PDA

View Full Version : Kisah Menara Babel



beastmen85
11-06-2012, 01:11 AM
gw ga tau kisahnya.
udh googling tp cmn dpt gambaran kasarnya.

ceritain dunk.
gw pgn ceritanya yg detil, rinci dan jelas ^^

link jg gpp. asak jgn google book.
kalo bisa bhs indon aja. gw ga bs enggres :p

makasih sblmnya :)

AsLan
11-06-2012, 01:28 AM
Setelah Tuhan membuat bajir besar yang mematikan hampir semua orang, hewan dan tumbuhan, Tuhan memerintahkan semua yang hidup untuk menyebar keseluruh dunia.

Tapi manusia tidak mau menyebar melainkan berkumpul di satu tempat dan membuat menara Babel, menara ini gunanya untuk penunjuk jalan bagi orang yg tersesat agar bisa kembali ke kumpulan.

Tuhan tidak suka dengan hal ini maka saat itu Ia membuat orang2 disitu menjadi banyak bahasa.

Karena bahasa yg berbeda2 akhirnya mereka terpaksa berpisah dan mencari wilayah sendiri2 sesuai dengan bahasa2 masing2.

Ray Surya
11-06-2012, 02:03 AM
Setelah Tuhan membuat bajir besar yang mematikan hampir semua orang, hewan dan tumbuhan, Tuhan memerintahkan semua yang hidup untuk menyebar keseluruh dunia.

Tapi manusia tidak mau menyebar melainkan berkumpul di satu tempat dan membuat menara Babel, menara ini gunanya untuk penunjuk jalan bagi orang yg tersesat agar bisa kembali ke kumpulan.

Tuhan tidak suka dengan hal ini maka saat itu Ia membuat orang2 disitu menjadi banyak bahasa.

Karena bahasa yg berbeda2 akhirnya mereka terpaksa berpisah dan mencari wilayah sendiri2 sesuai dengan bahasa2 masing2.
jadi yang dapat Bahasa Jawa terpaksa kabur ke Pulau Jawa?
::ngakak2::

BundaNa
11-06-2012, 06:15 AM
Kalo liat geografis purba dulu kan beberapa benua dan pulau ada yg tergabung, jadi kao pada nyebar masih bisa kali *ngasaldotcom

E = mc²
11-06-2012, 08:56 AM
masukin ke forum agama deh kayaknya Ca (harusnya sih sejarah). lebih cocok di sono :-?

catatan manuskrip sejarah menunjukan bahwa tinggi menara ini ada 7 tingkat meski sebagian ada yg menyebutnya cuma sampai 5. kegunaannya jelas sbg simbol kota dan religi, meski banyak yg yakin juga bahwa di tingkat tertinggi digunakan untuk penyelidikan astronomi awal

menara babel (menara babilonia) dan taman gantung babilonia adalah dua bangunan berbeda.

Sampai sekarang belum ada bukti arkeologi yang membenarkan adanya kota di Babel sebelum dinasti pertama (± 1800 sM). Tapi tradisi Babilonia dan suatu naskah dari Sharkalisharri, menceritakan bahwa raja dari Agade kr 2250 sM membangun kembali menara kuil (ziggurat) di Babel. Informasi itu menyarankan bahwa sebelumnya telah ada kota suci di tempat tsb. Tindakan Sargon mungkin menguatkan ini. Penggunaan tanah liat yang dibakar untuk bata dan penggunaan aspal sebagai lepa (Kejadian 11:3) telah diceritakan sejak waktu sebelumnya. Mungkin aspal itu diapungkan di Sungai Efrat dari Het.

'Menara Babel', istilah yang tidak terdapat dalam Perjanjian Lama, biasa-nya menunjuk kepada menara (migdol) yang dibangun menjadi tanda tertinggi yang berhubungan dengan kota itu dan pemuja-pemujanya. Pada umumnya dianggap, bahwa sama seperti kota itu, menara tersebut juga belum selesai dibangun (ayat 8), dan bahwa itulah menara kuil bertingkat atau ziggurat dengan banyak tingkatan. Bentuk ini dikembangkan di Babel pada ± 3000 sM mulai dari temenos atau panggung yg menyangga suatu kuil yg dekat dengan kuil-kuil kota (seperti di Erekh dan 'Ukair). Setelah singgungan naskah Sharkalisharri ziggurat di Babel, yang dikemukakan kemudian adalah yang berhubungan dengan pemugarannya oleh Esarhadon thn 681-665 sM. Hal ini disebut Etemenanki dalam bahasa Sumer (pembangunan dasar panggung langit dan bumi) dan dihubungkan dengan kuil Marduk Esagila, 'bangunan yang puncaknya adalah langit'.

Sangat mungkin bahwa bangunan yang dianggap keramat itu meniru suatu bangunan yg lebih tua. Menara ini mengalami kerusakan besar dalam perang tahun 652-648 sM, tapi diperbaiki lagi oleh Nebukadnezar II (605-562 sM). Bangunan inilah yang sebagian ditemukan oleh Koldewey pada tahun 1899. Herodotus, sewaktu perkunjungannya ± 460 sM, menceritakan tentang bangunan ini, yang juga dibicarakannya dalam suatu papan (tablet) dengan tulisan Mesir kuno dari tahun 229 sM (Louvre, AO 6555). Dengan demikian dimungkinkanlah membuat gambar menara berikutnya.

Lantai dasar menara itu berukuran 90 X 90 m dan tingginya 30 m. Di atas lantai dasar itu dibangun lima lantai, tiap lantai tingginya 6-18 m. Makin ke atas makin kecil ukuran lantai-lantai itu. Sebagai mahkota dari bangunan itu, pada tingkat yang paling atas adalah bangunan kuil. yang dalam anggapan zaman itu menjadi tempat kehadiran sang dewa bila berurusan dengan manusia. Sarana penghubung adalah tangga atau jalan landai. Bagan paling akhir dari suatu ziggurat bertingkat tujuh menunjukkan bahwa tingginya adalah sama dengan lebar dasarnya, dengan suatu kuil berbentuk kubus terletak di puncaknya. Ziggurat-ziggurat yang serupa terdapat di Asyur, Ur, Calah, Erekh dan di Niniwe.

Sebuah Ziggurat tinggi di Babel dirusak oleh Xerxes pada thn 472 sM. Aleksander membersihkan puing-puingnya dengan maksud membangunnya kembali, tapi urung karena ia meninggal. Patok-patok batasnya kemudian dibuang oleh penduduk setempat, dan kini tempat dari apa yang disebut Etemenanki itu adalah suatu lubang (Es-Sahn) yang dalamnya sarna dengan tinggi bangunan asli.

Para pelancong pada segala abad selalu berusaha menemukan tempat menara Babel yang telah menjadi puing itu. Ada yang menyamakannya dengan Es-Sahn tadi, yang lain menyamakannya dengan sisa-sisa yang telah menjadi seperti kasa, yakni sisa-sisa dari ziggurat yang masih ada di Borsippa (mod Birs Nimrud), 11 km di sebelah tenggara Babel, kemungkinan dari zaman Neo-Babilonia.

Dugaan lain berkata bahwa tempat menara seperti yang disinggung dalam Alkitab, adalah di Dur-Kurigalzu (Aqar Quf), di sebelah barat Bagdad. Tapi kota ini dibangun kr 1400 sM. Yang dapat dikatakan dengan pasti adalah, bahwa cerita Kitab Kejadian tentang menara adalah bersifat sejarah yg dapat dipercaya mengenai bangunan-bangunan yang tidak bisa ditemui lagi.

Lokasi persis Menara Babel masih diperdebatkan.

Beberapa ahli menghubungkan penglihatan Yakub tentang tangga dan 'pintu gerbang ke sorga' (Kejadian 28:11-18) dengan suatu ziggurar scperti pernah dibangun di Babel.

Menurut Kejadian 11:9 campur tangan Allah dalam pembangunan Babel mengakibatkan kekacauan bahasa-bahasa dan kemudian penyebaran manusia, mungkin pada zaman Peleg (Kejadian 10:25).

Menara Babel telah menjadi legenda dan dijadikan lambang kecongkakan manusia dan kejatuhannya yang tidak dapat dihindari.

AsLan
11-06-2012, 08:56 AM
Masalah penyebaran mahluk hidup ke seluruh dunia memang sudah diteliti oleh banyak ilmuwan koq.

Banjir besar menyebabkan perubahan iklim, dan untuk sementara waktu terjadi jaman es. Saat itu banyak benua yang terhubung oleh es sehingga bisa dilalui oleh manusia dan hewan darat.

Ada juga teori yang menjelaskan mengenai Land Bridge yaitu daratan yang menghubungkan beberapa wilayah.
Contohnya Bering Land Bridge yang menghubungkan Asia dengan Amerika, Doggerland yang menghubungkan Inggris dengan Eropa dll.

Land Bridge ini kemudian menghilang, bisa karena naiknya permukaan air laut atau bencana lokal.

Teori ini bisa dipakai untuk menjelaskan berbagai kesamaan mahluk hidup di benua2 yang berbeda, misalnya kelompok binatang berkantung (marsupial) di benua Australia dan Amerika.

Ray Surya
11-06-2012, 09:54 AM
banjir besar nuh cuma terjadi di wilayahnya nuh doang. indon & aussie gak kena

gogon
11-06-2012, 10:07 AM
biar lebih mantep diskusinya, gw pindahin ke forum DLA ya :)

di Islam, ada kisah menara babel ini ngga sih? kyknya gw blom pernah denger :D

E = mc²
11-06-2012, 10:47 AM
setau saya, dalam quran tidak ada spesifik penyebutan nama menara babel, tp ada ayat yg ditafsirkan merujuk kpd menara babel tsb

coba saja baca di sini: http://bangunharyadi.blogspot.com/2012/02/menantang-tuhan-menara-babel-dibangun.html

BundaNa
11-06-2012, 11:33 AM
Ini jadi pembuktian juga ga bahwa ada bahasa sebagai induk semua bahasa? Apa tuh?

E = mc²
11-06-2012, 11:59 AM
beberapa bahasa memang memiliki kaitan dg bahasa lain seperti persamaan kata dasar, dll. tapi untuk menunjukan bahasa mana yg jadi cikal bakal semua bahasa, jelas bukan perkara gampang. apalagi beberapa bahasa native yg muncul di suku-suku terpencil benar-benar berbeda bahkan dari suku terdekat sekitarnya seperti beberapa bahasa asli di pedalaman papua, indian, dll.

misalnya di Patagonia Argentina, ada suku yg namanya Teushen. sekarang suku ini punah karena mereka hidup dalam kondisi luar biasa ekstrem--telanjang, hobi renang di es untuk nangkap ikan, dan amat sangat dekat dg kutub selatan. dulu ketika suku ini masih hidup, tak ada satupun orang di luar suku ini yg mengerti mereka ngomong apa.

semua suku-suku di kawasan terpencil ini, seperti Yaghan, Alucaluf, Selknam, dan sebagainya, hidup saling terisolir satu sama lain, mengembangkan bahasa-bahasa aneh satu sama lain yg tidak saling dimengerti. Sekarang penutur bahasa suku ini paling cuma beberapa orang kalu gak udah punah. Sulit dipelajari karena padanan kosakata yg tak terdapat di bahasa lain, jelas menyulitkan upaya pelacakan bahasa "induk" suku tsb.

Di Papua kondisi sama persis terjadi. Suku yg terkenal di Papua paling cuma Asmat dan Dani, padahal ada ratusan (atau ribuan?) suku di sana yg punya bahasa masing-masing. Coba saja baca bukunya Ensiklopedi Suku Bangsa Indonesia-nya Zulyani Hidayah. Bakal bengong dg keragaman suku di Papua yg amat luar biasa kompleks dan ekstrem dibandingkan suku lain di pulau lain.

beastmen85
11-06-2012, 01:00 PM
bisa dijelaskan secara masuk akal ttg perpecahan bahasa di menara babel itu?
benernya itulah yg bikin gw tertarik dgn kisah ini.

saya heran dgn proses gmn org yg tinggal satu daerah. satu bahasa dan tiba2 masing2 orang punya bahasa sendiri2.

dan. kenapa nyebar? lain bahasa kan ga harus nyebar.

apa ada ya penyakit yg membuat org jd punya bahasa sendiri? :D

- - - Updated - - -

em. saya pernah dengar kisah ttg menara babel yg agak lebih esoteris. klenik.

ttg wanita yg berkepala tujuh dan mengendarai gunung itu ya? atau ular2? yg jelas simbol kecongkak-an manusia ::ungg::

*busyet. baru kali ini gw penasaran bgt ma sejarah ::hihi::

E = mc²
11-06-2012, 01:34 PM
maksut situh yg ada di Kitab Wahyu ya? dudul, itu mah metafor -_-

Wahyu 12: 3: "Seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh."
Wahyu 13: 1: "Lalu saya melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh."
Wahyu 17: 3: "Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas Seekor binatang yang merah ungu.... Mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk."
Wahyu 17: 9, 10 "Ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, ketujuhnya adalah juga tujuh raja (kerajaan)."

beastmen85
11-06-2012, 01:40 PM
^ oh. ya yg itu ::ngakak2::

eh mus. trs ttg bahasa yg pecah itu gmn?

E = mc²
11-06-2012, 01:55 PM
yang saya fahami sih tidak secara harfiah seperti itu. Tuh Aslan yg harfiah seperti itu mah, tanya saja ke beliau, takut salah sayah, soalnya sayah juga penasaran :D

beastmen85
11-06-2012, 02:15 PM
nunggu pembabaran.

dan barusan baca ttg glossolalia dr wiki. apa mungkin sebelumnya gitu ya?

E = mc²
11-06-2012, 02:27 PM
kalo glossolalia, harus ditanyainnya ke orang dr Pentakosta, dulu ada temen sy dr pentakosta, tp sekarang entah dmn dia :(

AsLan
11-06-2012, 03:36 PM
Duh kalo glosolalia itu pembahasannya dalem, yang pasti saya gak percaya di jaman sekarang masih ada glosolalia, terutama karena Kitab Suci (Kristen) sudah turun secara lengkap dari Kisah Penciptaan(Kejadian), Penyelamatan (Injil) sampai Penghakiman (Wahyu).

Mengenai pecahnya bahasa2 itu sudah jelas sebuah Mujizat, Divine Intervention.

Manusia juga awalnya tidak menciptakan bahasa.

Bahasa tidak terprogram didalam otak bayi, bahasa harus diajarkan.
Seorang Ahli bahasa mengatakan bahwa Manusia tidak mungkin menciptakan bahasa hanya karena perkembangan otak karena bahasa membutuhkan kerjasama yg kompleks antara otak dan organ tubuh (pita suara, sistim pernafasan, lidah, sinus, telinga dll)


The morphological requirements for speech do not rely on the existence of a single organ, but depend on the simultaneous availability of a voice-producing mechanism, a suitable throat cavity (together with the tongue), and a highly complex control system (the brain).

H. Gipper, ahli bahasa dari Jerman mengatakan bahwa bahasa manusia bukan sekedar perkembangan dari sistim komunikasi di dunia binatang.
Bahasa manusia bukan sekedar alat komunikasi namun juga sebagai Media Pemikiran dan Pengetahuan.


Jadi, bahasa adalah pemberian langsung dari Tuhan untuk manusia.

Setelah bahasa diberikan kepada manusia, manusia bisa mengembangkannya dan menciptakan berbagai kosa kata baru maupun berbagai dialek.


Tuhan merupakan awal dari banyak hal:
Awal dari keberadaan, awal dari kehidupan, awal dari keragaman hayati, awal dari keberadaan manusia, awal dari bahasa manusia, awal dari keragaman bahasa manusia dll

Kalau manusia ingin membuang Tuhan, maka ada lubang besar yang takkan pernah terjawab oleh Science, yaitu The origin of... macem2.

kandalf
11-06-2012, 04:13 PM
Sebenarnya sudah tahu ceritanya, tetapi jadi baca kata-katanya lagi.

Tolong koreksi.


11:1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya k dan satu logatnya. 11:2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear 1 , l lalu menetaplah mereka di sana. 11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata m dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu n dan ter o gala-gala sebagai tanah liat. 11:4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, p dan marilah kita cari nama 2 , q supaya kita jangan terserak r ke seluruh bumi. s " 11:5 Lalu turunlah t TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 11:6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa u untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 11:7 Baiklah Kita v turun w dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing. x " 11:8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, y dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 11:9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, z karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa a seluruh bumi b dan dari situlah mereka diserakkan c TUHAN ke seluruh bumi.

Kenapa ya,
sekarang aku malah melihatnya jadi bersifat politis begitu. Gak secara harfiah.

beastmen85
11-06-2012, 06:10 PM
jgn2 yg dmaksud 'bahasa' di kitab tsb beda dgn 'bahasa' yg kita maksud.

btw @kandalf. politis gmn maksudnya?

@aslan. semisal saya percaya bahwa itu divine intervention, saya akan mempertanyakan kenapa sang divine being melakukannya? dan bagaimana? dan kenapa musti nyebar?

kandalf
11-06-2012, 06:52 PM
jgn2 yg dmaksud 'bahasa' di kitab tsb beda dgn 'bahasa' yg kita maksud.

btw @kandalf. politis gmn maksudnya?

Begini, menara Babel itu lambang kesombongan dan kayaknya rata-rata penafsir sepakat demikian (googling sekilas).

Bahasa itu adalah tidak netral. Satu kata, bisa memiliki pengertian berbeda-beda di setiap pikiran para pengucapnya. Kata Tuhan misalnya, dalam pikiran orang Yunani zaman dulu, orang Yahudi, orang Islam, orang Kristen, orang Buddha, bisa berbeda-beda.

Nah, yang kubaca sekilas, ketika orang-orang sama-sama merasa bahwa sebagai masyarakat mereka sudah sangat maju, mereka memiliki ide proyek yang ambisius. Tapi dalam perjalanan waktu ini, masing-masing memiliki kepentingan berbeda-beda dan akhirnya berbicara dalam bahasa berbeda-beda dan akhirnya proyek tersebut tidak pernah terselesaikan.

Kalau tadi Rumus sempat memberi tautan ke blog yang percaya teori konspirasi, teori konspirasi itu ada benarnya.

Uni Eropa bisa kita anggap sebagai menara babel yang baru di mana mereka ingin melepaskan diri dari dominasi Amerika dan kalau bisa memulai dominasi baru. Tetapi ketika ada krisis, baru tampak bahwa masing-masing negara punya kepentingan sendiri-sendiri dan untuk urusan membantu sesama anggota aja, urusannya bisa jadi ribet. Di sini tiap negara sudah mulai berbicara dengan 'bahasa' berbeda.

Pasal 11 itu kalau gak salah kan dilanjutkan dengan detail tersebarnya bangsa-bangsa kemudian dilanjutkan dengan Pasal 12 di mana Avraham disuruh pergi dari satu negara ke negara lain untuk membentuk bangsa lain, kan?

Jadi yang kupahami, pasal 11 ayat 1-9 itu peringatan bahwa 'merasa sebagai satu bangsa satu bahasa' itu semu dan bahaya perpecahan itu ada dan akan semakin cepat kalau komunitas/masyarakat itu sombong atawa cari nama.

ndableg
11-06-2012, 11:29 PM
Uni Eropa bisa kita anggap sebagai menara babel yang baru di mana mereka ingin melepaskan diri dari dominasi Amerika dan kalau bisa memulai dominasi baru. Tetapi ketika ada krisis, baru tampak bahwa masing-masing negara punya kepentingan sendiri-sendiri dan untuk urusan membantu sesama anggota aja, urusannya bisa jadi ribet. Di sini tiap negara sudah mulai berbicara dengan 'bahasa' berbeda.

Cocok kund
http://biblelight.net/tower-painting-parliament.jpg
http://biblelight.net/Louise-Weiss-Building-1.jpg

AsLan
11-06-2012, 11:52 PM
Kalau mengenai Uni Eropa, banyak yang melihatnya sebagai wujud dari mimpi Raja Nebukadnezar yang di tafsirkan oleh nabi Daniel.


Daniel

2:31 Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.
2:32 Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga,
2:33 sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.
2:34 Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk.
2:35 Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.
2:36 Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja:
2:37 Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan,
2:38 dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di manapun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu--tuankulah kepala yang dari emas itu.
2:39 Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.
2:40 Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.
2:41 Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.
2:42 Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.
2:43 Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.
2:44 Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya,
2:45 tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai."
2:46 Lalu sujudlah raja Nebukadnezar serta menyembah Daniel; juga dititahkannya mempersembahkan korban dan bau-bauan kepadanya.
2:47 Berkatalah raja kepada Daniel: "Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.".


Tafsiran banyak orang adalah seperti ini :

- Kepala patung dari emas itu adalah kerajaan Babilon.

lebih lanjut Daniel menjelaskan bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi. Kerajaan Babilon yang sangat termashyur itu suatu saat akan berakhir. Bahkan kerajaan yang akan menggantikannya tidaklah sehebat kerajaan Babilon.

- Setelah kerajaan yang kedua, akan ada satu kerajaan yang lain menggantikan yang kedua yaitu tembaga akan menguasai seluruh bumi.

Kerajaan ketiga ini adalah kerajaan Yunani. Kerajaan medo-parsi dikalahkan oleh Alexander Agung pada perang Arbela pada tahun 331 S.M, sehingga kerajaan Medo-Parsi pun runtuh dan kerajaan ketiga menguasai dunia, tepat sepeti yang dikatakan Daniel.

sesudah kerajaan ketiga yaitu tembaga, akan muncul yang keempat yaitu besi bercampur tanah liat. Kerajaan keempat ini akan meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu.

Setelah Alexander Agung meninggal di usia 33 tahun, maka kerajaan itu semakin melemah dan terbagi menjadi 4 bagian, hingga tanggal 22 juni 168 S.M, dalam peperangan di Pydna kerajaan Yuanani pun berakhir.

Kerajaan ini di gantikan oleh kerajaan keempat yaitu Kerajaan Roma yang dilambangkan dengan besi.

Kerajaan ini memang keras seperti besi, kerjaan yang kejam tak kenal belas kasihan. Kaisar Roma menyebut dirinya Allah dan menuntut penyembahan dan penurutan dari semua manusia.

kerajaan keempat ini akan terbagi menjadi 10 kerajaan yang dilambangkan dengan jari-jari patung itu sebagian dari besi sebagian lagi dari tanah liat.

Setelah berkuasa selama 600 tahun, kerajaan Roma berada pada ambang kehancuran. Politik yang korup dan moral yang merosot dari para pemimpinnya, membuat stabilitas kerajaan ini oleng, sehingga suku-suku barbar yang sudah menyusup kedalam kerajaan ini antara tahun 351 T.M dan 476 T.M mudah untuk mengobrak-abrik kerjaan ini. Akhirnya kerajaan Roma pun hancur dan berakhir pada masa Agustinus. Kerajaan ini pun tercabik-cabik menjadi 10 bagian, seperti jari-jari kaki patung itu.

Sepuluh suku barbarian yang mencabik-cabik kerajaan Roma adalah Alemani (Jerman), Burgundians (swiss), Franks (prancis), Lombards (Itali), Anglo-Saxons (inggeris), Suevi (Portugis), Visigoths (Spanyol), Heruli, Vandals, Ostrogoths tidak ada lagi, mereka bersatu dengan bangsa lain di sekitar mereka.

Sepuluh kerajaan ini tidak akan ada persatuan sekalipun banyak upaya di lakukan untuk bersatu, salah satunya lewat perkawinan, sebab Alkitab sudah mencatat, “mereka tidak akan menjadi satu kesatuan seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat” (Ayat 42,43)

Bahkan di zaman modern ini pun Negara-negara eropa ini tidak pernah bisa bersatu, walaupun wadah untuk ini sudah dibuat seperti Uni Eropa dan penyatuan mata uang Eropa menjadi satu yaitu Euro. Alkitab mencatat, seperti besi tidak dapat dicampur dengan tanah liat, artinya mereka tidak akan pernah bisa bersatu.

Jadi saat ini, kita sudah berada di jari-jari kakai patung itu, artinya dunia sudah berada di penghujung sejarah. Alkitab mencatat tidak akan ada kerajaan kelima yang akan muncul.


Setelah mimpi ini, Daniel masih menafsirkan mimpi lain yang hasilnya mirip.


7:1 Pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar, raja Babel, bermimpilah Daniel dan mendapat penglihatan-penglihatan di tempat tidurnya. Lalu dituliskannya mimpi itu, dan inilah garis besarnya:
7:2 Berkatalah Daniel, demikian: "Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar,
7:3 dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain.
7:4 Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia.
7:5 Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak.
7:6 Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.
7:7 Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.
7:8 Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.
7:9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
7:10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.
7:11 Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar.
7:12 Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya.
7:13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.
7:14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.
7:15 Maka aku, Daniel, terharu karena hal itu, dan penglihatan-penglihatan yang kulihat itu menggelisahkan aku.
7:16 Lalu kudekati salah seorang dari mereka yang berdiri di sana dan kuminta penjelasan tentang semuanya itu. Maka berkatalah ia kepadaku dan diberitahukannyalah kepadaku maknanya:
7:17 Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi;
7:18 sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya.
7:19 Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat itu, yang berbeda dengan segala binatang yang lain, yang sangat menakutkan, dengan gigi besinya dan kuku tembaganya, yang melahap dan meremukkan dan menginjak-injak sisanya dengan kakinya;
7:20 dan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyai mulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain.
7:21 Dan aku melihat tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka,
7:22 sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.

Singa=Babylon
Beruang=Persia
Macan Tutul=Yunani
Binatang keempat=Romawi
Sepuluh tanduk=Negara-negara Eropa

http://www.adventistevangelism.com/images/large/CP00621e.jpg

purba
12-06-2012, 02:15 AM
Buset.. pembentukan Uni Eropa dihubung2kan dgn Menara Babel segala. Mungkin ini yg Feynman sebut dgn Cargo Cult. Ini makin menunjukkan bahwa orang2 yg percaya tuhan adalah orang2 sakit dan paranoid.

:))

ndableg
12-06-2012, 03:24 AM
Apa hubungannya? Menara babel, mau mitos kek, mau beneran kek, mau percaya tuhan kek, mau kagak kek, yg jelas ceritanya dikenal orang. Kalo mau menghubung2kan ga perlu percaya tuhan dulu.

BundaNa
12-06-2012, 03:46 AM
Karena aslan ngomongnya pake ayat Al Kitab, jadi ada yg matanya gatel2 bacanya -_-

BTT

Kisah menara babel sendiri sudah ada bukti sejarah belum?

AsLan
12-06-2012, 09:56 AM
Intermezzo sejenak...

Mari kita melihat berbagai kisah legenda yang ada pada berbagai kebudayaan diseluruh dunia.

Amerika
Legenda suku Indian Maidu yang berlokasi di California.

Pada mulanya semua orang bicara dengan bahasa yang sama, sampai pada suatu upacara bakaran tiba2 orang2 bicara dalam bahasa yang berbeda2, hanya suami-istri saja yang berbicara dalam bahasa yg sama.

Saat itu, dewa memberi perintah kepada seorang pemimpin bernama Kuksu yang bisa bicara dalam semua bahasa untuk mengajarkan berbagai nama binatang dalam tiap2 bahasa kepada semua orang.

Lalu Kuksu mengelompokkan tiap2 orang yg berbahasa sama, memberi nama bangsa mereka dan memerintahkan mereka untuk menyebar ke lokasi2 yang berbeda.

Amerika Tengah
Legenda suku Aztec.


"Dunia hancur karena banjir, tapi ada satu orang bernama Coxcoxtli dan istrinya, Xochiquetzal, lolos dengan sebuah perahu, dan mencapai sebuah gunung yang disebut Colhuacan.
Mereka memiliki banyak anak, yang bodoh sampai saat suatu saat seekor burung merpati hinggap di atas pohon dan memberi mereka karunia bahasa;
tetapi bahasa2 ini berbeda sehingga anak-anak itu tidak bisa mengerti satu sama lain ".

Guatemala


Pada jaman dahulu orang2 bertambah banyak dan berkumpul disuatu tempat yang bernama Tulan, ditempat ini tiba2 bahasa mereka berubah sehingga mereka terpaksa berpencar dan mencari tempat tinggal masing2.

Afrika
Legenda suku Wan-Sania


Pada mulanya semua orang berbicara dalam bahasa yang sama, namun terjadi sebuah bencana yang membuat orang2 kelaparan, gila dan berpencar kesegala arah, mereka merancau dengan bahasa2 yang aneh dan tidak lagi saling mengerti.

India
Legenda suku Mikir di northeastern India


Kisahnya mengenai keturunan Ram yang besar dan kuat, mereka mulai kurang puas dengan bumi lalu berencana menyerang dan menguasai surga.
Mereka membuat bangunan yang begitu tinggi dan membuat penghuni surga kuatir kalau2 para raksasa ini akan menguasai surga sebagaimana mereka menguasai bumi, lalu para dewa mengacaukan bahasa mereka sehingga mereka terpencar keseluruh bumi

Eropa
Legenda Yunani kuno


Awalnya manusia hidup dalam damai dan dipimpin langsung oleh Zeus, namun kemudian Hermes membuat manusia berbicara dalam bahasa2 yang berbeda dan memisahkan manusia kedalam negara2 yang berbeda.

Kepulauan Polynesia
Legenda di pulau Hao


Bumi dilanda banjir besar, saat itu hanya seorang bernama Rata dan tiga anaknya yang selamat dengan menggunakan perahu.
Mereka dan keturunanya membuat bangunan yang tinggi untuk menemui dewa Atea, sang pencipta. Namun sang dewa marah, mengusir mereka, menghancurkan bangunan itu dan membuat mereka bicara dalam bahasa2 yang berbeda sehingga mereka terpencar.

Timur Tengah
Legenda bangsa Sumeria


dalam puisi "Enmerkar and the Lord of Aratta" diceritakan bahwa mulanya manusia bicara dalam satu bahasa yang sama, dan hidup dalam persatuan.
Enki, dewa kekayaan mengubah bahasa mereka

Asia Tenggara
Legenda bangsa Burma/Myanmar


Pada masa Pan-Dan-Man manusia membangun Pagoda yang akan mencapai langit.
Ditengah2 pembangunan, Dewa turun dan mengacaukan bahasa mereka sehingga mereka tidak dapat memahami satu dengan yang lain.
Than-mau-rai, bapa bangsa Gaikho pergi ke arah barat dengan delapan anggotanya lalu menetap di lembah Sitang.

beastmen85
12-06-2012, 11:22 AM
^ seperti wabah ya.. apa emg sumbernya sama ya?

sama kek putri duyung yg dimana2 bentuknya diceritakan sama meski dgn sebutan berbeda dan berada di belahan dunia berbeda pula ::ungg::

E = mc²
12-06-2012, 11:46 AM
iya, sama kek putri duyung, peri hutan, dewa petir, dewa panen, dll bentuk ceritanya kebanyakan sama tapi penyebutannya berbeda.

beastmen85
12-06-2012, 12:33 PM
^ kok bisa gitu ya? ::hihi::

- - - Updated - - -

^ kok bisa gitu ya? ::hihi::

kandalf
12-06-2012, 01:12 PM
Buset.. pembentukan Uni Eropa dihubung2kan dgn Menara Babel segala. Mungkin ini yg Feynman sebut dgn Cargo Cult. Ini makin menunjukkan bahwa orang2 yg percaya tuhan adalah orang2 sakit dan paranoid.

:))

Lo salah paham kata-kata gue. ::ngakak2::

Gue bilang, menara babel di Bible itu gue pahami sebagai komentar sosial politis di masa penulisnya. Dalam hal ini, pasca terbebasnya Yahudi dari jajahan Babilonia. (catatan, gue bukan Kristen dan bukan Yahudi, jadi gue cenderung percaya bahwa Perjanjian Lama ditulis ulang saat masa Yahudi dijajah Babilonia).

Babilonia sendiri, adalah kota multi-budaya dan multi-bangsa, melewati berbagai dinasti, dan pasca Nebukadnezar, tampaknya ada kekacauan internal. Bahkan penguasa terakhir Babilonia sebelum diserbu Persia, adalah orang Asyiria.

Nah, cerita soal 'satu bangsa' yang kemudian terpecah-pecah itu jamak ditemukan dan contoh yang terlihat zaman sekarang adalah Uni Eropa yang kemarin lumayan kompak, sekarang saat krisis sudah mulai pecah.

Kalau mau ditafsirkan 'ala Aslan bahwa dalam satu waktu yang sama tiba-tiba langsung terpecah menjadi berbagai bahasa sih terserah.

purba
12-06-2012, 01:53 PM
Gak nanggepin spesifik ente kund, tapi ndableg yg menyandingkan gambar Menara Babel dan Gedung Parlemen EU, juga blog yg diberikan rumus.

Ndableg ngambil Menara Babel yg bundar, padahal yg versi kotak juga ada (lihat wiki). Kalo yg blog, Menara Babel diartikan sbg simbol perlawanan thd tuhan, sehingga gedung bundar EU juga simbol perlawanan thd tuhan.

Gak sekalian gedung bundar LIPI aja di Jln. Gatot Subroto. LIPI adalah lembaga ilmu pengetahuan alias Iluminati alias anti-tuhan. Jangan-jangan kue semprong yg bentuknya bundar juga dilihat sbg propaganda anti-tuhan. Aya-aya wae...

:))

Glass
12-06-2012, 06:22 PM
Lo salah paham kata-kata gue. ::ngakak2::

Gue bilang, menara babel di Bible itu gue pahami sebagai komentar sosial politis di masa penulisnya. Dalam hal ini, pasca terbebasnya Yahudi dari jajahan Babilonia. (catatan, gue bukan Kristen dan bukan Yahudi, jadi gue cenderung percaya bahwa Perjanjian Lama ditulis ulang saat masa Yahudi dijajah Babilonia).



Wah baru kali ini, kisah2 di kitab Perjanjian Lama sebelum kisah Abraham muncul dihubungkan dg sejarah Babylonia.
Biasanya dihubungkan dgn Mesopotamia kuno :ngopi:

kandalf
12-06-2012, 06:45 PM
Wah baru kali ini, kisah2 di kitab Perjanjian Lama sebelum kisah Abraham muncul dihubungkan dg sejarah Babylonia.
Biasanya dihubungkan dgn Mesopotamia kuno :ngopi:
Babilonia kan termasuk Mesopotamia.
Lagipula,
kan ada salah satu teori yang bilang Perjanjian Lama terutama Pentateuch itu baru ditulis setelah masa neo-Babilonia dan ada beberapa kisah di Pentateuch yang punya kesamaan dengan mitologi Babilonia.

Jadi gak usah heran kalau kisah menara Babel adalah 'komentar sosial politis' di masa penulisnya.
Lagipula, ada kontradiksi antara pasal di mana ada kisah menara Babel tersebut dengan pasal sebelumnya dari kitab yang sama. Mau dibahas?

Glass
12-06-2012, 08:44 PM
Babilonia kan termasuk Mesopotamia.
Lagipula,
kan ada salah satu teori yang bilang Perjanjian Lama terutama Pentateuch itu baru ditulis setelah masa neo-Babilonia dan ada beberapa kisah di Pentateuch yang punya kesamaan dengan mitologi Babilonia.

Jadi gak usah heran kalau kisah menara Babel adalah 'komentar sosial politis' di masa penulisnya.
Lagipula, ada kontradiksi antara pasal di mana ada kisah menara Babel tersebut dengan pasal sebelumnya dari kitab yang sama. Mau dibahas?'

Babylonia lama iya, masuk mesopotamia kuno. Tapi yg ngejajah bangsa Yahudi itu neo-Babylonia.
Aku ga tau teori mana yg kamu maksudkan bahwa Pentateuch itu ditulis setelah masa neo-Babilonia.
Tapi, aku mah megang yg dikatakan oleh para ahli kitab dari Gereja Katolik.

Bagi org katolik, penulis kitab kejadian, terutama yg bagian2 awal tidak terdiri dari satu orang. Tetapi bbrp orang. Dan mereka dipengaruhi oleh tradisi yg berbeda. Tradisi yg aku ingat itu tradisi Elohis dan tradisi Yahwis dan emang benar, ga dalam waktu yg bersamaan.
Terjadi kontradiksi?
Ya ga heranlah.

AsLan
12-06-2012, 09:24 PM
Gw gak gitu tau apa yang terjadi dengan kitab perjanjian lama, tapi yang membuat gw yakin dengan kitab tersebut adalah karena Yesus sendiri sering mengutip kitab tersebut dan sama sekali tidak menyatakan bahwa kitab tersebut cacad atau salah, yang sering dikatakan salah oleh Yesus adalah tafsirannya.

Selain itu gw juga gak percaya dengan Deisme, gw percaya bahwa Tuhan sendirilah yang menjaga kitab suci agar tetap kredible.

Jadi ditengah dunia yang kacau balau ini, tetap ada sebuah tonggak yang tegak dan benar, yaitu Kitab Suci, kata2 dari Allah sendiri.

- - - Updated - - -

O iya, mengenai istilah BABEL.

Babel tidak sama dengan Babilonia.
Babel bukan nama, Babel artinya kekacauan.

Menara Babel bukan berarti menara yang bernama Babel, menara ini entah apa namanya, namun disebut sebagai menara babel karena oleh menara ini manusia di kacaukan.

Babilonia artinya Gerbang Allah, jauh berbeda dari Babel.

kandalf
12-06-2012, 09:53 PM
Okeh, OOT dikit.
Dokumenter PBS, serial Empires. Kingdom of David: Saga of Israelites
http://video.google.com/videoplay?docid=4073993156059776055
Terutama tujuh menit pertama.

Terserah percaya atau tidak.
Tetapi dengan asumsi bahwa teori tersebut benar,
dan mengingat Kitab Kejadian adalah bagian-bagian awal maka Kitab Kejadian adalah komentar sosial di awal-awal penulisan ulang.

Sekali lagi, bebas untuk percaya, bebas untuk tidak.



Salah satu Rabbi, Daniel Lapin, tampaknya juga sepakat bahwa cerita Menara Babel adalah komentar sosial politis (walau dia mengaitkannya dengan.... Uni Eropa).
Silakan baca transkripnya di:
http://www.foxnews.com/story/0,2933,602223,00.html

Oh iya,
Babel adalah penyebutan dalam Bahasa Ibrani untuk kota Babilon (maafkan kesalahanku sebelumnya, kota Babilon, bukan kerajaan Babilonia).
Silakan lihat wikipedia di halaman2 berikut:
http://en.wikipedia.org/wiki/Babel
http://en.wikipedia.org/wiki/Babylon (yang ini malah ada tulisan Ibrani-nya).

Silakan juga lihat bible dalam tulisan Ibrani di pasal 11 dan cari apakah Babel yang disebutkan adalah Babel untuk kota Babylon.
http://www.mechon-mamre.org/p/pt/pt0111.htm

Dan tentu saja, silakan gunakan google translate untuk menerjemahkan tulisan Ibrani tersebut ke tulisan latin (Bahasa Inggris misalnya).

Glass
12-06-2012, 10:28 PM
@Aslan
Memang bener kita tetap harus percaya, Tuhan yg menjaga kitab suci ini hingga berada di tangan kita utk pegangan kita. Kita tetap harus percaya Roh Kuduslah yg mengilhami penulisan kitab suci.

@Kandalf
Benernya yg kamu maksud penulisan ulang itu, menyalin atau membuat tulisan yg baru?
Dari tulisan kamu yg ini


Gue bilang, menara babel di Bible itu gue pahami sebagai komentar sosial politis di masa penulisnya.Dalam hal ini, pasca terbebasnya Yahudi dari jajahan Babilonia. (catatan, gue bukan Kristen dan bukan Yahudi, jadi gue cenderung percaya bahwa Perjanjian Lama ditulis ulang saat masa Yahudi dijajah Babilonia).

Aku nangkepnya buat tulisan yg baru.

Yang Rabi itu bilang adalah kita bisa menangkap pelajaran dari kisah Menara Babel. Uni Eropa itu kek usaha mendirikan Menara Babel dsb.
Sampe sini sih setuju aja, kok.

Yang dimaksud dalam video yg linknya kamu kasih itu, aku nangkapnya adalah "dikumpulkan dan disalin".
Kalo gini emang bener.
Bukan tulis ulang.
Kalo tulis ulang/buat baru, tidak akan muncul perbedaan2 signifikan dalam bagian2 kitab kejadian.
Beda dg pendapat para ahli yg menemukan gaya penulisan yg berbeda dan tradisi yg berbeda.

AsLan
12-06-2012, 11:07 PM
kalo mau baca artikel panjang tentang pencarian Babel Tower, ada tulisan bagus di Answer in Genesis :

http://www.answersingenesis.org/articles/arj/v4/n1/where-is-tower-babel

kandalf
12-06-2012, 11:37 PM
@glass: Gue cenderung percaya bahwa sebelum masa penjajahan, aturan-aturan itu sudah ada. Tapi sebagai seorang skeptis dan juga seorang non-kristen / non-katolik, gue cenderung terbuka menerima kemungkinan bahwa ada perubahan di masa itu. Sekali lagi, sebenarnya sudah di luar topik. Intinya sih, gue cenderung menganggap bagian menara Babel itu sebagai komentar sosial politik, tidak secara harfiah.

@Aslan: artikel menarik.
Ngomong2, dulu waktu di Amerika, gue sempat melihat ada majalah arkeologi, tetapi redaksinya itu dari kelompok Kristen. Jadi semacam majalah 'perlawanan'. Kalau di Indonesia, ada majalah-majalah seperti itu gak? Atau artikelnya tersebar di antara majalah-majalah Kristen seperti Bahana?

AsLan
13-06-2012, 12:16 AM
Btw, mengenai ramalan Daniel tentang bangsa2 dan Uni Eropa dll, gw pribadi gak terlalu percaya tafsiran itu.

Gw cantumin di atas cuma karena menarik aja ::ungg:: dan banyak dipercaya oleh orang2 Kristen yang suka dengan kisah2 spektakuler, tapi itu semua bukan pandangan resmi dari ke kristenan.

Kitab Suci memang berisi banyak Prophecy, tapi ramalan itu bukan untuk meramal masa depan melainkan hanya untuk membuktikan bahwa Kitab Suci merupakan Word of God.


Yesaya 46:9-10

Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku,

yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan,

Banyak Prophecy yang tidak bisa dipahami oleh manusia meskipun sudah tertulis secara jelas, Prophecy ini baru bisa dipahami setelah terpenuhi.

Contohnya, Kitab Zakharia menulis sebuah Prophecy di tahun 520 sebelum Masehi

Lalu aku berkata kepada mereka: "Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!" Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak.

Ramalan ini baru dipahami orang setelah tahun 31 Masehi saat Yesus dijual sebesar 30 uang perak.


Raja Daud juga pernah menulis Prophecy


Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.

Tidak ada orang yg paham Prophecy ini sebelum peristiwa penyaliban Yesus.


Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

- - - Updated - - -


@glass: Gue cenderung percaya bahwa sebelum masa penjajahan, aturan-aturan itu sudah ada. Tapi sebagai seorang skeptis dan juga seorang non-kristen / non-katolik, gue cenderung terbuka menerima kemungkinan bahwa ada perubahan di masa itu. Sekali lagi, sebenarnya sudah di luar topik. Intinya sih, gue cenderung menganggap bagian menara Babel itu sebagai komentar sosial politik, tidak secara harfiah.

@Aslan: artikel menarik.
Ngomong2, dulu waktu di Amerika, gue sempat melihat ada majalah arkeologi, tetapi redaksinya itu dari kelompok Kristen. Jadi semacam majalah 'perlawanan'. Kalau di Indonesia, ada majalah-majalah seperti itu gak? Atau artikelnya tersebar di antara majalah-majalah Kristen seperti Bahana?

Sebetulnya ilmu arkeologi sangat bertentangan dengan Bible sebelum tahun 1900an, saat itu banyak arkeolog yang meremehkan Bible karena buku ini menulis banyak kota2 hilang dan bangsa2 punah yang tidak ada buktinya (saat itu).

Namun sejalan dengan waktu satu per satu kota2 dan bangsa2 hilang mulai ditemukan sehingga tidak banyak lagi pertentangan antara Bible dengan Arkeologi.

Mengenai "Christianity dan Archeology" silahkan di google aja deh, ada banyak kayaknya.

ndableg
13-06-2012, 12:57 AM
Ndableg ngambil Menara Babel yg bundar, padahal yg versi kotak juga ada (lihat wiki). Kalo yg blog, Menara Babel diartikan sbg simbol perlawanan thd tuhan, sehingga gedung bundar EU juga simbol perlawanan thd tuhan.

E bussee.. dia tuduh gw yg ngambil babel bundar. Gw kan cuman bilang cocok antara komentar kandalf dgn foto tsb. Foto itu dimana2 kok di internet.
Mending lu tanya dulu tukang ingsinyurnya.. design niru menara babel versi yg mana..
Gw mah cuman copy paste duang.. jangan dituduh dong..

aya2 waeeee...
:))

Darrul_Iman
13-06-2012, 05:01 AM
Salam

Manusia di beri bekal yang paling pertama adalah "Mampu memberi NAMA kepada sesuatu" sebagai fokus atas SESUATU

hal tersebut tertanam sudah di otak mereka, seperti sekumpulan algoritma pemrograman yang kompleks

sekumpulan nama nama tersebut jika di gabung maka terbetuk sesuatu yang mempunyai NAMA...:)

getaran yang di tangkap telinga lalu di beri nama BUNYI, maka SEKUMPULAN NAMA yang BERBUNYI di NAMA kan UCAPAN

sedangkan SESUATU di atas SESUATU yang lain yang di terima mata dan di olah oleh otak di beri NAMA, maka SEKUMPULAN NAMA yang di terima mata di beri NAMA TULISAN

lalu PENYAMPAIAN FOKUS pribadi kepada yang di luar PRIBADI dan terjadi INTERAKSI maka itulah yang di NAMA kan BAHASA

maka bahasa itu sebenarna tidak ada...yang ada adalah SEKUMPULAN NAMA-NAMA SAJA...:)

perhatikan....baik TULISAN, atau UCAPAN, atau GERAKAN, BENTUK, ataupun YANG DI LUAR atau YANG DIDALAM kita itu adalah

KITA SENDIRI yang memberi NAMA lalu disampaikan kepada person yang di luar kita atau kepada diri sendiri untuk memberitahukan atas FOKUS pribadi,

baik itu gambar, suara, bentuk ataupun SESUATU yagn di luar kita atau di dalam kita

maka sebenarnya BAHASA itu ADALAH SATU

dasar dari BAHASA adalah NAMA

lalu nikmat Tuhan yang mana yang kamu ingkari..??

Glass
13-06-2012, 08:44 AM
@glass: Gue cenderung percaya bahwa sebelum masa penjajahan, aturan-aturan itu sudah ada. Tapi sebagai seorang skeptis dan juga seorang non-kristen / non-katolik, gue cenderung terbuka menerima kemungkinan bahwa ada perubahan di masa itu. Sekali lagi, sebenarnya sudah di luar topik. Intinya sih, gue cenderung menganggap bagian menara Babel itu sebagai komentar sosial politik, tidak secara harfiah.


Aku ga ngerasa ini di luar topik ::ungg::

Karena anda mengatakan Menara Babel adalah kisah yg ditulis berdasarkan kondisi sosial politik neo Babilonia itu yg ingin aku bawa sbg diskusi.
Benarkah ditulis atau sebenarnya adalah disalin.