Results 1 to 13 of 13

Thread: Perkembangan eSport dan game pada umumnya

  1. #1
    pelanggan tetap thin.king's Avatar
    Join Date
    Jun 2013
    Posts
    800
    Mentioned
    59 Post(s)

    Perkembangan eSport dan game pada umumnya

    sebagai generasi yang merasakan perkembangan komputer, handphone, dan juga game konsol atau PC dari awal 2000an hingga sekarang. merasakan bagaimana boomingnya rentalan warnet telnet instan, hingga bergeser ke boomingnya game center, yang sekarang mulai meredup karena trend game berpindah ke smartphone.

    di awal" dulu ketika zaman Ragnarok masih pakai voucher, game center belum belum begitu marak. peminat game masih sebatas rentang usia yah.. mungkin 12-30 tahunan lah, itu juga sebatas yg demen ngegame konsol, atau yg udah mengerti tentang PC.

    kemudian berlanjut ketika maraknya game" di browser, yang tidak membutuhkan spek PC yg cukup mumpuni, ketika game poker digandrungi di warnet" hingga menyediakan penjualan chip" poker. peminat game sudah mulai berkembang, warnet" dan game center sudah mulai menjamur.

    kemudian masuk ke era smartphone, game" casual mulai booming, dari candycrush yg digandrungi ibu" dan CoC yg digandrungi bapak". game" center mulai ditinggalkan, tapi masih ramai pengguna.

    kemudian smartphone makin canggih, spek" handphone menyaingi PC" jaman dulu. game" di smartphone berkembang mulai dari yg genre casual, hingga muncul genre" baru dengan menawarkan grafik yang wah..
    peminat game makin berkembang, tidak hanya dari segi umur, dari segi ekonomi juga, sekarang kalau jalan ke pasar gitu kadang menemukan orang" yg serius ngegame sambil jaga parkiran atau jaga jualannya.

    Terpilihnya JessnoLimit sebagai digital persona of the year mengelahkan bayu skak dan Deddy Corbuzer muncul dari maraknya game. dan di Asian Games 2018 infonya bakal ada cabor percobaan untuk eSport, game yg dilombakan juga dari konsol, PC dan mobile game. hal ini menunjukan bahwa level kompetitif di dunia game sudah muali dilirik, tidam hanya sekedar hiburan di waktu senggang.

    gimana kalian melihat perkembangan game dan eSport kedepannya, di Indonesia khususnya. apakah bakal jadi sesuatu yang serius , dilirik untuk buat pelatnas gitu misal?

    ketika game sudah masuk ke level kompetitif, banyak perlombaan, atau bahkan bisa masuk ke salah satu cabor di Asian Games. banyak yg nantinya menjadikan ini suatu mata pencaharian atau cita". jika kalian masih muda atau ketika kalian punya anak, apakah kalian mau terjun serius ke dunia eSport dan jadi atlit professional?
    Posted via Mobile Device

  2. #2
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    14,624
    Mentioned
    442 Post(s)
    Maen game di smartphone belom bisa dibilang gamer sih, kalo kata gamer garis keras
    Menurut saya di Indonesia eSport belum terlalu populer, meski dah ada berapa kali kompetisi game dan Indonesia kerap mengirimkan wakil-wakilnya. Saya sendiri masih rada bingung batasan eSport dan game ini cemana? Kompetisi Tekken itu apakah masuk eSport? Need for Speed atau Crash Team Racing apa juga masuk eSport? Atau model game sepakbola FIFA atau Winning Eleven itu yang masuk eSport?
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  3. #3
    pelanggan tetap thin.king's Avatar
    Join Date
    Jun 2013
    Posts
    800
    Mentioned
    59 Post(s)
    kayaknya semua game yang dimainkan secara kompetitif namanya eSport. tar tinggal genrenya yang terbagi" misal FPS : CS, CoD Racing game : NFS, CTR Fighting game : Tekken, Street Fighter dlsb.

  4. #4
    pelanggan tetap mobyokuzan's Avatar
    Join Date
    Jul 2012
    Posts
    1,889
    Mentioned
    53 Post(s)
    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    Maen game di smartphone belom bisa dibilang gamer sih, kalo kata gamer garis keras
    jaman sdh mulai berubah del, skrg banyak developer mengembangkan mobile game utk smartphone
    yg punya pc atau laptop canggih aja sampe dibelain pake nox player agar bisa maen mobile game di pc atau laptopnya.

    gw salah satu korbannya

    jadi atlit game hampir sama dgn atlit olahraga krn ada kompetisi, kalo mau bandingin sama seperti main catur
    menurut lu catur itu termasuk olahraga atau game ?
    toh nyatanya catur juga dijadikan kompetisi dan ada atlitnya juga

    "telling lies is sometimes acceptable,
    when the truth is too difficult to believe"

  5. The Following User Says Thank You to mobyokuzan For This Useful Post:

    noodles maniac (22-05-2018)

  6. #5
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    10,943
    Mentioned
    763 Post(s)
    Kok saya ga bisa bertahan lama main games ya?

    Di Korea kebanyakan niat jadi gamer banyak property yang dibeli utk mendukung hobbynya. Warnet games online juga tampaknya masih laku di sana. Beda di Indonesia. Abang pemilik warnet kawasan sini sudah beralih jadi ojol
    Posted via Mobile Device

  7. #6
    pelanggan tetap thin.king's Avatar
    Join Date
    Jun 2013
    Posts
    800
    Mentioned
    59 Post(s)
    Quote Originally Posted by etca View Post
    Kok saya ga bisa bertahan lama main games ya?

    Di Korea kebanyakan niat jadi gamer banyak property yang dibeli utk mendukung hobbynya. Warnet games online juga tampaknya masih laku di sana. Beda di Indonesia. Abang pemilik warnet kawasan sini sudah beralih jadi ojol
    Posted via Mobile Device
    di korea mah karena emang udah industri gamenya berkembang pesat, developer"nya banyak ciptain game" yg sukses di pasaran. atlit" eSportnya mendominasi juara dunia.

    disini kayaknya pasarnya banyak di mobile game, mungkin karena peminatnya juga bisa ditarget untuk semua kalangan.
    cuma modal smartphone low end udah bisa buat main game, ga perlu modal PC atau konsol yg jutaan. game" mobile buatan lokal juga banyak yang sukses.
    Posted via Mobile Device

  8. #7
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,330
    Mentioned
    201 Post(s)
    Untuk game kenapa saya kebayang udah kaya sapi perah ya, kita dipaksa untuk selalu mengeluarkan uang hanya untuk berbagai macam upgrade

    Kesannya untuk main 1 game, uang harus keluar terus

    Udah lama gak main game, kalaupun suatu saat memutuskan main game lagi, mungkin saya bakal fokus ke handheld, bukan smartphone
    Minamoto Sakura: "I want to be Idol!"
    Nanami Touko: "I want to kiss Yuu..."

    Kamoi Tsubame: "I want to marry Ojousama."

    Orcbolg: "...Where's Goblin?"


  9. #8
    pelanggan tetap mobyokuzan's Avatar
    Join Date
    Jul 2012
    Posts
    1,889
    Mentioned
    53 Post(s)
    gw bisa maklum knp lu beranggapan demikian, mungkin ini karena pengalaman buruk bermain pokemon go dikala itu
    cuma kongsur satu2nya user km yg bermain pokemon go disaat yg lain sudah pada pensiun, skrg gmn kabarnya, masih main kaga nih ? @surjadi05

    kalo diibaratin sapi perah kok sepertinya kurang tepat yah, krn player disini bisa memilih mau free2play atau pay2play.

    ga semua game dismartphone itu berbayar kok, meskipun bermain gratis pun kita masih bisa menikmati dan berkompetisi dgn yg bayar

    "telling lies is sometimes acceptable,
    when the truth is too difficult to believe"

  10. #9
    pelanggan tetap thin.king's Avatar
    Join Date
    Jun 2013
    Posts
    800
    Mentioned
    59 Post(s)
    untuk game" mobile free to play terutama keluaran Asia emang kerasa banget kayak sapi perah. player diberi pilihan item mall, cosmetic yg nambah stat, stat upgrade, VIP membership dkk. tapi toh tetap laris, developer emang butuh uang sih, dan itu salah satu cara mereka biar bisa bertahan hidup. diantara system" tersebut yg paling buruk kayaknya yg sering dipakai distributor game Indonesia "sistem sewa senjata".

    btw belum ada yg jawab pertanyaannya, kalau kalian masih muda atau anak kalian nanti mau jadi atlit eSport setuju ga?

  11. #10
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    14,624
    Mentioned
    442 Post(s)
    Jadi atlet esport bukan berarti menjadikannya pekerjaan utama ya, saya sih ok ok aja

    - - - Updated - - -

    Game somehow sudah menjadi industri komersial yang menjanjikan, emang sih ada yang berbayar ada yang enggak. Cuma seringkali bangsatnya, fitur yang lebih lengkap itu harus bayar lagi . Disitulah saya merasa males

    Coba bandingkan dengan game konsol atau game PC, cukup sekali aja beli/bayarnya di awal kan. CMIIW
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  12. #11
    pelanggan tetap thin.king's Avatar
    Join Date
    Jun 2013
    Posts
    800
    Mentioned
    59 Post(s)
    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    Jadi atlet esport bukan berarti menjadikannya pekerjaan utama ya, saya sih ok ok aja
    kalo itungan atlit bukannya udah jadi main job ya, ibarat atlit sepakbola tiap hari kerjaannya ya latihan bola buat ngejaga peak performance.

    kalo diluar, atlit" eSport yang dibawah naungan klub" besar ya kerjaannya latihan. tiap hari main game, kontrak streaming chanel, beberapa malah punya camp dan dibawah pengawasan manager. btw recently klub bola PSG invest ke LGDgaming. jadi tiap LGDgaming ikut tourney ya seragamnya PSG. gw nunggu MU atau RM ikut invest juga


  13. The Following User Says Thank You to thin.king For This Useful Post:

    noodles maniac (23-05-2018)

  14. #12
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    14,624
    Mentioned
    442 Post(s)
    Whoaaa saya malah baru tau sampe segitunya
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  15. #13
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    10,943
    Mentioned
    763 Post(s)
    Anak KM bukannya dulu ada yang sampe ikutan tournament Point Blank ya? jaman masih era di KG sih.

    Untuk kalangan gamers yak mereka rela keluarin duit buat upgrade fitur ini itu.
    Namanya juga hobby, hobby memang sering kali jadi tidak realitis

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •