PDA

View Full Version : [Kristen] Tanya arti mazmur 2:11



brudi
25-02-2011, 09:40 AM
“Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,” Mazmur 2:11

Mengapa harus dalam takut dan gemetar setiap kali beribadah kepada tuhan ?
Apakah ada kebahagiaan dalam takut dan gemetar dalam setiap peribadahan ?

Saya mencoba mengutip di salah satu ayat:
I Yohanes 4:18.
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

TErima kasih

PERMANDYAN
25-02-2011, 05:28 PM
apakah takut sama dengan ketakutan....
takut juga bisa berarti hormat...
kalau kamu takut kepada guru ataupun orang tua apa itu yang namanaya ketakutan...(?)

mungkin difinisi takut dibawah ini bisa kamu pahami....


ta.kut
[a] (1) merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana: anjing ini jinak, engkau tidak perlu --; (2) takwa; segan dan hormat: hendaklah kita -- kpd Allah; (3) tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dsb): hari sudah malam, aku -- pulang sendiri; (4) gelisah; khawatir (kalau ...):

http://kamusbahasaindonesia.org/takut

brudi
25-02-2011, 11:16 PM
apakah takut sama dengan ketakutan....
takut juga bisa berarti hormat...
kalau kamu takut kepada guru ataupun orang tua apa itu yang namanaya ketakutan...(?)

mungkin difinisi takut dibawah ini bisa kamu pahami....


ta.kut
[a] (1) merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana: anjing ini jinak, engkau tidak perlu --; (2) takwa; segan dan hormat: hendaklah kita -- kpd Allah; (3) tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dsb): hari sudah malam, aku -- pulang sendiri; (4) gelisah; khawatir (kalau ...):

http://kamusbahasaindonesia.org/takut




Pertama:
Penghormatan seperti apakah yang disertai kegemetaran..

Karena bung per menggunakan Kamus Indonesia maka saya pun menggunakan kamus yang sama..
ge·me·tar a bergetar anggota badan krn ketakutan (kedinginan dsb); menggigil krn ketakutan dsb

Artinya bung per mencium kaki Tuhan sampai gemetar sangat erat kaitannya dengan rasa takut beribadah kepada tuhan..rasa takut yang bukan saja menyangkut masalah hormat, keseganan...tapi......
"merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana"--kalo berbuat salah

Saya menyatakan dan melihat benang merah masalah ini karena jelas sekali ada kaitan ayat diatas dengan beberapa sikap tuhan anda yang dinyatakan beberapa ayat berikut:

Kel. 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Ul. 6:15 sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi.

Ul. 4:24 Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.

Nah. 1:2 TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya.

Ul. 29:20 maka TUHAN tidak akan mau mengampuni orang itu, tetapi murka dan cemburu TUHAN akan menyala atasnya pada waktu itu; segenap sumpah serapah yang tertulis dalam kitab ini akan menghinggapi dia, dan TUHAN akan menghapuskan namanya dari kolong langit.

Mzm. 78:21 Sebab itu, ketika mendengar hal itu, TUHAN gemas, api menyala menimpa Yakub, bahkan murka bergejolak menimpa Israel,

Yes. 14:6 yang memukul bangsa-bangsa dengan gemas, dengan pukulan yang tidak putus-putusnya; yang menginjak-injak bangsa-bangsa dalam murka dengan tiada henti-hentinya.

Mzm. 106:40 Maka menyalalah murka TUHAN terhadap umat-Nya, dan Ia jijik kepada milik-Nya sendiri.

Yes. 13:9 Sungguh, hari TUHAN datang dengan kebengisan, dengan gemas dan dengan murka yang menyala-nyala, untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memunahkan dari padanya orang-orang yang berdosa.

Kedua,
ayat 1 yohanes 4:18 yang saya tampilkan di akhir kalimat tertulis:
".....dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih"

Tolong dijelaskan mengapa Allah anda menghendaki manusia tidak sempurna dalam kasih.....dengan model penghormatan semacam itu, seperti yang dikehendakiNya

Agitho_Ryuki
25-02-2011, 11:37 PM
mungkin yang dimaksud dari ayat itu, *takut* disitu lebih dekat kepada *khawatir*

PERMANDYAN
26-02-2011, 12:34 AM
Karena bung per menggunakan Kamus Indonesia maka saya pun menggunakan kamus yang sama..
ge·me·tar a bergetar anggota badan krn ketakutan (kedinginan dsb); menggigil krn ketakutan dsb

Artinya bung per mencium kaki Tuhan sampai gemetar sangat erat kaitannya dengan rasa takut beribadah kepada tuhan..rasa takut yang bukan saja menyangkut masalah hormat, keseganan...tapi......
"merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana"--kalo berbuat salah

Saya menyatakan dan melihat benang merah masalah ini karena jelas sekali ada kaitan ayat diatas dengan beberapa sikap tuhan anda yang dinyatakan beberapa ayat berikut:



mungkin yang dimaksud dari ayat itu, *takut* disitu lebih dekat kepada *khawatir*




ke.gen.tar.an
[n] (1) gerakan menggentar; (2) ketakutan;kegelisahan

ta.kut
[a] (1) merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana: anjing ini jinak, engkau tidak perlu --; (2) takwa; segan dan hormat: hendaklah kita -- kpd Allah; (3) tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dsb): hari sudah malam, aku -- pulang sendiri; (4) gelisah; khawatir (kalau ...):




kalau kita gabung menjadi:

beribadah kepada tuhan dengan ketakwaan dan gelisah...
kenapa harus gelisah atau takut....
ya jangan sampai ibadah kita tiada berkenan kepadanya....

Kalau kamu merasakan kekuatan yang luar biasa apakah tiada gemetaran.....





ayat 1 yohanes 4:18 yang saya tampilkan di akhir kalimat tertulis:
".....dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih

Tolong dijelaskan mengapa Allah anda menghendaki manusia tidak sempurna dalam kasih.....dengan model penghormatan semacam itu, seperti yang dikehendakiNya




apakah kata takut pada ayat

“Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,” Mazmur 2:11


".....dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih

bunyi ayat yang lengkap adalah

(18) Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.


Akan berbeda khan maknanya jika kamu cuma mengutip sebagian dari keseluruhan ayatnya....
jadi dimana letak allah menghendaki manusia tidak sempurna di dalam kasih seperi yang kamu tuliskan dibawah ini...




Tolong dijelaskan mengapa Allah anda menghendaki manusia tidak sempurna dalam kasih.....dengan model penghormatan semacam itu, seperti yang dikehendakiNya



Dari dua ayat yang diatas sama sama menggunakan kata takut apakah memiliki pengertian ynag sama...

Asum
02-03-2011, 01:01 AM
bung PER, bukankah pasal ini : “Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,” Mazmur 2:11

Sesuai jawaban anda :

ta.kut
[a] (1) merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana: anjing ini jinak, engkau tidak perlu --; (2) takwa; segan dan hormat: hendaklah kita -- kpd Allah; (3) tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dsb): hari sudah malam, aku -- pulang sendiri; (4) gelisah; khawatir (kalau ...):

dan jawaban rekan brudi


Karena bung per menggunakan Kamus Indonesia maka saya pun menggunakan kamus yang sama..
ge·me·tar a bergetar anggota badan krn ketakutan (kedinginan dsb); menggigil krn ketakutan dsb

Maka kira-kira pemahaman yang pas untuk pasal Mazmur 2:11 jadi bagaimana ?

Apakah jadi :

1) “Beribadahlah kepada TUHAN dengan takwa; segan dan hormat dan ciumlah kaki-Nya dengan bergetar anggota badan krn ketakutan (kedinginan dsb),”

atau jadi :

2) “Beribadahlah kepada TUHAN dengan takwa; segan dan hormat dan ciumlah kaki-Nya dengan menggigil krn ketakutan dsb,”


Kira-kira, mana yang bisa menyebabkan orang menggigil atau bergetar badannya (gentar) tsb ? apakah karena : krn kedinginan, demam, ketakutan, atau takwa; segan dan hormat atau tidak berani ?


Mana kira2 yang menjadi keyakinan anda dalam memahami pasal Mazmur 2:11 di atas ? :-?


Silahkan duduk2 lagi sambil ngupi-ngupi ~O)~O)

------------
Note :

gi.gil
[a] , meng.gi.gil a gemetar krn kedinginan, demam, ketakutan (tt sikap tubuh atau suara); anak itu ~ krn sakit

ke.gen.tar.an
[n] (1) gerakan menggentar; (2) ketakutan;kegelisahan

ta.kut
[a] (1) merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana: anjing ini jinak, engkau tidak perlu --; (2) takwa; segan dan hormat: hendaklah kita -- kpd Allah; (3) tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dsb): hari sudah malam, aku -- pulang sendiri; (4) gelisah; khawatir (kalau ...):

ge·me·tar a bergetar anggota badan krn ketakutan (kedinginan dsb); menggigil krn ketakutan dsb

Serenade
04-04-2011, 11:46 PM
Siapa, ya, umat Kristen yg beribadah kepada Tuhan dengan sangat ketakutan sampai gemetaran. Kalo berdosa besar, hampir mati atau yg sejenis mungkin aja. :))

Aku lebih suka bicara prakteknya aja.

Mazmur 2:11 menunjukkan pada umat Kristen bahwa Tuhan itu haruslah sangat sangat dihormati dan haruslah ada rasa sangat tak ingin/gentar/takut berbuat kesalahan di hadapanNya.

Tapi, Tuhan itu mengasihi kita dan umatNya juga seharusnya mengasihi Dia juga.

Gabungan yang menarik, kan, gentar/takut kepadaNya tetapi sekaligus mengasihiNya. Tapi tiada yang mustahil dimengerti kalo sudah dijalani dan Tuhan sendiri menyatakan siapa diriNya kepada umat yang beribadah kepadaNya.

Asum
05-04-2011, 08:59 PM
Mazmur 2:11 menunjukkan pada umat Kristen bahwa Tuhan itu haruslah sangat sangat dihormati dan haruslah ada rasa sangat tak ingin/gentar/takut berbuat kesalahan di hadapanNya.

ah masa ? coba baca lagi pasalnya :

“Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,” Mazmur 2:11
nampaknya, pasal di menyuruh beribadah dengan rasa takut, BUKAN "rasa sangat tak ingin/gentar/takut berbuat kesalahan di hadapanNya." :-/

Serenade
05-04-2011, 11:06 PM
:))

Sori, karena ini beneran lucu aja. Rasanya harus menjelaskan sampe ke akar2nya.

Kami diajarin bahwa baca Alkitab itu ga kata per kata begitu aja. Kalo cuma sibuk ngurusin arti kata perkata, berarti telah terjebak pada cara yg salah.

Pertama perlu diketahui bhw kitab itu adalah kitab Mazmur, isinya kebanyakan adl puisi dan nyanyian bukan kitab yang mengatur bagaimana cara beribadah.

Jadi kalo tertulis begitu, itu adalah bentuk ekspresi dari iman penulisnya.

Kedua, kami ga pernah diajarin bahwa berdasarkan kalimat itu, kami beribadah dengan gemetar ketakutan.

Ah, yang bener aja. =))

Asum
06-04-2011, 12:50 AM
:))

Sori, karena ini beneran lucu aja. Rasanya harus menjelaskan sampe ke akar2nya.

Tidak ada salahnya anda menjelaskan sampai ke akar2nya :))


Kami diajarin bahwa baca Alkitab itu ga kata per kata begitu aja. Kalo cuma sibuk ngurusin arti kata perkata, berarti telah terjebak pada cara yg salah.

Jadi kalimat dalam Bible tidak dapat dipahami sebelum semua habis di baca ?

:))


Pertama perlu diketahui bhw kitab itu adalah kitab Mazmur, isinya kebanyakan adl puisi dan nyanyian bukan kitab yang mengatur bagaimana cara beribadah.

Setuju, dalam bahasa Arab mirip dengan Mazamir, masalahnya apakah setiap kalimat yang dinyayikan tsb maka ia harus dipahami dengan pemahaman lain dalam arti bukan makna sebenarnya atau tidak perlu diikuti dan dikerjakan walau berisi pengajaran ? :))


Jadi kalo tertulis begitu, itu adalah bentuk ekspresi dari iman penulisnya.

Bukankah penulis tsb diilhami oleh RK ? :))


Kedua, kami ga pernah diajarin bahwa berdasarkan kalimat itu, kami beribadah dengan gemetar ketakutan.

Ah, yang bener aja. =))
Yah, kalau tidak diajari berarti tidak sesuai dengan maksud kalimat tsb =))

Serenade
06-04-2011, 04:07 PM
Tidak ada salahnya anda menjelaskan sampai ke akar2nya :))

Sebisanya deh :))
Pemahamanku tentang "takut akan Tuhan" yang kristiani aja berkembang bukan dalam sehari dua hari.
Gila, gimana cuma buat dalam postingan2 gini ya =))

Sebisanya deh ...


Jadi kalimat dalam Bible tidak dapat dipahami sebelum semua habis di baca ?

Mungkin lebih tepat adalah tidak terpaku satu ayat kemudian melupakan bahwa ada ayat2 yg bercerita tentang panggilan Tuhan buat umatNya untuk mendekat kepadaNya, bahwa manusia butuh Dia, jg bahwa Dia adalah Yang Maha Adil dan Bijaksana yg tak menghukum tanpa alasan tetapi Dia hakekatnya adalah Yang Maha Besar dan Maha Kudus.


Setuju, dalam bahasa Arab mirip dengan Mazamir, masalahnya apakah setiap kalimat yang dinyayikan tsb maka ia harus dipahami dengan pemahaman lain dalam arti bukan makna sebenarnya atau tidak perlu diikuti dan dikerjakan walau berisi pengajaran ? :))

Maksudnya kami harus gemetar ketakutan setiap kali beribadah? Biar sama persis spt ayat tsb.?

La, sdh dijelaskan, itu kitab bukan kitab tata cara ibadah. Pengajaran yg diberikan oleh ayat ini adalah beribadahlah dengan "takut akan Tuhan" tetapi yah, dengan pengertian kristiani yang bener. :))



Bukankah penulis tsb diilhami oleh RK ? :))

Kami mengatakan diilhami, lho, bukan ditulis oleh Roh Kudus pake tangan penulisnya. :))



Yah, kalau tidak diajari berarti tidak sesuai dengan maksud kalimat tsb =))

Karena bukan kitab tata cara ibadah :))

Ambil inti yang ingin disampaikan ayat tersebut aja.

Serenade
06-04-2011, 04:07 PM
DP mulu nih =))

Asum
08-04-2011, 08:48 PM
Maksudnya kami harus gemetar ketakutan setiap kali beribadah? Biar sama persis spt ayat tsb.?

La, sdh dijelaskan, itu kitab bukan kitab tata cara ibadah. Pengajaran yg diberikan oleh ayat ini adalah beribadahlah dengan "takut akan Tuhan" tetapi yah, dengan pengertian kristiani yang bener. :))

Yang benar itu seperti apa ?

Apakah psl tsb diu atas tidak benar ? =))


Kami mengatakan diilhami, lho, bukan ditulis oleh Roh Kudus pake tangan penulisnya. :))

Lah semua alkitab juga diilhami RK tidak ada yang ditulis langsung sama RK

Lalu apa bedanya ? =))


Karena bukan kitab tata cara ibadah :))

Ambil inti yang ingin disampaikan ayat tersebut aja.
Emang ada dalam PL & PB kitab tata cara ibadah ? :))

Lalu inti dari psl yang ditanyakan TS apa ? =))

Serenade
09-04-2011, 01:06 PM
Duileee .... guling2 gitu ....

Ntar deh ane jelasin. Ini aja baru sembuh lagi males mikir n berfokus nyelesain tugas menjelang perayaan Paskah.

brudi
17-04-2011, 07:04 PM
udah sembuh donk ya rum..eh lak..:))

Serenade
26-04-2011, 03:53 PM
Yak akhirnya ada waktu luang lebih tapi ternyata sewaktu masuk di wikipedia malah sudah ada penjelasan tentang takut akan Tuhan.

Aku kopi peis aja, keknya tulisan ini jauh lebih baik dari tulisanku :))


Fear of God (religion)
The fear of God is an attitude to religious practice advocated in many religions, most notably the Abrahamic religions. Having the fear of God is most often considered to be a positive sign of spiritual well-being. The first mention of the fear of God in the Hebrew Bible is in Genesis 22:12, where Abraham is commended for putting his trust in God. The New Testament book of Hebrews comments on this event by explaining, "Abraham, when he was tested, offered up Isaac, and he who had received the promises was in the act of offering up his only son, of whom it was said, 'Through Isaac shall your offspring be named.' He considered that God was able even to raise him from the dead, from which, figuratively speaking, he did receive him back." (Heb 11:17-19). Because of this passage many Christians conclude that Abraham's fear of God was an act of trust in God, that God would give Isaac back to Abraham. Others believe that Abraham's fear of God was his willingness to obey God, even though it would mean losing his Son.[1] Many Jews and Christians believe the fear of God to be devotion itself, rather than a sense of being frightened of God. It can also mean fear of God's judgment.[2] The fear of God is described in Proverbs 8:13 as "the hatred of evil." Throughout the Bible it is said to bring many rewards. Conversely, not fearing God is said to result in Divine retribution.

Sumbernya : http://en.wikipedia.org/wiki/Fear_of_God_(religion)

kalo yg ini lebih kristiani.


Fear of the Lord
Fear of the Lord is one of the Seven gifts of the Holy Spirit, as described in Isaiah 11:2-3. In Proverbs 1:7 and Proverbs 9:10, the fear of the Lord is called the beginning or foundation of wisdom. In Proverbs 15:33, the fear of the Lord is described as the "discipline" or "instruction" of wisdom.[1][2] The Catholic Encyclopedia explains that this gift "fills us with a sovereign respect for God, and makes us dread, above all things, to offend Him."[3]
In an April 2006 article[4] published in Inside the Vatican magazine, contributing editor John Mallon writes that the "fear" in "fear of the Lord" is often misinterpreted as "servile fear" (the fear of getting in trouble) when it should be understood as "filial fear" (the fear of offending someone whom one loves).
Rudolf Otto coined the term "Numinous" to express the type of fear one has for the Lord. C.S. Lewis references the term in many of his writings, but specifically describes it in his book The Problem of Pain and states that fear of the Numinous is not a fear that one feels for a tiger, or even a ghost. Rather, the fear of the Numinous, as C. S. Lewis describes it, is one filled with awe, in which you "feel wonder and a certain shrinking" or "a sense of inadequacy to cope with such a visitant of or prostration before it". It is a fear that comes forth out of love for the Lord.
"The Fear of the Lord" is felt because one understands the "fearful expectation of judgement" (Hebrews 10:27). Still, this is not a fear that leads one to despair, rather it must be coupled with trust, and most importantly, love. In Psalms 130:3-4, it is said, "If you, O Lord, kept a record of sins, O Lord, who could stand? But with you there is forgiveness; therefore you are feared."
Some translations of the Bible, such as the New International Version, sometimes replace the word "fear" with "reverence". This is because the Fear of the Lord incorporates more than simple fear. As Robert B. Strimple says, "There is the convergence of awe, reverence, adoration, honor, worship, confidence, thankfulness, love, and, yes, fear."[5]

Sumbernya : http://en.wikipedia.org/wiki/Fear_of_the_Lord

Serenade
26-04-2011, 04:03 PM
Aku males bahas tentang bagaimana umat Kristiani memandang Alkitab jadi aku coba kopi peis dari Sarapan Pagi



Pengilhaman penulisan Alkitab adalah sebagai berikut :


1. Alkitab bukanlah kumpulan ayat-demi-ayat, yang setiap “katanya” didiktekan secara langsung dan mutlak oleh Tuhan tanpa sentuhan manusia.

Tuhan-Alkitab tidak mendiktekan FirmanNya dengan cara demikian. FirmanNya yang "dimasukkan" ke dunia dan tinggal di dunia untuk berkomunikasi dengan manusia melalui panca-indera dan nalarnya, ternyata justru memilih unsur-unsusr dunia yang terbatas, seperti: tempat, waktu, budaya dan bahasa-dunia. Bukankah ini dapat diumpamakan dengan orang-tua yang harus membatasi dirinya dan menurunkan tingkat bahasanya ketika ia berbicara dengan seorang anak kecil? Karena Tuhan memilih dan memakai hal-hal yang terbatas, maka Ia pun menggambarkan hakekat keilahianNya dalam batas-batas yang dipilihNya itu. melalui bahasa dan budaya manusia namun dalam hikmat Roh Allah, firmanNya disampaikan kepada manusia (1 Korintus 2:13)


2. Kalimat-kalimat di dalam Alkitab itu tidak seluruhnya berupa perkataan yang disabdakan secara langsung oleh Tuhan, melainkan ada pula berupa kisah-kisah yang ditulis dengan menggunakan tangan penulis, namun semua didasari pada ilham Roh Kudus kepada para penulisnya

Berita kebenaran Alkitab ditulis manusia yang tetap diberi kebebasan untuk menggunakan bakat dan gaya penulisan, huruf dan bahasa mereka masing-masing. Dengan demikian, hasil tulisan setiap penulis terkait dengan budaya dan kepribadian sera pengalamannya.

Namun semuanya telah dituntun oleh Roh Kudus untuk menghasilkan Firman-Nya yang dituangkan secara benar, perlu dan cukup, didalam batas-batas pengertian yang mampu diungkapkan melalui rangkaian abjad dunia yang terbatas. Oleh dorongan Roh Kudus orang-orang yang diilhami itu berbicara atas nama Tuhan (2 Petrus 1:21)


3. Alkitab bahkan tidak memuat seluruh perkataaan mujizat dan perbuatan Allah atau nabiNya selama karya utusanNya dibumi

Mengapa orang tidak mempersoalkan jumlah ayat-ayatNya yang terbatas dalam kitabNya, padahal Firman Allah tidak terbatas dalam segala aspek (segi) dan dimensinya? Mengapa orang menganggap seluruh ayat-ayat tersaji itu sudah lengkap? Bukankah itu aneh.

Mengenai 'keanehan' yang sering tidak kita sadari, Alkitab menerangkan bahwa kelengkapannya tidak ditentukan oleh mutlaknya jumlah ayat dan pasal hukum untuk menjawab setiap masalah dunia kini dan nanti, melainkan lengkap dalam arti cukup untuk menyampaikan maksud dan kehendak Tuhan untuk menyelamatkan manusia, dan bahwa Yesus Kristus itulah Juru selamatnya. Hal ini tertulis antara lain Yohanes 20:30,31 sebagai berikut :

20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.


Kitab-kitab Injil juga tidak perlu memuat semua ucapan dan perbuatan Yesus selama Ia tinggal di dunia. Lihat, misalnya Matius 4:23, Yohanes 2:23, Yohanes 16:12 atau Lukas 5:4, yang tidak menuliskan ucapan-ucapan dan perbuatan Yesus pada kitab-kitab Injil tersebut. Namun hal ini tidak mengurangi kebenaran dan kesempurnaan injil, yang telah ditulis supaya kita percaya.

* Yohanes 21:25
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.


4. Dalam banyak hal, Tuhan menyampaikan pesanNya melalui perumpamaan-perumpamaan sederhana. Padahal mustahil perumpamaan-perumpamaan itu dapat menggambarkan secara mutlak kebenaran yang diumpamakan

Yang bisa sempurna menggambarkan sesuaru agaknya hanyalah duplikat atau kembaran atau foto-copy canggih dari gambar aslinya. Mustahil ada perumpamaan yang seratus persen sempurna menyamai rincian-rincian aslinya.

Ketidak sempurnaan ini hanya dapat diartikan bahwa penggambaran dan pengungkapan Firman Tuhan dengan menggunakan perumpamaanpun tidaklah sempurna secara mutlak, kecuali lebih memberikan pemahaman dan pesan-pesan pokok Firman Tuhan


5. Teks, Alkitab saja belum memberikan seluruh makna kebenaran

Alkitab bukan sekadar teks, melainkan Firman Tuhan yang hidup. Ia bukan hanya pesan yang tersurat melainkan juga tersirat. Bahkan merupakan pesan ilahi yang baru dapat dimengerti secara penuh bilamana hati pembacanya diberi pengertian khusus oleh Roh Allah (divine illumination)

Orang-orang Yahudi, walaupun mengenal Abraham, Musa dan taurat telah ditegur oleh Yesus karena tidak mengenal "bahasanya Taurat", yaitu FirmanNya.

" Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku" (Yohanes 8:43)


Bahkan Petrus dan murid-murid Yesus, yang senantiasa bersama Yesus, juga tidak mengerti Kitab Suci sebelum Dia -Sang Pemilik Kitab Suci - membuka pikiran mereka (Lukas 24:44,45). Ini membuktikan, bahwa kebenaran penuh dari Kitab Suci tidak terletak pada kesempurnaan susunan kalimat, kelengkapan jumlah huruf dan semantika teksnya, melainkan pada kelengkapan pengertian yang diberikan oleh Roh Kudus atas teks tersebut.

Yesus berjanji akan memberikan pengertian tersebut kepada mereka yang menyambutNya "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;..." (Yohanes 16:13)


Dan sekali lagi aku katakan, ya, Mazmur itu bukan kitab tata cara ibadah walaupun ada pengajaran di setiap bait dan ayatnya.

Casanova Love
20-09-2011, 06:12 PM
Kl pake bahasa Indonesia, rasanya spt tidak ada bedanya dan kedua ayat tsb berkontradiksi.

Kata 'takut' dlm Mzm 2:11 mnggunakan bahasa Ibrani yi'rah yg artinya lebih condong ke 'hormat' atau 'segan' krn bhadapan dg sesuatu yg jauh lebih besar daripada dirinya.
Beribadah dg 'takut' (yi'rah) artinya mhadap Tuhan tidak dg sikap mremehkan, sombong, asal-asalan dan seenaknya.

-------

Kata takut dlm 1Yoh 4:18 menggunakan bahasa Yunani 'phobos' yg kita kenal sbg 'fobia'.
Fobia condong pnggunaannya ke 'rasa takut tanpa alasan yg jelas' atau 'kecemasan berlebihan'.

---------

Jika sso bjaga-jaga agar tidak dipagut ular saat brada di hutan, maka ketakutannya beralasan.
Tp jika sso keluar kringat dingin saat mlihat ular di dalam kandang, maka dia mngalami fobia dan itu tidak 'sehat'.

Sso yg takut akan Tuhan akan mdekati Tuhan dg rasa takut mngarah ke hormat dan segan krn mngetahui bhw Tuhan jauh lebih besar daripadanya dan akan ada konsekuensi jika ia tidak mhadap Tuhan dg pantas.
Sso yg fobia thd Tuhan akan malah mjauhi Tuhan krn ia curiga tanpa alasan yg jelas thd Tuhan.

Bgitulah bedanya.