Log in

View Full Version : Indonesia wajib militer



ndableg
15-10-2015, 02:16 AM
Denger2 mau ada wajib militer? Gimana tuh tanggapannya?

etca
15-10-2015, 03:22 AM
Iya nih.. itu buat cowok doang atau cewek juga?
Urus dulu masalah ekonomi, Indonesia kan prioritasnya itu dulu deh.



Menhan: Bela Negara Beda dengan Wajib Militer

Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mewajibkan seluruh elemen masyarakat ikut bela negara. Tidak ada batasan umur dalam pelaksanaan bela negara.

"Konsep bela negara ini tidak ada batasan umur. Yang umurnya 50 tahun ke atas dan ke bawah itu disesuaikan saja porsi latihannya," ujar Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Kemenhan, Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (12/10/2015).

Menhan menjelaskan, bela negara merupakan kewajiban seluruh warga negara Indonesia. Mulai tukang ojek hingga rektor pun wajib ikut serta dalam bela negara.

Menurutnya, bila masyarakat tidak ikut serta dalam bela negara, dirinya mempersilakan untuk angkat kaki dari Indonesia. Bela negara nantinya juga akan masuk di kurikulum mulai TK hingga perguruan tinggi.

"Kalau tak suka bela negara di sini, tidak cinta tanah air, ya angkat kaki saja dari sini. Kita bangkit dan hancur harus bersama. Dan akan ada kurikulum untuk bela negara, mulai TK hingga perguruan tinggi," tuturnya.

Namun secara tegas dia menjelaskan bela negara ini bukan wajib militer. Dan program bela negara merupakan program murni dari Kementerian Pertahanan.

"Anda harus bedakan. Ini bela negara dan itu wajib militer. Bela negara dan wajib militer, itu berbeda dan nggak sama. Ini programnya Kementerian Pertahanan," tegas Menhan.

Sementara itu menurut Direktur Bela Negara Laksamana Pertama M Faisal, program bela negara ini merupakan program berkelanjutan. Hal ini mengacu pada UUD 1945 dan UU No 3 tentang pertahanan.

"Pokoknya program ini never ending process," tutup M Faisal.
(yds/mok)

saus (http://news.detik.com/berita/3041975/menhan-bela-negara-beda-dengan-wajib-militer)



Makin ga jelas konsepnya.

GiKu
15-10-2015, 11:13 AM
proyek ca... proyek....
:ngopi:

pasingsingan
15-10-2015, 11:14 AM
se7

dng cara

- masuk melalui kurikulum pendidikan
- penataran kebangsaan untuk pekerja

etca
15-10-2015, 11:45 AM
kalau cuma kurikulum dan penataran mah masih gpp lah
tapi kalau wajib militer kayak ala korea itu kayaknya riweuh juga ya.

GiKu
15-10-2015, 02:21 PM
dari dulu juga udah ada, mbah pasing
brand-nya bernama P4

ndableg
15-10-2015, 02:38 PM
Tp keknya lebih mahal dr p4 nih mah

surjadi05
15-10-2015, 03:27 PM
Harusnya dimulai dari mentri dan dpr, trus gubernur jangan cuap doank

Kerja pak, kerjaaaaas

mbok jamu
15-10-2015, 04:02 PM
Setuju cowok Indonesia wajib militer, biar jantan!

Kebanyakan masih klemar-klemer, letoy, cingogo, ngegitar, ngisep aibon. Mending ikutan perang, mati membela yang benar, jadi pahlawan.

E = mc²
15-10-2015, 07:38 PM
Bagus kok. Setidaknya angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan dapat diberdayakan juga, apalagi kalau digaji. Tapi beban belanja negara jadi membengkak sih, sementara kerjaan nyatanya gak ada.

neofio
15-10-2015, 08:15 PM
kudu bljar nembak,lmpar granat, pasang ranjau, blajar terjun

surjadi05
15-10-2015, 08:28 PM
^^^
Kalo belajar terjun bebas cukup 1 kali aja neon, jadi ga banyak dana terbuang ::hihi::

neofio
15-10-2015, 09:46 PM
pasukan berani mati namanya,..

saya mau blajar bawa tank...ada yg macem2 gw tmbk

kandalf
16-10-2015, 02:17 PM
Tulisan kawan.

http://nasional.rimanews.com/politik/read/20151016/239846/Bela-Negara-atau-Dongeng-Sepatu-Bally-Lebih-Nasionalisme-Mana-

tapi gak tega untuk copy-paste di sini.

ndableg
17-10-2015, 01:26 AM
weiss.. ud jadi seleb nih.. hilang fokus..

tuscany
17-10-2015, 04:04 AM
Gak papa. Orang militer aja masih bisa having fun kok, apa lagi yang cuma bela negara.


https://www.youtube.com/watch?v=a_KQTsbzM0I&feature=youtube.be

Ronggolawe
17-10-2015, 07:23 AM
kalau 30hari pembinaan diisi 60-70% nya dengan
kegiatan outbound atau war games gw daftar.

tapi kalau 60-70% isinya di dalam kelas, gw mau
ikut penyetaraan saja dengan semua sertifikat P4
yang gw miliki...

etca
17-10-2015, 08:00 AM
Ronggolawe
apa kabar?? ::bye::
perasaan udah lama ga lihat postingannya ;D



Tulisan kawan.

http://nasional.rimanews.com/politik/read/20151016/239846/Bela-Negara-atau-Dongeng-Sepatu-Bally-Lebih-Nasionalisme-Mana-

tapi gak tega untuk copy-paste di sini.

saya copas dehhh

Bela Negara atau Dongeng Sepatu Bally, Lebih Nasionalisme Mana?

http://cdn.rimanews.com/bank/bally.jpeg

Rimanews - Publik kini terbelah mengenai pembentukan komponen cadangan melalui program Bela Negara. Kalangan aktivis berargumen program ini hanya akan menghidupkan kembali rezim militerisme. Sebaliknya, jajaran anak buah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan program Bela Negara akan menumbuhkan rasa nasionalisme rakyat yang kini mulai tergerus.

Lain lagi yang dilakukan Narpati Wisjnu Ari Pradana saat bicara memupuk rasa nasionalisme bagi generasi penerus bangsa. Pria 33 tahun yang berprofesi di bidang IT ini memiliki cara yang unik untuk membangkitkan rasa nasionalisme Ara (4) putri tunggalnya.

Sama seperti orangtua lainnya, lelaki yang akrab disapa Nar ini kerap bercerita kepada sang buah hati sebelum tidur. Namun, bukan sembarang dongeng yang dikisahkannya. Dongeng yang disampaikan mengisahkan kehebatan dan sikap adiluhung tokoh-tokoh pendiri bangsa.

http://cdn.rimanews.com/bank/dongeng-sepatu-bally.jpg

Beberapa malam lalu di kediamannya kawasan Cilandak Jakarta Selatan, Nar mendongeng tentang kisah Sepatu Bally Bung Hatta kepada sang anak. Secara fasih, dia menuturkan bagaimana Bung Hatta yang terkenal akan sikap integritasnya tak mampu membeli Sepatu Bally idamannya hingga tutup usia karena tak mau menerima uang yang bukan haknya, alias korupsi.

Nar secara interaktif menjelaskan bagaimana potongan iklan sepatu Bally yang disimpan Wakil Presiden RI pertama itu ditemukan keluarganya setelah Sang Proklamator wafat. Bagaimana bangganya keluarga Bung Hatta yang mengetahui bukti integritas dan kejujuran mendiang terwujud dalam secarik kertas potongan iklan itu.

Bagi kita mungkin sudah sering mendengar tentang kisah Bung Hatta dan kertas iklan sepatu Bally-nya itu. Namun, terbayang kah kini jika kisah teladan itu dikisahkan sebagai dongeng menjelang tidur bagi bocah yang umurnya belum genap 5 tahun. Hebatnya, Ara pun dapat meresapi intisari kisah hebat itu secara baik.

Dalam dialog interaktif antara Ara dan ayahnya, sang anak memahami bagaimana kita harus merawat mimpi dan berjuang mendapatkannya melalu kerja keras dari keringat sendiri.

Ara pun mengamini teladan Bung Hatta yang tak mau menerima gratifikasi apapun, meskipun itu untuk mewujudkan mimpinya memiliki sepatu Bally idamannya. Tertarik mendengar lengkap ceritanya, silakan klik link Dongeng Bung Hatta dan Sepatu Bally ini. (https://soundcloud.com/kunderemp/dongeng-bung-hatta-dan-sepatu-bailey-bung-karno)

Sang ayah pun dalam dongeng juga kerap menyisipkan sikap para pendiri bangsa yang meskipun sempat berselisih, tetapi tetap mengutamakan kepentingan bangsa.

