PDA

View Full Version : Ahmad Dhani pake baju NAZI SS buat Prabowo, menurut loeee??



jojox
25-06-2014, 06:04 PM
Suwer, topik Nazi dan SS masuk dalam kampanye capres itu...tidak pernah terduga.
the last thing you would do to influence voters...E V E R . ::arg!::

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Source: Media Jerman, Spiegel.

http://www.spiegel.de/politik/ausland/indonesien-ss-uniform-von-heinrich-himmler-in-wahlkampf-video-a-977207.html

--------------------------------------------------------------translated-------------------------------------------------

"We Will Rock You" di Nazi estetika: mantan jenderal Prabowo Subianto dalam perebutan presiden Indonesia dan penyanyi Heinrich Himmler berseragam.

Jakarta - Dalam dua minggu, negara Islam terbesar di dunia akan memilih kepala negara baru. Lebih dari 185 juta orang Indonesia pada tanggal 9 Juli, pilihan antara dua kandidat presiden - gubernur ibukota, Jakarta, Joko Widodo, dan mantan jenderal Prabowo Subianto.


Karismatik Widodo, julukan Jokowi, adalah favorit di minggu-minggu terakhir kampanye. Tapi kandidat saingannya memberhentikan semua . Untuk sprint akhir diterbitkanlah dari tim kampanye Prabowo sebuah lagu untuk menginspirasi terutama anak muda Indonesia.

Lagu classic dari Queen, "We Will Rock You" nyanyian melodi pop terkemuka di Indonesia nama Prabowo dan calon wakil nya-Hatta Rajasa. Hal ini dijelaskan lebih lanjut dalam teks: "Indonesia terjaga, Siapa lagi yang mampu membangkitkan Indonesia dari penderitaannya Siapa lagi kalau bukan kita?"

Prabowo bermain dengan estetika Nazi

Lebih eksplosif dari lirik, bagaimanapun, adalah pakaian dari penyanyi Ahmad Dhani. Dia memakai jaket seragam hitam yang menyerupai seragam pemimpin SS Heinrich Himmler terlihat membingungkan. Dhani memakai lambang yang sama dan disebut medali darah di dadanya.

Pemimpin SS Himmler: Bermain dengan estetika Nazi untuk tampilan yang lebih besar

Pemimpin SS Himmler: Bermain dengan Nazi estetika
Keterhubungan ini sengaja dipentaskan dengan simbol rezim Nazi di Indonesia adalah suatu respon yang hidup. The "Reich Ketiga" banyak dianggap sebagai model dalam hal kekuatan militer dan efisiensi pemerintahan. Adolf Hitler "Mein Kampf" dijual di banyak toko buku. Di Kota Bandung, bahkan ada kafe yang menyajikan dalam pelayan di SS seragam makanan dan minuman.

Bahkan calon presiden Prabowo menempatkan dalam kampanyenya pada estetika militer. Pada halaman resminya di Facebook politisi ini menunjukkan dalam seragam milisi Partai Gerindra-nya, "Gerakan untuk Indonesia Raya".

Takut kemenangan pemilu dari mantan jenderal

Prabowo adalah mantan putra diktator lama Suharto. Sebagai seorang jenderal, ia memerintahkan pada tahun delapan puluhan dan sembilan puluhan pembantaian di provinsi bermasalah Timor Timur. Sebelumnya, ia telah dilatih, antara lain oleh GSG 9 di Republik federal (Jerman)

Setelah ayahnya lengser pada tahun 1998, Prabowo hidup selama beberapa waktu di pengasingan di Yordania. Setelah kembali, ia mendirikan pada tahun 2008 partai Gerindra.

Dalam kampanye pemilu saat ini, ia telah lama dianggap sebagai harapan dalam duel dengan lawannya Jokowi. Dalam beberapa pekan terakhir, kesenjangan antara dua kandidat terkini telah menurun dengan cepat dalam jajak pendapat. Sementara itu, media Indonesia menandingkan keduanya head-to-head.

Aktivis demokrasi dan jurnalis takut dalam kemenangan pemilu oleh Prabowo akan kembali ke hari-hari gelap kediktatoran.

etca
25-06-2014, 06:44 PM
Nambahin beritanya saja. plus gambarnya.

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/20140625_170116_dhani-nazi-prabowo.jpg

TRIBUNNEWS.COM - Anggota tim ahli pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Andreas Pareira, mempertanyakan penampilan musisi dan penyanyi Ahmad Dhani yang mengenakan pakaian mirip pemimpin pasukan khusus Nazi, Heinrich Himmler, dalam video dukungannya kepada Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Dia menyebut, penampilan itu dapat mengundang kecurigaan terhadap karakter Prabowo.

"Ini patut dicurigai. Jangan sampai penampilan ini mencerminkan karakter asli berbau Nazi dari capres dukungan Ahmad Dhani," tulis Andreas melalui keterangan pers, Rabu (25/6/2014).

Andreas mengatakan, Himmler adalah penjahat perang yang dianggap sebagai aib di negaranya, Jerman. Namun, kata dia, Dhani yang selama ini dianggap sebagai salah satu bagian tim sukses Prabowo-Hatta justru mengagung-agungkan Himmler.

Dia pun khawatir apabila karakter Nazi mencerminkan karakter Prabowo, demokrasi Indonesia akan berada dalam kondisi bahaya. Andreas pun merujuk pada pengalaman Jerman saat dipimpin oleh Adolf Hitler, pemimpin fasis yang memanfaatkan lemahnya sistem demokrasi.

"Demokrasi ini akan kembali berantakan kalau Indonesia dipimpin oleh seorang presiden yang berkarakter Nazi," tutupnya.

Sebelumnya, media online berbahasa Jerman, Spiegel, menyoroti pemunculan simbol-simbol yang menyerupai identitas Nazi dalam perhelatan politik Indonesia. Salah satu sorotan tersebut tertuju kepada pakaian yang dikenakan oleh musisi Ahmad Dhani dalam video lagu dukungan untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. (Rahmat Fiansyah)

saus kecap (http://www.tribunnews.com/seleb/2014/06/25/capres-berbau-nazi-yang-secara-tidak-sadar-dicitrakan-ahmad-dhani)

serendipity
25-06-2014, 07:32 PM
Ya si Dani pengen keliatan pinter biar dibilang mirip wahyudi eh yahudi.
Nazi itu dikira keren ama dia. Terus di twitter mengadakan pembelaan diri ala2 dani yg pinter.
Ciyan juga prabowo kalo kaya gini selain duit yg berkurang, pamornya juga jd jelek ;D
Bayar buzzer macem si dani wasting time n money :))

kandalf
25-06-2014, 10:43 PM
Karena itu, menurut teori kawan2 gue, Prabowo sebenarnya sudah malas jadi presiden. Jadi pas debat kemarin diam-diam membantu Jokowi. Sengaja tidak agresif.

Aku belum lihat videonya. Waktu videonya pertama muncul, aku malas melihat karena gambarnya udah berbau militer.
Ternyata malah pakai seragam SS yah? Parah neh, Ahmad Dhani.

---------- Post Merged at 10:43 PM ----------

Karena itu, menurut teori kawan2 gue, Prabowo sebenarnya sudah malas jadi presiden. Jadi pas debat kemarin diam-diam membantu Jokowi. Sengaja tidak agresif.

Aku belum lihat videonya. Waktu videonya pertama muncul, aku malas melihat karena gambarnya udah berbau militer.
Ternyata malah pakai seragam SS yah? Parah neh, Ahmad Dhani.

ishaputra
25-06-2014, 11:38 PM
Dalam konteks Indonesia, yang dilakukan Dhani bukan suatu "kejahatan" yang serius dalam arti pidana. Tetapi bagaimana pun, secara moril ini adalah blunder besar buat kubu Prabowo.

jojox
26-06-2014, 12:05 AM
Aslinya Prabowo sendiri tuh paham Jerman (dan bahasanya) dan bisa ngerti bacaan der Spiegel. Kok ya diterima gitu..lho. wtf.

Dhani, komen di twitter ttg Jews, well. Oke lah.. Tpi kalo dah terkait NAZI, semuanya dipersepsikan NOT cool, not even funny/interesting. Dunia melihatnya gitu. Loe jalan2 pake seragam SS di Berlin, ...cari mati. Lambang dan simbol tuh jelas2 di ban/verboten kayak "PKI". Ada memang gerakan neo-nazi dan mereka bener2 diawasi ketat dari bundes republik.

Prince Harry, party pake itu, uploaded to socmed, Buckingham malunya gak habis-habis. Nempel label dan stigma mpe sekarang, meskipun apology berulang-ulang.

Ada etika sosial dari fakta sejarah WW yg buruk ini, terlepas anda orang indonesia atau jerman, dimanapun berada. Gak bisa ignoran, sorry.

ndableg
26-06-2014, 12:09 AM
Ah.. menurut gw keren sih jaketnya.

surjadi05
26-06-2014, 12:19 AM
Nambahin beritanya saja. plus gambarnya.

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/20140625_170116_dhani-nazi-prabowo.jpg

TRIBUNNEWS.COM - Anggota tim ahli pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Andreas Pareira, mempertanyakan penampilan musisi dan penyanyi Ahmad Dhani yang mengenakan pakaian mirip pemimpin pasukan khusus Nazi, Heinrich Himmler, dalam video dukungannya kepada Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Dia menyebut, penampilan itu dapat mengundang kecurigaan terhadap karakter Prabowo.

"Ini patut dicurigai. Jangan sampai penampilan ini mencerminkan karakter asli berbau Nazi dari capres dukungan Ahmad Dhani," tulis Andreas melalui keterangan pers, Rabu (25/6/2014).

Andreas mengatakan, Himmler adalah penjahat perang yang dianggap sebagai aib di negaranya, Jerman. Namun, kata dia, Dhani yang selama ini dianggap sebagai salah satu bagian tim sukses Prabowo-Hatta justru mengagung-agungkan Himmler.

Dia pun khawatir apabila karakter Nazi mencerminkan karakter Prabowo, demokrasi Indonesia akan berada dalam kondisi bahaya. Andreas pun merujuk pada pengalaman Jerman saat dipimpin oleh Adolf Hitler, pemimpin fasis yang memanfaatkan lemahnya sistem demokrasi.

"Demokrasi ini akan kembali berantakan kalau Indonesia dipimpin oleh seorang presiden yang berkarakter Nazi," tutupnya.

Sebelumnya, media online berbahasa Jerman, Spiegel, menyoroti pemunculan simbol-simbol yang menyerupai identitas Nazi dalam perhelatan politik Indonesia. Salah satu sorotan tersebut tertuju kepada pakaian yang dikenakan oleh musisi Ahmad Dhani dalam video lagu dukungan untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. (Rahmat Fiansyah)

saus kecap (http://www.tribunnews.com/seleb/2014/06/25/capres-berbau-nazi-yang-secara-tidak-sadar-dicitrakan-ahmad-dhani)
Oo ini tah yg lagi dihebohkan salah personil queenw

ndableg
26-06-2014, 12:52 AM
Tpi kalo dah terkait NAZI, semuanya dipersepsikan NOT cool, not even funny/interesting. Dunia melihatnya gitu.

Buat yg jaim2 aja seh..

tuscany
26-06-2014, 01:17 AM
Seragam Nazi itu kan designernya ... aduh lupa siapa. Pokoknya yang ngetop lah, makanya banyak diburu pencinta benda2 militer karena dianggap seragam militer paling bagus.

Btw, yang salah artikelnya apa translatenya ya, kok Prabowo dibilang anak Soeharto.

et dah
26-06-2014, 11:13 AM
pendekin lg rambutnya udah mirip himmler si dani ;D

second_life
26-06-2014, 11:25 AM
jangan2 nih kambing sebenernya dukung pak wiwi. dia sengaja mendeklarasikan diri menukung pak wowo, terus bertingkah yg nggak2.
jadi pamor pak wowo nyungsep deh.
*teoriancur.com ;D

serendipity
26-06-2014, 11:31 AM
Belom lagi dia ga minta ijin ama Queen buat pake lagunya. Duh. Katanya ngerti hak cipta, tapi kok hal yg umum kaya gini gak dikerjain.
Maderpaker banget emang Dani

Kingform
26-06-2014, 12:03 PM
videonya

http://www.youtube.com/watch?v=gU-oqpEIF7I&app=desktop

mungkin maksudnya biar prabowo juga ada lagunya kali ya, kayak lagu salam 2 jarinya jokowi. tp jadinya malah fail berat. udah bermasalah dikostum, pake lagunya Queen tanpa ijin pulak ::doh::

surjadi05
26-06-2014, 12:17 PM
Belom lagi dia ga minta ijin ama Queen buat pake lagunya. Duh. Katanya ngerti hak cipta, tapi kok hal yg umum kaya gini gak dikerjain.
Maderpaker banget emang Dani

yoi, berantas pembajakan, psst tapi khusus yg bajak lagu dia aja ::hihi::::hihi::

lily
26-06-2014, 04:22 PM
https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpf1/v/t34.0-12/10487859_10152941043733082_1768217446_n.jpg?oh=093 e8391c7c622f33966beaf307e9198&oe=53ADE96E&__gda__=1403905087_a8c926222e40c9b3c9a81bbf573e553 c

---------- Post Merged at 03:22 PM ----------


https://scontent-a-kul.xx.fbcdn.net/hphotos-xpa1/t31.0-8/q71/s720x720/10498438_10152954368748012_1775672669554120282_o.j pg

et dah
26-06-2014, 05:09 PM
lahir tahun 1990?? ;D

eve
28-06-2014, 11:41 AM
Seragam nazi nya yang keren... Sayangnya yang make gak kerenn...

mbok jamu
28-06-2014, 02:34 PM
Dia pikir dia ganteng. ::hihi:: Anyway, sudah minta maaf dia. Ndak perlu diterjemahkan ya, easy English koq.


Ahmad Dhani Apologizes for Nazi Music Video, but Prabowo Deputy Still a Fan
By Jakarta Globe (http://www.thejakartaglobe.com/author/jakarta-globe/) on 06:54 pm Jun 26, 2014Jakarta. Indonesian Idol judge Ahmad Dhani apologized on Thursday for dressing up as Heinrich Himmler for a music video in support of presidential candidate Prabowo Subianto (http://www.thejakartaglobe.com/news/prabowo-campaign-disgraced-ahmad-dhanis-shameful-nazi-music-video/), but several of the latter’s most senior supporters stood by the production — with the party’s deputy chair heaping praise on Dhani for his creativity.


“I will never wear it again. I’ve learned my lesson,” Dhani told a Jakarta Globe journalist in Kebon Jeruk, West Jakarta, on Wednesday night. “This was purely about fashion and was not related to ideology — the Western media knows I am a real pluralist.”


Dhani and three finalists — Husein, Nowela and Virzha — from the Indonesian Idol TV show filmed a music video for Prabowo’s presidential campaign in which the singers covered Queen’s “We Will Rock You” with the lyrics “Who will awaken Indonesia from its misery if not us? Prabowo-Hatta!”


Dhani was initially defiant on Wednesday, at one point saying that wearing an SS jacket made him as much a Nazi sympathizer as wearing a Star of David made him a Zionist. His management company, Republik Cinta, however, decided to remove the video from its YouTube channel at the request of Prabowo’s campaign team on Wednesday after Der Spiegel, the Jakarta Globe, Time magazine and other news outlets reported that Prabowo had endorsed a music video featuring an Indonesian Idol judge dressed as a mass murdering war criminal.


“When we were shooting the video, I did not think about [the costume],” Dhani said, as quoted by Indonesian news portal Tribunnews.com. “My assistant brought so many clothes so I just wore the ones available. I don’t have any [fascist] tendencies. It was just by chance that I wore that one. This has been twisted to take a political direction.”


Pra-Ha brouhaha
Prabowo, despite endorsing the video on June 20 on his official Facebook page, has remained silent on the controversy — instead relying on his campaign team to issue pat dismissals to the effect that Dhani’s witless simulacrum of Nazi chic was a worthy expression of a creative genius at work.


“[The video] did not come from the campaign team’s direction,” said Tantowi Yahya, a spokesman for Prabowo’s campaign team and a serving member of the House of Representatives. “As an artist, someone must be eccentric. If they are not they are the same as regular people.”


“It was a lame denial,” Haris Azhar, coordinator of the Commission for Missing Persons and Victims of Violence (Kontras), told the Globe. “The campaign team should have stopped Dhani from publishing the video because the video is dumping our people down.


“The government never said that what happened during the New Order era was wrong, so 16 years after the reformation our mind-set remains the same. We just moved on without knowing what was wrong with the New Order and as a result when Ahamd Dhani shows up in his Nazi uniform some people think it is OK.”


Some in the Prabowo camp responded to the video on the premise that attack is the best form of defense. The deputy leader of Prabowo’s Great Indonesia Movement Party (Gerindra) and the presidential candidate’s chief spokesman, Fadli Zon, took the opportunity to remind Indonesians of the dangers of communism.

“I support the creativity of Ahmad Dhani. This is a democracy and creativity should not be silenced,” Fadli tweeted on Thursday afternoon, describing the video as “very cool.”


“Indonesia has no relation to Nazism, but it does to communism. The “Mental Revolution” has strong roots in communist ideology,” Fadli tweeted on Thursday afternoon, before wandering off into linking rival candidate Joko Widodo’s call for a “mental revolution” to China’s May Fourth Movement and Marx’s 1852 essay “The Eighteenth Brumaire of Louis Bonaparte.”

Fadli was referring to Joko’s Kompas op-ed in which the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P) candidate articulated a call for Indonesia to undergo a collective change of attitude in order to focus on the prosaic details of clean governance and greater tolerance.


Joshua Oppenheimer, a filmmaker nominated for an Oscar for his documentary on the massacre of Indonesian communists in 1965-66, criticized Prabowo on Wednesday and called on the candidate to apologize on Thursday.

“This is not a clever foreign policy move for Prabowo,” Oppenheimer told the Globe on Wednesday. “Unless he really wants to alienate all of Europe — and the rest of the human community.”


Amien Rais, a leading figure in the overthrow of the Suharto regime who now is now the chief adviser to Prabowo, Suharto’s former son-in-law, was one of the few officials in the camp to unequivocally condemn Dhani’s flirting with Nazism.

“This really was a fatal mistake,” Amien said. “He shouldn’t have played around because the Nazis, and the swastika, is an enemy of the world. I think he made a mistake. He should not have done it.”


Twitter bullying
As Gerindra officials gave out a mixed messages on Thursday, a Time magazine journalist who reported the story on Wednesday was subjected to a vile bullying campaign online.


Yenni Kwok’s article in the online version of Time was published with the headline “This Indonesian Nazi Video Is One of the Worst Pieces of Political Campaigning Ever.”


Several Prabowo supporters spent part of Thursday abusing Kwok for her article. The most egregious example came from Ratna Sarumpaet, a prominent Indonesian writer and — evidently part-time — human rights activist, who tweeted Kwok’s personal details along with a picture of Kwok and her daughter, which Kwok said had been lifted from her Facebook account.


As the Indonesian media and journalists from abroad waded in to support Kwok for her article, there were still those wondering whether Prabowo would break his silence on his decision to endorse a campaign video styled on one of the most murderous regimes of the 20th century.

thin.king
28-06-2014, 07:19 PM
Gw ga ngertinya bagian RS nyerang YK, why??? :tanya:

ishaputra
28-06-2014, 07:29 PM
Saya nggak tertarik mbahas bajunya. Saya tertarik mbahas lagunya.

Ahmad Dhani mewakili kemunafikan seniman-seniman Indon yang sering teriak "anti-pembajakan", tapi sebenernya banyak karya-karya mereka hasil njiplak karya orang lain.

Baik musik maupun sinetron, sama saja.

Munafik. ::ngakak2::

surjadi05
28-06-2014, 08:43 PM
Gw ga ngertinya bagian RS nyerang YK, why??? :tanya:

Mungkin RS Dijanjiin jadi menkofindo sama prabowo cs? Tapi tipe pengecut upload foto2 anak orang biar jadi takut ::kesal::

mbok jamu
28-06-2014, 09:45 PM
YK menulis artikel dengan judul "This Indonesian Nazi Video Is One of the Worst Pieces of Political Campaigning Ever" yang isinya membahas clip ini di Time.

Menurut RK tulisan itu dogmatis tapi kritik RK ndak tepat sasaran, malah bawa-bawa ras, upload foto, dsb. Ndak cerdas.

tuscany
29-06-2014, 04:55 AM
Ternyata ada posisi part time untuk human right activist ya, baru tau saya.