg bertolak belakang atas perbuatan seorang tokoh terlebih oleh pihak yg berbeda, sangat tidak bisa dihindarkan :)
perbuatan tokoh?
Yang memutuskan hukuman itu Sa'ad orang Yahudi
dari Bani Auz.... kenapa malah Muhammad Si Arab
dari Bani Hasyim yang disalahkan :)

E = mc˛
14-06-2012, 03:44 PM
tapi atas persetujuan sang nabi kan? situh memandang kisahnya seperti itu sbg kebenaran, kan bagi orang lain belum tentu kebenaran seperti itu yg terjadi.

BundaNa
14-06-2012, 03:55 PM
Ckckck...boleh sih kebebasan berpendapat di KM ini dibudayakan. Tapi kayaknya gpp deh menghina orang Islam. Mayoritas ini, ga ngaruh ya?

Subyektif? Oke, menurut orang Islam yg terjadi di Madinnah dan Makkah sudah benar, salah menurut misionaris atu non muslim. Tapi perlu bilang perampok?

Apa perlu buddha dibilang tak bertuhan ato mengkhianati agama hindu, dan tokoh agama lain bejad?

Itu saja, out of this thread. Silahkan dipelihara saja kepala2 itu

daylight
14-06-2012, 04:03 PM
Kebenaran di dunia itu relatif, tergantung dari sudut pandang siapa dan siapa yg mengalaminya.::maap::

Dari sudut pandang saya, hukum rimba tetap berlaku di zaman modern ini. Yang kuat, yang menang, Homo Homini Lupus, Man is Man's wolf.

Untuk minoritas tidak ada pilihan lain selain diam, menjilat atau mengorbankan diri sendiri melawan hukum mayoritas.

Jika saya di posisi mayoritas, saya akan meracuni minoritas dengan memberikan fasilitas yang membuat mereka manja dan akhirnya lumpuh. Analoginya jika seorang anak minta coklat, maka orangtua yang baik pasti membatasinya, tapi kalau orangtua yang tidak bertanggung jawab, maka akan memberikannya terus menerus, sehingga anak itu menderita diabetes, obesitas, bahkan panas dalam dan kekurangan gizi. Contohnya, orang2 Kristen di negara2 Eropa dan Amerika yang cenderung menjadi Atheis dan convert ke agama lain.

Jika saya di posisi minoritas, saya akan diam dan memperhatikan perubahan yang terjadi dan pelan2 menyusun strategi pertahanan hidup, berusaha mencari sekutu dan merongrong pelan-pelan mayoritas yang terlena dengan kekuasaannya. Contohnya, bangkitnya keKristenan di jaman Kaisar Nero yang ditekan atau bahkan munculnya Kristen Protestan sebagai perlawanan terhadap kuasa gereja Katolik Roma.

My biggest enemy is myself

Not FPI or anybodyelse:ngopi:

BundaNa
14-06-2012, 04:04 PM
Btw, final question...emang buku itu jadi dibakar? Emang yg dituntut FPI udah pada dipanggil buat diperiksa?

Taruhan, dalam sebulan kasus ini tenggelam dan bukunya tetap dijual.

Abis itu TS cari perkara lagi yg menyangkut FPI. Dan tenang saja, masih banyak mayoritas yg membela TS kog -_-

E = mc˛
14-06-2012, 04:08 PM
bukunya udah jadi dibakar kok :D

BundaNa
14-06-2012, 04:15 PM
Emang ga bisa cetak ulang dan diterbitkan ketika FPI jinak? File masternya dihapus total tanpa copian, baru gwe yakin gramed(yang nyari penyakit sendiri) berjiwa besar seperti yang diomongkan TS

Like someone said,

Epic

King of drama

Lebay

Alip
14-06-2012, 04:24 PM
baca thread ini dari awal malah jadi bingung... udah pake editing segala.... ::arg!::

Kok pake dibakar segala ya? Bukannya biasanya cukup ditarik dari peredaran?
bagi saya sendiri kalau masyarakat memang belum bisa menerima buku semacam itu...tarik saja dari peredaran... pertimbangannya stabilitas sosial. Beres. Tidak perlu menyalahkan kenapa masyarakatnya masih labil, itu sudah topik yang berbeda.

Toh, mereka yang punya akses ke buku semacam itu bisa cari di Periplus atau sejenisnya... saya bolak-balik belanja di Periplus bandara, sudah banyak tuh buku-buku semacam "God's Delusion", "the Selfish Gene" dan selebihnya yang isinya penuh dengan kritik terhadap agama. Baik-baik saja tuh...

daylight
14-06-2012, 04:25 PM
Ada pepatah mata itu adalah pelita hati, jika tidak ingin hati kotor, jangan melihat yang membuat hati kotor. Jika tidak ingin hati panas, jangan melihat yang membuat hati panas.

Namun ada juga pepatah cina mengatakan, emas murni tidak takut dilebur, karena apapun bentuknya, sejatinya adalah emas. Paham atau teori apapun di dunia ini tidak bisa dikatakan sejati, jika tidak tahan diuji.

Jadi yang terbaik adalah jangan sampai hati dan kepala panas dengan perkataan dan perbuatan orang lain, tentunya karena kita meyakini apa yang kita jadikan pegangan adalah yang sejati.:ngopi:

PinguinOrange
14-06-2012, 04:29 PM
Makin kontroversi makin dicari makin naik harganya ::oops::

E = mc˛
14-06-2012, 04:30 PM
kalo master/file digital yah masih utuh di tangan penerjemah/editor (gramed kan gak mungkin bisa ngelarang penerjemah lepas-nya menghapus terjemahannya, toh versi enggresnya aja tersebar). toh bukunya pasti udah ada yg beli dan pasti disisain buat arsip.

dulu sih pernah ada kasus semacam ini seperti kasus bukunya si Robert Morey yg Islamic Invasion. sadar bahwa buku ini bakal jadi kontroversi, buku ini kemudian diterjemahkan secara terbatas dan disebar di kalangan tertentu--meski kadang pas kegiatan misionaris juga sering dipake-- buku2 gini kan setipe dg buku kristologi seperti The Choice-nya Ahmad Deedat, nyalah-nyalahi agama lain dr sudut pandang agama tertentu. Bedanya, yg The Choice bisa dijual bebas dan mudah ditemukan sedangkan buku2 yg kontra sukar ditemukan.

tp yg kasus Islamic Invasion itu, masih rada mendingan. Irena Handono kemudian bikin buku tandingan yg judulnya Islam Dihujat (setidaknya gak pake demo-demoan). Lalu kemudian bukunya diterjemahkan sebuah penerbit Islam dg tambahan catatan pingir dan kata pengantar dr rektor UIN Jakarta.

Ronggolawe
14-06-2012, 04:55 PM
tapi atas persetujuan sang nabi kan? situh memandang kisahnya seperti itu sbg kebenaran, kan bagi orang lain belum tentu kebenaran seperti itu yg terjadi.
apa kata loe dah :)

- - - Updated - - -


baca thread ini dari awal malah jadi bingung... udah pake editing segala.... ::arg!::

Kok pake dibakar segala ya? Bukannya biasanya cukup ditarik dari peredaran?
bagi saya sendiri kalau masyarakat memang belum bisa menerima buku semacam itu...tarik saja dari peredaran... pertimbangannya stabilitas sosial. Beres. Tidak perlu menyalahkan kenapa masyarakatnya masih labil, itu sudah topik yang berbeda.

Toh, mereka yang punya akses ke buku semacam itu bisa cari di Periplus atau sejenisnya... saya bolak-balik belanja di Periplus bandara, sudah banyak tuh buku-buku semacam "God's Delusion", "the Selfish Gene" dan selebihnya yang isinya penuh dengan kritik terhadap agama. Baik-baik saja tuh...
yang ngebakar itu pihak Gramedia sendiri, bukan
tuntutan FPI :)

justru menjadi heboh karena Gramedia membakar
sendiri :)

Joyko
14-06-2012, 05:12 PM
judulnya thread ini sendiri udah provokatif nih... ::hihi::

Alip
14-06-2012, 05:19 PM
yang ngebakar itu pihak Gramedia sendiri, bukan
tuntutan FPI :)

Ya memang itu yang bikin saya bingung... FPI nggak minta dibakar, kenapa malah Gramed sendiri yang ngebakar, usaha banget... kalau sekedar untuk ningkatin popularitas, apa gunanya juga dari buku yang udah gak disebarin lagi... apa semacam kegiatan simbolik buat menyatakan semacam penyesalan, kok susah dipercaya...

Anyway...
kepingin lihat masanya di mana kita dimanjakan oleh banyaknya tulisan pro-kontra yang jika dibaca malah menambah pemahaman kita, bukannya membangkitkan sengketa...

Joyko
14-06-2012, 05:29 PM
Anyway...
kepingin lihat masanya di mana kita dimanjakan oleh banyaknya tulisan pro-kontra yang jika dibaca malah menambah pemahaman kita, bukannya membangkitkan sengketa...

gud gud guuuuud!

gogon
14-06-2012, 05:34 PM
kocak nih gramed ;D

no offense ya.. tapi childish banget, ampe dibakar..

kesannya kyk anak kecil yg ngambek ::ngakak2::

padahal bisa aja dihancurin pake shredder (mesin penghancur kertas), lalu di-daur ulang jadi apa kek..
;D

BundaNa
14-06-2012, 05:44 PM
Kan biar heboh, biar menjual beritanya, biar ada kerjaan buat orang menghujat Islam (lagi) -_-

kandalf
14-06-2012, 06:16 PM
Ckckck...boleh sih kebebasan berpendapat di KM ini dibudayakan. Tapi kayaknya gpp deh menghina orang Islam. Mayoritas ini, ga ngaruh ya?

Subyektif? Oke, menurut orang Islam yg terjadi di Madinnah dan Makkah sudah benar, salah menurut misionaris atu non muslim. Tapi perlu bilang perampok?

Apa perlu buddha dibilang tak bertuhan ato mengkhianati agama hindu, dan tokoh agama lain bejad?

Itu saja, out of this thread. Silahkan dipelihara saja kepala2 itu

Memangnya non-muslim di sini ada yang bilang Muhammad perampok kecuali sekedar mengutip kalimat bermasalah dan hanya untuk keperluan memberitahu kalimat apa yang jadi masalah?

Sebaliknya, malah ada Muslim di KM yang menghina pemeluk agama lain dengan mengejek ajaran agamanya, apa hanya karena si Kund dan dia sama-sama mengucapkan syahadat lalu harus dibiarkan perilakunya? Apa hanya karena dia pemeluk agama yang dianut mayoritas, lalu dibiarkan saja perilakunya?


Dan yang justru diserang di sini adalah standar ganda.
Figur Paulus yang dihormati, di buku-buku 'kristologi' sering dengan mudah dibilang 'penipu', 'pembual' dan tak pernah sekalipun terdengar ada orang yang mengajukan penulis-penulis buku itu ke pengadilan atas penistaan agama.

Saya sendiri juga penasaran,
kok tumben banget buku 'internal' tiba-tiba nyasar ke tangan FPI. Pasti kesalahan ada di penerbit dan tokonya, GRAMEDIA. Pembakaran, bukan sekedar penarikan, kayaknya memang reaksi panik. Saya sendiri tidak setuju GRAMEDIA membakar buku.

Urzu 7
14-06-2012, 06:17 PM
Yg versi inggris ga dibakar sekalian??

BundaNa
14-06-2012, 06:24 PM
Oke begini. Buku2 kristologi "menghujat" non muslim. Tarik atau bakar.

Buku2 islamologi malah tuduhannya bukan menghujat, menghina juga kan? Kog kagak disebut di sini?

Satu buku ini mau dibakar (fpi pun tidak meminta, hanya menuntut satu kalimat yg memang provokatif) rame bener TS koar2 standart gandanya.

Kog ketika ada ketimpangan yang korbannya orang Islam disebut muslim manja?

Siapa yg standart ganda

Akui saja, kita standart ganda semua disini, dan ga bisa adil kecuali benar2 berusaha.

Kalau menurut anda benar dgn membiarkan satu orang menghina dan yg lain dilarang, silahkan. Ini forum dan rumah anda.

beastmen85
14-06-2012, 06:28 PM
hardisk-nya ga dibakar sekalian?

E = mc˛
14-06-2012, 06:29 PM
yg dituntut FPI bukan saja satu kalimat aja lho Bun. ada banyak, terutama yg di subchapter "era islam". sekedar koreksi :D

BundaNa
14-06-2012, 06:36 PM
Itu judul buku apa? Kenapa bawa2 islam kalo memang ga ada kota islam sebagai kota berpengaruh? Konteks buku ini mau dibawa gimana? Kalo mau buat penguatan iman satu agama silahkan abaikan kota2 islam tanpa perlu "menghina" agamanya.

