Log in

View Full Version : Demo Sopir Taksi dan Fenomena "Sharing Economy"



etca
22-03-2016, 02:13 PM
Oleh Rhenald Kasali

Karena sharing, maka menjadi murah. Selamat datang anak-anak muda pembaharu!

Mereka memang berbeda dengan orang-orang tua yang dibesarkan dalam peradapan “memiliki.” Orang-orang tua tahunya berbisnis itu harus membeli dan menguasai. Jadinya semua mahal. Mobil harus beli sendiri, tanah, gedung, pabrik, bahan baku, semua disatukan dengan nama pemilik yang jelas.

Akibatnya modal jadi besar. Mau buka mal urusannya banyak. Sedangkan generasi milenials cukup pergi ke dunia maya. Serahkan pada pada robot (digital technology), lalu berkumpullah para pemilik barang untuk membuka lapak di sana dan berbagi hasil.

Sama juga dengan membuka usaha transportasi. Yang mahal hanya ide, lalu buat aplikasinya. Siapapun yang punya kendaraan bisa bergabung, dan malam harinya kendaraan tersebut diparkir di rumah masing-masing. Tak perlu jasa keamanan atau pol taksi.

Akibatnya wajar, kalau sebagian generasi tua gagal paham menyaksikan ulah mereka yang memurahkan segala macam harga.

Kalau ini mewabah, gila! Indonesia bakal dilanda deflasi, bukan inflasi. Tapi kini mereka dituduh menerapkan strategi harga predator yang bisa diperkarakan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Ongkos taksi yang harusnya Rp 150.000, cuma dihargai Rp 70.000.

Kamar penginapan yang permalamnya Rp 1 Juta ditawarkan Rp 200.000. Apa betul ini persaingan tak wajar?

Belum lagi gadget, tiket, atau perabotan sehari-hari. Milenials bukan saja pribumi di dunia digital, melainkan juga mempraktikkan sharing economy.

Kriminalisasi atau Legalisasi

Tapi gini ya, ini bukan prostitusi online yang bekerja sembunyi-sembunyi. Mereka hadir terang-terangan di depan mata kita. Bahkan kita sesekali mencicipinya. Tetapi sebagian orang sering menyamakan mereka dengan bisnis ilegal.

Persepsi ini diperburuk oleh ketidakmengertian kita tentang sharing economy yang gejalanya sudah marak di mana-mana. Kita bilang mereka menerapkan strategi “predatory pricing“. Kita juga bilang, aspek keamanan mereka tak terjamin.

Kedua isu itu sudah mereka diskusikan sejak 3 tahun yang lalu. Makanya mereka mengembangkan sistem komunal dan rating. Siapapun yang reputasinya buruk dari consumer experience, mereka drop dari komunitas berbagi itu. Sejarah hidup mereka di-review dari perilaku sehari-hari di dunia maya.

Maka, bagi para orang tua, cara kerja anak-anak muda ini sulit dipahami. Sebagian pengambil kebijakan dan para pelaku usaha lama yang sudah terikat dengan fixed cost yang besar, menuntut agar usaha mereka dihambat. Atau kata publik, dikriminalisasi. Ditangkap, dijebak, dibubarkan, diblokir, dan diusir dari republik ini.

saus kecap (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/03/22/054000126/Demo.Sopir.Taksi.dan.Fenomena.Sharing.Economy.?utm _source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp)



Demo Protes Taksi Online Berulang karena Pemerintah Tak Tegas

http://assets.kompas.com/data/photo/2016/03/22/1247186rps20160322-124429780x390.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi V DPR Miryam S Haryani menilai, terulangnya polemik angkutan berbasis aplikasi tidak terlepas dari kurang tegasnya pemerintah dalam membuat regulasi.

Hal ini, menurut dia, membuat angkutan umum berbasis aplikasi mencoba mencari celah agar usaha mereka dapat "dilegalkan".

"Persoalan angkutan umum berbasis aplikasi ini adalah persoalan sederhana dan sama sekali tidak rumit. Kunci dari masalah ini adalah keberanian dan ketegasan dari pemerintah," kata Miryam, saat dihubungi, Selasa (22/3/2016).

Anggota Fraksi Hanura itu, mengatakan, ketika polemik ojek berbasis aplikasi terjadi, demo serupa juga dilakukan oleh tukang ojek.

Mereka menuntut agar pemerintah menutup layanan ojek aplikasi seperti Go-Jek dan Grab Bike.

Kementerian Perhubungan sempat akan menutup izin usaha itu. Namun, Presiden Joko Widodo justru mendukung keberadaan ojek aplikasi tersebut karena dianggap menumbuhkan industri kecil.

"Pemerintah dalam hitungan jam mampu menarik kembali kebijakannya akibat adanya penolakan keras dari masyarakat melalui sosial media terkait penolakan pemblokiran ojek berbasis aplikasi. Celah itu yang saya kira hari ini sedang coba dijalankan oleh angkutan umum berbasis aplikasi sehingga wajar jika kemudian angkutan umum konvensional melakukan demontrasi," kata dia.

saus (http://nasional.kompas.com/read/2016/03/22/12564311/Demo.Protes.Taksi.Online.Berulang.karena.Pemerinta h.Tak.Tegas?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp)



Kenyataannya yang terjadi anarkis *sigh*

etca
22-03-2016, 02:44 PM
https://www.youtube.com/watch?v=AwinjyQ8JaY

http://i278.photobucket.com/albums/kk120/etcakk/IMG-20160322-WA0007_zpshtwwa5wt.jpg

http://i278.photobucket.com/albums/kk120/etcakk/IMG-20160322-WA0009_zpsmptong2w.jpg

http://i278.photobucket.com/albums/kk120/etcakk/IMG-20160322-WA0008_zpscglmoqcr.jpg

http://i278.photobucket.com/albums/kk120/etcakk/IMG-20160322-WA0004_zpsn84zpdiq.jpg

http://www.merdeka.com/foto/peristiwa/682901/20160322115807-penampakan-kawasan-gedung-dpr-jadi-parkiran-ribuan-taksi-009-nfi.html
depan gedung DPR jadi 'parkiran taksi'


foto dari WA group

etca
22-03-2016, 02:50 PM
Beredar banyolan nih ;D


BREAKING NEWS :
Setelah hari ini para Sopir Taksi & Angkot demo ... akan segera disusul demo2 berikutnya :
1) Demo para Loper koran -> Minta detik.com, merdeka.com, Republika.com DITUTUP ... krn mengurangi oplah koran
2) Demo para Karyawan Matahari, Ramayana -> minta Lazada, lavenia.com. tokopedia.com, bukalapak.com DITUTUP atau DIBLOKIR
3) Demo karyawan PT. Pos & Perkumpulan Tukang Pos -> Minta email ditutup, krn mematikan surat

;D

Silvercheeks
22-03-2016, 03:46 PM
posisinya mereka emg terancam sih secara kan mereka kejar setoran, tp perubahan ke arah modern terus jalan, mau gamau mereka hrs tergerus jaman, dinua emg kejam jadi ya jalani aja

tsu
22-03-2016, 06:11 PM
etca
actually email sudah mematikan surat fisik.... :(
dan internet as a whole, secara perlahan tapi pasti mematikan media fisik seperti majalah

anw, saya lbh tertarik soal "Sharing economy"
ini cerita pengalaman dari temen saya yang guru SMP

dia bercerita bagaimana anak2 SMP sekarang tuh jauh berbeda ketika jaman dia dan saya dulu SMP, betapa tidak jika jaman saya dan dia dulu sumber pengetahuan untuk pelajaran adalah dari textbook kepunyaan sekolah yang dipinjamkan ke murid sehingga setiap murid memiliki sumber yang seragam (serta terbatas) maka anak jaman sekarang mempunyai sumber acuan yang LUAR BIASA luas
jika dulu guru adalah satu2nya sumber referensi bagi para murid, maka sekarang banyak murid yang menantang hegemoni guru dengan sumber lain yang didapat dari internet
saya tertawa saja mendengar bagaimana teman saya berkeluh kesah ketika ada beberapa murid nya yang menanyakan apa itu missing link pada evolusi manusia ;D
ketika ditanya darimana dapat istilah itu, maka muridnya menjawab Wikipedia ;D

begitu juga dengan efek sosial media seperti twitter atau youtube, suddenly banyak orang terkenal tampil di youtube, mereka tidak butuh manajer untuk memperkenalkan mereka kepada major label, mereka tidak perlu bersusah payah ber-indie ria untuk menarik masa
just posting video di youtube, and pray that it works
hell, justin beiber did that ;D

memang internet membawa banyak perubahan bagi banyak hal
karena saya yakin, dalam waktu dekat, membuka toko di real mall TANPA disertai dengan mempunyai akun di situs jual beli online its really not a viable option

etca
23-03-2016, 02:05 PM
Nah bener, memang email mematikan surat.
Tapi jangan lupa kalau dengan banyaknya toko online, maka jasa paket Kantor Pos dan perusahaan jasa paket lainnya juga ikutan laris manis.
Masing masing ada plus minusnya, tinggal pinter-pinternya menyikapi dinamika perubahan ini.

Ada copas menarik dari FB

Adrian Panggabean:
Taxi kita mahal krn pengusaha taxi membebankan overhead-nya kepada konsumen.
Taxi tambah mahal krn regulasi ikut menciptakan ekstra biaya yg ujung2nya dibebankan ke konsumen.
Taxi juga tambah mahal krn organda berperilaku kartel dlm masalah tarif. Organda bahkan cenderung lebih kuat ketimbang pemerintah krn pemerintah dan KPPU gagal mendobrak sifat kartel mereka.
Pada akhirnya yg terjadi di Indonesia: pasar utk transportasi publik menjadi "supplier market". Sialnya (ya, sialnya) pasar yg distortif seperti ini menjadi seolah-olah diamini oleh pemerintah yg gagal meregulasi pasar ini. Entah mengapa...
Lalu dimana hak konsumen utk mendapat layanan yg bermutu dengan harga terjangkau? Tujuan hakiki dari kehadiran pemerintah dan regulator adalah untuk menciptakan "consumers surplus" dimana harga jual semakin rendah dan produsen semakin efisien. Fenomena Uber, Grab dan Gojeg sebenarnya telah berhasil mengembalikan sebagian dari "consumers surplus" yang selama ini dirampok oleh produsen taxi. Tapi sang kartel pastinya tidak legowo. Mudah diduga mereka akan dan melancarkan demo dengan memanfaatkan supir (yg notabene pun sebenarnya korban gencet-an sang kartel dan sang supplier).
Dari filsafat ilmu kebijakan yg saya dalami: tugas pemerintah bukanlah utk membubarkan mekanisme alternatif yg justru menguntungkan konsumen. Tugas pemerintah justru seharusnya mencari cara utk mengungkit (baca: to leverage) mekanisme alternatif itu sehingga surplus konsumen tercipta, efisiensi produsen tercipta, praktek kartel terbongkar, harga makin murah, dan ujungnya ekonomi menjadi efisien.
Dari perspektif filsafat kebijakan, memutuskan utk menutup jasa online Uber/Grab dlm 15 hari bisa menjadi bukti tambahan dari kegagalan kabinet Jokowi dalam menjamin terciptanya efisiensi ekonomi tg dijanjikan ke kita.
Bila anggota kabinet tidak mampu keluar dengan ide/terobosan kebijakan, mohon jangan terus duduk disitu. Masyarakat hanya minta satu hal: kembalikan surplus konsumen yang sudah lama dirampok oleh (a) produsen yang dibantu oleh (b) inkompetensi pemerintah dalam membuat kebijakan.

tuscany
23-03-2016, 10:24 PM
Secara umum sih taksi di mana-mana mahal. Yang murah transportasi publik. Taksi makin mahal kalo pake diputer2in dulu sama supirnya, ketika penumpang ga paham jalan. Makanya banyak yang alih ke Uber.

Ya mo gimana lagi. Yang tidak mengikuti perubahan akan dilindas oleh perubahan. Dah hukum alamnya begitu. Sekarang taksi, besok entah apalagi. Mungkin ada benarnya pernyataan bahwa pemerintah kurang sigap mengeducate masyarakat untuk mengantisipasi perubahan.

surjadi05
23-03-2016, 10:33 PM
Yup tapi di indo harganya sama service nya ga sama :kesal:

mbok jamu
23-03-2016, 11:30 PM
Murah atau mahal itu subjektif. Murah buat yang mampu, mahal buat yang ndak mampu. Kalau ndak mampu naik taksi, ya naik bis saja atau angkutan umum lainnya.

Kalau taksi mahal, jangan marah-marah minta tariff diturunkan. Kalau ada opsi yang murah, jangan marah-marah minta tariff dinaikkan. Berkompetisi-lah secara sehat, lagian masing-masing ada market-nya toh.

Mbok sih ogah pakai uber, grab, crap, atau apalah namanya; ndak pernah tertarik. It's a shame supir-supir taxi itu pakai demo sampai merusak segala, that's just dumb.

surjadi05
23-03-2016, 11:47 PM
Jujur ga pernah naek taxi grab uber atau apalah yg ga suka dari taxi konvensional adalah kalo jarak dekat ga mau angkat penumpang atau kalo macet suka ngomel2 sampe dibilangkan kasih tips 50k, baru deh :kesal:
Makanya mendingan diawal ngomonh ntar saya tips 50k, tapi kata bokap naek grabs lebih nyaman dari taxi, orangnya juga lebih sopan , eh grabs apa uber ya ::doh::

ndableg
24-03-2016, 01:57 AM
taksi konvensional sih ga bakal ilang. Blue bird sih ga usah panik, dan jangan rakus. Harus bagi2 pasar sama kompetitor... Kenapa ngamuk? Supir2 itu ga ngerti kalo uber membuka peluang mereka untuk cari rejeki lain. Dan para programmer enterpreneur indonesia, mari kita saingan taksi app.

Yuki
24-03-2016, 08:38 AM
para taksi konvensional tidak rela dengan taksi online/segala angkutan online, semata-mata dikarenakan mereka berbeda, perbedaannya hanyalah dari segi pemesanan secara online, hanya itu sebenarnya

berbeda, itu salah satu sebab konflik umat manusia, hanya karena berbeda, sesederhana itu

sekarang kesannya pemerintah harus mendukung berat sebelah ke taksi konvensional, padahal seharusnya ada win win solution antara berbagai pihak kepentingan

Porcelain Doll
24-03-2016, 04:03 PM
sebenernya naik uber itu jatuhnya lebih mahal dari taksi konvensional loh...;D
tapi kadang emang orang ga punya pilihan....
gara2 ditolak jarak terlalu dekat
gara2 susah cari taksi kosong
gara2 taksi nolak melewati tempat yg macet parah
gara2 operatornya sibuk ga ada yg angkat

akhirnya ya...mau ga mau milih yg lain, yg memang ada

sekarang...salah siapa kalo konsumen misalnya milih make yg ada dan tersedia saat dia emang lagi butuh ;D
taksi konvensional sih ga bakalan ilang pasar...terutama buat yg udah punya langganan sendiri dan buat orang2 yg males pake teknologi

ndableg
24-03-2016, 06:57 PM
Tenang aja.. orang gaptek masih banyak.. orang yg panik liat teknologi masih banyak (keliatan dari postingan bbrp disini, dan supir2 yg demo).. orang yang belum mengerti cool nya teknologi masih banyak, termasuk pengelola blue bird. Padahal blue bird sendiri bisa kalo mau bikin app macam gitu. Teknologi, intinya cuman bikin semua makin cepet, semua makin tepat. Jelas yg suka slow beibeh ga enjoy lagi.. tapi time is money.. dan bumi makin sesak. Kepompong jadi kupu2, kupu2 dimakan cicak. Jangan kebanyakan makan berminyak dan leha2 bawah pu'un. Kl bukan tetangga sendiri yg mengolok2, ya orang2 dari negeri seberang, bahkan nun jauh disana yg ngelindes kau punya tangkapan.

mbok jamu
25-03-2016, 11:11 AM
Ndak ada hubungannya sama teknologi. Apa hebatnya? Kalau naik uber itu seperti pakai transporter, ziing.. langsung nyampe rumah, itu baru hebat! Atau kalau pakai app itu the taxi will arrive in a second, itu baru hebat! Kenyataannya tetap nunggu toh? Waktu di Sydney ada temen ngotot pakai uber, eh supirnya nyasar padahal kita di CBD, ubernya ndak nongol-nongol. Akhirnya simbok nyetop taxi, no problemo!

Generasi sekarang, standar hidup rendah. Dicuci otak, kalau ndak download atau pakai app ini itu, ndak cool. Jadi standar kekerenan seseorang pakai app, pakai yang serba murah. Yea rite! Seperti tempat makan yang kata anak sekarang "keren-keren", padahal makanannya yuck! Tapi yeah buat anak sekarang itu sudah okeh bangeeett.

ndableg
25-03-2016, 05:12 PM
Teknologi emang cuman robot doang. Kebanyakan nonton hollywood sih..
Telpon ditangan lu itu ud teknologi dan bisa dimanfaatkan.

ndableg
25-03-2016, 05:26 PM
Satu yang ga bener dari uber dan transportasi via app. Legalitas dan badan hukumnya ga jelas. Jelas taksi2 uber itu adalah taksi illegal. Kalo dirampok, ya ga bisa nuntut ke uber, wong uber jg ga kenal sama supirnya. Dan mgk ga ada trainingnya juga. Jadi kalo ada yg ga tau jalan, ato malah ga bisa nyetir, ya wajar aja.

