PDA

View Full Version : Coretan Aya_Muaya



aya_muaya
08-06-2011, 12:14 PM
Sebuah folder hari berisi teriakan dan curahan hati..

[puisi]


Kartini Masa Kini

Dulu Kau berkebaya dan memakai jarik
Sekarang kau berjas dan memakai celana panjang seperti laki laki
Dulu Kau dipingit di dalam rumah
Sekarang Kau bebas mau menginap dimana saja dan dengan siapa
DUlu Kau hanya mempunyai sebatas cita agar kaummu setara dengan laki laki
Mempunyai banyak peluang yang sama dengan mereka
Meranah dunia luas bersaing dengan laki laki
Sekarang mimpimu tak lagi maya
Kartini kartini masa kini telah merambah dari segala bidang
Bekerja dengan laki laki dan bersaing menaklukkan dunia
Kartini masa kini tak lagi berkebaya dan berjarik
Kartini masa kini jauh lebih berkinerja di lapangan.

ancuur
08-06-2011, 12:16 PM
mantabbbbbbb... lanjoettttttt :jempol:

aya_muaya
08-06-2011, 12:18 PM
[EPISODE 1]

Undangan Merah Jambu

“ve, assalamualaikum ukhti… “ sapa mbak dian saat berpapasan denganku di koridor ruang dosen. Aku habis menaruh absen di ruang secretariat, dan berniat sholat di musholla. Kuhentikan langkahku dan membalas salamnya.

“waalaikumsalam wr wb… ada apa mbak?” jawabku

“ini ve, aku mau ngasih undangan pernikahanku. Diusahakan datang ya dek.. “ kata mbak dian sambil menyerahkan undangan merah jambu

“makasih mbak… sama siapa mbak?” tanyaku sembali menerima undangan itu. Mbakdian tidakpernahterlihat dekat dengan lelaki manapun, seperti halnya dengan ukhti2 kampus yang lain.

“lihat saja di undangan dek, mbak yakin kok ve kenal dengan beliau. Mbak pergi dulu ya ve.. ada kuliah” pamit mbak dian

“iya mbak.. hati2..”kataku

‘iya, makasih ya ve. Wassalamualaikum wr wb.. “ salam mbak dian

“waalaikumsalam wr wb” sahutku.

Kubawa undangan merah jambu itu duduk di depan ruang secretariat, kubuka undangan itu, dan kubaca tulisannya di tengah undangan.

Arya Wicaksana dan Dian Permata Putri
Mas arya? Kaget aku membacanya, aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi nina, adik kelasku kalau dia tahu mas arya akan menikah dalam waktu dekat ini. Aku masih ingat betul bagaimana nina dengan malu2 mengatakan bahwa ia mempunyai desiran pada mas arya, kakak kelasku, seangkatan dengan mbak dian.

Kemaren malam, nina dengan malu2, datang ke kamar kosku, meminta pendapatku bagaimana seharusnya ia memanage perasaannya. Semalam aku bilang, tidak ada salahnya meminta pada murobbinya untuk menjodohkannya dengan mas arya, selama mas arya masih belum memiliki ikatan. Dan setahuku memang mas arya belum dekat dengan siapa2… ternyata…

Bagaimana aku harus menyampaikan undangan merah jambu ini pada nina? Aku tidak kuat melihat reaksinya nanti. Dia pasti akan sedih dan mungkin hatinya akan terluka. Mas arya cinta pertama nina, sejauh ini aku tidak pernah melihat nina sedemikian terikat hatinya pada lelaki. Dan lelaki itu akan menikah dengan orang lain dalam waktu dekat ini.

Aku masih duduk termenung. Bingung harus bagaimana lagi. Apalagi mbak dian dan nina sama2 dekat denganku. Aku berharap nina masih berpegang pada imannya dan tidak kolaps mendengar berita ini. Dari cerita nina kemaren malam, aku melihat betapa dalam cintanya pada mas arya. Dan aku yakin, nina bukan cewek kebanyakan yang mengumbar nafsunya, aku kenal nina, dia pasti sudah berusaha untuk memendamnya, menjaga perasaannya, menjaga kesucia n dan harga dirinya.

Tapi bagaimanapun, dia pasti sedih…. Pasti itu… duh, apa yang harus aku lakukan pada undangan merah jambu ini? Sebegitu tegakah ku padanya?meski nantinya dia pasti akan tahu juga, tapi aku berharap itu bukan darikuh. Apa yang harus aku lakukan ? haruskan kubuang?

Aku berjalan pelan menuju kosku di belakang kampus. Berbagai macam pikiran ada di benakku. Tentang bagaimana dia sekarang, apa yang ia lakukan, apakah dia sudah mengetahuinya. Ataukah belum… aku berharap semoga aku orang terakhir yang harus memberitahukan ini padanya.

Kubuka pintu kosku, lalu menuju kamarku. Saat melewati kamar nina, aku mendengar sanyup isak yang tertahan, astaghfirullah,…. Aku tahu dia pasti sudah tahu. Pasti ia mencoba menahan air matanya. Kuketuk perlahan pintunya..

“assalamualaikum dek.. ini aku, ve,, mbak boleh masuk ya dek..” ucapku
“waa..aa..hiks..alaikum..salam… hiks.. wr… hiks.. wb..” jawab nina sambil terisak. Ternyata pintunya tidak dikunci, aku masuk dan langsung mendapatinya menelungkup di tepi ranjangnya, menahan isak. Kupeluk nina dari belakang.. sambil kuusap2 lembut punggungnya… aku tidak bisa berkata lagi.. aku tahu pasti berat beban bagi nina sekarang.

“mbak…aku ikhlas mbak… aku ikhlas.. hiks.. hiks… aku tahu mbak dian lebih baik dari aku… tapi aku tidak bisa menahan air mataku mbak…” tangisnya… aku semakin mengusap punggungnya,,,

“tidak apa apa nin..kamu boleh nangis… kamu boleh nangis sesukamu dek.. sampai kamu puas dan lega…. Mbak akan menemanimu..” ucapku sambil kupeluk nina lebih erat…

Hingga beberapa lama aku menemani nina, sampai ia bisa tertidur,, kemudian aku masuk dalam kamarku. Aku membersihkan diriku dan membekap erat al qur an di atas meja belajarku. Hatiku sakiiitttt bangetttt….. tapi aku harus bisa mengalahkannya. Ya Rabb… berikan aku kekuatan untuk menahan rasa sakit ini. Semakin sakit hatiku kurasa, semakin erat aku peluk al qur an-ku… sampai sampai air mataku tak kuasa kutahan. Aku menangis tanpa isak dan suara. Aku menangis dalam hampa dan diam..

Tak ada yang boleh tahu, tak ada yang boleh curiga tentang perasaanku ini,. Cukup hanya aku dan ALLAH yang tahu.

Kriing,.. kring.. kring,… hapeku berdering, aku menarik nafas panjang, kulihat nama pemanggilnya, mas arya. Ada apa?

“assalamualaikum mas..” sapaku, dengan nada suara senormal mungkin.

“waalaikumsalam wr wb… kok suaramu aneh dek? Kamu sakit? Ada apa?’ Tanya mas arya

“enggak mas, gakpapa… aku baru bangun tidur kok..”

“oh… mas kira kamu sakit.. dek.. aku hendak memberi kabar gembira, Alhamdulillah, mnggu depan mas akan melangsungkan ijab Kabul.. dengan dian permata putri, kakak kelasmu itu lho.. kamu senang kan dek?” kata mas arya dengan cerianya…

“tentu lah mas.. aku pasti ikut seneng mas… mas pasti bahagia.. aku yakin mbak dian itu akan jadi istri yang baik buat mas.. “

“iya.. aku juga berfikir begitu dek… dek, mas bisa minta tolong tidak?” Tanya mas arya

“insyaALLAH mas, apakah itu mas? Apa yang ve bisa bantu?” tanyaku menjawab pertayaan mas arya.

