PDA

View Full Version : Penembakan di Orlando, Florida - 50 orang tewas :(



tsu
15-06-2016, 09:47 AM
Merdeka.com - Penembakan massal terburuk sepanjang sejarah Amerika Serikat menimpa Kota Orlando, Minggu (12/6) dini hari. Sebanyak 50 orang tewas, sedangkan 53 lainnya luka-luka selepas seorang pria menyerbu kelab malam 'Pulse' yang menjadi lokasi berkumpulnya komunitas gay Orlando.

NPR, merangkum kronologi lengkap yang berhasil dikumpulkan oleh Kepolisian Orlando serta Biro Investigasi Federal (FBI).

Insiden ini dimulai pukul 02.02 waktu setempat. Omar Mateen (29), masuk ke pelataran Pulse. Dia bergegas menembaki orang-orang di ruang dansa.Pelaku membawa senapan mesin jenis AR15, pistol, serta ratusan amunisi.

Pada saat serangan itu terjadi, diperkirakan 320 orang sedang berada dalam kelab malam. Beberapa menit selepas penembakan dimulai, pengunjung Pulse mulai menghubungi polisi. Beberapa dari mereka juga meminta bantuan melalui postingan sosial media.

Polisi tiba 30 menit kemudian. Pada saat itu, Mateen sudah menyandera beberapa orang di dalam gedung. Kepolisian Orlando kemudian mengerahkan tim SWAT.

Tembak menembak terjadi pukul 03.30 waktu setempat. Kepala Polisi Orlando, John Mina, menjelaskan Mateen sempat keluar gedung menembaki polisi.

Setelah beberapa kali menyerang polisi, dia kembali ke dalam gedung. Pukul 04.30, tim SWAT beranggotakan delapan orang menerobos klub gay 'Pulse'. Pukul 05.00 petugas berhasil menembak mati pelaku.

"Berkat keputusan menerobos masuk, petugas berhasil menyelamatkan 30 sandera di dalam gedung," kata Mina.

Imbas dari tembak menembak serta operasi penyelamatan sandera, seorang petugas tertembak di bagian helmnya.

Namun, temuan petugas juga mengejutkan. Dari awalnya ada laporan 20 orang terluka, ternyata korban tewas sangat banyak. Di dalam gedung polisi dan tim paramedis menemukan 50 jenazah, belum termasuk pelaku.

Mateen adalah warga negara AS keturunan Afghanistan. FBI menyatakan dia beraksi sendirian. Motif penembakan massal ini disebut terkait terorisme.

Mateen diketahui berbaiat pada ISIS beberapa hari lalu. Belum jelas apakah militan khilafah benar-benar terlibat dalam aksi penyerangan klub gay tersebut.

Gubernur Florida Rick Scott mengumumkan darurat sipil di wilayahnya sampai investigasi polisi dituntaskan. Presiden Barack Obama telah menyatakan duka cita atas jatuhnya korban dalam penembakan massal ini.

http://www.merdeka.com/dunia/berikut-kronologi-lengkap-penembakan-massal-klub-gay-orlando.html

http://edition.cnn.com/2016/06/12/us/orlando-nightclub-shooting/

Shooter ternyata pelanggan klub itu juga

http://www.telegraph.co.uk/news/2016/06/14/orlando-gunman-was-a-regular-at-lgbt-nightclub-pulse-before-atta/

my deepes condolences
semoga keluarga korban semuanya diberikan ketabahan

surjadi05
15-06-2016, 12:28 PM
Mu condolences too
Crazy people everywhwere

tuscany
16-06-2016, 08:10 AM
Regulasi kepemilikan senjata api untuk sipil di sana cukup longgar sih.

etca
16-06-2016, 08:24 AM
RIP,
wah horor juga ya.. segitu ga sukanya ama gay ampe main tembak gitu. ::doh::

Casanova Love
16-06-2016, 10:19 AM
Sedih dg kjadian ini...
Sbg Kristen saya jg sedih dg komentar bbrp pendeta di AS.

kandalf
16-06-2016, 02:59 PM
Turut berduka atas banyaknya nyawa yang tewas sia-sia.

Sampai kapan rakyat Amrik nyadar kalau akses senjata itu bukannya melindungi mereka tetapi malah akan merugikan mereka? ::arg!::

mbok jamu
16-06-2016, 04:14 PM
Apakah larangan atau regulasi kepemilikan senjata akan menyadarkan para orgil di negara itu?

I think it's not the gun, it's the human.

Kenapa jumlah orang yang sakit jiwa semakin banyak? Apakah berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk dunia jadi kita sebenarnya ndak perlu was-was?

Apakah kita bereaksi seperti ini karena sudah menjadi korban media jurnalistik dan sosial yang lebay?

tuscany
16-06-2016, 04:47 PM
Negeri koboy ::elaugh::

Yang aturannya ketat aja masih susah mengendalikan nafsu manusia untuk bunuh2an, apalagi yang longgar.

---------- Post Merged at 03:47 PM ----------

Negeri koboy ::elaugh::

Yang aturannya ketat aja masih susah mengendalikan nafsu manusia untuk bunuh2an, apalagi yang longgar.

GiKu
16-06-2016, 04:52 PM
^
yg terakhir, mbok

mengena sekali

kandalf
16-06-2016, 07:56 PM
I think it's not the gun, it's the human.

Begini, mBok.
Kalau misalnya Giku tiba-tiba ngamuk pakai pisau atau kapak, jumlah yang mati paling cuma berapa dibandingkan bila Giku ngamuk pakai pistol.

Atau kalau misalnya tiba-tiba Giku memutuskan untuk bunuh diri. Tingkat kesuksesan bunuh diri pakai senjata api jauh lebih tinggi dibandingkan menyayat pakai silet atau pisau.

Seperti kata Batman (lupa di komik yang mana dan edisi berapa), iya tanpa senjata api manusia gila pun juga tetap ada tetapi senjata api mempermudah mencelakakan orang.

neofio
16-06-2016, 08:58 PM
kejadiaanya di club gay?

mbok jamu
16-06-2016, 09:25 PM
@kandalf (http://www.kopimaya.com/forum/member.php?u=41)

Gun murders rata-rata direncanakan, bukan karena tiba-tiba ngamuk lalu main tembak karena menggunakan senjata api toh ndak gampang. Dan kalau sudah direncanakan ya banyak cara, ndak perlu pakai senjata, siram bensin, start a fire.

Boston bombing ndak ada senjata api, pressure cooker rakitan mereka sendiri? 911 New York, any gun involved? Oklahoma?

Gun ownership di DC termasuk paling rendah tapi gun murder-nya paling tinggi karena ketika dilarang mereka akan mencari illegal guns dan itu lebih susah diperangi.

kandalf
16-06-2016, 09:45 PM
Boston Bombing, 911, itu butuh perencanaan yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan senjata api.
Boston Bombing, pelaku harus belajar dahulu merakit bom-nya.
Begitu juga dengan 911, pelaku harus belajar mengendalikan pesawat.


Boston Bombing dengan perencanaan menewaskan 6 orang.

Bandingkan dengan 1 orang gila di Virgina Tech University: 32 orang tewas
atau dengan 2 orang gila di SMA Columbine: 15.

Di mana orang2 gila itu perencanaannya cukup beli senjata dan menentukan mulai dari titik mana dia menembak.

ndableg
17-06-2016, 01:00 AM
Ada orang2 amrik yg percaya bahwa memiliki hak atas kepemilikan senjata bagi umum adalah hak asasi manusia untuk melindungi diri dari bahaya. Monopoli atas kepemilikan senjata hanya bagi polisi dan tentara adalah membatasi hak asasi warga biasa. Karena banyak orang amrik yang ga percaya kepada aparat pemilik senjata, shg perlu bagi mereka untuk memiliki senjata sendiri untuk melindungi diri. Tentunya ini didukung oleh sejarahnya amerika di mana pada waktu itu di sana berlaku hukum rimba, termasuk hukum lokalnya orang lokal (indian), selain tidak jelasnya hukum bagi para pendatang.

Belakangan mulai ribut2 bahwa pemerintah akan membatasi kepemilikan senjata di amrik bagi warga biasa. Tentu saja ini sangat ditentang dan dianggap pemerintah berniat untuk menguasai kebebasan warga amrik. Kaum konspirasi teorist pun berspekulasi bahwa pemerintah akan menyita senjata2 milik warga dan mengebiri kebebasan rakyat amerika memberlakukan martial law/militan spt di negara2 fascisme jaman kejayaan komunisme. Kasus2 penembakan pun dianggap sebagai usaha konspirasi untuk mendukung penyitaan senjata milik umum. Maka dari itu, usaha pemerintah untuk membatasi kepemilikan senjata di amrik pun akan selalu mendapat tentangan dari warga amerika, khususnya para pemilik senjata.

