PDA

View Full Version : Euthanasia, hak untuk mengakhiri hidup



AsLan
09-09-2011, 03:04 PM
Belanda dan beberapa negara eropa melegalkan praktek Euthanasia, membunuh diri dengan didampingi oleh dokter.
Tapi ijin untuk melakukan hal ini tidak mudah, harus lewat pengadilan dan harus ada alasan yg kuat, misalnya penderitaan fisik yg tak tertolong oleh medis.

Kini Belanda ingin melangkah lebih jauh yaitu melegalkan Euthanasia karena alasan penderitaan mental seperti pikun (kehilangan memori) atau kesepian.

Salah satu penentang Euthanasia adalah kelompok Kristen dan Katolik karena adanya perintah "Jangan Membunuh" di Kitab Suci.

Namun para penganut Kekristenan pun banyak yg berkompromi akan hal ini, terutama saat melihat seseorang sudah sangat menderita menjelang ajal, kadang2 kematian adalah solusi paling logis.

Belanda juga sempat dikagetkan oleh peristiwa Euthanasia yg dilakukan oleh sepasang suami istri tokoh gereja yg disertai surat permintaan maaf karena tidak mampu lagi melawan penderitaan.

Di negara2 yg tidak melegalkan Euthanasia, banyak praktek2 bunuh diri dilakukan secara individual dan tidak profesional, sering kali kematian terjadi secara mengerikan karena pelaku melemparkan diri dari gedung tinggi atau dengan teknik2 lain yg menyakitkan.

Euthanasia biasa dilakukan dengan suntikan obat bius yg diikuti suntikan racun, kematian datang tanpa rasa sakit.

GiKu
09-09-2011, 03:09 PM
Euthanasia biasa dilakukan dengan suntikan obat bius yg diikuti suntikan racun, kematian datang tanpa rasa sakit.

::hohoho::
obatnya boleh beli di apotik dengan resep dokter

beastmen85
09-09-2011, 03:13 PM
bisa ga seh obat euthanasia digunakan dgn dosis khusus agar tidak mematikan, paling nggak biar bisa mengalami near death exprience gitu? ::hihi::

E = mc²
09-09-2011, 03:56 PM
::hohoho::
obatnya boleh beli di apotik dengan resep dokter

gak perlu resep, beli ajah baygon :ninja:

nerissa
09-09-2011, 04:17 PM
harus lewat pengadilan dan harus ada alasan yg kuat..

mau metong aja kok lepot....
*nyodorin wallpapur baygon rasa jeruk

minumnya 50ml aja pur..biar kek lu blg near death exprience

Yuki
09-09-2011, 07:01 PM
kalau menurut saya.

euthanasia boleh apabila seseorang sudah taraf sakaratul maut, tapi susah mau matinya

aya_muaya
09-09-2011, 07:07 PM
menentang Tuhan::grrr::

Yuki
09-09-2011, 08:23 PM
tidak

seperti yg saya kemukakan sebelumnya, jika seseorang akan mati tapi dia sangat susah untuk matinya, itu boleh 'dimatikan'

itu tidak termasuk ke dalam bunuh diri

aya_muaya
09-09-2011, 08:47 PM
YANG MEMBERI HIDUP = TUHAN
lalu yang mematikan = TUHAN

bagian mana yang tidak menentang jika kehendak pada akhirnya didasarkan pada ukuran manusia?
bagian mana yang tidak merupakan bunuh diri?
bagian mana yang membolehkan bunuh diri dengan alasan tidak kuat menahan rasa sakit? (naudzubillah)

saat nabi yakub menjalani sakit yang berturut2 dan demikian parahnya..apakah disana dia dibolehkan untuk bunuh diri? TIDAK!!!

aya_muaya
09-09-2011, 08:48 PM
YANG MEMBERI HIDUP = TUHAN
lalu yang mematikan = TUHAN

bagian mana yang tidak menentang jika kehendak pada akhirnya didasarkan pada ukuran manusia?
bagian mana yang tidak merupakan bunuh diri?
bagian mana yang membolehkan bunuh diri dengan alasan tidak kuat menahan rasa sakit? (naudzubillah)

saat nabi yakub menjalani sakit yang berturut2 dan demikian parahnya..apakah disana dia dibolehkan untuk bunuh diri? TIDAK!!!

AsLan
09-09-2011, 08:59 PM
Sampai sekarang banyak negara yg melarang Euthanasia karena alasan yg seperti eve berikan, orang tidak boleh mencabut nyawa orang lain ataupun nyawanya sendiri.

(kecuali perang atau hukuman mati, hukman mati adalah hak Tuhan yg diberikan kepada pemerintah2, pembahasannya rumit jadi gak perlu diperpanjang disini)

beastmen85
09-09-2011, 10:00 PM
YANG MEMBERI HIDUP = TUHANlalu yang mematikan = tembakan di kepala, racun tikus, gigitan kobra, sengatan kalajengking dllfixed ::up::

beastmen85
09-09-2011, 10:09 PM
*nyodorin wallpapur baygon rasa jerukminumnya 50ml aja pur..biar kek lu blg near death exprienceah segar.aku melihat sinar....sinar yg terang....ah apakah itu suara Tuhan?apa?kini engkau memberiku hak utk mengampuni dosa2 manusia?oh terimakasih Tuhan.... apa?kini engkau mau memberiku hak utk memasukkan jiwa manusia2 yg kupilih utk dimasukkan ke surga?Oh terimakasih Tuhan....ini pasti mukjizat...aku merasa damai.............oh ternyata ngimpiiiii ::ngakak2::maklum, baru dapet near death exprience :P

itsreza
09-09-2011, 10:39 PM
Mati melalui euthanasia yang mematikan Tuhan juga kan? Manusia sekedar mendorong

aya_muaya
09-09-2011, 10:43 PM
Mati melalui euthanasia yang mematikan Tuhan juga kan? Manusia sekedar mendorong

apa bedanya dengan bunuh diri? sama aja..::doh::

itsreza
09-09-2011, 10:49 PM
nah itu dia. Ada sebagian orang yang menghendaki untuk hidup lebih cepat, dan dikabulkan oleh tuhan, ada yang tidak. Mau loncat dari gedung tinggi kalau lagi apes sih ya tetap hidup ;D

Yuki
09-09-2011, 10:50 PM
@aya

pada jaman Rasulullah SAW, ada orang yg akan mati, dia sudah sakaratul maut, tapi karena dia durhaka kepada ibunya, maka sakaratul maut dia sulit sekali, sangat sulit matinya, dia sangat menderita, ibunya tidak mau memaafkannya

akhirnya Rasulullah memerintahkan agar dia dibakar saja, ketimbang merasa menderita pada saat sakaratul maut

akhirnya dia memang tidak dibakar, karena mendengar kabar anaknya akan dibakar, hati sang ibu akhirnya luluh dan akhirnya memaafkan anaknya tsb, akhirnya anak tsb dapat meninggal

tapi dari situ bisa dipetik, seandainya sang ibu tetap tidak mau memaafkan, orang yg sakaratul maut tsb bakal dibakar hidup-hidup, sesuai dengan yg diperintahkan oleh Rasulullah SAW

beastmen85
09-09-2011, 10:52 PM
komen serius ah :P

kenapa kalo mati karena disengat kalajengking itu wajar
sedangkan mati karena disengat jarum suntik beracun pak dokter itu tidak wajar?

faktor kesengajaan? okelah
saya pernah iseng2 mikir, misal saya menyiapkan lima cangkir kopi panas, dlm cangkir serupa
ada empat cangkir kopi yg saya masuki arsenik dosis lethal,

lalu saya tutup mata...
saya tuker2 itu cangkirnya, hingga saya ga tau yg mana yg beracun dan yg mana yg tidak :P
dengan perbandingan 4:1
4 kopi beracun, 1 kopi biasa....

jika tak sengaja saya minum yg beracun artinya itu kecelakaan?

kecelakaan terencana?
spt pemain sirkus, bisa saja dia mati, itukan bahaya, sapa suruh dia melakukan ATRAKSI YG MEMBAHAYAKAN NYAWA? :P
kecelakaan terencana jg? :D

AsLan
09-09-2011, 10:56 PM
komen serius ah :P

kenapa kalo mati karena disengat kalajengking itu wajar
sedangkan mati karena disengat jarum suntik beracun pak dokter itu tidak wajar?

faktor kesengajaan? okelah
saya pernah iseng2 mikir, misal saya menyiapkan lima cangkir kopi panas, dlm cangkir serupa
ada empat cangkir kopi yg saya masuki arsenik dosis lethal,

lalu saya tutup mata...
saya tuker2 itu cangkirnya, hingga saya ga tau yg mana yg beracun dan yg mana yg tidak :P
dengan perbandingan 4:1
4 kopi beracun, 1 kopi biasa....

jika tak sengaja saya minum yg beracun artinya itu kecelakaan?

kecelakaan terencana?
spt pemain sirkus, bisa saja dia mati, itukan bahaya, sapa suruh dia melakukan ATRAKSI YG MEMBAHAYAKAN NYAWA? :P
kecelakaan terencana jg? :D


Pemikiran yg bagus, sulit untuk menjawabnya.

Kaine
09-09-2011, 10:58 PM
komen serius ah :Pkenapa kalo mati karena disengat kalajengking itu wajarsedangkan mati karena disengat jarum suntik beracun pak dokter itu tidak wajar?faktor kesengajaan? okelahsaya pernah iseng2 mikir, misal saya menyiapkan lima cangkir kopi panas, dlm cangkir serupa ada empat cangkir kopi yg saya masuki arsenik dosis lethal, lalu saya tutup mata...saya tuker2 itu cangkirnya, hingga saya ga tau yg mana yg beracun dan yg mana yg tidak :Pdengan perbandingan 4:14 kopi beracun, 1 kopi biasa....jika tak sengaja saya minum yg beracun artinya itu kecelakaan?kecelakaan terencana?spt pemain sirkus, bisa saja dia mati, itukan bahaya, sapa suruh dia melakukan ATRAKSI YG MEMBAHAYAKAN NYAWA? :Pkecelakaan terencana jg? :D http://www.myfacewhen.net/uploads/954-not-sure-if-serious.jpg

Yuki
09-09-2011, 11:02 PM
kenapa kalo mati karena disengat kalajengking itu wajar
sedangkan mati karena disengat jarum suntik beracun pak dokter itu tidak wajar?
karena disengat kalajengking itu tidak diniatkan, berbeda dengan disengat jarum suntik, itu sudah diniatkan, sama saja bunuh diri

faktor kesengajaan? okelah
saya pernah iseng2 mikir, misal saya menyiapkan lima cangkir kopi panas, dlm cangkir serupa
ada empat cangkir kopi yg saya masuki arsenik dosis lethal,

lalu saya tutup mata...
saya tuker2 itu cangkirnya, hingga saya ga tau yg mana yg beracun dan yg mana yg tidak
dengan perbandingan 4:1
4 kopi beracun, 1 kopi biasa....

jika tak sengaja saya minum yg beracun artinya itu kecelakaan?

kecelakaan terencana?
ini artinya anda bermain-main dengan maut, tetap saja jika dari awal anda sudah berniat untuk mati, dan ketika apes minum yg beracun, sama saja bunuh diri

spt pemain sirkus, bisa saja dia mati, itukan bahaya, sapa suruh dia melakukan ATRAKSI YG MEMBAHAYAKAN NYAWA?
kecelakaan terencana jg?
tapi pemain sirkus tsb tidak berniat untuk mati, seberbahaya-bahayanya juga dia sudah punya ilmu, skill dan ketrampilan untuk beratraksi

Nharura
09-09-2011, 11:08 PM
Logika pemikiran..:)

dari sudut manapun,, mirip kaya orang diatas gedung, sisi-nya banyak, lihat kanan, kiri, atas, bawah, samping, depan, belakang. Semua ada sudut pandangnya.

Tentu saja seperti Euthanasia. sudut pandangnya pun selalu banyak sisi. Ini memang seperti keyakinan,, jika memang Euthanasia dianggap pantas buat dirinya mengakhiri hidup, yah silahkan.

Tapi kalau pribadi mah, mikir.. Bukan tentang bunuh diri-nya,, tapi tentang.. sudah siap kah saya menemui pencipta saya, dengan penuh dosa gini? apalagi di akhiri dengan gak nunggu takdir,, malah nentuin sendiri... dosanya makin gede, iya kalau disana mampir dan leha2 di surga.. nah ini kalau di celupin ke neraka... iihh.. gak ahh... :D masih sadar banyak dosa..

AsLan
09-09-2011, 11:15 PM
Logika pemikiran..:)

dari sudut manapun,, mirip kaya orang diatas gedung, sisi-nya banyak, lihat kanan, kiri, atas, bawah, samping, depan, belakang. Semua ada sudut pandangnya.

Tentu saja seperti Euthanasia. sudut pandangnya pun selalu banyak sisi. Ini memang seperti keyakinan,, jika memang Euthanasia dianggap pantas buat dirinya mengakhiri hidup, yah silahkan.

Tapi kalau pribadi mah, mikir.. Bukan tentang bunuh diri-nya,, tapi tentang.. sudah siap kah saya menemui pencipta saya, dengan penuh dosa gini? apalagi di akhiri dengan gak nunggu takdir,, malah nentuin sendiri... dosanya makin gede, iya kalau disana mampir dan leha2 di surga.. nah ini kalau di celupin ke neraka... iihh.. gak ahh... :D masih sadar banyak dosa..

Kalau misalnya kamu sakit parah dan sangat menderita.

Lalu tahun2 terakhir dihabiskan dengan beramal dan beribadah.
Setelah itu semua beres, mau Euthanasia ?

Nharura
09-09-2011, 11:19 PM
gak ah um... jadi ingat almh ibu saya,, beliau sebelum meninggal,, penderitaannya banyak.. tapi beliau tegar,, dan selalu menunjuukkan,, untuk berjuang hingga akhir.. jadi kita juga harus berjuang sampai akhir,,bagaimanapun caranya, dan putus asa mending gak usah jadi manusia, manusia khan di ciptakan ber"akal". Kalau jalan pintas seperti itu, ya bukan seperti manusia aja. Ini pemikiran pribadi loh um..

kalau yang lain merasa itu di benarkan, juga gak apa-apa, khan sudah saya bilang, Ini Logika Pemikiran. Jangankan orang lain, sodara2 aja bisa beda pikirannya. Gitu juga dengan orang yang merasa perlu Euthanasia. dia berpikir itu memang pantas, maka hormati saja keputusannya.

etca
09-09-2011, 11:40 PM
Ada banyak manusia yang berjuang habis2an,
Agar manusia yg lain dapat meneruskan hidup.
Kurasa itu jauh lebih prinsipil ketimbang mengakhiri kehidupan,
hanya agar penderitaannya berakhir.

Yakin penderitaan itu berakhir secara absolut dgn sesuatu yg bernama Euthanasia?
Kalau ada yg mau menghormati keputusannya si manusia Euthanasia ya monggo.
Tapi saya pribadi ga respect dgn manusia2 Euthanasia itu.

beastmen85
10-09-2011, 12:09 AM
baca postingannya etca jadi inget pernah baca komik :P

Oz : aku mau mati krn keberadaanku tdk diinginkan, bahkan ayahku tak menginginkanku
Rabbit : itu egois sekali, tahukah kamu bahwa banyak org yg menyanyangimu? apa kamu ingin membuat mereka menangisimu?

oh oh~
this thread turn my heart into dust! ::ngakak2::
yu no ini nyerempet keyakinan, tp udh dijelasin @yuki ttg nabi

tp lain lg dgn "standar menderita itu spt apa" & "niat bunuh diri", yg bisa menilai pelakunya seh.... mungkin ada jg org yg putus cinta lalu tidak kuat menahan hidup, dan lebih baik mendapatkan euthanasia drpada gergaji perut sendiri ::ngakak2::

this is serious thread -_-

Nharura
10-09-2011, 12:16 AM
iyap postingan mba ectha mengingatkan pada film 49 days...

yang satu,,udah putus asa sama hidup... dan pengen mengakhiri hidup... sedangkan satunya lagi,, berjuang.. untuk bisa hidup lagi, dan pontang panting dalam waktu 49 hari menemukan air mata yang tulus mencintainya...

:( sedih juga ya kaya gitu, kemrin ada nonton berita, ada seorang laki2 yang bunuh diri di kamar mandi,, agak ngeri dengarnya.. mungkin karena kepercayaan-nya bahwa dengan bunuh diri akan tuntas segala hal.. agar gak nambah derita.. jadi mati aja.. padahal,, kalau mati,,memangnya kisah kita benar2 akan lenyap...

terus buat apa kita hidup? kalau matinya akan lenyap githu aja...

gak mungkinlah.. -- saat kita mati nanti, akan ada dunia baru lagi, yang berbeda dengan dunia hidup, dimana..disaat kita hidup ,,kita akan ditanya,, apa saja yang telah kita lakukan, dan dimintai pertanggung jawabannya...

jika ditanya bagaimana faktanya,, kita berbicara logika saja.. Apakah kalau mati, orang2 yang bunuh diri itu yakin.. bener2 akan terbebas dari penderitaan?

purba
10-09-2011, 05:42 AM
Misalnya begini. Di hadapan ente ada seorang tua dan seorang bayi yang sekarat karena sakit keras. Ente hanya punya satu pil obat mujarab buat melenyapkan sakit tsb. Pil tsb hanya menyembuhkan bila diberikan secara utuh. Apa yg akan ente lakukan? :))

aya_muaya
10-09-2011, 08:26 AM
ya berikan ke kakek tua..
Bayi kalau meninggal, masih dalam keadaan suci, maka dia pasti masuk surga...
Kalau si kakek?bisa jadi dia banyak dosa dan butuh waktu untuk tobat dan menabung amalan..
Cmiiw..

Nharura
10-09-2011, 10:17 AM
Misalnya begini. Di hadapan ente ada seorang tua dan seorang bayi yang sekarat karena sakit keras. Ente hanya punya satu pil obat mujarab buat melenyapkan sakit tsb. Pil tsb hanya menyembuhkan bila diberikan secara utuh. Apa yg akan ente lakukan? :))

dua2nya berharga,,pilnya gak bisa di bagi dua apa ya?::oops::

ni pertanyaan,, karena kebanyakan nonton box office di global TV keanya::hihi::,, karena ada film yang seperti itu... fiksi bangets.::bwekk::

E = mc²
10-09-2011, 01:10 PM
jadi inget film You Don't Know Jack-nya Al Pacino

http://i.imgur.com/aXPeN.jpg

gimana dia berperan sbg "Dr. Death" karena menyediakan jasa bagi para pasien yg ingin bunuh diri...

quote-nya yg paling memorable dan merinding, "How dare you compare euthanasia to the genocide?!!"

Atau... film My Sister Keeper... bagaimana si pasien yg kena kanker parah, udah gak mungkin bisa diselamatkan secara medis, err... spoiler... meminta kepada saudaranya agar jangan menyumbangkan organ ginjalnya (harus identik) agar bisa menyelamatkan meski temporal. bukan kenapa-kenapa, selain meski udah dapet donor, si pasien hanya menambah waktu ditambah "jatah" hidup beberapa hari, tapi sekaligus akan mengurangi "jatah" nyawa saudaranya beberapa tahun... Lalu si pasien berinisiatif agar agar saudarinya jangan melakukan donor.. si Ibu justru ngamuk dan bilang kalo si saudara yg sehat sangat egois... Tapi bukan alasan itu saja bagi si pasien, sejak dia terkena kanker, hidup keluarga mereka ancur-ancuran secara ekonomi (ibunya terpaksa keluar dr pekerjaan demi menjaga terus2an di rumah sakit, ayahnya yg pekerja kasar harus kerja 10x agar bisa membayar tagihan RS, kakaknya harus putus sekolah karena tak ada biaya, adiknya yg dimintai donor juga si kakak yg putus sekolah terlantar tak ada yg mengurus). lalu si pasien berinisiatif untuk menjalani euthanasia secara halus (bukan suntikan mematikan, tapi menolak donor) agar keluarganya kembali utuh.. kembali menjadi keluarga yang bahagia...

Pada banyak kasus euthanasia, selain faktor penderitaan yg tak mungkin terobati, faktor ekonomi keluarga berperan. Ada yg pasiennya meminta sendiri karena kasian ekonomi keluarganya hancur gara biaya pengobatan, atau juga ada yg keluarganya yg meminta karena sudah tak sanggup membiayai keluarga yang sakit.

Euthanasia bukan sekedar masalah putus asa atau mengurangi penderitaan, tapi juga pilihan. pilihan untuk memberikan kesempatan bukan hanya kepada pasien tapi juga kesempatan untuk keluarga mereka. Karena hidup penuh pilihan, tinggal dipilih, pilihan mana yang akan diambil--meski tampak sulit

Kilat
10-09-2011, 05:52 PM
jika ditanya bagaimana faktanya,, kita berbicara logika saja.. Apakah kalau mati, orang2 yang bunuh diri itu yakin.. bener2 akan terbebas dari penderitaan?
betul jeng Nharura ..
seandainya saya menderita parah .. saya ga yakin kalau mati saya akan terbebas dari penderitaan ..

20 tahun yg lalu seorang teman bunuh diri .. Dia menderita sakit depresi parah selama 10 tahun, obat ga mempan. Dia ga mampu berpikir dengan baik karena otak2nya dipengaruh sakit depresi yang parah .. karena itu saya paham.

Saya sendiri kurang setuju dengan euthanasia. Kemarin di televisi beberapa dokter bercerita tentang melakukan euthanasia. Habis itu mereka ga mampu kerja, ingin melakukan euthanasia pada hari Jumat saja, agar ada weken untuk bersedih. Kadang mereka merasa dipaksa seorang pasien atau malahan keluarganya untuk melakukan euthanasia, dokter kurang setuju ..

Apakah kita memang boleh meminta seorang lain untuk mematikan kita? ;D

Yang aneh, jelasnya teman saya menderita parah sekali, selama 10 tahun .. tapi dia ga bisa memilih euthanasia, karena depresi itu bukan sakit badan. Akhirnya dia merasa terpaksa memilih cara mengerikan .. padahal penderitaan jiwa sering lebih berat daripada penderitaan badan!

Berarti menurut saya pemerintahan ga bisa membuat aturan untuk euthanasia, karena tidak ada ukuran untuk melihat betap berat seorang menderita ..


Walau penderitaan teman saya parah sekali, saya tetap berpikir:
Apakah penderitaannya selama 10 tahun lebih parah daripada penderitaan orang tuanya setelah dia bunuh diri?

Orang tuanya menderita sekali, tidak ada yang lebih parah buat seorang ibu atau seorang ayah daripada kematian anak .. kalau mati cara bunuh diri itu jauh lebih menyedihkan lagi. Biasanya orang tua, adik kakak, saudara, teman ga mengerti kenapa dia bunuh diri, berarti mereka ga mampu berhenti bersungkawa.
Kasian sekali, orang tua sering merasa salah kalau anak mereka bunuh diri :(
Di pembakaran saya ga tahan melihat betapa sedih orang tuanya :( Mereka orang baik hati, saya pernah tinggal dirumah mereka.
Kasian, mereka malahan ga bisa pamit dari mayat anak mereka karena rusak semua :(

Ayahnya memperlihatkan surat terakhir kepada saya, yang pendek sekali, lebih mirip note, beliau ga berhenti bertanya apakah anaknya menulis kata2 baik kepadanya atau tidak .. saya berusaha mengenakkan sebaik2nya .. Ibunya ga mampu berhenti mencari infomasi, membaca2 diary-nya ..
Tidak lama kemudian orang tuanya bercerai, dengan 1 alasan saja: mereka ga mampu saling menghibur, malah tambah sedih. Waduh :((

Ronggolawe
10-09-2011, 06:32 PM
Misalnya begini. Di hadapan ente ada seorang tua dan seorang bayi yang sekarat karena sakit keras. Ente hanya punya satu pil obat mujarab buat melenyapkan sakit tsb. Pil tsb hanya menyembuhkan bila diberikan secara utuh. Apa yg akan ente lakukan? :))
pertanyaan loe benar-benar pintar dan penuh
jebakan, Pur :)

Ronggolawe
10-09-2011, 06:35 PM
ya berikan ke kakek tua..
Bayi kalau meninggal, masih dalam keadaan suci, maka dia pasti masuk surga...
Kalau si kakek?bisa jadi dia banyak dosa dan butuh waktu untuk tobat dan menabung amalan..
Cmiiw..
Jangan terjebak dengan pertanyaan Purba, Bu.
Sudah pasti kita harus menolong si Bayi. Si Kakek
juga ngga akan mau nyawanya diperpanjang tapi
nyawa si Bayi menjadi tumbal.

Euthanasia itu mempercepat datangnya kematian,
tentu berbeda dengan pasrah menunggu kematian.

aya_muaya
10-09-2011, 07:01 PM
jawaban saya sepertinya sudah jelas..juga tidak ada jebakan..cuma masalah visi saja...
Saat visi kita hanya sebataas dunia, pasti memilih si bayi
awalnya saya memilih bayi, tapi kemudian, visi saya ganti..saya memilih si kakek dengan alasan seperti di atas..
Visi saya karena hidup tidak hanya di dunia saja..tapi juga ada hidup abadi di alam akhirat...

Kaine
10-09-2011, 07:15 PM
Misalnya begini. Di hadapan ente ada seorang tua dan seorang bayi yang sekarat karena sakit keras. Ente hanya punya satu pil obat mujarab buat melenyapkan sakit tsb. Pil tsb hanya menyembuhkan bila diberikan secara utuh. Apa yg akan ente lakukan? :)) Kalau saya, saya akan berikan pil mujarab itu ke kakek tua.Siapa tau, beliau punya pengetahuan buat nyembuhin bayi tsb.

Ronggolawe
10-09-2011, 08:18 PM
jawaban saya sepertinya sudah jelas..juga tidak ada jebakan..cuma masalah visi saja...
Saat visi kita hanya sebataas dunia, pasti memilih si bayi
awalnya saya memilih bayi, tapi kemudian, visi saya ganti..saya memilih si kakek dengan alasan seperti di atas..
Visi saya karena hidup tidak hanya di dunia saja..tapi juga ada hidup abadi di alam akhirat...
Yang ada si Kakek hidup depresi karena nyawanya
mengambil tumbal kehidupan bayi yang suci :)

aya_muaya
10-09-2011, 08:27 PM
visi kita berbeda bung ronggo..

E = mc²
10-09-2011, 10:49 PM
bagaimana jika posisinya aya sbg si kakek? Masih mau tetap menelan pilnya dan tidak memberi kesempatan pada bayi utk menikmati hidup?

aya_muaya
10-09-2011, 10:52 PM
seperti yang kubilang.. Visi..
Kalau aku jadi kakek, tentu visiku juga sama... Bayi kecil kan gak berdosa, dia pure langsung masuk surga...
Lha kalau kakek2? Banyak dosa udah dijalanin... Pasti pengen tobat dan menebus kesalahan, dan menyiapkan bekal di akherat...

E = mc²
10-09-2011, 10:56 PM
dengan kata lain, si bayi terbunuh karena jadi tumbal dosa si kakek :(

Dan apa jaminan si kakek bakal bertaubat setelah minum obat sementara bayi udah telanjur dikubur?

Ronggolawe
11-09-2011, 09:18 AM
seperti yang kubilang.. Visi..
Kalau aku jadi kakek, tentu visiku juga sama... Bayi kecil kan gak berdosa, dia pure langsung masuk surga...
Lha kalau kakek2? Banyak dosa udah dijalanin... Pasti pengen tobat dan menebus kesalahan, dan menyiapkan bekal di akherat...
baru tahu gw ada seorang kakek yang rela hidup
panjang umur dengan tumbal seorang bayi.

termasuk kalau itu cucu loe sendiri?

beastmen85
11-09-2011, 09:50 AM
kok repot, ya diundi saja dengan koin ::ngakak2::

ato baiknya obat itu saya simpen sendiri saja, jaga2 kalo saya sakit parah :P

si bayi masih pure, mati masuk surga
si kakek? emg udh bau tanah siy,
lha kalo saya? saya kan masih muda, udh ga pure, bau tanah juga ngga, ya buat sendiri aje obatnya ::kekekek::

AsLan
11-09-2011, 10:43 AM
Purba bikin ribet nih...
Koq jadi masalah kakek dan bayi.

Yang namanya bunuh diri itu adalah kalau kondisi fisik dan lingkungan mendukung kehidupan tapi dipaksa berhenti.

Kasus2 dimana fisik tidak mampu hidup, meskipun tidak ditolong pun itu bukan sebuah pembunuhan, meskipun sering kali hal itu mengusik hati nurani.

Si kakek dan si bayi sama2 sudah tidak mampu hidup lagi, kalau bisa kita tolong bagus, kalau kita tidak mampu ya sudah, kita tidak membunuh siapa2.

aya_muaya
11-09-2011, 11:07 AM
baru tahu gw ada seorang kakek yang rela hidup
panjang umur dengan tumbal seorang bayi.

termasuk kalau itu cucu loe sendiri?

kan sejak awal gw udah bilang, kita beda visi ronggo... Lo visinya dunia doank sih... Jadi gak bakal ketemu karena visi kita udah beda... Sutra loh deh..

aya_muaya
11-09-2011, 11:08 AM
@lan, biasa si purba emang suka memancing ikan...eh, keributan... Wkwkw... Melempar umpan..

beastmen85
11-09-2011, 01:15 PM
msh nyambung menurut saya

spt kisah si mindy, ttg euthanasia scr halus.

ada unsur tekanan disini, cerita ada di si kakek, dia tahu obat hanya ada satu, tentu dia tertekan, klo dia dapet obat maka si bayi mati, klo si bayi yg dapet obat maka itu artinya dgn keterpaksaan dia meng-euthanasia dirinya sendiri scr halus, lha bijimane lagi? lha wong obatnya cmn satu....

dan pak dokter memang harus membiarkan menderita sampe mati salah satu dr mereka yg itu artinya mencabut nyawa org lain (scr pelan2) yg harusnya hanya dilakukan oleh Tuhan. dan parahnya dia mati dgn menderita.

kan pngennya mati dgn tidak menderita, makanya itu di euthanasia :))

ya gitu deh

::hihi:: ::hihi:: ::hihi::

E = mc²
11-09-2011, 01:30 PM
namanya juga euthanasia. Selalu melibatkan unsur 'tertekan hingga terpaksa' dengan 'persetujuan' kedua belah pihak.
Harap bedakan euthanasia dg bunuh diri dan pembunuhan (baca:pembantaian)

noodles maniac
11-09-2011, 01:41 PM
Buat yang muslim... please read this...

Euthanasia menurut hukum ISlam (http://konsultasi.wordpress.com/2007/01/26/euthanasia-menurut-hukum-islam/)

kesimpulan dari artikel tersebut...

Hukum euthanasia aktif

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (untuk membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” (QS Al-An’aam : 151)

“Dan tidak layak bagi seorang mu`min membunuh seorang mu`min (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja)…” (QS An-Nisaa` : 92)

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS An-Nisaa` : 29).

Dari dalil-dalil di atas, jelaslah bahwa haram hukumnya bagi dokter melakukan euthanasia aktif. Sebab tindakan itu termasuk ke dalam kategori pembunuhan sengaja (al-qatlu al-‘amad) yang merupakan tindak pidana (jarimah) dan dosa besar.
Dokter yang melakukan euthanasia aktif, misalnya dengan memberikan suntikan mematikan, menurut hukum pidana Islam akan dijatuhi qishash (hukuman mati karena membunuh), oleh pemerintahan Islam (Khilafah), sesuai firman Allah :

“Telah diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh.” (QS Al-Baqarah : 178)


Hukum euthanasia pasif

Berdasarkan penjelasan di atas, maka hukum pemasangan alat-alat bantu kepada pasien adalah sunnah, karena termasuk aktivitas berobat yang hukumnya sunnah. Karena itu, hukum euthanasia pasif dalam arti menghentikan pengobatan dengan mencabut alat-alat bantu pada pasien –setelah matinya/rusaknya organ otak—hukumnya boleh (jaiz) dan tidak haram bagi dokter. Jadi setelah mencabut alat-alat tersebut dari tubuh pasien, dokter tidak dapat dapat dikatakan berdosa dan tidak dapat dimintai tanggung jawab mengenai tindakannya itu (Zallum, 1998:69; Zuhaili, 1996:500; Utomo, 2003:182).

sedangkan untuk definisi dan pandangan enurut hukum2 agama yang lain please read this... Euthanasia menurut Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Eutanasia)

Ronggolawe
11-09-2011, 02:07 PM
kan sejak awal gw udah bilang, kita beda visi ronggo... Lo visinya dunia doank sih... Jadi gak bakal ketemu karena visi kita udah beda... Sutra loh deh..
enak benar nuduh orang lain visi dunia doang :)

coba ibu baca lagi kisah 2 sahabat yang sekarat
dan saling menolak untuk ditolong, serta meminta
agar sahabat yang lain lah untuk ditolong terlebih
dahulu.

Akhirnya, kedua sahabat meninggal karena sama-
sama menolak mendapat pertolongan.

kayanya Islam ngga ngajarin tuh, hidup di atas
penderitaan (apalagi kematian) orang lain (apalagi
bayi yang tak berdosa) :)

noodles maniac
11-09-2011, 03:13 PM
Misalnya begini. Di hadapan ente ada seorang tua dan seorang bayi yang sekarat karena sakit keras. Ente hanya punya satu pil obat mujarab buat melenyapkan sakit tsb. Pil tsb hanya menyembuhkan bila diberikan secara utuh. Apa yg akan ente lakukan? :))

Hahaha very clever :))

Sang kakek ketika rela dan ikhlas memberikan obat itu kepada sang bayi toh Allah akan mencatat amal baiknya dan MUNGKIN akan memasukkannya ke dalam surga

Sang bayi sih emang gak berdosa karena belum punya akal untuk memilih, bahkan untuk mengemukakan pendapatnya pun ia tak bisa

Kita yang dilema harus mengambil keputusan pun akan dimaklumi oleh Allah. Apakah kita akan memberikan obat kepada sang kakek, kepada sang bayi, tidak keduanya atau bahkan dibagi dua kepada keduanya. Sikon seperti ini sudah di luar kemampuannya, dan adalah sebuah keimanan bagi kita untuk menjadi mempercayai qadhaNya ini :)

aya_muaya
11-09-2011, 03:15 PM
hah...susah emang ngemeng kalau udah beda visi...
Contoh yang ente berikan itu kan sesama manusia dewasa bukan? Adakah yang bayi tak berdosa? Jaman nabi ada gitu kasus euthanasia?
Bung, aye ngerti berat sebelah ente ke bayi itu.. Tapi coba netral dikit... Apa ente coba bayangin dikit, semisal,
1. Bayi kecil gak berdosa - meninggal - pasti masuk surga.. Jadi malaikat yang menunggu orangtuanya..
2. ITu bayi tumbuh besar, dewasa - pasti meninggal juga - belum tentu masuk surga (karena sudah pasti berdosa) - bisa jadi mampir neraka dulu...
Nah..bagian mana dari visi kita yang sama?

Nharura
11-09-2011, 04:04 PM
pertanyaannya jadi mirip kaya gini:

(sering kea di fim2 sinetron indonesia) (mendramatisir)
misalnya kita cuman ada biaya uang hanya untuk membeli susu bayi kita sendiri, sedangkan ada kakek kita satu2nya sedang butuh biaya untuk cuci darah, karena bayi, dianggap masih lebih penting dari Kakek,, dan kakekpun menolak untuk cuci darah,karena tahu, tidak ada biaya. Makanya kakek pulang kerumah, dan di rumah, penyakitnya malah parah, dan akhirnya meninggal.

Nah kalau yang itu,,sama gak dengan bunuh diri? atau Euthanasia?

*tapi sih mending usaha dulu, ke Kelurahan kek, ke mana kek, minta bantuan,, atau jual sana sini... pasti ada cara untuk menyelamatkan keduanya...*

Ronggolawe
11-09-2011, 08:01 PM
hah...susah emang ngemeng kalau udah beda visi...
Contoh yang ente berikan itu kan sesama manusia dewasa bukan? Adakah yang bayi tak berdosa? Jaman nabi ada gitu kasus euthanasia?
Bung, aye ngerti berat sebelah ente ke bayi itu.. Tapi coba netral dikit... Apa ente coba bayangin dikit, semisal,
1. Bayi kecil gak berdosa - meninggal - pasti masuk surga.. Jadi malaikat yang menunggu orangtuanya..
2. ITu bayi tumbuh besar, dewasa - pasti meninggal juga - belum tentu masuk surga (karena sudah pasti berdosa) - bisa jadi mampir neraka dulu...
Nah..bagian mana dari visi kita yang sama?
hahaha, emangnya ibu ini Khaidir? :)

Nabi saja mencontohkan mendahulukan kesenangan
cucunya dari pada shalat. Kesenangan anak kecil
(bayi termasuk anak kecil kan?) saja sudah lebih
utama, apalagi keselamatan/nyawanya :)

aya_muaya
11-09-2011, 08:13 PM
kok jadi ngelantur sih? Kita kan ngemengin euthanasia...
Setiap kasus itu punya jawaban sendiri2..beda2 untuk tiap kasus...
Dan perbandingan yang anda (ronggolawe) ajukan itu, tidak sesuai dengan kasus yang ada.. Satu kasus satu solusi, gak bisa digeneralisir..

Ronggolawe
11-09-2011, 09:20 PM
kok jadi ngelantur sih? Kita kan ngemengin euthanasia...
Setiap kasus itu punya jawaban sendiri2..beda2 untuk tiap kasus...
Dan perbandingan yang anda (ronggolawe) ajukan itu, tidak sesuai dengan kasus yang ada.. Satu kasus satu solusi, gak bisa digeneralisir..
makanya bu, gw bilang juga contoh yang diajukan
si Purba bukan Euthanasia :)

Yuki
11-09-2011, 09:31 PM
Misalnya begini. Di hadapan ente ada seorang tua dan seorang bayi yang sekarat karena sakit keras. Ente hanya punya satu pil obat mujarab buat melenyapkan sakit tsb. Pil tsb hanya menyembuhkan bila diberikan secara utuh. Apa yg akan ente lakukan? :))
menyelamatkan si bayi

so simple like that

ndugu
11-09-2011, 11:46 PM
menentang Tuhan::grrr::
katakan, kasus A: banyak nyawa manusia yang seharusnya sudah mati karena penyakit, tapi karena intervensi dokter, obat, dan kita sendiri, akhirnya malah sembuh - bukankah itu menentang tuhan?

ato, kasus B: katakan orang yang koma ato katakan sudah sekarat, sudah tidak bisa bernafas ato hidup sendiri, tapi 'hidup'nya masi disupport oleh alat2 mesin laennya sehingga secara teknis dia masi hidup karena masih bernafas dan organ2 masi more or less "berfungsi", demi memperjuangkan hidup... - apakah itu juga menentang tuhan?

aya_muaya
11-09-2011, 11:49 PM
nduuuggguuuu,,,,,,, *gubrakksss

ndugu
12-09-2011, 12:08 AM
yak! ada apa? :cengir:

jadi inget film You Don't Know Jack-nya Al Pacino

gimana dia berperan sbg "Dr. Death" karena menyediakan jasa bagi para pasien yg ingin bunuh diri...

quote-nya yg paling memorable dan merinding, "How dare you compare euthanasia to the genocide?!!"

ini yang tentang jack kevorkian itu kan? waduh. ini sala satu film dalam list film harus ditontonku :cengir:



Atau... film My Sister Keeper...

........

lalu si pasien berinisiatif untuk menjalani euthanasia secara halus (bukan suntikan mematikan, tapi menolak donor) agar keluarganya kembali utuh.. kembali menjadi keluarga yang bahagia...

Pada banyak kasus euthanasia, selain faktor penderitaan yg tak mungkin terobati, faktor ekonomi keluarga berperan. Ada yg pasiennya meminta sendiri karena kasian ekonomi keluarganya hancur gara biaya pengobatan, atau juga ada yg keluarganya yg meminta karena sudah tak sanggup membiayai keluarga yang sakit.

Euthanasia bukan sekedar masalah putus asa atau mengurangi penderitaan, tapi juga pilihan. pilihan untuk memberikan kesempatan bukan hanya kepada pasien tapi juga kesempatan untuk keluarga mereka. Karena hidup penuh pilihan, tinggal dipilih, pilihan mana yang akan diambil--meski tampak sulit
THANKS for posting this, kupikir postingan ini sangat menggambarkan the grey area dari euthanasia ini.. ::up::::up::::up:: ::maap::::maap::

kupikir yang sering diidentikkan dengan pendangan orang pada umumnya adalah dalam kasus euthanasia aktif, di mana pasien/dokter melakukan aksi yang secara aktif bisa mematikan pasien, seperti kasi suntikan ato obat mematikan

yang kurang disadari mungkin adalah euthanasia pasif, di mana life support ato obat2an yang menunjang kehidupan pasien itu dicabut, sehingga pasien itu mati secara alami.. ini juga termasuk euthanasia loh..

saya tidak akan menghakimi orang yang memutuskan untuk melakukan euthanasia. orang mo mati bunuh diri itu bukan urusan hitam putih. saya blom pernah nonton film my sister's keeper, tapi kalo saya berada di kasus seperti itu, saya tidak akan berpikir dua kali untuk melakukan hal yang sama, ato bahkan dengan inisiatif membunuh diri secara aktif..

AsLan
12-09-2011, 12:58 AM
katakan, kasus A: banyak nyawa manusia yang seharusnya sudah mati karena penyakit, tapi karena intervensi dokter, obat, dan kita sendiri, akhirnya malah sembuh - bukankah itu menentang tuhan?

ato, kasus B: katakan orang yang koma ato katakan sudah sekarat, sudah tidak bisa bernafas ato hidup sendiri, tapi 'hidup'nya masi disupport oleh alat2 mesin laennya sehingga secara teknis dia masi hidup karena masih bernafas dan organ2 masi more or less "berfungsi", demi memperjuangkan hidup... - apakah itu juga menentang tuhan?

Biasanya agama2 punya perintah "Jangan Membunuh" tapi tidak ada perintah "Jangan memperpanjang nyawa orang lain" ;D
Jadi intinya bukan masalah mengintervensi Tuhan, melainkan mentaati perintah Tuhan.

Namun kalau kita hanya berada di level "peraturan2" maka kita akan jadi orang yg kaku, harusnya kita paham makna dibalik peraturan tersebut.

Peraturan "dilarang membunuh" itu sebetulnya maknanya adalah "kasihilah sesamamu"
Itu sebabnya Yesus pernah berkata "Sahabat sejati adalah orang yg mau menyerahkan nyawanya demi sahabatnya"

Jadi, kalau "bunuh diri" untuk menolong orang lain, meskipun termasuk "membunuh" tetap tidak bertentangan dengan isi hati Tuhan karena selaras dengan hukum yg lebih tinggi "kasihilah sesamamu"

ndugu
12-09-2011, 01:29 AM
ok.. memperpanjang nyawa orang lain.. mungkin bukan menentang tuhan.. tapi apakah itu termasuk bermain tuhan? :cengir:
apakah kita sebagai manusia mempunyai hak menentukan pendek ato panjangnya nyawa? :cengir:

AsLan
12-09-2011, 02:04 AM
Saya rasa manusia memang punya kuasa untuk banyak hal, termasuk kuasa untuk membunuh orang lain.
Itu sebabnya ada hukum "jangan membunuh"
artinya ada kuasa, tapi adakah hak ?

kalau masalah hak, ya seperti yg saya jelaskan diatas, Yesus pernah bilang bahwa orang yg menyerahkan nyawanya untuk sahabatnya adalah seorang sahabat sejati, artinya dia punya hak untuk melepaskan nyawanya, asal motivasinya benar.

lalu hak untuk melepaskan nyawa orang lain?
tidak ada hak untuk ini kecuali pemerintah melalui hukum2 negara.

Namun untuk kasus2 tertentu, Tuhan bisa mengintervensi.

gembel
12-09-2011, 08:52 AM
Euthanasia masuk ke HAM kgk sih?

E = mc²
12-09-2011, 10:50 AM
yak! ada apa? :cengir:

ini yang tentang jack kevorkian itu kan? waduh. ini sala satu film dalam list film harus ditontonku :cengir:

saya blom pernah nonton film my sister's keeper, tapi kalo saya berada di kasus seperti itu, saya tidak akan berpikir dua kali untuk melakukan hal yang sama, ato bahkan dengan inisiatif membunuh diri secara aktif..

iya, tentang si jack Kevorkian itu. sebuah great came-back dr seorang Al Pacino ::hohoho::

My Sister Keeper bagus filmnya. wajib ditonton. setidak 1000x lebih bagus drpd film Cameron Diaz yg terakhir, The Bad Teacher -_-

sorry OOT :run:

Asum
12-09-2011, 12:55 PM
@aya

pada jaman Rasulullah SAW, ada orang yg akan mati, dia sudah sakaratul maut, tapi karena dia durhaka kepada ibunya, maka sakaratul maut dia sulit sekali, sangat sulit matinya, dia sangat menderita, ibunya tidak mau memaafkannya

akhirnya Rasulullah memerintahkan agar dia dibakar saja, ketimbang merasa menderita pada saat sakaratul maut

akhirnya dia memang tidak dibakar, karena mendengar kabar anaknya akan dibakar, hati sang ibu akhirnya luluh dan akhirnya memaafkan anaknya tsb, akhirnya anak tsb dapat meninggal

tapi dari situ bisa dipetik, seandainya sang ibu tetap tidak mau memaafkan, orang yg sakaratul maut tsb bakal dibakar hidup-hidup, sesuai dengan yg diperintahkan oleh Rasulullah SAW
Boleh tau dalilnya tsb anda kutip dari mana ?


Setahu saya, dalam hukum Islam (syari'at), baik bunuh diri atau membunuh sama-sama dosa.

Yang paling bagus adalah membiarkannya tanpa diobati (agar mati secara alami), karena hukum berobat adalah sunnah BUKAN wajib, sesuai dalil berikut :

Dari Atha' bin Abu Rabbah, dia berkata. "Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku. 'Maukah kutunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni sorga ? Aku menjawab. 'Ya'. Dia (Ibnu Abbas) berkata. "Wanita berkulit hitam itu pernah mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, seraya berkata. 'Sesungguhnya aku sakit ayan dan (auratku) terbuka. Maka berdoalah bagi diriku. Beliau berkata. 'Apabila engkau menghendaki, maka engkau bisa bersabar dan bagimu adalah sorga. Dan, apabila engkau menghendaki bisa berdo'a sendiri kepada Allah hingga Dia memberimu fiat'. Lalu wanita itu berkata. 'Aku akan bersabar. Wanita itu berkata lagi. 'Sesungguhnya (auratku) terbuka. Maka berdo'alah kepada Allah bagi diriku agar (auratku) tidak terbuka'. Maka beliau pun berdoa bagi wanita tersebut". (Ditakhrij Al-Bukhari 7/150. Muslim 16/131)

Dari hadits di atas dapat diambil hukum bahwa berobat itu tidak wajib hukumnya, karena jika wajib tentulah Rasulullah saw akan mendo'akan kesembuhan baginya. Bersabar dalam musyibah (baik sakit atau lainnya) dapat mendatangkan pahala dan menggugurkan dosa-dosanya sesuai sabda Rasulullah saw :


Dari Ummu Al-Ala', dia berkata : "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjengukku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. 'Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala'. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak". (Isnadnya Shahih, ditakhrij Abu Daud, hadits nomor 3092)

Dari Sa'id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. 'Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ? Beliau menjawab: Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya". (Isnadnya shahih, ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023, Ad-Darimy 2/320, Ahmad 1/172)

Cobaan tetap akan menimpa atas diri orang mukmin dan mukminah, anak dan juga hartanya, sehingga dia bersua Allah dan pada dirinya tidak ada lagi satu kesalahanpun". (Isnadnya Hasan, ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 2510. Dia menyatakan, ini hadits hasan shahih, Ahmad 2/287, Al-Hakim 1/346, dishahihkan Adz-Dzahaby)

Tidaklah seorang muslim menderita sakit karena suatu penyakit dan juga lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya". (Ditakhrij Al-Bukhari, 7/149. Muslim 16/127)

Dari Anas bin Malik, dia berkata. "Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata.
"Artinya : Sesungguhnya Allah berfirman. 'Apabila Aku menguji hamba-Ku (dengan kebutaan) pada kedua matanya lalu dia bersabar, maka Aku akan mengganti kedua matanya itu dengan sorga". (Ditakhrij Al-Bukhari 7/151 dalam Ath-Thibb. Menurut Al-Hafidz di dalam Al-Fath, yang dimaksud habibatain adalah dua hal yang dicintai. Sebab itu kedua mata merupakan anggota badan manusia yang paling dicintai. Sebab dengan tidak adanya kedua mata, penglihatannya menjadi hilang, sehingga dia tidak dapat melihat kebaikan sehingga membuatnya senang, dan tidak dapat melihat keburukan sehingga dia bisa menghindarinya.)

Maka bagi yang menderita sakit yang parah (yang menurut dokter tidak ada peluang hidup lagi), dari pada menghabiskan biaya yang tidak perlu, maka lebih baik ditawarkan kepadanya untuk dirawat dirumah oleh keluarganya sambil meberi sugesti ke si sakit agar bersabar dengan musibah sakit yang menimpanya dan berdo'a agar Allah SWT mengampuni semua dosa-dosanya.

Allahu A'lam


--------
nb. ternyata kisah semisal yang dikutip Yuki ada di sini : Kisah Alqamah Durhaka Kepada Ibundanya (http://kisahmuslim.com/alqomah-durhaka-kepada-ibu/)

aya_muaya
12-09-2011, 03:31 PM
baru tahu kalau berobat itu hukumnya sunnah... Bukankah salah satu bentuk ikhlas menerima penyakit adalah berjuang untuk swmbuh dan menjaga kesehatan??

Asum
12-09-2011, 04:47 PM
baru tahu kalau berobat itu hukumnya sunnah...

Dalilnya sudah saya sampaikan di atas.
Menurut ukhti hukumnya apa ? mubah ? wajib ?

Kalau wajib malah repot, ntar ukhti bisa berdosa kalau tidak berobat. #-o


Bukankah salah satu bentuk ikhlas menerima penyakit adalah berjuang untuk swmbuh dan menjaga kesehatan??
ukhti bersandar pada dalil yang mana ? :ngopi:

BundaNa
13-09-2011, 09:03 AM
ini pojok renunngan ya, bukan pojok agama Islam?::doh::

ehmmm...bukankah Tuhan menyuruh kita untuk berikhtiar dalam penyakit kita? Kalau dibiarin itu penyakit tanpa diobati apa gak nentang perintah Tuhan? manusia itu wajib berikhtiar...berobat sunnah?

Asum
13-09-2011, 09:16 AM
ini pojok renunngan ya, bukan pojok agama Islam?::doh::

Ketika kita bicara soal tuhan, maka pada saat itu kita sedang berbicara dalam sudut pandang agama. :D


ehmmm...bukankah Tuhan menyuruh kita untuk berikhtiar dalam penyakit kita? Kalau dibiarin itu penyakit tanpa diobati apa gak nentang perintah Tuhan? manusia itu wajib berikhtiar...berobat sunnah?
Tuhan agama mana yang nyuruh ? ::ungg::

Kalau tuhan orang Islam, maka harus melihat sumber2 hukum dalam agama Islam. Dan dalilnya sudah saya kemukakan di atas, jika ukhti ada sandaran hukum lain, silahkan dikemukakan (di luar logika semata, krn nanti jadi debat kusir.Padahal belum tentu kehendak dan maksud tuhan sama dengan logika kita) ::hihi::

Agitho_Ryuki
13-09-2011, 10:00 AM
kalo dalam Islam setahuku, kalo sakit Rasulullah memerintahkan untuk berobat..

"Berobatlah, karena Allah telah menetapkan obat bagi setiap penyakit yang diturunkan-Nya, kecuali satu penyakit!" Para sahabat bertanya: "Penyakit apa itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Pikun."
(H.R At-Tirmidzi IV/383 No:1961 dan berkata: "Hadits ini hasan shahih." Dan diriwayatkan juga dalam Shahih Al-Jami' No:2930.)

"Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit beserta obatnya, dan Dia telah menetapkan bagi setiap penyakit obatnya, maka janganlah berobat dengan perkara yang haram."
(H.R Abu Dawud No:3372)


dan karena membunuh dan bunuh diri itu setahuku dilarang (haram) jadi jangan mengobati dengan membunuh dan/atau bunuh diri...
::ungg::::ungg::::ungg::

ndugu
13-09-2011, 10:28 AM
Padahal belum tentu kehendak dan maksud tuhan sama dengan logika kita) ::hihi::
jadi critanya kamu tau apa kehendak dan maksud tuhan ya? :cengir:
hebat donk
bole jadi tuhan nih

kalo dalam Islam setahuku, kalo sakit Rasulullah memerintahkan untuk berobat..

"Berobatlah, karena Allah telah menetapkan obat bagi setiap penyakit yang diturunkan-Nya, kecuali satu penyakit!" Para sahabat bertanya: "Penyakit apa itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Pikun."

padahal saya udah mikir "wuih, penyakit apa gerangan itu"..
ga taunya... :cengir:



:lololol: :lololol:

Asum
13-09-2011, 12:12 PM
jadi critanya kamu tau apa kehendak dan maksud tuhan ya? :cengir:
hebat donk
bole jadi tuhan nih

Anda bisa lebih cerdas berpikir dan berargumen daripada sekedar berkata di atas. ::grrr::

Kalau Al-Qur'an adalah firman Tuhan dan Al-Hadits adalah perkataan Utusan Tuhan untuk menjelaskan beberapa permasalahan yang tidak tercantum secara jelas dalam Al-Qur'an, secara tidak langsung, dengan memahami keduanya, maka manusia bisa memahami apa yang dikehendaki/diinginkan oleh tuhan.

Simple kan ::ungg::


Sama saja dengan agama lain (misal Kristen), percaya bahwa Al-Kitab membuat perintah tuhan, maka mengikuti perkataan Yesus (yang dianggap tuhan oleh orang Kristen), sama dengan mengerjakan kehendak/keinginan Tuhan. Bukankah para pendeta mengaku sebagai rekan sekerja tuhan yang merasa tau apa yang diinginkan oleh tuhan ? bahkan ada yang mampu mengampuni dosa manusia (seolah itu kehendak tuhan yang dikuasakan kepadanya) ... ::oops::


Kembali ke laptop,

Jadi euthanasia ini mau dibahas dari sisi apa ?

Sisi kedokteran atau sisi hukum positif ?

Dari sisi hukum positif pun kadang masih disisipi oleh keyakinan agama masing2 ketika mendeskripsikan hukum euthanasia sebagai moral agama yang diyakininya. :cengir:

So ... tidak ada yang salah jika umat berpendapat soal hukum euthanasia dari perspektif agama yang dianutnya ... jadi jangan lebay gitu dong ah ... ::pletak::

ndugu
13-09-2011, 08:11 PM
blablabla..

iya deh, maap om.. ::maap::
apa yang dikatakan tuhan deh :cengir:


Kembali ke laptop,

Jadi euthanasia ini mau dibahas dari sisi apa ?

Sisi kedokteran atau sisi hukum positif ?

Dari sisi hukum positif pun kadang masih disisipi oleh keyakinan agama masing2 ketika mendeskripsikan hukum euthanasia sebagai moral agama yang diyakininya. :cengir:

So ... tidak ada yang salah jika umat berpendapat soal hukum euthanasia dari perspektif agama yang dianutnya ... jadi jangan lebay gitu dong ah ... ::pletak::
padahal saya pengen liatnya sih pendapat temen2 dari pemikiran manusianya sendiri
bosen ngeliat postingan2 yang membeo kata2 tuhan mulu.. basi.. masuk daa gih sono
skali2 mempunyai pendapat sendiri kenapa gitu loh ::elaugh::

aya_muaya
13-09-2011, 09:30 PM
semua harus seimbang.. Tuhan memberi kita akal, logika, otak untuk berfikir.. kita punya nurani/hati untuk merasakan manakala logika, akal, otak sudah berfikir benar atau melenceng...

semua harus seimbang, termasuk dalam hidup..

euthanasia.. apakah jika dia selamat atau diseelesaikan penderitaannya di dunia, apakah di akherat nanti dia ada jamoinan tidak akan menderita? *untuk yang percaya akherat..

AsLan
13-09-2011, 11:04 PM
iya deh, maap om.. ::maap::
apa yang dikatakan tuhan deh :cengir:

padahal saya pengen liatnya sih pendapat temen2 dari pemikiran manusianya sendiri
bosen ngeliat postingan2 yang membeo kata2 tuhan mulu.. basi.. masuk daa gih sono
skali2 mempunyai pendapat sendiri kenapa gitu loh ::elaugh::


Terpaksa bawa nama Tuhan karne ditanya seperti ini :


katakan, kasus A: banyak nyawa manusia yang seharusnya sudah mati karena penyakit, tapi karena intervensi dokter, obat, dan kita sendiri, akhirnya malah sembuh - bukankah itu menentang tuhan?

ato, kasus B: katakan orang yang koma ato katakan sudah sekarat, sudah tidak bisa bernafas ato hidup sendiri, tapi 'hidup'nya masi disupport oleh alat2 mesin laennya sehingga secara teknis dia masi hidup karena masih bernafas dan organ2 masi more or less "berfungsi", demi memperjuangkan hidup... - apakah itu juga menentang tuhan?


;D

Asum
13-09-2011, 11:42 PM
padahal saya pengen liatnya sih pendapat temen2 dari pemikiran manusianya sendiri

Dari pemikiran pribadi terlepas dari dogma agama ?

Gampang, suka-suka yang punya tubuh dan keluarganya (jika yang punya tubuh dalam kondisi tidak dapat membuat keputusan). Hak hidup dan hak mati ada di tangannya atau dikeluarganya karena itu adalah milik dirinya dan keluarganya. Kalo koma, dia kan diurus keluarganya bukan orang lain, maka terserah keluarganya mau mutusin gimana. Toh pemerintah / orang lain gak mau ngurus pengobatannya kan ? :ngopi:

purba
14-09-2011, 01:19 AM
Buat kalangan Islam, apakah kelakuan nabi Khidir termasuk eutanasia atau bukan? :)

AsLan
14-09-2011, 04:52 PM
Buat kalangan Islam, apakah kelakuan nabi Khidir termasuk eutanasia atau bukan? :)

Kalo sudah ada campur tangan Tuhan urusannya lain lagi.
Kan Tuhan punya hak terhadap hidup matinya manusia, maka kalau seorang Nabi mendapat perintah dari Tuhan ya dia cuma menjalankannya saja.

yanwok
14-09-2011, 05:26 PM
Bagaimana kalau memang Tuhan menciptakan Euthanasia? Tentu dengan alasan yang hanya Tuhan yang tahu.

Bagaimana kalau memang Tuhan menakdirkan orang untuk minta disuntik mati? Lagi-lagi tidak ada yang tahu konsep "TAKDIR", "KEHENDAK TUHAN".

Lagi-lagi konsep Agama sangat sulit dikaitkan dengan Medis dan Ilmu Pasti.

Jika A kena kanker, sudah life support, biaya 1 hari 10jt. Dan memang sudah pasti koit. Dan keluarga pas-pasan? Jawab sendiri.

Euthanasia harus persetujuan SELURUH anggota keluarga, jika tidak maka dianggap pembunuhan. CMIIW.

aya_muaya
14-09-2011, 10:21 PM
yang pasti, kalau yang percaya akherat... Akankah penderitaannya berakhir jika disuntik mati? Belum tentu..karena hidup abadi itu di akherat nanti...
Di akherat belum tentu tidak ada rasa sakit..boleh jadi malah sakitnya abadi...

yanwok
15-09-2011, 09:22 AM
IMHO,

Sebenarnya menurut saya jika di A di euthanasia, A sedang memikirkan "penderitaan" sanak saudara dan sanak famili untuk merawat dia, dengan pengorbanan Tenaga, Uang, dan lain lain. Toh si A juga udah ga bisa diajak ngomong (misalnya).

Masalah agama / kepercayaan memang sulit dijabarkan. Lagipula menurut saya A yang mungkin sudah tidak berfungsi lagi otaknya (tergantung penyakit), sudah tidak bisa memikirkan kepercayaannya, agama, dan lain lain. CMIIW, ada calon Euthanasia yang tiba2 masuk ke suatu agama (Tobat), itu juga atas petunjuk keluarga, bukan pribadi.

kimochi
15-09-2011, 03:01 PM
Kalau semua dikait-kaitkan sama Tuhan dan agama kayaknya sulit.

Sulitnya gimana, gini (ceramahmode:on), kalau semuanya dihubungkan dengan IZIN Tuhan baru boleh berbuat. Kesannya manusia itub adalah mahkluk yang sangat manja dan menerimo segala sesuatunya dari perintah Tuhan. Kalau pakai bahasa urdunya: ga punya isiniatif sendiri.

Dan ujung-ujungnya nnanti bisa gini:
- Masa potong rambut ga bisa ---> belum diijinin sama tuhan
- Masa operasi (usus buntu, nisalnya) ---> belum diijinin sama tuhan
- dan yang kayak gitu-gitu.

Susah kan? makanya perlu dibedakan dulu. Ini dipandang dari sudut mana? ::ungg::

purba
16-09-2011, 02:06 PM
Kalo sudah ada campur tangan Tuhan urusannya lain lagi.
Kan Tuhan punya hak terhadap hidup matinya manusia, maka kalau seorang Nabi mendapat perintah dari Tuhan ya dia cuma menjalankannya saja.

Misalnya seseorang melakukan eutanasia, trus mampus. Siapa yg bikin dia mampus kalo bukan tuhan? :))
Atau ada kuasa lain selain tuhan yg mampu bikin mampus orang?

AsLan
30-09-2011, 09:40 AM
Misalnya seseorang melakukan eutanasia, trus mampus. Siapa yg bikin dia mampus kalo bukan tuhan? :))
Atau ada kuasa lain selain tuhan yg mampu bikin mampus orang?

Ada.
Manusia punya kuasa mematikan orang lain atau dirinya sendiri, manusia punya banyak kuasa.

AsLan
30-09-2011, 09:43 AM
Apakah hidup harus selalu diperjuangkan ?

Bayangkan kalau ada seorang kakek berusia 89 tahun, suatu pagi ia pingsan dan mengalami gagal jantung, hidupnya pelan2 akan segera berakhir dengan tenang, diatas ranjangnya sendiri diantara keluarganya.

Keluarganya memanggil paramedis.
Paramedis yang datang itu apakah harus memperjuangkan hidup si kakek ?
Apakah si kakek perlu diberi pertolongan pertama agar bisa "kembali hidup" ?

ndugu
30-09-2011, 11:46 AM
Kurasa tidak harus diperjuangkan. Cuman tentu saja pemikiran itu ujungnya tergantung pada prioritas orang yang menjalani hidupnya

Kalo saya uda sakit gitu, lebih baik saya pilih masuk hospice ato ngambil rute pallative care dan menghabiskan sisa2 hidup dengan menikmatinya ato spend some time dengan family ato temen ato mencoba hal2 yang selama ini ingin dilakukan, daripada menghabiskan duit dan rasa sakit ato penderitaan lebih panjang untuk 'sembuh' ato 'hidup'


Ada.
Manusia punya kuasa mematikan orang lain atau dirinya sendiri, manusia punya banyak kuasa.
Kecuali di kasus orang2 yang mencoba bunuh diri tapi ga sukses ya? :cengir:

gembel
30-09-2011, 11:48 AM
Yang menghidupkan dan mematikan manusia adalah tuhan. Dikasih hidup minta hak mati ke manusia, Klo dia mati minta hak hidup ke manusia?

ndugu
30-09-2011, 11:50 AM
Siapa si dia, mbel? :cengir:

gembel
30-09-2011, 11:54 AM
Siapa si dia, mbel? :cengir:

si peminta hak tersebut beserta pendukungnya mbah :mrgreen:

ndugu
30-09-2011, 11:56 AM
Pertanyaannya, emangnya ada minta? ::elaugh::

ndugu
30-09-2011, 12:45 PM
Btw, on a side note, minggu lalu pas saya mampir di perpustakaan deket rumahku, ada ketemu majalah bilingual dari taiwan, dari situ saya baru tau ternyata di taiwan kalo seorang pasien terminal dikasi life support untuk tetep 'hidup', life support itu secara legal tidak boleh dicabut, bahkan oleh keluarganya. Sedangkan kalo saat sebelum dikasi life support, keluarga masi bisa memutuskan mo ngasi life support ato ngga. Ini dengan asumsi si pasien sendiri sudah dalam keadaan tidak bisa membuat keputusan ya.

Implikasinya, anggota keluarga berada di posisi serba salah, bahkan terpecah karena perbedaan kehendak. Idealnya tentu saja dari muda ato sebelum ada apa2, orang2/pasien sudah ada bikin pernyataan dalam bentuk surat resmi, mo CPR (http://en.wikipedia.org/wiki/CPR) (di-resuscitate alias dikasi support/diselamatkan) ato DNR (http://en.wikipedia.org/wiki/Do_not_resuscitate) (do not resuscitate/jangan dikasi support). Ini akan mempermudah anggota keluarganya untuk membuat keputusan di masa depam nanti.

Dan baru2 ini di sana baru dibikin hukum yang menyediakan opsi supaya anggota keluarga bisa mengambil keputusan di kasus demikian, jadi kalo di suatu saat ingin memutuskan untuk mencabut life support, mereka tidak kena ancaman hukum. Cukup menarik :mikir:

Ada quote dari majalan itu yang menurutku bagus untuk direnungkan.



Some say that death is not the real tragedy: it is the meaningless suffering that results when life is prolonged beyond natural limits.

To live or to die? To avoid leaving that question for your loved ones, perhaps everyone should think carefully about their own end-of-life issues. Are you willing to accept medical treatment such as endotracheal intubation, cardiac massage, cardiac shock or CPR in order to extend your life beyond its natural end?

:mikir:

gembel
30-09-2011, 01:55 PM
Pertanyaannya, emangnya ada minta? ::elaugh::

nah itu dia mbah, kali aja :mrgreen:

AsLan
30-09-2011, 05:34 PM
Paramedis di Belanda sedang memperjuangkan hak untuk menolak pertolongan kepada Manula.

CPR bukannya tidak beresiko, seringkali orang tua yg tulangnya sudah rapuh bisa patah tulang rusuk bila menerima CPR karena tak kuat menerima tekanan di dada. Kalaupun dia tak jadi mati, rusuk yg patah bisa melukai paru2 dan membuatnya lebih menderita.

Paramedis punya tugas harus menyelamatkan orang apapun situasinya, padahal seringkali menurut pertimbangan mereka banyak orang yg seharusnya dibiarkan meninggal saat itu.

ndugu
30-09-2011, 09:22 PM
Ngasi cpr juga liat2 lah. Cpr untuk anak dan manula kan beda dengan cpr untuk orang dewasa biasa. Lagipula cpr kan first aid yah. Yang pasiennya udah di dalam rumah sakit, mungkin ada cara yang laen lagi (saya bukan dokter soalnya :cengir:). Prasaan kejutan listrik itu juga termasuk sejenisnya.

Saya juga merasa tidak semua orang 'pantes' diselamatkan, terutama setelah mengetahui sejarah ato niat pasiennya. Tapi untuk orang2 yang memberikan pertolongan pertama tentu tidak akan tau mengenai ini. Yang penting diselamatkan dulu, baru nanya belakangan.

purba
04-10-2011, 01:19 AM
To live or to die? To avoid leaving that question for your loved ones, perhaps everyone should think carefully about their own end-of-life issues. Are you willing to accept medical treatment such as endotracheal intubation, cardiac massage, cardiac shock or CPR in order to extend your life beyond its natural end?

Natural end itu seperti apa? Apakah ketika detak jantungnya berhenti berarti sudah sampai pada natural end?

ndugu
04-10-2011, 04:56 AM
Natural end itu seperti apa? Apakah ketika detak jantungnya berhenti berarti sudah sampai pada natural end?
ding ding ding!
itu pertanyaan 1 juta dolar :cengir:

saya pribadi sih menganggap natural end itu kalo seseorang sudah tidak bisa hidup lagi tanpa life support ato bantuan obat2an secara kontinu. tapi tentu saja, tiap orang beda persepsi dan opini :cengir:

E = mc²
04-10-2011, 12:04 PM
klo pas Yasser Arafat dulu, dia dianyatakan "meninggal" setelah aktifitas otaknya berhenti sama sekali. sebelum aktifitas otaknya berhenti, dia masih dianggap "hidup" padahal seluruh fungsi tubuhnya udah gak berfungsi sama sekali. cmiiw ::ungg::

Urzu 7
04-10-2011, 02:42 PM
^tuh sih mati separuh akibat stroke mungkin

purba
06-10-2011, 12:17 AM
seperti yang kubilang.. Visi..
Kalau aku jadi kakek, tentu visiku juga sama... Bayi kecil kan gak berdosa, dia pure langsung masuk surga...
Lha kalau kakek2? Banyak dosa udah dijalanin... Pasti pengen tobat dan menebus kesalahan, dan menyiapkan bekal di akherat...

Kalo begitu, kita bunuhin aja bayi2 yg baru dilahirkan, toh dijamin masuk surga. Gimana aya?

:))

AsLan
06-10-2011, 12:25 AM
Kalo begitu, kita bunuhin aja bayi2 yg baru dilahirkan, toh dijamin masuk surga. Gimana aya?

:))

bayinya sih masuk surga tapi lu yg bunuhin nya itu gimana nasib lu nanti di neraka ;D

ndugu
06-10-2011, 06:39 AM
ide bagus tuh, daripada dunia kepenuhan manusia, tuh bayi2nya dibunuh aja ya, kan masuk surga
saya masuk neraka, ga papa deh :cengir:

purba
07-10-2011, 12:33 AM
bayinya sih masuk surga tapi lu yg bunuhin nya itu gimana nasib lu nanti di neraka ;D

Gw kan ateis, ya gak salah donk masuk neraka... Trus gak sendirian lagi, ada ndugu... :))

keremus
07-10-2011, 08:55 AM
Yang berpendapat Euthanasia tidak boleh ,
bagaimana pendapat anda dengan kontrasepsi ?
Tidakkah itu menghalangi potensi kehidupan ?

Jika euthanasia diperbolehkan, harus seizin
yang bersangkutan, tidak ? JIka ybs
saking kolapsnya tak bisa berkomunikasi, bisakah
kita berinisiatif melakukannya ?

AsLan
07-10-2011, 10:19 AM
Kalo sel sperma belum bertemu sel telur maka belum jadi manusia, masih berupa sel tubuh biasa sama seperti potong rambut atau potong kuku...


Gw kan ateis, ya gak salah donk masuk neraka... Trus gak sendirian lagi, ada ndugu...

gak bisa bareng, kan ruang buat cewek sama cowok dipisah ;D

ndugu
07-10-2011, 10:33 AM
Kalo sel sperma belum bertemu sel telur maka belum jadi manusia, masih berupa sel tubuh biasa sama seperti potong rambut atau potong kuku...

gak bisa bareng, kan ruang buat cewek sama cowok dipisah ;D
halah... ateis emangnya peduli dengan peraturan pemisahan ruangan? :cengir:

btw, sperma ketemu telor blom jadi manusia deh.. apa sih nama teknisnya? embrio? :cengir: tuh objek masi tergantung sama hostnya..

purba
07-10-2011, 10:41 PM
Jika euthanasia diperbolehkan, harus seizin
yang bersangkutan, tidak ? JIka ybs
saking kolapsnya tak bisa berkomunikasi, bisakah
kita berinisiatif melakukannya ?

Mungkin pertama dinyatakan dulu bahwa hidup seseorang adalah milik orang tersebut. Tapi susah juga. Jika orang tsb punya anak, maka hidupnya bukan miliknya saja, tetapi milik anaknya juga sampai batas tertentu. Misalkan seseorang tidak punya anak, tetapi memiliki keponakan. Ketika orang tua dari keponakannya itu tidak ada, maka hidupnya pun menjadi milik keponakannya juga. Jadi kesimpulannya selama ada anak2 maka kehidupan orang dewasa bukan hanya miliknya sendiri, tetapi juga milik anak2 tsb. Kehidupan spesies dewasa selain miliknya sendiri adalah juga milik anak2nya hingga batas waktu tertentu. Sehingga tidak bertanggungjawab jika spesies dewasa melenyapkan hidupnya sendiri, sementara hidupnya itu juga dimiliki oleh yg lain.

:))

AsLan
07-10-2011, 11:35 PM
halah... ateis emangnya peduli dengan peraturan pemisahan ruangan? :cengir:

btw, sperma ketemu telor blom jadi manusia deh.. apa sih nama teknisnya? embrio? :cengir: tuh objek masi tergantung sama hostnya..

Ow ada definisi begitu ya ?

Kalo gw pribadi sih Embrio tetap manusia, meskipun masih tergantung pada host nya tapi embrio itu sudah punya kode genetik sendiri yg berbeda dari sang host...

Contoh... Orang tua yg sudah sakit parah dan tergantung pada mesin life support, apa bukan manusia lagi karena tergantung pada host ?
(pada kasus ini host nya mesin...)

ndugu
08-10-2011, 02:24 AM
Contoh... Orang tua yg sudah sakit parah dan tergantung pada mesin life support, apa bukan manusia lagi karena tergantung pada host ?
(pada kasus ini host nya mesin...)
kupikir pertanyaannya.. apakah "manusia" itu masih hidup? :cengir:

*kembali ke topik awal euthanasia* :lololol:

keremus
08-10-2011, 07:57 AM
Mungkin pertama dinyatakan dulu bahwa hidup seseorang adalah milik orang tersebut. Tapi susah juga. Jika orang tsb punya anak, maka hidupnya bukan miliknya saja, tetapi milik anaknya juga sampai batas tertentu. Misalkan seseorang tidak punya anak, tetapi memiliki keponakan. Ketika orang tua dari keponakannya itu tidak ada, maka hidupnya pun menjadi milik keponakannya juga. Jadi kesimpulannya selama ada anak2 maka kehidupan orang dewasa bukan hanya miliknya sendiri, tetapi juga milik anak2 tsb. Kehidupan spesies dewasa selain miliknya sendiri adalah juga milik anak2nya hingga batas waktu tertentu. Sehingga tidak bertanggungjawab jika spesies dewasa melenyapkan hidupnya sendiri, sementara hidupnya itu juga dimiliki oleh yg lain.

:))



Apa ndak sebaliknya, orang dewasa yang kolaps semacam ini sebetulnya ndak diperlukan lagi
malah bisa menjadi beban pada turunan dan keluarganya (maaf kedengaran sangat kejam).

Justru karena hidup orang dewasa bukan hanya miliknya sendiri, kematiannya juga
bukankah juga milik bersama-sama ?

ndugu
08-10-2011, 08:03 AM
secara pragmatis orang dewasa yang kolaps memang tidak diperlukan lagi dan menjadi beban. tapi rasa hutang budi memang sesuatu yang subjektif. kupikir orang dewasa yang bertanggung jawab adalah orang yang bisa mengambil keputusan / instruksi dan sudah mempersiapkan diri sebelum saat kolaps itu terjadi, supaya tidak merepotkan anak2 ato turunannya.

AsLan
08-10-2011, 10:27 AM
Kayaknya harus hati2 dengan definisi "manusia" saat berada di kandungan.
Definisi "ketergantungan" pada host rasanya sengaja dibuat untuk melegalkan aborsi.

Janin yg katanya masih tergantung pada host itu kalau dikeluarkan dari rahim masih hidup untuk beberapa saat.

Sama seperti seorang yg berada didalam kapal selam, kalau dikeluarkan (kedalam laut) ya masih hidup untuk beberapa saat... ketergantungan orang pada kapal selam tidak membuat orang tersebut bukan manusia lagi.

Ada banyak cerita mengenai orang yg mengalami koma dan hidupnya harus dibantu oleh mesin, setelah beberapa waktu akhirnya dia bisa bangkit dan sehat kembali.

noodles maniac
07-03-2012, 09:27 PM
Baca postingan gw deh mon... ::ungg::

yang ini... (http://www.kopimaya.com/forum/showthread.php?2431-Euthanasia-hak-untuk-mengakhiri-hidup&p=71159&viewfull=1#post71159)

BundaNa
10-03-2012, 11:27 AM
Apa ndak sebaliknya, orang dewasa yang kolaps semacam ini sebetulnya ndak diperlukan lagi
malah bisa menjadi beban pada turunan dan keluarganya (maaf kedengaran sangat kejam).

Justru karena hidup orang dewasa bukan hanya miliknya sendiri, kematiannya juga
bukankah juga milik bersama-sama ?

meski berat hati, saya setuju. Karena yang punya kemungkinan hidup lebih baik itu yang harusnya diutamakan

purba
10-03-2012, 05:26 PM
Ada banyak cerita mengenai orang yg mengalami koma dan hidupnya harus dibantu oleh mesin, setelah beberapa waktu akhirnya dia bisa bangkit dan sehat kembali.

Tapi kalo gak punya uang banyak gimana? Hidup dgn mesin butuh biaya besar. Seperti kasus yg saya ajukan sebelumnya, ada orang tua kolaps dan bayi baru dilahirkan prematur yg sama-sama butuh biaya besar utk kelangsungan hidupnya dan biaya tsb tidak bisa terbagikan antara keduanya, maka mana yg kita pilih, menyewa mesin utk mendukung orang tua kolaps atau utk bayi tsb?

Saya memilih menyewa mesin utk mempertahankan hidup bayi tsb. :))

Serenade
10-03-2012, 06:55 PM
Tapi kalo gak punya uang banyak gimana? Hidup dgn mesin butuh biaya besar. Seperti kasus yg saya ajukan sebelumnya, ada orang tua kolaps dan bayi baru dilahirkan prematur yg sama-sama butuh biaya besar utk kelangsungan hidupnya dan biaya tsb tidak bisa terbagikan antara keduanya, maka mana yg kita pilih, menyewa mesin utk mendukung orang tua kolaps atau utk bayi tsb?

Saya memilih menyewa mesin utk mempertahankan hidup bayi tsb. :))

Kasus ini mah gampang bgt nyelesaiinya
Tny dokter dulu, mana yg paling besar kemungkinan buat diselamatkan atau besaran mana kemungkinan org kolaps tsb bisa sadar dan pulih dibandingkan dg si bayi.

Bila besaran si bayi, maka selamatkanlah si bayi.

beastmen85
10-03-2012, 07:29 PM
trit ini bikin aku sakit hati, aku mau euthanasia saja ::nangis2::

purba
11-03-2012, 09:06 AM
Kasus ini mah gampang bgt nyelesaiinya
Tny dokter dulu, mana yg paling besar kemungkinan buat diselamatkan atau besaran mana kemungkinan org kolaps tsb bisa sadar dan pulih dibandingkan dg si bayi.


Kalo kata dokter peluangnya sama, gimana tong?

:))

Serenade
11-03-2012, 02:23 PM
Kalo kata dokter peluangnya sama, gimana tong?

:))

Lempar dadu :))


Just kidding

Biasanya pilih bayi... Kecuali ada hal lain ....

spears
12-03-2012, 04:12 PM
anak bisa bikin lagi. lagian anak kan kalo mati langsung masuk surga.
nah yg tua2 diselamatkan biar punya kesempatan buat tobat.
::bye::

Ronggolawe
12-03-2012, 04:38 PM
pilih si bayi/anak untuk diperjuangkan hidupnya.

Yang tua kalau dibiarkan hidup, akan stress kare
na mengetahui hidupnya bertumbalkan nyawa se
orang anak kecil.

BundaNa
12-03-2012, 07:04 PM
kata siapa anak mati bisa bikin lg? anak yg tiada itu lalu lahir anak lain justru makin m'buat ortunya galau ::nangis::

spears
12-03-2012, 08:11 PM
ya itu kan pilihan masing2. no right no wrong. dan ga usah maksain yg kita rasain harus sama dgn yg org lain rasain.

ozma 2012
12-03-2012, 10:57 PM
ya itu kan pilihan masing2. no right no wrong. dan ga usah maksain yg kita rasain harus sama dgn yg org lain rasain.

tapi kebanyak orang tidak begitu, kebanyakan orang mau orang lain juga musti rasakan apa yg kita rasakan :D
kita miskin, anggota DPR juga harus miskin
kita berobat dipimpong ngurus jamkes, ngedumel kalo ada yg berobat gampang keluar negeri dll

spears
13-03-2012, 09:30 PM
^ kepinginnya kan? tapi tetep aja nggak bisa dipaksakan :D krn dipaksakan oleh pihak yg memaksa dan minimnya empati dr pihak yang dipaksa, makanya terjadi clash

AsLan
17-03-2012, 03:15 PM
Kalo gak salah di panduan pernikahannya katolik, seseorang wajib mendahulukan pasangannya daripada anaknya, misalnya di kapal tenggelam dan kamu cuma bisa menyelamatkan 1 orang, maka selamatkan pasanganmu dan korbankan anakmu.

CMIIW

BundaNa
17-03-2012, 06:11 PM
intinya gw ga minta org ngerasain apa yg gw rasain ketika kehilangan anak, tapi m'bahas ga semudah itu ambil keputusan

---------- Post added at 05:11 PM ---------- Previous post was at 05:07 PM ----------

teorinya lebih baik kehilangan hidup buat yg tdk ada harapan, tetapi prakteknya tidak semudah itu. meski harus memiih jg

mencari_makna
01-05-2012, 05:11 PM
Biarkanlah Tuhan yang memilih, Dia zahir melalui siapa.........