Page 3 of 3 FirstFirst 123
Results 41 to 58 of 58

Thread: Sekolah berstandar internasional

  1. #41
    pelanggan setia ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,972
    Mentioned
    208 Post(s)
    ini setelah saya baca2 dari awal, ternyata 'sekolah internasional' versi di atas memang agak2 salah kaprah ya kupikir sama skali tidak seperti yang kubayangkan. saya kirain sekolahnya tuh bener2 terakreditasi dan ijasah yang diberikan itu bener diploma yang diisued oleh negara asing itu jadi yang meng'internasional'kan sekolahnya itu cuman di fasilitas dan pake inggris ato ngga?

    sebenarnya saya sendiri juga pernah sekolah di prep school / international school juga, walo saya ngambil aliran jurusan lokal alias ijasahnya diisue oleh kementrian pendidikan lokal (lebih murah ). tapi sekolah itu juga ada aliran internasional, di mana ujian dan ijasah o'levelnya bener diisue dari cambridge. dan saya sebenarnya ngeliat ada meritnya juga sistem seperti ini. but that's a whole different story ya.

    cuman kalo versi stengah2 kaya di atas, dan status internasional yang rada2 questionable, kok gimana yah. kedengaran seperti penyalahgunaan merek seperti sayur2 dan buah2an di supermarket yang semua ditempelin label organik, padahal kalo ditelusuri it may not very organic

  2. The Following User Says Thank You to ndugu For This Useful Post:

    Silvercheeks (18-01-2013)

  3. #42
    pelanggan tetap red_pr!nce's Avatar
    Join Date
    Aug 2012
    Location
    BSD City
    Posts
    577
    Mentioned
    8 Post(s)
    Setuju dengan ndugu.


    Kalau mau menjadikan sekolah berlabel internasional, jadikanlah segalanya berstandar internasional. Jangan hanya tarifnya saja yang internasional.

  4. #43
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,676
    Mentioned
    154 Post(s)
    ^bukan segalanya itu cuma ngomongin sarana fisik sih, seperti kata ndugu...ijazahnya diisue dari lembaga pendidikan yang qualifikasinya emang bagus di luar negeri dan kurikulumnya emang berafiliasi ke kurikulum negara yang di luar indonesia...bukan sekedar fasilitas yang wah tapi kurikulumnya standartnya masih sama dengan kurikulum nasional cuman dilabelin bahasa inggris biar keliatan "wah"

  5. #44
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    4,950
    Mentioned
    101 Post(s)
    emangnya kurikulum Indonesia kalah dari luar?

  6. #45
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    Mentioned
    17 Post(s)
    Kurikulum indonesia gak kalah dari luar tapi ada beberpa mata pelajaran yang gak penting masuk sebagai pelajaran dan menghabiskan banyak jam pelajaran..sedangkan pelajaran penting malah porsinya dikit..

    Contoh: dulu dari sd,smp,sma,kuliah ada pelajaran PMP ganti PPKN sekarang gak tau apa namanya tapi tetep aja pada bejat moralnya..bahasa daerah juga gitu..gue gak setuju bahasa daerah jadi salah satu mata pelajaran...

  7. #46
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    4,950
    Mentioned
    101 Post(s)
    pelajaran penting porsinya sedikit gimana?
    Jaman gw SMP Matematika dapat 6SKS, Fisika 4
    SKS, Biologi 4SKS, Geografi 3SKS, Sejarah 2SKS,
    Ekonomi-Koperasi 2SKS, B Indonesia 3SKS, B Ing
    gris 4SKS, PMP 2SKS, Agama 2SKS, Kesenian 2,
    Elektronika 2SKS, Olahraga 3SKS.

    Jaman SD apalagi, Senin sampai Jumat, jam 1-3
    Matematika, jam 4-5 IPA, 6 senin Bahasa, Sela
    sa Kesenian, Rabu Keterampilan, Kamis IPS, Jum
    at ngga ada, Sabtu Bahasa, Olahraga IPS

    Apalagi SMA, Matematika 8SKS, Fisika 6SKS, Bio
    logi 4SKS, Kimia 4SKS, Bahasa 3SKS, B Inggris 4,
    Geografi 3SKS.

  8. #47
    pelanggan tetap red_pr!nce's Avatar
    Join Date
    Aug 2012
    Location
    BSD City
    Posts
    577
    Mentioned
    8 Post(s)
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    emangnya kurikulum Indonesia kalah dari luar?
    Sepertinya memang demikian.

    Banyak orang Indonesia hasil didikan kurikulum Indonesia yang secara akademis hebat, tetapi tidak mampu memecahkan masalah dan tidak mampu berpikir kreatif, serta tidak memiliki keberanian untuk berinisiasi. Hafalannya kuat karena sejak awal dibiasakan menghafal materi.

    Tetapi banyak orang Indonesia hasil didikan kurikulum barat yang secara akademis biasa saja, tetapi mampu memecahkan masalah, mampu berpikir kreatif, serta memiliki keberanian untuk berinisasi. Logikanya kuat karena sejak awal dibiasakan berpikir secara logis.

  9. #48
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    4,950
    Mentioned
    101 Post(s)
    Quote Originally Posted by red_pr!nce View Post
    Sepertinya memang demikian.

    Banyak orang Indonesia hasil didikan kurikulum Indonesia yang secara akademis hebat, tetapi tidak mampu memecahkan masalah dan tidak mampu berpikir kreatif, serta tidak memiliki keberanian untuk berinisiasi. Hafalannya kuat karena sejak awal dibiasakan menghafal materi.
    hm....
    loe pernah ngikutin ngga siaran cepat tepat tingkat
    SMP dan SMA di TVRI tahun 80an-90an dulu?
    Ketika masuk soal-soal matematika dan Fisika, loe
    akan lihat kemampuan hitungan, analisa dan logika
    anak-anak yang rajin belajar di Jakarta.

    Terlalu menggeneralisir kalau menganggap pendidikan
    di Indonesia mengedepankan hafalan. Sepengalaman
    gw, mayoritas ranking 1-7 untuk tingkatan SD kelas
    4 sampai SMA kelas 10 tidak mungkin meraih prestasi
    tersebut bermodalkan hafalan.

    Tetapi banyak orang Indonesia hasil didikan kurikulum barat yang secara akademis biasa saja, tetapi mampu memecahkan masalah, mampu berpikir kreatif, serta memiliki keberanian untuk berinisasi. Logikanya kuat karena sejak awal dibiasakan berpikir secara logis.
    hasil didikan S1 Barat atau Elementary, Junior High
    Senior High?

    Akademisi Indonesia yang bertaburan dan berpres
    tasi di luar negeri, hampir seluruhnya adalah produk
    pendidikan dasar dan menengah dari Indonesia, dan
    mayoritas mereka adalah lulusan S1 dari PT di Indo
    nesia.

    Yang menjadi persoalan bukan lah kurikulum atau kua
    litas pendidikan di Indonesia, karena soal itu Indone
    sia tidak kalah. yang menjadi masalah adalah ketika
    mereka masuk dunia profesional, ternyata dunia pro
    fesional Indonesia belum siap menyerap mereka.

  10. #49
    pelanggan setia ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,972
    Mentioned
    208 Post(s)
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    emangnya kurikulum Indonesia kalah dari luar?
    ngga, saya merasa kurikulum indo ngga kalah dengan luar. mungkin ada sistem yang menitikberatkan satu aspek, dan sistem laen menitikberatkan di aspek laen. dari pengalamanku sih, kurikulum indo justru termasuk sangat lumayan.

    skarang sih kita ngomongin pendidikan dasar ato menengah ya, yang kupikir kurang lebih kalo pun transfer cukup gampang adaptasi. dan kayanya urusan penyamaan ijasah juga lebih santai. tapi misalnya buat yang ada niat melanjutkan pendidikan tinggi di LN misalnya, sebenarnya ada bagusnya juga kalo terbiasa dengan format LN ini, dan ini lebih ke pengadaptasian murid aja ya, bukan isi materi pendidikannya. kuingat dulu saya sempat kerepotan dengan istilah2 teknis yang padahal konsep dan materi sudah pernah dipelajari dalam bahasa A, tetapi menjadi bego saat dipaparkan dalam bahasa B. ibaratnya, sekolah internasional gini berguna dari segi getting your feet wet aja, terutama kalo muridnya ada niat lanjutin ke LN.

    secondarily. mengenai ijasah indo yang diakui ato ngga oleh LN, well, memang sah2 aja. i've seen ijasah indo yang gone both ways, di mana muridnya dimundurin karena sekolahnya "ngga" menerimanya. tapi ada juga kasus2 di mana muridnya dimajuin alias lompat kelas. it really varies, kadang ada sedikit trade-offnya saat konversi2 gini. makanya tadi sempat kutulis, sebenarnya kadang ada meritnya kalo sistem pendidikannya dan ijasahnya bener2 sama dalam arti diisue seperti di institusi negara tujuan. lebih ngga ambigu aja, dan sedikit lebih gampang dari segi paperwork. ini bukan yang versi half-assed seperti sekolah2 yang meng'internasional'kan statusnya dengan hanya memakai bahasa inggris dan upgrade fasilitas sekolahnya ya.

    ultimately, semua tergantung pada perfoma murid itu sendiri. if you can handle it, that's all it matters, bahkan if you can more than handle it, maka ajukan aja lompat kelas. dan saya sempat melihat cukup banyak kasus demikian pada murid2 indo.
    Last edited by ndugu; 25-01-2013 at 03:56 AM.

  11. #50
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    Mentioned
    17 Post(s)
    Dulu bisa dibilank kurikulum indonesia selangkah didepan kurikulum malaysia atau singapura tapi sekarang dah kebalik...sekarang kurikulum indonesia lebih mentingin lulus UN dengan nilai tinggi bukan kualitas siswa2nya..

  12. #51
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,676
    Mentioned
    154 Post(s)
    ^udah pernah chek kurikulum sekolah indonesia di kemendikbud? UN itu target standart kelulusan, kurikulum itu mekanisme pendidikan

  13. #52
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    Mentioned
    17 Post(s)
    Gue belum cek soal kirikulum sekolah indonesia di kemendikbud

    Maksud gue disini itu...kenapa harus ada UN sebagai standar kalo ada siawa dibawah standar gak lukus gak bisa naik dari sd ke smp,smp ke sma...nah jadinya siswa2 dan kepsek dan juga kepala dinas malah ngejar lulus UN bukan kualitas...gue yakin kurikulum yang dibuat mendikbud pasti bagus tapi kenyataan dilapangan kan gak sama..

    Gak semua yang nilai UN tinggi pinter2..ada yang bener2 pinter ada juga yang setengah pinter dan mereka juga udah nilainya tinggi di Un belum tentu diterima di PTN belum tentu lukus SMPTN...

  14. #53
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,676
    Mentioned
    154 Post(s)
    ^brarti yang salah DIKNAS....mengejar target tanpa melihat kondisi di lapangan. Kurikulum sebenernya sudah disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, printil2nya justru yang merepotkan siswa dan ortunya.

    Gwe kemaren keliling sekolah-sekolah RSBI, kesian juga ngeliatnya udah terlanjur membangun sarana fisik mesti terhenti karena dananya mandek

  15. #54
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    Mentioned
    17 Post(s)
    Diknas kan cuma bikin peraturan dan garis besar kurikulum...sekolah yang menjalaninnya..ada gak scich imbalan atau reward dari diknas buat sekolah2 yang siswanya 100% lulus UN atau sebaliknya..

  16. #55
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,676
    Mentioned
    154 Post(s)
    kalo ada SD yang muridnya gak lulus UN, siap2 kepseknya dimutasi

  17. #56
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    Mentioned
    17 Post(s)
    mungkin karena takut dimutasi makanya para kepsek padak katrol nilai2 UN

  18. #57
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,676
    Mentioned
    154 Post(s)
    gak ada yang bisa katrol nilai UN, karena yang koreksi bukan sekolah, hasil langsung dikirim di amplop per siswa. Gimana caranya biar gak anjlok, ada kepsek yang sengaja kongkalingkong dengan sekolah lain yang gurunya jaga ujian di dekolahnya, ada yang jauh-jauh hari kasih kunci jawaban dll dsb. Tapi tau gak sih, gak pernah benar-benar didata, apakah hal2 curang tersebut dilakukan secara berjamaah atau hanya satu dua kejadian tapi mencoreng semua UN

  19. #58
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    Mentioned
    17 Post(s)
    Kongkalingkong antar sekolah bukannya udah biasa yah...tapi yah susah buat dibuktikan secara nyata sich..

Page 3 of 3 FirstFirst 123

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •