PDA

View Full Version : Antara Komando Iblis dan Atheism



AsLan
28-03-2012, 06:54 PM
Di forum sebelah ada yg mempertanyakan apakah seorang atheis bisa kesurupan ?

Pertama, pertanyaan ini tidak bisa didiskusikan dengan para atheis itu sendiri karena mereka tidak percaya adanya Tuhan maupun setan, iblis ataupun malaikat.

Namun ada sebuah penelitian yg menarik tentang statistik kejadian kasus2 kesurupan dan timbulnya gerakan atheism di eropa dan asia.
(Sayang sekali saya lupa sumbernya).

Penelitian itu mempromosikan sebuah hipotesa : Di wilayah dimana gerakan atheism berkembang, kejadian Kesurupan berkurang drastis atau bahkan lenyap sama sekali.

Si peneliti mengamati bahwa di negara2 barat yg makin rasionalis dan atheis, kejadian kesurupan tidak terjadi pada siapapun, baik orang beragama maupun penganut paham atheis.

Sebaliknya disaat yg bersamaan, di bagian dunia lain (Asia), dimana penduduknya masih religius, banyak kejadian kesurupan yg terjadi pada siapapun.

Jadi tidak bisa dikatakan bahwa orang atheis tidak bisa kesurupan karena seluruh komunitas tidak ada yg kesurupan, termasuk orang2 beragama di komunitas tersebut.

Dari penelitian ini, si peneliti yg kebetulan seorang Kristen (atau katolik, saya lupa) berpendapat bahwa:

Kesurupan merupakan pekerjaan Iblis atau Setan, Iblis2 ini berada dalam satu komando dengan satu grand design, apabila Grand design yg sedang diperjuangkan adalah untuk menyebarkan faham Atheism disuatu wilayah, maka semua pekerjaan rohaniah dihentikan, termasuk kejadian merasuki manusia.
Logikanya adalah, kalau manusia tidak pernah melihat setan dan tidak percaya keberadaan setan, langkah berikutnya manusia juga tidak akan percaya keberadaan Tuhan.
Lucu sekali kalau sebagian kerajaan Iblis berjuang mempromosikan faham Atheism dikalangan manusia tapi sebagian lagi tetap merasuki manusia dan membuat pekerjaan2 rohani

choodee
28-03-2012, 06:58 PM
Gw ga pernah kesurupan, berarti pekerjaan iblis ke gw sukses? ;D

AsLan
28-03-2012, 07:12 PM
Gw ga pernah kesurupan, berarti pekerjaan iblis ke gw sukses? ;D

kayaknya proyek itu sudah berakhir, itu berlangsung di akhir 1800an sampai awal 1900an.

Inget film Exorcism ? (itu film yg diangkat dari kisah nyata)
saat itu publik dibarat sangat heran dengan fenomena kesurupan, kenapa bisa heran ? karena sudah beberapa generasi tidak ada orang kesurupan.

http://cogitz.files.wordpress.com/2009/08/hqdefault.jpg

hajime_saitoh
28-03-2012, 07:24 PM
mungkin maksudna.. karena usaha iblis dan pasukan setannya sudah sukses dalam membuat para atheist untuk tidak mempercayai Tuhan jadinya tugas mereka sudah selesai untuk manusia2 yang atheist itu.... kalo yang masih theist ya masih tetep diganggu ama setan...

AsLan
28-03-2012, 08:39 PM
mungkin maksudna.. karena usaha iblis dan pasukan setannya sudah sukses dalam membuat para atheist untuk tidak mempercayai Tuhan jadinya tugas mereka sudah selesai untuk manusia2 yang atheist itu.... kalo yang masih theist ya masih tetep diganggu ama setan...

yup betul.
salah satu keuntungan belajar agama adalah kita mendapat penjelasan mengenai hal2 yg tidak terlihat oleh mata manusia, misalnya mengenai perang antara kebaikan dan kejahatan, sebuah fenomena yg tak terlihat secara fisik namun bisa dijelaskan secara filosofis.

meliakh
29-03-2012, 12:00 AM
yup betul.
salah satu keuntungan belajar agama adalah kita mendapat penjelasan mengenai hal2 yg tidak terlihat oleh mata manusia, misalnya mengenai perang antara kebaikan dan kejahatan, sebuah fenomena yg tak terlihat secara fisik namun bisa dijelaskan secara filosofis.

setuju banget
dulu orang sakit pasti karena murka tuhan/kutukan.. trus ketika manusia yang dibisikin setan nemu yang namanya mikroorganisme, dan kemudian disimpulkan bahwa orang bisa sakit karena hal2 yang tidak tampak oleh mata manusia, di sini iblis menang dan bikin orang jadi atheis

btt.. imo orang atheis ga bisa kerasukan.. saya juga pernah dengar atheis ga mempan dibakar api, juga mendalami ilmu keatheisannya di sekolah khusus yang bisa diakses lewat stasiun kereta api nomer 9 3/4 di stasiun kings cross di inggris

choodee
29-03-2012, 12:16 AM
Berarti.... Ketika kita berada di kuburan sendiri malm2 lebih baik meyakinkan diri kalo tidak ada tuhan drpd komat kamit baca doa?

E = mc²
29-03-2012, 07:17 AM
^ sepertinya iya. atheis menjadi jalan paling aman buat bebas dr kerasukan ;D

hajime_saitoh
29-03-2012, 09:36 AM
setuju banget
dulu orang sakit pasti karena murka tuhan/kutukan.. trus ketika manusia yang dibisikin setan nemu yang namanya mikroorganisme, dan kemudian disimpulkan bahwa orang bisa sakit karena hal2 yang tidak tampak oleh mata manusia, di sini iblis menang dan bikin orang jadi atheis

btt.. imo orang atheis ga bisa kerasukan.. saya juga pernah dengar atheis ga mempan dibakar api, juga mendalami ilmu keatheisannya di sekolah khusus yang bisa diakses lewat stasiun kereta api nomer 9 3/4 di stasiun kings cross di inggris

lha itu belajar atheist apa belajar debus sih sampe bisa kebal api???

---------- Post added at 09:36 AM ---------- Previous post was at 09:34 AM ----------


^ sepertinya iya. atheis menjadi jalan paling aman buat bebas dr kerasukan ;D

bukan, yang paling aman dari kerasukan itu menjalankan Agama sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasul (ittiba).... kalo atheist bisa juga kerasukan etan boros, setan mubazir. dan setan2 lainnya.....

E = mc²
29-03-2012, 11:34 AM
itu kan menurut bro hajime. bagi umat agama lain, beda lagi caranya kan? :D

sedgedjenar
29-03-2012, 12:13 PM
kerasukan itu karena badan, tubuh fisiknya di take-over, dipinjam
bisa terjadi kalo ybs jiwanya lemah, atau dengan sukarela meminjamkan tubuh fisiknya

yang minjam tubuh fisik ini ya manusia2 juga, manusia kiwir2 yang gentayangan, yang nyasar gak tau mau kemana jalan pulang
tandanya adalah kalo kerasukan suka minta makan, minum yang aneh2. Karena semasa hidup gak bisa paham hakekat puasa, jadi setelah meninggal nafsu makan minumnya masih melekat masih ngerasa lapar dan haus akibat tidak banyak berlatih puasa.

dengan minjem badan fisik manusia hidup, dia bisa ngerasain rasanya makan minum yang msuk ke badan fisiknya
makanya keliatan rakus kayak gak pernah makan dan minum dalam jangka waktu lama

ada juga kesurupan roh suci, yang masuk ini adalah manusia2 yg dulunya sudah tercerahkan dan hidup di alam penantian (gak kiwir2 gentayangan)
tandanya, kalo masuk gak minta aneh2, cuma kasih petunjuk dan wejangan aja

nah, kalo dikuburan sendirian jiwa bisa jadi lemah, kalo takut yang teramat sangat
biasanya jiwanya orang yang gentayangan udah bisa rasa, mana orang yg jiwanya lebih lemah yg bisa di pinjam badannya
tapi ini juga gak selalu, seperti halnya preman gak semua malak ke semua orang. tergantung mood kali ye
kalo terpaksa menghadapi situasi ini bernyanyi aja keras2, teriak puisi atau baca buku teriak2, yang paling manjur teriak2 minta tolong

::ngakak2::

hajime_saitoh
29-03-2012, 12:26 PM
itu kan menurut bro hajime. bagi umat agama lain, beda lagi caranya kan? :D

ahh sebenarnya itu bukan menurut saya, namun saya hanya merangkum saja.... coba anda baca biografy para imam2 besar, Imam Ghazali, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Maliki, Imam Syafii, atau kisah2 para Tabiin dan tabiut Tabiin, mereka adalah orang2 yang sangat baik pemahaman akan agama mereka... dan mereka hidup dalam keadaan yang Qonaah (merasa cukup dengan yang dimiliki) dan zuhud (mengambil secukupnya masalah dunia).. dan mereka setahu saya tidak pernah tuh kerasukan.... Wallohu'alam :ngopi:

E = mc²
29-03-2012, 12:36 PM
begitupun para pendeta, biksu, pandita, dan santo-santo yang asketik, tak pernah terdengar ada kisah mereka kena kesurupan, malah seringnya mengalami visi bahkan eufani.

hajime_saitoh
29-03-2012, 01:00 PM
^
yup, itu kembali ke diri kop rumus, mau mengambil pelajaran dari siapa? dari para Imam, pendeta, biksu, pandita atau dari para santo, silahkeun..... :ngopi:

sedgedjenar
29-03-2012, 02:59 PM
begitupun para pendeta, biksu, pandita, dan santo-santo yang asketik, tak pernah terdengar ada kisah mereka kena kesurupan, malah seringnya mengalami visi bahkan eufani.

sebaliknya, malah dikejar2, minta didoain
saya pernah denger langsung ceritanya, menurut beliau : kalo orang bisa liat ini dikaki saya nih pada menggelayuti mengiba2 minta di selamatin, di doain.
makanya yang masih punya badan fisik harus banyak belajar supaya gak seperti itu
belajar agama jgn tanggung2, harus total dan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari
harus ada jejaknya, ada buktinya
gak usah sibuk ngurusi agama lain, kepercayaan orang lain

purba
29-03-2012, 03:34 PM
Iblis Kristen beda dengan iblis Islam. Iblis Kristen berhadapan secara diametral dgn Yesus. Sedangkan iblis Islam masih minta izin tuhan buat menggoda "si manis jembatan surga", yaitu Hawa, temen kumpul kebo-nya Adam... :)) Jadi, ateis bukan temannya iblis Islam, sebab iblis Islam masih tunduk pada tuhan. Juga ateis bukan temannya iblis Kristen, sebab iblis Kristen masih berseteru dgn Yesus sang tuhan, sementara ateis sudah mengubur tuhan di tempat peristirahatannya yg terakhir, yaitu manusia-manusia beriman dan domba-domba tuhan.

hajime_saitoh
30-03-2012, 09:35 AM
sebaliknya, malah dikejar2, minta didoain
saya pernah denger langsung ceritanya, menurut beliau : kalo orang bisa liat ini dikaki saya nih pada menggelayuti mengiba2 minta di selamatin, di doain.
makanya yang masih punya badan fisik harus banyak belajar supaya gak seperti itu
belajar agama jgn tanggung2, harus total dan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari
harus ada jejaknya, ada buktinya
gak usah sibuk ngurusi agama lain, kepercayaan orang lain

yup yang ini saya setuju ama kop sedge... mari kita pelajari agama kita masing2 dengan benar, InsyaAllah dengan begitu akan tercipta toleransi antar theist... Wallohu'alam

ndableg
30-03-2012, 03:14 PM
Iblis Kristen beda dengan iblis Islam. Iblis Kristen berhadapan secara diametral dgn Yesus. Sedangkan iblis Islam masih minta izin tuhan buat menggoda "si manis jembatan surga", yaitu Hawa, temen kumpul kebo-nya Adam... :)) Jadi, ateis bukan temannya iblis Islam, sebab iblis Islam masih tunduk pada tuhan. Juga ateis bukan temannya iblis Kristen, sebab iblis Kristen masih berseteru dgn Yesus sang tuhan, sementara ateis sudah mengubur tuhan di tempat peristirahatannya yg terakhir, yaitu manusia-manusia beriman dan domba-domba tuhan.

Lalu kira2 gimana penjelasan atheis ttg fenomena kesurupan ini, pur? apa acting ato apa?

sedgedjenar
30-03-2012, 03:36 PM
Iblis Kristen beda dengan iblis Islam. Iblis Kristen berhadapan secara diametral dgn Yesus. Sedangkan iblis Islam masih minta izin tuhan buat menggoda "si manis jembatan surga", yaitu Hawa, temen kumpul kebo-nya Adam... :)) Jadi, ateis bukan temannya iblis Islam, sebab iblis Islam masih tunduk pada tuhan. Juga ateis bukan temannya iblis Kristen, sebab iblis Kristen masih berseteru dgn Yesus sang tuhan, sementara ateis sudah mengubur tuhan di tempat peristirahatannya yg terakhir, yaitu manusia-manusia beriman dan domba-domba tuhan.

https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/377964_2602964447303_1650607096_2483185_2056888589 _n.jpg

kandalf
30-03-2012, 05:01 PM
Gini aja deh...

coba tunjukkan berita satu kasus kesurupan yang terjadi pada orang Atheis. Nanti kita bahas ramai-ramai. :)

youngblue
31-03-2012, 10:58 AM
Ijin nyimak ndan ...... Biar ndak kerasukan...

AsLan
31-03-2012, 02:11 PM
@ kandalf

Kalo lihat dari hipotesa TS diatas, maka akan sulit sekali mencari kasus kerasukan pada orang atheis di jaman modern, kan alasannya sudah disebut dalam hipotesa tersebut yaitu memang atheism sendiri adalah proyek iblis dalam menjauhkan manusia dari penciptanya.

Tapi kalau dilihat secara keseluruhan sejarah umat manusia, banyak sekali terjadi kasus kesurupan pada orang yg tak mengenal agama, misalnya di China, banyak kasus kerasukan roh pada orang2 tak beragama.

hajime_saitoh
31-03-2012, 02:16 PM
^
tapi mereka memiliki kepercayaan terhadap roh nenek moyang (animisme) jadi mereka (orang cina jaman dahulu) sudah mempercayai yang namanya supreme being and the other thing that eye tidak bisa lihat..... dan itu sangat berbeda dengan paham atheist

BundaNa
31-03-2012, 02:48 PM
@meli: ntar dibilang JK Rawling ratu illuminati :ngakak2::

atheis tdk merasa b'teman dgn iblis, pdhl iblis yg nyetir ;D

AsLan
31-03-2012, 06:48 PM
Mungkin lebih tepat dipertanyakan, bisakah orang rationalist kesurupan ?

Karena banyak orang atheis yg tidak rationalist, misalnya orang2 yg cuek terhadap agama.

BundaNa
31-03-2012, 06:59 PM
gw rasa cuek sm agama bukan berarti dia atheis. lebih tepatnya sama okum agama yg demen perang jd memilih apatis

purba
02-04-2012, 07:02 AM
Ane sering bilang: Ada fenomena, ada eksplanasi.

Misalnya ada orang yg kejang-kejang dan ngoceh gak karuan dengan logat yg tidak biasa. Ini adalah sebuah fenomena. Apa eksplanasi atau penjelasan dari fenomena tsb?

AsLan akan bilang: Orang tsb kerasukan roh halus. Perlu bantuan pastor utk mengusir roh dari tubuh orang tsb.

purba akan bilang: Kayaknya tuh orang ayan. Coba panggil dokter, supaya diperiksa.

Misalnya lagi ada anak sekolah yg gak lulus UN. Ini juga sebuah fenomena. Apa penjelasan dari fenomena tsb?

hajime_saitoh: Tuhan belum mengijinkan anak tsb utk lulus UN. Coba perbanyak sholat tahajud tiap tengah malem.

purba: Anak itu lagi flu, sehingga kurang konsentrasi ketika UN, jadi gak lulus deh. Tahun depan ikut lagi, jangan lupa rajin belajar dan jaga kesehatan pas hari-H-nya.

Misalnya juga ada putih-putih lompat-lompat di semak-semak.

BundaNa: Iiih... ada pocoooooongg.... tatuuuttttt............
purba: Apaan tuh? Coba ane deketin... BUSSUUTTTT.... bener pocong... lariiiiii......... :))

BundaNa
02-04-2012, 07:10 AM
@purba: kalo lu sakaratul maut mau ngapain lu?

hajime_saitoh
02-04-2012, 09:25 AM
Ane sering bilang: Ada fenomena, ada eksplanasi.

Misalnya ada orang yg kejang-kejang dan ngoceh gak karuan dengan logat yg tidak biasa. Ini adalah sebuah fenomena. Apa eksplanasi atau penjelasan dari fenomena tsb?

AsLan akan bilang: Orang tsb kerasukan roh halus. Perlu bantuan pastor utk mengusir roh dari tubuh orang tsb.

purba akan bilang: Kayaknya tuh orang ayan. Coba panggil dokter, supaya diperiksa.

Misalnya lagi ada anak sekolah yg gak lulus UN. Ini juga sebuah fenomena. Apa penjelasan dari fenomena tsb?

hajime_saitoh: Tuhan belum mengijinkan anak tsb utk lulus UN. Coba perbanyak sholat tahajud tiap tengah malem.

purba: Anak itu lagi flu, sehingga kurang konsentrasi ketika UN, jadi gak lulus deh. Tahun depan ikut lagi, jangan lupa rajin belajar dan jaga kesehatan pas hari-H-nya.

Misalnya juga ada putih-putih lompat-lompat di semak-semak.

BundaNa: Iiih... ada pocoooooongg.... tatuuuttttt............
purba: Apaan tuh? Coba ane deketin... BUSSUUTTTT.... bener pocong... lariiiiii......... :))

tambahan....
Misalnya juga ada putih-putih lompat-lompat di semak-semak.

Hajime_saitoh: apaan tuh? sambil dideketin, en nyiapin pedang kayu.... (langsung kasih teknik gatotsu) Ciiiiiiaaaaaattt..... ::doh:: ternyat cuman kain seprei yang membungkus guling terus digantongin ... ::hihi::

E = mc²
02-04-2012, 09:32 AM
guling yg dibungkus kain seprei, gimana bisa loncat2 kop? *pertanyaan penting*

BundaNa
02-04-2012, 09:43 AM
diiket tali atasnya, ditarik2 dari batang pohon

sedgedjenar
02-04-2012, 10:54 AM
@purba: kalo lu sakaratul maut mau ngapain lu?

Sorrie, ini bukan bung purba ya, cuma skenario saya aja.

Kalo atheist, yg mengedepankan logika, yg mendewa2 kan science terus sakaratul maut ?
Ya pasti seperti scientist ketika di laboratorium, mengamati gejala2 untuk di ingat2 (soalnya udah mau mokat jadi gak bisa mencatat di ultrabook atau di buku catatan).

Itu saya pake skenario paling enak ya, pas nyawanya lepas gak pake sakit, jadi bisa ingat2 proses kematiannya. Kalo pake sakit ya boro2 mau ingat2 proses kematiannya.

Nah ketika sudah komplit prosesnya, udah lepas tuh jiwa dari badan fisik, tinggal dia mikir sama ngamatin keadaan sekitar, mau catat2 dia samperin laptop dimeja....
Eh kaga kepegang dilaptop tuh, masih bawaan hidup pake tubuh fisik soalnya. Jadi mau pegang apa2 yang keliatan, padahal udah beda dunia.
Mulai bingung deh tuh, mau gue catat dimana nih ya ? soalnya ini penting bagi kemajuan peradaban science dalam menghadapi agama
Akhirnya dia melayang2 lagi entah kemana, mencoba catat, catat dimana ? lama2 bingung deh tuh, mau ngadu ke tuhan kayaknya gak mungkin
Akhirnya dia berjanji semua gejala dan pengalaman ini akan di ingat sehingga kalo suatu saat dapat kesempatan hidup lagi dia akan coba mencari solusi-solusi dan dijadikan bahan seminar atau diskusi ilmiah.

Padahal ketika dapet kesempatan lagi jadi manusia, jebrol... jadi bayi, lupa semua tuh
::ngakak2::
Kenapa bisa lupa ? Karena di kehidupan sebelumnya tidak cukup dapat bekal bathin, yang cuma bisa didapat dalam ritual agama : sholat, meditasi, dzikir, berjapa, puasa de el el

Sekali lagi, saya pake skenario paling enak tuh, begitu mati bisa lahir lagi sebagai manusia
Kalo sebagai hewan, ya makin buyar tuh rencana seminar sama forum ilmahnya

::ngakak2:: ::ngakak2::

---------- Post added at 09:54 AM ---------- Previous post was at 09:48 AM ----------


guling yg dibungkus kain seprei, gimana bisa loncat2 kop? *pertanyaan penting*

saya inget tahun 98, pas di gembleng mau jadi karyawan negara endonesya
ada acara jurit malam, jalan sendirian jam 12 malam lewat kuburan tua dan hutan2
karena saya yakin banget bakal di isengin sama instruktur, saya udah bulatin tekad, apapun yang saya temuin dijalan, bakal saya kasih hormat

::ngakak2::

beneran dikasih pocongan tuh, niat banget bikin di pohon ditarik ke atas dahan
pas saya mau deket2 lewat jalannya, pocongannya di turunin, sampe bikin suara... sreeeeeeetttttt !! (suara tali bergesek di dahan pohon)
tapi karena udah modal yakin, langsung sikap sempurna saya kasih hormat !! "selamat malam instruktur !!"

::ngakak2:: ::ngakak2::

sampe dibentak sama instrukturnya, kurang ajar kamu !! sana cepat jalan lagi !!

(kalo nanya penting, harus dijelasin hal yang penting)

hajime_saitoh
02-04-2012, 11:06 AM
diiket tali atasnya, ditarik2 dari batang pohon:kaget2: ternyata yang ngiket pocong2annya Bundana.... :run:............... ::hihi::

---------- Post added at 11:06 AM ---------- Previous post was at 11:02 AM ----------


saya inget tahun 98, pas di gembleng mau jadi karyawan negara endonesya
ada acara jurit malam, jalan sendirian jam 12 malam lewat kuburan tua dan hutan2
karena saya yakin banget bakal di isengin sama instruktur, saya udah bulatin tekad, apapun yang saya temuin dijalan, bakal saya kasih hormat



beneran dikasih pocongan tuh, niat banget bikin di pohon ditarik ke atas dahan
pas saya mau deket2 lewat jalannya, pocongannya di turunin, sampe bikin suara... sreeeeeeetttttt !! (suara tali bergesek di dahan pohon)
tapi karena udah modal yakin, langsung sikap sempurna saya kasih hormat !! "selamat malam instruktur !!"



sampe dibentak sama instrukturnya, kurang ajar kamu !! sana cepat jalan lagi !!

(kalo nanya penting, harus dijelasin hal yang penting)

kalo pengalaman saya mah beda.... waktu kenaikan tingkat MP (merpati Putih) biasa namanya pembajaan jadi kegiatan sejenis jurig malem gitu dah, ngelewatin kuburan yang dilepas satu2... jadi karena saya sudah kenal akrab sama para senior dll, malah pas giliran saya yang lewat seniornya malah kagak nakutin sama sekali malah disuruh cepet2 lewat... ::ngakak2::..

eh tapi pas giliran pembantaiannya yang wa tewas... di keroyok lebih dari 3 orang senior kalo gak salah... karena wa kerjaannya menghindar mulu en gak mau ngebales nyerang eh malah di take down dari belakang terus diambil deh sabuknya.... ::nangis::

purba
02-04-2012, 06:22 PM
@purba: kalo lu sakaratul maut mau ngapain lu?

Lha ngapain? Ya jalanin aja... :))

Kalo ente ngapain? Minta dituntun ngucapin syahadat? Supaya mati dalam iman? Masuk surga? :))

---------- Post added at 05:22 PM ---------- Previous post was at 05:19 PM ----------


Sorrie, ini bukan bung purba ya, cuma skenario saya aja.

Kalo atheist, yg mengedepankan logika, yg mendewa2 kan science terus sakaratul maut ?
Ya pasti seperti scientist ketika di laboratorium, mengamati gejala2 untuk di ingat2 (soalnya udah mau mokat jadi gak bisa mencatat di ultrabook atau di buku catatan).

Itu saya pake skenario paling enak ya, pas nyawanya lepas gak pake sakit, jadi bisa ingat2 proses kematiannya. Kalo pake sakit ya boro2 mau ingat2 proses kematiannya.

Nah ketika sudah komplit prosesnya, udah lepas tuh jiwa dari badan fisik, tinggal dia mikir sama ngamatin keadaan sekitar, mau catat2 dia samperin laptop dimeja....
Eh kaga kepegang dilaptop tuh, masih bawaan hidup pake tubuh fisik soalnya. Jadi mau pegang apa2 yang keliatan, padahal udah beda dunia.
Mulai bingung deh tuh, mau gue catat dimana nih ya ? soalnya ini penting bagi kemajuan peradaban science dalam menghadapi agama
Akhirnya dia melayang2 lagi entah kemana, mencoba catat, catat dimana ? lama2 bingung deh tuh, mau ngadu ke tuhan kayaknya gak mungkin
Akhirnya dia berjanji semua gejala dan pengalaman ini akan di ingat sehingga kalo suatu saat dapat kesempatan hidup lagi dia akan coba mencari solusi-solusi dan dijadikan bahan seminar atau diskusi ilmiah.

Padahal ketika dapet kesempatan lagi jadi manusia, jebrol... jadi bayi, lupa semua tuh
::ngakak2::
Kenapa bisa lupa ? Karena di kehidupan sebelumnya tidak cukup dapat bekal bathin, yang cuma bisa didapat dalam ritual agama : sholat, meditasi, dzikir, berjapa, puasa de el el

Sekali lagi, saya pake skenario paling enak tuh, begitu mati bisa lahir lagi sebagai manusia
Kalo sebagai hewan, ya makin buyar tuh rencana seminar sama forum ilmahnya

Lu kebanyakan nonton film Ghost-nya Demi Moore ya...? Bajakan lagi... :))

sedgedjenar
02-04-2012, 07:29 PM
Cara njalanin sakaratul mautnya gimana tuh om purba?

AsLan
02-04-2012, 08:54 PM
Ada penjelasan dari sebuah fenomena ? benar.
Itu sebabnya saya yg rasional ini percaya adanya fenomena kesurupan.

Kesurupan berbeda dari gangguan jiwa, orang yg gak ngerti memang akan mempersamakannya.

Kesurupan akan memberikan tanda2 yg berbeda dari gangguan jiwa seperti skizofrenia atau histeria dll

Orang yg kesurupan akan memiliki kemampuan lain yg tadinya tidak dimiliki, misalnya seorang tiba2 bisa berbahasa China atau Jawa, bahasa yg tadinya tidak dipahaminya.

Orang kesurupan bisa mengetahui hal2 yg tidak mungkin diketahui, misalnya Purba berhadapan dengan seorang yg kesurupan, orang tersebut bisa menceritakan masa lalu Purba dengan detil dan jelas.

Kadang2 orang yg kesurupan juga bisa mengetahui masa depan, rahasia yg seharusnya tersembunyi dari manusia, hal ini pernah tercatat di kitab suci kristen (Raja Saul meminta ramalan dari dukun pemanggil arwah).

Ada banyak hal2 supranatural yg terjadi pada seseorang yg mengalami kesurupan, hal2 yg tidak terjelaskan oleh pengetahuan alam.

BundaNa
02-04-2012, 08:57 PM
sakaratul mautnya sambil misuh2, secara atheis ga percaya Tuhan plus malaikat p'cabut nyawa juga dunk ::ngakak2::

purba
03-04-2012, 09:13 AM
Ada penjelasan dari sebuah fenomena ? benar.
Itu sebabnya saya yg rasional ini percaya adanya fenomena kesurupan.

Penjelasan dibutuhkan utk menyelesaikan suatu masalah. Penjelasan yg benar adalah penjelasan yg dapat menyelesaikan masalah tsb. Begitu kan? Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa penjelasan saintifik adalah menjelasan yg benar dibandingkan penjelasan religius/klenik/metafisik/paranormal/dan semacamnya. Penjelasan saintifik menunjukkan keadaan yg sebenarnya dari fenomena tsb. Penjelasan saintifik pun lebih banyak memberikan prediksi yg lebih akurat. Mau bantah?



Orang yg kesurupan akan memiliki kemampuan lain yg tadinya tidak dimiliki, misalnya seorang tiba2 bisa berbahasa China atau Jawa, bahasa yg tadinya tidak dipahaminya.

Orang kesurupan bisa mengetahui hal2 yg tidak mungkin diketahui, misalnya Purba berhadapan dengan seorang yg kesurupan, orang tersebut bisa menceritakan masa lalu Purba dengan detil dan jelas.

Kadang2 orang yg kesurupan juga bisa mengetahui masa depan, rahasia yg seharusnya tersembunyi dari manusia, hal ini pernah tercatat di kitab suci kristen (Raja Saul meminta ramalan dari dukun pemanggil arwah).

Bahasa yg tidak dipahami, bukan berarti tidak bisa diucapkan. Misalnya ane setiap hari nonton film kungfu berbhs Cina. Dlm keadaan normal, ane gak bisa berbhs Cina. Suatu ketika ane nyimeng, trus ngoceh dlm bhs Cina. Apa itu berarti ane kerasukan roh-nya Bruce Lee? Ya kagak.



Ada banyak hal2 supranatural yg terjadi pada seseorang yg mengalami kesurupan, hal2 yg tidak terjelaskan oleh pengetahuan alam.

Jika sains saja belum bisa menjelaskan dgn benar, apalagi agama? :))

Tapi memang hal-hal yg belum terjelaskan oleh sains adalah tempat bagi kalangan agamawan utk menghibur diri. Misalnya dulu penyakit kusta, karena belum ada penjelasan memadai dari sains, dikatakan sebagai kutukan tuhan oleh kalangan agamawan. Sekarang sains sudah mengetahui kusta tersebut dan dapat memberikan pengobatan yg menyembuhkan. Sekarang apa yg mau dikatakan ttg kusta oleh agamawan?

:))

purba
03-04-2012, 10:18 AM
Cara njalanin sakaratul mautnya gimana tuh om purba?

Kok penasaran banget seh? Lha ente sendiri gimana cara jalaninnya? Ini pertanyaan aneh dari para muslim, kok menjelang mati ditanyain? Memangnya ente tau bahwa ente mau mati?

Misalnya seorang muslim lagi ngopi di warung pinggir pantura. Tiba2 ada truk yg remnya blong menghantam muslim tsb hingga mati seketika. Trus ditanya malaikat, gimana ente jalanin sakaratul maut? Dia jawab, alhamdulillah, ane jalanin sambil ngopi-ngopi plus makan pisang goreng... :))

Lihat, kemana otak para muslim tsb, kok orang yg belum mati ditanyain gimana cara jalanin sakaratul mautnya? Juga, pertanyaan gimana jalanin sakaratul maut cuman bisa dijawab oleh orang yg sudah mati. Ente tanya dah tuh para penghuni kuburan.... :))

hajime_saitoh
03-04-2012, 10:22 AM
Kok penasaran banget seh? Lha ente sendiri gimana cara jalaninnya? Ini pertanyaan aneh dari para muslim, kok menjelang mati ditanyain? Memangnya ente tau bahwa ente mau mati?

Misalnya seorang muslim lagi ngopi di warung pinggir pantura. Tiba2 ada truk yg remnya blong menghantam muslim tsb hingga mati seketika. Trus ditanya malaikat, gimana ente jalanin sakaratul maut? Dia jawab, alhamdulillah, ane jalanin sambil ngopi-ngopi plus makan pisang goreng... :))

Lihat, kemana otak para muslim tsb, kok orang yg belum mati ditanyain gimana cara jalanin sakaratul mautnya? Juga, pertanyaan gimana jalanin sakaratul maut cuman bisa dijawab oleh orang yg sudah mati. Ente tanya dah tuh para penghuni kuburan.... :))

tau kapan mati sih kagak deh om Purba.. kami umat Islam mempercayai tidak ada seseorangpun yang mengetahui kapan dia akan mati itu masalah ghaib hanya Allah azza wa jalla yang tahu.... yang kami tahu hanya tanda2 dan apa yang akan terjadi menjelang sakaratul maut yang bersumber dari Al-Quran dan Al-hadits.... Allohu 'alam

sedgedjenar
03-04-2012, 11:36 AM
Kok penasaran banget seh? Lha ente sendiri gimana cara jalaninnya? Ini pertanyaan aneh dari para muslim, kok menjelang mati ditanyain? Memangnya ente tau bahwa ente mau mati?

Misalnya seorang muslim lagi ngopi di warung pinggir pantura. Tiba2 ada truk yg remnya blong menghantam muslim tsb hingga mati seketika. Trus ditanya malaikat, gimana ente jalanin sakaratul maut? Dia jawab, alhamdulillah, ane jalanin sambil ngopi-ngopi plus makan pisang goreng... :))

Lihat, kemana otak para muslim tsb, kok orang yg belum mati ditanyain gimana cara jalanin sakaratul mautnya? Juga, pertanyaan gimana jalanin sakaratul maut cuman bisa dijawab oleh orang yg sudah mati. Ente tanya dah tuh para penghuni kuburan.... :))

ah, sedari jaman dulu ente bekoar-koar ane kira ada isinya
ternyata cuma pepesan kosong

nyela muslim yg punya cara njalanin mati tapi ente sendiri ditanya cara njalanin sakaratul maut ternyata isinya cuman begeneh ?
untung baru halaman dua, jadi saya tidak terlalu jauh tercebur

::arg!:: ::arg!:: ::arg!::

purba
03-04-2012, 04:25 PM
... yang kami tahu hanya tanda2 dan apa yang akan terjadi menjelang sakaratul maut yang bersumber dari Al-Quran dan Al-hadits.... Allohu 'alam

Kalo sumbernya Quran, itu kan keyakinan ente sbg muslim. Tapi apakah benar bahwa orang mau mati ada tanda-tandanya seperti disebutkan Quran?

Gimana dgn orang yg lagi minum kopi di warung pinggir pantura, trus keseruduk truk yg remnya blong, apakah ada tanda-tandanya seperti disebutkan Quran?

Sakaratul maut itu kan konsepsi yg ada dlm ajaran Islam, kok ditanyain ke ateis segala?

Itu sama saja dgn menanyakan gimana menjalankan puasa Ramadhan pada orang Hindu.. jaka sembung bawa botol ah.... :))

hajime_saitoh
03-04-2012, 09:36 PM
Kalo sumbernya Quran, itu kan keyakinan ente sbg muslim. Tapi apakah benar bahwa orang mau mati ada tanda-tandanya seperti disebutkan Quran?

Gimana dgn orang yg lagi minum kopi di warung pinggir pantura, trus keseruduk truk yg remnya blong, apakah ada tanda-tandanya seperti disebutkan Quran?

Sakaratul maut itu kan konsepsi yg ada dlm ajaran Islam, kok ditanyain ke ateis segala?

Itu sama saja dgn menanyakan gimana menjalankan puasa Ramadhan pada orang Hindu.. jaka sembung bawa botol ah.... :))

lo bukankah yang sya tanyakan sejak awal adalah bagaimana jikalau om purba dalam keadaan mendekati maut atau mati... apakah saat itu om purba yakin masih tetap mempercayai konsep atheist itu saja kok.... kalo tidak bisa dijawab apakah itu berarti orang atheist tidak mengenal konsep kematian..........

purba
04-04-2012, 12:00 AM
lo bukankah yang sya tanyakan sejak awal adalah bagaimana jikalau om purba dalam keadaan mendekati maut atau mati... apakah saat itu om purba yakin masih tetap mempercayai konsep atheist itu saja kok.... kalo tidak bisa dijawab apakah itu berarti orang atheist tidak mengenal konsep kematian..........

Gak dijawab? Lha kan ane sudah jawab: Ya jalanin saja. Lihat postingan ane sebelum2nya.

Apakah masih ateis? Lha iya, masih ateis. Kecuali ada iblis yg mengganggu ane utk jadi teis. :))

Di luar jawaban ane tsb, ane menilai apa yg ente (muslim) tanyakan ttg menjelang kematian adalah hal aneh. Mengapa ane bilang aneh? Karena ada orang yg mati mendadak, seperti keserempet truk blong tadi, lha gimana tandanya dia mau mati?

Kalo ente (muslim) yakin bahwa Quran sudah memberikan tanda2 orang mau mati, coba jelaskan kira2 apa tanda2 orang keserempet truk tadi?

:))

ndableg
04-04-2012, 12:45 AM
purba: Apaan tuh? Coba ane deketin... BUSSUUTTTT.... bener pocong... lariiiiii......... :))

buseeet.. ada atheis bisa liat pocong.. pake ngabur lagih.. :))

---------- Post added at 11:45 PM ---------- Previous post was at 11:44 PM ----------


Sakaratul maut itu kan konsepsi yg ada dlm ajaran Islam, kok ditanyain ke ateis segala?

sakratul maut itu bukan konsep dalam islam aja.. NAMA nya boleh jadi bahasa arab. Bahasa inggrisnya dying.

BundaNa
04-04-2012, 12:57 AM
pdhl gw pengen tau si purba kalo m'jelang mati mau gmn? bebacaan apa? ato misuh2? secara diambil nyawa itu sakit -_-

purba
04-04-2012, 01:57 AM
pdhl gw pengen tau si purba kalo m'jelang mati mau gmn? bebacaan apa? ato misuh2? secara diambil nyawa itu sakit -_-

Menjelang mati? Emangnya ente tau kalo ente sedang menjelang mati? Mungkin begini. Suatu ketika ente megap-megap mau tenggelam di laut. Trus ente mengira bahwa ente sedang menjelang mati. Karena itu ente bebacaan syahadat, ayat kursi, tasbih, takbir, dsb. Begitu? Lha kalo ada helikopter SAR dateng nolongin ente, trus ente gak jadi tenggelam alias gak jadi mati, lha berarti tadi ente salah donk mengira sedang menjelang mati?

Kemudian, ente tau dari mana ada nyawa? Ente mengira ajaran Islam tentang nyawa adalah kebenaran universal. Kagak. Ateis kagak mengenal ajaran ttg nyawa. Nyawa tidak ada. Seperti juga tuhan, tidak ada.

Juga, tau dari mana ente kalo nyawa keluar dari tubuh terasa sakit? Dari hadist nabi ente? :))

Secara medis, menjelang mati biasanya ditandai oleh mulai banyaknya organ tubuh yg gagal berfungsi. Ketika tidak ada lagi detak jantung, darah berhenti mengalir. Akibatnya tidak ada penyaluran oksigen ke otak. Dlm beberapa menit sel2 otak akan mati. Sejauh yg ane tahu, orang disebut mati ketika otaknya sudah tidak berfungsi karena sel2nya mati. Berkurangnya oksigen di otak dirasakan seperti orang mau pingsan atau mengantuk berat. Jadi, orang yg menjelang mati malah terasa enak, seperti ngantuk berat. Apakah ente merasa kesakitan ketika mengantuk?

:))

hajime_saitoh
04-04-2012, 08:49 AM
Gak dijawab? Lha kan ane sudah jawab: Ya jalanin saja. Lihat postingan ane sebelum2nya.

Apakah masih ateis? Lha iya, masih ateis. Kecuali ada iblis yg mengganggu ane utk jadi teis. :))

Di luar jawaban ane tsb, ane menilai apa yg ente (muslim) tanyakan ttg menjelang kematian adalah hal aneh. Mengapa ane bilang aneh? Karena ada orang yg mati mendadak, seperti keserempet truk blong tadi, lha gimana tandanya dia mau mati?

Kalo ente (muslim) yakin bahwa Quran sudah memberikan tanda2 orang mau mati, coba jelaskan kira2 apa tanda2 orang keserempet truk tadi?

:))

mosok tanda2 orang keserempet truk aja gak tau??
tanda2nya:
1.. si orang itu kalo berjalan mungkin terlalu pinggir trotoar.
2.. si orang itu kalo pake kendaraan mungkin dia terlalu ngebut.
3.. si orang itu kalo pake motor mungkin dia sedang smsan.
4.. si orang itu waktu mau menyalip kendaraan lain gak pake tanda klakson dulu.
dll (by.. hajime_saitoh)

ralat dikit, dalam hadits shahih yang pernah saya baca sebenarnya yang ada itu keadaan2 yang dialami manusia pada saat dia dalam keadaan skaratul maut, sakitnya, apa yang dia lihat, dll.. untuk lebih jelasnya silakeun om purba mencari di om google aja banyak kok...... :ngopi:

---------- Post added at 08:49 AM ---------- Previous post was at 08:46 AM ----------


Menjelang mati? Emangnya ente tau kalo ente sedang menjelang mati? Mungkin begini. Suatu ketika ente megap-megap mau tenggelam di laut. Trus ente mengira bahwa ente sedang menjelang mati. Karena itu ente bebacaan syahadat, ayat kursi, tasbih, takbir, dsb. Begitu? Lha kalo ada helikopter SAR dateng nolongin ente, trus ente gak jadi tenggelam alias gak jadi mati, lha berarti tadi ente salah donk mengira sedang menjelang mati?

Kemudian, ente tau dari mana ada nyawa? Ente mengira ajaran Islam tentang nyawa adalah kebenaran universal. Kagak. Ateis kagak mengenal ajaran ttg nyawa. Nyawa tidak ada. Seperti juga tuhan, tidak ada.

Juga, tau dari mana ente kalo nyawa keluar dari tubuh terasa sakit? Dari hadist nabi ente? :))

Secara medis, menjelang mati biasanya ditandai oleh mulai banyaknya organ tubuh yg gagal berfungsi. Ketika tidak ada lagi detak jantung, darah berhenti mengalir. Akibatnya tidak ada penyaluran oksigen ke otak. Dlm beberapa menit sel2 otak akan mati. Sejauh yg ane tahu, orang disebut mati ketika otaknya sudah tidak berfungsi karena sel2nya mati. Berkurangnya oksigen di otak dirasakan seperti orang mau pingsan atau mengantuk berat. Jadi, orang yg menjelang mati malah terasa enak, seperti ngantuk berat. Apakah ente merasa kesakitan ketika mengantuk?

:))

gimana dengan kasus mati suri?? bukankah pada saat itu seseorang sudah diklaim mati oleh dunia medis namun ternyata kenyataannya dia belum mati???

BundaNa
04-04-2012, 09:26 AM
@purba: sering melihat orang meregang nyawa m'buat saya sadar nyawa keluar dari badan manusia itu bikin sakit -_-

danalingga
04-04-2012, 12:24 PM
@Hajime:

Itu yang mati kemarin disruduk bus pas makan bakso di warung bakso gimana ya? ;))

purba
04-04-2012, 01:19 PM
@purba: sering melihat orang meregang nyawa m'buat saya sadar nyawa keluar dari badan manusia itu bikin sakit -_-

Kalo yg mendadak disruduk truk, apa sempet ente melihat dia kesakitan karena meregang nyawa?

---------- Post added at 12:19 PM ---------- Previous post was at 12:11 PM ----------



gimana dengan kasus mati suri?? bukankah pada saat itu seseorang sudah diklaim mati oleh dunia medis namun ternyata kenyataannya dia belum mati???

Bukan. Setahu ane, dlm dunia medis, yg ada juga koma. Ketika koma, jantung masih berfungsi, sehingga otak masih dapat oksigen. Itu berarti orang belum mati.

Sedangkan mati suri adalah istilah orang awam yg mengira orang sudah mati, padahal belum.

Orang yg jantungnya sudah berhenti pun bisa dipicu utk berdetak lagi, sehingga darah mengalir lagi ke otak. Selama sel2 otaknya masih banyak yg baik, orang tsb bisa sadar kembali.

hajime_saitoh
04-04-2012, 01:32 PM
Bukan. Setahu ane, dlm dunia medis, yg ada juga koma. Ketika koma, jantung masih berfungsi, sehingga otak masih dapat oksigen. Itu berarti orang belum mati.

Sedangkan mati suri adalah istilah orang awam yg mengira orang sudah mati, padahal belum.

Orang yg jantungnya sudah berhenti pun bisa dipicu utk berdetak lagi, sehingga darah mengalir lagi ke otak. Selama sel2 otaknya masih banyak yg baik, orang tsb bisa sadar kembali.

orang awam?? wah ada beberapa kassus yang mayat sudah ditaroh dikamar mayat dan ternyata mayatnya keluar jalan2.. malah kmaren di on the spot ada kasus mati suri yang sampe tu orang sudah seminggu berada di peti matinya baru dia bangun nyari makan......

---------- Post added at 01:32 PM ---------- Previous post was at 01:25 PM ----------

A near-death experience (NDE) refers to a broad range of personal experiences associated with impending death, encompassing multiple possible sensations including detachment from the body; feelings of levitation; extreme fear; total serenity, security, or warmth; the experience of absolute dissolution; and the presence of a light.

These phenomena are usually reported after an individual has been pronounced clinically dead or otherwise very close to death, hence the term near-death experience. Many NDE reports, however, originate from events that are not life-threatening. With recent developments in cardiac resuscitation techniques, the number of reported NDEs has increased.[2] Many in the scientific community regard such experiences as hallucinatory,[3][4][5] while paranormal specialists and some mainstream scientists and philosophers regard them to be evidence of an afterlife.[6][7][8][9] (wikipedia)

BundaNa
04-04-2012, 04:37 PM
euh, udah belok nih...threadnya jadi thread konsep kematian::hihi::

purba
04-04-2012, 10:03 PM
orang awam?? wah ada beberapa kassus yang mayat sudah ditaroh dikamar mayat dan ternyata mayatnya keluar jalan2.. malah kmaren di on the spot ada kasus mati suri yang sampe tu orang sudah seminggu berada di peti matinya baru dia bangun nyari makan......

Kalo kasus itu kan hasil laporan orang awam. Apalagi acara on the spot... :))

Kok ente dengan mudahnya menerima itu sebagai kebenaran? Karena ente orang yg bertuhan. Segala sesuatu adalah mungkin bagi tuhan. Keyakinan pada tuhan membuat otak stagnan, malas utk berfikir lebih jauh lagi.

Misalnya orang yg sudah seminggu di peti mati, kemudian bangun cari makan ke warteg. Ente menerima itu begitu saja sebagai kebenaran?

Kalo ane, apakah benar orang itu mati? Seminggu di peti mati bukan berarti dia mati. Kalo benar orang itu masih hidup, ane akan cari informasi lebih lanjut ttg seminggu di peti mati tsb, apa maksudnya, dst. Jadi, otak bekerja terus.

Kalo ente langsung stagnan karena ente meyakini tuhan. Tuhan tidak memberikan jawaban, tapi menghentikan pertanyaan. :))


A near-death experience (NDE) refers to a broad range of personal experiences associated with impending death, encompassing multiple possible sensations including detachment from the body; feelings of levitation; extreme fear; total serenity, security, or warmth; the experience of absolute dissolution; and the presence of a light.

These phenomena are usually reported after an individual has been pronounced clinically dead or otherwise very close to death, hence the term near-death experience. Many NDE reports, however, originate from events that are not life-threatening. With recent developments in cardiac resuscitation techniques, the number of reported NDEs has increased.[2] Many in the scientific community regard such experiences as hallucinatory,[3][4][5] while paranormal specialists and some mainstream scientists and philosophers regard them to be evidence of an afterlife.[6][7][8][9] (wikipedia)

Coba lihat apa yg dkatakan saintis ttg NDE? Halusinasi... :))

Orang yg detak jantungnya berhenti biasanya divonis mati. Kemudian dicoba alat pacu jantung, hidup lagi. Selama sel2 otaknya masih banyak yg bagus, orang itu bisa hidup lagi. Logis kan?

Orang yg detak jantungnya berhenti biasanya divonis mati. Orang yg bertuhan bilang: Jiwanya telah keluar dari raganya. Kemudian dokter mengambil alat pacu jantung, ditempelkan ke dada orang tsb, jderr... jantung orang tsb berdetak lagi dan dia bangun dari tempat tidurnya. Orang yg bertuhan bilang: Tuhan mengembalikan jiwanya pada raganya. Kok tuhan gak jelas begitu? Mula2 jiwanya dicabut, eh kok dibalikin lagi? Apa tuhan ada yg kelupaan? :))

hajime_saitoh
05-04-2012, 10:35 AM
Kalo kasus itu kan hasil laporan orang awam. Apalagi acara on the spot...

Kok ente dengan mudahnya menerima itu sebagai kebenaran? Karena ente orang yg bertuhan. Segala sesuatu adalah mungkin bagi tuhan. Keyakinan pada tuhan membuat otak stagnan, malas utk berfikir lebih jauh lagi.

Misalnya orang yg sudah seminggu di peti mati, kemudian bangun cari makan ke warteg. Ente menerima itu begitu saja sebagai kebenaran?

Kalo ane, apakah benar orang itu mati? Seminggu di peti mati bukan berarti dia mati. Kalo benar orang itu masih hidup, ane akan cari informasi lebih lanjut ttg seminggu di peti mati tsb, apa maksudnya, dst. Jadi, otak bekerja terus.

Kalo ente langsung stagnan karena ente meyakini tuhan. Tuhan tidak memberikan jawaban, tapi menghentikan pertanyaan.

kapan saya memastikan berita tersebut saya pahami sebagai kebenaran mutlak?? saya menyampaikan kabar2 tersebut sebagai suatu berita yang menyatakan adanya pemberitaan2 rtentang keadaan mati suri.... dan dari mana anda memastikan keyakinan kepada Tuhan membuat iotak stagnan dan menjadi malas???

saya akui otak saya ini kemampuannya sangat terbatas, sehingga saya secara pribadi membatasi apa yang akan diolah didalam otak saya.. InsyaAllah....

---------- Post added at 10:35 AM ---------- Previous post was at 10:31 AM ----------


Menjelang mati? Emangnya ente tau kalo ente sedang menjelang mati? Mungkin begini. Suatu ketika ente megap-megap mau tenggelam di laut. Trus ente mengira bahwa ente sedang menjelang mati. Karena itu ente bebacaan syahadat, ayat kursi, tasbih, takbir, dsb. Begitu? Lha kalo ada helikopter SAR dateng nolongin ente, trus ente gak jadi tenggelam alias gak jadi mati, lha berarti tadi ente salah donk mengira sedang menjelang mati?

Kemudian, ente tau dari mana ada nyawa? Ente mengira ajaran Islam tentang nyawa adalah kebenaran universal. Kagak. Ateis kagak mengenal ajaran ttg nyawa. Nyawa tidak ada. Seperti juga tuhan, tidak ada.

Juga, tau dari mana ente kalo nyawa keluar dari tubuh terasa sakit? Dari hadist nabi ente? :))

Secara medis, menjelang mati biasanya ditandai oleh mulai banyaknya organ tubuh yg gagal berfungsi. Ketika tidak ada lagi detak jantung, darah berhenti mengalir. Akibatnya tidak ada penyaluran oksigen ke otak. Dlm beberapa menit sel2 otak akan mati. Sejauh yg ane tahu, orang disebut mati ketika otaknya sudah tidak berfungsi karena sel2nya mati. Berkurangnya oksigen di otak dirasakan seperti orang mau pingsan atau mengantuk berat. Jadi, orang yg menjelang mati malah terasa enak, seperti ngantuk berat. Apakah ente merasa kesakitan ketika mengantuk?

:))

secara medis?? anda pernah melihat orang yang dalam keaadan hampir mati gak?? mereka yang sakit keras dan terus di infus.... anda lihat bagaimana mereka berjuang menghadapi kesakitan yang sangat.. bahkan banyak kasus yang mengatakan mereka yang dalam keadaan hampir mati itu mengalami kehausan yang luar biasa.....
lalu sel2 mati.... anda tahu, tangan kita tergores sedikit saja perihnya sudah kerasa.. ketusuk duri aja bisa bengkak kaki... itu sakit bung.... lalu darimana anda bisa menarik kesimpulan bahwa mati yang merupakan puncak dari matinya semua sel yang ada itu enak, kayak orang tidur dan lain-lain.. silahkan sampaikan disini jurnal kedokteran yang berani memastikan bahwa proses kematian itu tidak sakit.....

purba
05-04-2012, 12:35 PM
kapan saya memastikan berita tersebut saya pahami sebagai kebenaran mutlak?? saya menyampaikan kabar2 tersebut sebagai suatu berita yang menyatakan adanya pemberitaan2 rtentang keadaan mati suri.... dan dari mana anda memastikan keyakinan kepada Tuhan membuat iotak stagnan dan menjadi malas???

Lho kok? Bukankah ente menyampaikan berita tsb dlm rangka mendebat pendapat ane? Ane bilang tidak ada orang mati kemudian hidup lagi, yg ada juga koma. Sedangkan mati suri adalah istilah orang awam utk koma tsb.




secara medis?? anda pernah melihat orang yang dalam keaadan hampir mati gak?? mereka yang sakit keras dan terus di infus.... anda lihat bagaimana mereka berjuang menghadapi kesakitan yang sangat.. bahkan banyak kasus yang mengatakan mereka yang dalam keadaan hampir mati itu mengalami kehausan yang luar biasa.....
lalu sel2 mati.... anda tahu, tangan kita tergores sedikit saja perihnya sudah kerasa.. ketusuk duri aja bisa bengkak kaki... itu sakit bung.... lalu darimana anda bisa menarik kesimpulan bahwa mati yang merupakan puncak dari matinya semua sel yang ada itu enak, kayak orang tidur dan lain-lain.. silahkan sampaikan disini jurnal kedokteran yang berani memastikan bahwa proses kematian itu tidak sakit.....

Jangan jurnal kedokteran, terlalu tinggi dan teknis, juga apakah kita (terutama ente) mampu membacanya? :))

Bedakan antara sakit dan mati. Yg ente bilang kesakitan pada orang yg mau mati adalah kesakitan karena penyakitnya, bukan karena mau mati. Makanya ane berkali-kali menyontohkan orang yg mati diseruduk truk, apakah sempat merasakan sakit?

Dlm ilmu beladiri ada cara membuat lawan mati tanpa menimbulkan rasa sakit, misalnya dengan menghambat aliran darah menuju otak. Itu tidak sakit, tapi lawan akan segera pingsan dan akhirnya mati kehabisan oksigen.

Ada yg menggelitik dari penjelasan ente di atas. Ente memahami mati sbg matinya semua sel tubuh. Benarkah demikian? Bagaimana dgn transplantasi organ orang mati pada orang hidup, apakah organ tsb adalah kumpulan sel-sel mati?

Juga yg cukup menggelitik adalah masalah tertusuk duri. Ente memahami kesakitan ketika tertusuk duri sebagai akibat matinya beberapa sel tubuh. Sehingga ketika semua sel tubuh mati bersamaan (matinya orang tsb), ente pun mengira orang akan sangat kesakitan. Ane jadi bertanya-tanya. Setiap hari sel-sel kulit ane ada yg mati, tapi kok ane gak merasakan kesakitan?

kandalf
05-04-2012, 01:11 PM
OOT dikit,
ketika otak mulai kehabisan oksigen, biasanya berhalusinasi seperti melihat cahaya putih dan semacamnya.

ok,
silakan lanjutkan perdebatan kalian. Saya ngopi saja dari pinggir :ngopi:

meliakh
05-04-2012, 01:15 PM
hirup karbon monoksida (secukupnya), instant kill, no pain

youngblue
09-04-2012, 02:38 PM
gue lucu lihat judul ni topic , lah antara iblis dengan atheis lah orang atheis sama tuhan aja kagak perjaya nah...ini komando iblis pulak !!!!
sebenarnya iblis ,setan,jin hal-hal seperti itu adalah produk dari suatu agama atau kepercayaan entah apa itu, nah kalau atheis mana kenal namanya setan,iblis,jin , hantu blau ......kekekekekeke::hohoho::

AsLan
09-04-2012, 08:23 PM
gue lucu lihat judul ni topic , lah antara iblis dengan atheis lah orang atheis sama tuhan aja kagak perjaya nah...ini komando iblis pulak !!!!
sebenarnya iblis ,setan,jin hal-hal seperti itu adalah produk dari suatu agama atau kepercayaan entah apa itu, nah kalau atheis mana kenal namanya setan,iblis,jin , hantu blau ......kekekekekeke::hohoho::


kalo atheis memperalat iblis... memang gak masuk akal, lah percaya aja enggak.
tapi kalau sebaliknya, kenapa tidak ? sudah biasa koq pihak yg sedang diperalat tidak menyadari keberadaan aktor intelektual dibelakangnya.

BundaNa
10-04-2012, 10:41 AM
mana ada orang diperalat sadar::hihi::

purba
10-04-2012, 12:52 PM
Teis gak bakalan sanggup debat rasional dgn ateis. Malahan ateis ngebantuin teis buat mendebat ateis yg lain. ::ngakak2::

Muslim mengatakan orang yg menjelang mati merasakan sakit yg hebat. Tapi ketika dikonfrontasikan dgn orang yg sehat wal'afiat, tapi mendadak mati diseruduk truk, apakah merasakan sakit? Muslim tidak bisa menjelaskan.

Kristian mengatakan bukti alam semesta diciptakan tuhan adalah seperti kursi diciptakan manusia. Tetapi ketika dikonfrontasikan dgn manusia tidak bisa membuat kayu sbg bahan dasar kursi? Kristian tidak bisa menjelaskan.

Akhirnya yg bisa dilakukan muslim dan kristian hanya menghujat ateis sbg iblis iblis iblis dan sekali lagi..iblis...

hajime_saitoh
10-04-2012, 01:32 PM
Muslim mengatakan orang yg menjelang mati merasakan sakit yg hebat. Tapi ketika dikonfrontasikan dgn orang yg sehat wal'afiat, tapi mendadak mati diseruduk truk, apakah merasakan sakit? Muslim tidak bisa menjelaskan.


berdasarkan hadits2 yang sahih.. mereka baik yang mati sakit maupun yang mati seketika ditubruk truk ato yang kena bomb atau yang kesabet pedang semuanya merasakan sakit yang luar biasa.. itu informasi yang tersedia bagi kami........
mari coba anda jelaskan secara rasional orang yang ditabrak truk terus matinya tidak merasakan sakit.. silahkan om purba menjelaskan dengan rational anda atau silahkan membawa literatur ahli yang bisa dipertanggung jawabkan...

purba
10-04-2012, 06:01 PM
berdasarkan hadits2 yang sahih.. mereka baik yang mati sakit maupun yang mati seketika ditubruk truk ato yang kena bomb atau yang kesabet pedang semuanya merasakan sakit yang luar biasa.. itu informasi yang tersedia bagi kami........
mari coba anda jelaskan secara rasional orang yang ditabrak truk terus matinya tidak merasakan sakit.. silahkan om purba menjelaskan dengan rational anda atau silahkan membawa literatur ahli yang bisa dipertanggung jawabkan...

Penjelasan rasional sudah diberikan. Mulai dari pengertian mati secara medis, pengertian rasa sakit secara medis, sampe contoh-contoh ekstrim seperti mati diseruduk truk, mati menghirup karbonmonoksida, dll. Tambahan, dlm dunia medis juga dikenal endorfin, zat yg dihasilkan tubuh yg fungsinya seperti morfin, yaitu memberikan rasa nyaman. Endorfin dikeluarkan ketika tubuh merasakan stress. Nah orang yg ketakutan karena mengira mau mati, tentu dalam kondisi stress berat, lha justru tubuh mengeluarkan endorfin utk menenangkan.

Mengapa hadist mengatakan menjelang mati orang kesakitan? Karena sumber hadist sedang melihat orang sakit yg kemudian mati. Kalo yg dilihatnya orang sehat yg tiba-tiba mati, maka sumber hadist gak akan mengatakan seperti itu.

:))

pasingsingan
10-04-2012, 06:35 PM
kembali ke leptop:

apakah seseorang penganut paham atheisme bisa kesurupan?
mingkun terminologi "kesurupan" itu sendiri sudah menjadi masalah

jadi, gemana bisa klop, wong definisinya saja dah gak sama
theis, kesurupan = badan/jasadnya dirasuki oleh roh laen
atheis, kesurupan = fenomena ketidak sadaran atau semacam halusinasi, cmiiw

hajime_saitoh
11-04-2012, 09:29 AM
Penjelasan rasional sudah diberikan. Mulai dari pengertian mati secara medis, pengertian rasa sakit secara medis, sampe contoh-contoh ekstrim seperti mati diseruduk truk, mati menghirup karbonmonoksida, dll. Tambahan, dlm dunia medis juga dikenal endorfin, zat yg dihasilkan tubuh yg fungsinya seperti morfin, yaitu memberikan rasa nyaman. Endorfin dikeluarkan ketika tubuh merasakan stress. Nah orang yg ketakutan karena mengira mau mati, tentu dalam kondisi stress berat, lha justru tubuh mengeluarkan endorfin utk menenangkan.

Mengapa hadist mengatakan menjelang mati orang kesakitan? Karena sumber hadist sedang melihat orang sakit yg kemudian mati. Kalo yg dilihatnya orang sehat yg tiba-tiba mati, maka sumber hadist gak akan mengatakan seperti itu.

:))

emank anda pernah belajar hadits, mempelajari sanad dan matan hadits2 tentang kematian dan hari akhir sehingga om purba berani menyimpulakn seperti yang saya bold diatas.......??? :ngopi:

AsLan
11-04-2012, 09:07 PM
kembali ke leptop:

apakah seseorang penganut paham atheisme bisa kesurupan?
mingkun terminologi "kesurupan" itu sendiri sudah menjadi masalah

jadi, gemana bisa klop, wong definisinya saja dah gak sama
theis, kesurupan = badan/jasadnya dirasuki oleh roh laen
atheis, kesurupan = fenomena ketidak sadaran atau semacam halusinasi, cmiiw


Orang yg gak percaya malaria bisa kena malaria gak ?

Ada loh orang yg gak percaya malaria, misalnya anak kecil, mereka gak ngerti apa itu malaria tapi tetap bisa kena.

Tapi yg kita bahas disini adalah, si iblisnya itu sendiri memang gak mau merasuki orang atheis karena mereka senang dengan ke atheisan manusia, jadi tidak kesurupan bukan bukti bahwa orang atheis tidak mempan kesurupan.

danalingga
11-04-2012, 11:15 PM
@Aslan: Kok lo tahu Iblis nggak mau merasuki atheis Lan? Temenan ya? ;))

serendipity
12-04-2012, 01:11 AM
IMHO.. iblis itu bekerja dengan ego (mungkin menurut atheis) setan enggak ada, tapi dengan adanya perpecahan, perperangan.. fitnah dan lain sebagainya.. ya bisa dibilang manusia udah kemasukan setan
hanya aja gak semua manusia menyadari dirinya lagi dimasukin setan, kebanyakan dari mereka merasa perilakunya lagi dalam batas "manusiawi"

sedgedjenar
12-04-2012, 01:43 AM
Orang yg gak percaya malaria bisa kena malaria gak ?

Ada loh orang yg gak percaya malaria, misalnya anak kecil, mereka gak ngerti apa itu malaria tapi tetap bisa kena.

Tapi yg kita bahas disini adalah, si iblisnya itu sendiri memang gak mau merasuki orang atheis karena mereka senang dengan ke atheisan manusia, jadi tidak kesurupan bukan bukti bahwa orang atheis tidak mempan kesurupan.

kalo ngeliat beberapa gaya bahasa atheis ngolok-ngolok kepercayaan theis
gue rasa kedudukannya udah berubah, sekarang iblislah yg kerasukan orang2 atheis

pasingsingan
12-04-2012, 07:44 AM
Orang yg gak percaya malaria bisa kena malaria gak ?

Ada loh orang yg gak percaya malaria, misalnya anak kecil, mereka gak ngerti apa itu malaria tapi tetap bisa kena.
masalahnya adlh:
apakah sama pengertian malaria yng ente maksud dng orang yng gak percaya malaria?


Tapi yg kita bahas disini adalah, si iblisnya itu sendiri memang gak mau merasuki orang atheis karena mereka senang dengan ke atheisan manusia, jadi tidak kesurupan bukan bukti bahwa orang atheis tidak mempan kesurupan.
LAH iya
menurut ente, iblis tuh kan something being
sesama theis aja pemahamannya dah gak sama kok ttg iblis?
apalagi theis >< atheis ...... ya gak lan?

purba
12-04-2012, 10:43 AM
Nah ini aja deh.. kembali ke tanktop... :))

Ini ane sempat singgung bahwa istilah kesurupan mengacu ke fenomena yg sama, tapi penjelasannya beda.

Apa fenomenanya? Misalnya ada orang yg ngoceh dgn bahasa yg tidak biasa, mata melotot, menatap liar, beringas, teriak-teriak, mengaku titisan nyi roro kidul, minta lisong, minta ayam goreng, dsb.

Apa penjelasannya? Bagi teis, kesurupan adalah masuknya roh orang lain (umumnya roh orang yg sudah mati) ke tubuh seseorang. Bagi ateis, kesurupan lebih diterima sebagai gangguan medis pada seseorang.

Dari dua penjelasan berbeda ini, tentunya akan muncul perlakuan yg berbeda pula. Teis Islam akan membacakan ayat kursi dan ayat2 Quran lainnya utk mengusir roh tsb, sementara teis Kristen akan menyipratkan air suci dan menunjukkan salib ke orang yg kesurupan tsb utk mengusir roh tadi. Sedangkan ateis akan mengobatinya secara medis.

Sampai di situ, itu masalah pilihan, mau perlakuan seperti apa. Misalkan ada anggota keluarga yg kesurupan, teis Islam akan minta tolong habib Riziq utk dibacakan qunut atau ayat kursi, kemudian dikalungin tasbih dan disembur dgn air putih yg sudah dibaca2in ayat2 Quran tadi. Jika ternyata yg kesurupan tsb normal kembali, selesai ritual pengusiran roh tadi. Teis Islam hepi dan habib Riziq pun hepi dapet amplop.

Demikian juga dgn teis Kristen, anggota keluarga mereka ada yg kesurupan, kemudian minta tolong pendeta Stefen Tong. Dicipratkan air suci dan dikalungin salib segede gaban, akhirnya normal kembali. Selesai urusan.

Trus penjelasan mana yg benar? Ya semuanya benar. Islam benar. Kristen pun benar. Yg salah? Yg mengaku hanya Islam yg benar dan yg mengaku hanya Kristen yg benar.

:))

pasingsingan
12-04-2012, 11:27 AM
masalahnya pur
kata aslan, iblis tuh ada komandannya (semacam boss gank gitulah)
jadi, krn atheis diasumsiken sealiran, ya gak bakalan dipalak/direcokinlah :lololol:

sedgedjenar
12-04-2012, 01:00 PM
Trus penjelasan mana yg benar? Ya semuanya benar. Islam benar. Kristen pun benar. Yg salah? Yg mengaku hanya Islam yg benar dan yg mengaku hanya Kristen yg benar.

:))

Gimana yg mengaku hanya ateis yang benar ? koq gak disebut ?

BundaNa
12-04-2012, 02:41 PM
ga disebut lah om segde, sama aja membuka aib diri ;))

purba
12-04-2012, 03:17 PM
Gimana yg mengaku hanya ateis yang benar ? koq gak disebut ?

Gak ada ateis ngaku benar sendiri karena mereka gak punya neraka. Seandainya ateis ngaku benar sendiri, trus yg salah mo dikemanain?

Beda dgn Islam atau Kristen. Agama2 tersebut mengajarkan bahwa mereka yg salah akan dijebloskan ke dalam neraka dan ateis adalah kerak neraka.

:))

sedgedjenar
12-04-2012, 03:22 PM
Gak ada ateis ngaku benar sendiri karena mereka gak punya neraka. Seandainya ateis ngaku benar sendiri, trus yg salah mo dikemanain?

Beda dgn Islam atau Kristen. Agama2 tersebut mengajarkan bahwa mereka yg salah akan dijebloskan ke dalam neraka dan ateis adalah kerak neraka.

:))

gak nyambung coy, ukuran benar salah atheis jangan pake neraka. Jangan diplintir dicampur aduk biar argumen ente keliatan lempeng
ukuran benar salah atheis itu dari piagam, gelar kesarjanaan, pengakuan dunia, dan ijazah yang setumpuk
yang paling benar itu yg gelar didepan sama belakang namanya berderet, terus goblok2 in yg gak punya gelar

gimana kalo gitu tuh ?

purba
12-04-2012, 03:33 PM
gak nyambung coy, ukuran benar salah atheis jangan pake neraka. Jangan diplintir dicampur aduk biar argumen ente keliatan lempeng
ukuran benar salah atheis itu dari piagam, gelar kesarjanaan, pengakuan dunia, dan ijazah yang setumpuk
yang paling benar itu yg gelar didepan sama belakang namanya berderet, terus goblok2 in yg gak punya gelar

gimana kalo gitu tuh ?

Ah asal nyablak aja.... :))

Kalo ukurannya gelar kesarjanaan, berarti semua guru besar di seluruh universitas di seluruh dunia adalah ateis donk? Apa benar begitu? Lha ya kagak... Ateis juga banyak yg kagak punya gelar kesarjanaan...

BundaNa
12-04-2012, 03:47 PM
kalo atheis ga ada ukuran benar salah, kog doubtit rekan yuniormu itu sibuk menyatakan theis bodoh n t'belakang, pur? ;D

purba
12-04-2012, 05:28 PM
kalo atheis ga ada ukuran benar salah, kog doubtit rekan yuniormu itu sibuk menyatakan theis bodoh n t'belakang, pur? ;D

Wah itu mah personal, jangan disamakan dgn pernyataan Quran atau Bible. Sedangkan orang kafir masuk neraka adalah ajaran Quran. Bukan sekedar pernyataan BundaNa atau sedgedjenar yg teis.

:))

BundaNa
12-04-2012, 05:54 PM
masih mending theis dunk pur, punya tuntunan hidup, timbang atheis yg satu sama lain malah ga berkonsep hdp sama -_-

sedgedjenar
12-04-2012, 06:19 PM
Ah asal nyablak aja.... :))

Kalo ukurannya gelar kesarjanaan, berarti semua guru besar di seluruh universitas di seluruh dunia adalah ateis donk? Apa benar begitu? Lha ya kagak... Ateis juga banyak yg kagak punya gelar kesarjanaan...

coy, diatas lo bilang gini nih


Nah ini aja deh.. kembali ke tanktop... :))

Ini ane sempat singgung bahwa istilah kesurupan mengacu ke fenomena yg sama, tapi penjelasannya beda.

Apa fenomenanya? Misalnya ada orang yg ngoceh dgn bahasa yg tidak biasa, mata melotot, menatap liar, beringas, teriak-teriak, mengaku titisan nyi roro kidul, minta lisong, minta ayam goreng, dsb.

Apa penjelasannya? Bagi teis, kesurupan adalah masuknya roh orang lain (umumnya roh orang yg sudah mati) ke tubuh seseorang. Bagi ateis, kesurupan lebih diterima sebagai gangguan medis pada seseorang.

Dari dua penjelasan berbeda ini, tentunya akan muncul perlakuan yg berbeda pula. Teis Islam akan membacakan ayat kursi dan ayat2 Quran lainnya utk mengusir roh tsb, sementara teis Kristen akan menyipratkan air suci dan menunjukkan salib ke orang yg kesurupan tsb utk mengusir roh tadi. Sedangkan ateis akan mengobatinya secara medis.



Emangnya yang ngobatin kesurupan dengan cara medis itu udah pasti atheis ?
Sekarang gini aja, ukuran benar salahnya atheis itu apaan sih ?

BundaNa
12-04-2012, 06:45 PM
kan diatas udah dibilang om sedgejenar, mrk para atheis tdk ada ukuran benar salah, suka2 per personal aja ;))

sedgedjenar
12-04-2012, 07:08 PM
Wahahahahahhaha.. Tidak ada ukuran salah benar?
Absurd lha, emangnya orang atheis gak pernah berantem? Gak pernah konflik dalam hidupnya?

Kalo dijawab ukuran benar salah per personel apa jadinya? Kayak binatang dihutan aja tuh, kaga ada aturan. Masing2 personel punya ukuran benar salah sesuai udhelnya masing2

purba
12-04-2012, 10:20 PM
masih mending theis dunk pur, punya tuntunan hidup, timbang atheis yg satu sama lain malah ga berkonsep hdp sama -_-

Mending apanya? :))

Lha memang ateis bukan pemeluk agama. Makanya gak ada tuh yg namanya tuntunan hidup, kitab suci, utusan tuhan, roh kudus, ritual, ibadah, dosa, neraka, surga, dsb.

---------- Post added at 09:20 PM ---------- Previous post was at 09:12 PM ----------



Sekarang gini aja, ukuran benar salahnya atheis itu apaan sih ?

Sbg warga negara, dia akan mengikuti aturan negaranya. Sedangkan pengambilan keputusan melalui pertimbangan se-rasional mungkin. Ateis menjalankan hidup dgn mudah kok, gak ada ancaman neraka.

:))

sedgedjenar
13-04-2012, 11:03 AM
Sbg warga negara, dia akan mengikuti aturan negaranya. Sedangkan pengambilan keputusan melalui pertimbangan se-rasional mungkin. Ateis menjalankan hidup dgn mudah kok, gak ada ancaman neraka.

:))

Bwahahahahhhaa...

::ngakak2::

Emang ente pikir agama itu apa ?
Agama itu juga aturan. Aturan supaya orang kaga keblinger.
Jadi selama ini kesimpulannya ente bekoar itu cuma rebutan tulang ?
Beda kulit isinya sama aja

Namanya aturan akan ada sanksi, baik itu reward atau punishment
Ente pikir sorga neraka tuh apaan ? itu juga sanksi

Sekali lagi udah berapa thread berapa halaman ternyata ente cuma jualan kulit ?

::doh:: ::arg!:: ::doh::

Paling seru kalo ada atheis disekolahin bea siswa studi magister grand master super institute atas biaya badan riset hi-teknologi empowerment human (pokoknya yang istilahnya keren semua). Tapi ternyata sekolahnya di arab saudi.

::ngakak2::

BundaNa
13-04-2012, 12:59 PM
serius pur, ikutin aturan negara? lo kan WNI, tau dunk sila pertama Pancasila ;))

purba
13-04-2012, 02:55 PM
Emang ente pikir agama itu apa ?
Agama itu juga aturan. Aturan supaya orang kaga keblinger.
Jadi selama ini kesimpulannya ente bekoar itu cuma rebutan tulang ?
Beda kulit isinya sama aja

Namanya aturan akan ada sanksi, baik itu reward atau punishment
Ente pikir sorga neraka tuh apaan ? itu juga sanksi

Ya beda atuuhh... :))

Ateis cuman ngikutin aturan negara. Tapi orang beragama, selain ngikutin aturan negara, juga harus ngikutin aturan agamanya.

Ateis hanya mengenal dunia. Kagak ada yg istilahnya akhirat, sorga, neraka, tuhan, dsb. :))

---------- Post added at 01:55 PM ---------- Previous post was at 01:48 PM ----------


serius pur, ikutin aturan negara? lo kan WNI, tau dunk sila pertama Pancasila ;))

Ente memahami sila ke-1 sbg kewajiban WNI utk meyakini tuhan yg esa? :))

BundaNa
13-04-2012, 03:30 PM
kan pancasila katanya yg m'jiwai negara, bertuhan itu landasan hdp b'negara endonesa, lu blg ikut negara, landasannya?

purba
13-04-2012, 09:08 PM
kan pancasila katanya yg m'jiwai negara, bertuhan itu landasan hdp b'negara endonesa, lu blg ikut negara, landasannya?

Buddha gimana? Buddha tidak mengenal konsep tuhan (ateisme) seperti dlm Islam dan Kristen, tapi agama tsb diakui di Indonesia. Juga apakah begitu b.o.d.o.h.nya para founding father membuat sila ke-1 kalau pengertiannya seperti ente jabarkan di atas, padahal agama Buddha yg tidak mengenal konsep tuhan juga dipeluk oleh sebagian bangsa Indonesia? Penjabaran lebih lanjut ttg sila ke-1 tsb bisa ente lihat di UUD45 pasal ttg jaminan menjalankan keyakinan. Dlm UUD45 tidak ada pasal yg mengharuskan warga negara Indonesia mempercayai keberadaan tuhan.

Sila ke-1 Pancasila tsb menggambarkan bangsa Indonesia yg religius. Utk menjadi religius, tidak perlu tuhan. :))

sedgedjenar
14-04-2012, 01:24 AM
bwahahahahahaha.....

makin ngawur aja ... ealah purba, purba
dari mulai bercucakrowo soal sakarataul maut, pas ditanya cara menjalaninya bilangnya belum mati jadi gak bisa jelasin
bilang atheis cuma kenal aturan negara, dikasih tau agama itu aturan, malah ngeyel
sekarang mbahas buddha gak mengenal konsep tuhan

bwahahahahahaa..
ngaku atheis tapi ngomong soal agama pulak

buddha itu bukannya tidak mengenal konsep tuhan om
cuma konsep ketuhanannya itu emang berbeda dengan agama samawi
dalam kitab udana disebutkan :

“O, bhikkhu, ada sesuatu yang tidak dilahirkan, tidak menjelma, tidak tercipta, Yang Mutlak. Jika seandainya saja, O, bhikkhu, tidak ada sesuatu yang tidak dilahirkan, tidak menjelma, tidak tercipta, Yang Mutlak; maka tidak akan ada jalan keluar kebebasan dari siklus kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi karena ada sesuatu yang tidak dilahirkan, tidak menjelma, tidak tercipta, Yang Mutlak; maka ada jalan keluar atau pembebasan dari siklus kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu.”

nah, dari situ ente bisa mulai mengenal konsep ketuhanannya buddha
ah...tapi sudahlah, paling elu juga ngeyel
kebudayaan atheis mungkin gitu aturannya, siapa yang paling ngeyel dialah yang paling benar
gak perlu modal ilmu dalam berargumen, ngeyel dan ngototnya dulu yg penting

bwhbwhwbhahahahaa....
lanjut lagi pur, lumayan jadi hiburan

---------- Post added at 12:24 AM ---------- Previous post was at 12:15 AM ----------



Sila ke-1 Pancasila tsb menggambarkan bangsa Indonesia yg religius. Utk menjadi religius, tidak perlu tuhan. :))

orang yang bertuhan sudah pasti beragama
orang yang beragama belum tentu bertuhan

nah, elu lagi2 ngawur..
jelas2 katanya ketuhanan yang maha esa
ketuhanan pur, bukan kerelijian yang maha esa
kenapa jadi ente plintir ? yg penting ngeyel aja dulu ye ?
intinya itu bangsa indonesia harus bertuhan, apapun agamanya kalau sudah bertuhan hidupnya akan lempeng
agama udah masing2, lakum dinukum waliyadin
bagimu agamamu, bagiku agamaku

kenapa islam gak bilang bagiku tuhanku, bagimu tuhanmu ?
karena islam tau kalo orang yang beragama dan bertuhan pasti gak usil sama agama orang lain, soalnya tuhannya itu2 juga

udah
segitu aja dulu
gue ngeri elu jadi tobat

BundaNa
14-04-2012, 02:06 AM
dalam atheis kan ga ada kebenaran mutlak, om sedge, begitu yg purba bilang ;)) dibilang berketuhanan yg maha esa, ngeyel

purba
14-04-2012, 02:31 AM
buddha itu bukannya tidak mengenal konsep tuhan om
cuma konsep ketuhanannya itu emang berbeda dengan agama samawi

Kalo ente menganggap ajaran Buddha seperti itu sbg tuhan, maka tidak ada ateis. Sebab ente tetap akan bisa bilang tuhannya ateis adalah akalnya sendiri, tuhannya ateis adalah alam semesta, atau tuhannya ateis adalah sains dan gelar kesarjanaan. Ini sih omong kosong kagak jelas. :))

Ente harus membatasi bahwa kata "tuhan" yg ditolak ateis adalah tuhan dlm konsep agama samawi (Islam atau Kristen), sebuah sosok adikodrati, sosok superman, sosok yg menciptakan alam semesta, sosok yg maha ini itu, dst.



nah, elu lagi2 ngawur..
jelas2 katanya ketuhanan yang maha esa
ketuhanan pur, bukan kerelijian yang maha esa
kenapa jadi ente plintir ? yg penting ngeyel aja dulu ye ?
intinya itu bangsa indonesia harus bertuhan, apapun agamanya kalau sudah bertuhan hidupnya akan lempeng


Itu malah ente yg mlintir-mlintir... :))

Umat Kristen (tritunggal) pun sebenarnya keberatan dgn kata 'esa' pada sila ke-1. Apalagi umat Hindu (politeisme) dan Buddha (ateisme). Tapi karena jumlah mereka sedikit, jadilah begitu bunyi sila ke-1 tsb. Harus diakui semangat tauhid Islam memang ada dlm sila ke-1 tsb. Karena itu juga muslim Indonesia waktu itu tidak terlalu keberatan dgn tidak digunakannya kalimat seperti dalam Piagam Jakarta. Bunyi sila ke-1 seperti itu bukan tuntutan utk meyakini tuhan yg esa, tetapi bentuk kompromi politik saat itu.

---------- Post added at 01:31 AM ---------- Previous post was at 01:27 AM ----------


dalam atheis kan ga ada kebenaran mutlak, om sedge, begitu yg purba bilang ;)) dibilang berketuhanan yg maha esa, ngeyel

Emang ente tau sejarahnya Pancasila? :))

sedgedjenar
14-04-2012, 09:58 AM
Kalo ente menganggap ajaran Buddha seperti itu sbg tuhan, maka tidak ada ateis. Sebab ente tetap akan bisa bilang tuhannya ateis adalah akalnya sendiri, tuhannya ateis adalah alam semesta, atau tuhannya ateis adalah sains dan gelar kesarjanaan. Ini sih omong kosong kagak jelas. :))

Ente harus membatasi bahwa kata "tuhan" yg ditolak ateis adalah tuhan dlm konsep agama samawi (Islam atau Kristen), sebuah sosok adikodrati, sosok superman, sosok yg menciptakan alam semesta, sosok yg maha ini itu, dst.



oh, kalo gitu bagi ane udah jelas
berarti atheis versi ente itu atheis yg bisa dinego (gue kasih bold soalnya ane pernah nemu atheis yg tegas kaga ada negonya, harga mati)
pokoknya kalo tuhan islam apa kristen no-way!!

kalo suatu saat tuhan datang, ente bakal nanya dulu : darimana lu han (tuhan maksudnya?) islam apa kristen ?
tuhan heran terus nanya, emang knape pur ?
ente jawab, klo ente dr islam atawa kristen ane ogah banget dah
tuhan nyengir terus, nanya : kalo bukan dari islam atau kristen bijimane pur ?
ente jawab, boleh lha ane pikir2 dulu

bwawhahahahhahha...



Itu malah ente yg mlintir-mlintir... :))

Umat Kristen (tritunggal) pun sebenarnya keberatan dgn kata 'esa' pada sila ke-1. Apalagi umat Hindu (politeisme) dan Buddha (ateisme). Tapi karena jumlah mereka sedikit, jadilah begitu bunyi sila ke-1 tsb. Harus diakui semangat tauhid Islam memang ada dlm sila ke-1 tsb. Karena itu juga muslim Indonesia waktu itu tidak terlalu keberatan dgn tidak digunakannya kalimat seperti dalam Piagam Jakarta. Bunyi sila ke-1 seperti itu bukan tuntutan utk meyakini tuhan yg esa, tetapi bentuk kompromi politik saat itu.[COLOR="Silver"]



eh pur
ente ngaku atheis, kaga ngakuin tuhan samawi malah mau njelasin soal esa ?
jauh panggang dari api lha

esa itu ya tri tunggal, yesus pun mengakui keesaan tuhan
dalam hindu ada om tat sat ekam eva adityam brahman
silakan ente cari ndiri pembabarannya
supaya kalo ente tobat itu hasil usaha ente sendiri

purba
14-04-2012, 03:06 PM
oh, kalo gitu bagi ane udah jelas
berarti atheis versi ente itu atheis yg bisa dinego (gue kasih bold soalnya ane pernah nemu atheis yg tegas kaga ada negonya, harga mati)
pokoknya kalo tuhan islam apa kristen no-way!!

Nego? :))



kalo suatu saat tuhan datang, ente bakal nanya dulu : darimana lu han (tuhan maksudnya?) islam apa kristen ?
tuhan heran terus nanya, emang knape pur ?
ente jawab, klo ente dr islam atawa kristen ane ogah banget dah
tuhan nyengir terus, nanya : kalo bukan dari islam atau kristen bijimane pur ?
ente jawab, boleh lha ane pikir2 dulu

Makanya baca baik2 apa yg ane tulis. Istilah ateis mengacu pada penolakan tuhan seperti dalam agama samawi, misalnya Islam atau Kristen. Tuhan dlm agama samawi adalah superman. Seandainya ada tuhan yg juga superman, meski bukan dari agama samawi, tetap saja ateis menolaknya. Paham?

Kalo ente mau paham jalan pikiran ateis, ente harus berani keluar dari kotak aman ente, yaitu iman ente, barang sebentaran aja. Bisa?



eh pur
ente ngaku atheis, kaga ngakuin tuhan samawi malah mau njelasin soal esa ?
jauh panggang dari api lha


Buset?? Tuhan yg esa adalah sebuah konsepsi manusia, mengapa ateis tidak bisa menjelaskannya? :))



esa itu ya tri tunggal, yesus pun mengakui keesaan tuhan
dalam hindu ada om tat sat ekam eva adityam brahman
silakan ente cari ndiri pembabarannya
supaya kalo ente tobat itu hasil usaha ente sendiri

Kalimat sila ke-1 tsb bukan karena keesaan tuhan adalah sebuah kebenaran yg disadari oleh para founding father Indonesia, melainkan hasil kompromi politik. Mendingan ente baca2 lagi ttg sejarah lahirnya Pancasila, biar gak OOT. :))

ndableg
14-04-2012, 03:16 PM
Istilah ateis mengacu pada penolakan tuhan seperti dalam agama samawi, misalnya Islam atau Kristen.

Jadi menurut purba, atheis dasarnya tidak mau terima tuhan konsep agama samawi.
Kalo atheis di jepang, china, atau bangsa2 dgn mayoritas agama non-samawi gimana tuh pur? Atau sama sekali belum pernah denger konsep tuhan samawi. Mereka jadi atheis dari lahir bukan karena penolakan thd tuhan samawi. Apa mereka ga termasuk atheis? Apa atheis itu harus orang yg menolak konsep tuhan agama samawi?? Itu bukannya masalah ente aje? Macam barisan sakit hati.

BundaNa
14-04-2012, 03:49 PM
jadi menurut atheis, Tuhan ada, asal bukan tuhannya agama samawi? itu si doubtit contoh yg diajuin keganasan agama di jepang yg bukan agama samawi...jadi gimane, Tuhan ada gak pur? tuhan sebagai penciptamu dah

sedgedjenar
14-04-2012, 07:11 PM
Makanya baca baik2 apa yg ane tulis. Istilah ateis mengacu pada penolakan tuhan seperti dalam agama samawi, misalnya Islam atau Kristen. Tuhan dlm agama samawi adalah superman. Seandainya ada tuhan yg juga superman, meski bukan dari agama samawi, tetap saja ateis menolaknya. Paham?

Kalo ente mau paham jalan pikiran ateis, ente harus berani keluar dari kotak aman ente, yaitu iman ente, barang sebentaran aja. Bisa?


Knapa gue yg keluar dari kotak aman ?
Knapa gak elu aja ? Bisa gak, barang bentaran aja melihat kenyataan umat beragama lebih banyak dan arab masih rame yg naek haji ?

::ngakak2::




Buset?? Tuhan yg esa adalah sebuah konsepsi manusia, mengapa ateis tidak bisa menjelaskannya? :))



menjelaskan sih bisa, cuma masalah ngawur apa nggaknya gimana ?
udah gue bilang, dari jaman sakarataul maut, terus agama dan aturan negara ente cuma bekutat dikulit luar doangan




Kalimat sila ke-1 tsb bukan karena keesaan tuhan adalah sebuah kebenaran yg disadari oleh para founding father Indonesia, melainkan hasil kompromi politik. Mendingan ente baca2 lagi ttg sejarah lahirnya Pancasila, biar gak OOT. :))

akh, itu mah makanan bangku sekolahan. konsumsinya anak sma
coba ente kluar dari kotak nyaman, liat pancasila sebagai falsafah sebagai hasil kajian spiritualnya bung karno
jadi ntar ente tau gak cuman kulit doang
bisa gak ?

BundaNa
14-04-2012, 07:25 PM
gimane? pokoknya konsep Tuhan dr agama samawi ditolak sm atheis? itu sih bukan ga m'akui keberadaan Tuhan, tp phobia -_-

purba
14-04-2012, 11:49 PM
Jadi menurut purba, atheis dasarnya tidak mau terima tuhan konsep agama samawi.
Kalo atheis di jepang, china, atau bangsa2 dgn mayoritas agama non-samawi gimana tuh pur? Atau sama sekali belum pernah denger konsep tuhan samawi. Mereka jadi atheis dari lahir bukan karena penolakan thd tuhan samawi. Apa mereka ga termasuk atheis? Apa atheis itu harus orang yg menolak konsep tuhan agama samawi?? Itu bukannya masalah ente aje? Macam barisan sakit hati.

Kalo mau mendebat, baca baik2 tulisan ane. Ateis menolak keberadaan sosok superman - pencipta alam semesta yg maha ini itu seperti tuhan dlm agama samawi. Jika ada juga sosok superman dlm agama nonsamawi, ateis tetap menolaknya. Paham gak nih yg ane tulis?

Misalkan ada seseorang sejak dilahirkan menganut agama X, dimana agama X tidak mengajarkan sosok superman pencipta alam semesta, yg artinya agama X sejalan dgn ateisme, maka orang tadi bisa dibilang ateis sejak dilahirkan.

Kalo mengacu ke sejarah, awalnya ateisme muncul sbg penolakan thd konsep tuhan agama samawi. Sekarang berkembang menjadi penolakan thd keberadaan sosok super pencipta jagat raya.

:))

---------- Post added at 10:49 PM ---------- Previous post was at 10:38 PM ----------


jadi menurut atheis, Tuhan ada, asal bukan tuhannya agama samawi? itu si doubtit contoh yg diajuin keganasan agama di jepang yg bukan agama samawi...jadi gimane, Tuhan ada gak pur? tuhan sebagai penciptamu dah

Doubtit? Itu masalah dia. Ateisme tidak terstruktur seperti agama samawi. Tidak ada kyai atau pendeta atau pastur ateis. Juga tidak ada mesjid atau gereja atau pura atau sinagog ateis. Karena itu jangan samakan si purba dan si doubtit, meski sama2 mengaku ateis. Bisa jadi pengalaman doubtit dgn kekerasan agama membuatnya menjadi ateis. Karena itu dia selalu merujuk ke kekerasan pada agama di Jepang tsb. Jadi, silakan ente berdebat dgn dia.

Ateis gak milih-milih tuhan. Ateis menolak keberadaan tuhan. Ok? :))

ndableg
15-04-2012, 04:42 AM
Kalo mau mendebat, baca baik2 tulisan ane. Ateis menolak keberadaan sosok superman - pencipta alam semesta yg maha ini itu seperti tuhan dlm agama samawi. Jika ada juga sosok superman dlm agama nonsamawi, ateis tetap menolaknya. Paham gak nih yg ane tulis?

Misalkan ada seseorang sejak dilahirkan menganut agama X, dimana agama X tidak mengajarkan sosok superman pencipta alam semesta, yg artinya agama X sejalan dgn ateisme, maka orang tadi bisa dibilang ateis sejak dilahirkan.

Wah susah memahami tulisan orang pinter pur. Makanya pinter juga musti sabaarrr..
Apakah yg namanya atheis harus menolak konsep tuhan dalam agama samawi?
Misalnya si X lahir tanpa kenal agama samawi, berarti dia tidak menjadi ateis karena menolak ajaran sosok superman, tapi ya memang belum tau ada konsep spt itu. Berbeda dgn purba yg sentimen.


Kalo mengacu ke sejarah, awalnya ateisme muncul sbg penolakan thd konsep tuhan agama samawi. Sekarang berkembang menjadi penolakan thd keberadaan sosok super pencipta jagat raya.

Yg menolak ajaran agama samawi bukan ateis doang.. ada penyembah matahari, penyembah setan, penyembah dewa, penyembah mbah purba dlsbg..
Ateis itu cuman alasan aja.. Nanti ud tua juga cape ndiri..

purba
15-04-2012, 09:32 AM
Wah susah memahami tulisan orang pinter pur. Makanya pinter juga musti sabaarrr..
Apakah yg namanya atheis harus menolak konsep tuhan dalam agama samawi?
Misalnya si X lahir tanpa kenal agama samawi, berarti dia tidak menjadi ateis karena menolak ajaran sosok superman, tapi ya memang belum tau ada konsep spt itu. Berbeda dgn purba yg sentimen.

Kalo kata MENOLAK menjadi masalah, ente bisa ganti dgn TIDAK MEMPERCAYAI. Tapi ketika si X menjadi semakin dewasa, menjadi semakin bisa mempertanggungjawabkan pilihan2 hidupnya, dan menjadi semakin mantap dgn keateisannya, maka bisa dikatakan dia sudah dalam posisi MENOLAK keberadaan tuhan, meski dilahirkan sbg ateis karena bapak ibunya ateis.

Misalkan ente yg muslim. Meski ente dilahirkan sbg muslim karena bapak ibu ente muslim, tetapi jatidiri ente sebagai muslim baru bisa ente pertanggungjawabkan setelah ente dewasa, bukan ketika masih bocah. Jadi, apakah seseorang menerima atau menolak keberadaan tuhan, itu bisa dipertanggungjawabkannya ketika orang tsb dewasa atau sadar akan pilihan2 hidupnya. Makanya ane debat ttg tuhan dgn orang dewasa seperti ente, bukan dgn bocah ingusan.



Yg menolak ajaran agama samawi bukan ateis doang.. ada penyembah matahari, penyembah setan, penyembah dewa, penyembah mbah purba dlsbg..
Ateis itu cuman alasan aja.. Nanti ud tua juga cape ndiri..

Nah kan ane sudah jelaskan bersungai-sungai, bahwa ateis adalah yg menolak keberadaan tuhan pencipta alam semesta, sosok super yg maha ini itu. Apakah sosok tsb ada di agama samawi kek, ada di penyembahan matahari kek, ada di penyembahan setan kek, ada di penyembahan tokek kek, dst, tetap saja ditolak oleh ateis. Paham?

Inilah yg ane bilang, kalo teis mo debat dgn ateis, maka teis harus berani keluar dari keimanannya barang sebentar aja. Mosok gak boleh sama tuhannya?? Lagi juga apa salahnya nyicipan neraka barang sehari-dua hari gara2 jadi kafir sebentaran?? :))

---------- Post added at 08:32 AM ---------- Previous post was at 08:01 AM ----------


Knapa gue yg keluar dari kotak aman ?
Knapa gak elu aja ? Bisa gak, barang bentaran aja melihat kenyataan umat beragama lebih banyak dan arab masih rame yg naek haji ?

Benar bahwa orang naik haji masih banyak, trus apa yg mau disimpulkan? Tuhan menjadi benar ada, gitu? Korupsi juga masih banyak, apa jadi bener juga? Ya kagak... :))

Ane minta ente keluar dari kotak aman karena mindset ente selalu menempatkan ateisme sbg sebuah agama juga. Jadinya gak nyambung2... :))



menjelaskan sih bisa, cuma masalah ngawur apa nggaknya gimana ?
udah gue bilang, dari jaman sakarataul maut, terus agama dan aturan negara ente cuma bekutat dikulit luar doangan

Ngawur apa nggaknya nanti terlihat dari argumen2 yg disodorkan. :))

Ketika ente (juga BundaNa) menanyakan ttg sakaratul maut, tuntunan hidup, dst, itu menunjukkan ente melihat ateisme sbg sebuah agama juga, seperti muslim melihat agama Kristen. Ente menuntut jawaban sesuai dgn harapan ente. Ketika ateis memberikan jawaban yg tidak sesuai harapan tsb, ente tidak menerimanya. Ini kan lucu. Makanya ane bilang ente musti keluar dari kotak aman ente, sehingga jawaban2 ateis thd pertanyaan2 yg ente sodorin bisa ente pahami.



akh, itu mah makanan bangku sekolahan. konsumsinya anak sma
coba ente kluar dari kotak nyaman, liat pancasila sebagai falsafah sebagai hasil kajian spiritualnya bung karno
jadi ntar ente tau gak cuman kulit doang
bisa gak ?

Kalo ente mengerucutkan sila ke-1 sbg hasil kajian spiritual bung Karno, maka makin nyata bahwa sila ke-1 tsb bukan gambaran keseluruhan keyakinan bangsa Indonesia.

:))

BundaNa
15-04-2012, 09:42 AM
pur, knp menolak keberadaan Tuhan sbg pencipta alam semesta? atas dasar apa? trus alam ujug2 jadi, gmn ceritanya?

purba
15-04-2012, 09:53 AM
pur, knp menolak keberadaan Tuhan sbg pencipta alam semesta? atas dasar apa? trus alam ujug2 jadi, gmn ceritanya?

Alam sudah ada tanpa awal. Jadi tidak butuh pencipta. Yg ada sekarang berasal dari yg ada sebelumnya dan demikian seterusnya. Sebuah evolusi tanpa awal dan akhir.

:))

hajime_saitoh
16-04-2012, 10:38 AM
jadi yang dipercaya atheits itu kalo mereka mati ya udah cuman jadi debu dan selesai masalahnya... begitukah kang purba???

BundaNa
16-04-2012, 11:51 AM
menurut logika aja aneh, mana ada sesuatu itu tanpa awal dan akhir

sedgedjenar
16-04-2012, 12:12 PM
di perpustakaan sekolah ada buku stephen hawking gak pur ? yg mbahas big bang ?

purba
16-04-2012, 03:52 PM
jadi yang dipercaya atheits itu kalo mereka mati ya udah cuman jadi debu dan selesai masalahnya... begitukah kang purba???

Ya, seperti itu. :))

---------- Post added at 02:43 PM ---------- Previous post was at 02:20 PM ----------


menurut logika aja aneh, mana ada sesuatu itu tanpa awal dan akhir

Tuhan ada awal dan akhir gak? Apa gak aneh juga? :))

---------- Post added at 02:52 PM ---------- Previous post was at 02:43 PM ----------


di perpustakaan sekolah ada buku stephen hawking gak pur ? yg mbahas big bang ?

Ada. Trus, kenape? :))

pasingsingan
18-04-2012, 07:23 AM
Alam sudah ada tanpa awal. Jadi tidak butuh pencipta. Yg ada sekarang berasal dari yg ada sebelumnya dan demikian seterusnya. Sebuah evolusi tanpa awal dan akhir.
:))
apa gak rancu bin kontradiktif neh pur
klo sudah dinyataken tanpa awal
knp ente maseh menggunaken term sebelom n sesudah? #-o

E = mc²
18-04-2012, 07:48 AM
jika kaum theis mengklaim big-bang sbg awal penciptaan (awal segala mula kecuali tuhan), kaum atheis memandangnya tidak demikian, big-bang yg terjadi dan menciptakan semesta yg kita tempati sekarang hanyalah salah satu dari rangkaian big-bang yg lain (mungkin ini yg menyebabkan ada term "sebelum awal/big-bang"--semacam siklus tanpa awal dan akhir. Bukti matematis untuk hal terakhir sudah ada dan hampir "valid". di dua bukunya yang terakhir (the theory of everything dan the grand design), stephen hawking sudah berani mengeluarkan pernyataan, "tidak ada tempat bagi tuhan dalam penciptaan alam semesta karena tanpa tuhan" atau "perhitungan matematisnya sudah membuktikan bahwa tidak perlu ada awal, tanpa awal (causa prima), dimana posisi tuhan di alam semesta?"

*numpanglewat

Zhazha
18-04-2012, 07:59 AM
menulut aq Hawking balu bisa "menculigai" kalau bigbang itu cuma "white hole" dali big bang dali semesta "induk"... bagaimna semesta induk itu bekelja belum bisa dijelaskan oleh Hawking.

bahwa semesta kita cuma baby univelse, bukan bukti kalau seluluh semesta tanpa awal dan tanpa akhil... juga bukan bukti belawal dan belakhil... lagi-lagi ini ulusan keimanan, yang ngga pellu dilecoki atau melecoki ulusan ilmu pengetahuan.

E = mc²
18-04-2012, 08:10 AM
tinggal tunggu stephen hawking dapat nobel saja. jika dia dapet nobel, artinya semua perhitungan matematis dia bener dan terbukti (kendala teori dia adalah bukti yg susah didapat seperti radiasi sinar X dari lubang hitam primodial, karena itu ordenya miliaran tahun, sementara orde pengamatan manusia cuma tahunan, paling banter puluhan tahun. plus teknologi yg masih terbatas). Jika Hawking beneran dapet nobel, banyak hal--atau hampir semuanya--perlu revisi dan perombakan, terutama penafsiran kitab atas sains yg saat ini digiatkan beberapa pihak utk mendukung keimanan.

hajime_saitoh
18-04-2012, 10:09 AM
tinggal tunggu stephen hawking dapat nobel saja. jika dia dapet nobel, artinya semua perhitungan matematis dia bener dan terbukti (kendala teori dia adalah bukti yg susah didapat seperti radiasi sinar X dari lubang hitam primodial, karena itu ordenya miliaran tahun, sementara orde pengamatan manusia cuma tahunan, paling banter puluhan tahun. plus teknologi yg masih terbatas). Jika Hawking beneran dapet nobel, banyak hal--atau hampir semuanya--perlu revisi dan perombakan, terutama penafsiran kitab atas sains yg saat ini digiatkan beberapa pihak utk mendukung keimanan.

wadoh kok nobel dijadikan patokan buat menilai keimanan??? ::doh:: .... mus mus.... kami kaum yang beriman hanya percaya masalah ghaib itu dari informasi di Kitab suci bukan hasil otak para ilmuwan yang terbatas dan terus terkoreksi dari masa ke masa.....

purba
18-04-2012, 03:02 PM
apa gak rancu bin kontradiktif neh pur
klo sudah dinyataken tanpa awal
knp ente maseh menggunaken term sebelom n sesudah? #-o

Itu utk menjelaskan perubahan bentuknya. Misalnya ane dilahirkan BUKAN dari KETIADAAN, tetapi dari yg SUDAH ADA, yaitu ibu dan bapak ane, dst. Ane tidak muncul ujug2 dari ruang kosong kayak simsalabim. Juga ane nanti TIDAK hilang simsalabim, melainkan berubah menjadi yg lain, misalnya minyak bumi. Katakanlah teori big bang benar, itu bukan muncul dari KETIADAAN, tetapi dari yg SUDAH ADA sebelumnya.

Sebenarnya kaum teis sendiri juga meyakini bahwa awalnya adalah ADA, yaitu tuhan. Alam semesta diciptakan tuhan, sosok super maha ini itu. Bedanya, ateis tidak menamakan yg ADA tsb adalah tuhan, melainkan menamakan alam semesta.

:))

BundaNa
18-04-2012, 03:37 PM
trus, nenek moyangmu siapa pur? beneran monyet?

sedgedjenar
18-04-2012, 04:25 PM
jika kaum theis mengklaim big-bang sbg awal penciptaan (awal segala mula kecuali tuhan), kaum atheis memandangnya tidak demikian, big-bang yg terjadi dan menciptakan semesta yg kita tempati sekarang hanyalah salah satu dari rangkaian big-bang yg lain (mungkin ini yg menyebabkan ada term "sebelum awal/big-bang"--semacam siklus tanpa awal dan akhir. Bukti matematis untuk hal terakhir sudah ada dan hampir "valid". di dua bukunya yang terakhir (the theory of everything dan the grand design), stephen hawking sudah berani mengeluarkan pernyataan, "tidak ada tempat bagi tuhan dalam penciptaan alam semesta karena tanpa tuhan" atau "perhitungan matematisnya sudah membuktikan bahwa tidak perlu ada awal, tanpa awal (causa prima), dimana posisi tuhan di alam semesta?"

*numpanglewat

tergantung seperti apa kriteria tuhan bagi stephen hawking ?
kalo, misal, dia kristiani yang meyakini Tuhan itu adalah yesus. Terus nyarinya sosok tokoh berjanggut yang nongkrong di langit dan gak ketemu.
Wajar aja dia bilang gak ada Tuhan

::ngakak2::

purba
18-04-2012, 04:25 PM
trus, nenek moyangmu siapa pur? beneran monyet?

Bukan, monyet saudara kandung ane. :))
Nenek moyang ane masih satu famili dgn virus flu burung. :))

BundaNa
18-04-2012, 04:41 PM
haha. funny speech

E = mc²
18-04-2012, 06:01 PM
wadoh kok nobel dijadikan patokan buat menilai keimanan??? .... mus mus.... kami kaum yang beriman hanya percaya masalah ghaib itu dari informasi di Kitab suci bukan hasil otak para ilmuwan yang terbatas dan terus terkoreksi dari masa ke masa.....
soalnya ada yg meyakini bahwa big-bang menjadi bukti adanya penciptaan oleh tuhan. penciptaan (dari ketiadaan menjadi keber-ada-an). Tahun 1951 bahkan Katolik mengakui secara resmi bahwa model big-bang lah yg diakui sesuai dengan injil dan sains. harun yahya secara agresif pun mengkampanyekan hal serupa. Bayangkan jika kemudian terbukti bahwa proses big-bang tidak seperti yg diyakini selama ini. Definisi "pencipta" dan "penciptaan" bakal berubah, penafsiran atas kitab suci bakal memasuki babak baru.

pasingsingan
19-04-2012, 07:48 AM
apa gak rancu bin kontradiktif neh pur
klo sudah dinyataken tanpa awal
knp ente maseh menggunaken term sebelom n sesudah?
Itu utk menjelaskan perubahan bentuknya. Misalnya ane dilahirkan BUKAN dari KETIADAAN, tetapi dari yg SUDAH ADA, yaitu ibu dan bapak ane, dst. Ane tidak muncul ujug2 dari ruang kosong kayak simsalabim. Juga ane nanti TIDAK hilang simsalabim, melainkan berubah menjadi yg lain, misalnya minyak bumi. Katakanlah teori big bang benar, itu bukan muncul dari KETIADAAN, tetapi dari yg SUDAH ADA sebelumnya.
LAH iya
keberadaan muncul dari ketiadaan adalah mustahil bin non-sense
jadi, keberadaan pasti disebabkan oleh keberadaan juga
keberadaan menuntut keberadaan lain tanpa ujung, ini juga non-sense


Sebenarnya kaum teis sendiri juga meyakini bahwa awalnya adalah ADA, yaitu tuhan. Alam semesta diciptakan tuhan, sosok super maha ini itu. Bedanya, ateis tidak menamakan yg ADA tsb adalah tuhan, melainkan menamakan alam semesta.
HALAH
intinya ente jg tdk menolak term causa prima to?
itu kan sekedar beda istilah, tapi esensinya sami mawon
singkong diparut, di-kepal2, diisi gula merah, trus digoreng

orang jawa menyebutnya "jemblem"
eta mah "misro", kata urang sunda
ah, itu godok2 bah. Kata kawan yng dari tarutung
entahlah klo istilah betawinya :mrgreen:

sedgedjenar
19-04-2012, 08:58 AM
Alhamdulillah, ada yg nyadar juga nemenin saya.

Salim dulu sama mbah pasing

purba
19-04-2012, 09:29 AM
keberadaan menuntut keberadaan lain tanpa ujung, ini juga non-sense

Gimana nonsense-nya ngkong? :))

Kalo ente bilang ADA muncul dari TIADA adalah nonsense, kemudian ente juga bilang ADA muncul dari ADA adalah juga nonsense, lha mana yg gak nonsense?



HALAH
intinya ente jg tdk menolak term causa prima to?
itu kan sekedar beda istilah, tapi esensinya sami mawon
singkong diparut, di-kepal2, diisi gula merah, trus digoreng

orang jawa menyebutnya "jemblem"
eta mah "misro", kata urang sunda
ah, itu godok2 bah. Kata kawan yng dari tarutung
entahlah klo istilah betawinya :mrgreen:

Nah di sini ente kagak paham.

Ateis melihat segala sesuatu sebagai evolusi. Artinya apa? Tidak ada causa prima. Sangat berbeda dgn teis yg melihat segala sesuatu berawal dari causa prima, yaitu tuhan. Hal beginian tidak bisa ente analogikan dgn jemblem dan misro, kecuali tuhan2 sesama teis.

Keduanya terlihat menerima bahwa segala yg ADA sekarang berasal dari yg ADA sebelumnya. Bedanya, ateis melihat yg ADA sebelumnya tidak berkesudahan ke belakang, karena itu ateis tidak mengenal causa prima. Sementara teis melihat yg ADA sebelumnya mentok pada yg ADA mula2, yg mereka sebut causa prima, tuhan yg maha ini itu.

:))

BundaNa
19-04-2012, 09:33 AM
ealah, tiwas debat panjang2 taunya cuman masalah beda bungkusnya:iamdead:

sedgedjenar
19-04-2012, 10:31 AM
iseng-iseng pake logika goblok

versi theis
tuhan = tidak berawal tidak berakhir
alam semesta = berawal dari tuhan
kalo di subtitusikan

alam semesta = tidak berawal dan tidak berakhir

yg pinter apalagi yg udah kuliah S3 atau Es lilin jangan terlalu dipikir
nanti ikutan goblok

::ngakak2::

---------- Post added at 09:31 AM ---------- Previous post was at 09:27 AM ----------

jadi atheis itu istilah kedokteran untuk penyakit alergi terhadap kata tuhan
tapi disebut tanpa awal dan akhir, bisa ngerti
disebut yg dipuja-puja, diagung2 kan, bisa nerima

masalah yang dipuja2 itu otak atau science atau sosok berjenggot atau berjubah, atau sosok yg dipantek di kayu, atau cuman tulisan arab 4 huruf
itu udah urusan masing2

pokoknya jangan disebut tuhan!!
titik

BundaNa
19-04-2012, 10:37 AM
iseng-iseng pake logika goblok

versi theis
tuhan = tidak berawal tidak berakhir
alam semesta = berawal dari tuhan
kalo di subtitusikan

alam semesta = tidak berawal dan tidak berakhir

yg pinter apalagi yg udah kuliah S3 atau Es lilin jangan terlalu dipikir
nanti ikutan goblok

::ngakak2::

---------- Post added at 09:31 AM ---------- Previous post was at 09:27 AM ----------

jadi atheis itu istilah kedokteran untuk penyakit alergi terhadap kata tuhan
tapi disebut tanpa awal dan akhir, bisa ngerti
disebut yg dipuja-puja, diagung2 kan, bisa nerima

masalah yang dipuja2 itu otak atau science atau sosok berjenggot atau berjubah, atau sosok yg dipantek di kayu, atau cuman tulisan arab 4 huruf
itu udah urusan masing2

pokoknya jangan disebut tuhan!!
titik

sepertinya om sedgedjenar, atheis cuman kepengen keliatan beda...kayak slogan sekolah anak gwe, niat visi dan misi sama...teapi kami berbeda! -_-

Ronggolawe
19-04-2012, 10:37 AM
jadi atheis itu istilah kedokteran untuk penyakit alergi terhadap kata tuhan
tapi disebut tanpa awal dan akhir, bisa ngerti
disebut yg dipuja-puja, diagung2 kan, bisa nerima

masalah yang dipuja2 itu otak atau science atau sosok berjenggot atau berjubah, atau sosok yg dipantek di kayu, atau cuman tulisan arab 4 huruf
itu udah urusan masing2

pokoknya jangan disebut tuhan!!
titik
jangan begitu dong, Um Sedge... kalau ngga boleh
make kata Tuhan/Theis.... apa dong namanya?
A........ :)

sedgedjenar
19-04-2012, 11:12 AM
padahal perjalanan evolusi spiritual manusia nantinya akan sampe ke atheis juga
tapi tentunya atheis yang sudah melewati tahap beragama
kalo atheis yg belum melewati tahap agama ya itu atheis jaman purba

owalah, no wonder.... dia milih username purba yaaaaa
maap om purba, maksud saya diatas itu jaman dahulu kala ketika belum turun agama dan manusia masih makan sesama manusia dan cuma pake cawet kulit duren atau daunpisang

nah, atheis yang sudah melewati tahap beragama itu ketika sudah mencapai tingkat mencari tuhan, bertemu tuhan
ternyata tidak ada tuhan, yang ada cuma dirinya sendiri
tapi sudahlah, jangan dipercaya ya
itu cuma katanya aja, dongeng kali yeeee

yang penting hidup didunia saling menyanyangi, jadi orang yang banyak manfaatnya
persetan sama urusan tuhan tuhan teori
yang bertuhan dengan benar adalah yang hidupnya paling membawa manfaat bagi lingkungan dan keluarga

pasingsingan
19-04-2012, 12:33 PM
keberadaan menuntut keberadaan lain tanpa ujung, ini juga non-sense
Gimana nonsense-nya ngkong?

Kalo ente bilang ADA muncul dari TIADA adalah nonsense, kemudian ente juga bilang ADA muncul dari ADA adalah juga nonsense, lha mana yg gak nonsense?
ADA muncul dari ketiadaan = non-sense, ente se7 ini kan?
ADA muncul dari ADA, tanpa ujung/causa prima = non-sense, yng ini ente keberatan?
klo keberatan, gw nanya
alam dikatakan ADA tanpa awal/akhir (tdk tunduk oleh term waktu)
betul begitu asumsinya?, klo YA
lalu atas dasar apa akal memutuskan bhw ini dari yng itu atau
yng sekarang berasal dari yng sebelumnya?




HALAH
intinya ente jg tdk menolak term causa prima to?
itu kan sekedar beda istilah, tapi esensinya sami mawon
singkong diparut, di-kepal2, diisi gula merah, trus digoreng

orang jawa menyebutnya "jemblem"
eta mah "misro", kata urang sunda
ah, itu godok2 bah. Kata kawan yng dari tarutung
entahlah klo istilah betawinya

Nah di sini ente kagak paham.

Ateis melihat segala sesuatu sebagai evolusi. Artinya apa? Tidak ada causa prima. Sangat berbeda dgn teis yg melihat segala sesuatu berawal dari causa prima, yaitu tuhan. Hal beginian tidak bisa ente analogikan dgn jemblem dan misro, kecuali tuhan2 sesama teis.
Bukannya ente yng gak mudeng ama analogi gw pur?

Keduanya terlihat menerima bahwa segala yg ADA sekarang berasal dari yg ADA sebelumnya. Bedanya, ateis melihat yg ADA sebelumnya tidak berkesudahan ke belakang, karena itu ateis tidak mengenal causa prima. Sementara teis melihat yg ADA sebelumnya mentok pada yg ADA mula2, yg mereka sebut causa prima, tuhan yg maha ini itu.
jadi, maksudnya ADA, tapi tdk tunduk oleh dimensi waktu gitu?
apakah tidak berkesudahan itu = tak terbatas gitu?
klo ente jwb YA, lalu bgmn dng batasan sebelom n sesudah yng ente bikin?
atau ente akan bilang bhw yng terbatas itu muncul dari yng tak terbatas gitu?
klo YA, lalu apa makna tak terbatas itu?, tak terbayangkan, tak terpikirkan atau bgmn? #-o

purba
19-04-2012, 02:42 PM
jadi, maksudnya ADA, tapi tdk tunduk oleh dimensi waktu gitu?
apakah tidak berkesudahan itu = tak terbatas gitu?
klo ente jwb YA, lalu bgmn dng batasan sebelom n sesudah yng ente bikin?
atau ente akan bilang bhw yng terbatas itu muncul dari yng tak terbatas gitu?
klo YA, lalu apa makna tak terbatas itu?, tak terbayangkan, tak terpikirkan atau bgmn? #-o

Ente paham evolusi gak? Jadi ateis melihat alam semesta ini sbg perubahan dari satu bentuk ke bentuk lain. Sebelum kecebong adalah telur katak. Setelah kecebong adalah katak dewasa. Jadi istilah sebelum dan sesudah digunakan utk menunjukkan perubahan dari satu bentuk ke bentuk lain. Paham?

Demikian juga dgn alam semesta sekarang ini. Orang bilang, alam semesta diawali oleh big bang. Teis mengklaim big bang diciptakan oleh tuhan. Tapi bagi ateis, big bang bukan diciptakan oleh tuhan, melainkan perubahan bentuk dari alam semesta sebelumnya. Seperti apa alam semesta sebelumnya? Banyak model yg diajukan. Benar tidaknya model2 tsb, tergantung kecocokan antara prediksi yg diberikan model2 tsb dgn pengamatan empiris sekarang.

:))

purba
19-04-2012, 04:41 PM
nah, atheis yang sudah melewati tahap beragama itu ketika sudah mencapai tingkat mencari tuhan, bertemu tuhan
ternyata tidak ada tuhan, yang ada cuma dirinya sendiri


Kok lucu, bisa bilang bertemu tuhan tapi ternyata tidak ada? Kalo bertemu tuhan, ya berarti tuhan ada. Kalo tuhan tidak ada, ya berarti tidak bertemu tuhan.

Omong2, ente sekarang pada tahap apa? Sudah bertemu tuhan? Kayak apa tuhan? Kok sudah bertemu tuhan, malah bilang tidak ada tuhan?

:))

Parameswara Li
19-04-2012, 07:20 PM
Buddha gimana? Buddha tidak mengenal konsep tuhan (ateisme) seperti dlm Islam dan Kristen, tapi agama tsb diakui di Indonesia.



Umat Kristen (tritunggal) pun sebenarnya keberatan dgn kata 'esa' pada sila ke-1. Apalagi umat Hindu (politeisme) dan Buddha (ateisme). Tapi karena jumlah mereka sedikit, jadilah begitu bunyi sila ke-1 tsb.

Buddha itu bukan Ateisme. Entah darimana ente dapet pemahaman seperti itu. Biasanya agama Buddha masuk ke golongan agama Non-Teis. Tolong dibedakan antara Ateis dengan Non-Teis.

Kalau ada waktu, silakan baca beberapa tautan berikut ini :

http://id.wikipedia.org/wiki/Tuhan_dalam_agama_Buddha
http://www.wihara.com/forum/topik-umum/435-apa-itu-tuhan.html
http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=2591.0
http://dharma.forum777.com/dasar-dasar-budhis-f11/ketuhanan-dalam-agama-buddha-t23.htm

purba
19-04-2012, 07:30 PM
Buddha itu bukan Ateisme. Entah darimana ente dapet pemahaman seperti itu. Biasanya agama Buddha masuk ke golongan agama Non-Teis. Tolong dibedakan antara Ateis dengan Non-Teis.

Kalau ada waktu, silakan baca beberapa tautan berikut ini :

http://id.wikipedia.org/wiki/Tuhan_dalam_agama_Buddha
http://www.wihara.com/forum/topik-umum/435-apa-itu-tuhan.html
http://pa-in.facebook.com/topic.php?uid=62042742642&topic=11143
http://forthetruth.wordpress.com/2008/01/28/pemeluk-agama-buddha-juga-atheis/
http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=2591.0
http://dharma.forum777.com/dasar-dasar-budhis-f11/ketuhanan-dalam-agama-buddha-t23.htm

Kalo baca tautan, sifatnya pasif. Mendingan ente jelaskan sendiri apa bedanya antara ATEIS dan NONTEIS. Juga, jelaskan apa itu TEIS? Nanti ane tanggepin... :))

sedgedjenar
19-04-2012, 10:13 PM
Kok lucu, bisa bilang bertemu tuhan tapi ternyata tidak ada? Kalo bertemu tuhan, ya berarti tuhan ada. Kalo tuhan tidak ada, ya berarti tidak bertemu tuhan.

Omong2, ente sekarang pada tahap apa? Sudah bertemu tuhan? Kayak apa tuhan? Kok sudah bertemu tuhan, malah bilang tidak ada tuhan?

:))

ah, itu belum seberapa lucu
mau lebih lucu lagi, yuk kita mulai

tuhan itu menurut ente apa ? samain persepsi dulu
jangan ntar ente udah bercucakrowo sampe 2 album kompilasi ternyata yg diomongin beda

setelah itu dijawab, di sebut ada itu seperti apa ?

purba
19-04-2012, 10:35 PM
ah, itu belum seberapa lucu
mau lebih lucu lagi, yuk kita mulai

tuhan itu menurut ente apa ? samain persepsi dulu
jangan ntar ente udah bercucakrowo sampe 2 album kompilasi ternyata yg diomongin beda

setelah itu dijawab, di sebut ada itu seperti apa ?

Tuhan adalah sosok super pencipta alam semesta.

Disebut ada ketika dapat dideteksi baik langsung ataupun tidak langsung secara empiris.

:))

sedgedjenar
19-04-2012, 10:57 PM
Tuhan adalah sosok super pencipta alam semesta.

Disebut ada ketika dapat dideteksi baik langsung ataupun tidak langsung secara empiris.

:))

wah, itu sih tuhannya theis
pake etika lha, jangan tuhannya theis udah lo cela2 tapi ternyata lo pake juga
yang kreatip lha, sesuai kemampuan otak lo aja
yg penting jangan copas tuhannya theis

jadi tuhan itu apa dan bagaimana ?

pasingsingan
19-04-2012, 11:14 PM
Ente paham evolusi gak? Jadi ateis melihat alam semesta ini sbg perubahan dari satu bentuk ke bentuk lain. Sebelum kecebong adalah telur katak. Setelah kecebong adalah katak dewasa. Jadi istilah sebelum dan sesudah digunakan utk menunjukkan perubahan dari satu bentuk ke bentuk lain. Paham?
Iyalah, dasar pemikirannya kan, sesuatu itu terus berubah, iya to?
(katak-telur-kecebong-katak) sbg simplifikasi dari rangkaian tak berkesudahan, betul?
klo betul, muncul pertanyaan, bgmn akal menentukan mana sbg ADA tanpa awal n akhir itu?
katak, telur atau kecebong?, atau keseluruhan?


Demikian juga dgn alam semesta sekarang ini. Orang bilang, alam semesta diawali oleh big bang. Teis mengklaim big bang diciptakan oleh tuhan. Tapi bagi ateis, big bang bukan diciptakan oleh tuhan, melainkan perubahan bentuk dari alam semesta sebelumnya. Seperti apa alam semesta sebelumnya? Banyak model yg diajukan. Benar tidaknya model2 tsb, tergantung kecocokan antara prediksi yg diberikan model2 tsb dgn pengamatan empiris sekarang.
Its OK, pokoknya gak ada lah itu penyebab awal
lalu, model yng dinyatakan cocok dng pengamatan empiris sekarang itu darimana?
dari yng sudah ada tanpa awal n akhir, atau dari rangkaian yng tdk berkesudahan juga?

purba
20-04-2012, 05:54 AM
wah, itu sih tuhannya theis
pake etika lha, jangan tuhannya theis udah lo cela2 tapi ternyata lo pake juga
yang kreatip lha, sesuai kemampuan otak lo aja
yg penting jangan copas tuhannya theis

jadi tuhan itu apa dan bagaimana ?

Bener emang lucu... :))

Emangnya ateis punya tuhan?

Busyettt....

purba
20-04-2012, 06:55 AM
Iyalah, dasar pemikirannya kan, sesuatu itu terus berubah, iya to?
(katak-telur-kecebong-katak) sbg simplifikasi dari rangkaian tak berkesudahan, betul?
klo betul, muncul pertanyaan, bgmn akal menentukan mana sbg ADA tanpa awal n akhir itu?
katak, telur atau kecebong?, atau keseluruhan?

Ya keseluruhan tsb. Kecebong adalah sesuatu yg ADA. Dia merupakan perubahan dari yg ADA sebelumnya, yaitu telur, dst. Nantinya, dia akan berubah menjadi ADA yg lain, yaitu katak, dst.



Its OK, pokoknya gak ada lah itu penyebab awal
lalu, model yng dinyatakan cocok dng pengamatan empiris sekarang itu darimana?
dari yng sudah ada tanpa awal n akhir, atau dari rangkaian yng tdk berkesudahan juga?

Yg sudah ADA tanpa awal dan akhir tsb adalah rangkaian perubahan itu sendiri. Ibaratnya, rangkaian perubahan itu seperti rantai. Ateis melihat yg ADA itu seperti rantai yg tidak berawalan dan tidak berakhiran. Alam semesta sekarang ini adalah salah satu mata rantainya. Makanya ane bilang gak ada causa prima.

Kalo konsepsi ADA dari teis, itu seperti rantai yg tertambat pada dinding yg sangat besar. Rantai adalah alam semesta, tambatan rantai pada dinding adalah awal penciptaan alam semesta, dinding besar itulah tuhannya, sang causa prima. Tambahan lagi dinding tsb adalah sosok super yg maha ini itu, jadilah monoteis. Atau hanya sebuah dinding pasif, jadilah deis.

:))

sedgedjenar
20-04-2012, 07:29 AM
Ada orang pedalaman lembah baliem
Gak punya mobil, gak pernah liat mobil
Datang ke seminar otomotif, mencoba menjelaskan soal mobil yg menurut dia mobil itu gak mungkin ada

Gak apa2, gak ada undang2 nya yang melarang orang yg gak ngakui tuhan menjelaskan tuhan kan?
Eh, maksudnya gak ngakui mobil dan gak punya mobil tapi menjelaskan soal mobil

purba
20-04-2012, 08:36 AM
Ada orang pedalaman lembah baliem
Gak punya mobil, gak pernah liat mobil
Datang ke seminar otomotif, mencoba menjelaskan soal mobil yg menurut dia mobil itu gak mungkin ada

Gak apa2, gak ada undang2 nya yang melarang orang yg gak ngakui tuhan menjelaskan tuhan kan?
Eh, maksudnya gak ngakui mobil dan gak punya mobil tapi menjelaskan soal mobil

Ini makin lucu...:))

Orang modern datang ke pedalaman Afrika dan bercerita ttg mobil kepada orang2 primitif. Orang modern mengatakan mobil berkaki empat, berbadan besar, dan memiliki belalai di depannya, juga dapat mengeluarkan suara keras. Kemudian orang primitif meminta ditunjukkan gambarnya. Setelah ditunjukkan, ternyata gambar gajah. Orang primitif ngakak gak habis2, itu mah gajah atuuhh.. sementara orang modern dgn angkuhnya tetap mengatakan itu mobil.

Nah, ente meminta ane utk menjelaskan apa itu tuhan? Jelas ane ambil penjelasan tsb dari konsep tuhan agama Islam (contoh saja) karena Islam-lah yg memperkenalkan konsep tuhan pada manusia. Paham?

Kalo ente menuntut ateis utk menjelaskan konsep tuhannya sendiri, lha ateis mana punya konsep tuhan? Kecuali ente tanya pada AsLan (contoh saja), gimana konsep tuhannya, nah barulah AsLan menceritakan konsep tuhannya berdasarkan ajaran Kristen.

Logika ente masih kacau balau neh... :))

Lha trus ente yg sudah ketemu tuhan, seperti apa tuhan? Bisa gak ceritain?

pasingsingan
20-04-2012, 08:52 AM
Iyalah, dasar pemikirannya kan, sesuatu itu terus berubah, iya to?
(katak-telur-kecebong-katak) sbg simplifikasi dari rangkaian tak berkesudahan, betul?
klo betul, muncul pertanyaan, bgmn akal menentukan mana sbg ADA tanpa awal n akhir itu?
katak, telur atau kecebong?, atau keseluruhan?
Ya keseluruhan tsb. Kecebong adalah sesuatu yg ADA. Dia merupakan perubahan dari yg ADA sebelumnya, yaitu telur, dst. Nantinya, dia akan berubah menjadi ADA yg lain, yaitu katak, dst.
Klo keseluruhan rangkaiannya dikatakan sbg ADA tanpa awal/akhir
konsekwensinya adlh, baik itu katak-telur-kecebong adalah sama
dalam arti, sama-sama tanpa awal dan akhir, betul?
klo betul, lalu bgn ente menjelaskan perbedaan atau perubahannya?



Its OK, pokoknya gak ada lah itu penyebab awal
lalu, model yng dinyatakan cocok dng pengamatan empiris sekarang itu darimana?
dari yng sudah ada tanpa awal n akhir, atau dari rangkaian yng tdk berkesudahan juga?
Yg sudah ADA tanpa awal dan akhir tsb adalah rangkaian perubahan itu sendiri. Ibaratnya, rangkaian perubahan itu seperti rantai. Ateis melihat yg ADA itu seperti rantai yg tidak berawalan dan tidak berakhiran. Alam semesta sekarang ini adalah salah satu mata rantainya. Makanya ane bilang gak ada causa prima.
Sama aja dng analogi katak pur
klo seluruh rangkaian dikatakan sbg ADA tanpa awal/akhir
bgmn akal membedakan masing2 mata rantainya?


Kalo konsepsi ADA dari teis, itu seperti rantai yg tertambat pada dinding yg sangat besar. Rantai adalah alam semesta, tambatan rantai pada dinding adalah awal penciptaan alam semesta, dinding besar itulah tuhannya, sang causa prima. Tambahan lagi dinding tsb adalah sosok super yg maha ini itu, jadilah monoteis. Atau hanya sebuah dinding pasif, jadilah deis.
Ahaha ... bisa aja lu pur
itu kan khayalan ente yng menggelikan
mengandaikan rantai tergantung didinding
sementara ente menolak adanya dinding, tapi menggantungkan
pada yng tidak berkesudahan alias tanpa batas
ditanya, apa makna tdk berkesudahan?
tanpa batas, tak terbayangkan atau bgmn?
ini belom ada jawaban tegasnya #-o

purba
20-04-2012, 09:57 AM
Klo keseluruhan rangkaiannya dikatakan sbg ADA tanpa awal/akhir
konsekwensinya adlh, baik itu katak-telur-kecebong adalah sama
dalam arti, sama-sama tanpa awal dan akhir, betul?
klo betul, lalu bgn ente menjelaskan perbedaan atau perubahannya?

Ane kagak ngerti apa yg ente tanyain neh... :))

Perbedaan katak, telur, dan kecebong? Ya dari bentuknya. Kalo bentuknya sama, mosok yg satu disebut katak dan satunya lagi disebut telur? Kan kagak. Kalo telur, ya mbulet. Kalo katak, ada kakinya, badan agak lonjong, kulit berlendir gerudugan, dsb. Kalo kecebong, ada di air, badannya mbulet seperti telur, tapi ada ekornya, dst.

Tapi kecebong yg bentuknya seperti itu tidak muncul simsalabim, melainkan dari telur. Kalo kecebong muncul simsalabim, artinya kecebong muncul dari ketiadaan. Padahal tidak, kecebong muncul dari telur, sesuatu yg sudah ada sebelumnya.



Ahaha ... bisa aja lu pur
itu kan khayalan ente yng menggelikan
mengandaikan rantai tergantung didinding
sementara ente menolak adanya dinding, tapi menggantungkan
pada yng tidak berkesudahan alias tanpa batas
ditanya, apa makna tdk berkesudahan?
tanpa batas, tak terbayangkan atau bgmn?
ini belom ada jawaban tegasnya #-o

Rantai yang panjangnya tak hingga ke depan dan ke belakang tsb, tidak digantungkan di sesuatu yg tak hingga. Kalo digantungkan, berarti rantai tsb berhingga donk karena ada ujungnya yg digantungkan.

Tidak berkesudahan itu begini. Misalkan ente mau menelusuri asal manusia. Dirunut ke belakang, asal manusia adalah virus, misalnya. Trus ente mau menelusuri asal virus. Dirunut ke belakang, asal virus adalah molekul2 protein. Dirunut ke belakang lagi, molekul2 tsb adalah kumpulan atom. Begitu seterusnya, sampailah pada awal alam semesta ini, yg orang bilang big bang. Ketika ente mau menelusuri asal big bang, ente menemukan wadah terjadinya big bang, katakanlah fluktuasi quantum (istilah teknis). Begitu seterusnya.

pasingsingan
20-04-2012, 12:47 PM
Ane kagak ngerti apa yg ente tanyain neh...
oooww...... blom ketangkep kamsudnya yak?
klo gitu gini aja, supaya ente mudeng atau istilah gaulnya ngehe
kita samain dulu persepsinya dah.

"ADA" yng keberadaannya tanpa awal n akhir
itu pengertiannya mengada dng sendirinya atau bgmn?
coba ini dulu ente jelasin pur :-?

purba
20-04-2012, 09:10 PM
"ADA" yng keberadaannya tanpa awal n akhir
itu pengertiannya mengada dng sendirinya atau bgmn?
coba ini dulu ente jelasin pur :-?

ADA di sini mengacu pada suatu bentuk tertentu, misalnya telur, kecebong, dan katak. Telur adalah sesuatu yg ADA, kecebong adalah juga sesuatu yg ADA, dan katak pun adalah sesuatu yg ADA. Masing2 yg ADA tsb adalah perubahan dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Perubahan tsblah yg tidak ada awal dan akhirnya.

Gimana ngkong? :))

AsLan
20-04-2012, 11:12 PM
Misalkan ente mau menelusuri asal manusia. Dirunut ke belakang, asal manusia adalah virus, misalnya. Trus ente mau menelusuri asal virus. Dirunut ke belakang, asal virus adalah molekul2 protein. Dirunut ke belakang lagi, molekul2 tsb adalah kumpulan atom. Begitu seterusnya, sampailah pada awal alam semesta ini, yg orang bilang big bang. Ketika ente mau menelusuri asal big bang, ente menemukan wadah terjadinya big bang, katakanlah fluktuasi quantum (istilah teknis). Begitu seterusnya.

seandainya semua penganut evolusi mau mengakui hal2 diatas kayak lu pasti diskusinya jadi lebih enak, jelas dan blak-blakan :))

pasingsingan
21-04-2012, 01:52 AM
ADA di sini mengacu pada suatu bentuk tertentu, misalnya telur, kecebong, dan katak. Telur adalah sesuatu yg ADA, kecebong adalah juga sesuatu yg ADA, dan katak pun adalah sesuatu yg ADA. Masing2 yg ADA tsb adalah perubahan dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Perubahan tsblah yg tidak ada awal dan akhirnya.
Gimana ngkong?
ooww … gitu yak, yayaya
jadi, perubahan itulah yng tanpa awal n akhir, betul?
klo betul, bgmn dng statemen ente diatas yng mangataken bhw
alam tidak berawal n tidak berakhir, pertanyaannya kemudian
apakah alam = perubahan?

purba
21-04-2012, 10:35 AM
ooww … gitu yak, yayaya
jadi, perubahan itulah yng tanpa awal n akhir, betul?

Ya.



klo betul, bgmn dng statemen ente diatas yng mangataken bhw
alam tidak berawal n tidak berakhir, pertanyaannya kemudian
apakah alam = perubahan?

Ya, karena perubahan tsb diamati pada alam semesta - misalkan telur, kecebong, dan katak tadi - maka alam semesta pun tidak berbatas, tidak ada awal dan tidak ada akhir.

Sekarang ane mo ngomong yg lebih umum. Kalo ente telusuri kosmogoni (cerita ttg awal mula alam semesta) dari berbagai peradaban dan keyakinan, ente akan menemui bahwa awal mula alam semesta sekarang (sesuatu yg ADA) selalu didahului oleh "sesuatu yg ADA yg lain". Umumnya sesuatu yg ADA yg lain tsb dipersonifikasikan seperti manusia. Ane menyebut golongan ini sebagai teis. Penganut agama samawi masuk golongan tsb. Sedangkan golongan yg tidak mempersonifikasikannya, ane sebut ateis. Jadi, baik teis maupun ateis menerima bahwa alam semesta sekarang didahului oleh sesuatu yg ADA yg lain. Bedanya, teis mempersonifikasikan sesuatu tsb, sedangkan ateis tidak. Dan perbedaan ini berimplikasi besar bagi seorang manusia yg meyakininya.

:))

pasingsingan
22-04-2012, 02:13 AM
klo betul, bgmn dng statemen ente diatas yng mangataken bhw
alam tidak berawal n tidak berakhir, pertanyaannya kemudian
apakah alam = perubahan?
Ya, karena perubahan tsb diamati pada alam semesta - misalkan telur, kecebong, dan katak tadi - maka alam semesta pun tidak berbatas, tidak ada awal dan tidak ada akhir.
OKE
pertanyaan selanjutnya adlh
bgmn akal memutuskan bhw yng ini alam yng itu perubahan?
padahal alam = perubahan = tidak berawal n berakhir
apakah ente mengandaikan bhw alam berdiri sendiri tanpa awal n akhir
trus perubahan jg berdiri sendiri tanpa awal n akhir?


Sekarang ane mo ngomong yg lebih umum. Kalo ente telusuri kosmogoni (cerita ttg awal mula alam semesta) dari berbagai peradaban dan keyakinan, ente akan menemui bahwa awal mula alam semesta sekarang (sesuatu yg ADA) selalu didahului oleh "sesuatu yg ADA yg lain". Umumnya sesuatu yg ADA yg lain tsb dipersonifikasikan seperti manusia.
OKE
brarti alam yng mendahului alam yng sekarang ini
tentu masih ada lagi yng mendahuluinya … dstnya kan?
klo gw kejar terus, palingan ente mentoknya bilang
pokoknya "tak terhingga/tak terbatas" dah.
Dan yng tak terhingga/tak terbatas itulah yng tanpa awal n akhir, betul?
klo betul, sekali lagi pertanyaan serupa kembali muncul
bgmn akal menentukan batas, ini mendahului itu dan itu didahului anu
padahal sudah dinyatakan/ditetapkan tanpa batas

apakah ente akan mengatakan bhw ada batas dalam tak terbatas?



Ane menyebut golongan ini sebagai teis. Penganut agama samawi masuk golongan tsb. Sedangkan golongan yg tidak mempersonifikasikannya, ane sebut ateis. Jadi, baik teis maupun ateis menerima bahwa alam semesta sekarang didahului oleh sesuatu yg ADA yg lain. Bedanya, teis mempersonifikasikan sesuatu tsb, sedangkan ateis tidak. Dan perbedaan ini berimplikasi besar bagi seorang manusia yg meyakininya.
bukankah ente sudah menetapkan bhw alam tdk berawal n berakhir?
bgmn bisa ada yng dahulu mendahului, klo awal n akhirnya tdk ada?

purba
22-04-2012, 03:32 AM
pertanyaan selanjutnya adlh
bgmn akal memutuskan bhw yng ini alam yng itu perubahan?
padahal alam = perubahan = tidak berawal n berakhir
apakah ente mengandaikan bhw alam berdiri sendiri tanpa awal n akhir
trus perubahan jg berdiri sendiri tanpa awal n akhir?

Perubahan melekat pada alam itu sendiri. Perubahan teramati ketika alam bernama telur menjadi alam bernama kecebong atau alam bernama kecebong menjadi alam bernama katak.


brarti alam yng mendahului alam yng sekarang ini
tentu masih ada lagi yng mendahuluinya … dstnya kan?
klo gw kejar terus, palingan ente mentoknya bilang
pokoknya "tak terhingga/tak terbatas" dah.
Dan yng tak terhingga/tak terbatas itulah yng tanpa awal n akhir, betul?
klo betul, sekali lagi pertanyaan serupa kembali muncul
bgmn akal menentukan batas, ini mendahului itu dan itu didahului anu
padahal sudah dinyatakan/ditetapkan tanpa batas

apakah ente akan mengatakan bhw ada batas dalam tak terbatas?

Kan ane udah jelasin pake rangkaian anak rantai. Gampangnya, ente bayangin ada rantai yg panjangnya tak hingga, gak ada ujungnya. Itu yg kagak berbatas. Nah anak2 rantai tsb di antaranya adalah alam yg bernama telur, alam yg bernama kecebong, alam yg bernama katak, dst. Jadi pengertian batas mengacu pada perubahan dari telur menjadi kecebong menjadi katak, dst.


bukankah ente sudah menetapkan bhw alam tdk berawal n berakhir?
bgmn bisa ada yng dahulu mendahului, klo awal n akhirnya tdk ada?

Kan satu alam berubah menjadi alam lain dan begitu seterusnya. Dahulu mendahului itu perubahan yg terjadi pada alam. Alam telur mendahului alam kecebong. Alam kecebong mendahului alam katak. Alam katak mendahului alam bangkai. Alam bangkai mendahului alam fosil. Alam fosil mendahului alam minyak. Alam minyak mendahului alam bensin. Alam bensin mendahului alam asap. Alam asap mendahului alam upil. Alam upil mendahului alam lendir. Alam lendir mendahului alam daging, dst dah...

:))

hajime_saitoh
22-04-2012, 06:02 AM
@purba..
jadinya
dari alam fana menuju alam barzakh (kubur) baru dah berakhir di alam akhirat yang kekal kelak....

purba
22-04-2012, 08:20 AM
@purba..
jadinya
dari alam fana menuju alam barzakh (kubur) baru dah berakhir di alam akhirat yang kekal kelak....

Nah, di sini bedanya. Ateis tidak mengenal akhir, juga tidak mengenal awal alam semesta. Sedangkan ente meyakini alam sekarang (yg ente sebut alam fana) diawali oleh tuhan sang penciptanya dan diakhiri oleh alam akhirat yg kekal.

Kalo dianalogikan dgn rantai tadi, ateis tidak mengenal batas rantainya, tidak ada pangkal dan ujung rantai. Yg ada hanya rantai yg tidak berawalan dan tidak berkesudahan. Sedangkan teis mengenal rantai yg berawalan, ada pangkal rantai yg digantungkan pada dinding yg sangat besar. Pangkal rantai adalah awal penciptaan alam fana. Dinding yg sangat besar tsb adalah sang tuhan.

:))

pasingsingan
22-04-2012, 12:52 PM
Perubahan melekat pada alam itu sendiri. Perubahan teramati ketika alam bernama telur menjadi alam bernama kecebong atau alam bernama kecebong menjadi alam bernama katak.
OK
ente beralih menggunakan istilah "melekat" yak
lalu, yng melekati dan yng dilekati itu esensinya sama atau beda?


Kan ane udah jelasin pake rangkaian anak rantai. Gampangnya, ente bayangin ada rantai yg panjangnya tak hingga, gak ada ujungnya. Itu yg kagak berbatas. Nah anak2 rantai tsb di antaranya adalah alam yg bernama telur, alam yg bernama kecebong, alam yg bernama katak, dst. Jadi pengertian batas mengacu pada perubahan dari telur menjadi kecebong menjadi katak, dst.
OK
panjang rantai tak hingga/tak terbatas
bgmn dng panjang anak2 rantai?
terbatas atau tak terbatas?


Kan satu alam berubah menjadi alam lain dan begitu seterusnya. Dahulu mendahului itu perubahan yg terjadi pada alam. Alam telur mendahului alam kecebong. Alam kecebong mendahului alam katak. Alam katak mendahului alam bangkai. Alam bangkai mendahului alam fosil. Alam fosil mendahului alam minyak. Alam minyak mendahului alam bensin. Alam bensin mendahului alam asap. Alam asap mendahului alam upil. Alam upil mendahului alam lendir. Alam lendir mendahului alam daging, dst dah.
OKE
dahulu mendahului adlh suatu keharusan yng tidak boleh ditolak
inilah yng menjadi konsepsi dasar pijakan logika ente, betul?
klo betul, lalu apa yng mendahului ketidakterbatasan?

sedgedjenar
22-04-2012, 02:11 PM
Ini makin lucu...:))

Orang modern datang ke pedalaman Afrika dan bercerita ttg mobil kepada orang2 primitif. Orang modern mengatakan mobil berkaki empat, berbadan besar, dan memiliki belalai di depannya, juga dapat mengeluarkan suara keras. Kemudian orang primitif meminta ditunjukkan gambarnya. Setelah ditunjukkan, ternyata gambar gajah. Orang primitif ngakak gak habis2, itu mah gajah atuuhh.. sementara orang modern dgn angkuhnya tetap mengatakan itu mobil.


nah, itu yg terjadi disini
ente bilang itu kaki, orang theis bilang itu roda
padahal deskripsinya adalah buat menggerakkan dari satu titik ke titik lain
gue perjelas aja biar tegas : ente ngeributin kulit !!



Nah, ente meminta ane utk menjelaskan apa itu tuhan? Jelas ane ambil penjelasan tsb dari konsep tuhan agama Islam (contoh saja) karena Islam-lah yg memperkenalkan konsep tuhan pada manusia. Paham?


kaga paham
gimana lo mau jelasin tuhannya agama islam, penjelasannya cuma kulit doang ? cuma teori ? pepesan kosong lha kalo mandra bilang
terus yg memperkenalkan konsep tuhan pada manusia cuma islam ?
sorrie, ane kaga paham
diatas udah ane kasih contoh sutta buddha yg menjelaskan tentang sesuatu yg tidak berawal dan tidak berakhir
hanya saja gak dikasih nama tuhan

gue perjelas aja biar tegas : ente cuma ngeributin kulit !!



Kalo ente menuntut ateis utk menjelaskan konsep tuhannya sendiri, lha ateis mana punya konsep tuhan? Kecuali ente tanya pada AsLan (contoh saja), gimana konsep tuhannya, nah barulah AsLan menceritakan konsep tuhannya berdasarkan ajaran Kristen.

Logika ente masih kacau balau neh... :))


ente jelasin bersungai-sungai itu emang bukan konsep ya ? cuma ente kekeuh aja gak mau konsepnya disebut tuhan
sekali lagi ane tegesin, cuma rebutan kulit

::ngakak2::



Lha trus ente yg sudah ketemu tuhan, seperti apa tuhan? Bisa gak ceritain?

::ngakak2::

tuhan koq mau dijelasin ?
tuhan cuma bisa dijelasin dalam bahasa tuhan sendiri
ente tau bahasa tuhan itu apa ?
diam

::hihi:: ::hihi:: ::hihi::

siakan ente cerna pake tuhan ente tuh, eh pake logika maksudnya
jadi ikutan ribut soal kulit deh gue
bwahahahahahahahha...

purba
22-04-2012, 06:00 PM
OK
ente beralih menggunakan istilah "melekat" yak
lalu, yng melekati dan yng dilekati itu esensinya sama atau beda?


Ente berputar-putar di masalah bahasa aja neh, bukan esensi yg ane mau sampein. Ane sudah memberikan penjelasan segamblang mungkin bahwa alam berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lain, seperti telur yg berubah menjadi kecebong, kemudian kecebong berubah menjadi katak, dst.

Kalo ane bilang perubahan melekat pada alam, itu berarti alam yg berubah. Perubahan sudah inheren dgn alam itu sendiri. Bukan ada perubahan dan ada alam kemudian ane lekatkan pake lem sehingga ente mempertanyakan esensinya masing2. :))




panjang rantai tak hingga/tak terbatas
bgmn dng panjang anak2 rantai?
terbatas atau tak terbatas?


Panjang anak rantai terbatas.



dahulu mendahului adlh suatu keharusan yng tidak boleh ditolak
inilah yng menjadi konsepsi dasar pijakan logika ente, betul?
klo betul, lalu apa yng mendahului ketidakterbatasan?

Dahulu mendahului adalah sebuah proses. Nah proses tsb yg tidak terbatas.

Ngkong, ente cuman muter2 masalah bahasa aja nih... :))

hajime_saitoh yg teis saja sudah menangkap esensi yg ane mo sampein...

---------- Post added at 05:00 PM ---------- Previous post was at 04:51 PM ----------



tuhan koq mau dijelasin ?
tuhan cuma bisa dijelasin dalam bahasa tuhan sendiri
ente tau bahasa tuhan itu apa ?
diam


Hehehe... lucu... :))

Ente yg meminta ane utk menjelaskan apa itu tuhan. Sudah ane jelasin apa itu tuhan, eh malah ditolak, dgn alasan ateis gak tahu apa2 ttg tuhan. Ok gak apa2. Trus ane minta ente menjelaskan apa itu tuhan, berhubung ente mengaku sudah ketemu tuhan. Tapi bukan dijelaskan, eh malah disuruh diam.

::ngakak2::

sedgedjenar
22-04-2012, 07:46 PM
Ane dah bilang, jgn nyontek deksripsi tuhannya theis
Ane bilang kreatip
Nyatanya apa? Ente bilang atheis versi ente gak ada tuhan, terus kaga njelasin alias ngabur

Ane anggap ente gak mampu njelasin tuhan itu apa
Case closed

pasingsingan
23-04-2012, 09:10 PM
Ente berputar-putar di masalah bahasa aja neh, bukan esensi yg ane mau sampein. Ane sudah memberikan penjelasan segamblang mungkin bahwa alam berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lain, seperti telur yg berubah menjadi kecebong, kemudian kecebong berubah menjadi katak, dst.

Kalo ane bilang perubahan melekat pada alam, itu berarti alam yg berubah. Perubahan sudah inheren dgn alam itu sendiri. Bukan ada perubahan dan ada alam kemudian ane lekatkan pake lem sehingga ente mempertanyakan esensinya masing2
OK
klo melekat n dilekati gak boleh dipermasalahkan, pertanyaannya gw ganti deh
perubahan yng ente bilang tak terbatas itu memerlukan obyek gak?



panjang rantai tak hingga/tak terbatas
bgmn dng panjang anak2 rantai?
terbatas atau tak terbatas?
Panjang anak rantai terbatas.
ooow…. gitu
jadi, dlm rangkaian tak terbatas ada batas?
atau tak terbatas itu juga terbatas gitu?


Dahulu mendahului adalah sebuah proses. Nah proses tsb yg tidak terbatas.
Ngkong, ente cuman muter2 masalah bahasa aja nih...
LAH
kok gw dibilang muter2?
bukankah ente yng meyakini teori muter?, dng menetapkan bhw
"segala sesuatu itu selalu ada yng dahulu mendahului", betul?
lalu dimana salahnya klo gw memunculkan pertanyaan
apa yng mendahului "proses yng tak terbatas"?

purba
23-04-2012, 11:43 PM
OK
klo melekat n dilekati gak boleh dipermasalahkan, pertanyaannya gw ganti deh
perubahan yng ente bilang tak terbatas itu memerlukan obyek gak?

Ane kagak ngerti kok perubahan memerlukan atau gak memerlukan obyek? :))



ooow…. gitu
jadi, dlm rangkaian tak terbatas ada batas?
atau tak terbatas itu juga terbatas gitu?


Ane tambah gak ngerti neh? Apa maksudnya pertanyaan rangkaian tak terbatas ada batas? :))



LAH
kok gw dibilang muter2?
bukankah ente yng meyakini teori muter?, dng menetapkan bhw
"segala sesuatu itu selalu ada yng dahulu mendahului", betul?
lalu dimana salahnya klo gw memunculkan pertanyaan
apa yng mendahului "proses yng tak terbatas"?

Ane jabanin dah kalo cuman mo muter2 kata doang. Nih:

Yg mendahului "proses yng tak terbatas" adalah "proses yng tak terbatas lainnya". :))

pasingsingan
24-04-2012, 07:19 PM
Ane tambah gak ngerti neh? Apa maksudnya pertanyaan rangkaian tak terbatas ada batas?
pur … pur
ente kan mengandaikan alam = rangkaian rantai yng panjangnya tak terbatas
lalu gw tanya, gmn dng panjang anak2 rantainya?, terbatas atau tak terbatas?
ente jawab terbatas.
So, dlm rangkaian yng tak terbatas, terdiri dari anak2 rantai yng panjangnya terbatas, betul?
jika betul, apa itu istilahnya klo bukan "rangkaian tak terbatas" tapi ada batas?
atau tak terbatas itu juga terbatas?



LAH
kok gw dibilang muter2?
bukankah ente yng meyakini teori muter?, dng menetapkan bhw
"segala sesuatu itu selalu ada yng dahulu mendahului", betul?
lalu dimana salahnya klo gw memunculkan pertanyaan
apa yng mendahului "proses yng tak terbatas"?
Ane jabanin dah kalo cuman mo muter2 kata doang. Nih:
Yg mendahului "proses yng tak terbatas" adalah "proses yng tak terbatas lainnya".
Lalu bgmn ente menentukan, ini proses tak terbatas yng mendahului
dan itu proses tak terbatas yng didahului?, padahal tidak ada batas?
keruwetan timbul krn term dahulu n mendahului pada ketidak terbatasan.
Atau makna tanpa batas itu sendiri yng musti dituntaskan dulu?

Okelah klo beg, kita putar haluan dulu, esensinya mah itu-itu jg
tak hingga/tak terbatas/tiada awal n akhir itu ente kategorikan
sbg ADA atau TIADA?

purba
24-04-2012, 10:29 PM
pur … pur
ente kan mengandaikan alam = rangkaian rantai yng panjangnya tak terbatas
lalu gw tanya, gmn dng panjang anak2 rantainya?, terbatas atau tak terbatas?
ente jawab terbatas.
So, dlm rangkaian yng tak terbatas, terdiri dari anak2 rantai yng panjangnya terbatas, betul?
jika betul, apa itu istilahnya klo bukan "rangkaian tak terbatas" tapi ada batas?
atau tak terbatas itu juga terbatas?


Rantai tak terbatas. Tapi anak rantai terbatas. Kalo ente plesetkan jadi pada rantai ada batas, maka orang membacanya menjadi rantai yg terbatas. Jadi kontradiksi donk...



Lalu bgmn ente menentukan, ini proses tak terbatas yng mendahului
dan itu proses tak terbatas yng didahului?, padahal tidak ada batas?


Lha makanya ane bilang ente cuman mainin kata doang... Kalo sudah dibilang proses yg tidak terbatas, maka tidak ada awal dan akhirnya. Sedangkan dahulu mendahului adalah apa yg terjadi di dalam proses tsb. Ente gak bisa bilang ada proses, kalo gak ada dahulu mendahului. Jadi proses yg tidak berbatas adalah dahulu mendahului yg tidak ada ujung pangkalnya.

Ini ane jelasin berulang-ulang loh... :))



keruwetan timbul krn term dahulu n mendahului pada ketidak terbatasan.
Atau makna tanpa batas itu sendiri yng musti dituntaskan dulu?


Itu terminologi biasa. Dahulu mendahului yg tidak ada ujung pangkalnya. Kalo kurang jelas juga, ente ambil karet gelang. Mana ujung pangkalnya? Kemudian ente potong karet gelang tsb, sekarang mana ujung pangkalnya?



Okelah klo beg, kita putar haluan dulu, esensinya mah itu-itu jg
tak hingga/tak terbatas/tiada awal n akhir itu ente kategorikan
sbg ADA atau TIADA?

Lha makanya ane bilang, baik teis maupun ateis hanya mengenal ADA. Bedanya teis mengenal ADA yg pertama, yaitu causa prima, sedangkan ateis tidak. Beda yg lain adalah teis meyakini ADA yg pertama tsb seperti manusia super yg maha bisa ini itu, sedangkan ateis tidak.

:))

pasingsingan
25-04-2012, 08:26 PM
Rantai tak terbatas. Tapi anak rantai terbatas. Kalo ente plesetkan jadi pada rantai ada batas, maka orang membacanya menjadi rantai yg terbatas. Jadi kontradiksi donk...
LAH yaitu
wong sudah dikataken tak terbatas, kok ada bagian2 yng terbatas?
jelas kontradiksi, dan dng sendirinya MUSTAHIL to?
bgmn mengandaikan bagian2 dlm ketakterbatasan?
tdk beda atau sami mawon dng mengandaikan
tidak berawal n berakhir, tapi ada yng mendahului n didahului.
jadi bukan plesetan atau pernainan kata-kata
adalah logis n sah-sah saja klo muncul pertanyaan semacam itu :D



Lalu bgmn ente menentukan, ini proses tak terbatas yng mendahului
dan itu proses tak terbatas yng didahului?, padahal tidak ada batas?
Lha makanya ane bilang ente cuman mainin kata doang... Kalo sudah dibilang proses yg tidak terbatas, maka tidak ada awal dan akhirnya. Sedangkan dahulu mendahului adalah apa yg terjadi di dalam proses tsb. Ente gak bisa bilang ada proses, kalo gak ada dahulu mendahului. Jadi proses yg tidak berbatas adalah dahulu mendahului yg tidak ada ujung pangkalnya.

Ini ane jelasin berulang-ulang loh...
proses dibilang tidak berawal n berakhir
dahulu n mendahului itu sendiri sebuah proses bukan?

Ini jg sudah berulang-ulang gw persoalkan
Krn gak ada bedanya dng kasus “tak terbatas” tapi ada bagian2 yng terbatas



keruwetan timbul krn term dahulu n mendahului pada ketidak terbatasan.
Atau makna tanpa batas itu sendiri yng musti dituntaskan dulu?
Itu terminologi biasa. Dahulu mendahului yg tidak ada ujung pangkalnya. Kalo kurang jelas juga, ente ambil karet gelang. Mana ujung pangkalnya? Kemudian ente potong karet gelang tsb, sekarang mana ujung pangkalnya?
Klo contoh pengandaiannya karet gelang yng tidak terpotong
jelas tidak ada ujung pangkalnya.
sekarang gw balikin ke ente, bgmn ente menentukan apa yng mendahului
dan apa yng didahului dlm karet gelang tsb?

Ini kan sami mawon dng kasus “tak terbatas” tapi ada bagian2 yng terbatas?
terminologi dahulu-mendahului itu sendiri menegaskan batasan
jadi, ini bukan masalah terminologi biasa atau gak biasa
plesetan atau permainan kata-kata, intinya jg ada keruwetan
atau kerancuan dlm istilah yng ente bikin.



Okelah klo beg, kita putar haluan dulu, esensinya mah itu-itu jg
tak hingga/tak terbatas/tiada awal n akhir itu ente kategorikan
sbg ADA atau TIADA?
Lha makanya ane bilang, baik teis maupun ateis hanya mengenal ADA. Bedanya teis mengenal ADA yg pertama, yaitu causa prima, sedangkan ateis tidak. Beda yg lain adalah teis meyakini ADA yg pertama tsb seperti manusia super yg maha bisa ini itu, sedangkan ateis tidak.
Ah, itu kan khayalan ente aja
Jadi ada yak, yang keberadaannya tak hingga/tak terbatas/tak berawal n berakhir? :P

purba
25-04-2012, 09:38 PM
LAH yaitu
wong sudah dikataken tak terbatas, kok ada bagian2 yng terbatas?

Apa yg sudah dikatakan tak terbatas?
Apa bagian2 yg terbatas?



tidak berawal n berakhir, tapi ada yng mendahului n didahului.

Apa yg tidak berawal dan berakhir?
Apa yg dahulu mendahului?



jadi bukan plesetan atau pernainan kata-kata

Kita lihat plesetan atau bukan. :))



Klo contoh pengandaiannya karet gelang yng tidak terpotong
jelas tidak ada ujung pangkalnya.

Nah... :))



sekarang gw balikin ke ente, bgmn ente menentukan apa yng mendahului
dan apa yng didahului dlm karet gelang tsb?

Molekul2 karet gelang saling dahulu mendahului membentuk karet gelang yg tidak berujung-pangkal.

Sekarang karet gelang ane ganti dgn gelang rantai, sebuah rangkaian mata rantai yg membentuk lingkaran.
Coba ente cari dimana ujung dan pangkal gelang rantai?
Kemudian ente cari dimana ujung dan pangkal anak rantai?



terminologi dahulu-mendahului itu sendiri menegaskan batasan

Gimana menegaskannya? Bisa gak ente kasih contoh yg nyata?



jadi, ini bukan masalah terminologi biasa atau gak biasa
plesetan atau permainan kata-kata, intinya jg ada keruwetan
atau kerancuan dlm istilah yng ente bikin.

Kita lihat saja siapa yg rancu, ane atau ente? :))

pasingsingan
26-04-2012, 11:36 AM
Apa yg sudah dikatakan tak terbatas?
Apa bagian2 yg terbatas?
yng tak terbatas panjang rantai
yang terbatas anak2 rantai
kosekwensinya, ada rantai tak terbatas
dan ada anak rantai terbatas.



tidak berawal n berakhir, tapi ada yng mendahului n didahului.
Apa yg tidak berawal dan berakhir?
Apa yg dahulu mendahului?
kata ente, yang tdk berawal n berakhir adalah proses
dahulu-mendahului itu sebuah proses bukan?
jika dahulu-mendahului itu juga sebuah proses
konsekwensinya, ada proses yng tak terbatas
ada proses yng memerlukan pendahulu atau penyebab
lalu apa makna ada yng tak terbatas tapi masih ada yng menyebabkan adanya?
apa makna tak berawal n berakhir klo masih ada yng mendahului?



sekarang gw balikin ke ente, bgmn ente menentukan apa yng mendahului
dan apa yng didahului dlm karet gelang tsb?
Molekul2 karet gelang saling dahulu mendahului membentuk karet gelang yg tidak berujung-pangkal.

Ya balik maning pur
molekul2 yng membentuk lingkaran karet gelang itu, terbatas apa tidak?


Sekarang karet gelang ane ganti dgn gelang rantai, sebuah rangkaian mata rantai yg membentuk lingkaran.
Coba ente cari dimana ujung dan pangkal gelang rantai?
Kemudian ente cari dimana ujung dan pangkal anak rantai?
Dlm contoh pengandaian sebuah karet gelang atau katakanlah lingkaran
titik2 atau molekul2 dlm lingkaran itu sama atau beda?
sama dlm arti keadaan dan sifatnya.


terminologi dahulu-mendahului itu sendiri menegaskan batasan
Gimana menegaskannya? Bisa gak ente kasih contoh yg nyata?
Contohnya ya mengacu ke yng ente berikan ini

Kan satu alam berubah menjadi alam lain dan begitu seterusnya. Dahulu mendahului itu perubahan yg terjadi pada alam. Alam telur mendahului alam kecebong. Alam kecebong mendahului alam katak. Alam katak mendahului alam bangkai. Alam bangkai mendahului alam fosil. Alam fosil mendahului alam minyak. Alam minyak mendahului alam bensin. Alam bensin mendahului alam asap. Alam asap mendahului alam upil. Alam upil mendahului alam lendir. Alam lendir mendahului alam daging, dst dah...
Nah, alam telur, alam kecebong, alam katak
bukankah itu perbedaan pur?, dapat dibedakan dng sendirinya ada batasan.

Dalam pengandaian tak berkesudahan (circular teori)
apakah katak terdahulu = katak terkemudian?

purba
26-04-2012, 08:19 PM
kata ente, yang tdk berawal n berakhir adalah proses
dahulu-mendahului itu sebuah proses bukan?
jika dahulu-mendahului itu juga sebuah proses
konsekwensinya, ada proses yng tak terbatas
ada proses yng memerlukan pendahulu atau penyebab
lalu apa makna ada yng tak terbatas tapi masih ada yng menyebabkan adanya?
apa makna tak berawal n berakhir klo masih ada yng mendahului?


Ane tanya, kalo ente bilang "dahulu-mendahului", apa sih yg ada di benak ente? Atau ente kasih contoh kejadian sehari2 dah, seperti apa "dahulu-mendahului" tsb?

Itu supaya ane bisa paham, apa yg ada di benak ente... :))

BundaNa
29-04-2012, 03:59 PM
ini kayak bicara...duluan mana telor sama ayam?

pasingsingan
01-05-2012, 11:15 AM
kata ente, yang tdk berawal n berakhir adalah proses
dahulu-mendahului itu sebuah proses bukan?
jika dahulu-mendahului itu juga sebuah proses
konsekwensinya, ada proses yng tak terbatas
ada proses yng memerlukan pendahulu atau penyebab
lalu apa makna ada yng tak terbatas tapi masih ada yng menyebabkan adanya?
apa makna tak berawal n berakhir klo masih ada yng mendahului?
Ane tanya, kalo ente bilang "dahulu-mendahului", apa sih yg ada di benak ente? Atau ente kasih contoh kejadian sehari2 dah, seperti apa "dahulu-mendahului" tsb?

Itu supaya ane bisa paham, apa yg ada di benak ente...
Sebaiknya ente jelaskan dulu deh pur
yng tak hingga/tak terbatas/tak berawal n berakhir itu apa?
tak hingga/tak terbatas oleh apa?
tak berawal n berakhir krn apa?
supaya gw jg ngeh/paham dng apa yng ada dibenak ente
ttg tak hingga/tak berawal n berakhir itu :mrgreen:

purba
01-05-2012, 07:54 PM
Sebaiknya ente jelaskan dulu deh pur
yng tak hingga/tak terbatas/tak berawal n berakhir itu apa?
tak hingga/tak terbatas oleh apa?
tak berawal n berakhir krn apa?
supaya gw jg ngeh/paham dng apa yng ada dibenak ente
ttg tak hingga/tak berawal n berakhir itu :mrgreen:

Gini aja. Ente meyakini alam semesta ini diciptakan oleh Allah swt, sedangkan ane meyakini alam semesta ini tidak ada yg menciptakan. Beres kan?

Nah, dari situ silakan apa yg ente mau tanya? :))

pasingsingan
02-05-2012, 07:07 AM
Gini aja. Ente meyakini alam semesta ini diciptakan oleh Allah swt, sedangkan ane meyakini alam semesta ini tidak ada yg menciptakan. Beres kan?

Nah, dari situ silakan apa yg ente mau tanya? :))
tapi yng tak hingga/tak terbatas/tak berawal n berakhir itu ADA kan?
itulah yng gw bilang = singkong diparut, dikepal-kepal, diisi gula merah, lalu digoreng
klo gw seh menamakannya "jemblem", entahlah klo ente menyebutnya apa
suka-suka elo dah situ, gitu aja kok mbulet #-o

purba
02-05-2012, 08:14 AM
tapi yng tak hingga/tak terbatas/tak berawal n berakhir itu ADA kan?
itulah yng gw bilang = singkong diparut, dikepal-kepal, diisi gula merah, lalu digoreng
klo gw seh menamakannya "jemblem", entahlah klo ente menyebutnya apa
suka-suka elo dah situ, gitu aja kok mbulet #-o

Lha dari awal ane sudah bilang begitu: Semua berangkat dari sesuatu yg ada. Bedanya, teis bilang sesuatu yg ada tsb adalah causa prima yg maha ini itu, sedangkan ateis kagak.

Ente menerima bahwa tuhan tidak dilahirkan. Artinya apa? Tuhan sudah ada begitu saja tanpa awalan. Lha ente bisa menerima bahwa tuhan tanpa awalan, tapi kok susah banget pas dibilang alam semesta tanpa awalan?

Mungkin ente akan balik menimpali: Kalo purba menerima alam semesta tanpa awalan, kenapa gak bisa menerima tuhan yg juga tanpa awalan?

Ane bisa saja menerima tuhan tanpa awalan, tapi bersamaan dgn itu ane juga bilang tuhan adalah alam semesta ini, bukan sosok yg maha ini itu. Jadi tetap konsisten. Ini yg namanya jemblem dan misro.

Sedangkan ente kagak bisa bilang tuhan adalah alam semesta karena agama ente mengajarkan tuhan tidak sama dengan apapun dan alam semesta diciptakan tuhan. Jadi gak tepat kalo ente bilang cuman masalah jemblem dan misro.

:))

pasingsingan
02-05-2012, 11:06 PM
tapi yng tak hingga/tak terbatas/tak berawal n berakhir itu ADA kan?
itulah yng gw bilang = singkong diparut, dikepal-kepal, diisi gula merah, lalu digoreng
klo gw seh menamakannya "jemblem", entahlah klo ente menyebutnya apa
suka-suka elo dah situ, gitu aja kok mbulet
Lha dari awal ane sudah bilang begitu: Semua berangkat dari sesuatu yg ada. Bedanya, teis bilang sesuatu yg ada tsb adalah
causa prima yg maha ini itu, sedangkan ateis kagak.
LAH klo ente alergi dng istilah causa prima sbg yng tak terbatas/tak berawal n tak berakhir
ya silakan aja mao menamakan apa, kan gw bilang suka-suka ente?


Ente menerima bahwa tuhan tidak dilahirkan. Artinya apa? Tuhan sudah ada begitu saja tanpa awalan.
Lha ente bisa menerima bahwa tuhan tanpa awalan, tapi kok susah banget pas dibilang alam semesta tanpa awalan?
Masalahnya bukan soal gampang atau susah nerimanya pur
causa prima dlm konsep theis itu tdk berawal n tidak berakhir (keberadaannya tdk memerlukan sebab)
sedangkan alam?, ente bilang alam yng sekarang ini ada yng mendahuluinya, yakni alam terdahulu
dan seterusnya. Nah, beda kan makna dan konsekwensinya?


Mungkin ente akan balik menimpali: Kalo purba menerima alam semesta tanpa awalan,
kenapa gak bisa menerima tuhan yg juga tanpa awalan?
Gak lah, itu kan khayalan ente aja
lagian pengandaian ente tuh aneh dan jelas absurdnya
klo ada alam tanpa awal n tanpa akhir, lalu ada jg tuhan yng tanpa awal n tanpa akhir
bgmn bisa ada dualitas dlm ketak terhinggaan?


Ane bisa saja menerima tuhan tanpa awalan, tapi bersamaan dgn itu ane juga bilang tuhan adalah alam semesta ini,
bukan sosok yg maha ini itu. Jadi tetap konsisten. Ini yg namanya jemblem dan misro.
Ya silakan aja ente menuhankan alam, mang ngaruh buat gw?
klo ente gak doyan ama istilah maha ini maha itu
emangnya tuhan ente mampu mengadakan/menciptakan ini itu?
gw tau ente pasti jwb mampu, trus klo dikejar lagi dng pertanyaan
apa/siapa yng mengadakan alam?, ente tentu jwb dari alam terdahulu dst … tak hingga.
Mentok dah disitu (kalimat tak hingga/tak terbatas/tak berawal n tak berakhir)

LAH emangnya "tak hingga/tak berawal n tak berakhir" itu kwantitas?
kok seenaknya mengandaikan terdiri dari bagian2, sehingga ada keputusan
ini mendahului itu, itu didahului anu, ini disebabkan itu dan itu akibat dari anu.
Jelas absurdnya kan?


Sedangkan ente kagak bisa bilang tuhan adalah alam semesta karena agama ente mengajarkan
tuhan tidak sama dengan apapun dan alam semesta diciptakan tuhan.
Jadi gak tepat kalo ente bilang cuman masalah jemblem dan misro.
Ya iyalah pur
klo yng "tak hingga/tak terbatas/tak berawal n tak berakhir" itu ada yng menyamainya
dlm arti ada yng mendahuluinya atau keberadaannya memerlukan sebab, ostosmastis
gugurlah sifat exclusifitasnya.

Klo agama ente mengajarkan yng tak hingga/tak terbatas/tak berawal n tak berakhir itu
dimungkinkan ada kembarannya, dan alam itu mengada dng sendirinya ya monggo
kembali aja ke kalimat ente yng ini kan?

Gini aja. Ente meyakini alam semesta ini diciptakan oleh Allah swt, sedangkan ane meyakini
alam semesta ini tidak ada yg menciptakan. Beres kan?
ya bereslah :mrgreen:

purba
03-05-2012, 12:58 AM
Masalahnya bukan soal gampang atau susah nerimanya pur
causa prima dlm konsep theis itu tdk berawal n tidak berakhir (keberadaannya tdk memerlukan sebab)
sedangkan alam?, ente bilang alam yng sekarang ini ada yng mendahuluinya, yakni alam terdahulu
dan seterusnya. Nah, beda kan makna dan konsekwensinya?


Ya emang beda. Makanya ane tolak analogi ente berupa jemblem dan misro tadi. Karena masalahnya memang bukan di situ. Tapi di terminologi tanpa awal dan tanpa akhir. Ane bilang alam semesta ini berevolusi (changing) tanpa awal dan tanpa akhir. Nah, ente sulit memahami itu. Padahal tuhan ente juga tanpa awal dan tanpa akhir, tapi ente bisa memahaminya.



LAH emangnya "tak hingga/tak berawal n tak berakhir" itu kwantitas?
kok seenaknya mengandaikan terdiri dari bagian2, sehingga ada keputusan
ini mendahului itu, itu didahului anu, ini disebabkan itu dan itu akibat dari anu.
Jelas absurdnya kan?

Tahu bilangan bulat kan? ...-4,-3,-2,-1,0,1,2,3,4... Coba ente cari awal dan akhir dari deretan bilangan2 tsb? Ketemu? Trus, deretan bilangan2 tsb kuantitas atau bukan? Absurd gak?

Yg ane mo sampein sebenarnya simpel, yaitu alam semesta ini berevolusi tanpa awal dan tanpa akhir. Analoginya, misalkan manusia sekarang ini ada di bilangan 0. Kalo ditelusuri ke belakang (big bang), ada bilangan -1 (pra big bang). Ke belakang lagi, ada -2, dst. Nah, dari 0, ke -1, ke -2, dst, adalah evolusi.

Itu ajah... :))

pasingsingan
03-05-2012, 07:45 AM
LAH emangnya "tak hingga/tak berawal n tak berakhir" itu kwantitas?
kok seenaknya mengandaikan terdiri dari bagian2, sehingga ada keputusan
ini mendahului itu, itu didahului anu, ini disebabkan itu dan itu akibat dari anu.
Jelas absurdnya kan?
Tahu bilangan bulat kan? ...-4,-3,-2,-1,0,1,2,3,4... Coba ente cari awal dan akhir dari deretan bilangan2 tsb? Ketemu? Trus, deretan bilangan2 tsb kuantitas atau bukan? Absurd gak?
bilangan2 yng ente andaikan itu kwantitas bukan?
rangkaian bilangan tsb ganjil apa genap?
dijamin ente gak bisa jwb :-?


Yg ane mo sampein sebenarnya simpel, yaitu alam semesta ini berevolusi tanpa awal dan tanpa akhir. Analoginya, misalkan manusia sekarang ini ada di bilangan 0. Kalo ditelusuri ke belakang (big bang), ada bilangan -1 (pra big bang). Ke belakang lagi, ada -2, dst. Nah, dari 0, ke -1, ke -2, dst, adalah evolusi.
Yng gw sampein jg sangat sangat simple
Klo Alam sbg "tak hingga/tak terbatas/tak berawal n tak berakhir" itu bukan kwantitas
bgmn bisa ada pembagian ini alam telur, itu alam kecebong dan yng sono alam katak? ::takmungkin::

purba
03-05-2012, 12:21 PM
bilangan2 yng ente andaikan itu kwantitas bukan?

Per definisi term kwantitas yg ane pahami ya begitu. Gak tau gimana ente memahami term kwantitas.



rangkaian bilangan tsb ganjil apa genap?
dijamin ente gak bisa jwb :-?

Ane gak ngerti apa maksudnya rangkaian bil tsb ganjil atau genap? Apanya yg ganjil? Apanya yg genap? Tapi yg jelas rangkaian bil tsb tak hingga ke kiri dan ke kanan.



Yng gw sampein jg sangat sangat simple
Klo Alam sbg "tak hingga/tak terbatas/tak berawal n tak berakhir" itu bukan kwantitas
bgmn bisa ada pembagian ini alam telur, itu alam kecebong dan yng sono alam katak? ::takmungkin::

Siklus telur, kecebong, katak adalah analogi utk alam yg berevolusi.
Deret bilangan ...,-3,-2,-1,0,1,2,3,4,5,... adalah juga analogi utk alam yg berevolusi.
Dari analogi2 tsb, mana ujung pangkalnya? Tidak ada. Itu yg ane mo tunjukin ke ente.

Beda kalo analoginya deret bilangan: 1,2,3,4,5,6,7,...
Ini berarti alam yg berawal, kemudian berevolusi tanpa ujung.
Dlm keyakinan ente, analogi tsb sesuai dgn alam fana, alam barzakh, alam akhirat yg abadi kagak berujungnya.

Ketika orang mengatakan tak hingga, bisa itu waktunya yg tak hingga, ruangnya yg tak hingga, atau body-nya yg tak hingga.
Nah, pada kasus alam yg berevolusi, ya waktunya yg tak hingga. Makanya ane bilang, alam ini berevolusi tanpa ujung pangkal.

:))

pasingsingan
04-05-2012, 09:00 AM
bilangan2 yng ente andaikan itu kwantitas bukan?
Per definisi term kwantitas yg ane pahami ya begitu. Gak tau gimana ente memahami term kwantitas.
LAH iya, kwantitas itu terhingga/terbatas
klo bukan kwantitas, bgmn bisa mengandaikan deretan ...,-3,-2,-1,0,1,2,3,4,5,...?
[1] gak bakalan ada tanpa ada (0) terlebih dulu, betul?
klo betul, ostosmatis dualitasnya terandaikan, krn (0) bukan [1]
dng dualitasnya terandaikan, maka gugurlah ketakhinggaan tuhan ente itu ;)




rangkaian bilangan tsb ganjil apa genap?
dijamin ente gak bisa jwb
Ane gak ngerti apa maksudnya rangkaian bil tsb ganjil atau genap? Apanya yg ganjil? Apanya yg genap? Tapi yg jelas rangkaian bil tsb tak hingga ke kiri dan ke kanan.
LAH ente mengandaikan ada rangkaian bilangan bulat, tentu jumlahnya terandaikan
klo jumlahnya terandaikan, gak mungkin penjumlahan keluar dari batasan ganjil atau genap
atau ente pengen katakan, gak ganjil gak genap, atau ganti dng bilangan tak hingga?


Siklus telur, kecebong, katak adalah analogi utk alam yg berevolusi.
Deret bilangan ...,-3,-2,-1,0,1,2,3,4,5,... adalah juga analogi utk alam yg berevolusi.
Dari analogi2 tsb, mana ujung pangkalnya? Tidak ada. Itu yg ane mo tunjukin ke ente.
Klo ente bilang gak ada ujung pangkalnya, coba tunjukkan dimana alam telur n alam kecebong berada?


Beda kalo analoginya deret bilangan: 1,2,3,4,5,6,7,...
Ini berarti alam yg berawal, kemudian berevolusi tanpa ujung.
Dlm keyakinan ente, analogi tsb sesuai dgn alam fana, alam barzakh, alam akhirat yg abadi kagak berujungnya.
konsep theis alam itu ciptaan
sedangkan konsep ente tidak ada pencipta
bgmn analoginya bisa sama?


Ketika orang mengatakan tak hingga, bisa itu waktunya yg tak hingga, ruangnya yg tak hingga, atau body-nya yg tak hingga.
Nah, pada kasus alam yg berevolusi, ya waktunya yg tak hingga. Makanya ane bilang, alam ini berevolusi tanpa ujung pangkal.
ada body tak hingga
ada ruang tak hingga
ada waktu tak hingga
body, ruang n waktu dlm benak ente itu sama atau beda?

Menggelikan sekali khayalan ente itu pur, sumpah
dahulu-mendahului itu perlu waktu tidak?

purba
04-05-2012, 01:56 PM
LAH iya, kwantitas itu terhingga/terbatas
klo bukan kwantitas, bgmn bisa mengandaikan deretan ...,-3,-2,-1,0,1,2,3,4,5,...?
[1] gak bakalan ada tanpa ada (0) terlebih dulu, betul?
klo betul, ostosmatis dualitasnya terandaikan, krn (0) bukan [1]
dng dualitasnya terandaikan, maka gugurlah ketakhinggaan tuhan ente itu ;)

Ane gak nangkep apa yg ente omongin. Ada istilah dualitas terandaikan. Binatang apa lagi itu? :))

Dlm matematika, deret tsb adalah deret takhingga. Maksudnya, jika deret tsb dilanjutkan terus ke kanan atau ke kiri, maka tidak akan ada ujungnya. Ane kira dlm pelajaran matematika SMA, itu sudah diperkenalkan dan bukan sesuatu hal yg sulit. Juga yg ane mo tunjukkan dari deret tsb adalah ketiadaan ujung. Karena itulah ane pake buat analogi utk evolusi alam semesta yg tidak berujung.



LAH ente mengandaikan ada rangkaian bilangan bulat, tentu jumlahnya terandaikan
klo jumlahnya terandaikan, gak mungkin penjumlahan keluar dari batasan ganjil atau genap
atau ente pengen katakan, gak ganjil gak genap, atau ganti dng bilangan tak hingga?

Apa yg ente maksud dgn jumlahnya? Apanya yg dijumlahkan dari deret tsb? Kalo bikin kalimat, harus jelas donk...



Klo ente bilang gak ada ujung pangkalnya, coba tunjukkan dimana alam telur n alam kecebong berada?

Nah ini juga kalimat yg kagak jelas. Apanya yg gak ada ujung pangkalnya?



konsep theis alam itu ciptaan
sedangkan konsep ente tidak ada pencipta
bgmn analoginya bisa sama?

Deret A: ...,-3,-2,-1,0,1,2,3,...
Deret B: 1,2,3,4,5,...

Sama gak tuh deret?



ada body tak hingga
ada ruang tak hingga
ada waktu tak hingga
body, ruang n waktu dlm benak ente itu sama atau beda?

Lha ya jelas beda. Tapi bukan itu masalahnya, melainkan ente sendiri. Ketika ente menggunakan kata "tak hingga", maka apanya yg tak hingga?


dahulu-mendahului itu perlu waktu tidak?

Apanya yg dahulu-mendahului? Ente gak bisa bikin kalimat sepotong2 begitu.



Menggelikan sekali khayalan ente itu pur, sumpah

Justru ane yg geli ngelihat ente yg sepertinya bingung mengungkapkan pikiran ente sendiri. Lha hajime_saitoh saja bisa menangkap penjelasan yg ane berikan, tapi kok ente susah banget. :))

pasingsingan
15-05-2012, 10:46 PM
ada body tak hingga
ada ruang tak hingga
ada waktu tak hingga
body, ruang n waktu dlm benak ente itu sama atau beda?
Lha ya jelas beda. Tapi bukan itu masalahnya, melainkan ente sendiri. Ketika ente menggunakan kata "tak hingga", maka apanya yg tak hingga?
LAH
Justru disitu letak permasalahannya
makanya diatas gw kan minta klarifikasi spt ini

Sebaiknya ente jelaskan dulu deh pur
yng tak hingga/tak terbatas/tak berawal n berakhir itu apa?
tak hingga/tak terbatas oleh apa?
tak berawal n berakhir krn apa?
supaya gw jg ngeh/paham dng apa yng ada dibenak ente
ttg tak hingga/tak berawal n berakhir itu
NAH
Klo penjelasan ente semacam itu
lalu, alam yng ente minta untuk disejajarkan dng tuhan itu yng bgmn?
- Bodynya tak hingga, tapi ruang n waktunya terhingga atau
- Ruangnya tak hingga, tapi body n waktunya terhingga atau
- Waktunya tak hingga, tapi body n ruangnya terhinga atau
- Ketiganya tak hingga?

purba
16-05-2012, 03:19 AM
LAH
Justru disitu letak permasalahannya
makanya diatas gw kan minta klarifikasi spt ini

NAH
Klo penjelasan ente semacam itu
lalu, alam yng ente minta untuk disejajarkan dng tuhan itu yng bgmn?
- Bodynya tak hingga, tapi ruang n waktunya terhingga atau
- Ruangnya tak hingga, tapi body n waktunya terhingga atau
- Waktunya tak hingga, tapi body n ruangnya terhinga atau
- Ketiganya tak hingga?

Buset.. kayaknya udah segala macam analogi ane pake buat menjelaskan alam semesta dlm pandangan ateis, tapi ente gak mudheng2. Memahami tidak sama dengan mengimani, Sing. Yg ane lihat, postingan2 ente sebelumnya sekedar menolak saja mungkin karena ente takut jadi sirik, gitu? Atau gengsi, pokoknya tidak mengakui penjelasan ateis? :))

A. Alam semesta sudah ada begitu saja, tanpa ada yg menciptakannya. (pandangan ateis)
B. Tuhan sudah ada begitu saja, tanpa ada yg menciptakannya. (pandangan teis)

Coba, ente pasti paham pernyataan B, tapi ente gak bisa paham pernyataan A. Ini kan lucu. :))

Mengapa ente gak bisa paham pernyataan A? Ane mengira karena dalam benak ente sudah tertanam bahwa alam semesta diciptakan tuhan dan apa yg tertanam tsb ente gak berani ganggu karena ancamannya neraka.

Pernyataan tsb bisa saja ane ganti jadi:

A. X sudah ada begitu saja, tanpa ada yg menciptakannya.
B. Y sudah ada begitu saja, tanpa ada yg menciptakannya.

Gimana gak lucu, kalo ente bisa paham pernyataan B, tapi tidak dgn pernyataan A?

pasingsingan
16-05-2012, 07:38 AM
Buset.. kayaknya udah segala macam analogi ane pake buat menjelaskan alam semesta dlm pandangan ateis, tapi ente gak mudheng2. Memahami tidak sama dengan mengimani, Sing. Yg ane lihat, postingan2 ente sebelumnya sekedar menolak saja mungkin karena ente takut jadi sirik, gitu? Atau gengsi, pokoknya tidak mengakui penjelasan ateis?
Bukan menolak, tapi menyoal definisi yng ente pahami itu macam mana?
apa makna tak berawal n tak berakhir klo masih ada yng mendahului?
apa makna tak hingga klo masih terbilang?

Klo yng gw pahami seh
tak berawal n tak berakhir tuh gak tunduk oleh batasan waktu
tak hingga/tak terbatas tuh gak tunduk oleh batasan ruang

sirik?
ente kale yng sirik
dibilang gak ada yng menyamainya, ente gak bisa terima

Gengsi?
maap cing, gak lepel ;)


A. Alam semesta sudah ada begitu saja, tanpa ada yg menciptakannya. (pandangan ateis)
B. Tuhan sudah ada begitu saja, tanpa ada yg menciptakannya. (pandangan teis)
Tapi dalam benak ente, makna tanpa awal n tanpa akhir itu masih ada yng mendahului kan?



Pernyataan tsb bisa saja ane ganti jadi:

A. X sudah ada begitu saja, tanpa ada yg menciptakannya.
B. Y sudah ada begitu saja, tanpa ada yg menciptakannya.
klo begitu, sesuai konsepsi ente
lalu, mana yng lebih dulu
X mendahului Y atau
Y mendahului X
:D

purba
16-05-2012, 04:12 PM
Bukan menolak, tapi menyoal definisi yng ente pahami itu macam mana?
apa makna tak berawal n tak berakhir klo masih ada yng mendahului?
apa makna tak hingga klo masih terbilang?

Makanya ane sudah bilang di posting2 sebelumnya bahwa ente gak bisa membiarkan, misalnya, kata tak berawal berdiri sendiri, kemudian bersamaan dgn itu ente benturkan dgn kata dahulu-mendahului, karena dua kata tsb menerangkan obyek yg berbeda.

Dlm pandangan ateis, alam semesta ini tak berawal, artinya tidak ada sosok yg menciptakan alam semesta ini dari tidak ada menjadi ada. Jadi kata tak berawal digunakan untuk menjelaskan ketiadaan sosok tsb.

Sedangkan kata dahulu-mendahului digunakan utk menjelaskan perubahan yg tampak. Misalnya beberapa miliar tahun lalu, alam semesta ini masih berupa plasma quark-gluon, tetapi sekarang berupa kumpulan bintang dan galaksi. Ini artinya plasma quark-gluon mendahului bintang dan galaksi.

Kalo ditanyakan lagi ada apa sebelum plasma quark-gluon?
Teis menjawab: Ada tuhan.
Ateis menjawab: Ada fluktuasi kuantum.

Kalo ditanyakan lagi ada apa sebelum tuhan?
Teis menjawab: Tetap ada tuhan.

Lain dgn ateis. Kalo ditanyakan lagi ada apa sebelum fluktuasi kuantum?
Ateis menjawab: Ada hiperspace dimensi sekian.

Lihat. Jadi kalo pertanyaan "ada apa sebelumnya" ditanyakan pada teis, maka jawabnya akan mentok ada tuhan, selesai.
Sedangkan jika ditanyakan pada ateis, maka jawabnya ada alam semesta berbentuk bla bla bla. Ini yg dimaksud dgn alam semesta tak berawal tadi, selalu berupa perubahan bentuk satu ke bentuk lainnya.



Klo yng gw pahami seh
tak berawal n tak berakhir tuh gak tunduk oleh batasan waktu
tak hingga/tak terbatas tuh gak tunduk oleh batasan ruang

Bukan. Justru kata tak berawal adalah kata yg menerangkan waktu. Misalnya waktu yg tak berawal. Juga kata tak berbatas utk menerangkan ruang. Misalnya ruang yg tak berbatas. Ente rancu dlm menggunakan istilah2 tsb.



Tapi dalam benak ente, makna tanpa awal n tanpa akhir itu masih ada yng mendahului kan?


Ane udeh jelasin di atas, yg tanpa awal adalah alam semestanya, sedangkan yg dahulu-mendahului adalah perubahan2 yg tampak tsb pada alam semesta tsb.



klo begitu, sesuai konsepsi ente
lalu, mana yng lebih dulu
X mendahului Y atau
Y mendahului X
:D

Bukan. Dua pernyataan itu tidak berhubungan. Ane sekedar mengganti huruf X menjadi huruf Y. Cuman jadi lucu, ketika pake huruf X, ente menerima, tetapi ketika pake huruf Y, ente menolak.

A. Tuhan tidak berawal dan berakhir. (ente menerima)
B. Alam semesta tidak berawal dan berakhir. (ente menolak)

Sekarang ane ganti:

A. X tidak berawal dan berakhir. (ente menerima)
B. Y tidak berawal dan berakhir. (ente menolak)

:))

pasingsingan
17-05-2012, 09:38 PM
Dlm pandangan ateis, alam semesta ini tak berawal, artinya tidak ada sosok yg menciptakan alam semesta ini dari tidak ada menjadi ada. Jadi kata tak berawal digunakan untuk menjelaskan ketiadaan sosok tsb.
LAH iya
itukan semata-mata untuk menafikan causa prima/creator kan?
jadi yng ada adlh sosok alam yng mengada dng sendirinya
dan selalu ada yng mendahului keberadaannya, begitu kan?


Sedangkan kata dahulu-mendahului digunakan utk menjelaskan perubahan yg tampak. Misalnya beberapa miliar tahun lalu, alam semesta ini masih berupa plasma quark-gluon, tetapi sekarang berupa kumpulan bintang dan galaksi. Ini artinya plasma quark-gluon mendahului bintang dan galaksi.
Bgmn dng perubahan yng tak tampak/tak teramati, maseh ada yng mendahului tdk?



Kalo ditanyakan lagi ada apa sebelum plasma quark-gluon?
Teis menjawab: Ada tuhan.
Ateis menjawab: Ada fluktuasi kuantum.

Kalo ditanyakan lagi ada apa sebelum tuhan?
Teis menjawab: Tetap ada tuhan.

Lain dgn ateis. Kalo ditanyakan lagi ada apa sebelum fluktuasi kuantum?
Ateis menjawab: Ada hiperspace dimensi sekian.

Lihat. Jadi kalo pertanyaan "ada apa sebelumnya" ditanyakan pada teis, maka jawabnya akan mentok ada tuhan, selesai.
Sedangkan jika ditanyakan pada ateis, maka jawabnya ada alam semesta berbentuk bla bla bla. Ini yg dimaksud dgn alam semesta tak berawal tadi, selalu berupa perubahan bentuk satu ke bentuk lainnya.
Bgmn klo pertanyaan diperpanjang, ada apa sebelom hyperspace dimensi kesekian
atau, ada apa sebelom alam bla bla misalnya?
apakah ente akan kembali mentok dng jwbn …. dst (tak hingga) spt diatas?
apanya yng tak hingga?
waktunya, ruangnya atau bodynya?


A. Tuhan tidak berawal dan berakhir. (ente menerima)
B. Alam semesta tidak berawal dan berakhir. (ente menolak)
A. diterima krn tdk ada yng mendahului n tdk mungkin didahului
B. disanggah, krn dibilang tdk berawal tapi kok ada yng mendahului, aneh kan? :mrgreen:

purba
18-05-2012, 01:11 PM
LAH iya
itukan semata-mata untuk menafikan causa prima/creator kan?

Bukan sekedar menolak kreator, tapi konsep kreator itu sendiri penuh dgn kekacauan logika. Misalnya ente bilang tuhan tidak bergantung waktu, tapi bersamaan dgn itu ente juga bilang tuhan menciptakan alam semesta. Terminologi menciptakan itu sendiri sudah menunjukkan bergantung waktu. Kalo ente mau tahu lebih banyak lagi kekacauan logika dlm konsep tuhan, bisa dibuatkan topik tersendiri.



jadi yng ada adlh sosok alam yng mengada dng sendirinya
dan selalu ada yng mendahului keberadaannya, begitu kan?

Buset.. itu lagi.. itu lagi.. Tulisan ente tsb menunjukkan seolah-olah ane bilang alam semesta tidak berawal dan bersamaan dgn itu ane bilang alam semesta ada yg mendahului. Ini jelas ngaco, tidak berawal kok ada yg mendahului?

Dari debat sejauh ini, cuman ada dua kemungkinan nih Sing... Ente sudah bertekad pokoknya penjelasan purba kagak gw terima atau, sorry, ente yg bolot... :))
Kalo motivasinya yg pertama, ane males ngelanjutin, bikin cape doang. Tapi kalo masih yg kedua, ane coba sekali lagi jelasin pandangan ateis tsb.

Kembali ke analogi telur, kecebong, dan katak. Ketiganya memiliki esensi yg sama, yaitu kumpulan materi organik, tetapi penampakannya berbeda. Pada suatu interval waktu tertentu materi organik tsb menampakkan diri berupa telur, pada interval waktu berikutnya berupa kecebong, dan interval waktu lainnya berupa katak.

Sama juga dgn es, air, dan uap. Esensinya adalah molekul H2O, tapi penampakannya berbeda. Pada kondisi tertentu berupa es, kondisi lainnya bisa berupa air atau uap.

Demikian juga dgn alam semesta ini, esensinya adalah materi yg ada tanpa awal dan tanpa akhir. Kemudian manusia melihat materi tsb dalam bentuk yg bermacam2, ada galaksi, ada quark-gluon, ada hyperspace, dst. Jadi istilah tanpa awal utk menunjukkan bahwa eksistensi materi tsb tidak berawal atau tidak diciptakan. Sedangkan istilah dahulu-mendahului utk menjelaskan apa yg tampak pada materi tsb berupa galaksi, quark, hyperspace, dll tsb. Lha ini gamblang sekali. Dua istilah tsb digunakan utk menjelaskan aspek yg berbeda dari alam semesta, tapi kenapa ente melihatnya jadi alam semesta tidak berawal dan bersamaan dgn itu alam semesta ada yg mendahului?

:))

sedgedjenar
31-05-2012, 10:22 AM
siklus, perputaran
kalo pake bahasa dari agama tetangga sebelah itu disebut samsara
termasuk didalamnya perputaran, siklus, evolusi alam semesta
siapapun yang terjebak dalam samsara ya selamanya muter terus disitu-situ aja

kalo dalam islam ini yang disebut surga-neraka yang abadi
sayangnya yang sejatinya abadi itu cuma tuhan
jadi surga-neraka, evolusi, siklus (atau apapun lah namanya) itu berlaku abadi bagi yang tidak tau cara keluar dari perputaran tersebut

tapi bagi yang sudah tercerahkan, terbebas dari siklus abadi tersebut
kalo denger oceh-oceh alam semesta berevolusi, surga abadi, neraka abadi, tidak ada tuhan... mendingan nonton sambil cengar-cengir aje
yuk ah, kopinye di aduk dulu mumpung aernya anget

::ngakak2::

mencari_makna
30-06-2012, 08:59 PM
siklus,

kalo dalam islam ini yang disebut surga-neraka yang abadi
sayangnya yang sejatinya abadi itu cuma tuhan
jadi surga-neraka, evolusi, siklus (atau apapun lah namanya) itu berlaku abadi bagi yang tidak tau cara keluar dari perputaran tersebut

tapi bagi yang sudah tercerahkan, terbebas dari siklus abadi tersebut


Yang merasa nyaman (surga) tubuh/phisik kita, Yang merasa tidak nyaman (neraka) tubuh/phisik kita juga... pada dunia yang akan datang (ahir hayat / ahirat) apa yang kita alami di bumi ini akan di putar kembali...slow motion yang berada di dimensi yang lebih rendah (neraka)... atau lebih cepat pada dimensi yang lebih tinggi (surga)...

Apakah tubuh kita ? dari setitik air yang nyaman ketika ibu bapak mempertemukan ovum dan sperma nya... YANG MEMAHAMI Titik baa inilah yang terbebas dari siklus abadi tersebut.

wanitapecandukopi
25-07-2012, 01:58 PM
Fenomena ini juga bikin saya heran karena ada tetangga yang kesurupan saat sedang mengerjakan ibadah (bukan sunnah rosul lho yah). Salah seorang anggota keluarga juga ada yang langganan kesurupan padahal cukup taat beribadah. Sementara ada juga orang lain yang saya kenal kehidupan agamanya kacau balau, sering melamun, tidak pernah sama sekali kesurupan. Padahal dia yang sering kena tegur "Jangan bengong, nanti kesambet setan!" Kenapa malah dia yang sepertinya kebal ya? :confused:

AsLan
29-07-2012, 07:44 AM
Fenomena ini juga bikin saya heran karena ada tetangga yang kesurupan saat sedang mengerjakan ibadah (bukan sunnah rosul lho yah). Salah seorang anggota keluarga juga ada yang langganan kesurupan padahal cukup taat beribadah. Sementara ada juga orang lain yang saya kenal kehidupan agamanya kacau balau, sering melamun, tidak pernah sama sekali kesurupan. Padahal dia yang sering kena tegur "Jangan bengong, nanti kesambet setan!" Kenapa malah dia yang sepertinya kebal ya? :confused:

Mungkin sebelumnya harus diperhatikan baik2, apakah dia benar2 kesurupan atau hanya masalah psikologis.

Perbedaan antara kesurupan dengan masalah psikologis ada pada ciri2 supranatural, seorang yg mengalami gangguan psikologis seberat apapun tetap tidak mungkin melakukan tindakan2 supranatural seperti bicara dalam bahasa lain yg sebelumnya tak pernah dia kuasai, mengetahui hal2 yg sebelumnya tak ia ketahui, meramal dll.

Lalu saya juga tidak percaya kalau bengong bisa dihubungkan dengan urusan kesurupan.

Lintang
31-07-2012, 02:57 PM
Berarti gw udah dianggap sukses diganggu dan dibelokkan kali yah oleh iblis, hehe... soalnya gw gak pernah kesurupan

wanitapecandukopi
13-08-2012, 01:55 PM
Mungkin sebelumnya harus diperhatikan baik2, apakah dia benar2 kesurupan atau hanya masalah psikologis.

Perbedaan antara kesurupan dengan masalah psikologis ada pada ciri2 supranatural, seorang yg mengalami gangguan psikologis seberat apapun tetap tidak mungkin melakukan tindakan2 supranatural seperti bicara dalam bahasa lain yg sebelumnya tak pernah dia kuasai, mengetahui hal2 yg sebelumnya tak ia ketahui, meramal dll.

Lalu saya juga tidak percaya kalau bengong bisa dihubungkan dengan urusan kesurupan.

Kalo menurut pendengaran telinga saya sih orang itu benar2 berubah dari dirinya yang sebenarnya. Bicara dengan suara yang bukan suaranya dan mengatakan hal2 yg di luar pengetahuan dia (saat dalam keadaan normal).

red_pr!nce
08-09-2012, 02:26 AM
Banyak sekali energi negatif di sekitar kita. Energi negatif bisa masuk ke tubuh kita kalau kita sedang berada dalam posisi kesadaran yang lemah. Bisa jadi, salah satu energi negatif yang masuk ke tubuh kita saat posisi kesadaran kita lemah bermanifestasi menjadi apa yang kita sebut dengan "kesurupan".

mencari_makna
12-09-2012, 05:14 PM
Kita memiliki otak yang mengolah informasi dari panca indera dan memori / idea / Nilai2. Otak yang bekerja inilah yang menimbulkan Kesadaran. (JiWA). Ketika kesadaran pada titik yang rendah (Otak tidak bekerja)... maka JIWA lain yang bukan dari kesadaran kita dapat masuk kedalam kesadaran kita, pada posisi kesadaran inilah JIWA lain dapat merasuk kediri kita atau dikenal sebagai kesurupan