Di eropa kebanyakan uber taksi dilarang pemerintah atau ga dianjurkan. Kalo di indo kan transportasi umum masih kacau balau, ya utk sementara sih masih laku lah.

mbok jamu
25-03-2016, 05:43 PM
Teknologi emang cuman robot doang. Kebanyakan nonton hollywood sih..
Telpon ditangan lu itu ud teknologi dan bisa dimanfaatkan.

Applikasi taxi dibandingin dengan teknologi handphone? Skalian lu bandingin panci presto dengan pesawat terbang.

---------- Post Merged at 07:43 PM ----------


Satu yang ga bener dari uber dan transportasi via app. Legalitas dan badan hukumnya ga jelas. Jelas taksi2 uber itu adalah taksi illegal. Kalo dirampok, ya ga bisa nuntut ke uber, wong uber jg ga kenal sama supirnya. Dan mgk ga ada trainingnya juga. Jadi kalo ada yg ga tau jalan, ato malah ga bisa nyetir, ya wajar aja.

Di eropa kebanyakan uber taksi dilarang pemerintah atau ga dianjurkan. Kalo di indo kan transportasi umum masih kacau balau, ya utk sementara sih masih laku lah.

Trainingnya emang kagak ade. Siapapun bisa jadi supir, gila aje. Ada orang di Brisbane, pas jobless tiba-tiba jadi supir uber, padahal ndak tahu jalan, nyetir juga gagu. Mobil pribadi, asuransi mobil untuk keperluan pribadi. Nah, kalau dipakai untuk business (uber) trus ada kecelakaan, apa proteksinya? Those who have nothing to lose seperti anak-anak sekarang yang otaknya pada kopong, silahkan saja pakai uber.

surjadi05
25-03-2016, 09:04 PM
Di luar negri, mungkin asuransi pengaruh mbok, tapi di indo kaga ::doh::

alfaromeo
28-03-2016, 07:51 AM
Yang pengaruh di Indonesia cuman Rp / OJIR

etca
28-03-2016, 11:19 AM
Geli deh kemarin lihatin Ronggolawe ngisengi mbok jamu melulu supaya pesen GrabCar buat ke rumah Nudel ama pulangnya.. ::ngakak2::
Salut mbok keukeuh menggunakan taksi konvensional.

btw OJIR apaak cak alfaromeo?

serendipity
28-03-2016, 11:32 AM
Gw sih pengalaman naik Grab Car jadi lebih murah emang dibanding sama taksi konvesional yang masih pakai argo.
Belom lagi supir taksi konvensional yang suka pura-pura gak tau jalan kalo lagi mau jalan ke suatu lokasi, pernah si supir taksi blue bird ngaku GPS mati.... jadi deh muter-muter ke mana-mana.

Ronggolawe
28-03-2016, 09:07 PM
Geli deh kemarin lihatin Ronggolawe ngisengi mbok jamu melulu supaya pesen GrabCar buat ke rumah Nudel ama pulangnya.. ::ngakak2::
Salut mbok keukeuh menggunakan taksi konvensional.

btw OJIR apaak cak alfaromeo?
peta yang ane kirim petanya Grab tuh :)

mbok jamu
29-03-2016, 10:50 AM
Oh pantesan nyasar ::hihi::

cha_n
29-03-2016, 08:31 PM
blm nyoba uber/grab, tp pingin nyoba sih.
enaknya, tinggal manggil taxi via app, soalnya di deket rumah jarang taxi lewat.
tp buat komuter, tetap pilih kereta dan angkot. murah, cepet banget. cuma 1/3 waktu naik taxi kalo ke kantir, dr sisi harga apalagi, naik kereta angkot 5rb, naik taxi 150rb wkwkwk

ntar kalo dah nyoba deh laporan

mbok jamu
30-03-2016, 08:46 PM
Alhamdulillah ndak pernah ada masalah pakai taksi konvensional. Ndak pernah dibawa muter-muter, supir juga selalu sopan. Justru seru bisa ngobrol-ngobrol sama pak sopir, bisa jadi tour guide gratis. Biasanya kalau kita sopan dan tegas, mereka ndak berani matjem-matjem. Sopir taxi di Indonesia itu paling ramah sedunia deh.

surjadi05
31-03-2016, 09:04 AM
Kemaren baca katanya kppud menyarankan batas bawah taxi dihapus kalo jonan setuju kabar baek buat komsumen, bisa perang tarif sama perang service

ndableg
01-04-2016, 02:34 PM
Applikasi taxi dibandingin dengan teknologi handphone? Skalian lu bandingin panci presto dengan pesawat terbang.

