PDA

View Full Version : Cinta Putih.



Pages : [1] 2

nagita
25-04-2011, 06:07 PM
Terus terang feeling blue banget nih karena nasib KG gak jelas gini. Thread "Cinta Putih" udah ribuan, refleksi dari segala suasana hati. Tadinya baru mikir mo nerbitin buku puisi tapi sebagian besar gak terselamatkan. Sedih... :(

adinda
25-04-2011, 06:14 PM
Nagitaaaaaaaaaaaaaaaaaa

:x

im big fans of yours in KG

hehehe

selamat datang di rumah baru..semoga Kg suatu hari nanti bisa kebuka lagi

nulis lagi doonk

nagita
30-04-2011, 08:48 PM
Nagitaaaaaaaaaaaaaaaaaa

:x

im big fans of yours in KG

hehehe

selamat datang di rumah baru..semoga Kg suatu hari nanti bisa kebuka lagi

nulis lagi doonk


Hallo Adinda,
ketemu lagi disini. Kangen KG, kangen kamu semua, kangen nulis.


Aku selalu rindu.
Untuk menjadi budak kata-kata.

nagita
30-04-2011, 08:52 PM
Beribu hari yang lalu,
sejak aku sadar kata-kata dapat menjadi dunia kedua,
saat itu aku sudah memasung diriku dengan penuh suka cita.

nagita
30-04-2011, 08:53 PM
Aku bahagia janjimu tidak terbuat dari darah.
Sebab aku tidak mau kamu mati ketika mengingkarinya.


~Satu Juta Burung Kertas.

nagita
30-04-2011, 08:53 PM
Kamu dan aku, adalah satu.
Satu, untuk selamanya.


~Satu Juta Burung Kertas.

nagita
30-04-2011, 08:55 PM
Ada berjuta bintang di langit.
Aku ada disalah satu bintang,
dan aku bersinar hanya kepadamu saja.

nagita
30-04-2011, 08:57 PM
Rentang waktu mengabur.
Angka-angka memudar.
Jarak membelah diri.
Berkali-kali lipat.
Mental aku.
Jauh.
Rasa tiada.
Sepi dan sendiri.
Mendekap sisa harap.
Tatap aku, jangan pergi.
Temani aku disini. Kali ini saja.

nagita
30-04-2011, 09:00 PM
Aku ingat bom yang meletup dikepalaku.
siang jahanam itu. aku sendiri. tapi kamu tidak.
Keangkuhanmu menjulang hingga pucuk langit.
membuatku rata bumi. bagai pengemis.
Lalu kalimat yang terburai dari mulutmu. busuk.
menusuk ulu hatiku. yang ngilu terbawa hingga kini.
Aku ingat bagaimana aku menghamba padamu.
Aku ingat. Dan aku benci.

Aku benci mengapa tidak dapat melupa.

nagita
01-05-2011, 04:28 PM
Aku ingin berhenti membuntutimu.
berhenti untuk tahu ceritamu hari ini,
berhenti untuk tahu rencanamu,
apa yang baru kamu alami,
yang kamu makan,
lagu yang kamu dengar,
jalan yang kamu lalui,
kata-kata yang kamu ucapkan,
pikiranmu,
lakumu,
inginmu,
hasratmu,
mimpimu,
kamu.

Aku ingin berhenti membuntuti kisah hidupmu.
Aku ingin berhenti menulis ceritamu,
aku ingin berhenti mengintip jendela blog-mu,
aku ingin berhenti menghantuimu.
Aku ingin berhenti merayu diriku untuk menggentayangimu.

Walau aku tahu setiap malam yang kamu habiskan dengannya,
aku tidak perduli.
aku hanya ingin tahu. kamu. saja.
Aku ingin berhenti meminta diriku untuk berhenti menghantuimu.

nagita
01-05-2011, 06:01 PM
Kekasih,
aku tidak pernah pergi.
Kapanpun kamu kembali,
kamu akan menemukanku.

nagita
18-05-2011, 08:30 PM
Aku merasakan nafas kami semakin berkejaran. Detak jantungku tidak beraturan dan terasa akan pecah. Tapi laki-laki itu bukan seorang b4jingan. Dia tahu dimana dia harus meletakkan tangannya dan kapan dia harus berhenti. Wajah kami bersemu merah dan dari jarak sedekat ini, aku dapat menelusuri wajahnya dengan bulu mataku. Harum tubuhnya mengental, bercampur dengan wewangian tanaman yang masih basah oleh embun, pagi itu. Junot, untuk pertama kalinya aku berpikir bagaimana melalui malam didalam pelukanmu. Untuk pertama kalinya aku sadar kepada siapa aku berhasrat. Aku ingin merasakan cinta. Ini bukanlah ciuman pertamaku. Tapi geloranya membuat denyut nadi terasa membakar kulit. Junot, aku ingin tua dan mati dalam pelukanmu. Mencintaimu, adalah menjadikanmu satu-satunya wajah yang akan aku kenang kala ajal datang menjemputku.


~ Daisyflo, a novel. Episode Tara.

ancuur
18-05-2011, 11:46 PM
Terus terang feeling blue banget nih karena nasib KG gak jelas gini. Thread "Cinta Putih" udah ribuan, refleksi dari segala suasana hati. Tadinya baru mikir mo nerbitin buku puisi tapi sebagian besar gak terselamatkan. Sedih... :(

semangat.. semangat.. postingan baru 15

ps: bikin di facebook lebih ok kalee... judul sesuai yg disuka! tar gw ikut nge like :jempol:

ancuur
18-05-2011, 11:49 PM
Menanti, menantilah aku di sini
Merangkai kelopak bunga merahmu satu persatu
Menghitung, aku menghitung hari
Dengan sejuta asa aku menyemai rindu
Rindu untuk kamu....

nagita
25-05-2011, 06:12 PM
FB cinta putih maksudnya?

nagita
25-05-2011, 06:20 PM
Aku ingat malam itu.
Aku ada ditengah dunia tanpa napas.
Sekelilingku adalah nisan. Aku tidak mengerti mengapa aku ada disini.
Lalu kulihat kamu datang kepadaku dan membawaku pergi.
Dari dunia tanpa napas.

Apakah selama ini aku masih hidup disana?

nagita
25-05-2011, 06:23 PM
Aku ingat pelukku pada pinggangmu.
Harummu yang mengental memecah di udara,
membentuk percikan api kecil yang terlihat indah dikegelapan malam.

Kini,
kisahmu tak lagi mampu kuingat.
Tapi aku ingat aku pernah menyebut namamu,
didalam doaku.

nagita
25-05-2011, 07:10 PM
Junot,
kamu adalah imaginasiku.
Aku melahirkanmu, menulis kisahmu, menentukan kepada siapa kamu akan mencinta.
Kamu,
imaginasiku.
Aku,
tidak boleh jatuh cinta padamu.
Sebab,
aku bukan Tara, yang menuhankan dirimu.

Tapi,
cintamu pada Tara membuatku terluka.
Dan sekarang,
kamu telah membuatku patah hati.

nagita
28-05-2011, 07:40 PM
“Aahh...” Junot terhuyung kebelakang. Dinding-dinding terasa berteriak meneriakkan suara-suara asing yang terdengar begitu akrap ditelingnya. Junot terengah-engah. Napasnya terasa pendek, bau obat-obatan menusuk penciumannya hingga sesak dan.. perlahan dia merasakan harum pepohonan yang basah oleh embun pagi. Sesuatu yang lembut melumat bibirnya. Sebuah ciuman yang terasa begitu manis, membuatnya melayang dengan hasrat yang menggelora. Dia ingat harum napas yang bercampur dedaunan diantara kicau burung pagi itu. Langit terasa begitu dekat, seakan dapat diraihnya. Dari jarak sedekat itu dia dapat melihat mata gadis itu coklat dan ada sebuah tanda lahir halus dikelopak kiri mata gadis itu. Namun pada mata itu dia melihat sepasang matahari kembar yang bersinar keemasan. Pipi mereka beradu dan untuk beberapa saat mereka saling mengecup. Sentuhan dari kulit ke kulit yang terasa memabukkan.


~ Daisyflo, a novel. Episode Junot.

nagita
03-06-2011, 02:28 PM
Tiga belas tahun aku menunggu.
Katakan padaku,
apakah aku harus menunggu atau menunggumu lebih lama lagi?

nagita
04-06-2011, 01:41 AM
Aku ingat kecupan pertamaku.
pada dua belas waktu yang berdentang,
membuat tujuh dari sembilan sukmaku melayang.

Aku ingat sentuhan pertamaku.
kala itu, rembulan perak di pelataran langit merah,
membuat denyut nadi terasa membakar kulit.

nagita
22-06-2011, 09:02 PM
Aku mendengar seuntai nada.
Yang membawa angan, menembus batas.
Menerbangkan hati, pada pangkuan. Yang terasa lapuk.
Namun padanya. Kau rebahkan bahumu,
Padanya kau biarkan sentuhan. Merayapi tubuh.
Memilikimu. Separuh jantungmu berdetak.
Untuknya.

Aku melihat sutera putih. Memanggil.
Bunga merah muda dirambutmu, tersemat. Kilaumu bagai rembulan.
Namun tiada wajah. Dimana hatimu melesat untuknya.
Dimana jiwamu terbang padanya.
Dimana setiap napasmu. Adalah miliknya.

Lalu,
Pada setiap nada yang kau dengar.
Pada setiap hari yang terus melaju.
Tidak kau biarkan tangan itu. Membawamu.
Pada pelaminan pagi itu.

Aku melihat sepasang mata.
Padanya kutemukan sepasang bintang,
dengan binarnya yang redup.
Dan separuh hati yang berdetak.
Masih miliknya.

nagita
26-06-2011, 01:20 PM
Entah harus berapa ratus kali aku harus kehilanganmu.
Karena setiap kali aku bangun, kamu selalu pergi.
Dan kepergianmu kembali menyayat hatiku.
Terus menerus, beratus-ratus kali.

Tetapi,
aku akan selalu mencarimu.
Selama aku dapat menemukanmu,
aku rela bangun dan kembali terluka.

nagita
28-07-2011, 11:22 AM
Manusia yg mengkhianatiku,
Aku lihat kelebatmu diantara padang hijauku.
Suaramu melekat bagai kemarin,
Bisik rayumu bergaung bagai semilir angin.

Aku ingat bagaimana kamu datang dan pergi bagai hantu,
Aku ingat bagaimana kamu meninggalkanku.
Kesedihan itu,
masih membelah hatiku.

nagita
28-07-2011, 11:24 AM
Ada dua manusia yg masih hidup,
Namun kuanggap mati.
Salah satunya adalah kamu.

ancuur
28-07-2011, 11:27 AM
Nagitaaaaaaaaaaaaaaaaaa

:x

im big fans of yours in KG

hehehe

selamat datang di rumah baru..semoga Kg suatu hari nanti bisa kebuka lagi

nulis lagi doonk

ipon mimpinya berlanjut terus X_X

ancuur
28-07-2011, 11:29 AM
FB cinta putih maksudnya?

yoi... X_X

nagita
28-07-2011, 11:31 AM
Kekasih,
Apakah kamu mati rasa.
Atau bukan lagi manusia.
Bagaimana mungkin kamu mampu
Muncul dan tersenyum dihadapanku
Setelah kiamat yang kau ledakkan diatas kepalaku?

Nan_Chan
28-07-2011, 11:49 AM
Hai,, nagita... aku suka banget puisi-puisimu.....

keep posting yaaa.... :D

ancuur
28-07-2011, 12:15 PM
Kekasih,
Apakah kamu mati rasa.
Atau bukan lagi manusia.
Bagaimana mungkin kamu mampu
Muncul dan tersenyum dihadapanku
Setelah kiamat yang kau ledakkan diatas kepalaku?

Aku muncul dan tersenyum dihadapanmu
Karena aku merindukanmu.. salahkah aku
Ternyata dirimu.. tidak seperti yang dulu lagi..

Oh.. kejam nian dunia ini... X_X

nagita
01-08-2011, 08:45 PM
Hai,, nagita... aku suka banget puisi-puisimu.....

keep posting yaaa.... :D

Makasih... drop some poems dunk hihi..

nagita
01-08-2011, 09:04 PM
Ada dua orang yang aku blacklist dalam hidupku,
di dunia ini.
Salah satunya adalah kamu.

nagita
01-08-2011, 09:07 PM
Aku muncul dan tersenyum dihadapanmu
Karena aku merindukanmu.. salahkah aku
Ternyata dirimu.. tidak seperti yang dulu lagi..

Oh.. kejam nian dunia ini... X_X\

hmm...
seandainya cinta,
mengapa kamu meninggalkanku?


*Thanks! :D

nagita
01-08-2011, 09:29 PM
Apakah kamu. perempuan jalang itu.
merayunya dengan lagumu. sebab kamu tidak tahu.
ada perempuan lain. memiliki namanya.
dan mengandung benih. miliknya.
Apakah kamu perempuan.
ketika kamu tahu. kamu benci. jalangmu.
sebab asamu remuk.
pedihmu berakar. pun malangnya,
sekeping hatimu masih miliknya.
Apakah kamu jalang.
perempuan yang merana.
sebab kamu benci. dan mendamba.
masih.

nagita
02-08-2011, 03:00 PM
Aku pernah mencintai manusia adam itu. Sebuah cinta yang semurni doa hingga membuatku rela untuk terluka dan menunggu. Namanya menjadi mantra, kugenggam erat pada palungan yang membuatku terus bernapas, sebab aku memiliki mimpi tentangnya. Sebuah mimpi yang hanya aku dan dia tahu.

Lalu tersebut sebuah nama. Bagaikan sebuah pedang yang membelah mata air. Satu windu kemudian aku sadar kesia-siaan adalah satu-satunya kepastian. Hanya aku yang tidak ingin menggunakan mataku. Bahwa tidak hanya ada aku disana, dan aku hanyalah segenggam pasir yang dapat dengan mudah terberai kala tiba waktunya.

Sekarang,
manusia adam itu muncul dan membuka sebuah cerita yang telah berkarat. Bagaimana mungkin aku lupa, manusia. Sebab perangku waktu itu adalah milikmu. Aku tidak mengerti, sungguh! Sapamu padaku seringan kapas, namun terasa melontarkan aku hingga ke dasar bumi. Dan aku memandang seonggok manusia mati didepanku. Kamu pernah menjadi indah dihatiku. Dulu.

Aku sudah lama berdiri dengan mimpi yang adalah milikku sendiri.
Kamu sudah kuanggap mati, tetaplah mati.

Nan_Chan
02-08-2011, 03:32 PM
tidak, jangan begitu
ini luka, ini suri, bukan mati
sarungkan pedangmu, sudahi perangmu
ini aku, bukankah kau menungguku disini?

:luck:

ancuur
02-08-2011, 08:04 PM
tidak, jangan begitu
ini luka, ini suri, bukan mati
sarungkan pedangmu, sudahi perangmu
ini aku, bukankah kau menungguku disini?

:luck:

masih traumakah dirimu..
akan kejadian masa lalumu itu...
sadarkah.. bahwa kita di alam merdeka..

dimana kau bebas mengucapkan apa saja..
asal jangan kau ucapkan "pinjam duit" ...
karena diriku sedang BOkeK X_X

Nan_Chan
03-08-2011, 02:11 PM
alamku merdeka
ragaku terikat

aku melihat potret dirimu
tetap aku tak bisa berucap
kau, tatapanmu...

tenang saja, aku tak akan menyusahkanmu...

* Pak de, kok kita jadi ngebajak tridnya nagita sih....

nagita
25-08-2011, 02:58 AM
Keep talking.. Miss you all. Miss KG so much.

nagita
25-08-2011, 03:01 AM
Menemukanmu pada duniamu,
membuat aku tersenyum.
Aku tidak lagi mengharapkan sebuah sapaan,
yang membuat jutaan bintang menerangi malam.

Sekarang sunyimu,
telah menjadi teman baikku.

nagita
29-08-2011, 07:07 PM
Aku ingat napasmu
Yang menggelitik lembut tengukku.
Aku masih sangat merindukannya.

nagita
29-08-2011, 07:09 PM
Sendiri dan bertanya-tanya.
Apakah kamu sungguh-sungguh meaafkanku.

nagita
17-09-2011, 11:06 PM
Senandung lagumu masih membuat gadis itu menangis. Pada sebuah kenangan bisu yang tersimpan rapi diceruk hati. Ada sebuah rasa nyeri dihati, sebuah rasa yang telah lama menjadi sahabatnya. Aku ingat bagaimana burung besi terbang di udara, membawamu kepadanya. Tergulung lautan kerinduan, dimana hanya mereka tahu kisahnya.

Namun aku tahu pada akhirnya, hanya segelintir cinta sejati yang beruntung hidup dan mati bersama. Sebab aku ingat bagaimana dia meninggalkanmu,aku ingat bagaimana kamu menghiba kepadanya.

Percayalah padaku,
ketika itu diapun menghiba kepadaku untuk membiarkan dia mati ketika meninggalkanmu.

echo_velasco
17-09-2011, 11:38 PM
Aku ingat napasmu
Yang menggelitik lembut tengukku.
Aku masih sangat merindukannya.

taukah kamu,,
dalam hembusan nafasku
tersimpan rinduku padamu..
dan taukah kamu,,
aku akan selalu rindu postingan puisimu..

bagus2 nih puisinya, keep posting nagita :cheer:

nagita
27-09-2011, 04:26 PM
makasih.. drop some poems yah...

nagita
27-09-2011, 04:27 PM
Mungkin mudah bagimu untuk melupa, tapi tidak bagiku.
Sebab kamu telanjur memberi warna.
Kamu masih disana, kamu masih dihatiku.

nagita
27-09-2011, 04:43 PM
Aku ingat ketika angin saling berkejaran.
Mereka berpelukan dan saling mencumbu.
Lalu pada senyap, mereka menyerahkan diri.

Kekasih,
aku bahagia kamu bisa menahan rindumu padaku.

nagita
27-09-2011, 05:45 PM
Mungkin seperti itulah kasihmu padaku.
Mengingatku pada setiap detil yang aku sendiri lupa.
Kamu ingat hari, lekuk dan apa yang aku miliki.
Kamu pun ingat pada siapa aku ketika itu.
Jernihnya membuatku terpasung.
Sungguh aku tidak tahu,
Dimana saja kamu selama ini?

nerissa
27-09-2011, 06:31 PM
Aku cintai kau
seperti cahaya purnama
jatuh bergelayut di bibir gelas

bagai tarian angin yang mabuk
menyecerkan lukanya di tiap penjuru matamu

lekuk mu
tempat musim musim bersembunyi dari sunyi

---

nagita
28-09-2011, 09:43 PM
Salahkah aku,
membiarkanmu memagut bibirku.
Merasuki diriku,
Dimana pada setiap sentuhan rindu terselip.

Salahkah aku,
Membiarkan diriku terhempas. pada gemuruhmu,
Yang menari. Dan menggila.
Hingga berakhir senyap.
Dan selalu, perih adalah rasa tertinggal.
Menikungku. menghujamku. Bersamaan.

nagita
28-09-2011, 11:10 PM
Wajahmu masih tercetak dipelupuk mataku.
Memandangku dengan senyuman, yang terasa meluruhkan rasa hatiku.
Tubuhku, luluh lantak.
Aku tidak mengerti, tapi waktu mengatakan semuanya tak lagi sama.
Lama aku terdiam.
Penantian ini bernama sewindu. Pantaskah untukmu? Dan untukku?

nagita
28-09-2011, 11:19 PM
Aku ingat sebait kisahmu tentangnya. Kamu membiarkan dia membawamu pergi. Pada terik hari itu. Dimana kamu dan dia tak berhasrat untuk berhenti. Lalu wajahnya mematri erat wajahmu. Aku melihat semu merah dipipimu, dan bibir keringmu yang bergetar. Terselip sebuah rasa yang kamu tak tahu namanya, namun terasa menggelitik hatimu. Lalu engkau terbang, pada suara-suara yang membawamu. Kamu melihat wajah-wajah diantara semilir angin, dan semua detil yang dikisahkannya padamu, adalah ceritamu. Ceritanya. Dan cerita ia. Hati kecilmu menjerit, dimana kamu selama ini. Dan menghitung waktu yang terbuang kala kamu mampu untuk kembali. Kau beranikan diri menatap mata itu. Tak kau temukan amarah, dan senyumnya menambah bebanmu. Pada terik hari itu. Kisah selanjutnya, tak lagi mampu kurangkai. Sebab ada rindu yang memberontak dan mendesak. Kamu mendengar senandung biru, yang membuat duniamu runtuh. Kamu bertanya pada detik-detik yang kau sesali, tentang kisah terik hari itu. Yang membasahi bibir dan meluruhkan belulangmu, dan menyisakan perih di relung hati.

nagita
28-09-2011, 11:40 PM
Kekasih,
Sepertinya kisahmu benar tak mampu kuhapus.
Sebab kamu baru memulainya dengan babak baru.

echo_velasco
29-09-2011, 01:29 AM
berdosakah aku bila kini
kurindukan wangi hadirmu disini

berdosakah aku bila detik ini
senyummu masih membekas di hati
dan bayangmu pun selalu menari dalam imaji

kutakutkan bila tanpamu nanti
sepi kan menyulam hatiku
menghadirkan berjuta keresahan
dan mengubur semua mimpi indahku bersamamu..

nagita
29-09-2011, 10:27 AM
Nagita,
Apa yang terjadi dengan dirimu?
Bukankah hatimu sekeras cadas,
Rasa sinismu bagai kepak sayap,
Yang menerbangkanmu jauh dari palungan.

Tapi hari ini,
Mengapa kamu menangis?

nagita
29-09-2011, 11:49 AM
Hatimu memang sekeras cadas.
Walau tanpa air mata,
Aku tahu tetes air mata yang berlinang,
Tanpa suara.

nagita
29-09-2011, 12:09 PM
Jarak membelah diri.
Sebuah angka yang dapat aku hitung.
Dua puluh satu ikat mawar
Untuk menebus 13 dosaku padamu.
Lalu kamu disini.
Sebuah sosok yang dapat aku sentuh.
Kubiarkan bulu matamu menelusuri wajahku.
Dan berhenti pada sebuah rasa yang dapat aku kecap.
Dan terasa manis.

nagita
29-09-2011, 08:07 PM
Error. Lagi blank. Insipirasi mengalir tanpa batas. Semuanya tentang sebuah kesedihan.
Rasanya mayoritas puisiku sedih. Atau aku yang terlalu melow...

Rasanya, udah ribuan puisi aku tulis... Aku bisa jatuh cinta dan patah hati kapan pun aku mau. Segalanya menjadi lebih mudah ketika kamu dapat membelah diri. Novel "Daisyflo" sudah tamat, tapi karakternya masih menghantuiku. Kisahnya masih mengikutiku. Dan rasa cinta itu masih disana. Aku tidak percaya dia masih berkelip diantara binarnya yang lemah, sebab aku mengambil napasnya dari manusia-manusia yang pernah mengisi relung hatiku. Insipirasiku, menguap hari ini. Aku merasa nelangsa. Sebab hatiku sakit karena aku jatuh cinta. Pada manusia didalamnya.

Aku tidak mengerti. Rasa hatiku ingin meledak. Tapi aku harus menahan segalanya dan menuangkannya pada kata-kata, yang terasa sengau.

nagita
29-09-2011, 08:08 PM
Namun pada akhirnya,
kata-kata adalah kekasih yang setia
untuk menerjemahkan setiap air mata.
Membuatku lupa
bagaimana menggunakan sebuah bahu untuk ditangisi.

nagita
30-09-2011, 08:14 AM
Aku diam.
Diam dan hanya diam.
Mencoba untuk menangis.
Atau berteriak.
Namun selalu hanya diam.
Yang menjawab seluruh keresahan hati.

nagita
30-09-2011, 06:53 PM
Aku hidup
pada sebuah hati yang tidak ada disisiku.
Aku tidak mengerti bagaimana dia dapat terus berdetak,
dan merasakanmu.
Lalu beginilah caraku menunggumu.
Berpegangan pada kecupan yang bertebaran diantara angin.
Dan tercuri,
oleh waktu yang sedetikpun enggan berhenti.
Aku masih disini.
Bermimpi dan menunggumu kembali.

nagita
30-09-2011, 09:03 PM
Mencintaimu,,
aku tersesat dalam cekung yang dalam.
Firdausmu tak berujung,
pesonamu memukau,
misterimu menjadi candu,
membuat aku sakau dan terkapar.
Cintailah aku tanpa penyesalan.



Puisi ini udah lamaaa.. banget. Diambil dari novel TO LOVE, my second books. Aku juga nyomot dari blog tetangga yang menulis review untuk novel ini. Terima kasih. :)

nagita
01-10-2011, 05:13 PM
Bagaikan bintang yang menggantung bulan,
seperti itulah aku sekarang.
Apakah kamu datang,
hanya untuk meniupkan debu-debu emas,
yang membuatku mengingat,
mendamba,
berhasrat,
lalu terombang-ambing
pada gelombang perasaan yang meluluhlantakkan kalbu?

Kekasih,
jika itu maksudmu,
kamu telah melakukannya dengan sempurna.
Kini aku jatuh pada pikirmu.

nagita
01-10-2011, 05:15 PM
Bahkan pikiran pun membutuhkan pelarian.
Aku mencari nada-nada dan memaksa diriku mengingat
pada wajah-wajah yang bertaburan saat keping-keping masa
merona.
Sungguh aku tidak sanggup.
Aku tidak sanggup dikuasai pesonamu.

nagita
01-10-2011, 05:16 PM
Mencintaimu,
hingga aku terluka.
Sekarang aku mengerti apa maksudnya.

nagita
01-10-2011, 05:17 PM
Kekasih,
aku benci untuk tahu telah kalah.

nagita
02-10-2011, 04:33 PM
Episode hati.

aku tidak tahu lagi dimana aku harus bersembunyi. Sebab aku tahu semua yg aku lakukan dianggap sampah. Semalam, kamu memakiku saat aku sedang makan. Aku sangat lelah & stress karena beberapa masalah. Tapi kamu mengatakan aku manusia yang tidak becus, preman dan tidak waras. Aku memilih untuk meninggalkan makananku dan pergi, walau aku sangat lapar... Sangat mudah untuk naik ke lantai 35 dan terjun. Aku sudah berpuluh kali membayangkan bagaimana sesosok tubuh remuk & berceceran. Bukankah nanti kitapun akan menjadi tanah? Tapi aku ingat anak-anakku. Mereka adalah satu-satunya tujuan aku hidup. Jika aku mati, hidup mereka akan berantakan, sebab aku hanyalah sebuah tulang pada keluarga ini. Sebuah tulang kecil yang mendengarkan suaminya, seorang istri tol*l & menukar hidupnya untuk menjadi seekor anjing yang patuh.

Sudah berapa novel yang aku tulis? 14. Aku menulisnya seperti seorang pencuri. Sudah berapa puisi yang aku lahirkan? Seribu, mungkin. Selama itulah aku harus menulis sambil bersembunyi. Sebab kamu mencela bakat yang diberikan Tuhan kepadaku, walaupun sungguh.. Aku tidak meminta. Apalagi yang aku inginkan? Aku ingin menulis lagu-laguku. Aku akan kembali belajar piano & menulis beberapa lagu, dan semoga aku beruntung bisa menguangkannya lagi, seperti bakat lainnya. Apakah kamu akan kembali menghinaku? Aku tidak dapat berhenti untuk berpikir, aku tidak dapat berhenti untuk berimajinasi, berkreasi... Salahkah aku? Dan kau katakan aku tidak waras, walau banyak hal yang dapat aku beli dan membantumu!! Aku memenuhi kebutuhanku, membeli apa yang aku inginkan tanpa harus meminta kepadamu. Sebab aku mampu! Pernahkah kau pikirkan itu?
Sekarang aku telanjur sadar bahwa kepatuhan ini akan membunuhku.

Jadi untuk apa aku takut untuk mentatto tubuhku hanya karena kamu berdalih bahwa itu tidak sehat? Aku tahu kamu menganggap mereka yang bertatto adalah preman (seperti yang kamu katakan kepadaku), dan pelacur (walau kenyataannya aku adalah pelacur untuk suamiku sendiri), dan murahan. Itu adalah seni bagiku, bukankah kitapun akan mati cepat atau lambat? Bukan hanya karena tatto. Sampai matipun, kita tidak akan pernah sejalan.

Sekarang aku ada disini, mencoba menikamati makananku yang tidak enak namun tetap kutelan, karena aku bersyukur bahwa aku masih dapat makan sementara diluar sana banyak yang kelaparan. Aku sudah terbiasa menelan apapun termasuk air mataku. Aku tidak meminta untuk dilahirkan sebagai manusia super yang dapat mengerjakan banyak hal. Aku ingin sekali menjadi perempuan 'malas' yang punya cukup waktu untuk bersolek, menunggu, merayu dan hanya mengurus anak-anaknya tanpa harus bekerja sedemikian keras. Pernahkah kamu sadari siapa aku sebelumnya? Pernahkah kamu lihat aku sudah membuang begitu banyak hal yang aku cintai, untukmu? Aku bukanlah aku yang dulu lagi. Aku sudah terlalu banyak berubah. Jika aku sinis, pengalaman hiduplah yang menempaku.

Sekarang, penyesalan itu menerkamku. Aku berusaha untuk tidak menyalahkan orang tuaku yang memintaku menikah segera, hanya karena umurku 27th & dianggap terlalu tua untuk menikah. Memalukan, kata mereka. Sepupumu sudah punya 2 anak!! Seandainya aku berkeras untuk sendiri, ngotot untuk menjalani hidupku dan menunggu dia kembali, aku tidak akan pernah menikahimu, suamiku. Tidak akan pernah! Sebab aku tahu tidak ada seorangpun yang dapat mengerti aku dan aku hanya akan membuat orang lain menderita; seperti yang kamu rasakan saat ini. Aku akui, aku bukan gadis pilihanmu! Aku pun tahu aku adalah pilihan alternatif, sama dengan apa yang aku lakukan. Kita sudah salah memulai dan mencoba untuk bahagia. Walau jujur, aku bahagia sebab kamu sangat baik. Tapi aku tidak suka segala overprotektif yang mengekangku! Aku sudah melakukan semua yang mampu dilakukan seorang perempuan!! Jadi berkacalah!

Sekarang, aku sadar rasa sayang tidak cukup untuk membina rumah tangga. Sebab kamu butuh lebih dari itu. Anak-anakku yang cantik & lucu, telanjur lahir dari rahimku. Kamu harus berterima kasih pada mereka karena jika tidak, sudah lama aku meninggalkanmu. Kamu tahu aku tidak takut untuk bercerai, sebab bagiku tidak ada hal yang baik apabila tidak sejalan. Sungguh, kamu tidak akan menemukan istri manapun didunia ini yang lebih tol*l dari aku.

Tuhan memberkatimu, dimanapun kamu berada.

nagita
02-10-2011, 05:01 PM
Ketika aku sedih,
Aku tidak akan membelanjakan uangku hanya untuk meringankan kesedihanku. Aku hanya membutuhkan sebuah sudut untuk berpikir, bahwa aku tidak pantas untuk menyesal.

nagita
03-10-2011, 12:06 PM
Laki-laki,
Perempuan bukan hamba dari tuan manapun.
Ketika kamu menikahinya,
Tidak ada yang lebih tinggi ataupun rendah.
Namun ketika kamu terlalu memaksa
bahwa seorang wanita adalah hamba utk suaminya,
sudah sepantasnya perempuan itu meninggalkanmu!

nagita
07-10-2011, 08:14 PM
Kekasih,
Sudah sepuluh waktu berlalu
Sejak terakhir kali kulihat wajahku pada matamu
Aku masih disini dan terasa bias.
Sebab aku patah hati.

nagita
09-10-2011, 11:50 PM
Kelabu hatiku kini.
Tidak tahu bagaimana harus berkata
menatap
dan melewati hari.
Pada setiap helaan napasku,
kisah tentangmu menghantuiku.
Menunggu
dan berharap
sesuatu yang tidak pasti.
Tidak dapatkah kau toleh sesaat
dan membantuku bangun, saja?
Sebab cintamu padaku,
telah menjerambabkanku.

nagita
09-10-2011, 11:53 PM
Aku ingat kisahmu tentang hidupku.
Babak-babak yang aku lupakan, namun lekat pada ingatanmu.
Kamu memaparkan detil hidupku,
seolah aku seorang lain,
yang tidak mengenal diriku sendiri.
Namun kenangan itu tersimpan begitu rapi,
pada relung hatimu.
Kamu menatapku lekat. Sebuah tatap yang membuatku takut,
dan tidak berani untuk melawan.
Lalu kusenderkan kepalaku pada bahumu,
yang terasa begitu nyaman,
mengisi ruang kosong pada relung hati.
Kekasih,
ceritamu tentangku,
menamparku kapan saja.
Sama sepertimu, kini akupun membisu.

nagita
09-10-2011, 11:54 PM
Kini aku tidak berani menampakkan diri.
Aku sudah mati.
Ingatlah bahwa aku pernah mengasihi,
Dengan sepenuh hati.

nagita
10-10-2011, 02:51 AM
Menghitung hari
Sebab aku patah hati
Sendiri,
Memikul nyeri,
Terhimpit rindu berpeti-peti,
Dan terasa mati.

Jika hari ini aku pergi,
Bukan karena aku tak berperi.
Namun karena rasa hati
Melebihi kemampuan diri.

nagita
10-10-2011, 02:52 AM
Aku masih ingin menyentuhmu
Merasakan lembut pipimu pada pipiku
Menikmati kecupan yang terasa manis..

nagita
11-10-2011, 01:47 PM
Merindukanmu,
Aku dibantai oleh pikiranku sendiri.
Dan terasa pilu.

nagita
11-10-2011, 10:28 PM
I never know what is 'difficult'
or 'impossible'
since I'd know you.
Now it's too difficult to leave,
impossible to forget,
and I'm only a woman,
a lonely,
and a weak.

nagita
14-10-2011, 01:21 AM
Merindukanmu,
Aku dibantai oleh pikiranku sendiri.
Begitu rapuh. Terasa binasa.

Me, 11.10.2011

nagita
17-10-2011, 09:25 AM
Aku ingin berhenti
Mengejar bayang-bayangmu.
Berhenti mengikuti harummu
Yang tertinggal di udara.
Kekasih, aku rindu.
Adakah kamu?

nagita
19-10-2011, 01:01 PM
Kerinduan bagaikan kait
Begitu tipis, pipih
Dan menyakitkan.

Hari ini,
Aku semakin tidak mengerti
Bagaimana kerinduan dapat mengalahkanku.

nagita
19-10-2011, 11:34 PM
Kekasih,
Hari ini keping hati terasa meledak.
Aku tahu kata-kata adalah racun
Namun aku akan bertahan,
Sebab tiada bagian darimu
Yang ingin aku lupakan.

Namun kekasih,
Keangkuhanmu bagaikan belati
Menghujamku pada lukaku
Pedih tiada berperi.

Dan kini,
Aku patah hati.
Saatnya untuk pergi dan melupakanmu.

nagita
20-10-2011, 12:02 PM
Sudah berkali kukatakan untuk berhenti!
Berhenti mengejar harumnya
Berhenti membauri waktunya
Berhenti mengikuti jejaknya.

Aku mohon,
Berhentilah melukai dirimu.
Berhentilah mengasihani dirimu.
Kamu bisa melaluinya,
Kamu akan melaluinya,
Seperti luka-luka yang lain.

Berhentilah,
Mendengarkan hatimu.

nagita
20-10-2011, 03:00 PM
Pada setiap pagi yang menyapa
Ketika itulah rasa rindu memuncak.
Adakah kamu?

nagita
20-10-2011, 11:32 PM
Sama seperti luka-luka yang lain,
kala tiba waktunya,
merekapun akan sembuh.

nagita
21-10-2011, 03:48 PM
Malam itu adalah malam pertama dimana perisainya terasa retak. Dia berlari menyambut gerimis, mencoba untuk melarutkan kesalahannya. Aku melihatnya mencakari diri, seolah menguliti tubuh, meniadakannya dari beban hati. Namun tiada yang dapat mengembalikan perisai itu. Sebab laki-laki itu telanjur membauri hidupnya, dan mencuri hatinya.

Lalu, pada setiap helaan napasnya telah terselip namamu. Denyut nadinya kini, separuhnya milikmu. Kerinduan mulai menggodanya, sebab dia jatuh cinta. Aku melihat wajahnya bersemu merah, dan pelangi dimatanya cemerlang seperti matahari senja yang memabukkan. Aku telah lama menunggunya, bisiknya padaku. Aku turut berbahagia untuknya, sebab laki-laki itu mengingat semua detil kisahnya. Aku akan menyimpan rahasiamu, janjiku.

Aku ingat bagaimana dia mencoba melepaskan harum tubuhmu. Aku ingat bagaimana dia mencoba menghapus jejakmu, namun tiada daya yang dapat digenggamnya. Sebab kamu telah membaurinya, dan kamu adalah satu-satunya. Satu, yang mulai dicintainya. Namun tiada jawab untuk menawarkan keresahan hati, atau menghentikan malam dingin yang menusuknya bagai seribu jarum yang beracun. Kamu tidak pernah berhenti untuknya.

Kini kerinduan menyentak, membantainya tanpa rasa kasihan. Kesedihan telah menelannya perlahan-lahan. Dia telanjur takut untuk kehilanganmu. Sebab dia mulai mencintaimu.

Namun,
Kamu meninggalkannya. Sendirian. Dan terbantai.


Aku ingat belulangnya yang remuk, dan rasa hatinya yang terbakar. Aku ingat bagaimana dia menghiba kepadamu. Aku ingat bagaimana pagi menerkamnya, dan mencabut rusuknya satu persatu. Aku ingat bagaimana napas saling berkejaran dan sebuah kecupan yang terasa begitu manis.

Kamu tetap meninggalkannya.



---------- Post added at 02:44 PM ---------- Previous post was at 02:05 PM ----------

Sejak hari itu,
Aku tak lagi melihat bias pelangi yang berkilau pada matanya. Namun aku tahu dia tetap mengasihimu, dengan sepenuh hati.

---------- Post added at 02:48 PM ---------- Previous post was at 02:44 PM ----------

Ketika aku mencintaimu,
Detik itu jantungku berdetak untukmu.

nagita
21-10-2011, 06:44 PM
Kekasih,
Aku melihat sebaris harum yang terlepas
Dan memecah indah diudara.
Milikmukah?

nagita
21-10-2011, 10:54 PM
Tara,
Aku tahu kamu sanggup melakukan semua hal untuk seseorang yang kamu cintai. Percayalah, akupun sanggup.

Babak Alexander, Novel Daisyflo. (Coming soon Dec 2011)

nagita
22-10-2011, 01:16 AM
Aku akan mencintaimu,
untuk hari ini atau esok.
Selama aku masih bernapas,
aku akan mencintaimu.
Selama aku masih merindu,
aku akan mencintaimu.
Selama aku sanggup untuk terluka,
aku akan mencintaimu.
Pada setiap helaan napasku,
aku akan mencintaimu.
Untuk hari ini, esok atau tahun yang akan datang,
aku akan mencintaimu.
Hingga kamu hidup bersamanya,
melewati malam bersamanya,
tersenyum untuknya,
berbinar untuknya,
berkorban untuknya,
membagi semua detik dan jiwamu bersamanya,

Aku akan selalu mencintaimu.

nagita
24-10-2011, 10:23 AM
Kembali pagi.
Pagi yang sama.
Pagi yang menerkam.
Kembali rindu.
Kembali sepi.

nagita
25-10-2011, 06:04 PM
Rindu menyurut.
Sepi terisi.
Rasa cinta memudar.
Surut.
Aku dapat kembali tersenyum.
Hari ini saja.

---------- Post added at 05:04 PM ---------- Previous post was at 04:59 PM ----------

Aku akan jatuh cinta
Mencintaimu
Patah hati
Merindukanmu
Untuk tiga puluh satu hari. Saja.
Tidak lebih,
Tidak kurang.
Selebihnya,
untuk waktu-waktu yang akan datang
Mencabut rusukmu dari tubuhku
Memecut diriku menghapus jejakmu.

nagita
26-10-2011, 10:49 AM
Kembali pagi.
Pagi yang sama.
Meneriakkan badai di hati.
Kembali pilu.
Pilu yang sepi.
Kembali sunyi.

---------- Post added at 09:49 AM ---------- Previous post was at 09:45 AM ----------

Aku menghitung setiap pagi.
Yang membuatku takut melewati hari.
Pagi yang menyiksa.
Pagi yang sakau.

nagita
26-10-2011, 01:17 PM
Dahaga. Dahaga aku akan pelukmu. Harum tubuhmu mulai meracuniku. Menyusupi otak, mengaburkan logika. Aku ingin terbang kepadamu. Memeluk. Mencumbu. Menuangkan dahaga jiwa. Aku rindu dirimu. Aku ingin cintamu. Gila. Terasa gila. Berhentilah. Aku tak mampu terus berlari. Jika aku sendirian. Aku tak mampu terus mengejarmu. Sambil membaluti luka.

Berhentilah untukku. Biar kutatap senyummu. Kali ini saja. Sebelum cinta ini membunuhku. Hari demi hari.

nagita
27-10-2011, 04:43 PM
Hampir satu bulan.
Tiga ratus satu hari yang menyiksa.
Tiga ribu satu hari yang penuh dahaga.

Aku akan menunggu hingga rasa cinta ini pudar.

nagita
28-10-2011, 11:46 AM
Satu bulan.
Tiga ratus satu hari yang menggurita.
Tiga ribu satu hari yang berjelaga.

Selama itu aku terus bertanya
Apakah hatimu terbuat dari batu?

nagita
28-10-2011, 11:18 PM
Sia-sia.
Mencintaimu dengan sia-sia.

nagita
29-10-2011, 11:56 PM
Aku ingat saat cinta saling melebur
Lalu tiada lagi dua, melainkan satu.
Kamu tetap meninggalkannya.

Kini dia berharap pikirannya mengapur
Karena hatimu membatu.
Cintamu telah membunuhnya.

nagita
31-10-2011, 09:48 AM
Kembali pagi.
Pagi yang selalu menggoda,
Pagi yang liar.
Akan kemanakah kamu hari ini?

nagita
01-11-2011, 12:43 PM
Separuh hatiku mulai memberontak,
separuh logikaku mulai menggeliat.
Aku akan menatap hari dengan penuh keyakinan,
dan bahwa aku tidak pantas menangis untukmu!

nagita
03-11-2011, 06:08 PM
Aku ingat bagaimana aku mengelus wajah manusia itu, yang membuat para lelaki bubar bagaikan butiran pasir yang buyar. Wajah itu sangat kenyal dan halus, seperti kulit bayi yang merona. Para manusia adam menyudutkanku dengan berbagai pertanyaan seberapa waras otakku sebagai seorang hawa, sebab aku baru saja mengelus pipi seorang hawa. Aku berkata bahwa aku masih dapat mengenali nama, dan membaui harum yang aku inginkan. Aku sangat-sangat waras. Kami perempuan, kami saling mengasihi.

Ada kalanya aku berkumpul dengan para lelaki yang akhirnya membicarakan hubungan asmara antara dua anak manusia. Mereka mengatakan padaku tubuh perempuan yang mereka dambakan. Aku ingat bagaimana serunya aku menimpali lekuk tubuh seorang perempuan dan beberapa hal yang indah ketika kamu melukisnya pada sehelai kertas. Mereka memandangku dengan tatapan mata melotot seolah-olah aku adalah keajaiban yang mustahil. Apa kamu sadar? Tanya mereka. Kamu baru saja menjabarkan lekuk tubuh seorang perempuan dari sudut pandang seorang laki-laki. Kata mereka. Dan kamu perempuan. Hanya seorang perempuan yang mengerti seperti apa perempuan, kataku. Mereka kembali menghela napas dan mungkin lega (?) karena aku masih seorang perempuan yang waras.

Tapi aku ingat hari itu. Hari dimana dia tahu hatiku begitu keras dan menjadi batu. Sebuah hari yang membuatnya sadar hatiku terbelah paksa sebab aku telanjur membenci kaumnya. Aku memaksa diriku untuk jatuh cinta. Pada perempuan itu.

nagita
04-11-2011, 01:10 AM
Pudar. semakin berkilau.
lalu akan terberai pada angin.
Namamu,
tinggal kenangan.
Kisah kita,
hanya akan aku yang ingat.

nagita
05-11-2011, 12:14 AM
Aku ingat kamu pernah mematri serbuk bintang dimataku. Kini kamu juga yang mengenyahkannya dari mataku. Kekasih, berhentilah untukku sesaat saja. Aku hanya ingin tahu apa kabarmu hari ini.

---------- Post added at 11:14 PM ---------- Previous post was at 11:11 PM ----------

"There's nothing impossible, for me!"
"There is..."
Kamu memandangku. "Don't say: us."
"No.. But you and me."

Ketika semua hal yang terjadi dimuka bumi adalah tidak mustahil, kita.. Kita adalah satu-satunya kemustahilan.

nagita
05-11-2011, 11:58 AM
Biarkan aku mati.
Biarkan. aku mati.
Biarkan aku. mati.
Sebab aku tidak mau hidup,
Jika hanya untuk melihatmu, mati.


-- Satu Juta Burung Kertas, babak Melody --

nagita
08-11-2011, 01:38 PM
Apa kamu lupa?
Aku adalah budak kata-kata.
Aku merangkai cerita dan kisah.
Sekarang,
cerita seperti apa yang kamu inginkan?

nagita
09-11-2011, 09:40 AM
Jika kamu membaca sebuah cerita,
Tentang kisah cinta yang begitu manis,
telusurilah hingga lembar terakhir.
Bacalah endingnya,
bagaimana kisahnya berubah begitu pahit,
sebab dia meninggalkanmu.

nagita
10-11-2011, 09:12 AM
Beribu hari yang lalu, kamu telah membelah hatiku. Aku ingat hari-hari dimana cinta tidak saling menegur, sebab ruang rindu yang selalu terisi. Kamu pergi untuk beribu hari, mungkin mengumpulkan segala daya untuk kembali. Kisah itu berulang. Walau berkali kau seka air matamu karenaku, kamu selalu kembali untuk membelah hatiku. Sebab jauh dilubuk hati, kamu adalah satu-satunya kesalahan yang indah. Kali ini kamu kembali singgah. Sebelum aku sadar kamu telah mencuri hatiku, kali ini kamu memastikan untuk berkuasa atas pikirku. Sejak saat itu kamu tidak pernah lagi kembali. Kini hanya mampu kukumpulkan segala daya, untuk menghapus jejakmu... mungkin, untuk berjuta hari kedepan.

---------- Post added at 08:26 AM ---------- Previous post was at 08:18 AM ----------

Aku harus pergi.
Agar kamu dapat meneruskan hidupmu.

---------- Post added at 09:12 AM ---------- Previous post was at 08:26 AM ----------

Aku berpikir tentang laki-laki yang dicintai sahabatku. Aku sudah memutuskan akan mencarinya. Aku akan memaparkan kisah yang tidak diketahuinya. Apapun yang akan terjadi nanti, aku tidak perduli. Aku hanya ingin ia tahu, bahwa mungkin mereka masih memiliki harapan.

nagita
11-11-2011, 12:36 PM
Jangan memulai sesuatu yang tidak dapat kamu akhiri.
Ketika kamu merasa kamu dapat mengendalikannya,
saat itu juga kamu telah kehilangan kendali pada pikiranmu.

---------- Post added at 12:33 PM ---------- Previous post was at 12:30 PM ----------

Begitulah cara rindu bekerja.
Dia menggodaku kala aku sudah mengakhirinya.
Dia mencubitku dengan rasa kosong yang menyakitkan.
Dia menghimpitku, dan mengirim harum tubuhnya yang pernah mengenal.
Aku sudah mengakhirinya.
Aku sedang berusaha menguasai diriku sendiri.
Berhentilah menggodaku,
untuk kembali memulai sesuatu yang aku tahu..
tidak akan dapat aku akhiri.


I'm dying to survive!

---------- Post added at 12:36 PM ---------- Previous post was at 12:33 PM ----------

Kekasih,
cintamu telah menghukumku.
Untuk berjuta hari kedepan dan seumur hidupku,
aku harus mencabut bias napasmu dari sukmaku.

nagita
15-11-2011, 12:04 PM
Jika aku memejamkan mataku,
aku melihat kamu.


---- menemukanmu dari jarak yang begitu dekat, bagaimana mungkin... -----

nagita
16-11-2011, 03:01 PM
Kala cinta saling berpagutan
kita berlari seperti anak-anak yang tidak dalam buaian.

nagita
16-11-2011, 09:02 PM
Kemarin dia menemukan pangerannya. Segurat wajah yang dapat mencuri berpasang mata. Dia tahu tidak ada yang salah dengan wajah itu, sebab selain mata dengan kerutan yang khas, sungguh... tidak ada yang salah dengan wajah itu selain pikirnya. Sebab wajah itu melontarkannya pada sebuah jarak. Yang tidak mampu lagi dihitungnya. Aku melihat wajahnya bersemu merah, sebab dia mencoba mematri kerutan di sepasang matanya, melukisnya pada ingatan. Dia ingat bahwa dia pernah menemukan bayangnya pada sepasang mata itu. Lalu seseorang mencium punggung tangannya, dan membawanya melintasi manusia-manusia yang menari.

Dua belas tahun adalah dua belas abad, sebab ada separuh jiwa yang melayang bersama kisah itu. Selanjutnya dia tidak pernah melihatnya lagi, sebab malam itu dia meninggalkannya ketika laki-laki itu memintanya untuk hidup bersamanya. Dia ingin, namun dia memutuskan pergi meninggalkan satu-satunya manusia yang dicintainya. Kini dia dapat melihat tubuh itu tidak terlampau tinggi darinya, dan sebuah jarak kosong yang dapat dihitungnya. Namun bahu itu, seperti sebuah bahu yang pernah mendekapnya begitu erat bagai kemarin. Dia mencoba melukis wajah itu, dan dia takut wajah itu akan meluruhkan wajah laki-laki yang selalu dicintainya.

Hari itu aku melihatnya mencari laki-laki dua belas abad. Dia ingin menemukan apa yang terjadi padanya, setelah malam itu.

---------- Post added at 09:02 PM ---------- Previous post was at 08:42 PM ----------

Aku ingat dia pernah menunggu laki-laki itu tidak kurang dari seribu hari. Aku ingat air mata yang basah dan menjadi kering karena waktu. Dia tidak pernah sembuh.

nagita
20-11-2011, 12:28 PM
Untuk semua mimpi, kukejar.
Bertabur impian, kutangkap.
Tapi kamu. Salah satu mimpi.
yang hampir mustahil. teraih.
Apa aku harus mengejarmu, juga?

nagita
22-11-2011, 01:39 PM
Dear love,
one day if I see you growing old, don't worry. Cos there will be also some white hair on my hair, then we'll be growing old together. I'm not afraid to be old. But I'm afraid that you will leave me one day.

Dear love,
one day if you find I'm not pretty anymore, remember me. Remember me who loves you just the way you are. No matter what, even you are nothing or something, you are something and the only one for me.

nerissa
22-11-2011, 01:40 PM
Jika kamu membaca sebuah cerita,
Tentang kisah cinta yang begitu manis,
telusurilah hingga lembar terakhir.
Bacalah endingnya,
bagaimana kisahnya berubah begitu pahit,
sebab dia meninggalkanmu.

love this
*menyimak thread nagita :)

ancuur
24-11-2011, 12:42 PM
C I N T A ....

sampai detik ini...
aku belum menemukanmu...

sampai detik ini..
aku belum merasakanmu...

sampai detik ini...
aku belum merasakan debaran..

sampai detik ini..
belom merasakan goyanganmu X_X

sampai detik ini..
aku tak tau siapa yang aku CINTA ::arg!::

nagita
06-12-2011, 07:05 PM
Aku tidak tahu menulis apa.
Jemariku terasa buntung.
Lalu terikat,
terkekang, terkebiri.

Aku tidak tahu harus menulis apa.
Sebab rasa hati adalah
sebuah ruang kosong yang dingin
dan berjelaga.

Lalu aku diam dan kembali berpikir.
Apakah kali ini aku dapat kembali menulis?

---------- Post added at 07:05 PM ---------- Previous post was at 07:02 PM ----------

Aku membingkai wajahmu dari butiran pasir
bingkai itu tidak pernah selesai
sebab angin selalu datang dan menghempasnya.

Seperti itulah rasa hatiku,
bahagia karena menemukanmu,
puas karena memahami jawabmu,
bersyukur karena bingkai yang sempurna itu telah retak.

Kali ini,
aku tidak menyesal karena meninggalkanmu.



--- Freedom! ---

nagita
08-12-2011, 02:16 PM
Jika kamu ingin pergi,
pergilah!
Aku tidak akan menghamba kepadamu!

nagita
14-12-2011, 11:53 AM
Kepada pagi,
Bawa pergi pikir yang akan membuat laku menjadi gila
Sebab tidak ada kebenaran disana,
selain fatamorgana sesaat yang memabukkan.

ancuur
14-12-2011, 12:25 PM
Aku selalu rindu.
Untuk menjadi budak kata-kata.

gw suka kata2 nagita yg ini .. i love poll :-bd

nagita
14-12-2011, 07:52 PM
Aku selalu rindu.
Untuk menjadi budak kata-kata.

gw suka kata2 nagita yg ini .. i love poll :-bd

Yup!
Kata-kata sudah menjadi napas dan darah.
Mencabutnya,
sama dengan mencabut nyawaku.

Sehari gak nulis,
bikin kepala pusing hehhehe... thanks!

---------- Post added at 07:52 PM ---------- Previous post was at 07:47 PM ----------

Daisyflo udah kelar setting.
Rasanya tidak percaya, aku jatuh cinta pada Junot selama penulisan novel itu. Editorku bilang karakter2nya kuat banget, thanks a lot! Aku memang paling suka bikin karakter, kadang sampai merasuki aku hehhehe...

Sekarang, ada beberapa ide cerita yang ingin aku tulis. Mungkin aku akan memulainya dari Satu Juta Burung Kertas, atau apa ya... baru2 ini kepikiran ide cerita oke banget. Mungkin akan kujadikan ide cerita buat tulisan Natal. Hmm... semoga keburu. Cerpen doank kok. Trus, penokohan untuk SJBK udah kelar, tapi aku kesulitan mencari gambaran tokoh2nya nih. Aku udah nemu sosok yang bisa mengisi karakter Samuel dan Reza.

Masalahnya adalah, berapa lama aku harus membelah hatiku? ::doh::

nagita
15-12-2011, 11:39 AM
Ini Galleria Hobby kan? Boleh mosting cerpen dunk. Mendadak dpt ide cerpen Natal, tar aku posting yah.oleh2 Desember :D


"Okey guys, we have new problem!" Lia memandang teman-temannya satu persatu.
"Ngeremix dangdut ama techno?" Badui tergelak diikuti yang lainnya.
"Lebih buruk lagi." Lia menghela napas. "Kali ini kita ngemix On The Floor, sama lagu rohani."
"WHATZ!!"
"****!"
"Roo-ha-niii? Oh! ROHANI MAKSUD LOO?!!"
"Jangan becanda deh..."
"On the floor, sama Gloria in ex..whatever... Konco-konconya rohani."
Badui cs melongo sesaat. "Kedengarannya kek lagu natal?!"
"Guys you must help. Gue panitia Natal taon ini..."
"WHAT?!!!!"
"Lo uda tobat? Masuk karantina? Sanctuary? Saraaappp....ann..."
"Gila man, lo DJ Diskotik termashyur abad ini!" Badui melotot dengan mata hampir copot.
"Complicated guys," Lia menatap mereka mantap. "And we'll gonna need many many lighting...into the church." Badui cs melongo, "Let's make them move..."

--KETIKA TUHAN MENARI--

---------- Post added at 11:37 AM ---------- Previous post was at 11:27 AM ----------

Diskotik hingar bingar. DJ Saint alias Lia memainkan ledakan terakhir yang memacu adrenalin. Perlahan dia menurunkan beat dan meraih microfon,

"Okay guys, this is our last move. Thank you for coming, drinking, dancing, whatever.."
Pengunjung perlahan berhenti bergoyang dengan wajah bingung. Lia terlihat nekat dan santai.
"So today.. Hari ini, 24 desember 2011, malam natal, hari sabtu. Gue minta lo semua pulang, pulang ke gereja, doa, cuci dosa atas apa yang kalian lakukan satu taon ini..."
"What de fuc*k?"
"DJ Saint ketelen mic apa ketimpuk botol?!"
Lia terus menyerocos,"Pulang semua. Rayakan christmas di rumah, bersama keluarga, bersama orang-orang yang kalian cintai.. Yang mau stay silahkan, tapi I'm leaving. Thank you for coming, don't want to see u next year! Merry Christmas!!"

"What de hell?!"


--KETIKA TUHAN MENARI--

---------- Post added at 11:39 AM ---------- Previous post was at 11:37 AM ----------

Tunggu cerita utuhnya ;)

ancuur
15-12-2011, 11:45 AM
Yup!
Kata-kata sudah menjadi napas dan darah.
Mencabutnya,
sama dengan mencabut nyawaku.

Sehari gak nulis,
bikin kepala pusing hehhehe... thanks![

awww... i love poll jga yg di bold :iamdead:

Nan_Chan
15-12-2011, 03:02 PM
Gelar tiker,, aku nunggu cerita utuhnya. :)

kalau nagita itu budak kata kata, aku menikmati kata kata dari nagita...

nagita
15-12-2011, 05:51 PM
Bab 1 – The TREE.


Spidernet Discotique
Suasana hingar-bingar. Muda-mudi berkumpul menikmati malam minggu, berpasang-pasangan, menambah semarak malam mingguan. Waitress hilir-mudik mengantar minuman pesanan. Bau asap rokok, kental tercium. Manusia-manusia yang bergoyang, sebagian waras, mayoritas mabuk. Beat musik meletup garang, menambah semangat. Degup jantung semakin berpacu. Beberapa penari naik ke stage dan mulai melenggok. Panas…

Disebuah pojokan, sekelompok muda-mudi menyoraki seorang remaja menghabiskan minuman. Botol-botol minuman berjejeran didepannya. Remaja itu membanting botol minuman dan mengangkat tangannya…

“UNBREAKABLE!! Hiaaaa….!!!” Teriaknya garang. Muda-mudi disekelilingnya bersorak. Remaja itu mulai bergoyang sembarangan. Mabuk… Suasana semakin meriah. Dia semakin bersemangat karena dielu-elukan teman-temannya.

“GAK ADA YANG BISA NGALAHIN ADAM MABOK!! JIAAHH…!!”



“Begooo…” Biyan menggeleng-geleng mengamati remaja yang menjuluki diri Adam mabok. “Emang abege enggak pake otak. Menang tapi bayar…”

“Yang bayarin, yang kalah dong, Be…” Raja mencibir ke lawan mabok yang terkapar tak jauh dari mereka. “Digotong apa ditinggal aja hahaha…”

“Mang orang yang udah semaput gitu bisa ngeluarin dompet?!” Raja tertawa, “Geblek kan…”

Biyan memandang ke sekeliling. Beberapa gadis muda meliriknya dan melempar senyum. Biyan tersenyum simpul, penuh sopan, separuh dingin. Wajahnya tampan, bodinya kurus berisi. Tidak tegap, tidak atletis, namun proporsional. Kulitnya sedikit gelap, karena hobi diving dan selancar yang rutin ditekuninya setiap bulan. Garis wajahnya tegas dengan alis mata tebal yang membingkai indah mata beningnya. Biyan sangat tampan dan maskulin. Ditambah sikap cueknya membuat para ladies gregetan. Biyan menoleh ke Raja.

“Arah jam 2, lumayan. “ senyumnya pada Raja, lalu keduanya tertawa.



Terdengar announce, “Ladies and gentlement, please welcome our famous, our Music Saint, THE ONE AND ONLY, THE GREATEST, DJ SAINT!!”
“HOREEE….”

“LOVE YOU, DJ SAINT!!”


Pengunjung bersorak mengumandangkan yell. Terlihat bayangan samar di audio room, lalu irama berhenti sesaat dan segera berubah. Kali ini semakin menghentak, dan lantai dancefloor terasa berguncang.
“I’M GONNA MAKE YOU HOT! I’M GONNA MAKE YOU MOVE!! DIEEEE….!!!” Teriak sebuah suara dengan lantang. Suara itu telah diacak, sehingga terdengar seperti suara robot.

“DIEEEEE….!!” Balas pengunjung.

“Remember DT, DT!! DRUNK TODAY, DIE TOMORROW!! SWEET NIGHTMARE!” teriak suara itu lagi. Beat berubah, lagu menghentak, dan hampir semua pengunjung turun. Malam semakin panas.



“Siapa sih DJ Saint? Beken banget dia dikalangan clubber..” Biyan melihat-lihat kearah audio room yang transparan dan tergantung tepat ditengah-tengah dancefloor. Audioroom yang temaram dan sesekali berkilat seiring irama lagu, menyambar menbentuk kilatan petir. “Aransemennya keren… pantes. Ngebeat banget…”

“Gak ada yang tau siapa dia sebenarnya.” Raja mulai bergoyang. “Dia misterius. Bahkan cewek apa cowok aja enggak ada yang tau…”

“Oh ya…” mata Biyan melebar, hasratnya tertantang.

“Justru itu kelebihan Unlimited, Top DJ-nya misterius. Managemen nutupin banget…”

“That’s why we’re here… I’m gonna find out who,” Biyan meneguk minumannya. Matanya tidak lepas menatap lurus ke audio room.

“Lo gak bakalan bisa. Lo bukan yang pertama yang mikir kayak gini…” Raja melirik seorang gadis sintaln yang berdiri tak jauh darinya, tampangnya sangat latin dan sexy. “The other guys udah mencoba berbagai macam cara. Sogok security, mengundang secara terhormat untuk tampil, nodong managemen sampai menyamar jadi pasukan untuk menangkap basah siapa DJ Saint. Enggak ada berhasil. Dia licin kayak belut.”

“Waw….” Biyan semakin penasaran. “Tapi mereka pasti punya tim, kan…”

“Mereka dibayar mahal untuk tutup mulut. Dan kita bayar mahal untuk menikmati kemisteriusan itu.” Raja melanjutkan, “Lo liat ruangan transparan itu? Ada connecting koridor yang langsung nembus ke basement, begitu katanya. Jadi elu enggak akan bisa mengetahui siapa mereka. Datanya sangat rahasia.”

“Taruhan? Kalau cowok, gue jadiin sodara. Kalo cewek, hmmm…..” Biyan mendehem.

“Lo kawinin? Hahahha…. Kalo muda, kalo nenek-nenek?”

“Nenek-nenek udah jantungan kalo masuk sini. Minimal budeg beneran hahaha…” Tawa Biyan terdengar renyah. Dia tetap terlihat mempesona.

“Kalo jablai?” Raja menatap Biyan, senyumnya terkembang menanti jawaban Biyan.

“Hmm… Jablai juga manusia,” Raja tergelak. Biyan meneliti Audio Room dan menduga-duga apa yang akan dilakukannya untuk memaksa DJ Saint keluar.

"Kalau dia enggak mau keluar, gue yang akan menangkapnya." Biyan menatap Raja yang menertawainya. "Jangan panggil gue Biyan, kalau gue gagal."

"Aaalllahhh..... nama doank dijadiin tarohan... ahahahha.... Itu mah jaman engkong gue, Beee..." Raja meledek.

Biyan menimang kunci mobil Mercedesnya. "How about this?"


***

---------- Post added at 05:47 PM ---------- Previous post was at 05:37 PM ----------

Cuplikan:

Biyan memanjat besi-besi penyangga audioroom. Pengunjung menahan napas, sebagian berteriak.

"Turun, turuunn.... gak bakalan bisa looo...."

Beberapa security terlihat siaga dan berjaga disekitar podium. Biasanya mereka tidak panik, karena mereka sudah maklum dengan tingkah laku clubbers yang selalu berusaha menguak kemisteriusan DJ Saint. Kenekatan tingkah laku clubbers justru semakin membuat Unlimited semakin populer dan ramai. Tapi sialnya, baru kali ini ada yang sekreatif Biyan memanjat tiang-tiang yang menyangga audio room dari atas. Sangat mungkin untuk menjangkau audio room itu dan menguak rahasia DJ Saint. Karena itu..

---------- Post added at 05:51 PM ---------- Previous post was at 05:47 PM ----------

Kata-kata adalah napas,
bait-bait adalah darah.

Kamu tidak dapat mencabutnya dariku.

ancuur
15-12-2011, 05:58 PM
Gelar tiker,, aku nunggu cerita utuhnya. :)

kalau nagita itu budak kata kata, aku menikmati kata kata dari nagita...

aku bengong tanpa kata :ngopi:

nagita
15-12-2011, 11:17 PM
Pukul 03.00 menjelang dinihari.


Biyan memerhatikan pengunjung yang silih berganti. Mayoritas diantaranya sudah cabut dengan pasangan masing-masing atau pasangan dadakan. Biyan melirik Raja yang terkulai dalam pelukan gadis sintal yang sedari tadi diincarnya.

“Are you gay?” tanya gadis disebelahnya. Biyan menoleh. “Dari tadi kamu diam saja.”

“Apa kalau diam lalu dianggap gay?” Biyan balik bertanya.

“Kamu hanya datang berdua, bisa saja….” Senyum gadis itu terkembang menggoda. Dia memajukan tubuhnya sehingga lekuk tubuhnya yang indah mengintip. “Belum pernah ada yang berhasil menahan diri untuk tidak menggodaku.” Bola matanya indah, terbalut softlens abu-abu, sehingga pandangannya terkesan nanar.

“Well, bukan itu tujuanku kesini.” Biyan menggeleng. “Kamu tahu siapa DJ Saint?” Biyan mengalihkan perhatian. Rossa, nama gadis itu melirik ke audio room.

“Saint of Music? The one and only? Common…” dia mendengus. “Kalian semua datang untuk dia? Kalian termakan propaganda.”
Biyan terkekeh. “Mungkin… dan itu mengasikkan. I like hunting.”

“Tapi tidak untuk memburu DJ Saint. Dia tidak dapat disentuh. Bahkan security disini pun tidak tahu siapa dia.” Rossa mengangkat bahu. “Bisa saja dia hanyalah robot.”

Mata Biyan semakin berkilat. “Aku dengar ada kecelakaan minggu lalu.”

“Setiap minggu ada kecelakaan ***** buat mereka yang ingin menguak jati diri Saint of Music. Bego…” Rossa menyeringai, terlihat melecehkan. Dia kembali memandang Biyan dan membusungkan dadanya. “So… where will we go now?”

Biyan memerhatikan besi-besi yang menyangga audio room dari atas. Hiking adalah salah satu olah raga kesukaannya, dia rutin melakukannya tiga bulan sekali. Rasanya dia mampu memanjat besi-besi itu.

“Hanya ada satu DJ saja di dalam kan?”

“Mana aku tahu?” Rossa melirik Audio Room. “Bisa saja bayangan itu adalah boneka, dan musiknya diaransemen komputer.”

Biyan menggeleng. “Let’s find out now.”



Biyan melangkah menuju pojokan dimana pangkal besi berawal. Dia mulai memanjat. Tidak ada satupun yang sadar bahwa Biyan telah memanjat hingga separuh besi ketika sosoknya mulai terlihat ditengah keramaian.

“Ada yang manjat, ada yang manjattt..!!” pengunjung mulai berdengung. Mereka mulai melihat kebolehan Biyan melakukan atraksi panjat besi. Tubuhnya terlatih dan lentur. Dia mampu menarik tubuhnya dengan mudah, dan mampu pula melalukan ayunan untuk menjangkau besi disebelahnya.

“Gila… cari mati tuh orang..”



Raja baru tersadar sahabatnya sudah menghilang ketika dia mendengar sorak-sorai pengunjung yang menyorakin Biyan. Raja melongo. Dari balik gemerlap lampu, dia melihat Biyan berayun laksana manusia kera.

“Sinting…. TURUN BE! TURUN!” Raja segera berbaur ke tengah, menyempil-sempil diantara kerumunan yang semakin padat. “Gawat, bisa kacau kalau ada apa-apa sama nih anak. Gue bisa dikebiri bokapnya… Hoi, Be…” Raja melambaikan tangan.

“NAIK, NAIK, NAIK…” pengunjung bersorak.
Biyan menapak dengan hati-hati. Dia melihat kelebat tubuh didalam Audio Room. Biyan semakin yakin itu bukan patung, apalagi robot. Terlihat wajah yang ditempelkan dan mengintip .

“Turun, turunn… gak bakalan bisa loo…”


Para security siaga dan berjaga disekitar podium. Biasanya mereka tidak panik, karena sudah maklum dengan tingkah laku para clubbers yang selalu berusaha menguak kemisteriusan DJ Saint. Kenekatan tingkah laku culbbers justru semakin membuat Unlimited Discotique semakin populer dan ramai. Tapi sialnya, baru kali ini ada yang sekreatif Biyan memanjat tiang-tiang yang menyangga Audio Room dari atas. Aksi ini sunggu diluar perhitungan dan kemungkinan untuk terkuak sangat besar!! Sebab mereka telah menutup segala jalan masuk lewat jalan normal, tapi tidak yang ini…

“SIAGAAA… AMANKAN SAINT!” Manager Unlimited berteriak panik.


Terdengar irama berganti sekali lagi. Biyan semakin yakin. Dia mengayunkan tubuh untuk mencapai lantai Audio Room. Pengunjung menyorakinya, membuat Biyan semakin bersemangat. Peluh bercucuran, tapi dia sudah bertekat untuk membongkar siapa DJ Saint. Hari ini akan menjadi sejarah!!

“BIYAAANNN… HOII, TURUUUUNN….” Raja berteriak panik dan tergencet-gencet pengunjung yang histeris.


Bang! Biyan menjangkau lantai Audio Room. Dia berusaha menarik tubuh.
Sreet! Sesosok tubuh keluar dari Audio Room dan melesat pergi.

“TUNGGU!!” Biyan memanggil sambil menarik tubuh. Dia berlari mengejar bayangan itu. Terdengar suara gaduh sosok yang berkejaran, namun Biyan terlambat. Sosok itu telanjur menghilang. Biyan mencari-cari.

“Siaall… hampir saja! Hampir!!”


Biyan balik ke Audio Room. Untuk pertama kalinya dia melihat isi ruang DJ yang begitu fantastis. Peralatan super canggih, kursi super nyaman, lampu temaram dan tombol musik yang tersambung langsung ke lighting. Biyan berdecak. Ruangan itu kosong tanpa jejak. Tanpa sengaja pandangannya beralih pada sebuah syal hijau muda yang tergeletak di lantai. Terlihat bahwa syal itu tertinggal saat sosok itu terburu-buru kabur. Biyan terdiam, dia memungut syal itu perlahan. Motif bunga yang sangat khas. Tertera bordiran inisial dan sebuah logo ditepi jahitan. Biyan pun terpana.

“DJ Saint is really exist. And she is a girl….”

---------- Post added at 11:17 PM ---------- Previous post was at 10:30 PM ----------

Cuplikan:

Raja memelototi logo pada syal temuan Biyan dengan menggunakan kaca pembesar.
"Aaann... Tail..." Raja memicing, "apaan nih... Lloorr..."

Biyan mondar-mandir seolah berpikir keras. "Teka-teki yang memabukkan.." Gunamnya.

"An-tailor?" Raja memicing lagi, "Aan-g-gell-Tailor?"

Biyan mengambil alih. Dia mengamati dengan kaca pembesar. "Ada 2 huruf dibelakang yang enggak terbaca." Gunamnya penasaran.

"An-gel-c Tailor." Biyan menatap Raja. "Sounds familiar... Angelc?" Mata Biyan melotot. "Angelic Tailor."

Kali ini Raja pun melotot. Mereka segera berlari ke laptop. "Goggle, help ur child!"

nagita
16-12-2011, 05:47 PM
Ketika mataku memetakan sebidang ruang berwarna.
Dinding-dinding yang melukis diri,
tentang beribu cerita, teringgal manis disana.
Aku mencium harum kelasku.
Aku menemukan percikan kuas pada jemariku.
Lalu pensil yang saling beradu.
Atau kilatan lampu yang menerangi langit.
Aku ingin.
Aku rindu kisah yang selalu membuat aku tersenyum.


--Enya, On Your Shore--

---------- Post added at 05:20 PM ---------- Previous post was at 05:12 PM ----------

Kata-kata,
Jauh sudah aku pergi.
Aku selalu mengejarmu.
Sebab racunmu bagaikan candu.
Membunuhku jika aku berhenti,
Menghidupiku jika aku melaju.
Kata-kata,
Aku tidak pernah ingkar janji.
Aku akan setia sampai mati.

---------- Post added at 05:47 PM ---------- Previous post was at 05:20 PM ----------

Lepaskan segalanya.
Lanjutkan rindumu untukku.

nagita
17-12-2011, 05:04 PM
Aku seorang laki-laki.
Aku tidak pernah berjanji.


Reza, Satu Juta Burung Kertas.

nagita
18-12-2011, 10:16 PM
Santa Hallelulia berlari menelusuri koridor-koridor yang menembus ke beberapa pintu. Koridor itu sangat sempit dan hanya dapat dilalui satu orang saja. Koridor itu tidak berujung, ujungnya menembus ke beberapa pintu rahasia yang jika ditelusuri menembus ke pintu Exit gedung diskotik itu. Ada yang menembus ke toilet, ada yang menembus ke Exit tangga darurat, Exit pintu lift, Ground Floor, Parkiran, basement... dan yang tercanggih adalah menembus ke sebuah bilik toilet yang selalu disegel dengan alasan rusak. Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa dibalik bilik itu, ada sebuah pintu dibalik tembok yang menembus ke koridor-koridor untuk menuju Audio Room....

Hanya ada satu pintu masuk rahasia, tapi ada beberapa pintu keluar. Santa hanya tinggal memilih kemana dia akan keluar. Setiap pintu dilengkapi dengan Access Card yang hanya terbuka bagi mereka yang memegang Access Card tersebut. Karena itu tidak pernah ada yang dapat menangkap basah siapa DJ Saint, sebab jalan keluarnya bercabang dan dia dapat langsung dengan mudah membaur. Selebihnya, DJ lain dapat keluar masuk lewat pintu manapun juga, sebab identitas mereka bebas untuk diketahui siapa saja. Tapi tidak Santa Hallelulia.... Sesuatu membawanya untuk menjadi seorang DJ. Sebuah alasan yang awalnya terpaksa, namun akhirnya enjoy dijalaninya karena dia memang suka meramu musik.


Santa Hallelulia berlari sambil melepas kemeja hitamnya. Dengan siap dia mengambil kaos gratisan berlogo sebuah produk dari ransel kecilnya, memadukannya dengan rompi kotak-kotak, mengenakan topi yang sekilas terlihat seperti seorang sales dan hoplaa... dia telah menjelma menjadi seorang Freelancer sebuah produk minuman soda. Santa segera berbaur diantara keramaian pengunjung diskotik dan dengan mudahnya keluar dari pintu utama.

Tapi malam ini adalah malam yang cukup menegangkan. Biasanya dia akan keluar dengan hati riang atau tersenyum geli memikirkan tingkah pengunjung yang berusaha menguak jati diri DJ Saint, tapi tidak hari ini. Dia tidak pernah sekuatir ini.

Santa berjalan kaki menjauhi Unlimited Discotique, "Taksi!" Dia melambai pada sebuah taksi. Dia melirik jam tangannya sekilas, "Hmm.... masih pagi gini... aduh,... Ke Jl. Cokro Barat, pak. Santai saja!"

Taksi melaju pelan. Santa menarik napas panjang. Dia ingat bagaimana laki-laki itu memanjat tiang penopang yang menggantung 'singgasananya' ditengah ruangan diskotik. "Gilaa......" dia memaki sendiri.

"Ya mba?" sopir menyahut.

"Enggak, bukan ngomong sama bapak."

Santa menarik napas. Jaraknya begitu dekat dan dia hampir saja tertangkap. Kalau saja sedikit lebih lambat, dia tidak tahu apa yang akan terjadi. Seseorang mencoba menangkapku... Santa berpikir. Dasar gila... Padahal pekerjaanku belum selesai. Bah.... semoga managemen maklum. Ini diluar perkiraan.

Ponsel Santa berdering.

"Ya pak, saya sudah di taksi. Semua terkendali. Okey, saya pulang sekarang. Terima kasih." Santa menarik napas. Sampai kapan aku bisa menjaga rahasia ini? Pertandingan ini baru saja dimulai. Santa memicingkan mata, memikirkan langkah-langkah selanjutnya.

"Hebat.... cerdik..." Santa menggunam. Dari dulu aku selalu mengkhawatirkan tiang-tiang itu. Dan ternyata.... ada juga yang genius. Aku harus siap, jika dia datang lagi.

Santa ingat wajah itu, walaupun sekilas. Wajahnya benderang kala diterpa kilatan lampu. Wajah seorang laki-laki muda yang tampan. Santa tersenyum penuh semangat.

"Are you strong enough to know who I am? Hmm.... aku bisa tidur dua jam sebelum ke...." Dia membongkar ranselnya. Wajahnya memucat. Dia membongkar lagi dengan panik. "My God.... syal aku!" Dia pun melotot.

nagita
19-12-2011, 07:47 PM
Cuplikan:

"Jangan melawan papa, Santa! Kamu kehilangan syalmu! Itu penting untuk keseragaman penampilan! Pokoknya kamu tidak boleh ikut koor!" Rahmat meninggi. "Lihatlah dirimu... papa sungguh tidak ingin kamu bekerja seperti itu!" dia berusaha melembutkan suaranya, tapi Santa telanjur jengkel.

"FINE! Lagipula siapa yang tertarik untuk ikut koor gereja seperti itu? Sangat mengantuk!" Santa menahan napas. Itu cuma syal, papa! Aku masih bisa menyanyi!

"Ini adalah Asian Choir Champion! Jadi camkan itu, betapa keseragaman itu perlu! Dan yang terpenting adalah.. kewaspadaan! Kamu telah lengah dengan menghilangkan syal itu. Jadi papa dapat menduga apa yang kamu lakukan semalam.. mabuk-mabukan mungkin?"

"Tidak dapatkah papa sedikit berbangga karena Santa pandai meramu musik? Santa hanya belum punya kesempatan untuk meniti jalur yang lebih normal!" Rahmat baru mau menyahut lagi, Santa segera memotong, "Dapatkah papa memberikan sedikit pujian bagi Santa, bukan bagi Tuhan... tapi bagi anakmu sendiri?!"

nagita
19-12-2011, 10:40 PM
Aku ragu apakah aku bisa membuat Cerpen, sebab selalu jadinya Cerber. Padahal uda aku kompres ceritanya, point2 aja tp tetap saja kedepannya masih panjang dan plot yang semakin bercabang. Ide ini meluncur dari otakku tanpa terkendali, seperti kran air yang jebol. Setiap hari mereka meributkan perannya. Padahal aku mendapatkan ide ini kala sedang sikat gigi: kegiatan yg dapat aku lakukan secara autopilot sambil bengong (mata kosong memandang kedepan "? ????????? "? )

Mungkin ide ini agak tidak biasa. Aku meciptakan dunia yang aku inginkan. Mohon maaf atas segala sesuatu yang tidak berkenan. Ini hanyalah Christmas Gift sederhana, semoga dapat memberikan penghiburan. :)

Kupikir tidak ada yg dpt membuatku lebih berhasrat selain menyentuh keypad-keypad laptopku. Aku sungguh-sungguh mencintai hobi-hobiku :) Cerita ini bagusnya ditulis dlm bentuk skenario, kebayang banget adegannya... Banyak yg bagus2. Anybody?


Nb:
Buat teman-teman yg suka, silahkan komen & ajak teman2 utk bergabung di Kopimaya. Boleh copas link, tp semuanya kudu baca disini... Biar Kopimaya makin rame :D

nagita
28-12-2011, 04:21 PM
Santa turun dari taksi dengan hati galau. Dia sengaja berhenti beberapa blok dari rumahnya karena tidak ingin orang tuanya tahu dia pulang semalam itu. Santa tiba didepan rumahnya, dia urung masuk. Dia menatap rumahnya dengan sebersit keraguan. Papa bisa marah kalau tahu syal aku hilang... aduh....

Santa memutuskan untuk masuk. Dia membuka kunci perlahan-lahan, hampir tidak terdengar lalu mengendap-endap membuka pintu utama. K-lik... Santa menghela napas. Dia membuka pintu dan menahannya, agar tidak terdengar bunyi engsel.

Pfff.... KLIK! Lampu depan menyala dan tampaklah Rahmat berdiri dengan wajah tertekuk. Santa kaget.

"Papa... um, belum tidur...." Santa sudah sering ketahuan. Tapi tetap saja dia kaget kalau mendadak dipergoki begini.

"Apa yang terjadi?" tanya Rahmat langsung. Santa menghela napas. Itu adalah pertanyaan yang biasa dan Santa tahu apa maksud Rahmat.

"Tidak ada apa-apa, pa. Tidak ada penggebrekan kok."

"Biasa kamu pulang pagi, langsung ke gereja. Ada apa ini..." Rahmat sudah menduga ada yang tidak beres jika puterinya pulang secepat ini.

"Tidak.. Santa hanya sedikit capek. Santa mau tidur sebentar."

"Bersiap untuk koor pagi ini. Jangan ada yang ketinggalan!" Rahmat mengingatkan, dia hendak masuk ke dalam. Santa memanggil.

"Pa... Se-sepertinya Santa... Santa..." Santa urung. Rahmat berbalilk, "Ada apa?"

Santa memandang Rahmat, sebaiknya Rahmat tahu sekarang daripada nanti. "Syal Santa hilang, pa..."

Alis Rahmat berkerut. "Syal kamu hilang?" Santa mengangguk pelan.

"Tapi Santa tetap ikut koor, pa. Santa bisa."

"Tidak, kamu tidak bisa ikut."

"Santa bisa, pa! Santa bisa...."


"Jangan melawan papa, Santa! Kamu kehilangan syalmu! Itu penting untuk keseragaman penampilan! Pokoknya kamu tidak boleh ikut koor!" Rahmat meninggi. "Lihatlah dirimu... papa sungguh tidak ingin kamu bekerja seperti itu!" dia berusaha melembutkan suaranya, tapi Santa telanjur jengkel.

"FINE! Lagipula siapa yang tertarik untuk ikut koor gereja seperti itu? Sangat mengantuk!" Santa menahan napas. Itu cuma syal, papa! Aku masih bisa menyanyi!

"Ini adalah Asian Choir Champion! Jadi camkan itu, betapa keseragaman itu perlu! Dan yang terpenting adalah.. kewaspadaan! Kamu telah lengah dengan menghilangkan syal itu. Jadi papa dapat menduga apa yang kamu lakukan semalam.. mabuk-mabukan mungkin?"

"Tidak dapatkah papa sedikit berbangga karena Santa pandai meramu musik? Santa hanya belum punya kesempatan untuk meniti jalur yang lebih normal!" Rahmat baru mau menyahut lagi, Santa segera memotong, "Dapatkah papa memberikan sedikit pujian bagi Santa, bukan bagi Tuhan... tapi bagi anakmu sendiri?!"

Rahmat terdiam. "Lihatlah dirimu... kamu sudah berani melawan papa."

"Bukan pa... Santa...hh.." Santa merasa sia-sia. "Santa ingin sekali bekerja dengan cara yang lebih baik, tapi Santa hanya menyukai musik pa. Santa tidak bisa menjadi desainer interior... seperti yang papa inginkan."

"Papa tahu yang terbaik untukmu!"

"Tapi bukan dengan cara memaksa Santa untuk menjadi apa yang tidak Santa inginkan. Kita sudah bahas ini berkali-kali. Santa sangat bosan."

"Oh, jadi sekarang kamupun bosan mendengar ceramah dari ayahmu sendiri?" Rahmat menatap Santa sesaat, menggeleng lalu masuk ke dalam. Santa terdiam di ruang depan. Dia menghela napas berkali-kali untuk menetralkan emosinya.

Jika Tuhan begitu murah hati, mengapa Dia tidak memberikan apa yang aku inginkan?

nagita
31-12-2011, 04:30 PM
"Minggir, minggir... Jangan nempel-nempel gini! Lo orang menghalangi jarak tebar parfum gue, MINGGIRRR..!" Bernand (Miss & Mister Jutek)

nagita
03-01-2012, 12:41 PM
Duh.. maksud hati nih cerber buat Natalan tapi taon baru aja udah lewat nih. Mang aku sekarang nulis gak bisa cepet, kena skip kerjaan jadi sepotong2. Maap temen2... hiks.

::maap::

nagita
08-01-2012, 12:34 AM
http://i681.photobucket.com/albums/vv177/angelinashop/Daisiflo2012.jpg

This should be final cover... so long...

---------- Post added at 12:34 AM ---------- Previous post was at 12:10 AM ----------

Sebagai Tara,
aku ingin sekali membunuh Tora, sebab dia adalah b4jingan.
aku ingin sekali mengejar Junot, sebab aku selalu mencintainya.
aku ingin sekali mengatakan pada Alexander untuk berhentilah melukis duniaku, sebab aku tak lagi layak.

Aku ingin sekali,
kembali pada masa dimana bunga daisy mekar sehari lebih lama dari biasanya.


~ Daisyflo, Yennie Hardiwidjaja.

nagita
13-01-2012, 02:32 PM
Mencintaimu,
adalah membuat cintamu padaku
terasa tiada arti.

nagita
16-01-2012, 07:11 PM
Begitulah rindu bekerja. Dia merayumu dengan harapan, lalu menghempasmu pada kesia-siaan. Aku melihat kepedihan yang tercecer, namun tiada kata marah yang terurai sebab kamu rindu. Aku ingin duduk bersamamu, menggenggam tanganmu dan mengatakan bahwa keperdulian tak lagi tersenyum untukmu. Sudah waktunya untuk pergi, sebab kamu telah menukar warasmu untuk sekeping kerinduan.

Kamu merindu dengan sia-sia. Mencintainya, dengan air mata.

---------- Post added at 07:11 PM ---------- Previous post was at 07:01 PM ----------

Mencintaimu,
Aku tidak menginginkan hal apapun di dunia ini
Selain dirimu.

nagita
16-01-2012, 10:33 PM
Kekasih,
Ketika rindu semakin menggandakan diri,
Dapatkah kau tinggalkan sejenak harimu
Dan berlari pada pelukku?

nagita
30-01-2012, 08:52 PM
http://i681.photobucket.com/albums/vv177/angelinashop/Yennie%20Album/82795af1.jpg[/IMG][/I][/B]


Hmm... speechless.
Ini novel yang membuatku menangis ketika menulisnya, bersemangat karena alurnya yang begitu kompleks, terlena karena karakter-karakternya yang memukau, marah karena konfliknya tidak berkesudahan. Seseorang yang mencintai, dipermainkan nasib dan belajar untuk memaafkan.

DAISYFLO,
bagiku bukan sekedar novel. Ini adalah sebuah ungkapan kerinduan yang meledak dan menjadikanku tiada arti. Aku mencintai karakter-karakter didalamnya, walaupun mereka hampir membuatku gila.

Ini novel yang bikinnya lamaaa banget dan paling niat revisinya. Sampai2 editorku, Mba Hetih terus menyemangati karena dia percaya banyak hal yang dapat aku kembangkan di novel ini. Saking semangatnya, Mba Hetih sudah wanti2 untuk novel berikutnya hehehehe.... AMIN!

Daisyflo,
segera meluncur FEBRUARI ini dan akan tersedia di seluruh Toko Buku Gramedia. Jangan lewatkan!! Baca, resapi dan email aku untuk feedbacknya di ms_jutek@yahoo.com atau FB: Yennie Tarjono Hardiwidjaja


Aku ingin tahu isi hatimu.

nagita
06-02-2012, 12:16 PM
Aku ingat bagaimana dia menunggumu. Air matanya perlahan terbakar, lalu lautan menjadi tawar. Dia menunggumu untuk beberapa windu, sebuah cerita yang membuat pohon mahoni seketika menjadi lapuk. Aku mendengar kisahnya tentangmu, terukir pada halaman buku suci yang kau rapalkan setiap hari.

Mengapa kamu tidak dapat melihat bagaimana dia mencintaimu? Kembalilah, seperih apapun kau remukkan hatinya, dia tetap mencintai dan menunggumu kembali.

nagita
09-02-2012, 05:01 PM
Gereja, jam 06.00 pagi.

Para peserta Koor sudah bersiap untuk tampil. Santa muncul dengan seragam koor, tapi tanpa syal. Dia menghampiri kelompoknya dengan hati lesu.

"Ya ampun Santa, udah mau tampil.. ayo pakai syal kamu..." tegur Clariss, pemimpin acara pagi.

"Aku enggak bisa ikut, Riss. Maaf. Syal aku ketinggalan," Santa memandang Clarsiss sekilas.

"Kamu tuh..." Clariss melirik jam tangannya, "Ceroboh banget sih! Ini penting, San!"

"Apa ada syal lebih untuk aku pakai?"

"Enggak ada! Kamu tahu 1 syal untuk 1 seragam made by order dari penjahit! Seharusnya kamu tahu itu!"

Santa tertunduk lesu.

"Mungkin aku bisa berdiri di belakang..."

Clariss memandangnya. "Bukannya aku tidak mengizinkan, Santa. Tapi kamu tahu aturan koor ini ketat sekali. Kamu sendiri tahu bagaimana seleksinya."

"Vokal aku gak penting, aku hanya perlu performance."

"Kalau kamu bisa sampai menjadi anggota koor hari ini, itu artinya kamu something! Jadi bersikaplah like you are something! Apapun alasannya, kamu tidak dapat tampil!"

"Papa pasti sangat marah..." keluh Santa. Tanpa sengaja dia melihat Timothy berjalan kearahnya. "Yang pasti aku bakalan diomelin dua orang..."

"Begitupun kami." Clariss meninggalkan Santa yang terduduk lesu, berhenti sesaat untuk berbincang dengan Timothy. Sekilas Tim melihat kearah Santa, wajahnya pun seketika keruh. Santa membuang muka. Timothy menghampiri Santa, dia duduk didekat Santa dan menghela napasnya.

"Masih ada sedikit waktu. Ayo kita pulang dan ambil syal kamu." Tim menawarkan jalan keluar, tapi terdengar seperti sudutan bagi Santa. Santa menggeleng. "Kita pinjam motornya Andra. Biar cepat," Santa semakin tak dapat berkata apa-apa. "Ayolah.. ini penting buatmu. Papa kamu akan kecewa, kalau kamu tidak tampil."

Ini tidak penting.... oh no. Haruskah aku bilang?

"Jangan buang waktu, San!" Timothy bangkit. "Ayo,"

"Masalahnya... masalahnya syal itu hilang...." Santa berkata penuh penyesalan.

Kening Timothy berkerut, "Hilang, katamu?..

---------- Post added at 04:47 PM ---------- Previous post was at 04:36 PM ----------

Biyan pulang dengan penuh semangat. Senyumnya terus terkembang sementara Raja mengomeli aksi nekatnya. Raja tidak dapat membayangkan bila Biyan jatuh. Urusannya bakalan repot. Biyan sudah seperti saudara baginya. Orang tua Biyan sangat baik padanya. Sejak kecil, Raja adalah satu-satunya sahabat Biyan, seseorang yang dipercaya orang tua Biyan untuk menjaga; menemani Biyan, tepatnya. Keluarga Biyan banyak membantu perekonomian Raja, mereka menyekolahkan Raja disekolah yang sama, menfasilitasi Raja, memberinya pekerjaan dan gaji lebih dari cukup serta segala hal yang rasanya mustahil dimiliki Raja, jika tanpa bantuan keluarga Biyan. Jika hari ini Raja dapat berdiri tegak dengan segala materi yang membuatnya menjadi sosok yang keren dan berkecukupan, itu karena keluarga Biyan.


Raja memelototi logo pada syal temuan Biyan dengan menggunakan kaca pembesar.
"Aaann... Tail..." Raja memicing, "apaan nih... Lloorr..."

Biyan mondar-mandir seolah berpikir keras. "Teka-teki yang memabukkan.." Gunamnya.

"An-tailor?" Raja memicing lagi, "Aan-g-gell-Tailor?"

Biyan mengambil alih. Dia mengamati dengan kaca pembesar. "Ada 2 huruf dibelakang yang enggak terbaca." Gunamnya penasaran.

"An-gel-c Tailor." Biyan menatap Raja. "Sounds familiar... Angelc?" Mata Biyan melotot. "Angelic Tailor."

Kali ini Raja pun melotot sesaat, lalu mendengus.

"Nama yang pasaran... Udah... tinggalin aja, ngapain sih diurusin. Mendingan ngurusin kerjaan aja, lebih menghasilkan!" ledek Raja. Biyan memandang fabric label dengan pikiran yang berkecamuk. "Angel itu nama yang amat sangat pasaran.."

"We've gone so far, can't stop just like it. " Biyan menimang syal itu, menatap kualitas bahan.

"Elu harus bersyukur enggak ditangkap security," Raja bergidik, "Gak bisa gue bayangin... gue mesti bilang apa sama bokap lo..."

"Karena enggak ada yang segila gue..." terselip nada bangga, "Siall... dikit lagi padahalll...."

"Lo tau apa yang terjadi kalau lo jatuh? Ini gak sama dengan hiking, ini tanpa tali. Lo bisa mampus minimal patah tulang gara-gara DJ Saint!"

"Gue pendaki profesional, lagian... Gue suka tantangan. Kalaupun gue jatuh... jujur, gak kepikiran sampai kesana hahaha...." Biyan tertawa renyah. Raja menggeleng-gelengkan kepalanya seolah menyaluti aksi gila Biyan.

"Bayangkan Ra, DJ Saint is a girl!!" Biyan mencoba menyulut semangat Raja, "Kita bisa mengungkap identitasnya!"

"Syukur kalo a girl. Kalo half woman half man, gimana? Banci?" Raja tergelak.

"I just know she is a girl. Lo denger musiknya dong, lo tau itu cowok atau cewek."

Raja menimbang-nimbang. Wajah tampannya menyunggingkan seulas senyum, "Okay, gue ikutan!"

"A girl, scarft, Angel Tailor...." Biyan meluncur ke laptopnya. "Kita cari di internet." Raja berkerut. "Bahan scarft ini bagus, ini kain kapas motif..." Raja menatap Biyan penuh arti, Biyan segera tahu Raja sedang meledeknya. "Gue tau dari temen cewek..."

"Masalahnya, kapan elu punya cewek?!"

"I told you, just friend. Hm, ini bukan murahan. Artinya..."

Raja menyambung, "Tailor itu pun bukan sembarang tailor..." Mereka segera melesat ke laptop. "Google Almighty, help your child."

---------- Post added at 04:55 PM ---------- Previous post was at 04:47 PM ----------

Dua jam kemudian...

"Ada tiga puluh tiga Tailor bernama Angel Tailor untuk Jakarta saja. Lima puluh sembilan di luar kota... pfff...." Biyan merebahkan tubuhnya ke karpet. Kepalanya terasa panas.

"Angelic?" Raja melirik Biyan.

"Gak ada... Mungkin namanya terlalu... agama?"

"Toh kan gue bilang..." Raja menarik napas. "Lupakan lah... Waktu elu lebih berharga,"

"Gue telanjur penasaran." Biyan memandang langit-langit apartemennya yang lapang. Raja tahu sifat Biyan, laki-laki itu pantang menyerah.

"Lo gak mungkin samperin satu persatu kan? Itu gak ada kerjaan namanya..." Raja melirik layar monitor dimana tertera beberapa nama mirip dan alamat "Angel Tailor".

Biyan bangkit dan meraih Ipad-nya. Dia memotret motif syal dan kembali bergulat dengan email. Raja kembali menggeleng.

"Elu udah terkena virus DJ Saint. Banyak yang konyol gara-gara berusaha mengungkap identitas itu... Gak sangka gue, elu juga tertular."

"Gue udah tertular sejak pertama elu cerita. Bedanya, gue cari sumber virusnya." Biyan memencet tombol 'send' ke semua email karyawannya. "Anak-anak harus dibikin sibuk. Dua hari ngurusin urusan gue, gak akan mengurangi omzet perusahaan..."

Raja terkekeh. "Kayak elu kerja aja..."

Biyan tersenyum simpul. "She's..... a girl. Nyalinya lumayan, untuk seorang perempuan." Biyan menerawang. Aku telanjur jatuh cinta pada rasa penasaran ini. Memabukkan...

---------- Post added at 05:00 PM ---------- Previous post was at 04:55 PM ----------

Cuplikan:


"Lo bilang dia DJ kan? DJ KAN? Dia DJ atau BARTENDER?!"

"Dia DJ!! Yakin sekali!"

"Lo liat..." Biyan menunjuk, "Apa yang lagi dia lempar-lempar? Itu botol, atau...?" Raja pun melongo.

"****...."



Ketika Tuhan Menari
A game or not a game, I'm gonna be a winner.

---------- Post added at 05:01 PM ---------- Previous post was at 05:00 PM ----------

Cuplikan:


"Lo bilang dia DJ kan? DJ KAN? Dia DJ atau BARTENDER?!"

"Dia DJ!! Yakin sekali!"

"Lo liat..." Biyan menunjuk, "Apa yang lagi dia lempar-lempar? Itu botol, atau...?" Raja pun melongo.

"****...."



Ketika Tuhan Menari
A game or not a game, I'm gonna be a winner.

ancuur
09-02-2012, 07:02 PM
Mencintaimu,
adalah membuat cintamu padaku
terasa tiada arti.

loh... bukannya tambah solid... (saling mencintai) dari pada...


CINTA SEGITIGA...
http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/07/1311648709702125381.jpg

http://kolomkita.detik.com/upload/photo/1kemesraan7.jpg
burung pun.. melakukannya ::arg!::

nagita
10-02-2012, 02:45 PM
[QUOTE=ancuur;135132]loh... bukannya tambah solid... (saling mencintai) dari pada...

Hmm.. Maksudnya adalah mencintai dia, jauh melebihi cintanya padamu (tiara arti) ::maap::

---------- Post added at 02:42 PM ---------- Previous post was at 02:31 PM ----------

Aku melihat awan yang beranjak pergi
Lalu birunya langit terasa lebih indah dari sebelumnya.
Luka hati,
Tidak dapatkah kamu seperti awan itu?

---------- Post added at 02:45 PM ---------- Previous post was at 02:42 PM ----------

Kekasih,
Gerimis malam itu membawa harum tanaman kembali ke pangkuanku.
Aku masih disini,
Menghitung bintang terakhir yang berkelip bersamaku.

nagita
11-02-2012, 12:24 PM
Mencintaimu,
Adalah membuat langitmu penuh dengan cahaya.

nagita
25-02-2012, 10:46 AM
Tara..
Jauh sebelum kamu menemukanku,
aku telah menemukanmu.


--Daisyflo, babak Junot.

Jevo Jett
01-03-2012, 06:43 PM
Mbak, Miss Jutek 2 apa kabar? :D

nagita
11-03-2012, 03:56 PM
Mbak, Miss Jutek 2 apa kabar? :D

Hehehe... Beloommm... Bantuinnnn ??:D?µåª:p•?åª:D•?åª:p?°?

nagita
11-03-2012, 03:58 PM
Merindukanmu,
Hatiku terluka dan terasa berdarah,
Tiada daya. Tiada kata. Apalagi lakumu
Yang dapat membuatku tersenyum, hari ini.

etca
11-03-2012, 04:57 PM
Alo Nagita ::bye::
kalau mau saya bs non aktifkan fitur double preventation utkmu.
Jadi bisa posting dalam postingan baru dalam jeda waktu yang singkat.

Oia selamat buat novel terbarumu yg terbit feb lalu.
Sukses selalu :)

nagita
11-03-2012, 07:49 PM
Makasih yah :D
Iya boleh dinonaktifkan saja yah "? ????????? "?

nagita
11-03-2012, 07:51 PM
Kamu tidak mengerti..
Ketika aku merindukanmu,
Hanya ada sedikit daya untuk bertahan
Untuk melewati detik demi detik yang menyakitkan.

Ketika aku merindukanmu,
Aku sangat rapuh.

etca
11-03-2012, 08:01 PM
yup sudah dinon aktifkan tuh ;)

Fere
12-03-2012, 12:33 AM
...

Santa gimana kabarnya nih..

nagita
27-03-2012, 11:32 AM
...

Santa gimana kabarnya nih..

Utang dulu boleh? Tar aku bikinin thread baru biar lbh enak bacanya :D

nagita
27-03-2012, 11:34 AM
Pesonamu seperti tenung.
Menyihirku,
Memecutku,
Perdayai aku.

Jevo Jett
27-03-2012, 12:30 PM
Pesonamu juga...sayangnya kau sudah jadi nyonya...::bye::

nagita
01-04-2012, 09:01 PM
Pesonamu juga...sayangnya kau sudah jadi nyonya...::bye::

Jevo, bisa aja.. :D
Goreslah beberapa bait rasa hatimu,
Aku mendengarkan.

nagita
01-04-2012, 10:14 PM
Kekasih,
Peganglah tangannya dan mulailah menghapus jejakku.
Aku janji tidak akan kembali.

Jevo Jett
02-04-2012, 06:12 PM
Jevo, bisa aja.. :D
Goreslah beberapa bait rasa hatimu,
Aku mendengarkan.

Waktu terus berlalu, melesat kencang bagaikan peluru, namun tidak dengan bayangmu, semua masih nampak baru, seperti saat kita pertama kali bertemu di semester satu. Saat dimana aku mulai naksir kamu habis-habisan, dan menjadi kekasihmu adalah mimpi besarku.

Dari dulu hingga sekarang, lamunan tentangmu selalu saja indah, tak pernah samar, apalagi tercemar. Tak sadar itu sudah tahunan, dan aku masih menyimpan berjuta harapan, walau kau tak juga beri kesempatan. Namun aku masih menunggu, meskipun kau tak pernah hirau.

Aku memang bukan laki-laki romantis yang pandai merangkai puisi. Selain dirimu, rasanya tak ada lagi yang pantas di dalam hati. Getar asmara itu masih saja melekat erat tak mau lepas, seperti sudah dilem besi.

Aku tak akan mencari celah di antara kalian. Tapi jika nanti kau tak lagi dengannya, secepatnya saja hubungi aku. Namun bila saat ini kau masih setia padanya, tolong segera ambil namamu dari kisah hidupku. Setuju?

;)

02.04.2012

Fere
03-04-2012, 09:23 PM
Utang dulu boleh? Tar aku bikinin thread baru biar lbh enak bacanya :D

oke.. sip %no1

nagita
05-04-2012, 01:44 PM
Satu Juta Burung Kertas
Jika aku tidak dapat membuatmu mengkhianatinya, aku akan membuatnya mengkhianatimu.

nagita
07-04-2012, 11:44 AM
Aku akan mencintaimu,
seperti matahari yang menitipkan cahayanya pada rembulan.
Aku akan selalu ada didekatmu.

nagita
07-04-2012, 11:46 AM
Waktu, kasihanilah aku.
Tidak daparkah kau hentikan harinya,
agar dia dapat berlari dan tenggelam pada pelukku?




(*Aku berhenti ditepi jalan hanya untuk menulis sebait kata. Sungguh, aku hanyalah seorang budak kata-kata)

Fere
08-04-2012, 01:21 AM
...Sungguh, aku hanyalah seorang budak kata-kata
gw penikmat kata-kata... ;D

dan sejauh ini gw sangat menikmati kata2 di thread ini hehe...

nagita
09-04-2012, 08:53 PM
Aku tidak sempurna.
Jauh dari sempurna.
Hari ini aku bebaskan kamu
untuk mencari perempuan yang sempurna.



Janganlah terus saling menyakiti. It's over. It's over now...

nagita
09-04-2012, 08:55 PM
gw penikmat kata-kata... ;D

dan sejauh ini gw sangat menikmati kata2 di thread ini hehe...

Terima kasih...
Tapi tahukah kamu bahwa jutaan kata-kata ini kutulis secara sembunyi-sembunyi?

nagita
09-04-2012, 09:02 PM
Pada suatu masa,
ketika gadis itu mengecup lembut pipinya,
dia tahu dia akan mengasihinya untuk waktu yang tidak terhingga.

Fere
10-04-2012, 08:46 PM
Terima kasih...
Tapi tahukah kamu bahwa jutaan kata-kata ini kutulis secara sembunyi-sembunyi?
Nagita, tahukah kamu,
selalu ada ruang kosong diantara kata-kata,
kamu bisa sembunyi di sana..

nagita
18-04-2012, 08:45 AM
Kembali pagi.
Kembali rindu.
Kembali sepi.
Rindu yang tak ramah,
Pilu yang tak mengenal teman.

nagita
26-04-2012, 10:42 AM
Setelah kamu pergi,
Seribu hari aku mencari.
Seribu hari aku tersenyum,
Seribu satu hari aku menangis.

Aku tetap mencintaimu,
Dimanapun kamu berada,
Hidup ataupun mati.


"Satu Juta Burung Kertas"

nagita
01-05-2012, 04:52 PM
Kerling matamu membuatku jatuh.
Padanya kau sisipkan harum tengukmu,
yang meminta waktu untuk terlelap,
agar dapat terurai berjuta rindu,
saat rengkuhmu erat dibahuku.

nagita
05-05-2012, 05:39 PM
This will be next novel. I wish I can start a new world.


Saat itu hujan..

Melody berlari menyambut hujan, menumpahkan rasa hatinya. Dia menangis disela derasnya hujan. Teriakannya tertelan gemuruh hujan dan suara guntur semakin menyamarkan lengkingannya.

"SAMUEEELLLL....."


Melody menangis dan menangis. Tubuhnya setengah membungkuk, seolah ada beban hati yang tak mampu dipikulnya.

Dari kejauhan, Reza memandang nanar. Hatinya sangat sakit, sebab dia tahu apa yang dilakukan gadis itu kala hujan. Gadis itu berteriak sejadi-jadinya tanpa ada yang dapat mendengar suaranya. Namun Reza tahu, dia dapat merasakan gadis itu menangis. Dia terlihat kuat, tapi Reza tahu hatinya seringkih sekeping pualam yang telah retak.

"SAMUEEELLL...." Melody kembali berteriak.

Dia mengatur napasnya, sekujur tubuhnya basah oleh hujan. Ada rasa sesak didada yang tidak dapat dilupakannya begitu saja. Dia ingat kata-katanya pada malam terakhir mereka bertemu. Dia meminta Samuel untuk pergi. Sekarang, dia menyesal.

"Ma-maafkan aku... maafkan aku untuk semua yang aku lakukan, dan tidak aku lakukan...." air mata Melody bercampur uraian hujan. Kembalilah kepadaku, dimanapun kamu berada. Aku minta maaf, aku minta maaf... Just, come back to me...


Reza ada begitu dekat dengannya. Sambil berpayung, Reza memandang gadis itu dengan hati hancur. Seandainya dia dapat mengembalikan napas itu, mungkin... Melody menoleh ke Reza. Laki-laki itu mendekatinya. Tangan kanannya memegang payung dan kini Reza dapat melihat dengan jelas air mata gadis itu, sebab payungnya telah memisahkan guyuran hujan dari wajah gadis itu. Seorang gadis yang sungguh-sungguh dicintainya.

"...." Reza tak mampu berkata-kata.
Sedetik kemudian, dia melepaskan payungnya dan merengkuh Melody dalam pelukannya. Melody mencoba untuk menahan tapi tubuh Reza terasa begitu hangat, seolah laki-laki itu sedang diselimuti bara.
"Mel..." Reza berbisik ditelinganya. Keduanya basah oleh hujan. Angin berhembus begitu kencang, mengibarkan rambut Melody tak beraturan. Reza memeluknya dengan sangat erat. Rasa hatinya terasa ingin meledak. "Aku tidak memintamu untuk melupakannya..." suara Reza bergetar, "Tapi biarkan aku mencintaimu. Biarkan semuanya berjalan seperti dulu. Kamu mencintainya, dia mungkin mencintaimu, dan aku mencintaimu.... Biarkan semuanya berjalan seperti dulu!!"

Reza tahu itu adalah permohonan. Sedangkan seorang Reza tidak pernah meminta, apalagi memohon. Tapi kali ini Reza rela, bahkan untuk menghamba sekalipun.
"Biarkan aku mencintaimu..."



Satu Juta Burung Kertas (http://satujutaburungkertas.blogspot.com)
Aku bahagia air mataku tidak terbuat dari darah. Sebab aku tidak ingin kamu melihat air mata ini.

nagita
07-05-2012, 05:20 PM
Rindu.
Dapatkah kau binasa.
Aku ingin kau binasa.
Kamu harus binasa.
HARUS! Sebelum,
Kau binasakan. Aku.

nagita
19-05-2012, 04:17 PM
Merindukanmu adalah,
membisu diri,
mengebiri hasrat,
mencumbui ketidakberdayaan.

Merindukanmu adalah,
menyakiti diri.

nagita
20-05-2012, 03:08 AM
Kadang aku ingat lagu. Milikmu.
Sosok yang membuat manusia menjadi jalang.
Senyummu memotong peti sunyi. Hasratku melesat.
Meledak pada kedalaman bota mata. Mu.
Pada jarak yang tak dapat aku hitung.
Sebab dirimu jauh. Dariku.
Kini kamu dan aku. Bergelora.
Hingga aku sadar bola matamu biru.
Jarak menamai diri. Angka yang dapat aku hitung.
Takut aku. Melihatmu. Kuasamu.
Dalam permulaan tanpa akhir.
Tenggelam. Sumurmu tanpa dasar.
Bumiku membelah diri. Kamu adalah musim ketujuh.
Merajai nyata. Mayaku suri.
Apa aku jelmaan manusia jalang itu.
Melihatku jelas. Pada matamu.

Fere
20-05-2012, 04:15 AM
...Bumiku membelah diri. Kamu adalah musim ketujuh...

love it.. ::up::

nagita
25-05-2012, 12:58 PM
Kekasih,
aku tidak mampu menaklukkan waktumu.
Sekarang kabut rindu terasa begitu menakutkan,
dan memudarkan waras.

nagita
25-05-2012, 10:37 PM
Tidak henti-hentinya aku mengetuk pintumu.
Yang terkunci begitu rapat.
Tegakmu mengikis habis keakuanku.
Aku tak punya pilihan, sebab rasa hati tak dapat aku rayu.
Untuk berpaling. Apalagi pergi.
Tidak henti-hentinya aku kembali.
Menghiba seucap kata, yang membuat hari terasa mengudara.
Kadang kumaki rasa hati. Hinalah aku. Cercalah aku.
Sebelah matamu menatapku. Palingkan punggungmu.
Aku tak akan mendendam. Sebab aku hanyalah seorang insan
Yang ditaklukkan pesonamu.
Yang hampir mati dibantai kerinduan.

nagita
26-05-2012, 01:04 PM
Pegang tanganku,
Kisah ini kita yang punya.
Dapatkah kau bantu aku untuk meremukkan rindu ini bersama?

nagita
26-05-2012, 01:08 PM
Biarkan pergi.
Berlalu. Memudar.
Seperti debu-debu emas lainnya.
Kamu akan tetap tegak
Menyambut setiap pagi
Yang mencabut nadimu
Seutas demi seutas.
Biarkan memucat.
Biarkan larut.
Aku tahu kamu kuat.
Senderkan hatimu pada doa.
Kamu akan baik-baik saja.
Walaupun remuk. Walaupun pecah.
Kamu akan tetap berdiri.
Kamu akan tetap disini.
Mengantung asa. Memenjarakan segala rasa
Yang membuat hatimu layu seperti tungkai malam yang tergelincir.

nagita
29-05-2012, 12:07 PM
Kita hanyalah debu-debu diantara angin.
Jika kamu mencintainya,
Tinggalkan dia!
Biarkan dia meneruskan hidupnya.

Fere
29-05-2012, 11:42 PM
Kita hanyalah debu-debu diantara angin.
Jika kamu mencintainya,
Tinggalkan dia!
Biarkan dia meneruskan hidupnya.
been there my self... ;D

nagita
31-05-2012, 11:25 AM
Kala itu aku melihat kecup diudara yg menari, larut dalam dekapan yang selalu merajai asanya. Wajahnya merona, dan aku menemukan sepasang pelangi. Padanya kau tenggelamkan pikir yang selama ini mementalkan waras, namun aku tahu kala bersamanya, semua terasa benar. Lalu wajah itu saling bersentuhan, bermalas-malasan seperti sepasang merpati yang enggan beranjak dari musim dingin. Aku ingat bagaimana engkau merangkai setiap kecupan yang terasa menghangatkan bumi, memekarkan kuncup-kuncup hati yang hampir layu. Lalu terasa degup jantung yang meluruhkan belulang.

Aku ingat pelukan yang membuat malam enggan berwarna. Kekasih,
Sudahkah kau temukan jawabmu?

nagita
31-05-2012, 01:08 PM
Seperti mata-mata lain yang meneliti nama demi nama. Raut demi raut. Sosok demi sosok. Duhai para bidadari jelita, maukah kau toleh dan lihat apa yang aku kasihi hari ini akan mengantarmu ke pelaminan? Lalu dia mulai menghitung bintang, yang akan bersinar dan menggenapi kiamat dunianya jika tiba waktunya.
Ya, tiba waktunya... aku harus pergi.
Tak payahlah engkau mencari, aku telah menemukannya. Tapi tidak, suatu hari nanti perahu tua ini akan lapuk dan usang.
Aku ingin kamu nyaman dan selamat hingga ke seberang. Seseorang harus menggenggam tanganmu, berbagi kisah dan pagut denganmu.
Bagaimana harus kubagi kisahku? Kamu telah menghantuiku hingga berwindu-windu. Sejak matahari terbit hingga rembulan pucat dengan senyumnya yang misterius. Dari benih cemara hingga menjulang ke pelataran langit. Kenyataannya, selalu wajah itu. Wajah itu yang aku inginkan untuk berdepa-depa hariku nanti. Dan aku menyimpan setiap kisah dan detil gurat tubuhnya dalam ingatan yang membuatku mengebiri semua keinginan untuk mempersunting para bidadari. Bagaimana kisahmu? Apakah aku harus menunggu?

Jangan menunggu. Teruskan napasmu tanpaku.

- - - Updated - - -

Lalu...
Padanya kau temukan sepasang bintang,
Yang menghujam hatimu bersamaan,
Yang membuatmu tidak bertanya mengapa engkau dilahirkan pincang.

nagita
01-06-2012, 01:41 PM
Hatiku berbisik. Perlahan larut bersama hujan. Tidak ada yang tahu bagaimana hidup berjalan. Hanya dapat menduga-duga. Kemudian bergulir, pada binar redup matamu. Aku menemukan bayangku. Yang tertinggal disudut hati. Berkarat. Teronggok tanpa daya. Engkau adalah belahan jiwaku. Tempat bintang berkelip. Yang tak mampu terhapus uraian hujan. Lalu langit terasa menjadi biru. Biru, sebiru kerinduan yang membiaskan berjuta warna. Aku melihat senyum yang memekarkan segala bunga layu di padang. Sebab engkau adalah cahaya, yang membuatku berhenti. Tanpa daya untuk beralih. Hatiku kembali berbisik. Berayun. Gemerlaplah. Menarilah. Aku akan menunggu hingga engkau mencintaiku.

nagita
04-06-2012, 07:02 PM
Setiap hari, dan setiap hari.
Nama yang sama
Rupa yang sama
Rindu yang sama
Dapatkah sejenak kau letakkan diammu,
dan mengingat bagaimana aku terbang kepadamu?
Kala dekap dan kecup menggelepar.
Pada senja yang berkasih-kasihan
seperti sepasang merpati yang menunggu ajal.
Setiap hari, setiap hari,
dan setiap hari.
Nama yang sama
Rupa yang sama
Rindu yang sama, Perih yang juga sama.

nagita
11-06-2012, 01:28 PM
Kadang rasa ingin berlari.
Berlari, dan berlari. Pada pelukmu.
Tenggelam, dan tenggelam pada kecupmu.
Seribu bait doa berceceran.
Biar kulewati hari ini saja.
Tanpa perihmu. Tanpa rindumu.
Berjuta kali kutabuh asaku.
Aku bisa, aku sanggup, aku mampu!
Namun kenyataannya,
aku harus kembali bertanya-tanya.
Akankah aku sekuat hatimu kala meninggalkanku?

- - - Updated - - -

Kekasih,
Maukah kau ajari aku
Bagaimana aku bisa sekuat dirimu
Kala meninggalkanku?

nagita
14-06-2012, 02:34 PM
Kini rasa telah terburai
Pedihmu tiada bertitik
Namun hati perlahan membeku
dan menjadi batu.
Suatu hari nanti,
segalanya akan menjadi tiada arti.

nagita
18-06-2012, 04:27 PM
Kekasih,
Berhentilah mendustai diri.
Sesungguhnya kita tahu beberapa luka tidak akan pernah sembuh.

nagita
18-06-2012, 07:20 PM
Ada sepotong hati. Yang terasa samar. Padanya diendapkan rupamu, yang menjuntai pada belaian mimpi. Aku tahu harimu memucat. Dan terasa berat. Sebab sepotong hati, telah menjadi berjuta. serpihan luka. Ada sebait doa. Yang terasa fana, untuk diucapkan. Namun aku tahu, padanya disisipi namamu. Yang menabuh hari-harinya. untuk menggunakan matanya, sebab dia ingin melihatmu bahagia. Lalu dia mulai menghapus kisah. Kata demi kata, bait dan semua tanda baca. Mungkin suatu hari nanti, kisahmu akan mengalir. Pada cawan perak yang perlahan menghitamkan diri. Aku hanya perlu menunggu. Tiba waktunya, segalanya akan kembali berwarna. Dan langit akan kembali menjadi biru.

Tapi tetaplah ada sepotong hati. Dan sejuta luka. Yang kini tidak terasa samar.

nagita
19-06-2012, 03:00 PM
Ada seberkas terang. Yang adalah terangmu. Tetaplah benderang, tetaplah gemerlap.
Dan tetap kukirimkan baris-baris pelangi untuk mewarnai langitmu,
tetap kulepaskan beribu bias sinar untuk menerangi hari-harimu,
kala bersamanya.

nagita
19-06-2012, 08:43 PM
WATERMELON GIRL

Seumur hidup Melody, dia tidak pernah melihat gadis sesempurna itu. Seorang gadis yang mencuri beratus pasang mata dan menenggelamkannya dalam berjuta fantasi. Gadis itu meliuk, dan menoleh ke Samuel. Melody tak tenang. Dia menggenggam tangan Samuel erat-erat.

"Mengapa tanganmu begitu hangat?" tanya Samuel. Melody memandang Samuel, dia bingung apakah kata-katanya akan membuat Samuel menoleh, pada sang gadis pencuri mata. Ratu dari segala fantasi laki-laki. Sam is a man. He's a great one. Seorang gadis yang berbody gitar dengan lekukan sempurna dan...

"She's like a watermelon girl..." gunam Melody. Gadis itu melirik takut-takut. Gadis itu semakin bergoyang dan dengan lembutnya dia melesat kearah mereka. Sekarang gadis itu tepat berada disampingnya, namun tepat berada didepan Samuel. "Watermelon girl..." Melody memandang Samuel. Tatapannya penuh kekhawatiran. "She's so perfect, Sam..."

Samuel tersenyum. Seulas senyum yang begitu mempesona. "Then what?"

"She's looking at you. She's targetting you...." mata itu terbersit cemburu. "I can't dance like that. I don't have a body like that. Sam, how jeloussy I am..."

"You don't have to..." Samuel terlihat santai. Dia melirik 'watermelon girl' sesaat, dan gadis itu melempar seulas senyum yang begitu menawan.

Melody menggeleng. Dia menggenggam tangan Samuel erat-erat. Aku telah mengenal Samuel jauh sebelum tubuhmu merekah begitu indah...

"Sam, She's looking at you." Melody menatap. Kali ini dia kuatir.

"I'm looking at you." Samuel memandang Melody mesra. "And I see you..."



Satu Juta Burung Kertas (http://satujutaburungkertas.blogspot.com)
Ada sepasang mata, yang berisi jutaan bintang. Yang dapat meluruhkan musim dingin dalam semalam. Matamu.

---------- Post Merged at 07:34 PM ----------

Maafkan aku.
Aku tahu bagaimana mencintaimu,
tapi aku tidak tahu bagaimana meninggalkanmu.

---------- Post Merged at 07:43 PM ----------

Lighters


This one's for you and me, living out our dreams
We're all right where we should be
Lift my arms out wide I open my eyes
And now all I wanna see
Is a sky full of lighters
A sky full of lighters
....



-Bruno Mars, Eminem, Royce-


Luv the song, luv the lyrics, luv the voice and luv Eminem!

nagita
21-06-2012, 03:46 PM
Hentikan jemarimu. Yang menari menelusuri lekuk.
Hentikan pikirmu. Yang meliuk mencari jawab.
Cintailah dan tinggalkan.
Tak semua tanya harus terjawab,
tak semua tanya memiliki jawaban.
Namun aku tahu dalam hatimu,
Telah kau temukan jawab.
Yang harus kau lakukan adalah menemukan warasmu,
Memeluk kembali rasa hatimu.
Aku tahu sakit,
Aku tahu lukamu.
Mungkin, itupun miliknya.

---------- Post Merged at 02:46 PM ----------

Aku ingat lagu. Yang menamparmu setiap kali denting indahnya bermain. Ditelingamu. Dimana hatimu tertusuk. Dan tidak ada yang dapat kau lakukan, selain melepaskannya. Membiarkannya berlalu. Aku sangat mengerti. Bagaimana setiap tetes air mata bercerita. Tidak ada yang dapat kau lakukan. Tidak ada lagi..

Menyerahlah.
Kasihanilah dirimu. Kasihanilah dia.

nagita
21-06-2012, 04:15 PM
Kata-kata, Temani aku.
Aku tidak tahu lagi bagaimana harus bercerita,
Atau berlari.
Aku tidak mampu menangis lagi.

nagita
22-06-2012, 12:43 PM
You don't need a reason to love somebody,
But you need a reason to leave.
Because it will makes you feel better.

nagita
23-06-2012, 06:22 PM
Sometimes the baddest part is not because 'he leaves you'
but because you know that you are nothing for him.

nagita
25-06-2012, 05:14 PM
Speechless.
Suatu hari nanti kata-kata akan memiliki teman. Namanya 'Nada'
Aku sedang berlari mengejarnya.

nagita
28-06-2012, 05:11 PM
Aku sudah lelah menghitung hari.
Kapan kesedihan ini akan pergi?
Pada setiap menit yang terasa ngeri
Menjagal diri,
tercabik-cabik, tiada berbentuk.
Aku sudah lelah menipu diri.
Yang tertinggal hanya rasa sepi yang terasa nyeri.
Menusuk hatiku kapan saja.

nagita
30-06-2012, 10:29 AM
Aku lihat pagi merah hari itu. Detak jantungnya terdengar bagai genderang. Yang bertalu, dan berhenti. Kala menemukanmu. Sempurnamu. Matanya berusaha mematri semua kilau. Yang memancar. Harinya terasa benderang. Sebab rupamu telah tertangkap. Walau entah untuk apa. Walau dia tahu pada setiap ingatan tentangmu, akan membawanya pada jelaga ilusi. Namun dia memilih untuk bertaruh. Kalah, atau luka baginya sudah tiada beda.

nagita
30-06-2012, 04:07 PM
Kadang sepi mengigitmu, tanpa belas kasih. Fantasimu melambung, pada kuncup yang bertaburan menghiasi malam. Dia tidak pernah melihat. Bagaimana derita, betapa pikiran meremukkanmu tanpa daya. Selama berwindu-windu. Ketika tawa dan bahagianya mencambukmu, hatimu perlahan menjadi tawar. Walau engkau masih menyimpan kisahmu, dan menunggu. Kini dia telah memeluk sekaratmu dulu. Kekasih, percayalah dia telah mengerti. Biarkan dia menebus dosanya.

nagita
04-07-2012, 12:33 AM
Finally,
I find my sky. It's a blue-blue sky.
Thank you! This too shall pass!

nagita
13-07-2012, 03:55 PM
Ketika aku berhenti memburu jejakmu,
aku melihat dunia yang sebenarnya.

nagita
25-07-2012, 09:36 AM
Pelangi dimatamu pernah meredupkan duniaku.
Hingga tersirat laku untuk melepaskan segalanya.
Jika hari ini aku dapat berdiri, dan tersenyum
Akan kusisipkan doa untukmu,
Bila tiba waktunya nanti.
Pergi dan bertabuhlah,
Cahayamu tak akan lagi bisa membutakanku.

nagita
02-08-2012, 11:19 AM
Kadang hatiku terasa begitu bebal
Sehingga aku berteriak pada diriku sendiri,
Bahwa hidup bukanlah pelayanan,
Sebab kamu bukan pembantu!

nagita
23-08-2012, 01:50 PM
Mungkin aku kejam karena membuatnya menemukan alamat Tuhan.
Mungkin aku cengeng karena selalu gagal memulangkan air mata.
Tapi percayalah,
aku menyisipkan keping-keping hatiku kala menulis kisahmu.

etca
23-08-2012, 02:10 PM
Baru kemarin diomongin ama Alethia,
nagita ke mana yah? ga update threadnya..

pa kabar non ::bye::
dengan puisipuisimu yang selalu cantik untuk dibaca

Alethia
24-08-2012, 06:53 PM
memanggil nagita ::bye::

nagita
27-08-2012, 05:08 PM
Etca, akupun rindu menulis. Baru mulai aktif lagi nih hahaha.. makasih nyemangatin ::ungg::

---------- Post Merged at 04:04 PM ----------


memanggil nagita ::bye::

Oiiii..... Absen!

---------- Post Merged at 04:08 PM ----------

“Dia pikir dia bisa mengalahkanku?!” Salma mondar-mandir jengkel. “Dia harus mencoba lebih keras, karena aku punya Sembilan nyawa.”

“Hm, maaf nona. Jika kita berpatokan pada Sembilan nyawa kucing, nyawa nona mungkin tinggal empat saja.” Salma melotot. Gilbert dengan sopan melanjutkan, “Maafkan saya untuk mereview ulang. Tapi sekedar mengingatkan bahwa nona pernah hampir mati ketika di rehab, kedua karena dikeroyok, ketiga karena masuk jurang, keempat karena diracun, kelima karena ditembak di bandara, nona. Apa nona lupa?"

"Grrr....." Gigi Salma beradu. Ingatannya setajam pisau, bah! Tapi dia benar...

"Nona..." Gilbert terlihat ragu. "Selama ini nona selalu beruntung dapat lolos dari kematian." Salma menunggu. "Aku kuatir..."

"Aku akan mati, begitu?!" bentaknya. "Grr... bodoh sekali! Kamu pun takut padanya?" Gilbert menggeleng. "Aku takut saat-saat vital dimana nona sedang tidak beruntung..."


Miss and Mister Jutek (http://miss-dan-mister-jutek.blogspot.com/)

nagita
27-08-2012, 11:21 PM
Aku menyisipkan sekeping rindu diujung jalan
Maknamu pernah meneduhkan merapi dihatiku
Menghanyutkan halusinasi pada gulungan ombak.
Suaramu pernah membuat rentang waktu enggan beranjak
Tawamu pernah memulangkanku. pada palungan.
Dimana tidak ada ragu mengintip.
Kini jalanku jauh sudah.
Meninggalkanmu pada peluk yang bukan milikku.
Merindukanmu pada rindu yang tak pernah kembali kepadaku.

---------- Post Merged at 10:21 PM ----------

Aku ingin sekali menegurmu,
Dengan segala santun dalam seribu bahasa.
Namun mengapa tidak ada kata yang sanggup melukiskan rasa hati
Kala pelukmu erat dibahuku?

nagita
15-09-2012, 02:05 PM
Sebait katamu masih mampu memetakan senyum dibibirku.
Hatiku merona, asaku terasa menderu.
Namun aku bertahan dan memeluk diamku erat-erat,
sebab aku takut kacau rasa hati kembali.
Aku takut,
sebab aku tidak ingin menjadi gila.
Aku pernah menghendakimu,
kini akupun menghendakiku melepaskanmu.

nagita
21-09-2012, 10:34 AM
Apa kamu masih ingat mawar putih yang kau tanam untukku,
di sudut taman dekat relung hatiku?
Bunga itu masih menebarkan harummu untukku,
walau sayup-sayup.

---------- Post Merged at 09:28 AM ----------

Melukis wajahmu,
melesatkanku pada dunia tanpa bingkai.
Kata-kata terlontar bagai peluru
yang bergelora mencumbui angin
dan memakuku.

---------- Post Merged at 09:29 AM ----------

Kekasih,
apa kamu lupa kita pernah bahagia?


"Daisyflo" episode Junot.

---------- Post Merged at 09:34 AM ----------

Ketika kamu pergi,
pelangi dihatiku terasa terbelah menjadi berjuta warna bias
Yang tidak mampu kurangkai kembali.

nagita
22-09-2012, 04:03 PM
Engkau tidak perlu mengerti
mengapa aku mencintaimu.
Engkau hanya perlu mengerti,
mengapa aku meninggalkanmu.


*I can't live a normal life without you

nagita
24-09-2012, 05:12 PM
Ada sepasang mata, yang berisi jutaan bintang. Yang dapat meluruhkan musim dingin dalam semalam.
Matamu.


Satu Juta Burung Kertas (http://satujutaburungkertas.blogspot.com/)

nagita
10-10-2012, 11:04 PM
Ketika engkau menari, dunia terasa berhenti.
Aku melihat dunia yang baru,
dan berputar pada lengkung lentik jemarimu.
Lenggokmu memotong lidahku,
melontarkan logika pada benua dibatas lautan..
Rasanya ingin memilikimu,
untuk diriku seorang.
Rasanya ingin...

Mel, dapatkah kau taklukkan ragu di hatiku
dan merangkai belulangku agar dapat beralih dari matamu?


Satu Juta Burung Kertas -- episode Samuel, tentang Melody.

---------- Post Merged at 10:04 PM ----------

Kala aku terkapar, tujuh depa dibawah telapakmu
Aku sadar tidak akan pernah ada satupun insan bernyawa di segala bumi
Yang dapat mengimbangimu.
Selamanya,
kamu tidak akan pernah terganti.

nagita
11-10-2012, 11:24 PM
Hei, kalimat seru! Berhenti menghujam!
Tidakkah kau dengar sorai?! Kita telah merdeka kawan.
Merdeka? Apa engkau yakin?
Sebentar! Dengar presiden kita bercakap. Benar! Begitulah katanya.
Pesinden maksudmu?! Diam dan dengarkan. Mereka tidak sedang bercakap!
Itu gaung dari senandung tidur.

cha_n
11-10-2012, 11:57 PM
emang presiden kita pesinden. harusnya pidato kemaren ditutup dengan satu lagu dari album terbarunya ;))

nagita
12-10-2012, 07:35 PM
Katamu semua pencuri akan dihukum.
Katamu mereka yang rajin akan mendulang emas.
Katamu keadilan akan lahir dari tanganmu.
Tapi bedebah! Napaspun kini kau pajaki!
Apa engkau lupa pada janji-janji busukmu?
--Kata siapa aku ingkar? Tuan Kertas yang berjanji. Bukan aku!!

nagita
13-10-2012, 11:29 PM
Jika air mataku bisa berubah menjadi darah,
dia tentu sudah melakukannya.
Sebab setelah kamu pergi,
semua yang ada pada tubuhku terasa berdarah.
Dan terus berdarah.


Satu Juta Burung Kertas, episode Melody

nagita
14-10-2012, 11:25 AM
Ketika rupamu merajai pelupuk mataku,
Aku tidak mampu melepaskan tatap.
Pesonamu berbinar,
Membuat semua terasa benar.


Satu Juta Burung Kertas
Melody, gadis dengan pesona sejuta bintang

nagita
16-10-2012, 04:40 PM
Kenangan tentangmu semakin mengental.
Membawaku pada warna langit yang kau lukis.
Hanya untukku.

nagita
16-11-2012, 07:39 PM
Ada seberkas deru yang aku kenal
gelisahmu, kala menangkap sepasang mata
Engkau bertanya pada jelaga ilusi
Dan mengutuk waktu yang bergulir tanpa bertanya
Dimana hidupmu selama ini?

nagita
28-12-2012, 04:19 PM
Ada sepasang tangan,
yang akan memelukmu erat
kala dunia terasa meninggalkanmu.
Datanglah padaku.
Aku meninggalkan ruang hati untukmu.

Ada sepasang mata,
yang akan berbinar untukmu
kala mataharimu memucat,
atau hatimu patah sebab cintamu beralih.
Kembalilah padaku.
Aku masih menunggu untaian rindu kembali kepadaku.

---------- Post Merged at 04:19 PM ----------

Kekasih,.
Ketika engkau menemukan cintamu berdusta,
Engkau akan menemukanku.

nagita
07-01-2013, 02:34 PM
Aku bertanya pada binatang ditepi jalan,
apakah derajad mereka yang naik,
atau manusia yang sedang kehilangan kemuliaannya,
sehingga mereka tega mencabik daging sesamanya?

*Tears for India.

---------- Post Merged at 02:34 PM ----------

Baiklah, jika kamu tidak menghalalkan hukuman mati... bagaimana dengan pengebirian?
Rasanya itu cukup adil.
Tidak, lakukan dengan caraku. Mereka menyiksa korbannya, rite. Baiklah... Hari ini kita potong 2cm penisnya. Setelah sembuh, kita potong lagi 1.5cm. Sembuh, kita potong lagi dan potong lagi hingga irisan terakhir. ITU BARU ADIL! Aku ingin mereka menderita dan merasakan ketakutan yang sama seperti korbannya. Bahkan, untuk berfantasi pun mereka tidak akan berani.
.....
Mungkin aku akan memasukkan sisa potongan penisnya ke penggorengan dan menyajikannya sebagai makan malamnya sendiri.


*Sangat marah, sedih dan .. I don't know. Manusia mulia dan juga binatang.

nagita
07-01-2013, 02:52 PM
Manusia,
apakah kamu terlahir dari sebongkah batu
yang tidak pernah menyapih dari ibumu,
yang tidak pernah merasakan dekapkan ibu atau nenekmu,
yang tidak bersaudara perempuan, bertemankan perempuan,
sehingga kamu mampu merobek harga diri dari kaum ibumu yang telah berjuang melahirkanmu?


Manusia,
kini aku mempertanyakan kemuliaanmu.
Sebab bahkan binatangpun tidak melakukannya.


*Tears for India.

---------- Post Merged at 02:52 PM ----------

Manusia,
mungkin kamu lupa harum asi basi dan sarung pundak yang menggendongmu kemanapun dia pergi.
Tapi kumohon ingatlah bahwa kamu dilahirkan dari rahim perempuan,
menyapih darinya,
tertawa dan menangis dalam dekapannya,
sebab batu tidak dapat melahirkan anak.

Kamu adalah manusia, dan kamu seharusnya mulia.


*Tears for India.

nagita
09-01-2013, 04:08 PM
Ada rona jingga diujung langit
Aku ingat semu pipimu yang memerah
Sebab matamu tak kuasa menahan diri
Lalu kamu tersipu.
Bisikanmu mengantar fajar hangat
yang mengkilaukan butiran pasir.
Di tepi pantai.
Pelupuk matamu basah,
dan kau telusuri wajahku, dengan sapuan lembut bulu matamu.
Aku gagal menjaga laku.
Aku gagal memberitahu hatiku
untuk berhenti memikirkan semu wajahmu
Di senja langit merah yang kini menghitamkan hariku.

---------- Post Merged at 04:05 PM ----------

Aku ingat kala cintamu memenuhi cakrawala langitku.
Engkau tidak akan pernah terganti.

---------- Post Merged at 04:08 PM ----------

Kekasih,
Seribu tahun aku akan menunggu.
Katakan padaku apakah aku harus menunggu,
Atau menunggumu lebih lama lagi.

Aku belum lelah mencintaimu.

nagita
16-01-2013, 03:34 PM
Tuan maharaja,
engkau akan mengerti kala menjadi seorang perempuan,
yang harus mengenakan berlapis-lapis kain untuk menutup aurat,
menjaga dirimu sebaik-baiknya,
dan merapatkan kakimu,
agar tidak ada seorang ******** pun yang mengangkanginya.


*Engkau dewan atau hewan? Rape is NOT a joke!!

Fere
05-06-2013, 05:27 AM
nagita

ayoo nulis lagi.. ::bye::

nagita
13-06-2013, 11:18 PM
Lalu, lampu-lampu jalanan menjadi kabur dan memantulkan bias-bias yang berpendar.
Segalanya begitu samar dan menjadi cembung.

---------- Post Merged at 10:18 PM ----------

Ada ruang hampa. Kala peluk bersadar dibahu. Sesak hati membunuh.
Dinding hati melapuk. Luka menamai diri.
Berhentilah menggentayangiku. Pergi dan matilah tanpa aku tahu.

nagita
17-06-2013, 04:36 PM
Ada ruang rindu. Yang enggan menamai diri. Rasa hati membiru.
Berkarat dan enggan beralih.
Teruslah bernapas! Lepaskan dan biarkan pergi.

---------- Post Merged at 03:36 PM ----------

Aku melihat warna biru diatas awan.
Dan mereka tak akan lagi membentuk rupamu.
Tak akan mampu lagi merayuku.
Tak akan mampu lagi membuatku berhenti melangkah pergi.

Kekasih,
berbahagialah. Namamu akan kudoakan.

ancuur
17-06-2013, 05:38 PM
Dia yang selalu aku rindukan,
Kini ada dalam pelukanku.. asyikkk ::cabul::

---------------------@L@--------------------------------

Dia yang selalu menggangguku...
Kini aku sudah buang kelaut.. mantab :jempol:

nagita
18-06-2013, 04:23 PM
@ancur: waduuhh... hahha.. thanks udah mampir yah!

---------- Post Merged at 03:22 PM ----------

Ada kalanya air mata enggan berteman
dan rasa hati enggan sejalan.
Aku ingat harum napasmu,
kala kecup bertaburan menghias langit,
ketika kulitmu mampu aku sentuh.
Dapatkah kau katakan pada pikirmu
bahwa aku mencintaimu. Aku telanjur mencintaimu!
Pada detik kau baurkan segala kerinduan,
pada waktu kau gantungkan air mata,
yang berserakan dibantai kerinduan.

Aku sudah terlalu jauh melangkah.
Aku akan mencoba beralih,
aku tidak sanggup mencintaimu dengan sia-sia.

---------- Post Merged at 03:23 PM ----------

Maafkan aku.
Aku sungguh-sungguh tidak sanggup mencintaimu dengan kesia-siaan.

ancuur
18-06-2013, 04:37 PM
tak kulihat kesungguhan cinta dalam hatimu, bodohnya aku terhadap cinta.. ::arg!::




















sama-sama nagita ::maap::

nagita
04-07-2013, 12:42 AM
Aku pernah meminta waktu. Berhenti. Kala peluk terlepas.
Yang menggila. Menyeracau matahari untuk jangan berhenti. Bersinar.
Depa waktu terkapar. Serpihan-serpihan air mata.
Yang berserakan. Dimana rindu menggelepar. Lalu perlahan berdenyut.
Aku menoleh dan mulai mencari.
Masih cintakah aku padamu?

---------- Post Merged at 11:42 PM ----------

Kekasih,
angin mengatakan padaku burung-burung tak lagi bernyanyi.
Maukah engkau mewarnai langit bersamaku?

nagita
04-07-2013, 01:09 PM
Kembali terpeluk rasa. Yang aku kenal. Akrap.
Perih yang masih. Dan sama. Namun tidak terasa samar.
Paku itu tidak pernah mampu kucabut. Menikam otak. Dan hatiku.
Kapanpun dia mau. Sesukanya. Sedalam-dalamnya.
Seperti belatung yang melahapmu dari dalam. Hidup-hidup.

---------- Post Merged at 12:09 PM ----------

Aku bertanya pada jarak. Angka yang mampu aku hitung.
Terasa tercerai. Dan terburai.
Aku salah...
Aku tidak mampu menghitung.
Sebab terlalu jauh. Dan teramat sangat jauh.

nagita
04-07-2013, 01:50 PM
Lalu tersebut sebuah nama.
Bagaikan sebuah pedang yang membelah mata air.
Satu windu kemudian aku sadar kesia-siaan adalah satu-satunya kepastian.
Hanya aku yang tidak ingin menggunakan mataku.
Bahwa tidak hanya ada aku disana,
dan aku hanyalah segenggam pasir yang dapat dengan mudah terberai kala tiba waktunya.

nagita
04-07-2013, 02:53 PM
Ada suara yang berdenting.
Dan kembali mendenting.
dan mendenting.
lalu perih menjalar seperti virus.
melumpuhkan. membekukan. menyakitkan.

Kekasih,
ada berapa paku yang kau tancapkan dihatiku?

nagita
04-07-2013, 11:35 PM
Sebab cinta, terkadang bukanlah cinta.
Ia bahkan tidak terlihat dekat.

nagita
07-07-2013, 03:02 PM
~HE
Kemarin laki-laki itu menemukan gadis kecilnya. Dia masih sama seperti dulu, wajah yang merona, senyum yang malu-malu tanpa berani menatap balas matanya. Yang berubah hanyalah seseorang yang menggandeng tangannya, membuat sakit mata memandang. Dia ingat masa kecil mereka dulu, ketika tinggi pohon cemara berlipat-lipat tinggi tubuhnya, mereka selalu bermain bersama. Namun senda gurau memisahkan mereka, sejak saat itu gadis kecilnya selalu bersembunyi dan tak lagi berani menatap wajahnya. Seketika bintang terasa kehilangan pendarnya yang gemerlap. Tapi laki-laki itu selalu ingin tahu kisahnya.

Laki-laki itu pernah mengirimkan jutaan bintang untuk menerangi malam gadis kecilnya, dia juga pernah memaku pelangi berwarna sepanjang musim badai tahun lalu, dan dia juga pernah mencoba menggandeng tangan itu untuk berjalan di sampingnya, tapi gadis kecilnya telanjur ketakutan. Dia pernah sendirian, ditinggalkan dan dikhianati. Duka membuatnya berlumpur. Dan sejak saat itu, setiap kali mereka bertemu dia selalu menyembunyikan matanya.

Sekarang, tinggi pohon cemara tidaklah berkali lipat. Dia tetap mengirim jutaan bintang untuk menerangi malamnya.

---------- Post Merged at 02:00 PM ----------

~SHE
Kemarin aku melihatnya. Laki-laki itu pernah memberiku seikat bunga rumput dan cincin dari jerami kering yang dilingkarkan di jari manisku. Kala itu, ketika pohon melati hanya setinggi tubuhku, kami telah bermain bersama. Lalu senda gurau datang, ia membawa olok-olokan bagi yang lainnya tapi merampas kebahagiaan kecil kami. Sejak saat itu kami selalu menunduk setiap kali bertemu. Dan aku tak lagi mendengar tawa kecilnya.

Kemarin aku menemukannya lagi. Wajahku memerah, api membakar telingaku. Laki-laki itu menarik tanganku dan menelusuri wajahku dengan bulu matanya. Dia diam, tapi aku tahu apa yang dikatakannya. Aku melihat segalanya tumbuh dan berkembang, namun sinar matanya masih sama hingga aku dapat melihat wajahku pada matanya. Aku gemetar, semakin ketakutan ketika dia menarikku pada ibu bapaknya.

Lalu aku mendengar suara berderak patah, kepingannya menampar wajahku, serpihannya menusuk kulitku. Beling-beling itu milik kekasihku dan kekasihnya.

---------- Post Merged at 02:02 PM ----------

~HER
Kemarin adalah kiamatku. Aku melihat gadis kecil yang sering diceritakannya sudah beranjak dewasa, dia cantik laksana peri dengan senyum yang merontokkan kesetiaan. Kekasihku menatapnya tak berkedip. Aku merasa genggamannya lembab ditanganku, dan aku melihat genangan dimatanya ketika dia membuang muka. Aku tahu dia cemburu.

Kami akan menikah. Aku telah mendampinginya sekian tahun dan kami bahagia, setidaknya sampai kemarin sore kami masih bahagia. Aku tak mau mendengar kisah tentang gadis kecilnya, aku tak mau mendengarnya lagi.


Dan memang aku tak akan mendengarnya lagi.

---------- Post Merged at 02:02 PM ----------
~HIM
Kemarin aku melihat mereka saling beradu pandang. Setelah itu pipinya merona dan dia menjadi gugup. Aku segera menariknya pergi dari tatapan pangeran masa kecilnya, dia milikku, terlahir untukku, diciptakan Tuhan bagiku dan aku telah mengorbankan segala-galanya untuk memilikinya. Tapi terlambat. Laki-laki itu telanjur mencuri segalanya dariku, hanya dalam sekejap waktu tanpa mataku sempat untuk berkedip! Setelah semua yang aku lakukan, aku bangun, aku kejar, aku taklukkan.... dia merampas semuanya dariku.

Apa aku benar-benar menaklukkannya? Apa aku benar-benar memilikinya? Entah. Aku tidak perduli. Aku tak perlu tahu. Yang aku tahu adalah aku akan merampasnya darimu. Aku bersumpah akan merampasnya darimu, apapun yang terjadi.

nagita
07-07-2013, 03:19 PM
Kini pohon cemara tak lagi berkali lipat.
Dan rumpun melati terlihat semakin mungil.

Genggam tanganku, aku tak mampu lagi bermimpi.
Kita akan selalu bersama. Apapun yang terjadi.


---Bila Esok Tiba

nagita
14-07-2013, 09:12 PM
Kamu tidak akan pernah tahu
Seberapa besar hatimu,
Ketika kamu jatuh cinta.

---------- Post Merged at 08:12 PM ----------

Pelukmu masih terasa dibahuku. Harum, yang mampu aku cium. Sehangat napas yang perlahan menggila. Aku ingin mendekapmu. Hingga rata kebelulangku. Lalu kau tanyakan aku. Senyummu mengisi ruang rindu. Aku tak mampu berkedip, hingga kulihat lingkar bola matamu biru. Lalu aku merayu waktu untuk berhenti sesaat saja. Dan jangan pergi, terang hari... Kala cinta meleburkan diri. Aku tidak ingat lagi apa yang terjadi setelah itu, sebab engkau merajai pikiranku. Lalu segalanya menjadi milik kita, dan hanya kita.

nagita
23-07-2013, 11:13 PM
Harummu masih kental membungkus tubuh.
Menyudutkanku pada jelaga ilusi.
Tinggallah sesaat lagi, sebab ini tak akan lama.

nagita
29-08-2013, 12:27 PM
Kata-katamu seringan kapas.
Yang langsung mengudara, dan tidak dapat kuraih.
Aku tidak dapat tinggal bersamamu.
Cinta tidak dapat bertahan hanya dengan kata-kata.
Lalu mimpi memudar. Aku terdiam dan hanya bisa bertahan.
Waktu, maukah kamu meremukkan rasa ini bersamaku?

---------- Post Merged at 11:27 AM ----------

Engkau pernah berjanji akan menyambung nafasku,
dan membuat duniaku penuh dengan warna pelangi.
Kekasihku, kamu kembali gagal.

nagita
02-09-2013, 12:17 AM
30 Agustus 2013.

Lalu terasa terbang. Aku melihat kulitmu luruh satu persatu, dan aku menemukan kamu. Selama ini aku melihat bayangmu yang buram, tapi aku ingat kamu pernah menampakkan dirimu begitu jelas untukku, empat tahun yang lalu. Kata mereka kamupun bertumbuh. Dan jika memang benar adanya kini kamu sangat dewasa dan mempesona. Aku tidak dapat melihatmu, tapi aku dapat merasakanmu. Lalu mereka bertanya mengapa kamu tidak bereinkarnasi, sebab kematianmu mungkin sudah beberapa abad yang lalu. Kamu katakan kamu menungguku. Kamu ingin bersamaku.

Aku hanya bisa memandang pada kursi kosong dimana mereka katakan kamu duduk disana. Tanganku terulur menyentuh sebuah ruang kosong... Apakah aku sedang menyentuhmu? Apakah kamu sedang menatapku? Aku merasa buta.


Terkadang cinta bertahan lebih dari selamanya. Buatlah aku mengingatmu.

Bo_Boy
02-09-2013, 11:30 AM
Kamu tidak mengerti..
Ketika aku merindukanmu,
Hanya ada sedikit daya untuk bertahan
Untuk melewati detik demi detik yang menyakitkan.

Ketika aku merindukanmu,
Aku sangat rapuh.

kalimat yang sering saya alami. seperti de ja vu.::arg!::

nagita
03-09-2013, 12:23 PM
Cinta,
Ada empat belas musim semi menjelma dalam matamu. Aku ingat kala pelukmu erat memanggul jiwaku, aku tidak menginginkan apa pun selain bersamamu. Tujuh windu kemudian, pelangi dimatamu memendarkan cahaya di ujung langit. Kemilaunya bertahta tidak kurang dari dua ribu hari lamanya. Aku menginginkan sepuluh kuntum mawar, kembalilah untuk melamarku. Dan berikan aku tiga alasan mengapa aku harus tetap bersamamu.


Aku mencintaimu. Sejak awal mula kita berbagi napas, hingga waktu tak lagi berangka.

nagita
05-09-2013, 02:14 PM
Ada lima pendar bintang disudut matamu. Yang bertautan, dan terbelah menjadi sembilan mata pedang. Urungkan niatmu untuk melangkah, aku sudah tak mampu menangis lagi.

Matahariku,
Terbenamlah tanpa aku tahu. Aku telah mengucap janji. Aku tidak akan berharap lagi. Walau remuk rasa hati, biarkanlah menjadi bagian dari kisah yang tak terangkai.

nagita
06-09-2013, 11:02 AM
Kembali pagi.
Pagi yang menguning
Pagi yang hampa
Pagi yang kembali.
Kembali perih. Kembali sama.

---------- Post Merged at 10:02 AM ----------

Mimpi dan fantasi. Tidaklah nyata.
Kenyataan yang sebenarnya, adalah aku tanpamu.
Yang hampir mati disampingmu.
Diatas serpihan kenangan diantara kita.
Aku hanya mampu menghibur diriku.
Melukismu pada kisah yang aku mau.
Untuk menguatkanku, untuk memudarkan kenangan.
Kita pernah bahagia. Ketika kamu mencintaiku.
Namun kini hanya tersisa perih rasa hati,
Dan aku hanya mampu menghitung setiap detik.
Yang terasa mengerikan untuk kulalui sendirian.

nagita
11-09-2013, 11:42 AM
Kembali pagi.
Kembali menghitung detak waktu.
Kembali membinasakan kerinduan.

---------- Post Merged at 10:37 AM ----------

Kembali rindu.
Rindu yang tak ramah.
Rindu yang tak terlepas.
Rindu yang tak dapat dengan mudah dibinasakan.

Aku akan menunggu hingga rasa ini tawar.

---------- Post Merged at 10:42 AM ----------

Kadang hari tak terasa ramah. Sebab hatimu layu.
Aku tak mengerti bagaimana perasaan bisa memotong urat nadi,
sebab ketika cinta berubah menjadi luka, yang tersisa hanya kesedihan.
Aku tidak meratapi penyesalan, kala cinta berkejaran. Seperti sepasang bocah.
Aku menyesal mengapa aku membiarkan hatiku jatuh. Dan kembali jatuh.

nagita
17-09-2013, 09:47 AM
Cinta,
Jauh sudah jejak kaki mengembara.
Kau bertanya dimana hatiku,
Kukatakan tiada lagi.
Kini kau kembali, untuk mencari tahu.
Apakah aku masih bernapas..
Tentu, walau tanpa hati.

---------- Post Merged at 08:47 AM ----------

17 Sept 2013

I found my blue-blue sky.
God is Good.
Thank You.

nagita
17-09-2013, 06:27 PM
Ayo pecahkan peti sunyi dan buatlah lonceng berdentang riang,
sebab engkau kembali membawa benih cinta didalam benakmu.
Kupikir dua abad yang lalu kau pergi dan mengkaramkan segala asa,
tanpa kau sadar, pun kau bawa pergi sejuta warna pelangi. didalam matanya.
Ada seribu pasang jarum yang kau tancapkan dihatinya,
yang dengan segera beranak-pinak dan mencabiknya dari dalam.
Engkau tidak pernah berhenti untuknya.
Kini tak payahlah kau semai sisa benih. Tak payahlah kau kembali untuk merayu.
Engkau tak lagi bermakna.
Indahmu buyar seperti matahari yang melarutkan malam,
dan selamanya malam.

---------- Post Merged at 05:27 PM ----------

Aku ingat ketika kamu meninggalkannya.
Air matanya membuat lautan menjadi tawar.

nagita
18-09-2013, 03:15 PM
"Hey Sal! You are swampthing for Bernand, you know?!"
"WHAT?!" Salma melotot, mata Bernand hampir loncat. Dia segera menoleh ke Max, berharap kupingnya salah dengar. Seolah mendapat over energy dari sahabatnya, Max semakin berani.
"Yes! He told me many times! You are swamp.."
"SHUT UP, MAX! Just-just shut up!"
"Biar gue selesain, gue rela menjadi alien untuk..." Max belum selesai bicara. Bernand panik bukan kepalang.
"Swampthing..., interesting.." wajah Salma memerah. "Jadi diam-diam lo dendam juga sama aku," wajahnya tegak lurus memandang Bernand. Tanpa sadar keringat dingin Bernand mengucur. Acara menembak Salma benar-benar hancur berantakan.
"Bukan itu maksudku! (Max, SOMETHING bukan SWAMPTHING, you idiot!)" Tapi Max tidak mendengar.
"I will help you, man... don't worry. You can count on me." Max menenangkan Bernand.
"He told me many times. You are so SWAMPTHING for him! Please do honor to let your heart fall." benar-benar berantakan.

Oh my God! Please shoot my lovely friend Max! Bernand hanya bisa terdiam dengan wajah merah padam. Gimana dia bisa ngaku dia kuliah di LA?!

"Sial! Maksud gue bukan begitu!" Bernand maju mengambil alih. "Hoi Sal, lo mau jadi pacar gue?!"
"What d **** are you..."
"Oke-oke-oke, kalau gitu elu setuju? HAH ELU GAK MAU NIH?! MAX!"
"Kalau elu gak mau, ada alasannya dong! Apa?! Sebutkan satu!"
"Kok langsung give up sih? Sialaann... (kemarin ngomongnya gak begini...)," Bernand mencolek Max tapi tubuh gempal Max tidak merasa.
"Gak bisa, butuh tiga alasan. Atau empat, sepuluh kalau bisa.. soalnya kalau lo tolak sobat gue, LO RUGI!"

Tidak ada kata-kata yang tepat untuk menjelaskan wajah seorang Bernand.

"Pertama, aku gak ada alasan! Kedua, aku suka alasan2. Ketiga..."
"Eit, jangan bilang elu masih mau sekolah ya!" Max menutup jalan.
"AKU MASIH MAU KULIAH, NGERTE?!"
"MASAA?! Elu gak liat he is absolutely a handsome gentleman!"
"Aku gak suka cowok ganteng, tau! Apalagi yang berani katain aku swampthing!"
"You areee...." Max meyakinkan. "He told me everyday and night..."
"Grrr......."
"Buang-buang waktu! Kalian beruntung hari ini aku lagi senang hati, kalau tidak..." Salma mengangkat tangannya, Max langsung mengkerut dengan ekspresi minta ampun. Salma melenggos meninggalkan Bernand yang lemas tak bertulang dan Max yang kebingungan.

"Man, lain kali kita harus berusaha lebih keras. Mungkin dia gak ngerti," Maxx menganalisa.
"Grrr....."
"Ambil positifnya, dia bilang elu ganteng!"


Miss Jutek - Repack Edition.

nagita
18-09-2013, 07:14 PM
"KAMU!! Dari depan-belakang-kiri-kanan-atas-bawah --- AKU BENCI!!"
"Umm.. sejak kapan aku ada diatasmu? Hehehhe..."

BLAK!!