“karena dadakan, mas bisa minta tolong ve untuk membelikan mas souvenir buat pernikahan mas tidak? Jumlahnya 200buah saja dek. Tidak banyak yang diundang kok.. “ kata mas arya

“ iya mas, apa sih yang tidak bisa? insyaALLAH besok aku free, aku carikan di tanah abang ya mas.. “ kataku

“sip,, kamu memang adik mas yang paling pinter.. besok pagi sehabis subuhan aku ke kos ve deh, aku
anterin undangan plus uang untuk membeli souvenir itu.. jazakillah ya ve..” ucap mas arya gembira

“sama sama mas.. “

“ya udah, mas ke masjid dulu, assalamualaikum wr wb..” pamit mas arya

“waalaikumsalam wr wb mas..” jawabku gontai..

Dengan pandangan kosong aku mengambil kotak biscuit yang isinya bukan biscuit dari kolong tempat tidurku. Kubukan kotak itu, kuambil sebuah kartu nama, “lovely souvenir” dan kuambil sebuah gantungan kunci angsa dengan inisial nama di dalam angsa tersebut : A&D

Sebenarnya itu inisial dari arya dan dive, namaku… namun ternyata D itu untuk Dian… bukan aku,. Kupencet nomor hape di kartu nama itu,

“ halo mas andre, ini ve, aku jadi ambil souvenir itu besok ya. Sekalian aku lunasi kekurangannya. “

“IYA.. terimakasih yam as. Sampai besok.” Kataku sembari menutup hape.

Kupandangi lagi souvenir angsa tersebut.. lagi2 air mataku menetes tapi bisa kutahan. Tanpa bisa kuhentikan. Aku harus tabah, aku pasti bisa menghadapinya. Jodoh itu urusan takdir, bukan kita. Manusia hanya catur kehidupan yang digerakkan oleh sang Kuasa. Kita hanya biduk manusia yang hanya bisa mengingini…

Kumasukkan souvenir angsa dalam kotak lagi, kumasukkan ke tempat semula, di bawah ranjang. Kuambil undangan merah jambu dari dalam tasku dan kuletakkan di bawah bantalku. Mungkin aku harus mencari kegiatan travelling untuk menyegarkan hatiku. Mungkin liburan semester ini akan menyembuhkan lukaku.
Sabtu pukul 05.30 ada sms masuk

Assalamualaikum, dek, aku sudah di depan kosmu. Kutunggu di luar ya.
Aku bergegas memakai jilbab dan keluar menemui mas arya.

“waalaikumsalam wr wb mas.. “ sapaku di balik pintu. Mas arya tersenyum..

“ini dek, undangannya. Dan ini uang untuk souvenirnya” sahut mas arya

“yup.. makasih ya mas.. nanti aku langsung bawa ke kos mas arya ya?” tanyaku sambil menerima amplop undangan merah jambu dan amplop berisi uang.

“ya kalau tidak keberatan tidak apa2 dek..mas akan tertolong sekali.. “ sahut mas arya

“halah… wong Cuma beda 2 gang dari kosku kok..ya gak masalah. Oke deh.. see u nanti yam as..” kataku

“hehehe…makasih banyak ya ve.. assalamualaikum”

“waalaikumsalam wr wb…” kataku sambil menutup gerbang kos.

Aku berjalan menuju kamarku, tiba2 kulihat nina di depan kamarku.

“siapa tadi mbak?”tanyanya

“mas arya dek.. maaf ya..” jawabku.. merasa bersalah.

“maaf buat apa mbak? Memangnya mas arya ada keperluan apa dengan mbak?”Tanya nina

“mas arya meminta mbak untuk membelikannya souvenir pernikahan dek. Maafin mbak gak bisa menolak permintaan mas arya. Nina tahu sendiri kan, mas arya dan mbak itu sudah bertetangga sejak kecil. Jadi kami seperti kakak dan adik..” jawabku menjelaskan agar nina mau mengerti.

“gakpapa mbak… nina gak merasa dijahatin kok.. nina tahu mbak ve dan mas arya itu bertetangga sejak kecil. Makanya ve hanya berani curhat ama mbak ve aja.. bukan yang lain..” kata nina..

“ya udah nin, mbak mau mandi dulu trus ke tanah abang ya… “ pamitku..

“iya mbak,, nina juga ada kuliah hari ini” kata nina menuju kamarnya.

Aku masuk dalam kamarku, lalu menaruh undangan merah jambu di bawah bantalku. Aku dapat dua undangan merah jambu.. entah apa itu maksudnya. Aku tidak mau memedulikannya.

aya_muaya
08-06-2011, 12:19 PM
[EPISODE 2]
Kring!!! Telepon kos bordering, aku angkat telpon..kebetulan aku sedang tidak ada kuliah.

“assalamualaikum…” sapaku

“waalaikumsalam… bisa bicara dengan dive?” jawab seorang wanita separuh baya,, aku hafal betul suara ini,,, suara umiku..

“ini dive mi,,, miss u… tumben umi telpon lewat telpon kos, kok gak ke hape dive mi?” tanyaku. Padahal umi kan juga punya hpe,

“heheh.. hape umi ketinggalan di rumah, umi sekarang lg di rumah tante ira, mau bantuin siap2..kan arya bentar lagi mau nikah..kamu udah tahu kan ve?” jawab umi menjelaskan

“iya lah mi… dive tahu… tadi aja dive baru dari tanah abang membelikan mas arya souvenir buat pernikahannya…umi kapan kesana? Sampai kapan mi?” tanyaku… berhubung klaten-jogya kan lumayan juga.. dulu mas arya sekeluarga tetanggaku waktu di jogya, klemudian beberapa tahun yang lalu mereka pindah ke klaten.

“barusan ve, umi mungkin pulang habis acara ini… kalau gak ahad ya senin.. ve.. kamu bisa kan kesini? Bantu2 tantemu… “sebuah perintah, meski engan nada bertanya, tapi kalau aku menolak, umi pasti akan tahu rahasiaku.

“iyalah mi.. kebetulan kuliahku hanya sampai kamis, kamis malam aku kesana deh mi.. bantu2 umi ama tante ira. Ada yang belum siap mi? kira2 ada yang bisa ve bawa dari Jakarta?” kataku mengiyakan.

“sip.. putrid umi emang cantik… ve, tadi tante ira bilang dia belum dapat seragam buat ijab Kabul.. katanya mau samaan, tante ira, umi, kamu.… eh sama um hans juga… kamu juga tolong tanyain ama arya, dia udah punya baju buat ijab belum, kalau belum, kamu sekalian cariin ya ve… pokoknya putih… kamu kan paling ngerti beginian… nanti uangnya umi transfer ya ve..” kata umi panjang lebar…

“iya mi.. siap… “jawabku.

“ya udah.. umi mau bantu2 tantemu lagi ya.. dah cintanya umi,.. wassalamualaikum wr wb..”pamit umi

“iya umi..love u too… waalaikumsalam wr wb…”balasku..

Kututup gagang telepon. Mataku nanar… aku masuk ke kamarku, mengambil kotak biscuit yang isinya bukan biscuit dari bawah ranjangku.. kubukan kotak biscuit tersebut dan mencari sebuah kartu nama “indah boutique” dan kupencet nomor di kartu nama itu..

“mbak indah.. ini ve mbak…” sapaku di hape..

“mbak, ve mau ambil baju yang ve pesan dulu, bisa mbak? “

“ya kamis aku ambil ya mbak…”

“bukan.. bukan aku yang nikah mbak…. Tapi saudara… “

“iya..makasih ya mbak.. “

Kututup gagang telepon… air mataku menetes, tapi isakku, hanya ALLAH yang dengar…

Aku mengambil kartu nama lain, kali ini kartu nama toko cincin.. aku juga mengambil cincin yang kupesan.
Pas ketika aku tutup hapeku setelah menelpon toko cincin, mas arya telepon ke hapeku..

“assalamualaikum wr wb mas.. ada apa ?” sapaku

“waalaikumsalam wr wb, dek.. makasih ya tadi souvenirnya, aku lihatin ke dian, dia seneng banget dek… oiya de, tadi mamaku telepon, katanya aku suruh menyampaikan ke kamu, aku belum dapat baju buat ijab,,, hehehe… “ kata mas arya…

“iya mas.. nanti aku cariin juga kok… “ kataku

“hehehe.. makasih ya de.. gak enak nih ngerepotin kamu… tapi mas juga lagi sibuk mau persiapan wisuda.. de, mas bisa nambah ngerepotin gak?” Tanya mas arya..

“bisa lah mas.. apalagi yang belum disiapkan?”

“hehehe..cincin de.. bisakah? Kalau enggak, jangan dipaksakan de..” kata mas arya

“bisa mas,, jangan khawatir..”kataku.. diseberang sana, mas arya tidak bisa melihatku.. melihat air mataku yang sedari tadi terus mengalir… membasahi pipiku.. dan menetes kebawah bajuku…

“makasih banyak ya de.. kalau ve nanti nikah, jangan sungkan2 buat ngerepotin mas ve… mas pasti akan snagat senang kamu repotin..”

“sip lah mas… tenang aja.. “jawabku..

Aku sudah tidak ngeh apalagi yang aku bicarakan ama mas.. sekedar basa basi..
Sebuah Tanya memenuhi benakku, kenapa bukan aku? Kenapa bukan aku?

==

Kenapa bukan aku ya mbak? Tanya nina pada malam hari, sehabis sholat isya bareng. Aku tersenyum.. mengelus punggungnya.

“nin, ALLAH Maha Tahu, ALLAH mempunyai rahasia yang hanya DIA yang tahu… percayalah, kamu akan mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik.. yang bisa membuatmu semakin dekat dengan ALLAH SWT de..” ucapku menasehatinya sekaligus menasehati diriku sendiri…

“dulu aku pernah loh mbak mengira mbak suka sama mas arya dan kalian akan menikah… kalian sangat cocok dan serasi.. apalagi keluarga kalian kan sangat dekat ya mbak? Ternyata mbak hanya nganggap mas arya sebagai kakak saja… tapi nina jadi bisa curhat sama mbak kan? Hehehe…” aku tersenyum… aku juga berfikir seperti itu na.. sungguh… tapi aku tidak bisa…

“mbak..” Tanya nina

“ya nin, apa de?” jawabku

“mbak mau datang kan ke nikahannya mas arya?”Tanya nina

“insyaALLAH nin.. kenapa?”

“nina nitip kado ya mbak.. bagaimanapun, nina gak bisa melihat mas arya menikah dengan perempuan lain di depan mata nina mbak… tapi nina juga bahagia jika mas arya juga bahagia… kira2 apa ya mbak kado yang bagus buat mas arya dan mbak dian?”

“hemmh… biar mbak cariin gemana?sekalian mbak bungkusin? “

“wah.. mbak ve baik banget… nina mau mbak..kalau mbak gak keberatan…”ucap nina

“iya… mbak gak repot kok…”

Yah.. aku punya sebuah kado yang menarik untuk mas arya dan mbak dia. Sebuah kado yang seharusnya untuk malam pertamaku bersama mas arya. Tapi ternyata mas arya nikahnya bukan denganku, tapi dengan mbak dian… biar sajalah mbak dian yang memakainya dan aku sudah cukup bahagia jika mas arya menyukainya.

aya_muaya
08-06-2011, 12:22 PM
[EPISODE 3]

K – L – A – T – E – N

Kamis, pukul 22.30wib aku sampai klaten, travelku berhenti di depan rumah tante ira. Umi sudah menungguku di depan teras rumah tante ira. Kupeluk umi dan kucium punggung tangannya.

“assalamualaikum wr wb umi… sehat mi?” tanyaku sama umi.. duh, melihat mata umi, air mataku ingin menetes lagi… dan tanpa bisa kutahan, air mataku menetes. Umi tersenyum sambil mengusap air mataku.

“kamu itu lo ve.. masih aja kebiasaan lama… nangis gak pakai isak.. umi sehat ve.. ayo masuk,. Semua udah beres?” Tanya umi

“iya mi.. beres kok.. tuh di koper.. salam dari mas arya, katanya mas arya mau datang besok malam.. terus bareng2 ke solo. Semuanya udah ve siapin mi, cincin, baju, souvenir juga jadinya dititipin ke ve… “ Jelasku pada umi

“iya iya.. ayo masuk dulu.. istirahat.. tante ira masih sibuk ngurus catering. Belum pulang juga.. mungkin bentar lagi.. kamu istirahat dulu ya ve.. “ ucap umi. Aku mengangguk dan masuk ke kamar yang biasanya kami pakai kalau berlibur di rumah tante ira. Kulirik pintu kamar mas arya… sayang mas arya belum bisa pulang.. kamar itu pasti kosong…

Aku masuk ke kamar dan membersihkan diri, kurebahkan diriku di ranjang, umi masih sibuk mengurus di luar. Kudengar sayup2 suara tante ira, mungkin tante ira sudah pulang. Aku memejamkan mataku, mencoba menghalau penat.

Dulu, setiap aku tidur di kamar ini, aku selalu berdebar2 karena ada mas arya yang tidur di kamar sebelah. Dulu waktu kecil kami selalu bermain berdua, mas arya selalu melindungiku, selayaknya kakak dan adik. Umi dan tante ira teman sejak sma, mereka akrab sekali.

Bahkan sebenarnya mereka sudah menjodohkan aku dan mas arya, berharap bisa menjadi besanan… namun masa siti nurbaya telah lewat, mereka pun menyadarinya. Mereka tidak mengatakan apa apa padaku dan mas arya, mereka hanya berharap kalau saja kami berdua berjodoh. Namun, ternyata harapan mereka dan harapanku karam… mas arya sudah memilih mbak dian daripada aku.

Lagi2 air mataku menetes dari mataku yang terpejam. Ya Rabb… hatiku sakit sekali… kenapa bukan aku ya Rabbi???

ancuur
08-06-2011, 12:27 PM
sambil minum :ngopi:
menunggu adegan hot ... (nyalain kompor, jemur di pantai etc ...) :cilukba:

aya_muaya
08-06-2011, 01:07 PM
[EPISODE 4]

Kala itu aku sedang sibuk ikutan memasak di dapur saat kabar itu datang. Umi mencariku dengan tergopoh2 dan muka yang keliatan bingung, sedih, pias…

“ve…”panggil umi. Aku mendekati umi, mengamati muka umi yang ikut membuatku khawatir.

“ada apa umi? Kenapa umi aneh?” tanyaku sembari menenangkan umi dengan mengelus punggungnya.

“ve.. masmu ve… arya…” ucap umi terbata..

“iya mi.. tarik nafas dulu… baru umi pelan2 bicaranya ya..” kataku menenangkan umi, padahal hatiku hancur berkeping… pasti ada kabar buruk mengenai mas arya. Semoga mas arya tidak apa2.. semoga semua ini hanya kesalahpahaman saja.

“ mas aryamu ve… kecelakaan dalam perjalanan kemari. Barusan ada telepon dari polisi, sekarang masmu sedang dibawa ke rumahsakit tegal, bersama korban kecelakaan lainnya..” kata umi menahan isak.. aku hampa..

Aku berputar otak, mencari jalan apa yang harus aku ambil. Aku tidak boleh bingung, aku harus kuat. Aku harus bisa! Aku pasti bisa!

“umi, mbak dian sudah dikabari?”tanyaku mencoba tenang

“dian? Dian itu siapa nduk?” Tanya umi bingung, saking bingungnya, umi pasti lupa nama calon istri mas arya. Sepertinya aku punya nomor mbak dian di hapeku.

“mbak dian itu calon istrinya mas arya mi, aku coba hubungin beliau ya.. umi duduk dulu.” Jawabku sembari meminta tolong mbak pembantu tante ira mengambilkan umi air putih. Kudengar sayup2 suara tante ira menangis meronta.. beliau pasti terpukul, tapi aku harus menghubungi mbak dian dulu. Baru kemudian aku coba menghibur tante ira. Aku masuk ke kamar dan mengambil hapeku, kucari nomor hape mbak dian lalu ku dial.

“assalamualaikum mbak..” ucapku saat diangkat. Air mataku sudah deras mengalir di pipiku.. Ya Rabb.. Tolong kuatkan mbak dian..

“ waalaikumsalam wr wb de.. ada apa de? Mas arya sudah sampai rumah de?”Tanya mbak dian

“itulah mbak.. sabar ya mbak,,, kata umiku, tadi ada telepon dari kepolisian mengabarkan bahwa mas arya kecelakaan dan sedang dibawa ke rumah sakit tegal mbak.. “ucapku semakin melirih..air mataku tak jua berhenti..

“apa de? De dive Cuma bercanda kan de? Gak mungkin… hal ini tidak mungkin terjadi de….” Ucap mbak dian sembari suaranya menjauh, tangis mulai menganak sungai.. kututup hapeku, mungkin mbak dian sedang menangis meraung2.

Aku beranjak mencari tante ira. Kulihat umi disamping tante ira dan om burhan mereka mencoba menenangkan tante ira.

“tante.. dive pamit nyusul mas ary ke tegal ya.. biar dive cari tahu keadaan mas arya. Siapa tahu gak parah.. hanya hapenya yang rusak dan tidak bisa dihubungi” pamitku. Aku tidak bisa berdiam diri dan menunggu kabar saja. Tante ira dan om burhan awalnya menolak, takut aku kenapa2.

“ve, bawa mobil umi aja ya. Biar diantar ama pak hadi, sopir umi. Ra, burhan.. biarkan saja ve melihat kondisi arya. Aku yakin ve tahu yang terbaik apa yang harus dilakukan. Kita tunggu kabar dari ve dulu. “ ucap umi mendukung keputusanku. Aku mengangguk..

“makasih ya mi.. ve akan kabari rumah secepatnya. Tante ira menenangkan diri dulu.. kalau bisa secepatnya dibawa ke klaten, ve akan kabari rumah.. mi.. ve pamit ya.. tante, om..” ucapku sembari pamit pada umi dan tante dan om..

aya_muaya
08-06-2011, 01:19 PM
[EPISODE 5]

“ma.. kok bengong? Dinda kan Tanya, undangan merah jambu ini punya siapa? Masih perlu gak mah? Kan udah 20 tahun lalu, kalau gak perlu, mau dinda buang. Kalau berarti buat mamah, ya gak dinda buang..” ucap putriku dengan mengacungkan 3 undangan merah jambu dengan nama yang sama, ketiga undangan itu ditujukan padaku, undangan mas arya dan mbak dian, 20 tahun yang lalu.. dari mbak dian, mas arya dan tante ira. Aku menatap dinda, putrid semata wayangku dan aku tersenyum.

“enggak saying.. buang aja.. udah gak butuh kok… “ ucapku mantap, sudah saatnya kulepas bayang2 mas arya yang meninggal 20 tahun yang lalu.

“om arya dan tante dian itu siapanya mama? “ Tanya dinda, penuh rasa ingin tahu.

“om arya dan tante dian itu temannya mama… udah..sana buang undangan itu, jangan sampai oma ira dan opa burhan tahu. Nanti mereka sedih..” jawabku menyuruh dinda segera membuang undangan itu.

“apa hubungannya dengan opa dan oma? “ Tanya dinda lagi dengan semangat ingin tahunya.

“udah sana buang… nanti kalau semester ini dinda lulus sma dengan nilai terbaik, mama akan ceritakan semuanya sama dinda… gemana?”jawbaku mengusir dinda dari rasa ingin tahunya.

“ah, dinda udah tahu.. pasti mantan mama kan? Dinda bilangin papa loh… “ goda dinda sembari pergi kebelakang, mungkin membuang undangan itu.

Undangan merah jambu..mengantarku mengembara pada sebuah masa lalu yang gelap. Kepergian mas arya ke dunia lain, membuat 3 gadis patah hati.. mbak dian, nina.. dan aku.. namun perasaanku sampai sekarang belum pudar, meski mungkin jasadmu sudah berubah menjadi tanah.

Kalau tidak ada dinda, putriku, entah apa yang akan padaku. Kehilangan cahaya hidup bagai kehilangan sebuah mata..semua gelap, aku tertatih dan terbentur2. Hatiku hampa dan tiada punya sebuah cahaya. Meski jasadmu telah hilang, namun mengapa cinta ini tiada pergi bersamamu?

-END-

aya_muaya
08-06-2011, 01:23 PM
[EPISODE 1]
“dear diary” from ratu


SEPI ITU BERNAMA RINDU

Sudah hampir 4tahun sejak kelulusan SMA, dan aku masih selalu saja mengingat peristiwa itu, peristiwa hari terakhir di tempat bersejarah dalam hidupku…

Waktu itu saatnya mengambil berkas2 SMA seperti STTB, Ijazah, dan berkas2 lainnya. Saat saat perpisahan dengan teman2 terbaikku. Ana, sobat manisku yang baru saja kecelakaan sehingga harus memakai kruk penyangga, duduk di tepi jalan (di atas bangunan semen untuk taman di tepi jalan), lalu aku mendekatinya dan duduk di sebelahnya.

“hai na, lagi ngapain? Nunggu ayahmu jemput yach?” sapaku sembari tersenyum

“eh, fa… iya nih, temenin bentar yah? Mumpung ayah belum datang, lagipula ini hari terakhir kita di SMA kan?” balasnya dengan riang.

Ana memang anak yng riang dan suka bercerita tentang apa aja, alias cerewet, sama ma aku. So, jadilah kami ngobrol panjang lebar, lagipula hari ini aku gak mau buru buru pulang. Sesekali aku melirik ke arah gerbang, men-scanning sosok2 yang berhamburan keluar, apakah dia udah keluar? Atau pulang lewat jalan belakang? Sesekali aku menyapa temen2 yang keluar sambil mengucap kata kata perpisahan…

Hingga ankhirnya ayah Ana datang, ana mencoba untuk berdiri, tapi dengan tubuhnya yang subur, ia agak kewalahan menegakkan badannya, reflek aku mencoba membantunya dan tiba tiba ada 2 tangan lain yang membantu kami. Dia! Orang yang dari tadi aku tunggu. Ada biru yang menelusup ke dalam kalbuku.

“ makasih ya fa.. ig… pulang duluan ya!” pamit Ana pada kami berdua diiringi dengan senyum dan kerlingan menggoda, ia tahu aku memendam rasa suka ke cowok di sebelahku.

“ yo, hati hati yo An..” balas igna, cowok ini, cowok yang telahmembuatku membisu selama bersamanya.

Aku hanya membalas Ana dengan senyuman dan lambaian tanganku. Suer!! Aku nerveous!! Diriku tak pernah beres saat berada di sebelahnya, jantungku berdegup kencang, otakku tersendat, gak tau mau mikir apa, dan mulutku kelu.. seperti orang idiot saja.

“Pulang yuk..” ajaknya padaku, aku tergugup dan hanya mengiyakan dengan anggukan. Kami berjalan berdua! Aku jalan di sebelahnya! Aku nerveous tapi seneng. Kami berjalan keluar dari gapura SMA, menyeberang jalan, masuk lingkungan Masjid Agung,, dan kami terlibat percakapan percakapan kecil…abisnya aku grogi bangedz..

Sampai di halaman masjid, aku melihat beberapa teman kami sedang mampir minum es, aku sengaja melambatkan langkahku sehingga berada di belakangnya. Dia menyapa mereka dengan tawa renyah seperti biasanya. Beberapa obrolan ringan, ledekan kecil kepada kami, entah mengapa aku merasa bahagia banget, seolah olah aku kayak jadi ceweknya. Hehehe…. Kamuflase seh… setelah ngobrol, kami meneruskan perjalanan menuju halte bus, aku senang, akhirnya dia untukku sepenuhnya lagi..heehhee..

Baru sekali itu aku bersyukur banged jarak SMA dengan halte bus yang menuju rumahku jauh banget, 15 menit jalan kaki. Maklum, SMAku terletak di tengah tengah ibukota kabupaten, seberang pemda, jadi gak boleh dilalui oleh kendaraan umum. Ya jadilah setiap hari jalan panjang, lumayan untuk olahraga penguatan tulang, hehehe.. setelah melewati masjid itulah, akhirnya kami bisa ngobrol banyak dan panjang lebar, sambil sesekali bergurau. Berjalan berdua… benar benar anugerah terindah buatku.

Saat mendekati halte bus, (entah mengapa begitu dekat, jangan jangan ada yang memotong jalannya ya? sehingga kami cepet banget nyampe..wakakak) hatiku semakin berdegup kencang, bukan karena kami akan berpisah, tapi lebih karena ada hal yang harus aku lakukan…. Yah, ada hal yang harus aku berikan ke dia.

Sebuah surat! Yup! Pernyataan cinta.. (aku termakan oleh romantisme komik serial cantik yang hobi kubaca). Aku sudah membuatnya beberapa bulan yang lalu, dan aku sudah bertekad untuk memberikannya jika aku lulus SMA. Dan…. Sekarang atau tidak sama sekali! Caio!

Sesampainya di tempat pemberhentian bus, kami mencari tempat teduh di bawah pohon, dia mengambil bangku panjang sehingga kami bisa duduk berdua. Gentle bukan? Yup! Cowok ini emang perfeck habis. Orang kayak dia yang pantas disebut lelaki.

Sekali lagi, baru kali ini aku bersyukur busnya lama datangnya. Malah aku berharap busnya gak datang datang ampe sore, hihihi…gak mungkin denk. Trus aku memberanikan diriku, bismillah.. aku menyuruhnya membelakangiku, awalnya dia gak mau, tapi setelah aku paksa, akhirnya dia mau. Aku membuka resleting tas punggungnya dan memasukkan sesuatu, surat biruku..

“pokoknya jangan dibukan sebelum sampai di rumah!” pesanku

“iyo..iyo…” jawabnya dengan gayanya yg medhog.

Ajaib! Setelah itu bus yang kami tunggu datang! Kami segera mencegatnya, dia menyuruhku masuk lewat pintu depan, begitu aku naik, dia naik lewat pintu belakang. Dan itulah kali terakhir aku bersamanya..

Hari itu benar benar seperti sudah terskenario hanya untukku. Benar benar hanya untukku. Its destiny? No one knows.. sejak saat itu aku tak pernah lagi bisa bertemu dengannya. Mendengar kabarnya pun tidak. Tapi aku sudah teramat bersyukur, diberi kesempatan untuk mengenalnya selama setahun di tingkat 3 SMA.

Dia cowok sempurna. Namanya Ignatius Mardiyanto, dia sekelas ma aku di 3 IPA2, guess! Apa yang membuatku bilang dia cowok sempurna? Coz, dia emang emang perfect abis…dia anak kedua dari 3 bersaudara (sama kayak aku). Kedua saudaranya cewek. Dia juara umum SMA, olympiade kimia, jago di lapangan. Segala macam olahraga dia jagonya.

Akademis? Perfect abis.. saat temen temen yang laen dapat 4 saat ulangan kimia, dia dapat 9! Untuk ulangan ulangan yang lain juga sama (kecuali bahasa inggris, aku lebih unggul, dia menthok Cuma dapat 8). Hampir semua anak kenal ma dia. Apalagi pribadinya yang ramah dan supel, membuatnya punya banyak teman.

Kepribadian? Execelent! Dia punya pribadi yang matang dan dewasa, meski kadang ada sisi kekanak kanakannya juga. Dia lebih dari sekedar teman buat anak anak kelas. Anak anak pun respect ma dia, kalo dia ngomong, pasti berbobot, anak anak selalu mendengarkannya. Karismatik, simple, rendah hati, ramah, charming, sopan, santun, dia gak pernah membuat orang lain sebel atau gak enak. Tak ada sifatnya yang buruk, semua baik, makanya aku sebut dia perfect.

Gak heran kan kalo dia jadi anak kesayangan guru guru di SMA.

aya_muaya
08-06-2011, 01:25 PM
[EPISODE 2]

Dan bagiku? Dia selalu mempunyai tempat di hatiku. Kenangan kenangan bersamanya selalu terasa seperti baru saja terjadi dan rasa yang timbul serasa seperti selalu sama. Selalu menyenangkan.

Benakku melanglang buana ke saat saat SMA dulu, saat sekelas, saat meledekku dengan jayus, meletakkan remasan daun di atas kepalaku, mengelap kaca yang sama berdua pas kerja bakti SMA, latian gerak senam sama sama, saat pulang bareng, kebetulan satu bus, dan saat saat awal perkenalan kami.

Saat itu awal masuk kelas 3, sebenarnya aku memilih jurusan IPS, tapi gara siswa IPA kurang, jadi aku dimsukin ke IPA. Awalnya aku pengen pindah jurusan, tapi aku males ngurusnya, ribet.. so, aku biarkan diriku terjembab dalam kubangan rumus rumus gak jelas apa itu, apapun itu.. di kelasku yang baru ini, aku dekat ma temen cewek, namanya Istriyani, kami duduk sebangku. Dari dialah awal nama Ignatius Mardiyanto itu masuk dalam kehidupanku.

“Fa, kamu tahu yang mana Ignatius Mardiyanto gak?” tanya Istri saat pelajaran senggang. Aku memicingkan mataku.

“Gak tuh, napa mang?” tanyaku acuh tak acuh.

“Dia kemaren ikut olimpiade kimia… keren yach? Yang mana ya orangnya?” jawab Istri antusias.

“Gak tau…..” aku menggeleng gak begitu peduli. Ikut olympiade kek, apa kek, emang apa peduliku? Aku gak peduli hal2 tentang prestasi akademik, yang penting bisa lulus SMA udah cukup.

Hingga keesokan harinya, kami duduk di bangku nomor 2 di tengah tengah ruangan kelas, di depanku ada 2 cowok, ntah sapa. Setelah pelajaran pertama gurunya tidak masuk, anak anak pada riuh ngobrol entah kemana. Istri mendekat dan berbisik padaku.

“kayaknya di depanmu itu si Ignatius deh Fa..” katanya

“trus?” tanyaku asal

“ya…disapa kek, tanyain dia beneran Igna bukan? Trus kenalan… yah?” bujuknya

Aku menghela nafas… kutepuk pundak cowok di depanku. Dia menoleh, mmm wajahnya lumayan cakep.

“namamu Ignatius Mardiyanto Ya?” tanyaku dengan tersenyum, biasa buat basa basi.

“iya.. kok tahu? Kamu sapa namanya?” jawabnya sembari mengangguk sambil tersenyum.

Dan mengalirlah obrolan diantara kami berempat… pada awalnya aku udah menekankan pada diriku untuk menyukainya, menjadikannya motivasi agar aku terpacu untuk lebih giat belajar dan memperbaiki ranking ancurku. Dan sosok seorang Igna memang pantas untuk dijadikan panutan. Kesan awal yang kutangkap adalah dia rendah hati dan ramah. Tidak ada kesan sok hebat meski dia pernah ikut olympiade, juara umum, dan seabrek prestasi akademik lainnya.

Yang membuat kami semakin dekat, ternyata ia searah jalan pulang denganku. Yach, meski dia nebenk di rumah pamannya di dekat sekolahan, tapi setidaknya tiap akhir pekan kan, dia pulang ke rumah, dan mungkin kalo berjodoh, kami bisa satu bis kan… moga.. moga..

Dan ternyata doaku terkabul…kami sering satu bis waktu akhir pekan. Dan hari senin adalah hari yang paling aku nanti nantikan karena aku bisa jalan bareng berdua dengannya menuju ke SMA dari tempat pemberhentian bus.

Seiring waktu berjalan, semakin aku mengenal sosok pribadinya, semakin aku merasa sayang kepadanya. Tresna jalaran seka kulino.. semakin aku mengenalnya, aku semakin tahu bahwa dia lelaki yang sempurna. Tak ada hal negatif dari dirinya… dan dia tidak ada duanya, aku baru melihat sosok lelaki seperti dia. Dan mungkin aku tidak dapat menemukannya lagi pada sosok yang lain.

----------------------

Terdengar lantunan orang membaca al Qur an dari arah masjid, aku terkesiap, tersadar dari lamunan panjangku, kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 04.05, bentar lagi sudah mau subuh! Dan aku belum juga bisa memejamkan mataku….

Kumatikan mp4 ku yang mengalunkan lagu “dear diary” dari ratu… yang mengiringi kembaraku ke alam cinta pertama, sebuah memory yang tak kunjung habis untuk selalu diingat. Sebuah kenangan yang senantiasa memberiku asa untuk mendapatkannya kembali… someone, someday, someplace….

Dan kini kesepian itu aku namai kerinduan… entah kapan kerinduan ini akan bermetamorfosis dan akan kunamai kebahagiaan. 

