Dako_Chan
02-11-2011, 11:26 AM
Dukung Kemerdekaan Palestina, UNESCO Diancam AS
Kamis, 27 Oktober 2011 09:29 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON - Amerika Serikat, yang mengklaim sebagai negara demokrasi, Rabu (26/10) kemarin waktu setempat mengancam UNESCO yang akan melakukan salah satu aspek demokrasi. UNESCO berencana menggelar pemungutan suara soal Pemerintah Otonomi Palestina sebagai anggota penuh dengan hak sebagai negara.
Mengetahui rencana UNESCO tersebut, AS langsug mengancam akan menghentikan aliran dana untuk organisasi tersebut.
"Ada konsekuensi jika UNESCO melakukan pemungutan suara mengenai ini,'' kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland. "Kami telah menunjukkan bahwa ada garis merah yang sangat jelas dalam hukum AS. Jika itu dilanggar UNESCO, maka peraturan tersebut dipicu."
Amerika Serikat menyediakan 22 persen anggaran bagi Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan PBB (UNESCO). Peraturan AS menetapkan dana akan diputus buat setiap lembaga PBB yang menerima Palestina sebagai anggota penuh PBB. Semua anggota Kongres AS juga telah mengancam akan bertindak untuk menghentikan dana jika upaya Palestina berhasil.
Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: Antara/AFP
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/10/27/ltpdly-dukung-kemerdekaan-palestina-unesco-diancam-as
Indonesia Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di UNESCO
Rabu, 02 November 2011 08:04 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, PARIS - Pemerintah Indonesia tetap mendukung keanggotaan penuh Palestina, baik di Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun di UNESCO, meski Amerika Serikat menolak keanggotaan penuh bagi Palestina.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa menjelaskan, Indonesia tidak hanya memberikan dukungan bagi Palestina, namun juga menjadi inisiator bagi status Palestina di PBB dan juga UNESCO, dengan perpegang pada formula penyelesaian dua negara yang merdeka bagi penyelesaian masalah Palestina dan Israel.
"Bukan hanya dukungan, kita salah satu insiator dan co-sponsor. Apakah itu di Paris atau di New York kita bukan hanya mendukung bahkan kita mendorong tapi memang penting harus digarisbawahi di sini adalah langkah untuk memperoleh keanggotaan Palestina di PBB itu tidak harus serta merta digambarkan sebagai mengganggu atau akhir proses perdamaian," katanya.
Pada kesempatan itu, Marty juga menegaskan sikap Indonesia yang memandang perlu adanya dua negara, Palestina dan Israel, yang hidup saling berdampingan. "Jadi upaya untuk memperoleh keanggotaan Palestina baik di unesco maupun PBB itu selaras dengan visi two state solution itu," tambahnya.
Mengomentari tentang langkah AS menghentikan kontribusinya bagi UNESCO, Marty melihat hal tersebut sudah diantisipasi oleh pihak-pihak di UNESCO dan negara anggotanya.
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/11/02/lu0dnr-indonesia-dukung-keanggotaan-penuh-palestina-di-unesco
-----------------
tumben SBY kaga sehati ama uncle-nya ::hihi::
Kamis, 27 Oktober 2011 09:29 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON - Amerika Serikat, yang mengklaim sebagai negara demokrasi, Rabu (26/10) kemarin waktu setempat mengancam UNESCO yang akan melakukan salah satu aspek demokrasi. UNESCO berencana menggelar pemungutan suara soal Pemerintah Otonomi Palestina sebagai anggota penuh dengan hak sebagai negara.
Mengetahui rencana UNESCO tersebut, AS langsug mengancam akan menghentikan aliran dana untuk organisasi tersebut.
"Ada konsekuensi jika UNESCO melakukan pemungutan suara mengenai ini,'' kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland. "Kami telah menunjukkan bahwa ada garis merah yang sangat jelas dalam hukum AS. Jika itu dilanggar UNESCO, maka peraturan tersebut dipicu."
Amerika Serikat menyediakan 22 persen anggaran bagi Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan PBB (UNESCO). Peraturan AS menetapkan dana akan diputus buat setiap lembaga PBB yang menerima Palestina sebagai anggota penuh PBB. Semua anggota Kongres AS juga telah mengancam akan bertindak untuk menghentikan dana jika upaya Palestina berhasil.
Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: Antara/AFP
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/10/27/ltpdly-dukung-kemerdekaan-palestina-unesco-diancam-as
Indonesia Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di UNESCO
Rabu, 02 November 2011 08:04 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, PARIS - Pemerintah Indonesia tetap mendukung keanggotaan penuh Palestina, baik di Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun di UNESCO, meski Amerika Serikat menolak keanggotaan penuh bagi Palestina.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa menjelaskan, Indonesia tidak hanya memberikan dukungan bagi Palestina, namun juga menjadi inisiator bagi status Palestina di PBB dan juga UNESCO, dengan perpegang pada formula penyelesaian dua negara yang merdeka bagi penyelesaian masalah Palestina dan Israel.
"Bukan hanya dukungan, kita salah satu insiator dan co-sponsor. Apakah itu di Paris atau di New York kita bukan hanya mendukung bahkan kita mendorong tapi memang penting harus digarisbawahi di sini adalah langkah untuk memperoleh keanggotaan Palestina di PBB itu tidak harus serta merta digambarkan sebagai mengganggu atau akhir proses perdamaian," katanya.
Pada kesempatan itu, Marty juga menegaskan sikap Indonesia yang memandang perlu adanya dua negara, Palestina dan Israel, yang hidup saling berdampingan. "Jadi upaya untuk memperoleh keanggotaan Palestina baik di unesco maupun PBB itu selaras dengan visi two state solution itu," tambahnya.
Mengomentari tentang langkah AS menghentikan kontribusinya bagi UNESCO, Marty melihat hal tersebut sudah diantisipasi oleh pihak-pihak di UNESCO dan negara anggotanya.
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/11/02/lu0dnr-indonesia-dukung-keanggotaan-penuh-palestina-di-unesco
-----------------
tumben SBY kaga sehati ama uncle-nya ::hihi::