PDA

View Full Version : Ruyati dan "pedang" Arab



purba
19-06-2011, 10:27 PM
Ruyati, TKI yg menjadi pembantu di Arab Saudi, tewas ditebas pedang Arab. Ok, Ruyati disalahkan karena membunuh wanita Arab dan dia mengakui hal tsb. Tapi, apakah pembunuhan tsb terjadi begitu saja, tanpa sebab sebelumnya? Sudah menjadi berita umum bahwa TKI banyak disiksa di negeri orang. Bisa saja dicarikan alasan bahwa siksaan tsb terjadi karena ketidakbecusan dalam bekerja. Tetapi apakah karena tidak becus maka disiksa? Kenapa tidak dipecat saja, kemudian dipulangkan ke negara asalnya?

Kewajiban pemerintah RI, yg katanya dapat standing applause* di konferensi ILO, adalah memberikan pelatihan dan pendidikan yg memadai bagi calon TKI yg mau ke luar negeri. Kemudian juga memberikan bantuan hukum maksimal bagi TKI yg bermasalah di negeri orang. Tapi semua itu hanya pencitraan saja, hanya pemanis saja, kenyataannya jauh panggang dari api. Huekss...cuihhh..... :))

*Di media massa standing applause tsb sangat dibanggakan. Itulah gila hormat, gila sanjungan, mata air dari mental korup orang Indonesia.

Urzu 7
19-06-2011, 11:31 PM
Kirain pedang arab apaan::elaugh::.

No link=HOAX

AsLan
19-06-2011, 11:33 PM
mungkin memang begitulah hukum yang berlaku disana, nyawa dibayar nyawa... saya rasa cukup fair.

ndableg
19-06-2011, 11:47 PM
Kalo mempertanyakan persidangan di arab, ya tanya sama pegawe pemerintahan arab lah.. T'rus maunya gimana pur? Demo negara arab dibubarkan? :))

Lagian sapa yg ga gemes sama pemerintah indo sekarang seh?

Urzu 7
19-06-2011, 11:51 PM
Dimana2 jadi babu itu memang ga ada enaknya jgn kan diluar negeri..

makanya kalo kerja keluar negeri itu jgn jadi babu orang lain..minimal kerja yg sedikit naik derajatnya

purba
20-06-2011, 12:06 AM
mungkin memang begitulah hukum yang berlaku disana, nyawa dibayar nyawa... saya rasa cukup fair.

Bukan di situ masalahnya, tetapi kepedulian pemerintah thd TKI di negeri orang. Kasus Ruyati bukan yg pertama, tapi sudah yg ke sekian kali. Kemana pemerintah? Butuh piala citra berapa lagi?

:))

ndableg
20-06-2011, 12:12 AM
babu ya kerjaan juga. Kalo di belanda sini jadi babu malah harganya lebih mahal dari kerjaan saya yg kantoran. Makanya jarang ada keluarga punya babu, dan babu ga laku. Paling berani nyewa babu jam2an.. itu kalo perlu banget.
Di indonesia, kebanyakan orang kekurangan lowongan kerja dan tidak ada patokan standar harga tenaker dari pemerintah, maka harga manusia terbilang rendah, karena supply lebih tinggi dari demand. Sedangkan di eropa, standard harga manusia tinggi dan lapangan bidang lain lebih banyak membutuhkan supply (banyak lowongan), maka tidak ada demand untuk sesuatu yg bisa dikerjakan sendiri.

purba
20-06-2011, 12:12 AM
Dimana2 jadi babu itu memang ga ada enaknya jgn kan diluar negeri..

makanya kalo kerja keluar negeri itu jgn jadi babu orang lain..minimal kerja yg sedikit naik derajatnya

Ah gak juga. Jadi babu di negara ateis justru bahagia dari pada jadi babu di negara religius penyembah Allah SWT. Filipina juga pengekspor babu kayak Indonesia, tetapi pemerintahnya memperhatikan kualitas babu yg mau diekspornya dan presidennya datang langsung ke Arab utk lobi keringanan hukuman ketika ada babu2nya yg terancam hukuman mati. Indonesia? Presidennya pidato di konferensi ILO dan bangga dapat standing applause. Eh.. besoknya babunya dipancung di Arab. :))

ndableg
20-06-2011, 12:21 AM
Tapi kenapa pada maunya ke arab ya? Apa ente ud itung banyakan yg untung apa yg buntung?

Ariti
20-06-2011, 10:40 AM
Kasihan euy...di pancung di negara orang, jasadnya pun ga bisa diminta lagi,

dipancungnya juga ga ada pemberitahuan dulu hari nya, berati 2 hari lalu pas gw bobo, ada manusia yg lehernya di penggal


sedih....

keluarganya pun ga bisa ngomong via telp, dia udah dipenjara kalau ga salah dneger, selama 1,5 thn.

E = mc˛
20-06-2011, 11:26 AM
ini ekjadiannya kapan? :-/

link? :D

Ariti
20-06-2011, 11:32 AM
link drmane mus, gw dapet nuntun di tipi...hehhehe

di pancungnya sih dua hari lalu katanya

E = mc˛
20-06-2011, 11:34 AM
link:
http://luar-negeri.kompasiana.com/2011/06/19/ruyati-tkw-asal-indonesia-dipancung-di-arab-saudi/

dan

Sudah 27 TKI dipancung di Arab saudi (http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/19/sudah-27-tki-dipancung-di-arab-saudi)

DH1M4Z
20-06-2011, 11:58 AM
Ruyati dan "pedang" Arab

Ruyati, TKI yg menjadi pembantu di Arab Saudi, tewas ditebas pedang Arab. Ok, Ruyati disalahkan karena membunuh wanita Arab dan dia mengakui hal tsb. Tapi, apakah pembunuhan tsb terjadi begitu saja, tanpa sebab sebelumnya? Sudah menjadi berita umum bahwa TKI banyak disiksa di negeri orang. Bisa saja dicarikan alasan bahwa siksaan tsb terjadi karena ketidakbecusan dalam bekerja. Tetapi apakah karena tidak becus maka disiksa? Kenapa tidak dipecat saja, kemudian dipulangkan ke negara asalnya?

Kewajiban pemerintah RI, yg katanya dapat standing applause* di konferensi ILO, adalah memberikan pelatihan dan pendidikan yg memadai bagi calon TKI yg mau ke luar negeri. Kemudian juga memberikan bantuan hukum maksimal bagi TKI yg bermasalah di negeri orang. Tapi semua itu hanya pencitraan saja, hanya pemanis saja, kenyataannya jauh panggang dari api. Huekss...cuihhh.....

*Di media massa standing applause tsb sangat dibanggakan. Itulah gila hormat, gila sanjungan, mata air dari mental korup orang Indonesia.



Seep boss!
kenyataan ini mencerminkan ketidakbecusan dan ketidakberdayaan negara kita cq. para "petinggi" negara kita dalam memperjuangkan dan melakukan negosiasi
supaya Ruyati mendapatkan keringanan hukuman. Kita hormati sistem hukum negara Arab Saudi. Hukuman bagi yang menghilangkan nyawa orang lain memang demikian. Tapi Ruyati bisa bebas asal mendapat maaf dari keluarga korban. Nah.. sampai seberapakah usaha pemerintah RI dalam mendapatkan maaf tersebut? apakah sudah habis-habisan / segala cara sudah ditempuh.

Huh... politik pencitraan! lebih sibuk menjadi "pengacara" Nasaruddin sementara pejuang devisa kita meregang nyawa!

Ariti
20-06-2011, 11:59 AM
hukuman macam apa sih pancung itu

ga manusiawi, keji.....apa mereka kira ini maish jaman barbar?

deddy
20-06-2011, 12:08 PM
lagi lagi pemerintah indonesia kecolongan .... setelah dipacung baru ribet .....

Urzu 7
20-06-2011, 12:11 PM
Tapi kenapa pada maunya ke arab ya? Apa ente ud itung banyakan yg untung apa yg buntung?
yah... Mayoritas siapa orang2 golongan bawah yg biasanya bisa bahasa arab??

Kalo yg ga bisa bahasa arab mending milih ke benua sebelah jadi tukang cuci piring..ato ga kejepang bantuin bersihin sisa2 tsunami

DH1M4Z
20-06-2011, 12:23 PM
yah... biasalah bro. Departemen yang ngurusin TKI udah pada kongkalingkong dengan PT penyedia jasa TKI.

Jangankan bahasa Arab, bahasa Indonesia aja kali masih banyak yang belum lancar..
gitu kok ya dipaksakan berangkat

gembel
20-06-2011, 01:05 PM
pemerintah masih sibuk masalah pencitraan :mrgreen:

Urzu 7
20-06-2011, 01:49 PM
Jumlah penduduk indonesia kan banyak jadi dipancung ratusan sampe ribuan pun pemerintah diem aja anggep mengurangi populasi... tunggu aja diblow up besar2an sama media asing

Ariti
20-06-2011, 01:52 PM
semoga Darsem ga menyusul

God save Darsem ..amin.

BundaNa
20-06-2011, 02:01 PM
kenapa sih gak dihentikan aja pengiriman TKW ke arab?

Urzu 7
20-06-2011, 02:14 PM
kenapa sih gak dihentikan aja pengiriman TKW ke arab?

Karena kebanyakan calon TKI ga bisa ngomong inggris cuma bisa ngomong arab..

ancuur
20-06-2011, 02:25 PM
kenapa sih gak dihentikan aja pengiriman TKW ke arab?

arab sudah mau menutup.. tapi departemen tenaga kerja minta terus ... :cilukba:

AsLan
20-06-2011, 03:24 PM
Indonesia menghasilkan terlalu banyak bayi2 baru, akhirnya perlu disalurkan keluar negri karena negara kita tak mampu menampung.

E = mc˛
20-06-2011, 03:57 PM
Ini Sikap Arab Saudi Soal Hukum Pancung Ruyati

TEMPO Interaktif, Riyadh - Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Sabtu, 18 Juni 2011, melansir pernyataan resmi mengenai pelaksanaan hukuman mati terhadap seorang pekerja perempuan asal Indonesia, yakni Ruyati binti Satubi Saruna.

Kementerian menegaskan pemerintahan Raja Abdullah bin Abdul Aziz berkomitmen menegakkan keamanan, keadilan, dan penerapan perintah Allah terhadap siapapun yang menyerang dan membunuh orang lain. “Siapa saja menyerang keamanan rakyat (Saudi) dan menumpahkan darah mereka akan dihukum sesuai syariat Islam,” kata Kementerian Dalam Negeri seperti dikutip kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA).

Pelaksanaan hukuman mati itu berlangsung kemarin di Kota Makkah. Ruyati terbukti bersalah membunuh majikan perempuannya, Khairiyah binti Hamid Majlad dengan sebilah golok. Dekrit Raja Abdullah untuk menghukum mati Ruyati keluar setelah vonis itu dikuatkan oleh pengadilan banding dan Mahkamah Agung Saudi.

Amnesty International Jumat pekan lalu mendesak pemerintah Saudi menghapus hukuman mati lantaran pelaksanaannya naik pada tahun ini. Hingga bulan ini saja, sudah 27 orang yang dipancung, sama jumlahnya dengan tahun lalu. Sebanyak 15 orang dieksekusi Mei tahun ini.

Secara keseluruhan, jumlah pelaksanaan hukuman mati di Saudi terus menurun. Pada 2009, sebanyak 69 orang dipancung, turun dari 102 orang di tahun sebelumnya dan 158 orang pada 2007.

Saudi menerapkan hukuman pancung terhadap pelaku pembunuhan, pemerkosaan, dan penyelundup narkoba.

ARABIAN BUSINESS/FAISAL ASSEGAF

Ariti
20-06-2011, 04:25 PM
apapun dalilnya
hukuman pancung itu keji

Lembah_Hinnom
20-06-2011, 04:53 PM
Karena kebanyakan calon TKI ga bisa ngomong inggris cuma bisa ngomong arab..
Gak juga.
Pernah ngobrol2 ama TKW di Taiwan, mereka juga belajar bahasa Mandarin setelah mendaftar kerja di PJTKI.


apapun dalilnya
hukuman pancung itu keji

Silakan katakan itu pada keluarga wanita yang dibunuh Ruyati.
Ruyati membunuh bukan atas membeladiri tetapi bertengkar karena tidak diperbolehkan pulang.
Cara membunuhnya pun adalah dengan menusuk kepala dan leher dengan golok dan pisau dapur berkali-kali.


Sudah lah.. lebih baik dihentikan aja pengiriman TKI ke Arab Saudi.
Perlindungan hukum kita kurang di sana.
Tenaga kerja di sana terkungkung, sering tidak diperbolehkan komunikasi.
Kinerja KBRI juga kurang bagus. Kalau gak salah pernah ada TKI yang sudah ke KBRI, tetapi karena lengah, berhasil diambil oleh polisi Saudi, kan?

Soal masalah hukum kejam atau tidak, kan ada istilah "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung". Kalau gak suka ama hukum seperti itu, harusnya dari awal tidak jadi TKW.
Yang perlu dikritik adalah keadilannya, apakah pengadilannya dijalankan dengan adil atau dengan tidak adil. Yang selama ini kan, para TKW itu gak disertai pembelaan hukum yang memadai padahal orang Indonesia terkenal buta hukum (hukum negaranya saja gak ngerti, apalagi hukum di negeri lain).

