PDA

View Full Version : Pengalaman-pengalaman Spiritual Ditinjau dari Neurosains



ishaputra
06-04-2012, 11:53 AM
Pengalaman-pengalaman Spiritual Ditinjau dari Neurosains

Silakan baca artikel ini:
http://ioanesrakhmat.blogspot.com/2011/11/pengalaman-pengalaman-spiritual.html

“PDK (Pengalaman Dekat Kematian/Near Death Experience) terjadi karena dipicu oleh peristiwa-peristiwa traumatis, misalnya serangan jantung. Ketika gangguan REM ini terjadi, pikiran seseorang dapat sadar lebih dulu ketimbang tubuhnya, dan kejadian ini umumnya disertai dengan munculnya berbagai halusinasi dan perasaan sedang terpisah dari tubuh. PDK muncul sebagai suatu keadaan kebingungan karena seseorang secara mendadak dan tanpa diharapkan masuk ke dalam suatu keadaan seperti mimpi, sehingga dia tak dapat membedakan mana realitas dan mana fantasi atau mimpi.

Pangkal otak, sebagai bagian dari “otak bawah” (lower brain, yang terdiri atas medulla,pons, midbrain, thalamus, hypothalamus), memungkinkan timbulnya PDK karena bagian otak ini sebetulnya dapat bekerja dan berfungsi lepas sama sekali dari bagian-bagian otak yang terletak di sebelah atas (disebut “higher brain”, yang secara keseluruhan dinamakancerebrum atau korteks serebral atau korteks saja, dan terdiri atas bagian-bagian besar yang dinamakan frontal lobe, parietal lobe, occipital lobe, dan temporal lobe). Jadi, kalaupun bagian-bagian yang membentuk “otak atas” ini mati, pangkal otak dapat terus berfungsi, dan gangguan REM masih dapat terjadi”.

Sangat menarik! Artikel di atas menjelaskan fenomena-fenomena pengalaman spiritual dari sudut neurosains.

Neurosains menjelaskan mengenai fenomena Near death experience dan Out of body experience.

Dari artikel tersebut bisa disimpulkan bahwa: Melalui sains, tidak ada yang ajaib sebenarnya. “Ajaib”, hanya karena kita belum tahu prosesnya.

Selamat merenung!

AsLan
06-04-2012, 01:36 PM
Article diatas mungkin saja benar, tapi tetap tidak membatalkan penelitian2 mengenai perbedaan proses kematian antar orang beragama dengan yg tidak beragama.

Di awal tahun 1900an, dokter2 sering mengamati proses kematian pasiennya tanpa obat bius, berbeda dengan jaman sekarang dimana kebanyakan pasien yg sekarat diberi obat bius atau morfin.

Kalau article Isha menunjukkan bahwa orang akan berhalusinasi menjelang kematian, maka penelitian lain menunjukkan bahwa "halusinasi" yg dialami oleh orang beragama berbeda dengan "halusinasi" yg dialami oleh orang atheis.

Dokter2 mencatat bahwa pasien2 kristen saat menjelang kematian tiba2 kehilangan rasa sakit dan "berhalusinasi" melihat surga, musik indah, malaikat2 dan mereka masih sadar untuk menceritakan apa yg mereka lihat.

Kitab suci juga menuliskan proses kematian Stefanus saat dihukum rajam, menjelang kematiannya ia melihat langit terbuka dan Yesus berdiri menyambut kedatangannya.

Sebuah scrip juga menceritakan "halusinasi" yg dialami oleh seorang prajurit romawi saat bertugas menghukum mati sekelompok penganut kristen, "halusinasi" itu dialaminya saat masih sehat dan kuat, jauh dari proses kematian. Prajurit ini tak sengaja melihat keatas dan melihat langit terbuka menyambut kematian para martir yg hendak dia bunuh, sehingga sang prajurit segera membuka pakaiannya dan bergabung dengan para terhukum, minta dibunuh bersama2.

Sejarah juga mencatat Kaisar Nero mengeluh karena orang2 Kristen menyanyi dan berwajah bahagia menjelang kematian saat dihukum mati dengan cara apapun.

Kalau semua itu hanya sebuah "halusinasi" maka berbahagialah orang beragama karena otaknya dilengkapi sebuah "defense mechanism" untuk menghadapi penderitaan yg terlalu berat, misalnya karena penyakit atau kematian.


Sebaliknya dokter2 mencatat bahwa kematian orang non-religion sangat menyakitkan dan menakutkan, mereka panik dan sangat ketakutan menjelang kematian.

slowrelax
06-04-2012, 02:43 PM
denger2 "K" dapat men simulasi NDE

yg nyoba mesti orang yg udah pernah NDE beneran jadi bisa dibandingkan....tp susah juga karena di pikirannya udah ada placebo "ooo ini buatan manusia, ga akan sama dengan aslinya"

et dah
06-04-2012, 02:52 PM
"K"itu apaan ketamine kah ?

RAP
01-07-2012, 11:11 PM
Mau share sedikit
Aku pernah koma malah hampir lewat karena ada dokter iseng ngak konsul dokter utama jadi salah kasih obat
Saat itu aku lagi di ICU... Rasanya badan berat banget nempel ke bumi...
Kaya kasur rumah sakit itu nelen badanku...
Trus aku OBE ketemu sama seseorang yg bawa aku ke icu rumah sakit lain
Trus nerangin ke aku kalau mereka semua banyak yang kaya aku
Tubuh nolak obat krn ngak cocok tapi ngak bisa teriak n beritau suster n dokter yg jaga
Trus aku balik lagi ke kasurku diterangin bahwa obat yg dikasih ke aku melalui infus ada yg ngak cocok...
Katanya kalau aku msh mau hidup ya usaha utk bangun n minta dimatiin infus obatnya
Kalau ngak katanya aku bakal kaya tetangga sebelah kasurku
Gila aku takut bgt... N usaha sekerasnya untuk bangun n teriak manggil suster jaga
Duh tuh waktu kaya di film six mill dollarman... Pelan bgt...
Akhirnya aku bisa bangun n teriak juga... Trus minta obatnya dihentikan... Itu masih setengah sadar loh kata susternya... Soalnya ngomongnya megap megap
4 jam kemudian aku pulih total...
N yg bikin aku paling takut... Kata suamiku tetannga sebelahku udah lewat...
Ternyata kalau belum waktunya dipanggil kita dikasih tau loh...plus penyebabnya
Trus dikasih pilihan juga mau tetap hidup or pasrah... Jadi perlu usaha juga
Ini sepenggal pengalamanku... Mudah mudahan dapat bantu kopiers untuk memahami bahasan diatas....

beastmen85
02-07-2012, 12:44 AM
ga bakal ngerti kalo ga pernah ngalami.

plg banter ngira2.

---------- Post Merged at 10:44 PM ----------

kalo obe yg maenin 'sukma' itu cm kerjaan 'lower brain' maka dpt dikatakan jiwa ato ruh itu ga ada ya. tp setan byk.

ndableg
02-07-2012, 01:07 AM
“Ajaib”, hanya karena kita belum tahu prosesnya.

Ya emang juga begituh.. Kalo ud tau mana ada yg ajaib?
Sains juga ga bisa langsung menjelaskan sebelum ada riset nya yg bisa menjelaskan. Selama belum bisa, ya ajaib.

Nowitzki
02-07-2012, 12:32 PM
Kayaknya ini topik diskusi Jumat kemaren ya