Meremehkan app... ketauan gapteknya.. haha..

mbok jamu
01-04-2016, 04:11 PM
Jaman lu masih ngempeng, gw udah pake hp. It's okay, mbok ngerti koq. Buat lu itu emang udah keren banget.

cha_n
05-04-2016, 09:31 PM
akhirnya nyoba make hari minggu kemaren.
kelebihannya, gampang nyari taxi. tinggal book dr rumah, ada keterangan berapa menit bakal datang dan kelihatan posisi mobilnya.
dr sisi harga murah, sekitar setengahnya.
mobil bersih, 2x book dapat avanza. kalo bagasi mayan gede enak juga misal bawa stroller.
1x pake taxi konvensional, sekalian bandingin harga.
kayaknya ga enak kalo apes dpt sopir ga tahu jalan. kalo pas kemarin itu supirnya dari rentalan dan gabung ke uber.

uber mobilnya ada syarat tahun, maksimal 5 tahun

surjadi05
06-04-2016, 09:16 AM
Belum lagi kalo dapet sopir taksi yg bad moods ngomel2 mulu sepanjang jalan ::doh::

ndableg
10-04-2016, 03:27 PM
Jaman lu masih ngempeng, gw udah pake hp. It's okay, mbok ngerti koq. Buat lu itu emang udah keren banget.

Ok deh nenek..

Yuki
10-04-2016, 03:53 PM
^
sudahlah bos ;D


saya pribadi belum pernah nyoba gojek maupun grab, belum ada kesempatan aja, mungkin nanti kali kalo mau ke botani saya cobain yg grab taxi, kalo perlu yg lamborghini sekalian lol

ndableg
11-04-2016, 05:51 PM
iya pak..
Sorry mbok jamu, entah kenapa ane demen godain si mbok. No heart feeling.::maap::

Kembali ke laptop.
Setelah gw liat sistemnya uber di indo, ternyata kayaknya sih ga illegal2 banget. Soalnya yang punya mobil musti punya ijin resmi penyewaan mobil. Jadi ga illegal dong, karena ijinnya adalah penyewaan mobil, bukan taksi.

Entah kenapa di negara lain masuk illegal, mungkin karena hukum transportasi umumnya beda.

mbok jamu
11-04-2016, 07:43 PM
Tumben minta maap. Biasanya udah nyela eh trus celaannya diedit. ::bwekk::

ndableg
11-04-2016, 07:53 PM
::hihi:: Iye deh iyee.. kalo diedit kan artinya gw tarik kembali ucapan gw.. Jd ga dimaapin nih mbok..?

surjadi05
11-04-2016, 08:01 PM
Pendaftaran Langsung Grabcar Untuk 19 Februari 2016 s.d 28 Februari 2016


Lokasi Pendaftaran:


Jakarta Pusat
Lynt Hotel
Amelia Meeting Room Lantai 2
Pukul 10.00 - 20.00 WIB


Jakarta Utara
Mall Artha Gading
Ground Floor
Lobby Utama
Pukul 10.00 - 20.00 WIB


Jakarta Selatan
Plaza Semanggi
Lantai 1
Atrium Utama
Pukul 10.00 - 20.00 WIB


Kantor Pusat
Maspion Plaza
Jalan Gunung Sahari
Pademangan
Jakarta Utara
Untuk Senin - Jumat: Pukul 09.00 - 15.00 WIB
Untuk Hari Sabtu: 10.00 - 14.00 WIB
Untuk Hari Minggu: 09.00 - 16.00 WIB


Berkas Atau Dokumen yang harus disiapkan:

Fotokopi STNK (Untuk Driver Individu)
Apabila STNK atas nama orang lain maka Pemilik kendaraan wajib hadir dan membuat Surat kuasa dengan materai yang disaksikan oleh Staff Grab dan harus melampirkan KTP dari pemilik Kendaraan Tersebut. Untuk Driver individu tidak diperkenankan menggunakan STNK atas Nama PT/CV
Fotokopi Polis Asuransi All Risk / Comprehensive
Fotokopi KTP yang masih berlaku
Fotokopi SIM A/B/B1 yang masih berlaku
Fotokopi KK terbaru
SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) Asli yang masih berlaku


Ga ada dikatakan mesti punya ijin penyewaan mobil, lagian logikanya ga masuk om ndableg soalnya kalo dibaca2 yg ikut taxi online ibu2 juga banyak, nah untuk punya izin menyewakan setahu gw perlu surat2 dari pemkot/pemda dan syarat untuk dapat izin usaha harus di ruko ga boleh dirumah ::ungg::

lattungtatturrus
12-04-2016, 03:16 PM
kong, bole di share persyaratan yang menyebutkan untuk dapet izin usaha harus di ruko ga bole di rumah...?
soalnya disini gampang bener dapetin surat keterangan izin usaha dari kelurahan....ato emang ada kriteria tertentu dari izin usaha tersebut....?

---------- Post Merged at 02:16 PM ----------

kong, bole di share persyaratan yang menyebutkan untuk dapet izin usaha harus di ruko ga bole di rumah...?
soalnya disini gampang bener dapetin surat keterangan izin usaha dari kelurahan....ato emang ada kriteria tertentu dari izin usaha tersebut....?

surjadi05
12-04-2016, 08:13 PM
kong, bole di share persyaratan yang menyebutkan untuk dapet izin usaha harus di ruko ga bole di rumah...?
soalnya disini gampang bener dapetin surat keterangan izin usaha dari kelurahan....ato emang ada kriteria tertentu dari izin usaha tersebut....?

---------- Post Merged at 02:16 PM ----------

kong, bole di share persyaratan yang menyebutkan untuk dapet izin usaha harus di ruko ga bole di rumah...?
soalnya disini gampang bener dapetin surat keterangan izin usaha dari kelurahan....ato emang ada kriteria tertentu dari izin usaha tersebut....?
Lah iya siup/domisili dikeluarin kecamatan kalo udah dapat rekomendasi dari lurah dan rt/rw syaratnya harus di ruko ntar gw cari peraturannya ya tung

mbok jamu
13-04-2016, 10:43 AM
Iye deh iyeee dimaapin

lattungtatturrus
13-04-2016, 11:27 AM
siiip...makasih ngkong...engkong baek deh....saya doakan juga mimpinya jadi kenyataan

---------- Post Merged at 10:27 AM ----------

makasi ya ngkong...!


semoga kejadian nias menjadi kejadian pertama dan yang terakhir...selamat jalan kawan...semoga seluruh amal dan perbuatan baikmu diterima...!!!

surjadi05
13-04-2016, 01:39 PM
siiip...makasih ngkong...engkong baek deh....saya doakan juga mimpinya jadi kenyataan

---------- Post Merged at 10:27 AM ----------

makasi ya ngkong...!


semoga kejadian nias menjadi kejadian pertama dan yang terakhir...selamat jalan kawan...semoga seluruh amal dan perbuatan baikmu diterima...!!!
Sadis lu tung doaiin gw mokat ::nangislari::

Ga jadi cariin perdanya ahh ::hihi::

lattungtatturrus
13-04-2016, 04:23 PM
Sadis lu tung doaiin gw mokat ::nangislari::

Ga jadi cariin perdanya ahh ::hihi::



ishh...gitu ja merajok ngkong....!!!
komen yg paling bawah tu....ga nyambung blas ma atasnya....!!!
kami lagi berduka kong...!!!

surjadi05
13-04-2016, 11:36 PM
Ooh sorry tung, gw ga tahu
Coba lu baca perda dki no 1 thn 2012 dan perda no 1 thn 2014, kata staff gw ada disana

ndableg
14-04-2016, 09:40 PM
Ga ada dikatakan mesti punya ijin penyewaan mobil, lagian logikanya ga masuk om ndableg soalnya kalo dibaca2 yg ikut taxi online ibu2 juga banyak, nah untuk punya izin menyewakan setahu gw perlu surat2 dari pemkot/pemda dan syarat untuk dapat izin usaha harus di ruko ga boleh dirumah ::ungg::

Kalo kawan gw, dia pake siupp nya kawannya yg punya penyewaan mobil, t'rus bayar komisi 5% dari penghasilannya. Jd bs gitu jg.

surjadi05
15-04-2016, 11:56 AM
Oo ga tahu deh bleg, mungkin. cuma jasa penyewaan sama taxi beda jauh loh, dari sisi pajak daerah, sewa mobil ga bayar taxi bayar, trus taxi mesti plat kuning penyewaan todak itu ada pajak lagi, belum taxi harganya diatur penyewaan mobil kaga ::ngopi::

serendipity
23-04-2016, 06:06 PM
Sejauh ini rata2 penumpang Blu bird suka ngeluh karna supir (pura-pura) gak tau jalan. Tentunya gak semua supir sih yang gak tau jalan.