-fin-


By. Aya

deddy
08-06-2011, 01:30 PM
duduk manis ah......nunggu kelajuntannya mas arya .... :D

aya_muaya
08-06-2011, 01:39 PM
mas arya sudah end um ded... udah mati.

ancuur
08-06-2011, 01:42 PM
lho siapa yang bunuh... hik hikss...

aya_muaya
08-06-2011, 02:19 PM
kecelakaan um..duh, ini um ancuur yang gak baca cerpennya atau um ancuur yang gak ngarti ceritanya?

etca
08-06-2011, 02:43 PM
aya, mbok ya o di enter,
biar ga njlujurrrrrrrrrrr terus tulisannya ::elaugh::

aya_muaya
08-06-2011, 03:54 PM
siap diajeng ecta.. sampun..matur nuwun..

aya_muaya
13-06-2011, 10:16 AM
[PUISI]

boleh kah?

bolehkah kulihat sosokmu
dari balik tabir di depanku?
bolehkah kuamati gerakmu
dari diamku?
bolehkah kutersipu
akan candamu?

bolehkah?

aya_muaya
13-06-2011, 10:29 AM
[PUISI]

boleh kah?

bolehkah kulihat sosokmu
dari balik tabir di depanku?
bolehkah kuamati gerakmu
dari diamku?
bolehkah kutersipu
akan candamu?

bolehkah?

aya_muaya
13-06-2011, 12:06 PM
AKU DAN WANITA

Di masa modern sekarang, dimana emansipasi digaung2kan, kesetaraan perempuan dalam memperoleh haknya di dalam bekerja, dimana2 muncul agenda2 pemberdayaan perempuan, perjuangan lapangan pekerjaan untuk perempuan, perlindungan perempuan, kesetaraan gender…

Saya mempunyai pendapat lain, saya lebih cenderung tidak menyukai isu isu seperti itu. Bukan berarti saya tidak menginginkan kemakmuran perempuan, tapi perjuangan atau isu isu seperti di atas sebenarnya mempunyai dampak negative yang sangat besar pengaruhnya pada keluarga secara kelompok kecil dan pengaruh buruk kepada Negara bahkan dunia pada kelompok luasnya.

Masih menurut pemikiran dangkal saya, peran terbesar yang dipanggul perempuan adalah mensukseskan pendidikan dan kaderisasi generasi penerus selanjutnya yang maksimalitas perannya bisa dilakukan jika perempuan berada di tengah tengah putra putrinya, ditengah keluarganya, dan di tengah masyarakatnya.

Saya setuju pemenuhan hak sepenuhnya kepada perempuan dalam mengikuti pendidikan setinggi tingginya dan sejajar dengan kaum pria. Bahkan pada realitasnya dewasa ini, perempuan lebih menduduki rangking2 utama atau mendominasi daripada pria yang cenderung kurang serius dalam mengikuti pelajarannya dan kurang berpikiran jauh ke depan selama masa pubertasnya.

Bagaimana realitas dalam bekerja? Lihatlah kenyataan ini, sebagian besar pagawai/buruh pabrik adalah perempuan, tki sebagian besar adalah wanita, perempuan pun sudah menjamur dalam lingkungan pengusaha dan memegang kunci penting tampuk pemerintahan.

Apakah hal ini membuat bangsa kita semakin maju? Lihatlah, tengoklah sejenak di pinggir2 jalan, siapa yang bertebaran disana? Laki laki… pengemis, pengamen, gelandangan, preman, kriminil, sebagian besar didominasi laki laki. Laki laki mulai beralih fungsi tak lagi mengedepankan tanggung jawabnya sebagai pengayom, sebagai pemegang peran pelindung, pemberi nafkah, penanggung jawab, pencari kerja, pemikir keluarga.
Karena mereka tidak mengandung dan melahirkan, dengan mudah mereka melepas tanggung jawab berupa anak. Akhirnya sang perempuan yang mengambil peran tersebut, bahkan tak jarang sang laki laki pun merebut peran sang anak sebagai parasit ibunya.

Apakah kenyataan pahit ini hanya berlaku pada golongan masyarakat miskin / ekonomi lemah? Apakah para orang orang kaya yang mempunyai harta berlimpah tidak bisa mengalaminya? Jangan salah, semakin banyak kenyataan yang memaparkan hal seperti ini. Apalagi di jaman sekarang yang serasa lebih mementingkan penerimaan pegawai/pekerja wanita daripada pria. Pria semakin lihai untuk menjadi parasit.

Dunia seolah semakin berpihak kepada perempuan dalam isu2 yang diusungnya baik dalam kancah politik maupun kancah social. Namun dampak yang diseretnya malah menunjukkan sebaliknya. Untuk membantu single parent, muncul kemudahan dalam mencari kerja, yang peluang ini digunakan oleh segelintir laki2 tidak benar untuk mengambil keuntungannya.

Lapangan pekerjaan semakin luas bagi perempuan dan semakin sempit bagi laki laki. Kenyataan ini memaksa laki laki dan perempuan untuk bertukar tempat, perempuan/istri yang bekerja di luar rumah dan suami/laki laki yang bekerja di rumah. Perempuan pergi seharian, laki laki yang mengurusi anak2, mulai dari bangun tidur sampai mereka tidur kembali. Lebih parah jika ada baby sitter/ pembantu di rumah, bukan meringankan tugas suami malah mengenakkan sang suami yang akhirnya muncul banyak kasus penganiayaan pembantu rumah tangga, perkosaan, pelecehan seksual, dll.. naudzubillah..

Jagalah istri dan keluargamu dari siksa api neraka… kenapa kutipan ayat ini dituliskan istri dan keluargamu? Ayat ini menegaskan bahwasannya peran terpenting untuk melindungi, mengayomi, menafkahi keluarga adalah suami/laki laki sehingga hal2 negatif di atas tidak terjadi. Dimana keutamaan suami adalah menjaga, mengayomi, menjaga kelangsungan keluarga dalam menuju jannahNYA. Bukan hanya untuk kebaikan di dunia, tapi juga di dunia setelah dunia ini.

Pemikiran saya pastinya menuai banyak protes baik di kalangan laki laki maupun di kalangan perempuan sendiri. Banyak teman perempuan yang tidak setuju dengan pemikiran saya bahwa kenyataan sekarang isu isu yang mendukung kebebasan perempuan saya nilai membawa dampak buruk. Mereka yang protes bahwasannya berpendapat bahwa sebagai kaum perempuan, kami (karena saya perempuan) mempunyai hak yang sama baik di bidang pendidikan maupun di kancah lapangan pekerjaan. Kami juga berhak untuk mencari penghasilan sejajar dengan pria, kami juga berhak untuk menduduki peran2 penting dalam kancah pemerintahan bahkan sebagai pemimpin Negara, pemimping semua umat manusia.

Wahai perempuan, lantas muncul pertanyaan saya pada akhirnya, jka perempuan yang memegang tampuk kepemimpinan, siapa yang akan menjadi pengkader?pendidik?pemegang kendali dalam masyarakat? Tentunya bukan suami si pemimpin Negara bukan? Ataukah, mampukah dia memegang dua peranan sekaligus? Superwomankah ia? Lantas bagaimana peran sang suami?dimana dia berada?sebagai symbol pasangan?sebagai teman untuk bergandeng jika ke acara undangan?

Atas semua pemikiran pemikiran itu, saya mempunyai pandangan lain, saya mempunyai pemikiran yang berbeda.. dengan pembebasan wanita untuk beraktualisasi di luar rumah tidak mutlak membuat si perempuan menjadi pandai atau cerdas daripada yang di dalam rumah. Jaman serba canggih saat seperti ini memungkinkan siapa saja untuk mencari atau mengakses sebanyak2nya ilmu dari media2 elektronik sekarang ini. Ada banyak media yang bisa digunakan sebagai alat transfer ilmu. Dan banyak jalan menuju roma.. eh, jalan menuju pemberdayaan perempuan tanpa harus mengeluarkannya dari rumah. Tentu saja keluar dari rumah bukan sebuah makna denotasi. Bukan pelarangan perempuan untuk keluar dari rumah sejengkal pun.. namun lebih ke aktualisasi diri.