Narpati secara cerdik memasukan bagaimana Bung Karno dan Bung Hatta meski sempat berselisih pendapat, tetapi tidak pernah melupakan hubungan silahturahmi di antara mereka. Bagaimana mereka menomorsatukan rasa nasionalisme dan persatuan bangsa di garis terdepan, dengan merelakan kepentingan pribadi mereka di urutan buncit.

Jargon Nasionalisme dari Pembantu Jokowi

Jauh di tempat lain, anggota Kabinet Jokowi-JK kini tengah menyerukan pentingnya program bela negara untuk memupuk rasa nasionalisme rakyat Indonesia, yang katanya sudah tergerus. Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan seluruh warga negara wajib hukumnya ikut program ini, tanpa terkecuali.

"Kalau tak suka bela negara di sini, tidak cinta tanah air, ya angkat kaki saja dari sini. Kita bangkit dan hancur harus bersama" ujar Ryamizard di kantornya, Senin (12/10/2015) lalu.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan juga menekankan agar program bela negara harus segera dimulai dan ada rencana memasukkan program bela negara dalam kurikulum pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Bela negara sangat penting untuk membina kedisplinan generasi muda kita ke depan," tegas Luhut di Gedung KPK, Kamis (15/10/2015). "Kita akan coba masukkan dalam kurikulum SMA sampai ke atas."

Pembantu Presiden Jokowi lainnya, Mendagri Tjahjo Kumolo menegaskan program bela negara yang direncanakan Kemenhan itu sangat perlu dan penting untuk memupuk jiwa nasionalisme dan semangat membela negara.

"Bagaimana berani meninggalkan tugas, meninggalkan keluarga, demi panggilan negara. Prinsip itu penting, TNI mempunyai Sapta Marga. Harus berani menentukan sikap, siapa kawan, siapa lawan," katanya usai menghadiri peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang, Rabu (14/10/2015) malam.

Oleh karena itu, Mendagri menegaskan program bela negara yang sedang dipersiapkan pemerintah bersama Kemenhan adalah untuk memupuk semangat nasionalisme dan heroisme seluruh komponen bangsa. "Ini (bela negara) bukan bentuk militerisme, namun untuk membangun bangsa," tegas politikus PDIP itu.

Silakan Pilih!

Kembali lagi ke kisah dongeng Sepatu Bally dari Narpati. Apa yang dilakukannya terlihat sepele, hanyalah dongeng menjelang tidur untuk anaknya. Perkara biasa yang dilakoni setiap orangtua pada umumnya di Indonesia. Namun, tak terbayang bagaimana dari hal kecil itu bisa memberikan efek luar biasa bagi perkembangan sang buah hati.

"Bung Hatta terkenal dengan sikap antikorupsinya dan juga bisa memisahkan antara politik, jabatan, keluarga, dan persahabatan. Saya ingin Ara menjadi idealis tapi tetap mampu bersahabat seperti Bung Hatta mampu bersahabat dengan Bung Karno," kata pria yang pernah tinggal dan bersekolah di Australia itu, kepada Rimanews, Jumat (16/10/2015).

Tak hanya memupuk rasa nasionalisme Ara kecil, tetapi lebih dari itu bisa melahirkan generasi Indonesia menjadi orang yang 'baik', sesuatu yang mungkin sudah menjadi barang langka di zaman sekarang ini.

Balik lagi ke polemik membangkitkan rasa nasionalisme generasi muda lewat program bela negara. Mungkin para ahli di pemerintahan Jokowi melihat ini merupakan jalan terbaik dan efektif dengan mewajibkan warganya mengikuti program bela negara. Tetapi, kisah dongeng Sepatu Bally dari Narpati mungkin bisa menjadi alternatif lain. Silakan Anda pilih sendiri.

saus kecap (http://nasional.rimanews.com/politik/read/20151016/239846/Bela-Negara-atau-Dongeng-Sepatu-Bally-Lebih-Nasionalisme-Mana-)

Ronggolawe
17-10-2015, 08:34 AM
Narpati ini siapa sih?

tuscany
17-10-2015, 12:56 PM
Oh gak tega karna itu ya.

ndableg
17-10-2015, 03:27 PM
Narpati ini siapa sih?

wah.. ketinggalan jaman rupanya..::hihi::
sempet di interpiuw tuh..

mbok jamu
17-10-2015, 08:04 PM
Lha ya mendongeng anak ndak apa-apa, well done, keep it up, tapi kan ndak semua orangtua bisa mendongeng dengan baik dan ndak semua anak punya kemampuan untuk mencerna dongeng dengan baik pula.

Orangtua macam si Narpati itu kan makin langka.

Kalau si orangtua itu sendiri ndak punya rasa nasionalisme yang tinggi, bagaimana anaknya. Boro-boro tahu atau cerita soal M Hatta, mendingan tiap malam update status atau mengamini postingan si Rafi Ahmad.

ndugu
20-10-2015, 09:22 AM
ngapain aja sih program bela negara gini? maksudnya agendanya kegiatannya gimana aja gitu?

kalo beneren pake militer sih menurutku bullshiet deh. buang duit aja. ntah darimana asal usul korelasi wajib ginian sama nasionalisme. apa2 yang diwajibkan tanpa sukarela mah ga bikin nasionalis, malah bikin anti kali.

mending budget itu buat sesuatu yang lebih konkrit untuk kesejahteraan rakyat, itu lebih bikin rakyat makin cinta negara tuh.

GiKu
20-10-2015, 10:04 AM
mungkin proyek ini nantinya akan menguras banyak biaya
tapi ada juga orang2 yg udah ngeh kenapa program ini perlu dijalankan

persiapan PD III

Kingform
20-10-2015, 01:52 PM
bela negara beda dengan wamil
yang berharap diajarin nembak, mengendarai helikopter ato tank, siap 2 aja kecewa


dari FB temen

Wow tiba - tiba timeline penuh analis militer. Bahas wamil dan sebagainya.

Oke mungkin perlu ditengahi juga. Berhubung saking seringnya saya jadi asisten tidak resmi yang kadang bantu kerjaan ortu di Kemhan mungkin ada beberapa hal yang perlu diketahui.

Bela negara gak melulu wamil. Oke, jadi kemarin pada panik karena wacana wamil karena berhubung Menhan memang sedang menggarisbawahi poin poin yang sangat kelihatan kalo itu semacam wamil.

Tapi kenyataannya di lapangan, program bela negara lebih banyak dilaksanakan dalam bentuk edukasi (lomba karya tulis, seminar, talkshow revisi uu pertahanan di Univ negeri, dll). Hal ini karena negara bukan dalam state of war, bacalah UU kalau mau yang lengkap. Jadi banyakya ke arah edukasi dan pencegahan konflik.

Ya opini saya jangan panik kalau ada berita ini itu deh, dicerna dulu. Maksud bela negara dari TK sampai tua sampai statement angkat kaki dari NKRI itu memang mungkin ekstrim, tapi biasa kan orang Indonesia suka hal yang lebay ? Apalagi dibuat headline oleh satu media. Memang kalimat yang dipenggal lalu dihighlight bagian yang memicu kontroversi kan kegemaran media.

"Ah, lu sok tau bro. Lu bela ortu lu aja kan karena kerja di sana". Opini saya ini hanya meluruskan dari fakta yang ada aja. Keseharian saya ngobrol dengan ortu bahas schedule kegiatan bela negara dari Sabang sampai Merauke. Saya juga pernah kontribusi artikel untuk majalah bulanan pertahanan untuk bidang cyber security.

Sekian. Ngepost random sambil makan nasi goreng.


Menyambung opini sebelumnya yang saya post berkaitan tentang program bela negara.

Barusan ortu rapat, satu dari sekian banyak hal yang dibahas juga terkait program itu. Bisa dikonfirmasikan kalau program bela negara itu TIDAK SAMA DENGAN program wajib militer yang digembar - gemborkan.

"ah, apa buktinya ? Kemaren aja Menhan bilang 80% melibatkan kegiatan fisik"

Jadi 80% kegiatan fisik itu bukan maksudnya kalian dilatih ala - ala militer kayak wamil jaman Jepang dulu (Seinendan). Kegiatan fisik yang dimaksud itu olah raga dan PBB (Pelatihan Baris Berbaris). Jadi bagi yang kadung seneng "wah aku bakal diajarin nembak", maaf membuat anda kecewa. Lebih baik belajar nembak cewek aja ‪#‎eh‬. Bagi yang kadung ngomong "ah gak percaya gw", yasudah nanti tinggal liat aja. Toh sumber saya ortu saya sendiri. Hak anda untuk percaya dan tidak.

"lah terus katanya kurikulum dari TK sampai umur 49 tahun itu apa ?"
Jadi program bela negara ini sebenernya ya... Bagi saya sendiri program pendidikan. Ya kalian pasti pernah denger PMP atau PPKn atau Kewarganegaraan. Yaitulah yang digencarkan. Dan juga bakal banyak ditekankan pemahaman soal UU pertahanan negara. Ya pastinya semuanya disesuaikan dengan level pendidikannya juga, gak mungkin kan anak TK suruh bahas UU ?

"katanya camp 1 bulan dan kartu bela negara itu apa ?"
Jadi sekalipun bela negara itu kewajiban setiap warga negara, tapi ada ketentuan dan pengkondisian sesuai dengan umur, profesi, keadaan kesehatan dan tingkat pendidikan. Kalau pelajar / mahasiswa otomatis langsung dapat dalam bentuk pendidikan yang dimasukkan dalam kurikulum. Kalau untuk WN yang sudah berprofesi bakal ada pengecualian dan itupun sifatnya sukarela, anda berhak ikut dan tidak. Selanjutnya bakal dijelaskan lebih lanjut oleh kementrian. Sabar. Dan programnya gak absolut 1 bulan. Itu hanya gambaran awal. Kartu bela negara pun masih dirundingkan.

"ah, paling proyekan DPR aja nih biar korupsi"
Kalian tahu ? Program ini gak serta merta diterapkan sak det sak nyet (apa ya bahasa Indonesianya ?). Program ini dipresentasikan terlebih dahulu dengan pelaksanaan seminar+workshop revisi UU pertahanan dari Sabang sampai Merauke. Semuanya dipresentasikan di universitas negeri (UGM, Undip, USU, UI, dsb). Jadi kalau dibilang gak transparan dan tanpa perencanaan, program ini sudah dirundingkan dengan akademisi seluruh Indonesia. Dan mereka mendukung.

DPR ? DPR gimana ? Nah inilah yang perlu anda pelajari dari Kewarganegaraan. Di pelajaran / matakuliah kewarganegaraan anda belajar bagaimana sebuah program pemerintahan dari inisiasi sampai implementasi dilaksanakan kan ? Justru DPR yang sering menolak program berbagai kementrian karena mereka yang ikut serta kelola dana. Jadi kalau anda aktif di org. kemahasiswaan, mungkin bisa dibayangkan DPR itu senat universitas dan kementrian itu senat fakultas. DPR berhak meng-goalkan dan tidak. Kalo tidak di-goalkan, kan enak dananya bisa dimainkan DPR. Ya masuk akal kan Fadli Zon kemarin bilang menolak ? Siapa yang kemaren share "wah Fadli Zon tumben bener nih omongannya". Ya kalian coba pikir sendiri.

Teman - teman yang berwawasan, mohon kalau share suatu berita tanggapan kalian harus berdasar dan punya bukti yang kuat. Jangan mudah percaya langsung apabila membaca berita dari media. Media pun sekarang digerakkan oleh orang - orang berkepentingan. Media apapun itu. Andapun berhak tidak mempercayai status yang saya buat ini, silahkan. No prob.

Kalau ada waktu, sekarang (15 Oktober 2015, jam 9:05) masih berlangsung acara talkshow di Metro TV yang bahas ini dihadiri oleh Dirjen tempat ayah saya bekerja.

Sekian. Random post sambil nyiapin snack buat ke Surabaya besok.

kandalf
20-10-2015, 03:04 PM
Justru yang kutakutkan bukan fisik.
Kalau cuma fisik macam wajib militer sih, aku tidak terlalu takut.

Ibuku dulu, tahun 1997 (usia 46 tahun), dipaksa kantornya ikut latihan kegiatan fisik yang lebih berat daripada kewiraan zaman mahasiswa dan beliau mampu. Jadi batas 50 tahun itu sebenarnya masih masuk akal.

Tapi nasionalisme ala tentara yang agak kukhawatirkan.
Ada yang sharing pelatihan di forum sebelah di mana pelatihnya curhat. Jujur kalau aku jadi tempat curhat kayak gitu, bakal kulabrak pelatihnya.
Saya masih ingat PPKn, dan lima belas tahun setelah meninggalkan bangku SMU, jujur, sudah beberapa hal yang saya sudah berseberangan dengan diriku yang masih dicuci otak oleh PPKn dahulu.

Dekrit presiden 1959 misalnya, di PPKn kan didengungkan (misalnya oleh Pak CST Kansil) sebagai peristiwa yang perlu karena Indonesia dalam keadaan gawat tetapi sekarang saya tidak terlalu begitu yakin.

---------- Post Merged at 04:04 PM ----------


Lha ya mendongeng anak ndak apa-apa, well done, keep it up, tapi kan ndak semua orangtua bisa mendongeng dengan baik dan ndak semua anak punya kemampuan untuk mencerna dongeng dengan baik pula.

Orangtua macam si Narpati itu kan makin langka.

Kalau si orangtua itu sendiri ndak punya rasa nasionalisme yang tinggi, bagaimana anaknya. Boro-boro tahu atau cerita soal M Hatta, mendingan tiap malam update status atau mengamini postingan si Rafi Ahmad.

Pssstt....

Si Narpati itu,
padahal lebih sering cerita tentang Batman kepada anaknya daripada tentang Bung Hatta. Ia baru berhasil cerita tentang Bung Hatta sebulan terakhir. ::ngakak2::

Persiapannya susah, berbulan-bulan. Mulai dari beli buku yang ada wajah Bung Hatta, sampai nunjukkin uang Rp 100 ribu berkali-kali. ::ngakak2::

GiKu
20-10-2015, 04:26 PM
gw jarang punya uang bergambar bung hatta

surjadi05
20-10-2015, 09:53 PM
ngapain aja sih program bela negara gini? maksudnya agendanya kegiatannya gimana aja gitu?

kalo beneren pake militer sih menurutku bullshiet deh. buang duit aja. ntah darimana asal usul korelasi wajib ginian sama nasionalisme. apa2 yang diwajibkan tanpa sukarela mah ga bikin nasionalis, malah bikin anti kali.

mending budget itu buat sesuatu yang lebih konkrit untuk kesejahteraan rakyat, itu lebih bikin rakyat makin cinta negara tuh.

Gw mikirnya malah kebalek wamil yg beneran wamil kayak di korsel, taiwan, spore, malaysia orang yg sudah berumur diatas 25 an , yg sudah mengikuti wamil, rata2 lebih nasionalis daripada orang indo ::ngopi::

mbok jamu
20-10-2015, 10:19 PM
Mbok lebih setuju wamil daripada bela negara. Kenapa tanggung-tanggung, sekalian dah fisiknya digembleng juga biar energi anak-anak sekarang bukan untuk ribut dengan suku atau agama lain apalagi ikut perang untuk kepentingan kelompok-kelompok lain. Kenyataannya sudah seperti itu toh?

Biar anak-anak sekarang juga belajar disiplin, syukur-syukur menghasilkan generasi yang minimal bisa ngantri dengan tertib dan buang sampah pada tempatnya.

Kalau lihat sikon sekarang.. sigh.. sepertinya ndak ada harapan. There's no darn light at the end of the tunnel.

---------- Post Merged at 12:19 AM ----------


Pssstt....

Si Narpati itu,
padahal lebih sering cerita tentang Batman kepada anaknya daripada tentang Bung Hatta. Ia baru berhasil cerita tentang Bung Hatta sebulan terakhir. ::ngakak2::

Persiapannya susah, berbulan-bulan. Mulai dari beli buku yang ada wajah Bung Hatta, sampai nunjukkin uang Rp 100 ribu berkali-kali. ::ngakak2::

Kocak juga. I wonder, berapa banyak orangtua yang mau berusaha seperti si Narpati itu.

ndableg
21-10-2015, 12:13 AM
Betul.. gw sih setuju wamil aja lah. Biar anak2 indo ga gembil2 amat. Biar bisa mikir lebih jernih, kagak ngasal. Coba sekarang, paling kalo ga gadget-an sambil ngelonjor, ya ngemil.