Btw kemaren nyoba naik uber dari kantor ke daerah central park yg macet, terus supirnya gak tau jalan awalnya. Untung dia mau belajar dgn liat GPS.

surjadi05
24-04-2016, 03:15 PM
Iya tuhh bokap en keluarga gw sekaranh rata2 milih uber cuma gw aja yg kaga karna ga punya aplikasinya ::hihi::

ndableg
05-05-2016, 06:03 PM
Gw baru denger juga kalo supir uber digaji dari belanda. Duit masuk kas belanda. Duh.. ga rela deh.. entah bener ga.
Masalahnya kawan gw di jkt gajinya telat, waktu tanya dibilang belum datang dari Amsterdam.. wah..

tuscany
05-05-2016, 07:07 PM
Kalo gaji dari belanda berarti devisa bertambah dong ::ungg::

ndableg
05-05-2016, 10:35 PM
Tapi uang bayar penumpang lari ke belanda, sisanya gaji dibalikin lagi indo.

surjadi05
05-05-2016, 11:32 PM
Masak bukannya franchise ya uber?

tuscany
06-05-2016, 05:46 AM
Uber masih startup yg butuh investor atau udah bisa ambil untung? Kalo gojek blm untung katanya

mbok jamu
06-05-2016, 08:31 AM
Barusan baca-baca tentang Uber.

As far as I know Uber is not a franchise. All international markets are initiated from their corporate office in the US. Teams are sent into countries to set up local operations. Suggest you contact them directly to find out how you might be part of their program in yor city.
(Kathleen McDonald (https://www.quora.com/profile/Kathleen-McDonald), International Franchise Consultant)

Kalau customer bayar pakai kartu kredit, the money can go anywhere, keluar dari Indonesia menjadi devisa untuk negara lain. Kewajiban mereka hanya membayarkan supir-supir di Indonesia, who knows what they invest the rest of the money in.

Makanya dalam hidup ini kita harus punya ideologi, jangan cuma bisa ikut-ikutan (orang Indonesia paling jago nih) tanpa memikirkan apa yang sebenarnya sedang kita lakukan. Ini bukan soal progresif vs konservatif, tapi ber-ideologi dan berpikir lebih keras.

Mbok akan coba Uber kalau memenuhi aturan-aturan yang berlaku dan bukan milik bangsa asing. Gila aja puluhan tahun kerja di luar negri dan invest di Indonesia trus sampe di negara sendiri gw malah nguntungin perusahaan asing.

surjadi05
06-05-2016, 11:22 AM
Iya logika si mbok bener, sorry jatah thanks kalo bayar pake cc, duit bisa kemana aja, tapi ga tahu "sistem" uber dan lagi malas baca2 soal mereka, ndableg kalo sopirnya selain butuh mobil n siup harus membayar biaya "admin/pangkal" ga? Atau jangan2 sistemnya kayak telkomsel/indosat gitu yg akhirnya malah "membesarkan" singtel spore ::ungg::

ndableg
06-05-2016, 08:03 PM
Mgk sih.. gw bukan supir uber.

Serangan dari luar itu ud ga bisa dihalang2i lagi di indonesia. Makanya, gw bilang sih, bikin lah saingan uber. Kayak gocar tuh. Ngelawan serangan dari luar itu ya dgn bersaing.
Cina bisa lebih maju dari eropa amerika dgn menyerang balik pasarnya secara besar2an, ya gara2 ngopi dan produksi dgn harga murahan. Tinggal saingan kualitas aja.

serendipity
07-05-2016, 02:39 AM
Sekedar sharing aja, gw lebih sering naik grab car daripada naik Uber.
Karna grab car bisa cash, dan gw orangnya anti banget pakai CC.
Yha kemaren naik uber itu pakai CC temen (read: dibayarin temen) :cengir:

Sejauh ini dengan intensitas gw yang sangat mobile *halah*.. pernah gw naik grab car dari rumah ke bandara, terus si supir dari rumah ke bandara kerjanya ngeluh mulu karna grab bayarannya kecil. Alhasil abis anterin gw yang kebetulan pengen merasakan naik mobil tanpa suara keluhan ini itu dari supir, tapi nyatanya tidak bisa..... maka si supir menyalakan ubernya.
Yha intinya si supir yang namanya tidak saya sebutkan ini lebih memihak pada Uber.
Saya tangkap dia bilang bahwa hasil profit sharing dari uber lebih manusiawi daripada grab car.

Well.. well... well, apapun merk taksinya... jika kita sedang sedikit tidak beruntung akan mendapatkan supir yang pandai mengeluh atau mungkin sedang meminta belas kasihan.
Sekian dan terima kasih -_-

tuscany
18-05-2016, 08:15 PM
bakalan ada uberpool buat car sharing. lumayan, rada privat kan itu mestinya. cuma memang sama yang dikenal aja sharingnya.