Page 3 of 10 FirstFirst 12345 ... LastLast
Results 41 to 60 of 188

Thread: Freeport

  1. #41
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    @Mbak Mbok

    Karena nasi sudah menjadi bubur, biarkan si pembuat bubur melanjutkan sampai jadi bubur Manado yang lezat. Kalo juru masaknya ganti takutnya nanti jadinya dodol.

    Menurutku harganya terlalu mahal kalo sampai penambangan di Grasberg ndak dilanjutkan atau terputus. Tambang terbuka di Grasberg diperkirakan akan berakhir 2017 setelah cadangan di permukaan habis. Setelah itu akan berlanjut dengan sistem tambang bawah tanah gede2an dengan rencana akan ada 400an lorong tambang dengan total panjangnya 1000 km. Ini bukan proyek main2. Nasionalis sih nasionalis, tapi saya memang bukan orang idealis. Saya orang pragmatis, yang penting jangan sampai jadi orang oportunis aja hehe...

    Sekarang tinggal bagaimana itu semua bisa dilaksanakan dengan baik kedepannya dan yang terpenting dengan cara2 “bersih”, ndak ada lagi cerita2 kongkalingkong dan segala macam pesta bancakan baik dari pihak Freeport maupun penguasa pribumi.

    Saya semalam begadang bukan karena nulisnya lama, tapi mikirnya yang lama, bingung apa yang mesti saya tulis. Udah coret2 panjang di HP dihapus lagi coba cari angle lain, udah tulis lagi panjang2 malah jadinya ngambang ke-mana2, akhirnya saya tinggal ngudut n ngupi aja, soale kalo gitaran ntar malah bisa ditimpuk tetangga karena udah malem. Sampai akhirnya “turun wangsit” agar saya fokus nulis tentang periode 1983-1991.

    Itu sangat relevan dengan periode saat ini (2015-2021) dimana sedang dilakukan renegosiasi kontrak Freeport, jangan sampai apa yang terjadi pada 1983-1991 terulang kembali pada periode 2015-2021. Tapi saya optmisitis karena setidaknya sudah ada satu indikator yang membedakannya, yaitu kalau dulu adalah “kasak-kusuk” di era tertutup sedangkan sekarang “renegosiasi” di era keterbukaan.

    Indikasi positif lainnya, kalo pada posting sebelumnya saya ada sebut kata “kebodohan” tetapi sekarang saya percaya bahwa bangsa kita sudah banyak orang pintar sehingga kemungkinan untuk dibodohi lagi oleh Freeport menjadi lebih kecil. Hanya satu hal yang masih membuat saya was2 yaitu masalah “kerakusan”, soale “pintar dan rakus” itu justru lebih berbahaya dibandingkan dengan “bodoh dan rakus”. Cuma was2 lho, tapi saya tetap optimistis kok periode 2015-2021 ini akan jauh lebih baik dibandingkan 1983-1991.

    Itulah alasan saya kenapa, setidaknya sampai saat ini, tidak menginginkan FCX hengkang dari Indonesia.

    Tapiiii, ada tapinya lho mbak Mbok.

    Apa yang barusan saya sampaikan di atas itu dalam konteks PTFI dan tambang Grasberg.

    Lalu bagaimana dengan KK milik PT IEM dan NBM, anak perusahaan FCX yang lain? Tendang aja secepatnya! Lebih cepat lebih baik. Biarlah keduanya kege-eran menolak renegosiasi kontrak mereka. Lha emangnya yang mau renegosiasi itu sopo? Wedhus! Belagu amat!

    Lagian ngapain juga pemerintah pake minta renegosiasi segala? Atas nama hukum, putusin aja sekarang juga tuh kontrak. Itu sah demi hukum.

    Kontrak pertambangan itu ada aturannya, ada tahap2anya, dan ada batas2nya. Tahap eksplorasi itu dibatasi selama 10 tahun, setelah itu pemegang kontrak harus memutuskan apakan mau mengembangkan wilayah tersebut atau tidak. Kalau tidak ya segera kembalikan ke pemerintah sebagai pemilik lahan, atau kalau iya ya segera dikembangkan, segera lakukan pekerjaan konstruksi lalu dilanjutkan dengan produksi.

