PDA

View Full Version : - Kue Keranjang -



lily
09-02-2013, 09:00 AM
Bagi warga keturunan Tionghoa, rasanya tak lengkap Imlek tanpa kehadiran kue keranjang atau yang dalam bahasa Mandarin dikenal dengan nama Nian Gao atau dalam dialek Hokkian Tii Kwee. Penganan berbahan baku beras ketan dan dicetak dalam keranjang kecil ini menjadi hidangan wajib dalam setiap perayaan Imlek yang merupakan perlambang bagi kemakmuran.

Ada banyak versi yang mengisahkan tentang asal-usul mengapa kue keranjang wajib dalam setiap perayaan Imlek dan Cap Gomeh. Salah satunya adalah kisah yang berikut:

Alkisah pada zaman dahulu kala hiduplah sepasang suami istri bernama Tuan dan Nyonya Po. Mereka berdua hidup dalam kecukupan. Konon sebelum Tuan Po menikah dengan Nyonya Po si wanita pembawa keberuntungan, Tuan Po hidup miskin.

Nyonya Po memiliki adalah wanita berhati mulia. Dimana pun berada, Nyonya Po tidak segan-segan untuk menolong sesama atau sekadar berderma untuk orang yang tidak beruntung. Karena kebiasaannya yang suka berderma inilah maka Nyonya Po dilimpahi berkah oleh para dewa. Sedangkan Tuan Po ini memiliki hati busuk. Dia bahkan tidak percaya kalau kekayaan yang dia dapat sekarang adalah karena keberuntungan yang dibawa oleh sang istri.

Suatu hari timbulah niat busuk Tuan Po untuk menyingkirkan sang istri. Nyonya Po diusir secara tidak hormat oleeh Tuan PO. Nyonya Po pun pergi, hingga dia menemukan sebuah gubuk reot yang dihuni oleh seorang nenek renta yang sedang sakit keras. Didorong oleh rasa kasihan, Nyonya Po pun merawat sang nenek hingga sembuh. Setelah sembuh Nyonya Po pun menikah dengan cucu lelaki sang nenek.

Setelah menikah, lambat laun kehidupan mereka pun berubah. Dasar si Nyonya Po si perempuan pembawa keberuntungan. Nyonya Po membawa keberuntungan buat si suami baru dan nenek renta itu. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, mereka menjadi tuan tanah dengan harta berlimpah.

Suatu kali daratan Cina didera musim paceklik yang berkepanjangan. Hampir semua sawah dan ladang gagal panen. Hanya sawah milik Nyonya Po dan suami barunya yang tetap menghasilkan. Nyonya Po yang baik, memberikan santunan kepada seluruh warga yang membutuhkan dengan membagi-bagikan gandum dan beras. Semua orang berbondong-bondong untuk mengantri gandum dan beras gratis dari Nyonya Po yang dermawan, termasuk mantan suami Nyonya Po yang saat itu telah menjadi miskin sepeninggal Nyonya Po.

Singkat cerita Nyonya Po mengetahui bahwa mantan suaminya ada di barisan antrian. Nyonya Po yang iba melihat mantan suaminya pingsan karena saking laparnya, meminta asistennya untuk membawa si mantan suami ke dapur. Beraneka jamuan makan telah disiapkan. Nyonya Po tidak ingin menemui si mantan suami karena dia sudah bersuami, makanya Nyonya Po sengaja memasukan cincin kawinnya yang dahulu ke dalam piring nasi yang terhidang. Maksudnya agar mantan suaminya tahu.

Setelah sadar si mantan suami langsung melahap hidangan yang disajikan khusus untuknya di dapur. Setelah kenyang dia mendapati cincin kawinnya dahulu dengan Nyonya Po. Tahulah dia bahwa si empunya rumah yang memberinya makan itu adalah Nyonya Po mantan istrinya yang dulu pernah diusirnya. Tuan Po merasa bersalah, malu sekaligus sedih. Saking malunya dia memilih bunuh diri di dapur itu. Sejak saat itu orang-orang percaya bahwa jiwanya menghantui dapur Nyonya Po dan dapur-dapur lain di dunia.

Jiwa Tuan Po yang sudah menyesal itu disembah sebagai Dewa Tungku atau Dewa Dapur (Cuo Sen) yang diutus oleh Raja Langit untuk menyelidiki perilaku manusia di bumi melalui dapurnya. Menurut kepercayaan Dewa Tungku melapor ke langit tepat seminggu sebelum Imlek hingga Cap Gomeh.

Konon menurut legenda kue keranjang yang legit dan manis ini ditujukan sebagai hidangan untuk menyuap Dewa Tungku agar membawa laporan yang menyenangkan kepada raja Langit (Yu Huang Da Di). Selain itu, bentuknya yang bulat bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.

Demikianlah Sobat Jakarta, sekilas legenda tentang asal muasal Kue Keranjang. Terlepas dari sejarah berbau klenik dan filosofi yang terkandung dalam kue keranjang. Kue keranjang adalah salah satu kuliner khas Imlek yang patut diapresiasi.

lily
09-02-2013, 09:42 AM
KUE keranjang merupakan penganan khas Imlek yang dapat bertahan lama meskipun teksturnya mulai mengeras. Anda cukup mengukusnya kembali, lalu siap disantap.

Saat Imlek, jumlah kue keranjang yang dihadirkan dalam momen kumpul keluarga begitu berlimpah. Disantap apa adanya mungkin jenuh, tapi jangan membiarkannya begitu saja.

Kue keranjang bisa disuguhkan dengan beragam cara dan bahan. Ada empat cara di antaranya, sebagai berikut:

Kue keranjang dengan ubi
Untuk menyajikan kue keranjang dengan ubi, pilihlah yang teksturnya agak keras. Cara mengolahnya, iris sedang kue keranjang dan ubi/talas. Jepit kue di antara ubi/talas lalu celupkan ke adalam adonan tepung terigu dan air. Kemudian, goreng hingga matang.

Kue keranjang dengan santan
Untuk olahan satu ini, pilih juga kue keranjang yang bertekstur agak keras. Cara membuatnya, iris tipis kue keranjang, letakkan di atas daun pisang, lalu isi dengan 2 sendok makan santan. Bungkus kemudian kukus hingga kue lunak dan wangi.

Kue keranjang dengan telur
Kue keranjang yang agak keras diiris sedang. Kemudian, celupkan ke dalam adonan telur dan tepung terigu. Goreng dengan sedikit minyak hingga matang.

Ongol-ongol kue keranjang
Kue keranjang dikukus hingga lunak. Siapkan kelapa yang sudah diparut, ambil kue keranjang satu per satu, campurkan dengan parutan kelapa. Tambahkan garam jika perlu.

ndugu
09-02-2013, 03:57 PM
oh, fotonya donk.
ini yang warnanya coklat, padat dan berat ya?
kayanya saya tau, cuman ga tau namanya disebut kue keranjang ::elaugh::
prasaan di rumah ga pernah makan juga

serendipity
09-02-2013, 04:02 PM
^ kurang lebih gitu warnanya coklat dan agak berat, rasanya manis bangeeet.. ada di rumah juga tp ga suka makan banyak2

BundaNa
09-02-2013, 04:06 PM
ini yang tradisional

http://us.images.detik.com/content/2009/01/19/480/kue-keranjang3-dalam.jpg

ini yang udah pake rasa-rasa

http://www.beritajakarta.com/images/foto/KueKeranjang_imlek_ist.jpg

lily
09-02-2013, 05:13 PM
Makacih bun ::maap::

Iya , jadi yang coklat , bulat , agak berat itu yang namanya kue keranjang.

Sorry saya belom bisa masukin gambar , pake HP. Senin nanti saya tambahin.

Kue keranjang ini biasa saya makan digoreng pake telor , cuma jadinya terlalu berminyak.

Pernah juga di kukus. Tapi ya tetep lebi enak pake telor ::hihi::

Sekarang banyak yang macem - macem rasa , tapi tetap paling enak yang coklat original.

etca
09-02-2013, 05:57 PM
Kemarin dikasih ama temen kantor..*tiap tahun dapat sih dari dia*.
Ini... ude habis 1/4 bagian. masih lunakk.

http://i278.photobucket.com/albums/kk120/etcakk/utf-8BSU1HLTIwMTMwMjA5LTAwMDQwLmpwZw_zpsdec67a67.jpg

tulisan di tengahnya itu artinya apaan siy?
oia belum pernah jajal digoreng pake telor. ga tega ama minyaknya ;D

lily
09-02-2013, 06:02 PM
Artinya hoki ca...

red>,<hair
09-02-2013, 06:17 PM
kadang d kasi ama bos ... bingung makannya ... secara liat penampakan'nya yg keliatan manis bgt gigi langsung ngilu2 gt ;D yah oper k adek jadinya

etca
09-02-2013, 06:55 PM
sebenarnya jauuh lebih manisan geplak kalii ;D

red>,<hair
09-02-2013, 07:47 PM
sama ajah g isa makan geplak ;D ...

hedew bayangin ajah uda bikin gigi menjerit

itsreza
09-02-2013, 08:00 PM
Waktu kecil, tiap imlek pasti makan kue keranjang
biasanya waktu baru beli lunak, dimakan langsung,
kalau agak keras digoreng deh

noodles maniac
09-02-2013, 09:26 PM
kadang d kasi ama bos ... bingung makannya ... secara liat penampakan'nya yg keliatan manis bgt gigi langsung ngilu2 gt ;D yah oper k adek jadinya


sama ajah g isa makan geplak ;D ...

hedew bayangin ajah uda bikin gigi menjerit

Persis! Sepakat sama red>,<hair :minum2:. Udah eneg duluan liat kue keranjang ;D

Urzu 7
11-02-2013, 12:13 PM
Terlalu manis,lengket, rasanya kurang menarik


jadi gw nda suka

lebih enak kwecang yang dalemnya pake gula jawa/aren

kandalf
11-02-2013, 12:51 PM
Kemarin dikasih ama temen kantor..*tiap tahun dapat sih dari dia*.
Ini... ude habis 1/4 bagian. masih lunakk.

http://i278.photobucket.com/albums/kk120/etcakk/utf-8BSU1HLTIwMTMwMjA5LTAwMDQwLmpwZw_zpsdec67a67.jpg

tulisan di tengahnya itu artinya apaan siy?
oia belum pernah jajal digoreng pake telor. ga tega ama minyaknya ;D

Gue kemarin dikasih dua ama bos.
Kagak ada capnya.
Kukira rasanya benar2 sama seperti dodol ternyata beda.
Masih lembek2 begitu.

Lumayan kawan2 nongkrong dan Pak Haji ikut makan.

etca
11-02-2013, 01:17 PM
Gue kemarin dikasih dua ama bos.Kagak ada capnya.Kukira rasanya benar2 sama seperti dodol ternyata beda.Masih lembek2 begitu.Lumayan kawan2 nongkrong dan Pak Haji ikut makan.dapat angpaw ga? ::hihi::

kandalf
11-02-2013, 01:34 PM
Kagak dapat angpau.. :p
Tapi dapat kue keranjang aja udah senang. Sering dengar tapi baru kemarin itu merasakan.

Nowitzki
11-02-2013, 06:18 PM
aq malah gak pernah dapet kue keranjang
tapi angpaw sering

ndugu
12-02-2013, 05:08 AM
dan enakan angpau daripada kue keranjang kan? :cengir:

Nowitzki
12-02-2013, 10:07 AM
@ndugu: bangeeeeeeettttzzzz

BundaNa
12-02-2013, 04:58 PM
angpaw kan yg dikasih cuma yang blum nikah

kupo
12-02-2013, 06:16 PM
^^Betul, kalau yang udah nikah ga dapet :p

-----------------------------
sent from my android HD2

noodles maniac
12-02-2013, 06:29 PM
angpaw kan yg dikasih cuma yang blum nikah

Mana angpao buat gw?? :tanya: *mendadak muncul

Neptunus
12-02-2013, 08:31 PM
kue keranjang gw demen banget :9

Lebih enak yg warna coklat drpada yg dikasi rasa macem2 ::cabul::

lily
13-02-2013, 10:16 AM
iya , enakan yang original emang...

kupo
13-02-2013, 10:27 AM
halo lily..::bye:: abis libur imlek ya? 2 hari ga muncul.. :D



saya juga lebih suka yang original, tapi setelah saya banding2 kan.. yg original juga rasanya macam2 kalau kue bikinan jogja sekitarnya manis sekali, saya kurang suka...

tapi kemarin makan yang buatan medan, tidak terlalu manis dan agak gurih... yang itu uenak.. saya suka ..:-bd

lily
13-02-2013, 10:32 AM
kagak libur kupo , terbaring sakit di tempat tidur... :nangis2:

batuk pilek migrain , campur aduk...

kecapean pas Imlek ::grrr::

thanks for asking :cinta:

kupo , kue keranjang ini tahan berapa lama ya ?

di kulkas saya , masi ada lo kue keranjang edisi taon lalu ::ngakak2::

kupo
13-02-2013, 11:07 AM
kue keranjang bisa bertahan lama, kalau udah berjamur, bagian yg berjamur bisa dipotong dan dibuang, sisanya bisa dimakan... rata2 bisa bertahan setahun... bahkan ada yang bisa bertahan 5 tahun.
ini ada artikel yang bercerita tentang kue keranjang yg tahan 5 tahun



http://img.okeinfo.net/content/2013/02/04/488/756520/oUftsd5fOV.jpg

MENJELANG Imlek, yang jatuh pada 10 Februari, Pasar Petak 9, Glodok, mulai ramai menjajakan kue keranjang. Pengunjung bisa dengan mudah mendapatkannya di sepanjang Jalan Kemenangan tersebut.

Kue keranjang atau dalam bahasa Mandarin disebut nian gao (nian:tahun dan gao:kue) merupakan kue khas tradisi masayarakat Tionghoa yang setiap tahunnya menemani perayaan Imlek. Kue ini biasa digunakan sebagai sajian dalam sembahyang yang diperuntukkan kepada leluhur mereka.

"Kalau dulu, kue keranjang dibuat dalam satu keranjang besar untuk satu keluarga besar, makanya disebut kue keranjang. Kalau sekarang kan seperti ini, kecil-kecil biar praktis," kata Irfan, pembeli kue keranjang asal Jakarta kepada Okezone di Pasar Petak 9, Jakarta, Senin (4/2/2013).

Kue keranjang mulai dijajakan sebulan sebelum Imlek hingga sepekan setelah Imlek. Ada dua jenis kue keranjang yang dijajakan, yaitu kue keranjang berbungkus daun dan kue keranjang berbungkus plastik.

"Paling tahan yang ini, yang dibungkus daun bisa tahan 3-5 tahun. Soalnya ditanam di tanah. Kalau yang plastik paling lama hanya setahun," ujar Yopi, pedagang kue keranjang.

Kue keranjang memiliki tekstur kenyal jika masih baru, dan keras jika sudah lama. Para pembeli yang memilih kue keranjang bungkus plastik beralasan tampilannya lebih rapi dan praktis. Varian ini cocok untuk diberikan sebagai bingkisan Imlek. Sementara, varian yang bungkus daun biasanya hanya dikonsumsi sendiri.

Umur kue keranjang hanya mempengaruhi teksturnya yang mengeras. Meskipun sudah terlihat berjamur di luar, kue masih bisa dimakan dengan cara dibuang bagian yang jelek layaknya mengupas mangga lalu dikukus kembali hingga lunak. Mereka yang membeli kue keranjang bertekstur agak keras mengaku jika yang lembek sulit untuk diiris.

Kue keranjang hanya terbuat dari ketan, gula, dan air yang dimasak sambil terus diaduk. Proses memasaknya bisa berjam-jam sebelum akhirnya dicetak dan dibungkus plastik. Ada tiga varian rasa untuk yang berbungkus plastik, yaitu orginal gula aren, vanila, pandan, dan coklat.

Sementara, kue keranjang yang dibungkus daun pisang hanya menggunakan gula aren sebagai pemanisnya. Kue keranjang yang sudah dimasak lalu dibungkus daun pisang dan ditanam di dalam tanah sekira sepekan.

Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp40 ribu, tergantung merek dan berapa potongan dalam satu kilogramnya. Rata-rata kue yang dijual berasal dari Tangerang, Tegal, dan Jakarta sendiri.

Dalam sehari, para pedagang kue keranjang di Petak 9 bisa menjual 1/2-1 kwintal kue kernajang, jika ramai bisa sampai 2 kwintal. Rata-rata mereka yang menjajakan kue keranjang bersifat musiman karena kue ini memang banyak diburu setahun sekali, khusus untuk merayakan Tahun Baru China. (ftr)

sumber dari: okefood.com


ooo .. lily sakit ya.. emang sekarang hawanya baru ga enak, di jogja panas dan lembab ga karuan, bikin badan meriang.
hari ini udah mulai posting berarti udah baikan toh? syukurlah.. :)

Neptunus
13-02-2013, 12:59 PM
kog bisa awet banget ya? :tanya:

opi77
13-02-2013, 02:28 PM
busyet 5 taun???...ga jamuran tuch kue??

lily
13-02-2013, 03:36 PM
kue keranjang bisa bertahan lama, kalau udah berjamur, bagian yg berjamur bisa dipotong dan dibuang, sisanya bisa dimakan... rata2 bisa bertahan setahun... bahkan ada yang bisa bertahan 5 tahun.
ini ada artikel yang bercerita tentang kue keranjang yg tahan 5 tahun



http://img.okeinfo.net/content/2013/02/04/488/756520/oUftsd5fOV.jpg

MENJELANG Imlek, yang jatuh pada 10 Februari, Pasar Petak 9, Glodok, mulai ramai menjajakan kue keranjang. Pengunjung bisa dengan mudah mendapatkannya di sepanjang Jalan Kemenangan tersebut.

Kue keranjang atau dalam bahasa Mandarin disebut nian gao (nian:tahun dan gao:kue) merupakan kue khas tradisi masayarakat Tionghoa yang setiap tahunnya menemani perayaan Imlek. Kue ini biasa digunakan sebagai sajian dalam sembahyang yang diperuntukkan kepada leluhur mereka.

"Kalau dulu, kue keranjang dibuat dalam satu keranjang besar untuk satu keluarga besar, makanya disebut kue keranjang. Kalau sekarang kan seperti ini, kecil-kecil biar praktis," kata Irfan, pembeli kue keranjang asal Jakarta kepada Okezone di Pasar Petak 9, Jakarta, Senin (4/2/2013).

Kue keranjang mulai dijajakan sebulan sebelum Imlek hingga sepekan setelah Imlek. Ada dua jenis kue keranjang yang dijajakan, yaitu kue keranjang berbungkus daun dan kue keranjang berbungkus plastik.

"Paling tahan yang ini, yang dibungkus daun bisa tahan 3-5 tahun. Soalnya ditanam di tanah. Kalau yang plastik paling lama hanya setahun," ujar Yopi, pedagang kue keranjang.

Kue keranjang memiliki tekstur kenyal jika masih baru, dan keras jika sudah lama. Para pembeli yang memilih kue keranjang bungkus plastik beralasan tampilannya lebih rapi dan praktis. Varian ini cocok untuk diberikan sebagai bingkisan Imlek. Sementara, varian yang bungkus daun biasanya hanya dikonsumsi sendiri.

Umur kue keranjang hanya mempengaruhi teksturnya yang mengeras. Meskipun sudah terlihat berjamur di luar, kue masih bisa dimakan dengan cara dibuang bagian yang jelek layaknya mengupas mangga lalu dikukus kembali hingga lunak. Mereka yang membeli kue keranjang bertekstur agak keras mengaku jika yang lembek sulit untuk diiris.

Kue keranjang hanya terbuat dari ketan, gula, dan air yang dimasak sambil terus diaduk. Proses memasaknya bisa berjam-jam sebelum akhirnya dicetak dan dibungkus plastik. Ada tiga varian rasa untuk yang berbungkus plastik, yaitu orginal gula aren, vanila, pandan, dan coklat.

Sementara, kue keranjang yang dibungkus daun pisang hanya menggunakan gula aren sebagai pemanisnya. Kue keranjang yang sudah dimasak lalu dibungkus daun pisang dan ditanam di dalam tanah sekira sepekan.

Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp40 ribu, tergantung merek dan berapa potongan dalam satu kilogramnya. Rata-rata kue yang dijual berasal dari Tangerang, Tegal, dan Jakarta sendiri.

Dalam sehari, para pedagang kue keranjang di Petak 9 bisa menjual 1/2-1 kwintal kue kernajang, jika ramai bisa sampai 2 kwintal. Rata-rata mereka yang menjajakan kue keranjang bersifat musiman karena kue ini memang banyak diburu setahun sekali, khusus untuk merayakan Tahun Baru China. (ftr)

sumber dari: okefood.com


ooo .. lily sakit ya.. emang sekarang hawanya baru ga enak, di jogja panas dan lembab ga karuan, bikin badan meriang.
hari ini udah mulai posting berarti udah baikan toh? syukurlah.. :)

mungkin , karena proses memasaknya lama ya... ato karena dibungkus daun sih ?

saya biasa beli yang dibungkus plastik sih , udah kemasan rapi gitu...

duh jadi pengen makan kue keranjang ::hihi::

iya sakit euy , kemaren hoek 2 kali , keluar semua makanan. siang tadi mo muntah lagi , kurang sehat , trus dah bobo siang.

thanks kupo :cinta:

red>,<hair
13-02-2013, 07:07 PM
barusan dr tempat bos d bawain kue keranjang, jeruk ama g tau apa ini yak kek manisan 3 biji kecil2 ::hihi::