PDA

View Full Version : Memusuhi komunitas Ahmadiyah



pasingsingan
21-02-2011, 09:50 PM
dear kopiers

saya pribadi terheran2 dng sikap kelompok yng antipati thd komunitas Ahmadiyah
padahal mereka tidak mengganggu komunitas lain serta tidak merugikan kehidupan
bernegara n bermasyarakat.

Menurut saya, kelompok yng memusuhi ataw tidak menginginkan keberadaannya,
perlu dipertanyakan cara beragama n bermasyarakatnya.

bagaimana dng pendapat anda . .... monggo dipersila
isi lagi cangkirnya klo perlu :)

danalingga
21-02-2011, 11:17 PM
Dulu, ketika masih muda dulu, saya pasti membela habis-habisan Ahmadiyah. Tapi sekarang, rasanya kok ya Ahmadiyah sama tidak warasnya dengan mereka yang memusuhi Ahmadiyah.

Kalo Ahmadiyah lebih waras rasanya persoalan ini akan selesai dengan memraktekkan pepatah :"sing waras ngalah."

AsLan
22-02-2011, 03:32 AM
Ahmadiyah mau mengalah apa lagi ? menyangkal iman ?

gembel
22-02-2011, 06:34 AM
klo si ahmadiyah tidak menyebarkan pahamnya sih oke-oke aja. ini masalah keyakinan, paling mendasar sekali. berat pertanggungjawabannya.

Asum
22-02-2011, 07:40 AM
dear kopiers

saya pribadi terheran2 dng sikap kelompok yng antipati thd komunitas Ahmadiyah
padahal mereka tidak mengganggu komunitas lain serta tidak merugikan kehidupan
bernegara n bermasyarakat.

Secara langsung memang mereka tdk mengganggu komunitas umat manusia seluruhnya, tetapi secara khusus ia mengganggu dan menodai keyakinan umat Islam.

Memperlakukan Ahmadiyah, sama dengan memperlakukan aliran-aliran Islam sesat lainnya semisal Lia Eden, dan agama lain yang ada nabi barunya. Tidak ada perlakukan berbeda terhadap Ahmadiyah.

Paham Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir adalah harga mati dan merupakan aqidah benerasi salaf, sehingga mengakui adanya nabi lain selain Muhammad saw yang akan turun <<< merupakan paham sesat.

Saya kira, sudah banyak diskusi2 tentang point2 kesesatan Ahmadiyah ini. Anda bisa mencarinya via google seperti di sini : http://media-islam.or.id/2007/09/27/dalil-nabi-muhammad-nabi-terakhir/

Tidak ada khilafiyah dalam memahami arti dan maksud dari خَاتَمَ النَّبِيِّينَ SELAIN bahwa : Nabi saw adalah PENUTUP para nabi yang tidak ada lagi setelah beliau saw. Maka yang menyimpang dari pehamanan tsb adalah sesat.


Menurut saya, kelompok yng memusuhi ataw tidak menginginkan keberadaannya,
perlu dipertanyakan cara beragama n bermasyarakatnya.

Maka saya pun boleh mengatakan "kelompok yang mendukung Ahmadiyah perlu dipertanyakan juga cara beragamanya dan cara bermasyarakatnya" http://myquran.com/forum/images/smilies/user8/peace.gif

danalingga
22-02-2011, 08:33 AM
Ahmadiyah mau mengalah apa lagi ? menyangkal iman ?

Nah, pertanyaan ini sendiri menimbulkan masalah. Jika Ahmadiyah tetap bersikeras menanyakan seperti ini,ya masalah nggak bakal selesai. Tolong diingat disini ini menghadapi orang belum waras, kalo tetap ngotot ya bakal terus bermasalah.

Asum
22-02-2011, 09:05 AM
Mohon yg terlibat di topik ini memang yg beragama Islam atau Ahmadiyah saja, selain itu agar tdk berkomentar spy tdk memperkeruh suasana. saya setuju, kita diskusi dgn kepala dingin.

syukron

pasingsingan
22-02-2011, 09:33 AM
om Asum

siapa saja n dng latar belakang keyakinan/keimanan apa saja
boleh dong join diforum ini, yng penting kontribusinya positif
dalam arti obyektif n konstruktif, tidak berniat membuat onar



ayo ayo tambah lagi isi cangkirnya :)

kandalf
22-02-2011, 12:17 PM
Sepakat dengan Pasingsingan...
mestinya semua, gak ada latar belakang agama tertentu.

Kalau cuma karena sesat harus bubar.

Maaf, agama Katolik harus bubar karena sesat menurut beberapa aliran Kristen. (perlu kutuliskan tautannya di sini?)

Maaf, Hizbut Tahrir Indonesia harus bubar karena sesat menurut Salafiy. (perlu kutuliskan tautannya di sini?)

Maaf, agama Islam harus bubar karena sesat menurut Umat Kristen. (perlu kutuliskan tautannya di sini?)

Kita tidak akan pernah selesai kalau membahas kesesatan.




Lia Eden itu kasus yang berbeda. Ibu Lia membakar lidah anak pengikutnya. Sudah melanggar hukuum positif Indonesia.

pasingsingan
22-02-2011, 12:50 PM
konon yng menyebabken kelompok Ahmadiyah dianggap menyimpang
oleh kelompok yng merasa mayoritas dlm islam, adalah gara2
kelompok Ahmadiyah mendeclare Gulam Ahmad Parwes sbg nabi.

nah dlm konteks tsb, adakah kitab standard mereka yng menyatakan demikian?
klo ada silakan disharing disini yak. Sukur ada source linknya

kandalf
22-02-2011, 01:15 PM
Pernyataan di depan DPR nih..


http://www.detiknews.com/read/2011/02/17/000000/1572501/10/ahmadiyah-tazdkiroh-bukan-kitab-suci



Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) mempercayai bila semasa hidupnya, Mirza Ghulam Ahmad pernah menerima wahyu suci dari Allah SWT. Wahyu tersebut kemudian dibukukan oleh Mirza yang kemudian hari disebut sebagai Tazdkiroh.

"Tazdkiroh adalah wahyu suci yang diterima Mirza Ghulam Ahmad. Yang kemudian dituliskannya, tapi Tazdkiroh bukan kitab suci," ujar anggota JAI, Syamsir Ali, saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara Komisi VIII dengan JAI di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/2/2011).

Bahkan menurut Syamsir ulama-ulama lain seperti Imam Syafii, Imam Hambali, para Khulafaur Rasyidin juga mendapatkan wahyu suci.

"Soal yang menerima wahyu, bukan beliau saja, ada imam Syafii juga, Usman dan Umar dan ulama lainnya. Dan wahyu itu datangnya dari Allah SWT," tambahnya.

lovedaa
22-02-2011, 02:02 PM
Sepakat dengan Pasingsingan...
mestinya semua, gak ada latar belakang agama tertentu.

Kalau cuma karena sesat harus bubar.

Maaf, agama Katolik harus bubar karena sesat menurut beberapa aliran Kristen. (perlu kutuliskan tautannya di sini?)

Maaf, Hizbut Tahrir Indonesia harus bubar karena sesat menurut Salafiy. (perlu kutuliskan tautannya di sini?)

Maaf, agama Islam harus bubar karena sesat menurut Umat Kristen. (perlu kutuliskan tautannya di sini?)

Kita tidak akan pernah selesai kalau membahas kesesatan.




Lia Eden itu kasus yang berbeda. Ibu Lia membakar lidah anak pengikutnya. Sudah melanggar hukuum positif Indonesia.
Bener bung kandalf..setuju..
Tapi beneran ya lia eden melakukan pidana kayak yang sampeyan tulis ?

BundaNa
22-02-2011, 02:06 PM
Pernyataan di depan DPR nih..


http://www.detiknews.com/read/2011/02/17/000000/1572501/10/ahmadiyah-tazdkiroh-bukan-kitab-suci

tetapi apakah Imam Syafi'i berani bilang beliau Nabi? Mereka, para Imam yang disebut Syamsir Ali adalah menuliskan pengetahuan yang mereka dapat kemudian bisa jadi Ihtihaj yang artinya pemahaman mereka berupa keilmuan bukan membuat agama baru atau Nabi dan ajaran baru.

Bagaimana dengan Mirza Ghulam Ahmad? Karena pengikutnya mendeklarasikan sebagai Nabi baru dan Tazdkiroh disejajarkan dengan Al Qur'an?

Sama gak kalau sudah seperti ini?

Sebenarnya aneh Ahmadiyah, karena setelah Nabi Muhammad SAW mereka mengakui adanya Nabi lain, masak masih maksa2 beragama Islam atau bagian dari Islam?

kandalf
22-02-2011, 02:10 PM
Tapi beneran ya lia eden melakukan pidana kayak yang sampeyan tulis ?

Benar...
Lihat saja pembelaan mereka.
http://www.liaeden.info/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=285&Itemid=34&limit=1&limitstart=5


Apabila nanti secara bertahap bertambah publik yang menyadari kebenaran takdir ini, dapat kiranya dimengerti bahwa semua orang niscaya disucikan oleh kami, Roh Kudus. Untuk hal itu, perlu kuagunkan Injil Matius 3 ayat 11:

“Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertaubatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.”

Memang kami sudah mensucikan Lia Eden, Muhammad Abdul Rahman dan semua Komunitas Eden dengan api suci. Seluruh tubuh mereka diusap dengan spiritus dan dinyalakan dengan api.

Berita pensucian dengan api memang mengejutkan, dianggap sebagai syariat sesat dan sadis. Tapi keadaan di Eden tak diperkenankan adanya dosa. Pensucian di Eden harus bisa membasmi dosa dan membuat jera terhadap dosa. Pensucian dengan api memang tak ada di dalam Al Quran. Risalah tentang pensucian di Eden terlampir.

Adapun dalam persidangan ada Eddy Suprihadi yang mengadukan Lia Eden karena menganggap anaknya R. Ghassani Karamina alias Neng telah dianiaya dibakar mulutnya. Padahal pensucian di Eden memang dengan cara pembakaran.

Tak ada pelepuhan luka bakar di mulut Neng. Neng berbohong, Ghazian berbohong. Dan kebohongan mereka dieksploitir ayahnya dan jaksa. Apinya tak pernah bisa menyala. Mana mungkin mulut Neng bisa melepuh. Aku sudah tahu apa yang akan terjadi oleh sifat pembohong Neng, Ghazian dan Eddy. Kami yang menjadikan apinya tak bisa dinyalakan kala tiga kali telah dicoba menyulutnya, sampai diputuskan takkan berhasil dinyalakan dan hukuman Neng pun dibebaskan. Tapi berita itu akan menarik perhatian publik untuk mencermati pensucian di Eden.

Seperti inilah yang perlu diwaspadai...
Kalau sudah membahayakan, harusnya dibubarkan.




Bagaimana dengan Mirza Ghulam Ahmad? Karena pengikutnya mendeklarasikan sebagai Nabi baru dan Tazdkiroh disejajarkan dengan Al Qur'an?

Kalau baca pembelaannya Ahmadiyah Lahore internasional (lampu baru mati jadi aku kehilangan tautan), kasus mengaku nabi ini mirip kasusnya Rashad Khalifa dari kelompok Submitter.

Pertanyaanku tetap sama,
selain masalah akidah, adakah yang membahayakan dari Ahmadiyyah sehingga harus dibubarkan?

BundaNa
22-02-2011, 02:32 PM
seinget saya Ahmadiyah menyebarkan ajarannya juga..itu yang di CIkeusik, kalau gak salah yang merekam adalah anggota Ahmadiyah sendiri PNS dari balai Arkeologi. Tadinya diberhentikan karena memakai fasilitas Balai untuk menyebarkan ajaran Ahmadiyah.

Kalau alasan membahayakan Aqidah tidak lagi dianggap penting untuk membubarkan Ahmadiyah, apa pantas disebut agama Islam?

ndableg
22-02-2011, 02:49 PM
Ini sama Aja dgn bule Yg mengira smua Muslim mengharapkan 72 bidadari di surga.

ndableg
22-02-2011, 02:54 PM
Coba bawa sini kitab ahmadiyah. Jgn2 cumin gossip aja

danalingga
22-02-2011, 03:05 PM
Nah, kan bener. Emang sing waras harus ngalah. :))

Agitho_Ryuki
22-02-2011, 03:08 PM
yang waras yang mana?? Jika kenyataannya gak ada yang mau ngalah...

danalingga
22-02-2011, 03:21 PM
@Aghito: coba baca komen saya yang pertama. Semoga tercerahkan.

pasingsingan
22-02-2011, 06:35 PM
nah lo
gw bilang juga apa?
makanya kitab berjuluk "Tadzkiroh" yng dinisbatkan kpd Gulam Parwez
itu isinya spt apa?, jgn2 hanya semacam kitab fikih klasik karya para imam
spt misal Al-Umm karya Imam Syafe'i atau Al-Muwatha karya imam Malik
jatoh2nya khilafiyah al furu'iyah dong? (perbedaan yng bukan prinsip)
mana tau kan? :)

AsLan
22-02-2011, 06:44 PM
Iseng2 saya baca
http://hardi.web.id/index.php?option=com_content&view=article&id=150:ahmadiyah-kelompok-pengekor-nabi-palsu&catid=53:moslem-area&Itemid=76

Disitu dikatakan bahwa Mirza Gulam Ahmad sebenarnya Al-masih yg dijanjikan. Kalau begini Ahmadiyah bukan mempercayai nabi baru tapi nabi lama yg datang kembali, sama dengan kepercayaan Islam lainnya yg meyakini akan datangnya Al-Masih.
Bedanya bagi Ahmadiyah Al-Masih itu sudah datang.

Berarti tuduhan bahwa Ahmadiyah percaya nabi baru kurang tepat.

Asum
22-02-2011, 07:58 PM
nah lo
gw bilang juga apa?
makanya kitab berjuluk "Tadzkiroh" yng dinisbatkan kpd Gulam Parwez
itu isinya spt apa?, jgn2 hanya semacam kitab fikih klasik karya para imam
spt misal Al-Umm karya Imam Syafe'i atau Al-Muwatha karya imam Malik
jatoh2nya khilafiyah al furu'iyah dong? (perbedaan yng bukan prinsip)
mana tau kan? :)
Cek di sini TADHKIRAH (http://www.alislam.org/library/browse/book/Tadhkirah/#page/-19/mode/1up)

Silahkan anda komentari, kitab seperti apa Tadzkirah tsb

Asum
22-02-2011, 08:03 PM
Pertanyaanku tetap sama,
selain masalah akidah, adakah yang membahayakan dari Ahmadiyyah sehingga harus dibubarkan?
Jadi menurut anda, masalah aqidah itu bukan masalah yang penting ?

Berati boleh dong menurut anda dalam Islam ada paham bahwa tuhan itu menjelma menjadi manusia, dan kita katakan <<<< ini masalah aqidah yang tidak membahayakan umat Islam ? maka tidak apa2 untuk disebarkan dan diajarkan pada generasi Islam selanjutnya http://myquran.com/forum/images/smilies/user8/hmmm.gif

AsLan
22-02-2011, 08:05 PM
Jadi menurut anda, masalah aqidah itu bukan masalah yang penting ?

Berati boleh dong menurut anda dalam Islam ada paham bahwa tuhan itu menjelma menjadi manusia, dan kita katakan <<<< ini masalah aqidah yang tidak membahayakan umat Islam ? maka tidak apa2 untuk disebarkan dan diajarkan pada generasi Islam selanjutnya http://myquran.com/forum/images/smilies/user8/hmmm.gif

kalau tidak disebarkan dan diajarkan ke generasi Islam selanjutnya ?

Asum
22-02-2011, 08:22 PM
kalau tidak disebarkan dan diajarkan ke generasi Islam selanjutnya ?
Setahu saya, MUI pun tidak melarang hal ini selama ini berlaku di intern Ahmadiyah sendiri, dan hal ini diatur dalam SKB 3 Menteri soal Ahmadiyah sbb :

Keputusan Bersama Menteri Agama No 3 tahun 2008, Jaksa Agung Nomor Kep- 033/A/JA/6/2006, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 199 Tahun 2008 tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota dan/atau Anggota Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat.

Kesatu: Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu.

Kedua: Memberi peringatan dan memerintahkan penganut, anggota dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang mengaku beragama Islam, untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama Islam yaitu penyebaran faham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW.

Ketiga: Penganut, anggota dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu dan Diktum Kedua dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan, termasuk organisasi dan badan hukumnya.

Keempat: Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama serta ketenteraman dan ketertiban kehidupan masyarakat dengan tidak melakukan perbuatan dan/atau tindakan melawan hukum terhadap penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).

Kelima: Warga masyarakat yang tidak mengindahkan peringatan atau perintah sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu dan Diktum Keempat dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Keenam: Memerintahkan kepada aparat pemerintah dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah pembinaan dalam rangka pengamanan dan pengawasan pelaksaksanaan Keputusan Bersama ini.

Ketujuh: Keputusan Bersama ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Juni 2008

Menteri Agama Muhammad M Baysuni
Jaksa Agung Hendarman Supandji
Menteri Dalam Negeri H Mardiyanto
Selama tidak melanggar point satu dan dua, ya tidak apa-apa.

Btw, SKB ini juga dibuat untuk melindungi Ahmadiyah juga loh agar mereka terhindar dari sikap anarkis Islam fanatik. Namun sayang, SKB ini malah dianggap sebagai penghalang ekspansi Ahmadiyah. http://myquran.com/forum/images/smilies/user8/bete.gif

BundaNa
22-02-2011, 10:14 PM
gak disebarkan gimana....ada jamaah ahmadiyah dikeluarin dari Balai Arkeologi gara2 itu Balai dipake buat nyebarin ajarannya di Ciekusik (tuh si perekam)

pasingsingan
22-02-2011, 10:47 PM
bro Asum
trim's linknya yak [jempol]

Menilik overview mereka disini (http://www.alislam.org/introduction/index.html), mirip spt yng disampaiken oleh bro Aslan
sptnya mereka identik dng sekte dlm islam yng meyakini akan datangnya Al-Mahdi/Mesiah
Katakanlah klo dibandingkan dng Syi'ah 12 imam yng meyakini akan datangnya Al-Mahdi
sbg penerus nabi tuk meluruskan penyelewengan islam. Ahmadiyah agaknya demikian juga.

Bedanya, Syi'ah 12 imam meyakini Al-Mahdi akan turun nanti (sekarang maseh gha'ib)
Kaum Ahmadiyah mendeclare Al-masih sudah turun, figur panutan mereka (baca Mirza Gulam)
itulah sbg perwujudannya.

Kesamaannya : meyakini adanya figur semacam Mesiah yng turun diakhir jaman
Perbedaannya : Syi'ah 12 imam dapat diterima sbg bagian dari sekte islam, Ahmadiyah no way!
Pertanyaan berikutnya: apakah ini hanya terjadi di Indonesia aja yak?



[garuk2 : mode ON]

AsLan
23-02-2011, 02:15 AM
Di pakistan, tempat lahirnya Ahmadiya, mereka juga mendapat penindasan. Tapi menurut saya yg namanya IMAN itu takkan mempan ditindas, kecuali seluruh pengikutnya dibunuh 100% tak bersisa.

Iman itu tak bisa dipaksa, kalaupun ada orang yg bisa dipaksa berubah iman, paling hanya kedok luar saja.

ndableg
23-02-2011, 06:06 AM
Hmm... Mesias... Bukan nabi berati. Sebaiknya kita mengerti dulu sbh paham sblm menghakimi.

Asum
23-02-2011, 07:41 AM
Coba baca dulu sampe tuntas, kalo pengen versi offline bisa download di sini : http://www.alislam.org/library/books/Tadhkirah.pdf

http://pustaka-islam.com/images/stories/tadhkirah.jpg

danalingga
23-02-2011, 08:15 AM
Ini sekedar sharing. Kebetulan dulu saya juga mempelajari ajaran Ahmadiyah ini, tapi mohon dikoreksi kalo salah (maklum dah lama banget).

Gini, Setahuku perbedaan utama Ahmadiyah dengan umat muslim pada umumnya adalah dalam memahami Nabi Muhammad sebagai penutup para Nabi. Jika umat Islam pada umumnya mengartikan bahwa tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad, maka Ahmadiyah mengartikan bahwa penutup para Nabi itu berarti Nabi terakhir yang membawa syariat. Jadi Ahmadiyah beranggapan bahwa yang ditutup (disegel?) itu Syariahnya jadi Nabi masih turun tapi tidak membawa syariah baru. Nah, Nabi tanpa syariah baru ini adalah Mirza Gulam Ahmad dan juga diakui sebagai Messiah.

Agitho_Ryuki
23-02-2011, 09:49 AM
Hanya ikutan share neh... Adikku sekolah di SMA Piri, tepatnya milik yayasan Ahmadiyah.. Ada pelajaran ke-ahmadiyah-an... Bukunya aku cari-cari lagi ga ketemu.. Yang jelas dulu aku pernah baca, ahmadiyah ada dua macam setidaknya. Yang satu mengimani Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi dan yang satu lagi hanya menganggap Mirza Gulam Ahmad sebagai imam besar, tidak kurang dan tidak lebih. Di Sekolah adikku itu menganut Mirza Gulam Ahmad sebagai imam besar dan Nabi Muhammad SAW tetap nabi yang terakhir...

kandalf
23-02-2011, 09:59 AM
Git.. apakah dengan adikmu sekolah di SMA milik yayasan Ahmadiyah, trus adikmu tertarik untuk bergabung dengan jamaah Ahmadiyah?

@danalingga dan @Aslan
Beberapa orang menganggap Nabi itu sekedar pembawa naba, kabar, pembawa berita. Jadi versi Lahore ini mirip dengan Submitter waktu Rashad Khalifa mengaku jadi nabi.


Aku udah baca Tadzkira sekilas (sekedar catatan: Tadzkira itu bahasa urdu-persia yang artinya kumpulan catatan) dan gak mengubah pandanganku malah membenarkan apa yang pernah kubaca sebelumnya tentang Ahmadiyah.

danalingga
23-02-2011, 10:49 AM
@danalingga dan @Aslan
Beberapa orang menganggap Nabi itu sekedar pembawa naba, kabar, pembawa berita. Jadi versi Lahore ini mirip dengan Submitter waktu Rashad Khalifa mengaku jadi nabi.


Sebenarnya banyak tarekat yang berpandangan seperti ini. Tapi rata-rata menyembunyikan diri dan tidak terang-terangan seperti Ahmadiyah sehingga tidak menumbulkan masalah. Disitulah mengapa saya bilang berulangkali: "sing waras ngalah". Contohnya ya tarekat-tarekat itu.

Agitho_Ryuki
23-02-2011, 11:44 AM
Git.. apakah dengan adikmu sekolah di SMA milik yayasan Ahmadiyah, trus adikmu tertarik untuk bergabung dengan jamaah Ahmadiyah?

Aku ndak tahu.. Yang jelas waktu itu adikku punya kartu anggota remaja ahmadiyah.. :rolleyes: Tapi di pelajaran Agama Islam di Sekolahnya juga dinyatakan dengan tegas bahwa tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

senosukekitagawa
23-02-2011, 02:56 PM
kalo tadzkiroh itu adalah kumpulan wahyu berati sang penerima wahyu adalah Rosul sekaligus Nabi, karena Nabi belum tentu Rosul.

lah pertanyanane kalo M Ghulam A bukan Nabi, kok iso yo terima wahyu..........kepriye toh ??:p

Asum
23-02-2011, 03:29 PM
Sebenarnya banyak tarekat yang berpandangan seperti ini. Tapi rata-rata menyembunyikan diri dan tidak terang-terangan seperti Ahmadiyah sehingga tidak menumbulkan masalah. Disitulah mengapa saya bilang berulangkali: "sing waras ngalah". Contohnya ya tarekat-tarekat itu.
jadi yg gak waras yg di luar tarekat2 itu ya boss :D

yg waras itu yg memehami khataman nabiyyiin sbg penutup para nabi atau yg menganggap sbg cincin para nabi? yang mana nich ... :))

danalingga
23-02-2011, 03:56 PM
@Asum: kalo nganggap mereka yang nggak waras, ya situ ngalah donk. ;)

Asum
23-02-2011, 11:00 PM
@Asum: kalo nganggap mereka yang nggak waras, ya situ ngalah donk. ;)
Repot deh klo sekedar main kata2, yang jelas da'wah kepada kebaikan itu wajib. Banyak sekali dalil ayat al-Qur'an yang memerintahkan amr ma'ruf dan nahi munkar seperi QS3:104; QS3:110; 3:114; QS9:71; QS9:112.

Bahkan Rasulullah saw bersabda :


حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ كِلَاهُمَا عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ وَهَذَا حَدِيثُ أَبِي بَكْرٍ قَالَ أَوَّلُ مَنْ بَدَأَ بِالْخُطْبَةِ يَوْمَ الْعِيدِ قَبْلَ الصَّلَاةِ مَرْوَانُ فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَقَالَ الصَّلَاةُ قَبْلَ الْخُطْبَةِ فَقَالَ قَدْ تُرِكَ مَا هُنَالِكَ فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ أَمَّا هَذَا فَقَدْ قَضَى مَا عَلَيْهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan]. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin al-Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] keduanya dari [Qais bin Muslim] dari [Thariq bin Syihab] dan ini adalah hadits Abu Bakar, "Orang pertama yang berkhutbah pada Hari Raya sebelum shalat Hari Raya didirikan ialah Marwan. Lalu seorang lelaki berdiri dan berkata kepadanya, "Shalat Hari Raya hendaklah dilakukan sebelum membaca khutbah." Marwan menjawab, "Sungguh, apa yang ada dalam khutbah sudah banyak ditinggalkan." Kemudian [Abu Said] berkata, "Sungguh, orang ini telah memutuskan (melakukan) sebagaimana yang pernah aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan, jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman." (HR. Muslim)

Dikatakan وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ (Itulah selemah-lemah iman) bagi yang فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ (jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya) <<< merupakan jalan terakhir.

Dan dalil ini merupakan syari'at diwajibkannya ber-amar ma'ruf nahi munkar secara individu, dalam arti hukumnya adalah fardhu 'ain.

Maka, keliru jika anda melihat kemungkaran (tentunya diukur sesuai syari'at) kemudian anda sekedar diam tidak ada upaya dan hanya berkata : "kalo nganggap mereka yang nggak waras, ya situ ngalah donk" <<<< anda membiarkan kemungkaran itu terjadi http://myquran.com/forum/images/smilies/user8/peace.gif

Asum
23-02-2011, 11:17 PM
Aku ndak tahu.. Yang jelas waktu itu adikku punya kartu anggota remaja ahmadiyah.. :rolleyes: Tapi di pelajaran Agama Islam di Sekolahnya juga dinyatakan dengan tegas bahwa tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
Kalau pahamnya ini, ya tidak sesat dan setahu saya ini sekte Ahmadiyah Lahore, sedangkan yang difatwa sesat adalah sekte Ahmadiyah Qadiyani (http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=22&tmpl=component&format=raw&Itemid=84)

Fatwa tentang Ahmadiyah Qadiyani 04may10
Majelis Ulama Indonesia dalam Musyawarah Nasional II tanggal 11-17 Rajab 1400 H/26 Mei – 1 Juni 1980 M. di Jakarta memfatwakan ten tang jama’al Ahmadiyah sebagai berikut :

1. Sesuai dengan data dan fakta yang diketemukan dalam 9 (sembilan) buah buku tentang Ahmadiyah, Majelis Ulama Indonesia memfatwakan bahwa Ahmadiyah adalah jama’ah di luar Islam, sesat dan menyesatkan.

2. Dalam menghadapi persoalan Ahmadiyah hendaknya Majelis Ulama Indonesia selalu berhubungan dengan Pernerintah.


Kemudian Rapat Kerja Nasional bulan 1- 4 Jumadil Akhir 1404 H./4 – 7 Maret 1984 M., merekomendasikan tentang jama’ah Ahamdiyah tersebut sebagai : berikut :

1. Bahwa Jemaat Ahmadiyah di wilayah Negara Republik Indonesia berstatur sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA/23/13 tanggal 13-3-1953 (Tambahan Berita Negara: tangga131-3-1953 No. 26), bagi ummat Islam menimbulkan :

a. Keresahan karena isi ajarannya bertentangan dengan ajaran agama Islam
b. Perpecahan, khususnya dalam hal ubudivah (shalat), bidang munakahat dan lain-lain.
c. Bahaya bagi ketertiban dan keamanan negara.

Maka dengan alasan-alasan tersebut dimohon kepada pihak yang berwenang untuk meninjau kembali Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI JA/22/ 13, tanggal 31-3-1953 (Tambahan Berita Negara No. 26, tanggal 31– – 1953).

2. Menyerukan :

a. Agar Majelis Ulama Indonesia, Majelis Ulama Daerah Tingkat I, Daerah Tingkat II, para ulama, dan da’i di seluruh Indonesia, menjelaskan kepada masyarakat tentang sesatnya Jema’at Ahmadiyah Qadiyah yang berada di luar Islam.

b. Bagi mereka yang telah terlanjur mengikuti Jema’at Ahmadiyah Qadiyah supaya segera kembali kepada ajaran Islam yang benar.
c. Kepala seluruh ummat Islam supaya mempertinggi kewaspadaannya, sehingga tidak akan terpengaruh dengan faham yang sesat itu.

Dan ini alasan2 fatwa sesat tsb : PENJELASAN TENTANG FATWA ALIRAB SESAT AHMADIYAH (http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=34&tmpl=component&format=raw&Itemid=84)

danalingga
24-02-2011, 03:18 AM
@Asum: ya udah, kalo nggak mau ngalah, biar yang waras saja yang ngalah. :lol:

Oh iya, tambahahan, rasanya Asum salah mengerti bahwa waras itu berarti pasti pihak yang benar sehingga tercederai rasa kebenarannya. Waras maksud saya disini dalam tataran logika berpikir bahwa ke-iman-an itu tidak bisa dipaksakan. Nah, saya menyebutkan bahwa tarekat yang ngalah tersebut adalah waras karena mereka sadar tidak mungkin dipaksakan umat Islam umumnya menerima pemikiran mereka dan mereka mengalah untuk tidak petantang-petenteng mengumumkan ke-iman-an mereka yang berbeda itu. Jadi tidak ada urusan salah-benar dalam hal ini.

Tapi kalo sampean berbendapat bahwa ke-iman-an itu memang harus dipaksakan (dan bukan hak preogratif Tuhan) ya emang berarti yang ngalah itu nggak waras.

Asum
24-02-2011, 07:10 AM
Saya tidak tau arti waras (http://www.artikata.com/arti-356532-waras.php) menurut anda, yang saya tau waras itu tidak gila.

