Page 13 of 18 FirstFirst ... 31112131415 ... LastLast
Results 241 to 260 of 343

Thread: renungan ndugu v2.0

  1. #241
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    not disagreeing here.

    saya cuma merasa tidak semua masalah efektif diselesaikan secara sistematis. sebagai salah satu alat buat problem solving, yes it is very useful. tapi mari kita lihat lagi kotak peralatannya. siapa tahu ada alat/kombinasi alat yang lebih efektif dan efisien, given the context.

    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  2. #242
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Thats true, memang tergantung konteks juga.

  3. #243
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    http://en.wikipedia.org/wiki/Jack_Andraka

    bbrp waktu yang lalu saya sempat baca artikel di berita mengenai anak ini, yang berhasil meng-invent alat test untuk mendeteksi kanker pankreas. anak muda, saat itu baru umur 15 taon. dan saat itu saya sangat terkesan akan pencapaian itu, karena yang selama ini kudengar mengenai kanker pankreas adalah sering kali pendeteksian yang telat, dan jenis kanker yang mempunyai tingkat survival yang sangat rendah mostly karena pendeteksian yang telat itu.

    alat deteksinya simpel aja, just like a strip test seperti yang biasa dipake oleh pasien diabetes. dengan akurasi katanya 90%. another impressive thing?

    Andraka's sensor costs $0.03 (compared to the $800 cost of a standard test) and 10 tests can be performed per strip, taking 5 minutes each. The method is 168 times faster, 26,667 times less expensive, and 400 times more sensitive than ELISA, and 25% to 50% more accurate than the CA19-9 test
    kurasa dengan metode test yang cukup murah dan simpel ini adalah insentif yang cukup gede untuk orang melakukan test awal. kudengar dia sudah mematenkannya, dan kuharap harga test ini tetep bisa ditekan dengan rendah. dan kuharap dia (and whichever company yang bekerja sama dengannya untuk memproduksi ini) ngga mengambil jalan yang sama dengan myriad genetics.

    http://www.policymic.com/articles/41...e-court-battle

    again, pertama kali mendengar mengenai perusahaan myriad genetics adalah sewaktu coverage mengenai breast cancer test lagi heboh2nya karena kasus mastectomy-nya angelina jolie. so myriad genetics ini mematenkan sequence dna kanker payudara. untuk melakukan test, diperlukan dna itu. dan untuk dna itu, harus bayar sekian ribu dolar. bagaimana dengan orang2 yang ingin melakukan test tapi tidak mampu? tentu saja sekarang kasus itu diperdebatkan di supreme court, karena bagaimana sesuatu yang alami ini bisa dipatenkan? salah satu persyaratan pematenan kan noveltynya, sesuatu yang alami tidak bisa dipatenkan.

    secara legal, kasus dna itu memang tidak sama dengan katakan alat strip pendeteksi kanker pankreas ini yang murni bisa dikategorikan sebagai invention. but still, i hope he doesnt go the way myriad genetics did. that's greed.

    isu menarik laennya yang diangkat dari berita anak ini juga adalah open access terhadap publikasi medis. ternyata saat dia melakukan research, selalu terbentur pada publikasi jurnal medis yang tertutup. dalam arti, dia harus membayar puluhan dolar untuk membaca jurnal medis. yang namanya riset kan pasti donk ya perlu banyak nyari materi, biarpun hanya membaca aja.



    halangan2 seperti ini hanya menghambat perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. anak umur 15 yang banyak membaca dan mencari tau bisa menghasilkan sesuatu yang bisa menyelamatkan nyawa manusia. bagaimana kalo seandainya informasi2 penting ini dibuka? peluang penemuan2 baru semakin lebih gede harusnya.

    that's collaboration and crowdsourcing at its heart.

  4. #244
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    kebanyakan kalo mau baca publikasi ilmiah memang ada fee kecuali dia bagian dari institusi riset. kurasa bukan tantangan terbesar sih karena bakal banyak jalan keluar seperti mengintensifkan networking. kemungkinannya maintenance publikasi ilmiah (yang bermutu) itu mahal jadi kalo tidak ada subsidi maka sepenuhnya pembiayaan bertumpu pada fee tsb. sekarang mulai bermunculan jurnal2 yang sifatnya open source, tapi tetap aja yang high qualified masih pake jalur tradisional. mungkin juga menjadi prestise mereka, who knows.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  5. #245
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    apakah setiap manusia secara alami mempunyai keinginan untuk merasa diperlukan, merasa berguna, dan bisa berkontribusi ke sekitar? dan apakah itu secara ga langsung adalah keinginan untuk mendefinisikan identitas dan tujuan hidup mereka?

