PDA

View Full Version : Kopi Luwak Diboikot



ga_genah
16-11-2013, 06:59 AM
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menyangkal tuduhan organisasi pencinta hewan, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), yang menyebut kopi luwak melanggar hak-hak kehewanan.

Bayu mensinyalir tuduhan yang dialamatkan kepada Indonesia itu hanyalah perang dagang, seiring kian menggeliatkan pasar kopi luwak produksi Indonesia. Lebih lanjut ia mengatakan, masyarakat harus memahami proses yang berbeda-beda dari produksi kopi luwak.

”Ada pelanggaran hak-hak kesejahteraan hewan, atau tidak, tetapi tidak bisa digeneralisasi, itu jelek. Ini sama seperti sapi perah dikasih makan dan diperah susunya,” ujar Bayu di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (15/11/2013).

Ia mengatakan, jika luwak hanya diberi makan biji kopi tetapi tidak diberi makan selain biji kopi, baru bisa disebut melanggar hak-hak hewan. Lagi pula, sambung dia, dengan memaksa luwak untuk mengonsumsi biji kopi sepanjang hari, hal itu dapat mengganggu kesehatan luwak, yang pada akhirnya membuat pengusaha bersangkutan merugi.

Bayu menjelaskan, produksi kopi luwak terdiri dari tiga macam. Pertama, kopi luwak yang diproduksi alamiah oleh luwak yang hidup di hutan. Kedua, kopi luwak yang diproduksi oleh luwak yang ditangkarkan. Dan ketiga, kopi dengan merek kopi luwak.

”Jadi tiga kelompok ini yang ada di Indonesia. Kopi luwak yang alami tidak ada masalah sama sekali. Yang brand enggak ada masalah. Yang menjadi masalah luwak yang dikandangkan itu,” ujar Bayu.

Asal tahu saja, kopi luwak original (alamiah) dibanderol mencapai 150 euro per kilogram. Meski kopi Indonesia masih di bawah popularitas kopi dari Brasil dan Vietnam, munculnya kopi luwak membuat kopi Indonesia kian dikenal dunia.

kecap (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/11/15/1956212/Kopi.Luwak.Diboikot.Ini.Jawaban.Pemerintah/)



INTERNATIONAL BOYCOTT OF KOPI LUWAK STARTING TO PERCOLATE

As Consumers and Retailers Learn About Torment of Captured Civets, Vile 'Luxury' Coffee Made From Beans Picked From Feces Loses Appeal

For Immediate Release:

October 30, 2013

Jakarta — There's more than just the fact that kopi luwak, or civet coffee, is made from berries that have been eaten and excreted by civets to turn off consumers and retailers from the Far East to Western Europe. That's because People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) Asia has been circulating undercover video that shows the civets in their tiny, filthy cages incessantly pacing, spinning, biting the bars, and bobbing their heads—all indications that the wild-caught animals are going insane from boredom and depression. In addition to more than 50,000 consumers in dozens of countries who have taken PETA's pledge not to buy the vile product, some of the world's major hotel chains and biggest retailers have stopped selling it, including the Grand Hyatt in Singapore; the InterContinental, the Langham Hotel, and the Mandarin Oriental in Hong Kong; and the iconic Harrods chain of department stores in the U.K.

"Drinking coffee made from beans that were plucked from feces isn't the most revolting aspect of civet coffee," says PETA Asia Vice President of International Operations Jason Baker. "Purchasing a product that's the result of animal abuse supports that abuse, which is why consumers and major corporations worldwide are refusing to have anything to do with civet coffee."

Although some farms advertise their beans as "wild-sourced," many contacts told PETA's investigator that producing large amounts of coffee from exclusively wild sources was not possible. In the wild, civets frequently climb trees to reach the ripe coffee berries, but in captivity, they are fed more of the fruit than would ever be natural for them. One farmer explained that civets are generally kept caged for a maximum of three years before being released back into the wild and that the stress of confinement and lack of nutrition cause them to lose their fur. Another farmer told the investigator that some civets don't survive after they are released back into the wild.

kecap (http://www.petaasiapacific.com/newsreleasesitem.asp?id=10537)

apakah sapi ato domba yg di gunting bulunya itu tidak melanggar hak-hak hewan?
benar2 politik dagang ini....

eve
16-11-2013, 07:10 AM
Setuju... Politik dagang... Btw, emangnya luwak cuma ada di indonesia ya?

ndableg
16-11-2013, 07:53 PM
Ada juga filipina kayaknya.

ancuur
16-11-2013, 08:11 PM
karena Luwak binatang langka,
gue rasa menurut para orang2
kurang kerjaan (green group)

buat kopi luwak itu sama juga
kerja rodi terhadap sang luwak
dipaksa makan buah kopi, spy
beraknya kopi luwak ::hihi::

note: jgn2 Jokowi jga ditelpon, buktinya topeng monyet dihapus ::doh:::iamdead:

panda
16-11-2013, 08:19 PM
Kasian ya luwak nya. Memang aslinya luwak makan apa sih , kalau enggak makan biji kopi ?

eve
16-11-2013, 08:22 PM
Ya makan buah2an dan daun lainnya...

cha_n
16-11-2013, 09:13 PM
ya emang makan dia aslinya makan buah2an gitu termasuk kopi

tapi jadi promosi gratis nih

TheCursed
18-11-2013, 12:22 AM
Politik dagang ? Bwa ha ha ha ha ... Kejauhan mikirnya. ::ngakak2::

Kenapa PETA ribut soal Kopi Luwak ? Because they are Idiots. That's why. (Sometimes)It is as simple as that.
Ini kan cuma gerombolan ibu2 dan mbak2 menengah ke atas udah kebanyakan duit terus kurang kerjaan.
Dalam ideologi-nya PETA, kalo nggak semua manusia jadi herbivor, dunia masih di kuasai setan...
Bahkan di negara asalnya aja PETA ini udah di plang 'baka', kok. Tanya aja Anthony Bourdain.

itsreza
18-11-2013, 09:12 AM
bentar lagi elephant dung coffee juga diboikot PETA
gajah kok disuruh makan kopi ;D

lattungtatturrus
18-11-2013, 09:26 AM
^
Gimana om rasanya minum kopi ee gajah...mantapkah?

TheCursed
30-11-2013, 01:35 AM
^Nggak lebih enak dari kopi ee luwak. :ngopi:

Honestly, itu kayaknya cuma gimmick dagang, dalam rangka usaha negara penghasilnya untuk ikutan ngerebutin 'kue' pasar kopi yang di rajai kopi luwak.
Di sini, di negara penggila kopi(ja, menschen hier sind 'nuts' fuer kaffee. Musti liat stok kopi di kantor prof gue yang kayak orang mau ngedepin nuclear winter. Vault user will be proud.) yang ngetop masih tetep kopi luwak.

JOSERENTCAR
25-06-2016, 05:06 PM
dulu luwak dicari untuk dibunuh sekarang dicari untuk dipelihara tapi dikerangkeng. nggak enak jadi luwak ya..

ochon
07-10-2016, 03:59 AM
dulu luwak dicari untuk dibunuh sekarang dicari untuk dipelihara tapi dikerangkeng. nggak enak jadi luwak ya..
Baru tau ane om, masa sih gak enak ?
Kan tinggal makan, buktinya gak ada luwak yg demo djalan.. hehe

Alethia
07-10-2016, 02:53 PM
ya udah sih, kasih kopi ama makan tebu juga, jadi pas udah jd kopi, rasanya maniz
dikasih makan kayu manis juga, cinnamon, daun mint.

selain bervariasi dan si luwak bs makan macem2, jadi hemat biasaya mesin kpi jg cynn