Sebenernya sih ga ngefek juga mau dilarang ato enggak.. macam drugs aja lah. Makin dilarang makin gila, bahkan aparat yg memiliki hak pun akan turut bermain. Di situ cuman menaikan harga senjata dan memperkaya pedagang senjata. Di negara2 mana pun yang namanya tembak2an, banyak. Kalo kejadian kali ini (dan kali2 sebelumnya) hanya SATU senjata dipake untuk mbabat banyak orang, ini banyak senjata maen tembak2an, lebih sering terjadi. Ga di amrik aja, di belanda sini juga sering tembak2an antar geng. Dan senjatanya ga satu ye.. tembak2an artinya ada BANYAK SENJATA. Frekuensinya pun lebih banyak, baik di amrik maupun di negara2 yg senjata illegal. Jadi kalo alasannya senjata legal adalah penyebab orang gila di amrik nembak2in orang ga bersenjata adalah bebasnya penjualan senjata di amrik, tentunya kurang tepat.

Jadi menurut gw bukan hukum senjata di amrik yg perlu direvisi, tapi jumlah orang gila di amrik yg perlu dikurangi.

mbok jamu
17-06-2016, 09:26 AM
kandalf

Jadi, ndak pakai senjata api pun jumlah korban yang mati lebih banyak bukan? Jadi, masalahnya bukan pada senjata (api atau tajam) tapi makin banyak orgil yang merencanakan kejahatan masal atau massacre.

surjadi05
17-06-2016, 09:55 AM
Yup mbok guns dun kill people but people do

Casanova Love
17-06-2016, 10:23 AM
Masalah utamanya memang bukan di kebebasan pemilikan senjata api,
Krn dari skian banyak yg punya senjata api, ngga sebanyak itu yg massacre.

Namun, jika masalah utamanya belum bisa diidentifikasi, pelarangan pemilikan senjata api adalah solusi sementara yg perlu dilakukan.
Stidak-tidaknya org yg 'otaknya ngga beres' akan lebih sulit mdapat akses ke senjata api.

Kl ini kan kasus org yg niat, pakai senapan serbu, psiapan matang.
Kl yg macam ini sih pembatasan senjata api mgkn ngga tlalu efek krn dia niat.

Kan ada jg kasus anak-anak remaja yg bawa pistol ke sekolah trus nembakin teman-temannya,
Yg ini bisa sementara diredam dg pelarangan pemilikan senjata api di rumah-rumah.

At least sampai masalah utamanya ketauan.

Serenade
17-06-2016, 10:33 AM
Duh, gmn lg tuh cara ngurangin orgil di tengah hidup yg makin sukar dan makin transparan. Belum lg hubungan sosial dg tetangga aja makin renggang.

Yuki
17-06-2016, 11:01 AM
terapkan aturan yg tegas, apakah aturan yg tegas ini dapat menurunkan angka kejahatan atau tidak, itu urusan nanti, yg penting aturan dulu

- warga sipil dilarang menggunakan senjata api dan senjata tajam, semuanya, siapapun, yg melanggar hukum penjara selama minimal 10 tahun
- hanya pihak keamanan seperti satpam, polisi dan tentara yg boleh menggunakan senjata
- hukum mati tembak di tempat para pelaku kejahatan yg menggunakan senjata api atau senjata tajam
- produsen senjata hanya boleh menjual senjatanya kepada pihak militer, yg melanggar aturan ini dicabut izin produksinya dan pihak-pihak yg terkait dihukum penjara minimal 15 tahun

tuscany
17-06-2016, 11:36 AM
Itu aturannya mirip yg di indo kan? Sipil ga boleh lagi pegang senjata api.

Secara umum lebih gampang bunuh2an atau massacre pake senjata api. Karena sudah terdidik melalui pilem2 Hollywood. Bisa dibilang itu default nya. Kalo sampe pake yg lain berarti niat banget tampil beda. Pegang kapak aja misalnya, butuh keberanian utk masuk ke jarak dekat. Pake bom butuh belajar merakit dulu.

---------- Post Merged at 10:36 AM ----------

Itu aturannya mirip yg di indo kan? Sipil ga boleh lagi pegang senjata api.

Secara umum lebih gampang bunuh2an atau massacre pake senjata api. Karena sudah terdidik melalui pilem2 Hollywood. Bisa dibilang itu default nya. Kalo sampe pake yg lain berarti niat banget tampil beda. Pegang kapak aja misalnya, butuh keberanian utk masuk ke jarak dekat. Pake bom butuh belajar merakit dulu.

etca
19-06-2016, 08:39 AM
Agak OOT,

Christina Grimmie juga tewas ditembak fansnya usai konser, di Orlando juga kan?
Horor banget ya di sana

Yuki
19-06-2016, 09:22 AM
horor sih relatif ;D

di sini juga ada geng motor, TNI aja dilawan, apa gak kurang horor tuh?