PDA

View Full Version : Punakawan



PMSVH
05-05-2011, 05:33 AM
Adalah cerita pewayangan, ada yang mengetahui cerita ini dan kapankah cerita ini bermula(?)
Biasa cerita ini kita mendengar ada sangkut pautnya dengan cerita mahabarata, namun dahulu saat cerita mahabarata di salah satu stasiun televisi diputar, sepertinya tidak pernah disinggung tentang para punakawan tersebut.

BundaNa
05-05-2011, 11:30 AM
punakawan itu buatan Indonesia, jadi kalau dari mitologi mahabarata asli ya gak ada. Ini serapan untuk budaya Indonesia, dimana mereka itu adalah dewa yang urun ke bumi untuk mendampingi para pandawa

komporminyak
05-05-2011, 01:29 PM
dari namanya sudah keliatan asli indonesia :
semar gareng petruk bagong :))

PMSVH
05-05-2011, 04:53 PM
punakawan itu buatan Indonesia, jadi kalau dari mitologi mahabarata asli ya gak ada. Ini serapan untuk budaya Indonesia, dimana mereka itu adalah dewa yang urun ke bumi untuk mendampingi para pandawa

Jadi, kapankah cerita ini bermula...(?)
mungkin bisa menunjukan sumber yang ada...

jika mereka adalah cerita dewa yang turun ke bumi guna mendampingi para pendawa,
siapa siapa kah nama dewa yang menjelma menjadi para punakawan tersebut...?

PMSVH
05-05-2011, 04:56 PM
dari namanya sudah keliatan asli indonesia :
semar gareng petruk bagong :))

mmmm..... kelihtan ke-indonesia-an...(?)
maksudmu jawa....(?)
sebab ada beberapa daerah indonesia yang tidak mengenal budaya wayang.....

Ronggolawe
05-05-2011, 04:58 PM
Batara Ismaya (Semar), Duo Bambang Sukodadi (Gareng) dan Panyukilan
(Petruk), lalu bayangan Semar mewujud menjadi Bagong.

PMSVH
05-05-2011, 04:59 PM
mmm..... apa yach istilah untuk sebuah cerita yang tidak ada menurut cerita aslinya namun dihubung hubungkan seolah olah cerita itu menjadi suatu kesatuan...(?)

GiKu
05-05-2011, 05:19 PM
bid'ah ?
:)>-

kandalf
05-05-2011, 06:16 PM
Punakawan itu mewakili rakyat jelata. Uniknya di dalam budaya Jawa-Bali, mereka itu digambarkan wujud aslinya adalah Dewa dan mahluk halus yang lebih kuat daripada para ksatria dan karena itu, serendah-rendahnya derajat mereka, jangan sekali-kali merendahkan punawakawan, dalam hal ini rakyat. Dalam dunia pewayangan Jawa, jurus paling kuat adalah jurus kentutnya Semar.

Di Sunda namanya:
- Semar
- Dawala
- Gareng
- Cepot

Di Jawa namanya
- Semar
- Petruk
- Gareng
- Bagong

Di Bali namanya
- Tualen
- Merdah
- Sangut
- Delem


Selain empat itu, sebenarnya ada satu punakawan lagi, yakni Togog. Bedanya, kalau empat punakawan itu biasanya di pihak ksatria benar, Togog menemani para ksatria yang mewakili angkara murka. Togog sendiri adalah perwakilan hati nurani yang selalu mencoba mengingatkan insan.


Kapan kah mulai ada punakawan? Mungkin ketika masa peralihan antara Singasari dan Majapahit di mana cerita Panji muncul sekitar itu. Di cerita Panji, ada para emban yang menemani Candrakirana dan juga ada para punakawan yang meneman Raden Inu Kertapati. Para punakawan di cerita Panji antara lain Juru Deh, Punta, dan Prasanta. Selain itu, mereka kadang-kadang muncul dalam drama tentang Ken Arok.

keremus
05-05-2011, 07:37 PM
Punakawan representasi rakyat jelata.
Cocok sekali untuk anggota dewan :D

PMSVH
06-05-2011, 04:16 PM
Punakawan itu mewakili rakyat jelata. Uniknya di dalam budaya Jawa-Bali, mereka itu digambarkan wujud aslinya adalah Dewa dan mahluk halus yang lebih kuat daripada para ksatria dan karena itu, serendah-rendahnya derajat mereka, jangan sekali-kali merendahkan punawakawan, dalam hal ini rakyat. Dalam dunia pewayangan Jawa, jurus paling kuat adalah jurus kentutnya Semar.

