PMSVH
24-02-2014, 05:22 AM
Menjelang Pemilu, para "politisi" rajin berkunjung ke daerah daerah untuk mencari dukungungan. Giku yang salah seorang calon Legislatif memilih mengunjungi desa dan perkampungan, selain biayanya yang lebih murah, masyarakatnyapun relatif masih mudah untuk dipengaruhi .
Dengan bersemangat tinggi Giku datang ke perkampungan suku terasing nun jauh terpencil untuk kampanye. Di ladang ketela yang habis dipanen, ia pun berpidato berapi-api.
"Saya datang jauh-jauh ke sini, karena saya mencintai Saudara-saudara semua ..!"
"Wuukaaaa ...!"
Orang-orang desa berteriak serempak sambil mengepalkan tangan mereka ke udara.
Semangat Giku, sang politisi pun kian membara.
"Dengan sepenuh hati akan saya perjuangkan kemakmuran untuk Saudara-saudara .!"
"Wuukaaaa ...!"
"Perumahan yang lebih baik ..!"
"Wuukaaaa ...!"
"Makanan yang lebih lezat dan bergizi ..!"
"Wuukaaaa ...!"
"Pendidikan ..!"
"Wuukaaaa ...!"
"Kesehatan ..!"
"Wuukaaaa ...!"
"Kehidupan yang lebih bermartabat ..!"
"Wuukaaaa ...!"
Sungguh kampanye yang amat gegap-gempita dan meriah. Usai berkampanye, politisi Giku yang juga pengusaha ini meninjau perkampungan didampingi Kepala Suku .
Ia tertarik pada bangunan besar tepat ditengah perkampungan .
"Bangunan apa itu ..?" tanya sang politisi
"Itu kandang kuda." jawab kepala suku
"Kuda ..?" sela sang politisi
"Ya. Kami menggunakan kuda untuk berburu. Kuda milik warga semua disimpan di kandang itu." kata kepala suku menerangkan .
Lagi-lagi politisi yang mantan aktivis ini bangkit semangatnya. Kebetulan sekali ia penggemar kuda yang fanatik. Matanya kontan berbinar-binar .
"Boleh saya masuk kandang dan melihat kuda-kudanya dari dekat ..!" tanya sang politisi .
"Oh, silakan ... Tapi hati-hati melangkahnya ya Pak ... ? Jangan sampai Bapak menginjak Wuka ..."
Dengan bersemangat tinggi Giku datang ke perkampungan suku terasing nun jauh terpencil untuk kampanye. Di ladang ketela yang habis dipanen, ia pun berpidato berapi-api.
"Saya datang jauh-jauh ke sini, karena saya mencintai Saudara-saudara semua ..!"
"Wuukaaaa ...!"
Orang-orang desa berteriak serempak sambil mengepalkan tangan mereka ke udara.
Semangat Giku, sang politisi pun kian membara.
"Dengan sepenuh hati akan saya perjuangkan kemakmuran untuk Saudara-saudara .!"
"Wuukaaaa ...!"
"Perumahan yang lebih baik ..!"
"Wuukaaaa ...!"
"Makanan yang lebih lezat dan bergizi ..!"
"Wuukaaaa ...!"
"Pendidikan ..!"
"Wuukaaaa ...!"
"Kesehatan ..!"
"Wuukaaaa ...!"
"Kehidupan yang lebih bermartabat ..!"
"Wuukaaaa ...!"
Sungguh kampanye yang amat gegap-gempita dan meriah. Usai berkampanye, politisi Giku yang juga pengusaha ini meninjau perkampungan didampingi Kepala Suku .
Ia tertarik pada bangunan besar tepat ditengah perkampungan .
"Bangunan apa itu ..?" tanya sang politisi
"Itu kandang kuda." jawab kepala suku
"Kuda ..?" sela sang politisi
"Ya. Kami menggunakan kuda untuk berburu. Kuda milik warga semua disimpan di kandang itu." kata kepala suku menerangkan .
Lagi-lagi politisi yang mantan aktivis ini bangkit semangatnya. Kebetulan sekali ia penggemar kuda yang fanatik. Matanya kontan berbinar-binar .
"Boleh saya masuk kandang dan melihat kuda-kudanya dari dekat ..!" tanya sang politisi .
"Oh, silakan ... Tapi hati-hati melangkahnya ya Pak ... ? Jangan sampai Bapak menginjak Wuka ..."