Masalah gaji yang gak dibayar majikan misalnya,
kalau ada perlindungan dari KBRI, ada tempat pengaduan, maka mestinya bisa ditolong dari awal. Gak perlu pakai cara menikam-nikam leher segala.

Ronggolawe
20-06-2011, 05:02 PM
berarti, rencana ngasih HP sebagai alat komunikasi utama
para TKI hilang ditelan awan?

opera
20-06-2011, 05:16 PM
berarti, rencana ngasih HP sebagai alat komunikasi utama
para TKI hilang ditelan awan?

masi inget aja... kirain dah lupa semua....

Ariti
20-06-2011, 05:17 PM
aku juga sangat ga setuju dgn pembunuhan itu, itu juga keji...sangat keji. sama kejinya dengan hukum pancung. males aja berdebat soal kasusnya.

semoga aja Darsem ga mengalami nasib serupa. oh Tuhan ....mengerikan nyaaa. some people even more care about melinda's breast then to this....sedih

Urzu 7
20-06-2011, 05:17 PM
berarti, rencana ngasih HP sebagai alat komunikasi utama
para TKI hilang ditelan awan?

Mungkin nti pas menjelang pemilu buat pencitraan

opera
20-06-2011, 05:26 PM
aku juga sangat ga setuju dgn pembunuhan itu, itu juga keji...sangat keji. sama kejinya dengan hukum pancung. males aja berdebat soal kasusnya.

semoga aja Darsem ga mengalami nasib serupa. oh Tuhan ....mengerikan nyaaa. some people even more care about melinda's breast then to this....sedih

berita urusan selangkangan lebih menjual.... coba masuk rsj... disitu selangkangan gak laku. lebih laku primata :run:

ndableg
20-06-2011, 05:33 PM
Jumlah penduduk indonesia kan banyak jadi dipancung ratusan sampe ribuan pun pemerintah diem aja anggep mengurangi populasi... tunggu aja diblow up besar2an sama media asing

Media barat mana pernah memblow-up kejelekan keluarga saudi, sesama sekutu? Kecuali indonesia punya daya tawar lebih tinggi dari tuh pangeran2..

Ariti
20-06-2011, 05:55 PM
apa bagi mereka pembantu itu budak ya? bangsa budak....awh....sampe komunikasi sama keluarga juga ga boleh, mau eksekusi nay ga bilang2 dulu

ancuur
20-06-2011, 07:53 PM
klo tki di kasih HP paling bakrie nunjuk tangan paling tinggi.. "pake esia aja pak" :cilukba:

purba
20-06-2011, 11:14 PM
Tapi kenapa pada maunya ke arab ya? Apa ente ud itung banyakan yg untung apa yg buntung?

Karena cuman Arab yg butuh babu gak berpendidikan. Kalo negara lain banyak syaratnya. Jadi susah babu Indonesia memasukinya. Ente gak bakalan jadi babu di Belanda kalo gak punya kemampuan, ya kan? :))

ndableg
21-06-2011, 12:32 AM
Hush.. kurang ajar luh.. Tinggal tunggu nasib ditendang dari negri orang, baru senasib kek lu gw.. :))
Mending coba ke arab aja luh.. daripada sakit hati mulu di indon.. bolak balik pengen ke negara atheis.. :cengir:

ancuur
21-06-2011, 12:56 AM
puyeng pala gw... tiap hari tiap detik beritanya TKI molo :gebuk:

benernya kesalahan gak semua pemerintah, para agen jga banyak salahnya... bayangin aja, baru dateng dari kampung udah langsung dikirim.. mereka gimana tau tata cara di luar negeri, udah gitu yg dikirim dari kampung..! nah di jakarta aja dia belom tentu bisa kerja... di luar negeri lagi :kesal:

bahasa, kebudayaan, peralatan rumah tangga dll. pasti beda jauh sama di kampungnya!! :ngopi:

ndableg
21-06-2011, 01:28 AM
Yg salah ya TKI nya sendiri. Itu pun yg gagal. Tahukah berapa ratus ribu orang indonesia berada di arab saudi? Tahukah banyak orang indonesia jadi mafia2 haji, mafia2 TKI di arab? Sayangnya korbannya ya orang2 indo juga gitu loh..

Berapa berita sih kalian denger? Coba bandingkan dgn jumlah orang indonesia di arab saudi. Kenapa ga kisah sukses TKI di arab? BUkankah yg menarik minat adalah kisah sukses (http://www.radartasikmalaya.com/index.php?option=com_content&view=article&id=13525:kisah-sukses-para-tki&catid=32:languages&Itemid=47) seorang TKI yg membuat calon2 TKI lain bersemangat?

Gw jg ga suka orang arab sih.. belagu.. Tapi ya sudah.. itu lah ciri khas bangsa yg besar. Belagu..

nodivine
21-06-2011, 02:39 AM
paling parah tadi di tv oon, pemerintah ga tau apa ndableg atau apa...

tadi bener juga kata kata Efendy Gozali, dengan entengnya berkata akan mempelajari dan menyelesaikan persoalan ini.
Effendy Gozali langsung protes, lah wong korbannya sudah dihukum apa yang mau diselesaikan? sekarang masalahnya bisa ga pemerintah dengan birokrasi dan pencitraaan yang berbelit belit bertindak tegas?

just my opinion.

RIP buat korban dan juga para TKW disana yang mengalami penderitaan yang sama.

pasingsingan
21-06-2011, 08:57 AM
wong dah jelas2 RI gak punya perjanjian bilateral ttg naker dng Arab Saudi
kok ya nekad kirim babu terus?, bukankah ini = trafficking?

..... dasar pemerintahan dudulz :gebuk:

AsLan
21-06-2011, 12:08 PM
gw jadi mikir sama hukumnya Arab Saudi, orang membunuh akan dihukum mati kecuali dimaafkan oleh keluarga korban...

lah kalo keluarganya memang ingin si korban mati gimana ya ? misalnya karena ingin dapat warisan... :D

Ariti
21-06-2011, 12:39 PM
paling abis ini, heboh hebohnya bakal surut lagi..lupa atw pura pura lupa.

setelah ada kasus lagi. heboh lagi

begitu seterusnya.

dan tki teteup aja dikirim terus

Urzu 7
21-06-2011, 12:47 PM
Stok TKI masih banyak apalagi yg bisa ngomong arab..

pasingsingan
21-06-2011, 02:02 PM
gw jadi mikir sama hukumnya Arab Saudi, orang membunuh akan dihukum mati kecuali dimaafkan oleh keluarga korban...

lah kalo keluarganya memang ingin si korban mati gimana ya ? misalnya karena ingin dapat warisan... :D
diracun
dng racun yng daya bunuhnya pelan2 :))

gembel
21-06-2011, 02:49 PM
WOOYYYYY.... Muhaimin kemana nih...

Urzu 7
21-06-2011, 03:11 PM
^Apa hubungannya?

Ariti
21-06-2011, 03:13 PM
Muhaimin Iskandar???

opera
21-06-2011, 03:16 PM
untuk kasus darsem pemerintah sudah membayar 4.7 M untuk ganti rugi agar dibebaskan dari hukum pancung...

Urzu 7
21-06-2011, 03:37 PM
^ how generous our goverment 4,7M just for a babu::elaugh::

TheCursed
21-06-2011, 04:18 PM
diracun
dng racun yng daya bunuhnya pelan2 :))

Di infeksi pake virus. HIV.
Heh heh heh...

Tau kena HIV juga nggak bakalan lapor. Saudi kan ? HIV, konotasinya... So, nggak bakalan lapor. Perfect.
:luck:

opera
21-06-2011, 06:01 PM
^ how generous our goverment 4,7M just for a babu::elaugh::

didetik bilangnya gitu sih... tp entah lah....

http://www.detiknews.com/read/2011/06/21/121155/1664951/10/kemlu-sudah-kirim-uang-rp-47-m-untuk-bayar-diyat-darsem


Bayar 4.7 M buat hindarin hukuman mati, tapi tetep akan dihukum
http://www.detiknews.com/read/2011/06/21/123101/1664971/10/darsem-tak-otomatis-bebas-setelah-pembayaran-uang-diyat-rp-47-m

Jakarta - Pemerintah Indonesia memutuskan membayar diyat terkait kasus Darsem, TKW yang terancam hukuman mati di Arab Saudi. Uang denda itu akan diserahkan kepada keluarga majikan Darsem asal Yaman. Namun Darsem tak otomatis bebas karena diyat hanya menghindarkan Darsem dari hukuman mati.

"Dengan pembayaran diyat, ancaman hukuman mati bisa dihindarkan," kata juru bicara Kemlu Michael Tene saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (21/6/2011).

Michael menjelaskan, artinya Darsem masih menjalani proses hukum. Dia tetap akan menjalani penahanan. "Tapi terbuka juga Darsem untuk langsung dibebaskan," imbuhnya.

Pastinya setelah pembayaran diyat, Darsem selamat dari ancaman hukuman mati. "Ada kemungkinan hukuman yang lain yakni penjara," jelasnya.

Sebelumnya Komisi I DPR menyetujui pembayaran uang tebusan untuk Darsem binti Dawud, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang membunuh majikannya karena hendak diperkosa. Pembayaran diyat itu diambilkan dari pos anggaran Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan diserahkan sebelum 7 Juli 2011.

"Komisi I menyetujui usulan Kementerian Luar Negeri terkait kasus Darsem binti Daud. Komisi I DPR menyetujui usulan untuk segera membayar diyat sebesar Rp 4,7 miliar dari pos Kemenlu," jelas Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq dalam rapat kerja dengan Kemenlu di Gedung DPR, Senayan, Senin (20/6/2011).

nodivine
22-06-2011, 02:54 AM
^
gw kirain ada sumbangan juga dari kantong anggota DPR (ngimpi kali yee ).



paling abis ini, heboh hebohnya bakal surut lagi..lupa atw pura pura lupa.

setelah ada kasus lagi. heboh lagi

begitu seterusnya.

dan tki teteup aja dikirim terus

yah gitu deh...kayak ga tau aja pemerintah dan pemimpin kita yang haus pencitraan.

ndableg
22-06-2011, 04:58 AM
keknya yg ngirim tki bukan pemerintah deh.
Si pencari kerja punya modal utk ke luar negeri, lalu ada perekrut tenaga kerja, entah itu penipu atau bukan, yg jelas akhirnya mereka berangkat kerja.

pasingsingan
22-06-2011, 08:37 AM
ntu dia bleg
tki dipandang sbg komoditi
berangkat ditindas, pulang diperas
setuju, larang/tutup aja pengiriman babu ke Arab

E = mc˛
22-06-2011, 10:18 AM
baik berangkat, selama disana maupun pas pulang semua dialami: ditipu, diperas (calo), dan disiksa -_-

gembel
22-06-2011, 10:45 AM
^Apa hubungannya?

Meskipun TKI ada di BNP2TKI, tetap saja dia kgk bisa cuci tangan. TKI=Buruh

AsLan
22-06-2011, 11:38 AM
^
gw kirain ada sumbangan juga dari kantong anggota DPR (ngimpi kali yee ).




yah gitu deh...kayak ga tau aja pemerintah dan pemimpin kita yang haus pencitraan.


Jadi pemerintah musti gimana dong ?

Kalo gak menolong dibilang gak peduli, kalo menolong dibilang pencitraan ... so ?

Urzu 7
22-06-2011, 11:38 AM
Mau nuntut saudi emang negara kita punya apa...

Ariti
22-06-2011, 01:27 PM
masih da 23 orang lagi yg sdg menunggu hukuman mati

darsem n ruyati alhm. hanya yang terekspos

god bless their soul ...

Urzu 7
22-06-2011, 02:07 PM
Pas gw baca dikoran kemaren TKI kita dimalingsia lebih banyak yg dihukum ketimbangan diarab

Ariti
22-06-2011, 02:16 PM
pembantu di indoensia ga ada standar gaji dan ga ada badan hukumnya ya

kasian juga, harusnya gajinya di naekkin lagi, biar kerja di dlm negri aja

jadi inget dulu film inem pelayan seksi...ada PBB nya..(persatuan babu babu) hehhehe

cikosenzki
22-06-2011, 02:32 PM
Knapa semua ribut 2 siiiih !?!!!!!
Darah bayar pake darah !!nyawa ganti nyawa? Lah pemenggalan sendiri kan hukum islam , shariah. Ini bukan hukuman barbar ; tapi hukuman yg diterapkan di arab sana. Klo dia emang ngebunuh org arab lalu mentang2 kita 1 negara dgn pembunuh ! Lalu kita musti membabi buta bela tki ??? Mnurut knalan gua yg arab di uea , orang indon hobi nyolong jadi nga heran banyak diberi d sana

AsLan
22-06-2011, 02:58 PM
Mnurut knalan gua yg arab di uea , orang indon hobi nyolong jadi nga heran banyak diberi d sana

Ini pernyataan yang keterlaluan,
kalau pembantu nyolong makanan karena berhari2 gak dikasi makan, siapa yang salah ?

E = mc˛
22-06-2011, 03:09 PM
Pemerintah Arab Saudi Minta Maaf
RABU, 22 JUNI 2011 | 12:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Arab Saudi telah menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan atas proses pelaksanaan hukuman terhadap almarhumah Ruyati binti Satubi serta menyatakan tekadnya agar hal seperti itu tidak akan terulang.

Permintaan maaf itu, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene, disampaikan Duta Besar Arab untuk Indonesia Abdurrahman Mohammad Amin Al Khayyat saat dipanggil Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa pada Senin, 20 Juni 2011. "Mereka menyesal pelaksanaan hukuman itu dilakukan tanpa pembertahuan," ujar Michael Tene saat dihubungi Tempo, Rabu 22 Juni 2011.

Akhir pekan lalu, Ruyati binti Satubi meregang nyawa dalam perantauannya di Arab Saudi. TKI asal Bekasi ini dihukum pancung setelah dinyatakan bersalah membunuh majikannya, Khairiya binti Hamid Mijlid.

Namun, dalam ekseklusi yang dilakukan Sabtu kemarin, pihak Kedutaan Besar Indonesia disana tak diberitahukan. Hal ini mendapatkan kecaman keras dari pemerintah Indonesia.

Menurut Tene dalam pertemuan itu, Menteri Luar Negeri juga melakukan protes atas kejadian ini. Tak hanya itu, Menlu juga telah memerintahkan Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi untuk menyatakan kecaman keras kepada pihak Kementrian Luar Negeri negeri itu.



"Menlu Saudi Arabia juga menyatakan menyesal. Dia menyatakan memang seharusnya ada pemberitahuan lebih dulu kepada perwakilan Indonesia disana," tuturnya.

Karena itu, lanjutnya, pemerintah mendesak agar segera ditandatanganinya perjanjian antara kedua negara soal peningkatan mekanisme perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi dengan mempercepat pembentukan MoU dan Mandatory Consular Notification Agreement.

Desakan ini akan disampaikan pemerintah melalui Menlu kepada pemerintah Arab Saudi melalui Duta Besarnya. Rencananya, sore ini, Duta Besar Arab Saudi akan kembali menyambangi Kemenlu untuk menerima surat desakan itu.



Dalam surat tersebut, Menlu RI pada pokoknya menyampaikan protes Pemerintah Indonesia mengenai proses pelaksanaan hukuman atas almarhumah yang tidak transparan, serta menyampaikan tuntutan agar hal seperti ini tidak terulang kembali pada masa mendatang.

Selain itu, dalam surat tersebut Menlu RI juga meminta peningkatan mekanisme perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi dengan mempercepat pembentukan MoU dan "Mandatory Consular Notification Agreement", serta meminta agar Pemerintah Arab Saudi dapat mengembalikan jenazah Ruyati Binti Satubi ke Indonesia.

Selasa kemarin, Konjen RI di Jeddah juga telah menemui pejabat Kemlu Arab Saudi wilayah barat dan telah menyampaikan kembali protes/kecaman Pemerintah RI terhadap pelaksanaan hukuman terhadap almarhumah Ruyati. Selain itu, Konjen RI juga telah menyampaikan permintaan agar jenazah almarhumah Ruyati binti Satubi dapat dikembalikan ke Indonesia.



FEBRIYAN

E = mc˛
22-06-2011, 03:32 PM
Ditawari Umroh dan Naik Haji, Orang Desa Tertarik Jadi TKI ke Arab (http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/06/22/brk,20110622-342478,id.html)

Ariti
22-06-2011, 03:33 PM
ah ciko..di beberapa negara islam lain hukum pancung jg udah ga dipake, krn sahabat nabi juga ada hadishnya ttg kalau ada keterpaksaan, hukuman itu boleh ga dilaksanakan dgn mbayar uang diyat.

cuma saudi aja yg maish

hukum itu ga saklek kok sbnrnya

dan juga ada latar belakang krn sampe hukum itu di terapkan, ada latar belakang sejarahnya, dan aku rasa dan banyak2 orang2 lain yg merasa kalau human pancung itu sdh tidak relevan unutk jaman skrg


fyi, mata ganti mata, itu hukum di perjanjian lama....waktu Jaman Yesus, itu sdh tidak boleh lagi. imho sih

Urzu 7
22-06-2011, 04:33 PM
Ditawari Umroh dan Naik Haji, Orang Desa Tertarik Jadi TKI ke Arab (http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/06/22/brk,20110622-342478,id.html)
trik dagang makelar tenaga kerja ini

gembel
22-06-2011, 06:18 PM
Mau nuntut saudi emang negara kita punya apa...

punya utang mbah :mrgreen:

danalingga
22-06-2011, 06:32 PM
Oh iya, kalo kita protes hukuman mati ini, harusnya kita juga menghapuskan hukuman mati di Indonesia.

AsLan
22-06-2011, 10:24 PM
Jakarta, NU Online

http://nu.or.id/oneMODUL/oneGALLERY/dinamic_img/mid/1308647131.JPG
“Saya sangat paham kenapa Ruyati diekskusi tanpa pembelaan. Di Arab Saudi tak ada lembaga apapun yang bisa meringankan dan membebaskan hukuman, kecuali ada permaafan dari ahli waris. Raja pun tidak bisa.”

Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU Dr. KH Said Aqil Siroj dalam jumpa pers Rabu siang (21/6) kantornya, jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.


“Saya sudah lama mengusulkan TKW tidak usah ke Arab Saudi. Masih banyak orang Saudi primitif, tertutup untuk orang lain. Masih banyak kelakuan mereka yang jahiliyah. Tapi ingat, ini bukan Islam, tapi orangnya.”

Orang Taiwan, kata Kang Said, atau Hongkong lebih kondusif untuk tenaga kerja wanita. “Orang Taiwan yang bukan Islam itu lebih beradab, lebih terhormat, lebih islami ketimbang orang Saudi,” jelasnya.

“Saya tiga belas tahun lebih tinggal di Saudi sebagai mahasiswa, tapi saya tidak punya satu pun teman orang Saudi. Sangat tertutup mereka. Mau ketemu ulama saja, itu hanya diizikan di pintu gerbang,” kata Kang Said.

Sementara itu, ketika ditanya tentang pemulangan jenazah Ruyati, Kang Said menjawab, “Itu mungkin saja bisa, tapi kecil kemungkinan. Sudahlah, ini orang Saudi susah diajak berelasi secara adil. Tahu tidak, orang Saudi memanggil saya yang mahasiswa saja itu dengan nama ‘sapi Jawa’? Apalagi TKW.”

Urzu 7
22-06-2011, 10:50 PM
^ jadi kyai aja kuliah jauh2 ke arab2::elaugh::

ndableg
22-06-2011, 11:10 PM
http://nu.or.id/oneMODUL/oneGALLERY/dinamic_img/mid/1308647131.JPG

Imam macam ini ga ada dalam kamus purba.. :))

purba
22-06-2011, 11:55 PM
Makanya urusan TKI dikembalikan ke dalam negeri Indonesia sendiri. Kalo perilaku orang2 yg satu spesies dgn "utusan Allah" sih udah dari sononye jahil. Nah, orang Indonesia-nya aja yg harus pinter2 menyiasatinya kalo keukeuh mo kirim TKI ke negeri onta.

Atau begini aja, ganti strategi. Jangan tanggung2 kalo mo ancur2an. Mendingan Indonesia secara besar2an promosikan kawin kontrak ke cukong2 Arab di timteng sana. Ini pasti laku keras. Dari pada TKW diperkosa, disiksa, dan dipancung di Arab, mendingan cukong2 Arab kita datengin ke Indonesia. Sediakan regulasi utk kawin kontrak, dst. Nah, devisa naik juga kan?

:))

cikosenzki
23-06-2011, 12:01 AM
Who the hell is kang said ??? Ulama dadakan numpang tenar kah ? Gw blom pernah denger ini nama

Ronggolawe
23-06-2011, 12:18 AM
Who the hell is kang said ??? Ulama dadakan numpang tenar kah ? Gw blom pernah denger ini nama
what???
loe emang lahir dimana, Ciko? tinggal dimana? belajar
berbahasa Indonesia dimana? Masa Ketua PBNU saja
tidak tahu?

ndableg
23-06-2011, 12:32 AM
Tuh kan.. muridnya purba.. :))

Ariti
23-06-2011, 12:47 AM
Ciko baru pulang dari gurun sahara



Hehhehhehe.....

gembel
23-06-2011, 01:20 PM
Stop pengiriman TKI, buka lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan SDA Indonesia.

E = mc˛
23-06-2011, 01:29 PM
Who the hell is kang said ??? Ulama dadakan numpang tenar kah ? Gw blom pernah denger ini nama
jreng!

Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU Dr. KH Said Aqil Siroj dalam jumpa pers Rabu siang (21/6) kantornya, jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.

::elaugh::

Urzu 7
23-06-2011, 01:56 PM
Kalo jarang nonggol dimedia mungkin ga terkenal..

Ronggolawe
23-06-2011, 02:20 PM
udah rekam-jejaknya si Ciko begitu. Kemarin juga dia ngga
tahu kalau ada Kedubes Palestina di Jakarta, dan Indonesia
belum mengakui Bosnia-Herzegovina, sampai ngotot malah.

yah, diingatkan saja agar lebih sering baca-baca berita
yang bernilai pengetahuan dan informasi umum.

Ariti
23-06-2011, 02:22 PM
ciko di telen bulet bulet sama om ronggo3:-O

TheCursed
23-06-2011, 02:34 PM
ah ciko..di beberapa negara islam lain hukum pancung jg udah ga dipake, krn sahabat nabi juga ada hadishnya ttg kalau ada keterpaksaan, hukuman itu boleh ga dilaksanakan dgn mbayar uang diyat.

cuma saudi aja yg maish

hukum itu ga saklek kok sbnrnya

dan juga ada latar belakang krn sampe hukum itu di terapkan, ada latar belakang sejarahnya, dan aku rasa dan banyak2 orang2 lain yg merasa kalau human pancung itu sdh tidak relevan unutk jaman skrg


fyi, mata ganti mata, itu hukum di perjanjian lama....waktu Jaman Yesus, itu sdh tidak boleh lagi. imho sih

Aaaaaaannnnnddd..... Emang Saudi ngejalanin Hukum Islam ?
Wong, Raja dan Pangeran-Pangeran(Dugem)-nya masih banyak ngejogrog begitu, kok. :P

Kalo emang ngejalanin Hukum Islam, engga ada lagi kepala negara yang namanya Raja, atuh. Atau gelar kebangsawanan kayak 'Pangeran'.
Yang ada namanya Khalifah. Dan jabatan itu di roll. Pejabatnya di pilih oleh Syuro(semacam Dewan Perwakilan Rakyat). heh.... :D

Saudi mah, cuma ngakunya make Hukum Islam.

Kalo cuma Ngaku doang, sih, gue juga bisa besok nongol di kantor pake topi dengan desain aneh, berbulu-bulu, terus ngaku Ratu Inggris. heh....

Ariti
23-06-2011, 04:17 PM
to the cursed : and your point is???

kamsud eke itu adalah hukum silam dalam hal pancung memancung loh

bukan dlm hal soal joged menjoget atw bulu membulu

kikikikkkkk..

TheCursed
23-06-2011, 07:08 PM
to the cursed : and your point is???

kamsud eke itu adalah hukum silam dalam hal pancung memancung loh

bukan dlm hal soal joged menjoget atw bulu membulu

kikikikkkkk..

Pointnya adalah: Hukum Islamnya sendiri, "bener salah"-nya masih debatable. Tapi gara2 si Saudi yang nggak pake Hukum Islam tapi ngakunya memakai Hukum Islam, maka banyak yang terdorong untuk udah ngambil kesimpulan bahwa "Pancung Memancung" itu in general udah pasti salah.

IMHO. Gue sendiri, kalo yang kena hukum pancung itu adalah makhluk2 kayak Rodovan Karadzic, hell, gue sendiri mau mengajukan diri buat jadi algojonya. Biarpun harus bayar.

nodivine
23-06-2011, 07:46 PM
btw, ada yang ngeliat tadi ga pidato tentang apa? jam 10-an?


Jadi pemerintah musti gimana dong ?

Kalo gak menolong dibilang gak peduli, kalo menolong dibilang pencitraan ... so ?

masalahnya mau nolong apaan? sang korban udah ga ada? makanya Effendy Gozali juga berkata hal itu.
apa yang mau ditolong? dana? biaya santunan?

lah wong keluarga sampai ngusir begitu??

jelaslah birokrasi yang ber tele tele...
ditambah ketidaktegasan pemerintah.

ini kan sebenarnya masalah lama, TKW yang dianiaya..udah dari tahun berapa pula?

just my opinion..

ndableg
23-06-2011, 10:13 PM
Apa ini terjadi dijaman suharto? sukarno? Kalo pemerintah jaman sekarang memble, salah siapa? Wong maximal skrg cuman 10 taun skali.

bradon heat
23-06-2011, 10:28 PM
Yudhoyono, Komentar Keras, dan Anjuran Jangan Jadi Pembantu

Vonis mati terhadap Ruyati di Arab Saudi, belakangan ini, bergulir pula ke ranah politik. Banyak pihak yang, seperti diakui Presiden Yudhoyono di konferensi pers bersama tiga menteri di Istana Kepresidenan, pada Kamis (23/6) pagi, menggelontorkan komentar, kritik, bahkan serangan terhadap pemerintah.

Semua itu, kata Yudhoyono, datang dari pengamat, politisi, hingga anggota DPR. "Itu dibenarkan dalam demokrasi. Negara demokrasi pula memberikan hak pada pemerintah memberi penjelasan...berdasar data fakta logika dan apa saja yang telah dan sedang kita lakukan," kata Yudhoyono.

Itulah pembuka yang disampaikan Presiden sebelum penjelasan oleh tiga menterinya. Bergiliran, Menteri Marty Natalegawa, Menteri Patrialis Akbar, lalu Menteri Muhaimin Iskandar, "membela diri". Mereka menyebut sejumlah upaya yang telah mereka lakukan terkait kasus Ruyati maupun terkait TKI di luar negeri.

Usai penjelasan tiga menteri itu, Yudhoyono menyebut bahwa tiap negara punya hukum, adat istiadat, dan budaya yang berbeda. Warga pendatang wajib menghormati kaidah-kaidah itu. Bahkan Presiden mengaku kerap didekati untuk melunakkan vonis mati warga negara lain di Indonesia. Tapi, hampir semua permintaan itu ditolak. Presiden Yudhoyono berkomentar cukup keras: "Kalau ada warga negara kita dihukum mati di negara lain, mengapa warga negara lain lantas kita berikan pengampunan?"

Menutup konferensi pers, Presiden Yudhoyono mengemukakan harapan masa depannya. "Kita berupaya...di tahun-tahun mendatang, ekonomi tumbuh dan makin terbuka lapangan pekerjaan, apa itu di infrastuktur, manufaktur, pertanian, hingga usaha mikro dan menengah," ujar Presiden.

Yudhoyono berharap, semua warga negara bersedia menyukseskan semua itu. Terutama juga para pemimpin-pemimpin di daerah. "Saya instruksi gubernur, bupati, walikota, sekuat tenaga menciptakan peluang di daerahnya masing2. Dengan demikian, harapan di masa depan janganlah saudara-saudara kita bekerja di luar negeri di sektor rumah tangga," kata dia.

Yudhoyono menambahkan, di era globalisasi ini, TKI boleh saja bekerja di luar negeri, tapi lebih baik lagi bila dipekerjakan karena keterampilan yang dimiliki dan karena daya saingnya.

Amin...

saus (http://id.berita.yahoo.com/yudhoyono-komentar-keras-dan-anjuran-jangan-jadi-pembantu.html)


--------------------------------------------------------------

lagi - lagi , baru muncul kasus doank bicaranya .... :facepalm:

yg masalah HP pun blm terealisasikan :mikir:

Urzu 7
24-06-2011, 12:54 AM
ga jadi TKI= no hp gratis hemat anggaran devisa wakil rakyat makin makmur::elaugh::

AsLan
24-06-2011, 02:09 AM
Ditengah kisruh hukuman mati Ruyati di Arab, FPI sibuk mengurus urusan yang lebih penting yaitu masalah operasi keperawanan Dewi Persik :


Operasi keperawanan yang dilakukan Dewi Perssik memang membuat geger publik, termasuk ketua FPI Jakarta, Habib Selon, yang menuduhnya berbohong melakukan operasi tersebut. Padahal Depe sengaja terbang ke Mesir untuk melakukan operasi yang masih dianggap sangat aneh di Indonesia.

Disebut pembohong, emosi Depe memuncak. Meski nggak disampiakn secara langsung, mantan istri Saipul Jamil itu hanya berkicau melalui Twitter. Bahkan Depe menantang Habib Selon menikahinya untuk membuktikan keperawanannya.Wow, berani sekali pemilik goyang gergaji itu.

http://celebrity.okezone.com/read/2011/06/15/33/468848/dewi-persik-tantang-ketua-fpi-tidur-bareng

spears
24-06-2011, 02:27 AM
Btw,lagi2 diatas OOT.
Klo mau cari tau komeng si habib riziq cari pake keyword yg bener di google.


Anyway..postingan gw mana yah?udah capek2 ngetik kok gak ke post di KM? ::elaugh::

spears
24-06-2011, 02:44 AM
Ok, back to topic

Gw lagi nungguin nih,kira2 itu menlu bakal diapain sama presiden kita, termasuk si dubes RI utk Arab Saudi.karena dlm kasus ini yg jelas2 bersalah adalah kemenlu aka pemerintah.Padahal di Kemenlu ada biro khusus bagian perlindungan WNI. Nah,kerjaan mereka tuh apa?


Tadi pagi nnton di SCTV, mewawancarain salah satu temen dekat Ruyati sesama TKI di Arab sana.
Menurut pengakuannya, sudah dari dulu (pas prtemuan terakhir mereka di Arab) Ruyati curhat pengen minta dipulangkan ke Indonesia.tapi katanya,ketika menghubungi pihak KBRI,telpnya sibuk melulu.

Gw jadi wondering, gmana sih mekanisme perlindungan TKI diluar negeri?
Apa sih kerjaannya org2 di KBRI sono? Knapa sptnya akses rakyat mereka sendiri kesana sangat terbatas?apa pada makan gaji buta semua?emosi gw.

Bisa jadi, saat terkena kasus prtama kali, mungkin Ruyati sudah berusaha menghubungi pihak KBRI.tapi mungkin ya itu....telp yang anda tuju sedang tidak perduli.


Imo, drpd pemerintah kita secara membabi buta tiba2 menghentikan pengiriman TKI ke Arab, lebih baik utk jangka pendeknya perketat proses pengiriman TKI ke luar negeri dan tingkatkan pengawasan dan perlindungan wni di luar negeri, khususnya negara2 rawan spt ini. Dan yg gak kalah penting,bubarkan semua agen2 pengiriman TKI ilegal.kalo perlu kirim densus 88 buat membumi hanguskan!

Kalo pemerintah kita protes thd pemerintah Arab yg dianggap tdk memberi kabar kepada KBRI soal kasus kriminal Ruyati...iya,memang ada benarnya.
Tapi, yang lebih gawat lagi adalah pihak2 berwenang yang tidak/malas mencari tahu bgmn keadaan sodara2nya disana aka pemerintah!

kala
24-06-2011, 02:51 AM
dewi masih perawan thaa .........



Berita “Orasi FPI” Dipelintir Siaran Liputan6
On November 25, 2010, in Berita, Uncategorized, by majelisvirtual
(http://majelisvirtual.com/2010/11/25/berita-%E2%80%9Corasi-fpi%E2%80%9D-dipelintir-siaran-liputan6/)
Setelah dikonfirmasi kepada pihak FPI, ternyata ultimatum tersebut bukan dari pihak anggota FPI.
“Itu tidak benar” ujar ketua umum FPI habib Rizieq Syihab. “Yang benar, saat ini FPI sedang menugaskan ketua DPP FPI bidang Advokasi Munarman SH bersama wasekjen FPI ustad Awit Masyhuri didampingi FPI Sudi Arabia investigasi langsung di Saudi”, lanjutnya.

Urzu 7
24-06-2011, 12:55 PM
Opo hubungane FPi karo babu2

spears
24-06-2011, 01:14 PM
ho oh..apa hubungannya ya FPI sama TKI ::elaugh::

nodivine
24-06-2011, 01:58 PM
jadi sang habib mau pergi kesana ama pengikutnya? :mikir:

OK lah kalau begitu,gw dukung, tapi jangan kembali kesini lagi ya.

Urzu 7
24-06-2011, 02:03 PM
Ga bakallah yg namanya habib pergi kesaudi.. kapan hari yg mau jadi relawan ke gaza aja ga berani gitu

kala
24-06-2011, 02:52 PM
Opo hubungane FPi karo babu2

saya juga bingung ..........
apa babu mau oeperasi virgin ... dan manggil fpi sebagai tukang nge-lass-nya ??
masih kaburr


Ditengah kisruh hukuman mati Ruyati di Arab, FPI sibuk mengurus urusan yang lebih penting yaitu masalah operasi keperawanan Dewi Persik :

opera
24-06-2011, 03:33 PM
Dubes Saudi Bantah Minta Maaf pada Indonesia Terkait Ruyati

Jakarta - Kisruh pemancungan TKW Ruyatin bin Satubi memasuki babak baru. Kedubes Arab Saudi di Jakarta menyangkal statemen Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa yang menyatakan Dubes Saudi telah mengaku lalai dan meminta maaf.

Bantahan Kedubes Saudi itu berkaitan dengan pemberitaan koran pada 23 Juni yang melansir statemen Marty bahwa Dubes Saudi telah mengaku lalai dan meminta maaf soal Ruyati. Hal itu tertuang dalam siaran pers kepada The Jakarta Post. Siaran pers itu diawali dengan tulisan "Press Release" disertai stempel Kedutaan.

Berikut isi statemen tertulis itu selengkapnya:

"Press Release

Merujuk kepada berita yang dimuat oleh sebagian media massa Indonesia yang terbit pada hari ini 23 Juni 2011 dengan judul: Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa: 'Pemerintah Arab Saudi Akui Lalai'.

Dalam kaitan ini, Kedutaan ingin menyampaikan penjelasan bahwa Yang Mulia Duta Besar Abdulrahman Muhammad Amien Al-Khayat, Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia telah menemui Yang Mulia Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa, pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2011 dalam rangka hubungan bilateral antara kedua negara.

Dalam kaitan ini Kedutaan menjelaskan secara tegas bahwa Yang Mulia Duta Besar tidak menyampaikan kepada Yang Mulia Menlu RI bahwa ia mengungkapkan permohonan maaf Kerajaan atas tidak memberitahukan pihak Kedutaan Republik Indonesia di Riyadh mengenai pelaksanaan eksekusi hukuman mati terhadap TKI/Ruyati.

Dan juga tidak disampaikan kepada Menlu RI bahwa Saudi Arabia lalai mengenai pelaksanaan eksekusi. Namun yang disampaikan adalah bahwa Duta Besar Saudi Arabia tentang kasus TKI/Ruyati tersebut dan akan menyampaikan surat tertulis Menlu RI yang ditujukan kepada Yang Mulia Pangeran Saud Al-Faisal, Menteri Luar Negeri Saudi.

Kedutaan Besar Saudi Arabia mengharapkan bantuan media massa di Indonesia agar dapat kiranya menyiarkan penjelasan tersebut."

Pada Rabu (22/6), Marty menegaskan Arab Saudi telah mengakui kelalaiannya dan meminta maaf atas eksekusi Ruyati.

"Mereka menyampaikan penyesalannya mengenai perkembangan ini kepada kami tadi. Beliau menyampaikan bahwa intinya mereka lalai karena tidak menyampaikan kepada kita, seharusnya disampaikan," kata Marty.

Pernyataan itu disampaikan Marty saat ditanya soal hasil pertemuaannya dengan Dubes Arab Saudi yang digelar pada hari yang sama. Marty menyerahkan surat untuk Menlu Saudi kepada Dubes Saudi.

Pada hari Senin (20/6), Dubes Saudi juga dipanggil Kemlu untuk menerima nota protes Indonesia.

http://www.detiknews.com/read/2011/06/24/122514/1667703/10/?992204topnews

Urzu 7
24-06-2011, 03:49 PM
Arab gengsinya gede juga

BundaNa
24-06-2011, 09:31 PM
nah udah tau gitu mbok ya sudah dihentikan saja hubungan diplomatik sama Arab sekalian stop pengiriman TKI ke sono...dikasih standart gitu, minimal SMA dan mesti pelatihan minimal 2 bulan sebelum ke negara asal...masak ghak kapok2 nyetor nyawa nih orang2

AsLan
24-06-2011, 10:32 PM
nah udah tau gitu mbok ya sudah dihentikan saja hubungan diplomatik sama Arab sekalian stop pengiriman TKI ke sono...dikasih standart gitu, minimal SMA dan mesti pelatihan minimal 2 bulan sebelum ke negara asal...masak ghak kapok2 nyetor nyawa nih orang2


Kalo gak salah sudah dihentikan tuh.

Ariti
25-06-2011, 11:16 AM
siapa ya ibu yg juru bicara de.tenaga kerja itu, dia bilang ; tki yg dikirim itu jumlahnya ribuan, sitar 7orb org setahun, yg bermasalah hanya sekitar 5-7 persen...tlg pemerintah jg di apresiasi


si ibu, 5persen dr 70ribu ya banyak bu..masa nyawa orang di liat pake statistik ..png tak kemplang itu ibu2...

AsLan
25-06-2011, 07:53 PM
Sebaiknya pengiriman TKI jangan distop, cuma perlu di beri perhatian lebih.

Indonesia butuh penyaluran tenaga kerja, kalau gak disalurkan mau apa mereka di sini ?

AsLan
26-06-2011, 01:24 AM
Video pemenggalan Ruyati sudah di rilis ke media massa:

http://www.youtube.com/watch?v=kpLpy4VSJXE&feature=player_embedded#at=44

Gak terlalu DP soalnya di shoot dari jauh.

Urzu 7
26-06-2011, 03:05 AM
^ algojonya mahir sekali tebas tuh

opera
27-06-2011, 10:26 AM
harus sekali tebas... kalo ga kasihan orangnya cuman 1/2 doank... gak bisa bayangin dah...

Ariti
27-06-2011, 10:55 AM
siapa yg udah buka video ituh? angkat tangan! (ceritain donk, gw ngeri bukanya :()

Urzu 7
27-06-2011, 01:18 PM
^ ga ngeri..mirip gambarnya kejauhan bayak yang orang kerumunan kayak acara kurbanan

Ariti
27-06-2011, 01:53 PM
tersu, keliatan ga kapaknya???

opera
27-06-2011, 01:55 PM
gak pake kapak, pake pedang...
bayangin aja lagi pegang pisau sama timun, trus ujungnya timun di potong pake pisau...
kira kira seperti itu

spears
27-06-2011, 01:56 PM
Gw ga nnton ah.drpada ntar gw ga bs tidur.

Eniwei, tadi pagi baca koran, (korannya lupa, google aja pasti dapet)
Headline nya gini nih bunyinya:
"MUI didesak utk keluarkan fatwa haram mengirimkan TKI"


----------------------

Heloooo...siapa sih tuh yg ngusul? (Gw ga baca isinya,cuman headlinenya doang ::elaugh::)

I mean, emangnya proses ngeluarin fatwa segampang itu???bisa pake pesenan???helooooo :palmface:

Ariti
27-06-2011, 02:03 PM
wajahnya si korban di tutup ga?

kalau ini film sih bakalan gw tonton, sengeri apapun

tapi ini? glek...kejadian nyataaaa

et dah
27-06-2011, 02:25 PM
ngambil gambarnya dari jauh, jadi pas kepalanya potong ngga jelas
jadi di penggalnya make pedang , di tengah lapangan di tonton sama orang-orang banyak
algojonya make baju apa sih itu lho yang putih terusan kayak daster yang suka dipake sama syekh-syekh arab
cuma sekali tebas doang





Arab gengsinya gede juga

bukan itu doang yang gede

Ariti
27-06-2011, 02:30 PM
ada ya orang orang mau nonton adegan pembunuhan kek gitu?

terus korbannya sambil berdiri ya? berati pas kepalanya potong..badannya lsg jatuh? atw menggeliat dulu?


addddddddduuuuuuuuhh..

et dah
27-06-2011, 02:37 PM
kayaknya posisinya lg sujud..ngga serem kok (soalnya ngambil gambarnya dari jauh) cuma keliatan pedang doang


sereman mana hukum penggal / hukuman tembak mati / suntik mati / kursi listrik / kamar gas ?

opera
27-06-2011, 02:39 PM
korbannya berlutut, kepala nunduk 2 orang pakaian putih, 1 bawa pedang... tebas 2 orang itu mundur sejenak kemudian maju lagi ngecek kondisi.
disekitar sepertinya ada beberapa petugas berpakaian coklat untuk pengamanan.

Ariti
27-06-2011, 02:51 PM
bner bener kesadisan tiada tara

mati itu enaknya ga diketahui

udahlah jgn kirim tki lg kesana, masih ada negara2 lain toh, jepang..atw ke mana gitu...:(
emang sih manusia di indonesia ini udh terlalu bnyk, miskin2 pula, ga bisa apa apa..pemerintahannya korup, blangsak bener dah

hampir semua terpusat di jawa..di jakarta...daerah2 lain miskin dan nestapa, tapi pejabatnya gendut2..benci aku

bangsa bekas jajahan, abis merdeka dia menjajah bangsanya sendiri...

et dah
27-06-2011, 02:54 PM
tuh aceh udah menjurus ke arab-araban
hukum cambuk aja udah ada.. apaan coba!
(arab wannabee :p)

Ariti
27-06-2011, 02:59 PM
kirim aja orang orang yg png ke arab araban itu langsung ke arab naek onta dari batam!

syuuh

Ronggolawe
27-06-2011, 03:39 PM
ke-Arab2an ngga mau, ke barat2an doyan :)

Ariti
27-06-2011, 03:46 PM
why u always be such a Buzz kill, om ronggo :(

spears
27-06-2011, 05:19 PM
the more west you go, the more east you get
the more east you go, the more west you get
:D

Urzu 7
27-06-2011, 05:29 PM
^ east itu mana dulu cina juga east::elaugh::

Ariti
27-06-2011, 05:34 PM
the more northeast you go, the lostwest you are...yuu aja deh...:D

et dah
27-06-2011, 05:36 PM
maksudnya east java itu http://www.kopimaya.com/forum/images/smilies/embarassedlaugh.gif

Ariti
27-06-2011, 05:39 PM
jadi et..semakin lu ke timur jawa timur, maka lu akan tiba di jawa barat

semakin lu pedalaman sumatra barat, maka akan sampai lah elu di gunung kerinci (sumetra timur)

ini semacam kode rahasia

u know...:D

TheCursed
28-06-2011, 05:45 PM
the more west you go, the more east you get
the more east you go, the more west you get
:D

Karena bumi itu bulat ? :D

hajime_saitoh
29-06-2011, 05:30 PM
yes i see. so what we talking about here. about how round is the earth or about the death of ruhyati???

pasingsingan
29-06-2011, 06:06 PM
talking abaout rasis?

et dah, ariti, ronggo:gebuk:

Ariti
30-06-2011, 12:37 PM
pengiriman tki ke saudi udah di stop

case closed




?

Urzu 7
30-06-2011, 12:46 PM
Memang distop tapi tki yg masih kerja disana ga dideportasi

Ariti
30-06-2011, 12:48 PM
biar ga terjadi badai taifun pengangguran kali ya?

Urzu 7
30-06-2011, 01:01 PM
Ga semua majikan itu jahat mungkin ada tki yg kerasaan ga mau pulang nunggu visanya abis

cikosenzki
30-06-2011, 03:48 PM
Nga usa ribut2 kalian semua Indonesia mulai bulan agustus 2011 resmi dilarang masuk TKI, kalo ada yg masuk dan kerja d sana berarti ilegal arab nga bertanggung jawab . Uda kluar kputusan dari pmerintah arab saudi

Ariti
30-06-2011, 03:56 PM
iya coco.....iyaaa

ga ribut kok, cuma rumpi berjamaah

:D

et dah
30-06-2011, 04:04 PM
ie kaga ga ribut kok
cuma ngomong gini aja " an eye for an eye, utang darah balas darah "
*ngompor abiss*
j/k kok :)

Ariti
30-06-2011, 04:07 PM
waah..ngajak ribut lagi deh si eet


kan udah gw bilang : itu hukum perjanjian jadul!
baca donk halaman halaman belakaaang!

baca!!!bacaaa!!!




*ngeladenin.com

spears
30-06-2011, 04:21 PM
Nga usa ribut2 kalian semua Indonesia mulai bulan agustus 2011 resmi dilarang masuk TKI, kalo ada yg masuk dan kerja d sana berarti ilegal arab nga bertanggung jawab . Uda kluar kputusan dari pmerintah arab saudi

Wah ciko kemajuan.
Biasanya sensi soal arab.
Skrg malah ngebelain.
:P

cikosenzki
30-06-2011, 05:31 PM
tergantung lawannya ;p. Kalo yahudi palestina, yahudi, kalo indon lawan arab liat kasus ...

cikosenzki
30-06-2011, 05:37 PM
Ada sebab ada akibat , knapa kita nga pernah denger atao jarang denger pmbantu filipine ditindas/diperkosa ??? mnurut knalan gw orang UEA , orang indon indentik dengan nyolong .

Ariti
30-06-2011, 05:57 PM
jadi karena rasa identik itu kah sampai ada yg digunting bibirnya? di setrika? di pukuli? penting banget sampe harus di gituin?

dan terahir di tebas lehernya??

hukum rimba harusnya di lakukin didalam rimba hutan belantara..bahkan para primata lebih ber pri kebinatangan

spears
30-06-2011, 05:58 PM
tergantung lawannya ;p. Kalo yahudi palestina, yahudi, kalo indon lawan arab liat kasus ...
(yah ternyata gak konsisten . (bener kan..ter-nya-ta) )

^Ya terserah drpada hobi masukin melamin ke makanan, masih mending nyolong.

danalingga
30-06-2011, 06:05 PM
Ada sebab ada akibat , knapa kita nga pernah denger atao jarang denger pmbantu filipine ditindas/diperkosa ??? mnurut knalan gw orang UEA , orang indon indentik dengan nyolong .

Perasaan Philipina melarang pengiriman TKW ke Arab Saudi deh.

Ariti
30-06-2011, 06:07 PM
^ theres ur answer ciko

and wonder who ur UEA friend is? :kabur:

spears
30-06-2011, 06:12 PM
hahahahhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

opera
30-06-2011, 06:17 PM
*ambil kopi duduk dipojokan

Urzu 7
30-06-2011, 08:14 PM
kasian yg baru berangkat masa dideportasi perginya dah keluar modal lagi

Serenade
30-06-2011, 08:33 PM
Tak sepakati perlindungan bagi pekerja, Arab Saudi pilih tolak buruh asal Indonesia dan Filipina

Sumber: http://arrahmah.com/read/2011/06/30/13666-tak-sepakati-perlindungan-bagi-pekerja-arab-saudi-pilih-tolak-buruh-asal-indonesia-dan-filipina.html

JAKARTA (Arrahmah.com) – Sejak tanggal 2 Juli 2011 Kerajaan Arab Saudi akan menghentikan pengeluarann visa kerja bagi pekerja rumah tangga untuk Indonesia dan Filipina. Hal tersebut terkait keputusan Arab Saudi untuk tak mempekerjakan lagi buruh migran asal Indonesia dan Filipina karena Arab saudi menilai pemerintah kedua negara memberlakukan persyaratan yang ketat dan tidak adil.

“Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi berhenti mengeluarkan visa kerja bagi pekerja rumah tangga untuk Indonesia dan Filipina sejak Sabtu, 2 Juli 2011,” kata juru bicara Departemen Tenaga Kerja Arab Saudi, Hattab Bin Saleh Al-Anzi, kepada media setempat, Rabu (29/6/2011).

Al-Anzi mengatakan agen perekrut tenaga kerja Saudi akan merekrut pekerja domestik, termasuk pembantu rumah tangga, dari negara lain selain Indonesia dan Filipina.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melarang warganya menjadi pembantu rumah tangga di Arab Saudi usai eksekusi mati tenaga kerja wanita Indonesia, Ruyati binti Sapubi. Larangan tersebut mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2011 sampai Pemerintah Arab Saudi setuju menandatangani nota kesepahaman itu demi melindungi hak-hak buruh migran Indonesia di sana.

Hattab Bin Saleh Al-Anzi mengatakan saat ini Arab Saudi telah menjalin kerja-sama dengan negara lain untuk memenuhi kekurangan pembantu rumah tangga setelah penghentian perekrutan buruh migran dari Indonesia maupun Filipina. Di antaranya, dari Bangladesh, Ethiopia, India, Nepal, Eritrea, Sri Lanka, Mali, dan Kenya.

Arif Jamal, agen perekrutan tenaga kerja asal Indonesia untuk Saudi, mengatakan keputusan Arab Saudi menghentikan pemberian visa bagi pekerja migran perempuan Indonesia akan menutup semua pintu perundingan. Keputusan Arab Saudi ini berlaku untuk menunda perekrutan pekerja migran perempuan dari Filipina setelah negara itu juga mengajukan beberapa persyaratan yang ketat pada perekrutan pembantu rumah tangga.

Sementara itu, atase tenaga kerja Kedutaan Filipina di Riyadh, Albert T. Valenciano, menyatakan kesedihannya dan tidak percaya atas keputusan Kerajaan Arab Saudi tersebut. Valenciano mengatakan Kedutaan Filipina telah mengirim draft catatan untuk Kementerian Luar Negeri Saudi pada 19 Juni yang meminta agar digelar pertemuan tindak lanjut bersama, tapi belum ditanggapi Pemerintah Saudi.

Berdasarkan data Pemerintah Filipina, sebanyak 1,2 juta warganya bekerja di Arab Saudi dan sekitar 15 persen atau 180.000 di antaranya adalah pekerja domestik seperti pembantu dan sopir. Adapun tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi lebih dari satu juta jiwa, sebagian besar sebagai pembantu rumah tangga.

Hilang satu, seribu berganti. Mungkin itu yang dipikirkan pemerintah Arab Saudi. Tak mau ambil pusing dengan nota kesepakatan toh masih banyak negara lain yang mau mengirimkan warganya. Dengan banyaknya kasus yang terus muncul ke permukaan sungguh aneh jika masih ada negara yang “nekat” kirim rakyatnya untuk bekerja tanpa kerjasama perlindungan yang jelas. (ans/rasularasy)

-----------------------------------

Setuju dg moratorium pemerintah RI.

Tapi .... kesaaaaallll banget ternyata Saudi tidak berusaha melakukan perbaikan ke dalam alias spt tidak tertarik buat berusaha agar tidak ada lagi kekerasan kpd para pekerja asing non informal spt pembantu rumah tangga.

pasingsingan
30-06-2011, 09:57 PM
Ada sebab ada akibat , knapa kita nga pernah denger atao jarang denger pmbantu filipine ditindas/diperkosa ??? mnurut knalan gw orang UEA , orang indon indentik dengan nyolong .
krn yng elo pelototin media Indon mulu
dah pelototin media philipine blom? :-?

purba
30-06-2011, 11:24 PM
Bagus kalo Arab tolak babu Indonesia. Kalo lihat di teve, babu Indonesia kebanyakan dari NTT dan NTB. Sementara Ostrali sedang memboikot sapi ke Indonesia. Nah, kesempatan buat pemerintah utk mengembangkan NTT dan NTB sebagai gudang sapi Indonesia dgn mempekerjakan para calon babu yg tersisa sebagai gembala sapi. Jangan uang rakyat dibeliin saham Newmont dan dibawa kabur orang keturunan Arab ke Singapur. Mendingan tuh duit buat modalin rakyatnya jadi raja sapi di kampung halamannya sendiri.

:))

Urzu 7
01-07-2011, 12:18 AM
^ kalo dari dulu kerja dipedesaan indo dapet duit banyak mereka ga bakal mau jadi babu diperkotaan apalagi luar negeri

danalingga
01-07-2011, 12:25 AM
Dan setahu saya Bangladesh pun melarang warganya jadi TKW di Arab Saudi, tapi entah kenapa di berita diatas malah Arab Saudi mau merekut TKW dari Bangladesh.

Urzu 7
01-07-2011, 12:42 AM
^ mungkin TKW bangladesh tahan siksa semua:D

AsLan
01-07-2011, 01:46 AM
Bagus kalo Arab tolak babu Indonesia. Kalo lihat di teve, babu Indonesia kebanyakan dari NTT dan NTB. Sementara Ostrali sedang memboikot sapi ke Indonesia. Nah, kesempatan buat pemerintah utk mengembangkan NTT dan NTB sebagai gudang sapi Indonesia dgn mempekerjakan para calon babu yg tersisa sebagai gembala sapi. Jangan uang rakyat dibeliin saham Newmont dan dibawa kabur orang keturunan Arab ke Singapur. Mendingan tuh duit buat modalin rakyatnya jadi raja sapi di kampung halamannya sendiri.

:))


Menurut cerita pembantu saya, dikampung sering kesulitan mencari makan untuk sapi dan kambing terutama di musim kemarau.

Negara kita butuh sistim pengairan yg lebih baik untuk pertanian, peternakan dan tambak.

BundaNa
01-07-2011, 02:22 PM
Arab Saudi merasa dia tuannya, jadi Indonesia sama Filipine mesti nurutin, begitu pada pengen duduk sejajar, tuan besar gak mau dong...

Ini PR pemerintah, supaya lapangan kerja mulai dperhatikan yang di dalam negeri

gembel
01-07-2011, 02:38 PM
Ada sebab ada akibat , knapa kita nga pernah denger atao jarang denger pmbantu filipine ditindas/diperkosa ??? mnurut knalan gw orang UEA , orang indon indentik dengan nyolong .

klo orang barat tukang jajah ya mbah :tanya:

gembel
01-07-2011, 02:39 PM
Bagus kalo Arab tolak babu Indonesia. Kalo lihat di teve, babu Indonesia kebanyakan dari NTT dan NTB. Sementara Ostrali sedang memboikot sapi ke Indonesia. Nah, kesempatan buat pemerintah utk mengembangkan NTT dan NTB sebagai gudang sapi Indonesia dgn mempekerjakan para calon babu yg tersisa sebagai gembala sapi. Jangan uang rakyat dibeliin saham Newmont dan dibawa kabur orang keturunan Arab ke Singapur. Mendingan tuh duit buat modalin rakyatnya jadi raja sapi di kampung halamannya sendiri.

:))


mimpiiii...

Ariti
01-07-2011, 02:41 PM
apa bener ada fatwa mui. haram kirim tki ke saudi ya?

wah..sangar donk :D

opera
01-07-2011, 03:08 PM
arab balas gak mau terbitin visa untuk tki

Urzu 7
01-07-2011, 04:31 PM
Baguslah sekalian putusin hubungan bilateral

Ariti
01-07-2011, 04:38 PM
disurat pemutusan bilateral itu enaknya dikasih cacatan kaki : "nebas kepala orang ga bilang bilang! onta!"

pake icon ini juga >>:gebuk:

pasingsingan
01-07-2011, 05:44 PM
Baguslah sekalian putusin hubungan bilateral

gw gak yakin klo pemerintahan gaya sekarang ini
punya nyali sampai kelevel itu :-?

Ronggolawe
01-07-2011, 06:41 PM
Putus hubungan bilateral dengan Saudi Arabia? itu sama saja
memancing demonstrasi masal dari jutaan rakyat Indonesia
yang saat ini dalam waiting list haji.

Bahkan pemerintah kolonial belanda tidak berani main-main
dengan persoalan ibadah haji.

pasingsingan
01-07-2011, 07:44 PM
justru itu ronggo
krn Arab saudi tau banget klo Indonesialah yng butuh ma dia
makanya dikurang ajarin kyk apapun tetep gak berani mendongakkan kepala
klo dah begitu, dimana harkat n martabat sbg bangsa yng bebas n berdaulat?

Kita tau bhw Arab sontoloyo itu gak mao diajak duduk bersama
bikin MOU ttg perlindungan TKI to?

Melihat gelagat pemerintah Saudi yng gak punya itikad baek (baca arogan)
mestinya pemerintah kita jg kudu banting stir cari solusi cerdas laennya
jgn malah diem2 membiarkan TKI-nya berbondong2 brangkat tuk jadi babu
sementara perlindungan ataw keselamatan mereka gakda yng jamin
trus dilaen kesempatan, mereka disanjung sbg pahlawan devisa
huuuuu ...... :gebuk:

purba
01-07-2011, 08:55 PM
Sebenarnya semuanya tergantung kemauan. Kalo Arab merasa di atas angin karena orang Indonesia pasti naik haji, minta saja MUI utk bikin fatwa bahwa haji bisa dilakukan di Indonesia dgn membuat Kabah imitasi. Nah ini lagi-lagi bisa memanfaatkan wilayah NTB dan NTT yg curah hujannya kurang sbg Mekah imitasi yg kering kerontang. Juga bisa dimanfaatkan utk budi daya kurma di daerah tsb. Untuk air zam-zam tinggal minta bantuan Lapindo buat ngebor air tanah di sana. Beres 'kan?

:))

AsLan
01-07-2011, 09:08 PM
Putus hubungan politik tidak berarti orang indonesia tidak bisa naik haji.

Orang Indonesia banyak tuh yg ziarah ke Israel meskipun tanpa hubungan diplomatik.

purba
01-07-2011, 09:25 PM
Hal lain yg bisa dilakukan utk menunjukkan empati terhadap babu-babu Indonesia yg disiksa dan diperkosa di Arab, orang Indonesia bisa boikot tidak makan kurma impor dari Arab di bulan ramadhan nanti. Gimana?

:))

spears
01-07-2011, 09:43 PM
putus hubungan politik tidak berarti orang indonesia tidak bisa naik haji.



betul..betul..betul

Ronggolawe
01-07-2011, 11:12 PM
Putus hubungan politik tidak berarti orang indonesia tidak bisa naik haji.

Orang Indonesia banyak tuh yg ziarah ke Israel meskipun tanpa hubungan diplomatik.
Mengkoordinir 230rb orang (yang mayoritasnya menengah
ke bawah) melakukan perjalanan serentak dalam kurun waktu
40-50 hari tentu tidak dapat disamakan dengan perjalanan
segelintir orang menengah ke atas dalam waktu sesukanya.

Bisa-bisa gw daftar tahun ini untuk waiting list tahun 2040 :)

Serenade
01-07-2011, 11:18 PM
Aku lumayan ragu kalo begitu.
Yang ziarah ke Israel dibanding yg berangkat haji/umroh jauh lebih banyak.

Tapi ga taulah, apa memang selama ini sebagai negara yg paling banyak (ciimw) masuk ke Saudi dg tujuan ibadah ga teruntungkan dg hubungan bilateral.

ndableg
02-07-2011, 01:57 AM
Putus hubungan politik tidak berarti orang indonesia tidak bisa naik haji..

Naek haji cuman bikin kaya keluarga saudi aja. TUnggu kerajaan tuh runtuh dulu..

pasingsingan
02-07-2011, 02:52 AM
Hal lain yg bisa dilakukan utk menunjukkan empati terhadap babu-babu Indonesia yg disiksa dan diperkosa di Arab, orang Indonesia bisa boikot tidak makan kurma impor dari Arab di bulan ramadhan nanti. Gimana?

:))
ah, klo cumen kurma aja gak ngepek babar blas pur
minyak ..... minyak, cadangan punya dia tuh yng gilak
menempati urutan-4 dari total cadangan dunia tauk

Amrik yng elo banggain aja klo dah berhadapan dng Arab Saudi jadi nurut kok?
apalagi Indonesia yng juga masih mengharap minyak murahnya tuk diimpor
sbg BBM bersubsidi?
...... cape deh :luck:

ndableg
02-07-2011, 04:34 AM
Ah emang dasar takut aja ma arab

ancuur
02-07-2011, 05:10 AM
arab balas gak mau terbitin visa untuk tki

Dulu pernah jga kyk itu.. tapi para saudagar arab susah cari pembantu di arab, disamping orang arab malas2 akhirnya pemerintah arab buka lagi kesempatan buat para tki.. (penutupan ini jga paling bertahan cuma 6 bulan)

Permasalahannya menurut gw sih bukan di pemerintah arabnya... tapi di pemerintah indonesia dan di para penyelenggara/pengirim tki itu sendiri.. coba bayangkan point dibawah ini..

pembantu kebanyakan dari daerah.. yg kebanyakan belom ngerti cara menggunakan berbagai mesin misal mesin cuci, vacum cleaner, kompor gas semacam Arison yg 4 tungku, belum lagi mesin cuci piring yg pakai listrik dll. Harusnya sebelom di berangkatkan ke arab.. mereka di beri pelajaran terlebih dahulu, tapi ini kadang tidak di lakukan oleh para penyelenggara tki. (karena selain nambah biaya banyak, jga karena banyaknya permintaan dan sulitnya cari tki.)

Kadang dari kampung langsung di berangkatkan ke arab, gimana gak kena marah majikan arab.. karena mereka banyak yg tdk sesuai standard, nah kebanyakan hal yg semacam ini.. banyak dilakukan oleh para penyelenggara tki.

Jangankan ke arab, dari kampung langsung ke jakarta aja bingung.. :cilukba:

danalingga
03-07-2011, 07:38 AM
Sebenarnya semuanya tergantung kemauan. Kalo Arab merasa di atas angin karena orang Indonesia pasti naik haji, minta saja MUI utk bikin fatwa bahwa haji bisa dilakukan di Indonesia dgn membuat Kabah imitasi. Nah ini lagi-lagi bisa memanfaatkan wilayah NTB dan NTT yg curah hujannya kurang sbg Mekah imitasi yg kering kerontang. Juga bisa dimanfaatkan utk budi daya kurma di daerah tsb. Untuk air zam-zam tinggal minta bantuan Lapindo buat ngebor air tanah di sana. Beres 'kan?

:))

Atau kayak ide Gusdur dulu (CMIIW), karena Indonesia dianggap masih belum maju (alias belum mampu) maka naik haji dipending dulu sampe saat yang tidak ditentukan. Keknya Arab Saudi bakal kelabakan tuh. ;))

Ronggolawe
03-07-2011, 08:51 AM
Dengan produksi 8jt gentong minyak bumi perhari dengan
harga @ US$65 tarohlah margin keuntungan US$15, maka
Arab Saudi mendapat keuntungan US$120jt dolar perhari
atau US $43.200.000.000 pertahunnya.

Sementara 230rb jemaah Haji Indonesia, katakanlah
memberikan keuntungan bersih US$500, maka setara
dengan US$115.000.000 keuntungan bagi Arab Saudi.
Bahkan dengan sisa yang US$43Milyar hasil minyak, uang
haji itu tertutupi.

Justru kalau haji ditutup, pemerintah Indonesia yang bisa
tumbang didemonstrasi oleh jutaan rakyat Indonesia yang
saat ini dalam posisi daftar tunggu haji.

spears
03-07-2011, 09:16 AM
Baguslah.
Satunya stop ngirim.
Satunya menolak.
Problem solved :D

Ariti
06-07-2011, 12:42 PM
case closed

gembok donk? :D

mana ni si pak rumus dgn picture in before outnya? ahahaha

Urzu 7
06-07-2011, 12:55 PM
Ngapain digembok? tinggal ganti judul kalo ada masalah sama arab lagi

Urzu 7
06-07-2011, 01:25 PM
Season 2...

8 TKI Akan Dipancung di Arab Pada Jumat Besok
SURABAYA - Kisah pilu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sepertinya tidak pernah habis. Kabar yang beredar di situs jejaring sosial, ada delapan TKI yang siap menjalani eksekusi pancung pada Jumat 8 Juli mendatang di Arab Saudi.

Kabar ini didapat pemilik aku Rose Mitha yang mengaku menerima pesan singkat dari kerabatnya yang ada di Arab Saudi. Sekadar diketahui, Rose merupakan salah seorang TKI yang kini berada di Macau.

“Sms,, dri tmn di arab,,dan di macau.. mereka mintak disebarkan. Sebenarnya mitha pun gk sangup.tpi ini kewajipan pesan tmn, ya semoga hti org arab bsa brba, klau gk bsa ya mau apa lagi. kita pun gk bsa menyelamat kan hanya do'a kita kirim buat mereka'' Amin',” tulis Mitha kepada okezone, Rabu (6/7/2011).

Dia menjelaskan, kabar yang diterima kedelapan TKI itu akan dipancung seusai salat Jumat di Masjid Balad, Jeddah.

"Insk Allak kitha tunggu brta hri jum'at. ini lgi menyebarkan sms. Mitha minta sma2 tkw, ya kurang lbi mendo'a kan buat 8 org itu.. benar sangat pilu'' kita lht nanti gmna selajut nya'' mitha ksi kbr sebab tmn mitha jga kna? yakni Suarni," tulisnya.

Di laman tersebut, Mitha menuliskan nama-nama TKI yang dikabarkan akan berhadapan dengan Algojo Arab Saudi. Mereka adalah Suarni binti Kholil Salam asal Jawa Timur, Efi binti Toyib asal Majalengka, Karsih binti Ocim asal Kerawang.

Kemudian Sun adal Subang, Emi binti binti Kaima Mumu asal sukabumi, Sulaimah asal Kalimatan barat, Moh zaini asal madura, dan Jamila binti Abidin rifi asal cianjur.

Sementara itu Manajer Program Migrant Institute, Ali Yasin, mengaku akan mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut.

“Kita belum ada kabar, nanti akan kita cross cek Jakarta dahulu,” tuturnya singkat. (kem)

Ariti
06-07-2011, 01:39 PM
bukannya beriat ini udah di klarifiaksi sama dep. tenaga kerja....katanya ga ada tuh ?

Urzu 7
06-07-2011, 03:21 PM
Hoax berarti?

Ariti
06-07-2011, 03:28 PM
mnrt bapak yg berkacamata itu, berita itu gak benar..doi udah klarifikasi dgn dubes di saudi

mmg betul ada 5 orang yg sdg terancam kisos..yg 3 lagi katanya masih diselidiki nama/kasusnya

bahkan doi berani bialng : kalao ada lagi yg di pancung dadakan, dia berani mundur dari jabatananya

opera
02-08-2011, 06:04 PM
darsem yang lolos dari hukum pancung karena pemerintah membayar ganti rugi + sumbangan pemirsa
sekarang kaya mendadak, diberitakan janjinya yang ada memperbaiki jalan dikampungnya diralat diganti jadi memperbaiki rumah
sudah punya mobil, mau mengkhitan anaknya dan siap siap cerai dengan suaminya


SUBANG, KOMPAS.com — Darsem—tenaga kerja Indonesia asal Subang yang sempat disebut-sebut terancam hukuman mati—yang telah menerima uang bantuan masyarakat senilai Rp 1,2 miliar membantah berjanji akan mempergunakan uangnya untuk memperbaiki jalan.

Dihubungi melalui sambungan telepon saat sedang berada di Indramayu, Selasa (26/7/2011) kemarin, Darsem berkilah, publik telah salah mengartikan pernyataannya. Darsem menyatakan, maksudnya bukan memperbaiki jalan, tetapi memperbaiki rumah barunya yang di pinggir jalan.

"Mungkin salah denger. Saya bilang akan memperbaiki rumah yang dipinggir jalan yang baru dilunasi jika uangnya sudah diterima. Gitu, Kang. Siapa yang mau memperbaiki jalan?" katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah menerima dana bantuan dari pemirsa salah satu televisi swasta, Darsem mengaku akan menyumbangkan sebagian dana itu untuk memperbaiki jalan yang menuju ke rumahnya. "Insya Allah jalan yang rusak akan dibenerin," kata Darsem kepada Kompas.com di rumahnya, Jumat (15/7/2011) malam silam.

Selain itu, Darsem pun mengaku akan membantu orang jompo dan akan mengutamakan acara khitanan anaknya yang rencananya akan dilaksanakan setelah Lebaran ini.

Untuk bekal hidup di masa depan, Darsem akan membeli rumah dekat dengan rumah orangtuanya. "Saya ingin yang tidak jauh dari orangtua, tetapi belum saya tawar," ujar Darsem.

Sebagai modal hidup, Darsem berencana akan membeli sawah dan kapal penangkap ikan. Menurut Darsem, dengan modal tersebut diharapkan ia bisa membesarkan Sapi'i, anaknya, dengan pendidikan yang baik.

Darsem adalah TKI bermasalah yang terbilang beruntung. Ia disebut-sebut terancam hukuman mati karena tuduhan pembunuhan terhadap kerabat majikannya.

Belakangan diketahui, Darsem belum pernah menerima vonis atas tuduhan tersebut. Sementara ahli waris korban konon kabarnya bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 2 juta riyal atau Rp 4,7 miliar. Darsem berhasil pulang setelah pemerintah disebut-sebut telah membayar diyat kepada keluarga korban.

BANGKAPOS.COM, SUBANG - Rumah kecil itu akhirnya dibeli Darsem binti Dawud Tawar, tenaga kerja wanita yang lolos dari hukum pancung di Riyadh, Arab Saudi. Posisinya, hanya selemparan batu dari rumah orangtuanya, Dawud dan Sawinah, dari muara kali Sasak, Kabupaten Subang.

Darsem bersyukur telah memiliki rumah dari uang pemberian pemirsa sebuah stasiun televisi belum lama ini. Ia sudah mengidamkan lama memiliki rumah sendiri. Itu pula yang mendorong Darsem rela pergi ke tanah Arab mendulang rial, tapi belum mujur karena tersandung kasus.

"Alhamdulillah, rumah sudah dibeli cuma belum ditempatin. Rencananya rumah itu dipakai untuk menjamu tamu-tamu pas anak saya khitanan. Sementara di rumah bapak akan dipakai resepsinya," ujar Darsem kepada Tribunnews.com, Senin (1/8/2011) malam.

Ramadan kali ini, Darsem senang karena bisa berkumpul dengan keluarga, terutama anak semata wayangnya, Safii, yang ia tinggalkan ketia usianya masih sembilan bulan. Menu Ramadan yang lama ia tak sentuh, kini bisa dirasakannya.

Di hari kedua bulan puasa ini, Darsem mengaku akan bersilaturahmi ke rumah orangtua suaminya, Sanudin, di Desa Junti, Kabupaten Indramayu. Kendati maksud tujuannya untuk menceraikan suaminya karena telah telantarkan anaknya, Darsem ingin pisah baik-baik.

"Selain silaturahmi sekalian mau minta cerai. Nanti sekalian makan-makan di sana. Naik mobil sekeluarga," terang Darsem yang memiliki nama kecil Zulaikha ini. Darsem beralasan tak tahan harus menunggu usai Idul Fitri, untuk menceraikan Sanudin.

Pasalnya, ia ingin memberesi rumahnya secepatnya. Untuk bisa ditempati sebelum khitanan anaknya yang akan dilakukan pada 17-18 September nanti. Segala persiapan untuk khitanan Safii sudah dilakukannya, termasuk mencari grup sandiwara. Setelah itu semua, Darsem ingin hidup normal.

AsLan
03-08-2011, 07:33 PM
Darsem lupa akan janjinya :))


SUBANG, KOMPAS.com — Darsem—tenaga kerja Indonesia asal Subang yang sempat disebut-sebut terancam hukuman mati—yang telah menerima uang bantuan masyarakat senilai Rp 1,2 miliar membantah berjanji akan mempergunakan uangnya untuk memperbaiki jalan.

Dihubungi melalui sambungan telepon saat sedang berada di Indramayu, Selasa (26/7/2011) kemarin, Darsem berkilah, publik telah salah mengartikan pernyataannya. Darsem menyatakan, maksudnya bukan memperbaiki jalan, tetapi memperbaiki rumah barunya yang di pinggir jalan.

"Mungkin salah denger. Saya bilang akan memperbaiki rumah yang dipinggir jalan yang baru dilunasi jika uangnya sudah diterima. Gitu, Kang. Siapa yang mau memperbaiki jalan?" katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah menerima dana bantuan dari pemirsa salah satu televisi swasta, Darsem mengaku akan menyumbangkan sebagian dana itu untuk memperbaiki jalan yang menuju ke rumahnya. "Insya Allah jalan yang rusak akan dibenerin," kata Darsem kepada Kompas.com di rumahnya, Jumat (15/7/2011) malam silam.

Selain itu, Darsem pun mengaku akan membantu orang jompo dan akan mengutamakan acara khitanan anaknya yang rencananya akan dilaksanakan setelah Lebaran ini.

Untuk bekal hidup di masa depan, Darsem akan membeli rumah dekat dengan rumah orangtuanya. "Saya ingin yang tidak jauh dari orangtua, tetapi belum saya tawar," ujar Darsem.

Sebagai modal hidup, Darsem berencana akan membeli sawah dan kapal penangkap ikan. Menurut Darsem, dengan modal tersebut diharapkan ia bisa membesarkan Sapi'i, anaknya, dengan pendidikan yang baik.

Darsem adalah TKI bermasalah yang terbilang beruntung. Ia disebut-sebut terancam hukuman mati karena tuduhan pembunuhan terhadap kerabat majikannya.

Belakangan diketahui, Darsem belum pernah menerima vonis atas tuduhan tersebut. Sementara ahli waris korban konon kabarnya bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 2 juta riyal atau Rp 4,7 miliar. Darsem berhasil pulang setelah pemerintah disebut-sebut telah membayar diyat kepada keluarga korban.

et dah
03-08-2011, 08:35 PM
bagi-bagi dulu buat lebaran ::elaugh::

nerissa
04-08-2011, 02:09 PM
Belakangan diketahui, Darsem belum pernah menerima vonis atas tuduhan tersebut. Sementara ahli waris korban konon kabarnya bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 2 juta riyal atau Rp 4,7 miliar. Darsem berhasil pulang setelah pemerintah disebut-sebut telah membayar diyat kepada keluarga korban.

haaa
jadi semua inih adalah konspirasi??
there was no verdict at all?

woow
4 billion is a big amount, wonder where it goes? :mikir:

Urzu 7
04-08-2011, 03:05 PM
^ ya iyalah konspirasi 4,7 milyar demi seorang babu? WTF??

nerissa
04-08-2011, 03:08 PM
wahhh
mafia babu donk Ju

serem
uang darah mann

ndableg
04-08-2011, 08:19 PM
jadi mending dihukum mati aja.

AsLan
04-08-2011, 08:36 PM
Masyarakat terlalu reaktif sih...

Mestinya pemerintah membantu dalam hal pembelaan hukum, menyediakan pengacara dll.
Kalau ternyata sudah diadili secara fair dan memang terbukti bersalah ya sudah...

Arab Saudi bukan negara barbar, hukuman mati itu ada dasarnya.
Bukan hanya karena warga negara asing lalu seenaknya di pancung, para TKI itu membunuh orang lain makanya kena hukuman mati.

Kayak di indonesia gak ada hukuman mati aja...

kala
04-08-2011, 09:58 PM
bilang juga apa
para BABU (pahlawan devisa) itu di banned saja ....

untuk menggati devisa yang 4.7 M ..... ini
berapa taun - 1000 orang tKW harus ngepel lantai ... biar dapet 4.7 M

........

beastmen85
05-08-2011, 12:08 AM
arab bkn barbar cmn ada miscommunication dlm hal ini disebut2 krn telatnya pmberitahuan atas ruyati, tp intinya masyarakat butuh krn disana ada ka'bah dan faktor2 lain macam pemujaan dan tokoh2 arab brewokan yg dikagumi dan ditambahi dgn percaya berazas kebodohan ini mslh yg epik, diakhiri dgn adegan pak sby memakai rok warna pink di kamar tidurnya.

beastmen85
05-08-2011, 12:15 AM
akhir kata masyarakat sendiri tdk mencintai negaranya, bahkan mungkin sang presiden, krn itulah mslh ga selese2.

ada golongan masyarakat yg pgn naek haji *peduli setan tki dihukum mati

ada golongan yg pro indo, hentikan hubungan dgn arab drpada ada yg mati *peduli setan dgn haji & kerjasama ekonomi

ada golongan macam FPI
*tak perlu dijelaskan lagi... tak usah sibuk mengoreksi statement saya

pemerintah hanya spt boneka saja, bebas dimain2kan

kala
05-08-2011, 01:24 AM
nee malah kemana22 .... mabujk yaa nenK

ndableg
05-08-2011, 01:29 AM
Setuju ma wallpapur,
Memang kenyataannya adalah pemerintahan indonesia tidak ada wibawa lagi, baik oleh pemerintahan luar maupun rakyatnya sendiri. Spt ada kekuatan yg berusaha menjatuhkan wibawa pemerintah. Saya tidak membela partai nya pak presiden, tapi memang kenyataannya gonjang ganjing di negara ini gara2 partai2 politik yg kerjaannya hanya saling menggoyang. Sorry ma fren, hanya seroang tangan besi yg bisa memberskan persoalan2 dlm negeri.

Masalah TKI sebenernya bisa diatasi kalau saja ada regulasi yg jelas. Seharusnya penyelenggara TKI harus resmi dari pemerintah dgn informasi2 yg jelas. Shg calon TKI ga asal jalan aja. Kalo sampe kena tahan penegak hukum di luar, pasti ada yg ga beres. Yg jelas kurangnya informasi yg diketahui oleh si TKI.

beastmen85
05-08-2011, 01:30 AM
maklum jeng

postingnya sambil bersalin :))

nerissa
05-08-2011, 03:17 PM
si darsem apa udah bagi2 duitnya sama anak alhm ruyati ya?

opera
05-08-2011, 03:42 PM
sudah, katanya dibagi 20 juta..

nerissa
05-08-2011, 04:16 PM
sdh gw duga, jumlahnya segituan paling

yeah....

soal tki emang baiknya ga usah dikrim lagi
kalau yg mau naik haji, cari investor, hubungan ekonomi ya silakan silakan aja

selama hukum tebas menebas masih berlaku, well not sending another human being to saudi...blow job eh god job sby :D

opera
05-08-2011, 04:37 PM
tanpa ruyati darsem gak akan seperti sekarang...
sekarang sudah menjadi "toko emas berjalan"

nerissa
05-08-2011, 04:41 PM
ya, biarlah dia menikmati uang itu, biar bahagia

toh itu uang 'leher' nya

AsLan
07-08-2011, 05:06 AM
Jakarta, CyberNews. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat menyatakan mantan TKI Darsem sebaiknya tahu diri.

"Saya mendengar Darsem menyumbang untuk keluarga almarhumah Ruyati hanya Rp 20 juta," kata Jumhur di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, hari ini, Sabtu (6/8).

Jumhur berada di Parigi Moutong untuk berdialog dengan Bupati Samsurizal Tombolotutu dan jajaran pemerintah serta tokoh masyarakat setempat dalam rangkaian hari keempat Safari Ramadhan IV BNP2TKI ke Sulteng dan Sulsel 3-13 Agustus 2011.

Darsem, mantan TKI asal Kabupaten Subang, Jawa Barat, kembali ke kampung halamannya pada Rabu (13/7) setelah terbebas dari hukuman pancung di Arab Saudi setelah dibantu pemerintah dengan diyat sebesar Rp 4,7 miliar dan mendapat bantuan dari para pemirsa sebuah stasiun televisi swasta sebesar Rp 1,2 miliar sehingga kini menjadi miliarder.

Pada Kamis (4/8), dia menyumbang untuk keluarga almarhumah Ruyati, TKI asal Bekasi, Jawa Barat, yang dihukum pancung di Arab Saudi karena membunuh istri majikannya. Een Nuraeni datang ke rumah Darsem di Dusun Terungtum RT 09/04, Desa Patimban, Kecamatan Pusaka Negara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, untuk menerima sumbangan itu.

Een menyebutkan, sumbangan itu akan dia sumbangkan kembali untuk masjid dan mushola di dekat rumahnya di Bekasi. "Saya rasa kalau dia tahu diri, tidak menyumbang hanya Rp 20 juta tetapi Rp 200 juta hingga Rp 500 juta," kata Jumhur.

Dia menambahkan, Darsem bisa terselamatkan karena kasus pemancungan terhadap Ruyati. Kepala BNP2TKI juga mendengar Darsem di kampung halamannya seperti "toko emas berjalan" dengan berbagai perhiasan menyolok di badannya. "Kabarnya pemirsa televisi yang menyumbang untuk Darsem juga protes," katanya.

Jumhur menegaskan, sejak semula dia tidak setuju bantuan dari pemirsa televisi itu diberikan semuanya kepada Darsem karena pemerintah telah membayar Rp 4,7 miliar sebagai diyat (pengganti nyawa) kepada keluarga korban yang dibunuh Darsem. "Makanya ketika ada serah terima bantuan pemirsa di televisi itu, saya tidak datang meskipun diundang," katanya.

Kepala BNP2TKI berharap, Darsem tidak bersikap secara berlebihan dan tahu diri dalam menjalani kehidupannya saat ini. Darsem binti Daud Tawar diberangkatkan ke Arab saudi sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) oleh PT Titian Hidup Langgeng, Jakarta, pada 2007, dan bekerja pada keluarga Ibrahim Soleh Ahmad Al Mubariki, di distrik Al Uraija, Selatan kota Riyadh.

Sekitar Desember 2007, Darsem diberitakan media setempat membunuh seorang warganegara Yaman, Walid, yang saat itu bertandang ke rumah majikannya. Dalam pengadilan, Darsem mengaku terpaksa membunuh karena Walid berupaya memperkosanya. Atas perbuatannya itu, pada 6 Mei 2009, dia divonis dengan hukuman mati (pancung) oleh Pengadilan setempat.

Atas vonis mati Pengadilan itu, KBRI Riyadh melakukan banding. Selain itu atas perantara Kedutaan Besar Yaman di Riyadh, Arab Saudi, KBRI berhasil melakukan pendekatan kepada keluarga korban untuk mendapatkan pemaafan. Pada 7 Januari 2011, KBRI menerima pemberitahuan dari kantor Gubernur Riyadh bahwa ahli waris korban telah memberikan pemaafan dengan imbalan uang diyat 2 juta SR (Seaudi Real) atau senilai Rp 4,7 milyar.

Pada 25 Juni 2011, pemerintah Indonesia melalui KBRI Riyadh menyerahkan uang diyat untuk keluarga korban, dan pada Rabu (13/7), Darsem bisa kembali ke tanah air.

nick naylor
07-08-2011, 12:35 PM
Wah, kenapa musti dikasikan tunai gitu ya? Bukannya uda ditanggung ama pemerintah???

Dasar tivi oon.

Urzu 7
07-08-2011, 12:59 PM
Namanya juga orang kere yg mendadak kaya ga bakal bagi2 kok enak..derita lw::elaugh::

AsLan
07-08-2011, 06:20 PM
Gara2 Ruyati, Darsem bebas dari hukuman mati dan jadi orang kaya.
Gara2 Darsem, TKI berikutnya gak bakal ditolong dari hukuman mati.

Mana yg lebih mulia ?

et dah
07-08-2011, 06:23 PM
darsem: "rejeki mah dateng dari mana aja" :P

beastmen85
07-08-2011, 08:44 PM
darsem : "kehendak tuhan... saya mah org desa, gak tau apa2 atuh akang"

Urzu 7
08-08-2011, 10:44 AM
Lagian yg ngasih duit ke darsem kok di kasih begitu aja ga dibagi2 dulu jatah buat TKI yg laen

nerissa
08-08-2011, 03:46 PM
si tvone wawancara dgn darsem : 'mabk, apa mbak mau nlg temen2 mbak yg skrg sdg kena kasus kyk mbak?
darsem : mau aja sih..tapi kalau saya mampu, dan ga gede2 amat..yah 100 lah (seratus ribu mskdnya)
tv : gimana caranya, apa mbk mau bikin yayasan? (ya oloh.,,masa pembantu disuruh bikin yayasan..pnter banget tv nya)

lagian kok di ributi2in sih? lah duitnya udah nyampe ke dia..dikasih bulet
mau dia apain, org lain ga bsai protes

tau gitu duitnya di sumbangin ke padang, jogya dan ke gw...:D

E = mc˛
08-08-2011, 04:06 PM
pembantu yg jadi juragan. kayaknya malah yg dulu nyumbang pun belum tentu sekaya Darsem sekarang ::elaugh::

duitnya yg keluar terbesar, paling buat "nyumbang" keluarha Ruyati sebesar 20jt kan yah? (kecuali beli emas dan rumah)

nerissa
08-08-2011, 04:11 PM
kyknya ny.darsem tak nak berkendak membangun masjdi, ikut perbaiki jalan atw amal amal yg lainnya

hehe
kalau daku jadi darsem jg akan begitu kali ya
duitnya gw convert jadi emas batangan

sebagian simpen di swiss..ahahha
terus gw buka diving store di florida
dan toko kacamata di manhattan

:cilukba:

E = mc˛
08-08-2011, 04:14 PM
rejeki nomplok sebelum lebaran. anggap aja THR++++++++++++++++++++++++++++++

E = mc˛
08-08-2011, 05:31 PM
masih banyak sisanya tuh :cengir:

Darsem membeli rumah bekas yang berada di depan rumah orang tuanya itu seharga Rp.50 juta, buat membeli perhiasan 50 gram emas per gramnya senilai Rp.250 ribu setara Rp.12,5 juta, membeli bahan bangunan Rp.20 juta plus membayar jasa kepengecaraan atas nama Elyasa, Rp.20 juta. Menyumbang keluarga TKI Ruyati yang dihukum mati Rp.20 juta

Sisanya, kata Darsem, untuk kepentingan bayar tukang dan kepentingan sehari-hari dan persiapan hajatan sunatan anak semata wayangnya Safi'i yang kini baru duduk di kelas I sekolah dasar pada medio September mendatang.

Ada pun sisa dana Rp.1 miliar masih utuh dan ada di bank. "Uang tersebut akan saya gunakan buat modal usaha dengan membuka toko kelontongan, tapi itu masih jauh," kata Darsem. "Sekarang saya sedang memikirkan rencana sunatan si Syafi'i."

AsLan
08-08-2011, 05:55 PM
Sunat pake dana 1 milyar bisa dipakai buat sunat berapa kali tuh ya ?
anaknya bisa puas disunat berkali2 deh :))

Urzu 7
08-08-2011, 08:33 PM
maklum wong ndeso pikiran dangkal..masa buka toko kelontong..buka showroom mobil kek=))

E = mc˛
08-08-2011, 10:36 PM
yg saya bayangkan adalah org2 yg ngumpulin duidnya... Banyak bgt mahasiswa dan pengamen2 yg panas2an di jalan bwt bikin posko dadakan DARSEM CRISIS CENTRE. Semua jerih payah mereka, diberikan ke TV OON dg harapan perjuangan dan dana yg terkumpul diberikan kpd yg berhak. Sekarang tiba2 ada toko emas berjalan...
OON banget TV-nya. Kalo ada berita yg berbau skandal, lngsng diheboh2in. Pas kebagian ngurus dana rakyat...meh!
Kpd yg udah nyumbang baik dana dan tenaga... Yang sabar ajah. Namanya juga ujian keikhlasan, berattttttt banget ::elaugh::
Bulan puasa gini, ada ajah godaannya :D

BundaNa
09-08-2011, 11:37 AM
nah, ini akibatnya simpati berlebihan..kan udah ditalangin pemerintah itu uang diyatnya (yang pake duit pajak berarti), ngapain pake buka kotak amal? Dia kan yang penting selamet pulang. Liat di tipi duh pengen ngegetok palanya, udah berenteng emas, bangun rumah lah apalah...gak peka sama sekali sama teman2nya yang mungkin sekarang juga sedang berkasus di Arab sono. Tapi wajar sih...pengentahuan sama kepekaannya cuman sampe segono...mesti ada pendampingan sebenernya biar dia belajar paham...tapi nti yang dampingi minta duit juga lagih :luck:

Jadi pelajaran neh, orang jadi males lagi ngurusin para TKW yang bermasalah, abis yang ditolong jadi kurang ajar

AsLan
09-08-2011, 12:16 PM
TV OOn kebablasan pengen menjelek2an pemerintah, menggalang massa untuk memusuhi pemerintah yg dinilai lalai membela Ruyati, TV oon pengen menjadi pahlawan di kasus "ruyati" berikutnya yaitu darsem.

Padahal TV oon juga lalai meliput Ruyati sebelum dipancung, mereka juga baru tahu setelah kepala ruyati dipenggal, sama kagetnya dengan pemerintah.

Dalam Kasus Darsem, pemerintah mengambil uang rakyat 4Milyar, TV oon mengambil uang rakyat 1milyar, ujung2nya uang rakyat juga yg dipake.

nerissa
09-08-2011, 12:48 PM
sama kayak kasus prita

untungnya prita menggunakan uangnya jg buat nymbang2 korban bencana

mau mau aja di provokasi tv oon , jadi inget jg kasus timnas yg di hhip hip hurray berlebihan..hehhe

E = mc˛
09-08-2011, 01:15 PM
pelajaran moral: kalo ada penggalangan dana dr TV Oon, passsss

nerissa
09-08-2011, 01:53 PM
dan entah kenapa gw masih terbayang waktu tina talisa ikut mewawancarai maz bahcdim didlm pesawat...

:|

yg kasian ya Ruyati sekeluarga ya
mayatnya ga balik
duit dpt sedikit

dan...

dilupakan

spears
09-08-2011, 01:59 PM
sbnrnya dana talangan itu kan buat bayar uang diyatnya Darsem, jadi sharusnya pas udah kekumpul 1,2 M..pemerintah nalangin sisanya.
kalo gini kan sama aja pemerintah buang2 uang 4 M. dasar TV oon (tv oon aja deh yg disalahin)

btw otw, knapa ini bahasnya jadi Darsem?gak di split aja threadnya?atau minimal dirubah judulnya jadi Ruyati Darsem?

spears
09-08-2011, 02:05 PM
setelah gw pikir2, bukan cuman TV Oon yg aneh dlm hal ini Kemenlu kita juga terkesan ngambil keputusan secara terburu2.
udah keder kali gara2 masalah Ruyati kemaren.
jadi pengen cepet2 cuci tangan dengan secara membabi buta membayar diyat darsem tanpa ba-bi-bu atau penyelidikan yg lebih komprehensif.

nerissa
09-08-2011, 02:08 PM
gimana kalau judulnya jadi : Lari dari Saudi?

atauuuu

"Leherku....Bahagiamu"

atauuu

"TKI, diantara Pedang dan Uang"

atauu

Pedang ditangan algojo, Uang ditangan Darsem

atau..

"Darsem & Uang vs Ruyati & Pedang"

spears
09-08-2011, 02:10 PM
whatever :ngopi:

Urzu 7
09-08-2011, 02:49 PM
^^ judulnya ganti atau saja

nerissa
09-08-2011, 03:19 PM
yeah..watever to watever

:cilukba: