PDA

View Full Version : First Travel



ndableg
27-08-2017, 06:08 PM
Ada ape lagi neh? Bener penipuan ato kena tipu?

mobyokuzan
27-08-2017, 09:11 PM
kasihan korbannya, krn ga sedikit yg menabung tahunan utk bisa berangkat ksn.

bisa di refund ga tuh dananya ?

Yuki
27-08-2017, 09:30 PM
pengelola first travel maenin duit si calhaj, kena skema ponzi, duitnya gak balik

gitu ya? Kurang tahu juga, total kerugian 4,1 trilyun, hebat kalo bisa refund

ndableg
27-08-2017, 10:21 PM
Soalnya gw taun 2003an pernah ikutan ngurus haji. Bos kena tipu dari pihak saudi. Uang hotel ludes, dia dikejar2 klien.
Apa kasus mirip2?
Mosok sih, duit klien buat pribadi.. segila2nya orang..

ndableg
27-08-2017, 10:34 PM
pengelola first travel maenin duit si calhaj, kena skema ponzi, duitnya gak balik

Oh iya katanya sih emang bisnisnya pake skema ponzi..

etca
27-08-2017, 10:44 PM
Emang gila kok.
Cari duit pake jalan pintas, resikonya pikir belakangan.

Pelakunya tiga orang suami istri ama adeknya si istri. Nah yg adeknya istri ini tampang kayak cowo padahal cewe. ternyata lesbong.
Hobi semuanya halanhalan ke LN dan kehidupan serba mewah.



JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak mengatakan, penyidik telah menanyakan para tersangka First Travel soal pertanggunggjawaban mereka terhadap para jamaah. Sebab, di rekening perusahaan, dana yang tersisa hanya Rp 1,3 juta. Direktur Utama First Travel Andika Surachman menyebut pihaknya akan mencari calon jemaah baru untuk memberangkatkan calon jemaah yang menumpuk.

"Arahnya buka promo baru untuk dapat jemaah baru. Itu sih sama juga buka penipuan baru," ujar Herry dalam acara Rosi di Kompas TV, Kamis (24/8/2017).
"Masih pede banget bisa berangkatkan dengan buka promo lagi," lanjut dia. Promo yang dimaksud yakni membuka penawaran baru paket umrah murah dengan harga di bawah standar. Sebelumnya, calon jemaah tertipu dengan promo umrah murah dengan harga yang ditawarkan Rp 14,3 juta per orang. Ternyata, cara tersebut yang dilakukan First Travel sejak 2016.

Herry mengatakan, perusahaan tersebut menerima banyak jemaah dan memberangkatkan sebagian kecil dari mereka. Tahun berikutnya, mereka kembali menerima pendaftaran dan menumpuk dengan calon jemaah yang mendaftar sebelumnya. Sehingga tahun ini jumlah tersebut meledak mencapai 58.682 orang. "Ini modus yang terus berulang. Terjadi terus, terus, sampai ada titik tertentu dia tidak mampu berangkatkan," kata Herry.

Dalam kasus ini, penyidik menetapkan Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Hasibuan, sebagai tersangka. Modusnya, yakni menjanjikan calon jamaah untuk berangkat umrah dengan target waktu yang ditentukan. Hingga batas waktu tersebut, para calon jemaah tak kunjung menerima jadwal keberangkatan. Bahkan, sejumlah korban mengaku diminta menyerahkan biaya tambahan agar bisa berangkat. Dalam pengembangan kasus, polisi juga menetapkan adik Anniesa, Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan selaku Direktur Keuangan sekaligus Komisaris First Travel, sebagai tersangka.

saus (http://nasional.kompas.com/read/2017/08/25/10263231/first-travel-ingin-berangkatkan-jemaah-dengan-modus-penipuan-baru)


Hidup Mewah, Bos First Travel Dikawal "Bodyguard" dan Diantar Hummer

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan karyawati agen perjalanan First Travel menyebut gaya hidup mewah yang dipertontonkan pasangan suami istri Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan memang begitu adanya.

Sehari-hari, kedua pemilik First Travel itu selalu menggunakan kendaraan mewah. "Sehari-harinya, Bapak dan Ibu sangat mewah. Datang ke Kuningan dan Depok (kantor FT) selalu dengan Hummer," ujar mantan karyawati tersebut dalam acara "Rosi" di Kompas TV, Kamis (24/8/2017) malam. Bahkan, untuk jarak dekat pun, mereka bepergian dengan menggunakan mobil. "Bapak shalat Jumat dari kantor ke masjid yang jaraknya lima menit, maunya dianter Hummer," kata perempuan tersebut.

Andika dan Anniesa juga selalu dikawal ke mana pun hendak pergi. Bodyguard tersebut sempat membuat mantan karyawati tersebut takut untuk memberikan kesaksian kepada pihak kepolisian. "Bapak dan Ibu punya bodyguard khusus dari Pasukan Garuda. Saya juga lihat berita, ternyata mereka simpan senjata tajam," kata perempuan tersebut.

Hingga saat ini belum ada kejelasan, pasukan atau kelompok mana yang dimaksud Pasukan Garuda oleh karyawati itu. Belum diketahui apakah yang dimaksud merupakan Pasukan Garuda yang merupakan pasukan TNI yang dikirim sebagai pasukan perdamaian di sejumlah negara yang mengalami konflik. Dalam kasus ini, penyidik menetapkan Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Hasibuan, sebagai tersangka. Dalam pengembangan kasus, polisi juga menetapkan adik Anniesa, Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan selaku Direktur Keuangan sekaligus Komisaris First Travel, sebagai tersangka.

Mereka dikenal memiliki gaya hidup yang mewah. Anniesa, dalam berbagai media sosial, mengabadikan momen berdua Andika saat jalan-jalan ke luar negeri. Bahkan, pakaian dan aksesoris yang dia kenakan ditaksir nilainya hingga puluhan juta.

saus (http://nasional.kompas.com/read/2017/08/25/07253081/hidup-mewah-bos-first-travel-dikawal-bodyguard-dan-diantar-hummer)

etca
27-08-2017, 11:00 PM
https://cdn0-a.production.images.static6.com/Ex_a6mBftNoApruVr-EOYsz7zrY=/600x800/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1690069/original/046098200_1503750648-170824_Aset_Mewah_Pemilik_First_Travel3.jpg

kalau melihat harta dia kok OKB banget yah

ndugu
27-08-2017, 11:05 PM
service travel mereka apakah khusus untuk hajian aja? apa ada servis travel laennya juga?
mulai ketauannya gimana sih?

ndableg
28-08-2017, 12:36 AM
service travel mereka apakah khusus untuk hajian aja? apa ada servis travel laennya juga?
mulai ketauannya gimana sih?

first travel itu perusahaan travel spesialis ke mekkah, entah apa haji, yg jelas kasusnya banyakan kasus umrah.

Mgk ponzi kek gitu jg kah? Jd stlh gw tonton kompas tv, kesimpulan gw sih, ini orang norak jg, liat duit banyak langsung ijo. Maklum lah, ga semua punya mental kuat menerima rejeki tuhan.
Yg terjadi, menurut pengertian gw, pada awal2 masa kejayaan 2012-2014, first travel terima banyak jemaah, sampe ribuan, bahkan tercatat pada record muri sbg pembawa jemaah terbanyak. Itu disebabkan, selain strategi promonya lewat sosmed, karena mereka punya paket hemat di bawah harga standar, 21jt an, yaitu 14jt an.

Nah ternyata di sini strateginya adalah, dari sekian banyak pemasukan, katakan 3000 orang mendaftar dan bayar, maka yg diberangkatkan tidak semua pada tahun itu. Sisa jamaah yg tidak diberangkatkan, akan diberangkatkan pada gelombang berikutnya ditaun depan. Jadi terlihat mereka jelas2 make duit jamaah buat foya2, yg nantinya akan dibayar dgn mencari jamaah baru di tahun berikutnya. Mirip ponzi, akan ada satu titik dimana mereka ga bisa lagi bayar kerugian yg terus menumpuk. Jd ketauannya gara2 banyak yg demo.

Gw merasa sayang dgn rejeki yg telah mereka dapatkan dgn kerja keras, berantakan gara2 silau mata. Mereka yg dari kere, sampe berhasil dan sukses dalam bisnisnya, kemudian menjadi silau ketika menerima rejeki, sampe ga segitu sabarnya menikmati untung. Herannya segitu polosnya memamerkan kemewahan yg salah... kok bisa innocent gt yak? Pendidikannya gmn itu? Sptnya mirip dgn koruptor2 yg sampe sekarang masih bingung salahnya apa.

ndugu
28-08-2017, 02:13 AM
sepertinya mereka menderita lottery curse ::elaugh::
'tiba2' mendapat banyak duit dan ga tau gimana memanage-nya. duit sebanyak itu ludes begitu aja

mobyokuzan
28-08-2017, 08:16 AM
yg enak yah jemaah first travel waktu diawal awal, mrk dpt fasilitas penuh dgn harga promo, tapi yg jadi korban jemaah belakangan ini, sdh duit ilang ga jadi berangkat pula.

kalo seandainya ga bisa di refund gmn tuh nasib jemaah yg sdh nungguin dari lama, bahkan ga sedikit lansia yg berharap bisa segera diberangkatkan sebelum ajal menjemput.

niat ibadah malah kena tipu

Casanova Love
28-08-2017, 10:37 AM
Problemnya, mreka memasang tarif di bawah tarif umumnya.
Dari situ aja kliatan risikonya.

Jika mreka bisa dapat deal dg pihak mekkah ya oke aja, misalnya brangkatkan sekian banyak dapat diskon sekian shg mreka masih bisa dapat untung.
Tp kl mreka nggak dpt deal-deal yg bagus shg yg dibayar jemaah sbnrnya di bawah tarif sbenarnya (demi utk menarik sbanyak mgkn jemaah), maka jadilah ini skema ponzi, uang jemaah baru utk nutupin jemaah lama.
Ditambah dg kbutuhan dan godaan utk mdapat laba dan mnikmati hidup (instead of menginvestasikan), tinggal tunggu waktu pemberangkatan jemaah jd macet.

tsu
28-08-2017, 12:35 PM
kadang geli aja sih, masih banyak yang bela ini pasangan wkwkwkw
banyak yang bilang, iklaskan aja nanti rejeki kan ga berhenti

IMHO ikhlas sama mengusut perkara itu dua hal yg berbeda

ikhlas sih insyaallah bisa dilakukan, i mean IMHO most of us biasanya sih ikhlas sama bencana
tapi klo sudah masih ranah perkara, pengusutan, penyelidikan, sama segala upaya untuk penuntasan itu ya wajib
ikhlas boleh, upaya wajib

mbok jamu
28-08-2017, 12:37 PM
Bukan karena ndak tahu salahnya apa, Bleg. Justru karena tahu lah dan yakin ndak bakalan ada hukum yang menjerat mereka, they did what they did. Mereka tahu mereka hanya akan dipenjara beberapa tahun kemudian bebas karena upeti sudah duluan kemana-mana menjamin apa-apa yang akan terjadi pada mereka (kalau tertangkap).

Maka kalau mau korupsu di Indonesia jangan dikit-dikit, jangan cendilian. Milyaran dan berjamaah, pasti selamat di dunia. Akhirat mah gimana nanti, kan Tuhan maha pengampun.

tsu
28-08-2017, 12:41 PM
iya betul Mbok, korupsi mah lgs aja GUEDE hahahaa

Edy Tansil kabur aja kaga kepegan2 sampe sekarang hahaha

Yuki
28-08-2017, 01:35 PM
Eits jangan salah, Tuhan memang Maha Pengampun

Tapi siksaan Tuhan juga amatlah pedih, mencuri satu barang saja hukum potong tangan, ini sampe trilyunan rupiah?

surjadi05
28-08-2017, 04:55 PM
Eits jangan salah, Tuhan memang Maha Pengampun

Tapi siksaan Tuhan juga amatlah pedih, mencuri satu barang saja hukum potong tangan, ini sampe trilyunan rupiah?

"Tuhan maha pengampun" sinisme kali om ::ungg::

Tapi seperti yg dibilang si mbokkalo korupsi/nepu jangan tanggung2 n jangan pelit2, di indo sayangnya hukum ga bisa dirapel, jadi potong sana sani, remisi dll mereka palingan 3-4 tahun dalam penjara (maksdnya bukan vonisnya ya 4 tahun) ::kesal::::doh::
Posted via Mobile Device

mobyokuzan
28-08-2017, 07:13 PM
btw kasus penipuan berkedok umroh dan haji ini apa bisa dikategorikan pelecehan agama ? ;D

kalo dibanding kasus ahok yg ga sengaja keplintir lidahnya, yg ini kok kelihatan lebih parah yah, mana nih yg yg katanya jadi front pembela kok sampe skrg masih belum kedengaran suaranya, apa krn boss first travel adalah org seiman lantas diem aja ::hihi::

tuscany
29-08-2017, 08:10 AM
Wah ada tritnya.

Kabarnya pasangan ini pas pilkada di pihak lawan ahok. Kalo liat orang pamer gaya idup mewah, maka mereka sebetulnya gak kaya. Karena orang kaya bener dari hasil usaha sendiri jarang ada yang pamer2.

Casanova Love
29-08-2017, 09:52 AM
Itu orang kaya lama.

Kl orang kaya baru bedaaaaaaa. Hedonnnn

GiKu
29-08-2017, 11:01 AM
btw kasus penipuan berkedok umroh dan haji ini apa bisa dikategorikan pelecehan agama ? ;D

kalo dibanding kasus ahok yg ga sengaja keplintir lidahnya, yg ini kok kelihatan lebih parah yah, mana nih yg yg katanya jadi front pembela kok sampe skrg masih belum kedengaran suaranya, apa krn boss first travel adalah org seiman lantas diem aja ::hihi::


lha.... itu kan udah diciduk

mobyokuzan
29-08-2017, 07:02 PM
diciduk bukan solusi om gik.
emang dgn mrk diciduk jemaah bisa segera diberangkatkan ?
emang dgn mrk diciduk duit jemaah bisa balik ?

jemaah mana mau ambil pusing, mau diciduk, dihukum penjara seumur hidup, hukum mati, mereka ga peduli...yg mrk tau, mrk bayar mrk berangkat, kalopun ga bisa berangkat balikin duitnya, agar bisa ambil paket di biro travel lain.

surjadi05
30-08-2017, 11:33 AM
Kemaren denger dari pengacaranya si eggy bilang suruh pemerintah "talangin" dulu duitnya, ambil dari dana haji 1% aja, busyett deh, nepu kok suruh pemerintah yg nanggung ::doh::
Posted via Mobile Device

surjadi05
30-08-2017, 02:51 PM
https://m.detik.com/news/berita/3621370/membuka-11-skenario-jahat-penipuan-skema-ponzi-triliunan-rupiah

Kalo di amrik bisa dihukum 150 tahun, coba kita liat di indo vonisnya berapa tahun ::ngopi::
Posted via Mobile Device

GiKu
31-08-2017, 10:11 AM
bisa dibantu pake surat dokter, kong

surjadi05
31-08-2017, 11:58 AM
Boleh om, tapi yah tahu sama tahu lah ya, saya juga punya kebutuhan om ::ungg::
Posted via Mobile Device

ndableg
31-08-2017, 05:12 PM
Kemaren denger dari pengacaranya si eggy bilang suruh pemerintah "talangin" dulu duitnya, ambil dari dana haji 1% aja, busyett deh, nepu kok suruh pemerintah yg nanggung ::doh::
Posted via Mobile Device

Abis sapa lg om? Kl orang itu ud masuk penjara, ya duit ga bakal ada.
Itu jg yg terjadi kpd bank2 yg di-bailout. Sapa lagi yg ganti duit nasabah?
Kl salah2an, ya memang yg salah si pelaku, tapi duit milyaran siapa lg yg bisa balikin kalo ga pemerintah?

Dlm kasus perbankan, yah jatohnya ngutang lagih, yg bayar rakyat dgn melalui pajak.
Mangkanya pada demo ga rela duitnya dipotong buat nalangin para bankster.

Hukuman yg setimpal sbnrnya, tuh orang ga boleh bisnisan milyaran lagi dan harus kerja di mana gajinya dipotong untuk mengganti duit pemerintah seumur idup.

mobyokuzan
31-08-2017, 07:49 PM
^kalo pelakunya bunuh diri gmn bleg ? ada solusi lain ga ? ;D

korbannya bukan cuma jemaah lho, tapi para agen biro juga...sdh ga dpt duit bonus eh malah dianggap kaki tangan pelaku oleh jemaah, pdhl mrk juga ditipu atasannya.

Yuki
01-09-2017, 12:15 AM
mau solusi yg bagaimana? Everbody's happy forever and ever? Mana bisa.....?

pemerintah mana mau nalangin? Ya pelakunya harus dikenakan hukuman yg setimpal, calon jemaah ya harus menerima kenyataan, gak bisa bilang gak mau tahu pokoknya harus berangkat atau duit dikembaliin. Titik. Mereka pikir tinggal di negeri neverland.

Itu sudah takdir. Kalo kata ayah saya, untuk urusan haji lebih baik melalui jalur pemerintah. Itu sudah lebih jelas dan pasti.

Memang untuk umrah belum ada jalur pemerintah. Ini yg rada susah. Mari ubah pola pikir wahai segenap kaum muslim. Tunaikan saja yg wajib dulu: haji. Daripada umrah yg hukumnya sunat, lebih baik uangnya digunakan untuk sedekah atau infak. Itu jauh lebih berguna.

mobyokuzan
01-09-2017, 08:45 AM
calon jemaah ya harus menerima kenyataan, gak bisa bilang gak mau tahu pokoknya harus berangkat atau duit dikembaliin

krn lu ga ada diposisi mrk, makanya enak aja cuma ngomong gitu doang ::hihi::

kalo dari sudut pandang agama bilangnya jika ada org yg mati dan masih meninggalkan masalah hutang piutang, ahli warisnya yg nanggung, kecuali jika yg bersangkutan sdh ikhlas merelakan masalah hutang piutang tsb.

walopun pemerintah ga nalangin setidaknya mrk wajib ngasih solusi/alternatif lain, krn atas ijin mrk juga fisrt travel bisa beroperasi mencari korban.
sdh jauh2 hari biro travel lain ngasih warning ke kementrian agama tapi mrk masih tetap aja ngasih ijin, dikiranya persaingan bisnis ga sehat, pdhl laporan keuangan aja ga jelas gitu.

pertanyaannya adalah, walopun laporan keungan pihak first travel ga jelas knp surat ijin beroperasi masih dikeluarkan oleh pemerintah !!? pdhl persyaratan utk meneruskan ijin salah satunya adanya laporan keungan yg jelas.

mbok jamu
01-09-2017, 04:20 PM
Ironis banget, orang-orang yang sudah mereka tipu secara ndak langsung masih memberi mereka makan di penjara.

Idealnya ketiga orang itu dihukum mati supaya menjadi pelajaran untuk yang masih atau mau menipu orang seperti kasus ini. Ndak ada guna mereka dipenjara karena hanya akan menjadi beban negara dan pembayar pajak. Dibiarkan hidup pun mereka ndak mampu memulangkan uang para korban. Sudah dor saja, no one will miss them.

*menghayal jadi ninja, get into their prison cells one night, slice them up, one by one.

ndableg
01-09-2017, 05:36 PM
mau solusi yg bagaimana? Everbody's happy forever and ever? Mana bisa.....?

pemerintah mana mau nalangin? Ya pelakunya harus dikenakan hukuman yg setimpal, calon jemaah ya harus menerima kenyataan, gak bisa bilang gak mau tahu pokoknya harus berangkat atau duit dikembaliin. Titik. Mereka pikir tinggal di negeri neverland.

Itu sudah takdir. Kalo kata ayah saya, untuk urusan haji lebih baik melalui jalur pemerintah. Itu sudah lebih jelas dan pasti.

Memang untuk umrah belum ada jalur pemerintah. Ini yg rada susah. Mari ubah pola pikir wahai segenap kaum muslim. Tunaikan saja yg wajib dulu: haji. Daripada umrah yg hukumnya sunat, lebih baik uangnya digunakan untuk sedekah atau infak. Itu jauh lebih berguna.

Sbnrnya jemaah ada salahnya jg.. maunya murah... t'rus umrah alias jalan2.. t'rus mgk berkali2 pula.. Haji kagak, umrah berkali2, cari untung ketika jadi agen..
Yg kesian sih yg miskin.

ndableg
01-09-2017, 05:40 PM
krn lu ga ada diposisi mrk, makanya enak aja cuma ngomong gitu doang ::hihi::

kalo dari sudut pandang agama bilangnya jika ada org yg mati dan masih meninggalkan masalah hutang piutang, ahli warisnya yg nanggung, kecuali jika yg bersangkutan sdh ikhlas merelakan masalah hutang piutang tsb.

Yah.. spt orang2 ketipu lainnya gmn.. ya itu memang nasib.. kan ga 100% innocent.. mrk mau yg murah semurah2nya tanpa mikir.


walopun pemerintah ga nalangin setidaknya mrk wajib ngasih solusi/alternatif lain, krn atas ijin mrk juga fisrt travel bisa beroperasi mencari korban.
sdh jauh2 hari biro travel lain ngasih warning ke kementrian agama tapi mrk masih tetap aja ngasih ijin, dikiranya persaingan bisnis ga sehat, pdhl laporan keuangan aja ga jelas gitu.

pertanyaannya adalah, walopun laporan keungan pihak first travel ga jelas knp surat ijin beroperasi masih dikeluarkan oleh pemerintah !!? pdhl persyaratan utk meneruskan ijin salah satunya adanya laporan keungan yg jelas.

First travel bermula bukan dari penipuan.. mereka sempet meledak karena dapet rombongan besar dari BI dan Pertamina. Setelah itu baru keblinger.
Sbnrnya sih, kl jemaah ga sampe ribuan, ga ketauan.. dan banyak lg penipu2 haji. Wong masuk record muri.

surjadi05
01-09-2017, 10:01 PM
Abis sapa lg om? Kl orang itu ud masuk penjara, ya duit ga bakal ada.
Itu jg yg terjadi kpd bank2 yg di-bailout. Sapa lagi yg ganti duit nasabah?
Kl salah2an, ya memang yg salah si pelaku, tapi duit milyaran siapa lg yg bisa balikin kalo ga pemerintah?

Dlm kasus perbankan, yah jatohnya ngutang lagih, yg bayar rakyat dgn melalui pajak.
Mangkanya pada demo ga rela duitnya dipotong buat nalangin para bankster.

Hukuman yg setimpal sbnrnya, tuh orang ga boleh bisnisan milyaran lagi dan harus kerja di mana gajinya dipotong untuk mengganti duit pemerintah seumur idup.

Loh kok alasannya sapa lagi bleg, jadi ntar kalo gw ketepu sama elu, minta ganti rugi sama negara? Bisa bangkrut donk negara? ::ungg::

Itu dana century aja banyak yg belum diganti negara, padahal itu bank yg seharusnya diawasi sama BI, masak ketepu orang juga negara yg ganti rugi, enak amat, kalo gitu gw jadi penipu aja toh, bakal diganti negara ::ngopi::
Posted via Mobile Device

- - - Updated - - -


Yah.. spt orang2 ketipu lainnya gmn.. ya itu memang nasib.. kan ga 100% innocent.. mrk mau yg murah semurah2nya tanpa mikir.



First travel bermula bukan dari penipuan.. mereka sempet meledak karena dapet rombongan besar dari BI dan Pertamina. Setelah itu baru keblinger.
Sbnrnya sih, kl jemaah ga sampe ribuan, ga ketauan.. dan banyak lg penipu2 haji. Wong masuk record muri.

Err seperti yg bang napi bilang "kejahatan bukan hanya terjadi karna niat pelakunya, tapi ada kesempatan" err kurang lebih gitu deh ::hihi::
Posted via Mobile Device

- - - Updated - - -


Ironis banget, orang-orang yang sudah mereka tipu secara ndak langsung masih memberi mereka makan di penjara.

Idealnya ketiga orang itu dihukum mati supaya menjadi pelajaran untuk yang masih atau mau menipu orang seperti kasus ini. Ndak ada guna mereka dipenjara karena hanya akan menjadi beban negara dan pembayar pajak. Dibiarkan hidup pun mereka ndak mampu memulangkan uang para korban. Sudah dor saja, no one will miss them.

*menghayal jadi ninja, get into their prison cells one night, slice them up, one by one.

Bener tuh mbok, harusnya dibatasin, orang yg korupsi/nepu diatas 1M, didor aja ::hihi::
Posted via Mobile Device

mobyokuzan
01-09-2017, 11:18 PM
First travel bermula bukan dari penipuan.. mereka sempet meledak karena dapet rombongan besar dari BI dan Pertamina. Setelah itu baru keblinger.
Sbnrnya sih, kl jemaah ga sampe ribuan, ga ketauan.. dan banyak lg penipu2 haji. Wong masuk record muri.

kemenag ngasih ijin first travel itu desember 2016 kemaren bleg (ijin tahunan), bukan waktu awal2 first travel mendirikan usaha.


Sbnrnya jemaah ada salahnya jg.. maunya murah... t'rus umrah alias jalan2.. t'rus mgk berkali2 pula.. Haji kagak, umrah berkali2, cari untung ketika jadi agen..
Yg kesian sih yg miskin.


cari harga termurah itu manusiawi, sdh hukum ekonominya begitu, jadi ga bisa disalahin juga.

mrk percaya krn pengakuan dari testi jemaah sebelumnya yg pernah diberangkatkan dgn harga yg sama, mrk berpikir kalo dgn harga murah bisa berangkat knp harus bayar lebih mahal.

surjadi05
02-09-2017, 05:18 PM
Pertanyaannya emang kalo umrah mestri izin kemennag?
Kalo iya berarti dari awal niatnya ga bener kan?
Dengar2 kemenag ada rilis travel agensi umrah yg bermasalah ::ungg::
Posted via Mobile Device

mobyokuzan
02-09-2017, 10:43 PM
Loh kok alasannya sapa lagi bleg, jadi ntar kalo gw ketepu sama elu, minta ganti rugi sama negara? Bisa bangkrut donk negara? ::ungg::

Itu dana century aja banyak yg belum diganti negara, padahal itu bank yg seharusnya diawasi sama BI, masak ketepu orang juga negara yg ganti rugi, enak amat, kalo gitu gw jadi penipu aja toh, bakal diganti negara ::ngopi::

Err seperti yg bang napi bilang "kejahatan bukan hanya terjadi karna niat pelakunya, tapi ada kesempatan" err kurang lebih gitu deh ::hihi::


yah makanya itu kong, perlu tindakan tegas dari pemerintah juga agar penipu macem kongsur susah berkembang biak dinegara ini, ups salah ding maksud gw penipu macem first travel ;D


Pertanyaannya emang kalo umrah mestri izin kemennag?
Kalo iya berarti dari awal niatnya ga bener kan?
Dengar2 kemenag ada rilis travel agensi umrah yg bermasalah ::ungg::


biro travel yah kudu ada izin dong, spd motor/mobil aja perlu surat ijin masa buka biro travel yg ngurusin ribuan jemaah ga ada ijinnya ::hihi::

http://hukum.indopos.co.id/read/2017/08/30/108632/Perpanjang-Dua-Kali-Izin-First-Travel-Kemenag-Harus-Dievaluasi

http://hukum.rmol.co/read/2017/08/29/304995/Izin-First-Travel-Pernah-Diperpanjang-Kemenag,-Meskipun-Sudah-Ketahuan-Curang-

surjadi05
03-09-2017, 12:02 PM
Beda mob, antara buka biro travel biasa sama buka biro travel umroh/haji kalo biro travel biasa ga perlu izin kemenag , kebetulan punya saham dikit di salah satu biro travel batam, walo bukan pengurusnya, cuma perlu deposit sana sini ::ungg::
Posted via Mobile Device

mobyokuzan
03-09-2017, 12:38 PM
^yg bermasalah kan ijin first travel kong bukan biro travel lain yg ga ngurusin umrah dan haji

tapi entah kalo first travel ini awalnya terdaftar sbg biro travel biasa lalu "main belakang" seolah olah sdh terdaftar sbg biro travel urusan umroh/haji.

http://www.viva.co.id/berita/nasional/949973-laporan-buruknya-first-travel-telah-ada-sejak-3-tahun-lalu

surjadi05
03-09-2017, 10:02 PM
Iya makanya gw bilang, bisnis travel 2 tahun belakangan ini agak susah kalo ga ada inovasi, dengan maraknya traveloka, tiket.com, dll
Makanya mereka "nyemplung" ke umrah, jadi mungkin aja mereka ga tahan godaan, makanya akhirnya nipu pake sistem ponzi, yah intinya begitulah ::ngopi::
Posted via Mobile Device

mobyokuzan
03-09-2017, 11:31 PM
Iya makanya gw bilang, bisnis travel 2 tahun belakangan ini agak susah kalo ga ada inovasi, dengan maraknya traveloka, tiket.com, dll
Makanya mereka "nyemplung" ke umrah, jadi mungkin aja mereka ga tahan godaan, makanya akhirnya nipu pake sistem ponzi, yah intinya begitulah ::ngopi::
Posted via Mobile Device

kita ini tiap bulan bayar pajak lho kong, jika hal kek gini bisa lepas dari pengawasan, lantas selama ini tugas mrk ngapain aja !!? makan duit suap dari fisrt travel gitu !!? percuma dong dibentuk Ditjen PHU di kementrian agama yg ngurusi masalah haji dan umroh.

kalo ditempat kerja punya pegawai ga becus kongsur pasti komplain minta pertanggung jawaban dia kan ? yah wajar lah kalo saat ini ada warga yg berharap jika pemerintah ikut bertanggung jawab walopun nalangin seluruh dana jamaah sepertinya ga mungkin :ngopi:

http://www.netralnews.com/news/hukum/read/97499/kejagung.ada.kejanggalan.dalam.penerbita

surjadi05
04-09-2017, 12:36 PM
Sekarang kita ngomong pt loh mob, perusahaan swasta, taruh aja ada 1.000.000 perusahaan di indo, yg bermasalah kayak first travel ga sampe 10 taruh 50 deh, itu cuma 0.005%, bagi pengusaha perusahaan itu rumah dia, jadi kalo pake analogi ada terjadi kekerasaan anak di rumah, apakah lu setuju kalo plokis/aparat yg berwenang datang ke rumah lu setiap saat dengan alasan pencegahaan terjadi tindak pidana tsb, sesimpel itu aja? ::ngopi::
Posted via Mobile Device

- - - Updated - - -




kalo ditempat kerja punya pegawai ga becus kongsur pasti komplain minta pertanggung jawaban dia kan ? yah wajar lah kalo saat ini ada warga yg berharap jika pemerintah ikut bertanggung jawab walopun nalangin seluruh dana jamaah sepertinya ga mungkin :ngopi:

http://www.netralnews.com/news/hukum/read/97499/kejagung.ada.kejanggalan.dalam.penerbita

Ini analogy nya ga masuk, pertama petugas tidak dibayar langsung, kedua kalo begini kenapa bukan petugas hajinya yg dituntut kenapa negara?
Simple karna mereka pingin duitnya kembali kan?
Ibaratnya mereka berbuat bodoh tapi ga mau terima konsekwensinya?
http://www.lensaindonesia.com/2013/09/16/disidang-bos-pt-raihan-jewellery-akui-tak-bisa-bayar-keuntungan.html

Nah ini juga contoh gampang deh, ini juga ketepu banyak, ada gak yg nuntut pemerintag ganti rugi?
Posted via Mobile Device

mobyokuzan
04-09-2017, 07:51 PM
itu link yg gw share dibaca, first travel sdh dari jauh2 hari bermasalah, tapi ga ditindak, knp ga ditindak !? krn disinyalir ada dugaan suap yg dilakukan FT kpd org dlm dikemenag yg ngurusin perijinan.

kalo pemerintah bisa bertanggung jawab mengurus kinerja pegawai didalam kemenag seharusnya ga sampai ada laporan dari korban kan !?

lantas siapa yg bisa bertanggung jawab ngurusi masalah intern didalam kemenag kalo bukan pemerintah sendiri !!? :ngopi:

kita ga nuntut pemerintah utk ganti rugi (jelas ga mungkin nalangin duit 800 milyar) tapi nuntut pemerintah utk bertanggung jawab knp ini bisa lepas dari pengawasan mrk ? kasihan korbannya kong, sdh duit puluhan juta ilang ga jadi berangkat ibadah pula.

gw bukan korban, tapi seandainya ada diposisi mrk yah rasanya ga ikhlas aja duit yg awalnya diniatin buat ibadah malah dikorup utk hidup bermewah mewah ::doh::

surjadi05
05-09-2017, 01:04 PM
Nah kalo yg kedua itu bener, minta pemerintah menindak pegawai kemenag yg kasih ijin, bukan minta ganti rugi itu 2 hal yg sangat berbeda loh mob, tapi dibaca link itu kan ga ada yg melaporkan bahwa first travel udah melakukan penipuan waktu izin dikeluarkan desember 2016? Atau ada? Jadi ambigu juga ::ungg::
Posted via Mobile Device

neofio
04-04-2018, 05:13 PM
seberapa penting syahrini hadiri di persidangan?
Posted via Mobile Device

ndableg
04-04-2018, 08:18 PM
Udah 3 kasus dari FT sampe sekarang