PDA

View Full Version : Yang Kiri Yang Mulai Berani



thin.king
17-05-2016, 01:33 AM
Gaperlu bahas ideologinya, gw pikir anak KM udah pada paham ideologi ini.

Kita bahas yg lagi panas"nya aj.
Kalo gw liat udah banyak yg kampanye diam" entah lewat dunia nyata atau dunia maya. Yang di dunia maya jg klo diliat kampanyenya lumayan keras.
Masyarakat jg reaksinya ga kalah keras, caci maki dari kedua belah pihak sering berseliweran.
Dan yang benar" ngerti kadang cuma berani kasi kode". ;D

Kedepannya yg gini nasibnya gimana ya.
Diterima di masyarakat? Walaupun nyaris mustahil
Bakal ada chaos besar lagi?
jadi macam gembong terorisme, dicokol satu" disana sini, aksi gerilya disana sini.?
ataukah ini cuma pengalihan isu semata?

ndugu
17-05-2016, 09:59 AM
berani gimana thinking?
duh, yang jelas donk ceritanya :mrgreen:

mobyokuzan
17-05-2016, 12:32 PM
ini ngomongin apa sih.

apa mau bahas ttg simbol *itu yg akhir2 ini makin marak beredar di tengah masyarakat ?

atau mau bahas teori kontrasepsi, wahyudi, laminating, rhemason dan si onis anaknya mamarika ? ;D

tsu
17-05-2016, 12:41 PM
sebetulnya kiri, kanan, utara, selatan

komunis, marxis, dll

semuanya IMHO tidak tidak terelakan sih, indonesia sudah memilih jalan keterbukaan informasi atas nama kebebasan, human rights dll
klo udah milih itu, ya.... deal with it, jangan musnahkan tapi di manage ;)

karena

semakin mereka di musuhi, semakin banyak orang yg penasaran, dan nanti akan jadi api dalam sekam

thin.king
17-05-2016, 01:15 PM
ini ngomongin apa sih.

apa mau bahas ttg simbol *itu yg akhir2 ini makin marak beredar di tengah masyarakat ?

atau mau bahas teori kontrasepsi, wahyudi, laminating, rhemason dan si onis anaknya mamarika ? ;D

Soasialis, komunis, marxis. Kan biasa disebut aliran kiri.
Secara umumnya komunisme ajalah, tapi bahas ideologinya lain waktu aj. Yg sekarang makin marak berkembang di masyarakat, baik yg secara terang"an atau sembunyi". Dan potensi perkembangannya nanti di kemudian hari di Indonesia.

---------- Post Merged at 01:15 PM ----------


berani gimana thinking?
duh, yang jelas donk ceritanya :mrgreen:

Berani mengemukakan pendapatnya gu.
Di Indonesia kan pendapat" dari golongan ini masih kurang begitu diterima di masyarakat. Kalau diliat" sh masih dalam batas mendapatkan pengakuan, dan meluruskan sejarah yg dianggap melenceng.

surjadi05
17-05-2016, 02:06 PM
Gw rasa ini cukup bagus, malah ada universitas2 udah masukin sebagai mata kuliah kan, contohnua ugm, sama satu lagi universitas yg sempat digerebek fpi, cuma belum sampai ke akar rumput, gw berapa kali liat di fb, ada yg pake pin arit/palu digebukin atau pake kaosnya ditelanjangin jadi yah mulqi berkembang, sampe menhan kemaren diskusi bahaya laten pki, salah satu purnawirawan tni ad sempat "menuduh" mentri susi pki, jadi memang masih dendam kebanyakan orang indo

mobyokuzan
17-05-2016, 06:52 PM
dan skrg yg jadi pertanyaannya adalah...

knp komunisme sering disebut sebagai bahaya laten ?

dan kalopun disebut bahaya laten mengapa akhir2 ini banyak dijumpai org yg menggunakan atribut dan simbol komunis ?

https://pbs.twimg.com/media/CijRGLtUoAEs4my.jpg

ada apa ini !?

tuscany
17-05-2016, 07:44 PM
cuci otak orde baru. komunis sendiri sudah lama dadah dadah dari china dan rusia yang embahnya komunis. tidak survive melawan zaman.

kalo marxis ya ga bisa disamakanlah dgn komunis karena lebih ke konsep dan ideologi, sedangkan komunis lebih ke terjemahan dan implementasi. implementasi boleh ga cocok, tapi konsepnya sendiri bagus imho.

marxis non komunis misalnya demokrasi sosialis.

mobyokuzan
18-05-2016, 09:19 AM
sebetulnya kiri, kanan, utara, selatan

komunis, marxis, dll

semuanya IMHO tidak tidak terelakan sih, indonesia sudah memilih jalan keterbukaan informasi atas nama kebebasan, human rights dll
klo udah milih itu, ya.... deal with it, jangan musnahkan tapi di manage ;)

karena

semakin mereka di musuhi, semakin banyak orang yg penasaran, dan nanti akan jadi api dalam sekam

yakin nih masih mau memanage ?

diliat dari kasus sejarah dulu, ibarat serigala berbulu domba pki pernah backstab negara kita 2x lho.

dulu waktu diawal awal kasusnya muso dimadiun thn 48.

lalu stlh dikasih kesempatan sekali lagi utk berkembang, dithn 65 mrk mulai lagi.

kalo misal lagi2 diberi nafas apa ga malah membahayakan mengingat banyaknya korban akibat kudeta yg mrk lakukan dulu.

ngerii men ::doh::::arg!::

kandalf
18-05-2016, 02:47 PM
Gaperlu bahas ideologinya, gw pikir anak KM udah pada paham ideologi ini.

Kita bahas yg lagi panas"nya aj.
Kalo gw liat udah banyak yg kampanye diam" entah lewat dunia nyata atau dunia maya. Yang di dunia maya jg klo diliat kampanyenya lumayan keras.
Masyarakat jg reaksinya ga kalah keras, caci maki dari kedua belah pihak sering berseliweran.
Dan yang benar" ngerti kadang cuma berani kasi kode". ;D

Kedepannya yg gini nasibnya gimana ya.
Diterima di masyarakat? Walaupun nyaris mustahil
Bakal ada chaos besar lagi?
jadi macam gembong terorisme, dicokol satu" disana sini, aksi gerilya disana sini.?
ataukah ini cuma pengalihan isu semata?

Cuma pengalihan isu semata. ::hihi::



dan skrg yg jadi pertanyaannya adalah...

knp komunisme sering disebut sebagai bahaya laten ?

dan kalopun disebut bahaya laten mengapa akhir2 ini banyak dijumpai org yg menggunakan atribut dan simbol komunis ?

https://pbs.twimg.com/media/CijRGLtUoAEs4my.jpg

ada apa ini !?

Dari foto2 yang kau berikan,
yang jelas tahu dan sudah siap resikonya cuma si Pius Ginting.
Yang lain, aku rasa cuma ikut-ikutan trend.


yakin nih masih mau memanage ?

diliat dari kasus sejarah dulu, ibarat serigala berbulu domba pki pernah backstab negara kita 2x lho.

dulu waktu diawal awal kasusnya muso dimadiun thn 48.

lalu stlh dikasih kesempatan sekali lagi utk berkembang, dithn 65 mrk mulai lagi.

kalo misal lagi2 diberi nafas apa ga malah membahayakan mengingat banyaknya korban akibat kudeta yg mrk lakukan dulu.


Tokoh2 Masyumi ikut pemberontakan PRRI/Permesta. Kita juga punya pemberontakan DI/TII.
Dua kali Indonesia ditikam kelompok Islam.
Nyatanya partai Islam gak dilarang, kan?

Dan Komunis gak cuma Partai Komunis Indonesia.
Ada Partai Acoma dan ada Partai Murba.

Dari Partai Komunis Indonesia sendiri, pasca 1948, juga ada perselisihan. Generasi tua-nya (Tan Ling Djie, Alimin, Wikana) ingin PKI jadi partai kader tetapi generasi muda-nya (Aidit, Njoto) tetap ingin PKI jadi partai aksi-massa.

Kenyataanya juga, Das Kapital-nya Karl Marx mempengaruhi nyaris semua bapak bangsa dari Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Sjahrir, Agus Salim. Bung Hatta sendiri mengatakan bahwa di tahun 30an, partainya mendapat dukungan dari Semaun pasca gagalnya pemberontakan PKI tahun 1927.

https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-9/13138903_10153648528144226_1033782177147090642_n.j pg?oh=d7f6bd50a186076c569d225f92cdb874&oe=57E29F0E

---------- Post Merged at 03:47 PM ----------

Bicara tentang gejolak tahun 60an yang puncaknya pada pembunuhan para perwira AD dan berakhir dengan pembantaian massal, penahanan tanpa persidangan, diskriminasi politik, gak sesederhana film propaganda "Pengkhianatan G-30-S/PKI".

Tanpa keberadaan Partai Komunis Indonesia, tanpa keberadaan komunis, gejolak-gejolak tahun 60an itu masih ada hingga di masa sekarang karena sumber masalahnya masih ada.

mobyokuzan
18-05-2016, 03:30 PM
berarti makusd lu PKI cuma djadikan kambing hitam gitu ?

yah jika saat itu partai islam yg dijadikan kambing hitam seperti PKI, mungkin saja mrk dibanned juga dari indonesia...tapi sepertinya susah ding krn mayoritas rakyat kita beragama islam.

ini pastinya kalo mau dirunut dari awal keknya susah juga mau cross cek gmn fakta sebenarnya...krn seperti yg kita ketahui, sejarah hanya ditulis oleh sang pemenang.

gw yakin sejarah saat ini, terutama yg berisi info mengenai keberadaan komunisme diindonesia, pasti sdh bias dan terdistrosi, penuh dgn rekayasa dan manipulasi, dan baru kembali memanas sejak sang pemenang lengser, seakan akan mrk kembali utk menuntut balas.

yah kalopun ini mau diterusin lagi ntar buntut2nya ibarat kisah org buta dan gajah, yg masing2 tetap keukeuh dgn pendapatnya sendiri, selalu aja ada pro dan kontra...tapi jika hanya sebatas menambah wacana dan wawasan, it's okay lah, krn gw sendiri juga tertarik mengulik hal2 yg berhubungan dgn konspirasi.

kandalf
18-05-2016, 04:43 PM
berarti makusd lu PKI cuma djadikan kambing hitam gitu ?

Tidak. PKI bukan kambing hitam seperti teori konspirasi yang sering beredar.
PKI memang punya banyak masalah dari awal bahkan sebelum menjadi Partai Komunis Indonesia.
Hanya saja, masalahnya tidak sesederhana propaganda

Sejumlah pejabat PKI memang terlibat dalam penculikan dan pembunuhan para perwira-perwira itu (cari kesaksian Sudisman anggota politbiro terakhir yang masih hidup dan satu-satunya yang bisa diajukan ke mahmilub) namun ceritanya tidak sesederhana "pemberontakan" seperti yang digambarkan propaganda orde baru.

Begitu juga, PKI di tahun 60an menyerbu pesantren-pesantren tetapi ceritanya tidak sesederhana "perang atheis vs agama" seperti yang digambarkan propaganda masa orba.


yah jika saat itu partai islam yg dijadikan kambing hitam seperti PKI, mungkin saja mrk dibanned juga dari indonesia...tapi sepertinya susah ding krn mayoritas rakyat kita beragama islam.

Tetapi sebagai gantinya kita memiliki berbagai macam pemikiran Islam dan berbagai gerakan Islam yang memiliki pandangan berbeda-beda.



ini pastinya kalo mau dirunut dari awal keknya susah juga mau cross cek gmn fakta sebenarnya...krn seperti yg kita ketahui, sejarah hanya ditulis oleh sang pemenang.
Gampang sebenarnya.
Tinggal suruh buka semua fakta.

Ini kan masalahnya pemerintah doyan nutup-nutupin fakta dan kebiasaan negeri ini menghilangkan catatan. Jangankan Supersemar, teks Proklamasi aja pernah hilang bertahun-tahun.


gw yakin sejarah saat ini, terutama yg berisi info mengenai keberadaan komunisme diindonesia, pasti sdh bias dan terdistrosi, penuh dgn rekayasa dan manipulasi, dan baru kembali memanas sejak sang pemenang lengser, seakan akan mrk kembali utk menuntut balas.

Tidak.
Dari komunis sendiri punya trauma dengan Stalin dan Revolusi Kebudayaan Mao Zedong yang memakan sesama kader-kader komunis.
Saya percaya generasi komunis muda belajar dari kejadian masa lalu.


yah kalopun ini mau diterusin lagi ntar buntut2nya ibarat kisah org buta dan gajah, yg masing2 tetap keukeuh dgn pendapatnya sendiri, selalu aja ada pro dan kontra...tapi jika hanya sebatas menambah wacana dan wawasan, it's okay lah, krn gw sendiri juga tertarik mengulik hal2 yg berhubungan dgn konspirasi.

Komunis adalah bagian dari sejarah dan tidak seharusnya dihapus dari sejarah. Pemikiran mereka ikut mewarnai dan mempengaruhi pemikiran para tokoh-tokoh sejarah Indonesia lain bahkan walaupun tokoh-tokoh lain ini bukan partai Komunis.

Jadi pelarangan buku dan penyebaran ideologi Marxis-Leninisme secara gak langsung menghapus bagian dari sejarah kita. Teorinya sih, menurut Undang-Undang dan Tap MPR seharusnya tetap bisa ada pelajaran tentang Marxis-Leninisme tetapi prakteknya kecuali kuliah di jurusan tertentu, gak ada pelajaran itu kecuali sekedar propaganda Orde Baru.

Soal apakah PKI kelak tidak akan menikam lagi seandainya diperbolehkan aktif kembali,
ini masalah ketegasan hukum dan kenetralan politik TNI. Di masa lalu, TNI terpecah belah karena bebas berpolitik. Tanpa anggota TNI yang simpati kepada PKI, tidak akan ada penculikan dan pembunuhan para perwira TNI di tahun 65. Dengan ketegasan hukum, tidak akan ada penyerbuan pesantren2 di tahun 60an.

Tetapi ingat,
sekali lagi,
tanpa keberadaan komunis pun, problem asalnya tetap ada, problem yang membuat PKI dahulu berhasil menarik simpati massa dan memprovokasi mereka.

mobyokuzan
18-05-2016, 06:16 PM
sudut pandang yg menarik dari bung kandalf :D

salim dulu :shakehand

yah seandainyapun yg dibilang diatas itu mendekati fakta, tapi tetap saja ada kubu pro dan kontranya kan, dan kita org awam mana tau hal2 rumit itu, lah wong bertahun tahun dicekok'i film yg katanya propaganda diam aja ga ada yg protes kalo itu cuma rekayasa.

ibaratnya kentut, bisa dicium baunya tapi susah membuktikan siapa pelakunya...apalagi itu sdh beberapa generasi dibelakang kita, bisa jadi faktanya juga terkubur jadi tanah bareng mrk ;D

susah men ngoongin fakta.

kandalf
18-05-2016, 06:37 PM
Balik ke topik saja ya.

Menurutku, menggunakan logo palu arit di Indonesia di masa sekarang sama saja bunuh diri.
Kasus Pius Ginting, itu adalah suvenir dari Vietnam. Tapi masa iya, aktivis sekelas Pius Ginting gak tahu arti palu arit.
Kasus Mantan Puteri Indonesia, Anindya Kusuma Putri, juga suvenir dari Vietnam tetapi kalau aku sih percaya kalau dia gak ngeh kalau makai kaos itu dan pasang foto di instagram sama saja cari ribut.
Ada lagi kasus pemuda mengenakan pin palu arit dan digebukin ormas. Katanya sih, pin-nya itu CCP (Cina).

Intinya ada beberapa simbol palu arit yang berasal dari negeri lain seperti Vietnam dan RRT, dan jadi semacam oleh-oleh.

Yang agak konyol yang dirazia di Blok M.
Itu kaos band dari poster promo konser di Berlin Timur. Jadi gak ada kaitannya sama sekali dengan komunis kecuali sekedar menunjukkan tempat konser.
Tapi ya, masa yang mencetak gak nyadar sih betapa riskannya logo itu.


Aktris cewek (dan penyanyi) cantik yang jelas-jelas suka Karl Marx, setahu saya justru gak pernah sama sekali mengenakan logo palu arit di social media. Gak perlu lah kusebut aktris mana.

Salah satu situs berisi pemikiran-pemikiran terakhir kaum marxis muda Indonesia, justru gak ada logo palu arit. Yah kadang-kadang ada gambar Karl Marx nongol.

Begitu juga blog seniman yang cenderung Marxis dan anti seniman Manikebu (getol mengritik komunitas Utan Kayu dan Salihara) juga gak menampilkan logo palu arit.

Intinya, yang Marxis beneran malah menghindari simbol-simbol seperti itu.

Yang agak konyol, kemarin ada yang ngancam-ngancam toko buku Gramedia untuk razia buku-buku cetak ulang edisi khusus Tempo tentang orang-orang kiri. Padahal Tempo itu non-komunis dan bukunya meriwayatkan sejarah.

mobyokuzan
18-05-2016, 07:09 PM
seandainya *beliau mash hidup, org yg disebut diatas mungkin skrg cuma tinggal nama doang...ga jauh2 deh, jika penerusnya si prabowo kemaren menang pemilu, tamat mrk.

kita dulu punya petrus kan, tau tau gitu aja ditemukan mayat ditepi sungai ;D

btw gw nemu ginian.

http://s.kaskus.id/images/2016/05/09/840765_20160509104459.jpg

tuscany
18-05-2016, 08:06 PM
Kenapa ditutup2i sejarah kelam itu? Tidak ada yang berani membuka fakta.

Satu2nya penjelasan yang masuk akal di kepala saya saat ini adalah adanya keterlibatan orang2 penting, entah siapa. Nah, mestinya mereka semua sudah almarhum toh atau tuwa banget. Tapi kan ada keturunannya. Apa keturunannya rela dan ikhlas nama bapak ibu mereka dijadikan bahan "pergunjingan" meski tahu masa lalu mereka kelam dan merugikan orang banyak?

Baiklah, kukembalikan pada pepatah lama: barang busuk lama2 akan tercium juga baunya.

---------- Post Merged at 07:06 PM ----------

Oh...dan yang berani2 itu pastinya mereka yang bukan yang pernah terlibat atau tersenggol serius persoalan masa lalu. Kalo enggak, dah pasti ngumpet atau kontra.

mobyokuzan
19-05-2016, 08:35 AM
emmm misal lu sendiri yg ada diposisi mrk gmn tus ? apa tetap keuhkeuh dgn idealisme yg lu yakini seperti diatas, tapi dgn resiko keselamatan terancam, dpt kecaman teror dari kanan kiri atas bawah, hidup kaga tenang...ataukah beradaptasi ngikut arus, bisa selamat tapi suatu saat akan tetap mendpt gunjingan krn pengalaman kelam masa lalu.

atau gini...katakanlah ada contoh yg lebih ekstrim lagi, apa yg akan lu lakukan ketika posisi lu sama seperti sum kuning, itu kasus kalo ga salah juga dekat2 jaman revolusi dulu kan seperti yg lu ketik di thread sebelah.

kita disini sebagai pengamat sih enak, tinggal komen kudu gini kudu gitu soalnya ga ikut ngerasain langsung scr nyata gmn susahnya kondisi yg mrk hadapi jika terhimpit situasi demikian.

dan gw sendiripun kalo ada diposisi mrk serba salah juga sih, bingung mau ambil keputusan yg mana, krn masing2 pilihan punya resiko yg mau ga mau harus dihadapi...

kalopun tetap kudu memilih gw prioritaskan utk survival terlebih dahulu meskipun awalnya jadi "bunglon", haha...

tsu
19-05-2016, 10:09 AM
sebetulnya ga salah juga klo banyak yg fobia
karena pemerintah waktu itu memilih untuk memblok total akses terhadap komunisme dan aliran2 "kiri" lainnya, ntah itu radikal ato bukan

memblok total itu tidak menyelesaikan masalah

sama halnya dengan *** education, klo anak tidak diajari dengan benar, maka dia akan cari sumber sendiri yang kemungkinan besar adalah sumber yang salah (porn, dari pergaulan yg salah dll )

komunis dan teman2nya itu risiko, bukan threat/ ancaman
risiko akan menjadi threat kalau tidak dimanage
risiko yang di blok total, akan menjadi bahaya laten, karena akan banyak orang yang coba2 mencari tau
sedangkan di indonesia sekarang, tidak memanage, juga tidak memblok
hasilnya ?
ya seperti judul thread ini ;D

memang tidak menyembuhkan, tapi at least mengurangi risiko untuk menjadi ancaman, inilah gunanya GCG klo di perusahaan, good intention = good practice = good profit

Casanova Love
19-05-2016, 12:04 PM
Paham kiri itu scr sukses djadikan senjata oleh orde baru utk menekan semua orang yg mnentang orde baru itu.

Makanya skrg kita punya stigma thd paham kiri tsb sbg hasil cuci otak btahun-tahun di institusi pendidikan.
Stigmanya adalah paham kiri sudah pasti salah, sudah pasti akan mnimbulkan kekerasan dan kmatian.
Kita tidak mperlakukan paham kiri sbg dialog intelektual mlainkan seolah momok jahat yg siap mbunuh rakyat Indonesia (makanya dilabel 'bahaya laten').

Masalahnya ngga ada satupun orang yg cukup berani utk mletakkan paham kiri scr proporsional yaitu sbg suatu paham yg belum tentu akan mengarah pd kekerasan.
Kl paham kiri ngga cocok dg Indonesia ya sudah mari kita diskusikan scr intelektial knapa ngga cocok, kl org mau bikin partainya ya silakan bikin saja dan mari kita lihat apakah partainya laris scr demokratis.

Knp seolah mnyebut namanya dan mpertontonkan simbolnya saja kok seolah orangnya mau makar, seolah kaya teroris.

.....ini termasuk saya yg dari tadi mnyebut 'paham kiri' tp ngga berani mnyebut 'paham komunis'....::hihi::

mbok jamu
19-05-2016, 12:19 PM
Mau kiri kek, mau kanan kek, komunis kek, nasionalis kek, kalau jumlahnya sudah mulai banyak, kucel, beringas, teriak-teriak, maki-maki, with their stupid faces, I don't like it.

tuscany
19-05-2016, 06:22 PM
emmm misal lu sendiri yg ada diposisi mrk gmn tus ? apa tetap keuhkeuh dgn idealisme yg lu yakini seperti diatas, tapi dgn resiko keselamatan terancam, dpt kecaman teror dari kanan kiri atas bawah, hidup kaga tenang...ataukah beradaptasi ngikut arus, bisa selamat tapi suatu saat akan tetap mendpt gunjingan krn pengalaman kelam masa lalu.