Oh gpp, kan iklan gratis. Rame di sini makin dicari makin mahal -_-

E = mc˛
14-06-2012, 06:45 PM
Ehem. kan di halaman pertama saya udah ngasih preview bukunya, bahasa enggres sih. Intinya, pas dia lg bahas kota jerusalem. sebagai kota suci bagi 3 agama, Wilson ngasih overview latar ketiga agama yg menyucikan kota tersebut. yahudi, kristen, dan islam. karena latar belakang penulisnya sbg misionaris kristen, maka gak bisa dihindari saat dia bahas ttg bagian Islam-nya, dia ngambil jalur beda dr pemahaman sejarah Islam-nya kaum muslim.

sama seperti buku2 kristologi yg bahas sejarah ajarah nasrani, pasti pandangannya thp beberapa tokoh suci agama nasrani mengalami bias dan berbeda dg standar pemahaman nasrani sendiri

:D

Serenade
14-06-2012, 06:49 PM
Oke begini. Buku2 kristologi "menghujat" non muslim. Tarik atau bakar.

Buku2 islamologi malah tuduhannya bukan menghujat, menghina juga kan? Kog kagak disebut di sini?

Satu buku ini mau dibakar (fpi pun tidak meminta, hanya menuntut satu kalimat yg memang provokatif) rame bener TS koar2 standart gandanya.

Kog ketika ada ketimpangan yang korbannya orang Islam disebut muslim manja?

Siapa yg standart ganda

Akui saja, kita standart ganda semua disini, dan ga bisa adil kecuali benar2 berusaha.

Kalau menurut anda benar dgn membiarkan satu orang menghina dan yg lain dilarang, silahkan. Ini forum dan rumah anda.

Kagak bisa dong, Bun.
Damai-damai aja. Ga sampe harus dibalas ngebakar gitu jg.
Di buku2 yg masuk kategori menghina, sering jg ada ajaran agama lain toh?

AsLan
14-06-2012, 07:06 PM
errr...
gw mau meralat dikit nih.

Kristologi itu tidak selalu berkonotasi negatif.
Dalam Kristen sendiri ada doktrin2 penting yaitu doktrin kristus (kristologi), doktrin Allah, doktrin manusia, doktrin keselamatan dll.

porcupine
14-06-2012, 07:17 PM
Gw barusan baca di Jawa Pos hari ini...bukunya di bakar FPI juga kok

Fere
14-06-2012, 07:25 PM
tapi atas persetujuan sang nabi kan? situh memandang kisahnya seperti itu sbg kebenaran, kan bagi orang lain belum tentu kebenaran seperti itu yg terjadi.
begini ceritanya mus

setelah perang khandaq selesai, kaum muslimin beserta suku2 yang ada di madinah melakukan pengepungan
thd Bani Quraizhah, setelah beberapa hari akhirnya bani quraizhah ini menyerah dan mereka minta diadili oleh
seseorang dari bangsa mereka sendiri (warga madinah asli), lalu kaum muslimin beserta suku2 yang ada di ma
dinah berembuk, kemudian disepakati penunjukan Sa'ad bin Mu'adh dari Bani Aus sebagai pengambil keputusan,
dan Nabi setuju.

jadi persetujuan Nabi itu sebatas penunjukan Sa'ad sebagai pengadil, soal keputusan yang diambil Sa'ad itu
sudah bukan hak dan wewenang Nabi, memang setelah Sa'ad menentukan hukuman buat bani Quraizhah
Nabi sempat berkata, ”Kau telah memberikan keputusan yang sama dengan keputusan Allah (atau keputusan
Raja).” tapi itu bukan persetujuan, melainkan opini..

sekedar catatan, di Madinah itu terdiri dari banyak suku2, sebelum Nabi hijrah ke sana, diantara mereka biasa
saling menyerang, setelah Nabi hijrah ke sana, Nabi membuat perjanjian antara kaum muslim dan suku2 yang
ada di sana, termasuk Bani Quraizhah, yang salah satunya saling membantu jika salah satu pihak diserang dari
luar, ketika perang khandaq terjadi Bani Quraizhah ini tidak membantu dan bahkan bersekutu dengan kaum Qur
aisy..

ini dari yang gw tahu selama ini, kalau si Wilson atau orang lain merasa lebih tahu tentang cerita ini, atau punya
versi lain, ya silahkan saja, tapi jangan lupa tunjukin pula buktinya.. ::bye::

beastmen85
14-06-2012, 07:38 PM
Gw barusan baca di Jawa Pos hari ini...bukunya di bakar FPI juga kokapa fpi ga punya pemotong kertas? bakarnya pake yel-yel ga? ::ungg::

Ronggolawe
14-06-2012, 07:42 PM
Sebaliknya, malah ada Muslim di KM yang menghina pemeluk agama lain dengan mengejek ajaran agamanya, apa hanya karena si Kund dan dia sama-sama mengucapkan syahadat lalu harus dibiarkan perilakunya? Apa hanya karena dia pemeluk agama yang dianut mayoritas, lalu dibiarkan saja perilakunya?
loe sortir saja Kund siapa-siapa saja orangnya, biar
ngga saling curiga :)

BundaNa
14-06-2012, 07:45 PM
Biar rame sekalian, seru lah, diliput juga -_-

Fpi buat gw sih nothing. Yang jadikan mereka something adalah yang rame ngamukin fpi ato yg aparat yang membiarkan fpi beraksi. Salah semua orang islam kah jika fpi jadi something? Ngaca aja dulu, jangan2 kita juga yg bikin fpi besar

@rumus: tidak bisa dihindari atau tidak mau menghindari itu beda jalur. Membahas jerussalem bisa ga sampe ngomong Muhammad perampok -_-

kandalf
14-06-2012, 07:56 PM
@Rumus, Fere, dll..
untuk soal Bani Quraizah, dkk. bisa dijadikan topik terpisah yah?
Intinya udah cukup jelas kan darimana Wilson mendapatkan acuan. Masalah benar atau salah pendapatnya, bisa jadi topik sendiri.



Back to topic.
Aku masih bingung.
Gramedia itu biasanya selama ini sangat berhati-hati. Dulu pernah mau menerbitkan komik-komiknya Mas Aji tetapi mereka minta untuk menyaring komik-komiknya. Mas Aji menolak dan akhirnya diambil alih oleh penerbit lain.

Jadi bagaimana bisa Gramedia ceroboh dalam hal ini?
Apakah ada label 'khusus internal' di terbitan Gramedia?
Apakah ada label peringatan bahwa ini buku khusus Kristen?

purba
14-06-2012, 08:56 PM
emangnya Pulau Buru dimana Pur?
Sejak kapan Pulau Buru jadi bagian dari peradab
an barat?

Ente bilang Pram hebat. Nah dimana Pram dilihat sbg orang hebat? Bukan di Indonesia, tapi di Barat. Buku2 Pram ditelaah di pusat2 studi Indonesia di dunia Barat. Anak2 sekarang bisa baca buku2 Pram karena kebebasan yg diperolehnya kembali pada era Reformasi. Jaman Orla dan Orba, bisa dibui ente. Jadi kebebasan mengeluarkan pendapat bukan masalah kecil. Karena itu, hal tsb sampe dijamin di UUD45 dan PBB. Motivasi ane bikin topik ini adalah itu, kebebasan mengeluarkan pendapat. Sedangkan Gramedia membakar buku karena FPI protes hanya contoh saja dimana kebebasan tsb mulai terancam.

Ente gak bisa jadi muslim atau pake internet, laptop, tablet, BB, pesawat utk berhaji ke Arab, dll, kalo kebebasan mengeluarkan pendapat tidak dijunjung tinggi. Tengoklah sejarah Nabi ente dgn baik, bagaimana dia berusaha keluar dari pembungkaman kaum kafir Quraish utk menyebarkan keyakinannya. Atau ente tidak tahu sejarah Nabi ente sendiri?

:))

E = mc˛
14-06-2012, 09:03 PM
@kandalf: iya Om. saya tidak mempermasalahkan salah atau benarnya versi Wilson, hanya saja poin saya, jika Wilson menulis sesuatu yg buruk menurut kaum Islam, yah memang tidak bisa dicegah karena latar belakang Wilson sbg misionaris, referensi buku yg dia baca juga pasti berbeda dg buku yg jd pegangan umat Islam. Pembahasan atas agama lain oleh suatu penganut, pasti menimbulkan bias sekecil apapun.

Saya yakin, Gramed--dan memang selalu--memberikan label segmentasi buku-buku yg dicetaknya. Jika cukup teliti, kalau buku Gramed di balik di cover belakang, di atas barcode kode produk, akan ada tulisan genre yg menunjukan segmentasi pasar pembaca. Kalau novel biasanya ditulis fantsi/fiksi dewasa, dll (kecuali jenis bukunya sudah jelas spt buku masak/anak2, dll). Hanya saja, saya kira, karena buku ini masih "fresh from the oven", selain ditempatkan di display agama, juga ditempatkan di display new-release dimana yg ngakses bisa siapa saja. Dengan judul yg lumayan menarik, siapapun bisa langsung liat2 isi buku tsb.

Ronggolawe
14-06-2012, 09:03 PM
kalau Muhammad ngga dibungkam Qurasy, maka se
lamanya dia ngga akan jadi apa-apa...

Kalau ngga dibungkam orba, Pram ngga akan mene
lurkan karya-karya besarnya...

dari sudut pandang pejuang, pembungkaman dan pe
ngekangan kebebasan adalah jalan menuju kebesar
an...

BundaNa
14-06-2012, 09:32 PM
Kalo kebebasan berpendapat itu juga termasuk menghina tanpa mau cari tau referensi dulu (gwe pandang penulis buku sospol agama lebih luas kepustakaannya), apa itu dibenarkan? Kalau dibenarkan, boleh dong dari agama lain menghina agamanya dengan alasan kebebasan berpendapat?

Seperti karikatur Muhammad oke, kenapa karikatur penistaan yahudi ditolak di barat?

Dimana kebebasan berpendapatnya?

Standart ganda cuma milik muslim? -_-

beastmen85
14-06-2012, 11:54 PM
kalo di politik.
katakan apa yg ingin mereka dengar. ::hihi::

sebelum bikin buku, keknya perlu dipikirkan "apa yg ingin mereka baca". urusan pendapat. biarlah hal itu tetap dibelakang kepala dan cukup kalangan tertentu saja yg mengetahuinya ::ngakak2::

superioritas kadang bisa jd musuh masyarakat.
insting primitif.
tak heran byk yg takut kalo2 ada entity/alien diluar sana yg lbh cerdas akan memusnahkan manusia.

jiwa kita keknya msh primitif.

danalingga
15-06-2012, 02:16 AM
Kalo kebebasan berpendapat itu juga termasuk menghina tanpa mau cari tau referensi dulu (gwe pandang penulis buku sospol agama lebih luas kepustakaannya), apa itu dibenarkan? Kalau dibenarkan, boleh dong dari agama lain menghina agamanya dengan alasan kebebasan berpendapat?

Seperti karikatur Muhammad oke, kenapa karikatur penistaan yahudi ditolak di barat?

Dimana kebebasan berpendapatnya?

Standart ganda cuma milik muslim? -_-

Jadi penasaran, adakah yang bilang standar ganda itu hanya milik muslim?
Di bagian manakah?

Lintang
15-06-2012, 03:27 AM
lol bgt nih thread. gak yg atheis gak yg beragama 2-2 nya sama ngotot-nya ;D

kita kan ga bisa maksain kadar kebenaran kita harus sama dgn org lain. seperti kata rumus, yang nulis nya kan bukan org islam, misionaris juga, yah wajarlah kalo sudut pandangnya kagak sama ama orang FPI. Tapi Gramedia geblek juga sih, malah pake acara dibakar segala, ;D

Nowitzki
15-06-2012, 05:44 AM
Ya memang itu yang bikin saya bingung... FPI nggak minta dibakar, kenapa malah Gramed sendiri yang ngebakar, usaha banget... kalau sekedar untuk ningkatin popularitas, apa gunanya juga dari buku yang udah gak disebarin lagi... apa semacam kegiatan simbolik buat menyatakan semacam penyesalan, kok susah dipercaya...


http://www.antaranews.com/berita/315843/fpi-menyapu-toko-buku-gramedia

"Front Pembela Islam (FPI) menyatroni dan menyapu (sweeping) Toko Buku Gramedia di Kota Depok...
...jika menemukan buku yang melecehkan agama Islam itu maka segera memusnahkannya."

- - - Updated - - -

http://news.detik.com/read/2012/06/13/154715/1940521/10/5-kota-paling-berpengaruh-di-dunia-dimusnahkan-diharap-tak-ada-kegaduhan

Yang terpenting, imbuhnya, permintaan agar buku ditarik dari peredaran dan dimusnahkan telah dilakukan.

"Kita minta agar pihak penerbit meminta maaf kepada masyarakat. Dan ini sudah dilakukan oleh Gramedia. Semuanya sudah, penarikan sudah, pemusnahan sudah dan sudah dilakukan permintaan maaf di media. Bahkan saya dengar juga karena ini masalah internal, ada semacam penindakan disiplin juga," papar Ma'ruf.

- - - Updated - - -


Buku "Hidup itu Indah" juga ditarik (belum dibakar sih) Gramed dg alasan sama :D

mungkin tidak dibakar karena penerbitnya beda?

- - - Updated - - -

Kalo ada yang tertarik, tulisannya Douglas Wilson mengenai pembakaran bukunya di Indonesia:
http://www.dougwils.com/A-Second-Battle-of-Tours/an-indonesian-book-burning.html

Alip
15-06-2012, 07:44 AM
"Kemarahan berakar dari ketakutan... "

jangan tanya itu kata siapa dan bagaimana tingkat kesahihannya, karena kalimat itu
ciptaan saya sendiri silakan ditolak sekiranya tidak berkenan.
"Fight occurs when my insecurity meet yours"
::hihi::

Penghinaan, penghujatan, blasphemy atau apapun sebutannya, akhirnya kembali
kepada mental orang yang menerimanya. Kalau saya menghajar habis-habisan
seseorang karena mengatakan hidung saya miring 2 derajat ke kiri, itu sesungguhnya
cuma manifestasi dari kelemahan diri saya sendiri. Mungkin sayalah yang kurang pede
dengan tingkat kegantengan yang saya miliki....

pada kenyataannya, saya sih merasa sebagai orang paling ganteng sedunia
dan belum pernah perlu menghabisi orang lain karena dia menyebut saya jelek....
::ngakak2::

Apakah agama Islam banyak dihujat? bagi saya sih tidak lebih banyak dari penghujatan
terhadap agama-agama lain juga. Ambil contoh film Da-Vinci code, seorang teman
begitu berapi-api menunjukkan pada saya bahwa ini adalah bukti dari betapa bejatnya
agama Katolik. Saya tanya kepada keluarga saya yang katolik dan dia cuma tersenyum,
"... it's just a fiction, and a good one, I must say. I enjoyed the plot"

... lalu ada pula buku semacam "Black Pope" dan sejenisnya... terbit dengan landasan
keterbukaan sejarah, dan ada lagi teman-teman saya yang bersuka cita dengan
"penemuan" mereka bahwa benarlah Katolik itu agama yang bejat abis... sedangkan
keluarga saya itu cuma menjawab; "aren't we all learning from the past?"

Buku-buku itu tidak pernah ditarik dari peredaran, apalagi sampai dibakar. Yang saya
tahu malah Da-Vinci Code jadi best seller dan dicetak ulang. Sekarang malah ada versi
visualnya (lengkap dengan foto-foto).

Jadi biarkan FPI melakukan yang mereka pikir paling benar untuk dilakukan, mari kita
hindari Gramedia ketika gerombolan itu masuk ke sana. Selebihnya kita serahkan
pada yang berwajib....
(yeah, right) ::hihi::

BundaNa
15-06-2012, 08:05 AM
Bagaimana kalau ini bentuk dari kelemahan umat Islam itu sendiri? Bahwa muslim tidak punya posis tawar di dunia ini, sehingga macam fpi depresi dan melakukan tindakan2 yg akibatnya makin di blow up untuk merusak islam itu sendiri? (Meski isu umumnya fpi adalah peliharaan pemerintah).

Seperti juga geng pengebom yg gw pandang geng frustrasi yg meledak amarahnya karena Islam dipinggirkan secara sosial politik di dunia ini, dan akhirnya tindakan anarkhis yg muncul, meski gw tetep mengutuk bom2 itu (seperti juga aksi teror lain di luar agama islam).

Sesungguhnya seperti kata Rasulullah (kurang lebih kutipannya begini, ntah shahih ntah tidak) "Ada masanya dimana umatku seperti buih di pantai. Jumlahnya banyak tetapi gampang terpecah belah."

Seperti itulah yang terjadi sekarang. Dan masih saja muslim dipaksa non muslim untuk saling berhadapan pada kasus buku ini.

This is all moslem's choice, bijaksana dengan mengabaikan buku2 ga penting itu atau ngamuk2 dengan merusak property ga penting itu.

Pendapat saya seperti itu bagi orang2 yg demen memprovokasi. Mereka tidak mendapatkan apa2 selain nafsu untuk terus mengusik dan memprovokasi orang.

*efek abis ngaji sama anak2 ::ngakak2::

Memang butuh kebijakan untuk kuat -_-

purba
15-06-2012, 12:23 PM
Jadi biarkan FPI melakukan yang mereka pikir paling benar untuk dilakukan, mari kita
hindari Gramedia ketika gerombolan itu masuk ke sana. Selebihnya kita serahkan
pada yang berwajib....


Menurut ane, aksi FPI seperti pada kasus Gramedia atau Irshad Manji tidak bisa dibiarkan, setidaknya secara mental. Kalo dari segi praktis, memang lebih baik menghindar ketika FPI sedang melakukan aksi fisiknya, dari pada kena pentungan nyasar...

:))

daylight
15-06-2012, 01:16 PM
Dari pandangan saya FPI bukanlah orang yang frustasi dari keterpinggiran sosial politik, malah sekarang terkesan ada pembiaran dari negara atas aksi2 mereka yang membuat mereka tambah besar kepala dan merasa di atas angin. ::arg!::

Saya rasa negara bukan takut mengambil langkah hukum atas mereka, negara justru takut atas tekanan mayoritas masyarakat yang munafik, dimana di depan mereka terkesan mengutuk atau diam, tapi di dalamnya mereka justru memaklumi bahkan mendukung aksi dari FPI tersebut.::doh::

Terus untuk tindakan Gramedia yang membakar sendiri bukunya,nah inilah sebenarnya contoh rasa frustasi, hahahhaha::hohoho::

Inilah hidup, tidak ada keadilan bagi orang yang hidup. Ya iyalah secara orang mati sudah gak bisa protes , wkwkwkwk::ngakak2::

purba
15-06-2012, 01:16 PM
kalau Muhammad ngga dibungkam Qurasy, maka se
lamanya dia ngga akan jadi apa-apa...

Kalau ngga dibungkam orba, Pram ngga akan mene
lurkan karya-karya besarnya...

dari sudut pandang pejuang, pembungkaman dan pe
ngekangan kebebasan adalah jalan menuju kebesar
an...

Kesimpulan apaan nih? Baik Muhammad maupun Pram menjadi hebat bukan karena dibungkam, tetapi memang mereka memiliki idea yg cemerlang. Pengikut Muhammad bertambah banyak justru ketika dia di Madinah, lepas dari pembungkaman. Malah lebih banyak penulis menjadi hebat ketika tidak ada pembungkaman. Bukti yg sederhana, lihat saja tema buku2 yg dijual di toko2 buku ketika Orba dan sekarang, mana yg lebih banyak? Jaman Orba kisah G30S, itu2 saja. Coba sekarang, banyak sekali versi ttg G30S. Jadi tidak perlu membenarkan apa yg dilakukan Islam garis keras selama ini, pembungkaman idea berbeda. Jangan mentang2 KTP sama2 Islam, maka dibela habis2an. Gak jamannya lagi coy...

:))

Serenade
15-06-2012, 02:17 PM
"Kemarahan berakar dari ketakutan... "

jangan tanya itu kata siapa dan bagaimana tingkat kesahihannya, karena kalimat itu
ciptaan saya sendiri silakan ditolak sekiranya tidak berkenan.

Hmm ... bila ini hasil pikiran Anda, memang benar, kok, krn telah ada tulisan2 psikologi mengenai masalah ini :)

Fight occurs when my insecurity meet yours"
::hihi::

- - - Updated - - -


Bagaimana kalau ini bentuk dari kelemahan umat Islam itu sendiri? Bahwa muslim tidak punya posis tawar di dunia ini, sehingga macam fpi depresi dan melakukan tindakan2 yg akibatnya makin di blow up untuk merusak islam itu sendiri? (Meski isu umumnya fpi adalah peliharaan pemerintah).

Seperti juga geng pengebom yg gw pandang geng frustrasi yg meledak amarahnya karena Islam dipinggirkan secara sosial politik di dunia ini, dan akhirnya tindakan anarkhis yg muncul, meski gw tetep mengutuk bom2 itu (seperti juga aksi teror lain di luar agama islam).

Sesungguhnya seperti kata Rasulullah (kurang lebih kutipannya begini, ntah shahih ntah tidak) "Ada masanya dimana umatku seperti buih di pantai. Jumlahnya banyak tetapi gampang terpecah belah."

Seperti itulah yang terjadi sekarang. Dan masih saja muslim dipaksa non muslim untuk saling berhadapan pada kasus buku ini.

This is all moslem's choice, bijaksana dengan mengabaikan buku2 ga penting itu atau ngamuk2 dengan merusak property ga penting itu.

Pendapat saya seperti itu bagi orang2 yg demen memprovokasi. Mereka tidak mendapatkan apa2 selain nafsu untuk terus mengusik dan memprovokasi orang.

*efek abis ngaji sama anak2 ::ngakak2::

Memang butuh kebijakan untuk kuat -_-

Aku nanggepin yg ditebalin.
Menurutku masalah FPI hanya bisa diselesaikan oleh umat muslim sendiri.
Tapi yg sering jadi masalah, banyak yg setuju dg tindakan mereka, baik yg bersuara maupun tidak. Sehingga tidak melakukan yg diperlukan. Walaupun kemudian ada suara2 yg menentang mereka, akhirnya tenggelam saja krn tak mendapatkan dukungan yg cukup.
Mungkin yg non muslim bukan bermaksud buat memprovokasi.
Coba lihat kritikan dg negatif duluan, walaupun sebagian emang bermaksud buruk, ada jg yg berkata2 buat kebaikan bersama.

BundaNa
15-06-2012, 02:31 PM
Ibaratnya seren, kalau tokoh panutan agamamu dihina sebagai orang bejad, apakah bisa ditolerir? Membakar buku, saya tidak setuju. Buat apa? Malah jadi aksi teatrikal dan iklan gratisan. Kalau gramed mau berniat baik dari awal, mencetak buku ini dengan banyak pagar dimana hanya kalangan tertentu sebagai sasaran marketing.

Kecuali kalau niatnya dari awal memang seperti itu...

Fpi? Seperti postingan saya sebelumnya. Apa ga aneh, berkali2 melakukan tindakan keras tapi aparat tidak banyak bicara? Masalahnya bukan di orang islam, tapi aparat yg tidak bisa tegas. Saya paling banter teriak2 ga setuju di KM. Class action mungkin minta fpi dibubarkan. Masalahnya, kenapa ga dibubarkan sendiri sama aparat?

Kenapa pfi yg berbuat telunjuknya ke muslim secara keseluruhan?

ndableg
15-06-2012, 04:31 PM
Kalo menurut saya sih orang2 itu terlihat cemen. Ibaratnya kalo gw tukang nge-bully, t'rus gw nemu anak yg enak di bully, makin kenceng gw nge-bully-nya. Jadi kalo gw ambil tuh permen si anak, t'rus dia mewek, semakin kenceng meweknya, semakin seneng bullier mem-bully korbannya. Baru dipancing dikit, ud marah2, disentil dikit, ud rame. Ini justru menunjukkan betapa lemahnya karakter bangsa. Diapa2in dikit mewek. Makin gemes aja gw godainnya.

Bbrp muslim yg punya channel di youtube itu biasanya lebih cerdas. Instead of MEWEK, mereka membuat video2 kreatip yg kira2 membalas dgn argumen2 dan bukti2 visual. Yg biasanya berakhir dgn no comment dari pihak yg dibales. Tapi memang ga perlu dikomen karena saudara2 muslimnya yg tukang mewek ud kepancing dan bikin suasana makin keruh.

ndableg
15-06-2012, 04:34 PM
Kenapa pfi yg berbuat telunjuknya ke muslim secara keseluruhan?

Tugas muslim juga memperingatkan saudara2nya yg tukang mewek. Karena mereka terlihat spt pelengkap dalam sandiwara ini.

Serenade
15-06-2012, 05:25 PM
Ibaratnya seren, kalau tokoh panutan agamamu dihina sebagai orang bejad, apakah bisa ditolerir?

Kalo ini beneran aku ngalemin spt itu, aku mah ngerasa tokoh panutanku sdh berbahagia di surga sana. Mo dia katain kek, difitnah kek, dia pasti cuma tersenyum dan asyik menikmati cahaya kemuliaan Tuhan.
Bila aku mampu, aku akan berusaha meraih sebisa mungkin para pendengar dan mengatakan bahwa itu ga bener.


Membakar buku, saya tidak setuju. Buat apa? Malah jadi aksi teatrikal dan iklan gratisan. Kalau gramed mau berniat baik dari awal, mencetak buku ini dengan banyak pagar dimana hanya kalangan tertentu sebagai sasaran marketing.

Kecuali kalau niatnya dari awal memang seperti itu...

Yah, kalo ngeliat potongan berita yg dikasih oleh Nowitzi, sptnya FPI menjadi puas kalo ada bentuk nyata pembakaran. Aku mah ngeliat sisi ekonomisnya aja, dibakar lebih efisien dan cepat dibanding cara lain, spt mesin potong kertas. Lebih murah tanpa beli atau ngerusak mesin yg ada.


Fpi? Seperti postingan saya sebelumnya. Apa ga aneh, berkali2 melakukan tindakan keras tapi aparat tidak banyak bicara? Masalahnya bukan di orang islam, tapi aparat yg tidak bisa tegas. Saya paling banter teriak2 ga setuju di KM. Class action mungkin minta fpi dibubarkan. Masalahnya, kenapa ga dibubarkan sendiri sama aparat?

Kenapa pfi yg berbuat telunjuknya ke muslim secara keseluruhan?

Besar resikonya ngelawan FPI padahal masalah cuma "kecil" gini?
Bbrp anggota FPI selalu pasang badan ketika mereka diajukan ke pengadilan dan dg dalih sdh mematuhi hukum, tetep aja kekerasan jalan terus.

Dan siapa sih yg menyamakan FPI dg muslim scr keseluruhan?
Aku bilang, menurutku, masalah FPI cuma bisa diselesaikan internal umat muslim.
Mengingatkan satu sama lain bukannya wajib, ya?
Dan apa bener BundaNa cuma bisa teriak2 ga setuju di KM? Pastinya nggak lah :)

E = mc˛
15-06-2012, 05:39 PM
berdasarkan berita ini: http://ciricara.com/2012/06/14/gramedia-bakar-buku-yang-dianggap-menghina-nabi/

sebelum Gramed memutuskan membakar buku, ada 3 tuntutan yg diajukan MUI: menarik buku, meminta maaf, dan memusnahkan. Sebelum membakar, Gramed memutuskan membakara, Gramed udah lakuin dua hal lainnya. Tinggal memusnahkan. Ada banyak metode pemusnahan buku. diancurin, dikubur, atau yg paling gampang: dibakar. Gramed milih opsi yg terakhir, karena selain paling mudah, juga saya pikir memang ada muatan motif lain. Aksi pembakaran buku adalah metode satir yg sering digunakan oleh rezim yg melarang sebuah buku beredar di wilayahnya. Membakar buku juga merupakan sebuah alusi thp dibungkamnya kebebasan--coba saja baca novel distopia gelap Fahrenheit 451-nya Ray Bradbury.

jadi, kalau hanya melihat pembakaran buku sbg "ajang promosi iklan agar bukunya jadi langka dan mahal" saya pikir alasan ini sangat sempit sekali. Toh edisi bajakannya pasti bakal banyak (seperti kasus Gurita Cikeas). Orang juga bakal mikir buat apa beli buku "gituan" mahal-mahal jika edisi enggresnya jauh lebih murah, atau versi digitalnya gampang didonglot. Isi yg kontroversial cuma beberapa halaman. mending potokopi saja :cengir:

Ronggolawe
15-06-2012, 08:29 PM
Memang sengaja dibakar, untuk lebih memojokkan
umat Islam, untuk menunjukkan umat Islam tidak
toleran...

Semut saja diganggu akan menggigit, emang yang
namanya provokator kerjanya begitu, ngulik-ngulik
orang yang lagi damai :)

- - - Updated - - -

Ngga usah jauh-jauh... di KM saja boleh dibanding
kan, lebih banyak mana thread yang mencari-cari
kesalahan umat Islam, dibandingkan umat-umat la
innya :)

BundaNa
15-06-2012, 09:02 PM
^
That's my point is.

Aksi teatrikal demi iklan gratis, "itu lho FPI yang atas nama Islam maunya mewek mulu, makanya gw kasih permen."

Kalau niat gramed baik, dia harusnya antisipasi dan berhitung2 mau nerbitin versi terjemahan apa kagak.

Kalau versi tertentu kan kalangan tertentu yang mau beli ::hihi::

Well Ronggo, gpp deh Islam dihujat, biar TS ada kerjaan ;D

purba
16-06-2012, 02:36 PM
Memang sengaja dibakar, untuk lebih memojokkan
umat Islam, untuk menunjukkan umat Islam tidak
toleran...

Masih saja menyalahkan orang lain. MUI yg menuntut buku2 tsb dibakar.



Ngga usah jauh-jauh... di KM saja boleh dibanding
kan, lebih banyak mana thread yang mencari-cari
kesalahan umat Islam, dibandingkan umat-umat la
innya :)

Benarkah? Nih lihat link KM berikut:

http://www.kopimaya.com/forum/forumdisplay.php/59-Kajian-Teologi

Siapa yg getol melecehkan keyakinan orang lain?

:))

BundaNa
16-06-2012, 03:52 PM
Berapa banding berapa? Islam dihujat sama agama lain dihujat? -_-

PERMANDYAN
16-06-2012, 04:47 PM
mmm....
permandjan pernah membatja seboeah artikel ataoe tepatnja seboeah renoengan...
moengkin dalam kalangan islam mengetahoeinja...
dalam renoengan terseboet mentjeritakan tentang nabi moehamamad jang diloedahai oleh seseorang katika nabi moehammad melewati roemahnja, dan itoe sering terdjadi... namoen soeatoe saat ketika nabi moehammad melewati roemah orang terseboet, tetapi nabi moehammat tidakmendapati semboeran loedah sehingga nabi moehammad mendekati roemah terseboet dan memasoeki serta menanjakan apa jang terdjadi, dan mengetahoei perilakoe nabi moehammad terseboet sehingga orang terseboet mendjadi pengikoetnja....

jang maoe permandjan ambil dari kisah terseboet adalah mengapa nabi moehamamd sendiri tidak marah dan memoesoehi orang terseboet, tetapi kebanjakan orang orang jang mengakoe islam haloean keras dan mendjoendjoeng tinggi djoendjoengannja serta ingin mengikoeti soeri teladannja malah terlihat berbalik seratoes delapan poeloeh deradjat ketika merasa sang djoendjoengnja dianggap (ter)hina...

ataoekah tjerita itoe hanjalah hoaks belaka...(?) MAAF........

gogon
16-06-2012, 04:47 PM
kok threadnya cuman 1? Lah yg jelek2in islam berapa? ;D tapi orangnya itu2 aja sih, dan postingannya juga gitu2 aja.
Ibarat pepatah: Same sh!t, different day thread

Serenade
16-06-2012, 07:22 PM
Yang terselip di thread2 lain jg ada.
Tapi udahla ... krn itu aku jd rajin gugeling dan malah nambah pengetahuan baru walaupun stlh cukup lama dan jadi basi buat diklarifikasi.

nurdin
27-06-2012, 01:19 PM
Hukum positif kita memang melarang penghujatan seperti yg dilakukan oleh Gramedia.

Itulah konsekuensi dari Pancasila.

purba
28-06-2012, 01:33 AM
Hukum positif kita memang melarang penghujatan seperti yg dilakukan oleh Gramedia.

Mengatakan Muhammad perampok adalah sebuah hujatan?

Mengatakan Yesus seorang manusia, hujatan gak?

:))

Alip
28-06-2012, 05:18 AM
^
Waduh, Eyang Purba baru sholat tahajud nih, postingnya malem banget...::hihi::

Tapi saya sendiri merasa ini poin yang bagus. Beauty is in the eye of the beholder...::ngakak2::

Yang dilakukan oleh Rasulullah sebelum terjadi perang besar semacam Badar memang bisa dikategorikan perampokan... meski merupakan taktik dari perang gerilya, dilakukan di bawah aturan tertentu yang sudah dipahami dan dipatuhi oleh sekalian bangsa Arab, dan sudah menjadi bagian dari budaya kaum nomad pada masa itu (tidak hanya di Arab, di Mongol dan Rusia hal ini juga merupakan tradisi), tapi tetap secara definisi adalah perampokan. Buat saya sih sebutan itu samasekali bukan hujatan dan tidak perlu acara bakar buku segala.

Makanya politik/hukum blasphemy itu mestinya sudah kita tinggalkan... majukan dialog antar pemahaman. Toh, blasphemysm akhirnya cuma ditentukan oleh siapa yang sedang bawa pedang.::arg!::

purba
28-06-2012, 12:32 PM
^ ::hihi::

Kalo muslim Indonesia kayak mbah Alip semua, kan enak, bisa memilah mana yg keyakinan, mana yg historis.

Juga terlihat bahwa merampok pun bagi masyarakat tertentu pada suatu tempat dan masa tertentu pula bukanlah sebuah perbuatan yg dinilai salah. Sama juga dgn perbudakan atau perdagangan orang, dulu dan sekarang punya nilai yg bertolak belakang. Nilai2 itu berevolusi.

Mungkin perlu topik baru membahas ttg penghinaan. Apa kriteria suatu tulisan, lisan, atau tindakan digolongkan sbg penghinaan. Inilah pentingnya filsafat.

spears
28-06-2012, 01:03 PM
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com--Buku karangan Irshad Manji yang berjudul "Allah, Kebebasan dan Cinta" dilarang beredar di Malaysia berdasar keputusan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), karena dinilai bertentangan dengan ajaran Islam.

Wakil Menteri pada kantor Perdana Menteri Datuk Dr Mashitah Ibrahim mengatakan keputusan itu diambil setelah kajian mendapati bahwa buku tersebut mengandung ajaran liberalisme yang bisa menimbulkan kesalahpahaman di kalangan umat Islam.

"Penelitian JAKIM juga mendapati Irshad mencoba mempengaruhi pembaca supaya menggunakan akal secara bebas dalam menafsir ajaran agama," katanya seperti dikutip harian Berita Harian, Kamis.

Sementara itu Sekjen Kementerian Dalam Negeri (KDN) Datuk Abdul Rahim Mohd Radzi mengatakan telah menerima hasil kajian JAKIM dan tengah menelitinya kembali.

Ada beberapa proses perlu dibuat tetapi tindakan akan diambil secepat mungkin, ujarnya. "Berdasarkan prosedur, KDN memastikan buku yang diharamkan tidak lagi dijual dan kedai buku lazimnya bertanggung jawab," katanya.

Buku karya pengarang warga Kanada kelahiran Uganda tersebut diterjemahkan dari bahasa Inggris dan diluncurkan di Kuala Lumpur sejak Sabtu (19/5) lalu.

Sebelumnya, Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) melarang ceramah dan forum Irshad di negara bagian itu, termasuk acaranya di Universitas Monash dan Universitas Islam Antarbangsa Malaysia.

Pada Rabu (23/5) malam, Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) mulai menggelar operasi dan menyita beberapa buku Irshad versi bahasa Inggris maupun bahasa Melayu.

Diperkirakan ada sekitar 500 buku terjemahan yang sudah dicetak.

http://oase.kompas.com/read/2012/05/25/03154527/Buku.Irshad.Manji.Dilarang.di.Malaysia
http://id.berita.yahoo.com/buku-irshad-manji-dilarang-beredar-di-malaysia-014307694.html

-----------------------------------


err..wait..ini bukan ngomongin buka Irshad Mandji yaa ::ungg::

ya dah numpang posting aja..
Alhamdulillah bgt tuh buku sesat dilarang juga di negeri tetangga.
suram deh........... ::ngakak2::


Alhamdulillah juga umat islam di indonesia spt apa adanya skrg, bukan spt yg diharapkan purba (supaya kayak si Alip)
jadi org2 kayak Purba semakin terpinggirkan.

sedgedjenar
04-07-2012, 01:09 PM
owalaaaahhh... kasus gramedia mbakar buku ternyata ini tho ?
soalnya sering mbaca headlinenya aja, tapi gak liat isinya.
Cuma sekilas berprasangka aja, mungkin buku yg dibakar itu adalah buku2 yang nggak laku setelah diskon. ::doh::

Maklum kena efek acara diskon gede2 an gramed di depan kantor

::ngakak2::

ndableg
07-07-2012, 04:46 PM
Marketing gramedia emang top dah.. bisa adopt situasi politik dalam strategi marketing.