    Lha ini IEM pegang KK sejak Agustus 1994 sampai sekarang (21 tahun) masih tahap eksplorasi, sementara NBM sudah teken kontrak Desember 1991 sampai sekarang (24 tahun) baru tahap studi kelayakan?! Lalu apa yang diharapkan oleh pemerintah dari mereka? Pemerintah mau tunggu apa lagi?! HhhhHHHhhhh...!

    *jadiberasamudalaginih

    @Kong Sur
    Malam ini saya ndak mau disuruh begadang lagi. Lain kali aja yaa... *padahalsebenarnyasayadahgemespenginkomensoalsmelt er

    @Neo
    Yap, masalah blok Cepu memang ndak kalah menarik dengan persoalan Freeport. Tapi menurutku saat ini masalahnya saya anggap sudah settled, jadi ndak perlu dibahas lagi. *daripadasayandaktidursampaipagi

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  2. #42
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,892
    Sekarang lagi rame2 tuh ketua dpr sama menteri esdm

  3. #43
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,337
    Yup itu yg gw bilang, mentri esdm ss bilang ada dpr yg nyatut2 nama jokowi -jk, katanya pres minta pembagian saham 20%, kemudian rr bilang jangan asbun, nah setelah ss melaporkan ke dk dpr baru mingkem, padahal kemaren dia ribut2 ada beking linus di pelindo, tapi ga berani nyebut nama
    JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said turut menyerahkan bukti berupa transkrip percakapan saat melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan.

    Sudirman melaporkan Novanto atas tuduhan meminta saham ke PT Freeport Indonesia dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    Transkrip percakapan tersebut adalah pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, seorang pengusaha, dan seorang petinggi Freeport.

    Namun, Wakil Ketua MKD Junimart enggan mengungkapkan hal yang dibicarakan dalam transkrip tersebut karena menyangkut materi.

    "Transkripnya ada tiga halaman," kata Junimart di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2015).

    Namun, Junimart menilai transkrip tersebut belum cukup untuk lolos proses verifikasi. MKD meminta Sudirman segera memberikan rekaman asli percakapan tersebut.

    "Kalau transkrip kan bisa saja dipotong-potong, atau malah bisa dibuat-buat," ucap politisi PDI-P ini.

    Menurut Junimart, Sudirman Said pun menyanggupi untuk menyerahkan rekaman asli percakapan tersebut.

    Rekaman akan segera diserahkan dalam waktu dekat melalui Sekjen dan Biro Hukum Kementerian ESDM.

    Sesuai tata beracara MKD, rekaman itu harus diserahkan paling lambat 14 hari setelah laporan dilakukan.

    "Kalau lebih cepat dari 14 hari lebih bagus," ucap Junimart.

    Sudirman menyebut nama Setya Novanto sebagai pihak yang dilaporkan ke MKD dalam wawancara di sebuah stasiun televisi.

    (Baca: Menteri ESDM Akui Politisi Pencatut Nama Jokowi adalah Setya Novanto)

    Sudirman mengatakan, pada pertemuan ketiga, politisi dan pengusaha itu meminta saham sebesar 11 persen untuk Presiden dan 9 persen untuk Wapres demi memuluskan renegosiasi perpanjangan kontrak PT Freeport.

    (Baca: "Politisi Kuat" Minta Saham 20 Persen ke Freeport untuk Presiden dan Wapres)

    Saat ini juga beredar transkrip sebanyak tiga halaman yang diterima kalangan media. Sejumlah inisial disebut sebagai pihak yang bertemu, di antaranya SN.

    Selain itu, transkrip juga menyebut sejumlah nama tokoh pemerintahan dalam perbincangan.

    Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi apakah transkrip itu sama dengan yang diserahkan ke MKD.
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  4. #44
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Mungkin karena pernah ketemu Trump trus merasa udah hebat dan mau coba ngatur2 si Mofett yang dia pikir levelnya masih dibawah Trump. *padahalwaktuketemutrumpekspresimukanyasepertiseor angkacungketemujuragan

    Kasak-kusuk seperti itulah yang mesti terus diawasi agar kejadian di periode 1983-1991 ndak terulang lagi di periode ini (2015-2021).

    ::
    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  5. #45
    pelanggan setia neofio's Avatar
    Join Date
    Dec 2013
    Posts
    2,661
    d grassberg cadangan mineralnya bnyk amat ya...

    sampai kdalam brpa km msh trsedia bijih mineral?

  6. #46
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,337
    JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga pertemuan antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha minyak Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin menimbulkan polemik. Pertemuan Novanto dan Riza itu salah satunya diduga membicarakan permintaan saham ke PT Freeport dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    Saat ditemui di kediamannya, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (18/11/2015) malam, Setya Novanto menjelaskan kronologi ketiga pertemuan itu:

    1. Pertemuan pertama, 27 April 2015

    Menurut Novanto, pertemuan pertama ini berlangsung di ruang kerjanya, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Sekitar pukul 14.00 WIB, Maroef datang menemui Novanto dan meminta tolong agar kontrak PT Freeport bisa diperpanjang sampai 2041.

    Jika diperpanjang, PT Freeport bersedia membangun smelter sebagai imbalannya. Smelter tidak akan dibangun Papua, namun di Gresik yang persiapannya sudah matang. Sebaliknya, jika tak segera diperpanjang, Maroef mengancam akan ada sanksi arbitrase internasional bagi Indonesia pada Juli 2016.

    Tak lama setelah pertemuan tersebut, Novanto bertemu Jokowi. Novanto pun menyampaikan keinginan Maroef. Namun, Presiden secara tegas menyatakan tidak akan membicarakan perpanjangan kontrak sampai 2019. Sebab, kontrak Freeport baru habis pada 2021.

    "Presiden itu secara tegas menyampaikan apapun yang dilakukan terkait PT Freeport harus sesuai dengan undang-undang dan sesuai kepentingan bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Papua," ujar Novanto.

    2. Pertemuan kedua, 13 Mei 2015

    Setelah mendapatkan penjelasan dari Presiden, akhirnya Novanto dan Maroef melakukan pertemuan kedua di sebuah hotel di kawasan Pacific Place, Jakarta, pukul 17.00 WIB. Namun, karena sudah ada kecurigaan kepada Maroef, khususnya terkait dengan ancaman Arbitrase Internasional, akhirnya Novanto pun memutuskan untuk mengajak Riza.

    Pada intinya, Novanto mengaku menyampaikan apa yang dsampaikan Presiden dalam pertemuan sebelumnya, bahwa kontrak belum bisa diperpanjang sebelum 2019. Kontrak juga harus diubah agar menguntungkan masyarakat Indonesia, khususnya Papua.

    "Saya tidak pernah mencatut karena Presiden dan Wakil Presiden itu lambang negara yang harus dihormati dan dijaga," ujar Novanto.

    Mendengar penjelasan Novanto, Maroef tak terima. Dia menegaskan lagi ancamannya soal arbitrase internasional pada Juli 2016.

    3. Pertemuan ketiga, 8 Juni 2015

    Maroef tak puas dengan pertemuan kedua dan kembali mengajak Novanto bertemu. Pertemuan kembali dilakukan di hotel yang sama dengan lokasi pertemuan kedua, pukul 16.00 WIB. Maroef masih berupaya melobi Novanto agar membantu memuluskan renegosiasi kontrak hingga 2041.

    Novanto menyanggupi karena masih penasaran dengan ancaman arbitrase internasional. Dia kembali mengajak Riza dalam pertemuan ketiga ini.

    "Kita mempertanyakan masalah arbitrase itu ya. Padahal itu yang harus kita selesaikan. Ya sudah kita ketemu lagi deh," ucap Novanto.

    Dalam pertemuan ini lah, pembicaraan direkam. Rekaman itu kemudian dijadikan bukti oleh Menteri ESDM Sudirman Said untuk melapor ke Mahkamah Kehormatan Dewan. Novanto dan Riza dituduh meminta saham ke PT Freeport dengan menggunakan nama Jokowi-JK. Novanto pun membantah tuduhan itu.

    Dia tidak menyangkal ada pembicaraan soal saham dalam pertemuan ketiga ini. Namun, saham yang dimaksud adalah berupa divestasi dari Freeport untuk negara. Novanto juga menilai, rekaman yang beredar di media sosial tidak utuh.

    "Jadi, enggak saham kan. Divestasi saja. Di pikirannya itu kan diberikan ke BUMD kan bisa. Jadi, sebenarnya di situ," kata Politisi Partai Golkar ini.

    Pertemuan ketiga itu tak juga menghasilkan titik temu. Novanto tetap memegang prinsip Jokowi bahwa perpanjangan kontrak baru dibahas 2019 dan tak akan ada bantuan untuk mempercepat itu.

    ---------- Post Merged at 12:23 PM ----------

    Kok gw merasa alasan adanya pengadilan internasional semacam pepesan kosong ya, emang sebodoh apa sih orang indo
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  7. #47
    pelanggan setia neofio's Avatar
    Join Date
    Dec 2013
    Posts
    2,661
    novanto ini ketua dpr merangkap makelar proyek?

  8. #48
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,892
    RR malah bilang... dua2nya pemain sandiwara... wah.. ribet kok..

  9. #49
    pelanggan setia neofio's Avatar
    Join Date
    Dec 2013
    Posts
    2,661
    kong sur
    pengadilan internasional/arbitrase d papua, yg gimna?

  10. #50
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,337
    Kagalah neon, maksdnya pengadilan arbitrase di luar negri, di indo juga ada tapi namanya badan artibtrase nasional, banyak tempatnya di asia aja yg terkenal hong kong, singapore, china jepang, kalo di dunia yg terkenal france, london, sama new york, dll
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  11. #51
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,337
    Quote Originally Posted by neofio View Post
    kong sur
    pengadilan internasional/arbitrase d papua, yg gimna?
    Oo yg gimana? Tebakan saya palingan pelanggaran kontrak tapi itu yg konyol dalam kontrak jelas 2019 baru di bahas, gimana mau nuntutnya sekarang atau tahun depan ::
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  12. #52
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Ah itu cuman SN aja yang lagi coba2 cari celah buat ngeles. Lagipula kalo pun toh misalnya benar MS “mengancam” mau bawa persoalannya ke badan arbitrase internasional terus materi tuntutannya apa? Jelas meng-ada2.

    Dan kalo sampai SN menganggap serius (katanya “penasaran”) ancaman tsb menurutku karena “bodohnya” SN aja. Lagipula kalo memang pertemuan ke-3 itu terjadi karena SN “penasaran” lalu kenapa persoalan “arbitrase” ini malah ndak disinggung sama sekali dalam materi pertemuan (entah kalo transkrip yang beredar memang ndak utuh)? Tapi karena saya menganggap SN adalah orang pintar, sama sekali ndak bodoh, maka menurutku klarifikasi SN tsb cuma “jurus ubur2 kepepet”, pokoke segala alasan dan celah di-cari2 supaya bisa lolos dari kasus ini.

    ---------- Post Merged at 07:07 PM ----------

    BTW...

    Dari sisi pandang tertentu saya sebenarnya setuju dengan pernyataan RR bahwa memang sedang terjadi “sinetron” dalam persoalan ini, tapi saya ndak setuju kalo dikatakan “pemain sinetronnya”, untuk saat ini, adalah Freeport (pemain ke-1 yang diperankan oleh MS) dan pemerintah (pemain ke-2 yang dimainkan oleh SS). Dan “sinetron” itupun baru muncul ketika ada “pemain ke-3” yang coba mau ikut campur (diperankan oleh SN). Dan lucunya, sekarang pemainnya malah tambah satu lagi (pemain ke-4) yang sedang coba diperankan oleh emmm... RR. Jadi runyam kan?

    Perlu digarisbawahi, renegosiasi kontrak Freeport itu sejatinya tujuannya untuk mengamandemen kontrak (KK) yang sekarang untuk menyesuaikan dengan UU Minerba 2009, dus tidak ada hubungannya dengan masalah perpanjangan kontrak (pasca 2021). Dalam perjalannya proses ini menjadi ruwet ketika, menurutku, Freeport coba memainkan isu perpanjangan kontrak masuk ke materi renegosiasi, yang intinya kurang lebih bahwa “Freeport mau melakukan renegosiasi untuk mengamandemen kontrak yang sekarang asalkan ada jaminan kontrak mereka akan diperpanjang.” Dan semua pihak pun, baik pemerintah maupun pihak ketiga (masyarakat, pengamat, makelar proyek, dll) kemakan oleh isu perpanjangan kontrak ini.

    So, bagi saya, selama pemerintah cq SS tidak mengeluarkan keputusan vital soal perpanjangan kontrak ini (baik diputus ataupun diperpanjang) menurutku pemernintah masih on the right track. Dan Jokowi pun cukup lihai dengan selalu menyatakan “pokoke urusan perpanjangan kontrak Freeport tunggu 2019”.

    Jadi marilah kita sebagai penonton sama2 menikmati “sinetron berseri” ini sampai rampung di 2019. Ntar juga bakalan ketahuan kok mana peran protagonis, mana peran antagonis, dan mana peran penggembira. Dan itu bisa muncul dari kubu manapun.

    Saya pribadi sebenarnya lebih concerned dengan isu masalah amandemen kontrak pertambangan, baik KK (mineral) maupun PKP2B (batubara). Dari total 35 kontrak pertambangan yang harus diselesaikan (amandemen) oleh pemerintah sampai deadline terakhir bulan lalu (Oktober 2015) sampai detik ini baru SATU kontrak yang terselesaikan. Lalu bagaimana dengan yang 34? Punya siapa aja tuh? Ehemmm!

    Duh bangsaku, paling gampang banget lupa dan selalu dengan gampangnya bisa kemakan oleh “pengalihan isu”!

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  13. #53
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,337
    Makanya saya bilang apa dianggap orang indo bodoh semua pake alasan ancaman artibtrase internazional, alasan makin aneh aja, si rr lama2 kok kayak fa yah gw liat, bukannya kerja, nyap nyap mulu bukan "wilayah" dia lagi
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  14. #54
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,892
    2 pemeran itu kayaknya maksud RR adalah SN dan SS.

  15. #55
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,892
    Tidak diperpanjang kontrak freeport. Knp gw merasa impossible yak..

  16. #56
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,337
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    2 pemeran itu kayaknya maksud RR adalah SN dan SS.
    Well setidaknya ss lebih berani dari rr, rr cuma teriak2 doank gw tahu ada yg beking linus, ketika ditanya nama mingkem, si ss malah berani lapor mkd,dan nyebut nama ::
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  17. #57
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,892
    Karena RR tau, ini adalah sinetron dua mafia di mana yang satu mafia kroco, ketua dpr, dan mafia besar di mana freeport ada di dalamnya. Feeling gw, rr diangkat jokowi jadi menko kemaritiman DAN SUMBER DAYA adalah manuver jokowi untuk melawan mafia besar tsb.

    Serunya, geng SN keknya ga akan tinggal diam, dan bisa balas membalas dgn mafia2 itu. Seperti fadli zon cs yg ud bawa2 surat dari ss ke freeport... Mgk kondisi sekarang cukup baik bagi pemberantasan mafia.. biarkan mafia2 berkelahi.
    Last edited by ndableg; 20-11-2015 at 03:53 AM.

  18. #58
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    Makanya saya bilang apa dianggap orang indo bodoh semua pake alasan ancaman artibtrase internazional, alasan makin aneh aja, si rr lama2 kok kayak fa yah gw liat, bukannya kerja, nyap nyap mulu bukan "wilayah" dia lagi
    Lhoh bukannya itu memang masuk “wilayah” RR? Bukankah RR (mestinya) membawahi empat kementerian termasuk ESDM? CMIIW.

    Tapi saya sebenarnya suka kok dengan “kepretan2” yang sering dilontarkan oleh RR. Tetapi ketika hal itu udah mulai menyerempet bawa2 “persoalan pribadi”, setidaknya ini berdasarkan sinyalemen saya sendiri, saya pun jadinya enegh (baca: MUAK) juga. Ndak perlu saya ungkit2 persoalan lama lah (sejak era Gus Dur) orang2 pun udah tahu kok seperti apa hubungan antara RR dengan JK. Dan kebetulan SS ini kan banyak disinyalir sebagai “orangnya JK".

    Tapi sangat2 ndak etis lah menurutku “perseteruan lama” tsb di-bawa2 ketika mereka sama2 duduk di pemerintahan seperti saat ini. Ini mestinya tugas pak bos (Jokowi) untuk menyelesaikannya, minimal meredamnya.

    BTW saya malah jadi inget “management by conflct” yang dulu berhasil diterapkan oleh Suharto terhadap pembantu2nya sehingga membuatnya menjadi sangat powerful karena setiap kali ada pembantunya yang terlalu menonjol akan dengan mudahnya dia benturkan dengan pembantu2nya yang lain untuk menjatuhkan. No...no..., saya sangat percaya bahwa Jokowi tidak sedang melakukan itu karena menurutku karakter Jokowi memang ndak seperti itu, cuma entah kenapa saya tiba2 jadi keingetan aja.

    ---------- Post Merged at 04:34 PM ----------

    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    2 pemeran itu kayaknya maksud RR adalah SN dan SS.
    Betul, tapi justru disitulah saya melihat RR pun sedang bermain “sinetron”. Menurutku, sasaran RR bukanlah SS melainkan JK. Dan kalo saya “tafsirkan” lebih jauh lagi menurutku sebenarnya yang dimaksud RR bukan “kubu SN vs kubu SS” melainkan “dua kubu di tubuh ‘pohon beringin’”.

    Ada tiga kejadian penting yang perlu dicatat pasca pelaporan ke MKD yaitu (1) SN langsung sowan ke JK untuk “klarifikasi”, (2) JK melontarkan wacana untuk “menyidang” SN secara internal di Golkar, dan (3) JK akan membawa kasus SN ke jalur hukum.

    Tentu tiga hal tsb ndak akan luput dari perhatian RR dan, dugaanku, akan menjadi sarasan empuk buat RR melakukan “kepretan” berikutnya. Kita lihat dan tunggu aja.

    ---------- Post Merged at 04:39 PM ----------

    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Tidak diperpanjang kontrak freeport. Knp gw merasa impossible yak..
    Pernyataan LP dlm video tsb agak “mengacaukan” analisis (amatiran lho) saya. Setahuku dia termasuk ada di “lingkaran JK”, setidaknya LP pernah “banyak dibantu” (terkait dengan SDA) oleh JK saat menjabat Wapres dan ketum Golkar. Apakah LP juga sedang bermain “sinetron” juga? Atau dia memang tidak tahu “kisah sinetron” yang sedang terjadi? Note: Saat SS melaporkan SN ke MKD, LP sedang tidak ada di Jakarta (di LN?).

    ---------- Post Merged at 04:52 PM ----------

    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Karena RR tau, ini adalah sinetron dua mafia di mana yang satu mafia kroco, ketua dpr, dan mafia besar di mana freeport ada di dalamnya. Feeling gw, rr diangkat jokowi jadi menko kemaritiman DAN SUMBER DAYA adalah manuver jokowi untuk melawan mafia besar tsb.
    Analisis menarik, tapi saya ndak sampai punya pemikiran ke arah itu. Tapi kalau itu benar, ya hati2 aja. Menurutku model "management by conflict" seperti itu bukanlah bentuk "good governance" dalam sebuah pemerintahan.

    Serunya, geng SN keknya ga akan tinggal diam, dan bisa balas membalas dgn mafia2 itu. Seperti fadli zon cs yg ud bawa2 surat dari ss ke freeport... Mgk kondisi sekarang cukup baik bagi pemberantasan mafia.. biarkan mafia2 berkelahi.
    Kalo (analisis) ini saya setuju, baik itu SS maupun RC (pengusaha yang dibawa SN) dulu dua2nya pernah diisukan sebagai bagian dari “mafia (migas)”. Seiring berjalannya waktu SS akhirnya berhasil “membersihkan namanya” dengan pembubaran Petral dimana RC disinyalir sebagai otak dari “mafia Petral” tsb.

    Dus sekarang sebenarnya yang sedang “diuji” adalah SS, benarkah dia memang “bersih” atau sebenarnya justru bagian dari sebuah “mafia” seperti yang dulu pernah ramai “dituduhkan” kepada dirinya? Ini bagi saya masih “abu2” dan suratnya yang ditujukan ke Freeport (yang sekarang dijadikan senjata oleh FZ) menurutku belum membuktikan apa2. (Note: Dulu di akhir pemerintahannya SBY pun pernah memberikan “lampu hijau” soal perpanjangan kontrak Freeport yang waktu itu langsung mendapat kecaman dari berbagai pihak.) Disini menurutku Jokowi sudah pegang kunci soal SS ini, kalo surat tsb dibuat tanpa sepengetahuan (ijin) darinya maka jelas SS bisa terindikasi ikut “bermain” dalam kasus ini, tapi kalo memang surat itu dibuat sepengetahuan Jokowi tentu masalahnya kembali abu2 lagi.

    Tapi kalo memang seandainya benar SS sedang “bermain” lalu siapakah yang ada di belakang SS? JK kah? Ini akan jadi semakin seru cerita “sinetron” nya.

    *duhkoksayajadiikutanberteorikonspirasiyak
    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  19. #59
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Sekedar selingan untuk “mengalihkan isu” persoalan di Freeport ini, juga sekaligus sedikit koreksi angka yang pernah saya tulis di kutipan berikut (maklum nulisnya seingatnya aja jadi angkanya agak ngawur).

    Quote Originally Posted by 234 View Post
    Saya pribadi sebenarnya lebih concerned dengan isu masalah amandemen kontrak pertambangan, baik KK (mineral) maupun PKP2B (batubara). Dari total 35 kontrak pertambangan yang harus diselesaikan (amandemen) oleh pemerintah sampai deadline terakhir bulan lalu (Oktober 2015) sampai detik ini baru SATU kontrak yang terselesaikan. Lalu bagaimana dengan yang 34? Punya siapa aja tuh? Ehemmm!
    Dan dibawah ini adalah koreksi angkanya yang saya kutip dari sumber http://pemeriksaanpajak.com/2015/10/...elar-november/

    Amandemen Kontrak Baru Kelar November
    By Stellozorani on 30 Oktober 2015

    JAKARTA. Target Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelesaikan renegosiasi Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) pada Oktober 2015 gagal terpenuhi. Sebab, proses renegosiasi pada 33 KK dan 63 PKP2B berjalan alot. Alhasil, kini baru ada 1 KK dan 10 PKP2B yang sudah meneken amandemen kontrak.

    Dst...
    Dengan mencuatnya kasus SN dalam persoalan Freeport saya memprediksi untuk sementara waktu tidak akan ada lagi “pemburu rente” yang berani masuk mengutak-atik persoalan kontrak Freeport lagi. Untuk sementara waktu mereka tentu akan “tiarap”.

    Tapi bagaimana dengan 31 KK dan 63 PKP2B yang lain? Ribut2 kasus Freeport yang terjadi saat ini mengindikasikan bahwa proses renegosiasi kontrak pertambangan ini memang rawan disusupi para “mafia dan pemburu rente”. Ini yang mesti terus dipantau karena kemungkinan besar, menurutku, mereka (para pemburu rente) akan (bahkan mungkin sudah) mengalihkan sasaran ke kontrak2 yang lain tsb. Ndak peduli dari eksekutif, legislatif, pengusaha, pengamat, lokal maupun nasional, kalo macem2 ya kepret aja!

    Mata dan telinga KPK mesti lebih awas lagi nih.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  20. #60
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,337
    Tahu yah, mungkin karna gw udah antipati ama rr duluan jadi sangat prejudice
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

Page 3 of 10 FirstFirst 12345 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •