PDA

View Full Version : tuhan itu suatu yang imajiner atau nyata??



youngblue
25-02-2011, 08:05 AM
kalau nyata apa betul ada yang pernah melihat,merasakan,mendengar atau mencium?
kalau imajiner terus mulo bukane cem mana?

danalingga
25-02-2011, 12:37 PM
Nyata itu maksudnya gimana blue? Nyata seperti manusia yang bisa diindrai pake panca indra atau ... ?

pasingsingan
25-02-2011, 12:42 PM
tuhan menurut kaum theistik adalah suatu yng intangible (non-inderawi)
adanya hanya dlm konsep pemikiran, dan hanya bisa didemonstrasikan
melalui dalil burhani/empirik, yakni dng fakta2 yng ada disimpulkan eksistensinya
demikian uraian singkatnya dek yangbolu :)

senosukekitagawa
25-02-2011, 02:12 PM
kalau nyata apa betul ada yang pernah melihat,merasakan,mendengar atau mencium?
kalau imajiner terus mulo bukane cem mana?

kalau ditanya pernah melihat Tuhan ?? blm pernah, nga tau kalo agama di luar Islam.

kalau merasakan hati gw yg ngerasain kalo gw lagi beribadah.

kalau mendengar.....,mendengar apa doloe neeh.

mendengar keberadaan Tuhan, dari gw kecil mak gw dah bilang bahwa Tuhan itu ada.

buktinya ada dari mane mak, trus mak gw bilang wujudnye emang kagak bisa dilihat tapi kite bisa baca perkataan-perkataan Tuhan dari kitab suci.:D

Agitho_Ryuki
25-02-2011, 03:40 PM
apa itu imajiner? apa itu nyata?

youngblue
25-02-2011, 10:46 PM
tuhan menurut kaum theistik adalah suatu yng intangible (non-inderawi)
adanya hanya dlm konsep pemikiran, dan hanya bisa didemonstrasikan
melalui dalil burhani/empirik, yakni dng fakta2 yng ada disimpulkan eksistensinya
demikian uraian singkatnya dek yangbolu
jadi artinya tuhan itu imajiner abstrak dan tak ada dasar pendukungnya , apa demikian maksud nya wak pesing??? betul?

kalau ditanya pernah melihat Tuhan ?? blm pernah, nga tau kalo agama di luar Islam.

kalau merasakan hati gw yg ngerasain kalo gw lagi beribadah.

kalau mendengar.....,mendengar apa doloe neeh.

mendengar keberadaan Tuhan, dari gw kecil mak gw dah bilang bahwa Tuhan itu ada.

buktinya ada dari mane mak, trus mak gw bilang wujudnye emang kagak bisa dilihat tapi kite bisa baca perkataan-perkataan Tuhan dari kitab suci.
maksudnya cerita bersambung dari generasi ke generasi???

apa itu imajiner? apa itu nyata? imajiner itu kalau di matematika di lambangkan sebagai "J", nek ra salah wong aku cuma dapat nilai D utk teori medan je,... lah mas dab kan yg tau to bilangan imajiner lah wong dosen kok ndak tau ,..... guyon sampaean mas dab???

Asum
26-02-2011, 12:12 AM
imajiner itu bukannya khayalan atau angan2 semata alias sesuatu yang ada dalam bayangan semata, gak nyata ?

ndugu
26-02-2011, 08:04 AM
kalau ditanya pernah melihat Tuhan ?? blm pernah, nga tau kalo agama di luar Islam.

kalau merasakan hati gw yg ngerasain kalo gw lagi beribadah.

kalau mendengar.....,mendengar apa doloe neeh.

mendengar keberadaan Tuhan, dari gw kecil mak gw dah bilang bahwa Tuhan itu ada.

buktinya ada dari mane mak, trus mak gw bilang wujudnye emang kagak bisa dilihat tapi kite bisa baca perkataan-perkataan Tuhan dari kitab suci.:D
jadi tuhan ada karena mak kamu bilang ada? :mrgreen:

senosukekitagawa
26-02-2011, 09:27 AM
jadi tuhan ada karena mak kamu bilang ada? :mrgreen:

hooh, trus mak gw bilang gini....

tong luh pernah diputusin ngga sama cewek luh

gw bilang pernah mak,....sakit hatii bangett dah......:D

nah sekarang luh tunjukin ke mak rasa sakit hati loh itu kayak apa...

lah pegimane cara nunjukinnye mak........pan memang

itu adalah suatu rasa dan ghaib tapi rasa sakit itu memang ada.......

lah itu die tong, keberadaan Tuhan sama dengan rasa sakit hati

ada tapi kagak bisa di tunjukin.......ekkeekekek........:-"

senosukekitagawa
26-02-2011, 09:37 AM
maksudnya cerita bersambung dari generasi ke generasi???

hooh blue, mak gw bilang cerita ini di kuatkan dengan dalil-dalil

sehingga karena dalil-dalil kuat tersebut orang bertambah yakin

sehingga agama yg gw anut banyak pengikutnya, sampe sekarang........:mrgreen:

Agitho_Ryuki
27-02-2011, 12:40 AM
Leibniz membuktikan adanya Tuhan sebagai berikut:
Dia mengatakan bahwa manusia memiliki ide kesempurnaan, maka adanya Tuhan terbukti
Dia berpendapat bahwa adanya alam semesta dan ketidaklengkapannya membuktikan adanya sesuatu yan melebihi alam semesta ini, dan yang transenden ini di sebut Tuhan
Dia berpendapat bahwa kita selalu ingin mencapai kebenaranabadi, dan bahwa kebenaran macam itu tak bisa dihasilkan oleh manusia menunjukkan adanya pikiran abadi, yaitu Tuhan.
(Hardiman, 2007 : 57-58)

Dadap serep
27-02-2011, 08:18 AM
Walahhhh kok ya pada ngomongi GustiAllah seh.
Kok pertanyaannya "imajiner" atau "Nyata" seh.
Imajiner --jadi keinget lagunya si Jon yg main Lenong-- , kalau ndak salah dari imajinasi artinya sesuatu hasil olah pikir ya , jadi suatu prduk manusia ya ? masak seh Tuhan merupakan product manusia , ndak lah yaaa ?
Nahhh kalau pilihannya cuman dua , kalau satu sudah tertolak , ya mestinya jawabannya ya yg satunya Tuhan itu "Nyata".
Piye pak TS , sudah terjawab belum pertanyaanya.:D

pasingsingan
27-02-2011, 11:03 AM
tuhan menurut kaum theistik adalah suatu yng intangible (non-inderawi)
adanya hanya dlm konsep pemikiran, dan hanya bisa didemonstrasikan
melalui dalil burhani/empirik, yakni dng fakta2 yng ada disimpulkan eksistensinya
demikian uraian singkatnya dek yangbolu jadi artinya tuhan itu imajiner abstrak dan tak ada dasar pendukungnya , apa demikian maksud nya wak pesing??? betul?

betol, kalau dikatakan hal yng abstrak (hanya ada dlm konsep pemikiran)
klo dikatakan tdk ada dasar pendukungnya, itu tidak tepat
bukti macam apa yng sampeyan maksud .... bukti inderawi?
apakah dalil logika semata2 hanya bersandar pada hal2 bersifat inderawi?

sekedar ilustrasi:
sampeyan meyakini konsepsi bilangan 1,2,3 ...... dstnya
apakah sampeyan punya bukti pendukungnya?
itu nyata atau imajiner? :-w

Asum
27-02-2011, 11:09 AM
Leibniz membuktikan adanya Tuhan sebagai berikut:
Dia mengatakan bahwa manusia memiliki ide kesempurnaan, maka adanya Tuhan terbukti
Dia berpendapat bahwa adanya alam semesta dan ketidaklengkapannya membuktikan adanya sesuatu yan melebihi alam semesta ini, dan yang transenden ini di sebut Tuhan
Dia berpendapat bahwa kita selalu ingin mencapai kebenaranabadi, dan bahwa kebenaran macam itu tak bisa dihasilkan oleh manusia menunjukkan adanya pikiran abadi, yaitu Tuhan.
(Hardiman, 2007 : 57-58)
Hal itu tidak serta merta menunjukkan bukti bahwa tuhan itu ada bukan imajiner.

Saya malah lebih memahami bahwa adanya bumi dan jagat raya serta isinya membuktikan adanya pencipta, karena segala sesuatu tidak mungkin ada begitu saja tanpa ada aktor di belakang semua itu.

Yang membuat semua ada inilah dia benar2 ada, karena dia ada sebelum semuanya diadakan olehnya. :D

Agitho_Ryuki
27-02-2011, 11:13 AM
Hal itu tidak serta merta menunjukkan bukti bahwa tuhan itu ada bukan imajiner.

Yang aku tangkap Leibzniz hanya ingin menunjukkan keber'ada'an tuhan. Terlepas dia imaginer atau nyata


Saya malah lebih memahami bahwa adanya bumi dan jagat raya serta isinya membuktikan adanya pencipta, karena segala sesuatu tidak mungkin ada begitu saja tanpa ada aktor di belakang semua itu.

sama seperti ucapan leibniz, itu yang kurasakan.


Yang membuat semua ada inilah dia benar2 ada, karena dia ada sebelum semuanya diadakan olehnya. :D
dimana dia berada?

Asum
27-02-2011, 11:30 AM
dimana dia berada?
Agama saya mengajarkan bahwa tuhan ada di langit, filsuf muslim (sufi) mengatakan tuhan ada di mana-mana.

Pertanyaan "dimana" <<< menuntut kita berpikir akan batasan ruang/dimensi. Ini sama dengan anda bertanya, "dimanakah Asum berada sekarang" ? :D


Bagaimana filsafat Barat menjawab pertanyaan anda :-/

danalingga
27-02-2011, 11:53 AM
Hal itu tidak serta merta menunjukkan bukti bahwa tuhan itu ada bukan imajiner.

Saya malah lebih memahami bahwa adanya bumi dan jagat raya serta isinya membuktikan adanya pencipta, karena segala sesuatu tidak mungkin ada begitu saja tanpa ada aktor di belakang semua itu.

Yang membuat semua ada inilah dia benar2 ada, karena dia ada sebelum semuanya diadakan olehnya. :D

Kalo dari sudut pandang bukan keimanan hal ini kan masih asumsi.

Kalo memang dibelakang segala sesuatu itu harus ada aktor dibelakangnya, konsekuensinya dibelakang pencipta harus ada lagi sesuatu.

Asum
27-02-2011, 12:11 PM
Kalo dari sudut pandang bukan keimanan hal ini kan masih asumsi.

Kalo memang dibelakang segala sesuatu itu harus ada aktor dibelakangnya, konsekuensinya dibelakang pencipta harus ada lagi sesuatu.

Kalau dibelakang pencipta harus ada sesuatu (yang mencipta) <<< bukan pencipta tapi ciptaan karena ia ada dari hasil cipta sesuatu :D

Pencipta, seharusnya menjadi sumber segala sesuatu yang ada yang bersumber dari darinya dan bukan dari selainnya. Maka jika kita urut-urut asal-usul kursi siapa yang mencipta <<< manusia, manusia siapa mencipta <<< sang pencipta (tuhan), Sang Pencipta (tuhan) siapa yang mencipya <<<< sang Penciptanya, dst ... So


Bagi saya, selalu ada awal dan akhir. Awal segala sesuatu adalah pencipta, dan akhir segala sesuatu adalah ciptaan.<<<< apakah ini filsafat ? bukan mas, ini konsep agama yang saya anut :D

danalingga
27-02-2011, 12:15 PM
@ Asum: berarti masih ada perkecualian donk. jadi pernyataan ini:


karena segala sesuatu tidak mungkin ada begitu saja tanpa ada aktor di belakang semua itu.

salah donk. Silahkan dibuat pernyataan yang lebih benar dengan mengikutkan perkecualiannya. :D

kalo yang ini:


Bagi saya, selalu ada awal dan akhir. Awal segala sesuatu adalah pencipta, dan akhir segala sesuatu adalah ciptaan.<<<< apakah ini filsafat ? bukan mas, ini konsep agama yang saya anut

setahu saya itu hasil kesimpulan dari Asum beragama, dan mungkin saja menjadi kesimpulan dari seseorang yang berfilsafat. ;)

Asum
27-02-2011, 12:35 PM
@ Asum: berarti masih ada perkecualian donk. jadi pernyataan ini:

karena segala sesuatu tidak mungkin ada begitu saja tanpa ada aktor di belakang semua itu.
salah donk. Silahkan dibuat pernyataan yang lebih benar dengan mengikutkan perkecualiannya. :D

Tidak ada yang perlu dikoreksi, karena begitulah nampaknya yang terjadi. Jika saya rubah kalimat di atas menjadi : "karena segala ciptaan tidak mungkin ada begitu saja tanpa ada pencipta semua itu", maka hal ini sesuai dengan apa yang katakan selanjutnya di bawah ini :


kalo yang ini:

Bagi saya, selalu ada awal dan akhir. Awal segala sesuatu adalah pencipta, dan akhir segala sesuatu adalah ciptaan.<<<< apakah ini filsafat ? bukan mas, ini konsep agama yang saya anut

setahu saya itu hasil kesimpulan dari Asum beragama, dan mungkin saja menjadi kesimpulan dari seseorang yang berfilsafat. ;)
Bisa ya bisa tidak, artinya (bagi saya) filsafat bukan segala-galanya bagi saya, tetapi agama yang saya anut adalah segalanya bagi saya, karena kepadanya lah saya bertumpu. :)>-

Dadap serep
27-02-2011, 12:39 PM
Maksudnya mungkin adalah semua itu pasti ada penyebabnya sampai akhirnya menuju kepada sumber dari segala sebab (Prima Causa). Sebab yg bukan akibat. Teori ini rasanya sudah sejak zaman Yunani kuno , sampai Thomas Aquinas zaman Kekristenan (Spiritist Dctrine) dan Islam.

danalingga
27-02-2011, 01:56 PM
Maksudnya mungkin adalah semua itu pasti ada penyebabnya sampai akhirnya menuju kepada sumber dari segala sebab (Prima Causa). Sebab yg bukan akibat. Teori ini rasanya sudah sejak zaman Yunani kuno , sampai Thomas Aquinas zaman Kekristenan (Spiritist Dctrine) dan Islam.

Kalo maksudnya begitu, redaksi kalimat bahwa : "karena segala sesuatu tidak mungkin ada begitu saja tanpa ada aktor di belakang semua itu." tidak pas. Karena ini kan ngomongin segala sesuatu -- mungkin menjadi pas kalo Tuhan (Pencipta) itu bukan sesuatu. Tapi ini kan dalam tataran filsafat, jadi rasanya Tuhan atau pencipta itu juga sesuatu.

pasingsingan
27-02-2011, 08:16 PM
Maksudnya mungkin adalah semua itu pasti ada penyebabnya sampai akhirnya menuju kepada sumber dari segala sebab (Prima Causa). Sebab yg bukan akibat. Teori ini rasanya sudah sejak zaman Yunani kuno , sampai Thomas Aquinas zaman Kekristenan (Spiritist Dctrine) dan Islam.
setuju
sptnya nanti juga akan mengarah kesana (causalitas law)
cuma TSnya kan pengen bikin semacam intro gitu
sedikit agak berliku dng menyoal imajiner atau nyata :))

youngblue
27-02-2011, 08:20 PM
setuju
sptnya nanti juga akan mengarah kesana (causalitas law)
cuma TSnya kan pengen bikin semacam intro gitu
sedikit agak berliku dng menyoal imajiner atau nyata

nek ra mbulet ndi seru wak pesing , ....ke...ke...ke...ke...ke

Dadap serep
04-03-2011, 11:24 PM
nek ra mbulet ndi seru wak pesing , ....ke...ke...ke...ke...ke

Tapine wis tak jawab lho pertanyaan sampeyan DISINI (http://www.kopimaya.com/forum/showthread.php?238-tuhan-itu-suatu-yang-imajiner-atau-nyata&p=2926&viewfull=1#post2926)
Mathuk nopo mboten mase , yen mathuk yo diclose ae topikke .

ishaputra
08-03-2011, 09:09 AM
tuhan menurut kaum theistik adalah suatu yng intangible (non-inderawi)
adanya hanya dlm konsep pemikiran, dan hanya bisa didemonstrasikan
melalui dalil burhani/empirik, yakni dng fakta2 yng ada disimpulkan eksistensinya
demikian uraian singkatnya dek yangbolu :)

Ini menarik mbah. Kalau tuhan itu non inderawi, apa bedanya dengan misalnya "flying spaghetti monster", "sinterklas", "simelekete" dan sebagainya?

Apa bedanya dengan sesuatu yang "tidak ada" dan "bukan apa-apa?"

AsLan
08-03-2011, 10:47 AM
Apa bedanya orang hidup dengan orang mati ?
Apa bedanya sel hidup dengan sel mati ?

"Hidup" itu kan gak kelihatan, yg kelihatan adalah "orang hidup", Keberadaan "orang hidup" membuktikan adanya "hidup"

kandalf
08-03-2011, 11:37 AM
Ini menarik mbah. Kalau tuhan itu non inderawi, apa bedanya dengan misalnya "flying spaghetti monster", "sinterklas", "simelekete" dan sebagainya?

Apa bedanya dengan sesuatu yang "tidak ada" dan "bukan apa-apa?"

Yang non-inderawi kan juga berupa postulat.
Definisi KBBI
pos·tu·lat n asumsi yg menjadi pangkal dalil yg dianggap benar tanpa perlu membuktikannya; anggapan dasar; aksioma

Nah, dari postulat itu kemudian diturunkan seperangkat aturan.
Bagaimana kita membuat postulat tentang Tuhan, bagaimana kita mempersepsikan Tuhan, itu akan mempengaruhi aturan yang akan terbentuk.
Konsep Tuhan yang dipersepsikan sebagai penyayang akan melahirkan kecenderungan untuk berderma.
Konsep Tuhan yang pencemburu akan melahirkan kecenderungan untuk fanatik.

Nah, FSM, sejauh yang kutahu, belum pernah melahirkan aturan apapun karena itu FSM gak bisa dianggap Tuhan. Berbeda dengan Sinterklas, yang cukup ampuh buat menakut-nakuti anak-anak berarti bisa jadi Tuhan buat anak2 =))

Tentu saja dalam ilmu logika

A -> B (jika A maka B) namun B bisa ada tanpa keberadaan A. Namun bila B dibuktikan tak akan pernah ada maka antara 'A' tidak ada atau pernyataan keseluruhan salah.

brudi
08-03-2011, 11:44 PM
Apa yang membuat saya berpikir bahwa tuhan yang sebenar-benarnya itu imajiner ?
bahwa banyak penderitaan dan kejahatan didunia ini dan tuhan yang maha pengasih lagi penyayang, tuhan yang maha kuasa ini tidak berbuat banyak untuk mengatasi ini semua...
Di keyakinan tertentu malah dikatakan tuhan menciptakan yang jahat..nasib malang..hehehe...tanya kenapa deh ?

ishaputra
09-03-2011, 01:06 AM
Yang non-inderawi kan juga berupa postulat.
Definisi KBBI
pos·tu·lat n asumsi yg menjadi pangkal dalil yg dianggap benar tanpa perlu membuktikannya; anggapan dasar; aksioma

Kalau begitu, apapun bisa menjadi aksioma atau postulat. Begitu?


Nah, dari postulat itu kemudian diturunkan seperangkat aturan.

Tuhan (sebagai "postulat" tadi) yang menurunkan aturan, atau KITA (manusia) yang berpikir bahwa tuhan menurunkan peraturan? Ini harus diperjelas bung.


Bagaimana kita membuat postulat tentang Tuhan, bagaimana kita mempersepsikan Tuhan, itu akan mempengaruhi aturan yang akan terbentuk.

Hmm.. sepertinya pola pikir anda ini: Tuhan itu ada karena kita berpikir bahwa Tuhan itu ada. Tuhan itu ada karena kita menginginkannya begitu.


Nah, FSM, sejauh yang kutahu, belum pernah melahirkan aturan apapun karena itu FSM gak bisa dianggap Tuhan.

BETUL! FSM belum pernah melahirkan aturan karena belum pernah ada manusia yang menganggapnya begitu. Jadi bukan karena FSM itu sendiri belum pernah membuat peraturan. Karena keberadaan (apa, siapa dan bagaimana) FSM itu sendiri nggak jelas.

Tetapi btw,

Pola pemikiran anda di atas itu BENAR namun pengertian "benar" di sini dalam kerangka teologi (internal keagamaan). Memang kajian-kajian teologi bermula dari sebuah postulat bahwa tuhan itu ada.

Seperti dalam cerita, kan ada yang dinamakan "logika dalam" (nggak tau deh istilah tepatnya apa). Anggaplah sebuah cerita itu fiksi 100%, nah, biarpun fiksi, tetap saja alur cerita tersebut harus LOGIS; dalam arti runtut, jelas, koheren, sehingga mudah dipahami alurnya.

Cerita Sangkuriang misalnya. Apa mungkin perahu yang ditendang bisa tertelungkup menjadi gunung? Apa mungkin Dayang Sumbi sebegitunya awet muda, sehingga Sangkuriang tidak bisa mengenali lagi? Kan tidak mungkin. Tetapi dalam kerangka cerita rakyat tersebut, hal semacam itu dimaklumi, diterima sebagai "sesuatu yang mungkin saja". Dengan demikian, kita sepenuhnya bisa memahami alur ceritanya.

Nah, teologi pun begitu. Apa mungkin orang yang mati disalib bisa bangkit dari kubur dalam tiga hari? Apa mungkin seorang pria bisa bepergian dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam semalam? Tidak mungkin kan? Tapi dalam kerangka keimanan dan teologi, semua itu diterima sebagai sesuatu yang "mungkin-mungkin saja terjadi" tanpa harus ada pembuktian lebih lanjut.

Tetapi dalam kajian-kajian yang lebih umum, misalnya saja kajian filsafat, saya kira kita tidak bisa menggunakan "logika dalam" tersebut.

AsLan
09-03-2011, 01:26 AM
Apa yang membuat saya berpikir bahwa tuhan yang sebenar-benarnya itu imajiner ?
bahwa banyak penderitaan dan kejahatan didunia ini dan tuhan yang maha pengasih lagi penyayang, tuhan yang maha kuasa ini tidak berbuat banyak untuk mengatasi ini semua...
Di keyakinan tertentu malah dikatakan tuhan menciptakan yang jahat..nasib malang..hehehe...tanya kenapa deh ?

Kalau Tuhan maha baik dan maha kuasa, mengapa ada kejahatan ?
Adanya kejahatan membuktikan Tuhan tidak maha baik atau Tuhan tidak maha kuasa.
Ini adalah pikiran banyak orang.

Namun beberapa Filsuf telah berpikir lebih jauh kedalam, lebih dari sekedar melihat kulit luar dari fenomena ini.
Coba pikirkan mengapa kita manusia bisa tahu apa itu baik dan apa itu jahat ? mengapa kita bisa mengeluh akan berbagai kejahatan dan penderitaan di dunia ini ?

Kalau Tuhan tidak pernah menaruh hati nurani dalam diri manusia, maka manusia tidak akan komplain dengan berbagai kejahatan/penderitaan didunia, Kalau Tuhan tidak pernah menaruh rasa keadilan dan belas kasihan dalam hati manusia, maka manusia tak akan sadar bahwa dunia ini penuh dengan kejahatan/penderitaan.

Dadap serep
09-03-2011, 05:49 PM
He he he he mas Agith , tuh pembela pembela Tuhan imajiner , Tuhan hasil pemikiran manusia , Tuhan hanya ada di imajinasi manusia , jadi konsekwensinya dimana tidak ada manusia disitu tidak ada Tuhan . Apa gitu ya ?

brudi
12-03-2011, 03:13 PM
Kalau Tuhan maha baik dan maha kuasa, mengapa ada kejahatan ?
Adanya kejahatan membuktikan Tuhan tidak maha baik atau Tuhan tidak maha kuasa.
Ini adalah pikiran banyak orang.

Namun beberapa Filsuf telah berpikir lebih jauh kedalam, lebih dari sekedar melihat kulit luar dari fenomena ini.
Coba pikirkan mengapa kita manusia bisa tahu apa itu baik dan apa itu jahat ? mengapa kita bisa mengeluh akan berbagai kejahatan dan penderitaan di dunia ini ?

Kalau Tuhan tidak pernah menaruh hati nurani dalam diri manusia, maka manusia tidak akan komplain dengan berbagai kejahatan/penderitaan didunia, Kalau Tuhan tidak pernah menaruh rasa keadilan dan belas kasihan dalam hati manusia, maka manusia tak akan sadar bahwa dunia ini penuh dengan kejahatan/penderitaan.
Nah mas aslan ini sudah melangkah terlalu jauh, urusan keberadaan tuhan belum tuntas tapi sudah mengklaim kalo hati nurani, rasa keadilan, belas kasihan itu ada karena ditaruh tuhan dalam diri manusia..

ndableg
12-03-2011, 05:38 PM
Tuhan jelas imajiner bagi manusia, selama manusia belum bisa melihat kenyataan nyatanya tuhan. Tapi bukankah itu yg ditawarkan agama monotheisme? Tuhan yg imaginer, karena di jaman2 sebelumnya tuhan manusia itu dibuat nyata, spt patung atau matahari.

Bukankah alangkah baiknya apabila tuhan itu hanya imajiner? At least, kita ga perlu bersihin kalo diberakin burung, kita ga perlu takut kelupaan naro di mana, kita tidak perlu takut Dia sakit hati lalu ngambek, dan kemudahan2 yg ditawarkan lainnya. Coba bayangkan tuhan anda uang, maka ketika anda kehabisan uang, maka anda tidak punya tuhan. Coba bayangkan tuhan kita jabatan, maka ketika kehormatan diinjak2 bawahan kita kehilangan tuhan. Coba bayangkan kekuasaan adalah tuhan kita, maka ketika rakyat memberontak kita kehilangan tuhan. So... tuhan yg imajiner is the best God you've ever had, maaann..

ndableg
12-03-2011, 05:41 PM
Term "tuhan yg maha baik, tuhan yg maha bijak, yg maha suci" ga bisa dimengerti dgn bahasa manusia. Manusia terlalu kecil utk bisa mengerti kenapa tuhan yg maha baik dan bijak itu memberikan gempa dan bencana alam serta kematian bagi ciptaannya.

Well.. first! ciptaan tuhan bukan manusia saja. Kalo misalnya ada gempa, mgk tidak baik bagi manusia tapi baik bagi... bumi?

Lalu kalo tuhan bisa maha baik, kenapa ga bisa/boleh maha jahat? Siapa elu?

youngblue
12-03-2011, 10:05 PM
tapi cem mana membuktikan tuhan wak bleg, kalau tuhan nyata atau imajiner???

ndableg
12-03-2011, 10:30 PM
ya elu lagih.. imaginer perlu pake pembuktian.. emangnya... wong edan apa..

lovedaa
12-03-2011, 11:05 PM
Term "tuhan yg maha baik, tuhan yg maha bijak, yg maha suci" ga bisa dimengerti dgn bahasa manusia. Manusia terlalu kecil utk bisa mengerti kenapa tuhan yg maha baik dan bijak itu memberikan gempa dan bencana alam serta kematian bagi ciptaannya.
Nah ini juga klaim imajiner..nyang ngasih gempa dan bencana alam serta kematian Tuhan juga...
Karena tidak bisa dimengerti lalu cuman bisa mengklaim itu baik...pokoke..harus baik..itulah kebijakan seorang tuhan..yang maha bijak..

pasingsingan
13-03-2011, 10:50 AM
tuhan menurut kaum theistik adalah suatu yng intangible (non-inderawi)
adanya hanya dlm konsep pemikiran, dan hanya bisa didemonstrasikan
melalui dalil burhani/empirik, yakni dng fakta2 yng ada disimpulkan eksistensinya
demikian uraian singkatnya dek yangbolu Ini menarik mbah. Kalau tuhan itu non inderawi, apa bedanya dengan misalnya "flying spaghetti monster", "sinterklas", "simelekete" dan sebagainya?

Apa bedanya dengan sesuatu yang "tidak ada" dan "bukan apa-apa?"

klo dipersepsikan spt itu ya boleh2 saja dibilang gakda bedanya le
musolahnya kan, bgmn si persepsi itu sendiri membuat perbedaan?

misal: apakah sama antara flying spaghetti monster dng simelekete atau
antara tidak ada dng bukan apa2, murni diskriminasi akal atau bgmn?

ndugu
13-03-2011, 03:49 PM
maksud diskriminasi akal tuh gimana sih? ::elaugh::

ndableg
13-03-2011, 07:18 PM
diskriminasi tingkat intelegensi kali...? :mrgreen:

pasingsingan
13-03-2011, 07:48 PM
maksudnya gini:
klo sudah dibilang bhw ketiadaan = bukan apa2
trus darimana perumpamaan2 itu tercipta?
lalu, apa yng membedakan perumpamaan satu dng yng lainnya? :D

ndugu
14-03-2011, 07:31 AM
saya anggap perumpamaan itu teori ya? jadi pertanyaannya bagaimana teori ato kesimpulan itu tercipta?

kalo teori tercipta dari pemikiran sendiri.. brarti kembali lagi bahwa itu imajiner donk? :cengir:

sahabat
09-04-2011, 02:48 AM
Kalo bicara Tuhan, maka Dia itu Transendens sekaligus imanen, artinya tidak akan terjangkau akal manusia dan hanya bisa diyaqini, dalam komunitas agama semakin jauh dari persepsi manusia, maka semakin yakin akan keberadaannya.

Dimanapun didunia, bisa jadi gak disetiap desa ada sekolah , apalagi jaman dulu kala, tetapi tempat peribadatan akan selalu ada disekitar komunitas manusia terkecil sekalipun. ini menandakan fitrah manusia akan mencoba mencari dan menghubungi Tuhannya.

AsLan
09-04-2011, 12:02 PM
Bagi yg logikanya bagus pasti bisa memahami uraian saya mengenai imajiner dan nyata:

Titik adalah Imajiner karena tidak punya panjang, lebar, tinggi, maka titik hanya ada dalam imajinasi manusia.
Garis adalah Imajiner karena tidak punya lebar dan tinggi, maka tidak ada garis di dunianyata, hanya ada di khayalan manusia.
Bidang adalah imajiner karena tidak punya tinggi.

Benda yg benar2 nyata, pasti punya panjang, lebar tinggi.
Benda nyata bisa diukur dengan mengalikan Panjang x Lebar x Tinggi, hal ini bukan berarti benda tersebut ada 3.


------------------------------------


Tuhan yang Nyata punya 3 Pribadi, 3 Pribadi ini bukan berarti ada 3 Tuhan.

Kalau Tuhan hanya punya 2 pribadi atau 1 Pribadi atau tanpa Pribadi, maka Tuhan semacam itu hanya Imajiner, hanya khayalan manusia.

PERMANDYAN
09-04-2011, 12:17 PM
Halaman ini tidaklah kosong, hanja kalian beloemlah dapat melihat,
Djika ini soedah dapat membatjanja, itoe berarti halaman ini boekan kosong lagi ataoe soedah terkoeak, tidak gaib lagi...

Itoe berarti soedah menemoekan tjaranja....
tentoenja dalam menemoekan ataoe oentoek membatja toelisan ini tiap orang mempoenjai tjara jang berbeda.

Poen demikan dengan Toehan, sesoatoe yang beloem tampak boekan berarti tidak ada, namoen beloemlah kita menemoekan tjaranja jang tepat........

arthurus
09-04-2011, 01:16 PM
...Sufi bukan berarti filsuf/falasifah... arahnya lbh ke Mistikus... mm...walau mirip-mirip ya berbeda... *jadi inget surahwardi* ;d

Asum
09-04-2011, 09:21 PM
Saya bingung sama topik ini, imajiner itu apa sih ?

Kamus bahasa Indonesia menyebutkan :

imajiner (http://kamusbahasaindonesia.org/imajiner)
ima.ji.ner
[a] hanya terdapat dl angan-angan (bukan yg sebenarnya); khayal

kyknya, imajiner ini berkaitan dengan sesuatu yang tidak nyata yang hanya ada dalam khayalan / angan-angan. Contoh : O2 (oksigen) dan jin BUKAN imajiner tetapi ghaib, karena ia nyata ada walaupun tidak nampak di depan mata.

Jadi sesuatu yang nyata itu tidak musti harus ada panjang, lebar, tinggi. Bahkan titik pun nyata karena ia ada, nyata dan bisa dilihat.

Saya kira, penjelasan mas PER cukup bagus untuk menjelaskan konsep ghaib.

beastmen85
10-04-2011, 01:00 AM
gw jawab postingan pertama aja :

Tuhan itu imajiner




pendapat gw aja sih, hihihihi, secara gw cukup paham apa yg dimaksudkan TS :P

Asum
10-04-2011, 01:05 AM
gw jawab postingan pertama aja :

Tuhan itu imajiner




pendapat gw aja sih, hihihihi, secara gw cukup paham apa yg dimaksudkan TS :P

Artinya tuhan itu tidak ada, cuman ada dalam khayalan otak manusia.

Alasannya ?

beastmen85
10-04-2011, 02:24 AM
Artinya tuhan itu tidak ada, cuman ada dalam khayalan otak manusia.

Alasannya ?

karena belum pernah melihatnya :))

wahahahahahah

kalau saya bilang pernah merasakannya (bukan melihatnya)

maka rasa itu adalah rasa yang belum jelas

sehingga menurut saya belum pantas utk diputuskan :)





nah apakah Tuhan itu suatu "makhluk"?

apakah suatu "energi"?

apakah suatu "hukum alam"?

karena belum tahu kejelasannya maka kita

maaf, bukan kita, tetapi saya membuat sesuatu yang imajiner sebagai acuan :))

dan itu disebut Tuhan (untuk sementara waktu yang tidak ditentukan) :P

sahabat
10-04-2011, 04:15 AM
Bagi yg logikanya bagus pasti bisa memahami uraian saya mengenai imajiner dan nyata:

Titik adalah Imajiner karena tidak punya panjang, lebar, tinggi, maka titik hanya ada dalam imajinasi manusia.

titik itu menunjukkan posisi koordinat x,y,z, dan titik bukan merupakan benda, posisi yang terukur, gak ada hubungannya dengan imajiner, wong menentukan posisi.



Garis adalah Imajiner karena tidak punya lebar dan tinggi, maka tidak ada garis di dunianyata, hanya ada di khayalan manusia.

garis itu yang menguhubungkan dua titik, yang menghasilkan dimensi linier, berupa panjang, jarak dengan satuan panjang, gak ada hubungannya dengan imajiner.



Bidang adalah imajiner karena tidak punya tinggi.

bidang itu mempunyai satuan luas yang dibatasi oleh beberapa garis, gak ada hubungannya dengan imajiner.


ketiga hal diatas terukur.


Benda yg benar2 nyata, pasti punya panjang, lebar tinggi.
Benda nyata bisa diukur dengan mengalikan Panjang x Lebar x Tinggi, hal ini bukan berarti benda tersebut ada 3.

p x l x t = dimensi volume kalau itu saja yang dianggap reel, maka ente gak bisa beli sawah, lha luas atau bidang dianggap imajiner, berapa ha ente beli kebun? gak tahu luasnya sebab imajiner?

lagian kalau p,t,l adalah imajiner emang perkalian imajiner menghasilkan yang reel?, kayaknya gak pernah diajarin dah, gak tahu kalau elmu sekarang perkalian imajiner menghasilkan reel




Tuhan yang Nyata punya 3 Pribadi, 3 Pribadi ini bukan berarti ada 3 Tuhan.

Kalau Tuhan hanya punya 2 pribadi atau 1 Pribadi atau tanpa Pribadi, maka Tuhan semacam itu hanya Imajiner, hanya khayalan manusia.

dengan analog diatas, maksudnya pribadi 1 imajiner, peribadi 2 imajiner dan pribadi 3 juga imajiner, maka hasilnya reel gitu? weleh...weleh...weleh...analognya harus diperbaiki dulu lah masak kayak megaloman

Asum
10-04-2011, 07:56 AM
karena belum pernah melihatnya :))

wahahahahahah

kalau saya bilang pernah merasakannya (bukan melihatnya)

maka rasa itu adalah rasa yang belum jelas

sehingga menurut saya belum pantas utk diputuskan :)

O-ic, jadi sesuatu yang tidak pernah anda lihat, rasakan maka <<<< khayalan. Ibarat anda belum pernah melihat dan merasakan planet Pluto, maka anda katakan ia khayalan (gak eksis, cuman angan2 doang).


nah apakah Tuhan itu suatu "makhluk"?

apakah suatu "energi"?

apakah suatu "hukum alam"?

karena belum tahu kejelasannya maka kita

maaf, bukan kita, tetapi saya membuat sesuatu yang imajiner sebagai acuan :))

dan itu disebut Tuhan (untuk sementara waktu yang tidak ditentukan) :P
Sesuatu yang tidak bisa anda defisnikan atau anda ketahui bentuknya tidak serta merta merupakan benda imajiner. Udara (O2), bisa jadi anda katakan imajiner hanya karena anda tidak percaya bahwa kita menghirup udara. O2 adalah udara bukan imajiner hanya karena anda tidak tau rumus udara.

Tapi itu memang hak anda, jika anda menganggap semua yang tidak bisa anda rasakan dan anda sentuh sebagai imajiner =))

Asum
10-04-2011, 07:58 AM
dengan analog diatas, maksudnya pribadi 1 imajiner, peribadi 2 imajiner dan pribadi 3 juga imajiner, maka hasilnya reel gitu? weleh...weleh...weleh...analognya harus diperbaiki dulu lah masak kayak megaloman
kan ybs bilang

Bagi yg logikanya bagus pasti bisa memahami uraian saya mengenai imajiner dan nyata:
jadi nampaknya anda gak paham maksud ybs, maka anda gak bagus logikanya. :))

adinda
10-04-2011, 11:27 PM
Tuhan itu tidak terdefinisi

Titik


Habis


Selesai perkara.

ZZZZZzzzzzz.....

beastmen85
11-04-2011, 12:38 AM
O-ic, jadi sesuatu yang tidak pernah anda lihat, rasakan maka <<<< khayalan. Ibarat anda belum pernah melihat dan merasakan planet Pluto, maka anda katakan ia khayalan (gak eksis, cuman angan2 doang).

^ LOL, :)) saya pernah liat planet Pluto oom, di foto, di wiki juga ada, udah jadi standar tanpa ada perdebatan dan macam aliran, tanpa ada perdebatan berkepanjangan ttg siapa benar, siapa salah :P

btw, saya nulisnya rasa ttg rasa yang belum jelas :))


Sesuatu yang tidak bisa anda defisnikan atau anda ketahui bentuknya tidak serta merta merupakan benda imajiner. Udara (O2), bisa jadi anda katakan imajiner hanya karena anda tidak percaya bahwa kita menghirup udara. O2 adalah udara bukan imajiner hanya karena anda tidak tau rumus udara.

Tapi itu memang hak anda, jika anda menganggap semua yang tidak bisa anda rasakan dan anda sentuh sebagai imajiner =))

saya juga menulis kata acuan, dan saya juga nulis "rasa yang belum jelas" :P




kalau saya bilang pernah merasakannya (bukan melihatnya)

maka rasa itu adalah rasa yang belum jelas
nah apakah Tuhan itu suatu "makhluk"?

apakah suatu "energi"?

apakah suatu "hukum alam"?

karena belum tahu kejelasannya maka kita

maaf, bukan kita, tetapi saya membuat sesuatu yang imajiner sebagai acuan :))

dan itu disebut Tuhan (untuk sementara waktu yang tidak ditentukan) :P

acuan terhadap sesuatu, bukan berarti acuan terhadap segala hal, bukankah tidak mungkin melihat sesuatu yang tak terlihat hanya sebagai imajiner? yap! benar,... kalimat "bisa jadi" itu menunjukkan bahwa anda sudah membuat kesimpulan anda terhadap postingan saya :))

kesimpulan tanpa saya beritahukan acuan yang saya maksudkan :))

generalisasi neh, kita membicarakan Tuhan imajiner atau tidak, bukan udara/planet/ lain2 imjiner atau tidak :)) saya posting spt itu dan disimpulkan sbg sesuatu/semua yg tak terlihat saya anggap imajiner? ;)

jangan telan mentah2 postingan saya yah, :))



ah, sudahlah, biarkan pendapat yang tidak relevan ini terus merongrong diri saya http://i191.photobucket.com/albums/z206/1ndra_album/th_maap.gif

adinda
11-04-2011, 09:46 AM
adalah org yg tidak benar benar mengenal Tuhan, yang mencoba mendefinisikan Tuhan lewat pemikiran, teori dan perasaan perasaan mereka yang fana...

hehehhe

Tuhan adalah segala sesuatu...bukan sesuatu

percayalah apa yg dikatakan ipon

:))

Asum
11-04-2011, 08:30 PM
generalisasi neh, kita membicarakan Tuhan imajiner atau tidak, bukan udara/planet/ lain2 imjiner atau tidak :)) saya posting spt itu dan disimpulkan sbg sesuatu/semua yg tak terlihat saya anggap imajiner? ;)

Lah, jawaban anda ini kan umum

karena belum pernah melihatnya

wahahahahahah

kalau saya bilang pernah merasakannya (bukan melihatnya)

maka rasa itu adalah rasa yang belum jelas

sehingga menurut saya belum pantas utk diputuskan
Jadi bisa dikaitkan dengan semua hal. :P

Padahal, banyak juga yang suka berdoa tiba2 mendapat petunjuk / bisikan dalam hati. Siapa yang membisiki tsb ? jika kita percaya adanya jin/setan, maka tidak menutup kemungkinan percaya adanya tuhan. Tapi jika anda tetap menuntut harus melihat untuk yakin ... maka yang anda lihat planet Pluto itu belum tentu sebenarnya karena mungkin anda hanya melihat dari gambar, dari film yang mana <<<< ini anda percayai 100% walau gak liat dengan mata kepala secara langsung.

Sama saja dengan hewan purbakala, anda ketahui dari gambaran para ahli, walau anda gak liat langsung toh anda percaya dengan omongan ahli tsb. Kenapa sulit percaya adanya tuhan hanya karena anda tidak dapat melihatnya langsung :))

Tapi sudahlah, itu toh keyakinan anda :D

purba
11-04-2011, 09:25 PM
Tuhan adalah imajinasi manusia dlm merespon fenomena alam. Berarti tuhan sama saja dengan ********** religius.

:))

youngblue
11-04-2011, 09:41 PM
wak poer nggak begitu dong saya sama pernyataan wak poer ....... mbok agak di jelaskan wak ?, sudah terbukti kan kalau membuat definisi nyata tuhan itu ternyata begitu sulit? , makanya bisa di simpulkan kalau tuhan itu sebenarnya sesuatu yang imajiner tertanam dalam khayalan kolektif sehingga seolah-olah nyata . kenapa tuhan bisa begitu nyata ? itu adalah karena tuhan adalah hasil khayalan yang di wariskan , ndak percaya ???... coba perhatikan diri anda masing-masing apa agama dan tuhan orangtua anda? lah itulah pemahaman tentang tuhan yang tertanam dalam diri anda. makanya saya menyebut di sini tuhan adalah warisan nenek moyang.
kalau ada yang menyangkal bahwa keimanan orang tua beda dengan keimanan dirinya sayapun dengan mudah belum tentu warisan jatuh dari hasil keturunan secara biologis tapi bisa pula jatuh ke tangan orang dekat sekitar pemberi waris.
nah karena kesulitan buat pembuktian ke real an tuhan maka salahkah bila saya menyebut tuhan itu imaginer????

purba
11-04-2011, 11:36 PM
nah karena kesulitan buat pembuktian ke real an tuhan maka salahkah bila saya menyebut tuhan itu imaginer????

Makanya ente kasih batasan dulu, apa yg ente maksud dgn imajiner dan real. Membicarakan tuhan adalah membicarakan sesuatu yg gak jelas. Ditambah lagi ente gak ngasih penjelasan apa itu imajiner dan real, lha makin butek aja dah... :)

beastmen85
12-04-2011, 12:28 AM
Lah, jawaban anda ini kan umum

Jadi bisa dikaitkan dengan semua hal. :P

Padahal, banyak juga yang suka berdoa tiba2 mendapat petunjuk / bisikan dalam hati. Siapa yang membisiki tsb ? jika kita percaya adanya jin/setan, maka tidak menutup kemungkinan percaya adanya tuhan. Tapi jika anda tetap menuntut harus melihat untuk yakin ... maka yang anda lihat planet Pluto itu belum tentu sebenarnya karena mungkin anda hanya melihat dari gambar, dari film yang mana <<<< ini anda percayai 100% walau gak liat dengan mata kepala secara langsung.

Sama saja dengan hewan purbakala, anda ketahui dari gambaran para ahli, walau anda gak liat langsung toh anda percaya dengan omongan ahli tsb. Kenapa sulit percaya adanya tuhan hanya karena anda tidak dapat melihatnya langsung :))

Tapi sudahlah, itu toh keyakinan anda :D

tau itu jawaban umum dan bisa dikaitkan dengan semua hal tapi kok anda mikirnya itu cuman ttg Tuhan? patut dipertanyakan :D


Tapi jika anda tetap menuntut harus melihat untuk yakin

ih, siapa yang "menuntut"? saya tidak menuntut, dan saya tidak menulisnya :D
sepertinya kita memang beda pendapat :D

btw, saya lupa kalau ini thread filsafat, kirain di free thinker :))

ndableg
12-04-2011, 01:19 AM
Tuhan adalah imajinasi manusia dlm merespon fenomena alam. Berarti tuhan sama saja dengan ********** religius.

:))
kasarnya sih begitu..

AsLan
12-04-2011, 10:44 AM
Tuhan adalah imajinasi manusia dlm merespon fenomena alam. Berarti tuhan sama saja dengan ********** religius.

:))


Kalo ********** bisa hamil dan melahirkan anak aneh gak ?

Tuhan Imajiner tapi bisa menghasilkan manusia dan alam semesta... aneh logikanya.

beastmen85
12-04-2011, 11:14 AM
Tuhan Imajiner tapi bisa menghasilkan manusia dan alam semesta... aneh logikanya.

mungkin yang berpikiran seperti ini menganggap Tuhan itu sama seperti makhluk hidup :D

suatu entity biologis, atau mungkin entity gaib :D

saya sendiri tidak tahu Tuhan itu digolongkan sebagai apa :D

purba
12-04-2011, 12:09 PM
Kalo ********** bisa hamil dan melahirkan anak aneh gak ?

Tuhan Imajiner tapi bisa menghasilkan manusia dan alam semesta... aneh logikanya.

Kalo ane udah bilang tuhan hanyalah imajinasi, maka manusia dan alam semesta gak dihasilin oleh tuhan. Gimana lu Lan... :))

Sauron
27-05-2011, 11:13 PM
Kalo ane udah bilang tuhan hanyalah imajinasi, maka manusia dan alam semesta gak dihasilin oleh tuhan. Gimana lu Lan... :))

Terus, alam semesta siapa yang bikin? :cilukba:

ndugu
29-05-2011, 10:13 PM
Terus, alam semesta siapa yang bikin? :cilukba:
Tuhan? :cengir:
Trus, tuhan sapa yang bikin? :cengir:

AsLan
30-05-2011, 02:05 PM
Tuhan? :cengir:
Trus, tuhan sapa yang bikin? :cengir:

Gampang gu...

Kita lihat bahwa alam semesta ini tidak punya kemampuan untuk menciptakan dirinya sendiri, tidak punya kemampuan menciptakan mahluk hidup.
Jadi...
Alam Semesta pasti ada yg menciptakan.

Lalu Siapa yg menciptakan Tuhan ?

Secara logika, meskipun Alam semesta tidak bisa menciptakan dirinya sendiri, tapi tentu ada pencipta awal yg tak perlu diciptakan, baru semuanya menjadi logis dan selaras.

Jadi secara logika kita tahu :
1. Alam semesta pasti diciptakan, karena tak punya kemampuan membentuk dirinya sendiri
2. Karena alam diciptakan maka Ada yg menciptakan alam.
3. dan Ada juga yg tak perlu diciptakan karena memang sudah ada dari awalnya.

AsLan
30-05-2011, 02:07 PM
Kalo ane udah bilang tuhan hanyalah imajinasi, maka manusia dan alam semesta gak dihasilin oleh tuhan. Gimana lu Lan... :))

kalo gak mau sebut Tuhan gak papa, sebut saja Sang Pencipta. :))

danalingga
30-05-2011, 02:37 PM
Tuhan? :cengir:
Trus, tuhan sapa yang bikin? :cengir:

Manusia yang bikin Gu. :D

ndugu
30-05-2011, 10:14 PM
Gampang gu...

Kita lihat bahwa alam semesta ini tidak punya kemampuan untuk menciptakan dirinya sendiri, tidak punya kemampuan menciptakan mahluk hidup.
Jadi...
Alam Semesta pasti ada yg menciptakan.

Kenapa pencipta terawalnya mentoknya pada tuhan? Dengan melakukan logika yang sama, alam semesta pun bisa menjadi patokan terakhir, yaitu alam yang menciptakan dan tidak ada yang menciptakannya (alias pencipta terawal) :cengir: Jadi kenapa Kesimpulan pencipta terawal adalah tuhan dan bukan alam semesta?


Manusia yang bikin Gu. :D
:lololol:

E = mc˛
30-05-2011, 10:27 PM
ah, jadi inget salah satu opening-line buku nonfiksi paling mngesankan saya, buku A History of God-nya Karen Armstrong

Pada Mulanya, manusia menciptakan satu Tuhan, yang merupakan Penyebab Pertama Bagi segala sesuatu dan Penguasa langit dan Bumi

teks asli


In the beginning, human beings created a God who was the First Cause of all things and Ruler of heaven and earth.

AsLan
31-05-2011, 12:26 AM
Kan kita sudah melihat dengan jelas bahwa alam ini tidak punya kemampuan menciptakan sesuatu, hanya punya kemampuan menjalankan program yg sudah tertanam didalamnya.

Alam juga tidak bisa menciptakan yg ada dari yg tidak ada,
hanya berputar-putar dari materi yg satu ke materi yg lain, dari materi ke energy, dari energy ke materi dst...

Dari ketidak mampuan alam ini, manusia berpikir pasti ada yg mampu menciptakan yg ada dari yg tidak ada.

Sama seperti kalau kita menemukan sebuah komputer, setelah kita selidiki kita tahu bahwa komputer ini tidak punya kemampuan membentuk dirinya sendiri, maka kesimpulan kita adalah pasti ada seseorang yg membuat komputer ini.

purba
01-06-2011, 10:20 PM
Sama seperti kalau kita menemukan sebuah komputer, setelah kita selidiki kita tahu bahwa komputer ini tidak punya kemampuan membentuk dirinya sendiri, maka kesimpulan kita adalah pasti ada seseorang yg membuat komputer ini.

Kalau manusia bagian dari alam, maka komputer adalah buatan alam. Gimana Lan?

:))

AsLan
02-06-2011, 01:48 AM
Kalau manusia bagian dari alam, maka komputer adalah buatan alam. Gimana Lan?

:))

Boleh saja disebut Komputer buatan Alam, tapi yg pasti Komputer itu bukan buatan dirinya sendiri.
Hal ini dibuktikan dari penelitian terhadap komputer tersebut dan hasilnya Komputer itu tidak mampu menciptakan dirinya sendiri.

Alam juga sudah diselidiki, Alam tidak mampu menciptakan Alam itu sendiri.

Ada 3 hal yg tak mampu dilakukan oleh alam yaitu :

Tidak ada penghubung atau jembatan antara :

1. Yang ada dan yang tidak ada
2. Yang hidup dan yg mati
3. Yang hidup non Manusia dan Manusia

3 hal ini sudah pasti bukan buatan Alam (Ada, Hidup dan Manusia)

Kalau Alam tidak mampu membuat 3 hal ini maka logikanya, ada sosok lain yg mampu.

eve
02-06-2011, 01:57 AM
jawabannya sama dengan pertanyaannya : otak kita adalah sesuatu yang nyata atau imajiner?

E = mc˛
02-06-2011, 08:32 AM
^ otak nyata jeng Epe. Toh kepala kita bisa dibedah dan dikeluarin otaknya. maksud Jeng Epe itu "akal", "ide", dsb kali yah?

Tapi rasanya gak sesuai jika bandingin natara "akal" dan "tuhan". kecuali pemahaman di beberapa aliran yg menyatakan manusia adalah perwujudan Tuhan, dr "definisi", Tuhan adalah sesuatu yg berada "di luar" manusia. berbeda dg "akal" yg merupakan bagian dr manusia :D

eve
02-06-2011, 08:55 AM
maksudnya..otak kita... Kalau saya tanya, rumus, mana otakmu? Dapatkah rumus menunjukkannya? Pernahkah rumus melihat otak rumus? Jika, rumus tidak bisa menunjukkan otak rumus, bisakah saya bilang rumus tidak punya otak? O T A K !

eve
02-06-2011, 08:56 AM
nah, bagaimana rumus bisa yakin kalau rumus punya otak padahal tidak pernah melihat otak rumus sendiri? Tidak pernah menyentuh, melihat dan memegangnya? Cuma katanya kan?

E = mc˛
02-06-2011, 08:59 AM
Jadi, menurut Epe, semua organ tubuh (terutama yg bagian dalam) seperti jantung, paru-paru, bagian belakang gigi, usus, bahkan bagian belakang daun telinga, adalah sesuatu yg imajiner?

Saya pikir menganalogikan "ketidakterlihatan" otak dg tuhan adalah sesuatu yang gak tepat Pe. analogi ini biasanya dipake buat cerita ttg murid yg menjawab pertanyaan guru yg atheis kan :cengir:

eve
02-06-2011, 09:13 AM
iye emang.... Kenapa gak pas? Eh, otak ya.. Bukan organ dalam... Organ dalam bisa kita lihat, kalau kita dioperasi, transplantasi.. Adakah transplantasi otak?

E = mc˛
02-06-2011, 09:21 AM
aduh Epe... sering2 nonton ilm dokumenter ttg dunia kedokteran deh :D

kemungkinan transplantasi otak bukan emang masih berupa hipotesis, tapi udah ribuan dokter udah melakukan pembedahan dan operasi isi tengkorak. tinggal buka tengkorak, otak langsung keliatan (kalau mau). apa yg membedakan otak dg jantung/paru2 emang (selain fungsi biologis). sama-sama gak keliatan. ada di dalam, terlindung daging dan tulang, kalau dioperasi langsung ketemu :D

atau Epe perlu menonton film Hannibal. disana ada adegan si Hannibal Lecter ngoperasi tengkorak buat dimakan otaknya :D

nah, maksud saya, penganalogian "ketidakterlihatan" tuhan dan otak kurang tepat. kalau mau, otak tinggal dioperasi langsung ketemu. kalau tuhan? :D

AsLan
02-06-2011, 09:23 AM
Ketidak kelihatan otak itu ada benarnya untuk menjawab atheis.

Atheis boleh saja berasumsi "ow kalo dibedah nanti kelihatan otaknya"

... ya itu kan masih "kalau" dan belum benar2 dilakukan,
nyatanya banyak orang atheis sudah PERCAYA bahwa ia punya otak meskipun belum pernah melihat otaknya !

jadi... percaya dulu atau melihat dulu ?

danalingga
03-06-2011, 02:20 PM
Ketidak kelihatan otak itu ada benarnya untuk menjawab atheis.

Atheis boleh saja berasumsi "ow kalo dibedah nanti kelihatan otaknya"

... ya itu kan masih "kalau" dan belum benar2 dilakukan,
nyatanya banyak orang atheis sudah PERCAYA bahwa ia punya otak meskipun belum pernah melihat otaknya !

jadi... percaya dulu atau melihat dulu ?

Lo lupa kali ama bukti ilmiah Lan. Atheis percaya karena ada bukti ilmiah soal otak. Lah, kalo Tuhan?

AsLan
03-06-2011, 03:20 PM
Bukti ilmiah itu kalau otakmu sudah dibedah dan terbukti ada otaknya.
Kalau belum dibedah, maka masih berupa asumsi, karena orang lain sudah dibedah dan terbukti punya otak maka kemungkinan besar kamu punya otak,
meskipun nyatanya ada beberapa bayi yg lahir tanpa otak tapi jumlahnya sedikit.

Mengapa kamu yakin kamu punya otak ?
Itu karena Ada orang yg pernah membedah dan melihat otak manusia, lalu kamu percaya pada cerita orang tersebut lalu membuat asumsi bahwa kamu juga punya otak.

Tuhan juga sudah pernah ditemui dan dilihat oleh beberapa orang, tapi kamu gak percaya pada cerita orang tersebut.

Jadi intinya percaya atau tidak.

danalingga
03-06-2011, 03:49 PM
Tapi tetap beda.

AsLan
03-06-2011, 10:29 PM
Memang Tuhan itu di percaya, bukan dibuktikan.

Tapi yg harus diingat, orang2 atheis pun bertindak berdasar kepercayaan.

Misalnya saya punya sebuah kotak tertutup dan saya katakan bahwa didalamnya ada uang Rp1000.
Orang beragama percaya didalamnya ada uang, orang atheis percaya didalamnya tidak ada uang.

2-2 nya sama2 tidak punya bukti, sama2 tidak tahu apakah kata2 saya benar atau tidak.
Namun meskipun tidak tahu, keduanya tetap sama2 mengambil sebuah keputusan, yg satu mau percaya yang satu mempercayai sebaliknya.

Bedanya, orang beragama lebih jujur mengatakan bahwa kepercayaan mereka tak ada buktinya, sedangkan orang atheis kurang jujur karena sok ilmiah dengan berbagai asumsi2 memastikan didalam kotak tersebut tak ada uangnya.

purba
03-06-2011, 10:51 PM
Alam juga sudah diselidiki, Alam tidak mampu menciptakan Alam itu sendiri.


Gimana menyelidikinya?



Ada 3 hal yg tak mampu dilakukan oleh alam yaitu :

Tidak ada penghubung atau jembatan antara :

1. Yang ada dan yang tidak ada
2. Yang hidup dan yg mati
3. Yang hidup non Manusia dan Manusia

3 hal ini sudah pasti bukan buatan Alam (Ada, Hidup dan Manusia)

Kalau Alam tidak mampu membuat 3 hal ini maka logikanya, ada sosok lain yg mampu.

Tanggapan (berupa pertanyaan) utk no.:
1. Apa yg tidak ada?
2. Apa yg mati?
3. Apa yg non Manusia, hewan atau roh?

Frans Magnis Suseno aja mengakui evolusi Darwin kok...

:))

AsLan
04-06-2011, 01:51 AM
Saya bukan pengikut Frans Magnis Suseno.

E = mc˛
05-06-2011, 07:04 PM
Bedanya, orang beragama lebih jujur mengatakan bahwa kepercayaan mereka tak ada buktinya, sedangkan orang atheis kurang jujur karena sok ilmiah dengan berbagai asumsi2 memastikan didalam kotak tersebut tak ada uangnya.

definisi atheis bukannya "bukan org yg percaya bahwa tuhan itu tidak ada, tapi tidak percaya bahwa tuhan itu ada"? :-?

AsLan
06-06-2011, 12:51 AM
definisi atheis bukannya "bukan org yg percaya bahwa tuhan itu tidak ada, tapi tidak percaya bahwa tuhan itu ada"? :-?

Mungkin ini definisi atheis yg sudah dimodifikasi karena belakangan akhirnya mereka sadar bahwa apa yg mereka percayai ternyata berlawanan dengan teori2 yg sering mereka katakan.

☠✹☠✹☠
07-06-2011, 11:42 PM
saya tidak mengetahui apakah tuhan itu adalah bentuk imajiner pikiran saya, namun yang saya tahu adalah nick di forum ini adalah suatu bentuk imajiner dari para pemiliknya

TheCursed
15-08-2011, 04:56 PM
ngomong2 soal percaya.... tiba2 yang terlintas di kepala gue adalah kalimat "NEO, I Believe." Gue salahin Wachowsky Brothers(and Sister ? Siblings ?)

nick naylor
15-08-2011, 08:06 PM
definisi atheis bukannya "bukan org yg percaya bahwa tuhan itu tidak ada, tapi tidak percaya bahwa tuhan itu ada"? :-?

Bedanya apa gan? :manis:

hajime_saitoh
20-08-2011, 08:57 AM
TUhan itu ada dan nyata, dan yang tercatat pernah melihat Tuhan adalah pertma nabi Adam alaihissalam di surga, lalu yang pernah bercakap2 dengan Tuhan adalah Nabi Musa alaihissalam di bukit thursina, dan yang pernah menghadap Tuhan dan melihatnya langsung di sidratul muntaha di singgasana Tuhan adalah nabi Muhammad Shallolohualaihi wa sallam

hajime_saitoh
20-08-2011, 08:59 AM
Agama saya mengajarkan bahwa tuhan ada di langit, filsuf muslim (sufi) mengatakan tuhan ada di mana-mana.


yup Tuhan itu dilangit tepatnya dilangit ketujuh di atas Arsynya (singgasananya)

hajime_saitoh
20-08-2011, 09:22 AM
Surat al-Hadid, ayat 3
"Dialah Yang Awal dan yang Akhir, yang tampak dan Yang Tersembunyi, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
Termasuk kemahasempuranaan Allah, adalah Dia yang paling pertama dan terdahulu, sehingga tiada yang lebih dahulu, sehingga tiada yang lebih dahulu dari-nya. Akan tetapi, pada saat yang sama Dia yang Paling Akhir, sehingga tiada yang lebih akhir dari-Nya.
Demikian pula, Dia yang paling Tampak dan Jelas, dan tiada yang lebih jelas dari-Nya, akan tetapi pada saat yang sama Dia yang Tersembunyi, itu semua ada pada-Nya, karena Dialah ‘illat (prima kausa) segala sesuatu dan tidak tergantung kepada selain-Nya (al-Ghani), sementara segala sesuatu bergantung kepada-Nya dalam segala sesuatu dan keadaan (al-faqir).

youngblue
07-03-2012, 02:22 PM
Waduh...... Pada debat ampe berbusa-busa , ampe Lima halaman blm Ada yg ngasih Dan unjukin kalau tuhan itu nyata , wis lah kalau gitu mufakat bulat anggab aja tuhan itu imajiner .... He..he...he , jarang-jarang sekarang ini Ada mufakat bulat kayak jaman nya mbah Harto berkuasa dulu , wis to yg keukeh bilang nyata sekali-kali ngalah kenapa? , toh ndak pathek en kan ....? Kikikikiki

ndableg
07-03-2012, 03:20 PM
Betul! Tuhan itu imajiner kalau kita liat dalam dunia nyatanya manusia. Nanti kalo ud pada matek, baru bisa membuktikan, karena ente2 juga sudah tidak di dunia nyata.. so.. jangan buang2 waktu lah.. cape deee..

sedgedjenar
26-03-2012, 12:34 AM
Tuhan itu nyata bagi yang sudah ketemu
Tuhan itu imajiner bagi yg belum ketemu

hajime_saitoh
26-03-2012, 11:29 AM
Tuhan itu nyata bagi yang sudah ketemu
Tuhan itu imajiner bagi yg belum ketemu

saya belum bertemu Allah azza wa jalla, namun saya meyakini DIA nyata dengan segala sifat terhadap diriNYA yang DIA sifatkan untuk diriNYA, InsyaAllah.....
nah bagi yang merasa sudah ketemu Tuhan, apakah anda yakin yang anda temui itu Tuhan????

Agitho_Ryuki
26-03-2012, 12:03 PM
jika arti nyata adalah dapat dilihat, disentuh dan dipegang maka benar adanya Tuhan itu tidak nyata...
::ungg::::ungg::

sedgedjenar
26-03-2012, 12:43 PM
saya belum bertemu Allah azza wa jalla, namun saya meyakini DIA nyata dengan segala sifat terhadap diriNYA yang DIA sifatkan untuk diriNYA, InsyaAllah.....
nah bagi yang merasa sudah ketemu Tuhan, apakah anda yakin yang anda temui itu Tuhan????

Merasa bertemu Tuhan itu ya belum bertemu Tuhan, karena masih dirasa2 bener apa kaga. Kalo udah bertemu tuhan, yakin tuhan itu nyata, pasti itu tuhan.

Sama halnya dengan merasa paling benar, merasa agamnya yg terbaik, merasa suci, merasa dimuliakan. Cuma perasaan aja itu mah

mencari_makna
27-03-2012, 01:29 PM
Tuhan bukan sesuatu yang lain bagi manusia, Tuhan adalah yang bathin bagi manusia.Hanya manusia yang yakin dengan inilah, Tuhan itu Nyata Ada Nya.

youngblue
31-03-2012, 10:54 AM
Kalau cuma di batin aja kan berarti imajiner to wak ?

hajime_saitoh
31-03-2012, 02:23 PM
Kalau cuma di batin aja kan berarti imajiner to wak ?

kalo menurut Agama yang saya anut dan saya yakini Allah azza wa jalla itu ada di Arsy nya........ Wallohu'alam..

youngblue
02-04-2012, 10:41 AM
Walah wak saiton wong ndak bisa membuktikan kalau nyata Dan benar bisa di buktikan kok mlungker kesana mlungker kesini , mbok udah di akuin aja kalau imajiner , kalau cuma buktinya keimanan aja ...up wis mbuh lah Wong ke imanan tiap orang beda-beda , wis to yo di akuin aja kalau emang imajiner......kikikikiki

sedgedjenar
02-04-2012, 11:35 AM
Tuhan bukan sesuatu yang lain bagi manusia, Tuhan adalah yang bathin bagi manusia.Hanya manusia yang yakin dengan inilah, Tuhan itu Nyata Ada Nya.

di asmaul husna tuhan itu ya bathin, ya dzahir

kalo cuma bathin berarti belum genap, masih 50 persen

::ngakak2::

mencari_makna
01-05-2012, 05:09 PM
Anna al haq, Tuhan nyata bagi Al Hallaj, Syech Siti Jenar, Al Arabi dll

daylight
30-05-2012, 06:28 PM
kalau nyata apa betul ada yang pernah melihat,merasakan,mendengar atau mencium?
kalau imajiner terus mulo bukane cem mana?

Ini analogi saya, menurut saya kalau Tuhan itu ada dan Dia lebih "Maha Segalanya" dari kita, tentunya kita tidak bisa meresapinya dengan indera kita yang terbatas. Seperti halnya bakteri usus manusia, tidak mungkin dia bisa menggambarkan bagaimana bentuk dan rupa kita, wong sehari-harinya cuma di usus saja dunianya. ::oops::

Kalau dibilang imajiner, sebagian besar manusia mempunyai satu kesamaan penghayatan yang meyakini bahwa Tuhan itu ada, jikalau mayoritas mempunyai penghayatan yang sama, apakah masih bisa dikatakan itu adalah hal yang imajiner?

AsLan
30-05-2012, 10:08 PM
Gw kasih contoh benda2 IMAJINER yang seringkali dikira NYATA :

- TITIK, objek yg tidak punya tinggi, tidak punya panjang, tidak punya lebar.
- GARIS, objek yg tidak punya tinggi, tidak punya lebar
- BIDANG, objek yg tidak punya tinggi

Tiga hal ini hanya imajinasi manusia atau imajiner.

sedgedjenar
31-05-2012, 10:11 AM
Gw kasih contoh benda2 IMAJINER yang seringkali dikira NYATA :

- TITIK, objek yg tidak punya tinggi, tidak punya panjang, tidak punya lebar.
- GARIS, objek yg tidak punya tinggi, tidak punya lebar
- BIDANG, objek yg tidak punya tinggi

Tiga hal ini hanya imajinasi manusia atau imajiner.

titiknya titik apa ?
titik tinta ? atau titik atom ?

garisnya garis apa ? garis dibuat pakai kapur ? atau garis cakrawala ?
bidangnya bidang apa ? kertas tipis kalau dihitung dengan skala mikron juga ada tingginya

karena kalau cuma melihat titik, garis atau bidang dengan mata telanjang akan beda hasilnya dengan pakai mikroskop
apalagi dengan mata hati
jadinya jawabannya imajiner atau nyata itu masih relatif

mencari_makna
01-06-2012, 05:29 PM
Apakah yang dimaksud nyata dapat di tanggap oleh pancaindera? Dan Tidak nyata berarti dusta? mungkin perlu diperjelas dulu maksudnya dari threads starter

red_pr!nce
19-08-2012, 02:52 PM
Tuhan itu rasional.

Manusia butuh sesuatu yang "maha kuasa" untuk menjawab semua penderitaan hidup yang tidak bisa diselesaikannya. Maka manusia pun menciptakan figur yang "maha kuasa" agar mereka dapat menyerahkan semua masalah hidup mereka kepada-Nya. Oleh karena itu, sering kita dengar konsep bahwa kalau kita menyerahkan segalanya kepada Tuhan, maka hidup kita akan menjadi bahagia. Beberapa agama menyebutnya "keselamatan". Ya itu rasional, karena istilahnya kita akan merasa lepas dari masalah itu kalau kita memiliki seseorang yang bisa diandalkan untuk memecahkannya.

AsLan
19-08-2012, 09:09 PM
^ maksudnya sampiyan tuhan itu rasionalisasi nya orang beragama, sebuah imajinasi yg dipaksakan seperti nyata.

masa gak bisa bedain istilah Rasional dengan Rasionalisasi ::grrr::

sedgedjenar
19-08-2012, 09:54 PM
Makanya kalo nulis hati-hati
Disini masih banyak yg beragama dan bertuhannya dengan ego.
Kesenggol dikit langsung gahar

::ngakak2::

AsLan
19-08-2012, 11:56 PM
gw cuma pengen memperpanjang masalah ini biar jelas di KM itu siapa yg muslim, siapa yg kristen dan siapa yg atheis, terutama buat anggota baru.

jangan sampe ada yg dikira "ini" padahal "itu".

red_pr!nce
20-08-2012, 08:24 AM
^ maksudnya sampiyan tuhan itu rasionalisasi nya orang beragama, sebuah imajinasi yg dipaksakan seperti nyata.

masa gak bisa bedain istilah Rasional dengan Rasionalisasi ::grrr::

Nah itu dia.

Tuhan menjadi rasional karena merupakan imajinasi yang diciptakan sendiri demi menjawab segala tantangan hidup yang tidak bisa dipecahkan oleh manusia sendiri. Logis. Tapi memang manusia membutuhkan Tuhan seperti itu, karena manusia dengan segala keterbatasannya tahu posisi mereka yang sangat rapuh dan lemah di dunia ini. Namun ketika seseorang percaya akan Tuhan dan mengimani-Nya, maka Tuhan pun akan menunjukkan bahwa Dia benar-benar ada dengan segala fenomenanya.

Jadi gak salah juga kalau ada yang bilang, "Tuhan gak bisa dicerna logika, tapi harus diyakini kalau Dia ada".
Oleh sebab itu, kaum free thinkers dan atheist tidak pernah melawan konsep mengenai Tuhan.
Yang melawan konsep mengenai Tuhan itu adalah kaum anti-theist yang memang menolak segala hal berbau Tuhan.

menyan
25-08-2012, 11:51 AM
aah repot2 amat bahas ginian doank broh

gini aja broh, pikiran di utek lu nyata kaga ? ADA tapi kaga nyata kan

tapi pikiran manusia itu bisa menciptakan sesuatu yg nyata kan contoh hape mobil pc

seperti rene des cartes bilang : aku berpikir maka aku ada

tuhan itu ADA, dan ciptaanNYA NYATA. itu sudah :udud:

menyan
25-08-2012, 12:30 PM
Tuhan itu nyata bagi yang sudah ketemu
Tuhan itu imajiner bagi yg belum ketemu

kagak bener lu broh

abis liat nyata2 supermen di tipi tetep aja lu bilang supermen khayal broh

that's not the poin broh nohope bgt dah ::grrr::

red_pr!nce
26-08-2012, 09:45 AM
Tuhan itu ada karena manusia berpikir bahwa Dia ada kan? :D

Bukankah semua itu tergantung pemikiran manusia, bro?
Kalau manusia anggap saya jahat, ya saya jadilah jahat di pikirannya, dan pikiran itulah yang dianggap kebenaran.

PMSVH
26-08-2012, 09:59 AM
jika kita belum mendapatkan atau merasakan bukan berarti itu tidak ada,
mungkin karena adalah sarana penerima yang kurang begitu berfungsi....
jika diibaratkan, kita tidak bisa menerima gelombang tivi jika menggunaka sarana radio, bahkan untuk mendapatkan siaran tivi kita harus menyelaraskan gelombang peneriam kita dengan gelombang dari stasiun yang dikehendaki.....

sedgedjenar
26-08-2012, 11:54 AM
kagak bener lu broh

abis liat nyata2 supermen di tipi tetep aja lu bilang supermen khayal broh

that's not the poin broh nohope bgt dah ::grrr::

::ngakak2::

Kop, coba ente melihatnya apple to apple. Dua orang yg sama-sama gak tau superman. Yg satu, sebut aja A, diajak nonton filmnya, diajak ke disneyworld. Melihat dan memegang langsung sang pemain film. Terus si B, cuma denger cerita doang ttg superman.

Ketika dikasih pertanyaan yg sama
Superman setinggi apa? Bajunya bahan apa? Rambutnya alami apa pake minyak nyong-nyong?

Jawaban yg diberikan A tentu beda dengan jawaban yang diberikan B. Karena si A sudah bertemu langsung, melihat dan menginderawi langsung.

Nah, analogi diatas sama halnya dengan orang yang yang sudah melihat, bertemu tuhan. Kalo ditanya hal-hal yg detail ttg tuhan dia akan bisa menjawab. Lain halnya dengan yg blm ketemu tuhan. Ketika ditanya hal-hal detail ttg tuhan PASTI gelagepan. Mending kalo gelagepan, parahnya lagi langsung nuduh liberal, kejawen, sesat, kafir, atheis, masuk neraka (seakan-akan babenya yg pegang kunci neraka, maen masukin orang seenaknye aje). Atau minimal mereka jawab, pokoknya tuhan tuh ada deh. Titik. No further explanantion

::ngakak2::

sedgedjenar
26-08-2012, 12:24 PM
aah repot2 amat bahas ginian doank broh

gini aja broh, pikiran di utek lu nyata kaga ? ADA tapi kaga nyata kan

tapi pikiran manusia itu bisa menciptakan sesuatu yg nyata kan contoh hape mobil pc

seperti rene des cartes bilang : aku berpikir maka aku ada

tuhan itu ADA, dan ciptaanNYA NYATA. itu sudah :udud:




Ah, yg repot siapa kop?

::ngakak2::

Kop, sesuatu disebut "ada" itu seperti apa sih menurut ente?
Coba ente pedekate sama cewek, ente bilang gue ada mobil 3. Terus tuh cewek mau ente pacarin. Pas ke rumah tuh cewek nanya, 'mana yank mobilnya?" Terus ente jawab, ada dipikiran gue. Mudah2 an kaga makan bakiak deh ye..

::ngakak2::

Nah, kalo tuhan itu ada. Ada dimana? Seperti apa? Jangan-jangan cuma dikepala ente aja macam mobil tiga biji diatas?

---------- Post Merged at 11:24 AM ----------


Tuhan itu ada karena manusia berpikir bahwa Dia ada kan? :D
.

Aplikasinya gimana?
Agama ente apa? Kalo ane sebut allah, yg ada dipikiran ente apa?
Kalo ane sebut tuhan, mungkin dikepala ente muncul penampakan dewa syiwa atau brahma atau wisnu? Itu kalo ente hindu.
Kalo ane sebut tuhan, mungkin dikepala ente muncul penampakan sosok berbaju krem berselendang merah dan berewokan. Itu kalo ente kristiani

Nah, diantara kesemuanya itu. Yg namanya tuhan tuh yg mana?

beastmen85
26-08-2012, 02:48 PM
^ gw tiap kali ada org nyebut2 Tuhan, gw ga pernah ada bayangan apa2 ::ngakak2::

mobyokuzan
26-08-2012, 07:59 PM
Tuhan itu nyata bagi yang sudah ketemu
Tuhan itu imajiner bagi yg belum ketemu

Ketemu disini maksudnya gmn kop ? Apa sama kek ane ketemu ente face2face Or ada penjelasan lainnya.