Di Sunda namanya:
- Semar
- Dawala
- Gareng
- Cepot

Di Jawa namanya
- Semar
- Petruk
- Gareng
- Bagong

Di Bali namanya
- Tualen
- Merdah
- Sangut
- Delem


Selain empat itu, sebenarnya ada satu punakawan lagi, yakni Togog. Bedanya, kalau empat punakawan itu biasanya di pihak ksatria benar, Togog menemani para ksatria yang mewakili angkara murka. Togog sendiri adalah perwakilan hati nurani yang selalu mencoba mengingatkan insan.


Kapan kah mulai ada punakawan? Mungkin ketika masa peralihan antara Singasari dan Majapahit di mana cerita Panji muncul sekitar itu. Di cerita Panji, ada para emban yang menemani Candrakirana dan juga ada para punakawan yang meneman Raden Inu Kertapati. Para punakawan di cerita Panji antara lain Juru Deh, Punta, dan Prasanta. Selain itu, mereka kadang-kadang muncul dalam drama tentang Ken Arok.

mmmm... begitu ya......
terima kasih buat infonya.....


Punakawan representasi rakyat jelata.
Cocok sekali untuk anggota dewan :D


Yang ini, aku setuju buangaet......................

PMSVH
06-05-2011, 04:18 PM
bid'ah ?
:)>-

???????

Kayaknya bukan dech,.....

ndableg
13-05-2011, 09:48 PM
Gw dulu baca wayang purwa.. di situ mulainya kisa dunia perwayangan jawa. Di sana dikisahkan pada awalnya ada kelahiran 3 anak dewa yg berasal dari telur, ismaya (dari kerak telur), dan dua lagi lupa gw namanya dari putih dan kuning telur. Ketiga2nya sama2 sakti, sama2 guanteng, dan sama2 layak menggantikan raja di khayangan.

Pada suatu kali ke dua kakak berdebat mengenai siapa yg tertua dan terlayak menggantikan raja. Ribut2, akhirnya si bungsu manas2in. Gini aja, diadakan kontes, siapa yg bisa menelan gunung, maka dialah yg pantas menjadi raja diraja, raja segala dewa.

Maka dua bersaudara yg sedang dilanda napsu, menyanggupi kontes tsb. Ismaya yg paling sakti akhirnya berhasil menelan gunung, tapi akibatnya perutnya jadi sebesar gunung dan jadilah semar yg dianggap dewa cacat. Sedangkan adiknya yg ke dua tidak berhasil menelan gunung, tapi gunung tuh udah memenuhi mulutnya shg mulutnya jadi monyong, jadilah dia tokoh si Togog. Sedangkan si bungsu yg pinterlah yg berhak menjadi sanghyang jagadnata, menggantikan ayahnya.

Kira2 begitu ceritanya menurut kisah wayang purwo..

Ronggolawe
13-05-2011, 10:16 PM
ismaya (dari kerak telur)

loe serius, bleg?
Wayang Purwa atau wayang betawi?

ndableg
14-05-2011, 12:00 AM
bujug.. kerak telur bukan dadar kerak telor...

eve
14-05-2011, 12:01 AM
makanya muncul makanan khas kerak telor ya?

ndableg
14-05-2011, 12:07 AM
Iya.. makanya ada semar mendem.. kebanyakan kerak telor..

eve
14-05-2011, 12:43 AM
wkwkwkw,,,ooo gitu to asal muasalnya...

Ronggolawe
14-05-2011, 05:58 AM
Sang Hyang Tunggal dan Istrinya melahirkan sebutir telur.
Lalu lewat tapanya, sebutir telur berubah menjadi tiga
jabang bayi, dari kulitnya bernama Semaya, dari putihnya
bernama Ismaya dan dari kuningnya bernama Manikmaya.

Semaya menjadi Togog, Ismaya menjadi Semar sedang
Manikmaya menjadi Bathara Guru.

ndableg
14-05-2011, 04:06 PM
ah.. itu nama2nya.. bagus masih inget...

Ronggolawe
14-05-2011, 05:56 PM
ternyata Sang Hyang Tunggal dan Istrinya kopimaya'ers juga :)

PERMANDYAN
12-07-2011, 11:02 PM
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS6Kbxz053B0hK2itoznwRJQBTU6_9It 6JvxJ3J2Uea7ycIVQ4jMA

AsLan
13-07-2011, 01:39 AM
Ini Kwartet Punakawan :) :


http://www.youtube.com/watch?v=DGpWPRgz68c

Alip
13-07-2011, 07:23 AM
Para Punakawan adalah buah kecerdikan dan kebijaksanaan para juru cerita Jawa. Adaptasi agar kisah yang kental bermuatan budaya India-Hindu bisa dicerna dengan baik oleh rakyat Jawa. Peran para Punakawan yang bahasanya konyol, tol0l, dan ngoko abis ini adalah bentuk keakraban dengan masyarakat penonton di kalangan bawah. Tanpa Punakawan, wayang hanya akan jadi tontonan filsafat kelas atas yang hanya bisa dinikmati oleh para bangsawan saja (lupa baca referensinya di mana).

Di sisi lain, sosok Punakawan yang cuma kacung wulu cumbu tapi ternyata merupakan titisan dewa (bahkan diantara dewa, trah mereka tergolong tinggi), adalah bentuk ajaran pula bagi para bangsawan bahwa suara kebenaran datangnya dari rakyat jelata yang nyerocos polos tanpa tedeng aling-aling. Bahwa rakyat, dibalik kesetiaan dan kepolosannya, adalah sumber kebijaksanaan tak terhingga.

Sanghyang Ismaya
31-12-2011, 12:18 PM
Wah, membahas silsilah dan asal usul diriku yhaaa....???? ::hihi::

Seperti yang sudah diulas di atas; Sang Hyang Wenang menciptakan sebutir telur; kemudian diremasnya telur itu hingga pecah dan muncullah 3 "derivat" dari Sang Hyang Wenang. Sanghyang Tejamaya terwujud dari pecahan cangkang telur; Sanghyang Ismaya dari putih telur; dan Sanghyang Manikmaya dari kuning telur.

Sanghyang Ismaya dan Sanghyang Tejamaya beradu argumen tentang siapa yang paling tua; kemudian mereka adu kesaktian. Siapa yang bisa menelan Bumi akan menjadi yang dianggap paling dihormati. Sanghyang Tejamaya berhasil mengulum Bumi dan kemudian Sanghyang Ismaya berhasil menelan bumi. Sanghyang Wenang yang merasa jengkel atas ulah kedua derivatnya menyabda Tejamaya menjadi lebar mulutnya (jw = dower) dan Ismaya menjadi buncit perutnya. Kemudian Sanghyang Wenang memilih Manikmaya untuk menjadi penguasa triloka.

Sanghyang Tejamaya setelah berubah wujud turun ke Bumi menjadi Togog; dan disusul Sanghyang Ismaya turun ke bumi dengan nama Semar. Togog menjadi pamong para Kurawa; yang selalu mengingatkan yang diasuhnya agar senantiasa berbuat baik. Semar menjadi pamong para Pandawa yang juga selalu mengingatkan mereka agar selalu berbuat baik. Ini adalah kaca benggala; mereka yang berwatak KSATRIA bukan mereka dilahirkan sebagai golongan ningrat; namun siapapun yang selalu memihak kebenaran patut disebut ksatria. Itu sebabnya Eyang Mangkunagara IV dalam serat Wulangreh menyatakan :

Poma kaki padha dipun eling
Mring pitutur ing ong
Sira uga satriya arane
Kudu anteng jatmika ing budi
Ruruh sarta wasis
Samubarang tanduk

Artinya:
Wahai semuanya harap diingat
Akan nasehatku
Engkau juga disebut satria
Harus selalu berbuat baik
Rajin dan terampil
di segala perbuatan

Mengenai sejak kapan munculnya Sanghyang Ismaya ya sejak beliau diciptakan oleh Sanghyang Wenang. Saya pribadi merasa bahwa cerita wayang itu bukan sekedar cerita atau kaca benggala; melainkan pernah di suatu masa terjadi dan kisah mereka dituturkan kepada anak cucu manusia.

Togog dan Semar juga hadir pada masa pemerintahan Kerajaan2 Besar di Nusantara; yang terdeteksi antara lain pada masa Majapahit menjadi Sabdapalon dan Nayagenggong; kemudian di masa Mataram menjadi Bancak dan Doyok....

Togog memiliki wilayah di bidang IPTEK sementara Semar di bidang SPIRITUAL; bangsa yang diasuh oleh KEDUANYA akan menjadi bangsa yang besar. Nampaknya saat ini belum ada terlihat dimana Eyang Semar dan Eyang Togog mengasuh...

Catatan :

Kalau tidak keliru dari hasil diskusi dengan Bli DB di sebuah bale bengong dekat Pura Silayukti pada pertengahan tahun 2011: Di Bali Sangut - Merdah ; dan Delem - Tualen bukan Semar - Gareng - Petruk - Bagong; tetapi Semar - Bagong dan Togog - Bilung; nampaknya Gareng dan Petruk tidak dikenal di sana...

pasingsingan
02-01-2012, 09:00 PM
tokoh/penokohan punakawan hanya terdapat
dalam buku babon (baca pakem pedalangan) hasil kreasi ahli kesenian jawa, cmiiw

versi aslinya (baca India) baik dlm episode Ramayana maupun Mahabarata
tokoh punakawan tidak ada, apa benar demikian?

(mohon pencerahan dari penemban Ismaya) :D

BundaNa
02-01-2012, 09:17 PM
ndak ada mbah *hasil nonton pilem mahabarata versi india*::hihi::

malah gak ada itu Srikandi yang digambarkan cewek ksatria. Malah di India Srikand itu bences loh

Ronggolawe
02-01-2012, 09:19 PM
ndak ada mbah *hasil nonton pilem mahabarata versi india*::hihi::

malah gak ada itu Srikandi yang digambarkan cewek ksatria. Malah di India Srikand itu bences loh
ingat... gw ingat banget senyum sinis Srikandi pada
Bhisma saat rapat koordinasi sebelum perang Bara
tayudha :)

Sanghyang Ismaya
04-01-2012, 10:16 AM
tokoh/penokohan punakawan hanya terdapat
dalam buku babon (baca pakem pedalangan) hasil kreasi ahli kesenian jawa, cmiiw

versi aslinya (baca India) baik dlm episode Ramayana maupun Mahabarata
tokoh punakawan tidak ada, apa benar demikian?

(mohon pencerahan dari penemban Ismaya) :D

Sepanjang yang saya ketahui, memang benar demikian adanya. Mahabharata maupun Ramayana versi India tidak terdapat para punakawan. Punakawan sendiri yang lengkap (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) pun baru terdeteksi pada jaman kapujanggan. Saya tidak tahu kalau ada catatan yang lebih tua yang memuat kisah tentang punakawan sebelum era Kapujanggan. Masing - masing Punakawan pun membawa sifat2-nya masing masing dan dengan ditambah Pandhawa Lima; maka akan membentuk susunan "sedulur papat kalima pancer".




ndak ada mbah *hasil nonton pilem mahabarata versi india*::hihi::

malah gak ada itu Srikandi yang digambarkan cewek ksatria. Malah di India Srikand itu bences loh


Srikandhi Nusantara bertukar kelamin menjadi ksatria pada akhir perang Bharatayudha juga adalah salah satu "kejeniusan" para sastrawan di jaman Kapujanggan. Aselinya memang Srikandhi adalah "wandu"; alias bences. Supaya sinkron dengan ajaran yang pada saat itu sedang ngetrend, dimana hubungan dengan sesama jenis diharamkan maka para Pujangga membuat sosok Srikandhi adalah perempuan titisan dewi Amba; yang karena sumpahnya kelak akan membuat Bisma menemui ajalnya. Oleh karena itu supaya tetap nyambung dengan babon induknya, maka Srikandhi dibuat "bertukar kelamin" dengan seorang resi raksasa.

etca
04-01-2012, 10:40 AM
eh kalau tokoh Lesmono di TVRI yang ada punawakan jaman dahulu kala itu bences bukan?
Lesmana itu siapanya punawakan?

kandalf
04-01-2012, 11:04 AM
Lesmono itu kalau gak salah putranya Duryudana dan Dewi Banowati.

Eh,
aku baru tahu kalau Sangut-Delem-Tualen-Merdah itu lebih menggambarkan Semar-Bagong-Togog-Bilung.

Oh iya,
Di versi Bali, bukannya Srikandi itu juga wanita?
*duh gambarnya kutaruh di mana ya...

Sanghyang Ismaya
04-01-2012, 01:12 PM
eh kalau tokoh Lesmono di TVRI yang ada punawakan jaman dahulu kala itu bences bukan?
Lesmana itu siapanya punawakan?


Lesmono itu kalau gak salah putranya Duryudana dan Dewi Banowati.

Betul, Lesmana adalah putra Prabhu Suyudana (Duryudana) dengan Dewi Banowati... Lesmana bukan bences, tetapi lebih ke anak lelaki yang manja dan nggak dewasa. Makanya kelakuannya menye2 kaya gitu.




Eh,
aku baru tahu kalau Sangut-Delem-Tualen-Merdah itu lebih menggambarkan Semar-Bagong-Togog-Bilung.

Aku juga baru tahu, pas kebetulan ke Bali pertengahan tahun lalu, sempat berdiskusi tentang wayang dan perbedaan wayang Jawa dengan wayang Bali. Saat itu aku sedang mengerjakan script pertunjukan wayang orang dengan judul "Ismaya Jati - Pandhawa Kembar"; dimana konsepnya adalah menggabungkan karakter Wayang Wong Jawa dengan Wayang Wong Bali. Dari hasil diskusi itu terbuka bahwa karakter Sangut, Delem, Tualen, Merdah, justru tidak memiliki karakter Petruk dan Gareng. Tualen-Merdah menjadi pendherek Pandhawa; Sangut-Merdah menjadi pendherek Kurawa... Eh... apa kebalik ya..??? wkwkwkwk...


Oh iya,
Di versi Bali, bukannya Srikandi itu juga wanita?
*duh gambarnya kutaruh di mana ya...

Bisa jadi ya, karena sastra Jawa kuna kebanyakan lari ke Bali dan disana tidak mendapat pengaruh luar.

etca
05-01-2012, 08:43 AM
Hmm terus terang saya ga gampang inget soal wayang ;D
kalau punakawan lebih gampang lah,
dari baju ama postur badan.

nah kalau duryudana ciri khasnya apa ya?
http://2.bp.blogspot.com/_ecaFTwScRqs/TCycoofh-3I/AAAAAAAACxI/6kfxEG_IxRE/s1600/Duryudana-Yogya-02.JPG

trus kalau banowati ciri khasnya apa?
http://3.bp.blogspot.com/_ecaFTwScRqs/TBjoxaFj59I/AAAAAAAACI4/4OBXMZPPF68/s1600/Banowati-Solo-01.jpg

eh kenapa lesmana yang diikutkan dalam acara Punawakannya TVRI?
kenapa bukan tokoh lain?
adakah korelasinya antara Lesmana dengan Punakawan?

Ronggolawe
05-01-2012, 09:32 AM
setahu gw, ciri khas kurawa selalu mendongak, se
dangkan pandawa selalu menunduk.

Sanghyang Ismaya
08-01-2012, 12:12 PM
Lesmana ikut di acara itu mungkin karena sosok pemerannya pas betul dengan wujud lesmana mandrakumara...

Kalo bentuk kaya gitu jadi Wrekodara ya jelas ndak cocog toh om etca? Wkwkwkwk...

Parameswara Li
23-01-2012, 01:13 PM
Sang Hyang Tunggal dan Istrinya melahirkan sebutir telur.
Lalu lewat tapanya, sebutir telur berubah menjadi tiga
jabang bayi, dari kulitnya bernama Semaya, dari putihnya
bernama Ismaya dan dari kuningnya bernama Manikmaya.

Semaya menjadi Togog, Ismaya menjadi Semar sedang
Manikmaya menjadi Bathara Guru.


ah.. itu nama2nya.. bagus masih inget...

Kalo orang Jawa biasanya sih tau. Tapi mungkin ada juga generasi muda orang Jawa (yang lahir setelah tahun 80-an) yang nggak tau.

Ronggolawe
23-01-2012, 02:16 PM
kekeke...., kena loe Bleg ::bwekk::

Sanghyang Ismaya
24-01-2012, 04:31 PM
Kalo orang Jawa biasanya sih tau. Tapi mungkin ada juga generasi muda orang Jawa (yang lahir setelah tahun 80-an) yang nggak tau.


Berarti yg tau tuwir2 ya...