View Full Version : Murudeka 17805
ndableg
23-09-2013, 10:22 PM
Adalah judul filem tentang serdadu2 jepang yang turut membela dan membantu para pejuang perang melawan tentara aliansi setelah jepang kalah perang. Terlepas dari baik jeleknya atau terlalu muluk2nya atau penuhnya propaganda dalam filem ini, adalah sebuah kenyataan bahwa penjajahan jepang ada manfaatnya bagi Indonesia.
Kalo kata kakek gw dulu, penjajahan Jepang lebih baik daripada Belanda, karena Jepang memberikan kesempatan bagi semua orang untuk belajar. Mereka merekrut pemuda2 Indonesia dari kampung2 untuk mengikuti pendidikan baik militer maupun akademis. Penjajahan Jepang jelas telah membuat mata orang2 Indonesia terbuka, bahwa selama ini mereka telah diperdaya barat melalui sistem penjajahannya. Penjajahan Jepang memang mungkin sangat kejam. Tapi kakek ku bilang, dianggap kejam karena orang Indonesia males2, tidak disiplin. Diajarkan disiplin, eh malah si Jepang dibilang kejam.
Kembali ke serdadu Jepang yang ikut mengangkat senjata melawan illuminati barat. Ada yang bilang mereka ikut perang karena terpaksa, ga bisa pulang, kalau pulang dihukum militer karena desersi. Tapi gw tetep menghargai ketulusan mereka yang menganggap Indonesia layak merdeka pada saat itu. Dan tentunya mereka sudah seharusnya mendapatkan penghargaan atas apa yg telah mereka lakukan untuk Indonesia. Bagaimana dengan kalian?
Bagi gw filem Murudeka 17805 ini cukup memuaskan, walaupun banyak yg ga klop dgn settingnya. Mgk harus ada revisi.
BANZAI!
surjadi05
23-09-2013, 11:13 PM
Ini mau bahas soal pilem atau penjajahannya
spears
23-09-2013, 11:32 PM
Masa sih?
Klo kata nenek gw malah mendingan Belanda drpd Jepang.
Kt nenek gw, klo serdadu Jepang lewat...penduduk pribumi harus nunduk. Klo ngeliat mereka atau beradu pandang siap2 aja di pukul pake moncong senjatanya si jepang. Sementara jaman Belanda lebih luwes...masih bebas aja nenek gw main2 and lari2 ..
Lagian...seinget gw, kaum cerdik cendekia banyaknya muncul di saat penjajahan belanda.
Tiga serangkai, kartini, ahmad dahlan, budi utomo, dr wahidin sudirohusodo...hmmm..siapa lg ya?
Semuanya dr jaman Belanda.
Sementara, di zaman Jepang malah bikin teror paham komunisme di Indonesia.
---------- Post Merged at 11:32 PM ----------
And peristiwa G30SPKI. Itukan jaman Jepang.
cha_n
24-09-2013, 12:24 AM
pki itu jaman sesudah kemerdekaan. tahun 65. jepang 42-45
AsLan
24-09-2013, 12:43 AM
ada engkong2 cerita, jaman jepang cewek cantik harus ngumpet atau didandanin sejelek mungkin, kalo gak bisa langsung dipake oleh tentara jepang.
yg ingin tahu perilaku jepang di asia jaman pd2, coba nonton film2 tentang Nanking Massacre.
Belanda itu sadisnya waktu sebelum tahun 1800.
setelah tahun 1800 barat mulai dilanda faham humanisme.
---------- Post Merged at 11:43 PM ----------
di indonesia, jepang agak lunak karena perlawanannya gak keras.
tapi coba lihat jepang di china dan korea...
sampe sekarang china dan korea masih benci sekali pada jepang.
Shaka_RDR
24-09-2013, 12:49 AM
gw ga punya recording soal belanda ditaon 1800an.
tapi kakek buyut gw tewas ditangan penjajah jepang dengan cara yang amat tragis.
mulut dimasukin selang dan dipompa air sampai meninggal.
ndableg
24-09-2013, 01:16 AM
Lagian...seinget gw, kaum cerdik cendekia banyaknya muncul di saat penjajahan belanda.
Tiga serangkai, kartini, ahmad dahlan, budi utomo, dr wahidin sudirohusodo...hmmm..siapa lg ya?
Semuanya dr jaman Belanda.
Ya jelas aja, wong jaman Belanda beratus2 taun kok.
Sementara, di zaman Jepang malah bikin teror paham komunisme di Indonesia.
---------- Post Merged at 11:32 PM ----------
And peristiwa G30SPKI. Itukan jaman Jepang.
Komunis jepang? Komunis itu datang dari barat.
PKI itu taun 60an, dan gerakan komunis pertama kali taun 48.
ndableg
24-09-2013, 01:25 AM
ada engkong2 cerita, jaman jepang cewek cantik harus ngumpet atau didandanin sejelek mungkin, kalo gak bisa langsung dipake oleh tentara jepang.
yg ingin tahu perilaku jepang di asia jaman pd2, coba nonton film2 tentang Nanking Massacre.
Ya kekejaman itu kan bisa dilakukan siapa aja dan kadar kekejaman tergantung siapa yg melihat/yg bikin pelem.
Belanda itu sadisnya waktu sebelum tahun 1800.
setelah tahun 1800 barat mulai dilanda faham humanisme.
Sebelum taun 1800 itu belanda malah sibuk dagang dan menguasai monopoli dagang di Indonesia. Kekejaman paling terjadi pada waktu perang dan pemberontakan. Kekejaman mah terjadi taun kapan aja di saat perang. Emang westerling itu kejadian taun berapa? Dan orangnya masih bebas2 aja tuh sampe mati. Karena emang dia menjalankan perintah.
Dan pemerintah jepang sudah sering minta maap atas kejadian tsb, sedangkan belanda?
TheCursed
24-09-2013, 02:40 AM
Ya kekejaman itu kan bisa dilakukan siapa aja dan kadar kekejaman tergantung siapa yg melihat/yg bikin pelem. ....
Really ?
Cuman pemerintah Jepang selama PD II yang punya policy resmi dari pemerintahnya buat bikin Rape Slave Camp di Asia Tenggara(atau, tepatnya, di mana aja mereka bercokol).
Kedua Nenek gue saksi-nya. Gimana perempuan di jaman itu harus 'gerilya'. Begitu tentara Jepang lewat harus kabur dari rumah dan masuk semak.
Tentara Imperium Jepang PD 2 itu bergerak kayak belalang, semua resource dalam jalur pergerakan mereka bakalan habis. Bahkan termasuk human resource. Yang secara fisik kuat, yang pejantan jadi budak angkut, yang betina jadi fu*k toy. Yang nggak bisa di pake buat salah satu dari fungsi ini... di pake buat ngetes ketajaman katana. Dan 'benefit' ini adalah salah satu insentif buat yang mau join tentara Imperium Jepang. And still until this day their society view gaijins as less human than they are...
Bilang cerita ini 'kontroversial', karena gue tau cerita ini dari tangan pertama orang2 yang beneran angkat senjata lawan NICA dan Imperium Jepang,... I'm sorry to say, is Insulting. Feels like spitting on my family's grave, man. :(
VOC, NICA dan sekutunya sama sekali nggak punya kebjakan resmi semacam ini.
Bukan berarti penjahat2 ini 'suci'. Tapi ketimbang Imperium Jepang... mereka lebih 'managable'.
Dan komper kejahatannya pemerintah Belanda dan Jepang. Gue pribadi sih, ngerasa wajar aja Pemerintah Jepang harus minta maaf berkali2, sampe hari ini para penjahat perangnya masih di worship secara nasional sebagai hero tuh. Bahkan PM-nya masih bolak-balik sungkem ke makam. Dan government sanctioned (sistematic)rape, is a very special kind of evil, man.
Dan soal Westerling, yang dia lakukan lebih sebagai Black-Ops. Bukan kebijakan resmi pemerintah. Tentu aja dia nggak bakal di tangkap.
Dan sebagai padanan, 'scientist' pelaku Unit 731, mati sebagai guru besar di uni Chiba(atau Tokyo ? gue lupa). It is not a Black Ops.
nggak usah di bahas komparasi gimana cara Westerling membantai orang dan Unit 731 'mentreatment' test subject-nya.
spears
24-09-2013, 08:38 AM
Betul.
Dan gw rasa, peristiwa hiroshima dan nagasaki itu karma nya org jepang yg udh jahat bgt sm penduduk2 jajahannya.
No one ever really mourn.............
i mean... internationally.
Kmrn pas tsunami aja, klo baca komen2 org "diluar" terutama amrik...komen2nya lebih pada nyukur2in..bukan berduka cita.
Kyknya msh pd dendam bgt. Byk yg blg "remember pearl harbour.." dll dsb.
Gw ga blg bahwa pihak sana atau pihak sini lebih suci ya.
Tp emg byk bgt yg dendam sama jepang.
kandalf
24-09-2013, 08:57 AM
ndableg : Di Belanda ada DVD-nya ya?
Gue mencari film ini udah satu dekade lebih dan belum dapat. Di youtube ada, tapi gak nemu yang ada subtitle-nya (Inggris atau Indonesia).
Btw, sudah melihat Oeroeg?
Btw,
kata siapa Belanda sadisnya sebelum 1800?
Di abad 19 juga masih sadis dengan kebijakan tanam paksanya.
Memang sebenarnya yang paling sadis adalah para penguasa pribumi untuk menyenangkan majikan Belanda mereka.
Dan majikan Belanda mereka pura-pura tak tahu (http://www.kopimaya.com/forum/showthread.php/3198-Semi-fiksi-Pelelangan-Kopi-Perusahaan-Hindia-Timur-Belanda-a-k-a-Max-Havelaar) tentang kekejaman yang dilakukan anak buahnya.
Di Perang Aceh, waktu dunia sudah mengenal fotografi, mereka gak segan untuk berfoto bersama mayat-mayat korbannya. (lihat di menit ke-20)
http://www.youtube.com/watch?v=1WFPITMkIiQ
Kalau kakek-nenek kita bercerita bahwa Jepang itu lebih sadis, karena Kakek-Nenek kita mengalami masa Belanda pasca Multatuli di mana sudah diterapkan Politik Etis. Selain itu, penjajahan Jepang terjadi di masa perang di mana pemerintahan militer Jepang lebih butuh tenaga kasar penurut daripada buruh pintar.
Apa yang dialami oleh kakek-nenek kita di masa Jepang itu masih lebih baik daripada yang dialami jajahan Jepang di Korea dan RRT. Tanpa penjajahan Jepang, jumlah penduduk Indonesia yang mampu memegang senjata modern di tahun 1945 akan sangat sedikit dan dijamin langsung kalah begitu NICA datang.
surjadi05
24-09-2013, 12:49 PM
yoi yg gw denger dari bokap gw, jepang malah sadisnya sangat amat luar biasa, yg puncaknya gw setuju ama si cursed ce yg dijadikan s*xtoy::arg!::::arg!::
edit : dan seingat gw (tolong koreksi kalo gw salah) jepang TIDAK PERNAH minta maaf soal s*xtoy ini
spears
24-09-2013, 01:01 PM
duh! malah jadi esmosi gw sama jepang. ::arg!::
ndableg
24-09-2013, 03:20 PM
Itu perang urat saraf, di mana kekejaman adalah untuk menggertak. Dan itu dilakukan oleh penjajah manapun, untuk menunjukkan jangan main2. Kalo penjajahan sudah langgeng, spt misalnya 300an taun, ya ga perlu lagi menunjukkan kekejaman. Cukup memupuk pribumi2 yg setia pada penjajah. Justru saatnya mereka menunjukkan bahwa ini loh pemimpin kalian yang bijaksana.
Ok, gw ga mengingkari kalo jepang itu kejam, tapi gw ga menganggap lebih kejam atau kurang kejam, kejam ya kejam. Kalo mgk jepang lebih ke menyiksa, di mana eropa lebih suka bombardir.
Coba bayangkan kalo yg menang perang itu jepang dan nazi, cerita kekejamannya tentu beda. Kasus2 yg diungkapkan adalah kasus2 yg berbeda pula.
ndableg
24-09-2013, 03:22 PM
Apa yang dialami oleh kakek-nenek kita di masa Jepang itu masih lebih baik daripada yang dialami jajahan Jepang di Korea dan RRT. Tanpa penjajahan Jepang, jumlah penduduk Indonesia yang mampu memegang senjata modern di tahun 1945 akan sangat sedikit dan dijamin langsung kalah begitu NICA datang.
Itu point yg berusaha gw tekankan.
ndableg
24-09-2013, 03:23 PM
Bisa dilihat jaman sekarang, bagaimana media mengexpose kekejaman militer resmi syria dan menyembunyikan kejahatan al qaeda. Emang kita lebih suka diboongin kok.
ndableg
24-09-2013, 03:56 PM
ndableg : Di Belanda ada DVD-nya ya?
Gue mencari film ini udah satu dekade lebih dan belum dapat. Di youtube ada, tapi gak nemu yang ada subtitle-nya (Inggris atau Indonesia).
DVD apaan ndalf?
Gw sempet beli dulu DVD di mana kehidupan surgawi orang belanda saat di indonesia. Membosankan. Isinya cuman pribumi2 yg selalu jalan menyertai boss belandanya di belakang. Kalo sekarang mirip anjing kesayangan. Ngintil terus dibelakang.
kandalf
24-09-2013, 03:57 PM
ndableg
Atau kalau yang menang dulu NICA,
mungkin bakal diceritakan bagaimana suster berkewarganegaraan Inggris diperkosa oleh pemuda Republik ramai-ramai di sungai sementara temannya, prajurit Inggris ditembak mati.
Lalu juga bakal diceritakan bagaimana beberapa keluarga tak berdosa dibunuh oleh tentara Republik dan dijarah hartanya, setelah sebelumnya dituding sebagai pengkhianat. Padahal tak ada satupun bukti keluarga tersebut antek Belanda.
Atau bagaimana tentara Republik menyebar isu tentara Jepang meracuni sumur sehingga menjadi alasan memenjarakan 130 tentara Jepang ke dalam penjara Bulu. Ketika sebagian dari tentara Jepang yang masih di luar penjara menolak menyerahkan senjata, tentara Republik membantai tentara Jepang tak bersenjata yang sudah ada di dalam penjara tersebut.
ndableg
24-09-2013, 03:57 PM
Tentu saja orang yg menceritakan ttg kekejaman belanda pra perang kemerdekaan nggak banyak, wong ud ratusan taun lalu.
kandalf
24-09-2013, 03:58 PM
DVD apaan ndalf?
Gw sempet beli dulu DVD di mana kehidupan surgawi orang belanda saat di indonesia. Membosankan. Isinya cuman pribumi2 yg selalu jalan menyertai boss belandanya di belakang. Kalo sekarang mirip anjing kesayangan. Ngintil terus dibelakang.
Kau nonton Murudeka 17805 di mana? Di Youtube? Ada subtitle-nya? Atau kau dapat DVD-nya di Belanda?
di indonesia, lebih banyak peninggalan jepang apa belanda ? (jalan/bangunan/sekolah/sistem hukum/pemerintahan/dll)
ndableg
24-09-2013, 04:01 PM
ndableg
Atau kalau yang menang dulu NICA,
mungkin bakal diceritakan bagaimana suster berkewarganegaraan Inggris diperkosa oleh pemuda Republik ramai-ramai di sungai sementara temannya, prajurit Inggris ditembak mati.
Lalu juga bakal diceritakan bagaimana beberapa keluarga tak berdosa dibunuh oleh tentara Republik dan dijarah hartanya, setelah sebelumnya dituding sebagai pengkhianat. Padahal tak ada satupun bukti keluarga tersebut antek Belanda.
Atau bagaimana tentara Republik menyebar isu tentara Jepang meracuni sumur sehingga menjadi alasan memenjarakan 130 tentara Jepang ke dalam penjara Bulu. Ketika sebagian dari tentara Jepang yang masih di luar penjara menolak menyerahkan senjata, tentara Republik membantai tentara Jepang tak bersenjata yang sudah ada di dalam penjara tersebut.
Yah ndalf, cerita2 gituan pasti ada aja lah. Tapi bagaimana kalau misalnya ada yg cerita anak buah nabi memperkosa tawanan perang?
ndableg
24-09-2013, 04:02 PM
Kau nonton Murudeka 17805 di mana? Di Youtube? Ada subtitle-nya? Atau kau dapat DVD-nya di Belanda?
Di mang ucup lah...
http://www.youtube.com/watch?v=rMqD9tV0oGs
Ceritanya ngaco abis.. Walaupun terharu jg liat tentara jepang bela2in indonesia.
ndableg
24-09-2013, 04:05 PM
di indonesia, lebih banyak peninggalan jepang apa belanda ? (jalan/bangunan/sekolah/sistem hukum/pemerintahan/dll)
Banyakan peninggalan belanda lah.. wong ratusan taun jadi boss.. Peninggalan jepang paling.. lobang jepang..
Dan mungkin understanding of the word.. discipline..
TheCursed
24-09-2013, 06:32 PM
....
Ok, gw ga mengingkari kalo jepang itu kejam, tapi gw ga menganggap lebih kejam atau kurang kejam, kejam ya kejam. Kalo mgk jepang lebih ke menyiksa, di mana eropa lebih suka bombardir. ....
Di sini cara pandang kita udah beda jauh.
Buat gue, broken body itu jauh lebih baik daripada broken mind & soul.
Dan yang terjadi untuk kasus perkosaan, itu broken body, mind and soul.
dan, oh, soal informasi 'tangan pertama' gue, itu bukan cuma dari jaman NICA, tapi juga dari jaman kultur stelsel Multatuli. My Clan, from both sides of the family is That old. Dan kata tetua klan, yang masih ngalamin kultur stelsel, Imperium Jepang is STILL worse.
terserah deh, kalo lo pada bilang ini propaganda pemenang perang atau sejenisnya. Alloh have mercy on your souls. :(
ndableg
24-09-2013, 11:41 PM
Ea deh. mau broken body kek, broken soul kek, sama2 broken.
Gw kagak bilang cerita elu yg dari ketua klan lu itu propaganda perang, semua punya cerita masing2.
AsLan
25-09-2013, 01:15 AM
kalo mau ngomong soal kekejaman, gini aja deh...
kan banyak cerita penyiksaan oleh jepang, coba bandingkan penyiksaan oleh belanda.
mana yg lebih kejam ?
dan juga jangan takabur mengatai bangsa lain, ingat juga kekejaman yg dilakukan oleh bangsa indonesia, kepada bangsa sendiri.
---------- Post Merged at 12:15 AM ----------
kalo mau ngomong soal kekejaman, gini aja deh...
kan banyak cerita penyiksaan oleh jepang, coba bandingkan penyiksaan oleh belanda.
berapa banyak kasus orang belanda memperkosa perempuan pribumi?
berapa banyak wanita pribumi yg dijadikan budak seks? berapa banyak rakyat sipil yg dijadikan mainan pedang, dikubur hidup2 atau dibakar di tiang oleh belanda ?
mana yg lebih kejam ?
belanda memang punya hukuman gantung, tapi itu untuk kriminal yg sudah divonis pengadilan.
masalah korban perang, kita jangan hitung, yg kita hitung itu korban penindasan masa penjajahan, siapa penhajah yg lebih kejam ? belanda apa jepang ?
dan juga jangan takabur mengatai bangsa lain, ingat juga kekejaman yg dilakukan oleh bangsa indonesia, kepada bangsa sendiri.
kandalf
25-09-2013, 01:15 AM
Jadi merasa bersalah begini...
kalau dipikir2,
dari pihak nyokap, kakek gue adalah Heiho
dari pihak bokap, kakek buyut gue adalah Volksraad
Dan karena dari pihak nyokap dan bokap gak ada cerita keluarga gue disiksa penjajah baik Belanda maupun Jepang,
berarti nenek moyang gue antek penjajah kejam dan gue sebagai keturunannya juga harus dibenci ama rakyat Indonesia?
~garisNasabGwBisaDitarikSampaiSaatBelandaDatangKeN usantara
BundaNa
25-09-2013, 01:32 AM
kakek gwe dulu PETA, berubah jadi TKR. Trus TNI mpe purna. Cerita2 jaman itu jadi PETA lumayan enak lah, gak diinjek2 seperti bumiputra
kandalf
25-09-2013, 12:20 PM
Ngutip dari majalah Historia http://historia.co.id/artikel/9/991/Majalah-Historia/Kekecewaan_Seorang_Jepang
Berhubung cukup panjang, saya kutip sebagian paragraf saja.
PADA 15 Februari 1958, Presiden Sukarno menyerahkan sebuah teks kepada Shigetada Nishijima untuk disimpan di biara Buddha Shei Shoji di Minatoku, Tokyo. Teks itu berisi kenangan Sukarno kepada dua orang Jepang yang membantu perjuangan Indonesia: Ichiki Tatsuo dan Yoshizumi Tomegoro.
Di biara Buddha itu kemudian dibuat monumen Sukarno (Soekarno hi) bertuliskan: "Kepada sdr. Ichiki Tatsuo dan sdr. Yoshizumi Tomegoro. Kemerdekaan bukanlah milik suatu bangsa saja, tetapi milik semua manusia. Tokyo, 15 Februari 1958. Soekarno."
[... truncated...]
Pada 1933, Ichiki datang ke Bandung karena saudara mudanya, Naohiro yang menyusulnya pada akhir 1929, meninggal dunia. Ichiki tak kembali ke Palembang tapi tetap di Bandung dan bekerja di studio foto. Merasa tak nyaman, dia jadi kondektur bus. Tak cocok, dia meninggalkan pekerjaan ini dan tinggal di rumah Iti, perempuan dari keluarga miskin di sebuah kampung di Sumedang. Dia menemukan kedamaian, bahkan merasa hampir sepenuhnya sebagai orang Indonesia. "Ini adalah kelahiran baru Ichiki Tatsuo," tulis Kenichi.
Dalam kehidupan keras di kampung ini, Ichiki memupuk pengetahuan bahasa Indonesia sampai dia menyusun kamus Indonesia-Jepang. Ichiki tetap mengikuti perkembangan politik di Jepang. Untuk itu, dia sering pergi ke Klub Jepang di Bandung. Dia juga melahap koran dan majalah Jepang. Terkadang dia menerjemahkan artikel bertopik semangat Jepang Bushido lalu menjualnya koran-koran lokal.
Machida Taisaku, pemimpin senior Klub Jepang di Bandung, merekomendasikan Ichiki ke koran Nichiran Shogyo Shinbun, yang dijalankan Kubo Tatsuji, advokat pendukung Asianisme. Pada Juli 1937, koran ini merger dengan Jawa Nippo dan berubah nama menjadi Toindo Nippo (Harian Hindia Timur) tapi tetap anti-Belanda. Pemerintah Hindia Belanda, yang menganggap Jepang sebagai ancaman, meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan Ichiki dan kawan-kawannya.
Pada 1938, untuk mendiskusikan proyek Toindo Nippo lebih kongkret, Ichiki kembali ke Tokyo. Tapi sebelum berangkat ke Indonesia, dia menerima telegram dari Belanda di Batavia yang melarangnya masuk kembali ke Jawa karena kegiatan anti-Belandanya. Ichiki pun bekerja sebagai peneliti paruh waktu di Biro Asia Pasifik Kementerian Luar Negeri dan di Staf Umum Angkatan Darat.
[... truncated ...]
Setelah menggulingkan Belanda pada Maret 1942, Jepang disambut dengan suka cita sebagai Saudara Tua. Namun, suasana itu tak berlangsung lama. Jepang segera melarang berbagai aktivitas politik. Ichiki pun kecewa.
Pada sesi Imperial Diet (Majelis Perwakilan Tertinggi Jepang) awal 1943, Perdana Menteri Hideki Tojo menyebutkan akan memberikan kemerdekaan bagi Filipina dan Burma di akhir tahun 1943, tapi Indonesia tidak disebut. Sekali lagi, Ichiki frustasi dan lambat-laun membenci negerinya sendiri.
Pada Oktober 1943, Jepang membentuk Pembela Tanah Air (Peta) –kelak menjadi inti dari angkatan bersenjata Indonesia. Ichiki bekerja sebagai petugas paruh waktu di Divisi Pendidikan Peta di Bogor. Dia membangun sebuah rumah terpencil di perkebunan karet dan menyebut dirinya –karena kulitnya agak gelap– "gagak dari Bogor." Pekerjaannya menerjemahkan manual tentara Jepang seperti Rikugun Hohei Soten (Manual Infantri) dan menjadi editor majalah Heiho, Pradjoerit. Melalui karyanya, dia merasa masih bisa melayani masyarakat Indonesia. Ichiki juga pernah menjadi Pemimpin Redaksi Asia Raya.
Pada 15 Agustus 1945, berita kekalahan Jepang sampai pada Ichiki. Jepang, yang melalui Perdana Menteri Kuniaki Koiso, pengganti Tojo, berjanji memberikan "kemerdekaan Indonesia di kemudian hari" pada 7 September 1944, mengingkari dan mematuhi perintah Sekutu, serta menyatakan tak ada hubungannya lagi dengan masalah kemerdekaan Indonesia. Ichiki merasa Jepang telah mengkhianati rakyat Indonesia dua kali: pada awal dan akhir pendudukan.
Di hari Jepang menyerah, Ichiki menyatakan berpisah dengan Jepang. Dia menentang tentara Sekutu dan pendaratan pasukan Belanda, serta bertekad untuk berbagi dengan rakyat Indonesia akan nasib ibu pertiwi barunya, Republik Indonesia, bukan sebagai seorang Jepang Tatsuo Ichiki, tapi sebagai pemuda Abdul Rachman. Nama Abdul Rachman diberikan oleh H. Agus Salim ketika menjadi penasihat Divisi Pendidikan Peta, sebagai bentuk penghargaan kepadanya yang memihak Republik.
Pada masa perang kemerdekaan, Abdul Rachman memimpin Pasukan Gerilya Istimewa di Semeru, Jawa Timur, yang disegani Belanda. Pasukan yang dibentuk pada 1948 ini merupakan satuan khusus di bawah militer Indonesia yang beranggotakan sekira 28 orang tentara Jepang yang bersimpati pada perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mereka disebut zanryu nihon hei atau prajurit yang tinggal di belakang.
Pada 9 Januari 1949, desa terpencil Dampit dekat Malang, Jawa Timur, yang merupakan salah satu medan pertempuran paling sengit, menjadi akhir riwayat sang samurai. Abdul Rachman berlari ke depan melawan arus peluru Belanda untuk mendorong pasukan Indonesia, yang mulai ragu melihat kekuatan Belanda, agar menyerang. Alhasil, beberapa peluru Belanda menembus dahinya.
__________________________________________________ __________________________________________________ _______________________
Yah... selamat membenci orang-orang Jepang. :)
---------- Post Merged at 01:20 PM ----------
Foto-foto monumen yang mengenang keganasan tentara Indonesia membantai tentara Jepang yang sudah menyerah, yang sudah dijebloskan ke penjara Bulu, yang cuma berharap dipulangkan ke negaranya, yang dalam hati mereka berharap Indonesia Merdeka dan karena itu mereka berpisah dari kawan-kawan mereka dan menyerahkan senjata dan rela dimasukkan ke tahanan. Dan balasan yang mereka dapat dari tentara Republik adalah pembantaian.
http://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/538583_10151240695597017_1880216140_n.jpg
http://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/s720x720/543284_10151240695722017_1609577542_n.jpg
http://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/429012_10151240695587017_1278812662_n.jpg
Yah...
selamat membenci orang-orang Jepang.
kandalf
25-09-2013, 12:40 PM
http://historia.co.id/artikel/kolom/625/10/Majalah-Historia/Bintang_Perang_Surabaya
Mungkin kita perlu juga memberi penghargaan kepada beberapa orang Jepang yang berada di pihak Republik. Bukan saja kepada Maeda yang menyokong penyusunan draft proklamasi kemerdekaan, tapi juga kepada Laksamana Shibata Yaichiro yang telah bermurah hati membukakan gudang senjata milik Jepang dan menyerahkannya kepada arek-arek Surabaya.
Ya...
selamat membenci orang-orang Jepang.
AsLan
25-09-2013, 12:48 PM
Salah kalo menganggap gw mengajak untuk membenci orang jepang.
Maksud gw disini adalah bicara fakta bahwa penjajah jepang lebih kejam dari penjajah belanda, that's all.
Dan jangan lupa pemerintah indonesia pun dalam level tertentu sering bersikap kejam.
Tapi dari semuanya, setahu saya jepang pemenangnya dalam urusan kekejaman.
Memang kekejaman jepang yg paling parah itu terhadap Tiongkok dan Korea, di indonesia agak lunak.
BundaNa
25-09-2013, 02:58 PM
Masa sih?
Klo kata nenek gw malah mendingan Belanda drpd Jepang.
Kt nenek gw, klo serdadu Jepang lewat...penduduk pribumi harus nunduk. Klo ngeliat mereka atau beradu pandang siap2 aja di pukul pake moncong senjatanya si jepang. Sementara jaman Belanda lebih luwes...masih bebas aja nenek gw main2 and lari2 ..
Lagian...seinget gw, kaum cerdik cendekia banyaknya muncul di saat penjajahan belanda.
Tiga serangkai, kartini, ahmad dahlan, budi utomo, dr wahidin sudirohusodo...hmmm..siapa lg ya?
Semuanya dr jaman Belanda.
Sementara, di zaman Jepang malah bikin teror paham komunisme di Indonesia.
---------- Post Merged at 11:32 PM ----------
And peristiwa G30SPKI. Itukan jaman Jepang.
Sebentar...G30S PKI itu gerakan 30 September 1965, CMIIW...Jepang kapan mangkal di Indonesia? Pemberontakan PKI Muso maksudmu? *sek chek sejarah kalau yang ini takut salah kutip salah nulis dibilang ga baca koran sama ga tau sejarah...::srimulat::
kandalf
25-09-2013, 03:08 PM
Sebenarnya pengen nulis tentang situasi politik Jepang pasca Meiji, budaya jepang...
tapi kalau dipikir2,
mau diberi pembenaran bagaimanapun, mau dimaklumin bagaimana pun, intensitas kekejaman Jepang saat itu memang luar biasa.
Namun bila karena kekejaman Jepang lalu 'membenci Jepang', jujur saja, kubilang naif.
Btw,
Muso tahun 1948, menjelang Agresi Militer II, alias pasca Jepang menyerah dan bahkan sudah dipulangkan ke negaranya.
Pemberontakan PKI lain adalah tahun 1927, di masa kolonial Belanda.
Komunis justru tidak bergerak sendiri ketika masa Jepang. Masa Jepang yang kejam itu lumayan 'menyatukan' faksi-faksi politik.
BundaNa
25-09-2013, 03:25 PM
^apa itu yang mendasari Sukarno menggelar slogan nasakom? Karena saat jaman jepang, semua aliran bersatu untuk kemerdekaan indonesia?
be te we...gwe pernah dikasih cerita sama teman anak antrop juga, tentang 3 serangkai Sukarno-Muso-Kartosuwiryo dan mereka sama2 berguru kepada HOS Cokroaminoto gitu ya....tapi ketiga serangkai ini memilih jalannya sendiri2 gitu pada akhirnya, dan Sukarno yang bersikukuh bisa menyandingkan nasionalis, agama dan komunis, meski lebih condong ke nasionalis. Sedang Muso sangat komunis dan Kartosuwiryo sangat agamis....
oh iya, mengenai orang2 jepang yang dibantai TKR ketika mereka menyerah karena jepang kalah, kayaknya mirip pasca G30S juga deh. Begitu PKI dibubarkan dan pendukungnya kabur, TNI juga membantai eks PKI ya? Kayak peristiwa Blitar gitu. Di Blora kan sebagian (masih ingat lah Pramudya Ananta Toer) emang merah (julukan para muslim sini tentang pendukung PKI di Blora). Simbah cerita, jaman PKI dibubarkan, banyak pembunuhan massal diam2 di hutan2 jati, eks2 PKI dikumpulkan malam2 buta, dimasukkan ke dalam satu lubang besar, trus ditembakin sampe mati semua, baru dipendem
AsLan
25-09-2013, 04:30 PM
Ya, masa pki itu masa kelamnya indonesia.
Mengenai kekejaman jepang, kelihatannya mereka juga kejam terhadap bangsa sendiri, dijaman shogun.
Mungkin bisa dibilang karakter bangsa yg sangat keras.
ndableg
25-09-2013, 05:00 PM
Gw sendiri ga mengerti kenapa kekejaman itu begitu penting untuk dibesar2kan. Sebenernya yang paling menyakitkan dari sebuah penjajahan adalah unsur penipuan dan tujuan penipuan tsb. Penipuan yang sampai sekarang terus digunakan sebagai sistem, spt menganggap sistem itulah yang benar. Contohnya ya uu penjajah yg masih kita gunakan sampai sekarang. Kalo bicara kekejaman, yah.. yg di timur sana jg masih punya cerita kekejaman pemerintah indonesia. Siapa berani menyangkal kekejaman mao tse tung? Tapi apa hasilnya cina sekarang? Seorang guru memukul murid belum tentu salah. Bisa jadi emang guru emosional, tapi bisa jadi guru yang baik. Ada orang2 bebal yg susah diberi pengertian sampe ditabok baru mikir.
Peran jepang sebagai guru orang Indonesia itu sudah tepat. Cuman murid2 pada bebal semua. Pemalas, sukanya nyanyi2, nari2, dan plus minum2 sambil nongkrong2, mungkin sambil gambar2. Biar saja belanda yang kerja dan berpikir. Itu pemikiran tipikal negara tropis. Bukan negara susah. Sehingga menutup kemungkinan sendiri untuk tetap dijajah. Indonesia beruntung dapet jepang, kalo tidak, liat saja suriname, bbrp negara2 afrika, Nederlandse antila. Negara2 enak semua, males, bahkan males memerintah diri sendiri.
Apakah belanda menjajah indonesia dengan kekejaman? Jelas tidak! Tujuan Belanda adalah memperdaya, memang kalo perlu pake kekejaman untuk sekedar menggertak. Bukan mendidik. Kalo bisa sih orang Indonesia bodoh terus. Untuk apa cape2 menyiksa kalo tanpa disiksa kebo udah mau ngikut? Orang kaya butuh pembantu. Mayat2 cuman bikin kerjaan dan menjijikkan. Apalagi mayat2nya inlander.
Catatan: males di sini bukan males bekerja. Justru kerjanya kenceng. Mikirnya itu.. Memang tidak semua, tapi tidak mampu mengalahkan sihir belanda.
kandalf
25-09-2013, 05:32 PM
Kenapa kekejaman itu begitu penting untuk dibesar-besarkan?
Kalau kata A'A AZRAX: "Anda bisa berbicara begitu karena anda dalam posisi yang mendapatkan keuntungan! tapi akan lain halnya, bila anda adalah bagian daripada korban!"
ndableg
25-09-2013, 05:49 PM
Ya benar. Tapi kan semua punya cerita kekejaman sebagai korban. Korban bom atom dan korban shino war ataupun rawagede itu sama2 korban. Sama2 perlu diperhatikan. Masalahnya banyak yg juga tidak berada diposisi itu mempergunakan para korban untuk tujuan politik.
Ok.. mari kita hormati orang2 yang telah menjadi korban bagaimana pun caranya dia menjadi korban.
ndugu
26-09-2013, 12:05 AM
Dan pemerintah jepang sudah sering minta maap atas kejadian tsb, sedangkan belanda?
ini bukannya sebaliknya ya? ::elaugh::
saya kirain justru belanda yang sudah pernah minta maaf bbrp kali dan juga mengkompensasi in some cases. kayanya tidak terlalu lama yang lalu, ada brita mengenai orang2 sulawesi (lupa mananya) yang dikasi kompensasi atas jaman perang itu. memang tidak ada nilai moneter yang bisa tergantikan, tapi at least ini berarti belanda mengakui kesalahannya dan berusaha memperbaiki. dan kuingat ada organisasi belanda juga yang menawarkan konsultasi ato servis untuk bbrp program pembangunan di indo (dengan gratis ya), lupa namanya. dulu ayahku pernah menjadi orang tengah yang menghubungkan orang2 indo (misalnya petani, peternak, supervisor pabrik, kontraktor, etc) dengan konsultan2 belanda dari organisasi ini soalnya.
yang jepang setau saya juga memang sudah minta maap ke dunia atas jaman imperialisnya dulu. tapi masih wishy washy mengenai praktek s3xslave jaman perang. dan justru jaman sekarang dengan pemerintahan jepang yang baru, yang katanya lebih beraliran konservatif dan nasionalis, bukannya justru semakin men-deny ya ::elaugh::
Shaka_RDR
26-09-2013, 01:10 AM
IMHO, IMHO loh ya...
jangan benci negaranya (atau penduduk negaranya), benci tindakannya dan tuntut tanggung jawab mereka terhadap korban yang masih ada.
dan kita juga belajar jangan sampe kita melakukan kesalahan yg sama.
klo mo benci jepang/belanda, gw sih agak susah yah.
secara gw ga kenal kakek buyut gw (lha jelas, kakek gw masih kecil saat dia meninggal disiksa jepang) dan gw juga ga tau siapa yg membunuh kakek buyut gw. masa gw harus benci semua orang jepang gara2 itu?
dosa ayah tidak ditanggung anak. Tapi klo anak mau bantu menebus dosa ayah sih boleh2 aja, kita terima.
BundaNa
26-09-2013, 10:40 AM
mana neh pengakuan salah ketik si G30S jaman jepang, Giliran salah melipir pergi
surjadi05
06-10-2013, 04:01 AM
IMHO, IMHO loh ya...
jangan benci negaranya (atau penduduk negaranya), benci tindakannya dan tuntut tanggung jawab mereka terhadap korban yang masih ada.
dan kita juga belajar jangan sampe kita melakukan kesalahan yg sama.
klo mo benci jepang/belanda, gw sih agak susah yah.
secara gw ga kenal kakek buyut gw (lha jelas, kakek gw masih kecil saat dia meninggal disiksa jepang) dan gw juga ga tau siapa yg membunuh kakek buyut gw. masa gw harus benci semua orang jepang gara2 itu?
dosa ayah tidak ditanggung anak. Tapi klo anak mau bantu menebus dosa ayah sih boleh2 aja, kita terima.
Gw jugaa ga benci jepang/belanda, kalo yg gw tangkap dari Ts, opininya kan seolah2 mengatakan bahwa belanda lebih kejam dari jepang, dan gw juga tahu kok opini gw subyektif, gw ga sesombong itu mengakui opini gw obyektive, nah kalo gw lihat Ts sama beberapa member km kan cuma adu opini? Ga menagajak benci ke salah satu pihak ::ungg::
ndableg
06-10-2013, 05:53 PM
Justru gw ga maen kejam2an siapa. Tapi melihat hasil akhirnya yg mana yg menguntungkan bagi Indonesia.
Kesimpulan gw, penjajahan belanda membodohkan Indonesia, dan penjajahan jepang membuka mata orang indonesia yg sudah dibodohkan.
Kalo masalah kejam, ya sama2 kejam lah.
surjadi05
08-10-2013, 10:06 PM
^^^
Well, my mistake then ::sorry::
sheva
11-11-2013, 10:18 AM
ini katanya film fiksi ya? kalo ga salah ane pernah baca, katanya ga ada orang jepang yang mendukung indonesia buat merdeka kaya di film itu. tapi masih bisa diperdebatkan :ngopi:
ndableg
11-11-2013, 08:50 PM
Bukan begitu. Ada banyak yang terpaksa ikut perang lawan inggris/nica karena ga bisa/mau pulang karena malu. Jadi mereka lebih baik ikut perang walaupun niatnya bukan kemerdekaan tapi ya kepalang tanggung aja. Ada kok kuburan2nya.
jebret
15-11-2013, 02:47 PM
^jiwa bushidonya mantap
yang gw tangkap dr diskusi ini berarti ada wilayah2 tertentu dimana aparat2 pemerintah kolonial yang memperlakukan penduduk asli secara kejam, tapi ada juga wilayah2 tertentu yang tidak menderita kekejaman oleh aparat2 pemerintahan kolonial yang lain. jadi beda orangnya, sikapnya thdp pribumi juga beda. di daerah kakek nenek gw juga yang kejam katanya justru waktu penjajahan jepang, tapi di jaman belanda baik-baik saja tidak ada masalah.
kandalf
15-11-2013, 03:41 PM
ini katanya film fiksi ya? kalo ga salah ane pernah baca, katanya ga ada orang jepang yang mendukung indonesia buat merdeka kaya di film itu. tapi masih bisa diperdebatkan :ngopi: sheva
Filmnya fiksi,
bahkan sebenarnya bisa dikategorikan propaganda pemerintah Jepang,
tetapi salah besar kalau tidak ada orang Jepang yang mendukung Indonesia buat merdeka.
Aku sudah menyebutkan nama-namanya di halaman 2.
Ada Abdul Rachman (ikut perangnya),
ada Maeda (menyediakan tempat untuk rapat tertutup pembahasan proklamasi.. bentuk pembangkangan sebenarnya),
ada Shibata Yaichiro (membukakan gudang senjata untuk Arek2 Surabaya)
Tadi googling sepintas dapat satu nama lagi Rachmat Sigheru Ono.
Terpaksa? Aku kurang sepakat.
Kalau memang karena gak bisa pulang akibat malu, mereka pasti akan memilih untuk bunuh diri.
Tipe seperti Abdul Rachman berjuang untuk kemerdekaan Indonesia bukan karena terpaksa tetapi karena ia kecewa dengan janji pemerintah mereka. Ia begitu percaya dengan konsep Asia Raya jadi bersedia ditempatkan di Hindia Belanda (sebelum penyerbuan Belanda) sejak 1937 untuk menjadi corong propaganda dan mata-mata. Begitu tahun 1943, ia mulai ragu dengan pemerintahnya sendiri. Begitu pemerintahnya menyerah, ia langsung membelot ke pihak Indonesia.
sheva
15-11-2013, 05:09 PM
Bukan begitu. Ada banyak yang terpaksa ikut perang lawan inggris/nica karena ga bisa/mau pulang karena malu. Jadi mereka lebih baik ikut perang walaupun niatnya bukan kemerdekaan tapi ya kepalang tanggung aja. Ada kok kuburan2nya.
oh gitu, thanks penjelasannya gans ::bye::
@sheva (http://www.kopimaya.com/forum/member.php?u=1387)
Filmnya fiksi,
bahkan sebenarnya bisa dikategorikan propaganda pemerintah Jepang,
tetapi salah besar kalau tidak ada orang Jepang yang mendukung Indonesia buat merdeka.
Aku sudah menyebutkan nama-namanya di halaman 2.
Ada Abdul Rachman (ikut perangnya),
ada Maeda (menyediakan tempat untuk rapat tertutup pembahasan proklamasi.. bentuk pembangkangan sebenarnya),
ada Shibata Yaichiro (membukakan gudang senjata untuk Arek2 Surabaya)
Tadi googling sepintas dapat satu nama lagi Rachmat Sigheru Ono.
Terpaksa? Aku kurang sepakat.
Kalau memang karena gak bisa pulang akibat malu, mereka pasti akan memilih untuk bunuh diri.
Tipe seperti Abdul Rachman berjuang untuk kemerdekaan Indonesia bukan karena terpaksa tetapi karena ia kecewa dengan janji pemerintah mereka. Ia begitu percaya dengan konsep Asia Raya jadi bersedia ditempatkan di Hindia Belanda (sebelum penyerbuan Belanda) sejak 1937 untuk menjadi corong propaganda dan mata-mata. Begitu tahun 1943, ia mulai ragu dengan pemerintahnya sendiri. Begitu pemerintahnya menyerah, ia langsung membelot ke pihak Indonesia.
oh iya, maeda ane pernah denger namanya. kalo yang lain belum pernah
btw, penjelasannya lengkap sekali gans ::bye:: thanks a lot ::bye::
Powered by vBulletin® Version 4.2.5 Copyright © 2026 vBulletin Solutions Inc. All rights reserved.