Results 1 to 14 of 14

Thread: GPN vs VISA/MASTER CARD

  1. #1
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,870
    Mentioned
    163 Post(s)

    GPN vs VISA/MASTER CARD

    Weisss.. paan neh?
    GPN bisa gantiin VISA/MASTER CARD??
    Bener2 gini ato sebenernya Gerbang Pembayaran Nasional ini hanya untuk online payment?
    Ga bisa dipake di luar negeri dong pastinyaaa...

    Tapi apaan sih sebenernya? Ada yg bisa jelasin?

  2. #2
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    10,878
    Mentioned
    751 Post(s)
    Apa itu GPN?

    Gerbang Pembayaran Nasional adalah sistem yang memadukan berbagai kanal sistem pembayaran atau transaksi perbankan yang menjadi satu karena saling terhubung. Artinya, jika selama ini membayar dengan kartu debit harus menggunakan mesin EDC dari bank sama, dengan adanya GPN ini, maka jenis kartu debit apapun bisa digesekkan pada semua mesin EDC dari berbagai macam bank.

    Selama ini, transaksi menggunakan kartu debit yang dilakukan di mesin EDC (Electronic Data Capture) dari bank lain, akan dikenakan sekitar 2-3% dari transaksi. Ini disebabkan, karena kartu-kartu debit yang ada masih menggunakan jasa pemrosesan transaksi nontunai secara internasional seperti Visa, MasterCard, dan lainnya.

    Maka, tak heran bila hampir semua kartu debit yang dikeluarkan bank selama ini terdapat logo Visa atau MasterCard, serta lainnya itu. Dan tentu, ada biaya yang harus dibayarkan.

    Nah, dengan adanya GPN ini, artinya proses transaksi nontunai itu dari dalam negeri, tak lagi menggunakan jasa internasional. Maka otomatis juga akan mengurangi biaya transaksi yang disebut MDR (Merchat Discount Rate) bila menggunakan mesin EDC dari bank yang berbeda.

    Tarif Transaksi Nontunai Turun jadi 1%, Bahkan 0%

    Agus DW Martowardojo, saat masih menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada akhir tahun 2017, menyatakan bahwa dengan GPN ini, maka akan mengurangi biaya transaksi nontunai kartu debit menjadi sekitar 1% atau turun satu hingga dua kali lipat dibanding sebelumnya untuk transaksi ritel.

    Tak tanggung-tanggung, bahkan biaya transaksi nontunai ritel menggunakan kartu debit berlogo GPN ini bisa gratis alias nol persen saja, untuk transaksi pemerintah.

    Dengan penurunan biaya tersebut, dari sisi ritel, akan membantu meningkatkan keuntungan (marjin) dari merchant (pedagang). Karena memang biaya transaksi nontunai kartu debit ini bukan dikenakan kepada konsumen/pembeli, tapi kepada pedagang, dan tarifnya menjadi lebih murah.

    Begitu juga bila nasabah melakukan transaksi transfer antar bank juga akan diuntungkan. Tentu tidak asing lagi bila transfer sesama bank sudah pasti tidak ada biaya yang dikenakan. Namun jika transfer dengan bank yang berbeda, pasti akan dikenakan biaya yang cukup mahal. Dengan adanya GPN ini, maka biaya transfer beda bank jadi lebih murah.

    saus

    Itu dikatakan per tanggal 1 Januari 2018 kan ya?
    tapi kenyataannya saya ganti atm dengan tujuan ganti ATM yang pakai chip di tahun ini untuk bank BCA, Mandiri dan BRI
    ga ada yang pakai logo GPN tuh

    Kalau untuk transaksi keluar negeri semestinya bisa semua asalkan ATMnya/alat geseknya yang di luar negeri support sesuai dengan kartu yang tertera.
    Intinya lebih ke penurunan tarif non tunai.

    Sekedar curcol yah
    untuk BCA. debit BCA yang lama itu belum mastercard. Cuma Cirrus, ATM Bersama.
    Sekarang uda mastercard,

    Kalau debit Mandiri dari dulu memang udah Visa yah. pasca ganti yang pakai chip, di kartunya tetap ada logo VISA

    Yang kaco debitnya BRI, dulu kayaknya udah support Master Card,
    sekarang malah tidak ada logo Mastercard dan Visa sama sekali pasca ganti atm yang chip. hadeuuh

  3. #3
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    10,878
    Mentioned
    751 Post(s)
    Ah nemu berita lagi yang diturunkan hari ini pukul 20:15

    Penukaran Kartu Debit Logo GPN Masih Minim

    Jakarta, CNN Indonesia -- Distribusi kartu ATM/debit berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) oleh perbankan rupanya masih minim hingga awal Agustus ini, meski Bank Indonesia (BI) telah resmi meluncurkan program tersebut sejak akhir Mei lalu.

    PT Bank Central Asia Tbk atau BCA misalnya, mencatat jumlah distribusi kartu debit/ATM GPN baru sekitar 160 ribu hingga awal bulan ini. Padahal, target yang dibidik mencapai 2 juta kartu sampai akhir tahun.

    Kendati masih minim, Direktur BCA Santoso Liem mengklaim animo nasabah untuk memiliki kartu debit/ATM berlogo GPN cukup baik. Namun memang, bank masih perlu berupaya lebih keras untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada nasabah mengenai manfaat kartu tersebut.


    "Tantangannya pada bagaimana kami bisa menyediakan layanan dengan waktu yang lebih longgar dan tempat yang bisa diakses lebih lama (untuk distribusi ke nasabah)," ujar Direktur BCA Santoso Liem kepada CNNIndonesia.com, Kamis (2/8).

    Seirama dengan BCA, PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat distribusi kartu debit/ATM berlogo GPN baru sekitar 50 ribu dari target 5 juta pada akhir tahun ini.

    Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan untuk mengejar target tersebut, bank terus gencar memberikan sosialisasi dan edukasi kepada nasabah melalui berbagai saluran informasi. Mulai dari penyampaian langsung oleh bagian layanan nasabah (customer service/CS) hingga media sosial.

    "Tantangannya membuat nasabah mengerti mengenai gerakan ini. Tapi nasabah yang kami tawarkan untuk konversi kartu cukup banyak," katanya.

    Sementara itu, pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN distribusi kartu berlogo GPN juga baru mencapai 10 ribu dari target 400 ribu kartu sampai akhir tahun. Meski begitu, Direktur Jaringan BTN Dasuki Amsir meyakini target tersebut bisa tercapai karena bank terus menggelar sosialisasi bersama para bank lain dan BI.

    "Kami kerja sama dengan BI dan bank lain untuk sosialisasi dan distribusi langsung ke daerah-daerah melalui kantor cabang dan kantor wilayah masing-masing," tuturnya.

    Menurutnya, cara paling ampuh untuk mengejar target distribusi kartu dengan menggaet nasabah yang baru membuka rekening dan nasabah yang paling sering melakukan transaksi di kantor cabang.

    Kendati demikian, BI mengklaim total distribusi kartu debit/ATM berlogo GPN telah mencapai 30 persen dari total 167 juta keping ATM beredar. Bank sentral nasional optimis setidaknya jumlah distribusi akan mencapai 50 persen pada akhir tahun ini.

    "Melihat perkembangan teknologi dan semangat masyarakat ya yakin akan cepat," pungkas Kepala Departemen Elektronifikasi dan GPN BI Pungky Purnomo Wibowo. (agi)

    saus kecap




    Distribusi kartu ATM/debit berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) oleh perbankan rupanya masih minim hingga awal Agustus ini, meski Bank Indonesia (BI) telah resmi meluncurkan program tersebut sejak akhir Mei lalu.

    PT Bank Central Asia Tbk atau BCA misalnya, mencatat jumlah distribusi kartu debit/ATM GPN baru sekitar 160 ribu hingga awal bulan ini. Padahal, target yang dibidik mencapai 2 juta kartu sampai akhir tahun.
    Seingat saya dulu yah, yang sedia ATM chip saja tidak di semua lokasi cabang perbankan loh. Apalagi yang GPN.
    Artinya di masing2 cabangnya saja saya rasa juga belum siyap.

  4. #4
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    Mentioned
    330 Post(s)
    jadi simpel nya GPN ini local-use
    klo mo ke luar negeri, ya back to Visa/ Mastercard/ JCB / whatever wkwkwkwk

    sebetulnya GPN ini tujuannya adalah agar indonesia punya financial gateway sendiri, selama ini kan masih pake punya negara2 lain, atau klopun ada bank bank ga mau cooperated

    kan keren nantinya klo pemerintah bisa menerbitkan kebijakan kaya "klo mo beli apa2 harus pake GPN" kaya di jepang yang klo mo beli apa2 sebagian besar harus JCB

  5. The Following User Says Thank You to tsu For This Useful Post:

    surjadi05 (05-08-2018)

  6. #5
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    10,878
    Mentioned
    751 Post(s)
    Di Bank-nya tsu udah available belum kartu GPN ini?
    Posted via Mobile Device

  7. #6
    pelanggan tetap thin.king's Avatar
    Join Date
    Jun 2013
    Posts
    800
    Mentioned
    59 Post(s)
    GPN ini apa bedanya sama prima debit. lokal juga kan ya..
    Posted via Mobile Device

  8. #7
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    Mentioned
    330 Post(s)
    Quote Originally Posted by etca View Post
    Di Bank-nya tsu udah available belum kartu GPN ini?
    Posted via Mobile Device
    udah sih implemen nya, tapi proses nya masih bertahap

    Quote Originally Posted by thin.king View Post
    GPN ini apa bedanya sama prima debit. lokal juga kan ya..
    Posted via Mobile Device
    sama, tapi Prima itu ga semua bank ikut
    nah GPN ini maksudnya agar semua bank ikut, karena di pressure oleh pemerintah

  9. #8
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,034
    Mentioned
    348 Post(s)
    Quote Originally Posted by tsu View Post
    jadi simpel nya GPN ini local-use
    klo mo ke luar negeri, ya back to Visa/ Mastercard/ JCB / whatever wkwkwkwk

    sebetulnya GPN ini tujuannya adalah agar indonesia punya financial gateway sendiri, selama ini kan masih pake punya negara2 lain, atau klopun ada bank bank ga mau cooperated

    kan keren nantinya klo pemerintah bisa menerbitkan kebijakan kaya "klo mo beli apa2 harus pake GPN" kaya di jepang yang klo mo beli apa2 sebagian besar harus JCB
    Saya dari kemarin-kemarin agak penasaran,
    bukannya sebenarnya selama ini kalau narik ATM, transaksi pakai EDM, itu sudah switching lokal ya macam Prima, ATM Bersama, Link. Logo Visa di ATM Mandiri itu bukannya cuma kalau untuk digunakan di luar negeri?

    Yang kutangkap dari sebelum heboh, alias dari tahun lalu, GPN itu buat menyatukan semua switching lokal, interoperability.

    Terus yang sering heboh juga adalah soal MDR. Bukannya selama ini seharusnya MDR tidak dikenakan ke konsumen walaupun prakteknya nakal?
    Kalau yang dari berita akhir tahun lalu, untuk persiapan GPN ini, BCA harus mengubah MDR-nya, tetapi ya sebenarnya tidak kena ke konsumen tetapi ke merchant.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  10. #9
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,034
    Mentioned
    348 Post(s)
    Tadi pagi nanya Shaka,
    kalau ATM, Indonesia sudah punya switching lokal jadi GPN cuma perkara interkonektivitias (ketersambungan antar jaringan).
    Tapi kalau EDC, ternyata masih pakai Visa.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  11. #10
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    Mentioned
    330 Post(s)
    klo cuman masalah konektivitas, semua udah konek
    bank yg make layanan Prima, bisa ngambil ATM di ATM Bersama, and vice versa, beda bank bisa gesek di debit di mesin EDC Prima
    masalahnya ada di biaya, terlalu besar, 3-5%, dan itu kadangkala dibebankan ama merchant ke konsumen

    nah, GPN itu maksudnya adalah pemangkasan biaya, jadi biaya switching dll, itu bisa seragam untuk semua Bank, dan satu lagi, klo ini berjalan dengan benar maka Indonesia ga perlu bergantung lagi ama Visa/ Mastercard dll untuk sistem pembayaran dalam negeri

  12. #11
    pelanggan k1ng81's Avatar
    Join Date
    May 2018
    Location
    somewhere out there
    Posts
    85
    Mentioned
    7 Post(s)
    masih gak ngerti utungnya bikin kartu baru (GPN)....untung dari konsumen apa?untuk buat bank apa?

  13. #12
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,034
    Mentioned
    348 Post(s)
    Quote Originally Posted by k1ng81 View Post
    masih gak ngerti utungnya bikin kartu baru (GPN)....untung dari konsumen apa?untuk buat bank apa?
    Untungnya dari sisi toko (merchant), MDR yang dipotong dari keuntungan mereka lebih sedikit. Buat bank juga lebih sedikit biaya setiap transaksi.
    Untuk konsumen seharusnya tidak ada pengaruh kecuali amal baik karena menolong pihak toko dan bank, dan demi nasionalisme.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  14. The Following User Says Thank You to kandalf For This Useful Post:

    surjadi05 (Yesterday)

  15. #13
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    Mentioned
    330 Post(s)
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Untungnya dari sisi toko (merchant), MDR yang dipotong dari keuntungan mereka lebih sedikit. Buat bank juga lebih sedikit biaya setiap transaksi.
    Untuk konsumen seharusnya tidak ada pengaruh kecuali amal baik karena menolong pihak toko dan bank, dan demi nasionalisme.
    sebetulnya nilai terbesar nya ya.... di Nasionalisme itu
    dengan punya financial gateway sendiri, negara kita akan lebih enak klo mo impose sesuatu
    misal : semua e-money di Indo harus pake GPN, screw Visa dan Mastercard, nah dengan itu kan pendapatan ke negara masuk, merchant seneng (karena murah) konsumen juga sama aja

    klo mo nego2 ama Visa dan Mastercard, gile aja men

  16. #14
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,280
    Mentioned
    194 Post(s)
    Saya baru tahu ada kosakata impose
    Shoujo Kageki
    REVUE STARLIGHT.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •