PDA

View Full Version : Atas sebuah rasa dan asa



D34TH_LOVE
06-10-2011, 11:56 PM
Janjikan indah dalam lenung jiwa
Atas apa yang bergema...
Janjikan apa yang terdamba atas hasrat hati yang terdalam
Sang pemikir menembus jiwa..
Menelanjangi diri...
Atas sebuah damba kehidupan duniawi
Yang kian hari penuh misteri...........



::arg!::::arg!::::arg!::::arg!::

red>,<hair
07-10-2011, 12:01 AM
enak ye bikin puisi gitu sambil jedotin pala ::hihi::

beastmen85
07-10-2011, 12:01 AM
"menelanjangi diri"
"atas sebuah damba kehidupan duniawi"

gw suka kata2 ini ::up::

D34TH_LOVE
07-10-2011, 12:04 AM
::hohoho::
%heh

itsreza
07-10-2011, 12:07 AM
"menelanjangi diri"
"atas sebuah damba kehidupan duniawi"

gw suka kata2 ini ::up::

A picture is worth a thousand words ::up::

D34TH_LOVE
07-10-2011, 12:09 AM
Gara2 loe...

Gara2 loe gue ada disini
Menelaah kata demi kata
Gara2 loe gue nyasar kesini...
sampai ke jedot tembok kamar ::arg!::
benjol sudah palaku ....
::doh::
memaksaku menguras otakku
untuk menjadikan bait kata yang terangkai
Gara2 loe gue ada disini ....




::ungg:: .....................::oops::

D34TH_LOVE
07-10-2011, 12:10 AM
A picture is worth a thousand words ::up::

::nangis:: aku terharu ......
alah lebai ..

red>,<hair
07-10-2011, 12:26 AM
..... bukan karena diriku kau terpaku
bukan karena diriku kau termangu
bukan karena diriku kau kajedot pintu ;D

D34TH_LOVE
07-10-2011, 12:31 AM
Tidak ku ucapkan hal itu
Tidak kutuliskan mengenai itu
Tidak kuterangkan sebab itu....
yang sejujurnya ku katakan padamu .....

bahwa...

kenapa kusennya pendek jadi kejedot dah ::doh::

bego bego ::arg!:: campur nambrak tembok lagi ...::grrr::

itsreza
07-10-2011, 12:32 AM
aku disini karena diriku
aku termangu karena diriku
aku kejedot tembok karena diriku
aku dan diriku sendiri

trus kemana aje loe selama ini? ;D

D34TH_LOVE
07-10-2011, 12:36 AM
Bukan mata ini tak meliat
Bukan diri ini tak peduli
Bukan ...
bukan itu ....
tapi lebih dari itu ...

Aku tak tau kamu dimana.....
karena disini gelap ...

(makanya hati2 klau mati lampu .....::hihi::)

red>,<hair
07-10-2011, 12:37 AM
::maap:: ajib de buat bro D34TH_LOVE n itsreza

D34TH_LOVE
07-10-2011, 12:41 AM
Telah kucoba membuka...
Tabir apa yang ada
Sebuah getaran akan sukma...
Dimana jiwa terbang tiada sayap

Telah kucoba menelaah
Setiap apa yang menjelma
Menenggelamkan raga
Pada lautan yang tiada terjamah

::doh:: ... why ....::arg!::

itsreza
07-10-2011, 12:43 AM
pura pura ninja pura pura tidak tau
bilang saja diberi alamat palsu

dimana dimana dimana ::hohoho::

D34TH_LOVE
07-10-2011, 12:49 AM
::hohoho:: ayu ting ting ::hohoho::


membikin ::doh::



bukan ninja bukan samurai ....
tapi semua telah terurai...
meskipun cerai berai....
karena pandangan ini tertutup tirai...


::hihi::

itsreza
07-10-2011, 01:02 AM
sibaklah kembali sang tirai
tataplah langit dan bintang terurai
temukanlah rambut tergerai

maka kau mendapati sang kunti yang baru tercerai ;D

D34TH_LOVE
07-10-2011, 01:03 AM
Hampir habis sang malam berganti pagi....
telah lewat jam 00.00 dini hari
masih banyak yang termaki
terpendam dalam diri tiada mimpi
hanya mengumpat akan hati
diantara sepi dan ilusi
nanar jiwa yang perlahan mati
atas isyarat yang tak terkendali
merejam memekik dan menghujam diri
terus dan terus tanpa terjabari pada kehidupan hakiki
hanya terasa dalam hati...
menyisakan sesak yang tiada henti ...



::nangis::

D34TH_LOVE
07-10-2011, 01:07 AM
Tiada yang terurai
karena rambut tinggal sehelai..
tak lepas tak bercerai....
hanya 1 yang teruntai ....

tak bisa dibelai ....
setelah disibak sang tirai ...
ternyata itu belalai

::ngakak2::

itsreza
07-10-2011, 01:11 AM
::maap:: mantap kakak...

teruslah berkarya sampai waktu mempertemukan kakak dengan sang surya

D34TH_LOVE
07-10-2011, 01:17 AM
malam telah berganti pagi ...
meski sang surya belum hadir menyentuh diri
Hembusan nafas masih menyertai
Diiringin suara hati

Belum tentu akan tertemui
sentuhan lembut sang mentari
Selagi masih ada nafas dalam diri
Kusampaikan dengan segala kerendahan diri
Apa yang terasai masih sebuah tabir illahi...

semoga esok lusa atau nanti akan tertemui
sampai detik ajal menyentuh diri akan tetap kucari arti ....

untuk hidup dan rahasia yang terpendam dalam hati..

red>,<hair
07-10-2011, 01:30 AM
sepi
sunyi
sendiri


saiyah permisi
mari





;D

D34TH_LOVE
07-10-2011, 10:22 AM
Beranjak sang pagi...
Mentari menyentuh diri ...
bersama segelas hot tea...
mengawali hari....
beranjak melangkah..... berlari...
dalam deru ... debu kendaraan yang berlalu
membawaku pergi ... menyongsong hari


happy friday .....
::hohoho::

D34TH_LOVE
07-10-2011, 12:04 PM
Hari terus beranjak...
Penuh maki mendalam...
Tak dapat teraba apa kehendak Nya...
Nanar jiwa mendesak dalam
Memapah dalam kelam lenung jiwa
Mencoba meraba tapi tak dapat tersentuh
Tatapan kosong terbendung skat..
kelam....
Tiada cahaya
Kemana, Dimana ...... akhir dari semua ini


.....
::arg!::::arg!::::arg!::::arg!::

D34TH_LOVE
07-10-2011, 12:16 PM
Aku tenggelam semakin dalam...
Atas getaran yang tergetarkan
Jiwa terkapar memaki
Apa yang terjadi...
Pahatan hati untuk yang tidak diketahui
bak mencumbui bayangan yang tak terjamahi
hembusan nafas semakin tak berarti
Hanya menjamahi tapak hari
Tanpa arti .. Tanpa mimpi ...

.. ::doh:: ...::arg!:: ...::grrr::

D34TH_LOVE
07-10-2011, 03:47 PM
Surya itu tidak pergi

Surya itu takan hilang
Meski ia tak terliat pandangan
Surya itu takan pernah pergi
Hanya diri yang merasakan
Surya itu selalu hadir tanpa diminta
Menghangatkan kehidupan

Jika dia pergi sebetulnya dia tidak pergi
Dia menghangatkan sisi lain pada dunia ini
Jika dia pergi sebetulnya dia memberi sesuatu untuk kehidupan ini
Dimana kelam itu hadir, Dimana rembulan redup yang terliat
Dimana kehidupan beristirahat
Dia tidak pergi, Dia hanya memberi keindahan untuk sisi lain dari kehidupan
Untukku kita untuk semua untuk kehidupan dunia...

D34TH_LOVE
07-10-2011, 07:45 PM
Saat gelap menyelimuti muka bumi

Mata memandang kelam altar dunia
Ramai terliat kasat mata
Kelap kelip duniawi
Menutupi akan jati diri
Lupa hati ...
Nafsu yang dicumbui..
Mengindahkan sisi kemurnian hati
Mencengkram dalam ....
Menghenyakan sukma yang merintih
Membodohi yang terasai


::oops::..............::arg!::

D34TH_LOVE
08-10-2011, 09:19 AM
Kuterjaga dipagi ini
mendung menyelimuti bumi
seiring irama jiwaku yang mengundang rasa
Entah mengapa kau masih ada ::arg!::
Padahal kibasan sembilu pedang mengores luka
Buat apa terasa ... jika yang ada hanya fatamorgana
Kuterdiam menekan dalam asa
Tapi sukma terbang tak diam
Dinding kosong sebuah ruang
Kupejamkan mata menelaah ...
Tiada ....
Kutak kuat masuk jauh lebih dalam

red>,<hair
08-10-2011, 10:52 AM
;D lope elu keliatan setres bgt se .... selalu jedotin pala

D34TH_LOVE
08-10-2011, 11:21 AM
jangan hanya kau liat aku
jangan hanya kau pandangin aku...
karena takan luruh rasa ini
jangan kau hanya menatap
tapi dekaplah aku
agar luruh rasa jiwa ini meski hanya sesaat



::doh:: ................. ::arg!::


:menunduk:

D34TH_LOVE
08-10-2011, 11:40 AM
akhirnya nekad juga :tonjokkeras:

Rasa itu menekan semakin dalam
telah kucoba kupungkiri sekian lama...
BUat apa ada..
Buat apa masih menjelma
saat hadir menyentuh jiwa

Kupandangi seraut wajah jingga
Masih sama kutemui berkas yang ada
Pada nanar jiwa dan senyuman
Keindahan atas sunggingan tak sebanding nanar yang terkuak dari mata
Mengapa...
untuk apa aku menelusuri dalam
Bukakah itu telah menjadi bait lampau
Masih terdiam tanpa bekas
Hanya menatap tak berarah
Tak menemukan jawab ... atas mengapa?



::toeng2::::toeng2::::toeng2::::toeng2::::toeng2::

D34TH_LOVE
08-10-2011, 12:05 PM
Ingin kurebahkan diri sejenak....
Meski luruh jiwa itu belum tentu usai
:bulat:
Tekanan yang ada semakin menekan dalam
Membuat sukma melayang layang
Tiada tentu atas arah ia terbang
Letih ... dengan hembusan nafas yang dalam
:gemetar:
Bersama rintik hujan yang menghujam
Mengapa ada risau jiwa yang tercumbui hitam
Menyeretku dalam kelam
Menelanjangiku ...
Memperkosaku ::nangis::
Pada kehidupan yang sesak .....
Apakah aku berbeda dengan mereka....
Atas setiap getar atas panggilan jiwa...

:fiuhhh:

D34TH_LOVE
08-10-2011, 05:01 PM
Sore saat langit mendung

Sudut mata dipenuhi kelam langit hitam
Serta gemuruh suara mesin kendaraan... yang memekikan telinga
Tung tung ..tung ... suara es tung tung pun menyemaraki suasana
Beberapa ekor semut hitam mundar mandir .... entah apa yang dicari ...
Kusandarkan tubuhku pada tembok disela ruang....
Apa yang ada dalam hati ini serasa lenyap ...
Hanya menyisakan kekosongan jiwa....
Sesak yang menekan ....
Gemuruh hanya terdengar telinga atas kehidupan dunia yang fana


:minum:
Kunikmati setiap tegukan kopi ....
kupandang jauh awan hitam ....
Kenapa kau sembunyikan sang mentari ...
Sehingga tidak indah sore ini
Mengapa kau tak turunkan hujan bumi ini
Biar sejuk terasa tubuh ini

Kupandang lekat .....
sambil menikmati :minum: kopi hangat yang perlahan dingin
dengan irama hati yang kosong ...

D34TH_LOVE
08-10-2011, 08:45 PM
kupandangi seraut wajah meski lewat layar kaca
Masih kurasa bait kata terdahulu
Kutelaah senyum manis itu...
Indah sepintas tapi pedih didalam
Untaian rasa yang tak terungkapkan....
Yang pernah kurasa manis kecupan indah bibir itu
Kutelaah ... bait wajah bisu
Apa sebernarnya yang terjadi
Sehingga batin terhenyakan meski engan
Mata itu tak beraura...
Tiada sedikitpun cahaya
Pekat dalam melekat jauh kedasar
Tak dapat tersentuh ... meski mencoba menyentuh

Terpandangi gambar mati sang hati
Memang suatu rahasia hati...
Tapi keindahan yang ingin teringini bak sebuah mimpi tak tersinggahi...
Mengapa begitu nanar jalan hidup yang terlukiskan..

Sungguh tak bisa kusentuh lebih dalam
Hanya samar yang menengelamkan
Dalam tatapan nanar jiwa

itsreza
08-10-2011, 09:16 PM
Wajahnya penuh raut, kulit kencangnya menjadi mengkerut
nampak sekali dia sangat kusut, senyumannya kecut
keberanianku pun menciut, lebih baik pulang daripada cari ribut

hari libur kok asem banget http://kopimaya.com/forum/images/smilies/oldforum/argg.gif

D34TH_LOVE
08-10-2011, 09:59 PM
muka kusut belum disetrika...
bukan karena hari libur tiba
bukan asam yang menempel diwajah
Hanya masa yang tak tentu arah
kecut, muka masam terliat
karena kesendirian dia mengumpat
cobalah kau lewat .... pasti akan disikat ::hihi::

D34TH_LOVE
09-10-2011, 10:23 PM
After Rain

Kupandangi basah altar bumi
Unsur cair mengenangi...
Sempat kunikmati hujaman menyentuh tubuh
Mengigilkan segala sendi..
Kuingin luruh bersama peluh yang tumbuh
Gelegar irama dunia ... bersama kilatan yang tertangkap mata
Apa gerangan ... yang terhantam
Masih terus ketelusuri ...
Tapi sentakan hati menutupi..
Menyeretku kembali .. padahal tatapan mata ini sedang ingin menikmati
Disini kuterhenti bersama dingin yang merayapi
kelam semakin kelam... dingin semakin dingin ... tapi hujaman atas altar bumi telah terhenti tapi tidak dengan hati
Sentakan yang menghujam membuat diri terhujam dalam .... tiada entah kemana .....
tak tau ...... sungguh tak tau ...... apa arti ini

::nangis::

D34TH_LOVE
09-10-2011, 10:59 PM
DAN
dan pergilah kealam itu
temui apa yang ingin kau temui
Cumbui apa yang kau cumbui..
Raih lah apa yang ingin kau raih
Jangan biarkan rasa itu mengulung diri
Menyeretmu dalam hampa hati
dan pergilah kealam itu
Pasrahkan akan apa yang terjadi
Dimana hari ini bukan mimpi tapi esok tetap ilusi
dan pergilah kealam itu
Karena mungkin apa yang kau ingini akan terjadi
Pergilah dan pergilah...
lepaskan diri dari raga, lepaska penat yang selalu terasa didalam ronga dada
dan pergilah dan pergilah....


:iamdead:

D34TH_LOVE
09-10-2011, 11:07 PM
Katakanlah

Katakanlah pada aku Tuhan... tentang gelombang yang terasa menyesakan dada
Atas aroma yang tak ingin kutebak dengan salah
Katakanlah pada aku Tuhan .... dengan jelas ... bukan bersitan yang selalu mengoyahkan jiwa
Katakanlah pada aku Tuhan ... katakanlah pada aku Tuhan
Jangan kau beri kebimbangan semata
Aku tak ingin kelam hinggap dalam lenung jiwaku...
Aku tak ingin luka kehidupan yang ada semakin membunuhku
Katakanlah pada aku Tuhan ... atas tusukan yang mencabik sukmaku
Katakanlah pada aku Tuhan... katakanlah ...........................



:gemetar:

D34TH_LOVE
10-10-2011, 12:24 AM
untukmu sebuah kisah yang terpendam

Untuk yang pernah ada
Yang pernah mendamaikan jiwa
Atas apa yang pernah membuatku berpijak..
walau tak pernah teraih nyata... tapi apa yang ada telah membuatku tau bagaimana arti damai menjejaki dunia...

Tak terasa begitu lama sudah semua itu berlalu, dalam kehidupanku serta yang telah menjadi tapak kehidupanku
Memang letih sudah kurasa sesal didada, dengan segala kemunafikan yang kugeluti...
Kupendam apa yang terasa dan menjadi kan malam tempat kucurahkan segala yang ada...
Bukan kutak pernah percaya lagi akan keindahan dan damai yang pernah kurasa walau hanya sejengkal nafas...
Kubuktikan apa yang pernah terbersit dalam jiwa, pada sebuah masa dan masih tertanam dalam benak dan asa

lantunan jiwa atas rasa yang mencoba menepis segala kesimpulan yang bernah terbuat...

Kucoba dan selalu kucoba ..... sampai dimana kesimpulan itu dalam alam nyata yang sedang kujelejahi atas batas mimpi yang selalu membawa dirimu menembus batas daya kemampuanku sebagai manusia.... Tiada terjamah walau tanggaku ingin meraih ...
Sebersit rasa atas gema jiwa gersang yang menganggap dunia penuh dengan segala keindahaan....
Pengharapan tuk mendapatkan damai semu yang hanya sekejap hilang disaat raga tak bernyawa..

Kusadari apa yang harus kusadari, tapi kadang sangaran jiwa dalam kesunyian dan keletihan dalam menapaki kerikil kehidupan yang menerjang dan menghujam, membuat langkah goyah dimana sang angin menerpa... membumbungkan raga dan menghujamkan kedasar lara....

bangkit dan terus bangkit dalam keletihan yang selalu menerjang, tertatih dengan nanar yang tiada terobati, mencoba menerima dengan segala keikhlasan, tapi rasa selalu menampar segala keinginan yang kadang semakin memuakkan diri

Terlantunlah drama kehidupan, dimana sebilah hati mencoba ditahan atas gelora yang tiada akan pernah teraih ...

Kusadari dan kusadari apa yang selalu terasa dalam jiwa dan lenung hati, tapi irama yang ada selalu kupungkiri ...
Bukan aku tak mau ... tapi setiap yang terasa apalah gunanya .
Untukku ...

Kau yang pernah ada dan tak pernah teraih dengan nyata, tapi telah mampu memberi damai yang tak pernah kurasakan lagi sampai detik ini...
Walaupun terus kucari dan kucari ....
Teringat sebuah kata hati yang pernah terbersitkan saat langkah gontai menapaki sudut jalan di sebuah kota ..
masih tertanam jelas apa yang terucapkan sang hati
Yang membuatku terhenti tuk mencari
Kubuktikan apa yang tersirat mungkin telah tersurat untuk kehidupan ini, tapi apakah harus seperti itu

Otak mengolah apa yang sudah terjadi, rasa hati terus mencoba meredam sebuah kisah yang membersitkan antara keinginan, penepisan, walau kini sudah tiada lagi harap yang berkumandang

Terus menjalani
Atas keinginan yang terus tertahan dan dipendam dalam.. walau kadang melonjak meraih hasrat..

Kau kan selalu ada walau tak pernah ada, atas jiwa atas apa yang ada atas apa yang terucap .....
Masih kugengam erat walau terus kemunafikan meredamkan gejolak rasa yang terasa...

Untukmu yang selalu ada tapi tiada pernah nyata

Cuplikan dari my blog http://d34th-love.blogspot.com/2011_01_01_archive.html

D34TH_LOVE
10-10-2011, 12:46 AM
Sebuah rasa


Sebuah rasa itu sebuah rasa kerinduan...
Sebuah rasa itu sebuah rasa kesakitan
Sebuah rasa itu sebuah rasa cinta
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang mengakibatkan hampa
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang menghujam jiwa
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang berkecamuk di rongga dada
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang memperngaruhi sendi kehidupan
Sebuah rasa itu sebuah getaran murni dalam kalbu
Sebuah rasa itu sebuah damba yang membuatku melayang jauh
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang membuatku terlena
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang menyakitkan jiwa
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang selalu ada
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang takku mengerti
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang kuingini
Sebuah rasa itu.... sebuah rasa yang tak ingin kulepas
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang perlahan kian membunuhku pelan....
Sebuah rasa itu.... sebuah rasa.....

D34TH_LOVE
10-10-2011, 12:47 AM
Doa untuk sebuah jiwa



Pandangilah sang mentari yang mulai menerangi

Wahai jiwa yang meniti diarena kehidupan

jangan kau terpuruk dalam kelam

Pandangilah sang mentari

Mulailah kembali melangkah

Tepiskan segala gundah .. aral yang melanda

Hidup belum terhenti

Masih ada hari ini, masih ada esok masih ada lusa

Tetaplah mencoba melangkah untuk kehidupan

Bangkitlah wahai jiwa...

Menjadi tak tentu dapat menjadikan

Meski apa yang terjelma tak seindah apa yang terasa

Bangkitlah wahai sang jiwa

Mari kita arungi sisa kehidupan ini dengan segala apa yang ada tuk menjadikan ada meski tiada

Mentari terik ... mentari memanasi sang bumi...

Awal dari hari untuk mencari meski belum tentu tertemui

Bangkitlah wahai jiwa...

Hidup ini belum berhenti

D34TH_LOVE
11-10-2011, 05:31 PM
Wajah itu terdiam ..... tak sepatah katapun terucap
Saat seorang bocoh berkata " yah itu keretanya naik itu aja "
Begitu jelas terdengar ditelingaku ..
Jelas sungguh jelas ..
Kutatap reaksi sang ayah ... Dia diam tak menjawab ...
Kutunggu tetap tak ada jawaban
Dan anak dipangkuannya itu tetap berkata : " ayah itu kereta, ayo kita naik "
Sang ayah hanya mengoyangkan kakinya mengayun anaknya ..... tetap tak sepatah katapun ....
Kuliat kutatap dari pintu dalam gerbong KrL Commuter ..
Hendak kemanakah mereka.... Sang Ayah dan anaknya
Aku meliatnya lekat, tubuh pekat sang ayah...
Tersentak dalam jiwaku teringat diri sendiri, Sunguh beruntung dia masih bisa mendekap anaknya, mengajaknya jalan dihari libur tiba, sedangkan aku .... disaat liburpun masih membanting tulang....
Kerinduankupun merayap...
Teringat tawa canda dan kenakalan anakku, sungguh aku rindu pada mereka tapi apa daya
Jakarta dimana aku mencoba mencari sesuap nasi meski apa yang kuperoleh masih jauh dari kebutuhan yang ada
Tapi aku tetap bertahan....
Kuterdiam menatap... menahan sesak ..... dan rintihan jiwa...
Terdengar kembali suara anak itu berbicara : " ayah ayo kita naik " masih tetap ayah itu tak bicara
Dan perlahan pintu kereta ini tertutup, membawaku pergi dari hadapan mereka yang menunggu kereta berikutnya....


::nangis::::nangis::::nangis::

red>,<hair
15-10-2011, 08:40 PM
::bye:: numpang baca y lope2

D34TH_LOVE
18-10-2011, 01:54 PM
silahkan penumpang baca lah ... bebas kok :p ...

::hihi::



Beberapa hari tidak ada yang dapat tercurahkan....
perlu rangsangan otak biar .... keluar ide..::nangis::

ancuur
18-10-2011, 02:57 PM
"menelanjangi diri"
"atas sebuah damba kehidupan duniawi"

gw suka kata2 ini ::up::

klo gw sukanya...

"menelanjangi diri"
"atas kesadarannya, tanpa aku mintanya lagi.." ::cabul::

D34TH_LOVE
18-10-2011, 03:06 PM
klo gw sukanya...

"menelanjangi diri"
"atas kesadarannya, tanpa aku mintanya lagi.." ::cabul::


Hadeh ..... terus mandi ya ::ngakak2::

D34TH_LOVE
19-10-2011, 11:53 PM
semua semakin terasa gelap dalam hidupku
tanpa tangan mengengam
tanpa tubuh memeluk...
hanya sendiri ku rasa apa yang terasa...
begitu sayatan menjelma
naifkah meminta atas damai yang terdamba...
bukan kesendirian yang tercumbu lara



http://www.youtube.com/watch?v=1Cw1ng75KP0&feature=related

red>,<hair
21-10-2011, 02:20 AM
walahhh ::hihi::

D34TH_LOVE
21-10-2011, 02:44 AM
ngopo ::ungg::

---------- Post added at 01:44 AM ---------- Previous post was at 01:33 AM ----------

larut sudah sang kelam
tapi kunkuman rasa ini semakin membuatku tengelam
mendiamkan raga
memecahkan otak
Menghujamkan sang jiwa

Terbujurlah bagai bangkai yang bernyawa
menanti sebilah pedang yang menamatkan jiwa
Pada sebuah titik rasa
Dimana hanya ada asa yang terangkum dalam kata damba

Tak terjamah tak tersentuh
siluet yang tercumbui
Atas hasrat hati yang menginginkan
indah bergumul, saling berpautan, memeluk dan berkeringat
mengetarkan aspek segala yang ada
melayangkan indah aral terlonjakan menembus awan jingga
Klimakskan sebentuk percintaan...
terbujur lemas dan bahagia

tapi ..... semua itu hanya aku dan tidak kau merasa


http://www.youtube.com/watch?v=Ep_ThFeSK0k

red>,<hair
21-10-2011, 03:19 AM
::hihi::kumatt :run:

D34TH_LOVE
29-10-2011, 11:45 PM
kucabik jiwa renta yang terhujam
Kutelanjangi serpihan raga
Atas dunia yang menyesakan rongga
Kutelanjangi tanpa ada yang tersisa
Sudah ... sudah ..... berat sunguh
kutak kuat menahan sentakan atas apa yang terlanda
Serpihan belum tertata
Serpihan belum terangkai
Kini .... semakin hancur bertembaran
Sudah ... apakah ini kehidupan
Sudah ..... apakah harus terakhiri dengan hembusan terhenti
Tiada dimengerti sungguh tiada dimengerti ........::arg!::::arg!::::arg!::::arg!::::arg!:::: arg!::::arg!::

---------- Post added at 10:45 PM ---------- Previous post was at 10:40 PM ----------

Cabikan itu mengores perlahan
Lalu cepat.... merobekan semua
Tekanan itu tak bisa tertahan... perlahan tapi terus dan terus bertambah
Sungguh ku tak berdaya
Perih goresan mengoyak jiwa dan raga
Meneteskan darah perlahan tapi luka begitu banyak
Tubuh telanjang dengan berpakaian darah mengalir tanpa henti ....
Sesak mulai terasa diatara keperihan sambil menahan beban berat semakin berat
Gemetar seluruh raga .... dengan pandagan mata yang tiada makna
menanti hembusan terakhir terlepas dari raga....



:belah2::belah:

D34TH_LOVE
20-11-2011, 12:06 AM
Apakah salah dengan rasa
bila keinginan yang ada mengelora jiwa
apa salah dengan sentuhan damba
bila menginginkan nyata indah dunia