Kalo semua umur, gw rencana ikutan sambil liburan lah.

tuscany
21-10-2015, 12:24 AM
Yaelah barangnya aja belum jelas kayak apa udah sibuk2 mau terima atau tolak. Sante dulu, ngopi2 cantik sambil menanti kepastian bela negara itu yang cam mana. Baru ambil keputusan.
Kalo bicara bela negara ideal sih, saya ikutan milih wamil, mau latihan jadi sniper.

tuscany
21-10-2015, 02:30 AM
Tambahan: terinspirasi dari foto lama sniper cewek pas zaman kemerdekaan. Pas zaman kemerdekaan gitu loh, udah ada sniper perempuan. Sayang fotonya gak kesave.

---------- Post Merged at 01:30 AM ----------

Hore ketemu!

https://dl.dropboxusercontent.com/u/76774311/sniper.PNG
SEORANG SNIPER PEREMPUAN DAN KOMANDANNYA. Dua prajurit perempuan dari Divisi Siliwangi (salahsatunya seorang penembak runduk), berpose di depan kamera sebelum berangkat hijrah ke Jawa Tengah, Februari 1948. Foto milik Arsip Nasional Belanda ini diambil di sebuah sudut kota Cirebon. Perhatikan wajah dan gaya dua srikandi ini: apa yang anda tangkap dari mereka? (hendijo)

E = mc²
23-10-2015, 08:59 AM
Yaelah barangnya aja belum jelas kayak apa udah sibuk2 mau terima atau tolak. Sante dulu, ngopi2 cantik sambil menanti kepastian bela negara itu yang cam mana. Baru ambil keputusan.
Kalo bicara bela negara ideal sih, saya ikutan milih wamil, mau latihan jadi sniper.
Tadi liat di berita, gelombang 1 sudah jalan. Menggunakan seragam konyol ala organisasi preman paramiliter Pemuda Pancasila. Dan saya membayangkan, berapa duit proyek yang akan terbuang sia-sia pada masa ekonomi sulit seperti ini.
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/10/151022_indonesia_bela_negara

Proyek utopis dan akan mentok di tengah jalan. Duit negara terbuang percuma utk proyek gak jelas tujuannya spt ini. :ninja:

tuscany
23-10-2015, 10:11 AM
Oh, sudah bisa menilai di permulaan ya. Pintar sekali :)

Yang saya dengar malah semacam yang kandalf khawatirkan, programnya model "cuci otak". Adapun latihan fisiknya sebatas baris-berbaris, mungkin dengan seragam yang konyol itu. Dan berarti keinginan saya latihan jadi sniper tak kesampaian.

surjadi05
23-10-2015, 10:22 AM
Jiahh cape d, kalo beginian kayaknya lebih cocok anak smp/sma kayak ekskul gitu, biar ga tawuran mulu

ndableg
24-10-2015, 12:38 AM
Ehmm.. bukannya tni ma pulisi juga demen tawuran?

surjadi05
24-10-2015, 07:48 AM
Iya juga sih ::hihi::

Kingform
24-10-2015, 11:07 PM
gw setuju ama si mbok...mending wamil aja sekalian (padahal aslinya pengen diajarin nembak, biar hati ini tidak kosong ::hihi::)
ga cuman fisik yang perlu digembleng...otak juga perlu digembleng

ngenes banget kalo liat timeline facebook beberapa tahun terakhir

---------- Post Merged at 10:07 PM ----------

gw setuju ama si mbok...mending wamil aja sekalian (padahal aslinya pengen diajarin nembak, biar hati ini tidak kosong ::hihi::)
ga cuman fisik yang perlu digembleng...otak juga perlu digembleng

ngenes banget kalo liat timeline facebook beberapa tahun terakhir

alfaromeo
19-12-2015, 09:02 PM
Kalau saya sih

Saya setuju ada Wajib Militer
Utk mendidik disiplin, tegas, keberanian, dan latihan olah raga fisik
Ala latihan atau pendidikan Menwa

Sasaran:
Lulusan SMA/SMK yg mau ambil pendidikan tinggi
(daripada ospek yg gak jelas)

Lama pendidikan
1 minggu cukup (tergantung anggaran APBN)
Singapore, lama wamil 1 thn :)