PDA

View Full Version : Yang Hobi Gowes



cha_n
29-05-2011, 12:37 AM
Abis dari toko sepeda, sejujurnya ga hobi sih ::elaugh:: tapi karena dimintai tolong nemenin belanja buat aksesoris sepeda (pakaian + sepatu) baru ngeh, ternyata ada ya barang2 macam begonoh?

melongo memperhatikan sepeda yang harganya mencapai 50jt
ternyata ada sepatu khusus buat sepeda
ada tambahan buat sadel sepeda supaya ga sakit
celana khusus buat sepeda
dll dll

hmmm...

etca
29-05-2011, 12:42 AM
*ngelirik mmbah pasing,

mbaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh sepedamu yang buat trekking itu harganya berapaan??

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/189769_1006047610904_1816326812_9285_7049345_n.jpg
nyolong dari fesbuknya mbah pasing
ga nyana beliau menempuh medan laga seperti itu,
kalau sepedanya ga kokoh dan nyaman, dah bakalan semplok duluan :))

ancuur
29-05-2011, 12:49 AM
http://www.electricbikee.com/wp-content/uploads/2009/01/go-cycle-electric-bike.jpg

ini asyik yg pake batre.. klo capek bisa ngaso..
n bisa di lipet2 masukin ke dalam mobil... :jempol:

ancuur
29-05-2011, 12:50 AM
*ngelirik mmbah pasing,

mbaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh sepedamu yang buat trekking itu harganya berapaan??

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/189769_1006047610904_1816326812_9285_7049345_n.jpg
nyolong dari fesbuknya mbah pasing
ga nyana beliau menempuh medan laga seperti itu,
kalau sepedanya ga kokoh dan nyaman, dah bakalan semplok duluan :))

ini mah mountain bike..??? hrs bener2 hobby.. :jempol:

Ronggolawe
29-05-2011, 12:52 AM
Beli saja sepeda lipat atau fixie, sekitar 1jt-an sudah bagus.

etca
29-05-2011, 01:13 AM
http://diditho.net/2007/06/08/perlengkapan-sepeda-gunung/

sumber mah ditulis tahun 2007, otomatis harga tahun segitu

Perlengkapan Sepeda Gunung
s

http://lh4.google.com/image/didithoe/RmQIigBJIpI/AAAAAAAAAMg/LGM6JqC5Fzg/s288/mtb%20disc%20brake%20letourdotcomdotau.jpg
Rem Cakram (Disc Brake).
Seharusnya perangkat ini bukan kategori perlengkapan , tetapi karena pernah memiliki pengalaman buruk dengan v-brake. akhirnya saya masukkan saja ke dalam daftar.
Harga mulai: Rp.450.000,- an


http://lh6.google.com/image/didithoe/RmQI_ABJIzI/AAAAAAAAANw/6IFE12mo6yg/s288/mtb_helmet.jpg
Helm (Helmet).
Perangkat yang wajib untuk melindungi aset di tubuh kita yang paling berharga. Berat dan bentuk helm satu sama lainnya bisa beragam. pilih yang cocok untuk anda.
Harga mulai: Rp 95.000.- an


http://lh3.google.com/image/didithoe/RmQI0QBJIsI/AAAAAAAAAM4/5uEd5YcTMW4/s288/mtb%20glove%20blbikeshopdotcom.jpg
Sarung Tangan (Glove).
Berbagai tipe sarung tangan digunakan untuk melindungi tangan dan agar tangan tidak cepat lelah. Sarung tangan ini ada yang memiliki bantalan busa, kulit sampai ke gel.
(non gel)Harga mulai: Rp 35.000,- an(gel) Harga mulai: Rp 150.000,- an


http://lh3.google.com/image/didithoe/RmQI0QBJIrI/AAAAAAAAAMw/5XaHGo6p-2Q/s288/mtb%20folding%20tools%20westbrookcyclesdotcodotuk. jpg
Rescue tools (allen key plus set).
Perangkat ini harus selalu kita bawa saat bersepeda, berguna untuk menyelesaikan masalah pada sepeda kita. Biasanya berupa gabungan kunci L (allen key) dan kunci lainnya. Kebanyakan baut pada sepeda gunung hanya bisa dikerjakan dengan kunci L.
Harga mulai: Rp.25.000,- an


http://lh6.google.com/image/didithoe/RmQI_ABJIyI/AAAAAAAAANo/uUNNozza6FU/s288/mtb%20tire%20lever%20mscddotedu.jpg
Pengungkit ban (tire lever).
Berguna untuk membuka ban luar bila ban kia kempis. Biasanya dijual bersama dengan perangkat penambal ban seperti lem, amplas dan penambal.
Harga mulai: Rp.20.000,- an


http://lh4.google.com/image/didithoe/RmQIigBJIoI/AAAAAAAAAMY/tujtQRoQ4b4/s288/mtb%20chain%20tools%20sheldonbrowndotcom.jpg
Pemutus rantai (chain tool).
Berguna untuk memutuskan dan menyambung rantai sepeda. Sangat mungkin dalam sustu perjalanan bersepeda, rantai tiba-tiba terputus.
Harga mulai: Rp.20.000,-an


http://lh3.google.com/image/didithoe/RmQI0QBJIvI/AAAAAAAAANQ/FvV_y0wYkP0/s288/mtb%20pump%20bromleybikedotcodotuk.jpg
Pompa (pump).
Perlengkapan wajib bila harus memompa ban di tengah hutan (jauh dari peradaban). Biasanya alat ini memliki penampang untuk di kaitkan pada frame sepeda.
Harga mulai: Rp.25.000,-an


http://lh3.google.com/image/didithoe/RmQI0QBJItI/AAAAAAAAANA/qSuHeHJRwkY/s288/mtb%20inner%20tube%20probikeoutletdotcom.jpg
Ban dalam (inner tubes).
Walaupun pengunkit ban (tire lever) biasanya dilengkapi dengan alat tambal ban. Lebih baik membawa ban cadangan sendiri. lebih cepat dan ringkas. Sewaktu membeli perhatikan ukurannya, pastikan sesuai dengan ukuran ban luar.
Harga mulai: Rp 12.000,-an


http://lh4.google.com/image/didithoe/RmQIigBJIqI/AAAAAAAAAMo/8eSyl1FLk0k/s288/mtb%20firstaidkit%20safetystoredotcom.jpg
First Aid Kit.
Aktifitas bersepeda, apalagi di pegunungan atau di perbukitan biasanya diwrnai dengan kejadian jatuh dari sepeda atau jenis kecelakaan lainnya. Yang wajib dibawa adalah perban, perekat,gunting, obat merah dan alkohol.
Harga mulai:



http://lh5.google.com/image/didithoe/RmQPnwBJI1I/AAAAAAAAAOA/xdE2M4aYNWY/s288/mtb%20hydration%20pack%20groovytribedotcodotuk.jpg
Hydra Pack atau botol minum.
Air adalah sesuatu yang wajib dibawa sewaktu bersepeda. Entah menggunakan botol atau hydra pack. Hydra pack adalah tempat air yang satu paket dengan tasnya, memiliki selang yang menjulur melewati punggung, tujuannya agar mulut kita dapat mengkonsumsi air dari selang. note: karena harganya mahal,kebetulan saya belum punya http://diditho.net/wp-includes/images/smilies/1.gif . Kapasitas air yang bisa ditampung antara 1,5- 2 liter.
Harga mulai: Rp 250.000,-an


http://lh6.google.com/image/didithoe/RmQN6ABJI0I/AAAAAAAAAN4/3BHSJe-9ezk/s288/mtb%20shimano%20pedal%20icycleusadotcom.jpg
Cleat Pedal System.
Sistem pedal khusus yang memiliki fungsi pengait ke sepatu. Dengan menggunakan pedal jenis ini, telapak sepatu tidak mudah terlepas dari pedal, sehingga tenaga yang disalurkan ke pedal lebih efisien. Penggunaan alat ini perlu latihan, seringkali pengendara sepeda terjatuh hanya karena tidak sempat melepaskan pengait sepatu dari pedal ini.
Harga mulai Rp 155.000,- an

etca
29-05-2011, 01:13 AM
lanjutannya :
http://lh6.google.com/image/didithoe/RmQI_ABJIwI/AAAAAAAAANY/SYvhPeKfLxo/s288/mtb%20shoes%20rakutendotcodotjp.jpg
Sepatu MTB.
Untuk menggunakan cleat pedal system, diperlukan sepatu khusus juga. Sepatu ini mirip sekali dengan sepatu hiking, bedanya bagian telapaknya lebih keras (sangat kaku) dan memiliki besi pengait (cleat) di bagian telapak depannya.
Harga mulai Rp 350.000,- an


http://lh4.google.com/image/didithoe/RmQIigBJInI/AAAAAAAAAMQ/HkKuQqAN_1I/s288/mtb%20cellphone.jpg
Handphone.
Perangkat ini harus selalu di bawa, agar dapat menghubungi teman atau keluarga terdekat bila terjadi sesuatu. misalnya tertinggal rombongan atau nyasar di hutan http://diditho.net/wp-includes/images/smilies/1.gif
Harga mulai: Rp .. “coba ingat2 waktu itu beli hpnya berapaan? http://diditho.net/wp-includes/images/smilies/1.gif


http://lh3.google.com/image/didithoe/RmQI0QBJIuI/AAAAAAAAANI/km1Bzrf7jE0/s288/mtb%20mudfender%20bicyclebuys.jpg
Penahan lumpur (mud fender).
Penahan lumpur untuk roda depan yang dipasang di bagian bawah frame bukanlah untuk gaya-gayaan. Perangkat ini berguna untuk melindungi mata dari cipratan lumpur dan kerikil. Sangat berguna bagi yang menggunakan kaca mata minus yang biasanya tidak memiliki kacamata khusus.
Harga mulai: Rp 35.000,- an


http://lh6.google.com/image/didithoe/RmQI_ABJIxI/AAAAAAAAANg/5h7NGgoreFw/s288/mtb%20sunglass%20goutah.jpg
Kacamata Sport.
Sangat disaranan untuk menggunakan kacamata sport untuk melindungi bagian penglihatan dari berbagai ancaman. misalnya jatuh di bagian muka, kerikil, lumpur dan lain sebagainya.
Harga mulai: Rp 30.000, -an (beneran..coba aja cek di abang2 pinggir jalan..)


http://lh3.google.com/didithoe/Rq2PkM7910I/AAAAAAAAAUU/ALj1w8MssnA/s144/swedish%20jersey.jpg (http://picasaweb.google.com/didithoe/BlogStuff/photo#5092884605736703810)
Jersey.
Baju khusus untuk bersepeda ini biasaya terbuat dari bahan yang elastis (mudah melar) dan memiiki banyak bolongan di bahannnya. Sangat nyaman digunakan untuk bersepeda, Bila kepanasan di siang hari, bahan baju ini cepat melepas panas di tubuh.Harga mulai: Rp 100.000, -an


http://lh3.google.com/didithoe/Rq2PkM791zI/AAAAAAAAAUM/RvCqJVpy8oI/s144/bicycle%20short.jp (http://picasaweb.google.com/didithoe/BlogStuff/photo#5092884605736703794)

Bicycle short.
Celana khsus bersepeda ada bermacam – macam. Biasanya yang paling sering digunakan adalah model yang ketat dan satu lagi yang mirip celana pendek.
Harga mulai: Rp 60.000, -an

ancuur
29-05-2011, 02:12 AM
mantab dah etca... itu perlengkapan profesional :jempol:

cha_n
29-05-2011, 02:30 AM
tadi nemenin beli
1. sepatu khusus sepeda merk sugeno kaloga salah (800rb)
sepatu ini ada pelatnya (blm ngerti buat apaan)
2. celana khusus (bukan yang ketat, tapi ada bantalan) 225rb

nanya2 bajunya, mulai 125rb

wow...

ancuur
29-05-2011, 02:38 AM
tadi nemenin beli
1. sepatu khusus sepeda merk sugeno kaloga salah (800rb)
sepatu ini ada pelatnya (blm ngerti buat apaan)
2. celana khusus (bukan yang ketat, tapi ada bantalan) 225rb

nanya2 bajunya, mulai 125rb

wow...

sepatunya mahal amat !!
kalah sepatu golfku.. cuma 600rb :luck:

deddy
29-05-2011, 02:53 AM
yang hobby gowes gowes mbah pasing nih sudah jelajah di kaltim.... masuk hutan keluar hutan.....

cha_n
29-05-2011, 08:36 PM
jadiii sapa bilang ini hobi murah ixixixixi

tapi kalo kelas cere ya paling modal sepeda aja sih, err ama helm deh, buatk keliling komplek doang

etca
29-05-2011, 08:39 PM
ama sepokaattt chann, sepokaaatt.. juga.
masak mau pake sendal jepit :lololol:

cha_n
29-05-2011, 10:49 PM
masa mau keliling komplek doank musti pake sepokat mahal begono? yang ada ga bakal kupake2, dipajang doang *masih miskin :P
mungkin bisa sepatu biasa aja, yang buat lari atau aerobik :D

etca
29-05-2011, 10:50 PM
lah biarpun sepatu jogging, aerobik atau buat jalan,
kan teuteup juga butuh sepokat :P

ndugu
29-05-2011, 11:23 PM
Weh, mahal amat aksesoris2nya
Itu buat yang serius nih dengan medan gak beraspal :cengir:

pasingsingan
30-05-2011, 12:03 AM
hmm ....
rupanya ada yng colek2 hobi gw dimari yak :sambit etca:

sepeda gunung dulu dikenal dng istilah ATB (All Terrain Bike)
belakangan kian populer dikenal dng MTB (Mountain Bike)
ada tiga varian sepeda gunung menurut spesialisasi pemakaiannya
- Cross Country a.k.a XC
- All Mountain a.k.a AM
- Down Hill a.k.a DH

CIRI PHISIK

* sepeda XC -- Hard Tail (menggunakan suspensi depan/suspension fork)
http://gallery.mtbr.com/data/mtbr/500/pendrel_bike11.jpg

* sepeda AM -- Full Suspension (menggunakan suspensi depan dan belakang)
http://images.jensonusa.com/large/bi/bi291t03.jpg

* sepeda DH --- Full suspension (khusus suspensi depannya menggunakan long travel)
http://files.myopera.com/badmadcyclist/blog/Morewood_DH_proto.jpg


HARGA SEPEDA

harga sepeda MTB ditentukan oleh:
1. jenis frame material (carbon, aluminium, chromoly)
2. komponen drivetrain (merek dan level pemakaian)
3. suspensi (merek dan sistem peredamnya)
4. braking sistemya (cantilever, V-brake, disc brake)

ndableg
30-05-2011, 12:27 AM
Wedeh2.. emang musti ga tanggung kalo hobi.. Kalo saya mah buat kendaraan ngantor aja..

Alip
30-05-2011, 12:40 AM
Cuma social biker...

Cuma punya sepeda bekas yang dipermak di bengkel... mereknya udah gak jelas... kebacanya sih kayak 'pentagon' gitu...:luck: dulu beli rangka thok, tiga ratus rebong. Tambah macem-macem, total habis enam ratus...

semua part-nya seken, kalau si bengkel ketemu barang bekas layak pake, dia telpun saya... tapi definisi "layak" di sini sering perlu diperjelas dulu:facepalm:

Beratnya minta ampun...
enam speed di belakang, tiga speed di depan... tapi mindahinnya perlu pake japa mantra sumpah serapah...:kesal:

sering saya pakai untuk kendaraan ke gym, tapi bukan ditunggangi, dia saya panggul di bahu sambil lari buat pemanasan... lumayan sampai gym bisa langsung hantam bobot gila-gilaan...
pulangnya baru gowes...:luck:

asesoris atau pakaian?
Sarung tangan merk kettler yang biasa saya pake angkat barbel...
Sepatu Vibram five fingers yang sebenarnya saya pake buat latihan silat...

