PDA

View Full Version : Free energy, Tesla, dan piramida



ndableg
16-11-2013, 09:44 PM
Nikola Tesla, seorang ilmuwan amerika keturunan serbia dikabarkan telah menemukan cara membangun pembangkit energy di mana seluruh dunia bisa menikmati energi secara gratis. Penemuan ini berupa menara yang berfungsi sbg transmitter untuk menghasilkan listrik tanpa kabel (wireless) yang abadi.
http://www.wisdom-square.com/images/teslatower2.gif http://www.inda-gro.com/images/Wardenclyffe.jpg

Sialnya, penemuan yang sangat bermanfaat ini disponsori oleh seroang raja kapitalis, JP Morgan, yang tentu saja tidak menginginkan penemuan yang tidak menguntungkan kantong pribadi dan kroni2nya. Maka penemuan ini pun dihentikan.


http://www.youtube.com/watch?v=vuINhmT3V8Y

Dokumentasi 10 mnt ini berusaha membuktikan, bahwa penemuan Tesla ini telah digunakan ribuan taun lalu pada jaman firaun yang juga kemungkinan digunakan bangsa maya yang juga memiliki piramida. Video tersebut menguraikan bagaimana bangunan serta bahan2 bangunan piramida ini digunakan oleh bangsa mesir sebagai sumber energi. Ya.. kurang efektip rasanya kalau hanya membangun bangunan yg merepotkan hanya untuk sekedar kuburan raja2. Bangunan luar biasa ini adalah sumber energi bagi bangsa Mesir pada saat itu.
http://www.ancienttomorrow.org/wp-content/uploads/2009/09/PyramidSchematic.gif

Lalu apakah seharusnya energi itu gratis?

Alip
16-11-2013, 10:31 PM
Energi merupakan kebutuhan asasi, saya setuju bahwa energi seharusnya bisa diakses oleh seluas mungkin masyarakat...

Tapi kenapa teknologi segitu penting bisa hilang begitu saja? Dan kalaulah betul karena salah satu komponen dari pembangkit listrik itu dibawa kabur oleh Musa keluar dari Mesir, kan bisa dibuat lagi yang baru? Kecuali kalau komponen yang dimaksud merupakan benda 'ajaib' yang hanya satu-satunya di dunia...

ndableg
16-11-2013, 11:14 PM
Kan ud ditemukan lagi oleh tesla pak. Tapi idupnya malah jadi sengsara.

Alip
17-11-2013, 08:19 AM
Bukan gitu, Bleg...

teknologi sepenting itu pastinya bisa diproduksi ulang oleh tenaga ahli yang ada... Kalau ada komponen penting yang hilang, para tenaga ahli Firaun pasti bisa membuat tiruannya, atau mungkin malah sudah ada suku cadang-nya di gudang. Kalau ternyata salah satu spare part merupakan causa prima dari teknologi itu dan tidak bisa direproduksi, maka konsep ini semuanya disandarkan pada hal mistis (bahan/alat suci yang datang dari langit), bukan teknologi.

Selain itu, saya ragu bahwa pembangunan generator listrik semasif piramid tidak disertai oleh model-model yang lebih kecil. Tentunya kita sendiri awalnya memiliki pembangkit listrik kecil-kecilan dulu, memahami betul konsep teknologi dibaliknya, sebelum akhirnya mencoba membangun proyek pembangkit listrik raksasa yang makan waktu dan biaya pembangunan yang ajib. Rasanya kita tidak melihat teknologi sejenis dalam skala lebih kecil. Piramid-piramid lain tidak dibangun dengan metodologi Piramid Giza, sehingga kegunaannya tentu berbeda.

ndableg
17-11-2013, 04:36 PM
Bisa aja teknologi ini mereka dapat dari firaun jauh sblm firaunnya jaman nabi musa di mana mereka sudah kebagian enak terus shg tidak mikir lagi bagaimana membangun hal ini. Cerita biasa kan kalo misalnya bangsa yang terlena itu melupakan pesan2 nenek moyangnya. Kita aja sekarang ga ada yang tau gimana cara bangun piramida tsb, bukan mustahil kalo misalnya firaun jaman nabi musa pun ga tau caranya.

ndableg
17-11-2013, 04:44 PM
Kemungkinan lain,
Bisa saja sistem ini merupakan rahasia shg tidak ada satupun yang tahu dan mengerti pada jaman sesudah terbangun. Bahkan Nabi Musa sendiri yang (kalo memang benar) telah mencuri super conductor tsb mgk ga tau gimana mengimplementasikan benda tsb. Shg sampe sekarang ark of the covenant adalah benda yang ga ada gunanya walaupun di dalam piramida merupakan komponen penting. Jadi macam benda keramat tapi ga berguna lagi.

Cara berpikir mas alip ini kan cara berpikir jaman modern di mana jaman dulu sudah ada pengalaman2 hilangnya teknologi karena tidak tercatat/sejarah, atau hilang. Karena bisa saja apa yg disebut dgn hal2 keramat, sihir, dll, yang dijauhi adalah teknologi.

noodles maniac
17-11-2013, 08:13 PM
Woah menarik juga ya :)

Piramida Giza itu pembangkit energi apa ya? dipakenya buat apa? :-/

Pembangkit energi butuh modal, yang punya modal ya pengusaha, pengusaha gak mo rugi, dilema juga ya mo bikin pembangkit energi kayak begini :(

ndableg
17-11-2013, 08:25 PM
Mungkin... pemerintah?
Yg jelas baron minyak ga suka.

serendipity
17-11-2013, 08:36 PM
Kasusnya mirip sama Tomy S yg gak suka dengan jeruk lokal alias jeruk medan yg murah dan banyak, supaya jeruk import laku.. maka jeruk lokal banyak di musnahkan.

energi seharusnya sih gratis, kalo bisa gratis. Udah terlalu lama kan energi di bayar dengan harga yg mahal. Selain itu, gw pernah dengan untuk tenaga listrik, dengan memanfaatkan matahari. pernah baca di koran, cuma tetep aja beli alatnya. Gak inget nama alatnya apa

Alip
17-11-2013, 09:08 PM
Cara berpikir mas alip ini kan cara berpikir jaman modern di mana jaman dulu sudah ada pengalaman2 hilangnya teknologi karena tidak tercatat/sejarah, atau hilang. Karena bisa saja apa yg disebut dgn hal2 keramat, sihir, dll, yang dijauhi adalah teknologi.
Jangan kuatir, saya latihan chikung dan pernah belajar sihir kok... jadi saya bisa diajak bicara soal lost technology... :mrgreen:

Maksudnya, ada kejanggalan yang saya temukan dari teori ini,

Dengan asumsi bahwa piramida Giza betul merupakan sebuah generator a la Tesla, Piramida Giza bukan hasil dari akumulasi pengetahuan, terbukti

tidak ada piramida-piramida lain yang memiliki fungsi sejenis, Piramida Giza hanya satu-satunya generator yang ada, padahal kota besar Mesir kan bukan cuma Giza
tidak ada pengetahuan seputar cara kerja Piramida itu, karena para ahli jaman Ramses II tidak bisa membuat piramida sejenis atau sekedar komponennya. Jika rahasia, tetap pasti ada yang tahu, bukan hanya Musa saja
nyatanya ketika komponen penting hilang dicuri, tidak satupun ahli yang bisa membuat ulang...



Bisa aja teknologi ini mereka dapat dari firaun jauh sblm firaunnya jaman nabi musa di mana mereka sudah kebagian enak terus shg tidak mikir lagi bagaimana membangun hal ini. Cerita biasa kan kalo misalnya bangsa yang terlena itu melupakan pesan2 nenek moyangnya. Kita aja sekarang ga ada yang tau gimana cara bangun piramida tsb, bukan mustahil kalo misalnya firaun jaman nabi musa pun ga tau caranya.
Jika ini benar, maka seharusnya sudah ada akumulasi pengetahuan selama bertahun-tahun, sampai suatu titik di mana para ahli sudah cukup pandai dan percaya diri untuk membangun generator dalam skala yang masif. Kita sendiri perlu menerbangkan roket-roket kecil dulu sebelum akhirnya sampai ke Bulan kan?

Nyatanya tidak ada jejak generator sejenis di mana-pun di seantero Mesir. Piramid-piramid yang lain jelas cuma kuburan, karena isinya memang makam dengan segala bumbu rempahnya.


Kemungkinan lain,
Bisa saja sistem ini merupakan rahasia shg tidak ada satupun yang tahu dan mengerti pada jaman sesudah terbangun. Bahkan Nabi Musa sendiri yang (kalo memang benar) telah mencuri super conductor tsb mgk ga tau gimana mengimplementasikan benda tsb. Shg sampe sekarang ark of the covenant adalah benda yang ga ada gunanya walaupun di dalam piramida merupakan komponen penting. Jadi macam benda keramat tapi ga berguna lagi.
Sama seperti di atas, rahasia sekalipun, proyek masif seperti ini memerlukan akumulasi pengetahuan. Pun, mengingat Piramida Giza dibangun selama sedikitnya sepuluh tahun, tentu memerlukan team arsitek dan ahli ilmu kelistrikan Tesla, bukan hanya seorang saja.

Teori yang memungkinkan Piramida Giza sebagai satu-satunya teknologi tinggi tanpa ada jejak akumulasi pengetahuan sebelumnya adalah jika Piramida ini diberikan/dibuatkan oleh pihak lain tanpa memberi alih teknologi kepada masyarakat Mesir. Jadilah orang Mesir cuma menjadi operator terhadap suatu alat tanpa mengerti bagaimana membuat atau memperbaikinya. Pertanyaannya, siapa kebudayaan maju yang ada di periode Mesir kuno yang bisa membuat Piramid Tesla tapi tidak meninggalkan sisa budaya maju mereka sendiri? Atau mereka datang dari planet/dunia lain? Teori ini malah lebih banyak menimbulkan masalah dalam pembuktiannya.

ndableg
17-11-2013, 10:17 PM
Yah mas. Jangankan masalah teknologi hilang, cerita satu bangsa yang ilang aja banyak. Dan ga pernah ketemu.
Teori yang di film itu kan hanya melihat berdasarkan konstruksi gedung dan bahan2nya yang mirip2 dengan pembangkit listrik yang dibuat tesla.
Kalo mau diskusi ttg darimanakah datangnya teknologi, yg ada hanya asumsi. Teknologi cara bikin giza aja masih misteri. Kalau mau berasumsi bangsa mesir waktu mulai peradaban di sana giza sudah ada gimana?
Mgk jg bangsa mesir jg kagak tau fungsi giza sebenernya.

Kalo mau ekstrim sih, mgk teknologi giza adalah teknologi alien.

Atau bisa saja dgn theorie konspirasi yahudi. Memang teknologi ini dihalang2i dari semenjak jaman mesir. Bisa aja nabi Musa ga cuman nyolong komponen tapi sama catatan2nya sekalian. Dia mau membangun bangsanya kan. Kalo akhirnya ga terjadi mgk memang dihalang2i itulah, oleh kelompok penyembah sapi.

kandalf
18-11-2013, 10:51 AM
Mesir itu bukan bangsa tertutup.
Mereka banyak dikunjungi oleh bangsa-bangsa lain. Bahkan dinastinya pun berganti-ganti.

Ingat cerita nabi Yusuf?
Cerita Nabi Yusuf itu membuktikan bahwa Mesir itu banyak dikunjungi bangsa-bangsa lain, termasuk oleh para pedagang budak (yang membawa Nabi Yusuf ke Mesir), termasuk bangsa2 sekitar yang kelaparan (saudara2 Nabi Yusuf datang ke Mesir).

Beberapa teori-teori orang Yunani, asalnya dari Mesir.

Seperti hierogliph misalnya,
sampai zamannya Alexander Makedonia pun, tulisan itu masih dipakai dan masih bisa dibaca oleh orang-orang Mesir dan orang-orang Yunani.

Bahkan Piramida Giza bukan satu-satunya piramida di Mesir. Ada beberapa piramida lain yang lebih kecil dan beberapa di antaranya tergolong Piramida gagal. Itu yang dimaksud oleh Um Alip. Pencapaian sebesar itu, pasti ada pencapaian versi-versi kecilnya.

Piramid Giza dibangun oleh alien?
Trus kenapa ada perkampungan para pekerjanya?
http://news.nationalgeographic.com/news/2002/08/0805_020805_giza.html


Ini versi non-Alien dari pembangunan Giza.
http://ancientaliensdebunked.com/references-and-transcripts/the-pyramids/

GiKu
18-11-2013, 02:33 PM
piramid itu seperti mesin besar, tapi kehilangan 'busi'-nya
jadi gak bisa hidup
:D

ndableg
18-11-2013, 04:33 PM
Ada beberapa piramida lain yang lebih kecil dan beberapa di antaranya tergolong Piramida gagal. Itu yang dimaksud oleh Um Alip. Pencapaian sebesar itu, pasti ada pencapaian versi-versi kecilnya.

Hmm... bukannya ini malah membuktikan bahwa tidak ada lagi yg bisa membangun piramida spt giza?


Bahkan dinastinya pun berganti-ganti.

Dan ini mgk bisa menjawab pertanyaan bang alip kenapa mereka tidak bisa memperbaiki fungsi giza? Karena ilmunya tidak dioper ke dinasti2 berikutnya.

LawLiet
19-11-2013, 01:29 AM
Nikola Tesla, seorang ilmuwan amerika keturunan serbia dikabarkan telah menemukan cara membangun pembangkit energy di mana seluruh dunia bisa menikmati energi secara gratis. Penemuan ini berupa menara yang berfungsi sbg transmitter untuk menghasilkan listrik tanpa kabel (wireless) yang abadi.

Sialnya, penemuan yang sangat bermanfaat ini disponsori oleh seroang raja kapitalis, JP Morgan, yang tentu saja tidak menginginkan penemuan yang tidak menguntungkan kantong pribadi dan kroni2nya. Maka penemuan ini pun dihentikan.

Lalu apakah seharusnya energi itu gratis?

Seharusnya memang energi itu bisa gratis, dan dinikmati banyak orang.
Mengacu terhadap video ini

youtu[dot]be/UFp0wCs-IJo?t=34m13s
*Dari menit 34:13
Ternyata memang tidak hanya Tesla yang berusaha "menemukan" free enerfy dan lalu tak ada kesinambungannya.



Bisa aja teknologi ini mereka dapat dari firaun jauh sblm firaunnya jaman nabi musa di mana mereka sudah kebagian enak terus shg tidak mikir lagi bagaimana membangun hal ini. Cerita biasa kan kalo misalnya bangsa yang terlena itu melupakan pesan2 nenek moyangnya. Kita aja sekarang ga ada yang tau gimana cara bangun piramida tsb, bukan mustahil kalo misalnya firaun jaman nabi musa pun ga tau caranya.

atau mungkin malah "arsitek" piramida nyatanya bukan orang Mesir asli?
toh piramida tidak hanya di Mesir. mungkin asli Nusantara? mengacu terhadap "adanya" piramida di gunung Sadahurip dan Lalakon :P (serta Gunung Padang :udud: )


Kasusnya mirip sama Tomy S yg gak suka dengan jeruk lokal alias jeruk medan yg murah dan banyak, supaya jeruk import laku.. maka jeruk lokal banyak di musnahkan.

energi seharusnya sih gratis, kalo bisa gratis. Udah terlalu lama kan energi di bayar dengan harga yg mahal. Selain itu, gw pernah dengan untuk tenaga listrik, dengan memanfaatkan matahari. pernah baca di koran, cuma tetep aja beli alatnya. Gak inget nama alatnya apa

solar panel? sudah banyak lampu-lampu jalan memakai solar panel sekarang.



Teori yang memungkinkan Piramida Giza sebagai satu-satunya teknologi tinggi tanpa ada jejak akumulasi pengetahuan sebelumnya adalah jika Piramida ini diberikan/dibuatkan oleh pihak lain tanpa memberi alih teknologi kepada masyarakat Mesir. Jadilah orang Mesir cuma menjadi operator terhadap suatu alat tanpa mengerti bagaimana membuat atau memperbaikinya. Pertanyaannya, siapa kebudayaan maju yang ada di periode Mesir kuno yang bisa membuat Piramid Tesla tapi tidak meninggalkan sisa budaya maju mereka sendiri? Atau mereka datang dari planet/dunia lain? Teori ini malah lebih banyak menimbulkan masalah dalam pembuktiannya.
Piramida Giza setua apa sih sebenarnya? :| Apakah termasuk yang bertahan terhadap Air Bahnya Nuh?


An error has occurred LawLiet! You must have 200 posts in order to post links. Your current post count is 98. « pelit amat bah tante etcak :facepalm:

PERMANDYAN
19-11-2013, 07:01 AM
djika piramida ini sebagai soember energi, berarti haroes djoega ditemoekan alat oentoek menangkap ataoe menerima pantjaran dari soember terseboet...

Alip
21-11-2013, 02:57 AM
Hmm... bukannya ini malah membuktikan bahwa tidak ada lagi yg bisa membangun piramida spt giza?

Dan ini mgk bisa menjawab pertanyaan bang alip kenapa mereka tidak bisa memperbaiki fungsi giza? Karena ilmunya tidak dioper ke dinasti2 berikutnya.

Masalahnya, Bleg... piramid-piramid dimaksud umurnya lebih tua dari Giza dan mereka jelas-jelas bukan hasil percobaan pra-Tesla Giza. Semuanya makam.

Lalu,
Mesir bukanlah bangsa yang hilang atau punah. Tulisan-tulisan Mesir dalam bentuk Hiroglif yang selamat sampai jaman ini bisa dibilang telah bisa terbaca seluruhnya dengan kadar spekulasi yang sangat sedikit, thanks to Rosetta Stone. Pencapaian-pencapaian dan peristiwa-peristiwa penting yang tercatat oleh bangsa Mesir kuno telah terbaca dengan baik oleh para ahli, berbeda dengan sejarah suku Maya yang perlu banyak deduksi dan spekulasi karena kurangnya catatan tertulis. Nah, di dalam catatan tersebut tidak disebut soal teknologi apapun, jangankan cara pembuatannya, kisah bahwa teknologi itu pernah ada dan digunakan oleh rakyat juga tidak ada. Mengenai Piramid Giza, yang ada adalah dedikasi terhadap Fir'aun Khufu. Jadi teori tentang piramid sebagai makam lebih punya dukungan bukti ketimbang sebagai generator.

TheCursed
21-11-2013, 03:18 AM
Tesla, yah ? That Awesome Guy. The Rock&Roll Mad Scientist. The Master Tekno-Arcane.

Eh heh heh... Percobaan Tunguska... Ummm... Ngejelasinnya secara fisika rada ribet sih(gue sendiri masih belom kelar dan mudeng baca jurnalnya Pak Prof)... it's a Myth. Urban (Science)Legend. ;D

Kesimpulan sederhananya: It's possible, tapi masih jauh dari fungsional. Dan masih lebih jauh lagi dari 'economically efficient'. :)
Tapi, no worries, penelitiannya masih lanjut lancar, kok. Dan gue tau pasti, bahkan beberapa Prof dari Indonesia terlibat dalam penelitian ini.

Tiap ngantor, biasanya gue berenti dulu di depan kantornya pak Prof ngeliatin itu jurnal di pajang di tembok, sambil berusaha ngertiin ujung pangkalnya tulisannya dia(dan sampe hari ini tetep gagal mudeng... ;D ).
BTW, rancangan mesinnya, indeed rada mirip sama piramid. Cuman terbalik. Runcingnya di bawah. :)

Eniwei, Tesla is still one a hell of a mad-scientist. Kalo dia itu musisi, mungkin kayak Elvis atau Robert Johnson. He's That Awesome. :D

tuscany
21-11-2013, 09:26 PM
Semua masih pada tataran spekulasi kelihatannya, bahkan termasuk pembangkit energi Tesla.

TheCursed
22-11-2013, 02:06 AM
Semua masih pada tataran spekulasi kelihatannya, bahkan termasuk pembangkit energi Tesla.

Spekulasi ? Nggak juga. Ada itungannya kok.
Pastinya: masih tataran Theoritical.
Masih jauh dari tataran Aplicable.

Check di wikipedia tentang Energy Harvester, deh.

Kalo cerita Tesla udah sampe pada tataran Aplicable. Nah, itu, baru spekulasi. :)

tuscany
22-11-2013, 05:17 AM
lha itu maksud saya memang di tataran aplikasi, apalagi membawa2 piramida giza segala. kalo tataran teori mah saya wallahu alam dah.

TheCursed
22-11-2013, 03:26 PM
^Sorry, kalau gitu. Gue yang nggak mudeng. ;D

ndableg
24-11-2013, 05:29 PM
Masalahnya, Bleg... piramid-piramid dimaksud umurnya lebih tua dari Giza dan mereka jelas-jelas bukan hasil percobaan pra-Tesla Giza. Semuanya makam.

Lalu,
Mesir bukanlah bangsa yang hilang atau punah. Tulisan-tulisan Mesir dalam bentuk Hiroglif yang selamat sampai jaman ini bisa dibilang telah bisa terbaca seluruhnya dengan kadar spekulasi yang sangat sedikit, thanks to Rosetta Stone. Pencapaian-pencapaian dan peristiwa-peristiwa penting yang tercatat oleh bangsa Mesir kuno telah terbaca dengan baik oleh para ahli, berbeda dengan sejarah suku Maya yang perlu banyak deduksi dan spekulasi karena kurangnya catatan tertulis. Nah, di dalam catatan tersebut tidak disebut soal teknologi apapun, jangankan cara pembuatannya, kisah bahwa teknologi itu pernah ada dan digunakan oleh rakyat juga tidak ada. Mengenai Piramid Giza, yang ada adalah dedikasi terhadap Fir'aun Khufu. Jadi teori tentang piramid sebagai makam lebih punya dukungan bukti ketimbang sebagai generator.

Ok deh mas. Saya sih ga membantah, karena memang bukti bahwa Komplek giza itu digunakan sbg pembangkit listrik memang tidak digali dan diteliti lebih lanjut. Hanya karena strukturnya yg memungkinkan utk itu yg menjadi acuan dari pendapat tsb, spt bahan limestone, granit, dll yg jg digunakan dalam applikasi elektronik. Ok Stick to the tomb as what the sponsors said.

Maksud saya bangsa yg hilang itu mengacu ke bangsa Maya, dll. Di mana yg namanya catatan2 (ilmu pengetahuan) hilang adalah hal biasa, entah dibakar, dihancurkan, atau dicuri oleh penjarah, musuh ato dituduh ilmu sihir ataupun sengaja disembunyikan. Kalo teknologi ga pernah disembunyikan, ga mungkin ada negara yg bisa jadi yg terkuat.

ndableg
24-11-2013, 05:42 PM
Kayaknya jadi lebih cocok ke poleksosbud neh..
Maksudnya sih tadi pengen tanya apakah mungkin menara tesla atau sistem macam piramida diapplikasikan ke dunia sekarang. Tapi malah bahas piramdanya, yo wis.


"All people everywhere should have free energy sources. Electric Power is everywhere present in unlimited quantities and can drive the worlds machinery wihtout the need for coal, oil, or gas."
-Nikola Tesla

purba
25-11-2013, 05:55 AM
Transfer energi gratisan sudah dilakukan oleh matahari. Cahaya dan panas yg sampe ke bumi tidak lain adalah energi dalam jumlah besar yg diberikan oleh matahari kepada manusia secara gratis. Karena itu orang Mesir menyembah matahari. Sementara orang modern sudah terbiasa dgn energi listrik (aliran muatan listrik) yg lebih mudah dikontrol dibandingkan cahaya dan panas. Itu juga alasan mengapa setiap bentuk energi lain selalu diubah ke bentuk listrik, mudah dikontrol.

Ide Tesla mungkin maksudnya seperti link di bawah ini:

http://en.wikipedia.org/wiki/Inductive_charging

Pengisian energi dengan cara induktif, atau bahasa sekarangnya nirkabel (wireless charging), sudah dikembangkan orang, misalnya charger utk hape. Cuman masalahnya adalah efisiensi, meski katanya sudah ada yg se-efisien charger kabel. Energi yg dialirkan lewat kabel lebih efisien dibandingkan yg dipancarkan begitu saja dari sumbernya melalui antena. Kabel berfungsi sebagai pemandu energi dari sumber ke pengguna, sehingga kehilangan energinya lebih kecil dibandingkan yg wireless. Kelebihan yg wireless, dia bisa diakses dimana saja, seperti koneksi internet di bandara, gak perlu kabel yg bikin repot. Jadi, masing-masing ada lebih dan kurangnya.

:)

Alip
25-11-2013, 06:56 AM
Soal akses energi, saya setuju bahwa energi harus tersedia seluas-luasnya dengan harga semurah-murahnya. Cuma saya masih ragu apakah metode induksi merupakan jawaban yang tepat, karena seperti kata Eyang Purba di atas, metode ini boros energi.

Saya lebih cenderung menebak bahwa di masa depan kita perlu memiliki portable power generator yang murah dan efisien, katakanlah solar cell dengan efisiensi di atas 90%. Nah, kalau itu sudah kejadian, setiap rumah tangga atau bahkan setiap individu bisa memenuhi kebutuhan energinya sendiri. Kita tidak perlu lagi tergantung pada pemasok energi oligopolistik macam PLN dan teman-temannya, dan energi tidak lagi menjadi komoditi politik para politikus yang berkongkalingkong dengan perusahaan minyak/batubara raksasa.

AsLan
26-11-2013, 06:34 PM
Kalo energi matahari jadi sumber energi utama...

Gw prediksi para kapitalis akan berusaha menguasai cahaya matahari sebanyak2nya, misalnya:

- menguasai negara2 tropis
- menguasai lahan2 terbuka
- makanan menjadi mahal karena lahan pertanian bersaing dengan lahan solar cell


Nanti dijaman itu orang miskin hidup didalam gelap, minimal hanya penerangan lampu karena cahaya matahari terlalu mahal untuk mereka nikmati.

Mungkin anda berpikir, saat itu efisiensi solar cell sangat tinggi, wilayah yg terpapar matahari juga sangat luas trntunya takkan sampai terjadi rebutan lahan.

Belum tentu, siapa tahu dijaman itu ada teknologi yg membutuhkan energi sangat besar yg tak bisa tercakup oleh energi nuklir karena keterbatasan bahan baku.

Manusia akan membuat solar cell layang yg terbang membentang di angkasa, benda ini sangat ringan dan bisa mengembang hingga ukuran yg sangat luas, menyerap energi sinar matahari dan menghasilkan listrik.
Tapi wilayah bumi dibawahnya menjadi gelap dan tak bisa ditanami.

Alip
27-11-2013, 10:45 AM
Banyak faktor yang memperngaruhi skenario energi di masa depan, tidak semata-mata seputar menemukan sumber energi yang murah dan efisien, tapi pasti melibatkan juga unsur politik, ekonomi, budaya... atau bisa dibilang, sebutlah faktor apapun, pasti akan berkontribusi pada penguasaan energi.

Semua kebudayaan dan kerajaan dibangun dari penguasaan energi, semakin banyak energi yang dikuasai maka akan semakin besar pula kerajaan itu tumbuh. Kita bisa sebut bahwa semua kerajaan manusia yang pernah tumbuh dalam sejarah bisa menjadi besar karena energi yang mereka dapat dari rumput... baik berupa gandum maupun beras.

Rumput merupakan tanaman yang sangat efisien, dia bisa tumbuh dan berkembang dibanyak iklim dan tempat, dan menghasilkan energi dengan pemeliharaan yang minimal. Kelompok manusia yang bercocok tanam rumput bisa menguasai energi lebih banyak dengan usaha (pengeluaran energi) yang lebih sedikit, lalu mereka menemukan pula cara menyimpan energi itu supaya bisa digunakan kala dibutuhkan, tidak langsung habis seketika (dalam bentuk tembikar dan lumbung). Bandingkan dengan kelompok pemburu... untuk mendapat sedikit energi dari daging hewan, mereka harus mengeluarkan energi begitu banyak (proses berburu). Itulah kenapa kumpulan manusia yang akhirnya berkembang menjadi kerajaan besar biasanya berasal dari kaum pecocok tanam.

Lalu dari periode kerajaan inilah muncul konflik dan peperangan yang pada intinya adalah penguasaan energi, meskipun secara kasat mata disebut sebagai penguasaan lahan/daerah/wilayah kekuasaan (siapa yang mau menjajah "kekayaan alam" kutub selatan?).

Barangkali konsep ini yang tanpa disadari menginspirasi Aslan soal penguasaan energi yang memunculkan masa depan suram seperti yang ditulis di atas.


***

Sesungguhnya ada satu faktor utama yang menentukan arah cerah suramnya skenario energi di masa depan, yaitu perbandingan antara jumlah energi yang bisa dihasilkan dengan jumlah energi yang diperlukan.

Katakanlah kita belum berhasil menemukan energi alternatif di tahun 2050, padahal persediaan energi fosil sudah makin habis. Kalau kita hidup seperti jaman Mesir Kuno, tidak ada masalah. Tapi karena kita sudah terlanjur punya ribuan pabrik dan jutaan rumah yang haus listrik, ribuan pembangkit listrik yang perlu batubara atau solar, jutaan mobil yang perlu bensin, ratusan ribu kapal tempur yang perlu avtur, maka kita akan jatuh pada krisis. Produksi tidak bisa memenuhi kebutuhan.

Mungkin seperti cerita Aslan, akan ada dulu manusia-manusia serakah yang mengambil keuntungan dari kurangnya energi, mereka berusaha menguasai sumber energi yang tersisa dan menjualnya dengan harga mahal. Kemanusiaan akan jatuh di bawah tirani para penguasa energi.

Bisa dibayangkan akan terjadi pula krisis politik, dan mungkin perang besar.

Tapi adakah skenario yang lebih cerah?

Saya sih percaya begitu.
Pertama,
ada banyak sumber energi terbarukan, yang jumlahnya sangat besar. Jauh lebih besar dari kebutuhan manusia bumi. Sebutlah matahari seperti yang disebut Eyang Purba. Bumi menerima 3.85 juta exajoule (10^18) per tahun, sedangkan konsumsi energi total seluruh dunia di abad 21 ini masih di kisaraan 474 exajoule. Masih sedikit dibanding potensi yang ada. Belum lagi memperhitungkan sumber energi lain.

Kedua,
kita mengembangkan sekian banyak energi alternatif, yang harapannya makin lama akan makin efisien dan murah. Sebutlah selain energi sinar matahari, ada energi panas bumi, energi air, energi kelautan, energi angin, dan lain-lain. Akan cukup banyak diversifikasi energi untuk bisa dikuasai oleh sekian banyak orang.

Jadi kita berharap ke depan kecenderungannya alternatif energi dan penyedia energi akan semakin banyak, dus mekanisme ekonomi akan membuatnya lebih murah dan terjangkau.

... dan tentunya kita berharap tidak banyak lagi penguasa gila yang didukung oleh ilmuwan gila ingin membuat senjata penghancur massal yang bisa menghancurkan planet bumi (dibutuhkan 2.25 juta juta juta exajoule (10^32)). Merekalah yang akan membuat pasokan energi sedemikian besar lagi-lagi menjadi tidak cukup. Untuk apa lagi kebutuhan energi sedemikian besar selain untuk hal-hal yang jauh melampaui kebutuhan manusia untuk hidup makmur?

AsLan
27-11-2013, 12:10 PM
Yg kita gak tahu adalah, teknologi baru dimasa depan yg entah apa dan untuk apa, tapi membutuhkan energi yg sangat besar.

Di skenario kelam ini, penemuan sumber energi baru tertinggal dari penemuan yg membutuhkan energi...

Misalnya, contoh...
Ada mesin yg bisa menghidupkan orang mati (orang2 super kaya) :))

Kalo kita flash back, jaman dulu orang naik kuda, saat itu manusia tak mengira konsumsi energi bisa sedahsyat sekarang...

Kalo skenario terang sih, kebutuhan energi makin kecil, penemuan sumber energi baru makin besar, semua orang bahagia... :)

Alip
27-11-2013, 01:01 PM
Di skenario kelam ini, penemuan sumber energi baru tertinggal dari penemuan yg membutuhkan energi...

Benar bahwa kalau teknologi pemasokan energi tertinggal dari peningkatan kebutuhan, kita akan jatuh dalam krisis (skenario kelam). Sekarang banyak orang sudah menyadari pentingnya mengembangkan energi alternatif, tapi tanpa ada kemauan politik dari para pemerintah negara-negara dunia, energi alternatif ini akan tetap jadi "bahasa dewa". Sulit bagi kita untuk membayangkan bahwa perusahaan penghasil energi saat ini mau mengucurkan dana besar untuk membiayai riset teknologi energi baru, lepas dari seberapa raksasa ukuran mereka sekarang. Bagaimanapun juga mereka tetap memiliki kewajiban untuk menghasilkan keuntungan dan riset seperti ini adalah cost center selama puluhan tahun, sulit sekali mempertanggungjawabkan pengeluaran tanpa keuntungan seperti itu kepada para pemegang saham. Harus ada inisiatif, insentif, atau regulasi dari pemerintah.

Kalau para pemerintah masih tetap "pura-pura" peduli seperti yang kita alami sekarang, maka memang kita akan menghadapi krisis energi yang berakhir pada kekacauan besar sebelum kembali lagi ke ekuilibrium (misalnya 80% penduduk bumi musnah sehingga energi yang tersedia kembali menjadi cukup untuk semua orang).


Yg kita gak tahu adalah, teknologi baru dimasa depan yg entah apa dan untuk apa, tapi membutuhkan energi yg sangat besar.

Kalo kita flash back, jaman dulu orang naik kuda, saat itu manusia tak mengira konsumsi energi bisa sedahsyat sekarang...

Bedanya, kita sekarang sudah mengetahui dari mana saja energi bisa didapat, dan memperkirakan seberapa besar yang kita butuhkan untuk melakukan sesuatu. Kita bahkan bisa menghitung berapa besar energi yang kita butuhkan untuk menghancurkan planet bumi, dengan menghitung energi yang membuat planet ini kohesif.

Sederhananya, kita membutuhkan sejumlah energi untuk membuat kita hidup makmur bahagia, dan ini seharusnya bisa dipenuhi dengan baik dengan perkembangan teknologi yang evolusioner. Hal-hal yang membutuhkan lompatan teknologi energi (technological breakthrough) adalah kebutuhan yang sifatnya juga revolusioner dan skalanya sudah melampaui dimensi planet kecil kita ini, misalnya Warp atau Skip Drive yang bisa membuat kita menjelajah jauh ke bintang-bintang. Sebagai ilustrasi, perkiraan terakhir energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan sebuah pesawat kecil berpenumpang satu orang melampaui kecepatan cahaya adalah sebesar 6.5 exajoule atau sebesar energi yang diperlukan Amerika Serikat selama setahun. Tentunya tidak ada pihak waras yang mau mengusahakan energi segini besar sekedar untuk menggerakan sebuah pesawat kecil, sebelum prioritas-prioritas lain dipenuhi dulu, atau teknologi energi sudah memungkinkan untuk membuat drive semacam itu dengan biaya murah.

Singkatnya, selama bumi masih waras, teknologi yang butuh energi besar akan masuk kategori barang tersier, yang belum akan digarap dulu sebelum hal lain yang lebih penting dipenuhi.

Jauh juga nih mbicarain Piramid Giza ::ngakak2::