PDA

View Full Version : Cadangan minyak habis 2024, DPR bikin UU hemat energi



ul.malik
06-06-2012, 12:55 PM
JAKARTA– Cadangan minyak mentah Indonesia saat ini diperkirakan tinggal 4,2 miliar barel. Dengan tingkat konsumsi tiga liter per kapita per hari, cadangan minyak diprediksi habis pada 2024. ’’Selama ini kita meyakini negara kita kaya minyak, padahal tidak,’’ ujar Wakil Direktur Reforminer Institute Komaidi Notonegoro di Jakarta kemarin (2/6).

Cadangan minyak mentah Indonesia hanya seujung kuku cadangan minyak negara-negara kaya minyak. Misalnya, Arab Saudi memiliki cadangan minyak mentah 300 miliar barel dan Norwegia sebesar 200 miliar barel.

Cadangan minyak mentah Indonesia diprediksi dapat ditingkatkan menjadi 50 miliar barel. Namun, karena lokasi cadangan minyak lebih sulit dijangkau, dibutuhkan teknologi tinggi dan investasi sangat besar untuk dapat menambang.

Program penghematan subsidi BBM dengan melarang mobil dinas pemerintah menggunakan premium diyakini tak efektif. Jumlah kendaraan dinas hanya 80 ribu unit dengan konsumsi 100–200 ribu kiloliter (Kl). Dengan demikian, konsumsi bahan bakar mobil dinas terlalu kecil bila dibandingkan dengan target kuota BBM 40 juta Kl.

’’Kuota BBM bersubsidi 40 ribu Kl diperkirakan habis Oktober mendatang. Dengan konsumsi dua juta Kl per bulan, dibutuhkan tambahan kuota enam juta Kl untuk kebutuhan energi hingga akhir tahun,’’ kata Komaidi.

Anggota Komisi XI DPR Achsanul Qosasi menilai, larangan penggunaan BBM bersubsidi baru efektif bila larangan diterapkan pada seluruh mobil pelat hitam. ’’Pengecualian dapat diterapkan kepada kendaraan transportasi massal. Kalau mobil pribadi, semua harus pakai yang nonsubsidi,’’ kata pria kelahiran Sumenep itu.

Untuk menjamin keefektifan instruksi penghematan energi, DPR juga berencana membuat undang-undang (UU) tentang konsumsi energi. Ini seiring semangat penghematan energi yang ditandai kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membatasi penggunaan BBM bersubsidi bagi mobil dinas instansi Pemerintah sejak 1 Juni kemarin.

Achsanul Qosasi mengatakan, UU dimaksudkan agar upaya penghematan energi memiliki norma lebih tegas. “Jangan sampai peraturan itu sangat mudah dilanggar,” ungkap dia.

Menurutnya, penghematan energi memang lebih mengarah pada pribadi masing-masing. ”Sehingga sanksi hukumannya juga agak repot. Jangan sampai kita bikin undang-undang yang mudah dilanggar,” tuturnya.

Namun demikian, Qosasi tak menampik bahwa pembuatan regulasi dalam bentuk undang-undang membutuhkan waktu cukup panjang. Lantaran itu, pihaknya meminta masyarakat untuk menerapkan secara terlebih dahulu, dan melihat keefektifan Intruksi Presiden dan Peraturan Menteri ESDM yang baru saja diberlakukan. ”Nanti sambil jalan kita bahas undang-undangnya,” jelasnya.

Qosasi menegaskan, sembari memantau keefektifan peraturan pemerintah, pihaknya mendorong secara gencar masyarakat segmen menengah ke atas, untuk tak menggunakan BBM bersubsidi. ”Kita pikirkan sanksi yang efektif, jangan malah kontraproduktif,” paparnya.

http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=137077

---------------

tsu
06-06-2012, 12:56 PM
gimana ini Rumus ? telat kah ?

Ronggolawe
06-06-2012, 01:16 PM
Kenapa ngga bikin UU yang mendorong riset sebe
sar-besarnya, sehingga kita bisa punya sumber
energi baru, Fusi Reaktor misalnya, atau portable-
fusi seperti di mesinnya de-Loreans :)

tsu
06-06-2012, 01:26 PM
ato arc reactor nya Stark ;D

srsly.... klo dikembangkan, apa energy alternatif yang bisa diandalkan dari bumi pertiwi ini ? water ? biofuel ? geothermal ? LNG ? ......... arc reactor ? ;D

Urzu 7
06-06-2012, 01:28 PM
Kenapa ngga bikin UU yang mendorong riset sebe
sar-besarnya, sehingga kita bisa punya sumber
energi baru, Fusi Reaktor misalnya, atau portable-
fusi seperti di mesinnya de-Loreans :)

Jgn om.. Ntar terjadi inflasi besar2an gara2 rakyat pasang taruhan besar dievent2 kayak euro dan world cup tahun lalu

E = mc²
06-06-2012, 01:30 PM
biaya investasi energi alternatif mahal. jadi mending duitnya dipake buat subsidi BBM biar murah. rakyat senang, bisa menjadi bahan kampanye pilpres, perusahaan mobil/motor pun bahagia karena karena laris. ::up::

Urzu 7
06-06-2012, 01:35 PM
biaya investasi energi alternatif mahal. jadi mending duitnya dipake buat subsidi BBM biar murah. rakyat senang, bisa menjadi bahan kampanye pilpres, perusahaan mobil/motor pun bahagia karena karena laris. ::up::
Cadangan minyaknya yg bakal abis mus..kalo disubsidi lagi konsumsi BBM bakal melonjak hasilnya ga sampe 2024 dah abis minyaknya

E = mc²
06-06-2012, 01:40 PM
kan bisa impor, yg penting rakyat tidak menderita. pemerintah tidak boleh menyengsarakan rakyat

*kutipan wakil walikota yg ikutan demo menentang kenaikan harga BBM*

Urzu 7
06-06-2012, 01:46 PM
Sdh beli impor disubsidi lagi..
Ga sampe 2024 negara ini dilelang:ninja:

kyuman
06-06-2012, 03:26 PM
^ klo dilelang, nanti ente tinggal dimana om..??;D

UU = Ujung-ujungnya jua paling dinaikkin BBM..::bye::

cha_n
06-06-2012, 04:07 PM
kenapa ga pake kartu pintar dan konversi?

AsLan
06-06-2012, 07:03 PM
Gw gak yakin 2024 cadangan minyak indonesia habis, dari dulu kabar seperti ini sering di hembuskan, bukan cuma di indonesia, di dunia juga pernah ada kabar bahwa cadangan minyak hanya tahan sampai 2020.

perdagangan minyak dunia dikuasai para spekulan, yg namanya spekulan itu bisa menghembuskan kabar apapun untuk mengatur harga.

percayalah, minyak masih banyak, tempat2 yang katanya sulit ditambang itu nanti juga jadi gampang koq asal ada duitnya.

DPR kayak gak ada kerjaan aja, kemarin harga BBM sudah mau dinaikkan tiba2 di anulir demi menaikkan popularitas partai, sekarang ribut2 kelangkaan minyak.

Terlalu banyak faktor didalam tulisan TS, ada faktor alam, faktor teknologi, faktor ekonmi dan spekulan ditambah faktor politik dll...

cha_n
06-06-2012, 07:06 PM
tapi kalau yang ngomong gitu emang ahlinya, contoh dosennya rumus, wamen yang meninggal kemaren, gw sih percaya.
kita emang udah keluar juga dari OPEC, itu salah satu indikasi emang minyak kita udah makin dikit, ngapain maksa pake BBM. mending segera cari alternatif

E = mc²
06-06-2012, 07:24 PM
Peramalan minyak akan habis tahun sekian-tahun sekian dibuat berdasarkan perhitungan antara data cadangan yg sudah ditemukan saat ini terhadap laju konsumsi. rasanya saya sudah nulis panjang lebar ttg masalah ini di tred yg lain, pas dulu ttg demo kenaikan BBM. Intinya, cadangan yg akan ditemukan makin sedikit jumlahnya, sementara itu hasil produksi semua lapangan minyak selalu menurun tiap tahunnya. padahal kebutuhan terhadap minyak semakin meningkat. Dengan harga BBM murah, jadinya semakin boros.

Isu krisis minyak bukan sekedar konspirasi spekulan, tapi sudah jadi ancama. Amrik aja udah sejak lama gencar banget ngembangin isu energi alternatif untuk mengurangi laju konsumsi BBM. Bahkan Amrik udah melangkah lebih jauh, mereka menginjeksikan minyak mentah dan di simpan di dalam tanah untuk jaga-jaga jika terjadi embargo, kekurangan migas di masa depan, dll. Negara2 kayak minyak sekelas Uni Emirat Arab juga udah berpikir jauh ke depan. Kota-kota baru seperti mahdar, dubai, dll dibangun seminim mungkin mengkonsumsi energi. mereka juga giat memajukan pariwisata mereka (dg dibangunnya aneka hotel/resort/kasino) karena mereka sadar, mereka tidak akan bisa mengandalkan minyak lagi di masa depan. Bahkan di negara si kelas Saudi Arabia, penurunan produksi minyak tiap tahunnya selalu drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Cuman karena produksi mereka sangat berlimpah, penurunan produksi ini tidak menjadi ancaman.

Indonesia? ;D

Ronggolawe
06-06-2012, 07:50 PM
tapi kalau yang ngomong gitu emang ahlinya, contoh dosennya rumus, wamen yang meninggal kemaren, gw sih percaya.
kita emang udah keluar juga dari OPEC, itu salah satu indikasi emang minyak kita udah makin dikit, ngapain maksa pake BBM. mending segera cari alternatif
belum tentu juga, Bund...
almarhum wamen ini gw lihat sangat idealis, bahkan
cenderung akademik... sehingga gw meragukan ka
lau dia kenyang pengalaman asam-garam dunia per
minyakan.

gw sih hidup dari minyak bumi, kalau gw ngga "mur
tad" dari arahan orang tua gw, gw bakalan jadi ge
nerasi ketiga dari perusahaan penghasil minyak ter
besar di Indonesia...

Kakek gw adalah driver, saat Richard "Dick" Hopper
keliling-keliling meninjau kembali lapangan Minyak
Minas yang ditemukannya... dari cerita beliau, gw
mendengar kisah-kisah petualangan pemburu mi
nyak bumi sejati ala Harry Stemper di Armageddon.

Bapak gw sendiri adalah Pumper selama 20 tahun
dari 34 tahun masa kerjanya... dan dia tahu persis
Lapangan Zamrud Pedada punya produksi rata-rata
sekian barell selama kurun waktu 5 tahun terakhir
sebelum pengembalian konsesi kepada Pertamina,
yang ketika dikelola PT Bumi Siak Pusako, langsung
anjlok kurang dari setengahnya... bukan karena mi
nyaknya sudah habis, tapi etos kerja operator yang
baru tidak cukup untuk mengangkat minyak dalam
jumlah yang relatif sama.

oh ya... selama 10 tahun terakhir sebelum pensiun,
bapak gw juga menjadi mentor bagi belasan fresh
graduate almamaternya Rumus ::bye::

ohya... teman-teman sepermainan gw dari kampung
gw, banyak yang bekerja disektor perminyakan, bia
sanya perusahaan Asing yang beroperasi di Indone
sia..... dan salah satu fakta menarik adalah, peta-
peta geologis hasil pemetaan ternyata banyak dipal
sukan untuk menutupi eksistensi cadangan-cadang
an minyak yang cukup besar.

persoalan mendasar dalam produksi minyak bumi da
lam negeri adalah 1) Pertamina yang tidak pernah
menjadi World-Class Company dan 2) Iklim investasi
perminyakan yang masih rendah.

BundaNa
06-06-2012, 07:52 PM
lho, bukannya sebelum keluar dari OPEC pun indonesia udah impor minyak mentah? dgn kata lain, udah lama qta minim minyak

Ronggolawe
06-06-2012, 07:58 PM
minim minyak bukan karena cadangan minyak me
nipis, melainkan kita ngga punya niat untuk mela
kukan pembukaan ladang minyak baru... cuma me
nyedot dari lapangan-lapangan minyak yang sudah
tua saja...

E = mc²
06-06-2012, 08:21 PM
impor minyak berarti hasil produksi sendiri defisit thp konsumsi. Defisit ini terjadi karena konsumsi yg membengkak diikuti dg produksi yg menurun tiap tahunnya.

pembukaan lapangan minyak baru bukannya tidak mau, tapi proses produksinya superdupermahal (cadangan yg prospektif cuma ada di laut dalam) dan itupun belum tentu berhasil. Proyek pengeboran Exxon di selat makasar gagal total padahal investasinya udah ujubileh. kalau pembukaan lapangan baru di darat, setahu saya udah minim banget, kecuali reproduksi lapangan tua dg menggunakan metode pengangkatan baru. Tapi jumlahnya gak sesignifikan, hanya sekedar "bertahan" saja.

AsLan
06-06-2012, 08:25 PM
Baru2 ini ada kritikan dari para peneliti terhadap kebijaksanaan energy eropa, katanya International Energy Agency (IEA) sengaja membuat asumsi skala kelangkaan minyak yg tidak realistis dan terlalu politis.

Peneliti2 ini kuatir dengan kelangkaan minyak, sedangkan IEA lebih di dominasi oleh negara2 Konsumen minyak yg menginginkan harga minyak tetap rendah.

Kemungkinan juga IEA kuatir dengan kepanikan pasar saham energy sehingga sengaja menerbitkan asumsi produksi minyak yang dibuat dengan mengecilkan potensi kelangkaan minyak masa depan.

so, intinya kabar2 mengenai potensi kelangkaan minyak masa depan itu bisa dipengaruhi oleh politik dan ekonomi,
contohnya saat pemerintah indonesia sedang ingin menaikkan harga minyak maka cepat2 dibuat berita yg memperingatkan bahaya kelangkaan minyak masa depan, sebaliknya kalau pemerintah indonesia sedang ingin menekan harga minyak internasional (kalau bisa) maka akan dibuat laporan penemuan cadangan minyak yg optimis.

BundaNa
07-06-2012, 08:49 PM
tapi kalau cadangan minyak menipis bukannya wajar ya? ini kan emang bukan produksi mineral yang bisa diperbarui (apa ya namanya pas jaman SMA?)

E = mc²
07-06-2012, 08:54 PM
sumber daya alam yg dapat diperbaharui vs sumber daya alam yg tidak dapat diperbaharui. itu maksutnya?

cha_n
07-06-2012, 09:05 PM
intinya sih tetep aja bakal semakin tipis, namanya aja ga bisa diperbaharui. ga mungkin jadi makin banyak

BundaNa
07-06-2012, 09:29 PM
iya mus, itu maksudnya. jadi pasti minyak pasti abis, biar mau eksplor kemana2 juga

AsLan
07-06-2012, 10:59 PM
Ada 2 pihak yg berkepentingan disini, negara penghasil minyak dan negara pembeli minyak.

Negara penghasil minyak ingin mengekspose kelangkaan sumber minyak dimasa depan agar harga naik terus, negara pembeli minyak ingin mengecilkan potensi kelangkaan ini agar harga jangan naik terlalu cepat.

Kalau cadangan minyak bumi masih sangat banyak, maka manusia punya cukup waktu untuk mengkonversi sumber energi sehingga tidak terjadi kelangkaan minyak, konversi energi akan berjalan dengan mulus,
tapi kalau minyak keburu langka sebelum manusia siap mengubah sumber energi utamanya, maka akan terjadi krisis besar.

Semua butuh waktu, contohnya kalau kita ingin menghemat energi dengan cara mengubah lampu neon dengan lampu LED, kalau buru2 dilakukan maka kita harus membeli lampu LED dengan harga mahal, tapi kalau sabar dulu maka kita bisa menikmati lampu LED yang harganya sudah turun.

Atau kalau kita mau memakai Solar Cell, kalau beli sekarang harganya mahal dan efisiensinya masih rendah, tapi sejalan dengan waktu akan ada solar cell tipe2 baru yg lebih murah dan lebih efisien.

Jadi, minyak akan semakin langka, harganya akan semakin mahal, teknologi pengganti minyak akan semakin mendapat angin.

Semua dengan catatan, cadangan minyak masih cukup banyak untuk menjamin mulusnya pergantian teknologi.

choodee
07-06-2012, 11:20 PM
maw minyak di indo udah langka atau belum langka, intinya indo itu memang kudu riset bahan energi alternatif. kalopun minyak di indo masih banyak, ya syukur alhamdulillah, berarti kita masih dikasi kesempatan sama Tuhan buat riset energi alternatif tanpa kekurangan minyak dulu, kalo minyak udah defisit, itu namanya udah telat, maw riset ga ada uang, ga riset maw dikasi makan apa rakyat? kalo maw bijaksana memang ga bisa kita cuman depend sama satu sumber energi, listrik pake minyak, kendaraan pake minyak, pam make minyak (karena pam pake listrik juga) apa2 pake minyak ya sekalinya minyak dikasi habis kan kewalahan.

gw bingung dari dulu dpr ini wacana mulu, dan uu hemat energi memang penting, tapi kalo udah keadaan darurat, uu itu efeknya cuman secuil buat menyelematkan konsumsi energi di indonesia. maw dihemat tetap juga make, sehemat2nya ga mungkin bisa motong konsumsi hingga 50%. kalo kek gini terus bukannya sama aja kek jaman suharto? rakyat dibuai sama harga murah yang pada kenyataannya harga itu ga relevan dari sisi ekonomi. dan yang kasian bakal kena imbasnya adalah generasi mendatang. serba salah memang, karena rakyat kecil (yang ga berpendidikan) dikasi taw gitu mana ngerti, taunya ya mereka bakalan sangat menderita kalo bbm naik, dan jumlah rakyat yang menderita kalo bbm naik ini cukup relevan buat suara memenangkan pilpres dan pemilihan lainnya. susah dari dulu diajarkan indonesia nanem bisa tumbuh emas, airnya air susu, jadi udah tepatri di pikiran bahwa indonesia kaya melimpah ruah untuk selamanya, padahal seperti yang disebutkan, kekayaan2 itu sebagian sda yang tak terbaharui.

Ronggolawe
08-06-2012, 12:15 AM
Pemerintah sekarang maunya instant.... dana riset
milyaran saja susah turun, buat ngemplangin pengu
saha korup, trilyunan kaya metik daun saja...

choodee
08-06-2012, 01:20 AM
soalnya kalo jadi pengusaha korup, kalo indonesia dijual pas bangkrut, bisa pindah jadi warga negara spore ;D

Ronggolawe
08-06-2012, 06:51 AM
emang ganti KTP doang bisa merubah mentalitas?
Yang ada NK Republik Singapore yang berubah sta
tus menjadi negara terbelakang :)

smile
08-06-2012, 08:45 AM
kok yang kerasa malah soal mentalitas instan-nya pemerintah Indonesia ya?::ungg::
maunya yang gampang aja, yang cepet, yang nggak bikin ribut dan aman-aman aja... yang jadi prioritas bukan lagi kesejahteraan jangka panjang buat rakyat, tapi "cari aman" demi kepentingan politik jangka pendek...

saya nggak ngerti soal perminyakan sih, cuma ya karena minyak memang termasuk sumber daya alam yang nggak bisa diperbarui, wajar kan ya kalo dia ada habisnya? dan yang kepikir di orang awam macem saya ya cuma cari sumber energi alternatif... lah kalo minyak beneran habis, sementara sebagian besar kegiatan manusia di Indonesia butuh suplai energi, mau nggak mau kan harus ada sumber lain untuk mendukung kegiatan itu?
kalo nggak gitu, ya berasa tinggal nunggu Indonesia jadi jajaran kota-kota mati lah... :-S