Islam dan Kekerasan

Agama boleh diobrolkan disini, dng suasana kekeluargaan dan saling toleransi lho!

Islam dan Kekerasan

Postoleh ariadna » Rabu 22 Agt 2007 6:49 pm

Dari tulisan John L Esposito:

Tindakan Kekerasan yang Sah dan Tidak Sah



WASHINGTON – Mengapa Islam menjadi agama kekerasan? Apakah Al Qur'an memaafkan tindak-tindak terorisme? Mengapa umat Muslim tidak mengutuk serangan 11/9 dan bom bunuh diri?


Entah dalam pembahasan media atau publik, ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang umum dan terus-menerus diajukan. Tetapi, kenyataannya, para pemimpin keagamaan Muslim dan organisasi Muslim sudah dan memang berbicara. Media cenderung tidak menganggpa fatwa-fatwa (pandangan legal keagamaan) dan pernyataan-pernyataan ini bernilai berita tetapi mereka ada di internet.



Tidak lama setelah serangan 11/9, misalnya, Muhamad Abdur-Rashid, imam Muslim paling senior di angkatan bersenjata Amerika, meminta fatwa tentang apakah anggota militer Muslim Amerika dapat berperan serta dalam perang di Afghanistan dan di negara-negara Muslim lainnya. Sekelompok pihak berwenang keagamaan terkemuka (http://www.unc.edu/%7Ekurzman/teror.htm) menyimpulkan bahwa "Semua umat Muslim harus bersatu menghadapi mereka yang menteror orang-orang tak berdosa, dan mereka yang membiarkan pembunuhan warga tak bersenjata tanpa alasan-alasan yang dapat dibenarkan" dan bahwa merupakan hal yang dapat diterima "untuk ambil peran berperang dalam pertempuran-pertempuran yang akan terjadi, menghadapi siapa pun yang ditetapkan negara mereka sebagai pelaku tindak terorisme terhadap mereka."



Islam, tidak seperti agama-agama lain, membedakan antara tindakan-tindakan kekerasan yang sah dan tidak sah. Al Qur'an tidak menganjurkan atau memaafkan kekerasan yang tidak sah atau terorisme. Tradisi Islam memberi batasan sangat luas terhadap penggunaan kekerasan dan menolak terorisme, pembajakan, dan penyanderaan. Namun, umat Muslim diperbolehkan, bahkan ada saat-saatnya dibutuhkan, membela agama mereka, keluarga mereka, dan masyarakat Islam dari serangan.


Bagaimana dengan para pelaku bom bunuh diri? Bagaimana dengan kekerasan terhadap warga tak bersenjata? Sejak akhir abad kedua puluh, berbagai isu ini telah muncul ke permukaan di Israel-Palestina, Lebanon, Irak, Pakistan, Indonesia, Amerika, dan Eropa karena bom bunuh diri telah dipersamakan dengan kesyuhadaan, pengorbanan nyawa demi membela Islam dan masyarakat.


Perdebatan tentang kekerasan yang sah versus tidak sah telah disorot oleh konflik Israel-Palestina. Sunnah-sunnah Nabi (kisah-kisah tentang perkataan dan perbuatan Nabi Muhamad) dengan jelas dan mutlak melarang bunuh diri karena hanya Tuhan yang memiliki hak untuk mengambil hidup yang telah Ia berikan. Berdasarkan sejarah, baik umat Muslim Sunni dan Shian secara umum telah melarang bunuh diri bermotif keagamaan dan tindak-tindak terorisme.


Serangan-serangan bunuh diri, khususnya yang menyasarkan warga sipil tak berdosa atau tak bersenjata, telah menyebabkan perdebatan tajam di kalangan pihak-pihak keagamaan berwenang di dunia Muslim. Sheikh Ahmad Yasin, almarhun pemimpin agama dan pendiri Hamas, dan Akram Sabri, Mufti Yerusalem, demikian juga banyak lagi pemimpin agama Arab dan Palestina, telah berpendapat bahwa bom bunuh diri perlu dan dapat dibenarkan ketika berhadapan dengan pendudukan tidak sah Israel dan kekuatan militer yang sangat besar.



Yang lainnya mengutuk bom-bom bunuh diri, khususnya yang menyasarkan warga sipil, sebagai terorisme. Imam Besar Arab Saudi mengutuk semua bom bunuh diri sebagai bukan Islam dan dilarang oleh Islam. Sheikh Muhamad Sayyid Tantawi, mantan Imam Besar Mesir dan sekarang merupakan Sheikh Al-Azhar, dan karena itu merupakan pihak berwenang keagamaan utama, menarik garis tegas antara pemboman bunuh diri yang merupakan tindak pengorbanan diri dan pembelaan diri untuk mempertahankan tanah air seseorang dan membantu mereka yang tertindas dan pembunuhan atas kaum perempuan dan anak-anak yang tak bersenjata, yang ditentangnya dengan konsisten.



Isu kunci yang muncul dalam perdebatan-perdebatan ini adalah masalah proporsi, bahwa balasan atau pembalasan dendam harus sama dengan kejahatan yang telah dilakukan. Mereka yang berusaha membenarkan pembunuhan warga sipil berpendapat bahwa di Israel tidak ada warga sipil yang tak berdosa karena masyarakat Israel adalah masyarakat militer (laki-laki dan perempuan harus bertugas di militer dan terus bertugas sebagai cadangan) dan karena pendudukan Israel dan kebijakan-kebijakan tanpa pilih kasih membunuhi warga-warga sipil Palestina.

Perdebatan – apa yang sebagian orang sebut sebagai perang fatwa – di kalangan para pemimpin agama tercermin dalam kecaman keras oleh Sheikh Yusuf al-Qardawi, yang banyak orang anggap sebagai pihak berwenang yang paling terkemuka dan berpengaruh di Arab dan media Muslim, terhadap Sheikh Tantawi, yang mengutuk serangan bunuh diri yang menewaskan 26 warga Israel pada Desember 2001:


"Bagaimana bisa kepala Al-Azhar menyalahkan para mujahidin (pejuang Islam) yang berperang melawan para penyerang? Bagaimana bisa ia menganggap para penyerang ini sebagai warga sipil tak berdosa? …Saya terkejut karena beberapa sheikh menyampaikan fatwa yang mengkhianati mujahidin, bukannya mendukung mereka dan mendorong mereka berkorban dan menjadi syuhada."


Qaradawi juga mengecam Sheikh Muhamad bin 'Abdallah as-Sabil, imam masjid agung di Mekkah, karena menyatakan bahwa pembunuhan atas warga Israel tidak diperbolehkan. Qaradawi menyatakan, "Rakyat Palestina yang meledakkan dirinya sendiri adalah orang yang sedang membela tanah airnya. Ketika ia menyerang musuh penjajah, ia sedang menyerang sasaran yang sah. Ini berbeda dengan orang yang meninggalkan negaranya dan pergi menyerang sasaran yang tidak punya perselisihan dengannya."


Sebagai bandingan, Timothy Winter (Sheikh Abdal Hakim Murad) dari Cambridge University berpendapat, "Penyasaran warga sipil seperti ini, misalnya, penggunaan kekerasan teroris yang tidak pada tempatnya merupakan sesuatu yang sangat baru … Ia tidak banyak memperoleh jalan masuk ke dalam kepemimpinan agama, tetapi ke hati rakyat di jalanan, seperti kenyataannya, khususnya di tempat-tempat yang penuh ketegangan dan tidak alami seperti Gaza, daerah-daerah kumuh Baghdad dan tempat-tempat lain, yang memiliki kedudukan tidak menguntungkan. Dan ini adalah sebuah tantangan besar bagi kepemimpinan agama – bagaimana menegaskan kembali keortodoksan di tengah peningkatan gelombang pemberontakan fundamentalis."


Inilah intinya. Islam, seperti agama-agama lain, membedakan antara tindak-tindak kekerasan yang sah dan tidak sah.





* John L. Esposito adalah profesor dalam bidang agama dan hubungan internasional dari Georgetown University, direktur pendiri Prince Alwaleed Bin Talal Centre for Muslim-Christian Understanding dan penulis of What Everyone Needs to Know about Islam and Unholy War: Terror in the Name of Islam
Avatar pengguna
ariadna
Moderator
Moderator
 
Post: 460
Bergabung: Selasa 29 Mei 2007 4:32 pm

Postoleh satmata » Selasa 09 Okt 2007 11:26 am

inilah yang jadinya relatif...

Pada dasarnya semua ajaran tidak pernah mendukung dan menyarankan kekerasan sehingga ini juga sama artinya juga dilarang karena berhubungan dengan bangkitnya nafsu amarah, sedangkan islam dan lainnya selalu mengajarkan tentang kebaikan dan kasih sayang

Masalah sah atau tidak pasti ada ukurannya, sedangkan ukuran harus ada patokan dan batasan2nya, dan batasan tersebut diatur dalam suatu hukum dan hukum merupakan hal sebab akibat karena tergantung individu yang melaksanakan .....
Ribuan Bentuk, Ribuan Perubahan, Digerakkan oleh Cinta
satmata
Kecanduan
Kecanduan
 
Post: 858
Bergabung: Senin 08 Okt 2007 2:42 pm

Postoleh wirasaba » Senin 12 Nov 2007 12:33 pm

masalah sah atau tidak sah tentu saja tergantung dengan dasar hukum mana seseorang melihatnya. hukum yang berlaku dalam keadaan darurat ataupun perang tentu tidak sama dengan hukum yang berlaku dalam keadaan normal.

menurutku ajaran Islam yang utama lebih menkankan perdamaian. Kata Islam sendiri bisa berarti damai, aman, selamat dan penyerahan diri. konsepsi tersebut tidak selalu seiring dengan perjalanan umat Islam. banyak peperangan yang bahkan mulai ada sejak zaman nabi, kendati dengan tujuan untuk menegakkan keadilan ekonomi, kesetaraan manusia dan bertahan dari penyerangan.
bahkan pada masa masa berikutnya umumnya perang lebih bermotifkan ekonomi atau perebutan kekuasaan seperti yang terjadi pada Usman dan Ali bahkan dua khalifah yang terakhir, yakni Usman dan Ali terbunuh dalam suatu peristiwa peperangan. bahkan dalam konflik yang lain dua cucu nabi meninggal dengan cara sangat mengenaskan. jejak peperangan dan kekerasn juga dapat diliat dalam sejarah orang eropa dan juga umat kristiani.trauma dan kesan peperangan tersebut disadari ataupun tidak, masih membekas pada diri sebagian orang.

menurutku sekarang ini hampir semua peperangan lebih bermuatan politik dan ekonomi, banyak orang termasuk orang islam, amerika dll berusaha menjustifikasi kekerasan yang dilakukannya dengan dalih agama ataupun demokrasi.

menurutku semua perang itu tidak sah karena menimbukan penderitaan bagi orang lain, kecuali perangnya pake bantal kali ya, :lol:
..TAK KAMPAK SISAN...
Avatar pengguna
wirasaba
Uji Nyali
Uji Nyali
 
Post: 87
Bergabung: Senin 12 Nov 2007 9:24 am
Lokasi: random landmap

Postoleh Dhira » Sabtu 01 Des 2007 3:59 pm

Gw berpikir sederhana karena gw juga ga mudeng ga ahli sepinter yang pinter
Menurut Gw apapun Kekerasan mau berdalih Agama Politik dan sekalian alasan, menurut Gw ga seharusnya ada
Sesungguhnya Agama adalah tiang hidup seseorang yang isinya adalah tuntunan bagi orang yang bersandar pada tiang Agama yang di yakini, jadi kenapa harus ada kekerasan, harus ada pembunuhan.


gw ga mudeng, cuma berusaha jadi mudeng
Avatar pengguna
Dhira
Terpikat
Terpikat
 
Post: 116
Bergabung: Rabu 07 Nov 2007 1:15 pm

Postoleh Pasingsingan » Kamis 27 Des 2007 12:14 pm

ini kan kembali kemasalah ketidak adilan n penjajahan
pejuang proklamasi kemerdekaan RI jadul
dimata belanda ataw bahkan dunia internasional
dianggap extreemis alias teroris, tp dimata bangsa
Indonesia, tentu saja dianggap pahlawan yng berjasa

toh ujung2nya
siapa menilai apa dan untuk kepentingan apa? :wink:
aeh aeh aeh aeh
mbregegeg ugeg ugeg
hemel hemel sak dulito
Avatar pengguna
Pasingsingan
Kecanduan
Kecanduan
 
Post: 982
Bergabung: Senin 04 Jun 2007 4:31 pm

Postoleh bajulsuro » Senin 21 Jan 2008 3:35 pm

Islam yg sebenarnya cinta damai, jika ada kekerasan itu berawal dr OKNUMnya, bukan agamanya, jd ISLAM itu bukan agama yg keras dan suka perang-2 tp oknum-2 yg ada yg membuat ISLAM jd keras mereka salah mengartikan semua yg ada di Al-Qur'an dan HAdits...........
Raja Jin........
bajulsuro
Uji Nyali
Uji Nyali
 
Post: 8
Bergabung: Senin 21 Jan 2008 3:04 pm
Lokasi: Bumi lapis 7

Postoleh aya_muaya » Rabu 10 Sep 2008 1:46 pm

:o ada zionisme sudah mengakar di setiap sendi kehidupan kita sekarang....
GAK ADA YANG GAK MUNGKIN
Avatar pengguna
aya_muaya
Ketagihan
Ketagihan
 
Post: 353
Bergabung: Selasa 04 Sep 2007 10:44 am

Postoleh crashed brain » Rabu 10 Sep 2008 5:15 pm

aya_muaya menulis::o ada zionisme sudah mengakar di setiap sendi kehidupan kita sekarang....


maksudnya?
kasih detailnya dong... jangan sepenggal gitu..
Use your imagination
crashed brain
Kecanduan
Kecanduan
 
Post: 520
Bergabung: Kamis 28 Jun 2007 1:53 pm


Kembali ke Serambi Iman & Keyakinan

Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 0 tamu