Last edited by pasingsingan; 16-03-2011 at 01:33 PM.
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
Bolak-balik deh, coba baca lg yg sdh saya sampaikan gak jelasnya dimana. Al-Qur'an gak pernah mengharamkan manusia untuk berfikiran positif, banyak dalil dlm Al-Quran yg nyuruh manusia utk berfikir atau merenung dengan akalnya selama tdk bertentangan dgn syari'at.
Masalahnya, apakah anda akan ngotot menyebut telor sebagai egg dan mengganti semua telur di dunia dgn sebutan egg dan mengklaim bahwa semua telur adalah egg ?
Bisa dipahami maksud tulisan saya di atas ?
Ya memang iya.
Dalam membangun tradisi filsafat banyak orang mengajukan pertanyaan yang sama , menanggapi, dan meneruskan karya-karya pendahulunya sesuai dengan latar belakang budaya, bahasa, bahkan agama tempat tradisi filsafat itu dibangun.
Oleh karena itu, filsafat biasa diklasifikasikan menurut daerah geografis dan latar belakang budayanya.
Dewasa ini filsafat biasa dibagi menjadi dua kategori besar menurut wilayah dan menurut latar belakang agama.
Menurut wilayah bisa dibagi menjadi: “Filsafat Barat”, “Filsafat Timur”, dan “Filsafat Timur Tengah”. Sementara latar belakang agama dibagi menjadi: “Filsafat Islam”, “Filsafat Budha”, “Filsafat Hindu”, dan “Filsafat Kristen”.
´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
-John Adams-
nah itu die, ngapain musti ngotot menggunakan istilah filsafat jika ia sinonim dengan love of wisdom atau natural wisdom? ngapain mencatat thales sbg org yg pertama berfilsafat sdg ada nabi ibrahim yg juga melakukan olah pikir dari akal yg dianugrahkan allah swt kpd manusia ?![]()
jika memang ternyata hal yang sama kenapa yang satu sesat yang satunya dianjurkan???![]()
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
Nampaknya anda tidak membaca dengan cermat tulisan saya di post #62
Repot kalo gini, ujung2 jadi jadi debat kusir yang gak jelas. Satu ke mana, yg satu kemana![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
oke deh, jawab yang tegas jadi filsafat (dalam hal etimologi adalah olah pikir) itu sesat apa tidak?
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
Siapa sih yang ngotot ? Memangnya Anda ini dipaksa menggunakan istilah itu?
Kalau Thales dicatat sebagai orang pertama dan bukan Ibrahim, emang
pencatatnya itu menyisir hingga ke Ibrahim AS ?
Makanya itu perlunya klasifikasi filsafat sehingga Anda tidak mencampur-aduk
Ibrahim dengan Thales dalam konteks ini.
Thales itu kan ada dalam tradisi Helenistik. Dalam kebudayaan Helenistik.
La bagaimana bisa -misalnya- anda menyeruak kerumunan tradisi Helenistik
dengan membawa-bawa Ibrahim AS ? Andai Anda ini hidup dalam tradisi
dan zaman mereka, Anda bisa saja memprotes kepada Aristoteles yang
mengenalkan Thales sebagai filsuf pertama.
Lagian, filsafat yang kita kenal kini kan memiliki metodologi dan sekian
rentetan. Sementara Nabi Ibrahim AS, betul sejatinya melakukan pere-
nungan, itu dalam makna praktik filsafat secara sederhana.
´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
-John Adams-
Apakah anda tidak membaca posting #10 dan #18 dan #21?
Tidak sesat, karena al-Qur'an memang tidak melarang orang untuk berfikir dan merenung. Justru diperintahkan, coba anda renungkan sebuah ayat yang sering dikutip dalam surat undangan pernikahan sbb :
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَDan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir/berakal. (QS 30:21)
Bagaimana bisa saya katakan berfikir = haram sedangkan Allah SWT justru nyuruh saya, mas Agith, mas keremus buat mikir ?
Nah sekarang, sesuai judul topik : Dalam Islam, filsafat adalah ilmu sesat???
Terkait soal ilmu, maka apa yang dipelajari dalam ilmu filsafat shg dikatakan sebagai ilmu sesat ?
Nampaknya, bukan sekedar istilah filsafatnya yang sesat namun terkait pada pokok-pokok pengajaran ilmu filsafat yang dikaitkan dengan Islam.
Seperti apa praktek filsafat dalam Islam ?
Nah ini yang harus dijelaskan oleh mas Agith yang ngotot dengan konsep ilmu filsafat dalam Islam.
Makanya saya tegaskan di post #38
Dan sampai sekarang, mas Agith belum menunjukkan filsafat dalam Islam INGAT Filsafat dalam Islam BUKAN Filsafat orang2 Islam.
Kenapa jadi repot hanya soal bahas istilah dan bukan pada bagaimana implemetasi filsafat dalam Islam ?
Bisa gak ngasih 1 saja contoh filsafat dalam Islam ?
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
anda sudah tahu apa itu ilmu filsafat dan apa itu filsafat?
renungan nabi Ibrahim itu contoh jelas praktek filsafat seorang Nabi dalam Al-Qur'an..Seperti apa praktek filsafat dalam Islam ?
sudah saya tunjukkan tapi anda sepertinya yang ngotot tidak menerima contoh yang telah diberikan..Nah ini yang harus dijelaskan oleh mas Agith yang ngotot dengan konsep ilmu filsafat dalam Islam.
Makanya saya tegaskan di post #38
Dan sampai sekarang, mas Agith belum menunjukkan filsafat dalam Islam INGAT Filsafat dalam Islam BUKAN Filsafat orang2 Islam.
Praktek filsafat dalam Islam (Qur'an) ----> renungan nabi Ibrahim.
Filsafat Islam ---> kumpulan pikiran-pikiran para pemikir, cendekiawan, imam Islam.
Oke lupakan semua 7 halaman dibelakang, biar lebih jelas lagi. Mulai pembahasan dari nol.
Jadi jawab yang tegas, Menurut saudara Asum "Filsafat"(dalam hal ini, secara etimologis adalah olah pikir, karena itulah sejatinya berfilsafat) itu dalam Islam sesat atau tidak?? Jangan bolak-balik mundar-mundur gitu....
![]()
Last edited by Agitho_Ryuki; 18-03-2011 at 11:34 AM.
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
Lah, kalo soal ini, tanpa perlu saya belajar dan baca2 soal ilmu filsafat saya dah tau kalo nabi Ibrahim itu lagi mikir dengan akalnya.
Ngapain saya belajar sejarah filsafat dan tokoh2 filsafat serta contoh karya2 nay kalo pada dasarnya SEJAK LAHIR, manusia sudah dibekali kemampuan berfikir oleh Allah SWT ?
Ngabisin waktu aja diskusi soal filsafat, taunya yang dibahas cuman soal telur yang selalu diklaim sebagai egg![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
gw jg gak mudeng dng yng dimaksud bro asum
ada apa dng istilah telur vs egg?
apakah penamaan/istilah telur (indonesia)
menjadi egg (english) merupakan persoalan filsafat yng begitu rumitnya?![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
Filsafat yang notabene menyatakan diri sebagai pencinta kebijakan atau pencinta kebenaran, itu sebenernya konsekwensi logis dari peranan manusia yang mampu berbudaya/berbudi dan mempunyai modal akal. Semua kemajuan ilmu teknologi, science ataupun ekonomi, sebenernya semua dari filsafat, tapi...kalau bicara dalam agama memang filsafat harus hati-hati.
Filsafat kalau boleh saya definisikan adalah mencari kebenaran dari sebuah object, baik object tersebut nyata terlihat, atau nyata tidak terlihat, bahkan kebenaran object menurut pikiran. lalu dibangun argument-argumet untuk mendukung kebenaran tersebut.
kalaulah objectnya nyata terlihat misalnya saja kita lihat pisau, maka copy dari realita itu merupakan kebenaran, misalnya saja kita menyatakan pisau itu tajam, apa yang ad dalam pikiran sesuai dengan apa yang terlihat. Atau objectnya tidak nyata, merupakan sesuatu yang tidak sulit. Misalnya objectnya nyata tidak terlihat, misalnya saja energi panas dlsb, masih bisa kita membenarkan dalam pikiran, yang agak rumit dan selalu timbul kontra filsafat itu adalah membenarkan object yang ada dalam pikiran.
Dalam hal fisika, tidak terlalu sulit, pembuktian kebenaran bisa dengan mencari bukti, bahkan dengan experiment yang berulang, masalah agama itu adalah kebanyakan masalah metafisika, diantaranya yang manusia mengenalnya TUHAN.
Kemampuan manusia tentang agama ini adalah hanya sampai Tuhan ada atau Tuhan tidak ada, seperti Aristoteles membuktikan sebuah filsafat yang akhirnya menyimpulkan bahwa Tuhan itu ada.
Yang meyakini Tuhan itu ada juga menimbulkan polemik baru dalam pencariannya, ada deisme, monotheisme, polytheisme, animisme, dinamisme, dll.
jangan lupa monotheisme juga banyak gamanya, deisme juga begitu, dan seterusnya.
Hukum buat agamawan itu akhirnya ada hirarkinya: Kalau agama adalah given dan mutlak kebenarannya, maka filsafat akan dinyatakan benar bila sudah menjadi hukum, jika filsafat belum mencapai kebenaran, maka timbul yang namanya kontra filsafat.
Saya ambil contoh hukum Heliocentris. Dulu ada perdebatan manusia antara copernicus versus galileo atas kebenaran object apakah bumi mengitari matahari atau matahari mengelilingi bumi?
Setelah penelitian dan eksperiment-eksperiment akhirnya yang benar menyatakan Bumi mengelilingi mathari atau heliocentris, maka heliocentris meruakan hukum, bukan filsafat lagi, dan geocentris menjadi gugur dengan sendirinya. Itulah kebenaran yang dicapai oleh filsafat.
Sebaliknya agama adalah given, kebenaran itu diberikan, sifatnya mutlak dn kebanyakan memang hal-hal yang bersifat metafisis, dimana manusia memang tidak bisa menjangkau, selain hanya mampu mengikutinya.
Katakanlah tentang terjadinya alam semesta ini, tentang makhluk-makhluk yang ada diluar manusia, dlsb. Jika di jangkau oleh filsafat hanya ada dua kemungkinan, membenarkan atau memang belum sampai kesana atau tidak akan pernah bisa menjangkau kesana.
haramnya filsafat sebenernya dalam wilayah tertentu saja, katakanlah seperti Tuhan setelah menciptakan alam ini, mendiamkan. bagaimana mengontrol kebenarannya? karena hal tersebut hanya akan diketahui bila Tuhan memberitahu tentang itu.
Kesimpulan saya membaca jawaban2 Asum : Ia tidak mengharamkan filsafat, ok?
Bener gak ? (harus jawab biar posisi Anda nampak tegas, tidak usah pakai
anekdot oke)
Saya tertarik salah satu jawaban Anda di topik ini :
Saya sangat tidak setuju dengan ungkapan ini.Rasa-rasanya kita sebagai manusia yang disebut "hamba tuhan", tidak boleh mempertanyakan perintah dari tuhan, yang ada justru bahwa perintah tuhan tsb wajib dita'ati tanpa perlu mempertanyakan perintah tsb.
Apa salahnya seorang hamba bertanya?
Kalau seseorang beriman tanpa bertanya itu bukan taat namanya
tapi membeo
Seorang hamba harus tahu dan mengerti makna dan tujuan semua
perintah Tuhan. Pernyataan diatas ini seolah agama atau iman tak
memerlukan nalar (dengan catatan bahwa tidak semua bisa dijangkau
nalar dan dianggap hanya dimengerti secara imaniah)
Ya iya, kalau itu larangan atau ajaran yang jelas dengan gamblang.Dalam Islam, perintah dan larangan itu bertujuan untuk kebaikan manusia. Tidak ada perintah dan larangan tuhan yang bertujuan untuk mencelakakan hambanya.
La, dalam Islam itu ada ilmu tafsir yang berarti ada ayat-ayat yang
perlu penafsiran
Dan kegiatan menafsirkan (dan semua kegiatan keilmuan Islam) bukankah
bersumber dari kegiatan bertanya dan mempertanyakan ?
´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
-John Adams-
sebetulnya diturunkan Rasul itu juga ada yang bersifat akademis, seperti dibawah ini:
[2:151] Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni'mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
tentunya pasti ada tanya jawab disana, namanya juga mengajarkan, kan belum tentu umat langsung mengerti
wah repot deh kalo anda tidak bisa memahami apa yang saya post di sini #72
Saya ambil contoh gampang aja : dalam Islam dikatakan bahwa hukum makan babi haram <<< bisa tidak anda menerapkan filsafat di dalam kasus ini. Mongggooooo ....![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)