Wahai perempuan hargailah dirimu. Pengalaman saya saat dalam bus angkutan umum, sungguh sangat menyiksa batin. Berdesak2an dengan lawan jenis, tidak hanya bersenggolan namun sudah berhimpit2an dengan lawan jenis. Sungguh saya merasa tidak nyaman sama sekali. Sedangkan untuk ukuran kendaraan pribadi sama besar resikonya apalagi di kota besar seperti tempat saya tinggal atau kebanyakan wanita di dunia ini tinggal.

Belum lagi dalam masalah lingkup kerja yang bercampur dengan lawan jenis. Bukan hanya berhimpit karena keadaan, bahkan bisa jadi bercampur Karena keinginan, ada nafsu yang melandasi pergaulan tanpa batas antara laki laki dan perempuan dalam lingkup kerja. Dan percampuran itu pun dihalalkan atas nama “kekompakan” atau atas nama “kualitas kerja”.

aya_muaya
22-06-2011, 05:02 PM
[PUISI]

Diam

tak ada kata yang ingin kuucap
tak ada rasa yang harus kukecap
tak ada cerita yang harus kuungkap
tak ada suara yang harus kubekap..

semua diam
senyap
tanpa dirimu

sepi
sunyi
tak berisi,
bahkan cintakupun ikut kau pergi

kasih...
segera pulanglah
isi hariku
dan akan kuberikan kau
sebuah ciuman termanisku...

i love u

aya_muaya
04-07-2011, 05:42 PM
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQKLgtxeEEyPxjKxUIP9964Bw7QcjoYV JytfZ_aUjx7clz6IenoVA

resep membuat nasi goreng... kenapa harus dimasukkan pete ya?

aya_muaya
04-07-2011, 05:44 PM
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQjEJaqg41usNvUJHNKI0iYd2skru-Bc8Ix4di35EnBWH2elQjW

aha.. aku mau masak kue aja ah,....

aya_muaya
04-07-2011, 05:45 PM
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTJk3h6Ew1Vy9ssz0A7_83pVJgQejggk GMI56phXjGdiVxrPe4g

ini dia cookies sudah matang....

aya_muaya
04-07-2011, 05:47 PM
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRmyG_WMTnbnspEaCQwWwpCCI5opZzzZ w1K3Mok3_voz7jN0tg7

saya juga memasak sashimi juga... ^^ selamat menikmati...

aya_muaya
04-07-2011, 05:48 PM
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTAarZnuuXmwXKPXYh-J7hDyKF-YDtKJK6i70BVl_LIK4wEb-u3Cg

oseng2 juga...

opera
04-07-2011, 05:52 PM
http://www.columbia.edu/cu/anime/images/chibi.jpg

kamu yang cobain dulu ya.... nanti kalau enak saya ikutan coba deh..

aya_muaya
24-09-2011, 09:02 PM
di sebuah kantin..
Lia : say, kemaren aku mendapati arya lagi melihat ke arahku, dua kali kepergoki dia lg liatin aku..
Maya : kamu sih... Sok akrab ama dia..
Lia : la...aku kan cuma nganggap dia kea abang aku sendiri may...
Maya : dianya gemana? Anggap kamu adiknya juga gak?
Lia : lha.. Dia kan udah punya anak istri...
Maya : teruss?
Lia : kok terus, ya seharusnya kan dia cuma anggap aku adiknya..
Maya menggetok kepala temannya...
Maya : dodolz... Yang namanya laki, gak bisa anggap cewek lain sebagai adiknya dudulz... Apalagi istrinya beda kota.. Lu bego ah lama2...
Lia : maksudmu, arya bisa naksir aku? Gt?
Maya : ya iyalah...
Lia : aku kan gak cantik...masa dia naksir aku?
Maya : lia sayang... Nyatanya?dia ngeliatin kamu kan?

beastmen85
24-09-2011, 09:17 PM
http://www.columbia.edu/cu/anime/images/chibi.jpg

kamu yang cobain dulu ya.... nanti kalau enak saya ikutan coba deh..

awwwwwww, cuteee, moeee %kis%kis2::chearleader::::droll::::cabul:::matabes ar:

aya_muaya
24-09-2011, 10:08 PM
apa yang harus kulakukan sekarang? Kembali ke pertunjukan dan pura2 tidak pernah ternah terjadi insiden memalukan itu?
Atau aku kabur saja, meninggalkan semuanya.. Biarkan mereka melupakanku sejenak, saat mereka sudah lupa, aku bisa kembali.. Atau aku bisa menjadi pribadi yang baru.. Menjadi sosok yang lain bahkan..
Tidak bisahkah mereka pura2 tidak melihatnya? Bisakah? Aku malu...

beastmen85
24-09-2011, 11:35 PM
^ cuek bebek aja non

aya_muaya
25-09-2011, 12:02 AM
kucoba menekan ulang nomornya, tapi entah kenapa gak nyambung ya? Katanya diluar service area, nomor gak dipakai, padahal baru beberapa hari lalu masih ngobrol..
Nomornya yang lainpun masih bernasib sama.. Gak bisa dihubungin!dia menghilang kemana sih? I need her!
Kucoba mengecek fbnya, tapi aneh...aku tak menemukannya... Tiba2 dia menghilang begitu saja? Aku tidak mengerti..
Saat buntu, kulihat hape teman tergeletak di atas meja samping komputer,
'bro, gw pinjam hape lu bentar ya..' ucapku
'yoi bro, ambil aja' katanya.
Kutekan nomornya, ku diall.. Nyambung! Kutunggu beberapa saat, ada suaranya bilang 'halo'.. Langsung kumatikan hapenya..
Jangan...jangan...
Dia sengaja menghilang? Memblokir semua nomorku dan fesbukku juga? What the...

aya_muaya
25-09-2011, 12:08 AM
lia : mas, kamu kenapa ada disini?
Andre : kau sengaja menghilang? Memblokir semua nomorku dan fbku juga? Kamu kenapa?
Lia : kamu yang kenapa mas? Kenapa mencariku?apa aku sebegitu penting bagimu? Hingga jarak jawa - kalimantan berasa dekat bagimu? Oh..aku terlalu berharap sepertinya...
*berbalik dan hendak meninggalkan andre
andre : lia.. Setidaknya jelaskan padaku apa alasannya kau menghilang..?
*mengejar lia dan menarik lengan kananya
Lia : penting ya? *meneteskan air mata..
Andre : aku ingin tahu
lia : aku tidak ingin membicarakannya!

aya_muaya
30-09-2011, 09:47 AM
ami : yu, aku mau deh jadi istri kedua dia..
ayu : lu gak serius kan mi?
ami : aku serius yu...
ayu : gila lu ah.. lu tau kan apa konsekuensi logis kalau lu jadi istri kedua? emangnya istrinya bakal ngijinin?
ami : nikah siri aku juga mau yu...
ayu mengongo..tidak menyangka kata2 itu akan meluncur dari mulut sobatnya. ayu tidak menyangka bahwa ternyata cinta ami lebih dalam pada cowok itu. selama ini ayu mengira ami hanya sebatas naksir saja, tidak sampai seserius itu.. ::arg!::

aya_muaya
30-09-2011, 10:00 AM
adakah cinta tanpa rasa sakit
adakah cinta tanpa rasa lelah
adakah cinta tanpa rasa pamrih
adakah cinta tanpa rasa bimbang

aya_muaya
21-10-2011, 01:31 AM
galau..
Terlalu sulit untuk mendeskripsikannya..
Atas apa yang kurasa
apa yang kurasa? Apa yang kuharap?
Semua hanya bias bagiku...

aya_muaya
22-10-2011, 10:56 PM
aku mendesah pasrah...
Gelap menutup kisah
ini bukanlah awal...pun
bukan sebuah akhir cerita...

Semua maasih rancu..
Akan hati dan asa
toh semua penuh ketidakpastian...

Aku hanya pion catur..
Bergerak atas keinginan..
Berlalu dengan serba tergantung..

Kalau kubiarkan. Mungkin aku hanya membuka aib
kalau kudiamkan. Menggerogotiku dari dalam

---------- Post added at 09:56 PM ---------- Previous post was at 09:53 PM ----------

kenapa harus mencinta pada lelaki mendua?
Bias takdir pun ragu sudah..
Jalan gelap tak berlampu,
menyayat hati yang kian pilu

hasrat meiliki, keingin mencinta
hanya dambaan kosong tanpa arti..
Terlepas kupegang,
terkekang kudekap...