  6. #246
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    kelahiran dan kematian adalah dua hal yang sangat alami dalam yang namanya hidup, tapi lucunya stigma yang tertempel di kedua proses kehidupan ini bisa sangat jauh berbeda. kelahiran dirayakan, kematian memaksa orang berkabung. why not vice versa?

    saya selalu merasa kematian memerlukan public relation (PR) yang lebih positif. selama ini kematian selalu dihubungkan dengan yang serem2. perhaps something like this can help. paling liriknya bisa diubah dikit seperti di bagian yang 'membodohkan' kematian. but at least it was done in good humor. and the happier tune and cute characters would certainly help.

    Spoiler for video:

    Judul: Dumb ways to die



    barangkali dengan PR yang lebih baik akan membuat orang lebih bisa menerima kenyataan hidup bernama kematian.
    Last edited by ndugu; 21-10-2013 at 10:06 AM.

  7. #247
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    kematian dihubungkan dengan kehilangan, mempersiapkan diri
    menghadapi kematian mungkin akan membuatnya lebih dinantikan
    setidaknya untuk diri sendiri.

    dumb ways to die PR kematian yang baik, ponakan sampe hapal liriknya

  8. #248
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    sebenarnya komentar Mr. OldFriend ada benernya juga. kita sebut saja Mr. OldFriend, karena orang ini memang seorang temen yang umurnya sudah cukup senior. mungkin late 60an.

    sekitar 2-3 taon yang lalu (i think), Mr. OldFriend sempat diajak ke museum/pameran by someone we know in common, yang sebenarnya juga invitationnya came indirectly from me. dan Mr OldFriend ini berkomentar yang sudah saya lupa persis bagaimana tapi kira2 intinya 'bagus untuk terus mengedukasi diri'.

    selama ini, i never really looked at it this way. mengunjungi museum itu mengedukasi diri? naahh mungkin karena kita cenderung berpikir tempat edukasi biasanya hanya didapati dari sekolah ato institusi pendidikan. tapi, kalo dipikir2kan kembali, komentarnya yang kedengaran kontemplatif sebenarnya ada benernya.

    kemaren abis ke museum, i learned quite a bit of things. dan sampe skarang pun masih kepikir2. and for some reason, komentar Mr. OldFriend itu kembali terngiang2. that kinda reminds me too, kenapa saya suka mengunjungi museum. tetapi untuk seseorang yang mengklaim diri menyukai museum, harus diakui dalam 2-3 taon belakangan ini, museum2 dan pameran2 yang kukunjungi mungkin hanya bisa dihitung dengan tangan. that's kinda sad

    i should find time for myself and rectify that
    easier said than done though
    *sok sibuk*

  9. #249
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    http://www.forbes.com/sites/montebur...xit-interview/

    regardless of what people say about him though (being a nanny mayor and bending the rules), i think he has done a pretty good job running a city as big as new york city. dan menurutku yang paling menarik juga adalah karena dia udah saking kaya raya-nya, dia tidak terbebani oleh agenda partai dan permainan politik laennya. not even agenda untuk membuat dirinya lebih kaya, karena toh dia sudah mempunyai lebih dari cukup duitnya. in fact, he can do whatever he wants. he sets his own agenda dan melakukan apa yang dirasakannya baik in term of public service. dengan kamusnya sendiri, dengan data2 konkrit sebagai measurementnya.

    i find him to be an interesting figure. setelah batas periode mayoralnya abis akhir taon ini, saya masih tertarik dengan sepak terjangnya lewat organisasi filantropinya. sayang waktu itu dia ngga ngikut pemilu presiden ya kalo iya, bakal menarik untuk diamati juga. in any case, saya harap dia tetep memperjuangkan misi dan visinya lewat mayors against illegal guns-nya. the country is way due to tackle this issue head on.

  10. #250
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    orang yang sudah selesai dengan dirinya jadi bisa menoleh ke sekitar dan membantu sesama.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  11. #251
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    the thing is though, 'membantu' sesama itu bisa diperdebatkan. ada beberapa hal dan keputusan yang diambilnya mungkin menurutnya dan sebagian orang baik dan bagus, tapi yang laen blom tentu setuju dengan definisi 'baik' itu maupun keputusannya. some may think he is just bullying his way through. but he doesn't give a ****. lol. dan persis di sini yang buatku menarik. he sets his own rule, ngga perlu maen politik dan terikat dengan agenda partai/orang laen. he just does what he thinks is right, menurut kamusnya sendiri. dan keputusan2nya memang tidak melulu jelek, though some may be questionable
    Last edited by ndugu; 01-11-2013 at 11:02 PM.

  12. #252
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    http://www.wired.com/business/2013/1...-thinkers/all/

    beberapa taon yang lalu waktu saya membaca komik (manga) berjudul street cat, saya masi inget sempat berpikir: i would LOVE to go to this kind of school. no judgement, diberi kebebasan untuk mengexplorasi interest dan curiosity masing2. how i wished i had that option when i was younger. dan saya ingat, setelah membaca komik itu, saya mulai menggoogle mengenai sekolah alternative. karena kupikir ini konsep sekolah yang cukup menarik.

    di sekolah tradisional, guru datang ke kelas untuk mengajar, anak mendengar dan menerima apa yang diceramahin guru. di sekolah alternatif, anak dibiarkan belajar sendiri. peran guru paling cuman mengawasi keselamatan anak ato mungkin menggiring mereka. tapi proses belajarnya biar anak2 sendiri yang mencari tau.

    just like anything, setiap hal ada 2 sisi koin-nya. positif maupun negatif. dan kupikir 2 konsep pembelajaran di atas juga masing2 mempunyai baik tidaknya.

    so, it's funny that i came across this again dengan artikel dari majalah wired. karena saya juga pengen tau, bagaimana impact dan seefektif apakah sistem sekolah alternatif ini. kurasa artikel ini juga sedikit lebih komprehensif, karena mengcover mengenai sejarah, kenapa, the thoughts and reasoning behind it, dan efek 'setelah'-nya dengan mengambil bbrp sample sekolah sejenis demikian. sekolah yang mendapatkan coverage terbesar dalam artikel ini tentu saja adalah sekolah di daerah kumuh miskin dan rawan di mexico. selama ini sekolah itu bisa dikategorikan sebagai underperforming school. maklum, daerah situ seperti daerah zona perang, daerah kekuasaan mafia drug cartel. despite all that, seorang guru di sekolah itu mencoba / bereksperimen 'mengajar' dengan cara alternatif, yaitu memberi kebebasan pada anak untuk mengeksplorasi jawaban dari pertanyaan yang dia lontarkan ke mereka tanpa memberi penjelasan jauh. and hasilnya memang cukup menarik, anak2 bisa menemukan jawaban dengan rasionalitas mereka sendiri. si guru paling cuman mengawasi dan melihat bagaimana mereka sampe ke kesimpulan/jawabannya. saat di ujian standar nasional, dikatakan murid2 di kelasnya improved their performance, a lot. bahkan ada sala satu anak di kelasnya yang sekarang menjadi selebritis dan dicap math genius (dia mendapat nilai ujian math tertinggi di seluruh negara meksiko). kebetulan? maybe. but how about the rest of the students yang dikatakan juga berhasil memperbaiki nilai2 mereka? mungkin ngga se-kebetulan itu.

    di artikel itu juga ada cover dikit mengenai seorang india yang melakukan eksperimen yang sama jauh sebelum eksperimen yang dilakukan oleh guru meksiko ini. i definitely recommend reading into him a little bit buat yang tertarik mengenai filosofi pendidikan alternatif.

    despite all these interesting and encouraging facts though, saya merasa sistem pendidikan alternatif mengambil asumsi yang sangat besar, yaitu bahwa murid2 bisa self-regulate dan mengeksplorasi curiosity mereka (seperti yang dibold).

    That’s why a new breed of educators, inspired by everything from the Internet to evolutionary psychology, neuroscience, and AI, are inventing radical new ways for children to learn, grow, and thrive. To them, knowledge isn’t a commodity that’s delivered from teacher to student but something that emerges from the students’ own curiosity-fueled exploration. Teachers provide prompts, not answers, and then they step aside so students can teach themselves and one another. They are creating ways for children to discover their passion—and uncovering a generation of geniuses in the process.
    i guess my biggest question is, apakah setiap anak (ato manusia secara umum) secara innate pasti mempunyai rasa curiosity itu dengan kadar yang sama?

    in any case, kurasa akan sangat menarik untuk melihat data2 resmi dari studies yang mengkaji lebih jauh efek pendidikan alternatif ini, dengan sample yang lebih gede tentu saja. and i wonder bagaimana kalau seandainya metode ini diaplikasikan pada sekolah di indonesia. seingatku dari hasil googling dulu, sekolah sanggar anak akar di jakarta bisa dikategorikan sebagai sekolah alternatif. ntah lah ada kajian resmi secara periode mengenai performa anak2 sanggar ini. i think it would be a good case study.

  13. #253
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    http://news.yahoo.com/injured-indian...181336165.html

    this guy is lucky. setelah jatuh dari pohon sekian meter, dia masih hidup, walo prognosisnya dia akan cacat dari bahu ke bawah karena tulang belakangnya ancur, dan seumur hidup akan memerlukan life support untuk bernafas. cuman uniknya, setelah kecederaan seperti ini dia masih bisa sadar dan membuat keputusan untuk mencabut life supportnya, essentially ending his own life.

    i think this highlights how important it is to have a formal/legal written order or some sort, bagaimana seseorang mau menghandle hidupnya di saat situasi seperti ini terjadi. karena tidak semua orang yang mengalami insiden seperti ini mempunyai kesempatan untuk menyuarakan keinginannya. dan kurasa agak unfair untuk menyerahkan keputusan ini kepada orang lain, biarpun orang itu adalah keluarga terdekatnya sendiri.

    tapi baru2 ini juga saya sempat baca berita menarik, mengenai belgium yang lagi mempertimbangkan untuk meng-extend 'hak' euthanasia pada anak2. im sure akan ada banyak perdebatan mengenai isu kontroversial ini. tapi buatku yang jauh lebih menarik adalah dilema yang dihadapi oleh pasien dementia (istilah umumnya mungkin pikun kali ya).

    http://www.washingtonpost.com/nation...f47_story.html

    Dr. Patrick Cras, a neurologist at the University of Antwerp, said people with dementia often change their minds about wanting to die.

    They may turn into different people and may not have the same feelings about wanting to die as when they were fully competent,” he said. “I don’t see myself killing another person if he or she isn’t really aware of exactly what’s happening simply on the basis of a previous written request (to have euthanasia). I haven’t fully made up my mind but I think this is going too far.”
    i havent made up my mind either. but i think this is a very interesting issue to ponder about

  14. #254
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    http://www.cbsnews.com/8301-504803_1...hostage-story/
    “His coping mechanism is to recall the details that make him laugh at the absurdity of it all.”
    coping mechamism setiap orang memang berbeda2. ada yang menangis meraung2, ada yang memendam dalam hati saja, ada yang menertawakannya.
    walopun saya tidak pernah mengalami kejadian seekstrim di atas, tapi kurasa selama ini coping mechanism saya terhadap hal2 tidak mengenakkan cenderung seperti ini juga. with a dash of humor. and i can see where i got that from. my dad.

    bukannya mengajak orang untuk meremehkan suatu kejadian. dan kurasa cara ini juga tidak setiap orang cocok dengannya, karena kurasa diperlukan personality dan pandangan hidup tertentu untuk bisa melihat kebelakang dan menertawakan diri dan pengalaman hidupnya, se-terrible apapun itu.

    kemaren2 pas dipermak sama dokter pas tulang patah (tanpa anasthesia, mind you), i know i was in great pain, almost numb even from the rush of adrenaline, dan orang yang menemaniku pun sangat kuatir ngeliat reaksi badanku yang tidak bisa berhenti shaking seperti kesetrum, dan dalam kondisi seperti itu, i still cracked a joke, at the expense of myself of course. because it was pretty absurd really, i couldn't help but laugh at it even though it was an unpleasant experience ato kemaren2 pas lagi diskusi serius mengenai masalah gede dalam rumah dengan bokap, once in a while kami pun masih melontarkan joke2 yang berhubungan dengan masalah yang lagi menimpa dan menertawakan diri kami sendiri. untuk orang luar yang tidak biasa dengan sense of humor itu mungkin akan terasa vulgar, karena umumnya joke2 seperti itu memang tidak sesuai dengan sikon, apalagi pas lagi kritis2nya.

    i'm glad i was shown that early on. and i'm glad i picked it up without realizing it. and i know i should apply it carefully when it involves others yang tidak biasa dengan cara ini. the point is, don't take life too seriously. dengan tanda kutip tentu saja

    take life with a grain of salt (and a wedge of lime, and a shot of tequila, as some may say)
    Last edited by ndugu; 12-11-2013 at 11:05 PM.

  15. #255
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    i've always known i am weak in my communication skills
    being able to express yourself precisely with as little words as possible, is an art, i think
    saya ada kecenderungan bertele2 dalam menjelaskan sesuatu, and to make it worse, i tend to do it in a convoluted way too i almost think articulacy is a talent

  16. #256
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    itu bisa dilatih kok. coba aja sering2 praktek elevator speech, sekalian ikut kompetisinya kalo lagi diadakan.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  17. #257
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    This is freakin crazy
    prasaan kapan hari liat bitcoin 200an usd
    skarang masa uda 600an usd

  18. #258
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    sudah lama saya memikirkan ini
    i would like to think everyone is born with equal intelligence
    satu2nya hal yang membedakan mereka adalah ketahuan ato ketidatahuannya
    jadi tidak ada artinya orang bodoh, hanya orang yang tidak tahu

    or so i would like to think
    and i find it hard to accept otherwise

    ntah lah apakah karena faktor politically correctness, ato sekedar kenaifan, yang membuatku susah untuk mengakui possibility yang satunya

    *sigh*

  19. #259
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    http://nyutnyut.blogdetik.com/2009/0...enyakit-latah/
    masa sih latah itu virus? artikel yang misleading nih
    dan benarkah latah itu bisa menular? dan kalo menular apa brarti virus? moga2 dia sudah menemukan virusnya dan bisa diteliti di bawah mikroskop kalo mau menulis artikel kesehatan, perlu dipastikan menggunakan istilah yang bener nih

    http://kesehatan.kompasiana.com/medi...ya-572684.html

    i sure hope there are further studies about latah though
    bbrp taon yang lalu saya sempat tertarik dengan tic dan tourette syndrom. sekilas latah keliatannya seperti tourette, tapi kok rasanya bukan juga. biarpun latah dan tourette saat lagi kambuh keliatan mirip, yaitu sama2 involuntary dan uncontrollable, tapi latah kan biasa ada pemicunya ya? alias provokatornya

    dan yang paling mengherankan, kenapa terisolasi pada budaya tertentu saja? dikatakan latah ini hanya ditemukan di asia tenggara, terutamanya di malaysia, brunei dan indonesia. di malaysia, ditemukannya pun hanya di kalangan melayu, dan di indonesia:

    “Di Indonesia, Latah sering ditemukan pada suku Jawa, Sunda, dan Betawi. Ada juga dari wilayah Sumatera, Minangkabau.” Hal serupa juga ditemukan pada Malaysia, Brunei Darussalam, Burma (disebut young-dah-the), Thailand (bahyschi), dan Filipina (mali & silok). Tentu munculnya Latah pada suatu rumpun budaya tertentu juga mengingatkan kita terhadap kondisi yang hampir mirip, juga hanya ditemukan di Asia Tenggara, yaitu Amok.
    after further googling, katanya sindrom2 yang mirip latah ini juga ada ditemukan di bbrp tempat laen yang sangat terisolasi. tapi yang paling gede cakupannya masih di daerah asia tenggara ini.

    so, benarkah karena budaya? dan kenapa pada budaya tertentu saja, ato etnis/suku tertentu saja? kalo bener budaya, apakah etnis2 laen, misalnya india ato chinese, yang sudah lama tinggal di region ini, juga berkemungkinan latah? kalo spesifik pada etnis/suku tertentu saja, then apakah genetik berperan? how about twin studies?

    man, kayanya lebih banyak pertanyaan daripada jawabannya ya

  20. #260
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    kalo tuhan tidak sesempurna yang dibayangkan, apakah pantes dituhankan?

Page 13 of 18 FirstFirst ... 31112131415 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •