PDA

View Full Version : Kamus Istilah Njepret



kandalf
20-06-2011, 11:27 AM
Kamera: Alat yang digunakan buat nJepret (bukannya ketapel yah?).

Shutter / Rana: Bilik yang akan terbuka dalam waktu singkat untuk memperbolehkan cahaya masuk dan menerpa sensor (atau film pada kamera non-digital). Bilik ini akan terbuka bila tombol shutter.

Viewfinder / jendela intip / jendela bidik : Jendela kecil yang biasanya tempat untuk membidik kamera. Di masa non-digital, non-SLR, jendela intip ini nyambung ke lensa lain di samping lensa utama. Di masa digital, ada jendela intip optikal (OVF) dan ada jendela intip elektronik (EVF).

SLR : Single-Lens Reflex. Pada kamera ini, apa yang terlihat di jendela intip adalah apa yang masuk melalui lensa.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a0/SLR_cross_section.svg/250px-SLR_cross_section.svg.png

Live preview : Berbeda dengan SLR di mana sensor hanya terpapar cahaya saat shutter terbuka, pada jenis live-preview sensor akan terpapar terus-menerus sehingga apa yang terlihat dilayar LCD (atau di jendela intip elektronik/EVF) adalah hasil yang akan tersimpan kelak.

Point-and-shoot : atau kamera saku, atau kamera amatir. Sekedar bidik dan langsung jepret (tekan tombol shutter). Di masa non-digital, kecepatan rana (durasi bilik rana dibuka) statis dan tidak bisa diubah. Di masa digital, ada otomatisasi, tergantung situasi cahaya di sekitar, menentukan seberapa lama jendela shutter dibuka.

Prosumer: Kamera semi, atau bridge camera, yang merupakan kamera saku (point-and-shoot) yang ditambahan beberapa fitur seperti yang dimiliki SLR, misalnya penyetelan manual.

Dial Mode: Lingkaran pemilih modus, biasanya ada di di kamera pro (SLR) dan kamera semi (prosumer/bridge camera). Jarang terdapat di kamera saku.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/a/a4/ModeDial.svg/220px-ModeDial.svg.png

Kecepatan Rana/Shutter Speed: Durasi berapa lama bilik rana akan terbuka. Untuk foto dengan cahaya minim, disarankan menggunakan durasi yang panjang (1-2 detik).

Bukaan diafragma/Aperture: Menentukan seberapa lebar bukaan ketika bilik rana terbuka. Menentukan seberapa detail gambar yang akan diambil.

http://2.bp.blogspot.com/_YE-NeiBEG1M/ScOmiD4IdoI/AAAAAAAAEls/_yUTmIJpByc/s400/shutter.jpg

kandalf
20-06-2011, 11:45 AM
Cara kerja kamera:
http://gaptek28.files.wordpress.com/2008/11/light-to-sensor.jpg

Sumber: Gaptek28
http://gaptek28.wordpress.com/2008/11/20/mengatur-diafragma-dan-kecepatan-shutter-dalam-mode-manual-m/

cha_n
25-06-2011, 05:40 PM
tanya lagi (abis ngeliat-liat kamera sakuku)
ISO itu apa?
di tempatku juga ada tuh dial mode, atau itu bukan dial mode?
http://www.imaging-resource.com/PRODS/A590IS/A590ISA.HTM
http://www.dcresource.com/reviews/canon/powershot_a590-review/camera-top.jpg

E = mc˛
25-06-2011, 06:02 PM
ada situs menarik, http://belajarfotografi.com/

berbagai panduan, istilah fotografi, semuanya ada :D

E = mc˛
25-06-2011, 06:03 PM
tanya lagi (abis ngeliat-liat kamera sakuku)
ISO itu apa?


Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya.

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita (ASA dalam kasus fotografi film), coba bayangkan mengenai sebuah komunitas lebah. Sebuah ISO adalah sebuah lebah pekerja. Jika kamera saya set di ISO 100, artinya saya memiliki 100 lebah pekerja. Dan jika kamera saya set di ISO 200 artinya saya memiliki 200 lebah pekerja.

Tugas setiap lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan membuat gambar. Jika kita menggunakan lensa identik dan aperture sama-sama kita set di f/3.5 namun saya mengeset ISO saya di 200 sementara anda 100 (bayangkan lagi tentang lebah pekerja), maka gambar punya siapakah yang akan lebih cepat selesai?

Secara garis besar, saat kita menambah setting ISO dari 100 ke 200 ( dalam aperture yang selalu konstan – kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av) , kita mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah foto di sensor kamera kita sampai separuhnya (2kali lebih cepat), dari shutter speed 1/125 ke 1/250 detik. Saat kita menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai separuhnya lagi:1/500 detik. Setiap kali mempersingkat waktu esksposur sebanyak separuh , kita namakan menaikkan esksposur sebesar 1stop.

Anda bisa mencoba pengertian ini dalam kasus aperture, cobalah set shutter speed kita selalu konstan pada 1/125 (atau melalui mode Shutter Priority – S atau Tv), dan ubah-ubahlah setting ISO anda dalam kelipatan 2; missal dari 100 ke 200 ke 400 …dst, lihatlah perubahan besaran aperture anda.

sumber: http://belajarfotografi.com/memahami-konsep-iso-pada-fotografi/

cha_n
25-06-2011, 06:08 PM
aperture buat apa?
ternyata, ngeliatin kamera saku aja gw masih blm ngerti istilah2ya :))

makasih infonya, makin semangat nih ngutak atik.
di sini juga ada pilihan Manual soalnya, jadi bisa diubah2 settingannya

ancuur
25-06-2011, 06:53 PM
aperture buat apa?
ternyata, ngeliatin kamera saku aja gw masih blm ngerti istilah2ya :))

makasih infonya, makin semangat nih ngutak atik.
di sini juga ada pilihan Manual soalnya, jadi bisa diubah2 settingannya

cobain foto2 yg ada di sekitar aja.. terus posting di sini (http://www.kopimaya.com/forum/showthread.php?237-Jepret!-Posting-Hasil-Fotomu) biar di komen :jempol:

itsreza
25-06-2011, 07:49 PM
aperture buat apa?

secara singkat sih mengatur cahaya yang masuk, semakin kecil angka bukaan, semakin banyak cahaya yang masuk ->hasilnya foto lebih terang, ketajaman kurang.

kandalf
15-07-2011, 02:41 PM
Ternyata ada teknik membuat pemandangan seakan-akan menjadi miniatur (Fake miniature) dengan memainkan sudut kamera (tilt-shifting).

Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Tilt-shift_photography
http://en.wikipedia.org/wiki/Miniature_faking
http://www.smashingmagazine.com/2008/11/16/beautiful-examples-of-tilt-shift-photography/

Contoh:
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e5/Train_tilt_shift.jpg/220px-Train_tilt_shift.jpg

Itu kereta barang beneran, bukan miniatur.

cha_n
15-07-2011, 02:49 PM
ih kereeen

Alip
15-07-2011, 04:21 PM
Huiiii... siapa yang akan ngira kalau pertandingan sumo ini benerannnn... :jempol:

http://media.smashingmagazine.com/images/tilt-shift-photography/citysrinkers_4.jpg

Tapi harus pakai tilt lense ya?
Bisa nggak sih kita sekedar pakai bukaan luar biasa lebar terus motretnya dari sudut rada ekstrim? Supaya ada efek blur yang melingkupi titik sharp-nya?

btw... sehubungan dengan kamus istilah njepret... kayaknya wiki portal (http://en.wikipedia.org/wiki/Portal:Photography) ini boleh juga... sayang nggak ada yang bahasa Indonesia ya?

kandalf
15-07-2011, 04:40 PM
Kalau manual, tampaknya harus pakai tilt-lense. Soalnya yang bergeser kan antara lensa dengan sensor penerima cahaya. Jadi ada efek-efeknya. Kalau cuma digeser kameranya sih, antara lensa dan sensor tetap lurus.

Ini ada contoh yang dari Indonesia: http://www.lensamanual.com/2009/11/bermain-tilt-shift.html

http://i478.photobucket.com/albums/rr141/artt2008/IMG_2666.jpg


Ngomong2, sebenarnya efek miniatur itu bisa diakali pakai pengolah gambar (Photoshop, GIMP, dkk. ) :D

yanwok
23-09-2011, 10:41 AM
http://woke.blog.binusian.org/2011/04/27/the-exposure-triangle/

Nih yang paling penting kalau mau foto-foto
1. ISO (ISO 100,200,400,800)
2. Aperture (F1.8, F3.6, F5.4)
3. Shutter Speed (1/200 detik, 5 detik, dll)

Dan ketiganya saling berkaitannn~~

Ilustrasinya begini nih:



Jendela

Bayangin kamera kita tuh kayak jendela yang ada lensanya tuh buka tutup.
Aperture (Bukaan lensa) itu Ukuran Jendelanya, makin gede, ya makin terang, karna makin banyak cahaya yang masuk (Aperture di kamera, makin besar bukaan makin kecil angkanya)

http://www.dpreview.com/learn/articles/glossary/exposure/images/123di_aperture.gif


Shutter speed itu sama kayak kecepatan buka tutup jendelanya. Makin lama dibuka makin terang (Makin besar shutter speed, makin terang)

Nah sekarang bayangin kita didalam ruangan pake kacamata item, nah makin item kacanya, makin rendah ISOnya (Makin tinggi ISO, makin terang, tapi makin banyak noise)

http://digital-photography-school.com/wp-content/iso-1.jpg
Kiri: ISO 100
Kanan: ISO 3200




Nah jadi kalau mau motret, harus perhatiin 3 settingan itu. Kalau suasana gelap, bisa Gedein Bukaan lensa, atau gedein ISO, atau lamain shutter speed.

Lagi-lagi tergantung kita mau fotonya kayak apa, contoh: Air Terjun. Mau hasil fotonya TAJAM (Air Berhenti), atau Air mengalir (Slow Shutter).

Biasa sih yang kedua yah, karena maunya airnya kayak mengalir, berarti Shutter Speed digedein, tapi inget, pengaruh juga ke settingan lainnya, SS dilamain, berarti entah ISO diturunin, atau Bukaan lensa dikecilin.


http://www.xmission.com/~jwindley/img/water-60.jpg



http://www.xmission.com/~jwindley/img/water-2000.jpg


Emang kalau pocket camera ada kendala ga bisa atur Aperture (Bukaan lensa), tapi kalau pocket cameranya udah bisa setting Shutter Speed, lumayan bisa bereksperiment.

Contoh Slow Shutter pake Pocket Camera

http://fc05.deviantart.net/fs71/f/2010/324/5/f/fountain_by_yanuarwoke-d337fdv.jpg


Mudah2an ada sedikit pencerahan yaaa~~~

yanwok
23-09-2011, 11:49 AM
Di fotografi juga ada yang namanya Zoom Effect

1. Siapin objeknya
2. Set Shutter Speed agak besar (3 detik - 5 detik), sesuaikan setting lainnya
3. Abis pencet buat ambil gambar, geser lensanya jadi zoom out / zoom in

Lebih mantab pake Tripod yahhh ::ungg::


http://s4.postimage.org/7qi7loyhw/65757_476580219766_794794766_5546027_3042133_n.jpg



http://www.digital-photography-school.com/wp-content/uploads/2007/07/zooming-1.jpg
Sumber: digital photography school

yanwok
23-09-2011, 11:54 AM
Ada lagi namanya Panning, dimana Objek foto sedang bergerak. Menghasilkan foto dimana objek akan fokus, dan background akan blurry seperti ada movement

1. Siapin tripod
2. Shutter Speed agak lambat (1 detik - 3 detik)
3. Cari objeknya
4. Pas jepret, ikutin gerakannya dengan tripod (sesuaikan kecepatannya yah)


http://s4.postimage.org/7qiwer5wk/164740_490585724766_794794766_5743644_7535105_n.jp g
Kalau ga pake tripod, akalin dengan cara, dempetin kamera ke badan, trus anggap saja badan kita tripod, alias putarr pinggang andaaa~~



http://digital-photography-schools.info/image/201105251049571530.jpg
http://www.digital-photography-school.com/wp-content/images/panning-2.jpg

Sumber: digital-photography-school