PDA

View Full Version : Buku Bulan Mei: The White Castle (Orhan Pamuk)



E = mc˛
02-05-2011, 12:36 PM
Sesuai kesepakatan, maka agenda baca buku bareng bulan mei ini adalah The White Castle dari Orhan Pamuk

http://id.serambi.co.id/modules/Katalog/images/cover/buku_white_castle.gif
Sinopsis

Cerita ini berkisah tentang kehidupan seorang asal Venesia yang konon menjalani kehidupan sebagai seorang budak di Istanbul, Turki, pada sekitar abad ke-17. Karena pengetahuannya yang luas, tuannya yang segala-galanya sangat mirip dengannya berusaha dengan segala cara menggali semua pengetahuan dan sekaligus menguras semua pengalaman hidup si budak.

Tuan dan budak harus mengarang banyak cerita ajaib dan menafsirkan mimpi sultan yang mereka abdi, termasuk merancang sebuah senjata pamungkas yang hebat. Ketika senjata aneh yang dianggap pembawa sial itu gagal menaklukkan Istana Putih, kehidupan mereka pun terancam, terutama si budak kafir itu.

Pertukaran jati diri di antara keduanya, yang terjadi di sepanjang kisah, diungkapkan dengan cara yang unik dan membuat pembaca bertanya-tanya apakah menjalani kehidupan orang lain memang bisa membuat kita bahagia

link donlotan ( versi terjemahan, buat yg gak punya versi hardcopy-nya)

format .djvu

http://downloads.ziddu.com/downloadfile/3872623/thewhitecastleorhanpamukDJVU.rar.html

format .exe (bukan virus! lebih enak buat dibaca)

http://www.ziddu.com/download/6504218/TheWhiteCastle.exe.html

enjoy!

cha_n
02-05-2011, 12:50 PM
asiiiiiiiiiiiiiiik....
siap juragan... like this!

E = mc˛
02-05-2011, 01:02 PM
berikut ulasan dr h_tanzil (http://www.goodreads.com/review/show/2932839)


The White Castle adalah novel historis karya peraih nobel sastra 2006 – Orhan Pamuk yang berutur mengenai jati diri, pertentangan dan persahabatan antara seorang budak Italia dengan seorang cendekiawan Ottoman di abad ke 17.

Kisah yang ditulis menurut sudut pandang pemuda Italia terpelajar sebagai narator (namanya tak pernah disebutkan hingga akhir) dalam kisah ini, diawali ketika ia sedang berlayar dari Venesia menuju Napoli. Di tengah perjalanan, kapalnya berpapasan dengan armada perompak Turki sehingga dirinya ditangkap dan dibawa ke Istanbul sebagai tawanan. Karena keahliannya dalam berbagai hal, termasuk mampu mengobati tawanan lainnya, ia mendapat perlakuan istimewa dibanding tahanan lainnya.

Kabar tentang keahliannya menyembuhkan penyakit sampai ke telinga seorang Pasha yang meminta dirinya untuk menyembuhkan sang Pasha yang sedang sakit. Si pemuda Italia berhasil menyembuhkan sang Pasha, namun ia tetap seorang tawanan dan tinggal dalam penjara.

Suatu saat si pemuda Italia kembali dipanggil ke Istana Pasha. Ia dipertemukan dengan seseorang yang biasa dipanggil oleh Pasha sebagai "Hoja" yang berarti "guru". Begitu terkejutnya si pemuda Italia karena orang yang dipangil Hoja itu sangat mirip dengan dirinya.

Karena Pasha mendapat kabar bahwa si pemuda Italia adalah seorang cendekiawan yang mahir akan berbagai ilmu pengetahuan, ia ditugasi untuk membantu Hoja mempersiapkan pertunjukan kembang api yang megah untuk perayaan pernikahan Pasha. Setelah akhirnya pertunjukkan itu sukses si pemuda Italia kembali dimasukkan kedalam sel penjara.

Beberapa hari kemudian si pemuda Italia kembali dipanggil oleh Pasha ke istananya. Pasha menawarkan pilihan hukuman mati atau kebebasan baginya asal ia bersedia menjadi seorang Muslim. Namun ia tak bersedia mengubah kepercayaannya walau harus mempertaruhkan kepalanya dihadapan algojo. Walau si pemuda Italia tetap tak bersedia menjadi seorang Mulsim, sang Pasha tak jadi menghukumnya, melainkan memberikannya pada Hoja untuk dijadikan seorang budak

Sebagai budaknya, Hoja, sang cendekiawan Ottoman yang haus akan pengetahuan Barat, memerintahkan budaknya (pemuda Italia) untuk menurunkan segala pengetahuannya padanya. Dan mulailah si budak mengajarkan semua kepandaiannya dalam hal astronomi, kedokteran, teknik dll. Hoja menguras semua pengetahuan dan pengalaman hidup si budak. Lambat laun Hoja dan budaknya melakukan penelitian bersama-sama, menemukan bersama-sama, dan mengembangkan diri bersama-sama.

Kebersamaan antara Hoja dan budaknya semakin intens, hingga akhirnya suatu pertanyaan filosofis keluar dari mulut Hoja. "Kenapa aku seperti ini?" Dari pertanyaan ini akhirnya mereka saling menulis tentang diri mereka sendiri termasuk dosa-dosa yang pernah mereka lakukan dalam hidup mereka. Dengan menulis tentang diri mereka masing-masing, mereka meyakini bahwa mereka bisa menemukan jati diri mereka yang sejati.

Dilain pihak, kepandaian Hoja dan budaknya tak luput dari perhatian Sultan. Hoja diangkat menjadi peramal Istana. Dan mereka berdua diharuskan mengarang cerita ajaib, menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan sains, astronomi, astologi, menafsirkan mimpi Sultan, memerangi wabah mematikan, hingga merancang sebuah senjata mematikan untuk menaklukan musuh. di Istana Putih.

Keterikatan antara Hoja dan budaknya semakin lekat, mereka saling berbagi kepandaian dan pengalaman hidup. Lambat laun mereka menjadi bingung akan jati diri mereka karena masing-masing memposisikan dirinya dengan ‘kembaran’ mereka hingga tertukarnya jati diri mereka. Hoja seolah menjadi si budak, si budak seolah menjadi Hoja. Puncak pertukarannya adalah ketika ternyata senjata yang mereka buat gagal menaklukan Istana Putih dan Hoja (atau si budak ?) pergi meninggalkan Turki.

The White Castle (Beyaz Kale) adalah novel hisoris yang merupakan novel ketiga Orhan Pamuk yang diterbitkan pada tahun 1985 dan merupakan karya pertama Pamuk yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Karya inilah yang menjadi awal ia bereksperimen dengan teknik postmodern, berubah total dari gaya naturalis di awal karyanya. Pada tahun 1990 novel ini diterjemahkan dengan sangat baik oleh Victoria Holbrrok sehingga banyak orang menyangka bahwa karya Pamuk ini memang aslinya ditulis dalam bahasa Inggris. Novel ini memenangi Hadiah Independen untuk Fiksi Asing pada 1990 di Inggris. Dalam edisi bahasa Indonesia, novel ini merupakan karya Pamuk kedua yang diterjemahkan oleh Penerbit Serambi, setelah sebelumnya menerbitkan My Name is Red (2006), dan kabarnya beberapa karya Pamuk lainnya termasuk yang paling anyar "Snow" kini sedang dipersiapkan untuk diterbitkan.

Seperti yang menjadi ciri khas karya-karya Pamuk, The White Castle juga masih berkisar dengan tema kegamanangan atau hilangnya identitas yang antara lain diakibatkan oleh benturan antara nilai-nilai Barat dan Timur. Hal ini tampak pada tokoh Hoja dimana Hoja tampak begitu mengagumi pengetahuan dan budaya barat hingga ingin menguras habis semua ilmu yang ada di kepala budaknya (pemuda Italia).

The White Castle memang bukan karya yang mudah untuk dicerna. Walau setting ceritanya menarik dan penokohan tokohnya kuat, namun novel yang minim dialog ini bias dibilang rumit karena sepanjang kisahnya mengupas soal kebingungan dan pertukaran jati diri antara tokoh Hoja dan budaknya. Bagi sebagian pembaca, pertukaran jati diri di sepanjang kisah yang diungkapkan secara unik ini mungkin saja menjadi bagian yang menarik, namun bagi pembaca yang kurang sabar untuk mencernanya bukan tak mungkin akan menemui kebingungan dalam memaknai novel ini.

Namun yang pasti novel ini tampaknya membuat kita melakukan perenungan diri akan makna jati diri. Secara tidak disadari kita sering ingin menjadi orang lain, terlebih orang yang kita kagumi baik secara intelektual maupun secara pribadi. Namun pertanyaannya apakah menjalani kehidupan sebagai orang lain memang bisa membuat kita bahagia ?

salam,
h_tanzil

komporminyak
02-05-2011, 01:07 PM
Sip! good job kop,
ude donlot.


*selalu mengamati buku dari halaman terdepan sekalipun.
cover, gw puyeng ama maknanya :))

E = mc˛
02-05-2011, 01:15 PM
okay, ini proyek baca ulang saya kedua thp buku ini (dah dibaca sekitar...errr... 4 tahunan yang lalu)

kisahnya sangat sederhana: tentang seorang pemuda Italia (yang tak pernah disebutkan namanya), yg dalam pelayarannya, ditawan armada laut bangsa Turki dan dijadikan tawanan. namun saat dia menjadi tawanan, dia mendapatkan keistimewaan karena kejeniusannya. Dia pun dijadikan pembantu cendekia Turki yg disebut Hoja (guru). Selain keduanya yg secara jaib memiliki ciri fisik yg sama, kedunya sama-sama haus pengetahuan. segera saja keduanya menjadi duet intelektual paling terkenal di Turki hingga dijadikan sbg penasehat sains kerajaan (yg ujung2nya menjadi penafsir mimpi sang sultan).

Hingga suatu ketika, sang Hoja yang sedang bete, ngedumel bilang, "kenapa aku sepeti ini?". pertanyaan sepele, membutuhkan jawaban filosofi berribu-ribu lembar-lembar tulisan. hidup mereka pun jungkir balik.

dg gaya tulisan Pamuk yg aduhai dan meliuk-liuk, meski cukup tipis, buku ini bukan tipe buku yg bisa selesai sekali duduk. perlu ketekunan ekstra untuk bisa mencerna bahasa Pamuk yg "nyastra banget" sekaligus menghipnotis. Jika kita cukup sabar, dijamin kita bakal terhipnotis dg gaya bahasa Oamuk dan akan jatuh cinta padanya.

Endingnya yang multitafsir dan sedikit gamang, justru menjadi penambah daya pikat buku ini.

okay, segituh dulu bocorannya. ayo dimulai bacanya. bukunya 300-an halaman. sehari 10 halaman, nyampe lah yah :D

E = mc˛
02-05-2011, 01:19 PM
*selalu mengamati buku dari halaman terdepan sekalipun.
cover, gw puyeng ama maknanya :))

covernya cantik yah? :D

eye-catching banget :D

DH1M4Z
02-05-2011, 05:14 PM
wew...!! gw kudu nyiapin mental dulu neh ::elaugh::

Pamuk..... oh.... Pamuk.....

E = mc˛
02-05-2011, 05:27 PM
hohoho.. siap-siap, entar semua member bakal kena patroli tagihan bacaan bulanan :D

*ngasah kuku dan siapin pentungan*

kandalf
02-05-2011, 06:00 PM
Wajib baca yah?
Oke.. ntar malam kubaca.
Cuma 300 halaman kan?

E = mc˛
02-05-2011, 06:08 PM
^ yup. 300 halaman. formatnya juga gak bikin keteteran kok, masih enak dipandang

*ngelist satu2 daftar korban patroli

Sauron
02-05-2011, 06:50 PM
Mantafff... buku gratis... buku gratis... buruaaan sebelum keabisan. :))

ndugu
08-05-2011, 02:40 PM
aih, bisa donlot ebooknya ya :lololol:
trims banget! udah saya donlot, simpen di hape, ntar kalo sempat baca deh :cengir:

tezar
09-05-2011, 12:56 PM
hiks, kayaknya enggak bisa ikutan
soalnya kalo ebook, pas pulang kerja udah males buka laptop

E = mc˛
09-05-2011, 01:12 PM
udah minggu pertaman neh.. mana laporannya!!!

DH1M4Z
09-05-2011, 05:14 PM
hiks, kayaknya enggak bisa ikutan
soalnya kalo ebook, pas pulang kerja udah males buka laptop

kan bisa diprint Kop..... :mrgreen:

DH1M4Z
09-05-2011, 05:16 PM
udah minggu pertaman neh.. mana laporannya!!!

sabar Kop, teman2 biasanya ngebet kalau sudah menjelang deadline ::elaugh::

kandalf
09-05-2011, 06:29 PM
Maaf.. maaf... kemarin baru menyelesaikan Nagabumi 2 (600 halaman lebih). Minggu ini baca deh..

etca
09-05-2011, 06:35 PM
eh belum baca sama sekali, really sowwy..
besok ponaan UN, emaknya lagi di luar kota ude dua hari ini.
jadi yah lagi konsentrasi jadi emak2 pocokan duyuuu.

*ngeles akut kyumaaatt ::elaugh::

E = mc˛
09-05-2011, 06:50 PM
hahaha... padahal baru digertak dong

*sibuk ngasah golok di belakang rumah*

cha_n
10-05-2011, 12:53 PM
aku sakit seminggu ini, weekend terkapar, di kantor banyak urusan, baru baca 2 halaman =))
trus mgg kemaren nemu buku yang dicari2, q&a smart parent for healty children, keasikan baca buku itu =))

*ternyata yang ngeles ga cmn gw doang =))

keremus
11-05-2011, 09:05 AM
Ikutan.
Tapi saya harus ubek2 kardus dulu...

Dulu sempat baca sekilas (saya biasa membaca sebuah buku berkali-kali,
pertama sekilas, kedua lebih serius, ketiga lebih lagi)

Salah satu karya Orhan Pamuk yang saya suka itu
ISTANBUL, memoarnya.

Liris, sendu, puitis. Seolah dibawah menyisir Istanbul.

keremus
11-05-2011, 09:07 AM
nb: sembari membaca buku bulan Mei, mod siapin buku bulan Juni dong
biar kita siap2..Maksudnya, info buku apa.

E = mc˛
11-05-2011, 09:56 AM
^ ini masih tanggal 11-an :D

entar kalo udah masuk kepala 2, mulai di buka polling agi. sementara baca yg ini dulu, biar dikit yg ngeles :D

*padahal saya juga belum nyampe tengah buku*

ndugu
11-05-2011, 12:36 PM
eh, saya baru baca bab 1 nih :cengir:
ngomong2... pasha itu apa sih?

E = mc˛
11-05-2011, 12:43 PM
pasha itu vokalis band ungu :ninja:

tergantung konteks pemakaiannya. kalo nama, artinya laut (bahasa Yunani). Tapi, utk konteks di novel ini, Pasha adalah sebutan/gelar kebangsawanan (politis) tertinggi di kerajaan turki ottoman (mungkin setara gubernur, jenderal, dsb)

ndugu
11-05-2011, 01:16 PM
oooo... oke :cengir:
iya, saya tadinya kirain nama karakter. tapi dari cara penggunaan istilahnya, sepertinya itu mempunyai arti laen..

sejauh ini cukup menarik. baru kebaca halaman pertama bab 2 (ga sempat baca lebih jauh karena kereta sudah sampe destinasi :cengir:). cuman saya kadang ada masalah dan harus baca berulang2 kalimatnya, ntah susunannya yang kepanjangan dan saya tersesat kehilangan sang subjek dalam kalimatnya :cengir: ato pada dasarnya kurang begitu ngerti ato kurang fokus :cengir:

ndugu
13-05-2011, 07:34 AM
ok, saya skarang lagi di bab 3 hampir bab 4 :cengir: sempetin baca dikit waktu nunggu pesawat di bandara

gimana nih dengan yang laen? :cengir: dan gimana komennya sejauh ini?

komporminyak
13-05-2011, 10:47 AM
belum sempat review,
lumayan liris mendayu-dayu yah.

E = mc˛
13-05-2011, 12:34 PM
Kokom udah kelar? *ngumpet dibalik poon coz bacaan saya lum kelar, keselang-seling ma buku laen :P

DH1M4Z
13-05-2011, 12:36 PM
udah kelar lihat covernya..., bagus banged

dengan cover dan lay out yang menarik akan menarik perhatian konsumen untuk membeli :mrgreen:

:run:

E = mc˛
13-05-2011, 12:39 PM
*pasang detektor GPS di baju om Dhimaz*

ditunggu ripiyunya Gan :D

komporminyak
13-05-2011, 01:09 PM
Kokom udah kelar? *ngumpet dibalik poon coz bacaan saya lum kelar, keselang-seling ma buku laen :P
emang repiew kudu kelar semua yak =))

belum euy?!! masih jauuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

ndugu
13-05-2011, 09:57 PM
Review saya sejauh ini, kesanku orangnya (ato penulisnya) lumayan peka, jeli mengamati, dan menguraikan sifat2 manusia ya :mrgreen: sifat hoja ini sifat yang lumayan sering kita temukan di kehidupan sehari2

kandalf
17-05-2011, 09:34 AM
Aku sedikit kecewa betapa minimnya dialog di novel ini. Setiap ucapan dituliskan menggunakan bentuk tak langsung dan dinarasikan oleh protagonisnya. Mungkin disengaja oleh Parmuk agar mengesankan bahwa ini tulisan yang ditulis berdasarkan kenangan.

Karakter Hoja adalah antitesis Hypatia dalam film Spanyol Agora. Hoja dan Hypatia sama-sama cerdas, punya semangat ingin tahu dan haus akan pengetahuan. Tetapi Hypatia versi Amenabar seorang apolitis sementara Hoja di kisah ini memiliki motivasi politik yang kuat. Motivasi politik ini pula tampaknya yang membuatnya menyamarkan sang budak (narator) dari perhatian orang lain dan cemburu ketika ada orang lain, baik itu Pasha atau Sultan, menaruh perhatian pada sang budak.

Beberapa bagian dari kisah Hoja mengingatkanku pada skenario A Beautiful Mind-nya Akiva Goldman. Seorang ilmuwan yang diminta oleh penguasa bantuannya kemudian diabaikan begitu saja, dan harga dirinya yang tinggi, keinginannya untuk terus terlibat dalam urusan pemerintahan membuat kewarasan dua tokoh beda media ini mulai goyah.

Cerita ini bisa diakhiri ketika alat perang yang dijanjikan gagal tetapi sebuah bab tambahan di akhir tampaknya sengaja ditaruh oleh Parmuk untuk membuat nuansa misteri.

cha_n
18-05-2011, 12:59 AM
ini thread apa sih?


*kabur*

DH1M4Z
18-05-2011, 11:03 AM
manteb neh buku...... (biar tambah semangad untuk membacanya)

sudah mulai halaman demi halaman di bab 1

:banana:

tezar
22-05-2011, 10:38 AM
ayo mulai bahas buku bulan juni :kabur:

E = mc˛
22-05-2011, 10:42 AM
hahaha.. baiklah. tretnya udah saya buka :D

keremus
22-05-2011, 08:53 PM
Saya copy-paste saja tinjauan umum saya atas buku ini, dari blog buku saya sendiri :

Buku ini cocok bagi pembaca tekun nan tabah. Jangan mengharapkan plot dramatis dan ketegangan. Saya bertaruh, kebanyakan pembaca di dunia ini akan jemu dengan gaya seperti ini. Namun jika seseorang pada akhirnya mampu menghabiskannya, saya pikir akan menangkap nuansa liris dan sendu, dua kata sifat yang yang selalu ada di benak saya ketika membaca karya-karya Orhan Pamuk ( anda sudah membaca Istanbul yang berasa impresionistik itu ?).


Mengambil latar masa menjelang kejatuhan Imperium Ottoman, (http://en.wikipedia.org/wiki/Ottoman_Empire)cerita ini dimulai ketika sebuah kapal yang berlayar dari Venesia ke Napoli, diserbu pasukan Turki. Sang Narator beserta kru kapal ditangkap. Ia berasal dari Venesia, menguasai sains terkhusus astronomi. Oleh situasi dan berbekal pengetahuan anatomi tubuh manusia, ia kerap berpraktik sebagai dokter dan berhasil memperoleh kepercayaan orang-orang sekitarnya.


Pada akhirnya ia bertemu hoja (master, guru), seseorang yang kemudian menjadi Sang Majikan, memiliki hasrat membara terhadap ilmu pengetahuan, gelisah, melulu bereksperimen, bujang lapuk, semena-mena terhadap Sang Budak.


Baik Sang Majikan dan Budak adalah cendekiawan. Saya merasakan mereka bak cendekiawan mbambung yang membutuhkan lembaga dan dukungan finansial :) Selain sama bernafsu terhadap berbagai penemuan dan eksperimen, keduanya pun mirip secara fisik.

Ada kejengahan dan manipulasi dalam relasi keduanya. Dinamika relasi ini dituturkan sepanjang cerita. Sang Majikan mencoba menggali pengetahuan Sang Budak. Sang Budak menyembunyikan pengetahuannya. Tarik ulur terjadi.


Hidup bersama bertahun-tahun, kebencian dan rasa membutuhkan naik-turun. Situasi politik Kekhalifahan Turki berimbas pada karier dan nasib keduanya.


Awalnya saya mengira kisah pertukaran identitas kedua lelaki ini akan mengambil porsi banyak. Dua orang serupa bertukar identitas, bukankah menarik ? Sang Majikan, Si Hoja itu, pergi ke kampung halaman Sang Budak, mengaku-aku, lalu menikahi tunangan Sang Budak. Sang Budak akan memata-matai simetri dirinya itu.


Namun soal itu diceritakan sekilas di ujung penghabisan. Pengarang tidak berminat sinetron semacam itu. Eksplorasi novel ini adalah relasi Sang Majikan-Budak dalam sepotong sejarah Turki : intrik kekuasaan, ambisi-ambisi orang-orang seputar Sultan, kekuasaan ilmu-pengetahuan, modernisasi teknologi, dogma agama yang dijadikan mainan kekuasaan.


Novel ini sangat minim dialog. Seingat saya hanya ada tidak lebih sepuluh kalimat langsung. Gaya penceritaan sudut pandang orang pertama, Aku Sang Budak.


Yang jelas butuh kesabaran membaca novel berplot lurus-datar ini. Kabar baik-nya, nuansa Turki (yang bagi saya eksotis) terasa kental, membawa pembaca ke masa ketika negara itu terjerembab setelah pernah menjadi penguasa

cha_n
23-05-2011, 04:27 PM
pantes aku ga beranjak dari bab satu, ternyata memang butuh kesabaran toh bacanya (dan aku orang yang ga sabaran) -> cari2 alasan

E = mc˛
23-05-2011, 04:33 PM
wow.... keprok2 utk Mbah Kerumus :jempol:

ditunggu buat yg lainnya :D

kandalf
23-05-2011, 04:39 PM
Lho.. yang ditepuki kok cuma May Keremus?
Apa karena resensiku kurang panjang yah? :D

E = mc˛
23-05-2011, 04:52 PM
ehehehe... maab, baru baca :P

tepuk tangan juga deh buat Mbah kandalf :-bd *nyetel bekson We Are The Champion-nya Queen

kayaknya udah ciri khas Pamuk yah minim dialog? semuanya menggunakan narasi orang pertama--di My Name is Red kayaknya lebih parah lagi. semua HAL bisa jadi aku. mulai dr kupu-kupu, mayat, hingga warna pakaian, semuanya jadi "aku" :))

kandalf
24-05-2011, 12:34 PM
Aku belum pernah baca novel Orhan Pamuk sebelumnya jadi tak tahu gaya bahasanya.
Kusangka tadinya dia sengaja membuat minim dialog, untuk lebih menyamarkan identitas si penulis.

Jadi, siapakah si narator? Hoja atau si orang Venesia. :D

ndugu
04-06-2011, 04:41 PM
aduhhhhhhh.... bulan mei udah lewat, dan saya masi blom sempat ngabisin ::elaugh::

eh, saya ngga nyangka kalo minimnya dialog menjadi masalah dengan pembaca2 laennya (jane austen rada2 gitu juga) ::elaugh:: saya justru lumayan suka penuturannya tuh, cuman kadang berlibet2 dan suka bikin bingung dengan kalimatnya yang kepanjangan... :cengir:

waduh.. harus diusahain selesaiin nih :cengir: sibuk mulu

etca
04-06-2011, 05:00 PM
^
^
^
Samaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa belum kelar bacanya.
gw malah tergoda nuntun Kenshin (lagi) :))

E = mc˛
05-06-2011, 07:51 PM
*lepas ****** herder buat ngutit ndungu+etca*

ditunggu LPM-nya :D