Aku pun tak tahu apa inginku sekarang..

aya_muaya
02-12-2011, 08:00 AM
"aku hanya ingin menikmati duren bersama temen2 lama. aku kangen dengan momen makan bareng2 dulu..."

kata seorang rekan, aku terhenyak. what the..
sebegitunya kah... sampai bingung bagaimana mengurainya. sampai2 aku ingin embandingkannya dengan rekan yang datang dari lain kota.
well, suatu hari tiba2 aku juga merindukan rekan di belakangku. sapaan hangat beliau, ajakannya, diskusi bareng bersama2 dengan rekan lain. ternyata..aku yang baru saja bertetangga meja bisa kehilangan. bagaimana dengan rekan2 lain yang selama ini menghiasai hari2 kerjaku? tetangga meja, tim DMS, tetangga rumah, suatu saat aku pasti akan mengalami saat2 kehilangan mereka.
aneh, padahal selama ini sejak hidupku aku tidak pernah takut kehilangan. kelulusan demi kelulusan aku jalani dengan lurus2 saja. kehilangan demi kehilangan aku jalani dengan biasa, rutinitas2 baru pun aku sambut dengan antusias.
begitu aku membayangkan akan kehilangan mereka.. sedih juga.. rasanya, mungkin aku juga akan merasakan hal yang sama someday.. aneh membayangkannya

aya_muaya
06-12-2011, 03:46 AM
rasa itu datang dan membuatku lebih manusiawi
sosok itu datang dan membuatku belajar tentang hidup ini
memaksaku melihat dari sisi yang berbeda
dan membuat senyumku merekah...

aya_muaya
12-12-2011, 01:44 AM
tiba2 pengen nulis lepas.
Tentang dua kawan yang sedang berusaha untuk menikah. Kawan pertama adalah sepupu jauh, sejak kecil bahkan sejak lahir dia gak pernah bertemu dengan bapaknya. Bapaknya meninggalkan dia sewaktu masih di kandungan ibunya. Hingga waktu berlalu 24tahun lamanya... Hingga akhirnya dia memberanikan diri mencari sosok ayahnya. Meski itu artinya dia harus meluangkan hatinya seluas samudera dan pintu maaf bagi ayahnya. Ayahnya kini sudah renta, sakit2an malah. Dan tak berapa lama dia meninggal.
Harapannya agar ayahnya menikahkannya, pudar sudah... Dia terpaksa harus mencari wali pengganti...

---------- Post added at 01:44 AM ---------- Previous post was at 01:39 AM ----------

kawan yang kedua, berniat menikah dengan orang yang dulu sempat dia antipati. Tidak mau dengan cowok lebih muda dan pernah menikah. Ternyata gak semulus dugaannya, orangtua si cowok gak setuju karena status ekonomi kawanku, orangtua kawanku gak setuju dengan status dudanya..
Betapa banyak liku liku kehidupan menghampiri.....
Betapa banyak kisah seorang manusia yang dianggap remeh orang manusia lain hanya karena uang dan kedudukan.
Betapa banyak kisah cinta.... Ah cinta, kenapa tidak ada kata yang pas untuk menceritakannya?

aya_muaya
20-12-2011, 04:20 PM
lelah.. lelah aku menatapmu dari belakang
lelah aku menatap punggungmu
berbaliklah dan lihat aku
hangatkan hatiku dengan cintamu...::ungg::

aya_muaya
25-12-2011, 10:51 PM
sebenarnya pengen menenggelamkan diri dalam menulis. menulis apapun.. namun ibarat kolam ikan, aku gagal menemukan dimana penyumbat untuk mengeluarkan airnya. air kolamku sudah buthek, saatnya ganti baru..
tapi aku tidak mungkin mengurasnya, butruh banyak tenaga dan waktu... dan aku tidak punya keduanya.
aku butuh menulis...ternyata.
tapi syarat utamanya aku tidak berani,. J U J U R
aku kehilangan satu2nya harga diriku. dulu...entah jaman kecebong atau jaman batu air, aku bangga dengan satu2nya kelebihanku, jujur. tapi entah sejak akapan, keberanianku untuk jujur terbentur tembok besar cina yang bentuknya saja aku tidak tahu.
lebay, jangan mencoba mengertio apa yang kutulis, aku sedang mencari penyumbat telinga eh, kolamku. aku ingin mengeluarkan semua air yang ada di kolam dan membersihkannya lalu aku ingin mengganti air kolam dengan yang baru, bersih dan tanpa kotoran. sehingga ikan2 di kolamkau akan senang dan gemuk2... ::doh::

oh GOD, aku suka banget ama nih cd-rosa-the best of-kfc
sayangnya gak ada videonya... :p temenin aku nulis ya kak rosa... *gaya ababil..::hihi::

aya_muaya
26-12-2011, 12:48 AM
1644 teman di fesbuk...
1000teman kurang, 1 musuh lebih
entah siapa yang bilang. tapi benarkah? perlukah kita didengar oleh 2000telinga atau lebih?
ataukah cukup hanya 2telinga yang mendengar segala keluh kesah kita dan cukup 1 mulut yang menasehati kita?
ataukah itu hanya sebuah ungkapa keserakahan manusia belaka?
kembali ke 1644...
1644 teman di fesbuk. terdiri dari teman kantor, kuliah, sma, smp, sd, temennya suami, temen2 fordis, temen2 maya (lingkar pena, dll)..
1644.. berapa orang sih yang aku tahu kabarnya sekarang? adakah 10%nya?
berapa banyak orang yang kusinggahi fesbuknya dan melihat kabarnya? adakah 10%nya?
masih perlulah 1644 itu?
jika aku masih menangis di malam hari
melarikan diri dalam toilet atas nama kemerdekaan
mengembara ke maya dunia fana
melipur diri atas nama kebohongan cinta

BundaNa
26-12-2011, 06:01 AM
Berbakat menulis bu aya. Tinggal tehnik aja yang ditingkatkan. Feelnya udah dapet

*disini mengomentari tulisan yaaa

aya_muaya
26-12-2011, 07:38 AM
asyik... Dibilang berbakat.. Tapi bakat terpendam ya bun, saking dalamnya terpendamnya sampai susah galinya.. Hehhehe..

BundaNa
26-12-2011, 09:31 AM
Yang penting rajin menulis dan berlatih. Bakat itu cuma nyumbang 10%, selebihnya adalah rajin berlatih

Ray Surya
26-12-2011, 09:45 PM
oh oh oh sangat syuperrr bahasanya, sering nonton Super Mario Bros Teguh yak?

aya_muaya
16-01-2012, 10:34 AM
oh oh oh sangat syuperrr bahasanya, sering nonton Super Mario Bros Teguh yak?

suka tapi gak sering karena nonton tipi cuma kalau senggang dan nemu channelnya aja.

---------- Post added at 10:34 AM ---------- Previous post was at 10:30 AM ----------

tok tok tok...

apa?

lu udah gila ya? nyadar donk

gw udah gak peduli dan gak mau dengar. ini hidup gw, lu.. mendingan diem. kali ini gw gak mau jadi cewek baik2 lagi, gw capek. gw mau jadi cewek jahat, gw gak peduli dengan semuanya. ngerti? jangan minta aku untuk mengikuti semua aturan2 yang ada. semua membelenguku. aku gak mau lagi terkekang. aku mau bebas! hanya Tuhan yang bisa menghentikan aku.

what? lu gila ah. nyadar donk. sebelum lu nyesel seumur hidup lo.

diam! lu tau apa sih? gw yang ngerasain,. yang nanggung beban ini. dan gw capek! gw nyerah! *setidaknya untuk saat ini. gak ada yang bisa membuat mundur.

aya_muaya
11-06-2012, 02:11 PM
kenapa kalau pakai id ini susah bener bikin puisi ya..

aya_muaya
11-02-2013, 01:54 AM
Lama tak menyentuhmu
Hilang diri yang lama berkabut sendu
Aku bernama fajar..
Tapi aku cinta senja
Warna jingganya....
Semburat emas merona...
Memberikan kenanggunan dan sebuah keindahan yang agung...

Maeswara
10-05-2013, 12:16 AM
bagus nih puisinya:ngopi: