Page 1 of 4 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 72

Thread: Birokrasi BPJS

  1. #1
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,765
    Mentioned
    177 Post(s)

    Birokrasi BPJS

    Sengaja ini bikin di Obrolan santai aja, biar gak serius amat.
    Sebenernya udah mau bikin tulisan ini sik dari tahun lalu, cuma setelah banyak 'korban' bertebaran, saya jadi makin on fire supaya tulisan ini di baca ama orang banyak.

    Saya kecewa banget sama pelayanan BPJS, yang sumpeh ribet dan dibikin seakan-akan orang sakit ya gak harus sehat.

    Emang manusia banyak banget populasinya di Jakarta, tapi please be serious when u want to help them.

    Pertama, saya bukan peserta BPJS. Saya adalah orang yang kebetulan beberapa kali kenal dengan beberapa orang yang menggunakan jasa BPJS.

    Kedua, setiap liat birokrasi BPJS, saya selama ini cukup gemest... pengen kasih ceramah. Tapi di tahan, takut di kira sok pinter. Seorang yang deket sama saya di kira sakit sirosis, itu dokter gampang banget ngasih diagnosis sirosis.
    Padahal saya aja yang bukan lulusan kedokteran tau kalo sirosis gak mungkin di derita sama orang umur 27 tahun. Untung saya gak sempet ketemu dokternya, kalo gak udah saya tanyain abis-abisan. oh iya saya tau dia diagnosis sirosis berdasarkan ceritanya.
    Sampe saat saya bilang ke @yanwok, untuk cari second opinion lain.. dan bener aja.. ternyata dia bukan sakit sirosis.
    Melainkan sakit autoimune, dan berbuah kanker kelenjar getah bening.
    Saya kecewa banget sama dokter di Budi Asih, yang gak bertanggung jawab. Karna sampe sekarang diagnosis masih ada.
    Apa hal sesepele kaya gitu dia gak ngerti? atau dokternya di kasih yang baru belajar?
    Saya gak asal komentar, karna untuk mengetahui diagnosis lain, saya sama dia ke RSCM dan nanya lagi sama dokter spesialis... dan dokter spesialis yang kebetulan pakai BPJS ini... super belajar. Mikirnya panjang banget mau ngasih analisa, maksud saya itu hasil USG, periksa darah... udah lengkap.
    Masa iya orang yang udah jelas keadaannya semakin memburuk, di suruh pulang gitu aja?
    Dari cara dia ngejawab pertanyaan saya aja dia kewalahan, masa diagnosa dia malah @yanwok sakit malaria.
    Saya udah bilang ini dari hasil pemeriksaan sakit kanker, dan dokternya masih bilang harus periksa ini itu, tunggu rujukan BPJS aja supaya nanti bisa lebih murah. *mendadak terlintas raut muka dokternya yang usep jidat*
    Huft... akhirnya 3 hari kemudian dia sekarat, dan seperti yang kalian tau.. Dia akhirnya meninggal

    Ketiga, ini surat rujukan pakai expired segala. orang udah keadaan gawat darurat loh.
    Masa iya masih acara 'jual mahal'. Nyawa manusia masih dimainin.

    Keempat, kasus tante saya yang sakit dan di kasih rujukan BPJS juga. Di awal saya ngerasa 'lucu' kenapa dokter-dokter ini malah nelpon dokter di rumah sakit swasta. FYI saya tau dokternya siapa aja.
    Apa aja yang dikerjain sama dokter muda ini? emang jaman udah canggih, ada BB, Samsung, Sony, Apple.
    Tapi please deh, di baca itu buku yang bener. Minimal tau dirilah kalo dokter ya belajar.
    Masa dikit dikit nanya, nelpon dokter lain.
    In the end sodara saya meninggal gitu, karna gagal jantung.

    If u were in her/his position, would u still trust BPJS for serious illness?
    ... to be honest.. kalo liat BPJS ya... saya liat umur sepertinya di tangan dokter.... dan pemerintah.


    Dan kalo boleh jujur nih, orang-orang yang saya kenal baik bisa sehat meski ada beberapa penyakit itu yang ke dokter swasta. (baca: bayar mahal). Dan mereka bukan hanya bayar mahal aja, tapi ada beberapa faktor seperti kenalan yang tau mana dokter yang bagus. Selain itu penanganan yang cepat karna emang punya uang.
    Beda halnya dengan BPJS yang sebentar-bentar harus nunggu ini itu.

    Saya nulis ini untuk pemerintah dan dokter muda yang ada di luar sana. Kalian itu bertanggung jawab atas nyawa manusia. Bukan nyawa hewan.
    Kalau kalian mengaku bisa menangani ya udah tangani dengan bener. Pas harus belajar ya belajar yang bener, bukan malah main BB, selfie, ketawa ketiwi gak jelas.

  2. #2
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,065
    Mentioned
    378 Post(s)
    First my condolences seren, err karna belum tahu benar cara "kerja" bpjs, jadi ga bisa kasih komen, jadi yah paling cuma bisa soal dokternya, emang beda kok perlakuan yg pake bpjs sama kita bayar sendiri, mungkin karna bayaran yg diterima rs dari bpjs dan dari kocek sendiri, harusnya bpjs itu sudah kayak asuransi swasta yg laen, padahal untung pt jamsostek gila2an, kalo mau nyalahin, harusnya ke pemerintah
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  3. #3
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,093
    Mentioned
    245 Post(s)
    yes... sepokat...

    meski disisi lain saya punya bpjs karena otomatis jadi pegawai negeri, saya juga gak harus bayar mahal waktu saya kecelakaan meski akhirnya mal praktek karena dokternya eh co ass nya gak bisa jahit kulit kepala yang katanya sangat mudah karena langsung ketemu tulang, atau saya gak harus bayar sama sekali waktu bapak opname meski bapak cuma diinfus dan dikasih antibiotik tanpa diuap atau dikasih penjelasan yang jelas..

    tapi ya... saya juga skeptis ama kinerja dokter2 sekarang yang bisanya cuma nyontek obat dari referensi dokter lama tanpa mempelajari penyakitnya sendiri....

  4. #4
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,667
    Mentioned
    172 Post(s)
    Ini yang dikomplen kinerja BJPS apa kinerja dokter zaman sekarang?
    #mohonpenjelasan
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  5. The Following User Says Thank You to tuscany For This Useful Post:

    ndableg (08-11-2014)

  6. #5
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,543
    Mentioned
    251 Post(s)
    iya, ini kayaknya bahas malpraktek dokter. kukira birokrasi pelayanan bojs, misal daftarnya, proses nebus obat dll.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  7. #6
    pelanggan setia porcupine's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Bintan
    Posts
    4,132
    Mentioned
    128 Post(s)
    Iya, kayaknya itu lebih ke kualitas dokter deh.

    Ibu gw udah 5x opname tahun ini ayah gw 1x, kalo ngga ada Askes/BPJS udah bangkrut kali

    Asal ngikutin prosedurnya, lancara kok proses nya. Plus, tetep musti nyari 2nd opinion yah (Nah yang ini yang ngga ditanggung n musti bayar)
    ~Radio Kopimaya~

  8. #7
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,765
    Mentioned
    177 Post(s)
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Ini yang dikomplen kinerja BJPS apa kinerja dokter zaman sekarang?
    #mohonpenjelasan
    Maksudnya BPJS memberikan proses yang susah dan ribet. Karna meski udah ada surat BPJS, tetap harus ada rujukan dari rumah sakit sebelomnya. Padahal udah ada keterangan dia pakai BPJS.
    Dan kinerja dokter dari BPJS yang tidak profesional.
    Kalo untuk penyakit yang serius ya tolong penanganan serius.

    Bukan penanganan asal asalan. Meski begitu saya juga punya beberapa temen PNS yang pakai BPJS, tentu penyakitnya masih sebatas yang menurut beberapa orang bukan penyakit serius, tapi bisa ditangani

  9. #8
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,543
    Mentioned
    251 Post(s)
    prosesnya memang begitu, untuk memastikan bpjs dapat dimanfaatkan lebih banyak orang. harus ke puakesmas dulu baru ke rs besar. bayangkan kalau semua orang minta langsung ke dokter spesialis tanpa mau ke dr umum dulu. mana bisa ditangani.

    tapi kalau gawat darurat bisa kok potong kompas. aku pernah waktu hamil gede nganter suami yang hampir pingsan ke rs fatmawati. ke ugd aja lgsg. cek darah dll. dokternya bagus. sebelumnya di rs swasta divonis tipus, ada hasil lab segala. tapi dokter fatmawati ga percaya. tes ulang.
    taunya salah hasil tesnya. tes widal bagus. si ayah ada masalah di hati bukan tipus.
    parah banget tuh rs swasta.
    abis itu langsung dirujuk ke dr spesialis pny dalam.

    cara observasinya juga bagus, diperiksa menyeluruh. teliti banget dokternya.
    aku waktu itu ke fatmawati dengan pertimbangan kalau beneran tipus dan harus opname, di fatmawati bisa gratis. waktu itu eike sekolah dan hamil gede, ga ada dana kalau buat lain2. untunglah ga jadi opname.
    aku biasa ke fatmawati baik2 aja sih. ga tahu ya kalau sekarang.
    pernah juga cek di rsd deket tanah abang. lupa namanya, juga bagus
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  10. #9
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,065
    Mentioned
    378 Post(s)
    Ok, barusan nanya staff gw, soal bpjs ternyata untuk kantor yg kerjanya cuma "duduk2" aja, kantor gw dikenai bpjs total 10, 8%
    dikurangi untuk jht sekitar 2,5% total asuransi yg dibayar sekitar 8,3% dari gaji bruto, dan sistem kerjanya sama dengan jamsostek dulu, dari klinik baru dirujuk ke rumah sakit, tapi total seluruh biaya ditanggung bpjs, kebetulan ada staff yg sakit lumayan parah, sakit urat kejepit mesti therapy sama obat selama 3 bulan, semuanya gratis

    Nah ada juga staff yg ikut pru**********l, bayar 400k/bulan, beberapa bulan yg lalu dia ga mau pake bpjs melainkan pake asuransi dia,kena operasi plus opname dan laen2 kena 12,8 juta tapi ketika ditagih cuma diganti hampir 10 juta

    Kelebihan asuransi swasta semuanya kita yg tentuin berbeda dengan bpjs semuanya pake "cara" mereka, kekurangannya selain ga diganti full, cuma kita harus bayar duluan, trus tanggungan cuma buat kita aja, sedang bpjs bisa untuk keluarga inti.

    Well, silahkan nilai mana yg lebih menguntungkan

    Edit : sorry ntar dikira gw sales asuransi itu lagi
    Last edited by surjadi05; 07-11-2014 at 11:16 AM.

  11. #10
    pelanggan setia porcupine's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Bintan
    Posts
    4,132
    Mentioned
    128 Post(s)
    ^ nah ini yang gw bingung...Gw punya asuransi swasta buat gw, istri dan 2 anak gw.

    Tapi gw juga punya BPJS. Should I keep asuransi nya? lumayan kan 2,2 Juta perbulan
    ~Radio Kopimaya~

  12. #11
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,065
    Mentioned
    378 Post(s)
    Quote Originally Posted by porcupine View Post
    ^ nah ini yang gw bingung...Gw punya asuransi swasta buat gw, istri dan 2 anak gw.

    Tapi gw juga punya BPJS. Should I keep asuransi nya? lumayan kan 2,2 Juta perbulan
    Err bukannya bpjs kantor yg bayar om, kecuali jht nya? Kalo pikiran jahat sih bisa dapat double kalo sakit, minta pihak rs legalisir aja kopi kwitansinya

    Trus biasanya asuransi kan ada investasinya, kalo gak investasinya diperbesar, asuransi jiwa diperkecil, trus kalo bpjs kalo kita meninggal kayaknya cuma dapat berapa puluh juta kan, beda dengan asuransi
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  13. #12
    Barista Kingform's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    9,680
    Mentioned
    429 Post(s)
    dokter muda yang dimaksud ama seren ini dokter koas?
    jadi kalo pake BPJS kita dilayani ama dokter koas gitu?

    kebetulan pernah diceritain dari sisi dokternya...jadi, kalo ada pasien BPJS itu pihak RS (dan dokternya) ga langsung diganti biayanya ama pemerintah. butuh waktu dan proses (kayaknya sih lumayan lama). bahkan ga jarang dokternya sampe nombokin dulu obat buat pasiennya (orang sakit kan butuh obat secepatnya, masa mau nunggu duitnya cair dulu dari pemerintah).

    mungkin karena proses pencairan dana yg beribet inilah (jadi ga cuman pasien yg ribet ama proses BPJS, pihak RS juga sama), mungkin pihak RS rada setengah hati melayani pasien BPJS. posisi mereka juga serba salah. kalo menolak pasien BPJS, RSnya bisa ditutup ama pemerintah. sementara kalo menerima, proses penggantian dana nya lama dan ribet. sementara biaya operasional RS juga tiap bulannya ga sedikit. kalo kayak gitu terus2an apa ga tutup tuh RSnya


    "Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
    Takahashi Minami

    ------------------------------------------------------------------
    Thread paling Hot di l AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog

  14. #13
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,065
    Mentioned
    378 Post(s)
    Quote Originally Posted by Kingform View Post
    dokter muda yang dimaksud ama seren ini dokter koas?
    jadi kalo pake BPJS kita dilayani ama dokter koas gitu?

    kebetulan pernah diceritain dari sisi dokternya...jadi, kalo ada pasien BPJS itu pihak RS (dan dokternya) ga langsung diganti biayanya ama pemerintah. butuh waktu dan proses (kayaknya sih lumayan lama). bahkan ga jarang dokternya sampe nombokin dulu obat buat pasiennya (orang sakit kan butuh obat secepatnya, masa mau nunggu duitnya cair dulu dari pemerintah).

    mungkin karena proses pencairan dana yg beribet inilah (jadi ga cuman pasien yg ribet ama proses BPJS, pihak RS juga sama), mungkin pihak RS rada setengah hati melayani pasien BPJS. posisi mereka juga serba salah. kalo menolak pasien BPJS, RSnya bisa ditutup ama pemerintah. sementara kalo menerima, proses penggantian dana nya lama dan ribet. sementara biaya operasional RS juga tiap bulannya ga sedikit. kalo kayak gitu terus2an apa ga tutup tuh RSnya
    Kalo bpjs saya ga tahu yah soalnya kan ditangani askes walo askesnya udah diakuisisi jamsostek sekarang, tapi kalo dulu masih sama jamsostek ga boleh ada perbedaan perlakuan antara pasien jamsostek dengan pasien umum, tapi perasaan kalo saya ke dokter spesialis di RS, selalu ditanya pasien umum atau bpjs, ga tahu maksdnya ntar waktu pembayaran biar gampang atau dari segi pelayanannya
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  15. #14
    Barista Kingform's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    9,680
    Mentioned
    429 Post(s)
    harusnya emang ga boleh dibedakan...cuman ya kalo orang bayar cash ama bayar beberapa bulan kemudian, biar pengennya ga membedakan, tapi dari hati yg paling dalam, entah sengaja ato tidak, bakal mendahulukan yg bayar cash.


    "Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
    Takahashi Minami

    ------------------------------------------------------------------
    Thread paling Hot di l AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog

  16. The Following User Says Thank You to Kingform For This Useful Post:

    surjadi05 (07-11-2014)

  17. #15
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    10,571
    Mentioned
    716 Post(s)
    BJPS ada 2 macam,
    perorangan ama badan usaha
    Nah yang dibayarkan oleh kantor ini sebenarnya dipotong dari gaji kita.
    Biasanya tiap kantor punya standar kalau gaji di atas gaji sekian dipotong sekian puluh ribu untuk masuk di kelas 1, 2 atau kelas 3.
    bayarnya pun ada opsinya, mau bayar tiap bulan sekali atau sekian bulan sekali terserah.

    Waktu di UGD RS Persahabatan, dokternya kebanyakan koas.
    Mungkin karena gw di malam hari ya.
    Waktu ke Poliklinik di RS Persahabatan juga dokternya muda2, mau kasih resep juga nanya ke sebelahnya
    antrinya di klinik puanjang benerrrr, kudu off hari itu juga.
    Yang gw omongin di atas bisa pakai fasilitas BJPS.
    Dan antrian buat daftarnya aja bowwwwww, sekali lagi puaaanjanggg bener.

    kalau mau yang lebih menyakinkan ke Griya Puspa alias swastanya RS Persahabatan, tapi bayarnya mehong mampus.
    dokternya spesialis semua, ada yang muda tapi udah mateng dan senior tuwir2.
    lebih cepat dan bisa masuk cuma setengah hari kerca aja,

  18. #16
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,765
    Mentioned
    177 Post(s)
    ... maksud gw untuk beberapa penyakit yang serius ya penanganannya serius. Ya itu kalo bisa sik

    untuk yang tau RSCM, itu dokter di poliklinik pelayanannya emang beneran kaya baru belajar. Dan gw gak bisa memastikan dia dokter koas apa bukan, karna di plang udah ada tulisan dokter spesialis.
    Tapi dari gaya bahasa yang di pakai kaya dokter koas.
    Bandingin sama di Rs.kencana yang dokternya profesional dan gak di bikin ribet. ya iya sik secara langsung bayar gitu.

    Mengenai proses birokrasi yg gw maksud, *udah di tulis diatas*
    Maksudnya, si pasien udah jelas ada BPJS ya udah sik.. gak usah pakai rujukan dari rumah sakit lain. Jelas ini orang emang sakit, masa masih mau di minta rujukan lagi. Dan alasan expired itu.. apa seribet itu ya orang mau masuk rumah sakit aja.

  19. #17
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,065
    Mentioned
    378 Post(s)
    Quote Originally Posted by etca View Post
    BJPS ada 2 macam,
    perorangan ama badan usaha
    Nah yang dibayarkan oleh kantor ini sebenarnya dipotong dari gaji kita.
    Biasanya tiap kantor punya standar kalau gaji di atas gaji sekian dipotong sekian puluh ribu untuk masuk di kelas 1, 2 atau kelas 3.
    bayarnya pun ada opsinya, mau bayar tiap bulan sekali atau sekian bulan sekali terserah.

    Waktu di UGD RS Persahabatan, dokternya kebanyakan koas.
    setahu saya yg jadi kewajiban pribadi cuma JHT (Jaminan hari tua) deh dulu 2% sekarang 2,5%, kata staff saya, yg laen kewajiban perush dan emang yg 2,5% dipotong dari gaji
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  20. #18
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,667
    Mentioned
    172 Post(s)
    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    ... maksud gw untuk beberapa penyakit yang serius ya penanganannya serius. Ya itu kalo bisa sik

    untuk yang tau RSCM, itu dokter di poliklinik pelayanannya emang beneran kaya baru belajar. Dan gw gak bisa memastikan dia dokter koas apa bukan, karna di plang udah ada tulisan dokter spesialis.
    Tapi dari gaya bahasa yang di pakai kaya dokter koas.
    Bandingin sama di Rs.kencana yang dokternya profesional dan gak di bikin ribet. ya iya sik secara langsung bayar gitu.

    Mengenai proses birokrasi yg gw maksud, *udah di tulis diatas*
    Maksudnya, si pasien udah jelas ada BPJS ya udah sik.. gak usah pakai rujukan dari rumah sakit lain. Jelas ini orang emang sakit, masa masih mau di minta rujukan lagi. Dan alasan expired itu.. apa seribet itu ya orang mau masuk rumah sakit aja.
    Wokeh sekarang saya agak paham.

    - Ada pembedaan perlakuan antara pasien BJPS dan pasien swasta. Ini sudah terjadi sebelum eranya BJPS, tepatnya waktu masih askes, apalagi askeskin. Kalo jamsostek seingat saya malah pelayanannya dulu oke. Telat2 gitu biasanya masalah penganggaran yang nggak segera disepakati saat rapat dengan dewan - ini masalah manajemen birokrasi seh kayaknya -, atau dana talangannya nggak cukup - urusan manajemen keuangan. Kalo premi dinaikkan, mungkin banyak yang teriak2. Nina Moelok itu latarnya praktisi kesehatan masyarakat atau dokter? Menteri Kesehatan mending bukan dokter seh menurut saya.

    - Prosedur BJPS yang birokratis. Namanya juga perusahaan, punya pemerintah lagi, yang namanya birokrasi perlu. Mungkin ada alasannya kenapa perlu rujukan dari RS sebelumnya, mungkin ada juga alasan kenapa pake expired date. Saya tau kok ribetnya urusan rumah sakit karena pernah ngurus tete.k bengek operasi buat diri sendiri. Sebagai pasien kita maunya pasti cepat, tapi dari mereka sebagai provider pelayanan pasti ada alasan sendiri kenapa kok ribet banget. Perlu ditelusuri, bisa jadi birokrasinya nggak penting malah bikin nggak efektif efisien.

    - Kalo soal dokter, ini agak mengherankan. Tiap tahun ada banyak lulusan kedokteran, kok yang tugas di rumah sakit pemerintah pada coass semua? Dokter senior pada ke mana? Dokter sekarang kok kesannya males belajar ya. Udah ngerasa puas bertitel dokter kah?
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  21. #19
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,270
    Mentioned
    195 Post(s)
    Masuk tret ini kenapa jadi pusing ya
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  22. #20
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,765
    Mentioned
    177 Post(s)
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Wokeh sekarang saya agak paham.

    - Ada pembedaan perlakuan antara pasien BJPS dan pasien swasta. Ini sudah terjadi sebelum eranya BJPS, tepatnya waktu masih askes, apalagi askeskin. Kalo jamsostek seingat saya malah pelayanannya dulu oke. Telat2 gitu biasanya masalah penganggaran yang nggak segera disepakati saat rapat dengan dewan - ini masalah manajemen birokrasi seh kayaknya -, atau dana talangannya nggak cukup - urusan manajemen keuangan. Kalo premi dinaikkan, mungkin banyak yang teriak2. Nina Moelok itu latarnya praktisi kesehatan masyarakat atau dokter? Menteri Kesehatan mending bukan dokter seh menurut saya.

    - Prosedur BJPS yang birokratis. Namanya juga perusahaan, punya pemerintah lagi, yang namanya birokrasi perlu. Mungkin ada alasannya kenapa perlu rujukan dari RS sebelumnya, mungkin ada juga alasan kenapa pake expired date. Saya tau kok ribetnya urusan rumah sakit karena pernah ngurus tete.k bengek operasi buat diri sendiri. Sebagai pasien kita maunya pasti cepat, tapi dari mereka sebagai provider pelayanan pasti ada alasan sendiri kenapa kok ribet banget. Perlu ditelusuri, bisa jadi birokrasinya nggak penting malah bikin nggak efektif efisien.

    - Kalo soal dokter, ini agak mengherankan. Tiap tahun ada banyak lulusan kedokteran, kok yang tugas di rumah sakit pemerintah pada coass semua? Dokter senior pada ke mana? Dokter sekarang kok kesannya males belajar ya. Udah ngerasa puas bertitel dokter kah?
    hem... ya kurang lebih kaya gitu.

    Cerita punya temen juga sama, bokapnya harus di kasih rujukan ini itu lagi.
    Dan beberapa orang yang gw kenal, (ada 2 korban baru lagi sesudah post 1) pakai BPJS itu harus berakhir dengan kematian.
    Sekali lagi kematian emang menurut kebanyakan orang itu takdir.
    Gw juga percaya takdir, bukan kebetulan.
    Tapi kalo ada usaha yang niat ya gak begitu kejadiannya
    Gw gak abis pikir loh, ama orang BPJS.... apa gak punya hati nurani ya

    Mengenai dokter, ini sih gw saksikan sendiri... jauuuh sebelom kejadian tahun ini. Kebetulan gw lagi jagain orang sakit di RS.
    Ada profesor yang bawa dokter muda a.k.a coas dan di depan pasien, si profesor nanya apa yang harus di lakukan sama si coas tersebut jika pasien mengalami stroke...?
    Si dokter muda semua pada diem.
    Oke, gw bersyukur banget cita-cita gw dulu banget jadi dokter gak terwujud.
    Senggak-enggaknya gw gak membahayakan banyak nyawa di dunia ini.

Page 1 of 4 123 ... LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •