PDA

View Full Version : Overseas Chinese



Parameswara Li
26-04-2012, 03:39 PM
Overseas Chinese/Hǎiwài Huárén [海外華人]

Adalah orang-orang kelahiran Cina atau keturunan Cina yang tinggal luar Daratan Cina, Hong Kong, Makau dan Taiwan. Istilah ini bukan hanya mencakup keturunan bangsa Han namun juga keturunan etnis-etnis lain yang ada di Cina.



It's kind of boring clip, so don't waste your time to watch it !


http://www.youtube.com/watch?v=jd8JDpzBs4A

Tidak ada data tentang jumlah mereka yang pasti. Namun diperkirakan antara 40 - 60 juta orang. Tentu saja kriteria yang berbeda akan menghasilkan jumlah yang berbeda. Biasanya yang dihitung sebagai Huaren adalah yang masih mengidentifikasikan diri sebagai keturunan Cina. Yang sudah mengalami asimilasi sepenuhnya biasanya tidak lagi dimasukkan dalam data. Walaupun selalu ada kemungkinan re-sinifikasi terhadap mereka.



Thailand

Negara yang paling sukses mengasimilasi Huaren adalah Thailand. Tentu saja maksud saya adalah negara modern, bukan kerajaan-kerajaan kuno pada jaman dahulu. Selama lebih dari 400 tahun, orang Cina Thai sebagian besar telah saling menikah dan berasimilasi dengan rakyat setempat. Dinasti yang sekarang berkuasa di Thailand, yaitu Dinasti Chakri, didirikan oleh Raja Rama I yang berdarah Cina dari garis ibu. Pendahulunya, Raja dinasti sebelumnya, Raja Taksin dari Dinasti Thonburi, adalah putra imigran Cina dari Provinsi Guangdong dan lahir dengan nama Cina.

Orang Cina Thailand berasal dari berbagai kelompok dialek di Cina Selatan. Dari jumlah tersebut, 56% adalah Teochew (juga sering dieja sebagai Teochiu), Hakka 16% dan 11% Hainan. Orang Kanton dan Hokkian masing-masing berjumlah 7% dari populasi orang Cina Thai, dan 3% lainnya milik kelompok dialek-dialek Cina yang lain.

Orang Teociu terutama menetap di sekitar Sungai Chao Phraya di Bangkok. Banyak dari mereka bekerja di sektor-sektor pemerintah, sementara yang lain terlibat dalam perdagangan. Selama pemerintahan Raja Taksin, beberapa pedagang Teochew yang berpengaruh diberikan hak istimewa tertentu.

Orang Hokkian biasanya tinggal di Songkhla, Satun dan Phuket, sedangkan orang Hakkas terutama terkonsentrasi di Chiang Mai, Phuket, dan Provinsi-propinsi Barat-Tengah Thailandi. Banyak di antara orang Hakka yang berbisnis di bidang perbankan.

Tidak seperti negara lain, para Huaren ini mendominasi politik Thailand. Berikut ini beberapa Perdana Menteri yang berdarah Cina.


Kon Hutasingha [Perdana Menteri Pertama 1932-1933]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b0/Phraya_Manopakorn_Nititada.jpg/220px-Phraya_Manopakorn_Nititada.jpg


Jenderal Phot Phahonyothin (Teochew) [Perdana Menteri Kedua 1933 -1938]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/eb/Phraya_Pahol.jpg


Marsekal Plaek Phibunsongkhram (Kanton) [Perdana Menteri Ketiga 1938-1944, 1948-1957)
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/7/79/Plaek_Pibulsonggram.jpg/220px-Plaek_Pibulsonggram.jpg


Seni Pramoj (Hokkian) [Perdana Menteri Ke-6 1945-1946]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/66/Senipramoj_Cropped.jpg/220px-Senipramoj_Cropped.jpg
Seni Pramoj dianggap sebagai keturunan Cina karena ia adalah keturunan Raja Rama II dari istri Hokkiannya yang bermarga Lim


Dr. Pridi Banomyong [陳嘉祥/ 陳璋茂] [Perdana Menteri Ke-7 1946]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/fa/Pridi_Panomyong_%28Scholar%29.jpg/220px-Pridi_Panomyong_%28Scholar%29.jpg


Laksamana Thawal Thamrong Navaswadhi [郑连淡] [Perdana Menteri Ke-8 1946-1947]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/36/Thawal_Thamrong_Navaswadhi.jpg


Pote Sarasin (Hainan) [Marga:黄] [Perdana Menteri Ke-9 1957-1958]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/bb/Pote_Sarasin_1957.jpg/220px-Pote_Sarasin_1957.jpg


Kukrit Pramoj (Hokkian) [Perdana Menteri Ke-13 1975-1976]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/th/5/58/Kukrit_pramoj.jpg
Kukrit Pramoj dianggap keturunan Cina karena merupakan keturunan dari Rama II dari istrinya yang keturunan Cina.


Tanin Kraivixien [Perdana Menteri Ke-14 1976-1977]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/51/Tanin2011.jpg/220px-Tanin2011.jpg


Jenderal Chatichai Choonhavan (Teochew) [Marga:开] [Perdana Menteri Ke-17 1990-1991]
http://i877.photobucket.com/albums/ab331/JohnChenFuYuan/Huaren/Chatichai_Choonhavan1.jpg


Anand Panyarachun (Hokkian) [Perdana Menteri Ke-18 1991-1992]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/55/Anand_Panyarachun.jpg/220px-Anand_Panyarachun.jpg
Berdarah Cina dari ibunya yang bermarga 刘


Jenderal Suchinda Kraprayoon [Marga:盧] [Perdana Menteri Ke-19 1992]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/th/5/59/%E0%B8%AA%E0%B8%B8%E0%B8%88%E0%B8%B4%E0%B8%99%E0%B 8%94%E0%B8%B2_%E0%B8%84%E0%B8%A3%E0%B8%B2%E0%B8%9B %E0%B8%A3%E0%B8%B0%E0%B8%A2%E0%B8%B9%E0%B8%A31.jpg


Chuan Leekpai [呂基文] (Hokkian) [Perdana Menteri Ke-20 1992-1995, 1997-2001]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b9/Chuan_Leekpai.jpg/155px-Chuan_Leekpai.jpg


Banharn Silpa-archa [马德祥] (Teochew) [Perdana Menteri Ke-21 1995-1996]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1e/Banharn_Silpa-archa_%28cropped%29.jpg/220px-Banharn_Silpa-archa_%28cropped%29.jpg


Jenderal Chavalit Yongchaiyudh [Perdana Menteri Ke-22 1996-1997]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/th/b/bb/Chavalit.jpg

heihachiro
26-04-2012, 03:46 PM
kalo dilihat secara fisik di Asia Tenggara, emang orang Thailand (utara) ama Vietnam mirip banget sama orang Cina sih

Parameswara Li
26-04-2012, 04:36 PM
Dr.Thaksin Shinawatra [丘達新] (Hakka) [Perdana Menteri Ke-23 2001-2006]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/29/Thaksin_DOD_20050915.jpg/220px-Thaksin_DOD_20050915.jpg

Jenderal Surayud Chulanont [Perdana Menteri Ke-24 2006-2008]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c6/General_Surayud_Chulanont.jpg/220px-General_Surayud_Chulanont.jpg

Samak Sundaravej [李沙馬] [Perdana Menteri Ke-25 2008]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d0/Samak_Sundaravej.JPG/220px-Samak_Sundaravej.JPG

Abhisit Vejjajiva (Hokkian) [Marga:袁] [Perdana Menteri Ke-27 2008-2011]
http://i877.photobucket.com/albums/ab331/JohnChenFuYuan/Huaren/Abhisit_Vejjajiva.jpg

Yingluck Shinawatra (Hakka) [Marga:丘] [Perdana Menteri Ke-28 2011-sekarang]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Yingluck_Shinawatra_at_US_Embassy%2C_Bangkok%2C_Ju ly_2011.jpg/220px-Yingluck_Shinawatra_at_US_Embassy%2C_Bangkok%2C_Ju ly_2011.jpg
Adalah perdana menteri wanita yang pertama di Thailand. Merupakan adik dari Thaksin Shinawatra.

Parameswara Li
26-04-2012, 08:33 PM
kalo dilihat secara fisik di Asia Tenggara, emang orang Thailand (utara) ama Vietnam mirip banget sama orang Cina sih

Mirip banget gimana maksudnya ?

Fere
26-04-2012, 11:11 PM
kalo yang ada di indo gimana bung Li?

Parameswara Li
27-04-2012, 12:10 AM
Huaren yang tinggal di Turki


http://www.youtube.com/watch?v=UEh4mVsXxVs





Kalau ini malah kebalikannya. Warga Negara RRC tapi malah menganggap tanah lain sebagai tanah airnya sehingga eksodus keluar.


http://www.youtube.com/watch?v=edhtdoPukk0

Ray Surya
30-04-2012, 12:02 AM
tiap tahun ngangkat perdana mentri???

Parameswara Li
30-04-2012, 12:16 AM
tiap tahun ngangkat perdana mentri???

Ini kan Thailand.

Parameswara Li
27-08-2012, 03:12 PM
Keturunan Hokkian Di Kamboja



http://i877.photobucket.com/albums/ab331/JohnChenFuYuan/Huaren/250px-HokkienlaysinCambodia.jpg

http://i877.photobucket.com/albums/ab331/JohnChenFuYuan/Huaren/Khmerhokkienwedding.jpg

red_pr!nce
27-08-2012, 08:59 PM
^ mirip Cina Benteng. ;D

Parameswara Li
28-08-2012, 05:04 PM
Huaren Di Kamboja

Orang kamboja keturunan Cina berperan sangat penting baik di bidang bisnis maupun politik. Peranan mereka di bidang bisnis sangat menurun jauh pada masa Khmer Merah berkuasa. Namun saat ini mereka kembali mendominasi perekonimian Kamboja.

Huaren di Kamboja tidak homogen. Dari segi asal muasal, secara umum dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok yaitu Teochew, Cantonese, Hainanese, Hakka, dan Hokkian. Dari segi derajat asimilasinya juga dapat dibedakan antara orang yang sepenuhnya berbudaya Cina, berbudaya Khmer (Kamboja) dan Cina, dan yang hanya berbudaya Khmer saja.

Berikut ini beberapa tokoh Kamboja keturunan Cina

Lon Nol
Lon Nol berasal dari keluarga Campuran Khmer-Cina. Menjadi PM Kamboja tahun 1966-1967 dan 1969-1972. Tahun 1970 melakukan kudeta menggulingkan Raja Norodom Sihanouk. Tahun 1972-1975 menjadi Presiden Republik Khmer. Pemerintahan Lon Nol sangat bergantung kepada Amerika Serikat sehingga bisa dikatakan sebagai perpanjangan tangan US di Asia Tenggara. Tahun 1975 Pasukan Khmer Merah menguasai Kamboja dan membunuh banyak pejabat tinggi Republik Khmer. Lon Nol dan keluarganya berhasil meloloskan diri ke Bali, Indonesia atas undangan sahabatnya, Suharto. Kemudian Lon Nol berpindah ke Hawaii dan wafat tahun 1985 di Fullerton, California.

Cheng Heng
Lahir dalam keluarga kelas menengah keturunan Cina di Provinsi Takeo tahun 1916. Memasuki arena politik tahun 1958. Setelah terbentuknya Republik Khmer, Cheng Heng menjadi Kepala Negara Khmer sampai tahun 1972. Walaupun posisinya adalah kepala negara, namun kekuasaan yang sebenarnya ada di tangan Lon Nol. Setelah Republik Khmer jatuh Cheng Heng melarikan diri ke Paris dan baru kembali ke Kamboja tahun 1991. Beliau wafat tahun 1996.


Pol Pot
Lahir tahun 1925 dengan nama Saloth Sar. Lahir dalam keluarga keturunan Cina yang sudah berasimilasi ke dalam budaya Khmer. Ia adalah pemimpin Khmer Merah, sebuah kelompok Maois, dari tahun 1963-1998. Menjadi pemimpin Kamboja tahun 1975 setelah memberontak dan mendirikan Negara Demokratik Kamboja. Berbeda dengan Republik Khmer yang didukung Amerika Serikat, Demokratik Kamboja bentukan Khmer Merah didukung oleh RRC. Tahun 1979 melarikan diri ke daerah perbatasan dengan Thailand akibat invasi Vietnam ke Kamboja. Di daerah perbatasan dengan Thailand tersebut Pol Pot menerima bantuan dari Thailand untuk bertahan. Thailand menggunakan Khmer Merah sebagai buffer untuk menahan laju pengaruh Vietnam. 15 April 1998, setelah dicapai kesepakatan bahwa Khmer Merah akan menyerahkan Pol Pot untuk diadili secara internasional, Pol Pot wafat. Secara resmi Khmer Merah mengumumkan kematiannya akibat serangan jantung, namun ada dugaan bahwa kematiannya akibat bunuh diri.

Parameswara Li
28-08-2012, 05:28 PM
Nuon Chea
Nuon Chea adalah orang kedua dalam rejim Khmer Merah. Ia memimpin pembantaian massal di Kamboja tahun 1975-1979. Lahir di Provinsi Battambang tahun 1926 dengan nama Lau Ben Kon [劉平坤]. Keluarganya menganut budaya Cina dan Khmer sehingga walaupun beragama Buddha Theravada, seperti yang dianut oleh mayoritas rakyat Khmer, juga menjalankan ritual-ritual keagamaan dalam budaya Cina.

Ta Mok
Lahir dalam keluarga Cina yang kaya di Propinsi Takeo tahun 1924. Merupakan tokoh penting dalam rejim Khmer Merah. Karena keterlibatannya dalam pembantaian massal di Kamboja maka ia dijuluki "Penjagal". Ta Mok wafat tahun 2006 ketika dirinya dalam proses pengadilan.

Khieu Samphan
Tokoh Khmer Merah ini lahir tahun 1931. Tahun 1998 Khieu Samphan dan Nuon Chea menyerah pada Hun Sen.

Ieng Sary
Tokoh Khmer Merah ini lahir dengan nama Kim Tran di Tra Vinh, Vietnam. Ia adalah sahabat dari Saloth Sar dan sama-sama bersekolah di Paris. Tahun 2009, pengadilan secara resmi mendakwanya dengan tuduhan terlibat dalam genosida terhadap minoritas Vietnam dan Muslim di Kamboja.

Parameswara Li
28-08-2012, 05:47 PM
Hun Sen
Lahir tahun 1952 dengan nama Hun Nal. Tahun 1970 Hun Sen bergabung dengan Khmer Merah. Setelah Khmer Merah berkuasa ia menjadi Komandan Batalion di Wilayah Timur. Kemudian karena suatu hal Hun Sen melarikan diri ke Vietnam. Hun Sen dipilih oleh pihak Vietnam untuk menjadi pemimpin pemberontak yang akan melawan Khmer Merah. Setelah invasi Vietnam tahun 1979 terbentuk negara baru yaitu Republik Rakyat Kamboja. Berbeda dengan Demokratik Kamboja yang didukung RRC, Republik Rakyat Kamboja ini didukung oleh Vietnam dan Uni Soviet. Dengan dukungan Vietnam Hun Sen kemudian menjadi Perdana Menteri Kamboja. Sampai sekarang, walaupun Republik Rakyak Kamboja sudah bubar dan berubah menjadi Kerajaan kamboja, Hun Sen tetap menjadi Perdana Menteri.

ndugu
28-08-2012, 09:54 PM
saya kenel cukup banyak chinese yang dari kamboja juga, banyak yang lari ke amrik / eropa / australia wkatu kasus pembunuhan masal jaman khmer merah (70an-80an). dan mereka juga benci banget dengan polpot gara2 kasus itu.

red_pr!nce
28-08-2012, 10:08 PM
Kalau orang Vietnam kan akarnya dari China juga. Mereka diitung keturunan China gak? ;D

Parameswara Li
28-08-2012, 10:27 PM
Kalau orang Vietnam kan akarnya dari China juga. Mereka diitung keturunan China gak? ;D

Biasanya yang masih dianggap keturunan Cina di Vietnam yang kedatangan leluhurnya belum terlalu lama. Mungkin paling lama adalah pada masa Dinasti Ming. Kalau yang datang sebelum itu kemungkinan besar sudah terasimilasi secara penuh ke dalam masyarakat Vietnam.

Masyarakat Vietnam sendiri walau leluhurnya datang dari wilayah yang sekarang masuk wilayah RRC, tentu tidak bisa dibilang keturunan Cina. Karena kalau semua masyarakat yang leluhurnya dulu tinggal di wilayah yang sekarang menjadi RRC disebut keturunan Cina maka orang Thai, Cham, Jawa, dsb bisa juga dibilang keturunan Cina.

Dulu daerah Cina bagian selatan dihuni oleh orang-orang yang berbahasa Austronesia, Austroasia, dan Tai-Kadai. Keturunan kelompok-kelompok masyarakat inilah yang kemudian mendiami wilayah Asia Tenggara termasuk kepulauan nusantara.


saya kenel cukup banyak chinese yang dari kamboja juga, banyak yang lari ke amrik / eropa / australia wkatu kasus pembunuhan masal jaman khmer merah (70an-80an). dan mereka juga benci banget dengan polpot gara2 kasus itu.

Yang ironis adalah bahwa banyak tokoh Khmer Merah adalah keturunan Cina. Rejim Khmer Merah sendiri waktu itu didukung oleh RRC.

Sebagian besar Boat People (Manusia Perahu) dari Kamboja dan Vietnam adalah keturunan Cina. Hanya sebagian kecil yang benar-benar asli Kamboja atau Vietnam.

Delacroix
28-08-2012, 11:38 PM
Ikutan komen masalah kaum cina perantauan di Thailand dari pandangan mata saja selama beberapa tahun menetap di Bangkok jadi benar salahnya ya ga tau, cm opini pribadi dari pengamatan sajah::oops::

Kesuksesan asimilasi warga cina perantauan di Thailand sini mungkin salah satu sebabnya dikarenakan oleh faktor agama yang mana sama2 beragama Budha sehingga pembaurannya lebih mudah. Di Bangkok sendiri sudah susah untuk membedakan antara orang thai "asli' dengan "keturunan", kecuali jika kita mampir kerumah mereka (terutama yang masih tinggal dengan orang tua), baru dapat ditebak klo orang ybs warga "perantauan" dari ornamen2 oriental dirumahnya.Selain itu warga yg berdarah chinese masih diberi nama chinese oleh orang tuanya dan biasa digunakan sebagai nick name/nama panggilan. (FYI semua orang thai punya nick name yang parahnya ga nyambung sama sekali sama namanya, suka2 orangnya mo pake nick name apaan ::hihi:: )

Seperti yang dikatakan bung Heihachiro, di utara Thailand (chiangmai, chiang rai, dan sekitarnya) penduduknya mirip sekali dengan chinese, yang notabene berkulit putih dan bermata sipit kontras dengan selatan thailand warganya mirip dengan orang melayu yang berkulit sawo matang.

1 tradisi yang unik disini, tradisi "Uang Susu", tradisi ini bukan tradisi asli Thailand, tetapi tradisi bawaan dari orang2 cina perantauan, yang sudah diadopsi oleh penduduk Thailand yang bukan keturunan sekalipun. Masalahnya, terutama di kota2 kecil, "uang susu" ini dijadikan ukuran gengsi seseorang. Makin besar "uang susu" yang diterima orang tua dari menjual.....eh menikahkan anak gadisnya, makin gede pula gengsi keluarga ybs dimata masyarakat.

1 contoh cerita yang baru terjadi awal bulan lalu. Salah satu supir kantor tempat saya bekerja melamar gadis idamannya, dan berapa uang susu yang diminta oleh orang tua si gadis? "cuma" 300rb baht (+/-90jt IDR) + emas 3 baht (1 baht emas +/- 15 gram). Setelah di nego akhirnya sepakat uang tunainya 200rb baht, dibayarkan tunai 100rb baht, dan 100rb baht sisanya dicicil::hihi::. Dan yang bikin sayah geleng2 kepala, angka segini wajar buat mereka. (Muke gile, engkoh saya aja taon lalu nikah, cm kasi uang susu 10jt, itupun dibalikin lagi ma mertua ::ungg:: )

ndableg
28-08-2012, 11:49 PM
Kalo chinese2 di asia tenggara mah ga heran kali ya.. di indo aja buanyak. Di amrik eropa jg yah ampir2 sama banyak lah..

Gw yg heran di israel yahudi keturunan china itu.. ato chinese di afrika gitu?

ndableg
28-08-2012, 11:52 PM
Gw inget waktu ke ceko, gw naek subway dipelototin orang2 ceko.. dikira alien kali.. T'rus gw ubek2 praha nyari chinese town, kagak ada.. yg ada malah pasar vietnam..

Sempet ngangguk2.. ternyata ada jg daerah yg ga ada chinesenya..

etca
29-08-2012, 09:13 AM
Gw inget waktu ke ceko, gw naek subway dipelototin orang2 ceko..
tampangmu kan tampang chinese, bleg.
ga tahu emang ada keturunan atau enggak.
padahal kalau dilihat2 dari ortumu keknya enggak yah.

dulu gw waktu kecil sering disangka anak chinese,
sekarang aja gedeannya agak iteman ;D
masih ingat ga? pas ke Suniaraja dulu ama anakanak KM, eh atau situ ude pulang duluan yah keknya.
pak Indrajit kan keukeuh nyangka gw chinese medan/chinese sulawesi :lololol:

bangsa Chinese itu hijrahnya kemana pas mula-mulanya masuk di Indonesia? ::ungg::

red_pr!nce
29-08-2012, 11:57 AM
Kalo chinese2 di asia tenggara mah ga heran kali ya.. di indo aja buanyak. Di amrik eropa jg yah ampir2 sama banyak lah..

Gw yg heran di israel yahudi keturunan china itu.. ato chinese di afrika gitu?

Sejak abad ke-2 Masehi, bangsa China menyebar ke Timur Tengah dan Asia Tengah melalui Jalur Sutera.

Banyak dari mereka yang kemudian menetap secara permanen di Jalur Sutera untuk menjadi pedagang dan meraih keuntungan yang besar, secara Jalur Sutera adalah jalur transit antara China dan Eropa. Kemudian, mereka bercampur baur dengan bangsa Scythia dan mendirikan negara-negara kecil di Asia Tengah. Maka itu, hingga kini, kalo kalian liat ciri-ciri fisik orang-orang Asia Tengah mirip sekali dengan ciri-ciri fisik orang-orang China. Matanya sipit, rambutnya hitam dan lurus, tapi kulitnya bule.

Sementara itu, pada suatu masa, bangsa Romawi pernah mengusir orang-orang Yahudi sehingga mereka terpencar-pencar ke seluruh penjuru dunia, terutama ke Eropa dan Asia Tengah. Bukan tidak mungkin, orang-orang keturunan China yang ada di Asia Tengah menikahi mereka. Akhirnya ya jadi China-Yahudi.

Kemudian di akhir abad 18, bangsa barat mulai menguasai kota-kota pelabuhan dan perdagangan di China. Banyak sekali pedagang Yahudi dari negara-negara barat yang pergi ke China untuk berdagang dengan orang-orang China. Bukan tidak mungkin, orang-orang China menikahi mereka. Akhirnya ya jadi China-Yahudi.

Dan menjelang Perang Dunia II, banyak orang Yahudi terusir dari Eropa. Mereka diberikan tempat oleh pemerintah China untuk tinggal secara damai. Ada beberapa komunitas Yahudi di China. Itulah salah satu sebab kenapa China didukung oleh Sekutu (Amerika Serikat dan Inggris) melawan Axis (Nazi Jerman dan Jepang).



Gw inget waktu ke ceko, gw naek subway dipelototin orang2 ceko.. dikira alien kali.. T'rus gw ubek2 praha nyari chinese town, kagak ada.. yg ada malah pasar vietnam..

Sempet ngangguk2.. ternyata ada jg daerah yg ga ada chinesenya..

Para perantau keturunan China biasanya mencari wilayah-wilayah yang menyediakan peluang ekonomi. Kebanyakan dari mereka tinggal di kota-kota pelabuhan besar atau di kota-kota industri maju supaya mereka bisa membuka lapangan pekerjaan dan meraih keuntungan. :D



Ikutan komen masalah kaum cina perantauan di Thailand dari pandangan mata saja selama beberapa tahun menetap di Bangkok jadi benar salahnya ya ga tau, cm opini pribadi dari pengamatan sajah::oops::

Kesuksesan asimilasi warga cina perantauan di Thailand sini mungkin salah satu sebabnya dikarenakan oleh faktor agama yang mana sama2 beragama Budha sehingga pembaurannya lebih mudah. Di Bangkok sendiri sudah susah untuk membedakan antara orang thai "asli' dengan "keturunan", kecuali jika kita mampir kerumah mereka (terutama yang masih tinggal dengan orang tua), baru dapat ditebak klo orang ybs warga "perantauan" dari ornamen2 oriental dirumahnya.Selain itu warga yg berdarah chinese masih diberi nama chinese oleh orang tuanya dan biasa digunakan sebagai nick name/nama panggilan. (FYI semua orang thai punya nick name yang parahnya ga nyambung sama sekali sama namanya, suka2 orangnya mo pake nick name apaan ::hihi:: )

Seperti yang dikatakan bung Heihachiro, di utara Thailand (chiangmai, chiang rai, dan sekitarnya) penduduknya mirip sekali dengan chinese, yang notabene berkulit putih dan bermata sipit kontras dengan selatan thailand warganya mirip dengan orang melayu yang berkulit sawo matang.

1 tradisi yang unik disini, tradisi "Uang Susu", tradisi ini bukan tradisi asli Thailand, tetapi tradisi bawaan dari orang2 cina perantauan, yang sudah diadopsi oleh penduduk Thailand yang bukan keturunan sekalipun. Masalahnya, terutama di kota2 kecil, "uang susu" ini dijadikan ukuran gengsi seseorang. Makin besar "uang susu" yang diterima orang tua dari menjual.....eh menikahkan anak gadisnya, makin gede pula gengsi keluarga ybs dimata masyarakat.

1 contoh cerita yang baru terjadi awal bulan lalu. Salah satu supir kantor tempat saya bekerja melamar gadis idamannya, dan berapa uang susu yang diminta oleh orang tua si gadis? "cuma" 300rb baht (+/-90jt IDR) + emas 3 baht (1 baht emas +/- 15 gram). Setelah di nego akhirnya sepakat uang tunainya 200rb baht, dibayarkan tunai 100rb baht, dan 100rb baht sisanya dicicil::hihi::. Dan yang bikin sayah geleng2 kepala, angka segini wajar buat mereka. (Muke gile, engkoh saya aja taon lalu nikah, cm kasi uang susu 10jt, itupun dibalikin lagi ma mertua ::ungg:: )

Dan orang-orang Thailand boleh makan BABI seperti orang-orang China.
Oleh karena itu, gampang sekali pembaurannya tanpa adanya paksaan.

Kalo di Indonesia, gw liat pembauran antara orang-orang Batak dengan orang-orang China jauh lebih mudah.
Agamanya beda koq - awalnya kan orang-orang China beragama Buddha dan orang-orang Batak beragama Kristen.
Tapi karena ada beberapa unsur budaya keduanya yang bisa berjalan beriringan, maka pembauran jadi lebih mudah.

Bagi orang China, Korea, dan Jepang, gak peduli lu mau agama apa, yang penting budayanya mirip. ;D


tampangmu kan tampang chinese, bleg.
ga tahu emang ada keturunan atau enggak.
padahal kalau dilihat2 dari ortumu keknya enggak yah.

dulu gw waktu kecil sering disangka anak chinese,
sekarang aja gedeannya agak iteman ;D
masih ingat ga? pas ke Suniaraja dulu ama anakanak KM, eh atau situ ude pulang duluan yah keknya.
pak Indrajit kan keukeuh nyangka gw chinese medan/chinese sulawesi :lololol:

bangsa Chinese itu hijrahnya kemana pas mula-mulanya masuk di Indonesia? ::ungg::

Awalnya, bangsa China yang masuk ke Indonesia itu adalah para tentara yang mengabdi untuk Kublai Khan. :D
Mereka masuk ke Jawa Timur untuk menghukum Raja Kertanegara yang kurang ajar terhadap Kublai Khan.

Parameswara Li
29-08-2012, 01:52 PM
Sementara itu, pada suatu masa, bangsa Romawi pernah mengusir orang-orang Yahudi sehingga mereka terpencar-pencar ke seluruh penjuru dunia, terutama ke Eropa dan Asia Tengah. Bukan tidak mungkin, orang-orang keturunan China yang ada di Asia Tengah menikahi mereka. Akhirnya ya jadi China-Yahudi.


Cina Yahudi yang tradisional itu asal muasal leluhurnya dari Asia Selatan, bukan Asia Tengah. Di India masih terdapat beberapa kantung-kantung Yahudi. Jumlah mereka di India sedikit karena sebagian besar sudah beralih agama. Hasil tes DNA memperlihatkan ada laki-laki India Hindu dan Muslim yang mempunyai Kromosom Y yang diidentifikasi sebagai Kromosom Y Kohanim yaitu kromosom Y para pendeta Yahudi.



Awalnya, bangsa China yang masuk ke Indonesia itu adalah para tentara yang mengabdi untuk Kublai Khan. :D
Mereka masuk ke Jawa Timur untuk menghukum Raja Kertanegara yang kurang ajar terhadap Kublai Khan.

Jauh sebelum itu sudah ada pemukim-pemukim Cina di nusantara. Tapi memang kedatangan dalam jumlah besar adalah sewaktu invasi tersebut. Sebagian besar keturunan mereka tidak ada bekasnya lagi karena sudah berasimilasi secara total ke dalam masyarakat nusantara. Keturunan Cina di Indonesia yang sekarang masih menyatakan diri sebagai keturunan Cina biasanya adalah keturunan pendatang masa Dinasti Qing.

red_pr!nce
31-08-2012, 09:44 PM
Kalau orang Taiwan kenapa tidak mengakui dirinya sebagai orang China?

ndugu
31-08-2012, 10:08 PM
kayanya di indo tuh ada beberapa gelombang migrasi dari china ya
secara historis dari dulu juga udah ada (seperti cerita dari buku2 sejarah), dari ntah brapa abad yang lalu

tapi gelombang terakhir sepertinya pas jaman revolusi apa gitu di china sana, masih dalam 100 taon terakhir, di mana banyak yang melarikan diri. temen2 chinese dari kampung halamanku banyak yang termasuk generasi ketiga di indo. 3 dari 4 kakek nenekku termasuk dalam gelombang ini. kalo yang nenek yang satunya lagi kayanya udah lama di indonya (saya termasuk generasi ke5 kalo ngitung dari garis itu).


Kalau orang Taiwan kenapa tidak mengakui dirinya sebagai orang China?
masa. kupikir mereka merasa chinese, dan kupikir itu ke masalah kedaulatan daripada identitas ya. taiwanese2 yang saya tau memang tidak ingin digrup-in sebagai orang yang dari china. sama seperti chinese2 yang dari hongkong ato singapur. mereka sadar turunan chinese, tapi memastikan mereka dibedakan dari chinese dari mainland :cengir:

sama halnya, kamu merasa orang chinese ato indo? :cengir:

red_pr!nce
01-09-2012, 09:56 AM
^ Saya merasa orang Indonesia, kalau dipandang dari sisi kewarganegaraan. Tapi saya orang China, kalau dipandang dari sisi klasifikasi genetik.

Parameswara Li
01-09-2012, 03:34 PM
Kalau orang Taiwan kenapa tidak mengakui dirinya sebagai orang China?

Ngene lho kang, Pengertian orang Cina di Thread ini adalah Huárén [華人], yaitu orang Cina dalam konteks budaya dan etnik, bukan Zhōngguórén [中國人], orang Cina dalam pengertian politik dan negara. Kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris memang menjadi rancu karena baik Huárén maupun Zhōngguórén sama-sama diterjemahkan sebagai Chinese. Namun dalam penjelasannya, biasanya jelas konteksnya ke arah mana.

Orang Cina Singapura atau Thailand adalah Huárén, tapi jelas mereka bukan Zhōngguórén. Untuk kasus Taiwan memang agak kompleks karena secara resmi baik RRC maupun RC (Republik Cina) sama-sama mengklaim sebagai otoritas resmi Zhōngguó [Negara Cina].

Taiwan adalah propinsi Cina, baik itu RRC maupun RC. Dari sudut pandang RRC, propinsi Taiwan adalah propinsi Cina yang masih diduduki oleh pemberontak Guómíndǎng [Partai Nasionalis]. Sedangkan dari sudut pandang RC, propinsi Taiwan adalah satu-satunya propinsi yang tidak diduduki pemberontak Gòngchǎndǎng [Partai Komunis]. Jadi berbeda dengan Korea Utara dan Korea Selatan yang merupakan dua negara yang terpisah, RRC dan RC adalah dua entitas politik yang mengklaim wilayah yang sama.

Selama puluhan tahun politik RC didominasi oleh Partai Nasionalis. Tujuan mereka mula-mula memperjuangkan seluruh Cina untuk kembali di bawah pemerintahan nasionalis, namun saat ini yang mengemuka adalah keinginan untuk benar-benar menjadi satu Cina, mungkin dengan sistem otonomi luas seperti yang dialami oleh Hong Kong. Deng Xiaoping sendiri dari pihak RRC tahun 80an pernah mengusulkan 一國兩制 [Yīguó Liǎngzhì] yang berarti "Satu Negara Dua Sistem" untuk mempersatukan seluruh Cina. Usulan ini berkaitan dengan Macau, Hong Kong, dan Taiwan. Jadi wilayah-wilayah tersebut boleh mempunyai sistem sendiri.

Simpatisan Partai Nasionalis di Taiwan jelas menganggap diri mereka adalah Zhōngguórén [中國人], yaitu orang Cina dalam konteks politik dan negara. Tapi tidak semua orang merupakan simpatisan Partai Nasionalis. Sejak demokratisasi Taiwan dimulai 20 tahunan yang lalu, banyak partai-partai lain bermunculan dengan agenda masing-masing. Partai-partai lain yang cukup besar adalah 民主進步黨 [Mínzhǔ Jìnbùdǎng = Partai Progresif Demokratik], 親民黨 [Qīnmíndǎng = Partai Pertama Rakyat], Táiwān Tuánjié Liánméng [台灣團結聯盟 = Serikat Solidaritas Taiwan], dan Wúdǎng Tuánjié Liánméng [無黨團結聯盟 = Serikat Solidaritas Non Partisan]

Partai Progresif Demokrat punya tujuan untuk memerdekakan Taiwan menjadi negara sendiri yang jelas berbeda dari Cina. Tahun 1895 Taiwan pernah menjadi negara sendiri dengan nama Republik Formosa. Negara ini hidupnya singkat sekali yaitu tidak sampai 5 bulan. Saat itu adalah jeda pada saat penyerahan Taiwan dari Kekaisaran Qing kepada Kekaisaran Jepang. Pengikut partai ini tentu saja memandang diri mereka adalah Huárén, tapi bukan Zhōngguórén.

Partai Pertama Rakyat adalah pecahan dari Partai Nasionalis. Oleh karena itu partai ini sehaluan dengan Partai Nasionalis yaitu pro unifikasi.

Serikat Solidaritas Taiwan sebenarnya adalah pecahan dari Partai Nasionalis. Namun didirikan oleh tokoh lokal Taiwan sehingga lebih mementingkan nasionalisme Taiwan. Partai ini berkoalisi dengan Partai Progresif Demokrat dan memperjuangkan Kemerdekaan Taiwan sehingga simpatisan partai ini cenderung memandang diri mereka adalah orang Taiwan.

Serikat Solidaritas Non Partisan. Tidak jelas pendirian partai ini terhadap status politik wilayah Taiwan sehingga mereka tidak berafiliasi kemana-mana. Fokus partai ini adalah kepada hal-hal lain diluar status politik wilayah Taiwan.

Jadi sebagian besar orang Taiwan pasti menganggap diri mereka adalah Huárén, namun sebagian dari mereka tidak mengakui dirinya sebagai Zhōngguórén.

daylight
10-09-2012, 09:35 PM
Saya pernah baca yang sebenarnya pantas menyandang orang Cina yg asli adalah suku Derung dan suku Zhuang, benar tidak ya? Katanya dari hasil test genetika, membuktikan kedua suku itu yg paling sedikit pencampurannya. Bahkan suku Derung murni 100% keaslian genetiknya.

Parameswara Li
11-09-2012, 04:10 PM
Saya pernah baca yang sebenarnya pantas menyandang orang Cina yg asli adalah suku Derung dan suku Zhuang, benar tidak ya? Katanya dari hasil test genetika, membuktikan kedua suku itu yg paling sedikit pencampurannya. Bahkan suku Derung murni 100% keaslian genetiknya.

Asli dalam konteks apa ? Dalam konteks pengaruh budaya atau apa ? Yang namanya etnis itu sebenarnya lebih berpijak pada budaya, bukan genetik. Tentu saja unsur genetik juga diperhitungkan, tetapi susunan genetik etnis-etnis yang berbeda bisa saja sama. Contohnya orang Qiang dan Naxi. Secara etnis jelas berbeda, pemerintah Cina juga menggolongkan kedua etnis itu secara berbeda, namun secara genetik kan sama karena orang Naxi adalah keturunan dari orang-orang Qiang juga. Kalau di Indonesia mungkin bisa dilihat antara orang Bali dan orang Sasak yang sebenarnya berasal dari kelompok masyarakat yang sama. Hanya saja kemudian orang Bali mengalami percampuran baik budaya dan genetik dari orang Jawa.

Orang Derung adalah penutur kelompok bahasa Tibeto-Burman, sedangkan orang Zhuang adalah penutur kelompok bahasa Tai-Kadai. Jadi kalau mau dihubungkan antara budaya dan genetik, yang sebenarnya tidak selalu pararel juga, maka secara genetik orang Derung lebih mirip dengan orang Tibet, dan orang Zhuang lebih mirip dengan orang Thai.

Kalau ada orang luar negeri yang menyatakan bahwa orang asli Indonesia adalah orang Asmat umpamanya, tentu banyak orang yang akan protes. Tapi jelas bahwa leluhur orang Asmat sudah tinggal di Nusantara jauh sebelum leluhur orang Jawa. Dan budaya Asmat sampai sekarang masih lebih pure dari budaya-budaya di Jawa, dalam arti budaya-budaya di Jawa sudah bercampur dengan budaya-budaya asing seperti India, Cina, dan Timur Tengah tentu saja benar kan. Tapi itu semua kan ada konteksnya.

Kalau dikatakan orang Zhuang lebih asli di Cina Selatan daripada orang Han, mungkin ada benarnya. Leluhur orang Zhuang memang lebih dahulu tinggal di Cina Selatan daripada leluhur orang Han yang merupakan penghuni Cina Utara. Baru kemudian orang Han berbondong-bondong ke daerah selatan dan mencinakan daerah tersebut. Bahkan di provinsi Guangxi, hampir separuh dari laki-laki etnis Han sebenarnya adalah etnis Zhuang yang sudah berasimilasi menjadi orang Han.

kupo
19-12-2012, 01:41 PM
kalau lihat foto2 keturunan hokkian di kamboja, mirip sekali dengan orang hokian di di indonesia, jadi ingat dulu kalau lihat foto2 jaman mak engkong, mirip2 kayak gini hahaha ::hihi::

Parameswara Li
10-01-2013, 02:51 PM
kalau lihat foto2 keturunan hokkian di kamboja, mirip sekali dengan orang hokian di di indonesia, jadi ingat dulu kalau lihat foto2 jaman mak engkong, mirip2 kayak gini hahaha ::hihi::

Karena mereka kaum peranakan, tentu saja mereka mirip dengan orang Hokkian di Indonesia yang sebagian besar adalah kaum peranakan (terutama yang berada di Jawa).