Lalu gmn caranya agar bisa ketemu ? Apa harus janjian, Telpon dan sms dulu gitu ? ;D

---------- Post Merged at 06:59 PM ----------


::ngakak2::

Kop, coba ente melihatnya apple to apple. Dua orang yg sama-sama gak tau superman. Yg satu, sebut aja A, diajak nonton filmnya, diajak ke disneyworld. Melihat dan memegang langsung sang pemain film. Terus si B, cuma denger cerita doang ttg superman.

Ketika dikasih pertanyaan yg sama
Superman setinggi apa? Bajunya bahan apa? Rambutnya alami apa pake minyak nyong-nyong?

Jawaban yg diberikan A tentu beda dengan jawaban yang diberikan B. Karena si A sudah bertemu langsung, melihat dan menginderawi langsung.

Nah, analogi diatas sama halnya dengan orang yang yang sudah melihat, bertemu tuhan. Kalo ditanya hal-hal yg detail ttg tuhan dia akan bisa menjawab. Lain halnya dengan yg blm ketemu tuhan. Ketika ditanya hal-hal detail ttg tuhan PASTI gelagepan. Mending kalo gelagepan, parahnya lagi langsung nuduh liberal, kejawen, sesat, kafir, atheis, masuk neraka (seakan-akan babenya yg pegang kunci neraka, maen masukin orang seenaknye aje). Atau minimal mereka jawab, pokoknya tuhan tuh ada deh. Titik. No further explanantion

::ngakak2::.

Wah postingan ini mengingatkan akan kisah dan pengalaman ane dulu dlm mencari "sesuatu"

Ibarat org buta yg tanya kiri kanan kpd org buta lainnya, dan tiap org buta punya penjelasan sendiri sendiri seakan akan mrk tdk buta dan merasa dirinya paling benar.
dlm kebutaan itu akhirnya ane menyadari bahwa sebenarnya kita semua ini buta, dan terjebak dlm standard persepsi kebutaan yg kita buat sendiri.

Hikmah yg didpt adalah, apapun itu yg penting jgnlah merasa paling bener sendiri, krn kebenaran itu sifatnya relatif.

AsLan
26-08-2012, 11:04 PM
Ketemu disini maksudnya gmn kop ? Apa sama kek ane ketemu ente face2face Or ada penjelasan lainnya.

Lalu gmn caranya agar bisa ketemu ? Apa harus janjian, Telpon dan sms dulu gitu ? ;D

---------- Post Merged at 06:59 PM ----------

.

Wah postingan ini mengingatkan akan kisah dan pengalaman ane dulu dlm mencari "sesuatu"

Ibarat org buta yg tanya kiri kanan kpd org buta lainnya, dan tiap org buta punya penjelasan sendiri sendiri seakan akan mrk tdk buta dan merasa dirinya paling benar.
dlm kebutaan itu akhirnya ane menyadari bahwa sebenarnya kita semua ini buta, dan terjebak dlm standard persepsi kebutaan yg kita buat sendiri.

Hikmah yg didpt adalah, apapun itu yg penting jgnlah merasa paling bener sendiri, krn kebenaran itu sifatnya relatif.

loh koq tulisan mu bisa mirip sama kata2nya Yesus ?


Lukas 6:39
Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?

sedgedjenar
26-08-2012, 11:11 PM
Ketemu disini maksudnya gmn kop ? Apa sama kek ane ketemu ente face2face Or ada penjelasan lainnya.

Lalu gmn caranya agar bisa ketemu ?

Ketemu itu maksudnya Experiencing God ketika fungsi semua indera dalam keadaan normal. Jadi bukan mabuk, tidur atau sakit kejiwaan.

Caranya ya cara sufi aja, man arofa nafsahu faqod arofa robbahu

mobyokuzan
27-08-2012, 06:50 AM
loh koq tulisan mu bisa mirip sama kata2nya Yesus ?

Wah yah ga tau yah broow, ane bukan pengikut yesus, tapi mengakui kalo isa as itu nabi :)
Kalo misal tulisan gw mirip, mungkin itu cuma faktor kebetulan aja.
gw aja baru ngeh kalo yesus pernah berbicara seperti itu setelah baca postingan ente.

---------- Post Merged at 05:50 AM ----------


Ketemu itu maksudnya Experiencing God ketika fungsi semua indera dalam keadaan normal. Jadi bukan mabuk, tidur atau sakit kejiwaan.

Caranya ya cara sufi aja, man arofa nafsahu faqod arofa robbahu

Pernah baca kisah org buta dan gajah ?
Pendeskripsian mrk ttg gajah berbeda satu sama lainnya krn mrk tdk melihat tapi merasakan bagian2 gajah dgn tangan.
Jika diibaratkan tuhan itu gajah, dan kita adalah org butanya. Mungkin pendeskripsian kita ttg tuhan juga berbeda beda.

beastmen85
27-08-2012, 10:22 AM
menurut gw perbedaan2 dlm pendeskripsian Tuhan atopun 'expriencing god' itu krn faktor keterbatasan kita akan persepsi, sedangkan god sendiri sesuatu yg infinite.

kecuali udh bersatu dgn god.
lha wong menungso seng wes matek ae persepsine jik terbatas og.

sedgedjenar
27-08-2012, 10:46 AM
Pernah baca kisah org buta dan gajah ?
Pendeskripsian mrk ttg gajah berbeda satu sama lainnya krn mrk tdk melihat tapi merasakan bagian2 gajah dgn tangan.
Jika diibaratkan tuhan itu gajah, dan kita adalah org butanya. Mungkin pendeskripsian kita ttg tuhan juga berbeda beda.

makanya saya tulis, experiencing god itu semua senses harus dalam berfungsi baik, normal
jangan seperti orang buta
apalagi buta hatinya

---------- Post Merged at 09:46 AM ----------


menurut gw perbedaan2 dlm pendeskripsian Tuhan atopun 'expriencing god' itu krn faktor keterbatasan kita akan persepsi, sedangkan god sendiri sesuatu yg infinite.

kecuali udh bersatu dgn god.
lha wong menungso seng wes matek ae persepsine jik terbatas og.

kalau experiencenya sendiri sama
namun ketika mencoba mendekripsikan experience tsb dengan kata-kata, di situlah mulai terjadi bias

AsLan
27-08-2012, 10:50 AM
makanya saya tulis, experiencing god itu semua senses harus dalam berfungsi baik, normal
jangan seperti orang buta
apalagi buta hatinya

---------- Post Merged at 09:46 AM ----------



kalau experiencenya sendiri sama
namun ketika mencoba mendekripsikan experience tsb dengan kata-kata, di situlah mulai terjadi bias

gw sih gak gitu ngerti masalah supranatural ya...

tapi di kitab suci kristen ada frasa yg menyatakan bahwa saat tubuh melemah, roh menguat.
itu sebabnya kadang2 orang perlu berpuasa.

ada juga frasa yg mengatakan roh jahat jenis ini hanya bisa diusir dengan doa dan berpuasa
artinya doa dan puasa bisa memperkuat peperangan rohani.

ya sekali lagi saya kurang begitu paham wilayah2 supranatural dalam kitab suci... ::nangis::

sedgedjenar
27-08-2012, 10:59 AM
gw sih gak gitu ngerti masalah supranatural ya...

tapi di kitab suci kristen ada frasa yg menyatakan bahwa saat tubuh melemah, roh menguat.
itu sebabnya kadang2 orang perlu berpuasa.

ada juga frasa yg mengatakan roh jahat jenis ini hanya bisa diusir dengan doa dan berpuasa
artinya doa dan puasa bisa memperkuat peperangan rohani.

ya sekali lagi saya kurang begitu paham wilayah2 supranatural dalam kitab suci... ::nangis::

nah, experiencing god itu dimulai ketika roh sudah menguat
ketika semua ego/ nafsu liar/ pikiran yang penuh praangka dan persepsi/ setan/ iblis (whatever namanya) sudah tunduk dan sudah dibawah kendali dirimu sepenuhnya

mobyokuzan
27-08-2012, 11:16 AM
makanya saya tulis, experiencing god itu semua senses harus dalam berfungsi baik, normal
jangan seperti orang buta
apalagi buta hatinya


buta yg ane maksud disini itu bukan buta sebenarnya, seperti org yg tdk bisa melihat, melainkan ketidaktahuan/keterbatasan dlm mengetahui sesuatu...org buta di dlm kisah gajah itu hanya sebagai perumpamaan.
eke yakin semua org buta, termasuk ane, ente dan semua org yg ada disini...yg ga buta cuma tuhan.

malaikat aja buta kok.
tuhan menjwbnya dgn simple, "Aku mengetahui apa yg tdk kalian ketahui"
makanya knp ada istilah "Laa Haula Wala Quwwata Illa Billah"
krn pada dasarnya, kita itu tanpa daya dan upaya (buta)

cmiiw :)

beastmen85
27-08-2012, 01:09 PM
makanya saya tulis, experiencing god itu semua senses harus dalam berfungsi baik, normaljangan seperti orang butaapalagi buta hatinya---------- Post Merged at 09:46 AM ----------kalau experiencenya sendiri samanamun ketika mencoba mendekripsikan experience tsb dengan kata-kata, di situlah mulai terjadi biasah. bener juga.karunia berbahasa lidah kdg memuakkan ::hihi::semakin dicari semakin hilang.namun saat kehilangan 'diri' maka malah menemukan 'diri'.rempong :lololol:

---------- Post Merged at 12:09 PM ----------

masalah buta2an.
imo.
kita tdk buta jika udh expriencing god.

gw mikirnya expriencing god itu saat soul kita bersatu dgn semua soul di kosmos, universal mind

aware against time
aware against space
dan self aware

*gw bahkan ga yakin apa yg gw tulis

mobyokuzan
27-08-2012, 04:05 PM
ah. bener juga.karunia berbahasa lidah kdg memuakkan ::hihi::semakin dicari semakin hilang.namun saat kehilangan 'diri' maka malah menemukan 'diri'.rempong :lololol: ---------- Post Merged at 12:09 PM ---------- masalah buta2an. imo. kita tdk buta jika udh expriencing god. gw mikirnya expriencing god itu saat soul kita bersatu dgn semua soul di kosmos, universal mind aware against time aware against space dan self aware *gw bahkan ga yakin apa yg gw tulis


Ga yakin bisa jadi krn belum mengalami sendiri, cuma sampe tahap memikirkan.
Gmn kalo ada org yg sdh mengalami experiencing god tapi dia sendiri tdk menyadari hal itu krn keterbatasan dirinya dlm mengetahui sesuatu. Apakah Mungkin ada yg seperti itu ?

beastmen85
27-08-2012, 06:41 PM
lha wong yg udh expriencing tp tetep nolak god aja byk kok ::hihi::

mungkin expriencing itu blm cukup utk mencerahkan ::ngakak2::

btw. buddha itu dia expriencing god ato tercerahkan sih?

*ngelirik sedge*
menurut lw expriencing god sama ga dgn keluar dr roda samsara yg dikuasai bathara kala?
imo, itu tercerahkan

lagi2 gw ga yakin apa yg gw tulis krn karunia berbahasa lidah dan gw ga mengetahui dgn pasti apa itu tercerahkan

purba
27-08-2012, 09:46 PM
Tuhan punya nafsu birahi gak?

::ngakak2::

sedgedjenar
27-08-2012, 10:17 PM
Ya, katanya, emang gitu. Kita sebenernya skarang sedang experiencing god. Cuma karena gak eling aja, blm awakened, jadinya gak tau kalo lagi experiencing god.

Tuhan ya punya nafsu birahi.
Alam semesta aja tuhan punya, masa cuma nafsu birahi aja gak punya.

AsLan
27-08-2012, 10:38 PM
kayaknya sih Tuhan gak punya nafsu birahi.

kitab suci mengatakan bahwa Tuhan itu Roh.

sedangkan nafsu birahi datangnya dari tubuh, dari sistim hormonal.

kitab suci mengatakan bahwa Tuhan itu punya perasaan, Dia bisa marah, sedih, senang.
Justru manusia diciptakan dengan peta dan teladan Tuhan, maka antara Tuhan dan manusia meskipun memiliki banyak perbedaan namun memiliki banyak konsep yg sama.

sedgedjenar
27-08-2012, 10:52 PM
Kalau begitu gugurlah pernyataan bahwa tuhan itu pemilik alam semesta dan seisinya.

Atau nafsu birahi itu ada diluar alam semesta, karena bukan sesuatu yg dimiliki tuhan.

---------- Post Merged at 09:52 PM ----------

Sekarang kalau tuhan, kayaknya, gak punya nafsu birahi.
Dalam nafsu birahi ada tuhan gak?

mobyokuzan
28-08-2012, 01:07 AM
Tuhan punya nafsu birahi gak?

::ngakak2::

ntar dilanjut lagi dgn pertanyaan, tuhan punya alat kelamin ga ?
kalo omsedege bilang tuhan punya nafsu birahi bisa jadi tuhan punya alat kelamin juga, tapi seperti apa alat kelamin tuhan ? hermaphrodtie kah ?

pada akhirnya malah membanding bandingkan Tuhan dgn manusia ::doh::::arg!::
yah beginilah keterbatasan manusia, mohon dimaklumi.

mobyokuzan
28-08-2012, 01:28 AM
lha wong yg udh expriencing tp tetep nolak god aja byk kok ::hihi::

mungkin expriencing itu blm cukup utk mencerahkan ::ngakak2::



kalo ente sendiri masuk yg mana ?
dari tadi responnya, ga yakin ga yakin mulu :cengir:

ndableg
28-08-2012, 01:28 AM
Ini ngomongin tuhan kayak ngomongin orang aje... Tuhan = orang?
Omong ********...

sedgedjenar
28-08-2012, 08:32 AM
ntar dilanjut lagi dgn pertanyaan, tuhan punya alat kelamin ga ?
kalo omsedege bilang tuhan punya nafsu birahi bisa jadi tuhan punya alat kelamin juga, tapi seperti apa alat kelamin tuhan ? hermaphrodtie kah ?

pada akhirnya malah membanding bandingkan Tuhan dgn manusia ::doh::::arg!::
yah beginilah keterbatasan manusia, mohon dimaklumi.

::ngakak2::

ya karena selama ini kita menilai sesuatu dengan cara membandingkan dengan data yg sudah ada di dalam kepala aja
jadi ketika ngebahas tuhan yang notabene datanya gak ada dikepala, yang keluar adalah data yang ada dikepala
dibilang tuhan punya nafsu birahi, dikepala kebayang adegan bokep
ntar dikasih tau tuhan punya alat kelamin, yg kebayang dikepala langsung isi celana kolor

abis dikasih tau tuhan punya nafsu birahi dan alat kelamin, terus dikasih tau tuhan punya mata dan telinga, yg kebayang dikepala adalah manusia
abis itu langsung menilai : tuhan koq dibandingkan dengan manusia ?

padahal yang punya birahi, punya kelamin, punya mata dan telinga itu gak cuma manusia
nah, abis ini akan keluar pernyataan : jadi mbandingin tuhan sama hewan ?

itu lah manusia, kalao mau ketemu tuhan sudah terjebak duluan oleh jeroan kepalanya/ diboongin oleh persepsi dan prasangka

::ngakak2::

beastmen85
28-08-2012, 11:14 AM
mungkin data ttg tuhan itu 'no_data', 'no_data' bisa dikatakan data jg gak sih?

mungkin 'no_data', itu deskripsinya '000000' atau 'unknown', sehingga ketika dibicarakan di trit macam ini yg ada hanyalah crash antar program lain komputer ::hihi::

sedgedjenar
28-08-2012, 12:30 PM
mungkin data ttg tuhan itu 'no_data', 'no_data' bisa dikatakan data jg gak sih?

mungkin 'no_data', itu deskripsinya '000000' atau 'unknown', sehingga ketika dibicarakan di trit macam ini yg ada hanyalah crash antar program lain komputer ::hihi::

gak ada crash kop
otak tetap ngasih jawaban sesuai data yang ada dikepala, tinggal manusianya aja yg milih data yang mana yg mau diolah dan dijadikan kesimpulan
seperti contoh tuhan punya nafsu birahi, yg keluar data pelm bokep atau data adegan sunah rosulnya minggu lalu
nah tinggal manusianya aja milih, data mana yang mau diolah

beastmen85
28-08-2012, 01:35 PM
^ imo, ketidaksinkronan pengolahan data antar komputer saya anggap sebuah crash ::ngakak2::

ato bug ya? ::hihi::

mobyokuzan
28-08-2012, 02:34 PM
gak ada crash kop
otak tetap ngasih jawaban sesuai data yang ada dikepala, tinggal manusianya aja yg milih data yang mana yg mau diolah dan dijadikan kesimpulan
seperti contoh tuhan punya nafsu birahi, yg keluar data pelm bokep atau data adegan sunah rosulnya minggu lalu
nah tinggal manusianya aja milih, data mana yang mau diolah


Kalo di hubungkan dgn faktor karma...
apakah data yg diolah dan dijadikan kesimpulan ini juga dipengaruhi oleh karma di kehidupan sebelumnya ?
Jika karmanya busuk berarti kesimpulan yg diambil juga ikut busuk.

tersesat krn karma masa lalu ?

---------- Post Merged at 01:34 PM ----------


mungkin data ttg tuhan itu 'no_data', 'no_data' bisa dikatakan data jg gak sih?

mungkin 'no_data', itu deskripsinya '000000' atau 'unknown', sehingga ketika dibicarakan di trit macam ini yg ada hanyalah crash antar program lain komputer ::hihi::.

Org theist punya kitab suci yg diyakini sbg firman tuhan.
kalo ente bilang tuhan itu no data (unknown) lantas kitab suci itu ente anggap sbg apa ? Produk manusia ?
Kecuali kalo ente non theist :cengir:

Responnya ga yakin ga yakin mulu sih.

sedgedjenar
28-08-2012, 03:26 PM
Kalo di hubungkan dgn faktor karma...
apakah data yg diolah dan dijadikan kesimpulan ini juga dipengaruhi oleh karma di kehidupan sebelumnya ?
Jika karmanya busuk berarti kesimpulan yg diambil juga ikut busuk.

tersesat krn karma masa lalu ?



ya kalo bicara karma mah kemana-mana pasti akan berhubungan
orang mencari tuhan juga karena karma
orang enengh bicara agama juga karena karma
termasuk data yg ada dikepala, kalo blm cukup pahala buat ada data tuhan ya gak bisa
.


Org theist punya kitab suci yg diyakini sbg firman tuhan.
kalo ente bilang tuhan itu no data (unknown) lantas kitab suci itu ente anggap sbg apa ? Produk manusia ?
Kecuali kalo ente non theist :cengir:

Responnya ga yakin ga yakin mulu sih.

jgn ketipu sama gayanye beastmen, dia nulis gak yakin itu cuma style aje
buang prasangka aja deh yuk

beastmen85
28-08-2012, 03:30 PM
^ maklum galau ::ngakak2::

'data' disini bukan berarti suatu point ttg karmic traces, bukan pula data ttg ada atau tidaknya.

tp 'data' ttg god exprience

dibilang no_data krn itu adalah data yg tdk diketahui/unknown, sekali lg, gw ngomongin god exprience yg mustahil dideskripsikan scr objektif dan eksak

purba
28-08-2012, 03:43 PM
kayaknya sih Tuhan gak punya nafsu birahi.

kitab suci mengatakan bahwa Tuhan itu Roh.

sedangkan nafsu birahi datangnya dari tubuh, dari sistim hormonal.

kitab suci mengatakan bahwa Tuhan itu punya perasaan, Dia bisa marah, sedih, senang.
Justru manusia diciptakan dengan peta dan teladan Tuhan, maka antara Tuhan dan manusia meskipun memiliki banyak perbedaan namun memiliki banyak konsep yg sama.

Kalo menurut Islam, manusia terbaik adalah Muhammad. Kalo menurut Kristen, manusia apa yg terbaik?

:)

mobyokuzan
28-08-2012, 03:50 PM
ya kalo bicara karma mah kemana-mana pasti akan berhubungan
orang mencari tuhan juga karena karma
orang enengh bicara agama juga karena karma
termasuk data yg ada dikepala, kalo blm cukup pahala buat ada data tuhan ya gak bisa
.


jgn ketipu sama gayanye beastmen, dia nulis gak yakin itu cuma style aje
buang prasangka aja deh yuk

Prasangka yg muncul ga jauh2 dari karma juga kan, gw mah ga ambil pusing karma apa yg nyebabin berprasangka kek gitu, kalopun mau ngeles pake aja bhsnya bismen "karunia berbahasa lidah" ::hohoho::

beastmen85
28-08-2012, 04:14 PM
^ ::ngakak2::

andaikan saja kita semua bisa telepati, ngerti tanpa berkomunikasi ::ngakak2::

mobyokuzan
28-08-2012, 07:59 PM
Hampir mirip jual beli yah.
sesama manusia belinya pake duit, tapi kalo dgn tuhan belinya pake pahala.
pahalanya cukup kita bisa memahami data ketuhanan...org2 bilang insya Allah selamat dunia akhirat, amiin...
Tapi Kalo ga cukup, paling juga tuhan bilang "WANI PIRO" ?
Akhirnya terlunta lunta dijalan kesesatan.

@bismen : emang ente mau bayar brp banyak pahala utk bisa komunikasi melalui telepati.

WANI PIRO bis ??? ::ngakak2::

Fere
28-08-2012, 08:11 PM
baca trit ini malah jadi mumet.. ::doh::


si yongblu kemana ya..?

beastmen85
28-08-2012, 08:33 PM
Hampir mirip jual beli yah.sesama manusia belinya pake duit, tapi kalo dgn tuhan belinya pake pahala.pahalanya cukup kita bisa memahami data ketuhanan...org2 bilang insya Allah selamat dunia akhirat, amiin...Tapi Kalo ga cukup, paling juga tuhan bilang "WANI PIRO" ? Akhirnya terlunta lunta dijalan kesesatan.@bismen : emang ente mau bayar brp banyak pahala utk bisa komunikasi melalui telepati.WANI PIRO bis ??? ::ngakak2::eke non-theis yg beraliran suka2 kok, saya ga ngejar pahala ato dosa ::hihi::

PERMANDYAN
29-08-2012, 10:02 AM
Kalo menurut Islam, manusia terbaik adalah Muhammad. Kalo menurut Kristen, manusia apa yg terbaik?

:)
terbaik jang bagaimana...(?)
apakah fisik...(?)
kalaoe dapalam alkitab, sebeloem manoesia djatoeh dalam dosa,adalah jang terbaik....

kitab kedjadian pasal 1
saat mentjiptakan bumi beserta segala isinja allah melihat semueanja baik, namoen setelah mentjiptakan manoesia, allah melihat tjiptaannja soenggoeh amat baik

sedgedjenar
29-08-2012, 10:12 AM
sama aja kayak gue waktu di TK
emak gue ditanya, anak yang paling terbaik di sekolah siapa ?
emak ngejawab, sedge

eh pas emak temen gue ditanya hal yang sama
dijawab yg terbaik adalah yanto (nama temen ane)

beastmen85
29-08-2012, 11:52 PM
^ gw klik [Thanks] sbg pelipur lara ::hihi::

Fere
30-08-2012, 12:28 AM
^
sepertinya mbah sege kecewa dengan emaknya Yanto..
::hihi::::hihi::

youngblue
30-08-2012, 08:40 PM
walah dah berbusa-busa sampai 9 halaman belum ketemu juga tuhan yg nyata , berarti imajiner betulan lah ya.......

si pere nyari saya mau ngajak ke mana? , mau ke kebonpolo ..... wis pergio mbek ipung aja kalau mau kesana.......

sedgedjenar
30-08-2012, 08:56 PM
Iya, lebih baik di close aja nih

::hihi::

Fere
31-08-2012, 12:08 AM
walah dah berbusa-busa sampai 9 halaman belum ketemu juga tuhan yg nyata , berarti imajiner betulan lah ya.......

si pere nyari saya mau ngajak ke mana? , mau ke kebonpolo ..... wis pergio mbek ipung aja kalau mau kesana.......
wakaka.. cah gemblung wis teko..

situ sbg TS nggak bertanggung jawab, ngelempar
masalah trus ditinggal minggat.. ::doh::

youngblue
31-08-2012, 09:34 AM
aku bukannya minggat ning cuma meditasi sebentar buat cari pencerahan , lah begitu dapat pencerahan nyari dirimu tak ada lagi.eh... rupanya dirimu sama bambang pada ngopi-ngopi di jabres .......halllahhhhhh.....

sedgedjenar
31-08-2012, 09:41 AM
mudah2 an pencerahannya ditulari, jadi kita disini bisa kecipratan barang sekarung dua karung ilmunya

-_-

Fere
31-08-2012, 03:41 PM
aku bukannya minggat ning cuma meditasi sebentar buat cari pencerahan , lah begitu dapat pencerahan nyari dirimu tak ada lagi.eh... rupanya dirimu sama bambang pada ngopi-ngopi di jabres .......halllahhhhhh.....
dimari selain buat leyeh2 sambil ngopi ada banyak
tempat buat meguru kop, silahken mampir kapan2..

;D

Alethia
31-08-2012, 04:32 PM
jadi Tuhan itu imajiner atau nyata? cuman baca halaman terahir, pgn lsg dapet jawaban.jgn dilempar luwak yaak ::maap::

youngblue
31-08-2012, 11:30 PM
jgn dilempar luwak yaak
ku coba-coba melempar manggis, manggis ku lempar mangga kudapat....wkwkwkwkwkwkwkw