lily
17-08-2013, 09:18 AM
Dua mahasiswa menjadi korban pengeroyokan oleh sesama rekannya di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tarumanegara (UNTAR), Jalan S Parman, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat (16/8). Hingga saat ini identitas kedua korban belum diketahui. Keduanya kini dirawat di Rumah Sakit Royal Taruma lantaran mengalami luka-luka dan satu orang mahasiswa pingsan.
"Pemukulan dilakukan sesama anggota BEM. Dari laporan keamanan, pelaku pengeroyokan diperkirakan lebih dari 15 orang," ujar Kapolsek Tanjung Duren, Komisaris Firman Andrean di lokasi kejadian.
Menurut Firman, pelaku pengeroyokan dan korban adalah mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Tarumanegara.
Pengeroyokan itu, lanjutnya, bermula saat beberapa anggota BEM ingin meninggalkan kampus sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, dihalau oleh pelaku pengeroyokan tanpa alasan yang jelas. Akibatnya, terjadilah pertengkaran dan pengeroyokan terhadap korban. Belum diketahui penyebab utama terjadi pengeroyokan itu.
"Ada dua orang yang sudah kami amankan di Polsek untuk dimintai keterangan, saat ini masih kami kejar pelaku lainnya," pungkas Firman.
---------- Post Merged at 08:18 AM ----------
Salah satu pelaku pengeroyokan yang terjadi di Universitas Tarumanegara, Jumat (16/8) sore, dikenal sebagai jagoan dan biang kekacauan dikampus elit itu. Menurut Kapolsek Tanjung Duren Komisaris Firman Andreanto, pelaku yang bernama Nobel (28) itu sudah biasa dilaporkan ke polsek karena aksi brutal dan anarkis yang dilakukannya.
"Ada satu orang pelaku yang diamankan di Polres, dan sudah dua kali dia (Nobel) dilaporkan di Polsek Tanjung Duren," ujar Firman di Jakarta Barat, Jumat.
Pelaku, kata dia, kerap melakukan pemukulan dan mengancam pihak keamanan kampus. Ini kali ketiga Nobel masuk polsek akibat aksi anarkisnya.
"Sudah ada dua pelaku kami amankan di Polres. Nobel dan Bryan. Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya," sambungnya.
Kasus ini sendiri ditenggarai terjadi karena Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pusat UNTAR menghalau anggota BEM Fakultas hukum yang ingin meninggalkan kampus setelah masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) berakhir.
Para senior ini ingin melakukan ospek lain terhadap anak baru di BEM Fakultas Hukum itu. Namun, niat tersebut terhalang karena para mahasiswa baru enggan mengikuti ospek ala seniornya. Akibatnya perkelahian pun tak terelakkan.
Untuk mengantisipasi aksi perkelahian ini, puluhan anggota polisi Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Tanjung Duren masih berjaga-jaga di Universitas Tarumanegara.
Sedangkan, puluhan mahasiswa baru diizinkan pulang setelah dimintai keterangan oleh polisi.
Sumber : Jawa Pos
"Pemukulan dilakukan sesama anggota BEM. Dari laporan keamanan, pelaku pengeroyokan diperkirakan lebih dari 15 orang," ujar Kapolsek Tanjung Duren, Komisaris Firman Andrean di lokasi kejadian.
Menurut Firman, pelaku pengeroyokan dan korban adalah mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Tarumanegara.
Pengeroyokan itu, lanjutnya, bermula saat beberapa anggota BEM ingin meninggalkan kampus sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, dihalau oleh pelaku pengeroyokan tanpa alasan yang jelas. Akibatnya, terjadilah pertengkaran dan pengeroyokan terhadap korban. Belum diketahui penyebab utama terjadi pengeroyokan itu.
"Ada dua orang yang sudah kami amankan di Polsek untuk dimintai keterangan, saat ini masih kami kejar pelaku lainnya," pungkas Firman.
---------- Post Merged at 08:18 AM ----------
Salah satu pelaku pengeroyokan yang terjadi di Universitas Tarumanegara, Jumat (16/8) sore, dikenal sebagai jagoan dan biang kekacauan dikampus elit itu. Menurut Kapolsek Tanjung Duren Komisaris Firman Andreanto, pelaku yang bernama Nobel (28) itu sudah biasa dilaporkan ke polsek karena aksi brutal dan anarkis yang dilakukannya.
"Ada satu orang pelaku yang diamankan di Polres, dan sudah dua kali dia (Nobel) dilaporkan di Polsek Tanjung Duren," ujar Firman di Jakarta Barat, Jumat.
Pelaku, kata dia, kerap melakukan pemukulan dan mengancam pihak keamanan kampus. Ini kali ketiga Nobel masuk polsek akibat aksi anarkisnya.
"Sudah ada dua pelaku kami amankan di Polres. Nobel dan Bryan. Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya," sambungnya.
Kasus ini sendiri ditenggarai terjadi karena Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pusat UNTAR menghalau anggota BEM Fakultas hukum yang ingin meninggalkan kampus setelah masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) berakhir.
Para senior ini ingin melakukan ospek lain terhadap anak baru di BEM Fakultas Hukum itu. Namun, niat tersebut terhalang karena para mahasiswa baru enggan mengikuti ospek ala seniornya. Akibatnya perkelahian pun tak terelakkan.
Untuk mengantisipasi aksi perkelahian ini, puluhan anggota polisi Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Tanjung Duren masih berjaga-jaga di Universitas Tarumanegara.
Sedangkan, puluhan mahasiswa baru diizinkan pulang setelah dimintai keterangan oleh polisi.
Sumber : Jawa Pos