Jadi kalau anda katakan

@Asum: ya udah, kalo nggak mau ngalah, biar yang waras saja yang ngalah. :lol:
Maka artinya anda ingin mengatakan bahwa jika ada da'wah sesat, dari pada bentrok leboh baik anda ngalah supaya dianggap waras. Iya toh ?


wah... jadi Allah SWT & Rasul-Nya tidak waras ketika Allah SWT berfirman :


وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلّهِ فَإِنِ انتَهَواْ فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (QS 2:193)


dan Rasulullah saw bersabda :


حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي نَفْسَهُ وَمَالَهُ إِلَّا بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ

Telah bercerita kepada kami [Abu Al Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhriy] telah bercerita kepada kami [Sa'id bin Al Musayyab] bahwa [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan Laa ilaaha illallah (tidak ada ilah kecuali Allah). Maka barang siapa yang telah mengucapkan laa ilaaha illallah, sungguh telah terlindung jiwa dan hartanya dariku kecuali dengan haqnya dan perhitunganya kepada Allah". Diriwayatkan oleh 'Umar dan Ibnu 'Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. (HR. Bukhari)


Na'udzubillah min dzalik ...

danalingga
24-02-2011, 09:39 AM
@Asum: ya mbok diceritakan juga latar belakang ayat tersebut turun, jangan disembunyikan gitu donk. ;)


Maka artinya anda ingin mengatakan bahwa jika ada da'wah sesat, dari pada bentrok leboh baik anda ngalah supaya dianggap waras. Iya toh ?

dawah sesat? Sesat menurut siapa?

Kalo ayat tersebut sampean hendak pake, menurut saya harus sudah ditetapkan oleh Tuhan siapa yang sesat itu dan siapa yang tidak. Setahu saya ayat tersebut turun kepada Nabi Muhammad yang tahu persis (berdasarkan wahyu dari Tuhan langsung) siapa yang sesat, siapa yang memfitnah, dll. Lah, kalo sampean make ayat tersebut dan bersandar kepada pendapat manusia mana yang sesat mana yang tidak kan bisa berabe. Bisa-bisa yang terjadi yang sesat teriak sesat. Point saya belum tentu mana yang benar dan mana yang sesat, ini udah sok-sokan pake ayat untuk menghajar (karena kebencian) orang lain.

Tapi perlu dicatat bahwa kalo sekedar mendakwah (tanpa kebencian dan kekerasan) yang dirasa benar sih saya setuju-setuju saja. Tapi kalo si tarekat atau ahmadiyah tidak goyah imannya oleh dakwah sampean, ya jangan lantas maen paksa dunk. Itu namanya nentang Tuhan.

Ngerti nggak resikonya kalo situ ternyata yang telah salah? Tapi kalo situ merasa sudah yakin bahwa situ yang paling benar ya silahkan saja menganggap bahwa ternyata seperti yang situ anggapkan kepada saya. Yang penting bukan Tuhan yang beranggapan demikian terhadap saya.

Perlu juga dicatat bahwa sesat tidak, ke-iman-an itu hak preogratif Tuhan juga berdasarkan AQ (cuman saya nggak suka aja bawa-bawa ayat). Mau dilanggar?

Asum
24-02-2011, 01:32 PM
@Asum: ya mbok diceritakan juga latar belakang ayat tersebut turun, jangan disembunyikan gitu donk.

Lah, jika anda tau latar belakang ayat tsb turun, silahkan copas disini. Dan bagaimana anda mengambil hukum dari ayat tsb di atas. Gampang kan, jadi tidak bertele-tele :D



Maka artinya anda ingin mengatakan bahwa jika ada da'wah sesat, dari pada bentrok leboh baik anda ngalah supaya dianggap waras. Iya toh ?

dawah sesat? Sesat menurut siapa?

Ya menurut syari'at dong, masa menurut saya, anda, atau MUI.

Dari mana tolok ukur sesatnya ? jika menyimpang dari aturan agama yang qoth'i (baku/pasti) <<< sesat.


Kalo ayat tersebut sampean hendak pake, menurut saya harus sudah ditetapkan oleh Tuhan siapa yang sesat itu dan siapa yang tidak.

Bukankah Allah SWT sudah menetapkan batasannya dalam syari'at ?

Misal saja : syari'at mengatakan babi haram, anda katakan (misal) babi halal <<< sesat karena bertentangan dengan aturan/hukum agama yang qoth'i.

Atau anda ingin Allah SWT menurunkan wahyu baru kepada anda, maka anda akan mengatakan : "oooohhhh .... tuhan tadi bilang sama saya klo ini haram, itu halal, dst" ?

Begitu juga dalam hal adanya Nabi baru sesudah nabi Muhammad saw, paham adanya nabi lain sesudah nabi Muhammad saw <<< sesat


Setahu saya ayat tersebut turun kepada Nabi Muhammad yang tahu persis (berdasarkan wahyu dari Tuhan langsung) siapa yang sesat, siapa yang memfitnah, dll. Lah, kalo sampean make ayat tersebut dan bersandar kepada pendapat manusia mana yang sesat mana yang tidak kan bisa berabe. Bisa-bisa yang terjadi yang sesat teriak sesat. Point saya belum tentu mana yang benar dan mana yang sesat, ini udah sok-sokan pake ayat untuk menghajar (karena kebencian) orang lain.

Nah supaya tidak terjadi "yang sesat teriak sesat", maka menurut anda apa parameternya ?

Kalau anda tidak punya parameter sebagai tolok ukurnya, maka sebaiknya anda memang diam saja. Gimana bisa menilai jika anda tidak tahu alat ukurnya dan cara menggunakan alat ukur tsb :D


Tapi perlu dicatat bahwa kalo sekedar mendakwah (tanpa kebencian dan kekerasan) yang dirasa benar sih saya setuju-setuju saja. Tapi kalo si tarekat atau ahmadiyah tidak goyah imannya oleh dakwah sampean, ya jangan lantas maen paksa dunk. Itu namanya nentang Tuhan.

Ngerti nggak resikonya kalo situ ternyata yang telah salah? Tapi kalo situ merasa sudah yakin bahwa situ yang paling benar ya silahkan saja menganggap bahwa ternyata seperti yang situ anggapkan kepada saya.

Tahapan da'wah itu mas, sama seperti sikap kepada orang Murtad, diminta taubat dulu agar kembali kepada Islam, jika tidak ya dibunuh. Setahu saya, itulah yang diatur dalam syari'at Islam. Cek di sini : Hukum orang yang murtad (http://alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatfatwa&id=104)

Apakah anda sekarang tidak setuju dengan sabda Rasulullah saw ?


Btw, ini bukan berarti saya setuju dengan kasus yang terjadi di Cikeusik ya. Justru saya menentang keras perbuatan anarkis tsb.


Yang penting bukan Tuhan yang beranggapan demikian terhadap saya.



Perlu juga dicatat bahwa sesat tidak, ke-iman-an itu hak preogratif Tuhan juga berdasarkan AQ (cuman saya nggak suka aja bawa-bawa ayat). Mau dilanggar?

Nah sekarang sudah dikatakan oleh MUI point2 kesesatan Ahmadiyah. Anda setuju tidak ? kalo tidak setuju apa sanggahan anda <<<< kan yang mustinya didiskusikan.

pasingsingan
24-02-2011, 04:11 PM
gw termasuk yng tidak sependapat dng MUI
alasan: spt yng pernah gw posting diatas .... MUI ambigu

- terhadap komunitas Syi'ah 12 imam, bisa menerima sbg bagian dari sekte islam
- terhadap komunitas Ahmadiyah ...... tidak bisa menerima, gemana neh :geleng2:

danalingga
24-02-2011, 05:27 PM
@Asum: perasaan dari awal saya tidak ada bicara soal sesat atau tidak sesat. Yang saya bicarakan soal waras atau tidak waras. Situ yang memaksa saya bicara soal sesat dan tidak. Itu karena saya berpandangan manusia itu tidak dapat menentukan sesat atau tidak secara mutlak kecuali mendapat wahyu langsung dari Tuhan.

Nah, sekarang apa waras itu orang-orang yang merasa dapat memaksakan keimanan seseorang? Kalo berdasarkan pengetahuan saya yang sudah saya share diatas, jelas itu tidak waras karena telah menjadikan dirinnya selevel Nabi atau malah Tuhan.

Jadi soal sesat atau tidak, saya serahkan sepenuhnya kepada Tuhan dan saya sendiri menjalankan apa yang saya yakini benar (tapi tidak mutlak benar -- saya menyisakan kira-kira 10% ruang untuk menerima kebenaran versi orang lain).

Asum
25-02-2011, 07:38 PM
Saya akan berikan pendapat saya, lepas ini, memang saya tidak bisa memaksa anda untuk mengikuti apa yang saya yakini, tetapi setidaknya saya berusaha memberikan pandangan lain soal pemahaman pribadi anda ini :


@Asum: perasaan dari awal saya tidak ada bicara soal sesat atau tidak sesat. Yang saya bicarakan soal waras atau tidak waras. Situ yang memaksa saya bicara soal sesat dan tidak. Itu karena saya berpandangan manusia itu tidak dapat menentukan sesat atau tidak secara mutlak kecuali mendapat wahyu langsung dari Tuhan.

Makanya di atas saya katakan :

Ya menurut syari'at dong, masa menurut saya, anda, atau MUI.

Dari mana tolok ukur sesatnya ? jika menyimpang dari aturan agama yang qoth'i (baku/pasti) <<< sesat.

Padahal kita bisa menetapkan hukum sesat kepada seseorang sesuai penyimpangan dia dalam menjalankan syari'at. Contohnya juga sudah saya berikan :

Misal saja : syari'at mengatakan babi haram, anda katakan (misal) babi halal <<< sesat karena bertentangan dengan aturan/hukum agama yang qoth'i.
Sungguh aneh jika kemudian, anda katakan : "manusia itu tidak dapat menentukan sesat atau tidak secara mutlak kecuali mendapat wahyu langsung dari Tuhan", seolah masalah haramnya makan babi itu hukumnya tidak mutlak, hanya Allah saja yang tau, padahal jelas Allah SWT berfirman :


... إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi ... (QS2:173)


Rasulullah saw bersabda :


حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ سَمِعْتَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ النَّاسِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [bapaknya]; aku mendengar ['Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash] berkata; "Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : 'Allah Azza wa Jalla menghapuskan ilmu agama tidak dengan cara mencabutnya secara langsung dari hati umat manusia. Tetapi Allah akan menghapuskan ilmu agama dengan mewafatkan para ulama, hingga tidak ada seorang ulama pun yang akan tersisa. Kemudian mereka akan mengangkat para pemimpin yang bodoh. Apabila mereka, para pemimpin bodoh itu dimintai fatwa, maka mereka akan berfatwa tanpa berlandaskan ilmu hingga mereka tersesat dan menyesatkan.' (HR. Muslim)

Jadi orang sesat itu = orang yang berfatwa tanpa landasan ilmu. Dalam arti, apa yang difatwakannya tidak memiliki dasar dari syari'at (hukum2 Islam).



حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ عَنْ تَمِيمِ بْنِ طَرَفَةَ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ أَنَّ رَجُلًا خَطَبَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ رَشَدَ وَمَنْ يَعْصِهِمَا فَقَدْ غَوَى
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Muhammd bin Abdullah bin Numair] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Abdul Aziz bin Rufai'] dari [Tamim bin Tharafah] dari [Adi bin Hatim] bahwa seorang laki-laki berkhutbah di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata, "Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah mendapat petunjuk, dan siapa yang bermaksiat kepada keduanya, maka ia telah tersesat." (HR. Muslim)

Dalam hadits ini dapat disimpulkan bahwa orang yang sesat itu = orang yang tidak ta'at kepada Alla SWT dan Rasul-Nya. Dikatakan sesat karena mereka mengikuti sesuatu di luar petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya.

Maka, siapa bilang fatwa sesat tidak dapat diberikan/disampaikan secara mutlak ? (Jika parameter yang dijadikan tolok ukur untuk menilai kesesatan itu jelas) :>


Nah, sekarang apa waras itu orang-orang yang merasa dapat memaksakan keimanan seseorang? Kalo berdasarkan pengetahuan saya yang sudah saya share diatas, jelas itu tidak waras karena telah menjadikan dirinnya selevel Nabi atau malah Tuhan.

Apakah menurut anda Shahabat Ali kw tidak waras ketika menghukum bakar orang2 Zindiq ?


حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ أُتِيَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِزَنَادِقَةٍ فَأَحْرَقَهُمْ فَبَلَغَ ذَلِكَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَوْ كُنْتُ أَنَا لَمْ أُحْرِقْهُمْ لِنَهْيِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ وَلَقَتَلْتُهُمْ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'man Muhammad bin Fadhl] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Ikrimah] mengatakan, beberapa orang Zindiq diringkus dan dihadapkan kepada Ali radliallahu 'anhu, lalu Ali membakar mereka. Kasus ini terdengar oleh [Ibnu Abbas], sehingga ia berujar; 'Kalau aku, aku tak akan membakar mereka karena ada larangan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam yang bersabda: "Janganlah kalian menyiksa dengan siksaan Allah, " dan aku tetap akan membunuh mereka sesuai sabda Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam : "Siapa yang mengganti agamanya, bunuhlah!" (HR. Muslim)

Perhatikan, Ali kw membakar orang-orang yang berpaham sesat yang tidak mau bertobat dan kembali kepada ajaran yang benar dengan cara membakar mereka. Walau perbuatan tsb ditentang shahabat Ibnu Abbas, karena tidak sesuai sunnah Rasulullah saw.

Ada kisah lain, dimana Utsman ra pun menerapkan hukum bunuh bagi yang murtad.


Maka masihkan anda akan berkata : "sekarang apa waras itu orang-orang yang merasa dapat memaksakan keimanan seseorang? "

Benar bahwa manusia tidak dapat memberi hidayah manusia lainnya tanpa seijin Allah SWT, tetapi bukan berarti tidak ada hukuman bagi para penyesat agama, apalagi kesesatannya jelas yang dapat memecah belah persatuan islam.


Jadi soal sesat atau tidak, saya serahkan sepenuhnya kepada Tuhan dan saya sendiri menjalankan apa yang saya yakini benar (tapi tidak mutlak benar -- saya menyisakan kira-kira 10% ruang untuk menerima kebenaran versi orang lain).
Iya, serahkan kepada Allah SWT dan Rasulnya lewat al-Qur'an dan al-Hadits ash-shahihah sebagai tolok ukur kesesatan mereka ...


Barakallahu fiika

Asum
25-02-2011, 08:46 PM
gw termasuk yng tidak sependapat dng MUI
alasan: spt yng pernah gw posting diatas .... MUI ambigu

- terhadap komunitas Syi'ah 12 imam, bisa menerima sbg bagian dari sekte islam
- terhadap komunitas Ahmadiyah ...... tidak bisa menerima, gemana neh :geleng2:
Fatwa MUI soal syiah di sini : FAHAM SYIAH (http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=25&tmpl=component&format=raw&Itemid=84)

Penjelasannya di sini : MUI: Syiah Bukan Aliran Sesat! (http://sunnisyiah.blogspot.com/2008/01/mui-syiah-bukan-aliran-sesat.html)

pasingsingan
25-02-2011, 09:20 PM
itulah anehnya MUI bro

pdhl
Ahmadiyah n Syi'ah 12imam hampir sama konsepnya
yakni keyakinan ttg adanya imam/pemimpin/utusan akhir jaman
klo gak mao dibilang hampir sama ...... yaudah cumi deh #-o





cumi= cuma mirip :D

Asum
25-02-2011, 09:56 PM
itulah anehnya MUI bro

pdhl
Ahmadiyah n Syi'ah 12imam hampir sama konsepnya
yakni keyakinan ttg adanya imam/pemimpin/utusan akhir jaman
klo gak mao dibilang hampir sama ...... yaudah cumi deh #-o





cumi= cuma mirip :D
gak cumi boss, coba lihat point2 yang dijadikan alasan MUI dalam menghukumi sesat paham Ahmadiyah. Lihat sub bab : Aliran Ahmadiyah : Gerakan, Golongan dan Ajarannya point 1~8.

Monggo ditambah kupinya mas ... ~O)



Saya ke belakang dulu mau rajang aer :D

danalingga
27-02-2011, 11:58 AM
Saya akan berikan pendapat saya, lepas ini, memang saya tidak bisa memaksa anda untuk mengikuti apa yang saya yakini, tetapi setidaknya saya berusaha memberikan pandangan lain soal pemahaman pribadi anda ini :


Makanya di atas saya katakan :

Padahal kita bisa menetapkan hukum sesat kepada seseorang sesuai penyimpangan dia dalam menjalankan syari'at. Contohnya juga sudah saya berikan :

Sungguh aneh jika kemudian, anda katakan : "manusia itu tidak dapat menentukan sesat atau tidak secara mutlak kecuali mendapat wahyu langsung dari Tuhan", seolah masalah haramnya makan babi itu hukumnya tidak mutlak, hanya Allah saja yang tau, padahal jelas Allah SWT berfirman :


... إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi ... (QS2:173)


Rasulullah saw bersabda :


حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ سَمِعْتَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ النَّاسِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [bapaknya]; aku mendengar ['Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash] berkata; "Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : 'Allah Azza wa Jalla menghapuskan ilmu agama tidak dengan cara mencabutnya secara langsung dari hati umat manusia. Tetapi Allah akan menghapuskan ilmu agama dengan mewafatkan para ulama, hingga tidak ada seorang ulama pun yang akan tersisa. Kemudian mereka akan mengangkat para pemimpin yang bodoh. Apabila mereka, para pemimpin bodoh itu dimintai fatwa, maka mereka akan berfatwa tanpa berlandaskan ilmu hingga mereka tersesat dan menyesatkan.' (HR. Muslim)

Jadi orang sesat itu = orang yang berfatwa tanpa landasan ilmu. Dalam arti, apa yang difatwakannya tidak memiliki dasar dari syari'at (hukum2 Islam).



حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ عَنْ تَمِيمِ بْنِ طَرَفَةَ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ أَنَّ رَجُلًا خَطَبَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ رَشَدَ وَمَنْ يَعْصِهِمَا فَقَدْ غَوَى
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Muhammd bin Abdullah bin Numair] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Abdul Aziz bin Rufai'] dari [Tamim bin Tharafah] dari [Adi bin Hatim] bahwa seorang laki-laki berkhutbah di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata, "Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah mendapat petunjuk, dan siapa yang bermaksiat kepada keduanya, maka ia telah tersesat." (HR. Muslim)

Dalam hadits ini dapat disimpulkan bahwa orang yang sesat itu = orang yang tidak ta'at kepada Alla SWT dan Rasul-Nya. Dikatakan sesat karena mereka mengikuti sesuatu di luar petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya.

Maka, siapa bilang fatwa sesat tidak dapat diberikan/disampaikan secara mutlak ? (Jika parameter yang dijadikan tolok ukur untuk menilai kesesatan itu jelas) :>


Apakah menurut anda Shahabat Ali kw tidak waras ketika menghukum bakar orang2 Zindiq ?


حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ أُتِيَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِزَنَادِقَةٍ فَأَحْرَقَهُمْ فَبَلَغَ ذَلِكَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَوْ كُنْتُ أَنَا لَمْ أُحْرِقْهُمْ لِنَهْيِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ وَلَقَتَلْتُهُمْ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'man Muhammad bin Fadhl] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Ikrimah] mengatakan, beberapa orang Zindiq diringkus dan dihadapkan kepada Ali radliallahu 'anhu, lalu Ali membakar mereka. Kasus ini terdengar oleh [Ibnu Abbas], sehingga ia berujar; 'Kalau aku, aku tak akan membakar mereka karena ada larangan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam yang bersabda: "Janganlah kalian menyiksa dengan siksaan Allah, " dan aku tetap akan membunuh mereka sesuai sabda Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam : "Siapa yang mengganti agamanya, bunuhlah!" (HR. Muslim)

Perhatikan, Ali kw membakar orang-orang yang berpaham sesat yang tidak mau bertobat dan kembali kepada ajaran yang benar dengan cara membakar mereka. Walau perbuatan tsb ditentang shahabat Ibnu Abbas, karena tidak sesuai sunnah Rasulullah saw.

Ada kisah lain, dimana Utsman ra pun menerapkan hukum bunuh bagi yang murtad.


Maka masihkan anda akan berkata : "sekarang apa waras itu orang-orang yang merasa dapat memaksakan keimanan seseorang? "

Benar bahwa manusia tidak dapat memberi hidayah manusia lainnya tanpa seijin Allah SWT, tetapi bukan berarti tidak ada hukuman bagi para penyesat agama, apalagi kesesatannya jelas yang dapat memecah belah persatuan islam.


Iya, serahkan kepada Allah SWT dan Rasulnya lewat al-Qur'an dan al-Hadits ash-shahihah sebagai tolok ukur kesesatan mereka ...


Barakallahu fiika

Untuk hal ini saya tidak akan teruskan karena jawaban saya berpotensi menyakiti saudara-saudara muslim.

Tapi mungkin peristiwa Karbala dapat sedikit memberikan gambaran soal kemungkinan "waras" atau tidak yang berhubungan dengan para Sahabat.

Asum
27-02-2011, 02:29 PM
Tapi mungkin peristiwa Karbala dapat sedikit memberikan gambaran soal kemungkinan "waras" atau tidak yang berhubungan dengan para Sahabat.
Saya kira topik Karbala itu masalah lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan topik ini.

Adapun jika anda ingin menguatkan pendapat anda soal "waras" atau "tidak waras" maka ini hanya argumen anda semata yang sifatnya subyektif.

Padahal, membuat keputusan apakah kita "memusuhi atau tidak memusuhi Ahmadiyah" harus digunakan tolok ukur syari'at, dimana diukur seberapa parah kesesatan mereka dalam hal penyimpangan aqidah tsb.

Abu Bakar as-Shidiq, ketika beliau menjadi khalifah pun melakukan pemaksaan fisik terhadap orang2 yang menyimpang dari pokok2 syari'at yang qothi' seperti dalam riwayat berikut :


أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ الْفَضْلِ قَالَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ قَالَ حَدَّثَنِي شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ وَسُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ وَذَكَرَ آخَرَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ لَمَّا جَمَعَ أَبُو بَكْرٍ لِقِتَالِهِمْ فَقَالَ عُمَرُ يَا أَبَا بَكْرٍ كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَإِذَا قَالُوهَا عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّهَا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عَنَاقًا كَانُوا يُؤَدُّونَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهَا قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ رَأَيْتُ أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدْ شَرَحَ صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ لِقِتَالِهِمْ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ
Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Sulaiman], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Muammal bin Al Fadhl], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Walid], ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Syu'aib bin Abi Hamzah] serta [Sufyan bin Uyainah] dan ia menyebutkan yang lain dari [Az Zuhri] dari [Sa'id bin Al Musayyab] dari [Abu Hurairah], ia berkata; tatkala Abu Bakr bertekad memerangi mereka maka [Umar] berkata; wahai Abu Bakr, bagaimana engkau memerangi manusia sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAH, maka seandainya mereka mengucapkannya maka sungguh mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haknya". Maka [Abu Bakr] berkata; sungguh saya akan memerangi orang yang memisahkan antara shalat dan zakat. Demi Allah seandainya mereka menahanku mengambil satu anak kambing saja yang dahulunya mereka tunaikan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam niscaya saya akan memerangi mereka karena menolak untuk memberikannya. Umar radliallahu 'anhu berkata; demi Allah, tidak lain kecuali saya melihat Allah 'azza wajalla telah melapangkan hati Abu Bakr untuk memerangi mereka dan saya tahu bahwa ia adalah yang benar.(Sunan An-Nasa'i)

Perhatikan, awalnya Umar bin Khoththob pun mempertanyakan keputusan Abu Bakar untuk memerangi orang-orang Muslim yang tidak mau membayar zakat kepada ke khalifahan Abu Bakar karena Umar bersandar kepada dalil "haramnya memerangi orang-orang yang bersyahadat Laa ilaaha illallaah, namun Abu Bakar tetap memerangi mereka karena mereka melanggar aturan hukum yang jelas dalam Islam (yaitu kewajiban membayar zakat), dan disini pada akhirnya 'Umar menyetujui keputusan khalifah Abu Bakar.

Dari kisah di atas dapat kita katakan bahwa memerangi orang-orang yang menyimpang dari aturan hukum Syari'at dengan penyimpangan yang nyata dimana mereka tidak dapat kembali ke jalan yang dimakasud oleh syari'at kekuali dengan cara paksa, maka ia dibolehkan bahkan wajib hukumnya demi tegaknya Hukum2 Allah.


Dan tidak ada generasi salaf dan ulama fiqh yang berkata tidak waras terhadap keputusan Abu Bakar tsb, demikian juga dengan kisah Ali kw yang menghukum bakar kaum Zindiq.

Oleh karena itu, memusuhi dan mentahjir Ahmadiyah adalah wajib karena aqidah mereka menyimpang dari apa yang dipahami Rasulullah saw dan para shahabat tentang tafsir khataman Nabiyyiina yang artinya penutup para Nabi yang tidak ada nabi lain setelah pengutusan Rasulullah saw ( laa nabiya ba'diy).


Tidak dipungkiri, bahwa selalu ada tafsir-tafsir yang syadz (menyimpang) dari tafsir yang masyur (yang terkenal), maka dalam kaidah ilmu semua paham yang syadz (memyimpang) dari paham yang masyhur maka ia ditolak.

Dan YA, membenci dan mengingkari kemungkaran dan kesesatan itu hukumnya wajib walaupun harus kita ingkari dengan hati ...

Rasulullah saw bersabda :


حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ أَخْبَرَنِي سُفْيَانُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ الْحَضْرَمِيِّ يَقُولُ أَخْبَرَنِي مَنْ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ مِنْ أُمَّتِي قَوْمًا يُعْطَوْنَ مِثْلَ أُجُورِ أَوَّلِهِمْ يُنْكِرُونَ الْمُنْكَرَ
Telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Al Hubab] telah mengabarkan kepadaku [Sufyan] dari ['Atho` bin As Sa`ib] berkata; Aku mendengar ['Abdur Rahman bin Al Hadhrami] berkata; telah mengabarkan kepadaku [orang] yang mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: " Diantara ummatku ada sekelompok kaum, mereka diberi pahala seperti pahala para pendahulu mereka, (dikarenakan) mereka mengingkari kemungkaran." (Musnad Ahmad bin Hanbal)


Apakah orang yang memusuhi dan membenci kesesatan/kemungkaran = orang yang tidak waras ?

Lalu bagaimana dengan orang yang menyukai dan berkongsi dengan kesesatan/kemungkaran, apakah = dengan waras ?

Atau, apakah orang yang membiarkan kesesatan/kemungkaran = waras ?


Silahkan anda vote sambil minum kopi selanjutnya ... ~O)

Dadap serep
27-02-2011, 07:15 PM
Bismillahirohmanirohiim , membaca diskusi mengenai Ahmadiyah dalam topik ini , saya tertarik untuk ikut urun rembug.

Saya hanya akan share hal yg moga moga menambah pemahaman temen temen mengenai ajaran yg ada dalam Ahmadiyah (oleh MGA) dari buku buku yg mereka terbitkan sendiri.

1. Imam Zaman. Mirza Ghulam Ahmad (MGA) dalam berbagai kesempatan menyatakan betapa diperlukannya seorang Imam Zaman bagi umat Islam. Dia mengacu pada sebuah hadist :"Barangsiapa yg tidak mengenali imam zamannya maka matinya adalah mati jahiliyah. (Abu Daud..Kanzulumal;Biharul Anwar, hal.45) Dari buku "Khilafat Telah Berdiri" , oleh :H.M.Ahmad Cheema.HA.Sy. Terbitan Jamaah Ahmadiyah Indnesia 1977.

2.Siapakah Iman Zaman Dalam bukunya "Perlunya seorang Iman zaman" terbitan JAI 1992 oleh MGA as. hal. 45 , MGA dengan tegas menyatakan : "Maka saat ini aku berkata tanpa gentar dan takut-takut bahwa dengan karunia dan anugerah Allah Ta'ala AKULAH IMAN ZAMAN."
Buku itu diawali dengan merujuk pada hadist pada butir 1 diatas dan diikuti dengan kalimat :"Dengan adanya wasiat Nabi saw tersebut maka perlulah bagi tiap pencari kebenaran agar senantiasa berusaha mencari Imam yg benar."

3.Baiat Dalam buku yg sama spti butir 1 (Khalifat telah berdiri) halaman 1 , dikutip suatu hadist Muslim & Misykat hal 120 : "Seseorang yg mati dan tidak bai'at kepada serang Iman (yakni Khalifah) , maka matinya adalah mati jahiliyah"

Dan dalam bukunya berjudul "Ajaranku" MGA menyatakan dia menerima janji Allah :"Tiap tiap orang yg berada di dalam dinding pagar rumahmu akan Kuselamatkan"
Maka seorang Ahmadiyah harus melakukan bai'at kepada Imamnya masing masing agar tidak mati jahiliyah".

4.Siapa yg tidak diakui sebagai jema'at Ahmadyah itu Dalam buku "Ajaranku " tsbt hal 19 dijelaskan antara lain :
:"Barang siapa yg menyalahiperjanjian yg dibuatnya tatkala bai'at dengan cara bagaimanapun ia adalah bukan jema'atku
Barang siapa yg tidak benar benar yakin bahwa aku Masih dan Mahdi yg dijanjikan ia bukanlah Jema'ahku.
Barangsiapa yg tidak siap sedia mentaatiku dalam perkara kebaikan ia bukanlah jema;atku.
Barang siapa yang duduk bercengkerama di tengah tengeh kumpulan orang yg menentangku serta mengiakan apa yang dikatakan oleh mereka , ia bukanlah dari Jema'atku.
Dan yg lain lain perbuatan yg melanggar larangan agama Islam yg biasa dikenal umat Islam lainnya dinyatakan bukan jema'atnya.

5.Mengenai haji "Mengenai naik haji ke tanah suci Mekkah , Allah swt berfirman , bahwa ibadah ini merupakan suatu media (perantara) untuk menumpas pikiran pikiran degil dan menjauhkan perselisihan perselisihan. Jadi maksud daripada ibadah haji itu ialah untuk menghentikan kebiasaan dan mengeluarkan ucapan ucapan kotor , perbuatan keji dan perselisihan."

Itu bisa ditemui di buku "Apakah Ahmadiyah Itu?" hal 64 oleh Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad , terbitan JAI 1996

Itu sementara sharing dari saya , mungkin bisa memberi gambaran sikap yg terbentuk dlam masyarakat Indnesia dan dunia. saat ini.

pasingsingan
27-02-2011, 08:46 PM
terima kasih bro Dadap
atas resumenya ttg isi ajaran kitab ... Tadzkirah?
yng konon dinisbatkan sbg kitab standard komunitas Ahmadiyah.

bbrp postingan sy diatas jg sedikit menyinggung titik kesamaannya
antara ajaran Syi'ah 12imam dng Ahmadiyah
yakni, keyakinan akan perlunya imam/pemimpin umat diakhir jaman.

hanya saja masalahnya kembali kpd sikap umat islam indonesia umumnya
serta otoritas MUI dlm menyikapi kesamaan kedua komunitas tsb.

mengapa komunitas Ahmadiyah dijatuhi vonis "sesat n bukan bagian dari islam"
sedangkan komunitas Syi'ah 12imam tidak demikian halnya? :-?

eve
27-02-2011, 10:28 PM
sejujurnya saya malah bingung kalau ada orang yang mengaku beragama islam tapi malah membiarkan aqidah keislamannya terkoyak2 bahkan mungkin saja bisa menjadi barang langka di kemudian hari.
islam sudah mempunyai dua patokan jelas dalam hidup di dunia yaitu al qur an dan as sunah. jadi, jika ada hal yang bertentangan dengan keduanya dan dilakukan sebuah uoaya untuk memberantasanya sesuai dengan ajaran islam yaitu al qur an dan as sunah, kok bisa ya ada umat islam yang malah menyalahkannya?
hah.. dunia memang aneh.. semakin aneh dan semakin mendekati kiamat.. jika umat islam tak lagi peduli dengan islam-nya dan malah membela orang2 yang ingin menghancurkan islam, apalah lagi hidup di dunia ini?
orang2 kafir, darahnya halal,
orang2 yang menodai agama, pantas dihancurkan. diperangi seoerti yang dilakukan oleh para sahabat sahabat nabi..
buka mata dan hati, jangan mau dikibuli oleh musuh musuh islam..

*haoduh... padahal udah gak mau ikutan,.. cukup sekian ah... saya mau kaboor...

Dadap serep
27-02-2011, 11:01 PM
Pak Pasing saya kurang begitu menguasai mengenai Syiah ya. Hanya secara garis besar kan Syiah dan Sunni sebetulnya berangkat dari masalah kepemimpinan umat , bukan pada ajaran . Tapi Ahmadiyah spt saya kutib dan sebetulnya banyak lagi poin persimpangannya adalah ada pada ajrannya. Seperti masalah krusial yg sering disoroti , bahkan oleh orang diluar Islam , bahwa seolah olah Islam main stream tidak berhak mengklaim bahwa ajarannya yg bener dan Ahmadiyah berada diluar Islam --secara seloroh mungkin dibilang memangnya Islam ada hak patent nya-- itu yg sering dikemukakan.
Namun masalahnya bukan seperti itu . Ajaran Islam sejak nabi sampai dengan permulaan abad 19 (1835-1908) tidak mengenal prosedure untuk jadi muslim dan pada saat mati nanti tidak mati secara jahiliyah , itu harus berbai'at dulu kepada MGA !. Nah baru diawal abad itu untuk menjadi muslim dan mati secara muslim harus baiat dulu kepada MGA dan para penggantinya ! Atau dengan kata lain yg bukan jema'at Ahmadiyah adalah bukan muslim ! Nah jadi sebetulnya yg "mengeluarkan" diri dari Islam itu kan kaum Ahmadi sendiri !
Nah permasalahannya itu adalah demikian , dan memang mereka menyebut diri kaum Jamaah Ahmadi !

Silahka juga perhatikan klaimnya (MGA) ini :

"Allah telah menganugerahkan kepadaku empat macam tanda :
1.Aku jadi tanda penuturan dan kefasihan dalam bahasa Arab sebagai bayangan mukzijat Al-Qur'an suci.Tidak ada orang yg mampu meandingi.
2. Aku jadi tanda kemampuan menguraikan kebenaran kebenaran dan ilmu kearifan-kearifan Al Qur'an suci.Tidak ada orang yg mampu menandinginya
3.Aku jadi tanda berlimpah limpah kemakbulan doa. Tidak ada orang yg mampu menandinginya.Aku berkata dengan sumpah bahwa doa doaku yg telah terkabul mendekati jumlah tiga puluh ribu dan aku memiliki bukti bukti mengenai hal hal itu.
4. Aku jadi tandatentang kabar kabar gaib. Tidak ada rang yg mampu menaninginya

Tertulis dalam buku "Perlunya Seorang Iman Zaman" hal 48 oleh MGA diterbitkan leh JAI thn 1992.

Asum
27-02-2011, 11:44 PM
*haoduh... padahal udah gak mau ikutan,.. cukup sekian ah... saya mau kaboor...
Loh kok malah kaboor =))


Santai aja ev, silahkan kemukakan apa yang jadi uneg2 dan pandangan anda, selama santai dan dengan hati dingin sih gak papa, namanya juga obrolan di warung kopi ... gak perlu tegang begitu dan ketakutan ....


@bung Dadap,

Terima kasih tambahan informasi dan atas kesediaanya berbagi ...


Mari ... mari ... ditambah kopinyaa .... ~O)~O)

Sampe subuuuhhh .... :D

eve
28-02-2011, 09:36 AM
Loh kok malah kaboor =))


Santai aja ev, silahkan kemukakan apa yang jadi uneg2 dan pandangan anda, selama santai dan dengan hati dingin sih gak papa, namanya juga obrolan di warung kopi ... gak perlu tegang begitu dan ketakutan ....




saya gak tegang dan ketakutan pak asum, saya hanya ingin hidup benar.. (*lebay..)
saya sudah capek maen2 di daa, sekarang mau benerin islam saya dulu, kalau sudah khatam al qur an dan as sunah, baru deh saya harus belajar kitab2 lain seperti zabur, taurat dan injil.. nah.. kalau sudah khatam semua, baru belajar yang lain2... seperti tadzkirah..

nah, permisi ya pak asum..terima kasih tanggapannya..

tambahan curhat deh : saya sudah mulai mengenal ahmadiyah ini sejak sma, bahkan dulu ada kutipan bagian2 mana yang menjadi "pointer" kesesatan ajaran ini terhadap islam. tapi anehnya, kenapa baru sekarang2 saja mulai santer tentang ahmadiyah ini.

Dadap serep
01-03-2011, 01:44 AM
mengapa komunitas Ahmadiyah dijatuhi vonis "sesat n bukan bagian dari islam"
sedangkan komunitas Syi'ah 12imam tidak demikian halnya? :-?

Saya coba kutipkan penjelasan dari MUI mengenai Siah :

Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam
dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab
Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jamm’ah) yang dianut oleh Umat Islam
Indonesia.
Perbedaan itu di antaranya :
1. Syi’ah menolak hadis yang tidak diriwayatkan oleh Ahlu Bait,
sedangkan Ahlu Sunnah wal Jama’ah tidak membeda-bedakan
asalkan hadits itu memenuhi syarat ilmu mustalah hadis.
2. Syi’ah memandang “Imam” itu ma ‘sum (orang suci), sedangkan
Ahlus Sunnah wal Jama’ah memandangnya sebagai manusia biasa
yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).
3. Syi’ah tidak mengakui Ijma’ tanpa adanya “Imam”, sedangkan
Ahlus Sunnah wal Jama’ ah mengakui Ijma’ tanpa mensyaratkan
ikut sertanya “Imam”.
4. Syi’ah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/
pemerintahan (imamah) adalah termasuk rukun agama,
sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) memandang dari
segi kemaslahatan umum dengan tujuan keimamahan adalah
untuk menjamin dan melindungi da’wah dan kepentingan umat.
5. Syi’ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar
as-Siddiq, Umar Ibnul Khatab, dan Usman bin Affan, sedangkan
Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui keempat Khulafa’ Rasyidin
(Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib).

Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus
Sunnah wal Jama’ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai
perbedaan tentang “Imamah” (pemerintahan)”, Majelis Ulama
Indonesia menghimbau kepada umat Islam Indonesia yang berfaham
Ahlus Sunnah wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap
kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah
Ditetapkan : Jakarta, 7 Maret 1984 M
4 Jumadil Akhir 1404 H
KOMISI FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA

Dan berikut saya ambilkan pointer alasan MUI memandang sesat Ahmadyah /ajaran MGA , saya ambil dari situs resmi MUI


Keempat, bahwa betapapun kedua kelompok ini berbeda dalam
beberapa hal, namun mereka sepakat pada hal-hal berikut :

1. Bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah al-Mahdi al-Ma’huud dan
al-Masih al-Mau’uud, sebagaimana diberitakan nabi Muhammad
SAW.

2. Bahwa pada Mirza Ghulam Ahmad diturunkan wahyu, yang wajib
dibenarkan dan diikuti oleh seluruh manusia.

3. Bahwa kedua kelompok ini sesungguhnya memilki “konsep
kenabian” Mirza Ghulam Ahmad, meski penjelasannya berbeda.

4. Bahwa apa yang didakwahkan, diucapkan, dan ditulis dalam
semua karya dan tulisan Mirza Ghulam Ahmad adalah sebuah
kebenaran.

5. Bahwa mereka yang mendustakan atau menginkari dakwah Mirza
Ghulam Ahmad adalah kafir.
Fatwa dan Sikap MUI

Berdasarkan bukti-bukti ajaran Ahmadiyah, sebagaiamana
tertuang dalam berbagai literature karya Mirza Ghulam Ahmad dan
para tokoh pengikutnya di atas, serta setelah mengkaji ayat-ayat al-
Qur’an dan Hadis serta Ijma’ Ulama, maka MUI menetapkan fatwa
bahwa Aliran Ahmadiyah, baik Qodiyani ataupun Lahore,
sebagai keluar dari Islam, sesat dan menyesatkan. Hal itu
didasarkan pada :

1. Bahwa Nash al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah secara qath’i
telah menetapkan bahwa kenabian dan kerasulan telah berakhir
(tertutup) setelah kerasulan Nabi Muhammad SAW., maka siapa
saja yang mengaku sebagai nabi setelah Nabi Muhammad berarti
ia telah keluar dari Islam. Dan bahwa aqidah ini (tidak ada nabi
setelah Nabi Muhammad SAW) adalah keyakinan yang fundamental
dan mendasar, yang tidak menerima ta’wil dan takhshish apapun,
karena ia telah ditegaskan dengan jelas dalam al-Qur’an dan Hadis-
Hadis Mutawatir yang qath’I serta telah menjadi Ijma’ seluruh
Ulama.

2. Bahwa Mirza Ghulam Ahmad telah nyata-nyata mengaku dirinya
sebagai nabi maka ia telah keluar dari Islam. Adapun adanya ta’wil
dan tafsir akan kenabiannya sebagai “nabi zhilyi” , “buruzy”, “nabi
ghairu tasyri’i” atau “nabi ummati” hukumnya adalah sama. Hal itu
dikarenakan Aqidah tentang khataman nabiyyin, adalah aqidah
qath’iyyah yang tidak dapat dita’wil ataupun ditakhshish. Tidak ada
satupun dalil yang dapat dijadikan sandaran mereka. Sebagaimana
para shahabat nabi memerangi Musailamah al-Kadzdzaab, Aswad
al-‘Unsa dan Thalaihah bin Khuawailid yang mengaku nabi dengan
cara mena’wil ma’na nubuwwah dan risalah.

3. Bahwa berimam dengan orang mengaku dirinya nabi hukumnya
sama dengan yang diimaminya.

4. Bahwa pengakuan Mirza Ghulam Ahmad sebagai al-Mahdi dan al-
Masih yang dijanjikan menjelang Hari Kiamat, sebagaimana diakui
Qodiyan maupun Lahore, adalah kebohongan dan pembohongan
terhadap al-Qur’an, Sunnah Mutawatir, dan Ijma’.


Semoga bisa memberikan jawaban atas pertanyaan pak Pasing.

pasingsingan
01-03-2011, 10:16 AM
Pak Pasing saya kurang begitu menguasai mengenai Syiah ya. Hanya secara garis besar kan Syiah dan Sunni sebetulnya berangkat dari masalah kepemimpinan umat , bukan pada ajaran . Tapi Ahmadiyah spt saya kutib dan sebetulnya banyak lagi poin persimpangannya adalah ada pada ajrannya. Seperti masalah krusial yg sering disoroti , bahkan oleh orang diluar Islam , bahwa seolah olah Islam main stream tidak berhak mengklaim bahwa ajarannya yg bener dan Ahmadiyah berada diluar Islam --secara seloroh mungkin dibilang memangnya Islam ada hak patent nya-- itu yg sering dikemukakan.
Justru itulah yng kerap menjadi pangkal petakanya
soal kepemimpinan, bai'at-membai'at, dukung-mendukung dsbnya.
sejarah perkembangan umat islam pernah mengalamai masa yng kelam
(perang n saling bantai sesamanya). Akankah sejarah kelam itu hendak
dicopy pastekan di Indonesia? :-S


Namun masalahnya bukan seperti itu . Ajaran Islam sejak nabi sampai dengan permulaan abad 19 (1835-1908) tidak mengenal prosedure untuk jadi muslim dan pada saat mati nanti tidak mati secara jahiliyah , itu harus berbai'at dulu kepada MGA !. Nah baru diawal abad itu untuk menjadi muslim dan mati secara muslim harus baiat dulu kepada MGA dan para penggantinya ! Atau dengan kata lain yg bukan jema'at Ahmadiyah adalah bukan muslim ! Nah jadi sebetulnya yg "mengeluarkan" diri dari Islam itu kan kaum Ahmadi sendiri !
Nah permasalahannya itu adalah demikian , dan memang mereka menyebut diri kaum Jamaah Ahmadi !
Ini sudah mengkerucut kearah kultus individu (fanatisme berlebihan thd sosok pemimpin)
Tapi klo mao jujur, apakah sikap demikian itu hanya diidap oleh komunitas Ahmadiyah?
sptnya enggak juga tuh /:)

soal klaim sbg kelompok/golongan/firqah yng paling benar
semua kelompok/sekte dlm islam (tanpa terkecuali) mengidap sindrom seperti itu
sehingga tak jarang terjadi saling tuding dan memberikan cap sbg sesat, kafir dsb
bahkan sudah mengarah pada tidakan ingin melenyapkan satu sama lain.

pertanyaan kritisnya:
Spt apa seh ajaran toleransi dlm islam itu, seburam yng digambarkan
oleh kalangan diluar islam atau bagaimana neh? #-o

BundaNa
01-03-2011, 10:19 AM
ehmmm...baiat itu kan hukumnya wajib ya kalau ada kekalifahan Islam....*malah nambah bikin pusing*

*gluk gluk...cappucino*

danalingga
01-03-2011, 10:21 AM
Ini sudah mengkerucut kearah kultus individu (fanatisme berlebihan thd sosok pemimpin)
Tapi klo mao jujur, apakah sikap demikian itu hanya diidap oleh komunitas Ahmadiyah?
sptnya enggak juga tuh

Ini menarik. Kalo aku lihat banyak kelompok Islam yang mengidap hal ini. Tapi mungkin resistensi-nya tidak seperti Ahmadiyah karena kelompok Islam tersebut tidak menisbatkan pada gelar Nabi -- melainkan dengan manghaluskannya menjadi guru besar, pemimpin spiritual, wali, kyai, guru spiritual, dll. Padahal intinya sama saja mereka percaya bahwa guru besar, pemimpin spiritual, wali, kyai, guru spiritual, dll tersebut dapat mengakses langsung ke Tuhan (alias menerima wahyu). Cuman ya itu, tidak tersurat mengaku sebagai nabi.

Nah, kelompok seperti ini tampaknya lebih dapat ditoleransi padahal saya lihat-lihat sih sebenarnya sama saja sama Ahmadiyah.

Dadap serep
01-03-2011, 04:10 PM
Ini menarik. Kalo aku lihat banyak kelompok Islam yang mengidap hal ini. Tapi mungkin resistensi-nya tidak seperti Ahmadiyah karena kelompok Islam tersebut tidak menisbatkan pada gelar Nabi -- melainkan dengan manghaluskannya menjadi guru besar, pemimpin spiritual, wali, kyai, guru spiritual, dll. Padahal intinya sama saja mereka percaya bahwa guru besar, pemimpin spiritual, wali, kyai, guru spiritual, dll tersebut dapat mengakses langsung ke Tuhan (alias menerima wahyu). Cuman ya itu, tidak tersurat mengaku sebagai nabi.

Nah, kelompok seperti ini tampaknya lebih dapat ditoleransi padahal saya lihat-lihat sih sebenarnya sama saja sama Ahmadiyah.

Pak Dana bisa saja berpendapat bahwa sama saja Ahmadiyah dengan kelompok lain yg percaya bahwa "guru besar, pemimpin spiritual, wali, kyai, guru spiritual, dll tersebut dapat mengakses langsung ke Tuhan (alias menerima wahyu). Cuman ya itu, tidak tersurat mengaku sebagai nabi."
Ini karena pak Dana Lingga memahami "gelar nabi" itu bisa dihaluskan atau sama saja dengan "guru besar , pemimpin spiritual , wali , kiai , guru spiritual dll ".

Cba kita srti anggapan spt itu apakah pas atau tidak .
Dalam kamus bahasa Indnesia saja , pengertian kata kata itu menisbatkan pada sosok sosok dengan diskripsi yg berbeda. Umpamanya : KIAI : n 1 sebutan bagi alim ulama (cerdik pandai dl agama Islam) Cnth: Kiai Haji Wahid Hasyim ,
NABI :n orang yg menjadi pilihan Allah untuk menerima wahyu-Nya. Cnth : Nabi Muhammad.
WALI :4. orang saleh (suci); penyebar agama , wali - Allah sahabat Allah; orang yg suci dan keramat . Cnth : wali sanga- Sunan Kalijaga.
GURU BESAR : guru agama : guru yg mengajarkan mata pelajaran agama , guru besar :pangkat guru pd perguruan tinggi; profesor.

Bisa kita lihat bahwa terdapat perbedaan perbedaan yg jelas antar sebutan itu.
Berlum lagi kalau itu didekati dari ajaran/agama Islam sendiri , dimana seorang nabi atau rasul senantiasa dikaitkan dengan adanya mukzizat yg dibawanya dll .

Saya yakin pak kiai umpamanya Kiai Hasyim Muzadi mantan Ketua PB NU itu kalau ditanya apakah beliau nabi , jelas beliau pasti dengan tegas menolak karena dia faham betul seorang kiai jelas berbeda dengan nabi. Demikian juga para Nahdliyin jelas tidak menganggap beliau serang nabi.

Perihal dapat mengakses lansung ke Tuhan , rasanya dalam ajaran Islam , Allah itu sangat dekat dengan umatnya , dumpamakan "lebih dekat dari urat leher" , dan dalam ajaran Islam setiap muslim bisa berhubungan langsung (mengakses langsung) Allah setiap saat ! Sholat pada hakekatnya adalah hubungan langsung antara makhluk dan Khaliknya !
Jadi perkara dapat mengakses langsung Allah itu bukan monopoli yg disebut itu.

Jikalau menganggap Ahmadiyah sama dengan kelompok kelompok yg punya "Kiai , guru besar , guru spiritual dll " seperti NU , Muhammadiyah , FPI ,HTI dll , jelas itu menurut saya adalah suatu penggampangan , pak Dana Lingga , mengandung perbedaan perbedaan dg pemahaman umum umat Islam umumnya , paling tidak menurut pandangan saya.
Hanya Allahlah yg maha tahu.

Dadap serep
01-03-2011, 04:28 PM
Sruputtttt ,,......................... ahhhhhhh,................kopi benerannya 9bukan maya lho :D) bikin pandangan jadi teranggggg,......:)


pertanyaan kritisnya:
Spt apa seh ajaran toleransi dlm islam itu, seburam yng digambarkan
oleh kalangan diluar islam atau bagaimana neh?

Rasanya nabi memberikan cnth bagaimana berinteraksi dengan umat lain secara gamblang , terekam oleh sejarah dengan dibuatnya Piagam Madinah.oleh sang Nabi.

Dan dari segi akidah : Lakum dinukum waliyadin.

Itu kalau tanya mengenai ajaran atau cnth nabi lho pak B-)

pasingsingan
01-03-2011, 05:24 PM
betol

piagam madinah adalah MOU untuk saling menghormati/mengakui keyakinan masing2
dgn tidak saling memerangi.

lha klo kasus cikeusik umpamanya
dihadapkan dng piagam itu, kira2 klop gak yak? #-o

danalingga
01-03-2011, 07:33 PM
@Dadap:

Tidak, saya tidak merefer ke gelar kya, wali, guru besar, dll pada umumnya dalam hal ini. Ini mungkin lebih kepada bagaimana pengikutnya memandang. Ini khusus -- mungkin yang dikenal luas seperti Wali Songo atau Gus Dur (untuk yang dikenal dalam jaman kita) yang begitu diagungkan oleh sebagian orang (menganggapnya sudah selevel Nabi karena dianggap menerima wahyu langsung dari Tuhan -- walau tidak pernah disebutkan sebagai nabi -- lebih seringnya memang disebut sebagai wali Allah saja ).

Jadi menurut bro Dadap, apakah itu dibenarkan dalam Islam -- seseorang setelah Nabi Muhammad masih menerima Wahyu Tuhan?

Kalo menurutku levelnya sama saja sama MGA yang dianggap pengikutnya menerima Wahyu Tuhan. Mungkin bedanya MGA diakui/mengakui diri sebagai Nabi tanpa syariat.

keremus
01-03-2011, 07:38 PM
Sekadar tambahan bahan bacaa, sumber isisnet (http://www.insistnet.com/index.php?option=com_content&view=article&id=222:kisah-agama-ahmadiyah&catid=27:mengenal-ahmadiyah&Itemid=28):


Sejak Mirza Ghulam Ahmad (1840-1908) menyebarkan ajarannya di India, hubungan umat Islam dan pengikut Ahmadiyah selalu diwarnai ketegangan. Bahkan, beberapa kali terjadi pertumpahan darah. Ahmadiyah, ibarat duri dan “fitnah” yang sepertinya sengaja ditanamkan dan dipelihara oleh pihak-pihak tertentu.


Menyadari dahsyatnya “fitnah” ini, para pemimpin dan tokoh Islam India telah lama mencoba sekuat tenaga, baik dengan pena maupun lisan, untuk meredamnya. Diantara mereka adalah Syeikh Muhammad Husein al-Battalawi, Maulana Muhammad Ali al-Monkiri (pendiri Nadwatul Ulama India), Syeikh Thana’ullah al-Amritsari, Syeikh Anwar Shah al-Kashmiri, dan Seyyed Ata’ullah al-Bukhari al-Amritsari. Tidak ketinggalan juga filosof dan penyair Muhammad Iqbal.


Tahun 1916, para ulama sudah mengeluarkan fatwa tentang “kekafiran kaum Ahmadiyah/Qadiyaniyyah”. Seluruh ulama, secara ijma’ dalam fatwa ini menyatakan bahwa pengikut Ahmadiyah/Qadiyaniyyah adalah kafir dan keluar dari agama Islam. Pada tahun 1926, kantor Ahlul Hadits di Amritsar juga mengeluarkan fatwa serupa dengan judul “Batalnya Nikah Dua Orang Mirzais” yang ditandatangani oleh ulama aliran/mazhab/kelompok/markazIslam di seluruh anak benua India (lihat: Mawqif al-Ummah al-Islamiyyah min al-Qadiyaniyyah. Multan: Majlis Tahaffuz Khatm al-Nubuwwah. 76-7).



Adapun Muhammad Iqbal, melalui goresan penanya menyeru pemerintahan kolonial Inggris di India untuk segera menghentikan “fitnah” ini dengan mendengarkan dan mengabulkan tuntutan-tuntutan kaum Muslimin India dalam kaitannya dengan gerakan dan/atau ajaran Ahmadiyah. Dalam salah satu risalahnya yang dikirimkan ke harian berbahasa Inggris terbesar di India, Statesman, edisi 10 Juni 1935, dia menyatakan: “Ahmadiyyah/Qadiyaniyyah adalah upaya sistematis untuk mendirikan golongan baru diatas dasar kenabian yang menandingi kenabian Muhammad (s.a.w.).”



Iqbal juga meminta pertanggung-jawaban pemerintah kolonial Inggris atas kejadian “fitnah” ini seraya memperingatkan jika pemerintahan tidak memperhatikan keadaan ini dan tidak menghargai perasaan kaum Muslimin dan dunia Islam, tapi malah membiarkan “fitnah” bebas leluasa, maka umat Islam yang merasa kesatuannya terancam bukan tidak mungkin akan terpaksa menggunakan kekuatan untuk membela-diri (Mawqif, 88-9).



Sayangnya seruan, saran, dan tuntutan ini tidak pernah didengar. Syeik Maulana Muhammad Yusuf al-Bannuri dalam kata pendahuluannya untuk buku Mawqifal-Ummah al-Islamiyyah min al-Qadiyaniyyah mencatat peran Zafarullah Khan, seorang politisi Qadiyani, yang pernah diangkat sebagai menteri luar negeri Pakistan yang baru merdeka itu. Menteri ini dengan menyalah-gunakan otoritas diplomasinya berhasil membangun jaringan Ahmadiyyah internasional, disamping memperkuat posisi kelompok ini di dalam negeri.



Fakta inilah yang kemudian memicu demonstrasi besar-besaran oleh umat Islam pada 1953 di Pakistan. Tahun 1953, 33 tokoh dan ulama besar yang mewakili berbagai partai, kelompok dan organisasi Islam di Pakistan, mengadakan pertemuan di Karachi. Pertemuan melahirkan sebuah resolusi yang diajukan ke Majlis Nasional (National Assembly). Isinya menuntut pemerintah untuk:(i) mengumumkan bahwa pengikut Mirza Ghulam Ahmad dengan nama apa pun adalah bukan Muslim; dan (ii) mengeluarkan keputusan resmi untuk melakukan amandemen konstitusional sebagai dasar hukum yang menjamin hak-hak pengikut Ahmadiyah/Qadiyaniyyah sebagai golongan minoritas non-Islam.



Namun sekali lagi, seruan para ulama itu diabaikan pemerintah Pakistan. Umat Islam pun tak pernah surut dalam menentang Ahmadiyah. Suasana panas mencapai puncaknya setelah sekelompok pengikut Ahmadiyah menyerang pelajar sekolah negeri diatas kereta api yang melewati terminal Rabwah, kota suci kaum Ahmadiyyah, dalam perjalanan mereka untuk liburan musim panas.



Peristiwa ini mengusik kesabaran umat Islam. Pada gilirannya umat Islam memaksa pemerintah untuk mengangkat masalah Ahmadiyah ini ke Majlis Nasional dan Dewan Perwakilan Rakyat. Maka dipanggillah Mirza Nasir Ahmad, pemegang pucuk pimpinan Ahmadiyah pada waktu itu (yang adalah cucu Mirza Ghulam Ahmad). Para ulama pun sudah berhasil meyusun dokumen yang menjelaskan sikap umat Islam terhadap Qadiyaniyah untuk diajukan ke persidangan Majlis Nasional, yang kemudian dibukukan dengan judul Mawqifal-Ummah al-Islamiyyah min al-Qadiyaniyyah (Sikap Umat Islam Terhadap Qadiyaniyyah).



Setelah mendengarkan keterangan dan sikap dari kedua pihak, Majlis Nasional pada 7 September 1974 memutuskan secara bulat untuk menerima dan menyetujui tuntutan-tuntutan umat Islam berkaitan dengan Ahmadiyah. Ini dapat dilihat dalam Konstitusi Pakistan, PART XII – Miscellaneous, Chapter 5. Interpretation, Article 260(3), yang antara lain menyatakan:
In the Constitution and all enactments and other legal instruments, unless there is anything repugnant in the subject or context:



(a) “Muslim” means a person who believes in the unity and oneness of Almighty Allah, in the absolute and unqualified finality of the Prophethood of Muhammad (peace be upon him), the last of the prophets, and does not believe in, or recognize as a prophet or religious reformer, any person who claimed or claims to be a prophet, in any sense of the word or of any description whatsoever, after Muhammad (peace be upon him); and



(b) “non-Muslim” means a person who is not a Muslim and includes a person belonging to the Christian, Hindu, Sikh, Buddhist or Parsi community, a person of the Quadiani Group or the Lahori Group who call themselves ‘Ahmadis’ or by any other name or a Bahai, and a person belonging to any of the Scheduled Castes.


Keputusan ini disambut dengan suka-ria oleh umat Islam seluruh Pakistan. Tanggal 7 September 1974 dianggap sebagai hari kemenangan bersejarah bagi umat Islam. Umat Islam hanya menuntut hak-hak dasar mereka yang telah dirampas oleh pihak lain, dan tidak rela agama yang suci ini dikotori oleh siapa pun


---------------
Ma'af, saya edit dengan menambahkan link situs pada tulisan "isinet" dimana tulisan ini diambil

- Stinky -

Asum
02-03-2011, 09:14 PM
Ini mungkin lebih kepada bagaimana pengikutnya memandang. Ini khusus -- mungkin yang dikenal luas seperti Wali Songo atau Gus Dur (untuk yang dikenal dalam jaman kita) yang begitu diagungkan oleh sebagian orang (menganggapnya sudah selevel Nabi karena dianggap menerima wahyu langsung dari Tuhan -- walau tidak pernah disebutkan sebagai nabi -- lebih seringnya memang disebut sebagai wali Allah saja ).

Mungkin maksud anda mereka bersandar pada dalil berikut :


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الرُّؤْيَا الْحَسَنَةُ مِنْ الرَّجُلِ الصَّالِحِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Maslamah] dari [Malik] dari [Ishaq bin Abdullah bin Abi Thalhah] dari [Anas bin Malik], Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Mimpi baik yang berasal dari seorang yang shalih adalah satu bagian dari enam atau empat puluh bagian kenabian." (HR. Bukhari)


Jadi menurut bro Dadap, apakah itu dibenarkan dalam Islam -- seseorang setelah Nabi Muhammad masih menerima Wahyu Tuhan?

Kalo menurutku levelnya sama saja sama MGA yang dianggap pengikutnya menerima Wahyu Tuhan. Mungkin bedanya MGA diakui/mengakui diri sebagai Nabi tanpa syariat.
Silahkan mas Dadap & mas keremus, ditunggu penjelasannya ... boleh gak orang yang menerima mimpi baik (yang dikatakan sebagai 1/6 atau 1/40 bagian kenabian) tsb mendaulat dirinya sebagai nabi ? /:)


Mari ... mari ... ~O)

Dadap serep
02-03-2011, 11:56 PM
Silahkan mas Dadap & mas keremus, ditunggu penjelasannya ... boleh gak orang yang menerima mimpi baik (yang dikatakan sebagai 1/6 atau 1/40 bagian kenabian) tsb mendaulat dirinya sebagai nabi ?

Saya terus terang tidak ngerti apa maksud pak Asum dengan tanya "boleh ngak" kepada saya dan pak Kremus !
Apakah "nabi itu suatu yg ditetapkan oleh manusia" :-/ mungkin pak Asum punya kemampuan untuk itu menetapkan boleh atau tidaknya, monggo saja dipersilahkan

Untuk pak Dana kasus MGA dg Ahmadiyahnya , kenabian nya bukan datang dari anggapan pengikutnya , tetapi justru dia sendiri yg menyatakan dirinya nabi , malahan juga sebagai Masih Mau'ud , yg akan mematahkan salib dan menjadi Hakam , jadi lebih dari 100% barangkali kenabiannya :D, disamping itu dia juga pernyataan klaim lain lagi , spt yg pernah saya sampaikan :

"Allah telah menganugerahkan kepadaku empat macam tanda :
1.Aku jadi tanda penuturan dan kefasihan dalam bahasa Arab sebagai bayangan mukzijat Al-Qur'an suci.Tidak ada orang yg mampu meandingi.
2. Aku jadi tanda kemampuan menguraikan kebenaran kebenaran dan ilmu kearifan-kearifan Al Qur'an suci.Tidak ada orang yg mampu menandinginya

Dengan menyatakan "tidak ada orang lain yg mampu menandingi" itu berarti juga Nabi Muhammad termasuk dalam kriteria "Tidak ada orang yg mampu menandinginya" karena dalam Islam nabi Muhammad itu adalah seorang manusia biasa.

Dengan demikian menurut tinjauan tadi jelas beda antara MGA dengan contoh contoh yg pak Dana sampaikan (kiai , guru besar , guru soiritual , wali dll)
.
Kalau masalah menerima wahyu , dalam Islam bisa saja setelah Nabi Muhammad ada manusia yg menerima wahyu , ilham , pencerahan , Allah maha Berkehendak.
Perkara kemudian orang lain menganggap penerima wahyu setelah Nabi Muhammad "dianggap" nabi juga , bisa saja terjadi pak Dana .
Tetapi umat Islam mengetahui bahwa Muhammad adalah utusan Allah (nabi/rasul) karena antara lain tercantum dalam Al Qur.an ([48:29] Muhammad itu adalah utusan Allah,....). MGA tidak ada.!

Dan perkara dia ngaku nabi yg tidak membawa "syariat baru" , kenyataanya dia bawa syariat antara lain spt yg saya kemukakan : bahwa untuk selamat harus menjadi jemaatnya Ahmadiyah ! bahkan jemaatnya dianggap bukan jemaatnya lagi hanya karena bercengkerama dengan orang yg menentang atau bukan Ahmadiyah !( maka mereka menyisihkan diri membuat kelo,pok yg eklusif). Jelas itu suatu syariah baru dalam Islam.

Demikian pak Dana , silahkan dihabiskan kopinya , ntar bikin baru lagi yg hangat.:)

Dadap serep
03-03-2011, 12:22 AM
betol

piagam madinah adalah MOU untuk saling menghormati/mengakui keyakinan masing2
dgn tidak saling memerangi.

lha klo kasus cikeusik umpamanya
dihadapkan dng piagam itu, kira2 klop gak yak? #-o

Kalau bicara Cikeusik ya kudu sareh dulu to Pak. Rasanya ajaran Ahmadiyah itu meniadakan ajaran Jihad (qital) lho pak.
Konon justru ajaran ini yg bikin Ahmadiyah dapat dukungan Inggris.
Saya nggak tahu kenapa warga diluar Cikeusik yg jadi korban.
Dan dari koran saya baca warga yg kena bacok menunjukkan luka kena racun , yg berarti jama'ah Ahmadiyah yg bukan warga sudah menyiapkan lebih dulu parang itu (dibubuhi racun dulu).

Namun kalau dibilang klop atau tidak , ya tidak klop lah pak Pasing !
Memangnya skb atau kesepakatan 12 butir itu dianggap Piagam Medinah pak?
Kalau lihat tarihk , kalau tak salah pada suku yg mengingkari kesepakatan juga diambil tindakan kok pak Pasing , diusir dari Medinah.:D

eve
05-03-2011, 01:25 AM
yaiyalah didukung inggris.. Lha wong dia yang bikin...
Ahmadiyah : bikinan i ggris
Ldii : bikinan pem indonesia..

ndableg
05-03-2011, 01:54 AM
Oke tolong dijabarkan ttg agama bikinan inggris tsb. Jangan sampe ada yg bilang islam bikinan katolik roma.. Ada loh yg bilang khadijah itu agen gereja katolik roma.

pasingsingan
05-03-2011, 02:39 PM
Kalau bicara Cikeusik ya kudu sareh dulu to Pak. Rasanya ajaran Ahmadiyah itu meniadakan ajaran Jihad (qital) lho pak.
Bicara soal perbedaan, ya jelas bedalah
Tetapi apakah karena berbeda lantas dng serta merta boleh dimusuhi/diperangi?
kan itu inti persualannya? :-S


Namun kalau dibilang klop atau tidak , ya tidak klop lah pak Pasing !
Memangnya skb atau kesepakatan 12 butir itu dianggap Piagam Medinah pak?
Kalau lihat tarihk , kalau tak salah pada suku yg mengingkari kesepakatan juga diambil tindakan kok pak Pasing , diusir dari Medinah.
Brarti pihak yng memerangi komunitas Ahmadiyah tdk mencontoh nabi dong?
Justru SKB itu yng aneh klo tidak bersesuaian dng jiwa piagam madinah?
emangnya umat islam Indonesia mencontoh nabi yngmana saat mengkonsep itu SKB?

ya jelas dong, bagi pelanggar kesepakatan dikenakan sangsi, itu wajar bin lumrah
jgnkan piagam madinah, kesepakatan klas RT pun jg mengenal sangsi.
Persoalannya, Ahmadiyah menyerang komunitas lain atau diserang? #-o

Dadap serep
05-03-2011, 11:54 PM
Bicara soal perbedaan, ya jelas bedalah
Tetapi apakah karena berbeda lantas dng serta merta boleh dimusuhi/diperangi?
kan itu inti persualannya? :-S

Rasanya saya juga tidak bilang kalau dengan serta merta boleh dimusuhi,diperangi to Pak.:)
Rasanya masalah Ahmadiyah ini kan bukan "masalah yg serta merta" pak Pasing.

Ahmadiyah itu sudah eksis lama sekali lho , ulama ulama juga sejak lama sudah bereaksi , dari Muhammadiyah bahkan sejak 1926 sudah menyatakan sikapnya. Nu dan Persis berpendpat sama tentang kesesatannya . Para ulama juga sudah berusaha untuk melakukan dialog malahan secara terbuka di thn 33 dan 34 dan tanpa henti usaha dialog itu selalu dilakukan. Jadi amatlah dzolim kalau mengatakan bahwa para ulama selama ini tidak pernah melakukan dialog.
Baru kemudian secara resmi organisasi ulama menyatakan sikap mereka dengan dikeluarkannya Fatwa MUI 1980. Dan usaha usaha dialog dan pendekatan juga selalu diusahakan dan tidak serta merta dimusuhi dan diperangi.
Thn 2005 kembali MUI menegaskan Fatwanya dan mendesak Pemerintah untuk melakukan Pelarangan, dan tidak membenarkan tindakan anrkis.

Kemudian setelah evaluasi thdp 12 butir kesepakatan dengan JAI , diterbitkanlah skb 3 menteri th 2008 yg melarang penyebaran ajaran Ahmadiyah.
Salah satu butir yg ada dlam skb tsbt pada Cara Pembinaan adalah :
4.pemberian dorongan untuk pembauran dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan dengan warg a muslim lainnya
Dan dalam bab Pengawasan dan Pengamanan ada butir sbb :
3.Masyarakat dapat melakukan pengawasan pelaksanaan SKB dengan memantau,mengamati dan melaporkan kepada aparat setempat yang berwenang, dengan tidak melakukan perbuatan main hakim sendiri, anarkis dan sewenang-wenang serta perbuatan lainnya yang melanggar hukum.

Jadi permusuhan itu tidak serta merta pak Pasing , demikian panjang usaha yg telah dilakukan umat Islam bekerja sama dg pemerintah menangani masalah ini.

Dan segala usaha itu ternyata tidak berhasil membina kaum Ahmadi untuk tidak eklusive dan menyebarkan ajarannya.

Penyerangan di Cikeusic adalah perbuatan yg melanggar ketentuan dan harus diadili dg seadil adilnya. Tetapi kalau itu hanya dipandang sebagai suatu tindakan kekerasan yg berdiri sendiri sebagai suatu tindakan anarkisme karena beda ajaran , rasanya terlalu menyempitkan dan mendangkalkan permasalahan.
Kejadian itu dipandang/dinilai karena berbeda ajaran kemudian dimusuhi diperangi , rasanya tidak fair pak Pasing !


Berarti pihak yng memerangi komunitas Ahmadiyah tdk mencontoh nabi dong?
Justru SKB itu yng aneh klo tidak bersesuaian dng jiwa piagam madinah?
emangnya umat islam Indonesia mencontoh nabi yngmana saat mengkonsep itu SKB?

ya jelas dong, bagi pelanggar kesepakatan dikenakan sangsi, itu wajar bin lumrah
jgnkan piagam madinah, kesepakatan klas RT pun jg mengenal sangsi.
Persoalannya, Ahmadiyah menyerang komunitas lain atau diserang? #-o

Lhahhh kok tanya siapa yg nyerang dan siapa yg diserang , semua juga ada di berita !B-)
Nah kalau memang yg salah dihukum maka kita tunggu hasil dari yg berwenang untuk menetapkan itu !
Rasanya kita diskusi dari sudut bukan sebagai penetap/pemutus salah benar kan ?B-)

danalingga
07-03-2011, 01:25 AM
Mungkin pertanyaannya siapa yang dibunuh? Itu lebih pas. :)

AsLan
07-03-2011, 01:44 AM
Ahamadiyah sudah ada sejak dulu, kenapa baru diributkan sekarang ?
mungkin karena urusan politik.

Dari dulu rakyat tidak masalah bertetangga dengan orang Ahmadiyah, tapi sekarang masyarakat benar2 diharuskan melawan Ahmadiyah, kalau tidak mau melawan akan dicap sebagai Muslim yang tidak setia. Rakyat dibombardir dengan berita2 kesesatan Ahmadiyah dan didorong untuk "membela agama" dan kampanye ini berhasil, banyak rakyat ya "tiba2" jadi memusuhi Ahmadiyah.

Ada yg sedang bermain disini.

Dadap serep
07-03-2011, 07:50 PM
Mungkin pertanyaannya siapa yang dibunuh? Itu lebih pas. :)

Korban kejadian di Cikeusik yang MENINGGAL/TERBUNUH adalah orang orang pendatang dari jakarta.

Dadap serep
07-03-2011, 08:56 PM
Ahamadiyah sudah ada sejak dulu, kenapa baru diributkan sekarang ?
mungkin karena urusan politik.

Bisa iya bisa tidak , tetapi kalau Ahmadiyah sejak NKRI belum lahirpun sudah menimbulkan masalah , baca postingan saya diatas , atau cari referensi yg lebih lengkap pak Aslan . Masalah yg ditimbulkan bukan sekarang ini saja .
Yg kemudian meributkan dan yg ikut meributkan memang baru baru ini saja. Banyak yg ikut komen tapi minim referensi atau dengan referensi dari kacamata tertentu.
Kalau politik mana ada sesuatu yg pasti atau jelas sih ?



Dari dulu rakyat tidak masalah bertetangga dengan orang Ahmadiyah, tapi sekarang masyarakat benar2 diharuskan melawan Ahmadiyah, kalau tidak mau melawan akan dicap sebagai Muslim yang tidak setia.

Oh ya pak Aslan masyarakat dimana yg sekarang benar benar diharuskan melawan Ahmadiyah pak Aslan. Apalagi ditambahi : "kalau tidak mau melawan akan dicap sebagai Muslim yang tidak setia" , rasanya itu berlebihan dan bukan untuk kebaikan bersama tapi sudah memprovokasi.



Rakyat dibombardir dengan berita2 kesesatan Ahmadiyah dan didorong untuk "membela agama" dan kampanye ini berhasil, banyak rakyat ya "tiba2" jadi memusuhi Ahmadiyah.


Rasanya berita yg membombardir rakyat adalah Ahmadiyah diserbu , penyerbuan di CIKEUSIK terorganisir , bahkan korban bombardemen itu buka hanya rakyat , tetapi orang no.1 negeri ini , dengan keluarnya pernyataan SBY yg minta agar organisasi yg bertindak anarkis dibubarkan , dan kemudian tv tv membombardir rakyat dengan berita reaksi keras dari FPI yg dicap melakukan "makar" ! he he he he anda lihat pak Aslan siapa yg membombardir rakyat dg berita yg selalu dicari "kehebohan"nya itu sesuai dg jargon "bad news is a good news" .
Lihat saja postingan netter yg bilang siapa "yg DIBUNUH" , kerusakan penangkapan ini terjadi karena hasil bombardir media !!!
Sangat aneh kalau rakyat dibombardir dengan berita mengenai kesesatan Ahmadiyah ! lha wong yg buat video merekam kejadian adalah aktivis Ahmadiyah ,ya jelas dengan angle yg memihak Ahmadiyah dan itu dijadikan acuan seluruh TV ! Lha kok dibilang rakyat dibombardir dengan berita kesesatan Ahmadiyah ! B-)

Dan lagi anda menyatakan : "banyak rakyat ya "tiba2" jadi memusuhi Ahmadiyah." postingan pak Aslan ini jelas spekulatip dan bau provokasi kalau hanya kesimpulan tanpa data yg baik dan benar.


Ada yg sedang bermain disini.

Bisa saja pak Aslan , banyak kemungkinan !
Tapi yg jelas kalau kita tidak terikut untuk membikin panas maka "permainan" itu akan mati sendiri ! Kecuali kalau pak Aslan memang bermaksud ikutan :D

Jadi mari kita jangan ikut menebar opini yg berbau spekulasi yg bisa menjadikan suasana makin panas.B-)

Yg dijaga agar tetep panas ,adalah kopinya saja pak Aslan :D

AsLan
07-03-2011, 11:33 PM
Kenapa saya bilang baru belakangan ini orang mempermasalahkan Ahmadiyah ?
Lah di jaman Soeharto apakah Masjid2 Ahmadiyah mendapat serangan seperti sekarang ?
Dijaman itu umat muslim akur2 saja dengan ahmadiyah, kalaupun sudah dicap sesat tetap tidak di serang dan dibunuh seperti yg terjadi belakangan ini.
Masa anda belum pernah dengar kampanye masif yg terjadi akhir2 ini untuk melakukan serangan terhadap Ahmadiyah.

coba lihat video berikut ini :
http://www.youtube.com/watch?v=U7RLCXNdKF4

Dadap serep
09-03-2011, 06:33 PM
Kenapa saya bilang baru belakangan ini orang mempermasalahkan Ahmadiyah ?
Lah di jaman Soeharto apakah Masjid2 Ahmadiyah mendapat serangan seperti sekarang ?
Untuk anda ketahui ya pak Aslan , fatwa MUI yg menyatakan ajaran dalam Ahmadiyah itu sesat, itu dikeluarkan di jaman Suharto lho , trhn 1980 !:)


Dijaman itu umat muslim akur2 saja dengan ahmadiyah, kalaupun sudah dicap sesat tetap tidak di serang dan dibunuh seperti yg terjadi belakangan ini.
Pak Aslan , lha zaman itu siapa sih yg berani bergerak berdemo unjuk rasa ? Wajar saja to , wong semua juga tiarap. !!B-)



Masa anda belum pernah dengar kampanye masif yg terjadi akhir2 ini untuk melakukan serangan terhadap Ahmadiyah.

coba lihat video berikut ini :
http://www.youtube.com/watch?v=U7RLCXNdKF4

Massiffff , semassif apa sih ? lha wong video video yg diupload ke media media sebagian besar kalau tidak bisa dibilang semua adalah bersumber dari Ahmadiyah. Para pelaku mah jelas tidak mempersiapkan/melengkapi diri dg perekam wong mereka bergerak karena dorongan hati minim pertimbangan lain !
Lha video jaman JK masih jadi Wapres , segala Gus Dur juga dibawa bawa, kok dipakai ngedukung pernyataan bahwa "kampanye massif yg terjadi akhir akhir akhir ini" , jelas malah bertentangan dan itu juga membuktikan bukan hanya sekarang saja masalah Ahmadiyah itu ada , ati ati dikit mas Aslan ngusung back up !B-)

AsLan
10-03-2011, 09:08 AM
Masa video itu dari Ahmadiyah ? sudah jelas dari FPI koq.

Dadap serep
10-03-2011, 08:52 PM
Masa video itu dari Ahmadiyah ? sudah jelas dari FPI koq.
Lahhhh soooopo sing bilang video yg mas Aslan rujuk itu daari Ahmadiyah , meski tak tertutup kemungkinan yg masukin ke YT emang orang yg memandang segi tidak populer dari FPI (bisa saja orang Ahmadiyah)!:D
Lha mas Aslan kan bicara kampanye massif , mana ada video pengajian dikalangan FPI dibilang "kampanye massif" ? mana ada video yg anda rujuk itu disiarkan TV atau disebar luaskan oleh FPI !
Dari FPI ? oh my God ,:-O naif bener masss ! itu pengajian warga FPI , yess , tapi yg masukin ke YT ? kalau yg masukin ke YT adalah FPI masak judulnya seperti itu , jangan terlalu "lugu" lah mas B-)! Mleset mas back up anda !
Seperti saya bilang yg massif itu justru kampanye Ahmadyah , dengan disebarkannya video hasil rekaman Arief sang aktivis Ahmadiyah yg kemudian disiarkan berulang ulang di beberapa TV itu , itu jelas besar besaran , termasuk juga orasi Habib Rizieg sebagai reaksi keras mengenai pidato SBY yg dikatakan makar oleh TV TV itu !:D

Asum
10-03-2011, 09:29 PM
Ngopiii ... ngopiii .... ayo2 jangan tegang gitu dong ~O)


silahkan berargumen dengan data yang cukup dan jangan sekedar berprasangka semata ...

Rasulullah saw bersabda :


حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَنَافَسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] dia berkata; Aku membaca kitab [Malik] dari [Abu Az Ziyad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jauhilah berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah mencari-cari isu; janganlah mencari-cari kesalahan; janganlah saling bersaing; janganlah saling mendengki; janganlah saling memarahi; dan janganlah saling membelakangi (memusuhi)! Tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR. Muslim)

:-bd

Dadap serep
14-03-2011, 12:45 PM
Ngopiii ... ngopiii .... ayo2 jangan tegang gitu dong ~O)


silahkan berargumen dengan data yang cukup dan jangan sekedar berprasangka semata ...

Rasulullah saw bersabda :


حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَنَافَسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] dia berkata; Aku membaca kitab [Malik] dari [Abu Az Ziyad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jauhilah berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah mencari-cari isu; janganlah mencari-cari kesalahan; janganlah saling bersaing; janganlah saling mendengki; janganlah saling memarahi; dan janganlah saling membelakangi (memusuhi)! Tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR. Muslim)

:-bd

Betulllllllll,.................................B-)

pasingsingan
14-03-2011, 01:43 PM
maksudnya sesama muslim itu bersaudara kan?
mengapa kok maseh ada kelompok dlm islam yng hobi cakar2an sesamanya yak? #-o

Dadap serep
14-03-2011, 10:45 PM
maksudnya sesama muslim itu bersaudara kan?
mengapa kok maseh ada kelompok dlm islam yng hobi cakar2an sesamanya yak? #-o

Lha piye sih mbah Pasing ini , kan dari awal lahir , Ahmadiyah sudah bikin jemaah sendiri , yg kudu ba'iat ke MGA ?
Yg tidak ba'iat bukan jama'ahnya , dan matinya jahiliyah ---> non muslim ! dimana ada anggapan "sesama muslim" nya mbah ?

eve
21-03-2011, 11:26 PM
kalau sudah sejak tahun 1980, kenapa ahmadiyah masih saja bisa tumbuh subur ya? kenapa peran pemerintah seperti macan ompong..
bukankah kalau sudah sesat, tinggal dibersihkan saja... bukankah PKI dulu juga dibersihkan... kenapa ahmadiyah dianaktirikan?

ndableg
22-03-2011, 02:03 AM
maksudnya sesama muslim itu bersaudara kan?
mengapa kok maseh ada kelompok dlm islam yng hobi cakar2an sesamanya yak? #-o

Yah.. justru sodara makanya begetoh..
Coba ndak kenal.. sopan..

Dadap serep
24-03-2011, 02:29 PM
Yah.. justru sodara makanya begetoh..
Coba ndak kenal.. sopan..

Kek kek kek kek kek iya sodarah lain bapak !,................................................ ..jangan jangan ada kelainan yg lain lagi ,...................:D

eve
05-04-2011, 11:23 PM
iye, kelainan otak...

hajime_saitoh
26-04-2011, 10:03 AM
Kalau cuma karena sesat harus bubar.

Maaf, agama Katolik harus bubar karena sesat menurut beberapa aliran Kristen. (perlu kutuliskan tautannya di sini?)

Maaf, Hizbut Tahrir Indonesia harus bubar karena sesat menurut Salafiy. (perlu kutuliskan tautannya di sini?)

Maaf, agama Islam harus bubar karena sesat menurut Umat Kristen. (perlu kutuliskan tautannya di sini?)

Kita tidak akan pernah selesai kalau membahas kesesatan.


waduh maaf banget para salaf tidak pernah mengkafirkan ato mengatakan sesat ajaran islam yang masih berpegang teguh pada Al-Quran dan Nabi Muahammad shallolhu alaihi wa sallam. para salafus shalih hanya meluruskan mereka dan mengoreksi kessalahan2 mereka itu aja..

hajime_saitoh
26-04-2011, 10:05 AM
Disitu dikatakan bahwa Mirza Gulam Ahmad sebenarnya Al-masih yg dijanjikan. Kalau begini Ahmadiyah bukan mempercayai nabi baru tapi nabi lama yg datang kembali, sama dengan kepercayaan Islam lainnya yg meyakini akan datangnya Al-Masih.
Bedanya bagi Ahmadiyah Al-Masih itu sudah datang.

Berarti tuduhan bahwa Ahmadiyah percaya nabi baru kurang tepat.

gak lengkap itu gan.. awalnya dia ngaku ketemu jibril, terus ngaku nabi baru dah terakhir dia ngaku sebagai iamam mahdi... lo kalo dia emank imam mahdi sekarang udah kiamat donk.. pan iamam mahdi adalah salah satu tanda2 kiamat

AsLan
26-04-2011, 10:17 AM
kalau sudah sejak tahun 1980, kenapa ahmadiyah masih saja bisa tumbuh subur ya? kenapa peran pemerintah seperti macan ompong..
bukankah kalau sudah sesat, tinggal dibersihkan saja... bukankah PKI dulu juga dibersihkan... kenapa ahmadiyah dianaktirikan?

Masa sih pemerintah harus ikut2an dalam perdebatan agama, lalu menggunakan kekuatan senjata untuk membela satu kelompok dan menghabisi kelompok lain ?

Nanti pemerintah syiah menghabisi kelompok sunni, Pemerintah sunni menghabisi kelompok syiah, pemerintah katolik membunuhi warganya yg protestan, pemerintah hindu membantai orang muslim dll...

Pemerintah dan pemegang kuasa militer tidak boleh ikut campur dalam perdebatan agama, tugas mereka adalah menjaga semua orang hidup aman dan tak terancam, semua orang bebas berpendapat dan bebas mempercayai apa yg mereka percaya.

Berdiskusi boleh, berdebat boleh tapi tidak boleh memukul atau membunuh.

BundaNa
27-04-2011, 10:46 AM
masalahnya memang di islam, kalau dianggap sesat itu jadi masalah krusial

hajime_saitoh
27-04-2011, 07:11 PM
Masa sih pemerintah harus ikut2an dalam perdebatan agama, lalu menggunakan kekuatan senjata untuk membela satu kelompok dan menghabisi kelompok lain ?

Nanti pemerintah syiah menghabisi kelompok sunni, Pemerintah sunni menghabisi kelompok syiah, pemerintah katolik membunuhi warganya yg protestan, pemerintah hindu membantai orang muslim dll...

Pemerintah dan pemegang kuasa militer tidak boleh ikut campur dalam perdebatan agama, tugas mereka adalah menjaga semua orang hidup aman dan tak terancam, semua orang bebas berpendapat dan bebas mempercayai apa yg mereka percaya.

Berdiskusi boleh, berdebat boleh tapi tidak boleh memukul atau membunuh.

gan kalo syiah mah memang udah dicap sesat.. karena mereeka menganggap al-quran yang sekarang tidak lengkap menurut mereka quran tu seharusnya tiga kali lebih tebal dari yang sekarang.. terlalu mendewakan Ali bin abi thalib rhadiyallohu anh dan pra imam mereka.. menghujhat para sahabat terutama Abu bakar dan Umar bin Khattab rhadiyallohu anh sebagai kafir dn murtad.. bahkan baru2 ini di Inggris seorang tokoh syiah melakukan suatu pembahasan yang mengatakan bahwa siti Aisyah ummul mukminin masuk neraka da bahwa beliau lah yang membunuh nabi muhammad shallollohu alaihi wa sallam

danalingga
27-04-2011, 11:06 PM
Tuh kan, Syiah dibilang sesat. :))

ndableg
28-04-2011, 12:19 AM
hanya satu yg tidak sesat... dan itu milik gw..

hajime_saitoh
28-04-2011, 09:50 AM
Tuh kan, Syiah dibilang sesat.

ini sudah jadi fatwa lajnah daimah (dewan fatwa) Arab saudi yang di ketuai syaikh bin Baz.. dan menjadi rujukan para generasi khalaf

danalingga
28-04-2011, 11:27 AM
Makanya itu, untung saja Indonesia tidak terlalu Arab Saudi minded. Kalo nggak, bisa bisa setelah Ahmadiyah sukses dibrangus, berikutnya Syiah.

Dadap serep
28-04-2011, 11:34 AM
Memangnya ada "organisasi" Syiah di negri Indonesia yg perlu diberangus pak Dana

Dadap serep
28-04-2011, 11:37 AM
hanya satu yg tidak sesat... dan itu milik gw..

Atau deari Jakarta mau ke cirebon lewat tol Jakarta Merak ! nyasar bin tersesat !:D

danalingga
28-04-2011, 11:39 AM
Memangnya ada "organisasi" Syiah di negri Indonesia yg perlu diberangus pak Dana Itu yang organisasinya Jalaludin Rahmat yang kalo nggak salah, selalu mengadakan peringata Asyura.

Btw, saya tidak ngomong organisasi doank, tapi orangnya juga. Toh, Ahmadiyah yang kemarin mati itu bukan organisasinya, tapi orangnya. ;)

Dadap serep
29-04-2011, 12:04 PM
Itu yang organisasinya Jalaludin Rahmat yang kalo nggak salah, selalu mengadakan peringata Asyura.

Btw, saya tidak ngomong organisasi doank, tapi orangnya juga. Toh, Ahmadiyah yang kemarin mati itu bukan organisasinya, tapi orangnya. ;)

Rasanya ada fatwa mengenai Syiah ini dari MUI dan pernah saya posting pak Dana !
Lha kalau mau diberangus apanya pak ? rasanya pak Dana sendiri berfaham tidak ada yg bisa melarang memberangus keyakinan or pendapt seseorang kan ? nah kalau ada yg berpendapat kalifah Islam itu harus keturunan nabi jalur Ali , emangnya UU Indonesia bisa memberangus nya pak Dana ?



Toh, Ahmadiyah yang kemarin mati itu bukan organisasinya, tapi orangnya.

Lha iyalah lha wong dia yg ngelurug dari Jakarta ke Cikesik untuk ngebela organisasinya ! mereka yg memang mau ngejabanin masa yg menyerang "biar rame" katanya. Dalam tawuran bersenjata tajam spt itu adalah suatu resiko yg logis lah , kalau "pertempuran" dimeja pengadilan atau dimeja penguasa ya nggak ada yg hilang nyawanya. Yg diberangus ya organisasinya , yg mati organisasinya !B-)

danalingga
29-04-2011, 03:22 PM
Rasanya ada fatwa mengenai Syiah ini dari MUI dan pernah saya posting pak Dana !
Lha kalau mau diberangus apanya pak ? rasanya pak Dana sendiri berfaham tidak ada yg bisa melarang memberangus keyakinan or pendapt seseorang kan ? nah kalau ada yg berpendapat kalifah Islam itu harus keturunan nabi jalur Ali , emangnya UU Indonesia bisa memberangus nya pak Dana ?



Lha iyalah lha wong dia yg ngelurug dari Jakarta ke Cikesik untuk ngebela organisasinya ! mereka yg memang mau ngejabanin masa yg menyerang "biar rame" katanya. Dalam tawuran bersenjata tajam spt itu adalah suatu resiko yg logis lah , kalau "pertempuran" dimeja pengadilan atau dimeja penguasa ya nggak ada yg hilang nyawanya. Yg diberangus ya organisasinya , yg mati organisasinya !B-)

Lah, iya, kan saya bilang juga untung Indonesia tidak mengikuti fatwa arab saudi sehingga Syiah aman aman saja. Lah, kalo ngikuti fatwa arab saudi tersebut kan jelas Syiah sesat dan menodai Islam (dengan menghina sahabat Nabi selain Ali). Pasti bakal dihajar -- mau organisasinya maupun orangnya.

Sekali lagi, untungnya Indonesia tidak menggunakan fatwa Arab Saudi. :D

Dadap serep
29-04-2011, 09:58 PM
Lah, iya, kan saya bilang juga untung Indonesia tidak mengikuti fatwa arab saudi sehingga Syiah aman aman saja. Lah, kalo ngikuti fatwa arab saudi tersebut kan jelas Syiah sesat dan menodai Islam (dengan menghina sahabat Nabi selain Ali). Pasti bakal dihajar -- mau organisasinya maupun orangnya.

Sekali lagi, untungnya Indonesia tidak menggunakan fatwa Arab Saudi. :D

Gitu yaaaaa ,..... iya deh , arab minded yg dimaksud adalah ngikuti fatwa arab saudi :D
Lagian topiknya juga Ahmadiyah .:P

danalingga
29-04-2011, 10:36 PM
Gitu yaaaaa ,..... iya deh , arab minded yg dimaksud adalah ngikuti fatwa arab saudi :D
Lagian topiknya juga Ahmadiyah .:P

Makanya jangan asal main sambar aja bro. Kan saya dah jelas-jelas merefer ke komen hajime_saitoh dan juga menuliskan Arab Saudi minded -- bukan arab minded.

hajime_saitoh
02-05-2011, 05:13 PM
waduh jauh banget jaadi OT ya..

Dadap serep
03-05-2011, 10:28 AM
Makanya jangan asal main sambar aja bro. Kan saya dah jelas-jelas merefer ke komen hajime_saitoh dan juga menuliskan Arab Saudi minded -- bukan arab minded.

Rasanya yg saya samber pemberangusannya kok ,...............:D lainnya sih sampingan :P

Jadi kalau back to topik , yg judulnya "Memusuhi komunitas Ahmadiyah" , yg sudah "diberangus" dibeberapa propinsi , silahkan ajukan "pembelaan" mumpung pemerintah lagi buying time mengenai masalah Ahmadiyah ini dengan munculin masalah NII :D