PDA

View Full Version : [Tanya] - Anak Aktif , Nilai Kurang Baik -



lily
10-12-2013, 09:49 AM
Dear parents ,

saya mo numpang tanya ya...

gimana perasaan kalian , semisal anak kalian di sekolah nilainya kurang ?

jadi gini...

seperti yang pernah saya tulis sebelumnya , anak saya adalah anak yang amat sangat aktif , orang bilang anak saya hyperactive , karena suka lari kesana kemari , suka goyang - goyang , dll.

dan karena sikapnya yang katanya "hyperactive" itu , nilainya menurun.

jadi yang dulunya di kelas yang ga butuh mikir dll , dia jago dan paling pintar.

anak saya sekolah dari umur 6 bulan. tiap tahun naik 1 kelas.

jadi dari kelas baby , naik ke playgroup , nursery , K1 , sampai K2.

selama dia di kelas baby - nursery , dia sangat menonjol , karena dia berani dan aktif.

tapi di kelas K1 , saya merasa mulai menurun prestasi nya , bisa diliat dari weekly report yang saya terima.

tapi saya masi enjoy , karena pikiran saya , toh tiap anak punya kelebihan dan kekurangan masing - masing.

tapi begitu di kelas K2 , makin menurun. Mandarinnya nilainya C (misal dinilai ABC). reading , rhyming , juga C.

anak saya jago menggambar , tapi untuk mewarnai , dia cenderung keluar garis.

waktu ada pameran di sekolah , hasil mewarnai anak saya ga dipajang. saya tau pasti keluar garis dan tidak rapi.

dan sekarang di sekolah ada reading programme atau kursus membaca.

saya memang berencana mengikutkan anak saya.

cuma saya down aja , waktu tadi , ada guru yang bilang , "ya kalo O sih ga mungkin bisa selevel ama A dan D."

emang sih... saya tau A dan D lebi pintar dari anak saya , tapi rasanya kok gimana ya , kalo gurunya bilang gitu.

sampe mo nangis saya...

ya gitulah... emang sih O , ga sampai ikut kelas tambahan. yang kurnag banget , ikut tambahan. dan O mungkin masi di atas kurang , makanya ga dikasi kelas tambahan.

tapi rasanya kok gimana gitu... kalo dibandingkan dengan anak lain.

Nowitzki
10-12-2013, 10:06 AM
Mungkin, Lily bawa O ke psikolog anak, untuk mengetes, dimana bakat dan minat O
Setelah itu, hasil dari psikolog itu, coba diskusikan dengan guru dan konselor sekolah.
Kalau mereka masih menganggap O gak selevel sama murid2 lain,
Pindahin aja!

Lily cari sekolah lain yang melihat bahwa perkembangan anak itu unik.
Tidak semua anak berkembang sama, dan bakat juga kepintaran anak berbeda.
coba carikan sekolah lain yang lebih menerima "keberagaman".

Lha itu, gurunya malah ngejelekin O, guru yang bener ya seharusnya tetap memberikan kepada muridnya,
karena anak2 itu masih tahap perkembangan.

lily
10-12-2013, 10:20 AM
di sekolah itu , K2 cuma ada 10 anak.

bulan Juli ini kayanya lulus.

abis gitu O masuk SD. udah diterima sih di SD , masi tahap pembayaran.

saya juga down sih , kaget. kayanya guru itu juga ga sengaja keceplosan. dan berhubung udah terucap , ya mungkin dia juga kaget.

atau mungkin ada kan orang yang tanpa basa - basi to the point.

saya sendiri sih udah banyak googling , cari info metode yang bisa ukur bakat anak saya.

dulu pas setaon , O pernah ikut fingerprint test , hasilnya dia tertarik pada visual , belajar dari penglihatan.

yang kedua , dia belajar dari kinestetik , atau gerakan , makanya tidak bisa diam.

ketiga baru auditory.

saya mo ke psikolog anak , tapi bingung ke sapa. ga ada rekomendasi dari siapapun.

apalagi kalo menurut Mama saya , namanya anak laki aktif itu wajar , daripada diam.

dan soal prestasi anak , kata Mama saya , yang penting pas gedenya nanti.

saya juga masi mikir , gimana ya cara menyalurkan ke aktif an O...

mau di ikutin bela diri , Papanya ngamuk - ngamuk ke saya , katanya ngapain bla bla bla. kalo info dari teman saya , bela diri sangat membantu anak supaya ga hyperactive...

mau di ikutin basket , juga ga bole.

bolehnya cuma piano doang.

cherryerichan
10-12-2013, 10:34 AM
anak kan beda2. misal lemah di pelajaran/bidang apa, pasti ada menonjol di bidang laen. coba di perhatiin/konsul bidang mana yg jadi minat O. ditekunin. kalo 1 itu dia bisa tekun,mudah2an yg laen nyusul.yang penting duluan kan mengembangkan konsentrasinya dulu. kalo O dah bisa fokus, yang laen jadi mudah.
umur 5-6 tahun kan emang lagi seneng2nya maen, bukan belajar. biarin aja dulu (walo banyak yg bilang - ini pengalaman saya ya, kan anak saya yg tua seumuran O- "kalo TK B kudu serius belajar,mo persiapan masuk SD") well, saya mikir kalo sekarang dipaksa belajar ntar gede nya dia g doyan lagi belajar(ada sih penelitiannya).

lily
10-12-2013, 10:44 AM
iya makanya saya juga ga suka maksa - maksa O belajar.

soalnya di sekolah , ada ortu yang buat anaknya di bawah tekanan. jadi misal anaknya kalah gitu , langsung nangis.

dan eh kok tadi anak saya dibandingin ama anak yang itu...

makanya saya mikir , duh emang kenapa sih semisal anak saya pelajarannya kurang. kenapa harus dibandingin ama anak yang ama ortunya dipaksa belajar terus.

ya beda lah tiap orang tua cara mengajarnya , beda juga lah tiap anak...

waktu saya kecil , saya masuk rangking terus , lha iya saya dipaksa Papa saya belajar , bahkan liburan pun , saya ga bisa maen , selalu dikasi soal - soal untuk dikerjakan dan susah banget. tapi emang , saya jadi rangking.

sodara saya nyantai semua , ga ada yang ditekan Papa saya , kayak saya.

tapi ya itu kebanggaan cuma pas SD aja , SMP saya berontak , ga serajin dulu.

SMA apalagi , belajar aja ga pernah, tapi saya masi masuk rangking.

soalnya yang Papa saya pengen itu cuma rangking nya doang.

makanya ya saya kasi deh apa yang Papa saya minta. sekali doang saya hampir ga naek kelas , pas kelas 2 SMA , di Kimia saya dapat nilai 4 di raport.

pas kelas 2 SMP nilai saya juga hancur , dan saya disidang ama Papa saya , katanya malu - maluin dll.

dan anehnya cuma saya yang digituin , sodara saya yang laen enggak , bingung saya sampe sekarang , why me :P

nah berkaca dari cara Papa saya mengajar saya , saya ga pengen O jadi stress kayak saya.

saya pengennya O bisa belajar nyantai , ga di bawah tekanan. cuma ya emang saya dan O beda sih...

saya ga se aktif O. saya waktu seumur O , pendiam dan pemalu.

O aktif dan berani , supel...

kesamaannya cuma kami suka olahraga dan menggambar. itu doang :D

kandalf
10-12-2013, 10:53 AM
Cuma kasih cerita nyata..

Thomas Alva Edison, gak lulus kelas satu SD.
Dicap sebagai tidak akan bisa membaca.
Ibunya mengajari dia dengan tekun.

Akhirnya, ia sendiri banyak membaca temuan2 orang lain,
punya ide bisnis yang cemerlang dari membaca penemuan2 orang lain,
mencobanya sendiri..

dan, perusahaan yang didirikannya masih ada sampai sekarang, General Electric.

Tapi kalau dia aktif banget, mendingan ikutkan ke olahraga, Ly.

Porcelain Doll
10-12-2013, 11:04 AM
soal menggambar, karena g kebetulan termasuk ngajar gambar anak2 K1-K2 juga...
garis masih belum bisa betul2 rapi dan mewarnai keluar garis itu..biasa
ga semua anak bisa rapi
apalagi masih K1 dan K2 ;D megang pensil aja masih belum mantep :)

bahkan yg primary aja, belum semuanya betul2 rapi
dan memang tiap anak perkembangannya berbeda untuk tiap mata pelajaran
ada yg menonjol di satu bidang, yg lain kurang
guru cuma bisa men-encourage anak2nya supaya lebih baik, tapi ga boleh memaksa mereka
apalagi kalau mereka kurang begitu berminat di pelajaran tersebut
paling ya cari cara gimana supaya anak2 itu tertarik buat mempelajarinya

BundaNa
10-12-2013, 11:50 AM
kalau masalah mewarnai keluar garis, itu masalah latihan...Nadhira yang PG karena sudah dilatih oleh ayahnya dan kakaknya buat tidak keluar garis kalau mewarnai, ya dia udah bisa mewarnai gak keluar dari border. Tapi masalah berbakat atau tidak itu sudah masuk ke gift, mau skillnya jago tapi ga punya gift ya gambarnya ga hidup...begitu kata guru sanggar lukis naomi dulu

Kalau Lily mau bisa aja O dibawa ke sanggar, cuma catatannya O mau atau enggak...

Mengenai kemampuan membaca dan menulis, untuk dasar mungkin Lily bisa ajarin aja di rumah, pake metode flash card atau ABACA juga bisa. ga usah ikut program reading, berlatih aja di rumah. Naomi justru sudah bisa baca tulis karena latihan sendiri sama emaknya di rumah pas K1, itu juga karena saya lihat naomi sudah siap, parameternya naomi tertarik untuk bisa membaca dari buku2 yang saya bawa dari perpustakaan. Saya ajari pelan2, metodenya saya ngintip di mbah gugel, waktu itu adaptasi Glenn Montesonry apa ya? lupa::hihi::

Pada dasarnya justru anak cepat berhitung, saya kasih berhitung dasar pas TK A karena dia sudah mulai bilang, "Ini mangganya ada 4, padahal tadi ada 6." Ya udah ajari aja sambil main2...baru TK B ikut jarimatika, itu juga emaknya ikut belajar trik jarimatika biar di rumah bisa ngajarin.

Mengenai keaktifan O, itu bukan hyperactive atau ADHD, karena ciri2nya itu Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan.

gejala ADHD sudah dapat dilihat sejak usia bayi, gejala yang harus dicermati adalah sensitif terhadap suara dan cahaya, menangis, suka menjerit dan sulit tidur. Waktu tidur yang kurang sehingga bayi seringkali terbangun. Sulit makan ASI dan minum ASI. Tidak senang digendong, suka membenturkan kepala, dan sering marah berlebihan. Keluhan yang terlihat pada anak yang lebih besar adalah, tampak canggung, sering mengalami kecelakaan, perilaku berubah-ubah, gerakan konstan atau monoton, lebih ribut dibandingkan anak-anak lainnya, kurang konsentrasi, tidak bisa diam, mudah marah, nafsu makan buruk, koordinasi mata dan tangan tidak baik, suka menyakiti diri sendiri, dan gangguan tidur.

Gejalanya:

Jarang menyelesaikan perintah sampai tuntas.

Mainan, dll. sering tertinggal.

Sering membuat kesalahan.

Mudah beralih perhatian (terutama oleh rangsang suara).

Banyak bicara.

Tidak dapat tenang/diam, mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak.

Sering membuat gaduh suasana.

Selalu memegang apa yang dilihat.

Sulit untuk duduk diam.

Lebih gelisah dan impulsif dibandingkan dengan mereka yang seusia.

Suka teriak-teriak

Sering mengambil mainan teman dengan paksa.

Tidak sabaran.

Reaktif.

Sering bertindak tanpa dipikir dahulu.

Sering melanggar peraturan.

Bermasalah dengan orang-orang yang memiliki otoritas.

Lebih mudah merasa terganggu, mudah marah (dibandingkan dengan mereka yang seusia).

Banyak mengalami rasa khawatir dan takut.

Cenderung emosional.

Sangat sensitif terhadap kritikan.

Mengalami kecemasan pada situasi yang baru atau yang tidak familiar.

Terlihat sangat pemalu dan menarik diri.

Hanya memiliki sedikit teman.

Sering memiliki rasa rendah diri dan tidak percaya diri.

Nah coba chek, 90% sikap O seperti itu?

Kalau saya liat kog O kayak naomi, dia aktif dan butuh penyaluran bakat dan minat yang tepat aja...ga usah khawatir berlebihan

---------- Post Merged at 11:50 AM ----------

Mengenai Nilai, kayaknya buat TK kog kata diknas dan para psikolog ga boleh ada nilai saklek di masa itu, cuma sekedar evaluasi untuk catatan guru boleh, tapi ga sekaku itu kayak anak2 sekolah yanglebih tinggi. Bahkan ada SD yang ga kasih rangking di sekolah juga.

saya suka heran juga ada TK yang bisa merangking siswanya, berdasar dari apa? Padahal calistung bukan pelajaran utama. Kalau masalah seni entah menggambar atau crafting, itu kan masalah skil juga, ga bisa digebyah uyah semua punya kemampuan itu. Atau masalah menari dan menyanyi juga....jadi penilaiannya dari mana?

Bukannya anak TK yang dinilai justru dari keaktifan dan kemampuan menerima masukan dari gurunya...dan itu tehnisnya gak pake nilai (entah 1-10 atau ABC), jadi nanti ga ada keluar rangking 1-10 misalnya.

Kalau di TK paling evaluasinya, anak lebih minat dimana dan lebih cepat menerima apa...gitu aja

Alip
10-12-2013, 11:52 AM
K1 dan K2 itu apa sih? Semacam UFC gitu?

Masih Pra-SD toh... kok udah ada nilai macem-macem segala? Pertanyaannya bukan nilai anaknya rendah, tapi ngapain sekolah pakai bikin penilaian segala?
Sudahlah, nggak usah kuatir-kuatir yang macam-macam. Terima perkembangan anak sesuai usia perkembangannya. Kalau di usia pra-SD ini dia belum bisa pakai baju sendiri, belum bisa bicara, belum bisa bersosialisasi, maka orang tua layak kuatir, tapi kalau anaknya sehat, aktif, emosinya wajar, maka sekedar nilainya dianggap jelek oleh sekolah (yang SD aja belum), tidak perlu diambil pusing. Sekolahnya yang salah besar bikin penilaian segala.

Mewarnai keluar garis? Saya malah ngamuk kalau instruktur gambar anak-anak mengharuskan warna di dalam garis.
Mandarin dapet C? Di rumah pakai mandarin gak? Kalau nggak, ya biar aja. Atau coba orang tua-nya bantu di pelajaran itu (saya sendiri terpaksa belajar mandarin sekedar untuk membantu si kakak)
Finger print test? Itu pseudo science, kalau bukan disebut kebohongan besar. Jangan percaya.

Di TK dan Playgroup anak-anak saya tidak ada sistem nilai, yang ada berupa komentar essay dari guru soal si anak. Jadi alih-alih ditulis ABC, guru menulis deskripsi panjang tentang diri dan perkembangan anak-anak. Tanpa dinilai, hanya dipaparkan.

Jadi jangan dipikir... anak ditemani saja selama proses pertumbuhannya.

cha_n
10-12-2013, 11:57 AM
setiap anak itu unik. ga usah dipaksa. kalau si o kelebihan energi harus disalurkan. ikut les berenang, bela diri dst. harus dikasih pengertian papany kalau perlu minta tenaga ahli yang bilangin.
o sama ya umurnya sa anakku. kalau saya sih ga pernah masalahkan soal nilai atau hasil gambar dia. bahkan les renang dia becanda2 doang. asal ga takut air aja udah bagus lah. beda sama miki yang udah langsung jago.
anak beda2.

hegel kalau gambar apapun selalu aku puji. keluar garis? terus kenapa? dosa? bagiku hidup tidak harus melulu sesuai keinginan orang lain. sekali2 anti mainstream. orang2 gambar harus di dalam garis. si abang keluar garis juga bagus2 aja hehehe

BundaNa
10-12-2013, 12:18 PM
buat Nadhira justru saya loss abis sekarang...ga masuk sanggar apa2...justru dia diajarin sama kakaknya..."Adekkkk ini bacanya, Bunnnnnn Daaaa!"::hihi::

lily
10-12-2013, 03:20 PM
K1 dan K2 itu apa sih? Semacam UFC gitu?

Masih Pra-SD toh... kok udah ada nilai macem-macem segala? Pertanyaannya bukan nilai anaknya rendah, tapi ngapain sekolah pakai bikin penilaian segala?

K1 K2 itu kayak kelas kindergarten 1 , kindergarten 2.

iya sih belom masuk SD. penilaian itu benernya bukan pake A B C , tapi pakai kata - kata excellent , good , satisfactory. nah kebanyakan Owen dapatnya S ini , pikir saya - andai itu A B C , anak saya dapat C kan ? atau saya yang salah sih :P

---------- Post Merged at 03:14 PM ----------


setiap anak itu unik. ga usah dipaksa. kalau si o kelebihan energi harus disalurkan. ikut les berenang, bela diri dst. harus dikasih pengertian papany kalau perlu minta tenaga ahli yang bilangin.
o sama ya umurnya sa anakku. kalau saya sih ga pernah masalahkan soal nilai atau hasil gambar dia. bahkan les renang dia becanda2 doang. asal ga takut air aja udah bagus lah. beda sama miki yang udah langsung jago.
anak beda2.

hegel kalau gambar apapun selalu aku puji. keluar garis? terus kenapa? dosa? bagiku hidup tidak harus melulu sesuai keinginan orang lain. sekali2 anti mainstream. orang2 gambar harus di dalam garis. si abang keluar garis juga bagus2 aja hehehe

kalo soal les , saya kapan hari bertanya , pikir saya... anak berdua , jadi saya ngomong gitu. saya kan juga takut kalo pas O cerita ke Papanya , ama Mommy di les in basket (misalnya) , trus Papanya ngamuk...

kalo gambar , saya juga gapapa benernya. buktinya sprei ama tembok rumah saya udah penuh gambaran O ::hihi::

cuma ya itu... kayanya di sekolah O , semua mewarnai pada ga keluar garis kali hahahaha... bingung saya :P

tapi kalo kata gurunya , O itu terlalu aktif dan pengen semua kerjaan cepat selesai , makanya keluar garis semua.

saya benernya nyantai aja sih , pikiran saya tumbuh kembang anak beda - beda.

tapi emang ya omongan orang luar itu bikin down , kalo didengerin :(

---------- Post Merged at 03:20 PM ----------



Mengenai keaktifan O, itu bukan hyperactive atau ADHD, karena ciri2nya itu Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan.

gejala ADHD sudah dapat dilihat sejak usia bayi, gejala yang harus dicermati adalah sensitif terhadap suara dan cahaya, menangis, suka menjerit dan sulit tidur. Waktu tidur yang kurang sehingga bayi seringkali terbangun. Sulit makan ASI dan minum ASI. Tidak senang digendong, suka membenturkan kepala, dan sering marah berlebihan. Keluhan yang terlihat pada anak yang lebih besar adalah, tampak canggung, sering mengalami kecelakaan, perilaku berubah-ubah, gerakan konstan atau monoton, lebih ribut dibandingkan anak-anak lainnya, kurang konsentrasi, tidak bisa diam, mudah marah, nafsu makan buruk, koordinasi mata dan tangan tidak baik, suka menyakiti diri sendiri, dan gangguan tidur.




Gejalanya:

Jarang menyelesaikan perintah sampai tuntas.

Mainan, dll. sering tertinggal.

Sering membuat kesalahan.

Mudah beralih perhatian (terutama oleh rangsang suara).

Banyak bicara.

Tidak dapat tenang/diam, mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak.

Sering membuat gaduh suasana.

Selalu memegang apa yang dilihat.

Sulit untuk duduk diam.

Lebih gelisah dan impulsif dibandingkan dengan mereka yang seusia.

Suka teriak-teriak

Sering mengambil mainan teman dengan paksa.

Tidak sabaran.

Reaktif.

Sering bertindak tanpa dipikir dahulu.

Sering melanggar peraturan.

Bermasalah dengan orang-orang yang memiliki otoritas.

Lebih mudah merasa terganggu, mudah marah (dibandingkan dengan mereka yang seusia).

Banyak mengalami rasa khawatir dan takut.

Cenderung emosional.

Sangat sensitif terhadap kritikan.

Mengalami kecemasan pada situasi yang baru atau yang tidak familiar.

Terlihat sangat pemalu dan menarik diri.

Hanya memiliki sedikit teman.

Sering memiliki rasa rendah diri dan tidak percaya diri.

Nah coba chek, 90% sikap O seperti itu?

Kalau saya liat kog O kayak naomi, dia aktif dan butuh penyaluran bakat dan minat yang tepat aja...ga usah khawatir berlebihan

bun kayanya yang saya kasi warna merah itu beneran ada di O...

cha_n
10-12-2013, 03:29 PM
kalau saya ya, ga usah didengerin. masa guru tk begitu sih. jangankan guru tk, guru yang punya tujuan mendidik itu ga bakal banding2in anak, tapi mikir apa potensi anak dan gimana memaksimalkan potensi itu.

adikku dulu bandel ampun2an. mainnn mulu. pulang rumah tanah doang isinya.tapi udah gedenya puas ga macem2. masuk institut negeri terbaik,jurusan sipil dengan nilai yang baik. kalo inget kecilnya suka lucu sendiri.
tapi udah gede jiwanya ga tersiksa.

sesuaikan dengan tujuan anak ke tk deh kan buat bersenang2, bersosialisasi (itu tujuanku ya, dan sejalan sama tk-nya)

kalau masukan anak ke sekolah, coba ditanya itu sekolah visi misi apa jadi sejalan ga sama tujuan kita sehingga kitapun ga kaget

lily
10-12-2013, 03:34 PM
kalo ga salah ya...

Mama saya pernah bilang... lulusan K2 di sekolah O ini , pasti diterima kalo masuk SD favorit.

ntar pas di kelas 1 SD , mereka udah gampang ngikutin pelajaran. soalnya pelajaran yang diajarkan di TK udah setara kelas 3 SD (ga tau ya kalo itu gosip doang , soalnya anak saya kan masi K2).

jadi kayanya pas TK udah berat kali ya...

saya masukin anak saya ke preschool ini juga karena dia udah dari baby disana...

tinggal 6 bulan lagi lulus.

Alip
10-12-2013, 03:46 PM
Mama saya pernah bilang... lulusan K2 di sekolah O ini , pasti diterima kalo masuk SD favorit.
ntar pas di kelas 1 SD , mereka udah gampang ngikutin pelajaran. soalnya pelajaran yang diajarkan di TK udah setara kelas 3 SD (ga tau ya kalo itu gosip doang , soalnya anak saya kan masi K2).

Saya definitely tidak akan memasukkan anak saya ke TK semacam ini...

Porcelain Doll
10-12-2013, 04:00 PM
kasian...anak TK kok udah dipaksa belajar sampe pelajaran kelas 3 SD ;D

lily
10-12-2013, 04:01 PM
kan baru tau om... baru tau taon kemaren setelah bayar uang K2.

dulunya ini sekolah punya Mama saya om , terus di oper ke orang laen.

terus akhirnya jadi beda sistem , lebi berat.

BundaNa
10-12-2013, 06:10 PM
busettt, K2 pelajaran setara kelas 3 SD, favorit pula??? hadeuhhhh saya kemaren lihat materi pelajaran kelas 3 aja mikir2, mampu gak saya ngajarin naomi? *saya = ortu, bukannya naomi

Kemaren TKnya Naomi udah ngajarin materi kelas 1 SD aja saya ketar-ketir kog, ini anak pusing apa kagak....ini materi kelas 3? O pasti mentalnya kuat banget

btw Ly, O BUKAN anak hyperactive, masih wajar, masih aktif. Kelebihan energi aja, bukan ADHD

Cukup salurkan aja, mau les renang, karate, silat, basket, apa kek yang bikin energi dia keluar banyak

Kosentrasi? Ajak aja maen puzzle, gambar, mewarnai, atau pasang2an gambar...bisa kog bikin anak diem kosentrasi, dulu Naomi begitu,jejali dengan puzzle, lego, memadu gambar...anteng dan lumayan konsen

cha_n
10-12-2013, 06:26 PM
kasian banget si o

lily
10-12-2013, 08:27 PM
Saya sendiri not sure beneran ga sih setara kelas 3 SD. Saya ga bisa compare juga , karena ga ada ponakan saya kelas 3 SD di sekolah favorit itu.

Thanks ya semua yang udah kasi saya saran :)

Saya lebi yakin ikutin les olahraga , supaya tersalurkan. Dia suka basket di rumah , cuma ya males - malesan , lha ga ada temannya.

O sih minta les gambar juga.

Ntar saya les in deh mulai Januari , kalo emang ga membebani dia.

gembel
31-12-2013, 03:48 PM
Glekkkk... was was #Abitah ::doh::