PDA

View Full Version : Kebun Binatang Surabaya dicap Kebun Binatang Paling Kejam



Hai_Lee
27-12-2013, 09:13 PM
The young elephant has tugged at his shackled hind leg so often that the manacles have cut through the flesh, leaving it raw.Not that freeing himself would help. A chain on his left front leg means he can move neither forwards, backwards nor sideways.The elephant’s owner has tethered the youngster because he prefers to tend to his small shop in the grounds of the Surabaya Zoo in Indonesia.Money comes first. And so, day after day, week after week, the elephant stands there, being released from his chains only at the end of each day.

Anyone finding the scene depressing, and who turns away to look for more happy animals in the zoo would eventually leave, as I did, utterly depressed.Surabaya Zoo has been branded the worst in the world and when I walked through this animal torture ground I was left in no doubt its reputation was well earned.

I live near Sydney harbour where it is a joy to watch pelicans gliding low across the waters of Blackwattle Bay. But at the Surabaya Zoo I could only shake my head in despair at the sight of more than 150 pelicans jammed into a cage, trying to share a small pool of water, so tightly packed that they could not even spread their wings, let alone fly.‘How many pelicans does this zoo need?’ I asked a keeper. ‘They’re not endangered. There’s no need to keep this many penned in.’ He knew what I said, but I received only shrugs.

Each step took me through a macabre animal dungeon. While I saw dishes of chopped vegetables for the primates, the ribs of several large animals could be seen. One camel in particular appeared appallingly thin. A capuchin monkey I came across appeared to almost plead to be released.

In another cage, a sad rhinocerous hornbill looks up at the blue sky, trying to take off from its perch, but there is no room to flap its wings.

Well over 50 animals have died here in the past three months, says Tony Sumampau, a former member of the zoo’s temporary management team, who had finally left in despair. ‘The keepers have stalls that they run selling food and drinks and it’s more important for them to make money than it is to be taking care of their animals.’The zoo, was opened in 1916 during Dutch colonial rule, and next to nothing has been done to improve it. Instead, more and more animals have been packed in.

A report by an independent team set up by Indonesia’s forestry ministry called for the animals be moved to other zoos but nothing has been done. Other zoos refuse to take the animals because of their condition and the fear that many of them carrying diseases.The state of the zoo’s animals came to world-wide attention following the death of a giraffe in 2012 that was found with no less than 20 kilograms of plastic bags in its stomach. They had blown into its enclosure and the keepers had not bothered to pick them up.

The giraffe’s death would possibly have faded from the world’s conscience had it not been for the discovery of a dead female orangutan, Nanik, in its enclosure a few weeks ago. Orangutans, an endangered species, live up to the age of 60 in captivity, but Nanik was just 12 years old when she died, a large tumour being found in her intestines.

Sitting alone is another orangutan. I cannot believe what I see – she is chewing on the yellow top of a marker pen someone has thrown at her. She pushes it forward between her lips, then sucks it back into her mouth. I fear she will soon swallow it. Beside her, rats scurry in and out of holes in an embankment. I stare at a Sumatran tiger – or rather just its face – as it peers out from behind the bars of its stone living quarters. One of its brothers, I was told, had been seriously ill with its digestive tract rotted away due to the formaldehyde-laced meat it had been fed. An African lion is reported to have died in pain, adding to the zoo’s shameful catelogue of deaths from starvation, mistreatment and other unnatural causes.
Agus Supangkat, a spokesman for the zoo, insisted conditions had improved in the past year, but accepted that ‘we also have issues’. The Jakarta Globe has reported that data it had acquired showed that 43 animals had died at the zoo between July 15 and September 17 this year. The zoo, claims however, that the animals on the list died because they were old or had diseases.
The 3,000 or so creatures that live in these appalling conditions are destined to die here, naturally or through neglect, but one thing is certain they will not die happily unless something is done urgently. A final glance at the baby elephant with three legs tethered leaves me in no doubt of that.

By RICHARD SHEARS IN SURABAYA, INDONESIA
http://www.dailymail.co.uk/news/article-2529589/Worlds-cruellest-zoo-Shackled-elephants-starving-camels-150-pelicans-crammed-one-cage-death-toll-rises-daily.html#ixzz2ogUSfs1m
------------------------------------------------------------------------------------------
Merdeka.com - Pada hari Kamis, (26/12), Media Inggris (Daily Mail) menyebut Kebun Binatang Surabaya sebagai kebun binatang paling kejam di dunia. Mengapa?

Menurut laporan salah seorang mantan petugas kebun binatang tersebut, ada lebih dari 50 hewan yang tewas dalam tiga bulan terakhir. Tahun lalu, seekor jerapah tewas karena terdapat 20 kg kantong plastik di dalam perutnya.

Kasus lain seperti kematian Rosad, seekor harimau Sumatra, yang ditemukan tewas di dalam kandangnya akibat penyakit radang paru-paru.

Cerita pilu ini juga menimpa seekor harimau Sumatera betina bernama Melani, yang bertubuh kurus kering. Ia bahkan hampir mati karena terlalu sering diberi makan daging berformalin.

http://www.merdeka.com/gaya/media-inggris-sebut-kbs-sebagai-kebun-binatang-terkejam-di-dunia.html

eve
27-12-2013, 09:21 PM
Teganyaaa.... Tapi emang gosip2nya kan bonbin memakan dana yang sangat besar untuk makanan dan merawat hewan2nya.. Gak sebanding ama harga tiket masuknya... Cmiiw

ndugu
27-12-2013, 09:34 PM
menurutku bisnis kebon binatang memang tidak bisa murni didanai oleh tiket masuk aja atopun merchandisenya, harus ada sumber lain, mungkin subsidi dari pemerintah ato sumber2 private laennya.

sebenarnya kebun binatang kupikir objektif utamanya adalah mengedukasi publik akan dunia perbinatangan dan alam. cuman, mungkin kesadaran akan kepentingan dunia perbinatangan masih blom sebegitu tinggi ya, memandang masih banyak isu2 lain yang lebih urgen ato berjangka pendek yang lebih menyita perhatian.

ndableg
27-12-2013, 10:37 PM
Yah.. paling jg yg dateng orang pacaran.. Karena sepi.

noodles maniac
27-12-2013, 10:50 PM
Sorry to say, orang-orang Surabaya nya sendiri kayaknya juga gak antusias dan cenderung skeptis sama kebun binatang ini kok. Setidaknya gitu sih reaksi temen-temen gw yang pingin gw ajak ke bonbin Surabaya, pada gak minat -_-

---------- Post Merged at 10:50 PM ----------


Yah.. paling jg yg dateng orang pacaran.. Karena sepi.

Pengalaman pribadi, bleg? :cengir:

ndableg
27-12-2013, 10:52 PM
Hush.. danau UI aja sepi.. ngapain ke bonbin.. ::hihi::

neofio
27-12-2013, 10:56 PM
mungkin jatah makanan untuk hewan di kurangi, diambil petugas ::hihi::
hewannya kurus2, gak menarik lihat hewan yg kurus, pengunjung berkurang... kesimpulannnya gaji petugas masih kurang

ndugu
27-12-2013, 11:03 PM
kalo ga dibikin menarik ya memang ga menarik ::elaugh::

kebon binatang di kampungku pun cuman miara nyamuk :cengir:
pernah malah pihak kebon binatangnya nyamperin pamanku dulu, kebetulan pamanku dulu ada kebon binatang mini (super mini, bukan sebagai bisnis utama, cuman fasilitas sampingan aja), untuk menawarkan apa beruang yang ada di kebon binatang kota bisa ditaro dibonbin mini dan dipiara oleh pamanku, biar ada temennya ::elaugh:: dan kurasa kendalanya kebon binatang kota juga ya itu, biaya dan maintenance (itu asumsiku ya) ::elaugh::

ndableg
27-12-2013, 11:05 PM
Widih.. pamanmu itu tajir nggu

noodles maniac
27-12-2013, 11:06 PM
Jadi sebaiknya kebon binatang diswastanisasi nih? ::ungg::

ndugu
27-12-2013, 11:07 PM
Widih.. pamanmu itu tajir nggu
ngga juga
tawaran itu ditolak kok ::elaugh:: ga mampu juga
lagian semuanya itu juga udah ditutup, bankrut :cengir:

neofio
27-12-2013, 11:14 PM
Jadi sebaiknya kebon binatang diswastanisasi nih? ::ungg::

seperti universitas negeri yg akan swastanisasi?::hihi::

jangan2 nanti kera bawa papan iklan atau di badan gajah di pasang LED iklan ::hihi::

tapi boleh juga swastanisasi, contohnya "sea world" (sea world swasta ya?)

itsreza
27-12-2013, 11:15 PM
dikelola secara profesional dong, macam Taman Safari Bogor.
Ragunan dan Bandung ga terurus, Surabaya hancur. kasihan
binatang di kebun binatang sekedar dijadikan objek wisata.

eve
27-12-2013, 11:31 PM
Gw kesana sekitar tahun 2000, waktu darmawisata kelas 3smp, imo waktu itu, nih bonbin bagus bangett... Bonbin gembira loka jogya aja kualah bangett... Jauhh...

Tapi itu duluuu.... Sekarang sih, (yah kira2 10an tahun kemudian), sekarang jadi bagusan bonbin gembiraloka... Karena ada pembaharuan management, renovasi, ada banyak wahana, acara, dll.... Kerennan gembira loka sekarang...
Harga tiket naik, kalau mau naik wahana beli tiket lagi, tapi sepadan lah ama kepuasannya...

Muga2 bonbin surabaya bisa diperbaiki biar kerenn jugaa....

lily
28-12-2013, 03:29 PM
Saya heran kenapa sih tuh pihak KBS ga dengan sukarela mengoper hewannya ke Taman Safari Gianyar Bali aja ? Disana gendut - gendut dan terawat binatangnya.

Daripada nyawa binatang di KBS melayang sia - sia.

Kalo saya bilang sih , kayanya tiket KBS terlalu murah kali ya , sampe ga menutupi biaya perawatan binatang dll.

Tiap liburan , tuh KBS rame banget !

Kalo saya disuruh kesana , males. Soalnya jorok dan bau.

cherryerichan
28-12-2013, 03:44 PM
mom lily g liburan? hehehe. jangan jangan mampir bentar ni ke kebin binatang surabaya?

---------- Post Merged at 03:44 PM ----------

mom lily g liburan? hehehe. jangan jangan mampir bentar ni ke kebin binatang surabaya?

lily
28-12-2013, 04:52 PM
Hihihihi liburan :)

Tapi hari ini ada keluarga pesta , jadi datang ke pesta dulu :D

Males ah ke KBS , ga ada koneksi kesana , susah kalo mo komplain :P

noodles maniac
28-12-2013, 07:41 PM
Tadi sempet nonton berita di TV Oon, bahwa dalam jangka waktu 3 bulan setidaknya 50 binatang mati. Jerapah mati ada yang di perutnya kedapetan makan sampah, harimau sumatera perutnya kempes, di kandang orang utan ada tikusnya, kandang burung bangau yang over capacity, sama gajah yang kakinya sampe luka dalam karena terlalu sering dirante. Kejem bener ::nangis::

serendipity
28-12-2013, 07:45 PM
gak usah bonbin di SBY, di Jkt juga kejam kok bonbinnya. Hewannya kurus2 kaya kurang gizi, di tambah banyak yg meninggal. Heran deh kenapa pelit banget ngasih makanan ke hewan.
Manusia kan tugasnya merawat dan memelihara, kalo gak bisa mending kasih aja ke yg bisa ngerawat ::nangis::

Hai_Lee
28-12-2013, 09:03 PM
Kebun binatang lainnya nolak hewan-hewan KBS dikirim ke mereka karena penyakitan. kondisi disana kotor banget bahkan sampe ada tikus-tikus berkeliaran
Pegawai kebun binatangnya pada buka warung-warung buat jualan. mereka lebih ngurusin duit daripada binatangnya.
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2013/12/26/article-2529589-19C17B3600000578-637_964x693.jpg
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2013/12/26/article-2529589-19C1795A00000578-272_964x749.jpg

ga malu yah, sampe disorot sama dunia begitu ::grrr::

neofio
28-12-2013, 09:05 PM
kera bnyak yg dikasih rokok sama pengunjung

lily
28-12-2013, 10:44 PM
Saya berkaca - kaca liat foto yang di post di page 1 :nangis2:

Untung ga sampe nangis hiks...

Duh manusia , kenapa kalian jahat ama binatang...

noodles maniac
28-12-2013, 11:13 PM
ga malu yah, sampe disorot sama dunia begitu ::hihi::

Mo malu gimana? lha wong emang begitu apa adanya. Gak ada yang perlu ditutup-tutupin. Bonbin begini harusnya di bawah departemen apa sih? pariwisata kah? ato Pemprov Jawa Timur? Gubernur? ::ungg::

ndugu
28-12-2013, 11:16 PM
ngga ada ya kementrian lingkungan? ::elaugh::
aktivis2 perhewanan masih kalah suaranya sih ya

noodles maniac
28-12-2013, 11:38 PM
Pemprov Surabaya terutama gubernurnya harusnya care dong dengan masalah ini, malah kalo mo mikir kepentingan dan manfaat a la politikus, ini bisa berguna banget buat pencitraan lokal dan internasional -_-

choodee
29-12-2013, 10:39 AM
Gw paling miris deh kalo ngeliat hewan2 gitu disiksa ::nangis::

Gimana ya, gw pikir rasa peduli rakyat terhadap binatang masih kuraaang banget, selain mreka masih ngurusin perut, mungkin krn tinggal di alam yg macam2 banyak hewannya jd serasa mati satupun ga papa.

Itu mgkn bonbin tujuannya bukan buat ngerawat binatang lg, tp cuman dieksploitasi buat dapet duit bak binatang sirkus.

noodles maniac
29-12-2013, 11:37 AM
Kayak gak niat gitu bikin bonbin di Surabaya, tapi malah ujung-ujungnya jadi nyiksa hewan yang ada disana, dzalim tuh ::bbb::

serendipity
21-01-2014, 02:20 PM
https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/1560597_675805505805005_1125829906_n.jpg

masih gak abis pikir ini orang-orang di KBS kok jahat banget ama binatang. Kalo gak bisa menolong dengan layak ya udah gak usah di bunuh toh ::arg!::

Kingform
21-01-2014, 02:33 PM
itu binatang2 di KBS mungkin bakal hidup lebih tentram di alam liar daripada hidup di KBS

noodles maniac
21-01-2014, 04:05 PM
Sempet kepikiran kayak gitu sih Kingform tapi binatang yang terbiasa hidup di kandang kayak KBS itu bukannya berkurang ya naluri sama sensenya, jangan-jangan malah gak bisa survive pas di alam bebas? :(

kupo
21-01-2014, 04:07 PM
kalau menurut saya, jangan dilepas... di hibahkan saja ke kebun binatang lain.. karena toh memang hidupnya sudah terbiasa dipelihara ::ungg::

Kingform
21-01-2014, 04:13 PM
Sempet kepikiran kayak gitu sih Kingform tapi binatang yang terbiasa hidup di kandang kayak KBS itu bukannya berkurang ya naluri sama sensenya, jangan-jangan malah gak bisa survive pas di alam bebas? :(
maksud gw kalo sejak awal mereka hidup di alam bebas del
mungkin nasib mereka ga semenderita sekarang kalo sejak awal hidup di alam bebas
kupo: kebun binatang lain menolak menerima binatang2 dari KBS karena penyakitan...

yanwok
21-01-2014, 04:14 PM
paling ga dikasih kesempatan untuk mencoba hidup bebas..

Mending mati mencoba daripada mati dikekang...

itsreza
21-01-2014, 04:16 PM
Binatang yang biasa dirawat oleh manusia tidak akan bisa hidup di alam liar,
jika langsung dilepas, umumnya mereka tidak dapat mencari makan sendiri
dan merasa inferior bila bersama hewan yang secara native hidup di alam liar
butuh penangkaran khusus agar naluri bertahan hidup mereka kembali terasah
salah satu cara bijak adalah dihibahkan ke kebun binatang lain yang sanggup
merawat dan menjaga kelestarian hewan-hewan langka.

yanwok
21-01-2014, 04:25 PM
IMHO, harus ada lembaga yang turun tangan disini.....

Kalau kebun binatang (komersial), ga akan mau bantu, karena penyakitan malah bisa tutup satu kebun binatang......

Tapi siapa?

noodles maniac
21-01-2014, 06:55 PM
maksud gw kalo sejak awal mereka hidup di alam bebas del
mungkin nasib mereka ga semenderita sekarang kalo sejak awal hidup di alam bebas
kupo: kebun binatang lain menolak menerima binatang2 dari KBS karena penyakitan...

Oh gitu ya, ok ok gw ngerti....:ngopi:

Kalo gitu taruh aja di kantornya WWF, beneran tulus mo nolongin hewan-hewan gak tuh WWF :D

itsreza
21-01-2014, 07:59 PM
Baca di tempo hari ini, sebagian hewan ada yang dilimpahkan ke kebun binatang
lain, namun hewan yang dilimpahkan pun tidak dapat terselamatkan. mungkin
ini diakibatkan akumulasi stress selama di lingkungan KBS dan selama proses
pemindahan mereka. Memang riskan, apalagi kondisi fisik hewan di KBS rata-rata
tidak sehat, sehingga butuh karantina yang lama dan biaya besar. Saat ini KBS
ada di bawah pengelolaan pemkot Surabaya yang masih berkonflik kepemilikan.
Mungkin ada baiknya juga KBS ini diprivatisasi, agar pengelolaannya lebih baik,
mengingat anggaran pemerintah kota pada umumnya sangat terbatas dan sering
kali mengalami penyunatan dan telat cair pada setiap tahunnya... namun entahlah

noodles maniac
22-01-2014, 06:33 AM
Gara-gara konflik kepemilikan hewan-hewan yang jadi korban ::nangis::

Kingform
02-02-2014, 10:39 PM
Kini Giliran Komodo Kebun Binatang Surabaya Mati

Setelah singa, kijang, sekarang giliran hewan langka, komodo di Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang mati.

Sungguh sangat memperihatinkan nasib satwa Kebun Binatang Surabaya saat ini.

Reptil ini diketahui terkapar tak bernyawa di kandangnya, Sabtu (1/2/2014) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Yang pertama mengetahui kematiannya adalah keeper.

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian satwa koleksi KBS tersebut.

"Matinya sekitar jam 11.00 WIB. Yang menemukam keeper," kata Humas KBS Agus Supangat.

Ditanya tentang penyebab dan sebagainya, Agus mengaku belum tahu.

"Masih diselidiki," jawabnya.

Demikian halnya Direktur Oprasional KBS Liang Kaspe, meski membenarkan tentang kematian kadal raksasa itu, dia mengaku belum bisa berkomentar apa-apa ke media massa.

"Saya belum bisa berkomentar apa-apa," katanya singkat.

Pada Jumat (31/1/2014) siang, seekor Kijang betina juga ditemukan tewas dengan kondisi mulut berbusa.

Beberapa waktu lalu, singa Afrika bernama Mechael juga tewas di kandangnya.

saus (http://www.tribunnews.com/regional/2014/02/01/kini-giliran-komodo-kebun-binatang-surabaya-mati)

---------- Post Merged at 10:39 PM ----------

Giliran Komodo Mati di Kebun Binatang Surabaya

Satu lagi koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) mati. Setelah koleksi kijang betina ditemukan tewas di kandangnya Jumat (31/1/2014) kemarin, hari ini Sabtu (1/2/2014), giliran maut menjemput satwa jenis komodo.

Kematian reptil raksasa itu dibenarkan Humas KBS, Agus Supangkat. Kata dia, Komodo ditemukan mati oleh penjaga kandang sekitar pukul 11.00 WIB.

Agus mengaku belum dapat memberikan keterangan rinci, karena saat ini jasad komodo tersebut masih diotopsi. "Sekarang masih diotopsi, jadi masih dipelajari penyebab kematiannya," tambah Agus.

Kemarin, seekor Kijang Barking Deer (Muntiacus muntjak) mati di kandangnya. Hewan tersebut ditemukan dalam kondisi kejang-kejang dengan mulut mengeluarkan semacam busa. Kematian kijang yang sedang hamil itu dilaporkan pengunjung KBS yang melihat Kijang dalam kondisi kejang di kandang.

Dugaan sementara, kematian kijang karena keguguran, namun juga kemungkinan karena gangguan hormon atau pembuahan yang tidak normal. Hal ini dibuktikan adanya kerusakan pada janin dalam kandungan kijang betina itu berusia enam tahun itu.

saus (http://bangka.tribunnews.com/2014/02/01/giliran-komodo-mati-di-kebun-binatang-surabaya)

noodles maniac
05-02-2014, 07:49 PM
Serius deh... KBS ini serahin ajalah ke swasta, biar hewan-hewan itu bisa keurus ::nangis::