Page 1 of 4 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 65

Thread: Science for Everyone

  1. #1

    Lightbulb Science for Everyone

    Berhubung salah satu forum ditutup, saya ingin menitipkan beberapa tulisan yang terselamatkan di sini. Untuk perkenalan, saya mulai dengan info-info ringan dahulu ala On the Spot dengan tema ringan (tenang saja, saya yakin tulisan saya bukan salinan dari blog-blog tentang fakta unik yang tersebar dimana-mana). Untuk ke depannya, mungkin akan sempat membahas teknis tentang fisika kuantum, relativitas, teori dawai, evolusi, bioenergi, astronomi, biokimia, dan hal-hal lain. Seperti di forum sebelah, saya berusaha menghindari seminim mungkin pencantuman rumus dan perhitungan matematis. Kecuali beberapa bagian yang sulit dihindari. Selamat menikmati. Semoga bermanfaat.

    ***
    10 Fakta tentang Air di Bumi yang Luar Biasa.

    Kita tahu, sejak SD, ketika ditanya, “zat apa yang paling penting?” maka jawabannya tidak akan jauh dari air. Faktanya, manusia bisa bertahan lebih lama tanpa makan daripada bertahan tanpa air. Sayangnya, sumber daya air semakin menipis, akibat komersialisasi maupun perubahan iklim. Air bersih bahkan jauh lebih langka lagi. Satu dari sembilan penduduk bumi kesulitan mendapatkan air. 3.4 juta diantaranya meninggal setiap tahunnya karena masalah masalah sanitasi dan hiegenitas, 99% diantaranya terjadi di negara berkembang.


    #10. Jumlah air di bumi jauh lebih sedikit dibandingkan yang kamu kira.
    Dari pelajaran sekolah, kita tahu, air menutupi hamper 2/3 permukaan bumi (hampir 70%). Samudera-samudera raksasa membuat bumi terlihat berwarna biru dari angkasa sana. Tapi nyatanya, dibandingkan dengan massa dan volume bumi seluruhnya, semua air yang ada di bumi, hanya menutupi lapisan tipis saja dari volume raksasa. Gambar di bawah akan menunjukan betapa dramatis dan sedikitnya jumlah air di planet bumi dibandingkan volume total planet bumi.

    Bagaimana bisa jumlah air yang "sedikit" bisa menutupi permukaan bumi hingga 70% dengan kedalaman sampai berkilo-kilo meter? bayangkan satu gelas air yang sudah cukup untuk menutupi sebuah permukaan meja yang lebar.

    U.S. Geological Survey menghitung bahwa jika seluruh air di planet bumi dikumpulkan (seluruhnya, tidak hanya yang ada di lautan, namun juga yang ada di dalam sel tumbuhan, manusia, sungai, danau, hingga seluruh es di kutub) hanya akan membentuk bulatan air dengan diameter 1385 km (860 mil), jarak yang kurang lebih sama dari ujung barat pulau Jawa hingga Nusa Tenggara. Jumlah air tawar bahkan jauh lebih sedikit lagi. Hanya akan membentuk bola air dengan diameter sekitar 270 kilometer.

    bacaan lebih lanjut:
    http://www.universetoday.com/95054/e...han-you-think/
    http://ga.water.usgs.gov/edu/earthhowmuch.html


    #9. Europa, salah satu bulan di Yupiter, memiliki jumlah air lebih banyak daripada bumi.
    Banyak orang mengira Bumi sebagai satu-satunya tempat di tata Surya (bahkan mungkin di seluruh jagat raya) yang memiliki air. Faktanya, Galilean Moons (sebutan untuk 4 satelit terbesar di Yupiter karena ditemukan pertama kali oleh Galileo: Io, Callisto, Ganymede, Europa), memiliki lebih banyak air daripada di planet Bumi sendiri.

    Europa bahkan sering diduga memiliki kehidupan karena memiliki jumlah air yang melimpah. Hampir seluruh permukaannya tertutup es, salah satu wujud perubahan molekul air. Namun, selain es, di bawah lapisan es tebalnya, Europa juga memiliki air dalam bentuk cair. Jika jumlah air di Europa dikumpulkan dan dibentuk bola seperti pada fakta #10, maka bola air di Europa akan membentuk volume bola berdiameter 877 km. Seberapa banyak itu? 2-3x lipat jumlah seluruh air di bumi.

    (perbandingan air di Bumi dan Europa)
    bacaan lebih lanjut:
    http://science.nasa.gov/science-news.../16nov_europa/
    http://science.time.com/2013/03/15/a...a-jovian-moon/
    http://io9.com/theres-more-water-on-...-there-5913104


    #8. Dari mana air di Bumi datang pertama kali? Komet dan Asteroid!
    Pada saat awal pembentukannya, bumi merupakan bola padat dan panas. Nyaris tidak mungkin terbentuk molekul air saking panas dan tingginya tekanan saat itu. Sebenarnya, tidak ada teori pasti darimana Bumi mendapatkan airnya, namun teori paling kuat dan diterima banyak kalangan ilmuwan adalah teori yang mengatakan bahwa bumi mendapatkan airnya dari komet/asteroid yang berjatuhan menghantam bumi. Menurut teori ini, saat komet jatuh, molekul air yang dibawanya terlepas saat menghantam bumi. Selama 4.6 milyar tahun secara kontinu, kumpulan molekul air dari komet ini membentuk massa air yang sangat besar seperti yang kita lihat sekarang.
    bacaan lebih lanjut:
    http://www.space.com/13185-comets-wa...ns-source.html
    http://www.time.com/time/health/arti...096512,00.html


    dan ngomong-ngomong tentang komet…

    #7. Mikrometeorit jatuh ke Bumi… seperti hujan, setiap saat!
    Selama ini orang mengira bahwa meteor/asteorid hanya jatuh ke planet bumi saat malam hari. Padahal saat siang pun meteor senantiasa menghantam bumi tiada henti. Jika kita mengepel lantai kotor yang tidak memiliki atap, setelah berapa lama lantai tersebut akan kotor lagi. Penyebab utamanya tentu saja debu yang dibawa udara. Tapi jangan lupa, lantai juga bisa kotor karena kejatuhan debu meteor dalam ukuran mikro.

    Diperkirakan, ada 10.000 ton mikrometeorit yang menghantam bumi tiap harinya. Jadi, saat kita berjalan di siang hari tanpa payung, ada milyaran “bebatuan kecil” menghantam kepala dan tubuh kita, langsung dari luar angkasa. Dan para ilmuwan percaya, selama milyaran tahun ini, mikrometeorit (dan juga meteorit besar) berkontribusi dalam menyumbang beberapa mineral penting bagi planet bumi termasuk logam besi.

    (banyak diantara mikrometeorit ini sangat kecil hingga kasat mata)
    bacaan lebih lanjut:
    http://geologicnow.com/8_Thompson.php
    http://suite101.com/article/its-rain...-daily-a371128
    http://tinyurl.com/9vh8x4g


    #6. Ada 1030 jumlah virus di seluruh lautan.
    Pada tahun 2005, ada sebuah paper yang diterbitkan di jurnal sains Nature yang menghitung jumlah virus di seluruh lautan di dunia. Dalam risetnya, Curtis Suttle dari Univ. British Columbia menghitung bahwa untuk setiap liter air laut, ada 3 milyar virus. Artinya, dari 1.3x1021 liter air di lautan, ada 4x1030 virus di dalamnya.

    Sulit membayangkan angka sebanyak itu? Bayangkan jika jarak bumi-matahari 150 juta kilometer, maka jika merentangkan virus kasat mata dari seluruh lautan itu, dan menjejerkannya di antara bumi dan matahari, maka untaian virus tersebut akan bisa direntangkan 630 milyar kali bolak-balik dari Bumi ke Matahari. Ya, untaian akan memanjang sejauh 10 juta tahun cahaya (saya tidak menggunakan satuan kilometer lagi saking angka nolnya terlalu banyak).

    Sulit membayangkan sepanjang apa 10 juta tahun cahaya? Galaksi Bimasakti, tempat kita tinggal hanya berdiameter 100 ribu tahun cahaya. Saking panjangnya untaian virus dari lautan di bumi, maka kita bisa merentangkan virus-virus tersebut dari Bumi hingga galaksi Andromeda sebanyak lebih dari 4 kali! Andromeda sendiri merupakan galaksi terdekat dari Bimasakti yang berjarak 2.5 juta tahun cahaya, sekaligus benda terjauh yang bisa dilihat mata manusia tanpa teleskop.

    Dengan jumlah virus sebanyak itu, masih berani berenang di air laut?
    bacaan lebih lanjut:
    http://www.ocgy.ubc.ca/~suttle/
    http://www.nature.com/nature/journal...ture04160.html
    http://www.itsokaytobesmart.com/



    (bagian 1--bersambung)
    there are only 10 types of people in the world: those who understand binary and those who don't

  2. #2
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    yang mikrometeorit itu kok bisa sih jatuh ke bumi ?
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  3. #3
    #5. Kehidupan di laut begitu beragam sampai-sampai, ada kehidupan di zona “yang tidak bisa dihuni” di dasar lautan.
    Banyak yang mengira bahwa untuk bisa bertahan hidup, harus diperlukan oksigen, air, makanan, dan sinar matahari. Hal-hal inilah yang selama berabad-abad diyakini sebagai satu-satunya alasan mengapa ada kehidupan di planet bumi namun tidak di planet lain.

    Jadi bayangkan betapa terkejutnya para ahli biologi jika pada tahun 1977, ditemukan kehidupan di tempat paling ekstrem (2000 meter di bawah permukaan laut dengan suhu 4000C) di planet Bumi yang tak mungkin bisa dihuni oleh makhluk biasa, kecuali alien dari planet lain.

    Pada tahun 1977, di dasar samudera Hindia yang gelap, ditemukan cerobong-cerobong asap geothermal yang keluar dari retakan lantai samudera. Tanpa oksigen dan cahaya matahari, nyaris tak mungkin ada yang bisa hidup di sana. Nyatanya kehidupan di sana begitu beragam, nyaris meledak. Mulai dari aneka bakteri hingga cacing. Begitu uniknya cara adaptasi mereka hingga tak bisa ditemukan di tempat lain di bumi. Penemuan hewan-hewan yang bertahan hidup tanpa oksigen ini (mereka bertahan dengan mendaur energi berbasis sulfur geothermal) membuat para ilmuwan harus merevisi teori pembentukan makhluk hidup yang tak melulu berbasiskan oksigen. Dan penemuan ini membuat banyak orang percaya bahwa alien bisa saja terlahir di planet lain antah berantah tanpa perlu ada oksigen seperti di bumi.
    bacaan tambahan:
    http://education.nationalgeographic....n-vent/?ar_a=1
    http://science1.nasa.gov/science-new...01/ast13apr_1/
    http://www.universetoday.com/91449/w...-astrobiology/


    #4. Ada jauh lebih banyak molekul air dalam satu cangkir daripada jumlah cangkir untuk menampung seluruh air di planet bumi.
    Logikanya sederhana, jika kita menghitung jumlah butiran pasir dalam satu gelas, maka jumlahnya akan lebih banyak daripada jumlah gelas yang dibutuhkan untuk menampung pasir satu truk penuh.
    ya, jika kita menghitungnya, satu gelas air mengandung molekul air yang jumlahnya 8000 kali lebih banyak daripada jumlah gelas yang diperlukan untuk menampung seluruh air di dunia.
    bacaan tambahan:
    http://www.mathematics.bigparadox.com/water-s.asp
    http://scientificbritain.com/post/16...ured-a-pint-of


    #3. Beberapa molekul air yang kita minum, telah diminum oleh dinosaurus, Newton, Einstein, atau mungkin Soekarno (dan siapapun tokoh sejarah yang ingin kamu sebut).
    Sejak SD, kita diajari bahwa jumlah air di dunia adalah ‘tetap” karena air membentuk siklus. Bagaimanapun, selama siklus tersebut, air bisa berubah wujud. Selama proses fotosintesis atau radiasi dari matahari, molekul air bisa pecah dan membentuk oksigen dan hydrogen. Beberapa sungai purba bawah tanah bisa bertahan jutaan tahun tanpa tersingkap di bawah tanah.

    Maka, kita bisa menghitung jumlah air sejak zaman dinosaurus. Menurut ilmuwan, tanaman mengkonsumsi lebih dari 12,000 milyar air tiap tahunnya. Dan ada 14000 milyar-milyar liter air di bumi (kebanyakan air di bumi secara kimiawi dihancurkan dan dibentuk ulang setiap 100 juta tahun atau lebih). Karena dinosaurus hidup 65 juta tahun lalu, maka kita bisa memperkirakan bahwa 57% air yang kita minum merupakan air yang sama yang diminum dinosaurus. Dan mungkin air yang sama juga melewati pemandiannya Cleopatra atau bahkan toiletnya Hitler.
    bacaan tambahan:
    http://www.universetoday.com/50863/h...our-molecules/
    http://visibleearth.nasa.gov/view.php?id=56008
    http://www.addatum.com/large-numbers...inosaur-water/


    #2. Jika Bumi berhenti berputar, maka semua air akan berkumpul di kutub.
    Pertama, tentu saja jika bumi berhenti berputar, maka kita akan mati. Akan banyak terjadi perubahan cuaca secara drastis dan akan mengubah permukaan bumi secara signifikan. Karena berhenti berputar, maka hanya satu sisi bumi yang akan menghadap matahari sehingga pasang surut akan terkunci selain malam dan siang yang abadi di sisi bumi yang berbeda.

    Saat bumi berhenti berputar, semua air di lautan akan mulai berpindah dari khatulistiwa ke kutub karena gravitasi di kutub jauh lebih kuat daripada gravitasi di khatulistiwa. Selama ini efek rotasi bumi lah yang menahan air tetap ada di khatulistiwa.

    bacaan tambahan:
    http://www.livescience.com/33944-wor...d-turning.html
    http://news.discovery.com/earth/what...ked-130202.htm
    http://www.geog.ucsb.edu/events/depa...pped-spinning/


    #1. Superdam (bendungan raksasa) dapat memperlambat rotasi bumi.
    Banyak yang mengira bahwa hidroelektrik dari bendungan menjadi sumber energi yang “bersih” dibandingkan energi minyak bumi apalagi nuklir. Namun nyatanya, pohon dan vegetasi yang membusuk dan terjebak di bendungan bisa menghasilkan metana dan CO2 secara massif. Ya, tentu saja, isu lingkungan seperti ekosistem sungai yang diubah secara drastis telah menghancurkan kehidupan ribuan spesies sungai. Dan berefek ke kehidupan hilir selamanya.

    Ketika bendungan Aswan dibangun di Sungai Nil, bendungan ini tak hanya memaksa situs Abu Simbel direlokasi karena terancam tergenang, namun juga delta Sungai Nil menjadi gersang karena lumpur Sungai Nil yang membawa zat hara tertahan di bendungan. Sehingga panen Mesir berkurang drastis tiap tahunnya.

    Namun, efek pembangunan bendungan raksasa juga bisa menjadi rem raksasa bagi rotasi Bumi. Untuk contoh dramatis, kita ambil Bendungan Tiga Ngarai di China (Three Gorges Dam) yang menjadi megaproyek mengesankan dan yang terbesar di planet Bumi. Bendungan ini mengandung 39 trillion (ribu milyar) kilogram air, hampir lebih dari 39.3 kubik kiloliter air yang bisa ditampun superdam tersebut. Dengan jumlah air yang tertahan ini, Three Gorges Dam bisa mengerem rotasi bumi hingga 0.06 mikrosekon. Tidak terlalu signifikan memang. Lagipula ada banyak kejadian lain (pasang surut, gempa bumi, tarikan bulan) yang bisa memperlambat rotasi bumi. Namun tetap saja, pembangunan superdam, bisa memperlambat rotasi bumi dengan cara yang mengagumkan. Dan itu baru dari Three Gorges saja. Bayangkan dengan efek superdam-superdam lain seperti Itapu, Guri, Ticurui, dan lain-lain.
    bacaan tambahan:
    http://www.nytimes.com/1996/03/03/ne...pert-says.html
    http://www.pbs.org/itvs/greatwall/dam.html
    http://www.theenergylibrary.com/node/11435
    http://www.nasa.gov/topics/earth/fea...h20110314.html
    http://www.internationalrivers.org/r...-dams-faq-4064

    (bagian 2--tamat)
    there are only 10 types of people in the world: those who understand binary and those who don't

  4. #4
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    ko [MENTION=922]Shaka_RDR[/MENTION] suka science.

    seret kesini ah.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  5. #5
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Sayang ada kata "evolusi" nyempil diantara topik2 yg benar2 science...

  6. #6
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    kenapa om , kalo ada kata evolusi ?

    berarti itu bukan science ya ?
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  7. #7
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Didalam evolusi ada yg science seperti mutasi dan adaptasi, tapi banyak juga yg hanya dugaan2 seperti kepercayaan bahwa manusia adalah keturunan hewan.

    Sayangnya ada usaha untuk menanamkan kepercayaan semcam ini kepada anak2 disekolah.

  8. #8
    lily: gravitasi. Semua yang ada di dekat orbit planet bumi terpengaruh oleh medan gravitasi termasuk meteor dan asteroid yang ada di sekitar orbit bumi. Ukuran-ukurannya bisa beragam, ada yang besar sehingga saat jatuh masih berupa gumpalan batu besar dan berefek dahsyat seperti yang jatuh di Rusia beberapa bulan lalu yang menghebohkan, atau ( yang jumlahnya jauh lebih banyak) bebatuan dan debu-debu kosmik yang ukurannya lebih kecil sehingga tidak kita sadari proses jatuhnya. Sepertinya saya memiliki artikel mengenai gravitasi. Nanti akan saya cantumkan juga di sini jika sempat.

    Aslan: Saya berusaha sebaik mungkin hanya menampilkan bahan yang sudah terverifikasi. Untuk itu saya akan selalu menampilkan tautan di akhir artikel agar bisa melakukan ditinjau ulang. Dan saya tidak akan mencantumkan tautan yang berasal dari situs-situs yang tidak pernah (atau gagal) mendapatkan peer review dari ilmuwan kredibel di bidangnya. kalaupun saya mencantumkan, akan saya berikan catatan khusus mengapa saya mencantumkan tautan tersebut.
    there are only 10 types of people in the world: those who understand binary and those who don't

  9. #9
    Warna Merah Muda (Pink) Sebenarnya Tidak Pernah Ada…

    Secara ilmiah, tidak seperti warna lain, warna merah muda sebenarnya tidak pernah ada. Warna merah muda (atau yang lebih dikenal sebagai ‘pink’) adalah hasil tipuan optis yang dibuat otak karena ketidakmampuan mata manusia dalam mengenal gelombang cahaya yang tidak bisa ditangkap sel mata.

    Ketika melihat sebuah warna, otak kita akan mendeteksi perbedaan panjang gelombang yang menimpa retina mata kita. Setiap panjang gelombang yang diterima akan diproses oleh otak dan diinterpretasikan secara visual oleh apa yang disebut sebagai “warna”.

    Dari pelajaran fisika dasar, kita tahu, bahwa warna-warna di dunia dihasilkan dari perbedaan panjang gelombang (spectrum) cahaya. Setiap warna berhubungan dengan “satu” gelombang cahaya. Spektrum cahaya yang tampak oleh mata manusia merupakan suatu rentang dari panjang gelombang suatu radiasi elektromagnetik antara 700 hingga 400 nanometer. Di luar rentang ini, mata manusia tidak bisa menangkap “warna” cahaya tersebut. Warna yang disebut hijau, memiliki rentang panjang gelombang antara 490 – 570 nanometer (tergantung kamu mendefinisikan “hijau” sebagai apa, apa yang pucat seperti daun kecambah, atau hijau gelap seperti lumut).

    Cahaya dengan gelombang terpanjang adalah warna merah (sekitar 700 nm), dan yang terpendek adalah warna ungu (sekitar 400 nm). Antara kedua warna utama tersebar berbagai warna yang secara pokok terbagi dalam warna merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu.

    Jadi kita tahu, warna hijau panjang gelombangnya sekian, kuning sekian, biru sekian. Semua warna ada panjang gelombangnya. Namun, tak pernah ditemukan panjang gelombang untuk warna merah muda. Jadi, darimana warna merah muda tersebut berasal? Jawabannya mungkin sedikit mengejutkan, bahwa “warna” merah muda tersebut diciptakan oleh otak untuk mengisi celah ketidakmampuan mata manusia dalam melihat spektrum cahaya.

    Jika kita melihat pelangi, urutan warna yang muncul adalah merah di bagian luar, berturut-turut semakin ke dalam adalah jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu yang berada di bagian paling dalam. Nah, jika kita mendekatkan warna merah dan ungu tersebut (untuk membayangkannya, coba buat rantai warna, urutkan warna dari merah sampai ungu, dan tekuk rantai warna tersebut sehingga ujung warna merah berdekatan dengan ujung warna ungu), celah antara warna merah dan ungu ini sesungguhnya bisa diisi oleh semua tipe panjang cahaya apapun. Karena celah panjang gelombangnya tak terhingga dan tidak dapat dilihat oleh mata, maka otak manusia melakukan “trik”, yakni menciptakan warna merah muda untuk mengisi kekosongan “kemampuan penglihatan” tersebut.

    Karena berbeda dengan warna lain yang spesifik memiliki panjang gelombangnya masing-masing, “warna” merah muda sering dianggap tidak ada, dan hanya merupakan hasil manipulasi otak. Dan menariknya, warna merah muda juga dapat dihasilkan jika warna putih (jika kita mencampurkan aneka warna maka akan menghasilkan warna putih) dikurangi dengan gelombang warna hijau, maka warna yang tampak juga akan terlihat merah muda.

    bacaan lebih lanjut:
    http://www.livescience.com/33554-no-...snapshots.html
    http://www.npr.org/blogs/krulwich/20...lease-not-pink
    http://physics.info/color/
    Last edited by uploader; 12-08-2013 at 09:09 AM.
    there are only 10 types of people in the world: those who understand binary and those who don't

  10. #10
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by uploader View Post
    lily: gravitasi. Semua yang ada di dekat orbit planet bumi terpengaruh oleh medan gravitasi termasuk meteor dan asteroid yang ada di sekitar orbit bumi. Ukuran-ukurannya bisa beragam, ada yang besar sehingga saat jatuh masih berupa gumpalan batu besar dan berefek dahsyat seperti yang jatuh di Rusia beberapa bulan lalu yang menghebohkan, atau ( yang jumlahnya jauh lebih banyak) bebatuan dan debu-debu kosmik yang ukurannya lebih kecil sehingga tidak kita sadari proses jatuhnya. Sepertinya saya memiliki artikel mengenai gravitasi. Nanti akan saya cantumkan juga di sini jika sempat.

    Aslan: Saya berusaha sebaik mungkin hanya menampilkan bahan yang sudah terverifikasi. Untuk itu saya akan selalu menampilkan tautan di akhir artikel agar bisa melakukan ditinjau ulang. Dan saya tidak akan mencantumkan tautan yang berasal dari situs-situs yang tidak pernah (atau gagal) mendapatkan peer review dari ilmuwan kredibel di bidangnya. kalaupun saya mencantumkan, akan saya berikan catatan khusus mengapa saya mencantumkan tautan tersebut.
    Ok, mantap sekali kalau begitu...
    Kebetulan forum kita ini butuh member yg mendalami iptek dan bisa menghidupkan sub forum pengetahuan umum.

    Thx before atas kerepotan sampiyan.

  11. #11
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Keren...lanjut ya
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  12. #12
    Bahasan ini selalu saya berikan kepada anak-anak didik saya, bahwa pelajaran Fisika sangat menyenangkan dan penuh kejutan. Dan bagaimana konsep massa, berat, volume, dan massa jenis kadang membingungkan dan sekaligus menjadi bahan klasik yang unik untuk selalu diulik.

    Planet Saturnus Dapat Mengapung di Air
    Ya, meski Bumi memiliki kehidupan dan berwarna biru cemerlang, namun sepertinya semua orang akan setuju jika ditanya planet apa yang paling cantik, akan menjawab Saturnus tanpa ragu. Planet kedua terbesar di Tata Surya ini sudah menebar pesonanya sejak pertama kali ditemukan di era peradaban Babilonia (planet terjauh yang ditemukan astronom sebelum era teleskop abad ke-17 Masehi). Apalagi kalau bukan warnanya yang cantik dan yang menjadi legenda: cincin raksasanya yang warna-warni. Meski faktanya, Saturnus bukan satu-satunya planet yang memiliki cincin. Yupiter, Neptunus, dan Uranus juga memiliki cincin. Tapi tidak ada yang sebesar dan seindah Saturnus tentu saja.

    Sebagai planet terbesar kedua dari segi volume setelah Yupiter, massa Saturnus sangat mengesankan, 5.6846x1026 kilogram. Artinya, planet ini 95 kali lipat “lebih berat” daripada planet Bumi. Meski jaraknya amat jauh, Saturnus menjadi objek yang bisa dilihat dari Bumi dengan mata telanjang. Bahkan Saturnus menjadi planet terjauh di Tata Surya yang dapat dilihat tanpa bantuan teleskop. Volumenya sekitar 763x lipat lebih besar daripada planet Bumi, volume Saturnus mencapai 8.2713x1014 km3.

    Namun, berbeda dengan planet Bumi, raksasa cantik ini tidak tersusun dari bebatuan. Seperti halnya planet jovian lain (Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus), Saturnus terusun dari gas yang membeku. Dan, di sinilah kunci utama keajaiban Saturnus.

    Dalam pelajaran fisika dasar, massa jenis didefinisikan sebagai hasil pembagian antara massa terhadap volumenya. Air pada suhu dan tekanan standar misalnya, jika memiliki massa sekitar 1 gram akan memiliki volume 1 cm3 (=1 cc) maka massa jenisnya 1 g/cc. Nilai massa jenis (densitas) air ini sering dijadikan standar untuk keperluan praktis. Semua benda yang memiliki densitas di bawah 1 g/cc akan mengapung di air, dan yang memiliki densitas di atas 1 g/cc akan tenggelam.

    Dengan cara yang sama, kita bisa mendapatkan densitas Saturnus dengan membagi antara harga massa terhadap volumenya. Jadi, akan didapatkan densitas Saturnus sebesar kurang lebih 0.687 g/cc. Sehingga densitas Saturnus cukup jauh di bawah densitas air. Itu artinya, Saturnus dapat mengapung di atas air, jika kita memiliki jumlah air cukup banyak untuk menampung planet Saturnus.

    Es yang memiliki densitas sekitar 0.9 g/cc, akan terapung di atas air dengan 90% bagiannya terendam. Oleh sebab itu, jika kita memiliki jumlah air cukup banyak untuk bisa menampung Saturnus, maka sekitar 30% bagian Saturnus akan menyembul, sisanya terendam. Artinya, Saturnus dapat mengapung di air seperti halnya bebek, gabus, atau kapal pesiar. Bagaimana bisa benda yang “berat”nya 95x lipat planet Bumi bisa mengapung di air? Satu keping uang logam yang beratnya cuma beberapa gram akan tenggelam jika dimasukkan ke dalam air, tetapi kapal tanki besar yang beratnya ribuan ton dapat mengapung.

    Dan faktanya, Saturnus menjadi satu-satunya planet di Tata Surya yang dapat mengapung di air, jika tersedia air dalam jumlah cukup. Planet lain akan tenggelam jika dimasukkan ke dalam air.

    Pertanyaan lebih lanjut, apakah itu artinya Saturnus akan mengapung jika kita meletakkannya di Samudera Pasifik? Jawabannya adalah tidak. Saturnus adalah planet yang SANGAT BESAR. Seperti ditulis di atas, untuk bisa mengapung, minimal 70% bagian dari volume Saturnus akan tenggelam dan hanya 30% yang akan menyembul. Volume total air di bumi tidak akan cukup untuk menampung volume 70% Saturnus yang tenggelam (ingat hukum Archimedes!).
    bacaan tambahan:
    http://www.space.com/48-saturn-the-s...er.html‎
    hypertextbook.com/facts/1997/MeredithGarmisa.shtml‎
    coolcosmos.ipac.caltech.edu/cosmic_kids/AskKids/saturnfloat.shtml‎
    http://www.castor2.ca/16_Calc/02_Density/index.html
    www.universetoday.com/15322/density-of-saturn/‎
    starryskies.com/articles/dln/11-99/saturn.html‎
    http://www.wired.com/wiredscience/20...loat-in-water/
    Last edited by uploader; 12-08-2013 at 05:16 PM.
    there are only 10 types of people in the world: those who understand binary and those who don't

  13. #13
    Tentang Gravitasi
    Gravitasi, secara singkat didefinisikan sebagai gaya tarik antarbenda. Banyak yang mengenal gravitasi dengan mengidentikannya sebagai “jatuh ke bawah”. Tak heran, karena orang pertama yang menyelidiki gravitasi secara menyeluruh, Newton, mendapat inspirasi mengenai gravitasi ketika dia melihat buah apel jatuh di kebunnya (cerita mengenai apel yang jatuh ke kepala Newton kemungkinan besar hanya mitos yang tidak memiliki bukti kuat). Namun, gravitasi tak sekedar masalah “jatuh ke bawah”. Newton juga merumuskan gravitasi setelah dia melihat bulan di langit sana yang tampak setia mengiringi bumi namun tidak “jatuh ke bawah” seperti buah apel. Dan hingga saat ini, gravitasi, adalah penjelasan terbaik mengapa dan bagaimana alam semesta bekerja. Dimulai dari mengapa hujan jatuh hingga teori bigbang, gravitasi menjadi salah satu teori paling cemerlang yang pernah dihasilkan manusia.

    Meskipun kita hidup dalam lingkup gravitasi, nyatanya gravitasi menjadi hal pelik untuk bisa dirumuskan secara memuaskan. Aristoteles menjadi orang pertama yang mengait-ngaitkan gravitasi dalam kaitannya dengan teori geosentris (teori yang menyatakan bahwa seluruh alam semesta mengelilingi bumi sebagai pusatnya). Galileo, fisikawan Italia yang mengembangkan pengamatan teleskop untuk mendukung teori heliosentris (tata surya berputar dengan matahari sebagai pusatnya), mengembagkan gagasan gravitasi yang mencengangkan di abad ke-17. Dengan penuh kejutan, dia berhasil mendemonstrasikan bahwa dengan mengabaikan gesekan udara, semua benda yang jatuh dari ketinggian yang sama, akan mendarat pada waktu yang sama. Itu artinya, jika menjatuhkan seekor gajah dan seekor semut pada saat bersamaan di ketinggian yang sama, maka kedua hewan itu akan mendarat saat bersamaan pula. Demonstrasi Galileo yang terkenal di menara Pisa, telah menimbulkan gonjang-ganjing besar. Karena untuk pertama kalinya, dogma Aristoteles yang bertahan selama 2000 tahun lebih yang mengatakan bahwa benda yang lebih berat bakan jatuh lebih cepat, terpatahkan.

    Namun gravitasi masih menjadi misteri. Ketika Newton mengajukan Hukum Gravitasi Universal pada tahun 1687, misteri mengenai gravitasi perlahan terkuak. Hukum pertama Newton menyatakan bahwa gaya gravitasi antara dua benda sebanding dengan massa kedua benda tersebut dan berbanding terbalik secara kuadrat terhadap jarak. Atau secara matematis dijabarkan dalam persamaan berikut, (dimana G adalah sebuah konstanta)


    Hukum kedua Newton menyatakan bahwa gaya gravitasi setara dengan perkalian massa dan percepatannya, atau F=ma. Ini artinya, gajah yang jatuh selain disebabkan karena bumi yang “menariknya” juga karena gajah tersebut juga menarik bumi dengan gaya yang sama besarnya dengan arah yang berlawanan. Namun besarnya percepatan yang dialami benda semakin besar untuk benda yang lebih kecil. Itu sebabnya, percepatan bumi mendekati gajah tidak sebanding dengan percepatan gajah mendekati bumi, karena massa bumi jauh lebih massif daripada massa gajah. Karenanya, kita mengatakan bahwa gajah jatuh ke bumi, bukan bumi yang jatuh ke gajah.

    Hampir dua ratus tahun lebih, teori gravitasi Newton menjadi satu-satunya penjelasan terhadap semua benda yang bergerak di alam semesta. Namun di akhir penghujung abad ke-19, para astronom menemukan sebuah fakta menggelisahkan. Teori gravitasi Newton secara memuaskan bisa menjelaskan mengapa bumi harus berputar mengelilingi bumi, dan mengapa planet Yupiter yang jaraknya jauh, tetap berada di posisinya, tidak semakin dekat atau semakin jauh dari matahari. Teori gravitasi Newton bahkan menjadi alat utama untuk menemukan planet-palent seperti Uranus dan Neptunus beserta satelit-satelitnya. Namun pengukuran yang lebih eksak memberikan hasil yang tidak akurat (meski tidak terlalu besar penyimpangannya), terutama saat astronom mengukur orbit planet Merkuri.

    Teori relativitas umum Einstein lah yang bisa merevisi perhitungan Newton. Teori yang dipublikasikan sekitar tahun 1915 ini begitu mencengangkan karena tak hanya akurat untuk menghitung orbit Merkuri, tetapi juga bisa menghitung pergerakan benda-benda besar sekelas galaksi. Namun teori Einstein tidak mudah dan rumit. Itu sebabnya, untuk keperluan praktis, teori Newton masih digunakan.

    Tetapi, bukan berarti teori Einstein sempurna. Meski bisa menjelaskan benda-benda seperti lubang hitam, dan pergerakan galaksi yang berisi jutaan bintang, teori Einstein menjadi lumpuh saat menjelaskan benda-benda sekecil dan lebih kecil dari atom. Teori dawai (string theory) yang menjadi topik hangat di dekade-dekade terakhir ini diharapkan menjadi teori yang bisa menjelaskan secara utuh mengenai gravitasi dan segala permasalahannya.

    Karena gaya gravitasi sebanding dengan massa benda, benda yang sama bisa mengalami gaya yang berbeda jika berada di dekat dua benda yang berbeda. Untuk alasan ini, sebuah benda memiliki berat yang berbeda di planet yang berbeda. Itu sebabnya manusia menjadi lebih ringan jika berada di bulan dibandingkan saat di bumi.

    Salah satu miskonsepsi umum yang populer ialah astronot mengalami nirberat (tidak merasakan berat tubuhnya) saat berada di ruang angkasa karena astronot berada di luar medan gravitasi. Astronot bisa melayang-layang di pesawat ruang angkasa karena ketiadaan gaya gravitasi. Namun hal ini merupakan hal yang keliru dan tidak benar. Nyatanya, keadaan nirberat selama perjalanan di ruang angkasa bukan disebabkan karena ketiadaan medan gravitasi bumi. Sebagaimana dituliskan di atas, gaya gravitasi selalu ada, hanya besarnya berkurang secara kuadrat terhadap jarak.

    Penyebab utama astronot mengalami nirberat adalah karena mereka mengalami apa yang disebut sebagai “jatuh-bebas”. Astronot dan pesawat ruang angkasa, keduanya jatuh (atau dipercepat) pada kecepatan yang sama. Kecepatan yang sama ini memberikan dampak nirberat (atau melayang). Konsep ini sama saat kita mengendarai roller-coaster atau wahana terjun bebas di taman hiburan. Baik kita maupun wahana tersebut jatuh secara bersamaan sehingga kita merasakan efek melayang terhadap wahana tersebut. Efek yang sama yang akan dialami, jika pesawat atau elevator yang kita tumpangi tiba-tiba jatuh bebas sesaat setelah kecepatan “normal”nya.


    Foto astronot yang sedang melayang di kehampaan ruang angkasa paling ikonik ini
    merupakan foto astronot Bruce McCandless II yang diambil saat dia melakukan misi dengan STS-41-B tahun 1984

    Membicarakan apa itu gravitasi dalam pengertian sains modern, tidak terlepas dari gagasan relativitas umum Einstein. Penjelasan sederhana dari teori superrumit ini akan ditampilkan pada tulisan yang akan datang.

    bacaan lebih lanjut:
    http://www.wisegeek.com/what-is-gravity.htm#
    http://arxiv.org/abs/1001.0785
    http://www.black-holes.org/relativity6.html
    http://www.nasa.gov/audience/forstud...ravity-k4.html
    there are only 10 types of people in the world: those who understand binary and those who don't

  14. #14

    Memperingati ulang tahun ke-126 dari Erwin Schrödinger, tulisan berikut akan membahas pengantar mengenai teori kuantum, paradoks kucing Schrödinger, dan Prinsip Ketidakpastian Heissenberg (pembahasan yang saling terkait). Untuk itu, mohon maaf, tulisan mengenai pengantar Teori Relativitas Umum Einstein akan ditunda untuk sementara.

    Disclaimer: Tulisan berikut akan merembet ke hal-hal filosofis (hal yang sulit dihindari untuk membahas mengapa paradoks kucing Schrödinger bisa begitu terkenal hingga detik ini), meski thread ini didedikasikan untuk hal-hal yang murni sains namun artikel ini akan membahas segi filosofis teori ini juga. Untuk itu, jika ada komentar dari segi filosofis dimohon untuk membuat topik baru terpisah dari thread ini. Terima kasih.

    Tentang Kucing Schrödinger, Ketidakpastian Heissenberg, Keresahan Einstein, dan Sejarah Tuhan (bagian 1)

    Semuanya dimulai di suatu senja ketika salah satu fisikawan terbesar sepanjang masa, bapak thermodinamika, Lord Kelvin berujar --sesuatu yang akan dia sesali kemudian seumur hidupnya-- "There is nothing new to be discovered in physics now. All that remains is more and more precise measurement".

    Penghujung abad ke-19 merupakan salah satu masa puncak keemasan dunia sains. Genetika, evolusi, thermodinamika, optika, elektrodinamika, dan cabang sains lain seolah telah bisa menjawab hampir semua pertanyaan tentang alam semesta. Sehingga Lord Kelvin dengan sedikit jumawa mengatakan bahwa ilmu fisika telah selesai. Tidak perlu penemuan baru lagi. Pada masanya, memang Fisika telah jauh melesat ke depan di antara cabang sains lainnya. Mekanika Newton bisa memprediksi pergerakan planet dengan keakuratan bak jam swiss. Teori indah Maxwell dapat menjelaskan segala hal mulai dari magnet tempel mainan hingga asal-usul cahaya bintang. Teori thermodinamika bisa menjelaskan semilir angin yang bertiup hingga ledakan bintang. Mimpi indah Kelvin sepertinya akan terwujud dengan mudah, kalau saja tidak ada masalah serius yang menggerogoti: radiasi benda hitam.

    Permasalahan radiasi benda hitam tidak hanya menghancurkan mimpi Kelvin (dan mimpi semua fisikawan lain), namun juga teori ini memporakporandakan semua dasar teori fisika mapan sebelumnya. Dan permasalah radiasi benda hitam ini hanyalah satu dari sekian mimpi buruk fisika lainnya. Dan siapa duga, permasalah "sepele" radiasi benda hitam ini, akan menuntun kepada penemuan-penemuan baru yang lebih spektakuler, dan lebih mengerikan daripada yang diduga sebelumnya.

    Adalah Kirchhoff, pada tahun 1859, merasa heran saat menyelidiki tingkat intensitas radiasi emisi yang dipancarkan oleh benda hitam (Black Body). Namun, hasil radiasi emisi ini sungguh di luar harapan para fisikawan saat itu. Teori elektromagnetik Maxwell yang seharusnya bisa menjelaskan fenomena itu dengan mudah dan indah, menjadi sama sekali tidak berguna. Bahkan teori probabilitas Boltzman yang terkenal canggih pun menjadi kelihatan aus saat digunakan untuk menjelaskan fenomena ini. Fenomena baru ini secara langsung menjadi ancaman baru nan serius bagi fisika. Segera saja ucapan Kelvin tinggal menjadi sekedar mimpi.

    Revolusi fisika pun dimulai. dengan rumus yang bisa dikatakan 'untung-untungan', Wilhelm Wien, menjelaskan fenomena ini dengan melalui hukumnya yang termasyhur, Wien's Law. Dikatakan untung-untungan karena dia membuat rumus baru yang tidak memiliki dasar fisika mantap menurut teori klasik, tetapi rumusnya cocok dengan data hasil pengamatan. Malangnya, Hukum Wien hanya cocok dengan percobaan jika percobaan tersebut dilakukan pada radiasi dengan frekuensi tinggi. Pada frekuensi rendah, rumus tersebut memberikan hasil yang jauh dari harapan. Bantuan kedua datang dari duet Rayleigh-Jeans. Dengan keberuntungan yang sama, mereka berhasil mencocokkan data percobaan dengan rumus 'sederhana'. Namun sekali lagi, mimpi buruk itu belum berakhir. Rayleigh-Jeans's Law, uniknya berkebalikan dengan Wien's Law, rumus ini hanya berlaku pada radiasi benda hitam yang memiliki frekuensi rendah! Jika teori ini diterapkan pada frekuensi tinggi, akan muncul yang namanya ultraviolet catastrophe atau "bencana ultraviolet". Arti fisik fenomena ini adalah, jika suatu benda memancarkan radiasi tingkat tinggi, maka radiasi yang dihasilkan akan menjadi tak terhingga yang pada akhirnya akan melampaui batas maksimum, tak penah berakhir. Artinya, jika kita memegang cangkir kopi panas, maka radiasi panas dari kopi akan terus memancar sampai tak terhingga sehingga tangan kita akan hangus terbakar sampai ke taraf atom! Padahal bumi tiap hari disinari matahari! jelas kehidupan akan musnah (bahkan tak akan pernah ada).

    Tapi, kita tidak mengalami kejadian mengerikan seperti itu, kan? Kajian-kajian fisikawan berikutnya adalah upaya 'mengawinkan' kedua hukum tadi menjadi teori tunggal. Namun, sekeras apapun mereka berusaha, maka sekeras itu pula tamparan kegagalan yang mereka terima. Namun, sebelum fisika hancur lebur, Sang Juru Selamat muncul. Fisikawan Jerman, Max Planck menawarkan solusi ajaib sekaligus mengerikan. Melalui sudut pandang yang sama sekali baru (bahkan bisa dikatakan bertentangan dengan teori mapan sebelumnya) Planck merumuskan bahwa problem radiasi benda bisa diselesaikan jika benda tersebut diamati dengan menganggap energi terpancar dari benda tersebut dapat 'dipotong-potong' ('potongannya' disebut kuanta). Gagasan ini sangat radikal dan bisa dikatakan terlepas dari teori mapan sebelumnya (bahkan bisa dikatakan bertentangan). Analogi dari kuanta ini adalah jika kita sedang menyetir mobil dan ingin menaikkan kecepatan dari 30 km/jam menjadi 40 km/jam, maka menurut teori kuantum, speedometer kita TIDAK AKAN PERNAH melewati angka 33 atau 38 km/jam. Dari angka 30, secara ajaib, langsung loncat ke angka 40! Ini karena energi dipancarkan secara paketan (kuanta), bukan secara perlahan dan kontinu. Teori klasik jelas tidak mengijinkan hal ini.

    Kelak teori ini dengan bantuan Einstein, Born, Heissenberg, Dirac, de Broglie, Schrodinger, Pauli, Bohr, dsb melahirkan cabang baru dalam fisika yang disebut fisika modern, teorinya dikenal sebagai Teori Kuantum. (dan sejak saat itu pula, apa-apa yang ada embel-embel 'kuantum'-nya akan dianggap hebat, bahkan hingga saat ini, suatu seminar pelatihan akan tampak hebat jika diberi nama kuantum learning, dll).

    Dengan pendekatan jeniusnya tadi, ajaibnya, fenomena radiasi benda hitam tadi dapat dijelaskan Planck dengan sempurna baik itu pada frekuensi tinggi maupun rendah. bahkan 'kesempurnaan'-nya terlalu menakutkan. Data hasil percobaan dan data hasil hitungan rumus Planck sama persis!

    Perbandingan antara rumus Wien, Rayleigh-Jeans, dan Planck, dimana nilai perhitungan Planck berimpitan langsung dengan data hasil percobaan

    Apa yang membuat teori Planck sedemikian sukses? Sebelumnya Planck sendiri mengalami keraguan dalam mempublikasikan teorinya. Bagaimana jika potongan energi tadi sedemikian kecilnya sehingga bisa dikatakan nol? teori sempurna tadi juga akan musnah! Namun, untuk menghindari hal itu, dan inilah kunci keberhasilannya yang gagal dilakukan para pendahulunya, adalah dia menghindari angka nol! Untuk itu dia memperkenalkan suatu konstanta yang menjadi batas minimal dari paketan energi agar suatu benda 'berperilaku normal' tidak menimbulkan bencana ultraviolet, yang dikenal dengan nama Konstanta Planck (h).

    Berapa nilai h?

    h = 6.626 068 96(33) × 10-34 = 0.0000000000000000000000000000000006260689633 Js !

    Sangat kecil tapi BUKAN NOL! karena konstanta super mini inilah kita bisa aman saat meniup lilin ulang tahun atau berjemur sinar mentari pagi.

    Teori radikal Planck ini tidak hanya dapat diterapkan pada permasalahan radiasi benda hitam. Prinsip pemancaran radiasi energi secara paketan (kuantum) ternyata bisa sukses menjelaskan permasalahan lain yang juga menghancurkan mimpi indah Kelvin: teori atom.

    Dan sejak itu, dunia sains berubah untuk selamanya. Teori baru bermunculan, ragam penafsiran berhamburan. Sejarah dunia berbelok ke arah baru yang sama sekali tak diduga. Dan tentang sejarah Tuhan pun mengalami persimpangan jalan. (bersambung)


    bacaan tambahan:
    http://www-history.mcs.st-and.ac.uk/...ge_begins.html
    http://www.oberlin.edu/physics/dstye...M/history.html
    https://www.bigquestionsonline.com/c...er-believe-god
    http://www.huffingtonpost.com/peter-..._b_894003.html
    In Search of Schrödinger's Cat: Quantum Physics and Reality by John Gribbin
    Schrodinger's Kittens and the Search for Reality: Solving the Quantum Mysteries by John Gribbin
    Last edited by uploader; 13-08-2013 at 12:40 PM.
    there are only 10 types of people in the world: those who understand binary and those who don't

  15. #15
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    jadi ingat buku biografi angka nol. dijelaskan soal ini.

    semua gara2 si angka nol ini
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  16. #16
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by uploader View Post
    Adalah Khircoff, pada tahun 1859, merasa heran saat menyelidiki tingkat intensitas radiasi emisi yang dipancarkan oleh benda hitam (Black Body). Namun, hasil radiasi emisi ini sungguh di luar harapan para fisikawan saat itu. Teori elektromagnetik Maxwell yang seharusnya bisa menjelaskan fenomena itu dengan mudah dan indah, menjadi sama sekali tidak berguna. Bahkan teori probabilitas Boltzman yang terkenal canggih pun menjadi kelihatan aus saat digunakan untuk menjelaskan fenomena ini. Fenomena baru ini secara langsung menjadi ancaman baru nan serius bagi fisika. Segera saja ucapan Kelvin tinggal menjadi sekedar mimpi.
    kayaknya huruf 'h'-nya salah letak.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  17. #17
    Karena sejarah mekanika kuantum terlampau panjang, jadi saya potong dan ringkas terutama bagian sejarah teori atom. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik tautan dan baca buku yang saya cantumkan.

    Tentang Kucing Schrödinger, Ketidakpastian Heissenberg, Keresahan Einstein, dan Sejarah Tuhan (bagian 2)

    Paradoks Kucing Schrödinger

    Prinsip kuanta (paket) energi Planck ternyata dapat menjelaskan dengan baik efek fotoelektrik. Ketika seberkas cahaya dipancarkan ke permukaan logam, elektron akan berlompatan keluar dari permukaannya. Teori fisika klasik menyatakan bahwa karena cahaya merupakan gelombang, semakin tinggi intensitas cahaya yang dipancarkan maka akan semakin banyak elektron di permukaan logam yang terhamburkan. Namun, kenyataannya elektron yang terlempar jumlahnya dibatasi oleh suatu fungsi tertentu. Berapapun tingginya intensitas cahaya yang dipancarkan, elektron yang terhambur hanya terlempar sejumlah tertentu berdasarkan fungsi energi frekuensi cahaya.

    Dan di sinilah peran Einstein muncul. Mengadopsi teori Planck, Einstein menyadari bahwa jumlah elektron yang terhambur tidak tergantung pada intensitas cahaya yang dipancarkan, namun mengikuti fungsi paketan energi. Itu artinya, cahaya tidak hanya berperilaku sebagai gelombang (bayangkan ombak), tetapi juga cahaya berperilaku sebagai partikel (bola pejal) yang mengirimkan energinya dalam paketan energi tertentu. Dan, dunia sains pun gegar.

    Sebelum gagasan radikal Einstein ini muncul, semua orang yakin (dan terbukti) kalau cahaya (atau lebih tepatnya foton) merupakan sebuah gelombang. Tetapi Einstein justru membuktikan bahwa cahaya juga bisa berperilaku sebagai partikel. Padahal, jika ada dua pernyataan yang saling bertentangan dimana yang satu benar, yang lain pasti salah. Dalam fisika kuantum, "kebenaran" logika ini tidak berlaku. Sangat tidak mungkin kalau cahaya yang telah diterima oleh sains sebagai gelombang itu "benar", tiba-tiba Max Planck dan Einstein membuktikan bahwa cahaya juga berperilaku seperti partikel. Jika yang satu benar, seharusnya yang lainnya adalah salah.

    Segera saja berbagai ilmuwan dr segala penjuru berusaha menyelesaikan konflik mengerikan ini. Dan salah satu jawaban datang dr ilmuwan Austria, Erwin Schrödinger. Jawaban dr persamaan dari Schrödinger yang awalnya untuk membuktikan bahwa cahaya sbg partikel itu keliru justru dengan cara unik malah membuktikan bahwa cahaya benar-benar berperilaku sebagai partikel. Persamaannya sangat valid, kokoh, tanpa cela, sekaligus rumit. Tapi implikasi dr persamaan ini adalah bahwa sifat gelombang-partikel itu "satu" dan saling berkaitan erat, makanya sifat cahaya digambarkan sebagai "fungsi gelombang".

    Persamaan Schrödinger meski sangat valid, namun juga sangat rumit. Salah satu materi fisika paling ditakuti oleh mahasiswa fisika manapun.

    Spoiler for Sedikit pembahasan mengenai persamaan Schrödinger:

    Untuk memahami bagian ini, saya sarankan membawa buku bantuan Introduction to Quantum Mechanics karya David J. Griffiths.

    Jika kita tulis persamaan Schrödinger dalam bentuk bergantung waktu (time dependent),


    dengan Ψ adalah solusi persamaan sebagai fungsi waktu dan posisim, V adalah energi potensial, ∇2 adalah operator Laplacian.

    Satu, persamaan ini adalah persamaan dinamika. Jadi, kedudukannya setara dengan persamaan gerak Newton: F = m d2x/dt2

    dan bentuknya mirip dengan persamaan gelombang untuk gelombang ∇2f = 1/v2 d2f/dt2

    Persamaan gerak Newton adalah untuk partikel (objek yang memiliki massa, padahal cahaya/foton tidak memiliki massa), persamaan gelombang adalah untuk gelombang (objek yang memiliki panjang gelombang). Sedangkan persamaan Schrödinger adalah persamaan gelombang untuk partikel.

    Persamaan gelombang untuk partikel? Bukankah persamaan gelombang objeknya gelombang? Artinya, identitas dari persamaan gelombang adalah panjang gelombang? Benar… identitas gelombang sebuah partikel diberikan oleh hipotesis de Broglie,


    Lalu, persamaan Schrödinger adalah wujud lain dari kekekalan energi. Ini terlihat kalau persamaan Schrödinger ditulis dalam bentuk tak bergantung waktu (time independent),


    (Mengubah persamaan Schrödinger dari bergantung waktu ke takbergantung waktu menggunakan teknik pemisahan variabel. Lebih detail dapat dilihat pada buku-buku teks mekanika kuantum)

    Kedudukannya sama dengan persamaan Bernoulli pada mekanika fluida, persamaan kontinuitas pada mekanika fluida dan elektrodinamika, dan tentu saja sama dengan prinsip kekekalan energi, T + V = E (T adalah energi kinetik, V adalah energi potensial, dan E adalah energi total.

    Dan, bagi yang sudah mengenal persamaan kanonikal Hamilton, persamaan Schrödinger dapat ditulis dalam bentuk


    dengan Ĥ disebut operator Hamiltonian. Dalam mekanika klasik, operator Hamiltonian didefinisikan sebagai fungsi dari momentum posisi x dan p.

    Jika kita kaitkan dengan suku-suku sebelah kiri persamaan Schrödinger takbergantung waktu, terlihat bahwa p2 → -ħ22 yang mengubah kuadrat momentum menjadi operator energi kinetik. Ini adalah ide original dari Erwin Schrödinger, suku ini tidak dapat diturunkan dari hukum apapun (baca: Feynmen Lectures on Physics volume III, Bab 16).

    Mudah bagi kita untuk mendefinisikan operator momentum, yaitu

    Nilai E dalam persamaan Schrödinger disebut juga nilai eigen dari Hamiltonian. Sementara, fungsi gelombang Ψ disebut fungsi eigen.

    Bagi mereka yang belum mengkhatamkan Mekanika Klasik, bagian ini tentu mulai sedikit menyesakkan dada.

    bagian terakhir, yang membuat persamaan Schrödinger sedikit berbeda dari persamaan gerak partikel atau gelombang dalam mekanika klasik adalah interpretasinya. Persamaan Schrödinger digunakan dalam mekanika kuantum yang, berbeda dengan klasik, menganut paham probabilistik. (Sila baca Bab 1 pada buku Griffiths)

    Apa maksudnya?

    Perhatikan persamaan gerak partikel yang diberikan oleh hukum 2 Newton. Jika saya tahu jenis gaya eksternal yang bekerja pada sistem, saya dapat menyelesaikan persamaan tersebut sehingga saya mendapatkan fungsi x(t) seperti dalam kasus gerak lurus berubah beraturan.

    Artinya, jika kita tahu percepatan partikel, kita tahu kecepatan awalnya, maka kita tahu di mana partikel itu pada waktu kapan pun juga. Jika kita mengetahui lintasannya, kita dapat mengetahui dengan pasti apa yang terjadi pada partikel pada waktu masa depan atau masa lalu.

    Begitu pula dengan persamaan gelombang. Jika kita tahu simpangan maksimumnya, kita tahu karakteristik talinya (massa jenis dan panjang), maka kita tahu apa yang terjadi terhadap tali pada jarak x dan waktu t. Kita dapat hitung dengan tepat energi yang dirambatkan pada tali, dan seterusnya…

    Tapi, fungsi gelombang untuk partikel yang merupakan solusi dari persamaan Schrödinger tidak memberikan makna apa-apa. Fungsi gelombang Schrödinger baru bermakna ketika dikuadratkan, Ψ2, yaitu menjadi fungsi kepadatan probabilitas (probability density function, PDF).

    Konsep PDF menjadi sedikit rumit karena Anda harus terbiasa dengan teori probabilitas. Anda dapat membaca Bab 1 buku Griffiths.

    Teori probabilitas menjadi penting dalam persamaan Schrödinger karena mekanika kuantum sendiri menganut paham probabilistik. Dan di sinilah permasalahannya

    Bahwa Alam ini berperilaku probabilistik. Apa yang akan dilakukannya nanti tidak dapat diketahui secara pasti secara matematis. Yang bisa kita lakukan adalah menghitung segala kemungkinan yang terjadi. Meskipun demikian, Alam tidak harus melakukan apa yang kita anggap sebagai kemungkinan terbesar.

    Kita tidak pernah dapat menjelaskan kenapa Alam berperilaku sebagaimana dia berperilaku, kita hanya dapat menghitung bagaimana mekanisme perilakunya tersebut.

    Kita dapat menyelesaikan persamaan Schrödinger untuk berbagai kasus, tapi interpretasi fisis dari solusi tersebut harus menggunakan kacamata probabilistik. Ini yang menjadi sumber kegalauan pada praktisi kuantum, mereka menghitung sesuatu yang mereka tidak tahu kenapa.

    Mahasiswa juga ikut latah bingung. Bedanya, kalau praktisi bingung pada tahap filosofis, mahasiswa bingung pada tahap dasar: perhitungan matematis dan interpretasi fisis.

    Sebelum menyelesaikan sebuah masalah, kita dituntut untuk memahami secara fisis permasalahan tersebut. Pemahaman yang baik akan menuntun kita menggunakan matematika yang tepat dalam penyelesaiannya. Matematika persamaan Schrödinger tidak hanya terletak pada persamaan diferensial orde dua, operator Laplacian, dan sketsa grafik fungsi saja. Jangan dilupakan, bahwa fisis dari persamaan Schrödinger justru terletak pada teori probabilitas.


    Saking rumitnya penyelesaian persamaan ini, sampai-sampai Schrödinger sendiri tak suka dengan persamaan buatannya. Lalu dia menyusun sebuah eksperimen teoritis yang melibatkan seekor kucing.

    Seekor Kucing ditempatkan di boks tertutup bersama sebuah kapsul berisi racun sianida, dan sebuah pemicu yang aktif ketika satu isotop radioaktif menembakkan sebuah elektron. Peluangnya fifty-fifty. Apabila elektron mengenai tombol on, maka kapsul itu pecah, dan kucing mati. Kalau elektron tidak menyentuh pemicu itu, si kucing tetap hidup. Dalam waktu satu jam, baru akan ada pengamat yang membuka boks dan melihat hasilnya. Apakah si kucing mati? Satu-satunya cara menentukan kondisi si kucing adalah dengan membuka kotaknya, akan jelas apakah si kucing itu hidup atau mati. Tapi yang lebih penting adalah, apa yang terjadi pada si kucing selama selama boks itu tidak dibuka? Menurut teori kuantum (pascaHeissenberg), kita hanya bisa menyatakan bahwa kucing itu diperikan oleh suatu fungsi gelombang yang memerikan jumlah total seekor kucing yang mati dan seekor kucing yang hidup. Alias kucing itu dalam kondisi hidup sekaligus mati! Schrödinger mengangap hal ini sangat absurd. Einstein menyebutnya sebagai "tuhan tidak bermain dadu".


    Jelas, bagaimana kondisi si kucing saat boxnya tertutup kalau peluang dia adalah "setengah hidup dan setengah mati"?

    Nah, mati atau tidaknya si kucing ini ditentukan dari peluruhan zat radioaktif yang disertakan ke dalam kotak. Peluruhan zat radioaktif ini sendiri ditentukan dengan kemungkinan 50%. Karena kucing akan mati jika terjadi peluruhan radioaktif, maka kemungkinan kucing mati = rasio probabilitas peluruhan zat radioaktif (yaitu sebesar 50%, yang sudah disebut sebelumnya).

    Jadi, bagaimana nasib si kucing? Karena penyebab kematiannya sendiri sifatnya probabilistik (sebagai efek dari fungsi gelombang si zat radioaktif), maka kematian kucing jadi mustahil untuk dipastikan. Akibatnya, sulit untuk menentukan apakah si kucing sudah mati atau belum!

    Apa yang terjadi setelah satu jam? Karena probabilitas peluruhannya 50%, maka ada dua fungsi gelombang yang hadir bersamaan, yaitu (a) tabung sudah bocor dan kucing mati, dan (b ) tabung belum bocor dan kucing masih hidup. Keadaan ini disebut sebagai superposisi fungsi gelombang, yaitu keadaan di mana terdapat lebih dari satu kondisi yang mungkin terjadi bersamaan.

    Inilah yang kemudian dikritik oleh Schrödinger: “Lucu sekali, masa kucing bisa sekaligus mati dan hidup bersamaan?”.

    Di kesempatan berbeda, Einstein yg terpengaruh percobaan ini sampai berujar dg analogi bulan, “I like to think that the moon is there even if I am not looking at it”. Apakah bulan di langit sana itu "setengah ada dan setengah tidak ada" jika pengamat di bumi tak bisa menyaksikannya pada siang hari?

    Paradoks kucing Schrödinger begitu menggelisahkan ketika pertama dicetuskan. Persamaan matematis buatan Schrödinger yang begitu valid tampaknya bertentangan dengan logika nalar. Apa yang sebenarnya terjadi. Salahkah persamaan Schrödinger? Atau justru logika nalar kita yang salah?

    Jawaban atas pertanyaan ini sangat mengejutkan dengan konsekuensi mengerikan: di dunia kuantum, pernyataan kedua lah yang di ambil. Persamaan Schrödinger yang kemudian semakin ditegurkan melalui persamaan Mekanika Matrix dari Max Born, Paul Dirac, Pauli, Heissenberg, dan lain-lain semakin meneguhkan kebenaran persamaan Schrödinger. Itu artinya, logika nalar kita yang "salah".

    mengutip perkataan fisikawan Eugene Wigner dalam menyelesaikan paradoks kucing Schrödinger;

    Kesadaran pengamatlah yang menghilangkan salah satu fungsi gelombang. Ketika kotak dibuka, maka akan diketahui pasti apakah kucing sudah mati atau belum; dan dengan demikian hanya akan ada satu keadaan: apakah kucing itu mati atau hidup, semua itu ditentukan oleh pengamatan

    Jadi, apakah si kucing itu sudah mati atau belum, semuanya ditentukan oleh pengamatan. Selama kotak belum dibuka, tidak bisa dipastikan apakah kucing itu sudah mati atau belum — secara teori kuantum. Dapat dikatakan bahwa kucing memiliki fungsi gelombang “hidup” dan fungsi gelombang “mati” pada saat yang sama.

    Nah, menurut Wigner, jika kita membuka kotak tersebut dan melihat apa yang terjadi, maka salah satu dari kedua fungsi gelombang itu akan menghilang. Jika ternyata kucing teramati berada dalam keadaan “mati”, maka fungsi gelombang “hidup”-nya akan menghilang… atau sebaliknya, jika si kucing “hidup”, maka fungsi “mati”-nyalah yang akan hilang.

    Itu artinya, tidak ada sesuatu yang pasti. Semuanya hanya merupakan fungsi tebakan dan probabilitas. Meski awalnya hanya diterapkan untuk dunia mikrokosmos atom, jika dirunut ke depan, hal-hal besar seperti pergerakan planet dan galaksi juga merupakan fungsi probabilitas. Jika alam semesta bekerja sebagai fungsi "kebetulan", lalu bagaimana dengan konsep "takdir Tuhan"? (bersambung)
    Last edited by uploader; 13-08-2013 at 11:41 AM.
    there are only 10 types of people in the world: those who understand binary and those who don't

  18. #18
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    kayaknya huruf 'h'-nya salah letak.
    Betul, keliru saat ditik. Terima kasih atas koreksinya.

    Sebelum dilanjutkan pembahasannya, sedikit mengulang tentang paradoks kucing Schrödinger, berikut gambar dan video yang saya rasa cukup mewakili persepsi yang kurang tepat dan koreksi terhadapnya.



    Last edited by uploader; 13-08-2013 at 12:01 PM.
    there are only 10 types of people in the world: those who understand binary and those who don't

  19. #19
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Sumpah, dulu bini waktu nonton Big Bang Theory Show, nanya ke aku tentang kucing Schrodinger..
    Dan susah buanget menjelaskannya..
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  20. #20
    cara terbaik untuk memahami mengapa eksperimen khayal Schrödinger dianggap paradoks dan apa implikasinya, adalah dengan memahami secara utuh proses dan produk persamaannya. Schrödinger mengajukan paradoks tsb karena dia tidak suka dengan persamaan yang dia buat sendiri. Meski penemuan lanjutan kemudian mematahkan argumen Schrödinger ini, namun tantangan ini bukan yang pertama dan terakhir. Einstein yang sudah menunjukan ketidaksukaannya thp mekanika kuantum sejak pertama teori ini dirumuskan (ironisnya, Einstein adalah kontributor utama dan pendiri teori ini), kelak bersama koleganya, Podolski, Rosen, mengajukan tantangan yang lebih menarik dan lebih dahsyat bernama Paradoks EPR.

    Jika sempat, saya mungkin akan membahas Paradoks EPR. Jika tidak, cukup sampai Prinsip Ketidakpastian saja. Soalnya harus mengubek-ubek dulu arsip tulisan lama.

    Jika tidak sabar untuk menelaah apa itu EPR, bisa membaca tautan berikut (yg juga disertai paper asli)
    http://www.drchinese.com/David/EPR_Bell_Aspect.htm
    there are only 10 types of people in the world: those who understand binary and those who don't

Page 1 of 4 123 ... LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •