PDA

View Full Version : Menuju DKI 1



Pages : 1 [2]

mobyokuzan
21-02-2017, 08:40 AM
Ahok masa mainstream? Yg demo sampe 7 jt kl yg mainstream..

ga jadi balik lu bleg ;D

katanya putaran ke-2 sekitar 2 bulan lagi.

mumpung masih jauh2 hari siapin tiket mudiknya mulai skrg

serendipity
21-02-2017, 12:39 PM
Udah banyak yang prediksi kalo pendukung nomer 1 bakalan milih paslon 3.
Sebenernya alesan mereka milih nomer 3 bukan karna suka ama Anies. Bukan itu.
Cuma supaya Ahok gak menang aja. ::hihi::

Gw denger juga banyak orang dari LN yang mendukung Ahok sampe bela-belain ke Jakarta.
Terus pemilihan yang kemaren dipersulit sih kebanyakan yang wilayah didudukin ama Chinese, makanya mereka banyak susah dapet kertas suara.
Liat aja di youtube, banyak yang ribut karna aneh ga bisa milih.

Kita lihat aja nanti gimana ya apa bener kebanyakan pemilih AHY akan memilih Anies?

Gw sih yakin yang kemaren golput atau gak bisa milih bakalan milih ahok. Tapi yhaaa semoga aja Ahok bisa buruan lepas dari status terdakwa.

tuscany
27-02-2017, 09:54 PM
ahok mestinya mulai memainkan kartu dizolimi. politik itu seni berkuasa dan memegang kekuasaan. selama gak curang sah2 aja.

---------- Post Merged at 08:54 PM ----------

kalo mulutnya gak bisa direm malahan blong terus bikin panas suasana yah sudah say goodbye dgn DKI1.

Porcelain Doll
28-02-2017, 04:46 AM
^ itu alasan paling tepat kenapa misalnya nanti Ahok bisa kalah
mulutnya itu loh...;D
selesai satu kasus, bikin kasus lain...haduh...kapan selesainya begitu terus

Yuki
28-02-2017, 08:30 AM
Mulut ember

Tapi jika nanti malah menang, bakalan luar biasa ini, disikut kesana kemari tapi tetep menang

serendipity
28-02-2017, 10:05 AM
Kalo soal mulutnya kasar sebenernya ini beneran pure penilaian gw ya, itu media lebay bin alay pemberitaannya. Kalian pada rajin pake media sosial gak?

coba liat Ridwan Kamil kadang kasar juga tapi gak dilebih-lebihkan.

Gw pikir emang wartawan soal melebih-lebihkan cerita sih juwara banget. Especially soal kasus Ahok kali ini, jelas-jelas cuma video editan karya Buni Yani.

Tapiii sangaaaaat berhasil membuat para kaum sumbu pendek marah dan menjadikan Ahok terdakwa. Luar biasa.

Yha kalo soal salah ngomong sih ya, bukannya mau ngebelain... tapi siapa sik pejabat yang gak pernah salah ngomong.

dan menurut pendapat gw, mending dia salah ngomong dan ngakuin itu.. daripada ngeles ini itu dan membuat seakan-akan dia adalah orang yang paling dizolimi.

I mean orang-orang Jakarta ini loh sasarannya, udah gak ogeb lagi bisa dipermainkan dengan drama orang yang dianiaya seantero jagat raya.

Dan kalaupun akhirnya ada beberapa manusia yang beranggapan dia sedang "dianiaya", ya itu akhirnya emang karna dia sedang "dianiaya", bukan dia buat -buat.

tuscany
28-02-2017, 08:52 PM
media mah memblow up siapa aja. Risma juga pernah kasar banget dan diblow up. Tapi tetep ahok lah juaranya. Ya gimana emang kayaknya pembawaan. Selama merasa benar dia merasa bisa deliver dengan cara apa saja.

Well...you get what you pay. You pay what you get.

mobyokuzan
19-04-2017, 08:43 PM
gw saat ini kok pengen tau reaksi dan komentar si ruhut

nih si poltak kemana batang hidungnya ::hihi::

ndableg
19-04-2017, 10:57 PM
Akui Kekalahan Ahok-Djarot, Ruhut Tunggu Realisasi Janji Kampanye Anies-Sandi (http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=149740&kat=8)

mobyokuzan
20-04-2017, 08:10 AM
itu sitompul satu ini dulu pernah bilang, "itu jadi mentri aja ga becus kena reshufle kok berani2nya nyalon jadi gubernur, bisa apa dia" skrg komentarnya 180 derajat berbeda, hasil realcount blm kelar dia sdh ngaku kalah duluan.::hihi::

Yuki
20-04-2017, 11:07 AM
Karena selisihnya terpaut jauh, jadi rada mustahil bisa beda hasilnya

mobyokuzan
20-04-2017, 11:51 AM
tuntutan sidang ahok dibacakan hari ini kan yah ?

kalah di pilkada apakah akan kalah juga di sidang penistaan agama, mari kita nantikan ::hihi::

Yuki
20-04-2017, 12:00 PM
Rasanya sih bakal kalah juga

Bakal masuk jeruji dia

etca
20-04-2017, 02:29 PM
Bocoran dari kawan yang gawe di balaikota :
ada yang dateng tadi pagi dan minta rincian anggaran, belum dilantik loh yahh
posisi eselon 2 terancam bubar krn pasti akan ada bawa kroni dari gub dan wagub baru
dan pasti terancam dilengser
::grrr::

tuscany
20-04-2017, 05:25 PM
Oh sudah pasti bakal bawa orang2 kepercayaan masing2. Soal kinerja, hakimi ntar aja 5 tahun lagi. Kita orang mesti adil toh. Cuma kok saya pesimis, lha menteri pecatan gini. Anies memang fakta membuktikan ga ada kinerja apa-apa selama jadi menteri. Sandi apalagi. Banyak isu2 jelek, entah benar entah enggak.

Kalah menang sebenarnya biasa aja dalam konstestasi politik. Ahok sudah menunjukkan bahwa sikap kalah yang ksatria tuh begini, jauh lebi terhormat disbanding ancam2 sebelum pilkada yang kalo kalah katanya pasti ada yang curang. Paling abis ini ahok djarot dikasi kerjaan ma jokowi. Tapi saya justru lebi concern ke menguatnya politik kotor di daerah2 lain yang ditiru karena keberhasilan di pilkada dki. Jakarta ini barometer, kalo di sini aja kaya gini gimana dgn daerah lain?

Atu lagi, naiknya anise berarti memantapkan niat prabowo nyalon lagi. Capek dahhh

---------- Post Merged at 04:25 PM ----------

Oh ya, tulisan Alan Nairn baru keluar. Mirip sama tulisan dari Kompasiana, karena kayanya sumber utama mereka sama2 dari Snowden. Cuma yang Nairn lebi detil karena sifatnya investigasi.



Sampai tulisan ini dibuat hasil hitung cepat dari tiga lembaga survei (LSI, SMRC dan Polmark) menunjukan Ahok kalah dalam pertarungan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Saya tidak mempersoalkan siapapun yang menang dalam Pilkada ini. Yang saya syukuri, Ahok kalah!

Agar saudara tidak cepat emosional membaca judul tulisan ini, alangkah eloknya membaca tuntas hingga akhir.

Artikel ini adalah tulisan saya pertama bertema Pilkada DKI Jakarta. Dan secara khusus Kompasiana membuatnya dalam rubrik Kotak Suara. Meski banyak masalah yang saya temukan dalam proses Pilkada kali ini, saya menahan diri untuk tidak menuliskannya. Menunggu di akhir pertarungan dan berharap Ahok kalah. Sebagai seorang praktisi dan konsultan Pilkada, tentu tema ini merupakan “makanan” saya. Beberapa pihak mendorong saya untuk menuliskannya, tapi saya menolaknya. Karena “masalah Ahok” bukan masalah Pilkada DKI. Ini murni politik yang tersangkut dengan kekuasaan Jokowi.

Masalah Ahok – saya menyebutnya demikian, bukanlah masalah hukum, bukan masalah agama, apalagi masalah Pilkada. Bila kita masuk dalam perdebatan tiga ranah ini (hukum, agama, pilkada) maka akan terjadi banyak paradoks yang tidak logis. Saya menyadari bahwa acapkali masalah agama dan Pilkada menyeret argumen-argumen yang emosional sehingga bantahan rasional bukanlah jawaban yang jitu. Tetapi seberapa besar argumen emosional itu dikemukakan masih cukup relevan, jika disangkutpautkan dengan fakta atau peristiwa lain. Tetapi “masalah Ahok” sudah emosional terjadi paradoks di dalamnya.

Masalahnya pun bukan soal Syariah Islam atau tidak, sentimen rasial anti cina atau tidak. Bukan itu. Ini semua hanya alat propaganda. Suatu isu untuk menarik lebih banyak simpati masuk kedalam kerumunan atau crowd yang potensial untuk digerakan sewaktu-waktu. Paradoksnya misal anti Cina kafir yang ditujukan ke Ahok tetapi sujud pada Harry Tanoe. Pertentangan yang tidak masuk akal sehat. Atau sebaliknya cap Liberal dan Syiah yang disematkan pada Anies sebelumnya tapi dianggap akan membawa DKI Jakarta bersyariah.

Pertanyaan kritis yang harus diajukan adalah mengapa pihak kepolisian seperti takut membubarkan Front Pembela Islam (FPI). Jelas semua kegaduhan di Jakarta dalam enam bulan terakhir dimotori oleh FPI. Mengapa polisi sampai tak berdaya? Jawabnya akan terbuka jika saudara menelusuri sejarah dan perjalanan FPI sejak tahun 1998. Sebagaimana harus juga diketahui sejarah KISDI dan Pamswakarsa. Jawabnya sederhana, FPI tidak lebih “binaan” para Jendral Angkatan Darat dan mantan Kapolri. Soal “binaan” sudah menjadi tradisi di kalangan tentara dan polisi untuk memelihara kelompok-kelompok ekstrim (termasuk para preman/gali) untuk dijadikan pemukul barisan depan.

Dalam kaitan “masalah Ahok”, saya tidak melihat FPI sebagai aktor utama. Organisasi ini tidak lebih sebagai bemper dan barisan pemukul awal. Artinya saya pun tidak memperdulikan wacana, slogan atau apapun namanya yang diteriakan oleh FPI yang sebenarnya tidak lebih sekedar alat propaganda. Propoganda untuk menyatukan emosi bersama, sekaligus membuat musuh bersama. Dan rupanya isyu Islam dinistakan sangat ampuh untuk menipu termasuk menghipnotis kalangan kelas menengah terdidik.

Jika bukan FPI, lantas siapa? Saya menduga dua kelompok lama yang berkoloborasi: para (mantan) Jendral angkatan darat yang tidak mendapatkan tempat di kekuasaan bekerjasama dengan kroni Cendana Orde Baru. Kelompok ini menjadi kuat dalam dukungan logistik, dengan agen Trump seperti Harry Tanoe dan Freeport. Tujuannya satu: menjatuhkan pemerintahan Jokowi. Bahwa gerakan ini ada peran Amerika tidak bisa dipungkiri. Sebagaimana dulu pembentukan FPI dan Pamswakarsa juga dibantu oleh agen CIA di Indonesia seperti Setyawan Djodi.

“Masalah Ahok” adalah pintu masuk untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi. Tetapi kelompok ini memang kesulitan untuk “memprovokasi” massa untuk selanjutnya menjadi people power seperti 1998. Akhirnya terjadi “keajaiban” Ahok kepleset omongan. Propaganda dan agitasi dimainkan untuk menghimpun “umat Islam” yang merasa dihinakan.

Sebenarnya Istana tahu akan skenario ini. Bagaimanapun juga jaringan intelejen dimiliki oleh lingkungan Istana. Tapi menghadapi dengan frontal secara politis juga tidak akan baik. Oleh karena itu polisi seperti memainkan isu “makar”. Bahwa memang ada agenda dan skenario itu, tapi sulit dibuktikan secara hukum. Tetapi paling tidak, pemerintahan Jokowi sudah mulai menyerang agenda politik kelompok ini. Beberapa panglima lapangan “ditawan” dengan tuduhan makar dan tuduhan perbuatan asusila.

Jokowipun berusaha untuk bermain cantik dan melakukan tawar menawar secara halus. Baik tawar menawar kepada Freeport maupun kepada para Jenderal di lingkungannya sendiri seperti Wiranto, Hendropriyono dan Ryamizard.

Dengan kalahnya Ahok, pintu untuk melakukan makar skenario pertama telah tertutup. Apalagi jika akhirnya pengadilan menjatuhkan hukuman pada Ahok. Isu apalagi yang ingin dimainkan? Menunggu hingga 2019 bukan waktu yang ringkas bagi kelompok ini. Meski begitu, ada satu isu yang dari kemarin-kemarin tetap dipelihara yakni: bangkitnya PKI baru.

Tetapi bagi FPI, isu ini sebenarnya ahistoris. Agak sulit bagi jamaah dan pengikut FPI untuk mengikuti propaganda anti PKI. Berbeda halnya dulu Banser NU yang jelas-jelas dibentuk untuk melawan aksi sepihak PKI. Banser NU tidak bisa dianggap sebagai “alat” dari kekuatan angkatan darat saat itu sebab secara historis, memang terjadi pertempuran antara Banser NU dengan underbouw PKI saat itu.

Oleh karena itu saya tidak mempersoalkan siapa pemenang Pilkada DKI Jakarta: Anies Baswedan. Karena tidak ada pengaruh atau perubahan apapun dalam konteks gerakan politik nasional. Apakah kemudian DKI Jakarta akan menerapkan Syariah Islam seperti Aceh? Mimpi. Jargon-jargon itu hanya propaganda. Atau apakah Anies lebih baik atau lebih buruk dalam menata pemerintahan di Jakarta, saya tidak akan mengulasnya dalam tulisan ini.

Yang saya syukuri, Ahok telah kalah. Dan saat ini juga, agenda makar kelompok barisan sakit hati pada pemerintahan Jokowi, akan sedikit tertunda. Kemarahan massal yang dibakar oleh seruan propaganda yang massif selama ini disurutkan. Tapi apakah “kemarahan massal” bisa berbalik kepada kelompok pro Ahok? Marah mungkin saya, tapi marah yang kemudian termobilisasi dan menjadi amuk yang terorganisir nampaknya sulit terjadi.

Posisi politik saya. Saya bukan pendukung Anies atau Ahok. Terlebih saya bukan penduduk DKI Jakarta yang punya hak pilih. Meskipun saya memilih Jokowi sebagai Presiden pada 2014, saya bukan bagian dari simpatisan dan partisan. Yang saya cemaskan adalah adanya bibit-bibit kebangkitan Orde Baru dan kroninya serta agen-agen Trump di Indonesia dengan memperalat umat Islam untuk melakukan goncangan. Salam Kompasiana.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/hendra_budiman/syukurlah-ahok-kalah_58f72d4140afbd5c6ff3385c


Ingat nggak, Jokowi pernah dihantam isu PKI. Isu ini memang keliatannya terus dipelihara dan mau dimainkan lagi. Saya bebrapa kali terima broadcast WA soal tenaga kerja cina menyerbu masuk. Itu dibaca sama orangtua yang gak paham hoax, dikira betulan. Apalagi zaman mereka kasus PKI terjadi, ya nyambunglah. Cina=kafir=komunis=PKI.

Tulisan Nairn juga membuat saya paham kenapa agenda penegakan HAM akan sangat sulit terjadi di pemerintahan Jokowi, atau di Indonesia secara umum dalam waktu dekat siapapun presidennya. Entah kapan Suciwati akan mendapatkan keadilan.

etca
24-04-2017, 09:51 PM
R1 kabarnya mau reshuffle lagi. Akankah ahok akan menduduki salah satu kementrian?
Posted via Mobile Device

Yuki
25-04-2017, 08:04 AM
Ganjalannya cuman satu, sidang, ini yg akan selalu menjadi peluru yg digunakan oleh mereka-mereka yg membencinya

serendipity
25-04-2017, 09:06 AM
Banyak yang memprediksi Ahok dikasih jabatan menteri dalam negeri, dan emang berita pagi ini di TV bilang kinerja Tjahyo Kumolo kurang bagus. ::hihi::

234
25-04-2017, 07:45 PM
Terlalu riskan kalo mengangkat Ahok jadi menteri, maupun ketua KPK, untuk saat ini. Itu akan menjadi kontraproduktif bagi pemerintahan Jokowi karena bakalan dijadikan isu yang akan terus digoreng sampai puncaknya saat Pilpres 2019, dus bakalan berat bagi Jokowi untuk terpilih lagi atau minimal berpotensi "rusuh" saat Pilpres nanti. Jadi sebaiknya Ahok "disimpan" dulu sampai masuk periode 2019-2024, dengan catatan Jokowi terpilih lagi.

IMO saat ini jabatan paling pas untuk Ahok, jika lolos dari persidangan, adalah misalnya di posisi Dirut Perum Bulog (dulu Kabulog) ataupun jabatan2 lain yang jauh dari hingar-bingar politik.

:ngopi:

tuscany
26-04-2017, 09:10 AM
Saya kira juga pas begitu. Ahok pun pernah nyinggung soal kabulog kalau sudah tidak jadi gubernur. Jadi ketua KPK gak bakalan. Secara administrasi tidak memenuhi syarat, belum lagi potensi dijegal dewan di tengah2. Isu reshuffle mendadak ada setelah pikkada ini settingan jokowi apa pendukung ahok ya. Mbok jadi pendukung itu rasional aja lah. Maunya liat ahok melantik gubernur baru paling supaya bisa membully lawan lagi ::elaugh::

ndableg
27-04-2017, 01:14 AM
Gw rasa kurang tepat juga dianggap membully lawan. Membully itu posisinya selalu yang merasa lebih kuat. Ahok ga pernah kayaknya berada posisi paling kuat, kalo dalam posisi bisa membuktikan sesuatu, mungkin.
Kalo gw sih, ya sudah.. jakarta ga bisa diharapkan jadi contoh pemerintahan sistem anti korupsi. Walaupun ahok, katanya, sudah bikin system security apbn lebih kuat, namanya ngebocorin lebih gampang daripada nambel, apalagi menciptakan.

Kalo masalah program sih mungkin2 aja jalan. Gw ga mau sujon, yg penting kita2 yg dulu bela ahok, skrg kemungkinan akan mengawasi pemkot DKI lebih kritis. Dan tentunya gaya ahok jadi patokan. Kota pastinya semakin maju dan indah, tapi dalemnya gimana. Bikin taman sih ga susah. Taun 2000 gw cabut dari indo, balik 6 taun kemudian, ud banyak taman.. (walopun ciliwung makin hitam) itu masih jaman Foke. Jadi ga bisa diukur dari taman2 bbrp meter doang. Kadang2 taman, gedung indah itu cuman buat nipu mata aja.

Indonesia butuh kota model dgn system pemerintahan daerah yang solid. Tadinya gw berharap ahok bisa membangun sistem yang baik buat ngatur kota besar spt jakarta. Ga usah liat dirinya yang bersih lah.. gw ga peduli kalo dia koruptor pun. Tapi gw bisa liat dia kerja, kerja berat. Padahal gw di belanda, gw bisa liat dia kerja tiap hari, dan gw akui gw ga mau kerja begitu. Itu baru pada saat pagi2 aja ngadepin warga. Kemauan kerja spt itu bisa dibuktikan. Yg gw ga abis pikir bayangin foke masih kuat maen golf. Belum makan malamnya kali yak. Dari sini sbg patokan kan gampang nanti mengukur kinerja gubernur baru nanti. Yg jelas, dari hari pertama ahok masuk lingkungan birokrasi jakarta, gw ud tepuk tangan. Kalo anis ato uno kagak bikin gw tepuk tangan, malah tepuk jidat, ya lesu lah jakarta. Mending jadi contoh jungki2 aja.

Ahok bukan mau jadi pemberantas korupsi, dia mau di birokrasi. Dia mau membereskan birokrasi2 ngawur ala indon goblog. Jadi kalo ga gubernur jakarta, ya mendagri. Itu kalo indon mau maju.

Kalo gw pikir2 sih, apa resikonya mengangkat ahok dijabatan penting selain dikacaukan oknum2? Kalo membuang ahok berarti kita mengamini gerombolan siberat menguasai birokrasi??
Apa sih resikonya buat orang indonesia? Yg jahat kan yang mau mengacau, mentok2 ahok ataupun jokowi mati terbunuh, dan itu akan menjadikan mereka pahlawan apabila mati membela kebenaran. Kalo emang akan rusuh, ya.. perusuhnya yang dibabat dong.. mosok orang berkualitas malah dibuang dan membiarkan begundal2 berkuasa? Mending arwah suharto suruh jd presiden aja lagi.

tuscany
27-04-2017, 10:16 PM
bukan ahok yang niat ngebully. tapi ahoker.

---------- Post Merged at 09:16 PM ----------

dana apbd sudah dikunci pasword2 jadi sampe tahun depan masi aman jakarta. nah yang perlu dicermati ntar tahun 2019. pas pemilu presiden pula.

saya rasa kita semua bisa mengambil hikmah dari pilkada jakarta, sedikitnya adalah sebaik apapun niat namun tanpa komunikasi yang baik maka jatohnya nggak baik. haisss apaan coba...

surjadi05
28-04-2017, 07:00 AM
^^^
Sad but true, thats d fact rite, most of d time in indo not about "what" they sais but about "whom" say it?
Posted via Mobile Device

serendipity
01-05-2017, 12:26 PM
Anies ingin begini, Anies ingin begitu... ingin ini itu banyaaak sekaleeee

Anies: Tolong Dibereskan Sebelum Gubernur Baru Masuk

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat menyelesaikan semua pekerjaannya di Jakarta sebelum berakhir masa jabatan.

Anies berharap Ahok- Djarot tidak mewariskan masalah pada gubernur-wakil gubernur setelahnya.

"Tolong dibereskan dulu sekarang, sebelum gubernur baru masuk. Jadi saya itu pengin, jangan sampai PR-PR itu, sudah biarin nanti gubernur baru yang ngurusin, jangan. Diberesin dulu sekarang, gubernurnya belum ganti, masih enam bulan," kata Anies, saat ditemui di rumahnya, Jalan Lebak Bulus Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (28/4/2017) siang.

(baca: Anies Minta Ahok-Djarot Moratorium Penggusuran)

Anies menuturkan, beberapa pelanggaran kerap dilakukan sejumlah warga yang menolak atau tidak tahu pada aturan yang berlaku. Dia mencontohkan munculnya juru parkir liar di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Kalijodo.

Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, Ahok-Djarot harus lebih tegas untuk menyelesaikan parkir liar di Kalijodo.

"Untuk yang masih bertugas, ditegakkan aturannya gimana, ditegakkan. Jangan sudahlah nanti gubernur baru yang ngurusin," tutur Anies.

(baca: Tanggapan Anies soal Munculnya Parkir Liar di Kalijodo)

Terkait Pilkada DKI Jakarta 2017, pasangan Anies-Sandi unggul dalam perolehan suara putaran kedua dari pasangan petahana Ahok-Djarot berdasarkan hasil real count formulir C1 atau sertifikat hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU DKI Jakarta melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

Melalui sistem itu, Anies-Sandi diketahui memeroleh 57,95 persen suara, sedangkan pasangan Ahok-Djarot meraih 42,05 persen perolehan suara.

Anies-Sandi unggul di semua wilayah di DKI Jakarta berdasarkan hasil real count formulir C1 tersebut.

SUMBER http://megapolitan.kompas.com/read/2017/04/28/13560491/anies.tolong.dibereskan.sebelum.gubernur.baru.masu k

Yuki
02-05-2017, 08:15 AM
Belum dilantik aja udah banyak bacot

Kalo gak mau menerima masalah hidup gak usah jadi gubernur, tidur aja sana

mbok jamu
02-05-2017, 06:15 PM
Umurnya ndak lama nih. Kalaupun sampai akhir masa jabatan, harga diri Anies di mata istri dan anak-anaknya akan jatuh, kecuali cerita-cerita tentang Anies Baswedan dulu itu tipu semua.

mobyokuzan
02-05-2017, 09:01 PM
sepertinya banyak yg kecewa dan kurang bisa menerima jika anies - sandi menjadi pemenang di pilkada kemaren ::hihi::
tapi sebagai warga negara yg baik mari kita mendukung gubernur yg sdh terpilih, doakan agar pak anies mampu bekerja sungguh sungguh dan menepati apa yg telah dijanjikan dlm kampanye kemaren.
semoga tuhan memberkati jakarta dan negara kita ini.

---------- Post Merged at 08:01 PM ----------

sepertinya banyak yg kecewa dan kurang bisa menerima jika anies - sandi menjadi pemenang di pilkada kemaren ::hihi::
tapi sebagai warga negara yg baik mari kita mendukung gubernur yg sdh terpilih, doakan agar pak anies mampu bekerja sungguh sungguh dan menepati apa yg telah dijanjikan dlm kampanye kemaren.
semoga tuhan memberkati jakarta dan negara kita ini.

ndableg
09-05-2017, 03:24 PM
Kayaknya 2019 ahok jadi wapres dan bisa jadi pres nih.. Ud mirip2 cerita perjuangan bung karno, gandhi, marthin luther king jr, dll.
Itu kalo ga dibunuh dipenjara.
Kita liat gerakan bangsa super baper ini.. ::hihi::

etca
10-05-2017, 08:21 AM
Hahahahahha ngomong² super baper, beneran loh kemarin saya kebawa baper. Pas lihat begitu banyak karangan bunga saya hanya bisa bergumam, beliau banyak dicintai. Lalu melihat berita vonis penjara d tv atau baca berita di media online, hanya bisa bergumam.. Oh peradilan Indonesia sekarang seperti ini yah? Nah semalam pas lewat Rutan Cipinang melihat massa seperti itu seriusan jadi super duper baper. Semoga keluarga beliau tetap diberi kesehatan dan dimampukan melewati ini semua.

Bi4rain
10-05-2017, 11:03 AM
Vibrasinya dari layar kaca, dari J-town yg jauh dari tempat saya juga terasa. Saya sampe sedih hampir menangis mendengar berita itu, padahal jarang banget namanya bawa perasaan.
Semoga bu Vero dan anak2nya tetap kuat, karena hasil kerja dan niat si bapak yg baik dan benar makanya beliau tetap dicintai.

Saat ini malas nonton berita, takut baper lagi. agak malas juga guling2 fb, soalnya komentar yang menang dan kalah sama2 ada yg ga wise. Gw sebagai salah satu yang mencintai beliau hanya berharap semoga teman2 yang sependapat dengan saya, belajar menerima dan tetap mendukung dengan baik tanpa mengeluarkan kata kasar........serius masih harus belajar banyak dari mereka satu keluarga ini, tough banget.
Speechless.......but heaven know better

mobyokuzan
11-05-2017, 10:35 AM
pak antasari aja lempeng2 kok kena vonis 8 thn, 2 tahun mah bentaran doang buat ahok, ntar ngajuin banding paling kepotong grasi dll sdh kurang tuh masa tahanan, biasa aja lagi ga usah baper :ngopi:

ndableg
11-05-2017, 03:52 PM
Kita liat dalam dua taun apa yang terjadi dgn fpi dan pemkot dki.