Paling nggak suka kalau diajak touring sama tetangga... sasarannya bubur ayam melulu:sad:

pasingsingan
30-05-2011, 12:40 AM
............. edited (dobel post)

pasingsingan
30-05-2011, 12:42 AM
Wedeh2.. emang musti ga tanggung kalo hobi.. Kalo saya mah buat kendaraan ngantor aja..
itu sudah bagus bleg ( bike to work)
yng penting tuh sepedahannya .... bukan sepedahnya
apapun sepedahnya ..... yng penting gowesnya :mrgreen:

Alip
30-05-2011, 12:47 AM
Oom Pasing,

Itu jok sepeda begituan kok rata-rata kurus ramping begitu... mana keras lagi... ada tujuannya gak?

pasingsingan
30-05-2011, 12:58 AM
sering saya pakai untuk kendaraan ke gym, tapi bukan ditunggangi, dia saya panggul di bahu sambil lari buat pemanasan... lumayan sampai gym bisa langsung hantam bobot gila-gilaan...
pulangnya baru gowes...:luck:

wahaha
boleh juga kang alip
yng penting smangat n berbuah keringat yak
saya juga umur dah menginjak kepala lima neh
sekedar menjaga stamina dng memerangi kemalasan n kemanjaan
sejak jaman noroyono dah hobi offroad, mao maenan jeep gak kesampaian
akhirnya dilampiaskan ke sepeda offroad, yng penting genjotannya :))

pasingsingan
30-05-2011, 01:09 AM
Oom Pasing,

Itu jok sepeda begituan kok rata-rata kurus ramping begitu... mana keras lagi... ada tujuannya gak?
ada kang
dibuat sliming agar stroke kaki maksimal (krn penghalang diselangkangan kecil)
klo dibuat agak lebar/luas, posisi kaki menjadi agak ngangkang, dng begitu kurang maksimal
desian slim mengacu ke racing oriented.

dibuat agak keras, karena biking short-nya kan udah ada padnya kang?
jadi gak perlu lagi sadelnya dibuat empuk banget, krn klo sadelnya dibuat empuk
dan nyaman, gak bisa slimming lagi dong desainnya, hehe

cha_n
30-05-2011, 09:53 AM
Paling nggak suka kalau diajak touring sama tetangga... sasarannya bubur ayam melulu:sad:
persis persis

*tapi mungkin dalam hal ini posisiku adalah tetangganya um alip, yang ngajakin makan bubur ayam =))

tsu
05-02-2012, 09:05 PM
baru tau thread ini T_____T
terima kasih saya utjapkan kepada bapak kokom :D

om pasing ikutan sepedaku.com ? slogan nya itu khas banget soalnya hehehehe :D

saya juga penggemar sepeda, klo lagi nggak hujan B2W ke kantor, naek singlespeed
klo buat XC ada fulsus, spek seadanya lah, yang penting bisa menaklukan drop 1 meteran :D

pasingsingan
03-07-2012, 05:05 PM
pelanggan KM tercintah

barang siapa yng memiliki hobi/kegemaran bersepeda
khususnya sepeda gunung (Mountain Bike)

ayo jgn sungkan2 berbagi cerita/kisah dimari
baek itu mengenai sepedanya sendiri, rute yng disukai
tip n trik bersepeda serta pengalaman menarik lainnya saat bersepeda


monggo .... silakan :D

cha_n
03-07-2012, 06:27 PM
kalau di perkotaan gini ga bisa mountain bike ya um?

sarannya enaknya main sepedaan jenis apa um?

tsu
03-07-2012, 06:52 PM
loh om, AFAIK ada thread nya sepedah yah ? saya lupa sih dimana ::ungg::

@chan, klo MTB (mountain bike) bisa kok maen di aspal, cuman beberapa orang merasa nggak nyaman, karena ban nya yang gede dan bergerigi ;D
tapi klo ban nya mau diganti tipe road bisa juga kok, walopun lucu juga tampilannya ;D

klo soal tipe di aspal, yang paling enak tentunya road bike, kenceng hehehe, tapi kadang nggak nyaman juga, jadi penenganhnya adalah hybrid bike
http://farm3.static.flickr.com/2652/4004501862_ff631b3ed8_o.jpg

etca
03-07-2012, 06:54 PM
pernah ada trit sepeda di hobby, dimerger aja yah ;D

BundaNa
03-07-2012, 10:49 PM
tiap pagi sepedaan sama naomi, keliling kota sekalian ke pasar. naek sepeda mini sama lipet

pasingsingan
05-07-2012, 08:12 AM
kalau di perkotaan gini ga bisa mountain bike ya um?

sarannya enaknya main sepedaan jenis apa um?
bisa aja chan
sepeda gunung bisa disegala medan
masalahnya, klo hanya dipake diperkotaan (jalan aspal) jd aneh
pertama, geometri framenya tdk nyaman untuk rilek/nyantai
kedua, ukuran ban spd gunung rata2 penampangnya > 5 cm
ketiga, grip/kembangan ban cenderung kasar krn untuk apply di off-road
sehingga, bila digunakan dijalanan biasa jd berat.

klo untuk digunakan diperkotaan aja cocoknya ya spd urban/hybird
gambarnya spt yng diposting tsu diatas.



terima kasih cak merger threadnya
ternyata sudah pernah ada yak
(maklum dah pikun) :D

234
18-07-2012, 09:41 PM
Weh ada topik menarik neh... :mrgreen:

Kalo menurut saya sih tanggung kalo pake hybrid, kalo mau bener2 cuman main diaspal ya sekalian aja pake sepeda balap. Kalo sekedar nyantai, sekaligus begaya hehe..., ya fixie atau seli aja.

Tapi kalo pengin skali2 dipakai buat off-road ya mendingan sekalian MTB, pilih yg kelasnya light XC. Soal ban sekarang udah macem2 yg bisa dipasang di MTB untuk nyaman main di aspal, baik dari ukurannya yg relatif kecil (emang ndak sampe sekecil jenis balap dan fixie) sampai jenis kembangannya dari yg semi slick sampai yg bener2 slick. Paling ndak dengan adanya suspensi fork (depan) ndak gitu nyiksa kalo main off-road, minimal buat ngaprak kluar masuk kampung di jalanan tanah.

:ngopi:

pasingsingan
23-07-2012, 09:17 AM
nah itu dia

klo pengennya serba bisa (baca all-terrain)
sepeda MTB dibikin menyesueiken keadaan jg bisa
(spt yng direkomendasikan 234) :D

234
23-07-2012, 05:50 PM
Sebenarnya memang lebih ke persoalan fleksibilitas. Kalo peruntukannya jelas dan tetap (aspal plus XC ringan), pake hybrid masih oke juga dan jenis hybrid juga ada yg pake suspensi depan.

Tapi yg paling fleksibel serba bisa sih untuk masing2 terrain ya mesti punya masing2 satu spedah...:D

:ngopi:

pasingsingan
21-08-2012, 03:22 PM
waah ....
klo masing2 terrain kudu ada sepedanya ya cape deh (cape kantong maksudnya)
ada satu tip n trik juga yng dapat mengakomodir keinginan tsb dng lebih ekonomis
yakni, punya satu sepeda mtb (jenis hard tail) lalu dibeliken cadangan wheelset.

sehingga, satu wheelset dipasang ban offroad, satunya lagi dipasang ban semi/hybird
nah, tinggal ganti2 roda aja kan? :D

cha_n
21-08-2012, 06:05 PM
wheel set maksudnya ban ya? ::ungg::

pasingsingan
21-08-2012, 07:41 PM
bukan cumen ban
tp seperangkat roda (termasup bannya) yng siap pakai seseuai peruntukan
sehingga, klo mao ganti medan tinggal copot rodanya, ganti dng seperangkat
roda lain yng sudah terpasang ban sesuai.

234
30-08-2012, 04:27 PM
Sekedar sharing, bukan promosi merek tertentu lho, saya juga pernah nyari2 ban untuk keperluan tsb. Setelah ganti2 beberapa merek dan tipe plus nyoba punya temen2, saya merasa sreg pake Maxxis tipe High Roller ukuran 1.9".

Menurut pengalaman pribadi, itu cukup handal khususnya untuk medan daerah Jakarta dan sekitarnya baik di jalanan aspal (yg cenderung kasar bahkan tambal2an kecuali jalan protokol), track offroad seputaran Jakarta (JPG, Jatiasih, UI, dll) maupun ngaprak kluar masuk perkampungan untuk jenis medan kering (tanah keras, konblok, batu/kerikil, "polisi tidur", dan sejenisnya.)

Asal jangan nekat aja dibawa ke track seputaran Puncak hehehe...

:ngopi:

bradon heat
22-10-2012, 04:42 PM
kemaren dapet second broadway 3.0 dari temen ...
http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/550318_3840824307317_464639400_n.jpg
http://sphotos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/185152_3840832267516_511689213_n.jpg
http://sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/253195_3840826547373_1962542946_n.jpg
http://sphotos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/598756_3840829427445_820471799_n.jpg

http://sphotos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/643945_3840834187564_683836614_n.jpg
http://sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/534757_3840841907757_533117697_n.jpg

http://sphotos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/553857_3840840707727_624510249_n.jpg
http://sphotos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/23962_3840835547598_713082670_n.jpg
http://sphotos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/541124_3840842347768_984246863_n.jpg
http://sphotos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/525947_3840837027635_301260065_n.jpg
http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/554134_3840841067736_1542070992_n.jpg
http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/561971_3840843707802_764442788_n.jpg

mau tanya perawatan,
bagusnya apadulu yg penting buat dirawat ? ::maap::

etca
22-10-2012, 04:48 PM
wiihhh ada jempol.. horor banget :lololol:
sorry bradon ;D

nunggu yang lain aja, yang ngartri ttg sepedah

bradon heat
22-10-2012, 05:07 PM
^ ::ngakak2::
edit ah ::hihi:: itu terlalu "horror" ::hihi::

etca
26-08-2013, 12:58 PM
di ::KM:: ada tret tentang sepeda gak sih? gw mau tanya2 ;D

up
ini Kingform threadnya.. knp masuknya di olah raga yak,
itu di forum kamu sendiri padahal :lololol:
padahal dibilangnya hobi ;D

Kingform
26-08-2013, 01:17 PM
pantesan gw cari di galeria hobby ga ketemu ::doh:: ::doh::
perasaan dulu adanya di galeria hobby

gw baca2 dari page 1 dulu ah :ngopi:

Kingform
26-08-2013, 02:06 PM
belakangan lagi kepikiran buat bike to work
berhubung sepeda jaman sekolah udah dikasi ke orang, mau ga mau harus ngumpulin duit buat beli sepeda baru

jadi kalo mau bike to work sebaiknya pake sepeda model apa?
gw baca2 page sebelumnya ada hybrid bike segala...ga mudeng gw ;D

kemaren udah liat2 toko sepeda
ternyata merk sepeda itu macem2 yak. ada police, united, dll
tanya2 harga, harganya berkisar 1-1.5jt...ada yang sampe 2.8jt segala

ga tanya2 yang polygon...kayaknya harganya mahal tuh yg polygon ::nangis::

kalo sepeda yang harganya 1-1.5 itu udah bagus belum sih?
kalo mau beli sepeda gitu hal2 apa yang musti gw perhatiin? cara tau kualitas sepeda yang mau gw beli gimana?

summon tsu

kupo
26-08-2013, 04:24 PM
@Kingform (http://www.kopimaya.com/forum/member.php?u=195)

polygon bagus kualitasnya, dibanding merek2 nasional lain, saya lebih suka polygon.
kalau pernah tahu dulu ada speda yg ngetop banget merek federal, nah polygon ini dulunya yg bikin merk federal itu,
pabrik polygon juga bikin pesanan body sepeda buat merek2 premium di luar negeri loh..

kalau dulu polygon ngeluarin produk bike 2 work, speknya cocok buat yg mau b2w. kalau dulu sih harganya 1,7jt an .. entah sekarang berapa.. dan masih di release atau ndak itu produk.. kayaknya udah ga lagi.. kalau yg terbaru, model yg ada disekitar harga 1,5-2jt kalau ga salah sih monarch.
coba cek saja speknya di website rodalink (http://www.rodalink.com/id/bicycles.php?brand_id=1&type_id=53&page_size=48). tapi kalau belinya diluar toko rodalink biasanya bisa dapet diskon lumayan.. :)

Polygon B2W

http://i116.photobucket.com/albums/o21/wienbw/b2w-g1.jpg


polygon monarch

http://belanja.plasamsn.com/media/catalog/product/cache/1/image/9df78eab33525d08d6e5fb8d27136e95/P/o/PolygonMonarch30Gent_6.jpg

cari sepeda itu IMO yg penting adalah ukuran, ukuran sepeda disesuaikan dengan bentuk tubuh...

kalau spek , bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan dana yg ada,


ini tabel ukuran tinggi badan dan ukuran sepeda dari rodalink

http://s22.postimage.org/6h1yabqcx/Bike_Measurement.jpg

Kingform
26-08-2013, 06:03 PM
gw bingung liat tabel tinggi badan dari kupo....ga mudeng....;D

federal ya...sepeda jaman gw sekolah dulu tuh ::hihi::

kupo
26-08-2013, 06:07 PM
gw bingung liat tabel tinggi badan dari kupo....ga mudeng....;D

federal ya...sepeda jaman gw sekolah dulu tuh ::hihi::

hais.. saya yg ngasi juga ikut bingung liatnya... ::hihi::

liat yg ini saja dah... yg ini lebih umum

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRNl0zSv7FQiVnqqRUDo2-dk_x23QchU1e_ynUj051FAGwgizItLQ

http://2.bp.blogspot.com/-YEtZ1loYNHQ/TqU9qfwdrCI/AAAAAAAAAPk/JVRhJy5wyFw/s320/ukuran-rangka-image.jpg




kalau yg tabel dari rodalink itu lebih spesifik untuk produk mereka (yg dijual rodalink) disesuaikan dg tipe sepedanya.

misal mau beli tipe hardtail, dan tinggi badan bro 175cm, maka ukuran rangka sepeda yg pas itu ukuran M atau ukuran 17-18

Kingform
26-08-2013, 06:40 PM
tapi beneran, baru tau kalo sepeda ada ukurannya...
selama ini taunya cuman sepeda buat anak2 ama sepeda buat dewasa doang ;D

kupo
26-08-2013, 06:53 PM
tapi beneran, baru tau kalo sepeda ada ukurannya...
selama ini taunya cuman sepeda buat anak2 ama sepeda buat dewasa doang ;D
soalnya orang yg kakinya pendek pasti butuh ukuran yg beda dengan orang yg kakinya panjang, juga jarak antara tempat duduk ke setang kemudi dipengaruhi panjang badan dan panjang tangan, kalau posisinya ga pas, pasti cepat capek, atau malah bikin salah urat.. :)


kalau ukuran sudah pas baru dilihat butuh sepedanya untuk apa, kalau untuk B2W saja, speknya ga perlu terlalu tinggi. kalau memang khusus untuk jalan halus dan pakainya santai bisa cari tipe city bike, kalau mau mix / sewaktu2 masih pengen dipakai di jalan kasar pakai tipe hardtail (roda depan ada suspensi , roda belakang tanpa suspensi) kalau butuh cepat dan untuk jarak jauh.. bisa pilih tipe balap.

Kingform
26-08-2013, 06:58 PM
kalo yang remnya cakram itu buat apa? mountain bike ya?
city bike itu yang ga pake suspensi sama sekali?

kupo
26-08-2013, 07:08 PM
kalo yang remnya cakram itu buat apa? mountain bike ya?
city bike itu yang ga pake suspensi sama sekali?

betul ... kebanyakan rem cakram dipkai di MTB, untuk offroad, alasannya kalau lewat jalan becek, pelek sepeda gampang kotor terkena lumpur, kalau pakai rem model V pas di rem jadi licin... kalau di jalan halus/dikota kan dianggap bersih dan bebas lumpur.. ga masalah pakai rem tipe V .

citybike seperti sepedamini/ sepeda jengki, ga pakai suspensi. karena jalan di kota dianggap sudah halus/rata ga perlu suspensi lagi. yg butuh suspensi itu untuk offroad, terutama downhill.

speda dengan suspensi bisa saja dipakai di jalan halus, tapi sering terjadi efek bobbing (mengayun) yg bikin cepat capek.

coba baca2 tentang tipe sepeda disini (http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/semua_tentang_sepeda_mtb)

Kingform
26-08-2013, 08:13 PM
wah...mantep...jadi nambah ilmu soal sepeda. thx kupo
ternyata sepeda yg pake suspensi kalo dipake di jalan halus malah bikin cepet cape ya....

234
27-08-2013, 12:03 AM
^
Ndak juga. Ada kok yg bisa ngunci, baik suspensi depan (fork) maupun belakang (rearshock). *kompor* ;D

Pengin B2W yak? :jempol:

Ya udah buruan aja ndak usah nimbang2 terlalu lama ntar malah bingung ndak jadi beli lho. Kalo soal ukuran saran saya ambil alternatif pilihan ukuran terkecil aja asal masih masuk dlm range tabel yg diberikan oleh dab Kupo diatas. Lebih baik agak kekecilan daripada kegedean. Kalo pun ntar dah biasa pake lalu merasa agak kekecilan masih gampang disiasati. Kalo soal sadel tinggal ditinggiin aja. Kalo setang kurang tinggi bisa ganti yg tipe 'rise bar'. Kalo jarak sadel ke setang kurang panjang bisa dimainin di stem (ganti yg lebih panjang) maupun seatpost (ganti tipe setback). Tapi kalo ukuran kegedean susah ngakalinnya. Keuntungan lain, ukuran kecil relatif lebih enak handlingnya.

Sbg gambaran, saya tinggi 174cm merasa sreg pake ukuran 16", onroad oke offroad hayo. Ada yg 17" cuman nyaman saya pake untuk onroad aja. Dulu pernah punya 15,5" memang nyaman di offroad tapi kalo dibawa onroad lucu kayak sirkus (mendingan pake seli sekalian). ;D

:ngopi:

kupo
27-08-2013, 10:50 AM
^
Ndak juga. Ada kok yg bisa ngunci, baik suspensi depan (fork) maupun belakang (rearshock). *kompor* ;D



saya malah baru tahu ada yg bisa dikunci suspensinya... ::ungg:: keren juga, jadi bisa nyaman dipakai di dua medan...

itu suspensinya custom ya? pasti mahal dah...

234
27-08-2013, 11:41 AM
^
Built-in kok, kalo yg custom saya malah belum pernah lihat, tapi denger2 sih katanya juga ada.

Kalo soal harga relatif kok. Dulu setahuku memang hanya merek2 high-end yg awalnya keluarin fitur2 seperti itu tapi kalo sekarang merek2 low-end pun rata2 udah ada fitur tsb bahkan sudah kayak lagu wajib hampir semua merek keluarin, terutama untuk fungsi Lock, Rebound dan Suppression.

Tapi itu setahuku untuk suspensi depan, kalo untuk suspensi belakang kayaknya masih dimonopoli oleh merek2 high-end dus harganya ya selangit. Meskipun ada juga yg versi low-end tapi saya ndak sarankan krn kualitasnya pokoke ndak recommended lah. Tapi ndak tau juga ya sekarang soale saya udah ndak pernah mantau lagi udah 'kapok' ndak mau upgrade2 sepeda lagi. Eman2. ;D

Terakhir untuk fork saya beliin buat sepeda anakku sekitar 4th lalu masih dapat di kisaran 600K udah maknyus udah RLS (Rebound, Lock, Suppression). Saya lupa merek n serienya (RST?) soale sepedanya ada di Jogja kemarin dibawa anakku. Kondisi sampe sekarang masih oke.

Ngomong2 ttg Jogja saya jadi ngiler pengin nyobain trek Merapi. Denger2 ada banyak, menyusuri bekas aliran lahar waktu meletus lalu. Masih ada/ramai ndak, dab?

:ngopi:

thin.king
27-08-2013, 11:49 AM
om jisamsu, kalo milih type sepeda, tinggi rendah jalan berpengaruh ga sih, atau cuma liat kondisi aspal/tanah aja.

misal jalannya naik turun bukit terus menerus tapi aspal mulus, pakenya XC, AM, atau malah City Bike. ::ungg::

234
27-08-2013, 12:53 PM
^
Kalo medannya aspal semua apalagi aspalnya mulus ya cocoknya road bike (sepeda balap). City bike untuk jalanan di perkotaan aja, artinya ndak banyak naik-turun.

Tapi itu juga masih tergantung maksud n tujuannya bersepeda. Kalo ngejar cepat ya road bike. Kalo butuh unsur rekreasinya saya prefer XC. Memang ndak sekenceng road bike, tapi untuk medan aspal naik-turun bukit (pegunungan) justru bisa jadi lebih menikmati pemandangan. Road bike posisi gowesnya membungkuk ya jelas kurang nyaman kalo pengin sambil liat kiri-kanan menikmati pemandangan.

Kalo AM ya jelas ndak cocok. AM kelasnya udah diatas XC untuk medan offroad yg lebih berat. Udah condong main turunan kayak DH. Kalo untuk tanjakan ya jelas bisa bikin gempor.

Antara XC dgn AM ada kelas semacam 'interface' yaitu trail bike. Saya pribadi suka seri ini (punya 1) krn saya anggap paling fleksibel setidaknya menurutku. Medan XC oke, medan AM masih bisa ngimbangi, bahkan untuk onroad masih lumayan oke asal pake jenis ban yg pas, suspensi depan-belakang bisa di-adjust.

:ngopi:

Kingform
27-08-2013, 01:00 PM
^
Ndak juga. Ada kok yg bisa ngunci, baik suspensi depan (fork) maupun belakang (rearshock). *kompor* ;D

Pengin B2W yak? :jempol:

Ya udah buruan aja ndak usah nimbang2 terlalu lama ntar malah bingung ndak jadi beli lho. Kalo soal ukuran saran saya ambil alternatif pilihan ukuran terkecil aja asal masih masuk dlm range tabel yg diberikan oleh dab Kupo diatas. Lebih baik agak kekecilan daripada kegedean. Kalo pun ntar dah biasa pake lalu merasa agak kekecilan masih gampang disiasati. Kalo soal sadel tinggal ditinggiin aja. Kalo setang kurang tinggi bisa ganti yg tipe 'rise bar'. Kalo jarak sadel ke setang kurang panjang bisa dimainin di stem (ganti yg lebih panjang) maupun seatpost (ganti tipe setback). Tapi kalo ukuran kegedean susah ngakalinnya. Keuntungan lain, ukuran kecil relatif lebih enak handlingnya.

Sbg gambaran, saya tinggi 174cm merasa sreg pake ukuran 16", onroad oke offroad hayo. Ada yg 17" cuman nyaman saya pake untuk onroad aja. Dulu pernah punya 15,5" memang nyaman di offroad tapi kalo dibawa onroad lucu kayak sirkus (mendingan pake seli sekalian). ;D

:ngopi:
iya...mau buat B2W
kemaren udah sempet liat2 di toko sepeda, buat nge-cek kisaran harganya
ini lagi mulai nabung buat beli sepedanya



^
Built-in kok, kalo yg custom saya malah belum pernah lihat, tapi denger2 sih katanya juga ada.

Kalo soal harga relatif kok. Dulu setahuku memang hanya merek2 high-end yg awalnya keluarin fitur2 seperti itu tapi kalo sekarang merek2 low-end pun rata2 udah ada fitur tsb bahkan sudah kayak lagu wajib hampir semua merek keluarin, terutama untuk fungsi Lock, Rebound dan Suppression.

merk itu ngefek ke kualitas ama daya tahan sepeda gak sih?
kalo ga ngefek banyak mau beli yang murah2 aja ;D

lha wong paling sepeda buat B2W doang kok...bukan buat offroad

kupo
27-08-2013, 01:06 PM
^


Ngomong2 ttg Jogja saya jadi ngiler pengin nyobain trek Merapi. Denger2 ada banyak, menyusuri bekas aliran lahar waktu meletus lalu. Masih ada/ramai ndak, dab?

:ngopi:
iya, denger2 dulu rame.. tapi entah sekarang ...

saya biasanya cuma sepedaan di sekitar daerah perumahan saja, ndak pernah sampai naik merapi segala , takut lututnya lepas .. ::oops::

234
27-08-2013, 04:12 PM
@ Kingform

Ya jelas ngefek, tapi kalo menurut saya dua merek yg udah disebut diatas (United dan Polygon) udah bagus kok dan dua2nya cukup teruji minimal udah dapat nama di kalangan para goweser meskipun Polygon masih lebih sedikit 'diatas'. Kalo menurut saya pilih salah satu dr kedua merek itu aja. Dua2nya cukup bandel asal rajin2 dirawat. Kalo kurang paham atau ndak sempat waktunya bisa rutin (misalnya 3bln sekali) dibawa ke bengkel untuk disetel n dibersihin, paling2 sekali setel 20ribu aja kok asal ndak ganti spare parts.

Untuk kenyamanan, kalo mesti ganti spareparts, menurutku prioritas pertamanya di komponen2 yg langsung bersentuhan dgn anggota badan aja dulu misalnya sadel, pedal dan handgrip (pegangan stang). Ketiga komponen itu relatif murah dibanding komponen lain tapi fungsinya sangat penting. Itu untuk menghindari seperti kesemutan diseputar bokong, telapak tangan dan sekitar telapak kaki. Tapi sebaiknya dicoba dulu yg udah ada, kalo gejala n tanda2 gangguan tsb muncul baru dipikirkan untuk diganti yg cocok. Masing2 orang berbeda tergantung bentuk dan postur orangnya maupun teknik/gaya gowesnya.

Ok, selamat bergowes ria... :jempol:

:ngopi:

---------- Post Merged at 02:12 PM ----------

@ Kupo

Sama dab, saya kalo ke Merapi juga belum tentu kuat palingan banyakan nuntunnya. ;D Dulu waktu masih hiperaktif (2006-2009) saya juga lebih banyak main onroad B2W rutin dibanding main offroad belum tentu seminggu sekali. Apalagi sekarang udah semakin balung tuwo. :))

Tapi sbg bagian dari aktifitas rekreasi saya memang suka nyoba trek maupun rute2 baru. Terakhir kemarin ke Jogja (awal Juli) saya nyobain ngaprak sendirian pake sepeda anakku ke seputaran gunung Sempu, Slarong, Mrisi dan sekitarnya aja rasanya dah puas banget hampir setengah harian dari pagi sampe sore. Medan aspal naik-turunnya jalannya dah bagus plus mblasak2 offroad nya juga manteb. :)

:ngopi:

kupo
27-08-2013, 04:13 PM
^^ setuju... kalau saya dari pertama beli langsung saya kasi cover sadle biar pantat ga semutan... ::oops::

https://s4.bukalapak.com/system2/images/2/7/9/7/5/0/9/large/WhiteBackground_velo_cover_sadle.jpg?1375685694

tsu
29-08-2013, 10:58 PM
Kingform

wahahaha, sori King, ga mampir2

anw, kayanya sudah dibahas semua sama 234 dan kupo, ikutin aja sarannya ;)
pada prinsip nya sih, sepeda apapun bisa dibuat B2W asal rider nya merasa nyaman itu aja

klo Cross Country, All Mountain, Downhill, apalagi Freeride itu butuh spek2 khusus
klo "cuman" B2W, mau seharga 1 juta sampe 100 juta sama aja IMHO, cuman yang 100 juta bikin cape, cape takut klo ilang wkwkwkwk

klo saya sih, make Polygon Heist 1.0 seharga 1,5 juta, tapi udah dimodif singlespeed soalnya niatnya sepedaan doang, males mikir oper2 gigi wkwkwkw
http://img.photobucket.com/albums/v680/minase_nayuki/polySS001.jpg

---------- Post Merged at 08:58 PM ----------

oh and btw.... if i were you... i would completely disregard that saddle cover
lebih baik sisihkan duit lebih buat beli saddle yang sesuai kontur tubuh

kupo
30-08-2013, 11:27 AM
@Kingform (http://www.kopimaya.com/forum/member.php?u=195)
oh and btw.... if i were you... i would completely disregard that saddle cover
lebih baik sisihkan duit lebih buat beli saddle yang sesuai kontur tubuh

cara milih sadel yg cocok gimana sih? .. saya coba ganti yg lebih bagusan tetep aja pantat saya ga kuat kalau terlalu lama duduk di sadel yg keras.. pemecahannya kl buat saya ya pakai cover yg gel..

saya pakai polygon quatro, tanpa modif.. cuma ditambahin bel sama tas di bawah sadel aja.. :)

http://dennyraditya73.files.wordpress.com/2011/08/quatro.jpg
Kingform kemaren saya ke toko sepeda.. polygon B2W ternyata masih ada , cuma harganya sekarang jadi 2,25jt.. belom ditawar.. :D

Kingform
30-08-2013, 11:36 AM
^
fakkkk....mahal ya.....::doh:: ::doh::
kalo polygon kemahalan mungkin gw beli merk lain aja dah....

kupo
30-08-2013, 11:44 AM
^
fakkkk....mahal ya.....::doh:: ::doh::
kalo polygon kemahalan mungkin gw beli merk lain aja dah....

heist 1.0 kayak punya tsu itu murah.. cuma 1,5jt ...

234
30-08-2013, 01:19 PM
@ Kupo

Cover gel menurutku masih recommended untuk aktifitas gowes yg relatif ringan, baik itu jenis medannya maupun lamanya gowes.

Cover gel baru berasa menganggu kalo gowesnya udah lebih dari waktu tertentu meskipun ini juga tergantung orangnya. Saya pake cover gel (itupun biasanya krn istri yg pasangin dan saya males kalo mesti nyopot dulu) hanya untuk jarak dekat misalnya untuk ke warungg ato sekedar kongkow2 di lingkungan kompleks rumah. Memang empuk dan nyaman.

Tapi kalo pakenya konstan dan kontinyu paling2 saya cuma betah 30mnt udah mulai berasa ndak nyaman. Apalagi kalo medannya ndak bagus/mulus, bukannya nyaman malah 'nyiksa'.

Itu sebenarnya juga berlaku untuk jenis2 sadel yg terlalu 'tebal/empuk'. Nyaman di awal, nyiksa di belakang.

Secara umum, menurutku, semakin tipis sadel relatif semakin nyaman. Memang jadinya relatif keras (ndak empuk), tapi yg penting asal ndak kaku, harus punya sifat kelenturan tertentu (ini bisa relatif tergantung (selera) pengendaranya).

Secara khusus, pertimbangannya adalah soal bentuk. Kontur tubuh (terutama seputaran bokong) tiap orang beda2, jadi bentuk sadel yg cocokpun harus disesuaikan.

Faktor lain adalah tipe/kelas peruntukan sepedanya. Sadel yg pas untuk jenis hardtail belum tentu juga pas kalo dipasangkan di tipe fulsus, demikian juga untuk tipe rigid (tanpa suspensi).

:ngopi:

---------- Post Merged at 11:19 AM ----------

Bwt Quattronya :jempol:.

Punya saya yg Polygon tipenya dibawah itu yaitu Xtrada, sepeda jadul thn 2006 beda dgn Xtrada sekarang yg udah ada serienya (1.0 s/d 5.0). Tapi jeroannya udah habis rontok satu-persatu, tinggal framenya aja yg masih saya pertahankan soale udah termasuk 'klangenan'. Jadi jeroannya udah saya modif total.

:ngopi:

kupo
30-08-2013, 03:25 PM
Punya saya yg Polygon tipenya dibawah itu yaitu Xtrada, sepeda jadul thn 2006 beda dgn Xtrada sekarang yg udah ada serienya (1.0 s/d 5.0). Tapi jeroannya udah habis rontok satu-persatu, tinggal framenya aja yg masih saya pertahankan soale udah termasuk 'klangenan'. Jadi jeroannya udah saya modif total.

:ngopi:

Xtrada mantap.. dulu saya sempat pengen beli itu, tapi terus malah jadinya ambil quatro,
udah lama ga ngikutin perkembangan... belom lama main ke toko sepeda, lihat xtrada yg baru ada serinya 3.0 4.0 dll.. sempat heran juga.. apalagi lihat harganya.. beuh.. mahal amat yak sekarang... ::grrr::

234
30-08-2013, 05:19 PM
^
Hehe...kebalik dong sama saya. :)

Saya dulu sempet agak ragu2 antara ambil Xtrada ato Quattro dan akhirnya pilih Xtrada, tapi setelah itu agak nyesel. Waktu itu Xtrada memang lebih recommended di kalangan gowesers krn kedua tipe tsb kualitasnya dianggap ndak beda2 jauh tapi perbedaan harganya lumayan. Saya beli Xtrada 1950K sedangkan Quattro kalo ndak salah sekitar 2500K harga waktu itu (2006).

Tapi efeknya adalah kalo gowes di-mana2 ketemunya ya Xtrada lagi Xtrada lagi, si 'sepeda sejuta umat'. ::doh:: Itu yg sempet membuat saya mikir kenapa ndak beli Quattro aja yak, jadinya ekslusif jarang ada kembarannya di jalan. ;D

Btw kalo sekarang yg dijuluki sbg 'sepeda sejuta umat' merek dan tipe apa yak?

:ngopi:

tsu
30-08-2013, 09:49 PM
tetep si Xtrada, mo dipake di aspal, mo dipake di xc tetep aja bisa ;D and with minimal mod too

kemrn ada lomba XC di lokal sini, rata2 make Xtrada 5.0, emang sudah mumpuni sih, groupset Alivio pas lah

paling cuman fork yang harus di upgrade dikit, XCR IMHO masih terlalu keras, klo mo enak emang minimal Rock ShoX Tora

234
30-08-2013, 11:45 PM
Saya beli Xtrada awal 2006, masih inget persis harganya 1950K belinya di Giant bukan di toko khusus sepeda. Sekitar 1,5thn B2W rutin hampir tiap hari (jarak pp 60km) ndak ada upgrade kecuali ganti sadel n handgrip. Mulai kena 'racun' akhir 2007 gara2 mulai main offroad baru nyadar ternyata fork depan dah mati. Dapat barang seken Roxkshox seri Reba Race keluaran 2006. Ndak lama merembet ke wheelset, lagi2 gara2 ada barang seken FSA seri XC300. Beberapa kali ganti ban sampe akhirnya nemu Maxis seri highroller cocok untuk onroad maupun offroad. Merembet lagi ganti 'rise bar' plus 'stem' carbon. Handgrip nemu ODI Rouge pas banget di genggaman. Pedal dapet Xpedo titanium nancep banget di telapak kaki. Akhirnya pertengahan 2008 groupset komplit bongkar semua ganti SLX. Bawaan asli Xtrada tinggal frame doang. ;D

Racun kompor mledug makin membara gara2 mulai jajal trek seputaran Puncak. Ndak puas pake hardtail lalu ngebangun/ngerakit fulsus. Satu pake frame Giant Trance X travel 5" groupset full XT, satunya TREK EX6 groupset XTR, komponen lainnya gado2, ada baru ada seken, suspensi depan-belakang Fox, Mavic, DT Swiss, Industry Nine, FSA, Magura, Thomson, Chris King, WTB, Specialized, ODI, Kenda, dll. :cengir:

Untuk meredam Menkeu (istri) supaya ndak rewel nanya macem2 ;D saya beliin Seli DLT X-2 upgrade full Deore. Anakku saya beliin Polygon Premier upgrade pake campur2 Deore+LX. :cengir:

Itu terakhir thn 2009. Sekarang udah kapok ndak mau upgrade2 sepeda lagi. ::maap::

:ngopi:

cha_n
30-08-2013, 11:53 PM
om jisamsu ngomong apa ya... 90% saya ga paham.

pertanyaan dummies... cara pake gigi gimana ya?
saya pake polygon yang lipat, ada gigi2nya, itu aturannya gimana sih?
jangan diketawai ya

tsu
31-08-2013, 12:07 AM
aturan ? nggak ada chan, paling cuman pelan2 aja klo mo oper
karena klo seli kemungkinan besar dikasih RD Tourney (di pemindah gigi belakang ada tulisan Tourney nya nggak ?) ato malah lebih parah, Shimano TZ
itu artinya.... low end rear deraileur, jelek ? tidak juga, klo pemakaian halus2 saja ya aman kok
ndak usah kesusu hehehe, apalagi saat nanjak, let it flow ;)


Saya beli Xtrada awal 2006, masih inget persis harganya 1950K belinya di Giant bukan di toko khusus sepeda. Sekitar 1,5thn B2W rutin hampir tiap hari (jarak pp 60km) ndak ada upgrade kecuali ganti sadel n handgrip. Mulai kena 'racun' akhir 2007 gara2 mulai main offroad baru nyadar ternyata fork depan dah mati. Dapat barang seken Roxkshox seri Reba Race keluaran 2006. Ndak lama merembet ke wheelset, lagi2 gara2 ada barang seken FSA seri XC300. Beberapa kali ganti ban sampe akhirnya nemu Maxis seri highroller cocok untuk onroad maupun offroad. Merembet lagi ganti 'rise bar' plus 'stem' carbon. Handgrip nemu ODI Rouge pas banget di genggaman. Pedal dapet Xpedo titanium nancep banget di telapak kaki. Akhirnya pertengahan 2008 groupset komplit bongkar semua ganti SLX. Bawaan asli Xtrada tinggal frame doang. ;D

Racun kompor mledug makin membara gara2 mulai jajal trek seputaran Puncak. Ndak puas pake hardtail lalu ngebangun/ngerakit fulsus. Satu pake frame Giant Trance X travel 5" groupset full XT, satunya TREK EX6 groupset XTR, komponen lainnya gado2, ada baru ada seken, suspensi depan-belakang Fox, Mavic, DT Swiss, Industry Nine, FSA, Magura, Thomson, Chris King, WTB, Specialized, ODI, Kenda, dll. :cengir:

Untuk meredam Menkeu (istri) supaya ndak rewel nanya macem2 ;D saya beliin Seli DLT X-2 upgrade full Deore. Anakku saya beliin Polygon Premier upgrade pake campur2 Deore+LX. :cengir:

Itu terakhir thn 2009. Sekarang udah kapok ndak mau upgrade2 sepeda lagi. ::maap::

:ngopi:
wanjer, itu Giant total abis berapa tuh om ?
spek nya n666erii !!!!

klo saya sendiri sih, pertama beli Kona Fire Mountain Nine, OEM abis, deore full set, termasuk wheel nya
akhirnya sadar akan keterbatasan HT, saya baru melangkah ke Collosus SX 3.0, beli frame sendiri, lalu mix match SLX+deore dan Tora, all set
masih pengen beli FOX sih.... tapi kayanya keuangan dan kondisi tidak memungkinkan :D

klo si Heist beli karena bosen maen XC, pengen sepeda santai, begitu beli.... baru merasakan klo Tourney itu.... tidak enak ::doh::
ya sud, bongkar aja semua.... disuruh om ranggapanji singlespeed, ok coba
beli crank sepeda mini, lalu beli hub shimano dan single speed conversion kepunyaan surly (ini barang kecil harganya 1 juta ;D ) plus tensioner nya juga
lalu ambil fork suntour buat 700c kepunyaan temen, jadilah seperti yang di gambar

sekarang ditambahain Top peak dry bag system, lampu depan belakang sama Cyclocom

cha_n
31-08-2013, 12:13 AM
maksudku, gigi 1 itu buat apa? gigi 2 buat apa? dst. apa ada gigi khusus buat mundur juga? atau gimana? selama ini saya kalo ga gigi 1 ya 2. ga ngerti fungsinya.

234
31-08-2013, 12:22 AM
Gigi depan ato belakang? Kayaknya belakang yak? Setahuku untuk jenis seli jarang yg pake gigi depan. Gigi belakang biasanya antara 5 sampe 7. (Note: untuk MTB sekarang rata2 pake 10 gigi belakang).

Beda antar gigi pengaruhnya di speed dan keentengan gowes, semakin tinggi giginya semakin berat gowesannya tapi semakin kenceng lajunya, demikian juga sebaliknya.

Kegunaannya mirip motor/mobil. Untuk tanjakan gigi diturunkan supaya enteng, kalo tidak maka resikonya ya ndak kuat nanjak. Sebaliknya untuk jalan datar bisa dinaikkan supaya kenceng, kalo tidak maka akan ada semacam tenaga yg terbuang (analoginya ibarat kita memukul angin ato tempat kosong) malah bikin capek. Begitu juga pas pertama gowes dari posisi berhenti, pake gigi (relatif) rendah dulu baru dinaikkan untuk ngejar akselerasi. Kalo jalanan macet gigi juga bisa diturunkan, ntar pas akselerasi dinaikkan lagi.

Pada akhirnya, kapan mesti naikin gigi kapan mesti turunin gigi cukup pake 'perasaan', seperti dlm mengendarai motor/mobil. Tiap orang bisa beda2, itu pengaruh dari gaya/tipe gowes masing2.

:ngopi:

tsu
31-08-2013, 12:29 AM
yup, feeling
semua orang punya gayanya sendiri2

anw, gini aja deh Chan

http://bostonbiker.org/files/2009/12/cassette-main_Full.jpg
keliatan kan ?

ini namanya cassette, alias kumpulan gigi, dipakai untuk sepeda multispeed

gigi yang paling kecil diatas itu, yang paling berat
semakin keatas dan besar semakin enteng buat ngayuh

kapan makenya ? terserah yang gowes
seperti om jisamsu bilang, all about feeling

234
31-08-2013, 12:29 AM
@ Tsu

Harganya? Ndak enak ah kalo nyebutin angka hehe... ;D

Yg Giant Trance X masih diatas harga Honda Tiger terbaru jaman itu, yg TREK sedikit dibawahnya krn meskipun kelas komponennya lebih tinggi tapi saya banyak pake barang seken.

:ngopi:

tsu
31-08-2013, 12:32 AM
Giant Trance frame nya bagus tuh om
rear shock nya make apa ? FOX RP23 ?

saya dulu sekitar 2007-08 nyidam2 Trek8500..... dulu dapet harga 6 jeti, frame only... alamak.... beli Kona aja udah 5,5 ;D

234
31-08-2013, 12:34 AM
Yup, untuk sepeda kedua (dan seterusnya hehe...) memang lebih puas kalo merakit sendiri. Komponen bebas milih plus ukuran bisa lebih pas .:jempol:

:ngopi:

tsu
31-08-2013, 12:37 AM
yang penting itu bagaimana nego dengan "menteri keuangan" om ;D

dulu pas single, dengan cuek nya saya beli2 barang2 sepeda ;D

anw, kemaren ditawarin Federal Competition sama temen.... barang mulus, stiker ori, grupset Shimano STX campuran
pengen.....
jadi inget si Federal Rock Blazer yang sudah hijrah ke semarang..... ::doh::

234
31-08-2013, 12:41 AM
Iya, udah pake RP23. Serienya Trance X yg memang dijual frame only, bukan seri fullbike Trance X0 s/d X4. Dulu saya beli seken mulus, kenanya masih delapan koma. ;D

:ngopi:

---------- Post Merged at 10:41 PM ----------

Udah ah, ntar kena kompor mledug lagi repot saya. Saya sudah tobat sekarang. :))

tsu
31-08-2013, 01:01 AM
wahahahah sama om, gara2 thread ini saya jadi ublek2 folder terlarang.... folder poto2 sepeda2 lama saya.... ;D

Federal Rock Blazer
sepeda warisan alm.bapak

http://img.photobucket.com/albums/v680/minase_nayuki/rockblazer.jpg
awalnya

http://img.photobucket.com/albums/v680/minase_nayuki/federal.jpg
2nd form, which i deeply regret...
harusnya nda usah di cat lagi

http://img.photobucket.com/albums/v680/minase_nayuki/federal_001.jpg
final form
sekarang diungsikan ke semarang.... hiks... kangen....



Kona Fire Mountain Nine

http://img.photobucket.com/albums/v680/minase_nayuki/IMG_0232.jpg
diatas jembatan suramadu

http://img.photobucket.com/albums/v680/minase_nayuki/DSC00434.jpg
upgraded form

sudah dijual buat beli collosus


Java (generik rakitan)

http://img.photobucket.com/albums/v680/minase_nayuki/DSC00428.jpg
sepeda rakitan iseng, karena frame nya bagus
di jual skr...



Polygon SX.3.0

2007 version
http://img.photobucket.com/albums/v680/minase_nayuki/collosus.jpg
http://img.photobucket.com/albums/v680/minase_nayuki/collie01.jpg

2010 version

belum poto full
http://img.photobucket.com/albums/v680/minase_nayuki/DSC00483-1.jpg
tuh yang di lingkaran item, waktu kita naik puncak bukit Trawas Hill

cha_n
31-08-2013, 10:17 AM
ya ampun ini thread racun dunia ya ternyata.
kayaknya saya sementara ini bertahan di gigi 1 dan 2 aja hihihi.

234
iya gigi belakang. saya baru tahu sepeda ada gigi yang di depan. buat apa ya?

melihat seri gigi itu dimana ya? yang punya saya shimano. tapi ga tahu serinya

Kingform
31-08-2013, 11:45 AM
gigi depan itu buat memperberat kayuhan...sepedaku jaman sekolah dulu sih gitu

mbok jamu
31-08-2013, 11:55 AM
Sudah setahun ndak nggowes, gara-gara jatuh 2 kali karena lupa sedang pakai clip in shoes. ::doh:: Lumayan memar.

http://www.bikeexchange.com.au/dbimages/ArticleImage/53/53/display_Road_Shoe1.jpg

kupo
31-08-2013, 01:14 PM
^^ saya ga berani pake sepatu gitu, :D takut nyungsep

lagian saya sepedaannya kelas ringan.. cari yg santai2 aja, ga perlu pakai sepatu khusus.. ini malah baru mikir mau cari city bike saja yg santai..., atau mau restorasi sepeda phoenix saya yg dipake jaman masih SMP-SMA aja ya... :mikir:

234
31-08-2013, 03:41 PM
@ Chan

Iya, ada juga gigi depan. Kalo gigi belakang (cassette ato sprocket) biasanya sampe 10 gigi, kalo yg depan (crank) biasanya cuma sampe 3 gigi (bisa juga 2). Jadi kalo digabungkan, total kombinasi perpindahan giginya ada 3x10=30.

Patokannya sama, semakin tinggi semakin berat tapi kencang, semakin rendah semakin enteng tapi lambat. Gigi besar untuk ngebut, gigi kecil untuk nanjak.

Komponennya juga sama, ada shifter yg letaknya di stang untuk ngoper gigi. Shifter untuk gigi belakang biasa dipasang di kanan, untuk depan ada di kiri.

Ada deraileur (analoginya bayangkan seperti petugas KA yg memindahkan jalur rel kereta), untuk depan disebut FD (front deraileur) untuk belakang RD (rear deraileur).

Ada gir, yg belakang disebut cassette/sprocket (ada sampe 10) yg depan disebut chainring (ada sampe 3) meskipun orang cenderung menyebutnya crank secara umum. Crank sendiri sebenarnya adalah batang (logam) dudukan pedal. Komponen lengkapnya sendiri disebut crank set, terdiri dr chainring, crank, (bottom) bracket, dll kalo mau di breakdown sampe detail kecil2.

Ttg serie biasanya tertulis di shifter maupun RD, mestinya kemungkinannya dua2nya pake serie yg sama. Coba aja dicek langsung.

*maaf penjelasannya ndak pake gambar soale pake hape ndak sempet browsing nyari gambar.*

@ Mbok Jamu

Hahaha...mbak mbok top banget pake cleat. :jempol: Ayo bangun lagi mbak, mosok baru jatuh segitu aja kapok. Memar2 itu biasa kali, no pain no gain. Saya juga ada kenang2an ruas jari kelingking yg agak bejendol gara2 pernah lepas/meleset akibat jatuh, malah main sepeda (minicross) di kelas 5 SD masih menyisakan bekas luka jahitan robek diperut ndak hilang sampe sekarang. ;D

@ Kupo

Sip. "Apapun sepedanya yg penting sepedaannya". :jempol:

Saya malah sering kepikiran punya sepeda onthel, cuman sayang aja kalo nanti malah jarang kepake soale disini komunitasnya ndak serame MTB dan kalo dipaksain gowes sendirian pun medan jalannya juga kurang mendukung.

@ Kingform

Iya, apalagi untuk tipe balap memang udah dari dulu selalu pake gigi depan-belakang. :)

@ Tsu

Wuih manteb Cak spedahnya. Sayang foto2ku pada ilang semua di laptop gara2 rusak format ulang. Ntar coba saya bongkar2 lagi yg tersisa trus tak pamerin dimari kalo ketemu. :))

***
Btw saya mulai kenal gowes lagi thn 2006 setelah lebih dr 20thn brenti (terakhir ikutan lomba balap sepeda thn 1983) :cengir:

Waktu itu abis general checkup langsung kena vonis dokter. Vonisnya serem2, fungsi jantung, paru2, kolesterol, gula darah, asam urat, dll yg emang biasa mulai muncul pd umur tertentu kalo pola hidup ndak dijaga. Gejala2 dan keluhan2nya memang dah sangat berasa sering muncul, bahkan keluhannya kadang cukup lumayan sakitnya.

Setelah setahun BTW rutin pp 60km hampir tiap hari, thn 2007 saya general checkup lagi hasilnya alhamdulillah semuanya wes-ewes-ewes bablas angine.

Tekad saya, insya Allah, ndak akan pernah berhenti lagi dr gowes selama dengkul masih kuat, paling2 porsinya aja udah ndak sehiperaktif lagi kayak dulu. Plus udah kapok upgrade2 lagi kecuali komponen penting yg rusak misalnya ganti ban, mmm...kecuali ada kompor mledug lagi sih... :run:

:ngopi:

ancuur
31-08-2013, 04:08 PM
hati2 gabung dengan komunitas gowes..

temen pilot garuda ada yg beli speda yg katanya sih sekitar 60jtan..
itu pun dia beli dengan ngumpet2 agar tidak ketahuan istrinya, dia
lalu dia mencoba bergabung dgn komunitas..

begitu dia masuk komunitas, dia langsung bengong karena spedah
nya dia termasup spedah dgn golongan yg paling murah, lalu teman
nya ada yg bilang: "waduh.. masa pilot pakai spedah beginian"

selanjutnya dia minder gabung sama komunitas, dan spedahnya di
bungkus dan disimpan.. dia bilang karatan2 dehh... ::doh::

note: padahal gowes buat kesehatan bukan buat pamer :ngopi:

kupo
31-08-2013, 04:14 PM
hati2 gabung dengan komunitas gowes..

temen pilot garuda ada yg beli speda yg katanya sih sekitar 60jtan..
itu pun dia beli dengan ngumpet2 agar tidak ketahuan istrinya, dia
lalu dia mencoba bergabung dgn komunitas..

begitu dia masuk komunitas, dia langsung bengong karena spedah
nya dia termasup spedah dgn golongan yg paling murah, lalu teman
nya ada yg bilang: "waduh.. masa pilot pakai spedah beginian"

selanjutnya dia minder gabung sama komunitas, dan spedahnya di
bungkus dan disimpan.. dia bilang karatan2 dehh... ::doh::

note: padahal gowes buat kesehatan bukan buat pamer :ngopi:

setuju ... beli yg sesuai kebutuhan saja.. kalau diikuti ga bakal ada habisnya ... ::grrr::

ancuur
31-08-2013, 04:26 PM
klo gak perlu gak usah masup komunitas...
pasti ada aja yg suka iseng ngomong..kyk
adik sama tetangganya ditawarin, spedah..
bekasnya dia krna dah gak dia pakai, tapi
harganya gilaaa... 34juta

adik gue bilang buat apaan pakai yg mahal
kan yg penting olahraganya bukan spedah
nya.. tetangganya diem aja..

mungkin si tetangga itu sudah terobsesi..
sama komuntiasnya dia.. ::doh::

kupo
31-08-2013, 04:41 PM
belum tentu dok, tergantung komunitasnya. ga semuanya menyarankan pakai sepedah mahal...

saya sih ga ngomong kalau beli sepeda mahal itu jelek, kalau memang sesuai kebutuhan ya gapapa.. asal tahu spek dan kebutuhan dia itu yg bagaimana.

yg runyam kalau beli tanpa tahu kebutuhan tapi cuma karena ikut trend, atau cari status....

tapi itu pun gapapa juga... wong ada uang dan mampu beli ... -_-

tsu
31-08-2013, 05:28 PM
kayanya om ancur sudah pengalaman wkwkwk

but really, community is pain in teh @$$ klo kita ga bisa pegang prinsip, dulu ikutan komunitas CBR, isinya pamer knalpot lah, pamer stiker lah bla bla bla
ikutan sepeda juga gitu, tiap minggu ketemuan adaaaa aja yang ganti RD lah, ganti Crank lah....... bahaya ;D

@chan


Mountain bike groupsets

Current mountain bike groupsets include:

Cross country component

XTR [M980] (10 speed) – Top of the range for cross-country mountain bikes
Deore XT [M780] (10 speed)
SLX [M660] (9 and 10 speed), replaced Deore LX
Deore [M590] (9 speed) Entry level cross-country mountain bikes
Non-series (brakeparts, cranks and pedals)

Trekking component

Deore XT [T780] (10 speed)
Deore LX [T660] (9 speed)
Deore [M590] (9 speed)

Downhill/Freeride component

Saint [M820] (10 speed) – Top of the range for downhill and freeride bikes
Zee [M640] (10 speed)
Hone [M600] (9 speed) – discontinued in 2008

Recreational mountain bikes component

Alivio [M410 and M430] (8 and 9 speed)
Acera [M360 and M390] (8 and 9 speed)
Altus [M310] (8 speed)
Tourney (6, 7, 8 speed) – Includes several different levels of quality, and can be found on department-store bicycles


ini MTB range untuk merek Shimano, saya yakin se yakin2nya RD nya chan itu Tourney :D

@mbok
sepatu itu klo buat roadbike, perlu BANGET
klo buat AM apalagi DH sangat amat tidak disarankan make cleat...
di Batu kemaren, ada yang meninggal saat maen DH, why ? he's using cleat shoes ::doh::

234
31-08-2013, 05:31 PM
Semua kembali tergantung niat n tujuannya. Sepanjang sepedanya optimum kepakai menurutku ndak masalah. Tujuannya mau sehat ya bagus, untuk bersosialisasi ya positif, dst. Ikut komunitas memang salah satu sarana untuk bersosialisasi. Dan mestinya itu membuat aktifitas gowesnya jadi meningkat.

Tapi memang bener kudu hati2 pilih komunitas. Memang benar ada komunitas yg tujuannya cuman untuk pamer tok. Banyak malah. Ya ndak usah diikuti kalo komunitasnya kayak gitu.

Komunitas kayak gitu gampang diamati di tempat2 trek tertentu yg ada. Yg tujuannya main sepeda ya main sepeda, ketawa2, keringetan, memar n lecet2, itu biasa. Tapi kalo yg cuman mau pamer ya cuman kongkow cerita2 di parkiran/warung, sedangkan sepedanya masih tetap nempel di mobil ndak diturunin, ato paling diturunin doang tapi ndak digowes. Minggu depan tau2 dah ganti lagi tuh sepeda. ::arg!::

Tapi kalo saya malah merasa 'mujur' kalo ketemu komunitas tukang pamer kayak gitu. Ikutan komporin aja terus sampe mledug spy mereka mau ganti sepeda ato minimal upgrade spareparts nya. Kita tinggal tampung aja komponen2 sekennya. Harganya bisa miring abis! ;D

Dan saya bisa merakit sepeda ya sedikit banyaknya gara2 ada komunitas kayak gitu, meskipun ndak scr langsung. Lha komponen2 seken saya darimana asal-usulnya kalo bukan dari orang2 kayak mereka? Kalo merakit pake komponen baru semua saya juga ndak bakalan mau. Eman2. :)

Kalo ada orang yg minder krn punya sepeda 'murah' menurutku yo wis ndak usah ikutan komunitas, cukup sepedaan sendiri aja. Tapi kalo males gowes sendirian yowis itu artinya dia memang ndak cocok buat main sepeda. Mungkin dia lebih cocok mancing. Mancingnya di laut. Saya jamin dia ndak bakalan minder lagi lha wong komunitasnya cuman sama ikan paus. ::hihi::

:ngopi:

---------- Post Merged at 03:31 PM ----------

@ Ancuur

Kalo di golf, komunitas yg cuman buat jor2an aja ada ndak, Om?

:ngopi:

tsu
31-08-2013, 05:58 PM
golf bukannya lebih gila
pamer stik, sepatu sampe pamer caddy... ;D

anw, yah emang betul, intinya harus bisa pegang prinsip, klo bisa ya memanfaatkan situasi seperti om jisamsu ;D
komunitas saya sekarang enak sih, komunitas anak kantor, anak muda2 yang bisa menaklukan uphill/downhill bukit2 di pacet dan trawas cuman dengan modal polygon premier ;D;D

ancuur
31-08-2013, 06:03 PM
kayanya om ancur sudah pengalaman wkwkwk



gak jga, kebetulan aja tadi kerumah adik.. dan aku liat ada spedah baru..
kebetulan ceritanya konek.. makanya ane nimbrung.. dan pernah denger
temen pilot jga ngobrol ttg. kegiatannya waktu gak terbang ::cabul::



@ Ancuur

Kalo di golf, komunitas yg cuman buat jor2an aja ada ndak, Om?

:ngopi:

di golf memang ada.. tapi klo golf yg penting bukan clubnya..
tpi total score stelah finish, dan siapa yg paling bagus scorenya..
gue pake club antik "Honma" yg semi pro ordered di jepang..
temen ada lagi yg lebih canggih.. sampe clubnya dipesen pakai
lapisan mas murni.. tapi memang permainannya gak pernah baik
dan gak pernah maju2, krna dia cuma "show up" doang..

trs alasan dia: "club ini masih baru dalam tahap percobaan..."
kita2 main sama dia bukan sekali dua kali, dan dia selalu kalah
kita2 cuma selalu memuji: "mari kita coba club mahalnya lagi"

btw busway pernah coba clubnya dia, memang mantab surantab
dianya aja yg gak bisa main... ::doh::

cha_n
31-08-2013, 07:17 PM
AM ama DH itu apa?
pake sepatu itu yang ada mur-nya itu buat yang gimana?

tsu
saya lihat kalau ga salah ada tulisan TZ. itu tourney ya?

tsu
31-08-2013, 09:05 PM
http://www.bicyclebuys.com/productimages/1010959.jpg

kaya gitu ?

yep, itu Tourney TZ

mbok jamu
01-09-2013, 08:55 PM
@ Mbok Jamu
Hahaha...mbak mbok top banget pake cleat. :jempol: Ayo bangun lagi mbak, mosok baru jatuh segitu aja kapok. Memar2 itu biasa kali, no pain no gain. Saya juga ada kenang2an ruas jari kelingking yg agak bejendol gara2 pernah lepas/meleset akibat jatuh, malah main sepeda (minicross) di kelas 5 SD masih menyisakan bekas luka jahitan robek diperut ndak hilang sampe sekarang. ;D

Tengkyu. Mudah-mudahan ndak kapok, Om. ;D Ada sekitar 3-4 tahun mbok nggowes ke kantor karena rumah waktu itu masih deket kantor. Lumayan bolak-balik 10km, transportasi sekalian olah raga. Tapi sejak pindah rumah jaraknya jadi 10 kiloan dan traffic-nya lumayan padet. Mbok belum pede, apalagi kalau pakai cleat. Mbok juga pernah kecelakaan naik sepeda waktu kecil, mencium aspal sampai bibir harus dijahit. Sempat dibully gara-gara luka itu dan trauma beberapa tahun naik sepeda. Mbok mau bangun lagi tapi sepertinya di cycling track dulu. ::grin::


@mbok
sepatu itu klo buat roadbike, perlu BANGET
klo buat AM apalagi DH sangat amat tidak disarankan make cleat...
di Batu kemaren, ada yang meninggal saat maen DH, why ? he's using cleat shoes ::doh::

OMG, bahaya banget pakai cleat buat DH. ::doh::

Iya, mbok pakai buat roadbike, ke kantor atau di cycling track. Memang enak banget buat latihan otot-otot kaki terutama paha karena gerakan mengayuhnya beda dengan memakai sepatu biasa. Tapi reaksi harus cepat kalau ada pejalan kaki dengan earphone dan sibuk texting tiba-tiba nyebrang ndak lihat-lihat. ::grrr::

234
02-09-2013, 12:36 AM
Fungsi utama dari cleat adalah untuk memaksimalkan pedaling (kayuhan) dus untuk mempercepat laju sepeda melalui kayuhan. Dgn cleat, bentuk kayuhan bukan hanya berupa downstroke (menekan pedal kebawah) tapi juga berupa upstroke (menarik pedal keatas). Misalnya ketika pada posisi pedal kanan diatas maka kaki kanan bisa melakukan downstroke sementara pada saat bersamaan kaki kiri melakukan upstroke. Demikian seterusnya bergantian layaknya siklus melingkar yg saling membantu untuk menghasilkan tenaga optimal.

Dari situ aja udah terlihat bahwa cleat memang peruntukannya bukan untuk DH yg dari namanya aja (downhill) dah jelas ndak butuh kayuhan untuk ngejar speed. Tanpa dikayuh pun sepeda udah melaju dgn sendirinya krn efek grafitasi (menurun). Pedaling hanya sekali2 dibutuhkan misalnya ketika perlu sebuah hentakan ketika hendak menaklukkan rintangan tertentu. Karena itulah sepeda DH ndak butuh gigi banyak2, bahkan bisa single speed (ndak pake gigi), atau kadang cukup 2 gigi belakang aja.

Memang, disamping fungsi utama diatas, cleat juga bisa berfungsi (minor) untuk kestabilan/keseimbangan dimana telapak kaki tetap nempel di pedal shg ndak ada resiko terlepas/terpeleset. Tapi dalam kondisi tertentu, dimana keseimbangan udah ndak bisa dipertahankan lagi, pada saat 'jatuh' ndak bisa terelakkan lagi, maka pada saat itulah cleat menjadi sesuatu yg sangat berbahaya. Butuh kemampuan refleks yg lihai untuk melepaskan cleat. Pada saat adrenalin memuncak, dalam kondisi kritis bahkan mungkin panik, hanya refleks yg sangat terlatih menjadi satu2nya tumpuan harapan, baik itu refleks dlm hal melepaskan cleat maupun refleks untuk bisa 'jatuh dgn benar'.

Btw saya juga ada pedal clipless (untuk dudukan cleat shoes) tapi ndak saya pasang meskipun cleat shoes (lebih tepat cleat sandals) nya kadang saya pakai di pedal biasa (flat). Krn saya gowes lebih bersifat rekreasi, bukan lomba, perasaan malah jadi ribet kalo pake cleat.

***

AM ama DH itu apa?
AM = All Mountain
DH = Die Hard eh Downhill ;D

Keduanya sudah sedikit disinggung di hal 1 trit ini oleh Kang Pasingsingan.

AM kurang lebih sama dgn XC (Cross Country) tapi untuk medan yg lebih berat. Antara XC dgn AM dikenal juga kelas Trail Bike. Kadang ada yg menyebut ini 'kelas banci' ;D krn dianggap kelasnya tanggung, tapi saya pribadi justru suka. Giant Trance X yg saya ceritakan sebelumnya itu masuk kelas trail bike ini. *meskipun saya laki2 tulen lho* :mrgreen:

DH kadang diplesetin jadi Die Hard krn memang tergolong kelas paling ekstrem. Benar2 sangat memacu adrenalin. Keselamatan menjadi faktor utama. Ada aturan tak tertulis pengendaranya 'wajib' mengenakan pengaman komplit, mulai dari sarung tangan, helm full face plus kacamata googles, knee/elbow pad (pelindung lutut/siku), sampe leat brace (pelindung leher), dll. Meskipun mengaku laki2 tulen saya mendingan angkat tangan kalo disuruh main kelas ini. Umur ndak bisa bohong. ;D

Antara AM dgn DH ada kelas yg disebut Freeride. Udah condong mirip2 DH krn sama2 menaklukkan medan turunan, bukan tanjakan. Bedanya, Freeride lebih mengedepankan unsur 'akrobatik'. Ibaratnya, kalo DH langsung main lompat (drop off) aja bahkan bisa sampe 3m ketinggiannya kalo yg ekstrem, kalau Freeride medannya sering dibuat persis setelah turunan langsung dibuat tanjakan pendek shg pengendaranya bisa ancang2 melakukan lompatan 'akrobatik' (misalnya gaya salto) untuk menaklukannya. Sama2 memacu adrenalin, dan sama2 saya ndak berani. ;D


pake sepatu itu yang ada mur-nya itu buat yang gimana?
Silahkan lihat penjelasan ttg 'cleat' sebelumnya.

:ngopi:

cha_n
02-09-2013, 03:09 AM
wow informasinya keren. cukup lengkap buat saya yang benar2 buta.

bahas sedikit soal pakaian dong. saya pernah ke toko sepeda, rodalink kalau ga salah, waktu itu diminta belikan baju untuk bersepeda, juga sepatunya. kriteria baju dan sepatu yang baik apa ya?
untuk santai saja sih sebenarnya. ga sampai yang extreme2 gitu

234
02-09-2013, 04:28 PM
^
Terus terang saya ndak banyak pengalaman kalo soal pemilihan pakaian maupun sepatu. Bahkan yg saya pilih biasanya malah cenderung 'menyalahi aturan'. Saya ndak pernah pake pakaian ketat krn malah merasa terganggu, apalagi dg bobot tubuh sekarang krn porsi gowes udah berkurang jadi badan agak bengkak. Jadinya ndak pe-de kalo pake ketat. ;D

Untuk alas kaki saya malah prefer pakai jenis sandal gunung apalagi kalo lagi gowes sendirian. Sandal khusus (pake cleat meskipun ndak saya pasangkan ke pedal) hanya saya pake kalo main offroad bareng2 soalnya ndak enak kalo terlalu ketinggalan dibelakang rombongan. Kalo secara umum, hindari yg sol-nya terlalu empuk soalnya sayang bisa cepet rusak tergores pedal. Sol yg keras/kaku disamping lebih awet juga lebih bisa menyalurkan tekanan optimal ke pedal. Beberapa merek umum (Nike, Adidas, dll) udah keluarin tipe untuk gowes baik tipe cleat maupun biasa. Kalo merek khusus (Shimano dll) harganya masih relatif lebih mahal.

Berikut ini saya C&P ttg tips dan petunjuk umum pemilihan pakaian dan sepatu untuk gowes...

Ada banyak jersey (pakaian sepeda) yang dapat dipilih. Tetapi jangan asal pilih jersey. Jersey didesain dengan bahan khusus untuk kenyamanan pengguna, jika salah pilih tentu saja kenyamanan Anda akan terganggu. Berikut beberapa tips untuk memilih pakaian sepeda.

1. Lihat Bahan Jersey

Bahan utama jersey sepeda ada 3 jenis. DryFit, Micro Fiber Eyelet atau Cotton-dri. Sebelum ditemukan ketiganya, pembuatan pakaian olahraga berbahan dasar spandex atau lycra, yakni gabungan dari polimer poliuretan poliuretan secara kopolimer (ikatan yang sama). Kain spandex cukup lentur namun tidak terlalu tahan lama, kalah dengan lateks alam. Selain itu sedikit menyerap panas, sehingga cepat berkeringat.

Jika Anda akan memilih pakaian sepeda, pilihlah dari ketiga jenis bahan di atas. Bentuknya mirip dengan serat, namun cukup lentur. Ketika dipakai, jersey ini terasa dingin, tidak panas. Apalagi iklim Indonesia yang cukup tropis, produksi keringat tubuh mudah sekali jika terkena sengatan matahari langsung.

Juga ketika Anda melakukan perjalanan dengan jarak menengah atau jauh, dan tidak menduga adanya panas yang tiba-tiba maka pemilihan jersey ini sangat berpengaruh. Jersey yang baik dapat menjaga kelembaban tubuh pemakainya. Keringat yang dikeluarkan oleh tubuh diserap langsung oleh jersey kemudian mengalirkannya ke luar dan menguapkannya, sehingga tubuh tidak berpeluh keringat.

2. Lihat Bentuk Desain Jersey

Pakaian sepeda (jersey) didesain sedemikian serupa untuk kenyamanan penggunanya. Desain tersebut meliputi panjang jersey ke bawah di bawah pantat, yang berfungsi menutup tubuh bagian bawah dari sengatan matahari karena sering persepeda membungkuk ketika sedang bersepeda.

Hal kedua adalah adanya risleting yang melintang di depan dari atas ke bawah memotong jersey. Pembuatan desain semacam ini untuk menanggulangi perpindahan panas yang berlebihan dari pengguna. Ketika pengguna mengalami over heat (kelebihan panas), risleting dapat dibuka. Hindari jersey yang tanpa risleting karena Anda akan tidak nyaman jika pada keadaan terlalu panas.

Bagian desain yang lain yang patut untuk diperhatikan adalah kantong belakang. Kantong belakang dapat digunakan untuk menaruh minuman. Desain disengaja ditaruh di belakang karena jika peletakkan di depan, akan mengganggu kenyamanan dalam bersepeda, juga dimungkinkan minuman tumpah.

3. Pilihlah Jersey Sepeda Ketat

Jangan khawatir jika Anda terlalu panas, uraian di atas telah menjelaskan bagaimana desain jersey dan bahan jersey sebagai penanggulangan panas tubuh dan keringat yang keluar. Pemilihan pakaian yang sedikit ketat dan melekat di tubuh dimaksudkan untuk mengatur hambatan (gaya gesek angin).

Untuk perjalanan dekat, pakaian tidak terlalu menentukan. Tetapi untuk jarak jauh seperti keluar kota atau jalan mendaki, hambatan angin yang besar akan menguras tenaga secara drastis. Untuk menguranginya digunakan pakaian yang lebih ketat. Sistem ini disebut aerodinamis, seperti pada mobil balap.

4. Pilihlah Jersey Jahitan Halus

Jahitan halus pada pakaian akan menambah kenyamanan ketika Anda bersepeda. Namun jika jahitan jersey tidak halus, tentu membuat Anda tidak nyaman, mungkin juga membuat Anda gatal dan ingin menggaruknya. Jika hal tersebut dilakukan di jalan raya tentu membahayakan nyawa Anda.

5. Pemilihan Warna

Sebenarnya pemilihan warna jersey tidak terlalu berpengaruh pada faktor kenyamanan bersepeda, namun jika aktivitas gowes dilakukan di jalan raya, hal ini cukup penting untuk dilakukan.

Warna jersey yang cerah membantu pengendara kendaraan bermotor untuk berhati–hati dan mengenali Anda sebagai seorang goweser. Terlebih jika dilakukan malam hari, pilihlah warna nite ride, yang terlihat di malam hari agar Anda tidak tertabrak oleh pengendara kendaraan motor yang tidak mengetahui Anda

6. Jangan Terpancing Harga

Banyak pakaian sepeda yang ditawarkan dengan harga yang mahal. Perlu diingat, harga mahal bukanlah suatu jaminan untuk mendapatkan jersey berkualitas bagus. Banyak jersey yang dijual murah namun berkualitas baik. Teliti dahulu sebelum membeli agar Anda tidak merasa tertipu dan juga berpengaruh pada faktor kenyamanan bersepeda Anda.
Hal utama yang perlu diketahui untuk memilih sepatu bagi pengendara sepeda gunung/mountain bike. Memiliki beberapa kekhususan tersendiri.

Bobot dari sepatu

Sisi ini cukup penting. Karena bobot sepatu dapat mencapai setengah kilogram lebih. Bila memilih sepatu untuk bersepeda, ada baiknya memilih sepatu dengan berat relatif lebih ringan. Sebelum kaki ikut terbeban ketika pengendara mengayuh pedal. Walau bobot sepatu tidak banyak berpengaruh karena kaki umumnya berada diatas pedal.

Memilih jenis tali

Jenis tali sepatu menentukan kepraktisan. Untuk kekuatan, jenis sepatu bertali memiliki kekuatan lebih baik. Tetapi sepatu sepeda gunung dengan model tali Velcro juga baik. Pilihan dapat mengaju pada keinginan penguna. Untuk medan berat dimana pengendara lebih banyak harus mendorong sepeda, disarankan mengunakan tipe sepatu dengan tali sepatu biasa.

Materi bagian atas sepatu

Beberapa produsen aksesoris sepeda mulai mengunakan bahan Gore-Tex untuk pelapis atas. Teknologi Gore-Text mampu menahan bagian sepatu agar tidak tembus oleh tetesan air, sekaligus memberikan kenyamanan sepatu agar tidak terasa panas. Keuntungan dari Gore-Tex untuk kain akan lebih cepat kering.

Materi Tapak sepatu

Ada beberapa kriteria dan kebutuhan dari bentuk tapak sepatu dan cara pembuatan.

Pilih lah sepatu dengan tapak solid. Bukan dibuat dari kontruksi pressure atau tekanan karet yang dibuat terpisah lalu disambung dengan perekat/lem untuk membentuk tapak sepatu. Beberapa produsen sepatu membuat disain untuk tapak sepatu untuk menarik pembeli. Biasanya dibagian tapak sepatu dibuat berwarna warni. Disisi fungsi terkadang produsen juga memberikan perbedaan antara 2 materi berbeda, misalnya campuran karet sintetik dan karet alam untuk mendukung kekuatan dan daya cengkram. Lalu materi karet yang ditempelkan menjadi satu dengan perekat untuk membentuk tapak sepatu.

Ada baiknya menghindari memilih bahan dengan sistem lem, karena jenis tapak sepatu yang di lem akan mudah somplak/lepas bila terkena pedal dengan gerigi tajam.

Pilihlah telapak dengan satu bahan yang solid dalam 1 bahan agar tidak mudah rusak. Dan hindari komposisi yang dibuat dengan banyak bahan perekat dan permukaan sepatu yang berlapis lapis dari beberapa lembar karet atau bahan sintetis.

Salah satu materi tapak/sol sepatu yang banyak dipakai adalah buatan Vibram. Tapak buatan Vibram banyak dipakai oleh produsen sepatu sepeda gunung dan sepatu mendaki gunung. Bahan karet Vibram lebih kuat dan lebih mengigit, sehingga banyak dipakai untuk sepatu di kegiatan alam bebas. Sol sepatu lain adalah Traxion, walau agak kalah populer dibanding sol buatan Vibram

Bentuk tapak sepatu

Menentukan hal yang satu ini tidak mutlak. Bagian ini sebenarnya tidak terlalu penting, kecuali untuk berkendara di medan licin dan tanah gembur. Bila medan yang dilalui lebih banyak melalui tanah gembur, dan licin serta berbatu. Ada baiknya mencari tapak sepatu dengan permukaan kasar. Biasanya sepatu jenis tersebut lebih berat dibandingkan sepatu yang memiliki permukaan tapak halus. Sepatu sepeda umumnya memiliki tapak keras.

Sepatu dengan leher

Beberapa produsen sepatu bahkan produsen sepeda juga mengeluarkan jenis sepatu dengan atau tanpa leher. Sepatu dengan leher dibagian pergelangan kaki dibuat lebih tinggi dari ukuran sepatu olahraga atau mirip seperti sepatu mendaki gunung. Yang menjadi pertanyaan, apakah penguna sepeda memerlukan sepatu jenis tersebut. Sebaiknya memilih sepatu untuk sepeda tanpa leher. Karena akan menganggu kaki ketika mengayuh pedal. Kecuali medan yang dilewati lebih banyak melewati medan tanjakan dan pengendara harus mendorong sepeda lebih banyak.

Gunakan sepatu dengan tapak tanpa tepian bibir lebar pada tapak sepatu.

Coba perhatikan produk sepatu khusus dari produsen sepeda. Umumnya dibuat tanpa bibir pada tapak, dan sisi bawah dibuat cembung sehingga mengurangi frisik atau gesekan pada batang crank.
:ngopi:

kupo
02-09-2013, 04:35 PM
^
Btw kalo sekarang yg dijuluki sbg 'sepeda sejuta umat' merek dan tipe apa yak?

:ngopi:

haduh, kalau dijogja sekarang campur2 banget, apalagi kalau yg komunitas spedea tiap jumat malam... kebanyakan malah sepedad onthel.. :D

tapi kayaknya kalau dilihat2 dijalan saya masih sering lihat polygon extrada

234
02-09-2013, 04:57 PM
^
Oya? Bukan Polygon Premier yak?

Btw kalo komunitas Jumat malem itu kelilingnya kemana aja tuh mas? Mubeng mbeteng yak? :)

:ngopi:

kupo
02-09-2013, 05:09 PM
^
Oya? Bukan Polygon Premier yak?

Btw kalo komunitas Jumat malem itu kelilingnya kemana aja tuh mas? Mubeng mbeteng yak? :)

:ngopi:
akhir2 ini banyak yg pakai fixie, kalau MTB yg paling banyak yg kisaran harga 1-2,5jt an tapi belom ada yg keliatan tren kayak xtrada dulu

premier banyak juga yg pakai, B2W juga.

sepedaan jumat malam, saya ga pernah ikut, jadi ga tahu pasti jalurnya tapi muternya emang disekitar malioboro , jl mataram, kotabaru, ... tiap jumat malam macetnya parah.. ::doh::

mbok jamu
02-09-2013, 09:04 PM
Lagi naksir yang ini, khusus buat cewek imut. Tapi kata hubby kalau mbok sudah jagoan dan bisa ganti ban sendiri. ;D

https://sphotos-a-ord.xx.fbcdn.net/hphotos-prn1/p480x480/13231_10151803299106663_1568236123_n.jpg

gembel
05-09-2013, 02:03 AM
Tadi kepaksa Bike2Work, lumayan keluar banyak keringet tapi sayang was-was sama mobil dan motor. Apalagi debunya, buanyak banget. Walhasil, banyak kerugiannya Bike2Work daripada keuntungannya.

bradon heat
05-09-2013, 09:28 PM
Tadi kepaksa Bike2Work, lumayan keluar banyak keringet tapi sayang was-was sama mobil dan motor. Apalagi debunya, buanyak banget. Walhasil, banyak kerugiannya Bike2Work daripada keuntungannya.

motor/mobil gak masalah ...
yg jadi masalahnya ya asep/debu , percuma sepedaan tapi kena ispa ::arg!::

234
06-09-2013, 04:22 AM
Saya ndak paham soal ilmu kesehatan/kedokteran mengenai sampe sejauh mana pengaruh negatif dari polusi udara kotor di jalan thd pengendara sepeda. Sudah coba baca2 plus nanya2 tetap aja hasilnya masih kontroversial.

Pihak yg kontra selalu mengajukan argumen betapa berbahayanya udara kotor di jalanan, apalagi seperti Jakarta, bagi para gowesers. Ditambah lagi kondisi napas yg cepat (ter-engah2 krn mengeluarkan banyak energi) akan semakin banyak udara kotor yg terhirup. Sebuah alasan simpel tapi menurutku sangat masuk akal. So, secara rasional saya ndak mampu membantah.

Sedangkan pihak yg pro memberikan bantahan 'teknis' dgn menyatakan bahwa kondisi paru2 yg sedang terpacu (krn ter-engah2) itu justru muncul proses 'detox' dimana kotoran dlm paru2 dibuang keluar. Dus dlm kondisi seperti itu semua udara kotor yg terhisap saat itupun otomatis akan 'terpental' semua. Secara common sense menurutku ini juga masuk akal, tapi scr teknis saya juga ndak mudeng kenapa bisa begitu. Saya bukan dokter. ::hihi::

Lalu mana yg benar? Saya agnostik eh ndak tahu, tapi saya percaya. ;D

Maksudku, saya percaya bahwa bersepeda itu TETAP SANGAT menyehatkan meskipun dilakukan di jalanan penuh polusi kayak Jakarta. Dan saya sudah membuktikannya sendiri, pernah 2 tahun nonstop (periode 2006-2008) B2W hampir tiap hari jarak pp 60km. Sekarang memang udah ndak se-hiperaktif itu lagi, tapi tetep aja gowes masih rutin jalan terus, porsi waktu dan jarak tempuhnya aja yg berkurang. :)

:ngopi:

itsreza
16-09-2013, 12:32 AM
disini ada yang pakai bike trainer? mau minta rekomendasi merk yang reliable
dengan harga perkenalan yang terjangkau, budget sub 2jt. sejauh ini sih hasil
search di bukalapak.com di kisaran itu berbasis magnet. entah bagus atau ga.
belum butuh trainer serius. pemakaian untuk latihan sehari-hari aja, di jalan
susah buat intensif.

cha_n
16-09-2013, 01:21 AM
bike trainer apa ya?

itsreza
16-09-2013, 01:32 AM
alat yang buat sepeda biasa jadi sepeda statis

ini contoh saat trainer dipasang
http://img1.wfrcdn.com/lf/49/hash/15666/7661700/1/RAD-Cycle-Products-Pro-Zone-Smooth-Magnetic-Resistance-Bike-Trainer.jpg

cha_n
16-09-2013, 01:35 AM
oalah. pernah lihat. murah kalau ga salah.

kirain sepeda anak2 yang ada dorongan di belakang

itsreza
16-09-2013, 01:42 AM
jika memungkinkan info lebih detil dong bu menteri


sepeda anak-anak sih udah ada yang model bebek

cha_n
16-09-2013, 02:08 AM
punya anakku yang model sapi warna biru. ;))

kemaren lihat di lotte bagian olahraga. bentuknya segi tiga gitu. ga sampai satu juta. tapi ga tau juga ya apakah itu yang dimaksud.

kita mention ahlinya saja tsu 234 pasingsingan

pasingsingan
16-09-2013, 11:25 AM
bike trainer sangat membantu jika
malas, lantaran mao gowes dijalanan tapi hujan
jadi bisa gowes diruangan saja, dengan ukuran berat kayuhan bisa disetel
dan timingnya bisa diset.

untuk pemanasan/strecthing sebelum berlomba.

yng bagus adlh model yng tidak bergesekan dng ban :)

itsreza
16-09-2013, 11:32 AM
Bukan cuma faktor cuaca, tapi keamanan, karena di jalan raya terlalu padat, sulit
untuk mengowes sepeda terlalu kuat. akhirnya bersepeda untuk rekreasional saja

Boleh minta contoh model yang tidak bergesekan dengan ban itu yang baik itu seperti
apa om pasingsingan?

234
16-09-2013, 12:21 PM
Wah saya belum pernah punya bike trainer jadi ndak bisa kasih banyak komentar. Kalo soal harga kisararannya menurutku sekarang ya antara 1-2 juta soalnya saya dulu (5tahunan lalu) pernah kepengin punya dan sempat nyari2 mbandingin akhirnya naksir yg harganya sekitar 850K (udah lupa mereknya) meskipun ndak jadi beli.

?Dan seingatku (setidaknya jenis yg pernah saya taksir dulu) udah ndak bergesekan dgn ban, jadi dlm hal ukuran berat kayuhan sepenuhnya tegantung pd sepedanya, tinggal mainin giginya aja.

Tapi kalo ndak salah, ada juga yg bisa disetel (biasanya memperberat kayuhan) untuk memberikan kesan se-olah2 misalnya kita sedang menempuh sebuah tanjakan. Tapi kayaknya itupun ndak perlu gesekan dgn ban deh, kalo ndak salah itu hubungannya dgn hub (as roda). CMIIW.

Kalo saran saya, coba lihat2 dulu reviewnya untuk beberapa tipe/merek (misalnya di www.bikeradar.com) untuk pilih2 disesuaikan dgn budget. ?

***

bike trainer sangat membantu jika
malas, lantaran mao gowes dijalanan tapi hujan
Setuju. Artinya, bike trainer hanya untuk sikon darurat aja, bukan mensubstitusi sepeda.


Bukan cuma faktor cuaca, tapi keamanan, karena di jalan raya terlalu padat, sulit
untuk mengowes sepeda terlalu kuat. akhirnya bersepeda untuk rekreasional saja
Kurang setuju. Kalo tujuannya untuk itu menurut saya lebih cocok beli sepeda statis aja. Setidaknya mengurangi resiko gangguan/kerusakan sepedanya krn terlalu sering dipasangkan pd bike trainer. Sepeda masih tetap bisa dipakai sekali2 kalo ada kesempatan main outdoor.

:ngopi:

itsreza
16-09-2013, 01:01 PM
Sebelum tanya di sini sudah baca beberapa review om, tapi barang yang
sesuai budget dengan review yang bagus belum dapat di pasaran, akhirnya
search via buka lapak hanya ada tipe dari minoura dan tranzx, keduanya
magnetik. kekokohan yang saya pernah lihat langsung cycleops wind lebih
baik, namun lebih berisik karena resistensi yang didapat dari udara. Saya
sengaja bertanya disini karena selama ini cukup menghindari komunitas
sepeda, terlalu banyak godaan.

Pendapat setiap orang bisa berbeda. untuk saya sendiri kerusakan pada
sepeda wajar, karena setiap parts ada umur pakai. sepeda saya bukan
sepeda mahal, ganti parts bagian dari perawatan berkala. Kalau saya pakai
cervelo s5 sih pasti dipasangin trainer fluid.

Kenapa bukan sepeda statis? Sudah dipertimbangkan sebelumnya, namun
tidak semua orang punya ruang pribadi yang cukup untuk menambahkan
sepeda statis. Rasa dari sepeda statis berbeda, dan data latihan dari sepeda
statis ga bisa saya gabung dengan data latihan yang ada :)

mbok jamu
16-09-2013, 01:15 PM
disini ada yang pakai bike trainer? mau minta rekomendasi merk yang reliable
dengan harga perkenalan yang terjangkau, budget sub 2jt. sejauh ini sih hasil
search di bukalapak.com di kisaran itu berbasis magnet. entah bagus atau ga.
belum butuh trainer serius. pemakaian untuk latihan sehari-hari aja, di jalan
susah buat intensif.

Mbok pakai trainer, tapi belinya di sini, ndak tahu apakah barangnya ada di Indonesia.

itsreza
16-09-2013, 01:42 PM
wah mbok sih latihan intensif di track sepeda juga bisa. boleh tau merk dan jenis
yang dipakai mbok apa? saya pilih beli disini biar lebih mudah, beli dari luar kena
pajak impor, salah perhitungan jadi lebih mahal.

tuscany
16-09-2013, 07:07 PM
kalo mo nggowes yang kuat mountain biking aja sekalian ::hihi::

mbok jamu
16-09-2013, 07:58 PM
wah mbok sih latihan intensif di track sepeda juga bisa. boleh tau merk dan jenis
yang dipakai mbok apa? saya pilih beli disini biar lebih mudah, beli dari luar kena
pajak impor, salah perhitungan jadi lebih mahal.

Iya, kadang mbok latihan di track tapi kalau sudah masuk musim panas mbok ndak kuat.

JetBlack - magnetic trainer harganya sekitar $150. Lumayanlah buat dipakai 3 bulanan tiap tahun.

tsu
16-09-2013, 08:50 PM
kalo mo nggowes yang kuat mountain biking aja sekalian ::hihi::

nggak juga Tusc, MTB nggak selalu lebih capek dari yang lain
klo kita main cyclocross..... capek berat -____-
http://img.photobucket.com/albums/v680/minase_nayuki/cyclocross.jpg

anw, kenapa kok make trainer ?? bukannya enak di luar langsung

itsreza
16-09-2013, 10:10 PM
tuscany: kejauhan kalau ngejar gunung, bukit juga cukup.

mbok: terima kasih infonya, ternyata ada yang jual JetBlack online di sini
sekitar 2jt, lebih mahal dari Minoura B60R. Sempat ragu dengan merk ini
karena baca review negatif, walau di bikeradar dapat nilai penuh karena
harganya. Kalau ada waktu mau cek di toko buat melihat alternatif lain.

tsu: jelas enak langsung di luar, jangankan di dalam ruangan, saya lari
di track aja bosan. Pakai trainer biar latihan lebih efektif, saya lagi ada
program latihan. Gowes di jalan raya banyak gangguan susah buat jaga
heart rate di level atas.

pasingsingan
17-09-2013, 12:31 PM
Boleh minta contoh model yang tidak bergesekan dengan ban itu yang baik itu seperti
apa om pasingsingan?

http://ep1.pinkbike.org/p4pb5657331/p4pb5657331.jpg


http://bikereviews.com/wp-content/uploads/2010/07/lemond-revolution-bike-trainer-1.jpg

itsreza
17-09-2013, 02:41 PM
itu yang di gambar LeMond ya om pasingsingan?
modelnya mirip wahoo kickr, tapi jauh diatas budget,
kalau ga salah sekitar $400, entah di sini berapa, pilih
yang murah aja dulu deh

234
17-09-2013, 05:13 PM
Wusss...mantabs. Kalo itu sih kayaknya memang pas banget...

untuk pemanasan/strecthing sebelum berlomba.
Kalo sekedar untuk dipakai di dlm ruangan kalau saya eman2. ;D

:ngopi:

tuscany
17-09-2013, 08:09 PM
tuscany: kejauhan kalau ngejar gunung, bukit juga cukup.


ya mereka bukannya sodaraan? I mean, kalo jalannya asal nggak flat aja nggak harus gunung bukannya kerja keras tuh otot.

kalo maen di lumpur sih kotor om tsu. coba sepedaan di pasir deh, bakal kerja keras juga tapi tetap bersih.

pasingsingan
18-09-2013, 11:18 AM
itu yang di gambar LeMond ya om pasingsingan?
modelnya mirip wahoo kickr, tapi jauh diatas budget,
kalau ga salah sekitar $400, entah di sini berapa, pilih
yang murah aja dulu deh
betul
itulah model yng tdk bergesekan dng/mengkorbankan ban belakang
aplikasinyapun bisa dlm kamar atau diteras/halaman rumah :)

itsreza
18-09-2013, 12:11 PM
^^
tunggu sepeda dan pemiliknya naik kelas dulu deh om, baru
pilih model trainer yang lebih baik.

tuscany, beda, gunung naiknya 1 jam, bukit 1 menit.
bisa kerja lebih keras dengan fixed gear, tapi kalau
pindah gigi ke yang ringan waktu naik, ga pengaruh ;D

pasingsingan
18-09-2013, 02:51 PM
Racun kompor mledug makin membara gara2 mulai jajal trek seputaran Puncak. Ndak puas pake hardtail lalu ngebangun/ngerakit fulsus. Satu pake frame Giant Trance X travel 5" groupset full XT, satunya TREK EX6 groupset XTR, komponen lainnya gado2, ada baru ada seken, suspensi depan-belakang Fox, Mavic, DT Swiss, Industry Nine, FSA, Magura, Thomson, Chris King, WTB, Specialized, ODI, Kenda, dll. :cengir:

Untuk meredam Menkeu (istri) supaya ndak rewel nanya macem2 ;D saya beliin Seli DLT X-2 upgrade full Deore. Anakku saya beliin Polygon Premier upgrade pake campur2 Deore+LX. :cengir:

Itu terakhir thn 2009. Sekarang udah kapok ndak mau upgrade2 sepeda lagi. ::maap::

:ngopi:

hmm.....
klo udah nyampe taraf ini mah
levelnya dah advance neh
dlm arti hobi berat alias freak :-?


btw basway
sy maseh penasaran n pengen cobain
trek AM disekitaran kopeng, saltig n blabak

itsreza
18-09-2013, 03:08 PM
level om 234 sih udah tinggi, kalau sekarang lagi kapok upgrade
tinggal tunggu aja kompor mledug lagi ;D

pasingsingan
18-09-2013, 03:44 PM
@reza:

maksudnya nunggu om 234 bosan
trus ente siap mo jadi tukang tadahnya yak?

itu kan ilmu dia, masa mao ente terapkan ke dia? ::takmungkin::

itsreza
18-09-2013, 05:30 PM
om pasing, maksud saya sekarang om 234 lagi semedi
tapi namanya bom waktu, sewaktu-waktu bisa meledak,
nanti balik rajin upgrade lagi. tinggal tunggu pemicunya ;D

kalau penadah masih susah, beda aliran om, saya suka
aksesoris standar bawaan pabrik, paling kalau ada rejeki
lagi mau pasang power meter, udah deh.

234
18-09-2013, 06:03 PM
Yg TREK udah bablas 2thn lalu buat beli beras. ;D Seli udah bonyok2 jadi mainan offroad si bontot ::doh:: gara2 mboknya ndak pernah pakai. Premier udah mabur ke Jogja dibawa anak mbarep.

Sekarang tinggal Xtrada sama Trance. Ntar deh saya ngais2 nyari dulu gambarnya buat tak pamerin dimari. :D

@ Itsreza
Kayaknya untuk saat ini beneran kapok ::maap:: tapi masih punya mimpi kalo nanti anak2 dah bisa disapih saya pengin mledugin kompor lagi. ;D

@ Pasingsingan
Jangankan trek AM, lha wong trek aspal naikin Telomoyo aja kayaknya asik banget tuh pemandangannya. Adem. ::cabul::

http://1.bp.blogspot.com/-UspL-2R9nGo/UKC6Nbah7zI/AAAAAAAAAL4/MDjuwsvQ2-E/s320/IMG_3643.JPG
lengkapnya disini (http://kerehore-mtb.blogspot.com/2012/11/gowes-telomoyo-unnes-sekaran-kopeng.html)
*jadi inget jadul latihan naik dari Pakem sampe Kaliurang, sayangnya pake sepeda balap jadi ndak bisa mblasak2* ::arg!::

:ngopi:

itsreza
18-09-2013, 06:20 PM
saya pengin mledugin kompor lagi. ;D

mantap om, ini baru semangat api tak pernah padam ;D

mbok jamu
18-09-2013, 07:58 PM
Di kampung sini ada jembatan asik buat yang hobi nggowes. ::hihi::


http://4.bp.blogspot.com/_E-hssDElat4/S_CTvYSw_cI/AAAAAAAAFYQ/R0XX_oH17PY/s400/Gateway+Bridge+Opening+Day.jpg

pasingsingan
18-09-2013, 10:49 PM
saya suka
aksesoris standar bawaan pabrik, paling kalau ada rejeki
lagi mau pasang power meter, udah deh.
sebenarnya pengertian komponen standar pabrik itu tdk ada
yng ada adlh assembly option untuk menyesuaikan pasar
misal produk POLYGON genre XC HARDTAIL type COZMIC
dibuat strata COZMIC cx 1.0, 2.0, 3.0, 4.0 dst
pdhl dari sisi frame material n disain adalah sama
COZMIC cx 4.0 di fit up dng komponen klas menengah, jadilah dng harga high-end
COZMIC cx 3.0 di fit up dng komponen mix , sebagian klas menengah,sebagiannya lagi
klas dibawahnya, maka jadilah dng harga mid-end.

mengapa dibuat demikian?
krn untuk varian itu POLYGON pengennya menjangkau segmen mid-high
untuk pasar yng low-mid, dia pasti dah punya racikan/varian tersendiri

kesimpulannya
fabrikan sepeda itu sejatinya hanyalah memproduk frame
sedangkan pilihan/opsi penggunaan kompenen pendukung
merupakan bagian dari market strategy mereka.


234:
secara brand image, bukannya TREK kastanya lebih tinggi dari GIANT?
kok malah TREK-nya yng diswap ke sembako? ;D

refrensi telomoyonya kok banyakan jalan rayanya di?
maksudku rute AM yng full off-road (blusukan melalui bbrp pedukuhan kecil)
trus, tau-tau finishnya disebuah kademangan yng ada warung makan n penginapannya :-?

itsreza
18-09-2013, 11:13 PM
terima kasih om pasing buat penjelasannya, iya sih memang komponen dari satu
sepeda bisa dibuat beberapa produsen. jadi istilah yang mungkin lebih bener itu
mungkin komponen bawaan/ stock component ya

pasingsingan
18-09-2013, 11:25 PM
@reza:

betul
jd, untuk tipe dan kwalitas frame yng sama
POLYGON bisa pasarkan dng harga yng berbeda
tergantung segmen mana yng hendak dijadikan target penguatan.

ada fabrikan merek A
ketika perush tempat sy kerja pengen order partai besar (ribuan unit)
dng spesifikasi sesuai dana yng tersedia, dilayani/dibikinkan jg kok?
asal varian framenya sesuai produk mrk yng ada dipasaran.

misal,
sy mao frame-nya yng tipe X, trus groupsetnya campuran anu dan anu, wheelsetnya anu bisa gak?

mrk jwb, bisa pak, klo ambilnya sekian unit tak kaseh harga sekian, klo cuma sekian unit tak kaseh sekian

234
19-09-2013, 12:06 AM
secara brand image, bukannya TREK kastanya lebih tinggi dari GIANT?
kok malah TREK-nya yng diswap ke sembako? ;D
TREK nya kurang sreg dipakai soale ngerakitnya waktu itu buru2. Kelasnya masih light XC (serie Fuel EX6), ukuran frame agak kekecilan (15,5"). Mestinya sih seatpost bisa diakali pake tipe setback dan stem bisa pake minimal 90mm tapi akhirnya ndak sabar asal beli yg ada aja. Rearshock juga masih pake Fox RP2 yg travelnya masih lebih pendek dibanding RP23 yg dipasang di Giant. Kalo soal kualitas jeroannya sih emang edan2an kebetulan pas dapet pretelan barang seken. Drivetrain dapet full XTR, brakesetnya Magura Marta, hub+spoke Industri Nine, rim DT Swiss, headset Chris King, dll sampe sadelnya aja dapet barang seken WTB Rocket V Stealth Titanium. Hahaha...pokoke edyan kabeh lah ;D Sempet mau dijual pretelan spy masih bisa ambil beberapa komponennya tapi begitu ada yg minat beli utuh yo wis dilepas aja daripada kelamaan keburu sembako langka. :))

Kalo yg Giant Trance X ngerakitnya bener2 puas krn dari mulai beli frame (16") sampe jadi fullbike butuh waktu sampe 10 bulanan. Rencana dan itung2annya bener2 mateng. Jadi meskipun kelas komponennya XT plus wheelsetnya Mavic tapi hasil akhirnya bener2 wusss...wusss...pokoke manteb tenan. :))


refrensi telomoyonya kok banyakan jalan rayanya di?
Ho'oh kang, namanya juga cuman nyomot dari blognya orang. ::hihi::


maksudku rute AM yng full off-road (blusukan melalui bbrp pedukuhan kecil)
trus, tau-tau finishnya disebuah kademangan yng ada warung makan n penginapannya :-?
Maksudnya pedukuhan di wilayah tanah perdikan Pangrantunan? Wah bisa reunian sama adi Sora Dipayana tuh. Nginepnya di Banyu Biru aja di pendoponya angger Gajah Sora. :lololol:

:ngopi:

pasingsingan
19-09-2013, 10:45 AM
234:
Nah kan?
itu TREK kwalitas/levelnya sudah senopati
btw itu FUEL ex6 dan TRANCE x genrenya maseh sama kan (xc fullsus)?
krn menilik disain travel forknya disekitaran 100 – 120mm

Sy jg pernah punya TREK 9500 fullsus (seri alloy)
beli jaman noyorono (1996) , saat itu kira2 setara US$ 1,300 (gendong sendiri dari sebrang)
sudah dipake anjrut2an/bedigasan sak puasnya, akhirnya nganggur n teronggok digarasi
krn problem bushing rear shock-nya koplak tdk bisa diatasi/dimodiv. Dan lagi disain framenya
blom mengakomodir disc brake system, jadinya malas mao ngoprek, effortnya terlalu besar.

Belakangan ada temen yng naksir berat (dah lama ngincar rupanya)
krn gak tahan diintimidasi terus, yowislah pas pindahan rumah tahun kemarin tak kasih
alasan pembelinya mao dikirim ke jawa/dioprek untuk dijadikan barang vintage.

Sbg gantinya sy meminang SANTACRUZ heckler
eh, blom 2 taon dipake anjrut2an di kawasan bromo rear shock RP23-nya dah jebol
kemungkinan besar ada kesalahan setting, bawa ke dealer FOX ongkos perbaikannya
sudah mendekati harga beli barunya ..... doh mateng aku ::doh::

krn dah trauma pakai RP23, akhirnya coba pakai DHX-RC4
ternyata setingnya lebih ribet dari RP23, sekitar 2 bulanan baru ketemu fine tune-nya
sekarang sudah mak nyoss klo dipakai gowes AM semi DH. Wis embuhlah di, prasaan tambah tua
kok tambah neko2 , tadinya hanya pengen sekedar menghangatkan badan, melemaskan otot
gowes sejurus dua jurus untuk menghambat kepikunan, eh kok malah ndodro jadi pethakilan.




maksudku rute AM yng full off-road (blusukan melalui bbrp pedukuhan kecil)
trus, tau-tau finishnya disebuah kademangan yng ada warung makan npenginapannya
Maksudnya pedukuhan di wilayah tanah perdikan Pangrantunan? Wah bisa reunian sama adi Sora Dipayana tuh. Nginepnya di Banyu Biru aja di pendoponya angger Gajah Sora.
wuekekek ..... uhuk uhuk, cah gemblung ki
ya itu, masalahnya blom punya link pertemanan dng komunitas daerahnya Sora Dipayana
klo bang wetan, daerahnya Ra Kuti dan Nambi (Bromo-Tengger-Semeru sampai Ijen)
70% sudah sy jelajahi rute AM-nya.

234
19-09-2013, 12:31 PM
^
Hahaha...trimo nyerah aja aku... :maap::maap::maap: Saya mainnya cuman seputaran Puncak aja kang, itupun dah brenti 3 thn lalu, sekarang lebih suka ngaprak sendirian seputaran Depok-Cibubur-Cibinong-Sentul-Parung dsk udah ndak pake pecicilan ajrut2an lagi. Masih kalah dibanding minicross waktu SD berani drop off 1,5m (crosser Satya Sunarso itu dulu musuh bebuyutanku main minicross waktu kecil, bapaknya Adam SO7 itu dulu juga pecicilan orangnya) :mrgreen: Kalo onroad dulu pernah jajal rute JKT-SBY pas Tour de Jawa thn 1983 alias jaman Togog masih ada di khayangan. ::hihi::

BTT, Fuel EX6 cuman sekelas Anthem kang, travel rearshock nya masih dibawah 4" (kalo ndak salah malah cuman 3,1"? udah lupa aku). Untuk main light XC masih oke tapi kalo medannya dah setara trek AM udah mulai mpot2an brasa banget di bokong. Kalo kualitas bahan untuk frame memang saya akui TREK top banget. Meski catnya dah baret lecet2 tapi frame ndak ada penyoknya sama sekali. ::up::

Sedangkan Trance X udah termasuk kelas TB (trail bike), rearshocknya udah 5", memang masih dibawah Reign yg udah 6" keatas untuk full AM. Kelebihan yg saya rasakan dr Trance X adalah fleksibilitasnya. Diadu nanjak sama Anthem di trek XC masih berani, sementara kalo main di trek AM masih ndak malu2in. Dibawa onroad malah bisa nggleleng buat gaya2an :)) Tapi kalo main di treknya kakang yg udah semi DH apalagi suruh ngelawan Santacruz ::takmungkin:: ya mending tak lempar aja tuh sepeda trus aku lari kebawah baru deh bisa nglawan. :lololol:

:ngopi:

crashed brain
07-03-2014, 11:37 AM
mbah pesing pancen oye..
lihat foto2 beliau lagi down hill jadi kagum.. (y)

cha_n
10-03-2014, 05:21 PM
dengan kelas yang hampir sama, mending pilih mana polygon, wimcycle atau united?

kupo
10-03-2014, 05:57 PM
polygon, finishing dan pengerjaan nya (menurut saya) lebih baik dibanding 2 merek yg lain.

tapi secara umum (di kelas yg hampir sama) kualitas ke 3 merek itu ga berbeda jauh. jadi daripada liat merek, sebaiknya liat saja kebutuhannya untuk apa. cari merek yg menawarkan spek yg paling sesuai, dengan harga yg yg paling kompetitif. :)

cha_n
11-03-2014, 04:35 PM
makasih um kupo
akhirnya beli yang kayak gini

http://polygoneeimages.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/images/5241/sierra_lite.png

tapi warna biru

kupo
11-03-2014, 04:48 PM
makasih um @kupo (http://www.kopimaya.com/forum/member.php?u=1416)
akhirnya beli yang kayak gini

http://polygoneeimages.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/images/5245/sierra_litei3.png

mantap, city bike... buat dalam kota emang paling enak sepeda kayak gini.. :jempol:

cha_n
11-03-2014, 04:49 PM
ho oh, ntar mau beli baby carrier-nya juga pasang dibelakang. jadi bisa buat jalan2 ama bocah ;)

pasingsingan
28-05-2014, 09:33 AM
crashed brain


mbah pesing pancen oye..
lihat foto2 beliau lagi down hill jadi kagum.. (y)
sekedar untuk menjaga kebugaran dan menghambat kepikunan ;D


apapun jenis dan merek sepedanya

yng plenting, keep pedaling for healthy :mrgreen:

nerve_gas
17-07-2014, 07:10 PM
belum jadi pengikut setia Bike To Work, tapi pernah beberapa kali naik sepeda ke kantor, yang berujung pada ngos2an setiap kali nyampe.

sebenarnya, agak2 gak paham juga sih soal "gimana harusnya" kalau mau Bike To Work. Karena awalnya "yang penting keringetan"

In short, tinggi saya 175 cm, dan berat 110 kg (yes, obesitas. I know). punya sepeda (gratisan, bokap dapet door prize) merek Polygon, seri Monarch 1. jarak ke kantor lk. 7 km, jadinya PP 14km.

selebihnya, pake perlengkapan seadanya. helm diskon di gramedia, masker yang biasa dipake sambil motoran, celana pendek yang ada di rumah, sepatu converse, dll.

tapi, demi memuluskan langkah untuk menurunkan berat badan yang terlalu berlebihan ini, semangat lagi untuk Bike To Work. Jadinya, baru sekarang mikir soal perlengkapan. semoga teman-temin di sini bisa membantu.

1. Sepeda.
Untuk ukuran badan yang jumbo seperti saya, apakah Polygon Monarch 1.0 sudah cukup untuk Bike To Work? Apakah perlu mengganti sepeda atau memodifikasi? Just FYI, sepeda yang saya miliki belum saya ubah sedikitpun, kecuali nambah buat nyimpen botol minum. Sadel masih yang asli, stang asli, semuanya asli.

2. Baju/Clothing/Apparel
apa memang perlu memakai celana khusus bersepeda? atau cukup celana pendek biasa saja? (dengan jarak 7km). Apa perlu baju khusus atau kaos oblong cukup? apa perlu dilengkapi sweater atau baju lengan panjang?

3. Sepatu dan Helm
saya hanya memakai sepatu converse biasa dan helm diskonan. apa ini perlu diganti? pernah denger tentang sepatu SPD, yang sampe sekarang gak mudheng itu apa.

234
17-07-2014, 09:03 PM
Apapun sepedanya yang penting sepedaannya. :)


1. Sepeda.
Untuk ukuran badan yang jumbo seperti saya, apakah Polygon Monarch 1.0 sudah cukup untuk Bike To Work? Apakah perlu mengganti sepeda atau memodifikasi? Just FYI, sepeda yang saya miliki belum saya ubah sedikitpun, kecuali nambah buat nyimpen botol minum. Sadel masih yang asli, stang asli, semuanya asli.
Cukup. Teruskan aja B2W bahkan kalo perlu sampe sepedanya memang benar2 jebol. Jangan di upgrade. Kalo mau sedikit dibenahi, saran saya, coba periksa stang (lebar bentangan), hand grips (pegangan tangan pada stang), sadel dan pedal apakah nyaman dikakai,...ini terkait dengan bentuk dan ukurannya apakah sudah pas dengan postur tubuh.


2. Baju/Clothing/Apparel
apa memang perlu memakai celana khusus bersepeda? atau cukup celana pendek biasa saja? (dengan jarak 7km). Apa perlu baju khusus atau kaos oblong cukup? apa perlu dilengkapi sweater atau baju lengan panjang?
Tidak perlu. Saya dulu tiga tahun penuh (2006-2009) B2W dengan jarak tempuh pp 2x30km bahkan selama 2 tahun pertama sepedanya (Polygon Xtrada) ndak ada upgrade sama sekali. BTW jarak 7km menurut saya sangat ideal sbg jarak untuk B2W.


3. Sepatu dan Helm
saya hanya memakai sepatu converse biasa dan helm diskonan. apa ini perlu diganti? pernah denger tentang sepatu SPD, yang sampe sekarang gak mudheng itu apa.
Tidak perlu sepanjang itu untuk B2W. Saya dulu kalo B2W malah suka pake sandal gunung dan topi biasa (baseball cap).

:ngopi:

nerve_gas
17-07-2014, 09:10 PM
ah, tararengkyu om dji sam soe.

berarti selama ini saya sudah tepat ya. gak perlu tambah pernak-pernik lain.

saya sendiri cuma menambah aksesoris yang menurut saya memang penting: bel dan lampu (soalnya sering pulang malem).

oh ya, berhubung saya kadang banyak bawaan, bagusnya tas yang dipakai ketika nggowes itu yang modelnya ransel atau slempang?

234
18-07-2014, 02:17 AM
Yup, bel dan lampu, khususnya lampu belakang, memang perlu kalo gowes malam hari. Kalo tanpa lampu belakang beresiko bisa ketubruk angkot dari belakang. :)

Tas ransel lebih stabil nempel di badan dibandingkan tas slempang saat gowes. Beberapa merek lokal maupun branded udah banyak ngeluarin model ransel khusus untuk goweser. Saya pribadi prefer merek Deuter, disamping harganya relatif miring bahkan dibanding merek lokal, pilihan model dan ukurannya pun setahu saya paling lengkap. Saya sampe punya 6 macam model dan ukuran beda2 untuk merek tsb. ::hihihi::

Sebenarnya ada juga yg lebih memilih jenis tas khusus yang bisa diletakkan di sepeda, baik itu di stang, top tube ataupun (tambahan) boncengan sepeda. Ini menurutku memang cocok untuk B2W, asal bukan main offroad, krn akan mengurangi beban di badan/punggung. Saya punya satu tas formal/kantoran khusus untuk B2W-er yg bisa dicantolin di top tube sepeda tapi dulu cuma pernah kepake sekali untuk B2W soale kesannya agak2 gimana gitu :mrgreen: Mungkin jenis ini lebih cocok untuk B2W-er cewek.

:ngopi:

tsu
28-10-2014, 07:11 PM
aaah.... thread ini terlempar jauh

anw, mulai rajin bersepeda lagi, gara2 kemarin diajak (paksa ;D ) ama anak2 kantor untuk naik gunung lagi, naik gunung tanpa preparation yang baik, sepeda ga di servis dll, akhirnya malah kurang memuaskan.... udah ga jatuh aja masih bagus....

sekarang mencoba kembali merajut benang putus, ceile ;D, merakit Federal lama yang baru datang dari adik di semarang, dan membenahi MTB

thin.king
28-10-2014, 07:30 PM
Sama nih udah dua bulan ga sepedaan lg ;D
Terakhir pasca lebaran, sukses bikin sendi dekat selangkangan geser ::doh::

Ini udah sembuh total tapi belum berani sepedaan lg ;D