PDA

View Full Version : [buku lama] Bacaan sebelum tidur – To Kill A Mockingbird



kimochi
15-09-2011, 03:44 PM
Judul Buku : To Kill A Mockingbird
Pengarang : Harper Lee

Buku lama banget, telat saya baru baca sekarang, karangan harper lee. Dapatnya pas buku murah mi*zan. Lumayan buat bacaan sebelum tidur, dua malam dibaca tamat. Ga gitu tebal ko. ::ungg::

Awal-awal membaca seakan-akan terbawa ke nuansa dan suasana yang dibawa oleh and*rea hir*ata dalam LP (dimaafkan, ga ada referensi lain ya, jarang-jarang baca soalnya). ::hihi::

PoV “aku” yang dituturkan oleh seorang bocah kecil, suasana pedesaan, ada penggambaran anak kecil bin dekil masuk sekolah (lintang???), ada salah satu penduduk kampung yang misterius dan jarang keliatan (bodenga???), ada teman baru yang gayanya seniman banget (mahar???), ada guru cewe yang manis-manis-ketus. Dan yang lebih penting: cerita ini mengangkat adanya kesenjangan antar ras di sini. Kalau kita liat di LP, ada kesenjangan antara etnis melayu vs jawa. Di sini kulit hitam vs kulit putih. Yang kayak-kayak gitu. Oh, ya. Juga ada nuansa film Green Mile. Tapi, dikit sih.

Tapi, setelah dibaca lebih lanjut, ini memang jauh panggang dari api dengan LP. Walaupun, dari judulnya (burung mockingbird?) agak menggiring kita ke arah sana, mengingat las*kar pela*ngi—selain diakui sebagai novel—juga merangkap sebagai ensiklopedi burung dan tanaman. Futnote tentang burung dan tanamannya banyak nian. Kayak skripsi anak Jurusan Perburungan (emang ada gitu?). Tapi, enggak ah. Nggak mirip.

Memang saya akui juga sih, sedari awal sampai akhir, saya ingat LP terus pas baca ini. Apalagi pas di bagian-bagian akhir. Padahal, memang gak kentara ya? Ga tau kenapa. Aroma bodenga-nya itu lo.

Udah ah, kok malah ngomongin and*rea hir*ata terus? Ga nyambung.

Opening dibuka dengan suasana saat sang anak yang bernama Scout Finch (Finch ini nama burung, bukan ya?), dan abangnya Jem Finch masuk sekolah untuk pertama kalinya. Si Scout maksudnya. Baru nyadar kalo si Scout ini cewek, setelah baca bab sembilan-sepuluhan ke depan gitu. Ga ada petunjuk di awal-awal kalau beliau ini adalah he/she sih. Terjemahan soalnya. Kalau main, dia suka main sama laki-laki (jangan ngeres lho), tidak memakai pakaian cewe, kadang-kadang suka berantem, dsb. Kalau mau kenal sosoknya, bayangin aja nirina zubir versi anak-anak, dalam sebuah drama bule.

Cewek yang ga punya teman lain selain abangnya, dan tergila-gila sama kemisteriusan seseorang yang mengidap sedikit… keanehan. Hikkikomori ya, istilahnya?

Penuturannya asik, ga ada deskripsi panjang yang melelahkan, dialog-dialognya bervariasi. Si pengarang menyelipkan banyak dialog tak langsung, meminimalisasi pengulangan “berkata”, “kata Jem”, “katanya”, dsb. Setiap bab, hampir selalu ditutup dengan paragraf-kalimat manis (pas buat jeda iklan). Mmm, tetapi cukup mengundang kita untuk membaca bab selanjutnya.

Mengingat biasanya, novel yang berkisar pada kehidupan anak-anak lugu bersama orang-orang dewasa di sekelilingnya, sangat berpeluang terjerumus menjadi Cerita Ceramah Satu Arah. Tapi gak. Ada juga mengarah ke situ memang di pertengahan cerita, tapi disamarkan melalui dialog, adegan-adegan, dan humor dikit-dikit dalam kacamata seorang bocah. Dan selama membaca, ga merasa dikuliahi sih—beda nuansa kaya baca bukunya si pa*ulo coe*lho.

Selaku anak yang tumbuh dan besar di Indo (… dan agak kurang gaul dikit), saya agak aneh juga pas baca: si Scout manggil nama ayahnya sebagai : “Atticus”, langsung plek gitu manggil nama???, si Jem sendiri manggil ayahnya: “Sir”??? Emang gitu ya, anak-anak sana manggil orangtuanya?

(Membayangkan saya manggil ayah saya dengan: nama…) *sendal ke jidat*

(Terus, manggil ayah dengan: tuan…) *telenovela latin salah tempat* ::ngakak2::

Kekuatan novel ini adalah, ya kepolosannya itu. Karena pake sudut pandang anak kecil. Si pengarang juga pakai bahasa anak-anak. Kalimat-kalimatnya pendek, jelas dan ngena. Ga ada ditemui dramatisasi berbunga-bunga satu kebun atau hiperbolisme model and*rea hir*ata (di LP, lintang dan mahar digambarkan; bagaikan anak-anak dewa nan sakti mandraguna yang turun dari kayangan, ga offense buat LP mania, he he), tapi ga terlalu tu de poin juga. Sampai-sampai kita susah membayangkan ceritanya. Intinya enak dibaca sih. Ibarat mi instan yang porsinya pas di lidah, pas di kantong. Pas buat pengantar tidur, buat orang-orang yang sulit tidur. He he he.

Pengibaratan yang dipakai juga lucu-lucu. Polos, lebih tepatnya. Mungkin juga, karena saya-nya memang kurang banyak baca cerita lain. Gitu aja ko pake dikomentari, begitu kata salah satu orang di sebelah sana. Contohnya gini:

…kepalanya bergerak-gerak seakan-akan majalah itu sedang menyajikan siaran langsung pertandingan tenis.
Ini pengandaian yang diberikan Scout saat melihat Jem—abangnya—sedang membaca majalah olahraga.

Atau yang ini:
… seolah-olah sang hakim mengetuk meja dengan pensil.

Ini pengandaian waktu sang hakim sibuk ngetok palu, pas orang-orang kulit putih dan hitam ribut-ribut di pengadilannya si Tom Robinson (saya bayangin si Tom ini kayak si pemain blood diamond, siapa itu yang item, gede badannya, tapi lugu).

Terus, seperti yang tadi dibilang, pengarang agaknya menghindari deskripsi remeh temeh yang terlalu berlebihan. Kan banyak tuh, cerita-cerita lain di luar sana yang menggambarkan deskripsi yang sebenarnya gak perlu untuk disebutkan. Bajunya pake merek ini lah, dia beli di sini lah, bahannya ini lah, kebun bunga ada ulatnya lah. Enggak. Cerita si Harper Lee ini bisa hidup dengan pas, tanpa deskripsi panjang yang gak berkesudahan; tentang sepatu yang dipakai Scout, misalnya. Ga ada—seenggaknya—itu yang saya tangkap. Terbukti, deskripsi yang simpel pun tetap dapat mengalir, fokusnya sih pada cerita bukan pada detil.

(sok tau, padahal BIKIN SATU CERPEN AJA GA BISA, muaa ha aha aha aha haha ha). ::hihi::

Endingnya gimana ya? gak gitu canggih. Karena ini memang bukan cerita misteri atau teka-teki detektif bikinan agatha kristin gitu. Mengalir lepas seperti air. Seiring dengan berlangsungnya cerita. Damai. Ibarat naik travel yang udah taulah bakal sampai kemana.

Tapi, setelah semua hal itu berlangsung, kayak ada yang hilang nih, habis baca cerita ini. *ada yang colek2 saya* Maksud kamu gimana sih?
Maksud saya, endingnya tuh drama, membuat kita rindu akan karakter-karakter dan kelanjutan ceritanya. Maksudnya, selesai baca cerita ini, kita jadi bersimpati abis sama tokoh-tokoh dan nasibnya setelah itu (bisa jadi jelek juga ya? Ceritanya ga lengkap gitu?).

Kalau dikasih permisalan, nih seperti abis nonton sinetron-sinetron keluarga normal (kalau sinetron yag di tv-tv seakrang itu ga normal semua) tempoe doeloe. Macam: keluarga cemara, si doel, ingat kan? Novel-novel Arswendo. Atau kayak habis nonton film-filmnya Tom Hanks atau Rob William. Bisa bayangin gimana rasanya? Ada rasa kehilangan di sini. Nyesek di hati. Kalau kita renungkan (kayak lagu ebit-ge-ade aja). Terutama tentang hubungan kita dengan orang lain, juga dalam urusan berprasangka. Sederhana tapi nusuk pesannya.

Ah, kamunya aja sih yang terlalu mendramatisir. Mmm, mungkin juga.

Endingnya, tragis ya? Enggak juga. Biasa aja (malah gantung kalau bisa dibilang, masih banyak hal-hal yang gag diceritain di akhirnya). Tapi ya, gitulah. Dipersilahkan menyimpulkan sendiri. ::grrr::

Maaf bahasanya kacau, masih amatir kop. Tolong jangan dibata ya. Cerndol ga nolak.

E = mc²
15-09-2011, 05:43 PM
*lempar pake gerobak cendol*

ini kan novel humanis, jadi gak ada suasana thrill, misteri, dsb. salah satu buku favorit saya sepanjang masa :P

PS: Agatha Christie, bukan A. Kristin ;D

kimochi
15-09-2011, 07:56 PM
*lempar pake gerobak cendol*

ini kan novel humanis, jadi gak ada suasana thrill, misteri, dsb. salah satu buku favorit saya sepanjang masa :P

PS: Agatha Christie, bukan A. Kristin ;D

Rumus sukanya bagian yang mananya kah?

Ide cerita, pesan-pesannya, apa gaya bahasa? yang lain? :)

E = mc²
15-09-2011, 08:07 PM
saya hampir menyukai semua elemen di buku ini. bagaimana kisah yang begitu bersahaja dengan gaya tutur yang gak berbelit-belit bisa menyampaikan pesan yang mendalam. tokoh-tokonya juga lovable. apalagi jika dikaitkan dengan "misi" buku ini saat terbit--mengkritik sistem perbudakan dan rasisme di Amrik sono.

Ini adalah satu-satunya buku Harper Lee, tapi langsung melejitkan namanya di daftar puncak penulis tersukses dan terbaik.

etca
15-09-2011, 08:24 PM
Ini adalah satu-satunya buku Harper Lee, tapi langsung melejitkan namanya di daftar puncak penulis tersukses dan terbaik.ohya? Manteb kalo gitu. Pasti berasa banget feelnya. Gw lebih simpatik ma yg kek gitu ketimbang penulis yang 'dipaksa produktif tapi ga bisa menjaga kualitas penulisannya. Kesannya ombyokan. Hanya karena aji mumpung, mumpung namanya lagi tenar ::doh:: pak mus, ada ebooknya ga?Mau dunk. Males ngoprek d koleksi hdd yang ebooknya nyampur n dobel2 total 7 Gb. ::oops::ps di sini ga ada cendol atau bata, adanya kopiluwak n ampas kopi. Ada tuh di icon gambar sendok pojok kiri bwh tiap postingan :)

E = mc²
15-09-2011, 08:36 PM
Yoi Ca. ini adalah karya one hit wonder, Lee cuma sekali bikin karya. dan itu udah lebih dr cukup baginya untuk jadi beken dan ngetop. Bukunya dapet penghargaan Pulitzer lagi. bener2 salut!


donlotan edisi terjemahan bahasa Indonesia (.exe bukan virus!)


http://www40.indowebster.com/8dc01eb004740ef17da6194c8987ccac.exe
atau

http://www.ziddu.com/download/12977102/tokillamockingbird.rar.html

PS: ebook saya udah ratusan giga tuh Ca. yang koleksi pdf semua majalah National Geographics dr pertama ampe tahun 2010 ajah nyampe 60-an GB :ninja:

itsreza
15-09-2011, 09:13 PM
cerita klasik bahasanya indah dan sederhana, to kill a mockingbird ini salah satu buku yang wajib dibaca

kalau bu etca mau baca versi inggris

http://dl.dropbox.com/u/11117617/Calibre/Lee_%20Harper/To%20Kill%20a%20Mockingbird%20%28720%29/To%20Kill%20a%20Mockingbird%20-%20Lee_%20Harper.mobi

pemilik library kaskuser dengan ID lycantrophs, kalau mau unduh ebook lain juga bisa
http://dl.dropbox.com/u/11117617/Calibre/lycantrophs/index.html

kimochi
15-09-2011, 09:20 PM
Yah, bener juga. Tapi, kalau meniali bagus-tidaknya sebuah karya dari ketenarannya, one hits wonder atau apalah, kayaknya ga tepat juga ya?

Sebuah karya, nyaman dibaca aja itu udah dikatakan bagus, apalagi kalau berkesan. Perkara dia mau aji mumpung, masalah lain lagi. ::hihi::

Ini cuman karya harper lee satu-satunya ya. Sayang juga ya gak dilanjutin.

etca
15-09-2011, 10:24 PM
Yoi Ca. ini adalah karya one hit wonder, Lee cuma sekali bikin karya. dan itu udah lebih dr cukup baginya untuk jadi beken dan ngetop. Bukunya dapet penghargaan Pulitzer lagi. bener2 salut!

donlotan edisi terjemahan bahasa Indonesia (.exe bukan virus!)


http://www40.indowebster.com/8dc01eb004740ef17da6194c8987ccac.exe
atau

http://www.ziddu.com/download/12977102/tokillamockingbird.rar.html

PS: ebook saya udah ratusan giga tuh Ca. yang koleksi pdf semua majalah National Geographics dr pertama ampe tahun 2010 ajah nyampe 60-an GB :ninja:
wkwkwkkwkw elu mah maruk, semua di donlot,
gw nyadar diri, karena fakir bandwidth waktu jaman dulu.. ;D
eniw tengs buwat link donlotnya.


cerita klasik bahasanya indah dan sederhana, to kill a mockingbird ini salah satu buku yang wajib dibaca

kalau bu etca mau baca versi inggris

http://dl.dropbox.com/u/11117617/Calibre/Lee_ Harper/To Kill a Mockingbird (720)/To Kill a Mockingbird - Lee_ Harper.mobi

pemilik library kaskuser dengan ID lycantrophs, kalau mau unduh ebook lain juga bisa
http://dl.dropbox.com/u/11117617/Calibre/lycantrophs/index.html

hoo makasih link donlotnya yah.. dah didonlot juga yang dari dropbox ;)

E = mc²
16-09-2011, 11:28 AM
Ini cuman karya harper lee satu-satunya ya. Sayang juga ya gak dilanjutin.

iya sih, istilah one-hit-wonder gak cocok kalo disematkan buat Harper Lee, yang jelas, dia cuma bikin satu buku, dan itu udah cukup buat dia dapet ribuan penghargaan dan beken banget kemana-mana. Mau dilanjutin gmn? kan endingnya "udah segitu".

eh udah nonton filmnya belum? keren juga lho. tapi masih film koran, belom berwarna :D

et dah
16-09-2011, 11:34 AM
ini sahabatnya si banci yg bikin novel breakfast in tiffany kan?

E = mc²
16-09-2011, 11:47 AM
hooh. sobat deketnya Thurman Capote. di film Capote, ada tokoh si Lee yg jadi penyemangat si Capote buat nyelesein buku kriminal paling "ajaib", In Cold Blood.

et dah
16-09-2011, 11:49 AM
ie, gw taunya juga dari film capote ::elaugh::

DH1M4Z
21-09-2011, 06:36 PM
temanya hampir sama dengan novel Time To Kill - John Grisham yah..
Sama-sama menceritakan seorang lawyer dalam membela terdakwa seorang kulit hitam
Bedanya dalam Time To Kill terdakwa memang berbuat dan mengakui perbuataannya namun dengan latar belakang yang bisa diperdebatkan. Terdakwa berkulit hitam membunuh dua orang redneck (berandal kulit putih) karena anak perempuannya yang masih belia diperkosa oleh dua red neck tersebut.
Sedangkan dalam To Kill A Mockingbird terdakwa seorang kulit hitam menyangkal perbuatannya bahwa dia telah memperkosa gadis kulit putih.
Sama-sama diancam hukuman mati.
Di kedua buku tersebut kita bisa menikmati 'seni' seorang lawyer dalam membela klien-nya dengan segala macam argumen agar klien mendapat keadilan yang semestinya.


Tapi memang To Kill a Mockingbird lebih duluan terbit ... :mrgren: dari tahun 60-an...

cha_n
22-09-2011, 01:37 PM
buku kesukaannya kandalf.dan gw terprovokasi utk baca dan ga menyesal