PDA

View Full Version : Ikan-Ikan Bergelimpangan di Antjol



etca
01-12-2015, 02:49 PM
http://assets.kompas.com/data/photo/2015/11/30/1511355ikan-mati-ancol780x390.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Subdit Penegakan Hukum Dit Pol Air Polda Metro Jaya Komisaris Edi Guritno mendapat laporan dari warga terkait keanehan air laut di dekat Pantai Ancol sebelum banyak ikan mati dan terdampar di kawasan wisata tersebut.

"Kata orang-orang di sini (Ancol), lautnya ada dua bagian. Ada yang coklat dan bening biasa," kata Edi di Jakarta, Senin (30/11/2015).

Keanehan air laut tersebut dirasakan warga di sekitaran Ancol dari tiga hari lalu. Namun, saat itu, tak ada tanda-tanda terkait fenomena puluhan ribu ikan mati tersebut. (Baca: Polisi Duga Ikan-ikan yang Mati di Pantai Ancol karena Limbah)

"Perbedaannya kontras. Biasanya warnanya kan bening. Nah, ini kayak ada garis pemisahnya," kata Edi.

Namun, Edi enggan berspekulasi lebih jauh terkait fenomena yang dilaporkan warga. Ia menyebut akan membawa sampel dari ikan dan air laut ke Laboratorium Perikanan DKI Jakarta.

Sebelumnya, puluhan ribu ikan terdampar di sepanjang Pantai Ancol, Jakarta Utara, Senin (30/11/2015). Ikan tersebut mati dan menyebabkan bau amis menyengat. (Baca: 10 Kali Bolak-balik Diangkut, Bangkai Ikan di Ancol Tak Habis-habis)

saus (http://megapolitan.kompas.com/read/2015/11/30/16175331/Dua.Hari.Sebelum.Ikan-ikan.Mati.di.Pantai.Ancol.Warna.Air.Laut.Berubah)



http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/1071303/big/038033900_1448881045-20151130-Ikan-Mati-di-Ancol-Jakarta-Gempur-M-Surya7.jpg
Liputan6.com, Jakarta - Bibir Pantai Ancol mendadak dipenuhi jutaan bangkai ikan yang membuat udara di kawasan rekreasi tersebut menjadi bau amis. Ikan-ikan itu mati dan mulai terdampar pada pagi tadi.

Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Metro Jaya Kompol Edi Guritno menuturkan warga mengaku sebelum fenomena ini terjadi, sekitar 2 atau 3 hari lalu, air laut pantai Ancol yang biasanya berwarna biru berubah jadi kecokelatan. Pemandangan tersebut kontras dari hari-hari biasanya.


Ribuan ikan mati di pantai Ancol, Jakarta Utara. (Liputan6.com/Gempur M Surya)
"Menurut warga, warga air (laut) kemarin sempat terbagi dua, di tepi warganya cokelat, di tengah warnanya biru. Ini tidak biasa menurut mereka," ujar Edi ketika dihubungi di Jakarta, Senin (30/11/2015).

BACA JUGA
Libur Imlek, Wisatawan Pantai Ancol Dikagetkan Mayat Mengambang
Mayat Mengambang di Pantai Ancol Warga Jakarta Barat
Meski Laut Pasang, Ancol Tetap Jadi Pilihan Warga Berekreasi
Dari keterangan warga sekitar, fenomena yang sama pernah terjadi pada 2013. Penyebabnya diperkirakan karena racun yang mengendap pada musim kemarau di sungai mengalir ke laut utara pada musim penghujan.

http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/1071178/big/037370900_1448878229-limbah11.jpg
Ribuan ikan mati di pantai Ancol, Jakarta Utara. (Liputan6.com/Gempur M Surya)
"Ini pernah terjadi 2 tahun lalu. Analisa warga, racun yang mengendap di sungai terbawa air ke laut saat musim hujan. Tapi kami masih menyelidiki sebab pastinya," jelas Edi.

Jenis ikan yang terdampar dan mati dalam jumlah jutaan itu antara lain bandeng, belanak, kakap dan ikan ketang-ketang. Polisi pun mengambil sampel ikan dan air laut untuk diteliti di laboratorium milik Dinas Perikanan Pemprov DKI Jakarta.

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/1071177/big/089826900_1448878112-limbah12_1_.jpg
Ribuan ikan mati di pantai Ancol, Jakarta Utara. (Liputan6.com/Gempur M Surya)
"Kami ambil 2 sampel, ikan dan air untuk diperiksa di Dinas Perikanan," kata Edi.

Polisi dan pengelola pantai Ancol pun berjibaku mengangkut bangkai-bangkai ikan tersebut sejak pukul 07.00 pagi hingga sore hari. Mereka bermodalkan satu mobil bak terbuka milik Direktorat Polisi Air Polda Metro Jaya.

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/1071176/big/058879200_1448878076-limbah9.jpg
Pantai Ancol dipenuhi bangkai ikan. (Liputan6.com/Audrey Santoso)
Sejauh ini sudah 10 kali mobil tersebut bolak-balik mengantar bangkai ikan dari tepi pantai ke tempat pembakaran sampah Ancol.

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/1071169/big/015839100_1448877591-pantai_ancol3.jpg
"Pakai satu mobil pikap untuk mengangkat ikan-ikan itu, mobil dari Ditpolair. Ditpolair sama pengelola saja (yang membersihkan pantai dari bangkai ikan)," ujar Edi. (Ali)**

saus kecap (http://news.liputan6.com/read/2378489/jutaan-ikan-mati-misterius-di-pantai-ancol)



Limbah bukannya udah dari jaman ehek ya?
Dan ikan-ikan di Antjol aja yang daya tahan tubuhnya udah kebal ama limbah Jekardah dan lamalama tumbang juga ::grrr::
Ini gw posting begini aja udah berasa kecium2 bau amisnya nih..

surjadi05
01-12-2015, 04:33 PM
Wkkk untung twmpat gw ga kecium etca, padahal lagi makan gurame nih ::hihi::

mbok jamu
01-12-2015, 10:05 PM
Kemungkinan ya kena limbah. Mosok karena diculik alien.

Demen banget kasih komen yang mubazir. ::doh::

ndableg
02-12-2015, 01:44 AM
Hmm... ada yg ga suka sama bu susi?
Kl limbah kenapa sekarang? bukannya ud dr dulu2 ada limbah?

kandalf
02-12-2015, 04:44 PM
Kadang tergantung arus airnya juga, Bleg yang juga terkandung cuacanya.

Kadang, walau ada limbah tetapi ditawarkan karena terbagi ke laut. Tapi kadang, pas numpuk di situ.

Lagipula,
sekarang kan air di pantai Jakarta tidak langsung ke laut.
Kan ada pembangunan pulau-pulau reklamasi. Eh, itu di sebelah mana ya?
#OOT

---------- Post Merged at 05:44 PM ----------

Kadang tergantung arus airnya juga, Bleg yang juga terkandung cuacanya.

Kadang, walau ada limbah tetapi ditawarkan karena terbagi ke laut. Tapi kadang, pas numpuk di situ.

Lagipula,
sekarang kan air di pantai Jakarta tidak langsung ke laut.
Kan ada pembangunan pulau-pulau reklamasi. Eh, itu di sebelah mana ya?
#OOT