PDA

View Full Version : The Act of Killing (Film G30SPKI)



ndugu
08-10-2013, 10:29 AM
http://bigstory.ap.org/article/film-gives-indonesia-view-bloody-obscured-past

kemaren2 baru baca brita mengenai film ini.

dalam rangka 30 sept, katanya film ini di'tayang'kan online gratis tapi dibatasi streamingnya buat negara indonesia aja. ada yang nonton? kalo ada linknya, minta juga ya :mrgreen:

trailer

http://www.youtube.com/watch?v=tQhIRBxbchU


edit:

eh, ketemu linknya dari blog orang ::elaugh::

ini review dari blognya
http://joegievano.wordpress.com/2013/08/15/the-act-of-killing-menatap-jurang-di-dalam-diri/



‘The Act of Killing’ bercerita tentang Anwar Congo seorang preman bioskop dari Medan yg di promosi menjadi anggota ‘death squad’ di mana dia membunuh 1000 orang yg di duga simpatisan komunis/anggota PKI di tahun 1965-66. Anwar dan teman-temannya merasa bangga karena membantai orang-orang komunis. Sutradara Joshua Oppenheimer mengundang Anwar dan teman-temannya untuk merekayasa pembantaian itu dengan gaya film-film yg mereka suka seperti film gangster, koboi dan musical. Hasilnya seperti kita memasuki ke pikiran seseorang yg terdalam dan kita menjadi penonton sebuah pentasan drama yg penuh dengan imej-imej surreal, mimpi buruk dan kebiadaban manusia yg paling rendah. Joshua sendiri menyebutkan bahwa film ini “a documentary of the imagination”.

Pertama kali kita ketemu Anwar, dia seperti orang tua yg rendah hati yg hangat seperti anggota keluarga kita. Dia dengan tenang memberikan deskripsi di sebuah atap bangunan bahwa dia banyak sekali membunuh orang di sini dan metode favoritnya adalah menggunakan kawat untuk mencekik (yg dia lihat dari sebuah film gangster) karena lebih keluar darah lebih sedikit di banding memukul/menggorok.

Sehabis itu dia berdansa cha-cha.

Perlahan-lahan Anwar bercerita bahwa dia sering mengalami mimpi buruk di mana korban-korban yg dia bunuh sering mendatangi dia sementara teman-teman anwar yg lain tidak pernah merasakan beban itu karena mereka merasa tindakan mereka benar dan di dukung oleh pemerintah.

Walaupun fokus ‘The Act of Killing’ lebih kepada pemikiran internal para pembunuh tetapi garis besar aksi mereka selalu di dukung oleh instansi pemerintah dan media sehingga menciptakan kultur di mana pembantaian jutaan ‘komunis’ di anggap hal yg mulia. Gubernur Sumatera utara ketika di wawancara dengan santai mengganggap preman-preman seperti Anwar di butuhkan dan di perlukan karena preman adalah ‘free man’. Statemen ini juga di dukung oleh beberapa politisi dan pejabat elit lainnya dan di sini ‘The act of killing’ membuat revelasi yg menyedihkan, semua orang mengganggap Anwar sebagai pahlawan dan semua orang sudah move on dan tidak memikirkan masa lalu tetapi anwar masih stuck dengan darah di tangannya dan semakin intens pengalaman dia merekeyasa pembantaian di mana dia bermain sebagai pelaku dan korban, semakin rapuh kepercayaan Anwar kalau dia berbuat sesuatu yg benar.

Sudah tidak terhitung berapa film yg penuh dengan kekerasan yg saya sudah tonton tetapi ‘The Act of Killing’ bisa di bilang film yg paling disturbing tentang kekerasan (walaupun Anwar dkk berekayasa layaknya seperti pemain teater amatiran dan tidak ada adegan kekerasan grafis) karena ketika berekayasa kita melihat di mata mereka bahwa mereka adalah pembunuh beneran bukan karakter fiksi. Suara Anwar lebih pelan dan dia tidak banyak bicara tetapi saya merasakan pandangan dia pelan-pelan berubah menjadi pembantai benar-benar sangat mengerikan dan di satu scene di mana anak seorang korban (bapaknya di culik, di bunuh sewaktu umur dia 10 tahun dan dia menemukan kuburan bapaknya di pinggir jalan) memerankan peran di mana dia di interogasi oleh Anwar dkk. Saya tidak merasa mereka berakting. Saya sedang menyaksikan bagaimana aksi penyiksaan/pembantaian sedang terjadi di tahun 1965-66. Si anak sang korban benar-benar merasa ketakutan dan akhirnya dia benar-benar menangis dan memohon untuk tidak di bunuh bukan saja menjadi adegan yg sangat disturbing tetapi menjadi simbol bahwa suara korban-korban keluarga yg selama ini tidak pernah kita dengar akhirnya mengeluarkan jeritan yg sudah terpendam berpuluh-puluh tahun, bahwa bapak/anak/adik/kakak/abang/nenek/kakek/paman/tante/ibu mereka telah mati secara menggenaskan dan kebanyakan mayat mereka tidak di temukan.

Jika saya tidak akan pernah menonton film yg jujur atau film yg mencari kebenaran tentang siapa kita sebagai orang Indonesia lagi, itu tidak apa. Karena ‘The Act of Killing’ sudah pernah menjawab itu.


bisa di-stream dari:
http://viooz.co/movies/20433-the-act-of-killing-2012.html

ada yang udah nonton? ::elaugh::

*masukin ke dalam daftar to-watch dulu* :cengir:
mungkin besok malem baru nonton

kandalf
08-10-2013, 12:02 PM
Bukan tentang G 30 S PKI.
Tetapi tentang pembantaian besar-besaran terhadap PKI setelah peristiwa itu.

Jadi bagaimana si pelaku bercerita tentang 'kepahlawanan'-nya.

BundaNa
08-10-2013, 12:17 PM
gimana sih, bikin film yang langsung ngebantai para PKI gitu ya?

GiKu
08-10-2013, 04:16 PM
bisa ambil file torrentnya dari TPB

The Act of Killing/Jagal (2013) director's cut final version - 671.27 MiB (http://thepiratebay.sx/torrent/8519042/The_Act_of_Killing_Jagal_(2013)_director_s_cut_fin al_version)

The Act of Killing/Jagal (2013) director's cut final version - 1.47 GiB (http://thepiratebay.sx/torrent/8518979/The_Act_of_Killing_Jagal_director_s_cut_final_vers ion_(2013))

kandalf
08-10-2013, 04:44 PM
gimana sih, bikin film yang langsung ngebantai para PKI gitu ya?
Bukan, Bunda.
Jadi, sutradaranya ngajak si 'pahlawan' ini bikin film tentang 'keperkasaannya' menumpas PKI.
Mulai dari proses casting.

Aku gak sanggup nonton sampai akhir. Pas waktu casting-nya saja aku mual melihat si pelakunya berdarah dingin.

Justru filmnya bersetting di masa sekarang.
Tidak ada darah, tidak bertebaran darah.

ndableg
08-10-2013, 06:34 PM
Wah.. baru tau ada film begini. Bukannya mencoreng muka PP sendiri?
Pelaku itu hanya beberapa dari ribuan orang. Dia masih bagus mau bagi cerita. Yg ud jadi pejabat.
Yg lucu itu bunuh orang, tapi ga dihukum.. Sekarang mgk ud basi. Tapi terbukti, orang ud bunuh ratusan masih tetep santai idupnya.

TheCursed
08-10-2013, 07:01 PM
Yeah gue udah nonton juga... habis itu... sleep was killed ::grrr::

cha_n
08-10-2013, 07:37 PM
pahlawan itu siapa?

ndableg
08-10-2013, 07:40 PM
Tapi seakan2 di filem tsb tentara (ABRI) tidak bersalah. Ga ada sedikit pun ada keterlibatan tentara di sana.

kandalf
08-10-2013, 09:37 PM
Kenapa gak ada tentara di sana? Karena sang 'pahlawan' mau menunjukkan jasa-jasanya. Jadi pasti gak rela kalau institusi lain menghalangi cahaya kemilaunya.

BundaNa
08-10-2013, 10:00 PM
ini pilem tentang PP ya? ada Jk juga kayaknya

ndugu
08-10-2013, 10:10 PM
PP itu apa? ::elaugh::

kandalf
08-10-2013, 10:17 PM
ndugu : Pemuda Pancasila
Ormas di bawah pimpinn Yorrys Raweyai.

Silakan dibaca:
http://www.tempo.co/read/news/2013/03/17/064467507/Yorrys-Raweyai-Tak-Sungkan-Disebut-Mantan-Preman
http://www.tempo.co/read/news/2013/03/17/064467525/Yorrys-Raweyai-Pemuda-Pancasila-Ormas-Berkelas

Kingform
09-10-2013, 12:34 AM
Bukan, Bunda.
Jadi, sutradaranya ngajak si 'pahlawan' ini bikin film tentang 'keperkasaannya' menumpas PKI.
Mulai dari proses casting.

Aku gak sanggup nonton sampai akhir. Pas waktu casting-nya saja aku mual melihat si pelakunya berdarah dingin.

Justru filmnya bersetting di masa sekarang.
Tidak ada darah, tidak bertebaran darah.
filmnya dokumenter gitu?

ndableg
09-10-2013, 12:52 AM
Kenapa gak ada tentara di sana? Karena sang 'pahlawan' mau menunjukkan jasa-jasanya. Jadi pasti gak rela kalau institusi lain menghalangi cahaya kemilaunya.

Pahlawan nih yg mana? Apa PP? Yapto? Ato si pembunuh?

ndugu
09-10-2013, 12:54 AM
seperti quote pak sapa itu dari film itu, 'pemenang' lah yang menentukan definisi perang. dan kurasa ini bisa diaplikasi pada definisi sapa yang jadi pahlawan juga ya :cengir:

BundaNa
09-10-2013, 06:52 AM
emang definisi pahlawan dan penjahat perang ada pada pihak pemenang...

Liat aja kasus pelepasan Timor Leste dari NKRI...awal integrasi, Fretilin adalah penjahat perang, organisasi terlarang. Begitu referendum, Fretilin adalah pahlawan, dan Enrico Guteress yang mati2an membela NKRI adalah penjahat

TheCursed
09-10-2013, 08:44 PM
Huh... Pahlawan ?
Gue kirain keseluruhan film ini ceritanya tentang kemampuan orang untuk berempati terhadap orang lain ?

ndableg
10-10-2013, 03:16 AM
Yg bikin bercerita tentang latar belakang filem di "The Act of Killing": Film Shows US-Backed Indonesian Death Squad Leaders Re-enacting Massacres ke TV politik di amerika.

http://www.youtube.com/watch?v=EwJMJqjqEdw

AsLan
19-01-2014, 08:38 PM
Sori pake hp jadi blom bisa copas2...

Film Act of Killing adalah sebuah film documenter tentang pembantaian PKI di indonesia.

Tokoh utama film ini adalah seorang petinggi organisasi Pemuda Pancasila, yg saat mudanya pernah membunuh ratusan hingga ribuan orang tersangka PKI.

Dia bernama Anwar Congo.

Alat yg sering digunakan untuk mengeksekusi hanyalah sepotong kawat, dengan kawat ini, ia menjerat leher korbannya hingga tewas.

"Ternyata leher manusia itu cuma segini loh..." Anwar menunjukkan jari telunjuk dan jempolnya.

Anwar yg kini berusia 70 tahun mengaku bangga atas pembunuhan2 yg dilakukannya.

itsreza
19-01-2014, 08:58 PM
The Act of Killing masuk nominasi Oscar ya
udah dibahas nih sebelumnya di KM, ada di thread
http://www.kopimaya.com/forum/showthread.php/12156-The-Act-of-Killing-(Film-G30SPKI)

noodles maniac
20-01-2014, 07:07 AM
Reza, youli mabok yah? ;D

Kok ngasih link yang sama dengan thread ini :cengir:

Iya pilem "Act of Killing" masup nominasi oscar di thread ini (http://www.kopimaya.com/forum/showthread.php/13405-Academy-Awards-ke-86?p=382039#post382039)... :)


Documentary Feature
The Act of Killing
Cutie and the Boxer
Dirty Wars
The Square
20 Feet From Stardom

itsreza
20-01-2014, 08:57 AM
bukan mabok, aslan belum baca thread ini buat thread baru
lalu digabung del -_-

E = mc²
20-01-2014, 05:48 PM
Film ini memiliki dua versi, versi teatrikal dan versi director cut yang lebih panjang. Dan ajaibnya, akan terasa perbedaan yang mencolok jika kita menonton dan membandingkan kedua versi film ini. Versi panjang adalah film Jagal/The Act of Killing sebagaimana dibayangkan pembuatnya. Film versi pendek adalah versi yang dibuat atas permintaan distributor internasional karena menurutnya akan sukar sekali memasarkan film yang bukan dalam bahasa Inggris, dokumenter pula, bukan tentang selebritis, dan lebih panjang dari 2 jam.

Oleh karena itu, film Jagal/TAoK kembali masuk ruang editing untuk dipangkas menjadi 2 jam atau kurang. Film versi ini juga dibuat dengan pertimbangan yang sebaik-baiknya. Pesannya sama bahwa seperti korban (dan juga penonton film), para pelaku pembunuhan massal pun adalah manusia. Di versi panjang, pesannya jauh lebih kuat, karenanya jauh lebih mengganggu. Film ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya bertanya dan mempertanyakan segala sesuatu sebelum percaya.

Sebagai salah satu film Indonesia yang sangat penting (atau malah yang terpenting), film ini sejak awal diharapkan ditonton sebanyak-banyaknya orang Indonesia, bahkan, pembajakan pun diharapkan oleh sutradaranya karena peredaran resminya sudah pasti akan dijegal.


https://www.youtube.com/watch?v=3tILiqotj7Y

noodles maniac
20-01-2014, 05:56 PM
thamacaat yang masup nominasi oscar versi yang mana? yang versi panjang 2 jam yak? :-/


bukan mabok, aslan belum baca thread ini buat thread baru
lalu digabung del -_-

Oh gitu iya deh za, jangan marah dongz ah :sokmanis:

thin.king
20-01-2014, 06:06 PM
udah nonton ini dr kapan, blas ga ngerti
alurnya loncat" trus berkembang ke ormas PP dan Pemilu Legislatif di Indonesia.

gw jd bingung ngikutin arah filmnya kemana
:iamdead:

Fere
20-01-2014, 06:15 PM
Sori OT
thamacaat = *****?

noodles maniac
20-01-2014, 06:57 PM
Fere pssssssssssssttt :-$

Jangan keras-keras ntar desye kabur lageeee ::doh::

Fere
20-01-2014, 07:04 PM
saya kan cuman nanya del..
::ungg::

noodles maniac
20-01-2014, 07:29 PM
Jangan diulangin lagi ya Fere :hug4:

itsreza
20-01-2014, 08:08 PM
jangan mention-mention tomcat juga. nanti ngambek ;D

noodles maniac
20-01-2014, 09:56 PM
habisnya pelafalannya kan mirip, za ::ungg::

tuscany
20-01-2014, 10:43 PM
Sebagai salah satu film Indonesia yang sangat penting (atau malah yang terpenting), film ini sejak awal diharapkan ditonton sebanyak-banyaknya orang Indonesia, bahkan, pembajakan pun diharapkan oleh sutradaranya karena peredaran resminya sudah pasti akan dijegal.


https://www.youtube.com/watch?v=3tILiqotj7Y

Nah ini yang keren, sutradaranya kepengen filmnya dibajak. Bikin film kan nggak gampang. Kalo beneran salut saya ::itrocks::

itsreza
20-01-2014, 10:54 PM
beda dengan film komersial, pembajakan mempermudah penyebaran pesan film ini.
kalau menang dokumenter terbaik, pasti film ini lebih heboh gaungnya

silverjade
22-01-2014, 08:23 AM
Dapet 2 nominasi di BAFTA juga

E = mc²
22-01-2014, 09:03 AM
@thamacaat (http://www.kopimaya.com/forum/member.php?u=141) yang masup nominasi oscar versi yang mana? yang versi panjang 2 jam yak? :-/
Oscar tidak membedakan antara versi panjang dan versi pendek untuk sebuah film yang akan dinominasikan, kecuali harus lebih panjang dari 40 menit. Itu mengapa film-film yang keluar versi extended (atau redux) tidak pernah dinominasikan kembali.

Nah ini yang keren, sutradaranya kepengen filmnya dibajak. Bikin film kan nggak gampang. Kalo beneran salut saya ::itrocks::
Perlu waktu hampir 8 tahun bagi Joshua untuk membuat film ini, sebagian besar diantaranya dihabiskan untuk melakukan pendekatan dengan para preman dan tokoh-tokoh yang diwawancarainya. Bisa disaksikan di versi filmnya, proses pendekatan Joshua membuahkan hasil yang mencengangkan. Betapa para tokoh-tokohnya memberikan kepercayaan besar sehingga Joshua dengan bebas melakukan pengambilan gambar--bahkan dalam waktu-waktu personal, seperti saat mereka sedang tidur atau bahkan saat mereka sedang di kamar mandi.


beda dengan film komersial, pembajakan mempermudah penyebaran pesan film ini.
kalau menang dokumenter terbaik, pasti film ini lebih heboh gaungnya
Sebenarnya film ini tidak murni film non-komersial. Namun ketika izin peredaran untuk film ini tidak didapatkan maka Joshua memutuskan untuk menggratiskan film ini (khusus untuk wilayah Indonesia atau berdomain Indonesia). Sebelum Joshua "menggratiskan" film ini, versi bajakannya sudah tersebar di antara komunitas-komunitas film untuk diputar (versi awal yang beredar awal-awal ini adalah versi yang lebih pendek). Keputusan Joshua untuk menggratiskan seluruhnya film ini datang kemudian setelah izin distribusi film ini sudah pasti tidak akan didapatkan, bahkan Joshua dicekal dan dilarang untuk membuat kembali film di Indonesia.

Kasus karya yang kemudia oleh si pembuatnya digratiskan sama persis dengan kasus buku "Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto's Coup d'Etat in Indonesia "-nya John Roosa. Ketika terjemahan buku (diterbitkan oleh Hasta Mitra denga judul "Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto") ini mulai beredar, Kejagung langsung melarang peredaran buku ini. Maka Roosa kemudian melegalkan peredaran buku ini dalam versi bajakannya--buku resminya yang sudah telanjur beredar semakin sulit ditemukan di pasaran. Untuk yang tinggal di Jakarta, bisa mencari di toko buku pojokan TIM, bulan lalu saat saya mampir ke sana, ada beberapa eksempelar buku tsb.

Dan sesungguhnya antara Karya Joshua dan Roosa, merupakan karya yang saling bertautan. Roosa menulis buku tentang pengaburan kronologis dan manipulasi G30S oleh Orba sehingga menimbulkan konsekuensi tragedi setelahnya dengan teror dan doktrin. Maka karya Joshua memotret salah satu episode teror manipulasi G30S dengan menampilkan sosok Anwar Congo.

Bagi mereka yang kebingungan dengan kronologi Anwar Congo, dapat membaca bukunya Roosa sebagai pengantar. Tulisan Roosa sangat gamblang dan jelas. Bagi mereka yang tidak pernah melihat sejarah G30S selain dari pelajaran sekolah, mungkin akan sangat terkejut dan sulit percaya. Dua bab awal bukunya, menjadi salah satu tulisan paling cemerlang di dunia perbukuan dalam membahas Sejarah (tergelap) Indonesia.

noodles maniac
22-01-2014, 04:03 PM
Hahaha cepat ato lambat kebenaran emang akan terungkap yah, tapi gw masih gak habis pikir, ada gitu ya Anwar Congo yang bangga bisa ngebantai orang ::doh:: :kesal:

king lampas
22-01-2014, 04:05 PM
itu yg "Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto" ada ebooknya gak thamacaat ?

AsLan
23-01-2014, 07:09 PM
Film ini memicu kemarahan di China, banyak yg baru tahu bahwa warga etnis tionghoa sering mengalami pembantaian. Mereka membandingkan pembantaian pki dengan Nanking Massacre.

kandalf
23-01-2014, 07:17 PM
bukunya Roosa? Ada.

TheCursed
23-01-2014, 09:23 PM
Hahaha cepat ato lambat kebenaran emang akan terungkap yah, tapi gw masih gak habis pikir, ada gitu ya Anwar Congo yang bangga bisa ngebantai orang ::doh:: :kesal:

eh. yang lebih parah dari si anmwar juga banyak.
paling ngga, si anwar pada akhirnya bisa berempati sama korban2nya.

banyak yang lain yang bahkan udah di depan regu tembak dan tiang gantungan yang masih malah merasa di curangi dan di langgar hak2 keadilannya.

noodles maniac
24-01-2014, 04:30 AM
itu yg "Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto" ada ebooknya gak thamacaat ?

king lampas gw punya e-book G30S/PKI versi Soebandrio, kurang lebih kesaksiannya dari dia sama, mau? :D

kandalf
24-01-2014, 06:11 AM
king lampas dan noodles maniac
http://www.kopimaya.com/ebook/dalih-pembunuhan-massal-gerakan-30-september-dan-kudeta.pdf

Ngomong2, kalian sudah pernah baca kesaksian Sudisman? :)
http://marxists.anu.edu.au/indonesia/indones/sudisman.htm

noodles maniac
24-01-2014, 06:58 AM
kandalf gw belom pernah baca ::managuetahu::

Udah gw save, kapan-kapan gw baca ;)

king lampas
25-01-2014, 09:42 PM
king lampas gw punya e-book G30S/PKI versi Soebandrio, kurang lebih kesaksiannya dari dia sama, mau? :D

mau dong bro, buat nambah2 wawasan :)

kandalf thx bro ebooknya :-bd

Fere
26-01-2014, 06:14 PM
Barusan nonton,

malah capek.. ::doh::

purba
26-01-2014, 07:03 PM
Sejarah ditulis oleh yg menang. Jangan terlalu menganggap apa yg kita lihat di film tsb sebagai kebenaran. Tapi sebagai informasi tambahan dari yg sudah ada ttg G30S PKI.

::ngakak2::

E = mc²
27-01-2014, 01:55 PM
Hahaha cepat ato lambat kebenaran emang akan terungkap yah, tapi gw masih gak habis pikir, ada gitu ya Anwar Congo yang bangga bisa ngebantai orang ::doh:: :kesal:

Saya percaya, bahwa kebenaran tidak pernah tertimbun atau tertutup sehingga perlu "diungkap". Yang menjadi isu adalah kesiapan dan keterbukaan untuk menerima kebenaran. Bukan dusta yang menjadi lawan dari kebenaran, tetapi penyangkalan dan ketidakpedulian.

As you see, Ignorance is the most common reaction of Indonesian people to this gigantic national wound. Many people are too afraid to start to open their minds, their history, and their identity. Seperti tanggapan naif dari Istana Kepresidenan, dengan komentar dingin dan singkatnya bahwa film TAoK hanya akan memecah belah bangsa. Media cetak nasional terbesar dengan jargon "rayakan perbedaan" secara ironis pun bersikap acuh terhadap isu ini--berita mengenai film ini hanya ditempatkan di pojokan "entertainment" itupun hanya terkait dengan nominasi Oscar-nya saja, dengan porsi pemberitaan kalah jauh dengan berita film The Raid 2--ya, topik ini memang terlalu risky bagi beberapa pihak, dan jelas bukan jualan yang sedap untuk pemilu.

Ya, banyak elemen dari film ini yang layak diperdebatkan, sehingga akan naif jika menjadikan film ini sebagai referensi "kebenaran" mutlak, tetapi seperti pembelaan dari Joshua, film ini bukanlah tentang sejarah, hanya menceritakan fragmen pelaku sejarah. Seperti yang saya tulis di atas, film ini mengingatkan kita tentang pentingnya bertanya dan mempertanyakan segala sesuatu sebelum percaya. Dan bagi saya sendiri, baik film ini maupun film lain (pun buku lain), hanya menjadi pembuka untuk: Beri tahu saya lebih banyak!

kandalf
28-01-2014, 03:54 PM
OOT dikit,
tapi masih relevan.

saus kacang: http://chirpstory.com/li/185732

Sebentar lagi kami akan kultwit ttg PKI. Colek @ImamWM @e_r_ayu @tbayupatti
PartaiSocmed 18 hours ago

DENDAM INI HARUS BERAKHIR! (KULTWIT KEKEJAMAN ANAK BANGSA SEPUTAR PKI) http://t.co/X1Dihw4uOk

PartaiSocmed 17 hours ago

1. Bangsa ini tak akan pernah Move On jika kita tidak berani jujur berbicara tentang sejarahnya sendiri.
PartaiSocmed 17 hours ago

2. Kali ini kami akan mencoba mengulas kembali tentang berbagai peristiwa tidak mengenakkan yg pernah terjadi pada bangsa ini
PartaiSocmed 17 hours ago

3. Banyak tulisan bermunculan akhir2 ini yg mengulas tentang kekejaman seputar PKI. Baik yg dilakukan oleh PKI maupun lawan2nya
PartaiSocmed 17 hours ago

4. Namun sangat sedikit yg mencoba menulis secara jujur dan berimbang tentang apa yg sudah terjadi. Masing2 punya versinya sendiri
PartaiSocmed 17 hours ago

5. Akibatnya bukannya rekonsiliasi yg kita dapatkan, justru sebaliknya saling menyalahkan bahkan cenderung menjadi pengaburan sejarah
PartaiSocmed 17 hours ago

6. Menurut kami baik PKI maupun lawan2nya memiliki kesalahannya sendiri. Ini bukanlah pertarungan antara si hitam vs si putih
PartaiSocmed 17 hours ago

7. Ini adalah kultwit panjang tentang kekejaman anak bangsa terhadap sesama anak bangsa. Mari kita putar kembali waktu ke masa lalu
PartaiSocmed 17 hours ago

8. Kita akan mulai dari kekejaman PKI terlebih dahulu lalu disambung dg kekejaman lawan2 politiknya. Selamat mengikuti!
PartaiSocmed 17 hours ago

9. “Dan tidak jadi soal bila ¾ penduduk dunia habis, asal yang tinggal ¼ itu Komunis” – Lenin
PartaiSocmed 17 hours ago

10. Jika kita sering membaca tulisan yg mengatakan PKI adalah korban. Marilah kita lihat beberapa peristiwa berikut ini:
PartaiSocmed 17 hours ago

11. Peristiwa Madiun September 1948. Para pengikut PKI melakukan penangkapan terhadap Bupati Magetan Sakidi dan dibawa ke Soco
PartaiSocmed 17 hours ago

12. Para pengikut PKI itu meletakkan sebuah tangga melintang diatas sebuah sumur lantas membaringkan dan mengikat Sakidi diatas tangga tsb
PartaiSocmed 17 hours ago

13. Tanpa belas kasihan lalu tubuhnya digergaji secara per-lahan2. Lolongan kesakitan sang Bupati justru makin memacu semangat mereka
PartaiSocmed 17 hours ago

14. Tubuhnya hanya mampu berkelejotan menahan sakit tak terperi lalu pingsan. Aksi menggergaji dilanjutkan hingga tubuh itu terputus
PartaiSocmed 17 hours ago

15. Mayat Sakidi yg telah terbelah menjadi dua itu langsung dijatuhkan ke dalam sumur yg menganga di bawahnya
PartaiSocmed 16 hours ago

16. Istri Sakidi yg mengetahui suaminya dieksekusi di Soco datang dg menggendong dua anaknya yg masih berumur 1 dan 3 tahun
PartaiSocmed 16 hours ago

17. Istri Sakidi berkeras ingin membawa mayat suaminya. Merasa terganggu akhirnya merekapun membunuh istri Sakidi didepan kedua anaknya
PartaiSocmed 16 hours ago

18. Sementara itu di Pati, seorang wanita dibunuh oleh pengikut PKI dg cara ditusuk duburnya dg sebuah bambu runcing.
PartaiSocmed 16 hours ago

19. Dalam kondisi tsb lalu ditancapkan di tengah sawah layaknya orang2an pengusir burung. Suasana teror pun tercipta di tengah2 warga
PartaiSocmed 16 hours ago

20. Di Wirosari kejadian serupa terjadi pada seorang wanita, kali ini vaginanya yg ditusuk bambu runcing lalu ditancapkan di tengah sawah
PartaiSocmed 16 hours ago

21. Di Gorang-gareng PKI mengadakan acara pesta gambyong yg meriah utk mengumpulkan masyarakat.
PartaiSocmed 16 hours ago

22. Namun di tengah acara tiba2 mereka menciduk warga yg tidak seideologi. Caranya yaitu dg menanyakan sandi tertentu
PartaiSocmed 16 hours ago

23. Jika tidak bisa menjawab dg benar maka warga tsb akan langsung ditahan. Mereka dikumpulkan mjd satu di gudang pabrik gula Redjosari
PartaiSocmed 16 hours ago
Content from Twitter

24. Salah satu diantara mereka itu adalah Kiai Soehoed, pengasuh Pondok Pesantren Sabilil Muttaqin, Takeran, Magetan.
PartaiSocmed 16 hours ago

25. Warga yg ketakutan itu lantas diberondong melalui jendela gudang. Maka takbir dan jeritan pun berkumandang di tengah malam itu
PartaiSocmed 16 hours ago

26. Para korban baik yg sudah mati maupun yg masih hidup kemudian dibawa ke sebuah sumur tua di Soco
PartaiSocmed 16 hours ago

27. Tanpa memilah antara yg hidup dan mati mereka semua dicemplungkan ke dalam sumur. Yg masih bernafas pun dikubur hidup2
PartaiSocmed 16 hours ago

28. Masih di peristiwa Madiun, KH Soelaiman Zuhdi Affandi juga digelandang PKI dan dikubur hidup2 saat mengambil air wudhu
PartaiSocmed 16 hours ago

29. Di Wonogiri PKI menculik dan menyekap sedikitnya 212 lawan2 politiknya. Mereka terdiri dr polisi, TNI, pejabat pemerintah, wedana, dll
PartaiSocmed 16 hours ago

30. Mereka disekap di sebuah bekas gudang dinamit. Seluruh tawanan itu akhirnya dieksekusi pada tgl 4 Oktober 1948
PartaiSocmed 16 hours ago

31. Setelah Madiun dikuasai kembali oleh TNI, PKI melarikan diri ke Desa Kresek, kabupaten Dungus
PartaiSocmed 16 hours ago

32. Dalam keadaan terdesak mereka membantai semua tawanan yg ada. Para korban ditemukan dengan kepala terpenggal dan luka tembak
PartaiSocmed 16 hours ago

33. Setelah pemberontakan Madiun berhasil dikalahkan tampaknya Soekarno memaafkan begitu saja peristiwa tersebut
PartaiSocmed 16 hours ago

34. Memang benar tokoh2nya spt Amir Syarifudin dan Muso dieksekusi langsung dlm operasi penumpasan pemberontakan tsb
PartaiSocmed 16 hours ago

35. Namun tidak ada pengadilan terhadap para tokoh lain dan mereka yg melakukan pembunuhan secara keji
PartaiSocmed 16 hours ago

36. Sehingga dg berbagai pemutar balikan fakta akhirnya PKI bisa bangkit kembali. Kali ini mereka mempersiapkan diri utk pemilu 1955
PartaiSocmed 16 hours ago

37. PKI melakukan agitasi dan propaganda dlm berpolitik sehingga suasana politik tidak hanya panas tapi juga penuh ketegangan dan konflik
PartaiSocmed 16 hours ago

38. PKI sangat ofensif membuat jargon2 dan melakukan stempelisasi ‘mematikan’ terhadap lawan2 politiknya
PartaiSocmed 16 hours ago

39. Salah satunya dg istilah "Tujuh Setan Desa". Dan para kyai dianggap sebagai salah satu dari setan desa yang harus dibabat
PartaiSocmed 16 hours ago

40. Kondisi ini tentu mengakibatkan perasaan terancam bagi para kyai dan santrinya sehingga mereka selalu berjaga dari serangan PKI
PartaiSocmed 16 hours ago

41. Meski dg cara2 yg demikian ofensif dan menimbulkan permusuhan, nyatanya PKI sangat berhasil pd pemilu 1955.
PartaiSocmed 16 hours ago

42. PKI meraih posisi 4 besar di bawah PNI, Masyumi dan NU. Sekaligus menjadikan PKI sebagai Partai Komunis terbesar ketiga didunia
PartaiSocmed 16 hours ago

43. Pasca Dekrit Presiden 5 Juli 59 PKI sadar untuk mencapai tujuannya mereka harus memanfaatkan figur Soekarno
PartaiSocmed 16 hours ago

44. Itu sebabnya PKI tampil sebagai pendukung utama Soekarno, meskipun mereka sudah berhasil menjadi Partai Komunis terbesar ketiga didunia
PartaiSocmed 16 hours ago

45. Namun di pihak lain mereka menelikung ajaran2 Soekarno untuk menghantam lawan2 politiknya. Khususnya dari kalangan Islam
PartaiSocmed 16 hours ago

46. Makin lama sikap mereka semakin ofensif. Fitnah, penghinaan hingga pembunuhan dilakukan PKI di berbagai tempat
PartaiSocmed 16 hours ago

47. Usaha memobilisasi massa dilakukan untuk tindakan kekerasan yg dikenal dg ‘aksi sepihak’
PartaiSocmed 16 hours ago

48. Alasan aksi sepihak ini adalah utk ‘land refom’, memberikan hak tanah kepada kaum miskin. Tentu saja didukung oleh para petani miskin
PartaiSocmed 16 hours ago

49. Masalahnya proses membagi2 tanah ini dilakukan secara sepihak oleh PKI. Main kapling begitu saja
PartaiSocmed 16 hours ago

50. Lebih parah lagi tanah yg di-kapling2 itu ada tanah wakaf dan tanah pribadi orang diambil alih dan ditanami begitu saja
PartaiSocmed 16 hours ago

51. Sebagian tanah tersebut milik orang2 PNI dan para kyai NU. Tentu saja hal ini mengakibatkan terjadinya konflik horizontal
PartaiSocmed 16 hours ago

52. Merasa diatas angin, PKI semakin agresif. Tanah bengkok milik desa pun dirampas, bahkan ada sekolah negeri yg diklaim milik PKI
PartaiSocmed 16 hours ago

53. Tidak cukup sampai disitu, PKI pun mulai melakukan pnyerangan dan pengrusakan terhadap tempat2 ibadah dan pesantren
PartaiSocmed 16 hours ago

54. Beberapa aksi sepihak PKI dan underbouwnya BTI antara lain: peristiwa Kendeng Lembu, Genteng, Banyuwangi (13 Juli 1961),
PartaiSocmed 16 hours ago

55. peristiwa Dampar, Mojang, Jember (15 Juli 1961), peristiwa Rajap, Kalibaru, dan Dampit (15 Juli 1961),
PartaiSocmed 16 hours ago

56. peristiwa Jengkol, Kediri (3 November 1961), peristiwa GAS di kampung Peneleh, Surabaya (8 November 1962)
PartaiSocmed 16 hours ago

57. Kondisi inilah yg memicu para kyai membidani lahirnya Banser. Banser memang dibentuk dlm rangka menghadapi aksi sepihak PKI
PartaiSocmed 16 hours ago

58. Kelak Banser menjadi aktor utama dalam ‘aksi balas dendam’ yang sangat berdarah dalam perjalanan sejarah republik ini
PartaiSocmed 16 hours ago

---------- Post Merged at 05:54 PM ----------

Masih dari sumber yang sama.
(tadi terlalu panjang, jadi dipotong menjadi dua)

59. Hasil kongkret dari pembentukan Banser adalah perlawanan terhdp aksi sepihak PKI makin kuat. Bentrok fisik Banser vs PKI pun terjadi
PartaiSocmed 16 hours ago

60. 13 Januari 65 terjadi Peristiwa Kanigoro. Ribuan Pemuda Rakyat (PR) dan BTI melakukan penyerbuan ke ponpes di kanigoro, Kediri
PartaiSocmed 16 hours ago

61. Saat itu di Kanigoro memang sedang diselenggarakan Mental Training Pemuda Pelajar Indonesia (PII)
PartaiSocmed 16 hours ago

62. Oleh PKI kegiatan tersebut dianggap sebagai kegiatan Masyumi yg saat itu memang sudah dinyatakan sbg partai terlarang oleh Soekarno
PartaiSocmed 16 hours ago

63. Mereka menyerbu masuk ke dalam pesantren dg bersenjatakan kelewang, golok, pedang dan arit
PartaiSocmed 16 hours ago

64. Sambil berteriak-teriak kasar “ganyang serban!”, “ganyang santri!”, “ganyang kapitalis!”, “ganyang Masyumi!”
PartaiSocmed 16 hours ago

65. Mrk juga menyerang rumah Kiai Jauhari, pengasuh Pondok Pesantren Al-Jauhar dan adik ipar pengasuh..
PartaiSocmed 16 hours ago

66. Pondok Pesantren Lirboyo, Kiai Makhrus Aly. Ayah Gus Maksum itu diseret dan ditendang ke luar rumah
PartaiSocmed 16 hours ago

67. Aksi sepihak lain juga dilakukan oleh BTI, PR dan Gerwani pd tgl 14 Mei 1965 yang dikenal dg Tragedi Bandar Betsy, Pematang Siantar
PartaiSocmed 16 hours ago

68. Mereka secara tidak sah menguasai tanah milik negara dg melakukan penanaman secara liar di areal lahan milik PPN Karet IX Bandar Betsi
PartaiSocmed 16 hours ago

69. Pelda Sudjono yang sedang ditugaskan di perkebunan tsb mencoba memberi peringatan agar aksi dihentikan.
PartaiSocmed 16 hours ago

70. Bukannya pergi, mereka justru berbalik menyerang dan menyiksa Sudjono. Akibatnya Sudjono tewas dengan kondisi yang amat menyedihkan
PartaiSocmed 16 hours ago

71. Anak salah seorang pembunuh Sudjono itu bernama Muchtar Pakpahan. Kelak dia menjadi aktifis di organisasi buruh SBSI
PartaiSocmed 16 hours ago

72. Sekarang kita bisa memahami mengapa aksi-aksi buruh saat ini banyak kemiripan dengan aksi2 sepihak PKI di masa lalu
PartaiSocmed 16 hours ago

73. Demikian sedikit gambaran mengenai kekejaman PKI beserta ormas2 underbouwnya. Ribuan korban nyawa melayang akibat ulah mereka
PartaiSocmed 16 hours ago

74. Dari poin2 diatas kita bisa mengetahui bahwa terjadi penumpukan dendam sosial dan politik terhadap PKI
PartaiSocmed 16 hours ago

75. PKI telah menunjukkan diri kepada rakyat Indonesia sebagai satu partai yang menggunakan kekerasan dan fitnah dalam mencapai tujuannya
PartaiSocmed 16 hours ago

76. Serangan2 politik, agitasi dan fitnahnya berhasil mencipta ketakutan mental yang meluas dan dalam
PartaiSocmed 16 hours ago

77. Dan... Peristiwa G30S menjadi titik balik bagi PKI. Dia yg tadinya ofensif hantam kiri kanan kini menjadi pihak yg diburu
PartaiSocmed 16 hours ago

78. Kami tdk ingin masuk pada polemik siapa yg bertanggung jawab terhadap G30S. Butuh kultwit tersendiri tentang itu
PartaiSocmed 16 hours ago

79. Kita langsung saja bahas akibat dari G30S terhadap para anggota dan simpatisan PKI serta orang2 yg dituduh PKI
PartaiSocmed 16 hours ago

80. Berbeda dg aksi2 sepihak PKI yg dilakukan secara sporadis, penumpasan PKI terjadi dlm tempo yg relatif singkat
PartaiSocmed 16 hours ago

81. Namun dilakukan secara serempak, terkoordinir dg rapi dan sangat efisien. Tidak heran korbannya pun jauh lebih besar
PartaiSocmed 16 hours ago

82. Laporan komisi pencari fakta yg dipimpin Oei Tjoe Tat merilis jumlah korban 78.000 jiwa saja
PartaiSocmed 16 hours ago

83. Namun bila mengikuti angka yang pernah disebut Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, mungkin saja peristiwa itu menelan korban 3 juta orang
PartaiSocmed 16 hours ago

84. Angka tersebut masuk akal mengingat PKI pernah mengklaim memiliki anggota aktif sebanyak 3,5 juta orang. Belum termasuk underbouwnya
PartaiSocmed 15 hours ago

85. Jika sebelumnya kita bahas aksi2 PKI yg kejam, maka yang dilakukan oleh lawan2nya tidak kalah kejam dan mengerikannya
PartaiSocmed 15 hours ago

86. Sungguh menyedihkan, dalam konflik politik yg berdarah-darah ini banyak orang2 tak berdosa yg menjadi korbannya
PartaiSocmed 15 hours ago

87. Mereka inilah korban sesungguhnya! Mereka tiba2 harus mengalami neraka dunia hanya karena terfitnah atau pernah berteman dg orang PKI
PartaiSocmed 15 hours ago

88. Strategi yg digunakan dalam pemusnahan anggota PKI ini adalah ‘Nabok Nyilih Tangan’. Militer gunakan warga sipil utk membantai
PartaiSocmed 15 hours ago

89. Dalam hal ini Banser mendapat dukungan penuh dari militer dalam menjalankan misi ‘sucinya’
PartaiSocmed 15 hours ago

90. Kelak strategi serupa digunakan oleh Wiranto utk menghadapi mahasiswa tahun 1998-1999 dg Pam Swakarsanya
PartaiSocmed 15 hours ago

91. Berikut adalah sedikit dari berbagai aksi2 kekejaman yg dilakukan untuk menghancurkan PKI hingga ke akar2nya
PartaiSocmed 15 hours ago

92. Di Lawang, Kab Malang. Para anggota dan simpatisan PKI yg ditangkap diikat tanggannya oleh sekelompok pemuda Ansor
PartaiSocmed 15 hours ago

93. dg disertai & dilindungi satu unit tentara membawa mrk ke tempat pembantaian, yaitu di desa Sentong dan Kebun Raya di Purwodadi
PartaiSocmed 15 hours ago

94. Disana mrk dipukuli dg pentungan dan besi dan benda-benda keras lainnya. Setelah para korban tewas, kepala mereka dipenggal.”
PartaiSocmed 15 hours ago

95. Seorang remaja lelaki anggota IPI anak Tjokrodiharjo, yg merupakan anggota komite PKI di Kecamatan Singosari, ditangkap oleh Ansor
PartaiSocmed 15 hours ago

96. Kemudian tubuhnya diikat ke sebuah jip dan diseret di belakanggnya. Awalnya si anak berlari, namun jip makin lama makin kencang
PartaiSocmed 15 hours ago

97. Si anak remaja ini akhirnya tersungkur dan terseret di jalanan yg penuh kerikil tajam hingga tewas. Wajahnya hancur tak bisa dikenali
PartaiSocmed 15 hours ago

Lembah_Hinnom
28-01-2014, 03:56 PM
Masih dari sumber yang sama dengan postingan kandalf di atas.

98. Oerip Kalsum, lurah wanita desa Dongkol di Singosari, seorang anggota PKI. Sebelum dibunuh, dia disuruh membuka semua pakaiannya
PartaiSocmed 15 hours ago

99. Tubuh dan kemaluannyadibakar. Lalu dia diikat, dibawa ke desa Sentong di Lawang, di mana lehernya diikat dan dia disiksa sampai tewas
PartaiSocmed 15 hours ago

100. Di Ngeglok. Japik, seorang tokoh terkemuka di Gerwani cabang setempat dibunuh bersama suaminya.
PartaiSocmed 15 hours ago

101. Sebelum dibunuh dia diperkosa ber-kali2 dan kemudian tubuhnya dibelah mulai dari payudara hingga kemaluannya
PartaiSocmed 15 hours ago

102. Nursam, seorang anggota PGRI Non Vaksentral di-potong2 tubuhnya dan potongan2 tubuhnya itu digantung di rumah-rumah kawan2nya
PartaiSocmed 15 hours ago

103. Sutjipto, bekas lurah Nglegok seorang anggota PKI berhasil ditangkap. Sebelum dibunuh dia dikebiri terlebih dahulu kemudian dibunuh
PartaiSocmed 15 hours ago

104. Ny. Djajus, seorang perempuan yg menjadi lurah desa Tawangsari di Garum sedang hamil pada saat ditangkap
PartaiSocmed 15 hours ago

105. Tubuhnya dibelah sebelum dibunuh. Pak Djajus, suaminya, dicacah wajahnya dengan belati hingga tewas
PartaiSocmed 15 hours ago

106. Di Pare. Di tengah perjalan pulang, Suranto dan istrinya yg sedang hamil dicegat dan ditangkap. Kepala Suranto dipenggal
PartaiSocmed 15 hours ago

107. Sungguh malang istrinya yg hamil pun ikut dibunuh. Perut istrinya dibelah, janinnya dikeluarkan dan dicincang
PartaiSocmed 15 hours ago

108. Di Gurah. Kasman, seorang guru di desa Ngasem ditangkap oleh sekelompok pemuda dan disiksa
PartaiSocmed 15 hours ago

109. Ketika akhirnya dia ambruk, mereka memenggal kepalanya, menusuknya pada sebilah bambu runcing dan meletakkannya di sebuah pos jaga
PartaiSocmed 15 hours ago

110. Selain mereka langsung dieksekusi setelah ditangkap. Ada juga yg ditahan tanpa mengalami proses pengadilan
PartaiSocmed 14 hours ago

111. Banyak diantara mereka berakhir hidupnya di ujung laras eksekutor. Ada yg cepat ada pula yg lama baru dieksekusi
PartaiSocmed 14 hours ago

112. Salah satu peristiwa menarik terjadi di LP Wonosobo 26 Februari 1966. 21 orang napi dibawa ke hutan Situkup pd hari itu
PartaiSocmed 14 hours ago

113. Di hutan itu ke 21 orang itu disuruh duduk berhadap2an dan diwajibkan menyanyi lagu Genjer-Genjer.
PartaiSocmed 14 hours ago

114. Kemudian mrk dinasehati agar insyaf. Setelah diminta berjanji utk tidak kembali PKI, selanjutnya senapan ditembakkan ke mereka
PartaiSocmed 14 hours ago

115. Ada peristiwa aneh saat itu. Seorang wanita tdk mempan ditembus berondongan peluru, maka klewang disabetkan ke tubuhnya
PartaiSocmed 14 hours ago

116. tapi sabetan klewangpun tak mampu melukai tubuhnya bahkan hingga empat klewang patah dibuatnya
PartaiSocmed 14 hours ago

117. Akhirnya perempuan itu diikat tambang dan dijebloskan ke lubang dan dikubur hidup2
PartaiSocmed 14 hours ago

118. Sempat dia berucap pada petugas yg disuruh menimbun lubang itu dg tanah “Mas, jangan keras-keras, sakit...”
PartaiSocmed 14 hours ago

119. Salah satu dari 21 orang yg dieksekusi pd hari itu adalah Ibnu Santoro, seorang dosen UGM yang baru saja pulang dari Amerika
PartaiSocmed 14 hours ago

120. Baru beberapa hari kembali ke Jogja, Ibnu Sintoro ditawari menjadi anggota barisan cendikia PKI, selembar formulir diberikan padanya
PartaiSocmed 14 hours ago

121. Dan formulir itu masih dlm keadaan kosong saat malam serombongan tentara dalam truk menyantroni rumahnya dan menciduk dia
PartaiSocmed 14 hours ago

122. Saat itu Ibnu Sintoro meninggalkan seorang sitri dan puteri lucu yg masih berusia 3 tahun bernama Gadis
PartaiSocmed 14 hours ago

123. Kelak Gadis menjelma menjadi wanita yg cerdas. Dan dia mendapatkan beasiswa belajar di Amerika satu almamater dg ayahnya
PartaiSocmed 14 hours ago

124. Entah suatu kebetulan atau mukjizat. Gadis pernah terpilih menjadi anggota Paskribraka di Istana pada era Pak Harto
PartaiSocmed 14 hours ago

125. Begitu banyak kekejaman diluar batas kemanusian yang dilakukan baik oleh PKI maupun lawan2nya
PartaiSocmed 14 hours ago

126. Tak ada gunanya pula saling mengklaim paling menjadi korban atau merasa paling benar. Ini bukan tentang salah PKI atau Ansor/Banser!
PartaiSocmed 14 hours ago

127. Yang paling perlu dilakukan adalah keikhlasan utk mengakui sama2 bersalah. Kita semua seperti lupa sbg manusia saat itu
PartaiSocmed 14 hours ago

128. Hal yg cukup mencengangkan adalah kemampuan kita menjadi demikian biadab! Seolah2 membunuh dan menyiksa adalah kebanggan
PartaiSocmed 14 hours ago

129. Potensi kekejaman masyarakat kita terbukti kembali terulang pada chaos era 1998-an. Mendadak kita berubah menjadi spt binatang
PartaiSocmed 14 hours ago

130. Begitu mudahnya masyarakat kita termotivasi untuk melakukan hal2 yg bertentangan akal sehat dan nurani tersebut
PartaiSocmed 14 hours ago

131. Peristiwa chaos dan pembantaian serupa tidak tertutup kemungkinan akan terulang lagi pada bangsa ini
PartaiSocmed 14 hours ago

132. Maka yg perlu dilakukan adalah mensosialisasikan politik yg beradab. Bukan politik yg menghalalkan segala cara
PartaiSocmed 14 hours ago

133. Kiranya generasi muda bisa belajar dari pengalaman pahit bangsa ini. Tragedi pernah terulang dan terulang lagi
PartaiSocmed 14 hours ago

134. Tugas kitalah untuk menghentikannya cukup sampai disini! Mari bersatu demi Indonesia tercinta
Reply RT Favorite PartaiSocmed 14 hours ago

TheCursed
28-01-2014, 04:58 PM
...
128. Hal yg cukup mencengangkan adalah kemampuan kita menjadi demikian biadab! Seolah2 membunuh dan menyiksa adalah kebanggan
PartaiSocmed 14 hours ago
...

Dari semua yang ngilu2 di atas, yang ini sebenernya yang bikin gue paling ngilu dan nggak habis pikir.
Kita sering mengklaim bangsa ini sebagai bangsa yang 'paling sopan dan beradab' dengan segala 'budaya ketimuran'-nya. Tapi kenyataan di lapangan, kita jauh lebih mudah mengekspresikan kesadisan secara terbuka ketimbang kasih sayang.
Suami-istri sah ciuman bibir di tempat umum, bakaln banyak yang mencibir. Di bilang nggak sopan, nggak tau malu, dst...
Tapi, yang paling gampang aja, nyiksa maling sampe setengah idup, nggak ada yang komplen.

Kenapa gue jadi nyambung ke sini, karena seinget gue, ada yang bilang S3x & Violence itu make ruang yang sama di otak kita.
So, mungkin bangsa ini jadi segitu sadisnya karena kelewat jaim dalam mengekspresikan seksualitasnya ? just wondering...

All and all, make love not war, brah/'stah. make love not war...

noodles maniac
28-01-2014, 06:17 PM
TheCursed oke oke bro... sekarang gw ngerti dari maksud jargon "Make Love not War" ;D

Share the same brains yah... mungkin itu juga kenapa BDSM tercipta ::doh::

TheCursed
28-01-2014, 06:36 PM
TheCursed... mungkin itu juga kenapa BDSM tercipta ::doh::

More or less. Tapi lagi, buat komunitas BDSM yang benar, ada peraturan dasar SSC. Peraturan yang membedakan antara kinky hot & spicy s3x, dan just plain evil and insanity, which any BDSM community would heavily frowned over. :ngopi:

E = mc²
28-01-2014, 09:39 PM
125. Begitu banyak kekejaman diluar batas kemanusian yang dilakukan baik oleh PKI maupun lawan2nya
PartaiSocmed 14 hours ago

126. Tak ada gunanya pula saling mengklaim paling menjadi korban atau merasa paling benar. Ini bukan tentang salah PKI atau Ansor/Banser!
PartaiSocmed 14 hours ago

127. Yang paling perlu dilakukan adalah keikhlasan utk mengakui sama2 bersalah. Kita semua seperti lupa sbg manusia saat itu
PartaiSocmed 14 hours ago

Komentar-komentar seperti (dan komentar kultwit lainnya) menunjukkan betapa banyak orang yang buta terhadap sejarah. Seolah mencari aman, si pemosting menunjukkan dua sisi "kejam" dari pro-PKI dan kontra-PKI. Padahal kenyataan sejarahnya sama sekali tak bisa disandingkan.

Saya tidak dalam peran membela PKI (atau pun korban yang dituduh PKI), tetapi ada beberapa poin penting mengapa membandingkan kekejaman oleh dan terhadap (orang yang dituduh) PKI sama sekali tidak berimbang,

Pertama, semua sumber sejarah PKI yang resmi beredar telah mengalami distorsi sedemikian rupa oleh Orde Baru agar terlihat PKI benar-benar sebagai wujud setan di bumi. Kisah pemberontakan PKI di Madiun telah mengalami distorsi yang cukup melenceng dari fakta sesungguhnya. tentu saja ini merupakan bagian dari Propaganda Orde Baru yang menjadikan PKI sebagai kata haram seharam-haramnya.

Kedua, kalaupun "kebiadaban" PKI memang terjadi, skala kekacauannya sama sekali tak ada apa-apanya dibandingkan dengan pembantaian para korban yang dituduh PKI. Korban pembantaian korban terduga PKI, begitu massif sehingga menimbulkan jejak berdarah dimana-mana. bahkan hingga tempat paling terpencil sekalipun. Ceritanya terlalu panjang untuk diceritakan dan terlalu mengerikan untuk diungkapkan. Saya tidak akan merinci bagaimana tindakan-tindakan brutal terhadap terduga PKI ini dilakukan. Saya akan merekomendasikan beberapa buku (yang telah/sudah ada edisi terjemahannya untuk topik horor ini) un tuk dibaca, beberapa di antaranya:
- The Indonesian Killings: Pembantaian PKI di jawa dan Bali 1965-1966 oleh Robert Gribb
- Di-PKI-kan: Tragedi 1965 dan Kaum Nasrani di Indonesia Timur oleh Steven Farram
- Zaman Edan: Indonesia di Ambang Kekacauan oleh R.L. Parry
- Sejarah Indonesia Modern oleh MC Riclkefs

dan lain-lain (daftarnya, terutama untuk yang berbahasa Inggris masih sangat panjang).

Jika pemberontakan PKI (dan pemberontakan oleh gerakan separatis lainnya) terjadi secara sporadis, maka pembantaian terhadap mereka terduga PKI begitu terencana, sistematis, meluas secara nasional, dan terutama DIRESTUI oleh negara.

Di film The Act of Killing, kita akan menduga bahwa tindakan Anwar Congo sebagai tindakan spontan--sebagai pelampiasannya karena profesinya sebagai preman bioskop tergusur oleh kehadiran PKI. Tindakan Congo yang terlihat sebagai tindakan personal dan spontan ini, sesungguhnya tidak seperti itu.

Ketiga, kalaupun tindakan separatis PKI menyebabkan kekejaman sebagaimana yang ditampilkan di teks-teks sejarah resmi, maka tindakan pembantaian terhadap para terduga eksPKI jauh lebih mengerikan. Selain para terduga langsung dibantai tanpa peradilan (banyak korban langsung dibantai hanya karena laporan tetangga yang tidak suka), juga efek pembantaian berefek jauh ke depan. Para keluarga eksPKI mengalami pengucilan secara sosial dan yuridis, hak-hak sipilnya dirampas, dan nilai-nilai HAM-nya direnggut. Padahal mereka sama sekali tidak terlibat atau tidak tahu sama sekali.

masih banyak aspek lain, namun intinya, sama sekali tak berimbang antara kekejaman PKI dan kekejaman terhadap para terduga PKI dan keluarganya.


Beberapa bulan lalu (sekitaran November/Desember), salah seorang rekan saya di jejaring sosial Facebook, yang juga merupakan seorang sejarawan senior, melakukan napak tilas ke sebuah desa terpencil di pulau Jawa. Penemuannya sangat mencengangkan dan menakutkan: dia menjumpai sebuah pemakaman massal orang-orang yang dituduh PKI dan dibantai. Jumlah paling pesimis menyebut bahwa ada 3000 tengkorak yang dikubur dalam satu lubang. Angka pastinya, bisa saja jauh di atas angka tersebut.

Maaf, mungkin merupakan kata yang indah dan tampak sebagai solusi terbaik untuk mengakhiri mimpi buruk sejarah bangsa ini. Tetapi saya bukan korban kekejaman ini, sehingga saya tidak bisa memberikan jawaban tepat. Saya tidak pernah merasakan sulitnya mendapatkan kartu identitas kependudukan dan pekerjaan karena orang tua saya dituduh eksPKI. Untuk bisa memahami "sebenarnya, apa yang diinginkan para korban", jelas harus menanyakan sendiri kepada para korban. Dewasa ini, banyak buku-buku yang ditulis para keluarga korban, bagaimana mereka mengalami diskriminasi dan pelecehan. Jumlahnya terlalu banyak untuk disebut. Saya hanya akan merekomendasikan satu tulisan dari sastrawan terbesar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Saya Bukan Nelson Mandela. Artikelnya mudah dicari di internet.


Dari semua yang ngilu2 di atas, yang ini sebenernya yang bikin gue paling ngilu dan nggak habis pikir.
Kita sering mengklaim bangsa ini sebagai bangsa yang 'paling sopan dan beradab' dengan segala 'budaya ketimuran'-nya. Tapi kenyataan di lapangan, kita jauh lebih mudah mengekspresikan kesadisan secara terbuka ketimbang kasih sayang.

Ada buku yang amat menarik mengenai tema ini, judulnya Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil karya Hannah Arendt. Meski Arendt berfokus pada holocaust, tetapi sebenarnya bisa diterapkan pada bagian dunia mana saja: kekejaman dan pembantaian bukan dilakukan oleh para psikopat, justru oleh orang-orang biasa, dan mereka sangat bangga terhadapnya.

dan Anwar Congo adalah orang-orang biasa itu. Artinya, ada banyak orang biasa lainnya. Anda banyak Anwar-anwar lainnya. Itu mengapa, kekejaman seperti ini tidak hanya menimpa eks-PKI saja. Tragedi Balibo, Timor Leste, Aceh, dll menunjukan banality of evil ini masih saja terjadi di negara ini. Banyak orang Indonesia yang bersikap acuh terhadap isu horor ini, padahal kenyataannya sudah sangat-sangat serius. hal ini dibuktikan munculnya pemenang Nobel Perdamaian dari tragedi Timor Leste, dan nominasi (hampir menang) dari tragedi Aceh.

TheCursed
29-01-2014, 12:42 AM
...
Ada buku yang amat menarik mengenai tema ini, judulnya Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil karya Hannah Arendt. Meski Arendt berfokus pada holocaust, tetapi sebenarnya bisa diterapkan pada bagian dunia mana saja: kekejaman dan pembantaian bukan dilakukan oleh para psikopat, justru oleh orang-orang biasa, dan mereka sangat bangga terhadapnya.
...

terlepas dari sebenernya, ternyata pendapat Hannah Arendt tentang 'banality' itu ternyata masih diperdebatkan(i.e. ternyata nara sumbernya cuma di wawancarai 4 hari sebelum vonis),... yang sebenernya gue soroti adalah 'hypocrisy' bangsa ini. Yang selalu mengklaim berbudi (paling)luhur(di banding bangsa lain). Padahal sebenernya masih 'sakit'.

Dan menariknya bahwa kita lebih gampang risih(dan dalam beberapa kasus, sampe sewot) ngeliat pasangan ciuman di tengah jalan, ketimbang liat maling di gebukin(sering di siksa juga) sampe setengah idup. Ini, dari pengamatan gue tinggal di gang sempit di tengah kota yang katanya metropolitan, yah. It's interesting, buat di riset. :ngopi:

Kingform
29-01-2014, 12:47 AM
daripada mencermati soal jumlah korban pihak mana yang paling banyak, gw lebih ga habis pikir ama kebiadaban manusia.
manusia ini kan makhluk yang punya akal, kok bisa2nya berbuat biadab kayak gitu

dan ini terus berulang, seolah manusia ga pernah belajar dari sejarah
atau karena sejarah selalu diputarbalikkan, makanya manusia ga bisa belajar dari masa lalu?

TheCursed
29-01-2014, 01:18 AM
...
dan ini terus berulang, seolah manusia ga pernah belajar dari sejarah
atau karena sejarah selalu diputarbalikkan, makanya manusia ga bisa belajar dari masa lalu?

Karena nggak ada yang mau berlapang dada ngaku 'emang ada masalah', jadinya juga nggak ada yang di perbaiki... IMHO.

tuscany
29-01-2014, 03:33 AM
In terms of movie, filmnya sendiri punya sudut pandang yang sangat tajam. Mestinya menang Oscar, lalu sedikit demi sedikit generasi yang telah dicuci otaknya oleh buku teks sejarah di sekolah - termasuk saya - menumbuhkan kesadaran untuk mencari tahu yang sebenarnya.

Salah seorang guru saya waktu SMA ternyata pas mudanya entah anggota ato simpatisan PKI. Ibu saya dulu tetanggaan dengan beliau, cerita kalo beliau ini lama melarikan diri ke kampung yang sangat terpencil dan jadi petani penggarap. Entah gimana akhirnya berhasil kembali ke kota dan jadi PNS. Masih cerita ibu, ada keluarga yang terkena fitnah PKI ini. Semua anak gadisnya cantik-cantik tapi susah dapet jodoh dan nggak bisa jadi PNS. Yah...semua ini kisah dari mulut ke mulut dan mendengarnya serasa sedang ada di dunia lain, kayak kalo di Harry Potter orang-orang nyebut Voldemort dengan rasa enggan.

Kalo nggak salah di zaman Gus Dur yang melepas stempel PKI sehingga mereka tidak perlu laporan tiap tahun? Salut saya. Gila tuh, kejahatan kemanusiaan banget.


ISLAM, MAAF DAN PKI
Akhmad Sahal
(Kolom TEMPO, 9 April 2000)

MENGAPA kalangan Islam menolak usul Gus Dur untuk mencabut Ketetapan MPRS XXV/66? Mengapa mereka menyesalkan usulan Gus Dur untuk minta maaf kepada PKI? Ketika komunisme sudah bangkrut di tingkat dunia, dan di dalam negeri PKI dan yang terkait dengannya betul-betul menjadi political outcast, mengapa kelompok Islam, baik modernis maupun tradisionalis, masih khawatir dan antikomunisme? Apakah ini mencerminkan sukses rezim Orde Baru menanamkan dan menyebarkan komunisto-fobia?

Kekhawatiran dan sikap anti yang cenderung eksesif terhadap komunisme pada umat Islam ini tidak hanya digerakkan oleh pengaruh luar semacam kampanye stigmatisasi komunisme oleh rezim Soeharto. Tentu saja itu juga ada pengaruhnya. Tapi sesungguhnya ada faktor lain yang secara genuine melekat dalam ingatan kolektif umat yang justru lebih berperan mengawetkan kekhawatiran dan antipati itu. Dua hal setidaknya bisa disebut di sini: kenangan terhadap situasi Demokrasi Terpimpin dan pandangan stereotip terhadap komunisme itu sendiri.

Kita tahu bahwa ketika PKI berkibar di era Demokrasi Terpimpin, kalangan Islam (juga Kristen, Katolik, dan nasionalis) gentar. Ini bukan saja karena PKI dibayangkan sebagai kekuatan politik yang solid dengan puluhan juta pendukung, melainkan juga karena politik saat itu memang mengarah pada pertarungan zero-sum game: "kita atau mereka". Maklum, suasana revolusioner yang ditiup kencang membikin politik benar-benar mengamalkan apa yang oleh Sukarno disebut machtsvorming dan machtsaanwending, penggalangan dan penggunaan kekuasaan, suatu politik massa.

Selain itu, kompetisi dan konfrontasi partai-partai tidak disalurkan lewat pemilu karena hampir semuanya bergantung dan memusat pada Sukarno. Akibatnya, ketidakpastian tentang bagaimana nanti kalau tidak ada Sukarno merayap ke seluruh negeri. Sementara itu, di desa-desa, adanya landreform sepihak dari PKI memicu konflik tajam, bukan dalam skema vertikal antara petani dan tuan tanah, melainkan horizontal antara petani santri yang NU dan petani abangan yang PKI. Dalam situasi semacam itulah kegentaran umat Islam melihat kejayaan PKI saat itu bisa dimaklumi.

Apalagi, di kalangan Islam, PKI mendapatkan stereotip sebagai kelompok yang berpolitik tanpa moralitas karena dasarnya adalah ateisme. Politik PKI dianggap identik dengan "tujuan menghalalkan cara": mereka bisa menyusup ke mana-mana dan memanfaatkan kemiskinan buruh dan tani untuk tujuan kekuasaan. Selagi belum berkuasa, mereka bisa saja menerima demokrasi. Tapi, begitu berkuasa, pasti akan totaliter.

Kini sejarah telah berubah. Tapi kegentaran dan stereotip tetap, malah dibekukan. Argumen kalangan Islam bahwa sikap mereka melawan PKI adalah membela diri karena situasinya ketika itu adalah "kita atau mereka" mungkin berlaku di zaman Demokrasi Terpimpin. Tapi, dalam prakteknya, pasca-G30S, intensi membela diri ini berlangsung kebablasen karena ternyata situasi" kita atau mereka" sebenarnya tidak ada lagi. Fakta bahwa PKI mudah sekali rontok menunjukkan bahwa kesolidan dan kebesaran PKI yang menggentarkan itu hanya mitos. Mereka hanya bergantung pada Sukarno dan, tidak seperti tentara, mereka tak bersenjata. Di samping itu, G30S itu sendiri masih diselimuti misteri. Kalaupun pelakunya memang PKI, apakah itu berarti semua anggota PKI boleh dihabisi?

Di sinilah letak kesalahan argumen "membela diri" dan "menghabisi sampai ke akar-akarnya" yang mendasari pembunuhan besar-besaran terhadap PKI. Kegentaran telah tergelincir menjadi kesewenang-wenangan. Keadilan ditutupi oleh kebencian. Apalagi kalau diingat bahwa saat itu Soeharto dan tentara ikut mendukung dan mengambil keuntungan dari pembunuhan tersebut.

Selain itu, melestarikan stereotip bahwa komunisme ateis dan niscaya berpolitik dengan "tujuan menghalalkan cara" adalah tindakan menyederhanakan. Dalam sejarah, kita mengenal Haji Misbach dari Surakarta dan Datuk Batuah dari Padang yang Islam sekaligus komunis. Pelajarilah marxisme, maka akan ketahuan bahwa concern utamanya bukanlah soal agama, melainkan soal pembelaan terhadap yang tertindas dalam kapitalisme. Soal "tujuan menghalalkan cara" adalah machiavelisme belaka yang tidak khas tabiat komunis, tapi juga bisa dilakukan oleh siapa pun.

Pada titik ini, permohonan maaf Gus Dur kepada PKI haruslah dilihat sebagai ikhtiar untuk keluar dari perangkap kekhawatiran yang dasarnya hanyalah masa lalu yang mandek dan stereotip yang menyederhanakan. Kesalahan masa lalu, yakni niat membela diri yang ternyata berbuah kesewenangan, harus tetap diingat dan dinyatakan agar tidak terulang lagi. Jangan dikira pengakuan salah semacam ini tanpa dibarengi rasa sakit.

Yang perlu ditegaskan di sini, permohonan maaf Gus Dur tidak dengan sendirinya menaruh PKI dalam posisi tidak salah. Menjadi korban tidak lantas menjadikannya suci. PKI juga mesti mengakui kesalahannya dalam memberi andil menciptakan situasi totalitarian era Demokrasi Terpimpin, situasi yang dalam istilah Lenin berarti "siapa yang tidak bersama kita berarti melawan kita." Dengan dalih revolusi, PKI mendukung saja ketika rezim Sukarno melarang sejumlah partai dan memenjarakan sejumlah nama. Andil semacam inilah yang menjadi bahan bakar antikomunisme.

Kalau setiap pihak mengakui kesalahan, bukan hanya rekonsiliasi yang tercapai, melainkan juga penyembuhan luka sejarah yang tertanam di bawah sadar bangsa ini. Dan setelah itu, bab baru kehidupan bangsa ini bisa dimulai dengan sikap adil, tanpa beban trauma sejarah yang ditekan atau dimanipulasi. Dalam kerangka sikap adil inilah hendaknya kita menempatkan usul penghapusan Tap MPRS XXV/66. Ada baiknya kita menyimak anjuran Surah Al-Ma'idah ayat 8: "Janganlah kebencianmu pada satu kaum menjadikan kamu bersikap tidak adil (terhadap mereka)."