PDA

View Full Version : Siapa kalau bukan Jokowi?



ndableg
15-09-2013, 04:33 PM
Dalam menyeleksi pegawainya, seorang boss pastinya mempertanyakan pengalaman kandidat dalam menjalankan fungsi lowongan. Begitu pula dalam memilih calon presiden dari para kandidat nanti, seharusnya kita memilih karena track record, pengalaman kerja. Bukan wajah, tapi kelayakan dan kepantasan.

Melihat dua calon lain (selain jokowi) mgk kita bisa melihat adanya pengalaman pada prabowo dan ARB. Yg satu pemimpin perang, yang satu pemimpin korporasi. Dua2nya sudah bisa dibilang berpengalaman memimpin dan jadi yg berhasil terlepas dari bagaimana caranya dia memimpin dan mencapai sukses. Walaupun begitu masih belum jelas bagi saya bagaimana methode mereka mencapai kesuksesan. Mungkin ada di sini yg bisa menjelaskan.

Akan tetapi apabila kita melihat "the superstar", jokowi, pengalamannya memimpin tidak diragukan lagi. Methode memimpin sudah ketauan. Jalan logikanya, orang ga sekolah pun bisa mengerti. Cara negonya pun ga berangasan dan elegant.

So? Masih doyan membeli kucing dalam karung?

cha_n
15-09-2013, 04:41 PM
ndableg semangat banget nih "jualan" jokowi xixixi
emang dia udah pasti dicalonkan ?

tuscany
15-09-2013, 05:38 PM
kalo PDIP mau menang kursi R1 I ya mencalonkan Jokowi. Selain itu, maaf saja dari PDIP tidak ada yang levelnya sanggup ke sana.

Sekalian nitip sedikit pemkiran. Setelah dilihat diraba ditrawang dirasa (isu ini), titik tembak lawan2 politik Jokowi pastinya adalah dia baru jadi gubernur DKI setahun, kepemimpinan di tingkat nasional belum teruji. Kalo ini patokannya, maka calon lain kepemimpinannya harus sudah teruji. ABR - lewat. Taunya cuma mimpin korporasi. Probowo lewat - taunya cuma mimpin militer. Yang masuk akal cuma JK, kalo Mega sih no way lah. Mahfud...hmmm punya pengalaman di tiga lembaga negara sekaligus tapi apa itu adalah kepemimpinan nasional aku belum bisa memutuskan.

Titik lemah lain adalah belum selesai jabatan di DKI sudah ngincer yang lebih tinggi, disuruh selesaikan dulu. Paling ini juga yang akan jadi jegalan secara konstitusi di DPRD. Aku cenderung setuju pendapat berikut.

secara prinsipil, Jokowi tetap setia pada kontrak sosial Rakyat DKI. Namun, bila sebuah “kontrak sosial” lebih besar memintanya, bahwa berlaku prinsip (etis-fenomenologis), untuk sebuah kebaikan lebih besar, kontrak sosial pertama diperbaharui. Dan, bahwa dalam rekam jejaknya, sejumlah kontrak sosial diperbaharui, Jokowi juga telah mengalaminya, ketika meninggalkan jabatan Wali-kota Solo menjadi Gubernur DKI Jakarta.sosis. (http://politik.kompasiana.com/2013/08/13/menjawab-7-alasan-tunda-jokowi-capres-2014-583845.html)

aya_muaya
15-09-2013, 05:47 PM
STOP dramaisasi politik !!! Memuakkan deh...

ndableg
15-09-2013, 08:09 PM
ndableg semangat banget nih "jualan" jokowi xixixi
emang dia udah pasti dicalonkan ?

Karena bagi gw jokowi ini jawaban doa gw, dan mgk bbrp orang di indonesia. Di saat gw ngiri sama iran yg punya ahmadinejad, kesel sama amerika ron paul ga diikutsertakan, tiba2 muncul yg asli punya dgn segala ciri khasnya.

Dicalonkan atau tidak, ya gw for jokowi lah..

serendipity
15-09-2013, 08:14 PM
kalo di tipi metro, Jokowi udah dielu-elukan juga. Cuma seperti biasa belom pasti

gw lebih milih Jokowi, karna dia bukan tipe orang yang mengagung-agungkan kekerasan. Jujur, dan banyak bertindak ketimbang ngomong.

ARB = sorry gw gak bakalan milih dia. Feeling mengatakan dia akan sangat rakus dan berkuasanya melampaui pak Harto
Prabowo = nampaknya Prabowo bagus, kata2 dan retorikanya, kemudian kuliah umumnya waktu di Singapura juga memukau pengunjung. Tapi kalo dia nanti beneran jadi capres RI, dia harus jelaskan apa adanya, dia harus luruskan sejarah sejujur-jujurnya, apa yg terjadi di koridor thn 96-98, setelah peristiwa penyerbuan ;D

ndableg
15-09-2013, 08:16 PM
Yang masuk akal cuma JK

Setuju sih. Tapi keknya ada unsur lain yg bisa menjatuhkan JK walaupun klise, spt non-jawa?
Bisa saja JK ini termasuk sesepuh yg sudah banyak terlibat dgn rejim2 lama. Jadi ada sungkan2nya jg. Sedangkan jokowi di sini spt pemain baru yg bandel dan ga punya hubungan dgn rejim lama selain sponsornya, PDIP. Spt gatot kaca baru keluar dari kawah candradimuka.. huahaha..

ndableg
15-09-2013, 08:20 PM
Prabowo juga bagus. Pandangan thd dunia cukup mewakili gw. Cuman ya itu.. dia itu bagaikan ahok militer. Jangan2 kita ngajak perang orang2 lain. Kalo jokowi kan... jowo sekali.. ama tamu2 inggih2, senyam senyum, komentar santun2, tau2 bank dunia, tolak!

purba
15-09-2013, 08:43 PM
Menurut ane, rakyat Indonesia mendambakan pemimpin yg sederhana, dekat dengan rakyat, dan gak banyak protokoler. Itu (tampaknya) ada pada Jokowi. Rakyat Indonesia adalah pemilih emosional, bukan pemilih rasional. Kalo ane terpaksa memilih, ane pun memilih Jokowi dari pada ARB ataupun Prabowo. Itu bukan karena Jowowi punya kemampuan memimpin ataupun punya visi misi yg lebih baik (buat ane, ketiganya gak jelas apa visi dan misinya), tetapi karena citra Jokowi yg sederhana, merakyat, dan informal.

::ngakak2::

aya_muaya
15-09-2013, 08:44 PM
Tadi denger2 di tipi, katanya ARB + JOKOWI ...

Kalau JK + JOKOWI : JK2 gw dukung dah...

Semoga jokowi ahok gak lupa mengkader...

Yuki
15-09-2013, 09:30 PM
seandainya jokowi nyapres, bukan sebagai cawapres ya, tapi sebagai capres, saya akan milih dia

cuman sekarang saya lagi muak sama yg namanya wakil rakyat, wakil rakyat sebagai representasi dari partai politik, tidak ada satupun partai politik yg saya percayai, termasuk PDIP

saya lebih memercayai perseorangan/figur ketimbang mesin politik (partai)

partai bagi saya hanyalah kumpulan calon-calon tikus yg akan beraksi begitu mendapat kesempatan, 1001 skenario sudah ada di dalam benak setiap partai apa yg harus mereka lakukan untuk menguras dan menggerogoti uang dan kekayaan alam jika mereka berkuasa

bagi mereka yg ada di dalam pikiran hanyalah bagaimana mereka memperkaya diri, kelompok dan golongan mereka serta (jika bisa) membentuk dinasti politik baru dari golongan mereka sendiri

spears
15-09-2013, 09:41 PM
Prabowo juga bagus. Pandangan thd dunia cukup mewakili gw. Cuman ya itu.. dia itu bagaikan ahok militer. Jangan2 kita ngajak perang orang2 lain. Kalo jokowi kan... jowo sekali.. ama tamu2 inggih2, senyam senyum, komentar santun2, tau2 bank dunia, tolak!

Ya donk. JOKOWI kan spt titisan Soekarno (amrik, go to hell with your aid)
Kmrn jg us ud nawarin bantuan ke jokowi buat bikin kampung deret.trus ktnya jokowi, "kita lom butuh bantuan asing..sendiri jg bisa.."
Bagus!
Sama Bleg, Jokowi juga ibarat jwbn doa2 gw *toss*

Smoga Tuhan melindungi Jokowi.
Amin.

---------- Post Merged at 09:41 PM ----------

Jokowi ama JK itu udah pasangan sapujagat, imho.
Cuman, apakah mau jk jadi wakil lg?
Klo seandainya jk mengenyampingkan gengsi...dan mau maju jd wakil jokowi..maka KLOP!

itsreza
15-09-2013, 10:09 PM
Selain Jokowi, ada GolPut!

Saya menunggu pencalonan resmi setelah pemilu legislatif
berharap ada calon-calon alternatif yang baik.

opera
15-09-2013, 10:28 PM
masi ragu, siapapun presidennya, yang menguasai negara ya itu itu aja. presiden cuman pajangan aja.
apakah jokowi berani melawan penguasa2 negara yang tentunya beda dengan penguasa jakarta
ada baiknya jokowi benahi dulu jakarta selama 5 tahun
tapi sampai saat ini belum ada nama yang sreg untuk menjadi presiden selain jokowi (dilema dilema)

RAP
15-09-2013, 10:32 PM
Setuju sama reza....
Sementara golput dulu.
Jokowi memang merakyat, tapi sampai saat ini program yg dijalankan sebagian besar punyanya Fauzi Bowo.
Sama seperti Ir Soekarno, BPUPKI dan PPKI yg repot bikin rencana, plus ide2 dr Budi Oetomo, Ki Hajardewantoro, Wahid Hasyim dll, dia yg beruntung dipilih sebagai lini depan.
Sama juga seperti Mao Tse Tung, kalo baca otobiografinya.... org yg paling beruntung.
Itulah politik, waktu yg tepat dpt menentukan segalanya.
Sebagai warga Jakarta, aku memegang teguh janji seorang patriotik sejati. Memenuhi janjinya sendiri atau tergoda dgn moment yg tercipta, krn masyarakat saat ini memerlukan dan rindu figur pemimpin2 seperti Jokowi.
Kalo ada 100 yg kaya Jokowi, mungkin baru bisa kita liat kelanjutannya.
Bukan aku ngak suka beliau jadi RI 1 tapi kalo beliau menerima ide ini, dia tidak beda dgn politisi lain yg suka ngumbar janji.

itsreza
15-09-2013, 10:53 PM
Pemimpin yang baik itu konsisten, sejauh ini Jokowi cukup konsisten menjalankan
rencana pembangunan yang telah ada. Program pembangunan baru memang ga bisa
tiba-tiba muncul, butuh waktu, harus disesuaikan dengan rencana strategis dan kerja
yang termasuk anggaran, dan rencana jangka menengah panjang. Orang bijak bilang,
there's no need to reinvent the wheel, unless you plan on learning about wheels. Ini
yang Jokowi lakukan, dan lebih menitik beratkan pada tata kelola pemerintahan.

Pun bila konsisten, maka Jokowi bijaknya tidak mencalonkan diri di tahun 2014 sebagai
presiden. Bila ya, maka termasuklah ke dalam golongan oportunis, dan apa yang
dilakukan olehnya merupakan pencitraan. Jokowi adalah manusia biasa, oleh karena
itu rasanya sangat mungkin bila ada individu-individu lain yang memiliki kemampuan
untuk menjadi presiden yang baik.

sekian 2 rupiah saya

surjadi05
15-09-2013, 11:00 PM
Kalo menurut gw JK, tapi gw yakin ga bakal menang, jokowi sangat pantas tapi menurut gw dia bakal mengingkari janjinya ssendiri, dan bagi gw janji sangat penting, kalo dia mencalonkan tahun 2014, gw ga bakal pilih, sekarang jagoan gw cuma Dahlan Iskan?

itsreza
15-09-2013, 11:05 PM
asik kong sur udah punya jagoan. berani pasang berapa kong? ::hihi::

cha_n
15-09-2013, 11:43 PM
aku suka jokowi. tapi memang dia masih terikat kontrak dengan jakarta.

ndableg
16-09-2013, 02:39 AM
jokowi sangat pantas tapi menurut gw dia bakal mengingkari janjinya ssendiri

Janjinya itu apa sih? Membenahi jakarta? Kalo jadi RI1 ga bisa membenahi jakarta? Janji yg bakal diucapkan thd indonesia (jika jadi RI1) bukannya nantinya termasuk janji thd jakarta?

AsLan
16-09-2013, 02:40 AM
selain jokowi?

sri mulyani boleh juga tuh, tapi harus ada sponsor kuat dibelakangnya supaya gak dibunuh, arb kan benci banget sam sm.

orang2 suka dengan sm, dulu waktu sm membuat wajib npwp orang2 kaya suka rela bikin npwp sampe ngantri2.

ndableg
16-09-2013, 02:53 AM
Jokowi memang merakyat, tapi sampai saat ini program yg dijalankan sebagian besar punyanya Fauzi Bowo.

Bukan hanya fauzi bowo, termasuk program gubernur2 sebelum Fauzi bowo yg tidak terlaksanakan.
Itu namanya efficient, program2 yg ada dulu diselesaikan. Nothing wrong with that.


Sama seperti Ir Soekarno, BPUPKI dan PPKI yg repot bikin rencana, plus ide2 dr Budi Oetomo, Ki Hajardewantoro, Wahid Hasyim dll, dia yg beruntung dipilih sebagai lini depan.
Sama juga seperti Mao Tse Tung, kalo baca otobiografinya.... org yg paling beruntung.
Itulah politik, waktu yg tepat dpt menentukan segalanya.

Saya nggak yakin juga ya apa dipilih sbg lini depan atau diberikan kekuasaan itu sebuah keberuntungan atau sebuah beban. Kalo ada maksup2 tertentu sih, bisa jadi beruntung.


Sebagai warga Jakarta, aku memegang teguh janji seorang patriotik sejati. Memenuhi janjinya sendiri atau tergoda dgn moment yg tercipta, krn masyarakat saat ini memerlukan dan rindu figur pemimpin2 seperti Jokowi.
Kalo ada 100 yg kaya Jokowi, mungkin baru bisa kita liat kelanjutannya.
Bukan aku ngak suka beliau jadi RI 1 tapi kalo beliau menerima ide ini, dia tidak beda dgn politisi lain yg suka ngumbar janji.

Saya nggak yakin beliau dgn senang hati menerima ide ini karena saya nggak yakin kerja kayak dia itu enak/santai. Apalagi kalo sampe seluruh indonesia.
tapi saya termasuk orang yg mau merayu bahkan memaksa jokowi sampai mau.

Fere
16-09-2013, 02:53 AM
...Jokowi bijaknya tidak mencalonkan diri di tahun 2014 sebagai
presiden. Bila ya, maka termasuklah ke dalam golongan oportunis...
Betul.. Kalo sampe Pak Joko maju, maka dia bakalan dikenal sebagai oportunis sejati.
Dan bukan tidak mungkin dia juga bakalan kehilangan banyak pendukungnya.

Tetapi masalahnya adalah.. :

...sampai saat ini belum ada nama yang sreg untuk menjadi presiden selain jokowi (dilema dilema)
:ngopi:

ndableg
16-09-2013, 02:58 AM
Itu bukan karena Jowowi punya kemampuan memimpin ataupun punya visi misi yg lebih baik (buat ane, ketiganya gak jelas apa visi dan misinya), tetapi karena citra Jokowi yg sederhana, merakyat, dan informal.

Ga jelas gimana lagi pur?
Bersihin waduk2 buat ape?
Bikin2 rusun buat ape?
Bersih2 PKL buat ape?
Pajak online biar ape?

Dari situ masih ga jelas visi misi nye? Kebanyakan nongkrong di depok sih lo! ::hihi::

ndableg
16-09-2013, 03:12 AM
Gw inget keinginan jokowi membranding kota jakarta, di mana orang akan teringat sesuatu apabila mendengar kota jakarta.
Pertama dia bikin pakaian daerah menjadi seragam pemkot. Itu agar orang mengingat jakarta pakaiannya spt itu.
Kemudian pesta2 rakyat, karnaval, lalu kampung deret, dll yg nantinya direncanakan akan menjadi ciri khas jakarta.
Jokowi berusaha membangkitkan identitas jakarta.

Coba jadi RI1. Indonesia akan bangkit. Is it not what you all want?









Mabuk jokowi gw rupanya...

PERMANDYAN
16-09-2013, 07:59 AM
Gw inget keinginan jokowi membranding kota jakarta, di mana orang akan teringat sesuatu apabila mendengar kota jakarta.
Pertama dia bikin pakaian daerah menjadi seragam pemkot. Itu agar orang mengingat jakarta pakaiannya spt itu.
Kemudian pesta2 rakyat, karnaval, lalu kampung deret, dll yg nantinya direncanakan akan menjadi ciri khas jakarta.
Jokowi berusaha membangkitkan identitas jakarta.

Coba jadi RI1. Indonesia akan bangkit. Is it not what you all want?









Mabuk jokowi gw rupanya...

kalaoe ini matjh, dari doeloe di bali soedah dilaksanakan......

hehehe.....

oentoek tjaloen presiden akoe soedah poenja tjalon sendiri, walaoe dia tidak termasoek hitoengan.....

Sri Bintang Pamoengkas.......

spears
16-09-2013, 11:32 AM
masi ragu, siapapun presidennya, yang menguasai negara ya itu itu aja. presiden cuman pajangan aja.
apakah jokowi berani melawan penguasa2 negara yang tentunya beda dengan penguasa jakarta
ada baiknya jokowi benahi dulu jakarta selama 5 tahun
tapi sampai saat ini belum ada nama yang sreg untuk menjadi presiden selain jokowi (dilema dilema)

waktu Jokowi digadang2 jadi Gubernur Jakarta, juga banyak yg ragu spt ini.
apakah bisa Jokowi melawan pengusaha2 hitam Jakarta? Jakarta itu pengusahanya ga kayak pengusaha Solo..bla bla bla..dsb...dst

ternyata?
kenyataannya?
BISA BANGET :D

ga usah jauh2. Tanah Abang aja contoh konkritnya. berapa banyak preman disana?

gw walopun ga asli Jakarta, tapi gw berKTP Jakarta, mengikhlaskan..Jokowi buat nyapres
Jakarta masih ada Ahok
dan terpenting lagi...bukan cuman Jakarta yang harus dipikirin
tapi indonesia yang harus dibenahi

gw restuin Jokowi jadi oportunis.
terserah klo org blg dia ingkar janji and oportunis. so be it!

surjadi05
16-09-2013, 12:39 PM
Janjinya itu apa sih? Membenahi jakarta? Kalo jadi RI1 ga bisa membenahi jakarta? Janji yg bakal diucapkan thd indonesia (jika jadi RI1) bukannya nantinya termasuk janji thd jakarta?
bukan waktu itu kan ada yg nanya soal komitmennya karna waktu itu masih walikota solo" bagaimana kalo terpilih jadi gubernur, tapi kemudian dicalonkan jadi presiden sebelum masa bhakti jadi gubernur habis?" dan dijawab Jokowi dia ga bakal mau dicalonkan dan mencalonkan diri jadi presiden! kurang lebih gitu deh ngomongnya, soalnya gw lupa kata2 persisnya::maap::

---------- Post Merged at 11:39 AM ----------


asik kong sur udah punya jagoan. berani pasang berapa kong? ::hihi::

lolos konvensi demokrat aja belum tentu za, masak udah ngajak tarohan::arg!::::arg!::::hihi::::hihi::

ancuur
16-09-2013, 12:46 PM
Siapa klo bukan Jokowi...

https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc1/1005986_559335680774442_2026446716_n.jpg

tuscany
16-09-2013, 12:52 PM
kalaoe ini matjh, dari doeloe di bali soedah dilaksanakan......

hehehe.....

oentoek tjaloen presiden akoe soedah poenja tjalon sendiri, walaoe dia tidak termasoek hitoengan.....

Sri Bintang Pamoengkas.......

Kalo SBP tidak menjadi calon untuk dicoblos di pemilu nanti, seken best alternatifnya siapa om?

Aku idem ditto sama spears. Oportunis versus hasil kerja. Mending pilih yang kata orang oportunis - kataku sih chance fifty2 aja bukan mutlak - tapi jelas kerjanya dari pada yang mungkin tidak oportunis - mungkin loh ya kita nggak tau motivasi orang sebenarnya - tapi less qualified. Pilihan hanya bisa diveto kalo ada kasus menyangkut jokowi yang extraordinary. That's it.

danalingga
16-09-2013, 01:21 PM
Sebenarnya nggak ada ruginya bagi Jakarta kalo Jokowi jadi presiden.
Malah bisa jadi untung. Ahok jadi punya backup presiden sehingga
program2 nya bisa lebih lancar.

AsLan
16-09-2013, 02:12 PM
Pilih FARHAT-VICKY...
Capres Muda twenty nine my age demi konspirasi kemakmuran

ancuur
16-09-2013, 02:43 PM
Pilih FARHAT-VICKY...
Capres Muda twenty nine my age demi konspirasi kemakmuran

Kampanye Vicky:
"My name is Hendrianto, I am froms the birthday in Karang Asih, Karang Asih City" ::doh::

purba
16-09-2013, 03:02 PM
Ga jelas gimana lagi pur?
Bersihin waduk2 buat ape?
Bikin2 rusun buat ape?
Bersih2 PKL buat ape?
Pajak online biar ape?

Dari situ masih ga jelas visi misi nye? Kebanyakan nongkrong di depok sih lo! ::hihi::

Lha ya itu, gue kagak tauk buat ape tuh Jokowi ngerjain begituan? Lu bisa jelasin gak buat ape? ::ngakak2::

Yg jelas Kartu Sehat dan Kartu Pintar aja jadinya acak kadut karena gak ada perencanaan yg baik. Bikin kartu mah gampang, sebarin ke orang-orang mah gampang, eh gak tauknya rumah sakit gak mampu menampung pasien. Itu artinya Kartu Sehat dan Kartu Pintarnya Jokowi dibuat tanpa perencanaan yg matang. Itu yg gue bilang dia kagak punya visi. Lain dengan Ali Sadikin yg visioner, juga berani ambil keputusan.

Yg gue tauk juga. Di daerah Condet, waktu jamannya Foke, selalu nongkrong alat berat pengeruk sampah, ketika musim hujan tiba. Tapi pas Jokowi jadi gub DKI, malah gue kagak lihat lagi tuh alat beratnya. Jadinya sampah makin menumpuk ketika banjir. Dari sini aje gue bisa nilai bahwa Jokowi gak punya visi yg jelas, koordinasi kagak jalan. Sama seperti kasus Kartu Sehat dan Kartu Pintar. Tapi masih mending dah, dari pada ARB dan Prabowo.

::ngakak2::

spears
16-09-2013, 03:17 PM
^duh!! masa ga tau sih bersihin waduk, rusun, kampung deret dan PKL buat apa???haduuh sana belajar yg bener dulu deh purba
masa yg gituan aja nggak tau????kemana ajaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

---------- Post Merged at 02:17 PM ----------


Lha ya itu, gue kagak tauk buat ape tuh Jokowi ngerjain begituan?



::doh::::doh::::doh::::doh::

surjadi05
16-09-2013, 04:16 PM
Siapa klo bukan Jokowi...

https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc1/1005986_559335680774442_2026446716_n.jpg

itu yg belakangnya Mahfud sapa ya pakde? sama yg dibelakangnya JK?::ungg::::ungg::

spears
16-09-2013, 05:14 PM
Yg diblkgnya JK itu Pramono Edhie.

Btw...Dahlan Iskan diusung jadi capres dr demokrat lho.
Yg dr hasil konvensi kmrn ada 11 nama.

Doh..ngapain sih Dahlan Iskan mau2nya deket2 ama Partai Demokrat??
Saya udah nggak percaya lagi sama PD. Sedikitpun. Walaupun mereka mengusung DI nantinya.

Ayooooo PDIP..this is your moment.

Tadi baca di yahoo...kriteria capres dr PDIP sudah dirumuskan. Beberapa syaratnya antara lain :
Pernah menjabat sbg kepala daerah, orang Jawa, beragama Islam, berideologi Pancasila dan Marhaenisme.


Kayaknya....menjurusnyaaa..ke Jokowi nih ::hihi::

RAP
16-09-2013, 06:32 PM
Sebenarnya nggak ada ruginya bagi Jakarta kalo Jokowi jadi presiden.
Malah bisa jadi untung. Ahok jadi punya backup presiden sehingga
program2 nya bisa lebih lancar.

Rugi banget, soalnya aku ngak suka ahok jd gubernur::grrr::
Pokoknya aku berharap Jokowi minimal jangan mau dimanfaatkan oleh partainya. Dia pebisnis sejati sehingga dpt memanfaatkan aset pemda yg mubajir, harus diakui kepiawaiannya dlm mengelola sehingga semua jd produktif.
Tapi utk RI 1, rasanya belum siap. Contoh nyata saat ulang tahun liputan 6 dia didaulat dgn gita wir.., jd reporter.... duh grogi bgt...::hihi::
Sementara gita nyantai bgt..., RI 1 itu yg dihadapi bkn hanya rakyat jelata saja loh... tapi rakyat dunia....
Kurang lebih gitulah...., ibarat atlet bulutangkis... kudu sering lawan atlet luar dulu.... jd mentalnya kuat...

ancuur
16-09-2013, 06:52 PM
Ayooooo PDIP..this is your moment.

Tadi baca di yahoo...kriteria capres dr PDIP sudah dirumuskan. Beberapa syaratnya antara lain :
Pernah menjabat sbg kepala daerah, orang Jawa, beragama Islam, berideologi Pancasila dan Marhaenisme.


Kayaknya....menjurusnyaaa..ke Jokowi nih ::hihi::

asal jgn nampilkan Mega pasti berhasil, apalagi mega tidak pidato akan lebih berhasil.. :ngopi:

note: mega klo mau pidato harus di beri text, atow lips nya aja yg goyang2 :jempol:

itsreza
16-09-2013, 09:29 PM
lolos konvensi demokrat aja belum tentu za, masak udah ngajak tarohan::arg!::::arg!::::hihi::::hihi::

bisa kong, pasang siapa yang lolos konvensi aja dulu
nih lawannya, keliatan tuh mba RAP jagoin gita wirjawan

danalingga
16-09-2013, 10:02 PM
Rugi banget, soalnya aku ngak suka ahok jd gubernur::grrr::
Pokoknya aku berharap Jokowi minimal jangan mau dimanfaatkan oleh partainya. Dia pebisnis sejati sehingga dpt memanfaatkan aset pemda yg mubajir, harus diakui kepiawaiannya dlm mengelola sehingga semua jd produktif.
Tapi utk RI 1, rasanya belum siap. Contoh nyata saat ulang tahun liputan 6 dia didaulat dgn gita wir.., jd reporter.... duh grogi bgt...::hihi::
Sementara gita nyantai bgt..., RI 1 itu yg dihadapi bkn hanya rakyat jelata saja loh... tapi rakyat dunia....
Kurang lebih gitulah...., ibarat atlet bulutangkis... kudu sering lawan atlet luar dulu.... jd mentalnya kuat...

Aku lihatnya buat Jakarta sih, bukan buat orang per orang.

Emang Ahok kenapa ya?

Terus kalo dibilang belon siap, aku sih berpandangan orang itu keliatan siap atau tidak setelah dicoba.
Kalo belon, masih sekedar asumsi saja.

purba
16-09-2013, 10:13 PM
Gw inget keinginan jokowi membranding kota jakarta, di mana orang akan teringat sesuatu apabila mendengar kota jakarta.
Pertama dia bikin pakaian daerah menjadi seragam pemkot. Itu agar orang mengingat jakarta pakaiannya spt itu.
Kemudian pesta2 rakyat, karnaval, lalu kampung deret, dll yg nantinya direncanakan akan menjadi ciri khas jakarta.
Jokowi berusaha membangkitkan identitas jakarta.

Coba jadi RI1. Indonesia akan bangkit. Is it not what you all want?


Buat apa membangkitkan identitas dari hal-hal begituan? Tetap saja Jakarta akan diingat dgn macet dan banjirnya. ::hihi::

Dulu waktu Dahlan Iskan (DI) jadi pendekar mabuk, semua orang heboh dan kepingin DI jadi presiden. Sekarang kagak kedengaran lagi tuh. Timing DI yg terlalu cepat, keburu mateng duluan, tapi panen belum saatnya, sehingga sekarang busuk. ::ngakak2::

Gue udah bilang, rakyat Indonesia pemilih emosional, pemilih anget-anget tahik ajam. Sekarang momennya buat Jokowi. Kalo Jokowi gak maju capres 2014, nanti di 2019 bakalan busuk juga kayak DI. Kenapa? Gak gampang dlm 5 tahun bisa beresin macet dan banjir di Jakarta. ::bwekk::

ndableg
16-09-2013, 10:18 PM
Betul pur.. ga gampang. Apalagi cuman sbg gubernur jakarta. Karena penyelesaian masalahnya jg terletak di jawa barat, shg butuh presiden.

ndableg
16-09-2013, 10:23 PM
Rugi banget, soalnya aku ngak suka ahok jd gubernur::grrr::
Pokoknya aku berharap Jokowi minimal jangan mau dimanfaatkan oleh partainya. Dia pebisnis sejati sehingga dpt memanfaatkan aset pemda yg mubajir, harus diakui kepiawaiannya dlm mengelola sehingga semua jd produktif.
Tapi utk RI 1, rasanya belum siap. Contoh nyata saat ulang tahun liputan 6 dia didaulat dgn gita wir.., jd reporter.... duh grogi bgt...::hihi::
Sementara gita nyantai bgt..., RI 1 itu yg dihadapi bkn hanya rakyat jelata saja loh... tapi rakyat dunia....
Kurang lebih gitulah...., ibarat atlet bulutangkis... kudu sering lawan atlet luar dulu.... jd mentalnya kuat...

Bu'e. Jokowi itu exportir, dan menurut pengakuan dia sih ud pernah ikut2 bursa kerajinan kayu di luar. Pernah kasih ceramah pake bahasa inggris malah. Yg ngasih gelar jokowi itu kan partner bisnisnya orang perancis. Dan sering jg tuh beliau menyambut tamu2 dari luar dgn kromoenglishnya.

Ya memang jokowi bukan tipe celebriti yg doyan depan kamera suruh membawakan berita dgn membaca papan. Dia kan spontanitas, ga pake skrenario2an. Jangan sampe deh presiden kita = aktor yg jago ekting.

ndableg
16-09-2013, 10:26 PM
Dulu waktu Dahlan Iskan (DI) jadi pendekar mabuk, semua orang heboh dan kepingin DI jadi presiden. Sekarang kagak kedengaran lagi tuh. Timing DI yg terlalu cepat, keburu mateng duluan, tapi panen belum saatnya, sehingga sekarang busuk. ::ngakak2::

Wajar aja kan jagoan kalo ada yg lebih jagoan lagi jadi turun pamor? Namanya regenerasi pur.. Hebatnya.. indonesia begitu jepat regenerasi.

ancuur
16-09-2013, 10:54 PM
itu yg belakangnya Mahfud sapa ya pakde? sama yg dibelakangnya JK?::ungg::::ungg::

yg dibelakang JK gak tau kong.. ::doh::

RAP
16-09-2013, 11:03 PM
bisa kong, pasang siapa yang lolos konvensi aja dulu
nih lawannya, keliatan tuh mba RAP jagoin gita wirjawan

Aku golput loh za...::hihi::

---------- Post Merged at 10:03 PM ----------


Aku lihatnya buat Jakarta sih, bukan buat orang per orang.

Emang Ahok kenapa ya?

Terus kalo dibilang belon siap, aku sih berpandangan orang itu keliatan siap atau tidak setelah dicoba.
Kalo belon, masih sekedar asumsi saja.

Dulu itu aku pendukung jokohok loh...
Coba dibaca ulang komen2 ku waktu pilkada kmrn...::bwekk::
Krn suatu alasan, aku kecewa dengan ahok.
Dgn jokowi aku ngak ada masalah, masih jd pendukungnya sampai detik ini.
Karena itulah aku belum mau jokowi maju skrg.

Ronggolawe
16-09-2013, 11:05 PM
golput ngga membawa perubahan, malah memperbesar
peluang bagi yang buruk untuk tampil :)

gw sih sudah panteng Jokowi for 2014

ndableg
16-09-2013, 11:10 PM
Lha ya itu, gue kagak tauk buat ape tuh Jokowi ngerjain begituan? Lu bisa jelasin gak buat ape? ::ngakak2::

Yg jelas Kartu Sehat dan Kartu Pintar aja jadinya acak kadut karena gak ada perencanaan yg baik. Bikin kartu mah gampang, sebarin ke orang-orang mah gampang, eh gak tauknya rumah sakit gak mampu menampung pasien.

Eh? Ini bukannya berita ud kadaluwarsa?
Coba tes ke puskesmas gih, pura2 mencret.


Yg gue tauk juga. Di daerah Condet, waktu jamannya Foke, selalu nongkrong alat berat pengeruk sampah, ketika musim hujan tiba. Tapi pas Jokowi jadi gub DKI, malah gue kagak lihat lagi tuh alat beratnya. Jadinya sampah makin menumpuk ketika banjir. Dari sini aje gue bisa nilai bahwa Jokowi gak punya visi yg jelas, koordinasi kagak jalan. Sama seperti kasus Kartu Sehat dan Kartu Pintar. Tapi masih mending dah, dari pada ARB dan Prabowo.

Jadi pindah ke condet neh? Kesian jokowi, gara2 condet ga ada alat berat langsung ga punya visi misi.

RAP
16-09-2013, 11:12 PM
golput ngga membawa perubahan, malah memperbesar
peluang bagi yang buruk untuk tampil :)

gw sih sudah panteng Jokowi for 2014


Batas golput ku sampe desember om, itu juga kalo udh pada keluar para calonnya::hihi::
Kalo ngak ada yg cocok ya golput lagi::grrr::

ndableg
16-09-2013, 11:12 PM
golput ngga membawa perubahan, malah memperbesar
peluang bagi yang buruk untuk tampil :)

gw sih sudah panteng Jokowi for 2014

Biasa golput, biar kalo pemimpin bikin salah, jadi merasa berhak mengolok2.

spears
16-09-2013, 11:32 PM
:)) wkwkwk ndableg ketauan yah si purba tuh kudet alias kurang update. ::ngakak2:: masiiiihhh aja bawa2 cerita KJS dan KJP...wkwkwk...ga update bangeeeett..ketinggalan jaman...nggak ngikutin berita...
Mo ngritik tp isu yg dibawa dah ktinggalan jaman.

Hahaha stuju tuh gw. Gmn klo purba suruh ke puskesmas pura2 mencret...wuakakakaka...baru kali ini baca postingan ndableg sampe ngakak2. Aer minum gw jd muncrat nih. ::ngakak2::

---------- Post Merged at 11:32 PM ----------

Btt..


Karakter yg gw suka dr jokowi:
1. Humble dan rendah hati
2. Nggak gampang di provokasi


Buktinya..nnti ah...ga enak klo postingnya ga di kompie

purba
16-09-2013, 11:52 PM
Betul pur.. ga gampang. Apalagi cuman sbg gubernur jakarta. Karena penyelesaian masalahnya jg terletak di jawa barat, shg butuh presiden.

Wuehh.. Jawa Barat disalahin? Lu pikir kalo Jokowi jadi presiden, cuman ngurusin Jakarta doang? Kagak. Yg pasti dia makin sibuk dgn blusukannya. Waktu jadi gubernur, blusukannya ke comberan-comberan dan got-got di Jakarta. Nanti pas jadi presiden, blusukannya ke comberan-comberan dan got-got seluruh Indonesia... ::ngakak2::

Noh, tempat lu nyambung hidup (Belanda), apa perlu jadi raja Eropa dulu, supaya Belanda gak kebanjiran? Ya kagak... ::hihi::

ndableg
16-09-2013, 11:55 PM
Ok jeng. Cos dulu ah. Kalo masalah jokowi, memang kita sehati.

Jokowi humble, menurut gw ud ga perlu dipertanyakan lagi. Kesabarannya itu yg gw penasarn. pengen liat dia sekali2 meledak.

ndableg
16-09-2013, 11:59 PM
Wuehh.. Jawa Barat disalahin? Lu pikir kalo Jokowi jadi presiden, cuman ngurusin Jakarta doang? Kagak. Yg pasti dia makin sibuk dgn blusukannya. Waktu jadi gubernur, blusukannya ke comberan-comberan dan got-got di Jakarta. Nanti pas jadi presiden, blusukannya ke comberan-comberan dan got-got seluruh Indonesia... ::ngakak2::

Noh, tempat lu nyambung hidup (Belanda), apa perlu jadi raja Eropa dulu, supaya Belanda gak kebanjiran? Ya kagak... ::hihi::

Ah elu pur. Mana ada gw nyalahin jawa barat. Depok panas kali yak.
Kalo banjir itu gara2 sungai meluap. Nah sungai itu mangalir dari atas, dari gunung. Gunungnya ada di jawa barat. Untuk mengatasi banjir bukan hilirnya aja yg perlu dibenahin, hulu nya juga. Untuk itu perlu ada koordinasi antar propinsi, di mana kalo ud urusan antar propinsi itu adalah urusan nasional. Jadi pusat perlu turun.

Belanda jg urusan banjir itu urusan nasional, bukan urusan lokal.
Berobat dulu sana.. mumpung gratis!

itsreza
17-09-2013, 12:03 AM
koordinasi antar propinsi ga perlu jadi urusan nasional om
apa-apa pusat, apa-apa pusat, pusat kok apa-apa?
pusing amat jadi presiden, enak kepala daerah dong -_-

Fere
17-09-2013, 12:06 AM
^
kepala ikan lebih enak ja.. ::hihi::

ndableg
17-09-2013, 12:07 AM
koordinasi antar propinsi ga perlu jadi urusan nasional om
apa-apa pusat, apa-apa pusat, pusat kok apa-apa?
pusing amat jadi presiden, enak kepala daerah dong -_-

Yang jelas, jokowi ga punya kuasa utk memerintahkan pemda bogor/jawa barat untuk melarang pembangunan vila2 yg bikin gundul.
Ga perlu jadi presiden sih, asal gubernur dan walikota jabar mau nurut sama jokowi, no problemo.

Jelas apa2 harus pusat, kalo enggak ngapain irian barat pengen berontak?

itsreza
17-09-2013, 12:15 AM
kenapa harus mau nurut? apa jadi gubernur dki berarti lebih tinggi levelnya dibanding wilayah lain? -_-

AsLan
17-09-2013, 12:21 AM
sri mulyani aja, pinter, bersih dan mampu go internasional, gak malu dah punya presiden kayak dia...

Ronggolawe
17-09-2013, 12:28 AM
kekeke....
Sri Mulyani yang dengan mudahnya dikadalin mastermind
dibalik Bank Century :)

ndableg
17-09-2013, 12:49 AM
kenapa harus mau nurut? apa jadi gubernur dki berarti lebih tinggi levelnya dibanding wilayah lain? -_-

Nah.. makanya, jadi presiden.

Ronggolawe
17-09-2013, 01:00 AM
Sekarang simple nya, kembalikan saja kepada pertanyaan
awal thread ini... siapa kalau bukan Jokowi?

ARB? yakin di KM ada yang mau milih dia?

DI? kekeke, sudah kehilangan momentum, dan kerjanya su
dah mulai hilang dari pandangan

Prabowo? gw sih ngga memandang rekam jejaknya di Koppa
sus pada Mei 1998 sebagai keburukan, masalahnya banyak yg
keder kalau harus menghadapi Prabowo sebagai Presiden

Gita Wiryawan? ini sih 11/12 ama SBY

Anies Baswedan? Akademisi, jadi Mendikbud saja lah

Mahfudz MD? pas nya jadi Wapres Jokowi,

ndableg
17-09-2013, 03:26 AM
Mustinye elu pilih arb nggo.. kan sama2 dirantau.. ::hihi::

purba
17-09-2013, 06:41 AM
Ah elu pur. Mana ada gw nyalahin jawa barat. Depok panas kali yak.
Kalo banjir itu gara2 sungai meluap. Nah sungai itu mangalir dari atas, dari gunung. Gunungnya ada di jawa barat. Untuk mengatasi banjir bukan hilirnya aja yg perlu dibenahin, hulu nya juga. Untuk itu perlu ada koordinasi antar propinsi, di mana kalo ud urusan antar propinsi itu adalah urusan nasional. Jadi pusat perlu turun.

Jiahh... Emangnya ada apa dgn hulu sungai di Jawa Barat? Kok gara-gara sungai meluap di Jakarta, lu salahin hulu sungainya? ::ngakak2::



Belanda jg urusan banjir itu urusan nasional, bukan urusan lokal.


Behh.. dasar otak lu cetek. Sesuai logika lu, Jokowi musti jadi presiden dulu utk ngurusin hulu sungai di Jawa Barat yg bermuara di Jakarta, maka orang Belanda musti jadi raja Eropa dulu utk ngurusin hulu sungai di Eropa (Swiss) yg bermuara di Belanda. Nyatanya? Kagak perlu jadi raja Eropa, orang Belanda mampu ngurus negaranya doang supaya kagak banjir. Kalo Jokowi emang punya visi dan misi yg bagus, kagak perlu jadi presiden, dia udah bisa bikin Jakarta kagak banjir kayak sekarang.

Jokowi beraninya cuman sama rakyat kecil doang. Gusur pedagang kaki lima. Gusur rumah rakyat di pinggir sungai, di pinggir waduk. Yg musti dihadapin di Jakarta supaya kagak macet dan banjir, tuh cukong-cukong lokal (seperti Haji Lulung) yg punya gedung tinggi. Berani? Apa musti jadi presiden dulu, supaya berani? ::ngakak2::

danalingga
17-09-2013, 07:07 AM
Kalo SM maju sih gue milih SM.
Soale aliran ekonominya sealiran ama gue.

Pasti saham-saham bakalan naik. ::hihi::

ndableg
17-09-2013, 07:29 AM
Jiahh... Emangnya ada apa dgn hulu sungai di Jawa Barat? Kok gara-gara sungai meluap di Jakarta, lu salahin hulu sungainya? ::ngakak2::

Yg salah itu ya yg menyebabkan banjir lah, ga di hulu ga di hilir.
Banjir kiriman itu dikirim dari mana? Ada apa di sana? Elu kan yg scientist katanya.


Behh.. dasar otak lu cetek. Sesuai logika lu, Jokowi musti jadi presiden dulu utk ngurusin hulu sungai di Jawa Barat yg bermuara di Jakarta, maka orang Belanda musti jadi raja Eropa dulu utk ngurusin hulu sungai di Eropa (Swiss) yg bermuara di Belanda. Nyatanya? Kagak perlu jadi raja Eropa, orang Belanda mampu ngurus negaranya doang supaya kagak banjir. Kalo Jokowi emang punya visi dan misi yg bagus, kagak perlu jadi presiden, dia udah bisa bikin Jakarta kagak banjir kayak sekarang.

Lu tanya dulu orang swiss bangun villa sembarangan gak? Ada penggundulan gak? Yg otaknya luber kek gini. Disuruh berobat gratisan kagak mau.


Jokowi beraninya cuman sama rakyat kecil doang. Gusur pedagang kaki lima. Gusur rumah rakyat di pinggir sungai, di pinggir waduk. Yg musti dihadapin di Jakarta supaya kagak macet dan banjir, tuh cukong-cukong lokal (seperti Haji Lulung) yg punya gedung tinggi. Berani? Apa musti jadi presiden dulu, supaya berani? ::ngakak2::

Kalo ud jadi gedung dan ada surat2nya ud kagak bisa diapa2in lagi lah. Kagak ngarti ape gimane lu?
Lu berani gak lawan haji lulung? Ke tanah abang aja lu ngeper. Dibentak ahok mingkem luh.

mbok jamu
17-09-2013, 10:46 AM
Kocak nih.

Ayo teruskaaan.. ::clap2::

AsLan
17-09-2013, 12:27 PM
Sri mulyani bukan super woman, wajar kalau dia kalah lawan penguasa2 di indonesia.

Tapi dia pinter dan jujur, kalo didukung rakyat mungkin bisa menjadikan indonesia yg maju dan bermartabatm

Ya... Kita lagi ngomongin alternatifnya jokowi kan ?

tuscany
17-09-2013, 07:03 PM
SM kaum profesional, lebih cocok di tingkat kabinet imho.

purba
17-09-2013, 10:27 PM
Yg salah itu ya yg menyebabkan banjir lah, ga di hulu ga di hilir.
Banjir kiriman itu dikirim dari mana? Ada apa di sana? Elu kan yg scientist katanya.

Lha lu bilang Jokowi punya visi dan misi ngatasin banjir, kog lu malah nanya gue? ::ngakak2::

Lu tauk kagak apa visi misi Jokowi? Jangan-jangan kagak. Kan jadi makin bener apa yg gue bilang, lu dukung Jokowi sekedar emosional doang.

Sama nih dgn topik dulu waktu Jokowi masih jadi cagub. Gue tanya kayak apa Kartu Sehat dan Kartu Pintar, pada kagak bisa jelasin dgn bener. Akhirnya terbukti kartu tsb malah bikin masalah dgn daya tampung rumah sakit. Ujung-ujungnya kartu tsb cuman buat berobat gratis di puskesmas. Gembel-gembel Jakarta juga mampu bayar ongkos berobat di puskesmas, gak perlu kartu gratis segala. ::hihi::



Lu tanya dulu orang swiss bangun villa sembarangan gak? Ada penggundulan gak? Yg otaknya luber kek gini. Disuruh berobat gratisan kagak mau.


Apa hubungannya orang Swiss bikin vila atau kagak dgn banjir di Belanda? Mo hutan di Swiss gundul kek atau gondrong kek, kalo orang Belanda otaknya cetek kayak lu, mereka bakalan kebanjiran juga. (sorry ya gue ngomong agak kasar, jangan nangis ya bleg... )



Kalo ud jadi gedung dan ada surat2nya ud kagak bisa diapa2in lagi lah. Kagak ngarti ape gimane lu?

Itu tergantung apa visi misi Jokowi. Kalo emang serius mo ngurangin/ngilangin banjir di Jakarta, tentu ada misi-misi yg perlu dilakukan thd gedung-gedung penyebab banjir tsb.



Lu berani gak lawan haji lulung? Ke tanah abang aja lu ngeper. Dibentak ahok mingkem luh.

Lha itu dia, cuman cukong lokal macam Haji Lulung aja, Jokowi-Ahok ngeper, apalagi kalo nanti jadi presiden, cukong kelas paus bunting yg bakalan dihadapin. Berani? ::ngakak2::

ndableg
18-09-2013, 03:20 PM
Lu tauk kagak apa visi misi Jokowi? Jangan-jangan kagak. Kan jadi makin bener apa yg gue bilang, lu dukung Jokowi sekedar emosional doang.

Emang emosi gw ama lu. Lu ikutin berita napa. Seakan2 gw suruh ngulangin berita buat elu.
Ama jokowi lu coba gunakan akal sehat, jangan pake emosional kayak kader Partai Demokrat karena takut kalah pamor. Kayaknya sekarang ente sepemikiran sama demokrat pur.


Sama nih dgn topik dulu waktu Jokowi masih jadi cagub. Gue tanya kayak apa Kartu Sehat dan Kartu Pintar, pada kagak bisa jelasin dgn bener. Akhirnya terbukti kartu tsb malah bikin masalah dgn daya tampung rumah sakit. Ujung-ujungnya kartu tsb cuman buat berobat gratis di puskesmas. Gembel-gembel Jakarta juga mampu bayar ongkos berobat di puskesmas, gak perlu kartu gratis segala. ::hihi::

Lah.. ud gw bilang elu tes pura2 mencret untuk membuktikan pikiran lo yang ketinggalan itu kok. Balik lagi.


(sorry ya gue ngomong agak kasar, jangan nangis ya bleg... )

Duh.. terharu gw.. Sori-in gw jg men.


Itu tergantung apa visi misi Jokowi. Kalo emang serius mo ngurangin/ngilangin banjir di Jakarta, tentu ada misi-misi yg perlu dilakukan thd gedung-gedung penyebab banjir tsb.

Satu2 pur. Waduknya belum beres semua. Semua itu dilakukan satu2. Ente ini kebanyakan teori.


Lha itu dia, cuman cukong lokal macam Haji Lulung aja, Jokowi-Ahok ngeper, apalagi kalo nanti jadi presiden, cukong kelas paus bunting yg bakalan dihadapin. Berani? ::ngakak2::

Yah.. susah deh ngomong ama orang depok. Bisa nangkep berapa station tv seh? Internet masuk depok kan?

ndableg
18-09-2013, 03:22 PM
Apa hubungannya orang Swiss bikin vila atau kagak dgn banjir di Belanda? Mo hutan di Swiss gundul kek atau gondrong kek, kalo orang Belanda otaknya cetek kayak lu, mereka bakalan kebanjiran juga.

Di SD dulu belajar ga seh? Kalo hutan2 di pegunungan dibotakin apa yg terjadi?

spears
18-09-2013, 03:44 PM
jadi intinya si purba orang depok apa org condet??::hihi::
dari dulu minta bukti KJS dan KJP (perasaan di thread yg dulu ud dijawab. ngaku d mbak pur, lu sbnrnya bs baca ga sih?).


skrg dibalik aja deh omongan lu, Pur..mana buktinya klo KJS dan KJP tuh ga jalan??? soalnya APBD DKI baik2 aja tuhhh, malah masih sisa banyak buat bikin kampung deret plus relokasi org2 waduk ria-rio en kali Ciliwung TANPA pinjaman dari Bank Dunia

soal banjir, makanya lu banyak2 baca koran,nonton tv..jangan baca faithfreedom aja ::hihi::
udah banyak tuh beritanya kerjaan jokohok buat meminimalisir banjir jakarta. nihh buktinya (salah satu aja ya..keenakan elu dong klo smuanya dicariin) :
http://www.merdeka.com/jakarta/ahok-persilakan-bangun-mal-asal-di-pinggiran-jakarta.html
http://www.merdeka.com/jakarta/ada-apa-dibalik-pencabutan-sk-uang-kerahiman-oleh-jokowi.html

terrusss..
atas dasar apa lu bilang Jokohok ga berani sama Hj Lulung??
buktinya abis telponan ama Ahok kmrn si Bang Haji langsung pergi umroh..pulang2 masuk rumah sakit ::hihi::

Belom lagi sama Murdaya Poo
tuh...si Murdaya itu "pengusaha" lho di jkt ini..dateng2 ke Ahok..ee tiba2 besok muncul beritanya si MP ga mau rapatnya sama Ahok di unggah ke youtube
::hihi::::hihi::kira2 pada penasaran ga siii, knp si MP segitunya mpe ga mau masuk yutub?? apa krn merasa bersalah???::oops::

purba
18-09-2013, 06:52 PM
Di SD dulu belajar ga seh? Kalo hutan2 di pegunungan dibotakin apa yg terjadi?

Nah ini die, ngatasin banjir Jakarta cuman modal pelajaran SD. Makanya banjir terus. ::ngakak2::

Lu sbg pendukung Jokowi, tau gak program kerja Jokowi apa aja? Kalo tau, lu seharusnya bisa jelasin dimarih dgn baik, bukan malah balik tanya gue. ::bwekk::

spears
18-09-2013, 09:09 PM
^kalah detected.

Mnurut kamus besar perforuman, ciri2 org yg ud kalah itu biasanya suka bolak balik perkataan org lain aja krjaannya.
Gw aja ud ngerti maksudnya Ndableg..kok lu ga ngerti2 sih purba? Apa iya lu se-oon itu??

::hihi::

---------- Post Merged at 09:09 PM ----------

Oke deh.
Utk org2 yg ga dpt internet ky purba ...nih ya program kerja Jokohok.
Ga usah jauh2 ya..program kerja 100 hari nya dulu...artinya yg urgent
http://ahok.org/berita/news/ini-rencana-program-100-hari-jokowi-ahok/


1. Ngurus apapun tanpa pungli -----> checked
(Pengalaman pribadi..kmrn pas ngurus ganti KTP ganti alamat rumah plus ngubah status jd menikah..bikin selasa jadinya jumat. Pas gw tanya ke petugas "ciyuss jdnya jumat pak? Kok cepet????..." jwb ptugasnya "klo lama2 dimarahin ama Pak Jokowi"...mantab khann..plusss gw ga byr biaya apapun)

2. KJS dan KJP ---> checked

3. Transportasi -----> checked. Kopaja gw liat byk yg baru aka diremajakan. Ada kopaja eksekutif juga.br liat kmrn sejalur ama busway. Trus smua angkutan umum wajib lolos uji kir. Yg ga lolos pada dikandangin smua ma ahok..yg kmrn sampe pada demo...

4. PD Pasar Jaya -----> masalah di tanah abang khan? Checked.

ancuur
18-09-2013, 11:18 PM
seru nih ::oops:: gelar tiker sambil ngupi ........ :ngopi:

spears
19-09-2013, 12:00 AM
Ngupi apa ngupil????::oops::

itsreza
19-09-2013, 12:53 AM
mohon diskusi tetap relevan dengan topik dan tidak saling menyerang pribadi

AsLan
19-09-2013, 12:55 AM
ngupinya campur upil, biar asin2 gimana...

kjs mungkin gak sempurna, tapi banyak orang yg merasa terbantu.

di jakarta sekarang gw liat sendiri, pemprov sangat aktif bekerja, beresin ini itu, gak kayak dulu.

seandainya pemerintah pusat jadi aktif seperti pemprov dki, pasti negara akan sangat maju.

tapi kalo dicari2 terus kelemahannya ya pasti ada.

ancuur
19-09-2013, 01:49 AM
Ngupi apa ngupil????::oops::

kasih spears minum alkohol :minum3:


mohon diskusi tetap relevan dengan topik dan tidak saling menyerang pribadi

ancuur :kesal2: reza psttt.. penonton diem ::hihi::


ngupinya campur upil, biar asin2 gimana...

kjs mungkin gak sempurna, tapi banyak orang yg merasa terbantu.

di jakarta sekarang gw liat sendiri, pemprov sangat aktif bekerja, beresin ini itu, gak kayak dulu.

seandainya pemerintah pusat jadi aktif seperti pemprov dki, pasti negara akan sangat maju.

tapi kalo dicari2 terus kelemahannya ya pasti ada.

ancuur :minum2: aslan

tuscany
19-09-2013, 02:19 AM
kalo ada yang tidak puas atau tidak cocok dengan kerja jokowi wajar saja asal saat berargumen kedua belah pihak saling menghormati. kritik juga perlu supaya jokowi tetap introspeksi, asalkan sifatnya membangun.

danalingga
19-09-2013, 07:37 AM
Untuk Tanah Abang belum sepenuhnya sukes tuh.
Emang dah sukses menata agar jalanannya tidak macet lagi.
Tapi belon sukses untuk meramekan Blok G, terutama
lantai 3. Pedagangnya malah pengen balik ke kaki lima lagi tuh.

Menunggu tindak lanjut Jokohok, mo diapain tuh Blok G biar rame.

RAP
19-09-2013, 08:36 AM
ancuur :kesal2: reza psttt.. penonton diem ::hihi::



ancuur :minum2: aslan[/QUOTE]

Papi ancuur, apa upilku masih kurang::nangis::
Sampe2 minta punya AsLan::arg!::::arg!::::doh:

---------- Post Merged at 07:36 AM ----------


Untuk Tanah Abang belum sepenuhnya sukes tuh.
Emang dah sukses menata agar jalanannya tidak macet lagi.
Tapi belon sukses untuk meramekan Blok G, terutama
lantai 3. Pedagangnya malah pengen balik ke kaki lima lagi tuh.

Menunggu tindak lanjut Jokohok, mo diapain tuh Blok G biar rame.

Bikin dangdutan orkes tunggal aja...
Trus undang warga RSJ KM khususnya langganan pasien kamar no 10:pinokio:
Dijamin rame deh....., sekalian promosi buat pemasukan papi ancuur
Papiiiiiiiiii awas ya kalo jatah bulanan dipotong lagi bln ini....., tuh calon pasien udh banyak.....
Mami mau golf ke Bali dulu trus ke Belanda shopping, udh summersale nih....::grrr::

ancuur
19-09-2013, 11:34 AM
Untuk Tanah Abang belum sepenuhnya sukes tuh.
Emang dah sukses menata agar jalanannya tidak macet lagi.
Tapi belon sukses untuk meramekan Blok G, terutama
lantai 3. Pedagangnya malah pengen balik ke kaki lima lagi tuh.

Menunggu tindak lanjut Jokohok, mo diapain tuh Blok G biar rame.

SETUJU sama danalingga :jempol:
itulah memang dasarnya didikan haji LingLung,
sudah di beri rumah minta beras dan lauk pauknya,
nanti minta disuapin pulak dasar reman kredil gak pernah mikir
harusnya mereka PKL mikirrrrrrrrrr... jgn mau enaknya aja, panggil si
LingLung suruh bikin rame.. jgn cuma bisa kumpulin reman/PKL doang!!! :ngopi:




Bikin dangdutan orkes tunggal aja...
Trus undang warga RSJ KM khususnya langganan pasien kamar no 10:pinokio:
Dijamin rame deh....., sekalian promosi buat pemasukan papi ancuur
Papiiiiiiiiii awas ya kalo jatah bulanan dipotong lagi bln ini....., tuh calon pasien udh banyak.....
Mami mau golf ke Bali dulu trus ke Belanda shopping, udh summersale nih....::grrr::

mami RAP sibuk amat udah dangdutan, summer sales pulak,
emang anaknya lily, menantu surjadi05 mau ditelantarin.. ::doh::

surjadi05
19-09-2013, 12:00 PM
SETUJU sama danalingga :jempol:
itulah memang dasarnya didikan haji LingLung,
sudah di beri rumah minta beras dan lauk pauknya,
nanti minta disuapin pulak dasar reman kredil gak pernah mikir
harusnya mereka PKL mikirrrrrrrrrr... jgn mau enaknya aja, panggil si
LingLung suruh bikin rame.. jgn cuma bisa kumpulin reman/PKL doang!!! :ngopi:




mami RAP sibuk amat udah dangdutan, summer sales pulak,
emang anaknya lily, menantu surjadi05 mau ditelantarin.. ::doh::

beginilah nasibnya pakde, kalo tinggal di Pondok Mertua Indah:nangislari::nangislari::malas::terpojok:::hi hi::::hihi::

---------- Post Merged at 11:00 AM ----------

cape d, ini tret selain jokowi kan? clingak kanan, kiri, atas bawah? ::ungg::::ungg::
kok jokowi mulu yg dibahas ::arg!::::arg!::

spears
19-09-2013, 12:15 PM
mohon diskusi tetap relevan dengan topik dan tidak saling menyerang pribadi

:D edited


selama si purba dan kroni2nya tidak mengubah cara bertanya or menjawabnya, JANGAN HARAP JUGA gw akan merubah cara gw me-reply doi.

---------- Post Merged at 11:09 AM ----------




cape d, ini tret selain jokowi kan? clingak kanan, kiri, atas bawah? ::ungg::::ungg::
kok jokowi mulu yg dibahas ::arg!::::arg!::

om itu adalah teknik penulisan.
judulnya emang siapa lagi kalo bukan jokowi?
tapi dilihat dr isi postingan ndableg...ya maksudnya "tiada yg lain selain Jokowi"

::hihi::::hihi::

---------- Post Merged at 11:15 AM ----------


Untuk Tanah Abang belum sepenuhnya sukes tuh.
Emang dah sukses menata agar jalanannya tidak macet lagi.
Tapi belon sukses untuk meramekan Blok G, terutama
lantai 3. Pedagangnya malah pengen balik ke kaki lima lagi tuh.

Menunggu tindak lanjut Jokohok, mo diapain tuh Blok G biar rame.


lha itu tugas walikotanya dong.
masa dikit2 Gubernur??
trus, kerjaannya camat,lurah,walkot apa dong??

Pak Gubernur en wakil kan sudah membantu lewat proses penegakan hukumnya. bahwa sesungguhnya tidak boleh jualan di jalan umum (apalagi smpe mengganggu ketertiban) en nggak boleh parkir di badan jalan. nah, pas udah tertata...silakan jajarannya jalan semua...sudah enak tho???udah dipayungi??

ya tapi klo Gubernur mo bantu juga gpp sih.
tp mnurut gw jgn dibiasakan rakyat mintanya langsung ke pucuk pimpinan
harusnya ke perwakilannya dong
biar pimpinan bisa konsen ngerjain yg lain juga

nah..pemberdayaan para kepala2 dinas, walkot dll dsb ini mnurut gw juga harus jd agendanya Jokohok

ancuur
19-09-2013, 12:17 PM
beginilah nasibnya pakde, kalo tinggal di Pondok Mertua Indah:nangislari::nangislari::malas::terpojok:::hi hi::::hihi::

---------- Post Merged at 11:00 AM ----------

cape d, ini tret selain jokowi kan? clingak kanan, kiri, atas bawah? ::ungg::::ungg::
kok jokowi mulu yg dibahas ::arg!::::arg!::

kong sur, yg sabar ya.. kyknya mertuanya seuka hura2 belanja sana sini ::doh::

505

selain Jokowi ::doh::

itsreza
19-09-2013, 12:27 PM
Silakan pahami posting saya dengan baik:
Posisi saya di sini adalah pembaca thread, bukan moderator, yang menginginkan diskusi yang konstruktif.
Dengan demikian posting saya merupakan himbauan dan tidak hanya merujuk tidak hanya pada satu individu.
Mengenai pendapat saya mengenai topik ini sudah disampaikan dalam beberapa posting sebelumnya. Untuk itu
bila ada yang tidak menyukai posting saya secara pribadi dapat menyampaikannya melalui PM. Terima kasih

spears
19-09-2013, 12:27 PM
eh tapi stelah gw fikir2...kayaknya bagus juga klo Jokowi bikin Blok G jadi rame. tp ya itu bukan tugas dia doang.
dan jangan menimpakan segalanya buat jokowi

tp apa urusannya knp blok G harus rame?
mnuurt gw, rame enggaknya suatu tmpt belanja, ditentukan ama penjualnya sendiri...en kebutuhan/permintaan pembeli
yg namanya tana abang pasti bakal rame lah

http://static.liputan6.com/201302/joko-anwar-rollingstone.co.id--130205b.jpg
hai, saya joko anwar


#selainJokowi

danalingga
19-09-2013, 12:29 PM
Masalhnya dulu dijanjikan akan rame pas proses pemindahan dari kaki lima ke blok G.
Jadi itu tetap utang Jokohok menurutku. Harus dibayar lunas.

Blok G ini kan posisinya kurang strategis. Jadi butuh usaha lebih agar bisa rame.

Note: Rame dalam artian banyak calon pembeli alias banyak yang lewat sono.
Kalo orang lewat aja nggak ada, giman mo ngejual. ;))

RAP
19-09-2013, 12:47 PM
SETUJU sama danalingga :jempol:
itulah memang dasarnya didikan haji LingLung,
sudah di beri rumah minta beras dan lauk pauknya,
nanti minta disuapin pulak dasar reman kredil gak pernah mikir
harusnya mereka PKL mikirrrrrrrrrr... jgn mau enaknya aja, panggil si
LingLung suruh bikin rame.. jgn cuma bisa kumpulin reman/PKL doang!!! :ngopi:




mami RAP sibuk amat udah dangdutan, summer sales pulak,
emang anaknya lily, menantu surjadi05 mau ditelantarin.. ::doh::

Ya ajak dong pi ancuur. ....... anak n mantu kesayangan kudu diajak dong......
Sekalian papi ikut juga ya.... ntar selikuh lagi klo ditinggal.
Lagian yg ngankat belanjaan mami siapa dong.....::hihi::

ancuur
19-09-2013, 12:52 PM
Masalhnya dulu dijanjikan akan rame pas proses pemindahan dari kaki lima ke blok G.
Jadi itu tetap utang Jokohok menurutku. Harus dibayar lunas.

Blok G ini kan posisinya kurang strategis. Jadi butuh usaha lebih agar bisa rame.

Note: Rame dalam artian banyak calon pembeli alias banyak yang lewat sono.
Kalo orang lewat aja nggak ada, giman mo ngejual. ;))

namanya baru buka pasti sepi gan...

penyebab gak rame:

1. belom banyak org tau
2. mungkin gak pasang umbul2/iklan secara besar2an
3. mungkin belom diadakan "opening" yg harus dimeriahkan secara besar2an
5. mungkin dulu rame karna jalan macet, parikr disana jualan disna ya ramelah..
6. haji LingLung penguasa/penguasa/DPRD-JKT hrsnya dia ada usaha (jgn mau enaknya)
7. silahkan ditambah oleh spears mungkin ada ide briliant ..

Note: ni semua bukan tugas Jokowi, dia hanya bertugas Menata Jakarta bukan Marketing :ngopi:

---------- Post Merged at 11:52 AM ----------



Lagian yg ngankat belanjaan mami siapa dong.....::hihi::

http://www.wearemania.net/resource/images/wallpaper/2012-03/000000026.jpg

yg ankat belanjaan mami ::arg!::::arg!:: (Joko Maning)

danalingga
19-09-2013, 01:57 PM
^ lah, janjinya gimana mbah? Nggak dianggap aja apa?

ancuur
19-09-2013, 02:07 PM
^ lah, janjinya gimana mbah? Nggak dianggap aja apa?

janji pejabat lain masih ada yg lebih parah ::doh::
namanya masing2 berusaha.. Jokowi berusaha ngusir, PKL berusaha dagang ::hihi::

---------- Post Merged at 01:07 PM ----------

508

mudah2an saya tidak kena dampaK Mas danalingga, saya gak tanggung jwb loh..

AsLan
19-09-2013, 03:30 PM
gw aja masih belum mampir ke tanabang lagi, trauma kena macet total.

butuh waktu lah buat menarik konsumen, yg namanya pengusaha biar kecil atau pengusaha besar gak boleh cengeng dan manja, harus mikir bagaimana memperoleh rejeki tanpa melanggar hukum.

danalingga
19-09-2013, 03:41 PM
Yah, intinya Jokohok belon melaksanakan semua janjinya mengenai tanah abang ini.
Wajar pedagang menuntut. Bukan soal cengeng atau nggak.

Catat, saya bilang belum bukan tidak. Takutnya ada yang salah baca. ::hihi::

ndableg
19-09-2013, 03:48 PM
Makanya pantau berita. Belanja di sana undian mobil.

http://www.youtube.com/watch?v=5XX6-TMjAns
Memang sukses itu ga serta merta langsung apa2 berhasil. Tapi selama usaha2 terus dilakukan, lebih baik. Namanya juga orang usaha.

danalingga
19-09-2013, 04:14 PM
Gue bacanya berita terbaru sih. Ini linknya: http://news.detik.com/read/2013/09/17/172837/2361379/10/pemerintah-dki-minta-pedagang-blok-g-bersabar

Pemerintah aja masih ngakui kalo emang blog G masih sepi. Itu tanggal 17 september 2013. Entah kalo sekarang dah rame. ::hihi::

Kalo dah rame emang gue akuin tuh Jokohok bener2 manusia 1/2 Dewa. Pinjam istilah bang Iwan Fals.

ndableg
19-09-2013, 04:16 PM
Ya memang bener masih sepi dan. Kalo rame ya ga perlu promosi lagi.

danalingga
19-09-2013, 04:22 PM
Berarti ya masih terus dipantau nih apa Tanah Abang ini bisa sampe tuntas 100%.

Kalo bisa, itu jadi nilai tambah lagi buat Jokowi jika memang jadi capres nantinya.

Oh iya, kalo masalah kartu jakarta sehat itu sih menurutku pribadi telah dapat diselesaikan dengan baik. Itu kalo saya nggak salah baca berita yak. ;))

ndableg
19-09-2013, 04:23 PM
Ya ga tanah abang aja kan

spears
19-09-2013, 05:31 PM
Ya menurut gw sih.. spakat ama Aslan..
Mo laku atau enggak, itu pinter2nya penjual en pengelolanya aja.
Cari rezeki sih cari rezeki..tp jangan melanggar hukum en menyengsarakan org lain dong.

Klo pake logika kayak gitu,
Pedagang narkoba boleh donk demo ke pak polisi karna gara2 polisi gencar sosialisasi dagangan mereka jadi nggak laku?::hihi::

Atau..
Jaman dulu Sarinah itu ngehits..mall numero uno...
Skrg sepi ga kayak dulu..
Trus itu salah pemerintah?
Salahnya gubernur?

::hihi::

Peace yow


Imho..masih bagus mereka direlokasi ke blok G.
Padahal pemerintah nggak punya kewajiban apa2 lho sama org2 yg menduduki tanah negara secara ilegal

danalingga
19-09-2013, 05:36 PM
Yah, kalo gitu jangan janji donk. Kalo janji ya kudu ditepati.

spears
19-09-2013, 05:44 PM
klo Jokowi janji sih itu krn kebaikan hati dia aja.
tapi saya, rakyat Indonesia..maklum kalau itu bukan kewajiban beliau ::bye::

ndableg
19-09-2013, 07:23 PM
emang janjinya apaan? Mendesign marketing plan buat tanah abang?

ancuur
19-09-2013, 07:56 PM
Untuk Tanah Abang belum sepenuhnya sukes tuh.
Emang dah sukses menata agar jalanannya tidak macet lagi.
Tapi belon sukses untuk meramekan Blok G, terutama
lantai 3. Pedagangnya malah pengen balik ke kaki lima lagi tuh.

Menunggu tindak lanjut Jokohok, mo diapain tuh Blok G biar rame.

yg mana yg bener sih :nunjuk: Blok G Pasar Tanah Abang mulai ramai pengunjung (http://www.merdeka.com/foto/jakarta/blok-g-pasar-tanah-abang-mulai-ramai-pengunjung.html) :ngopi:

note: silahkan baca komen2nya di sana.. semua positip :jempol:

tuscany
19-09-2013, 07:58 PM
Namanya daerah dagang baru masa mau langsung rame dalam sekejap? Pengharapan juga mesti rasional.

*belum selese posting, sambung lagi ntar.

ancuur
19-09-2013, 07:59 PM
heran di komen ada pulak yg pasang iklan ::arg!::


Marsudianto Kukuh · GURU BHs Inggris at SDN CENGKARENG-TIMUR 10 PAGI
02141607572 (esia), 08988136050 (tri), 081807269902 (xl)

kandalf
19-09-2013, 08:00 PM
mulai ramai itu artinya belum ramai, Um.
Itu cuma bahasa kiasan dari pendukung Jokowi Ahok aja.

Tapi yang gue suka, Jokowi-Ahok gak lepas tangan. Sudah ada kok beberapa rencana untuk menarik pelanggan.

Satu sisi, masyarakat kita juga malas naik tangga sih.
Malas eksplorasi gedung. Itu sebabnya mengapa kalau ada kios liar di luar pasar, jadi lebih ramai.

danalingga
19-09-2013, 08:43 PM
yg mana yg bener sih :nunjuk: Blok G Pasar Tanah Abang mulai ramai pengunjung (http://www.merdeka.com/foto/jakarta/blok-g-pasar-tanah-abang-mulai-ramai-pengunjung.html) :ngopi:

note: silahkan baca komen2nya di sana.. semua positip :jempol:

Komen dari pedagang di blog G (terutama lantai tiga) ada nggak?

---------- Post Merged at 07:40 PM ----------


emang janjinya apaan? Mendesign marketing plan buat tanah abang?

Harusnya lo tahulah Bleg. Kan lo pengamat setia Jokowi. Jangan2 semua berita negatif jokowi lo skip. ::hihi::

---------- Post Merged at 07:43 PM ----------

Nih, gue bantu linknya: Janji Jokowi Pada Pedagang Blog G (http://news.detik.com/read/2013/09/17/135751/2361064/10/1/pedagang-tanah-abang-menagih-janji-jokowi)

ancuur
19-09-2013, 11:53 PM
mulai ramai itu artinya belum ramai, Um.
Itu cuma bahasa kiasan dari pendukung Jokowi Ahok aja.

Yoi boss, tunggu aja,.. promosi kan gak kyk makan cabe rawit begitu dimakan terus pedes :ngopi:


Komen dari pedagang di blog G (terutama lantai tiga) ada nggak?

gak tau juga sih.. tapi memang baru beberapa bulan, ramenya stelah paling 2 tahunan..
BTW salut sama JokoAhok.. :jempol: jauh dibanding sama jamannya si kumis Bokek eh Foke :ngopi:

Note: btw busway jangan2 haji LingLung ikut bermain.. supaya blok G gak rame pengunjung :cilukba:

AsLan
20-09-2013, 01:38 AM
logikanya sih blok g gak akan seramai waktu dagang dijalanan.

waktu dijalan kan para pedagang itu menutupi toko2 sekitar dan mengambil langganan toko2 itu.

sekarang pemprov mengembalikan para pelanggan ke toko2 sekitar, sesuai hak mereka.

yg namanya dagang, selama jumlah pelanggan tak bertambah, ya rebut2an langganan.

ancuur
20-09-2013, 02:55 AM
pada kenyataannya barang yg dijual sangat berpengaruh kepada segment pembeli,
kita mungkin bisa bayangkan apa yg mereka jual.. paling keren barang2 KW3 ::doh::

http://img.antaranews.com/new/2013/07/ori/20130715Demo-PKL-Tanah-Abang-150713-wpa.jpg

http://statik.tempo.co/data/2013/07/15/id_202104/202104_620.jpg

http://www.beritafoto.net/foto_berita/74DSC_7275.jpg

mbok jamu
20-09-2013, 05:14 AM
Waktu mbok di Jakarta bulan lalu, Jakarta kelihatannya agak bersih, terutama tol ke bandara, lebih rapi. Tapi teman bilang, "Jakartanya di mana? Kalau di Senayan ya bersih lah!"

Memang penertiban itu belum merata di semua pelosok Jakarta tapi bukan berarti orang Jakarta jadi manja. Jangan sedikit-sedikit nunjuk Jokowi, sedikit-sedikit ngadu ke Ahok. Lagipula kekacauan di Jakarta itu sudah ada puluhan tahun (dan orang Jakarta sendiri 'menikmatinya') ndak bisa ditertibkan dalam setahun dua tahun.

Sekarang putra-putra daerah jadi gubernur dan wakilnya, disuruh blusukan, mengatasi banjir, layanan kesehatan sampai pkl, sementara orang-orang Jakarta sendiri ongkang-ongkang kaki? Bah!

Di Indonesia orang baik kalau sudah memimpin pasti menderita. Leiden is lijden.

AsLan
20-09-2013, 10:45 AM
maka harus dijelaskan, tugas pemerintah apa, tugas rakyat apa... jangan semuanya selalu minta2 dari pemerintah.

spears
20-09-2013, 12:05 PM
iya betul..setuju semua pada komen2 diatas

pengharapan itu harus rasional
jangan apa2 mintanya serba instan.

ancuur
20-09-2013, 12:18 PM
berarti tukang minta2 harus dihapuskan tuh...
karna pembelajaran berpreseden buruk bagi the next generations.. :ngopi:

terlebih para anggota DPR, klo ada masalah yg disalahin presidennya
nah terus mereka2 kerjanya ngapain, gak pernah berusaha kerjanya
cuma selalu mencari "kambing hitam"

danalingga
20-09-2013, 01:44 PM
Yah, kalo emang bukan tugasnya jangan berani-bernai menjanjikan donk.

Btw, kalo menuntut fasilitas yang lengkap sih udah benar menurutku. Kan itu emang tugas pemerintah.

ndableg
20-09-2013, 02:56 PM
Harusnya lo tahulah Bleg. Kan lo pengamat setia Jokowi. Jangan2 semua berita negatif jokowi lo skip. ::hihi::

Negatipnya di mana ya dan? memberi harapan = negatip?

danalingga
20-09-2013, 03:00 PM
Negatipnya di mana ya dan? memberi harapan = negatip?

Oh, kalo gitu anggap positif aja dah. ::hihi::

AsLan
20-09-2013, 06:24 PM
Kalo masalah janji, gampaaang...

Bikin aja rame 1 hari, janji terpenuhi.

danalingga
14-03-2014, 06:45 PM
Dah resmi jadi capres tuh. ndableg mana ini?

Ronggolawe
14-03-2014, 07:12 PM
ndableg lagi ketawa gembira tanpa henti :)

kandalf
14-03-2014, 07:16 PM
ndableg yuhuuuuu!!!!
Traktir kami2 dong.

tuscany
14-03-2014, 08:17 PM
oh ya? sudah resmi toh akhirnya...
siapa nih sandal jepitnya?

ndableg
14-03-2014, 09:01 PM
Wah.. kok traktir.. bukannya makin deg2an?
btw... Alhamdulillaaaaaah...

surjadi05
15-03-2014, 09:31 PM
Kayaknya terpaksa pilih Jokowi nih ::kesal::

et dah
15-03-2014, 10:12 PM
ga akan milih jokowi

ndableg
15-03-2014, 11:09 PM
Wedeeeh.. pendukung bang oma nih..

TheCursed
16-03-2014, 01:48 AM
Gak ikut dukung Jokowi. Karena...
http://memecreator.eu/media/created/qimfgv.jpg

ndableg
16-03-2014, 05:06 AM
alasan yg cerdas..

purba
31-03-2014, 06:10 PM
Siapa kalau bukan Jokowi?

Bagaimana kabarnya Kartu Sehat dan Kartu Pintar-nya Jokowi? Apakah jumlah anak sekolahan di Jakarta meningkat? Apakah penduduk Jakarta makin sehat?

Yg ane inget, waktu jamannya Foke, banjir Jakarta tidak separah sejak Jokowi jadi Gubernur DKI. Waktu Bang Yos berkuasa, DKI banjir besar 2007. Kemudian Foke berkuasa, tidak ada banjir besar. Ketika Jokowi berkuasa, banjir besar 2013, dilanjutkan dengan banjir besar 2014. Artinya, dlm menghadapi musim hujan, manajemen Jokowi tidak bagus.

Jaman Mega berkuasa, gas dijual murah pada Cina. BUMN strategis banyak dijual lewat jasa broker Laksamana Sukardi. Kalo mau kecebur got dua kali, pilihlah Jokowi!

::ngakak2::

Ronggolawe
31-03-2014, 06:20 PM
jadi loe mau milih siapa Pur?
ARB? SP? PS? atau PEW?

dari kemarin muter-muter ngga jelas, tapi ngga men
jawab pertanyaan trit :)

et dah
31-03-2014, 06:32 PM
ngomong-ngomong pasangan calon wakil presidennya siapa sih?

Alip
31-03-2014, 06:49 PM
Saya pilih selain Jokowi & ARB. Nanti kalau sudah jelas siapa aja yang maju, tinggal pilih pakai dadu....

etca
31-03-2014, 07:58 PM
Pengumuman Capres dan Cawapresnya kapan sih?
kok berasa ga jelas ya?
#KekMauIkutanPemiluAja ;D

MoonCying
31-03-2014, 08:59 PM
Ikut pak alip.

Ntar milih pake dadu aja -_-'

PERMANDYAN
31-03-2014, 09:00 PM
Pakai dadoe...
kajak sengkoeni sahadja.....

danalingga
01-04-2014, 05:33 AM
Ngomong-ngomong, sengkuni jadi sering disebut ya.

Alip
01-04-2014, 06:51 AM
Supaya gak kayak Sengkuni, pakai penghasil angka acak (random value generator) di komputer aja... apalagi kalo kandidatnya lebih dari enam...
::hihi::

lattungtatturrus
01-04-2014, 08:24 AM
Ngomong-ngomong sengkuni itu siapa? Member disini?

cha_n
01-04-2014, 09:11 AM
emang siapa lagi sih yang mau dicalonkan ?
kalo jokowi jadi presiden, bakalan kayak sapi dicocok hidungnya ga? nurut ama megawati mulu?

MoonCying
01-04-2014, 09:15 AM
Sangkuni, atau yang dalam ejaan Sanskerta disebut Shakuni (: शकुनि ; śakuni) atau Saubala adalah seorang tokoh antagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia merupakan paman para Korawa dari pihak ibu. Sangkuni terkenal sebagai tokoh licik yang selalu menghasut para Korawa agar memusuhi Pandawa. Antara lain, ia berhasil merebut Kerajaan Indraprastha dari tangan para Pandawa melalui sebuah permainan dadu.

Dalam pewayangan Jawa, Sangkuni sering dieja dengan nama Sengkuni. ketika para Korawa berkuasa di Kerajaan Hastina, ia diangkat sebagai patih. Dalam pewayangan Sunda, ia juga dikenal dengan nama Sangkuning.



Saya mengenal jokowi ataupun ARB yaa cuma dari berita TV, atau internet macam Fordis Kask*s.

Sedangkan imho : media saat ini tdk seperti media yg di-idealis-kan oleh mochtar lubis.

Semua media tlah berorientasi untung & berada di pinggir kebrangkutan disebabkan biaya internet yg semakin murah & terjangkau.

Jadi karena saya tdk percaya pada yg diusung media = memilih siapapun yaa seperti melempar dadu ::sigh::

danalingga
01-04-2014, 12:43 PM
^ kenapa nggak berusaha cari tahu terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melempar dadu?
Wong pilpresnya masih lama kok.

et dah
01-04-2014, 01:13 PM
trus hubungannya sama sangkuriang apa?

tuscany
01-04-2014, 02:39 PM
Siapa kalau bukan Jokowi?

Bagaimana kabarnya Kartu Sehat dan Kartu Pintar-nya Jokowi? Apakah jumlah anak sekolahan di Jakarta meningkat? Apakah penduduk Jakarta makin sehat?

Yg ane inget, waktu jamannya Foke, banjir Jakarta tidak separah sejak Jokowi jadi Gubernur DKI. Waktu Bang Yos berkuasa, DKI banjir besar 2007. Kemudian Foke berkuasa, tidak ada banjir besar. Ketika Jokowi berkuasa, banjir besar 2013, dilanjutkan dengan banjir besar 2014. Artinya, dlm menghadapi musim hujan, manajemen Jokowi tidak bagus.

Jaman Mega berkuasa, gas dijual murah pada Cina. BUMN strategis banyak dijual lewat jasa broker Laksamana Sukardi. Kalo mau kecebur got dua kali, pilihlah Jokowi!

::ngakak2::

Masa cuma diitung siapa yg mimpin. Perilaku masyarakat, volume banjir, cuaca dan banyak lagi faktor eksternal lainnya nggak ada yah ::elaugh::

Jokowi itu cuma nomor 2 menurut survey kapasitas. Nomor satunya JK. Kalo JK jadi wapresnya siapa, akan masuk pilihan teratas saya kecuali ppresidennya ARB, Prabowo dan Wiranto.

mendoan
01-04-2014, 02:56 PM
prabowo.
soalnya kalo gw liat dia lebih soekarnois, ditambah dengan pengalamannya sebagai anak emas soeharto :ngopi:

purba
01-04-2014, 10:21 PM
jadi loe mau milih siapa Pur?
ARB? SP? PS? atau PEW?

dari kemarin muter-muter ngga jelas, tapi ngga men
jawab pertanyaan trit :)

Itu artinya gw pilih asal bukan Jokowi. ::bwekk::

Kalo ternyata yg maju Jokowi dan Prabowo, gw pilih Prabowo.
Kalo ternyata yg maju Jokowi dan ARB, gw pilih ARB.
Kalo ternyata yg maju Jokowi dan Winht, gw pilih Winht.
...


Apa yg mau diharapkan dari orang yg mencla-mencle macam Jokowi? Bayangkan, pemilihan gubernur DKI Jakarta hanya dijadikan ajang coba-coba popularitas.

Dibangunlah opini bhw dengan Jokowi jadi presiden, penyelesaian masalah Jakarta akan makin cepat. Emangnya Jokowi presidennya Jakarta?

Rakyat Indonesia sebaiknya sadar, ketika ada 1 kandidat yg sangat menonjol dibandingkan kandidat lain, tanpa prestasi dan program yg jelas, lebih baik jgn pilih kandidat tsb.

::ngakak2::

Ronggolawe
01-04-2014, 10:25 PM
kekeke...
memilih asal bukan jokowi

justru rakyat Indonesia bakal semakin memilih Jokowi
kalau Jokowi dikeroyok begini.

bagaimana gw bisa meyakini kandidat lain, wong pro
mo keunggulan diri saja ngga bisa, cuma bisa nge-je
lekin orang lain.

Fere
01-04-2014, 11:32 PM
prabowo.
soalnya kalo gw liat dia lebih soekarnois, ditambah dengan pengalamannya sebagai anak emas soeharto :ngopi:
Soekarnois itu yang kayak gimana sih Oom..?
::ungg::

ndableg
02-04-2014, 01:41 AM
Prabowo masih terlihat pongah buat gw. Kampanye naek kuda, naek helikopter. SEdangkan batur2 duduk dilante pake kaen gombal.

Tapi ya memang ada sih yg suka liat pemimpin yg berkantong tebel. Ga suka presiden penampilan gembel macam jokowi. Yah.. gw sih suka yg simpel2 aja.

purba
02-04-2014, 03:19 PM
Tapi ya memang ada sih yg suka liat pemimpin yg berkantong tebel. Ga suka presiden penampilan gembel macam jokowi. Yah.. gw sih suka yg simpel2 aja.

Memilih presiden bukan dari kantong tebal atau penampilan gembel, tapi dari program yg ditawarkan. Ini mendidik rakyat Indonesia utk lebih rasional dlm memilih pemimpinnya. Tapi mau rasional atau tidak, itu pilihan.

::ngakak2::

---------- Post Merged at 02:19 PM ----------



justru rakyat Indonesia bakal semakin memilih Jokowi
kalau Jokowi dikeroyok begini.

Gak salah. Rakyat Indonesia memang pemilih emosional. Jokowi maju sekarang memang momentum yg tepat, mumpung masih populer dan favorit di mata rakyat. Jika maju 2019, orang terlanjur menilai kinerja dia sbg gub DKI Jakarta. Jika sukses dgn DKI, Jokowi makin melambung. Tapi sudah bisa ditebak, membereskan Jakarta gak cukup 5 tahun. Artinya, tahun 2019 cenderung memudarkan popularitas Jokowi. Utk itulah dia maju sekarang.



bagaimana gw bisa meyakini kandidat lain, wong pro
mo keunggulan diri saja ngga bisa, cuma bisa nge-je
lekin orang lain.

Itu tergantung lu cari informasi dan apa yg lu mau tahu.

::ngakak2::

mbok jamu
02-04-2014, 04:21 PM
Jokowi sepertinya bisa dipercaya jadi presiden tapi partai yang mengusung dia itu.. I dunno, I just can't trust them. Campur tangan mereka di Surabaya itu lho.. fishy.

Alip
02-04-2014, 05:11 PM
Jadi ceritanya istri pernah terlibat proyek untuk pemda DKI yang memungkinkan interaksi lumayan dengan Bapak Jokowi satu ini... dan secara pribadi Bapak Gubernur ini memang dinilai punya visi dan komitmen untuk kemajuan, termasuk profil yang disebut "kerakyatan"... istri adalah penilai watak yang lebih baik dari saya, sehingga saya percaya penilaiannya bahwa Pak Jokowi memang memiliki persona yang tepat untuk menjadi teknokrat di sebuah posisi pemerintahan, bahkan sampai ke tingkat presiden sekalipun.

Tapi saya tidak sepaham dengan pencalonan beliau sebagai presiden pada saat ini. Pencalonan ini lebih memanfaatkan popularitas ketimbang hadirnya sebuah model solusi bagi segala macam karut marut yang dihadapi negara ini. Saya memilih untuk tidak memilih Pak Jokowi sebagai perwujudan ketidaksetujuan saya terhadap sikap pemilihan yang emosional, bukan karena saya anti beliau. Memang resikonya saya harus memilih dari "bahan sisa" yang rekam jejak mereka di panggung politik Indonesia membuat kita sakit perut... tapi saya memilih jadi satu dari sekian banyak orang yang menolak memilih secara emosional, yang mungkin di pemilu 2014 ini kami adalah kaum minoritas yang terpinggirkan.

Bagi saya Pak Jokowi belum sempat membuat prestasi gemilang di karir politiknya. Kita hanya mendapat sekian banyak berita yang mengedepankan perseteruan prinsip beliau dengan petinggi lain negeri ini yang jabatannya lebih tinggi (yang kita cenderung setuju dengan prinsip beliau), perilaku beliau yang dekat dengan rakyat, dan berita-berita personifikasi lainnya. Meski seperti saya sebut di awal bahwa saya percaya bahwa berita tersebut bukanlah pencitraan yang dibuat-buat, bahwa beliau memang begitu adanya... tapi saya baru akan memilih beliau setelah saya lihat Pak Jokowi meninggalkan rekam jejak prestasi yang layak dan visi kerja kepresidenan yang menjanjikan.

Ronggolawe
02-04-2014, 05:57 PM
untuk memilih Jokowi, Mbah Alip menuntut rekam jejak
tetapi memilih yang lain cukup asal bukan Jokowi

:)

tuscany
02-04-2014, 06:33 PM
Nggak milih Jokowi karena populer sama dengan menisbikan peranan media dalam membangun demokrasi.
*bener nggak yah tesis gua?

Alip
02-04-2014, 07:38 PM
untuk memilih Jokowi, Mbah Alip menuntut rekam jejak
tetapi memilih yang lain cukup asal bukan Jokowi

:)
Rekam jejak juga dong... khan udah banyak yang jelek-jelek :luck:
Bukannya asal bukan Jokowi, tapi Bapak itu sudah kena eliminasi...

Alip
02-04-2014, 08:16 PM
Nggak milih Jokowi karena populer sama dengan menisbikan peranan media dalam membangun demokrasi.
*bener nggak yah tesis gua?

Nggak dooonnggg... peran media dalam demokrasi khan menyampaikan informasi sebenar dan seutuhnya agar masyarakat memiliki bahan pertimbangan, prinsipnya adalah perpanjangan tangan dari demokrasi a la polis Yunani yang penduduknya skitar 2.000-an orang yang everybody know everybody else... tapi seperti juga jaman Yunani dulu, seorang well informed citizen tetap memiliki wewenang akhir untuk menentukan pilihannya sendiri.

ndableg
02-04-2014, 09:04 PM
Saya memilih untuk tidak memilih Pak Jokowi sebagai perwujudan ketidaksetujuan saya terhadap sikap pemilihan yang emosional, bukan karena saya anti beliau.

Kenapa semua orang yg mengagumi jokowi dinilai emosional? Mohon dijelaskan dimana emosionalnya?
Kalo saya sih, jika nanti ada sebuah manuver politik yg menjatuhkan jokowi, saya akan tetap pilih jokowi.. kenapa?

Pertama, saya perhatikan ketika seorang pemimpin memenangi pemilihan, hal yg pertama kali dilakukan adalah.. syukuran, pesta, atau open house. Tapi bapak ini.. tidak.. beliau langsung bekerja. Itu artinya beliau tidak menganggap kemenangan dalam sebuah pemilihan adalah sebuah akhir, justru sebuah awal.

Kemudian, bapak ini tidak menganggap jabatan sebagai anugrah, justru sbg beban yg membuat dirinya tidak semakin santai. Sehingga terlihat kerjanya ngebut ingin segera menyelesaikan sebuah masalah. Dikira enakan blusukan daripada maen golf? Blusukan itu capek loh. Jelas jadi pengusaha mebel lebih santai daripada jadi gubernur, apalagi presiden.

Lalu, keserderhanaan. Itu yg paling penting bagi saya. Karena kesederhanaan adalah contoh yg paling baik sehingga rakyat mengikuti pola tsb. Sehingga rakyat memiliki contoh yg tidak mendorong mereka sampe merasa perlu berhutang utk menikmati kehidupan mewah spt para pemimpinnya.

Terakhir, kesabarannya. Silakan uji kesabaran jokowi. Karena Islam adalah tentang kesabaran. Nggak perlu nunggu ramadhan pun beliau sudah cukup sabar menghadapi mafia2 yg kepentingannya terusik.


tapi saya baru akan memilih beliau setelah saya lihat Pak Jokowi meninggalkan rekam jejak prestasi yang layak dan visi kerja kepresidenan yang menjanjikan.

Oke lah.. tapi apakah anda memiliki tokoh yg nyapres yg memiliki prestasi lebih baik dari jokowi? Kalau ada, silakan anda pilih calon tersebut, dan saya yakin dia tidak akan bertentangan dgn program2 jokowi.

ndableg
02-04-2014, 09:08 PM
Memilih presiden bukan dari kantong tebal atau penampilan gembel, tapi dari program yg ditawarkan. Ini mendidik rakyat Indonesia utk lebih rasional dlm memilih pemimpinnya.

Lah elu pikir jokowi ga punya program yg ditawarkan?
Lalu asal bukan jokowi itu rasional dan tidak emosional?

Makin tua makin pinter lay..

danalingga
02-04-2014, 09:14 PM
Disebut pemilih emosional menurutku kurang tepat.
Mungkin lebih tepat disebut pemilih yang lebih
mendahulukan karakter daripada program.

Jadi banyak orang berpendapat bahwa karakter Jokowi lebih
acceptable daripada yang lain. Kalo soal program gampanglah.
Tinggal nyewa ahli. Buktinya, program di DKI kan program lama semua.
Tapi ternyata butuh karakter seorang Jokowi (plus Ahok) untuk akhirnya
bisa memulai program-program lama tersebut.

Jadi, bukan soal emosional. Memang banyak yang ternyata prioritasnya
karakter dulu dibandingkan program.

ndableg
02-04-2014, 09:48 PM
Alasan yg mungkin paling bijak yg pernah saya dengar dari orang2 yg tidak suka atau kecewa terhadap pencapresan jokowi adalah bahwa jokowi tidak konsekuen dgn janjinya membenahi jakarta. Atau jokowi seharusnya menyelesaikan tugas memberesi jakarta.

Pertama2 saya ibaratkan indonesia adalah sebuah perusahaan atau korporasi di mana stakeholders adalah rakyat, dan jokowi adalah salah satu manager di salah satu departemen dalam perusahaan tsb. Katakanlah dulu beliau adalah seorang manager human resource, yang kemudian dipilih para direktur/komisaris utk menempati posisi sbg manager bagian purchasing karena prestasinya. Apabila masa jabatannya belum selesai, lalu diminta untuk menjadi seorang general manager, apakah dia harus menolak dgn alasan belum siap karena belum punya prestasi? belum siap karena proyek pembelanjaan perusahaan belum bisa diselesaikan? Walaupun dia yakin dia mampu. Padahal sbg general manager, dia memiliki wewenang menyelesaikan semua masalah termasuk masalah purchasing.

Tentunya seorang prajurit akan dinilai lebih ksatria apabila berani menerima sebuah beban yg lebih berat dari yg telah dibebani. Apa kata dunia kalo prajurit itu bilang, "Enggak ah saya belum mampu" atau "Enggak ah saya belum punya prestasi". Bagi gw ini prajurit penakut dan tidak punya percaya diri. Tapi Jokowi? Siaaapp!!!!!

Kemudian tentang PDIP (megawati) yg mengusung/mengutus jokowi sebagai capresnya. Apakah PDIP punya pilihan lain? Katakan akhirnya megawati atau puan maharani yg dicalonkan, apakah PDIP menjadi lebih dipercaya atau naik rating? Setidaknya Megawati sudah mengorbankan trah sukarno utk menjadi calon pemimpin bangsa, tapi bukan berarti dia adalah the weakest link, karena saya cukup berterima kasih kepada beliau yg mau mengalah dan berpikiran rasional demi bangsa.

Satu hal tentang Megawati dgn PDIPnya terlepas apakah beliau itu memiliki tingkat intelektual yg tinggi atau tidak. Beliau secara konsisten terus berdiri bersebrangan dgn diktator suharto dgn golkarnya. Tidak pernah absen dari kancah perpolitikan di indonesia dari masa2 ketika bersama suharto, bersebrangan dgn suharto, sampai partainya menang pemilu tapi mengalah (kalah) tidak jadi presiden, dan sekarang meloloskan jokowi yg tidak punya hubungan darah dgn sukarno. Jadi saya tetep angkat topi untuk prestasi ibu itu yg telah puluhan taun berada dalam kancah politik indonesia. Jangan lupa, PDIP punya cukup banyak kader yg berpotensi spt ibu risma dan pak ganjar, selain pak jokowi. Bagi saya PDIP yg hilang telah kembali manjadi partai wong cilik spt pada masa2 orba.

Jangan lupa bahwa kita sudah terlanjur memiliki sistem spt ini dimana ketum sebuah partai adalah godfather. Seorang kader bisa menjadi calon pemimpin karena diijinkan oleh ketum. Jadi ketum lebih berkuasa dari para pemimpin. Jadi tanpa partai politik dalam sistem ini seseorang baru bisa jadi pemimpin melalui sebuah partai politik.

purba
02-04-2014, 09:55 PM
Lah elu pikir jokowi ga punya program yg ditawarkan?
Lalu asal bukan jokowi itu rasional dan tidak emosional?

Makin tua makin pinter lay..

Nah ini tipikal pendukung emosional Jokowi. Gak terima jagoannya dikritik. ::ngakak2::

Program Jokowi? Kagak ada! Sejak jadi calon gub DKI, yg punya program jelas, selain Foke (incumbent waktu itu), adalah Faisal Basri. Pada pencalonan presiden, yg punya program jelas adalah Prabowo. Dulu, setelah Soeharto lengser, yg punya program jelas adalah Habibie, tapi malah dipilih Gus Dur, jatuh, dipegang Megawati, akibatnya gas dijual murah ke Cina, BUMN strategis dijualin.

ndableg
02-04-2014, 10:04 PM
Nah ini tipikal pendukung emosional Jokowi. Gak terima jagoannya dikritik. ::ngakak2::

Mana gw emosional? Bukannya elu tuh sampe mangap2 gitu..


Program Jokowi? Kagak ada! Sejak jadi calon gub DKI, yg punya program jelas, selain Foke (incumbent waktu itu), adalah Faisal Basri.

Lah.. program yg ada aja kagak pernah terlaksana. Ngapain bikin program baru? Emangnye program tipi.
Maaakin pinter aja...
Entar gw kasih video presentasi program jakarta baru, elu komplen lagi.


Pada pencalonan presiden, yg punya program jelas adalah Prabowo. Dulu, setelah Soeharto lengser, yg punya program jelas adalah Habibie, tapi malah dipilih Gus Dur, jatuh, dipegang Megawati, akibatnya gas dijual murah ke Cina, BUMN strategis dijualin.

Lah? Kampanye calon presiden belon mulai, elu ud nyosor aje.
Sekarang yg lu omongin bukannya program2 periode2 terdahulu? Prabowo ud usaha program2 yg dulu diterima dan dilakukan sama presiden terpilih gak? Bikin program mah semua juga bisa. Minternyaaah...

tuscany
02-04-2014, 10:10 PM
Nggak dooonnggg... peran media dalam demokrasi khan menyampaikan informasi sebenar dan seutuhnya agar masyarakat memiliki bahan pertimbangan, prinsipnya adalah perpanjangan tangan dari demokrasi a la polis Yunani yang penduduknya skitar 2.000-an orang yang everybody know everybody else... tapi seperti juga jaman Yunani dulu, seorang well informed citizen tetap memiliki wewenang akhir untuk menentukan pilihannya sendiri.

Saya sih ngeliatnya kalo Jokowi tidak dipilih dengan alasan terlalu populer atau nggak mau mainstream, itu artinya dia sedang dihukum karena kepopulerannya. Yang bikin populer kan media bukan dia sendiri yang beli TV ato kedoyanan muncul di infotenment. Jadi yang dihukum sebenarnya media. Dengan demikian media tidak diizinkan menjalani fungsinya sebagai pilar demokrasi.
*gimana bapak dengan kelanjutan tesis saya? *kedip2


Disebut pemilih emosional menurutku kurang tepat.
Mungkin lebih tepat disebut pemilih yang lebih
mendahulukan karakter daripada program.

Jadi banyak orang berpendapat bahwa karakter Jokowi lebih
acceptable daripada yang lain. Kalo soal program gampanglah.
Tinggal nyewa ahli. Buktinya, program di DKI kan program lama semua.
Tapi ternyata butuh karakter seorang Jokowi (plus Ahok) untuk akhirnya
bisa memulai program-program lama tersebut.

Jadi, bukan soal emosional. Memang banyak yang ternyata prioritasnya
karakter dulu dibandingkan program.

Kayaknya memang begitu. Kalo saya perhatikan komen2 di media online, Jokowi dianggap mau mendengar keluh kesah dan tidak berjarak dengan rakyat. Mungkin rakyat kebanyakan sudah bosan dengan calon2 yang high profile dan Jokowi disukai karena dianggap membumi.


Alasan yg mungkin paling bijak yg pernah saya dengar dari orang2 yg tidak suka atau kecewa terhadap pencapresan jokowi adalah bahwa jokowi tidak konsekuen dgn janjinya membenahi jakarta. Atau jokowi seharusnya menyelesaikan tugas memberesi jakarta.


Iya saya baru salut sama Mega setelah dia berani tidak mencalonkan diri lagi ::elaugh::
Alasan kutu loncat itu yang bikin bapak saya nggak mau pilih Jokowi. Kalo argumen yang pernah saya dengar gini: dulu pas Jokowi belom selesai masa jabatan di Solo mencalonkan diri ke DKI nggak banyak yang protes. So kalo mau konsisten ya jangan protes juga kalo dia naik lagi jadi Presiden RI.

Dengan demikian hancur sudah imej Prabowo di mata saya yang rekam jejaknya udah bikin kening saya berkerut. Dia sibuk bekoar2 telah membantu Jokowi jadi kutu loncat, pada ssat yang sama begitu kutu loncat itu membesar dan mengancam posisinya kalang kabut. Big no no.

Kekhawatiran saya adalah terlalu banyak yang menyanjung Jokowi akan membuat dia jadi khilaf, namanya juga manusia. Maka itu saya menikmati sekali dinamika Prabowo Jokowi ARB dan lain-lain. Biar alam demokrasi ini berimbang.

ndableg
02-04-2014, 10:12 PM
Alasan kutu loncat itu yang bikin bapak saya nggak mau pilih Jokowi.

Eh sama mbak. Bonyok gw jg kagak dukung jokowi. Bedebat ama gw. Akhirnya sedikit manggut2, walaupun sepertinya ga berubah pikiran.
Bokap pilih prabowo, nyokap malah masih pengen sby, alias masih bingung.


Dengan demikian hancur sudah imej Prabowo di mata saya yang rekam jejaknya udah bikin kening saya berkerut. Dia sibuk bekoar2 telah membantu Jokowi jadi kutu loncat, pada ssat yang sama begitu kutu loncat itu membesar dan mengancam posisinya kalang kabut. Big no no.

Jadi itu usaha utk menyingkirkan jokowi tanpa menzaliminya. Spt senjata makan tuan.

purba
02-04-2014, 10:21 PM
Alasan yg mungkin paling bijak yg pernah saya dengar dari orang2 yg tidak suka atau kecewa terhadap pencapresan jokowi adalah bahwa jokowi tidak konsekuen dgn janjinya membenahi jakarta. Atau jokowi seharusnya menyelesaikan tugas memberesi jakarta.

Ya jelas orang kecewa. Jabatan gubernur DKI bukan utk coba-coba popularitas.


Jangan lupa bahwa kita sudah terlanjur memiliki sistem spt ini dimana ketum sebuah partai adalah godfather. Seorang kader bisa menjadi calon pemimpin karena diijinkan oleh ketum. Jadi ketum lebih berkuasa dari para pemimpin. Jadi tanpa partai politik dalam sistem ini seseorang baru bisa jadi pemimpin melalui sebuah partai politik.

Lha kalo ketum lebih berkuasa, apa artinya Jokowi jadi presiden nanti? Gak salah donk kalo disebut presiden boneka. Yg dipasang Jokowi, tapi programnya Megawati.

::ngakak2::

Ronggolawe
02-04-2014, 10:24 PM
Rekam jejak juga dong... khan udah banyak yang jelek-jelek :luck:
Bukannya asal bukan Jokowi, tapi Bapak itu sudah kena eliminasi...

lho... kalau memang rekam jejak jadi pegangan masa


Memang resikonya saya harus memilih dari "bahan sisa" yang rekam jejak mereka di panggung politik Indonesia membuat kita sakit perut

ini sih sudah jelas... Asal Bukan Jokowi :)

Jokowi> rekam jejak belum ada> tidak dipilih

yang lain>rekam jejak buruk> terpaksa dipilih

:)

purba
02-04-2014, 10:33 PM
Jokowi> rekam jejak belum ada> tidak dipilih

yang lain>rekam jejak buruk> terpaksa dipilih

:)

Sudah jelas Jokowi kutu loncat, masih juga dibilang baik. ::ngakak2::

---------- Post Merged at 09:33 PM ----------



Lah.. program yg ada aja kagak pernah terlaksana. Ngapain bikin program baru? Emangnye program tipi.
Maaakin pinter aja...
Entar gw kasih video presentasi program jakarta baru, elu komplen lagi.

Program yg ada yg mana? ::bwekk::

Ciri-ciri program tidak jelas. Beli bus Transjakarta ternyata barang rongsokan. Ujung2nya menyalahkan bawahan. Lha ente (Jokowi) sebagai atasan kemana aja? Dimana profesionalisme Jokowi?

ndableg
02-04-2014, 10:35 PM
Lha kalo ketum lebih berkuasa, apa artinya Jokowi jadi presiden nanti? Gak salah donk kalo disebut presiden boneka. Yg dipasang Jokowi, tapi programnya Megawati.

Ya sama aja dengan siapa pun nanti yg jadi capres PKS, Demokrat, PKB, dll laah..
Kenapa cuma jokowi? emosional lu yeeee...

Ronggolawe
02-04-2014, 10:39 PM
Sudah jelas Jokowi kutu loncat, masih juga dibilang baik. ::ngakak2::


lha, sejak dari awal berpolitik, Jokowi ya di PDIP,
dimana kutu loncatnya?

Walikota>> Gubernur >> Presiden?

ya memang begitu jenjang karir seorang politikus

Bill Clinton belum kelar jadi gubernur di Arkansas
maju sebagai Capres dan menang

ndableg
02-04-2014, 10:50 PM
Biasa... emosional..::hihi::

mendoan
03-04-2014, 12:35 AM
Soekarnois itu yang kayak gimana sih Oom..?
::ungg::


Prabowo masih terlihat pongah buat gw. Kampanye naek kuda, naek helikopter. SEdangkan batur2 duduk dilante pake kaen gombal.

Tapi ya memang ada sih yg suka liat pemimpin yg berkantong tebel. Ga suka presiden penampilan gembel macam jokowi. Yah.. gw sih suka yg simpel2 aja.

prabowo cucu Margono Djojohadikusumo, pengikut boedi outomo dan pendiri BNI'46. doyan memamah buku tentang sejarah dan militer, menguasai bahasa inggris, prancis, jerman dan belanda. wajar, karena dia ikut pindah-pindah ayahnya waktu pengasingan, jadi sikapnya terlihat kebarat-baratan dan cenderung arogan, ditambah latar belakang militernya.

masalah HAM timbul karena sistem birokrasi yang ruwet. hal ini timbul karena harus melindungi dua pihak, yaitu negara dan keluarga cendana.
soeharto memerintahkan prabowo menertibkan gerakan oposisi yang lagi menjamur.soeharto takut SU MPR '98 yang akan mengukuhkannya menjadi presiden ke tujuh kalinya terganggu.
maka, dibentuk oleh mayor bambang kristiono yaitu "Tim Mawar" yang ditujukan membantu prabowo yang saat itu menjabat komjend kopassus dengan 10 grup baret merah nya.
targetnya : mengamankan aktivis radikal, bukan menculik. ada sekitar 28 aktivis yang harus diselidiki dan diamankan.

tim mawar ini yang sebenarnya liar, melakukan perlakuan tak manusiawi kepada aktivis tsb karena tim mawar mendapat bocoran tentang rencana detail operasi PRD bawah tanah untuk membentuk Dewan Nasional.
jadi yang awalnya mengamankan malah kepleset, jadinya menculik.

yang tanggung jawab siapa? ada yang bilang harusnya Prabowo, karena dia pimpinan oprasi saat itu, sekaligus sebagai komjen kopassus saat itu. tapi, karena "tim mawar" ini liar (bisa dibilang the raid nya ABRI) yang dibentuk oleh Bambang, Jadi Bambang yang bertanggung jawab. begitulah kira-kira.
mohon koreksinya, kan disini kita diskusi:ngopi:

Ronggolawe
03-04-2014, 12:42 AM
waktu 98 itu, Prabowo bukan Danjen Kopasus, me
lainkan Pangkostrad.

Alip
03-04-2014, 01:07 AM
Welaaahh... kalo harus dijawabi semua dan quote satu-satu bisa-bisa saya dimarahi boss gara-gara gak keliatan di kantor...::grrr::

Jadi komentar saya yang umum dan sederhana saja ya...::ungg::

Dalam dunia saya yang sempit dan jauh dari TV, sosial media, dan bahkan koran, saya tidak banyak merasakan perbawa Pak Jokowi... sehingga saya tidak sampai menghayati kalau beliau adalah seorang yang santun, pekerja keras, amanah, dan segala macam lainnya. Jadi jangan salahkan media... saya mungkin bukan orang yang tepat untuk menilai pergerakan politik.

Yang saya pahami dalam proses menjadi kuli di perusahaan, saya bertemu dengan orang-orang populer yang tidak bisa bekerja tapi melesat dari satu posisi ke posisi lain (biasanya dengan meninggalkan jejak kekacauan di posisi sebelumnya)... pun bertemu dengan orang-orang menyebalkan dengan rating popularitas rendah tapi mereka tahu bagaimana menyelesaikan tugasnya dengan baik (dengan karir yang mandek).

Salahkan saya bila membuat perbandingan yang ceroboh, tapi di mata saya Pak Jokowi tersandingkan dengan golongan yang saya sebut pertama, seorang high flyer yang terbang tinggi tanpa meninggalkan kisah nyata di belakangnya. Sekelumit berita yang sampai ke saya beliau melakukan beberapa blunder seperti kasus Transjakarta, Pasar Tanah Abang, dan Proyek Monorail, tampak bahwa beliau belum sempat memahami birokrasi dan dinamika Jakarta yang dipegangnya. Berikan beberapa tahun lagi, beliau akan belajar dan akhirnya sanggup mempercantik Jakarta dan siap melangkah ke posisi yang lebih tinggi. Tapi sayangnya persepsi saya yang terbatas masih menempatkan beliau sebagai high flyer dengan faktor x, bukan fondasi prestasi yang mapan.

Saya berbeda pendapat dengan analogi penunjukkan jabatan general manager atau prajurit yang pergi bertempur. Jabatan di sebuah perusahaan seharusnya dilatarbelakangi prestasi, dan jabatan presiden tidak boleh dipangku oleh orang yang harus selalu mengatakan SIAP kepada pihak tertentu. Saya sendiri adalah orang yang pernah menolak promosi karena prinsip yang saya pegang, yang seandainya saya Pak Jokowi, saya akan menolak pencalonan ini dan fokus pada Jakarta. Tapi Pak Jokowi bukan saya, beliau memiliki prinsipnya sendiri. Hanya tentu saja sangat wajar kalau saya tidak memilih beliau.

Saya tidak ragu kalau Pak Jokowi adalah pekerja keras, merakyat, sederhana, dan nilai-nilai lainnya. Tapi biarlah pilihan saya jatuhkan pada seorang pekerja keras lain, yang meskipun tidak sederhana dan tidak merakyat, tapi punya kemampuan untuk bekerja, meski hanya dalam persepsi saya.

... ya inilah bagian dari demokrasi. Beda isi kepala, beda pilihan, beda pengalaman traumatisnya, beda pula pelariannya;D... tapi dengan terus menerus mengolah dialog dan menghidupkan keberagaman seperti ini, bangsa kita akan tumbuh lebih besar dan dewasa.

mendoan
03-04-2014, 01:37 AM
waktu 98 itu, Prabowo bukan Danjen Kopasus, me
lainkan Pangkostrad.

oh iya, maap om.. trimakasih koreksinya::hihi::
tapi waktu tim mawar terbentuk tahun 97 kan prabowo masih danjen om.. ::ngakak2::

purba
03-04-2014, 02:11 AM
Disebut pemilih emosional menurutku kurang tepat.
Mungkin lebih tepat disebut pemilih yang lebih
mendahulukan karakter daripada program.

Jadi banyak orang berpendapat bahwa karakter Jokowi lebih
acceptable daripada yang lain. Kalo soal program gampanglah.
Tinggal nyewa ahli. Buktinya, program di DKI kan program lama semua.
Tapi ternyata butuh karakter seorang Jokowi (plus Ahok) untuk akhirnya
bisa memulai program-program lama tersebut.

Jadi, bukan soal emosional. Memang banyak yang ternyata prioritasnya
karakter dulu dibandingkan program.

Kalo melihat karakter, itu emosional. Misalnya karakter Jokowi yg senang blusukan, mengesankan dekat dgn rakyat, dsb, itu emosional. Dengan karakter seperti itu, Jokowi "menguasai" emosi banyak orang. Juga karakter Jokowi yg "jawa", ini emosional.

Kalo yg disodorkan program, jelas menuntut rasionalitas. Misalnya, ARB menawarkan pendidikan gratis dari playgroup sampe perguruan tinggi. Ini gak rasional.

Jokowi sempat menyodorkan program penghentian impor daging sapi. Gimana rasionalnya? Kalo impor daging sapi dihentikan, harga daging sapi melonjak, kebutuhan protein rakyat terganggu, akhirnya rakyatnya o'on.

Tapi kalo Jokowi menawarkan pembukaan perternakan sapi, dst. Ini dapat diterima. Juga membuka lapangan kerja, dst. Itulah manfaat memilih secara rasional.

Kalo mayoritas rakyat mulai memilih secara rasional, maka, mau tidak mau, para kandidat akan membuat program sebaik-baiknya, bukan semuluk-muluknya.

:)

tuscany
03-04-2014, 04:04 AM
kalo soal buka peternakan sapi sih baru sebatas ngobrol2 dengan gubernur NTT.


JAKARTA, KOMPAS.com — Hari Minggu ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kedatangan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya yang bertamu ke rumah dinasnya. Keduanya membahas kerja sama terkait peternakan sapi untuk suplai daging bagi warga Jakarta.

Kehadiran Frans Lebu sempat tidak diketahui wartawan yang sedang meliput kegiatan Jokowi pekan ini. Kehadiran Frans itu baru diketahui ketika Jokowi mengantar Frans keluar rumah dinasnya.

"Urusan kerja sama masalah peternakan sapi," kata Jokowi, saat dikonfirmasi mengenai kunjungan Frans, Minggu (23/2/2014), di Taman Suropati, Jakarta.

Jokowi mengatakan, kerja sama semacam ini untuk mendorong konsumsi daging sapi dari dalam negeri untuk warga Jakarta. Sebab, kebutuhan daging di Ibu Kota cukup tinggi.

"Kita harus ngerti di Indonesia kebutuhan daging 70 persen untuk konsumsi di DKI," ujar Jokowi.

Jokowi mengaku sudah sering membahas hal tersebut dengan Frans Lebu. Namun, pembicaraan itu masih dalam tahap pembicaraan.

Selain dengan Frans, menurut Jokowi, pembicaraan kerja sama itu juga melibatkan tim kedua belah pihak.

"Sudah tiga sampai empat kali kita ketemu. Ya, dengan staf, dengan tim dan tim," jelas Jokowi.

Setelah memberi keterangan, Jokowi keluar rumah dinasnya menuju kawasan Cawang, Jakarta Timur. Di sana, dia membagikan beras dan buku kepada korban banjir.

bakso urat (http://megapolitan.kompas.com/read/2014/02/23/1559388/Jokowi.dan.Gubernur.NTT.Bahas.Peternakan.Sapi)

---------- Post Merged at 03:04 AM ----------



Saya tidak ragu kalau Pak Jokowi adalah pekerja keras, merakyat, sederhana, dan nilai-nilai lainnya. Tapi biarlah pilihan saya jatuhkan pada seorang pekerja keras lain, yang meskipun tidak sederhana dan tidak merakyat, tapi punya kemampuan untuk bekerja, meski hanya dalam persepsi saya.


Seriously? Saya kira tadinya mau pake random generator untuk menjatuhkan pilihan ::hihi::

Alip
03-04-2014, 07:18 AM
^ soalnya di PC gak bisa menghasilkan angka yang bener-bener random :luck:

danalingga
03-04-2014, 07:27 AM
Kalo melihat karakter, itu emosional. Misalnya karakter Jokowi yg senang blusukan, mengesankan dekat dgn rakyat, dsb, itu emosional. Dengan karakter seperti itu, Jokowi "menguasai" emosi banyak orang. Juga karakter Jokowi yg "jawa", ini emosional.

Kalo yg disodorkan program, jelas menuntut rasionalitas. Misalnya, ARB menawarkan pendidikan gratis dari playgroup sampe perguruan tinggi. Ini gak rasional.

Jokowi sempat menyodorkan program penghentian impor daging sapi. Gimana rasionalnya? Kalo impor daging sapi dihentikan, harga daging sapi melonjak, kebutuhan protein rakyat terganggu, akhirnya rakyatnya o'on.

Tapi kalo Jokowi menawarkan pembukaan perternakan sapi, dst. Ini dapat diterima. Juga membuka lapangan kerja, dst. Itulah manfaat memilih secara rasional.

Kalo mayoritas rakyat mulai memilih secara rasional, maka, mau tidak mau, para kandidat akan membuat program sebaik-baiknya, bukan semuluk-muluknya.

:)

Wah, kalo memilh karakter dianggap emosional ya memang bisa digolongkan sebagai pemilih emosional.

Mungkin perlu didefenisikan apa yang dimaksud emosional ini, biar pada satu visi. ;))

yanwok
03-04-2014, 08:44 AM
Saya termmasuk orang yang senang dengan Jokowi Ahok memimpin Jakarta.. Satunya urusan blusukan, satunya ngelurusin birokrasi di dalem kantor.. Satunya kalem, satunya bringasan.. Sangat optimis Jakarta bisa beres dalam 2 periode mereka, terlepas dari program, dll.. Bagi saya rapat di taro di youtube, kadin kadin ga beres di mutasi dan di pecat, kelurahan kecamatan, rt rw di sidak itu udah cukup membuat bangga, karena Mobil tidak akan bisa jalan sempurna jika salah satu Roda ada yang kempes

Lalu muncul kasus Tri Risma, dimana PDIP berhasil menyetir Tri Risma untuk tidak mundur, dan membawa Jokowi disana untuk memberi "semangat".. Perlu diingat disini PDIP juga berhasil menggoyahkan niat Jokowi untuk tidak maju sebagai capres..

JIKA PDIP bisa dapat suara 50%+1 di Legislatif, maka saya akan memilih Jokowi, karena semua keputusan beliau / program / apapun ga bisa digoyang Partai lain / oposisi.. Biarpun digoyang Partai sendiri masih bisa..

TAPI

Saya juga yakin bahwa PDIP tidak akan mendapat 50%+1 suara di Legislatif, sehingga akan banyak kontrak politik dengan partai pendukung (Jatah Mentri, Jatah posisi lainnya). Dengan begitu, akan sulit bagi Jokowi untuk menjalankan apapun programnya sebagai Presiden, karena ketika Mentri tertentu tidak beres kerjanya, mau di mutasi / dirotasi tidak akan semudah ketika menjadi Gubernur, karena ada ikatan kontrak politik tersebut.

Jadi siapa kalau bukan Jokowi? Selama sistem politik kita masih pake kontrak politik, maka Pemimpin sebaik apapun akan kalah dengan suara Partai. Golput saja (ini pilihan saya).

Untuk Prabowo, *maaf jadi bawa ras*, saya termasuk suku Chinese yang cukup membenci beliau terkait Mei 98, namun ketika era media semakin maju, dan informasi semakin mudah didapat, saya jadi ragu bahwa Prabowo lah dalang Mei 98.
(http://chirpstory.com/li/37502 --> salah satu informasi yang saya baca)

Sekali lagi saya tidak meragukan kapabilitas Jokowi sebagai seorang Presiden.

mbok jamu
03-04-2014, 11:55 AM
Lalu muncul kasus Tri Risma, dimana PDIP berhasil menyetir Tri Risma untuk tidak mundur, dan membawa Jokowi disana untuk memberi "semangat".. Perlu diingat disini PDIP juga berhasil menggoyahkan niat Jokowi untuk tidak maju sebagai capres..

PDIP harus banting setir ketika melihat dukungan masyarakat pada bu Risma. Mereka yang mulai mereka yang mengakhiri. That's why I called it fishy. Dan itu hanya di tingkat kotamadya dengan sesama anggota partainya sendiri. Bayangkan apa yang bisa mereka lakukan di tingkat yang lebih tinggi pada anggota partai lain.

Siapa yang jadi capres ndak penting banget, yang di belakang si capres ini yang perlu diwaspadai.

yanwok
03-04-2014, 12:51 PM
Klo Tri Risma denger-denger karena Bu Tri Risma ga mau ikutan kegiatan kampanye partai, beliau murni bekerja untuk rakyat.

Sedangkan wakilnya "sengaja" diangkat, karena dianggap bisa menyuarakan PDIP di Jawa Timur. Kayaknya baca dari forum sini juga soal penjelasan Tri Risma.

Tri Risma dianggap durhaka, udah diangkat PDIP, tanpa modal, tapi ga mau balikin apa-apa untuk partai. Sedangkan Tri Risma memang tipikal bekerja untuk rakyat dan pas mau di calonin udah bilang ga punya modal apa-apa.

Back to Jokowi,
Ga usah menyoal program beliau di Jakarta or janji 5 tahun. Jelas Jokowi dari awal ga mau dicalonkan jadi Presiden (dari berbagai wawancara dan media), tapi dari sisi partai kalau mau menang / berkuasa, ga ada jalan lain harus mengusung Jokowi.

Kalau suatu saat Jokowi diundang talkshow untuk ngomong buka-bukaan, bisa jadi beliau akan bercerita soal dirinya yang sebenernya ga mau diusung jadi capres (mungkin).

Jokowi for Presiden, asal PDIP tidak ada agenda lain dibaliknya. Nanti takutnya Partai Wong Cilik berubah ketika ada rencana Jokowi yang mengorbankan popularitas partai. Jadi ingat kasusnya Ahok diingatkan soal kebijakan non popular.

Untuk perubahan-perubahan di Jakarta (terlepas program siapa)
http://gantijakarta.org/

hajime_saitoh
03-04-2014, 09:56 PM
ikutan ah.. kalo emank jokowi naek pemilihan presiden gw yakin gak akan pilih dia.. bukan karena beliau jelek kinerjanya tapi karena saya melihat kok kesannya beliau itu terburu2 jakrta belon juga kelar 3 tahun udah mau jadi presiden gimana donk nasib jakarta.....

purba
03-04-2014, 10:05 PM
Wah, kalo memilh karakter dianggap emosional ya memang bisa digolongkan sebagai pemilih emosional.

Mungkin perlu didefenisikan apa yang dimaksud emosional ini, biar pada satu visi. ;))

Apa coba definisi dari ente? :ngopi:

---------- Post Merged at 09:05 PM ----------



Back to Jokowi,
Ga usah menyoal program beliau di Jakarta or janji 5 tahun. Jelas Jokowi dari awal ga mau dicalonkan jadi Presiden (dari berbagai wawancara dan media), tapi dari sisi partai kalau mau menang / berkuasa, ga ada jalan lain harus mengusung Jokowi.


Berarti makin kuat donk alasan utk menolak Jokowi. Lha terpaksa jadi presiden? Nanti jalannya negara.. ogah-ogahan... ::ngakak2::

purba
03-04-2014, 11:27 PM
http://partaigerindra.or.id/6-program-aksi-partai-gerindra

http://www.pks.or.id/

http://partaigolkar.or.id/

http://pan.or.id/

http://www.demokrat.or.id/

http://hanura.com/10/

http://ppp.or.id/index.html

http://www.partainasdem.org/

http://www.dpp.pkb.or.id/

http://bulan-bintang.org/

http://www.pdiperjuangan-jatim.org/v03/

http://pkpi-nasional.blogspot.com/

-------------------------

Web yg paling parah PKPI, kemudian PDIP. ::ngakak2::

danalingga
04-04-2014, 08:26 AM
Apa coba definisi dari ente? :ngopi:



Memilih berdasarkan emosi/perasaan.
Misalnya memilih Jokowi karena merasa dia dijalimi.
Sehingga ada perasaan ingin membela.

Sedangkan memilih karakter belum pasti karena emosi/perasaan.
Misalnya karakter Jokowi dianggap jujur berdasarkan rekam jejaknya selama ini.
Itu menurutku bukan pilihan berdasarkan emosi, melainkan logika.

purba
04-04-2014, 12:47 PM
Memilih berdasarkan emosi/perasaan.
Misalnya memilih Jokowi karena merasa dia dijalimi.
Sehingga ada perasaan ingin membela.

Sedangkan memilih karakter belum pasti karena emosi/perasaan.
Misalnya karakter Jokowi dianggap jujur berdasarkan rekam jejaknya selama ini.
Itu menurutku bukan pilihan berdasarkan emosi, melainkan logika.

OK, ane paham definisi ente.

Ane melihat penilaian orang thd karakter bersifat subyektif. Karena itu ane memasukkannya sbg pilihan emosional. Misalnya ente bilang Jokowi jujur. Benar dia jujur? Ane melihat Jokowi mencalonkan diri menjadi presiden dgn meninggalkan jabatannya yg belum tuntas sbg gubernur adalah sebuah kebohongan alias tidak jujur. Kalo memang dari awal ingin mengabdi sebagai presiden, tetap saja jadi walikota Solo dulu, nah 2014 maju jadi presiden. Buat ane, itu baru jujur.

Orang dapat melihat bahwa jadinya Jokowi sbg gub DKI hanyalah uji coba popularitas saja utk menuju RI 1. Inilah politik. Seandainya DKI adalah wilayah yg tidak banyak masalah, mungkin orang tidak ambil pusing dengan langkah politik tsb. Tapi orang tahu bahwa Jakarta penuh dgn masalah (macet, banjir, dll) dan butuh gubernur yg mumpuni utk membereskannya. Jokowi dipercaya utk membereskan Jakarta, tapi kepercayaan tsb tidak diindahkan olehnya dgn maju jadi capres. Hal itu kemudian ditutup-tutupi dgn penghiburan bahwa dgn Jokowi jadi presiden, maka pemberesan Jakarta akan lebih mudah. Kalo orang yg emosional, akan percaya saja dgn penghiburan tsb.

:)

second_life
04-04-2014, 04:00 PM
....

http://pan.or.id/

http://www.demokrat.or.id/

http://hanura.com/10/

....


iseng liat2 web yg dikasi ama um purba, eh nemu inih:
http://www.demokrat.or.id/2014/04/pemerintah-bayar-diyat-rp21-miliar-satinah-bebas-dari-hukuman-mati/
waduh.....
sebeye, cari muke bebasin tki. ngabisin duit rakyat banyak ::grrr::

mbok jamu
04-04-2014, 04:03 PM
https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1.0-9/954792_770424606316014_953025633_n.jpg

ndableg
04-04-2014, 10:58 PM
wiranto pas banget

hajime_saitoh
04-04-2014, 11:22 PM
- Jokowi di Solo



1. Apakabar mobil ESEMKA ? ini awal pencitraan jokowi untuk memperkuat elektabilitasnya, yg saat ini entah kmana wacana ESEMKA
http://www.tempo.co/read/news/2014/0...t-Mesin-Cetak-

2. Jokowi gagal mengatasi persoalan macet karena tidak memiliki konsep transportasi publik untuk mengatasi macet. Bahkan sejumlah jalan di kota Solo yang awalnya berstatus lancar menjadi jalan yang macet

3. Jokowi gagal mengatasi persoalan sampah

4. Jokowi berhasil meningkatkan angka kemiskinan selama dua periode jabatannya. selama 7 tahun terakhir kepemimpinan Joko Widodo di Solo angka kemiskinan kian meningkat dari tahun ke tahun. Seperti 2010 angka kemiskinan di Kota Solo mencapai 13,34 persen. Disusul berturut-turut 2006 (15,21 persen), 2007 (13,64 persen), 2008 (16,13 persen), 2009 (14,99 persen), 2010 (13,98 persen), dan 2011 (16 persen). Hal ini sesuai dengan data dari Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Solo pada 2011 ang mengungkapkan sebanyak 133 ribu jiwa (25 persen) jumlah warga miskin dari total jumlah penduduk Solo yang mencapai 530 ribu jiwa. Angka ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya seperti 2009 yang hanya 107 ribu jiwa, dan 2010 yang mencapai 125 ribu jiwa.
Spoiler for sumber : BPS kota Surakarta:


5. Jokowi gagal membangun gapura Makutha yang tak kunjung selesai dan terbengkalai selama 1,5 tahun
Spoiler for gapura makutha:


6. Jokowi terlilit kasus dugaan manipulasi perjalanan dinas pemerintahan koto Solo

7. Jokowi gagal menertibkan PKL di Solo. Selama ini yang benar – benar bekerja dalam hal ini adalah Wakilnya FX Hady Rudiyatmo yang dikenal tegas dan memiliki massa yang kuat hingga ke akar rumput. Saat ini, PKL masih menjadi persoalan serius di kota Solo. PKL yang sudah direlokasi nyatanya kembali ketempat semula karena dagangan mereka di tempat baru tidak laku

8. Jokowi gagal menata pedagang tradisional di pasar tradisional. Para pedagang mengaku, sejak kebijakan Jokowi tersebut pendapatan mereka menurun drastis hingga mencapai 80 persen dari sebelumnya

9. Jokowi gagal memajemen pemerintahan kota Solo. Pada Desember 2011, koto Solo gelap gulita karena PLN memutus jaringan listrik untuk 17.000 titik lampu penerangan jalan. Penyebabnya karena Pemkot untuk yang kesekian kalinya menunggak pembayaran rekening listrik untuk penerangan jalan umum. Pemkot Solo menunggak rekening sejumlah Rp 8,9 miliar.

10. Jokowi gagal mewujudkan kawasan City Walk di Solo padahal sudah menghabiskan anggaran Rp 1,3 miliar. Kawasan yang dibangun Jokowi dengan anggaran sebesar itu hanya merupakan tempat mangkalnya PKL dan tukang becak karena proyek tersebut tidak ada kelanjutannya.







- Jokowi di Jakarta

1. Jokowigagal meminimalisir banjir dan membuang anggaran Rp 1,4 triliun dan menyalahkan vila vila di bogor



2. Jokowi gagal mengurangi kemacetan dan kembali melakukan pemborosan anggaran dengan membeli bus karatan dari Cina juga membangun monorail (katanya sih proyrknya macet) yang merupakan transportasi wisata dalam pusat kota.
http://pemilu.tempo.co/read/news/201...tasi-Kemacetan

3. Gagal menyejahterakan pedagang di pasar tradisional seperti di Tanah Abang. Sama halnya dengan pedagang di Solo, hidup pedagang di Tanah Abang juga kian memburuk karena pendapatan yang terus menurun, merelokasi tidak sama dengan menyejahterakan bung !
http://megapolitan.kompas.com/read/2...s.Blok.G.Tutup

4. Menggusur rakyat kecil di sekitar pluit dan 17 titik pemukiman miskin lainnya. Jokowi meratakan rumah ratusan warga tanpa memberikan ganti rugi dan tempat tinggal sehingga warga hidup terlunta – lunta
http://www.tempo.co/read/video/2013/...-Pluit-Dimulai

5. Lelang jabatan yang tak memiliki asas karena lebih dari 10 bulan Pemprov DKI tidak memiliki Sekretaris Daerah, dll. hak prerogratif sih iya, tp ga gitu jg
http://www.indonesiamedia.com/2013/0...g-buat-apa-ya/
malah
http://www.indonesiamedia.com/2013/0...elang-jabatan/

6. APBD yang terserap hanya 55% artinya Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta TIDAK KERJA. APBD DKI yang terserap pada tahun 2013 sebagian besar hanya untuk biaya rutin yakni pembayaran dan belanja gaji pegawai pemda DKI dan DPRD. Mengenaskan !

7. Memberlakukan nomor polisi kendaraan ganjil – genap paling lambat 1 Januari 2013. Mana ?

8. Sekolah unggulan diadakan di pinggiran ibukota, yg ada di pinggiran ibukota itu anak jalanan yg putus sekolah

---------- Post Merged at 10:22 PM ----------

apakah yang saya posting diatas itu bener?? ada yang bisa recheck gak.. soalnya dapet di kaskus...

serendipity
05-04-2014, 11:52 AM
https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1.0-9/10177469_10203266631647108_1513453461_n.jpg

MoonCying
05-04-2014, 12:39 PM
^
yg satu kliatan manusiawi banget mau benerin tali sepatu sendiri.
tapi ada kekuatiran beliau nanti tidak mampu mempertahankan integritas karena adanya utang budi kepada partai yg mengusungnya.


#yang satu lagi hampir bisa dipastikan tdk disetir partai politik. Kecuali ada bandar gede yg diam-diam ikut menyokong gerindra yang mana prasangka q ini tdk ada saus kecapnya, alias cuma prasangka.
Tapi koq yaa bisa-bisanya dia membiarkan sesama manusia berbuat sebegitunya (mirip dongeng duli paduka di jaman kebodohan dulu).

hajime_saitoh
05-04-2014, 02:28 PM
fotonya gak jelas tuh diatas... itu kayak keliatan sedang ngukur dua orang itu.... belon tentu juga khan yang dua orang itu lg masangin sepatu.... masa masangin sebelah sepatu aja pake dua orang

ndableg
05-04-2014, 03:39 PM
Sepatunya sepatu apa duluuu...

ndableg
05-04-2014, 03:56 PM
Prabowo, kalangan ningrat, gaya ningrat, konglomerat/feodalisme, keliatan gagah terus pake baju ala pemimpin era 60-70an, tunggangannya kuda dan helikopter.
Jokowi, kalangan kampung, gaya kampung, merakyat/socialis, keliatan kurus kerempeng pake baju putih demek, tunggangannya sepeda, walaupun lebih mahal dari sepedanya umar bakrie (iwan fals)

Hayoo.. siapa yg mau punya presiden kayak gembel?

MoonCying
05-04-2014, 04:07 PM
^
Oh iyaa setelah dilihat lagi emang seperti yg di bilang kak hajime.

Btw kmrn pas semobil ama rekan kantor,
Ayah rekan kantor ini tentara pangkat mayor/letkol dulunya (gak begitu inget)

Jaman dulu : kata rekan kantor ini, ada tentara yg begitu arogannya, orang yg tidak mau masuk "golongan kuning"(pada jaman dulu, seinget q lak cuma ada 3 pilihan)dipukuli!

Milih mantan militer yg moncer wibawa & tdk diragukan keberaniannya di saat konflik untuk presiden, ngeri-ngeri sedap.

Ingin milih yg seperti pak BJ. Habibie,
Setelah q melihat secara lengkap tayangan pak habibie saat diundang ke mata najwa di yutub.

Nelangsa hati ini melihat manusia secermelang pak habibie di "huu ..." oleh anggota dewan yg q ragu mereka yg teriak "huu...." lebih amanah dari pak habibie.

Mungkin,
Di hari ini dg segala kekurangan orang yg mentalnya di didik secara militer.
Seorang presiden di negara ini harus berlatar militer,
Asal dia tdk nyuri,
Asal dia tdk menundukkan wajah ke asing cuma agar demi jabatan presidennya tdk di rong-rong.

Wallahu 'alam.

tuscany
05-04-2014, 07:29 PM
^
yg satu kliatan manusiawi banget mau benerin tali sepatu sendiri.
tapi ada kekuatiran beliau nanti tidak mampu mempertahankan integritas karena adanya utang budi kepada partai yg mengusungnya.


#yang satu lagi hampir bisa dipastikan tdk disetir partai politik. Kecuali ada bandar gede yg diam-diam ikut menyokong gerindra yang mana prasangka q ini tdk ada saus kecapnya, alias cuma prasangka.
Tapi koq yaa bisa-bisanya dia membiarkan sesama manusia berbuat sebegitunya (mirip dongeng duli paduka di jaman kebodohan dulu).

Gimana nyetirnya, yang punya partai kan dia juga ::elaugh::
Saya juga penasaran ngapain aja sih kok sampe dua orang jongkok di depan Prabowo?

Untuk yang dipos hajime saitoh: ya bisa saja benar. Mari kita tanya penduduk asli sana. Sapa ya? Fere bukan?
Cuma kalo segitu parah kerjaan Jokowi di Solo, mestinya gelar walikota terbaik ke tiga di dunia dicabut tuh. Malu2in ajah ::elaugh::

purba
05-04-2014, 08:15 PM
Hayoo.. siapa yg mau punya presiden kayak gembel?

Tanggung.. lu ambil aja gembel pinggir jalan, trus lu calonin jadi presiden. ::ngakak2::

ndableg
05-04-2014, 08:40 PM
Yah.. mosok gembel ganteng..

hajime_saitoh
05-04-2014, 09:56 PM
gapapa lagi.. masak gembel gak boleh ganteng... sayang jokowi kalah ganteng dari prabowo....::hihi::

MoonCying
06-04-2014, 10:17 AM
Gimana nyetirnya, yang punya partai kan dia juga ::elaugh::
Saya juga penasaran ngapain aja sih kok sampe dua orang jongkok di depan Prabowo?




Mengutip dongeng Bpk. Y.B. Mangunwijaya :

"Saya tidak berniat pergi ke Gedung Putih. Presiden Carter tidak punya kuasa. Ia hanya boneka saja dari kongsi-kongsi bisnis, dan hanya warga negara yang belum dewasalah masih percaya pada fungsi presiden. Kongsi-kongsi bisnis dan industri itulah yang memperkosa tanah-tanah kami yg keramat. Kepada nasionlah kami minta agar menghormati perjanjian-perjanjian yang telah kita sepakati. Carter tidak mampu untuk itu, karena ia disetir oleh kongsi-kongsi itu"

Sumber dongeng :
buku beliau yg berjudul di bawah bayang-bayang ADIKUASA.

judul bab SAN FRANCISCO

etca
06-04-2014, 11:51 PM
intermezzo

https://scontent-a-sin.xx.fbcdn.net/hphotos-prn2/t1.0-9/1982016_10202510959787489_1137733670434966126_n.jp g

yang ngedit niat banget ih, sesuai ama partai yang ada ;D

Fere
07-04-2014, 03:27 PM
Untuk yang dipos hajime saitoh: ya bisa saja benar. Mari kita tanya penduduk asli sana. Sapa ya? Fere bukan?
Cuma kalo segitu parah kerjaan Jokowi di Solo, mestinya gelar walikota terbaik ke tiga di dunia dicabut tuh. Malu2in ajah ::elaugh::
Apanya yang mesti dikomentarin..?

Selain poin 1 dan 4, tulisan hajime nggak didukung sama data dan sumber yang jelas,
mirip sama propaganda yang dipakai buat menjegal jokowi jadi gub DKI kemarin..

--perasaan dulu pernah gw bahas, lupa dimana..--

hajime_saitoh
07-04-2014, 09:01 PM
Apanya yang mesti dikomentarin..?

Selain poin 1 dan 4, tulisan hajime nggak didukung sama data dan sumber yang jelas,
mirip sama propaganda yang dipakai buat menjegal jokowi jadi gub DKI kemarin..

--perasaan dulu pernah gw bahas, lupa dimana..--

itu bukan tulisan gw kok fer... cuman copas dari kas**s doank... saya post disini buat rechek aja sapa tau ada yang punya data yang bener....... kan setiap berita yang kita terima mesti kita cek dulu kebenaranya bukan asal nerima aja....
fere punya datanya gak mari dishare dimari

kandalf
08-04-2014, 10:05 PM
http://i408.photobucket.com/albums/pp163/kunderemp/HailHydraJokowi.jpg (http://s408.photobucket.com/user/kunderemp/media/HailHydraJokowi.jpg.html)

Bukan gue yang bikin meme.
Tapi cukup kocak, representasi dari kekhawatiran orang untuk memilih PDIP.

danalingga
09-04-2014, 05:36 AM
Dulu rame-rame orang menyarankan agar Mega jadi King Maker saja.
Eh, setelah jadi King Maker, masih salah saja. Dasar politik. ::hihi::

hajime_saitoh
09-04-2014, 11:36 AM
http://i408.photobucket.com/albums/pp163/kunderemp/HailHydraJokowi.jpg (http://s408.photobucket.com/user/kunderemp/media/HailHydraJokowi.jpg.html)

Bukan gue yang bikin meme.
Tapi cukup kocak, representasi dari kekhawatiran orang untuk memilih PDIP.

::hihi:: jadinya PDIP villainya donk.. terus ntar sapa yang jadi avengernya.......

purba
09-04-2014, 10:02 PM
Pendukung Jokowi di ::KM:: mana nih? ::hihi::

Dahlan Iskan gimana kabarnya? ::ngakak2::

---------- Post Merged at 09:02 PM ----------

Kelihatannya yg sukses justru Rhoma Irama: Bang Haji effect. Prosentase perolehan PKB meningkat dibandingkan 2009.

Partai yg juga sukses adalah Gerindra, yg jeblok Demokrat, sementara PKS gitu-gitu aja.

PDIP? Partainya wong cilik, opo wong licik? ::ngakak2::

danalingga
10-04-2014, 05:38 AM
^ Soale banyak ternyata yang Jokowi Yes PDIP No. ::hihi::

porcupine
10-04-2014, 08:48 AM
Coba Jokowi di Gerindra ::hihi::

kandalf
10-04-2014, 11:03 AM
Kalau dibilang Jokowi Effect gak ada,
sebenarnya ada.

Buktinya ada kenaikkan. Tetapi kenaikannya, berdasarkan hitungan cepat, kurang lebih sama dengan kenaikan PKB, alias Jokowi Effect hanya setara dengan Bang Haji Effect.

KPU salah karena kurang sosialisasi pileg? Timing kurang panjang? deklarasi pencapresan telat?
Bah....
Dari dulu orang tahu kalau Jokowi itu PDIP kok.

Negative Campaign?
Bah..
negative campaign ke Jokowi itu tidak ada secuil dibandingkan kampanye hitam ke Prabowo.
Dan tebak,
kenaikan Gerindra, jauh lebih banyak dibandingkan PDIP.

Kompas cetak pagi ini bahkan nakal. Bukannya memberitakan 'kemenangan PDIP' malah memberitakan 'Gerindra paling banyak merebut suara Demokrat" sebagai subjudul dari 'Demokrat memberi selamat kepada PDIP'.

Alasan kenapa PDIP hanya segitu suaranya walau menang, sebenarnya sangat sederhana.
PDIP pemalas!


Tapi tampaknya Jokowi bakal jadi presiden nih.
dan dengan suara yang sekitar 20%, kalau Jokowi jadi presiden, kecil kemungkinan untuk benar-benar jadi boneka PDIP.
*untungnya kita milih langsung*

danalingga
10-04-2014, 11:46 AM
Sepertinya mesin partai PDIP tidak jalan yak. Terlalu mengandalkan pada sosok Jokowi.

yanwok
10-04-2014, 12:48 PM
Terlalu pede..

Keliatan dari gaya calegnya pas debat, dll

"Liat aja siapa yang menang..."

Btw, ga ada yang bikin thread analisa koalisi pencapresan (berdasarkan quick count)

Bikin dongggg

red_pr!nce
10-04-2014, 03:41 PM
Ini adalah kemenangan Prabowo atas Jokowi.

Meskipun kali ini PDIP mengantongi 19% suara, tetapi hanya meningkat 1% dari total suaranya dari pemilu sebelumnya.
Sebaliknya, Gerindra hanya mengantongi 11% suara, yang justru meningkat 7% dari total suaranya dari pemilu sebelumnya.

Prabowo 1 - Jokowi 0

mbok jamu
10-04-2014, 03:47 PM
Ya kalau Jokowi menang, wait and see saja. Will he have the balls to stand up for himself?

ndableg
10-04-2014, 08:53 PM
Golkar dong... tak tergoyahkan! Padahal orba jadi musuh reformasi. Emang.. kepenak jamane panjenengan.

Casanova Love
11-04-2014, 04:07 PM
Jokowi effect mgkn hanya di sekitar jawa.
Sampai ke timur udah hilang efeknya

ndableg
12-04-2014, 05:22 PM
Diskusi hasil pemilu tak pindah ya?
Thx,
ndabl

Ronggolawe
13-04-2014, 07:57 AM
Blusukan: The Real Jokowi-Effect Power (http://politik.kompasiana.com/2014/04/13/memahami-blusukan-ala-jokowi-647183.html)



Tradisi blusukan ala Jokowi kini tak lagi sebatas ke akar rumput. Sintong Silaban dengan jeli melihat gerak cepat Jokowi ke tiga petinggi partai hanya dua hari setelah pileg. “Saya dapat membayangkan, jika kelak Jokowi menjadi Presiden RI, maka kita akan menyaksikan kelincahan dan gerak cepatnya mengatasi berbagai persoalan di Indonesia, ” tulisnya (baca: http://politik.kompasiana.com/2014/04/13/lincahnya-jokowi-648532.html).

Sama dengan Sintong, Saya dan mungkin juga Anda juga terkesan dengan langkah cepat Jokowi ini. Saya lalu teringat kebiasaan Pak Gubernur DKI ini yang langsung menyambangi akar rumput untuk mengetahui permasalahan nyata di sana. Wong Solo ini tak sungkan berdesak-desakan dengan warga yang berebutan ingin menyalaminya. Kini, ia pun tak sungkan mendatangi para pesaingnya. Ini sungguh gaya komunikasi politik yang khas, jika tidak orisinil, dari Pak Gubernur.

Apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi mungkin bisa dibaca sebagai metode komunikasi “ice-breaking“, yaitu strategi cerdas dan cepat untuk mencairkan suasana atau memecahkan kebuntuan. Langkah ini sangat berguna untuk menghilangkan berbagai bentuk “mental block” yang menjadi penghalang atau pembatas komunikasi.

Yang sangat diperhatikan oleh Pak Jokowi dalam metode ini adalah soal momentum. Dia tidak punya agenda rutinitas dalam jadwal kerja harian, karena setiap hari mempunyai momentum-nya tersendiri. Dari sini kita bisa baca bahwa ia bukan saja seorang pekerja keras, tetapi juga seorang “knowledge worker” yang sangat mementingkan data informasi dalam desain pekerjaannya.

Jadi, kedatangan beliau ke para petinggi elit itu tak sekedar membangun sebuah komunikasi politik, tetapi juga sekaligus mengumpulkan data lapangan yang kemudian diolah sebagai bahan penting dalam penyusunan strategi politik berikutnya.

Gaya ini jarang bisa kita lihat dari para pejabat pemerintah atau elit parpol lainnya. Mereka cenderung menikmati kursi singgasana-nya, sehingga seakan berat melangkah keluar untuk melihat apa yang terjadi di akar rumput, serta mempertahankan ego dan harga diri di hadapan petinggi partai lainnya.

Di jaman Orde Baru, Pak Harto harus membayar mahal akibat ego semacam ini, karena mengira apa yang disampaikan oleh Ketua MPR saat itu (kebulatan tekad di seluruh tanah air) adalah kenyataan yang sebenarnya. Seandainya Pak Harto mau blusukan, dia bisa tau apakah rakyat masih menghendakinya atau tidak.

Tentu saja kita tidak boleh melupakan kegagalan blusukan ala Jokowi ini. Kampanye kemarin terbukti tak cukup efektif untuk menjadikan PDI P sebagai partai pemenang pileg . Kemungkinan yang terjadi adalah Jokowi tak dibebaskan menentukan jadwal dan agendanya sendiri. Ia harus memenuhi kegiatan kampanye yang sudah dijadwalkan oleh partainya. Jika Jokowi dibiarkan leluasa bergerak, kemungkinan kita akan melihat Jokowi Effect yang luar biasa.

Kita tunggu gerak cerdas Jokowi berikutnya.

---------- Post Merged at 06:57 AM ----------

Lincahnya Jokowi (http://politik.kompasiana.com/2014/04/13/lincahnya-jokowi-648532.html)





Baru 2 hari setelah pileg, Jokowi, Capres PDIP sudah melakukan gerak cepat menyambangi 3 orang pemimpin parpol (Golkar, Nasdem, dan PKB). Dengan ARB dan Golkar, dia membuat kesepakatan brilian: sama-sama maju dalam pilpres, tetapi yang kalah akan mendukung yang menang, sehingga tercipta pemerintahan yang efektif. Dengan Nasdem, Jokowi mendapat dukungan sepenuhnya sebagai Capres, dan cantiknya SP tidak menawarkan diri sebagai Cawapres, tampak murni mendukung. Dengan PKB, Jokowi mendapat sambutan semarak, Jokowi langsung dipanggil sebagai RI-1 dan Muhaimim Iskandar sebagai RI-2.

Sampai pada momen ini sudah kelihatan keistimewaan Jokowi: lincah, gerak cepat, menusuk langsung ke sasaran, gak banyak omong (kalau ngomong, yang dia bilang: saya ngak punya apa-apa). Kemudian, dia tidak menunggu, langsung jemput bola — dia tidak mikir bahwa dia adalah kandidat presiden yang berada di atas angin, bahwa PDIP peraih suara terbanyak dalam pileg — artinya dia telah menunjukkan kerendahan hati (gambaran karakter melayani). Itu jelas membuat kalangan pimpinan partai yang didatanginya tersanjung dan “terpaksa jatuh hati”. (Konon menurut informasi sahabatnya, banyak dulu gadis jatuh hati sama Jokowi, begitu juga orangtua yang ingin bermenantukan dia, karena dia begitu pintar mengambil hati).

Sekali lagi, Jokowi begitu lincah, sangat cepat gerakannya, dan sedikit bicaranya dibanding bekerjanya. Lihat ke depan ini, bangun pagi, dia akan langsung bergerak kemana-mana menemui relawannya, dan dia akan bekerja sampai tengah malam dan banyak sekali pekerjaan yang dapat diselesaikannya dalam sehari. Dengan lincah dan cepat, dia akan keliling Indonesia. Seperti biasa, dia tidak mau terlalu banyak ngomong (kalau boleh saya menilai: bahasa tubuh dan bahasa pikiran Jokowi lebih banyak mengungkapkan hal daripada bahasa mulutnya). Anehnya, banyak orang (rakyat) bisa memahami bahasa tubuh dan bahasa pikiran Jokowi. (Beberapa waktu yang lalu, Jokowi melantik sendiri pejabat-pejabat level bawah di DKI Jakarta, seperti kepala-kepala Puskesman. Baru pertama kali terjadi, langsung Gubernur yang melantik pejabat rendah di DKI, biasanya hanya Kepala Dinas. Tau berapa lama Jokowi memberi sambutan pelantikan? Hanya beberapa detik, isinya: “Assalamu’alaikum Wr. Wb. Saya hanya ingin mengatakan selamat bekerja. Wassalamu ‘Alaikum Warohmatulloohi Wabarokatuhu”. Mau tau apa yang terjadi sesudah itu, beberapa ibu pejabat yang dilantik sesunggukan, menangis terharu.

Saya dapat membayangkan, jika kelak Jokowi menjadi Presiden RI, maka kita akan menyaksikan kelincahan dan gerak cepatnya mengatasi berbagai persoalan di Indonesia. Yang pasti, dia akan memberi keteladanan yang dahsyat bagi aparat di bawahnya, bagaimana memimpin, bagamana bekerja, dan bagaimana melayani. (Saya pikir-pikir, kenapa masalah banjir dan macet di Jakarta tidak berhasil diatasi Jokowi dengan cepat? Harus diakui, bahwa masalah itu memang tak mungkin diatasi dengan cepat, karena sudah sangat akut, tapi saya yakin Jokowi, walaupun bukan lagi sebagai Gubernur, dia dan pemimpin pemerintahan Jakarta kelak pasti bisa mengatasinya). Semoga Tuhan meridhoi langkah-langkah Jokowi.

Alip
13-04-2014, 08:56 AM
Saya justru melihat semua gerakan itu menunjukkan bahwa Jokowi adalah seorang politikus ulung, dengan segala emblem dan atribut yang melekat di kata 'politikus'. Dia pandai melobi, pandai menggalang dukungan, pandai membentuk pencitraan. Bagi yang suka dongeng khalifah Harun Al-Rasyid yang konon suka blusukan menyamar sebagai pengemis, karakter Jokowi memang sosok impian...

Tapi saya belum melihat kinerjanya sebagai pemimpin atau penguasa. Butuh lebih banyak syarat untuk menjadi pemimpin ketimbang kebiasaan turun di akar rumput...

Yuki
13-04-2014, 11:01 AM
bisa dikatakan jokowi adalah orang yg baru memperlihatkan kepandaiannya jika ada yg menjadi pemicu

semuanya berawal dari orang-orang yg "menceburkan" dia ke dunia politik, jokowi adalah orang yg akan 'bergerak dengan benar' dimanapun dia berada, tapi bukan dia yg mendatangi kondisi, kondisilah yg mendatangi dia, dia akan menjadi pengusaha sebaik-baiknya selama dia ada di dunia pengusaha, begitu dia "ditarik" masuk ke dunia politik, maka dia juga menjadi 'petualang politik' sebaik-baiknya

kemanapun dia "ditarik", hingga ke tampuk politik tertinggi pun dia akan menjadi sebaik-baiknya

tentu, dia bukan manusia sempurna, dia juga manusia biasa, bukan berarti segala permasalahan bisa diselesaikan seperti membalikkan telapak tangan, tapi dia berbeda dengan yg lain, kalaupun dia memiliki ego (pasti, semua manusia memiliki ego), namun dia bisa cerdas membawa egonya menjadi ego yg tidak angkuh maupun gengsian, justru pribadi jokowi ini menurut saya cenderung ke karakter lawak, seandainya dia tidak masuk ke dunia politik, masuk ke dunia komedi, menjadi komedian, pasti dia populer juga

ndableg
13-04-2014, 04:20 PM
Tapi saya belum melihat kinerjanya sebagai pemimpin atau penguasa. Butuh lebih banyak syarat untuk menjadi pemimpin ketimbang kebiasaan turun di akar rumput...

Contoh kinerja sbg pemimpin atau penguasa yg benar itu bagaimana?

Alip
13-04-2014, 04:43 PM
... statistik :luck:

ndableg
13-04-2014, 05:31 PM
Statistik apaan nih? Yg jelas dong.
Kalo statistik memimpin jakarta mgk memang belum, wong baru 2 taun kurang. Yg di solo gimana?
Lalu gimana dgn statistik kinerja sbg pemimpin atau penguasa calon yg lain?

Alip
13-04-2014, 06:02 PM
apa yang perlu dijelasin? ::elaugh::

posisi pemimpin di negara demokrasi adalah sama dengan posisi manajerial di sebuah perusahaan, ada tingkat kinerja yang dituntut yang semuanya diukur dengan angka. Angka kemakmuran-kah, angka kebahagiaan? Silakan si calon pemimpin mengajukan proposal kepada rakyat lalu buktikan... tiap calon silakan majukan angka yang berbeda...

Berbeda dengan raja-raja masa lalu, bagi mereka yang penting adalah rakyat tidak berontak ... beri roti dan hiburan, maka semua senang (butuh biaya besar untuk menumpas pemberontakan, rugi bandar).

Bagaimana cara mencapai angka-angka itu? Itulah seni kepemimpinan. Silakan tiap orang dengan gaya-nya masing-masing.

Jika di Jakarta Pak Jokowi masih belum punya statistik karena kurang dari 2 tahun, ya wajar kalau orang seperti saya meletakkan beliau di urutan paling bawah dalam preferensi. Jika bagi orang lain hal itu tidak masalah, silakan memilih beliau. Bagi saya blusukan dan profil merakyat bukanlah faktor penting.

Saya belum tahu statistik Pak Jokowi di Solo, soalnya jauh dari sini ::mrgreen:: ada yang punya?

Statistik calon lain?
Saya belum tahu siapa saja yang maju, apalagi mengetahui informasi soal mereka.

ndableg
13-04-2014, 06:27 PM
Oo.. berarti belum keputusan final ya.. karena masih banyak ga taunya..
Mgk sekedar sentimen dgn kepopuleran jokowi yg terkesan terlalu emosional.

Ronggolawe
13-04-2014, 06:41 PM
Jokowi punya record buruk >>> in the bottom

yang lain ngga jelas >>> entahlah, yang pasti di
atas Jokowi :)
===

Pengalaman gw selama ini selalu gagal mengajukan
Permohonan Kartu Kredit, bahkan yang difasilitasi/
diusulkan oleh AR gw di Bank... alasannya karena
gw ngga pernah punya catatan kredit (cicilan mo
tor ataupun cicilan rumah)...

sebaliknya beberapa teman gw yang pernah di black
list karena tagihan CC ngga dibayar, ternyata bela
kangan kembali berhasil mendapatkan CC baru, pada
hal cicilan yang lama masih dalam tahap re-schedule :)

==
logika gw sih, apapun, yang punya catatan itu jauh
lebih baik daripada yang tidak sama sekali :)

Alip
13-04-2014, 08:19 PM
Oo.. berarti belum keputusan final ya.. karena masih banyak ga taunya..
Mgk sekedar sentimen dgn kepopuleran jokowi yg terkesan terlalu emosional.

Weleh, jadi kalau saya tidak pro Pak Jokowi berarti saya harus mempertanggungjawabkannya di depan pengadilan publik ::KM::... lalu wajib menunjuk capres lain yang harus disetujui oleh dewan ::KM:: sebagai lebih baik dari Pak Jokowi... Now, who's sentimental? ::elaugh::

Nggak doonnggg... saya sudah mengemukakan alasan penolakan saya di halaman sebelumnya, yang murni merupakan hasil dari black box yang ada di kepala saya, bukan kepala orang lain, dan alasan itu lepas dari kehadiran tokoh-tokoh lain... I call it exercising my citizenship right...

Jika nanti para tokoh lain sudah muncul secara resmi, sok silakan bikin utasan tentang masing-masing tokoh dan saya akan pelajari baik-baik. Seperti saya ungkapkan juga sebelumnya, saya tidak eksis di dunia politik dan bahkan di jejaring sosial dunia maya yang konon sedang sibuk memuji dan mencela tokoh-tokoh jagoan masing-masing...


Jokowi punya record buruk >>> in the bottom

yang lain ngga jelas >>> entahlah, yang pasti di atas Jokowi :)
Jangan kuatir, Kakang Tumenggung, di excell ada fasilitas insert, copy, atau move row... :luck:


logika gw sih, apapun, yang punya catatan itu jauh
lebih baik daripada yang tidak sama sekali :)
Karena itu temen-temen Kakang Tumenggung yang dapet cc :mrgreen:

ndableg
13-04-2014, 09:25 PM
Weleh, jadi kalau saya tidak pro Pak Jokowi berarti saya harus mempertanggungjawabkannya di depan pengadilan publik ::KM::... lalu wajib menunjuk capres lain yang harus disetujui oleh dewan ::KM:: sebagai lebih baik dari Pak Jokowi... Now, who's sentimental? ::elaugh::

Ya nggak sampe gitu juga sih. Cuma pengen tau aja sapa sih yg bisa ngalahin gacoan gw. ::hihi::
Ya kalo belum dapet barangnya di sini, coba toko sebelah.

tsu
13-04-2014, 10:17 PM
logika gw sih, apapun, yang punya catatan itu jauh
lebih baik daripada yang tidak sama sekali :)

hmmm, true, i like it :D

anw, ketiga (klo emang betul 3 orang itu) capres yang akan maju nanti IMHO belum ada pengalaman memimpin Indonesia, baru level menteri ato gubernur ato pasukan tempur
IMHO mereka sekarang sedang memoles diri nya masing2 untuk terlihat semenarik mungkin didepan rakyat Indonesia, ingat guys, berhasil di Jakarta bukan jaminan berhasil di Indonesia, berhasil di Kopassus bukan juga jaminan di Indonesia, berhasil di perusahaan juga sama

klopun pak Jokowi sekarang seneng blusukan dan banyak yang menganggap itu (((tidak begitu penting))) untuk figur presiden, ya nggak masalah
semakin banyak portfolio yang dikumpulkan, IMHO semakin dekat saya dengan capres tersebut
buat saya blusukan dan merakyat itu nambah di portfolio Jokowi, masih mending yang blusukan daripada yang nggak sama sekali :D
seperti pernyataan ronggo diatas :D

so now, just keep calm and keep support them ;)

hajime_saitoh
13-04-2014, 11:40 PM
saya secara pribadi gak masalah dengan a[a yang dimaksud dengan blusukan.. namun yang lebih penting dari itu adalah apa yang dihasilkan dari blusukan itu? setelah blususkan, kekuarangan apa yang ditemui dalam masyarakat dan apa solusinya... nah dalam hal jokowi.. kerena saya sendiri gak terlalu ikuutin berita adayang tau gak apa hsil dari blusukan beliau slama ini di Jakarta?? atau yang di SOlO?

eve
14-04-2014, 12:30 AM
Hasil blusukan : 1. Pencitraan semakin naik 2. Menambah nilai positif, 3. Tau aspirasi warganya ... Saya sih cuma diceritain ama orang solo yang ada pembangunan di SMK, pak joko sampai meninjau langsung ke SMK, gak mau dibikinin tenda, gak bilang2 ama orang SMK, duduknya di batu besar depan aula SMK. Orang SMK tahunya pak joko kesana setelah ada tukang bangunan laporan (setelah pak jokowi pergi), kalau barusan pak jokowi datang...

---------- Post Merged at 11:27 PM ----------

Tadi sih liat sekilas di tv jokowi ke waduk/apa gitu... Liat progres sehabis pengerukan waduk (cmiiw... )

---------- Post Merged at 11:30 PM ----------

Kemaren seh temen ada yang bilang, katanya dia sering buka VOA (atau apa gitu), disitu ada daftar korupsinya jokowi, tapi daftarnya ahok belum / nggak ada. Ini kata temen loh ya... Keanya sih di fans fanatik ahok. Temen gw yang lain yang dulu dukung si kumis dan benci metong ama ahok, sekarang jadi dukung ahok banget...

tuscany
14-04-2014, 03:08 AM
... statistik :luck:

"There are three kinds of lies: lies, damned lies, and statistics." ::elaugh::

purba
14-04-2014, 06:32 AM
Hasil blusukan : 1. Pencitraan semakin naik 2. Menambah nilai positif, 3. Tau aspirasi warganya ... Saya sih cuma diceritain ama orang solo yang ada pembangunan di SMK, pak joko sampai meninjau langsung ke SMK, gak mau dibikinin tenda, gak bilang2 ama orang SMK, duduknya di batu besar depan aula SMK. Orang SMK tahunya pak joko kesana setelah ada tukang bangunan laporan (setelah pak jokowi pergi), kalau barusan pak jokowi datang...

Tau aspirasi warganya? Okelah. Tapi ditindaklanjuti gak? Jangan2 sebagian besar orang Solo cuman kesengsem dgn blusukannya aja. ::ngakak2::

Ane juga sempat bertanya ttg Jokowi pd orang Solo, tapi mereka kebanyakan cuman nyengir kuda doang. Beda kalo ane tanya ttg Sri Sultan pada orang Yogya, mereka malah cerita panjang ttg kebaikan rajanya itu.

Ronggolawe
14-04-2014, 07:38 AM
jadi loe mau milih siapa Pur? ARB? Prabowo?

sampai sekarang muter-muter mulu ngga ngasih
jawaban :)

eve
14-04-2014, 08:09 AM
Siapa kalau bukan Jokowi? Masih ada bu Risma, pak Ridwan Kamil, A hok

Ronggolawe
14-04-2014, 09:56 AM
ada parpol yang nyalonin mereka? masa datang ke
toko
emas mintanya ayam bakar?

Alip
14-04-2014, 10:04 AM
Makanya nunggu sampe jelas siapa aja yang maju...

Bisa kok minta ayam bakar... tapi gak jamin bakal diapain sama yang punya toko :luck:

ndableg
14-04-2014, 03:49 PM
Tapi jangan ngiler ya kalo gw makan lahap... :luck:

purba
14-04-2014, 07:07 PM
jadi loe mau milih siapa Pur? ARB? Prabowo?

sampai sekarang muter-muter mulu ngga ngasih
jawaban :)

Yg jelas bukan Jokowi. Banyak orang menilai siapa Jokowi dari tidak konsistennya dia jadi gubernur DKI. ::ngakak2::

Ronggolawe
14-04-2014, 07:12 PM
::hohoho::::hohoho::::hohoho::::hohoho::

purba
16-04-2014, 06:23 AM
Jakarta Raih Peringkat Pertama Kota di Negara Berkembang

http://www.tempo.co/read/news/2014/04/15/231570960/Jakarta-Raih-Peringkat-Pertama-Kota-di-Negara-Berkembang

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan saat ini Jakarta berada pada peringkat pertama dalam Global Ranking of Emerging Cities versi konsultan dari AT Kearney. Dia sangat mengapresiasi positif penilaian itu. ...

... Jokowi mengatakan hasil penilaian ini sehubungan dengan perencanaan infrastruktur tranportasi, seperti MRT dan monorel. "Meski keduanya baru dimulai, tapi kan sudah dimulai," kata Jokowi.

----------------------------------------------------

Berita di atas: Jokowi sedang mengklaim keberhasilannya di Jakarta. ::ngakak2::