atau gini...katakanlah ada contoh yg lebih ekstrim lagi, apa yg akan lu lakukan ketika posisi lu sama seperti sum kuning, itu kasus kalo ga salah juga dekat2 jaman revolusi dulu kan seperti yg lu ketik di thread sebelah.

kita disini sebagai pengamat sih enak, tinggal komen kudu gini kudu gitu soalnya ga ikut ngerasain langsung scr nyata gmn susahnya kondisi yg mrk hadapi jika terhimpit situasi demikian.

dan gw sendiripun kalo ada diposisi mrk serba salah juga sih, bingung mau ambil keputusan yg mana, krn masing2 pilihan punya resiko yg mau ga mau harus dihadapi...

kalopun tetap kudu memilih gw prioritaskan utk survival terlebih dahulu meskipun awalnya jadi "bunglon", haha...

Posisi yang mana sih maksudmu? Sejauh ini posisi saya netral, sedikit condong ke pembukaan informasi supaya terang benderang. Karena di dunia ini ga ada yang hitem banget atau putih banget. Bagi orang luar keduanya abu2 dalam gradasi yang mungkin berbeda.

Tapi kalo sudah terlibat langsung dari awal ya sekalian nyelam aja. Dengan catatan saya nggak punya keluarga yang keselamatannya perlu dikhawatirkan, dan punya kapasitas untuk bertindak ekstrim. Kapasitas itu tergantung usia, pengalaman, dan interaksi dengan orang2.

ndableg
24-05-2016, 04:07 AM
Kl gw sih melihatnya ada gejala masyarakat yang ga pede dgn keyakinannya. PKI itu semacam bogeyman-nya orang Indonesia pada jaman orba. Setiap dgr PKI maka orang bawaannya langsung takut, shg reaksinya spt orang hilang akal.
Masa sekarang PKI digunakan orang utk menggonjangganjing stabilitas keamanan negara.

Kl gw rasa sih, emblem2 PKI ato palu arit ud lama dipake di kaos2, stiker ataupun buku2. Cuman sekarang aja dirame2in lagi.. macam LGBT lah.. kek LGBT barang baru aja. KEbetulan emang masyarakat kita sangat rentan diprovokasi.
Kasus2 pemerkosaan yg dulunya cuman andalan POSKOTA, sekarang banyak digemari masyarakat. Belum lagi istilah terroris, ketika pemberontak muslim lebih sering disebut terroris spt barang baru.

Sekarang jaman internet, kalo orang mau tau komunis tinggal ketik digoogle, kenapa jadi kaos diributin? Orang tua ini kenapa ga jaga anak2nya sendiri? Kenapa sibuk mencari kambing2 hitam buat jebolnya proteksi mrk thd anak? Kalo anak2 menjadi PKI, anak2 menjadi pemerkosa, anak2 menjadi hedonis, jadi junky, yang salah ya kalian orang tua. Bukan kaos, bukan porno, bukan bencong, bukan tanaman ganja.

Kadang2 capek gw liat2 comment2 di fb (gw berusaha utk ga liat komen2), menghujat spt dirinya sudah paling bener. Makannya apa sih?

ndableg
24-05-2016, 04:25 AM
Sedikit aja deh tentang komunisme. Communism itu adalah paham untuk sistem ekonomi. Lawan komunisme adalah Capitalism.
Communism dari kata commune yg artinya kelompok, kelompok masyarakat, komunitas. Jadi komunisme adalah sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi yang berbasis kemasyarakatan.
Berbeda dgn kapitalisme yang berasal dari kapital. Jadi sistem ekonomi yang berbasis kapital atau modal ato doku.

Ga ada hubungannya dgn kepercayaan/agama. Cape dee...

Masalah komunisme murni adalah terlalu utopia, cenderung impossible untuk memaksakan semua mendapatkan yang sama rata persis, tanpa ada siapa pun yg kaya melebihi yang lain.
Bisa dimengerti kenapa paham komunisme ini begitu keras menentang pemodal, karena lahirnya pada saat kaum borjuis menginjak2 ham nya orang kere. Dengan semangat marxisme inilah orang2 miskin, petani, buruh, pekerja2 memberontak dari sang bos2 kapitalis.

Maka untuk mencegah orang2 bakat bisnis untuk mengembangkan dirinya shg menjadi orang kaya dan menginjak2 rakyat miskin, kebanyakan pemerintahan dgn paham komunisme menerapkan politik dan hukum yang keras, termasuk dilarang berkumpul dan membahas hal2 yg membangkitkan semangat kapitalisme. Itu kenapa lenin, stalin, atau mao tse tung menggunakan tangan besi demi mempertahankan komunisme.

Tapi kalo mau jujur sih, pemerintahan di negara2 komunis ga beda jauh dgn cara orba menerapkan politiknya.

mobyokuzan
24-05-2016, 10:32 AM
paradigma PKI di indo itu ibarat paradigma fasisme (NAZI) di eropa, semua punya masa lalu kelam dijamannya.

ingat ga ? pas dulu ahmad dhani kampanye politik utk si wowo, nyanyi pake seragam gestapo, dia jadi gunjingan publik dan sempat disorot oleh media dijerman sono.

tuscany
24-05-2016, 07:18 PM
Sejarah ditulis yang menag, demikian sih katanya.

Lagian kapitalisme juga punya masa kelam, cuma pada ga sadar aja.

kandalf
25-05-2016, 12:07 PM
Masa kapitalis kelam bisa dibaca di novel-novelnya Charles Dickens yang ditulis di masa-masa Kapitalis sedang ekstrim-ekstrimnya. Walau saat itu, Dickens lebih memakai pendekatan moral untuk merayu para pembacanya meminimalisir dampak kapitalisme.

Dan buat para pendiri negeri ini, kelamnya kapitalis justru dirasakan oleh mereka. Kapitalisme negeri Belanda adalah motivasi penjajahan atas negeri Indonesia.
Buat mereka saat itu, Marxisme menjelaskan mengapa kapitalisme itu sebenarnya adalah penindasan terselubung dan kebetulan dampaknya sangat terasa di negeri-negeri terjajah.

Makanya, di UUD pasal 33, mereka sepakat untuk membatasi kekuatan pemilik modal dan itu terinspirasi dari Marxisme.
Bahkan yang Islam pun seperti Natsir, Agus Salim, HOS Cokroaminoto, juga mengakui inspirasi Karl Marx dan kemudian menyelaraskannya dengan ajaran Islam.

Tan Malaka yang jelas2 komunis juga berusaha menjelaskan agama-agama semitik dengan pendekatan Marxis.

surjadi05
25-05-2016, 12:35 PM
Iya justru masalahnya di indo komunisme itu kan dianggap "aliran kepercayaan" kayak atheisme akibat suksesnya "brainwash" orba, dan faktanya pki juga melakukan pembrontakan lebih dari sekali, menurut gw 2 point itu yg paling vital/fatal makanya yg penting "pembelajaran" dulu antara perbedaan itu, n menurut gw sih caranya udah benar sekarang melalui kampus n seminar2 walo sering digerebek sama fpi n pp,::ngopi::

tuscany
25-05-2016, 07:29 PM
DI/TII kalo gak salah melakukan pemberontakan lebih dari sekali juga. RMS sampe saat ini masih memberontak. Tapi kenapa hanya PKI yang jadi musuh abadi? kenapahhhhh
::oops::

mobyokuzan
25-05-2016, 08:34 PM
krn yg "menang" memang ingin membuat PKI sbg kambing hitam.

saat itu kambing hitamnya ada 2 ekor, masyumi dan pki...diantara 2 kambing ini, yg nantinya paling bandot/agresif yg akan ditumbalin buat jadi korban revolusi.

lalu yg jadi tukang jagal kambingnya siapa !!? yah siapa lagi lah, kalo bukan "simbah" yg satu itu.

pki memang kejam, tapi politik dibelakangnya lebih kejam lagi.